Danang Dwi Kurniawan (1), Ribangun Bamban Jakaria (2)
General Background Non-formal educational institutions such as tutoring centers play a crucial role in supporting student learning outcomes, making client satisfaction essential for operational sustainability. Specific Background ABC Tutoring Institution faced student enrollment and re-registration issues due to persistent service complaints over two years. Knowledge Gap Empirical evidence regarding how operational components jointly determine student satisfaction in private tutoring remains insufficiently detailed. Aims This study evaluates the quantitative relations between service quality, learning methods, facilities, and overall student satisfaction. Results Multiple linear regression on 100 randomly sampled students reveals that learning methods hold a statistically significant relation to student satisfaction with a p-value of 0.017, whereas service quality (p-value 0.507) and facilities (p-value 0.893) exhibit non-significant roles. Novelty The findings establish a prioritized operational framework demonstrating that instructional methodology drives client satisfaction more decisively than physical infrastructure or administrative service in tutoring settings. Implications Management should direct capital towards instructor quality and curriculum enhancement to optimize student retention and educational service performance.
Key Findings Highlights
Learning methods show a statistically significant relation to student satisfaction with a p-value of 0.017.
Service quality and facility conditions do not demonstrate statistically significant primary roles in student satisfaction.
Multiple linear regression and reliability testing confirm high internal consistency (Cronbach's Alpha 0.8925) for institutional evaluation.
Keywords Student Satisfaction, Learning Methods, Linear Regression, Service Quality, Tutoring Institution
Lembaga Bimbel merupakan pendidikan instruksional kasual yang memberikan kesempatan belajar bagi para siswa pada jenjang pendidikan formal untuk memperluas pemahaman mereka terhadap pelajaran tertentu. Pembimbingan belajar merupakan suatu lembaga yang bertujuan untuk menyalurkan kemampuan belajar siswa dari berbagai jurusan agar mampu membagi ilmunya kepada masyarakat [1]. Kualitas layanan administrasi pembelajaran di sebuah lembaga bimbingan belajar sangat menentukan keberhasilan pembelajaran itu sendiri. Karena salah satu hal tingkat keberhasilan sebuah lembaga bimbingan belajar adalah seberapa baik kualitas administrasi pembelajarannya dapat memberikan manfaat bagi para siswanya [2]. Mentoring atau bimbingan belajar merupakan suatu kegiatan dimana mentor menawarkan bantuan kepada siswa untuk menemukan cara menghafal yang tepat, memahami permasalahan yang dihadapi oleh siswa dan mengatasi kendala yang berhubungan dengan kebutuhan belajar dalam pendidikan. Ilmu pengetahuan dan inovasi telah berkembang dengan cepat akhir-akhir ini. Pada saat yang sama, berbagai isu terbaru telah muncul, termasuk isu-isu yang berkaitan dengan optimasi. Optimasi adalah pencarian nilai variabel yang dianggap efektif, ideal, dan substansial untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Isu optimasi ini bergeser dari satu tempat ke tempat lain, misalnya dalam bidang penyebaran brosur lembaga bimbingan belajar .
Pendidikan nonformal saat ini berkembang pesat seiring dengan perkembangan peradaban di Indonesia. Salah satu bentuk layanan pendidikan dalam bidang nonformal adalah program bimbingan belajar. Perubahan yang terjadi dalam bidang pendidikan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi di era revolusi 4.0 [3]. Kepuasan merupakan perasaan bahagia atau kecewa yang muncul dari membandingkan hasil, kesan, atau pelaksanaan suatu hal dengan berbagai harapan. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan merupakan hasil dari kesan dan keinginan pelaksanaan dan hasil suatu produk [4]. Kualitas pelayanan dapat menjadi tingkat sejauh mana tingkat manfaat yang didapat oleh pembeli tercapai. Pada hakikatnya pemenuhan kebutuhan pelanggan merupakan suatu keadaan kebutuhan, keperluan, dan keinginan terpenuhi . Pelaksanaan metode belajar yang ideal memungkinkan siswa untuk memahami materi yang ditampilkan. Hal ini sering terjadi karena siswa terdukung dan puas dengan pembelajaran mereka. Kepuasan siswa memengaruhi hasil/kemajuan pembelajaran sebagaimana dibuktikan oleh catatan prestasi akademik siswa [5]. Fasilitas merupakan objek penting untuk memperluas pemenuhan kebutuhan, kepuasan pelanggan, dan kenyamanan yang menguntungkan. Fasilitas merupakan aspek manfaat sebagai sarana pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan [6].
Berbagai penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya hubungan antara beberapa variabel dependen yang terdiri dari kualitas pelayanan, metode pembelajaran, dan fasilitas terhadap variabel independen yaitu tingkat kepuasan peserta didik. Diantaranya, penelitian yang dilakukan oleh Amrizal menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran yang efektif dapat meningkatkan kepuasan siswa yang berdampak langsung pada prestasi akademik mereka [2]. Kemudian, penelitian yang dilakukan oleh Kurniyasih menyatakan bahwa, siapapun akan merasa puas dan senang jika mendapatkan pelayanan yang baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh setiap nasabah [7]. Lalu, pernyataan terakhir dari penelitian yang dilakukan oleh Maulidiah menyatakan bahwa, fasilitas berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan, serta kualitas pelayanan juga berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan [8].
Penelitian ini penting dilakukan karena tingkat kepuasan peserta didik memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan lembaga bimbingan belajar. Kepuasan peserta didik tidak hanya menjadi indikator keberhasilan pelayanan, tetapi juga berfungsi sebagai indikator untuk mengevaluasi aspek yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan. Melalui analisis terhadap kualitas pelayanan, metode pembelajaran, dan fasilitas, penelitian ini berupaya memberikan informasi yang dapat digunakan oleh manajemen LBB untuk meningkatkan kinerja layanan dan memastikan peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang ideal. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk memperluas pemahaman mengenai efektivitas penerapan metode sampling dalam berbagai sektor, seperti sektor pendidikan, sektor perbankan, ataupun sektor layanan kesehatan khususnya klinik kecantikan. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa, nilai p-value untuk metode pembelajaran adalah 0.017 yang menunjukkan signifikansi tinggi karena kurang dari nilai alpha sebesar 0.05, sedangkan kualitas pelayanan dan fasilitas memiliki nilai p-value masing-masing sebesar 0.507 dan 0.893 yang memiliki nilai lebih besar dari nilai alpha sehingga kedua variabel tersebut dinyatakan tidak signifikan.
Penelitian ini mencakup pendekatan kuantitatif dengan menganalisis informasi menggunakan konsep hitung regresi. Oleh karena itu, hasil perhitungan ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam evaluasi, karena mengandung informasi yang substansial. Strategi pengujian sampling digunakan untuk memilih teknik uji berdasarkan karakteristik tertentu. Setelah pengumpulan informasi, pengujian legitimasi dan kualitas yang sebenarnya akan dilakukan. Jika informasi dinyatakan substansial dan dapat diandalkan, penyelidikan informasi akan dilakukan dengan menggunakan strategi investigasi yang jelas dan berbagai investigasi dapat langsung untuk memutuskan hubungan antara faktor-faktor dalam pertimbangan. Selain itu, spekulasi akan dicoba menggunakan uji t (fraksional) dan uji f (sinkron) [9]. Uji regresi linier berganda merupakan perluasan dari regresi linier dasar dan bisa dimanfaatkan untuk mengestimasi permintaan di masa mendatang berdasarkan data masa lalu atau dampak dari satu atau lebih variabel independen untuk menentukan variabel pembanding [10].
Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian diambil kesimpulannya. Sedangkan, sampel adalah sebagaian dari populasi yang diteliti [11]. Hipotesa dalam konteks estimasi dapat berupa penjelasan tentang parameter populasi dan nilainya yang dievaluasi berdasarkan data uji. Di sisi lain, dalam konteks pengujian, hipotesa dapat berupa jawaban sementara yang diajukan oleh peneliti serta kebenarannya harus diuji [12]. Teknik penelitian kuantitatif memungkinkan pemeriksa untuk menguji hipotesis atau dugaan sementara secara baik, membuat generalisasi yang lebih luas atas populasi, dan memberikan data observasi yang kuat untuk mendukung kesimpulan [13].
Lembaga bimbingan belajar harus memperhatikan pengelolaan metode pembelajaran agar peserta didik merasa puas terhadap layanan yang diberikan oleh lembaga bimbingan belajar [2]. Kualitas pelayanan sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan nasabah. Maka dari itu, perusahaan harus memperhatikan hal-hal yang dianggap penting dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik [7]. Fasilitas mempunyai pengaruh yang besar terhadap kepuasan pelanggan maupun kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kepuasan pelanggan, serta fasilitas yang diberikan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan . Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan konsep regresi linier untuk menentukan hubungan dan pengaruh satu variabel dengan variabel lainnya. Uji regresi dalam penelitian ini menguji hubungan antara praktisi transformasional sebagai variabel bebas dan kinerja pendidik sebagai variabel terikat . Hipotesis sebagai berikut:
1. H0 = Kualitas pelayanan diduga tidak memiliki dampak terhadap kepuasan peserta didik.
H1 = Kualitas pelayanan diduga memiliki dampak terhadap kepuasan peserta didik.
2. H0 = Metode pembalajaran diduga tidak memiliki dampak terhadap kepuasan peserta didik.
H1 = Metode pembelajaran diduga memiliki dampak terhadap kepuasan peserta didik.
3. H0 = Fasilitas diduga tidak memiliki dampak terhadap kepuasan peserta didik.
H1 = Fasilitas diduga memiliki dampak terhadap kepuasan peserta didik.
Uji regresi linier berganda dapat menjadi strategi pengujian yang digunakan untuk memutuskan apakah ada dampak signifikan dari variabel subordinat antara dua atau lebih variabel independen, baik secara independen maupun pada saat yang sama. Tujuannya adalah untuk memutuskan sifat dampak yang didapat, tingkat ukuran dampak, dan menggunakan variabel independen untuk menilai seberapa nilai variabel dependen [14]. Regresi linier berganda digunakan untuk memprediksi dampak dua atau lebih variabel penunjuk pada variabel fundamental dan memutuskan apakah ada hubungan yang berharga antara dua atau lebih variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) [15]. Rumus yang digunakan dalam regresi berganda adalah sebagai berikut [16]:
Figure 1.
Pengumpulan data dilakukan secara kuesioner dari 100 perserta didik dari berbagai program belajar yang terdapat pada lembaga bimbingan belajar. Informasi yang diperoleh kemudian diolah menggunakan pengujian data untuk memutuskan faktor mana yang memiliki pengaruh paling besar terhadap tingkat kepuasan. Setiap balasan mencakup tingkat skala yang berbeda, seperti yang ditampilkan dalam penyataan terkait yaitu, skala likert dapat menjadi semacam skala psikometrik yang lazim digunakan dalam penelitian dan merupakan skala yang paling umum digunakan dalam penelitian studi . Setelah itu, data dan informasi yang diperoleh diolah dengan menggunakan software MiniTab dan diukur dengan menggunakan skala likert 1 sampai 4 dengan ketentuan sebagai berikut:
Pada tabel 1 menjelaskan tentang besaran skala tingkat kepuasan yang digunakan. Sebuah investigasi memainkan peran penting dalam menentukan ketepatan data yang diperoleh dalam pertimbangan, dan ketepatan data sangat bergantung pada kualitas pertanyaan yang digunakan. Skala yang digunakan adalah skala likert. Skala tersebut adalah skala yang pada dasarnya digunakan untuk mengevaluasi perilaku, respons, pandangan, dan pengakuan terhadap suatu peristiwa [17].
Setelah itu, data yang telah diperoleh akan diolah dengan memanfaatkan software MiniTab untuk mendapatkan sejumlah hasil uji regresi linier berganda seperti berikut:
Figure 2. 1. Output Coefficients Regression
Pada gambar 1 menjelaskan tentang output coefficients regression sehingga dapat dilihat hasil uji regresi untuk masing-masing variabel. Nilai p-value untuk metode pembelajaran adalah 0.017 yang menunjukkan signifikansi tinggi karena kurang dari nilai alpha sebesar 0.05, sedangkan kualitas pelayanan dan fasilitas memiliki nilai p-value masing-masing sebesar 0.507 dan 0.893 yang memiliki nilai lebih besar dari nilai alphasehingga kedua variabel tersebut tidak signifikan. Kemudian, pada uji multikolinearitas dapat diukur dengan menggunakan nilai VIF. Jika resistansi mendekati 1 dan VIF kurang dari 10, maka tidak terjadi multikolinearitas. Namun, jika resistansi kurang dari 0,1 dan VIF lebih besar dari 10, maka dapat dikatakan terjadi multikolinearitas [18]. Pada gambar tersebut, pemeriksaan nilai VIF masing-masing variabel adalah seperti berikut:
Figure 3. 2. Graph Normal Probability Plot untuk Tingkat Kepuasan (Y)
Pada gambar 2 menunjukkan bahwa residu tersebar secara normal dan sejalan dengan garis, dengan sebagian besar data tersebut mendekati garis lurus. Hal tersebut menegaskan bahwa pada model uji regresi linier yang telah dilakukan hasilnya dapat diandalkan. Diketahui bahwasanya fokus yang tersisa berada di sekitar garis merah dan mengikuti bentuk langsung garis merah tersebut, yang menunjukkan bahwa residu tersebar secara teratur. Terdapat dua residu atau titik yang sangat jauh dari garis merah, tetapi keberadaannya masih mengikuti perkembangan garis. Oleh karena itu, kedua fokus data yang tersisa ini diperkirakan tidak memiliki pengaruh signifikan sehingga masih ada garis sejajar lurus dan berdistribusi secara normal [14].
Figure 4. 3. Output Versus Order Regression
Pada gambar 3 menjelaskan tentang output versus order dibandingkan dengan susunannya yang muncul dalam gambar di bawah. Perlu digaris bawahi jika tidak ada pola yang jelas dibandingkan dengan susunan grafik ini, maka dinyatakan data diklasifikasikan sebagai data tidak teratur. Dalam hal ini, grafik yang dihasilkan dari grafik susunan perbandingan tidak menunjukkan pola tertentu dan cenderung acak hingga dugaan kebebasan terpenuhi [14].
Figure 5. 4. Analysis of Variance
Pada gambar 4 menjelaskan tentang analysis of variance, dengan menganalisis grafik di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa variabel X1 memiliki nilai p-value sebesar 0.507 sehingga >α maka H0 diterima sedangkan H1 ditolak dengan demikian tidak terdapat pengaruh kualitas pelayanan pada tingkat kepuasan peserta didik. Kemudian, pada variabel X2 memiliki nilai p-value sebesar 0.017 sehingga <α maka H0 ditolak sedangkan H1 diterima dengan demikian terdapat pengaruh metode pembelajaran pada tingkat kepuasan peserta didik. Kemudian, pada variabel X3 memiliki nilai p-value sebesar 0.893 sehingga >α maka H0 diterima sedangkan H1 ditolak dengan demikian tidak terdapat pengaruh fasilitas pada tingkat kepuasan peserta didik.
Figure 6. 5. Correlation Type
Pada gambar 5 menjelaskan tentang correlation type. Pengujian validitas data digunakan untuk memutuskan apakah suatu penelitian tersebut substantif. Suatu penelitian dianggap substantif jika pertanyaan-pertanyaan menunjukkan alasan penelitian tersebut. Dimana suatu penelitian dianggap substansial apabila nilai r hitung lebih besar daripada nilai r tabel dan mengandung nilai positif [19]. Pada hitung uji validitas variabel menggunakan software MiniTab sebagai berikut, dapat terlihat seperti gambar yang ditampilkan di bawah ini. Informasi tersebut dibandingkan dengan 100 tanggapan siswa terhadap 10 pertanyaan yang diajukan pada tingkat skala tertentu. Nilai rhitung digunakan sebagai dasar apakah data tersebut substansial atau tidak pada langkah berikutnya.
Figure 7. 6. Output Correlations
Pada gambar 6 menjelaskan tentang output correlations dimana pada tahap ini, hasil uji validitas yang diperoleh diolah ke dalam tabel output correlations. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan data berupa data valid atau tidak valid, tergantung pada masing-masing variabel pertanyaan. Informasi yang diperoleh melalui perhitungan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan di masa mendatang, baik dari segi kualitas layanan, metode pembelajaran, maupun fasilitas yang diberikan.
Pada tabel 2 menjelaskan tentang rekapitulasi hasil uji validitas, dimana untuk menentukan dasar pengambilan keputusan dalam uji validitas meliputi: Jika nilai rhitung lebih besar daripada rtabel, maka pernyataan atau data dalam penelitian tersebut pada dasarnya terkait dengan skor keseluruhan maka dianggap substansial atau valid. Namun, jika nilai rhitung lebih kecil daripada rtabel, maka pernyataan tersebut dianggap tidak valid karena tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan skor keseluruhan [20]. Berikut merupakan hasil analisa data uji validitas pada tabel 4 di bawah ini:
Figure 8. 7. Output Cronbach’s Alpha
Pada gambar 7 merupakan hasil output conbrach’s alpha, didapat angka yang dihasilkan adalah 0,8925, lebih besar dari 0,60, sehingga datanya dapat dikatakan reliabel. Lalu, pada hasil untuk pengukuran Omitted Item Statistics ditampilkan pada Tabel 5 di bawah ini. Tabel tersebut menunjukkan bahwa hasil Conbrach’s Alpha untuk semua data pada setiap variabel lebih dari 0,60 sehingga semua data dapat dikatakan reliabel dan data tersebut dapat digunakan sebagai dasar teori karena tingkat konsistensinya.
Pada tabel 3 menjelaskan tentang output omitted item statisticsdimana terdapat hasil analisa sebagai berikut:
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan dan fasilitas tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan siswa. Akan tetapi, variabel metode pembelajaran saat ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan siswa. Dengan demikian, pada variabel metode pembelajaran diharapkan dapat terus dikembangkan secara baik dengan meningkatkan mutu tenaga pengajar dan modul pendukung terkait. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa kualitas pelayanan dan fasilitas dapat dikesampingkan. Meskipun tidak memiliki pengaruh yang signifikan, mutunya tetap harus diperhatikan. Saran untuk penelitian selanjutnya meliputi: Jika kepuasan siswa tinggi, hasilnya dapat digunakan untuk mendorong manajemen bimbingan dalam program belajar yang lebih baik dan dapat digunakan sebagai bahan promosi. Namun, jika indikasi kepuasan rendah, hal ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi oleh lembaga bimbingan untuk segera melakukan perubahan guna memajukan pengelolaan pembelajaran yang lebih baik di masa mendatang.
R. Hidayat and A. Sayfulloh, "Aplikasi Penjadwalan Belajar Mengajar Pada Bimbingan Belajar Dengan Menggunakan Metode Waterfall," BIOS Jurnal Teknologi Informasi dan Rekayasa Komputer, vol. 2, no. 2, pp. 60–72, 2021, doi: 10.37148/bios.v2i2.22.
M. F. Amrizal and G. D. Lestari, "Hubungan Antara Pengelolaan Pembelajaran dengan Tingkat Kepuasan Peserta Didik di Lembaga Bimbingan Belajar Plus Ilhami," JPUS Jurnal Pendidikan Untuk Semua, vol. 4, no. 1, pp. 40–50, 2020.
M. I. Hanafi, B. C. Junior, and Y. D. Rosita, "Optimasi Rute Penyebaran Brosur Bimbingan Belajar Menggunakan Algoritma Genetika," Jurnal Informatika Teknologi dan Sains, vol. 5, no. 2, pp. 265–270, 2023.
L. Desmawati and Z. Farhana, "Evaluasi Program Bimbingan Belajar Melalui Model CIPP (Context – Input – Process – Product) Di Bimbel Ahe Q-Course Kaliwungu Kudus," Aksara Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, vol. 9, no. 1, pp. 397–408, 2023.
B. R. A. C. Firmansyah, "Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik Terhadap Kepuasan Masyarakat (Studi Pembuatan E-KTP di Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan)," Jurnal Menara Ekonomi: Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi, vol. 1, no. 2, pp. 82–93, 2021.
Y. Suhardi, Z. Zulkarnaini, A. Burda, A. Darmawan, and A. N. Klarisah, "Pengaruh Harga, Kualitas Pelayanan dan Fasilitas terhadap Kepuasan Pelanggan," Jurnal STEI Ekonomi, vol. 31, no. 2, pp. 31–41, 2022, doi: 10.36406/jemi.v31i02.718.
M. R. Hariroh and E. Soleha, "Analisis Mediasi Kepuasan Mahasiswa Pada Pengaruh Kompetensi Dosen Terhadap Hasil Belajar," MASTER: Jurnal Manajemen Strategis Kewirausahaan, vol. 2, no. 2, pp. 201–214, 2022, doi: 10.37366/master.v2i2.295.
T. S. D. Kurniyasih, "Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Tingkat Kepuasan Nasabah Pada Bank BJB KCP Wanaraja-Garut," Jurnal Ekonomi dan Bisnis, vol. 8, pp. 54–65, 2021.
E. P. Maulidiah, S. Survival, and B. Budiantono, "Pengaruh Fasilitas Terhadap Kualitas Pelayanan Serta Implikasinya Pada Kepuasan Pelanggan," Jurnal Economina, vol. 2, no. 3, pp. 727–737, 2023, doi: 10.55681/economina.v2i3.375.
H. Y. Prasojo, A. Munang, and A. Z. Yamani, "Analisis kepuasan pelajar terhadap layanan bus trans banyumas dalam segi kualitas pelayanan fasilitas dan harga," JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri, vol. 4, no. 2, pp. 201–211, 2023, doi: 10.37373/jenius.v4i2.500.
C. Wulandari, E. Elmayati, and Y. Citra, "Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Aplikasi Grab Kota Lubuklinggau Menggunakan Framework PIECES," Jurnal Teknologi Informasi Mura, vol. 12, no. 2, pp. 118–130, 2020.
Herlina, "Hubungan Pengelolaan Kegiatan Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Anak (Studi Kasus pada Lembaga Bimbingan Belajar Buah Hati Gomong Mataram)," Jurnal Transformasi, vol. 8, pp. 75–80, 2021.
F. S. Siregar, N. Almawaddah, and M. F. R. Panjaitan, "Implementasi Penggunaan Hipotesis Komparatif dalam Penelitian Pendidikan," Al Itihadu: Jurnal Pendidikan, vol. 3, no. 1, pp. 92–104, 2024.
P. C. Susanto, D. U. Arini, L. Yuntina, J. P. Soehaditama, and N. Nuraeni, "Konsep Penelitian Kuantitatif: Populasi, Sampel, dan Analisis Data (Sebuah Tinjauan Pustaka)," Jurnal Ilmu Multidisiplin, vol. 3, no. 1, pp. 1–12, 2024, doi: 10.38035/jim.v3i1.504.
Nugroho, F. Fauzobihi, and D. Anggraini, "Pengaruh Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Instruktur PT. United Tractors Tbk. Jakarta," Jurnal Ilmiah Mandala Education, vol. 8, no. 1, pp. 872–883, 2022.
M. R. Bahari and A. Amalia, "Analisis Korelasi Antara Kandungan Senyawa Organik (KMnO4) Dengan Tingginya Kekeruhan Pada Kali Surabaya Menggunakan Software Minitab," Envirous, vol. 4, no. 1, pp. 54–59, 2023.
R. Andrianto and F. Irawan, "Implementasi Metode Regresi Linear Berganda Pada Sistem Prediksi Jumlah Tonase Kelapa Sawit di PT . Paluta Inti Sawit," Jurnal Pendidikan Tambusai, vol. 7, no. 1, pp. 2926–2934, 2023.
Z. Fitriyah, S. Irsalina, A. R. H. K, and E. Widodo, "Analisis Faktor Yang Berpengaruh Terhadap IPM Menggunakan Regresi Linear Berganda," Jurnal Lebesgue: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika, vol. 2, no. 3, pp. 282–291, 2021, doi: 10.46306/lb.v2i3.86.
E. Marwati and D. Krisbiantoro, "Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Web Students Universitas Amikom Purwokerto Menggunakan Metode EUCS," Jurnal Information System and Management (JOISM), vol. 4, no. 2, pp. 67–72, 2023, doi: 10.24076/joism.2023v4i2.902.
E. Rosita, W. Hidayat, and W. Yuliani, "Uji Validitas Dan Reliabilitas Kuesioner Perilaku Prososial," FOKUS (Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan), vol. 4, no. 4, pp. 279–284, 2021, doi: 10.22460/fokus.v4i4.7413.
F. Mawardani and R. Dwijayanti, "Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan dan Promosi Cashback Terhadap Minat Mahasiswa Dalam Menggunakan Dompet Digital Shopeepay Pada Aplikasi Shopee," Jurnal Pendidikan Tata Niaga, vol. 9, no. 3, pp. 1455–1463, 2021.
P. R. Rindiasari, Hidayat, W. Hidayat, and W. Yuliani, "Uji Validitas Dan Reliabilitas Angket Kepercayaan Diri," FOKUS (Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan), vol. 4, no. 5, pp. 367–374, 2021, doi: 10.22460/fokus.v4i5.7257.