Moch. Galih Rizki Aminullah (1), Hana Catur Wahyuni (2)
General Background Optimizing work productivity is essential for manufacturing companies to maintain operational efficiency and market competitiveness. Specific Background In commercial production lines at PT. XYZ, fluctuations in cycle times and instances of overtime indicate underlying operational inefficiencies that require immediate identification. Knowledge Gap However, detailed empirical evaluations combining systematic cycle time measurements with root-cause analysis for specific heat exchanger commercial assemblies remain limited. Aims This study aims to analyze and evaluate the productivity level on the commercial line at PT. XYZ using time study measurements and fishbone diagram approaches to propose targeted operational improvements. Results The results demonstrate that commercial line productivity is suboptimal, characterized by frequent overtime and uneven operator allocation across stations, alongside specific constraints such as part quality issues, excessive oil consumption, and material supply shortages. Novelty This work provides a comprehensive diagnostic framework by mapping stopwatch time study indices directly against multi-factor fishbone categorizations for manufacturing bottlenecks. Implications The findings offer actionable strategies for industrial management to balance workloads, optimize operator counts, and mitigate production delays.
Key Findings Highlights
Commercial line productivity is suboptimal, showing frequent overtime and uneven operator distribution across manufacturing stations.
Stopwatch time study calculations reveal significant workflow variances, with many workstations experiencing low productivity indexes and time overruns.
Root-cause evaluations identify material quality defects, excessive oil consumption, and supply shortages as primary contributors to production delays.
Keywords Productivity, Time Study, Fishbone Diagram
PT. XYZ adalah salah satu perusahaan manufaktur terkemuka di dunia untuk berbagai jenis penukar panas seperti pendingin, kondensor, evaporator, dan komponen pendukung lainnya. Salah satu faktor penentu mendasar dari perusahaan yang kompetitif saat ini adalah efisiensi operasional. Dengan latar belakang tersebut, penting bagi PT. XYZ untuk memastikan bahwa setiap aspek dari proses produksi berfungsi dengan baik dan efisien. Efisiensi produksi tidak hanya melibatkan produksi yang ekonomis tetapi juga kemampuan untuk memenuhi permintaan konsumen dengan tepat waktu dan sesuai spesifikasi yang diharapkan. Manajemen produksi yang sukses, terutama dalam proses output yang kritis, akan menentukan efisiensi tersebut.
Produktivitas kerja memiliki arti penting sebagai pandangan hidup dan sikap mental seluruh pegawai, dimana pegawai selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan, keadaan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan mutu kehidupan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Hal ini memberikan dorongan untuk berusaha dan meningkakan produktivitas dalam melaksanakan pekerjaan yang diemban[1]. Produktivitas yang rendah tidak hanya berdampak pada peningkatan biaya produksi, tetapi juga berpotensi menyebabkan keterlambatan pengiriman dan penurunan daya saing perusahaan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan analisis yang mendalam dan sistematis terhadap proses proses produksi yang ada di line commercial. Metode yang telah terbukti efektif dalam analisis produktivitas salah satunya dalah time study. Metode ini merupakan metode pengukuran kerja untuk menetapkan waktu standar yang diperlukan oleh seorang operator untuk melakukan tugas-tugas tertentu yang spesifik, dengan ketentuan kualitas dan kemampuan kerja dari operator yang cukup serta dengan tempo kerja yang normal dan tujuan menggunakan metode ini dapat meningkatkan produktivitas kerja[2]. Time study memungkinkan pengukuran waktu baku yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu elemen pekerjaan, sehingga dapat mengidentifikasi pemborosan waktu dan menetapkan standar kinerja.
Produktivitas
Produktivitas kerja adalah perbandingan antara hasil kinerja nyata nilai (output) barang/jasa dengan pengorbanan (input) yang dilakukan seseorang/organisasi untuk mencapai suatu tujuannya dimana produktivitas ini dikaitkan dengan efektif tidaknya penggunaan SDM dan sarana alatnya pada proses produksi. Produktivitas kerja ini dinilai sebagai nilai perbandingan dari hasil kinerja antara waktu dengan hasil produksi aktual[3]. Produktivitas sering dihubungkan dengan dua aspek yang dapat dikombinasikan untuk mengetahui seberapa tingkat produktivitasnya. Kedua aspek tersebut adalah efektivitas dan efisiensi. Kombinasi efektivitas dengan menentu kan kegiatan dalam proses kemampuan menge lola sumberdaya yang mendukung kelancaran proses produksi. Sedangkan efisiensi merupakan kegiatan yang mengurangi pemborosan untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dengan jumlah masukan yang minimum. Oleh karena itu produktivitas diperoleh dari kegiatan efektivitas dan efisiensi..
Definisi dari produktivitas antara lain adalah bahwa di dalam produktivitas terdapat dua konsep yang mendasar yaitu efisiensi dan efektifitas, dimana efisiensi mendeskripsikan bagaiman tingkat sumber daya manusia, keuangan, dan sumber daya alam yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu barang/jasa, sedangkan efektifitas menggambarkan bagaimana kualitas dari hasil produksi.Selanjutnyan produktifitas juga didefinisikan sebagai hubungan antara output dan input suatu sistem produksi. Hubungan seperti ini biasanya dinyatakan sebagai perbandingan keluaran dengan masukan. Jika keluaran yang diperoleh lebih besar dibandingkan masukan maka ini merupakan indikator adanya peningkatan produktivitas[4]. Pengukuran produktivitas dilakukan dengan mengukur perubahan produktivitas, sehingga dapat dilakukan penilaian terhadap usaha untuk memperbaiki produktivitas. Pengukuran produktivitas dapat bersifat prospektif dan berfungsi sebagai masukan untuk mengambil keputusan strategik. Biasanya suatu kombinasi atau campuran masukan dapat digunakan untuk menghasilkan suatu tingkat keluaran tertentu[5].
Time Study
Time study adalah metode pengukuran produktivitas dari tenaga kerja di lapangan dengan cara menentukan waktu standar untuk suatu pekerjaan. kegunaan utama dari time study adalah menghasilkan waktu standar suatu pekerjaan dengan kondisi tertentu, sehingga setelah itu dapat dihitung produktivitasnya[6]. Kegunaan utama dari time study adalah menghasilkan waktu standar suatu pekerjaan dengan kondisi tertentu, sehingga setelah itu dapat dihitung produktivitasnya. Tahap-tahap dalam menentukan standard time yaitu :
Waktu Siklus
Waktu siklus adalah waktu pekerja menyelesaikan pekerjaannya saat diamati pada waktu itu juga, yang diasumsikan konstan. Waktu siklus merupakan hasil pengamatan langsung yang dinyatakan dalam stopwatch. Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan elemen pekerjaan umumnya akan sedikit berbeda dari satu siklus ke siklus kerja lainnya meskipun pekerja bekerja pada kecepatan normal dan seragam, setiap elemen berbeda siklus tidak selalu dapat disesuaikan pada waktu yang bersamaan. Variasi dan nilai waktu ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain dapat terjadi karena perbedaan pengaturan awal dan akhir suatu elemen kerja yang harus dibaca dari stopwatch[8].
Cycle time produksi merupakan waktu yang telah ditentukan oleh perusahaan untuk menciptakan suatu produk dari awal hingga akhir proses produksi. Dengan adanya waktu produksi yang telah ditentukan, maka proses produksi dalam perusahaan akan berjalan dengan baik. Cycle time merupakan hal yang mencakup waktu proses, dimana unit ditindak lanjuti untuk mendekatkannya ke output (keluaran), dan waktu tunda (delay time), dimana satu unit pekerjaan dihabiskan untuk mengambil tindakan selanjutnya[9].
Waktu Standar
Waktu baku atau waktu standar adalah suatu estimasi waktu yang diperkirakan dibutuhkan oleh pekerja biasa untuk menyelesaikan suatu tugas dengan baik dalam lingkungan kerja yang optimal. Hal inibertujuan untuk memberikan acuan untuk mengukur efisiensi danmenentukan waktu yang tepat untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu[10]. Waktu standar dapat didefenisikan juga sebagai waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk pada suatu stasiun kerja dengan memperhatikan tiga kondisi (seorang operator yang terlatih, pekerjaan dilakukan pada kondisi normal dan melakukan suatu kegiatan yang spesifik). Sedangkan teknik pengukuran kerja dimaksudkan untuk menunjukkan isi kerja dari sebagai pekerjaan yang biasanya diukur dalam satuan waktu. Waktu yang diambil sebagai dasar pertimbangan waktu yang secara normal diperlukan oleh seorang pekerja untuk menyelesaikan saat siklus pekerjaan dengan metode kerja terbaik, yang disebut dengan waktu standar[11].
Waktu Normal
Waktu normal adalah waktu dengan kondisi dan tempo kerja normal yang diperlukan oleh operator dengan kemampuan terlatih dan keterampilan rata-rata dalam pelaksanaan pekerjaan. Rating factor pada dasarnya diaplikasikan menormalkan waktu kerja yang diperoleh dari pengukuran kerja akibat tempo atau kecepatan kerja oper ator yang berubah-ubah[12]. Menurut pendapat yang lain waktu normal adalah waktu kerja yang telah mempertimbangkan faktor penyesuaian yaitu rata rata siklus waktu dikalikan dengan faktor penyesuaian. Dalam praktek pengukuran kerja, teknik penerapan dalam penilaian prestasi kerja pekerja didasarkan pada satu faktor yaitu kecepatan operator, ruang atau tempo. Faktor penilaian umumnya diterapkan untuk menormalkan waktu kerja yang diperoleh dari pengukuran kerja akibat adanya perubahan tempo atau kecepatan kerja pekerja. Waktu yang dibutuhkan pekerja untuk menyelesaikan suatu aktivitas di bawah kondisi kerja normal. Waktu normal disini belum termasuk waktu luang yang diperlukan untuk melepas penat (kelelahan) atau kebutuhan seorang pekerja (kebutuhan pribadi). Nilai waktu yang didapat disini masih belum bisa ditentukan sebagai waktu baku selesainya suatu operasi pekerjaan [8].
Indeks Produktivitas
Indeks produktivitas adalah sebuah ukuran yang digunakan untuk membandingkan tingkat produktivitas dari waktu ke waktu atau dari satu unit ke unit lainnya. Indeks ini tidak mengukur produktivitas dalam nilai absolut (misalnya, jumlah unit yang diproduksi per jam kerja), melainkan dalam bentuk rasio atau persentase perubahan relatif terhadap periode atau standar dasar.
Fishbone Diagram
Diagram fishboneadalah alat visual untuk menganalisis dan mengidentifikasi semua kemungkinan akar penyebab dari suatu masalah tertentu. Diagram ini dinamai demikian karena bentuknya menyerupai kerangka tulang ikan.Konsep dasar dari diagram fishbone adalah permasalahan mendasar diletakkan pada bagian kanan dari diagram atau pada bagian kepala dari kerangka tulang ikannya. Penyebab permasalahan digambarkan pada sirip dan durinya[13].
Faktor-faktor yang menjadi penyebab utama yang mempengaruhi kualitas pada fishbone diagram terdiri dari 5M + 1E yaitu machine (mesin), man(manusia), method (metode), material (bahan produksi), measurement (pengukuran), dan environment (lingkungan). Faktor-faktor tersebut berguna untuk mengelompokkan jenis akar permasalahan ke dalam sebuah kategori. Setiap faktor pada tulang memiliki akar permasalahannya masing-masing, melalui Fishbone diagram maka akar-akar permasalahan dengan mudah untuk diketahui[14].
Waktu, Tempat Penelitian dan Pemgumpulan Data
Penelitian ini dilakukan di PT. XYZ yang merupakan Perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai jenis penukar panas seperti pendingin, kondensor, evaporator, dan komponen pendukung lainnya. Penelitian dilakukan dengan pengamatan awal pada PT. XYZ. Pengamatan dilakukan dengan melihat langsung di lapangan dimana aktivitas kerja dijalankan serta melakukan wawancara ke operator dan shift leader yang bersangkutan dengan unit yang dikerjakan nya.
Tahapan Penelitian
Pengumpulan Data
Pengumpulan data ini diambil dengan mengambil data cycle time dari setiap pekerjaan pada line commercial yaitu terdiri dari coil assembly, brazing, washing, final and electric assembly, dan packing. . Data historis yang dikumpulkan mencakup estimate cycle time, actual cycle time, estimate dan actual operator serta alasan keterlambatandari operator yang berfokus pada unit diameter 1-2 m dalam periode Januari 2025 hingga Juli 2025. Pengumpulan data didapatkan melalui software Timer Pro yang telah diterapkan di setiap pekerjaan di stasiun kerja. Berikut merupakan data yang telah dikumpulkan selama penelitian berlangsung.
Tabel Data Cycle Time proses Coil Assembly
Tabel Data Cycle Time proses Brazing
Tabel Data Cycle Time proses Washing
Tabel Data Cycle Time proses Final and Electric Assembly
Tabel Data Cycle Time proses Packing
Perhitungan Produktivitas
Berikut ini merupakan hasil pengolahan data untuk produktivitas dari tiap pekerjaan dengan menghitung Indeks Produktivitas dengan rumus sebagai berikut :
Indeks Produktivitas = (1)
Input Standart= (2)
Input Actual= (3)
Tabel Data Perhitungan Indeks Produktivitas Coil Assembly
Tabel Data Perhitungan Indeks Produktivitas Brazing
Tabel Data Perhitungan Indeks Produktivitas Washing
Tabel Data Perhitungan Indeks Produktivitas Final and Electric Assembly
Tabel Data Perhitungan Indeks Produktivitas Packing
Analisis Statistik
Pada penelitian kali ini dilakukan beberapa analisis data dengan menggunakan 2 kategori yang berbeda yaitu kategori berdasarkan waktu dan operator dan kategori berdasarkan indeks produktivitas yang telah dihitung. Hasil analisis ini diharapkan akan memberikan perbaikan dalam menentukan waktu produksi serta jumlah operator yang mengerjakan.
Analisis Produktivitas Berdasarkan Kategori Waktu dan Operator
Berikut ini merupakan perhitungan dari 50 data yang telah dikumpulkan berdasarkan kategori waktu dan operator di setiap pekerjaan pada line commercial.
Tabel Data Berdasarkan Kategori Waktu dan Operator
Berdasarkan analisis data produktivitas berdarakan perbandingan waktu dan operator setiap pekerjaan memiliki hasil yang berbeda. Pada washing dan brazing mayoritas data menunjukkan tingkat produktivitas yang optimal dengan masing-masing 24 data. Di sisi lain,
Coil Assembly dan Washing menunjukkan jumlah kasus over time yang tinggi yaitu 21 dan 25 data. Sementara itu, final and electric assembly dan packing menonjol karena tingginya kasus optimal but over operator dengan 37 dan 36 data. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pekerjaan tersebut efisien, penempatan operator mungkin tidak optimal. Kondisi paling ekstrem terjadi pada final and electric assembly di mana tidak ada data yang dianggap optimal.
Analisis Produktivitas Berdasarkan Indeks Produktivitas
Berikut ini merupakan perhitungan dari 50 data yang telah dikumpulkan berdasarkan kategori indeks produktivitas yang dihitung sebelumnya di setiap pekerjaan pada line commercial.
Tabel Data Berdasarkan Indeks Produktivitas
Berdasarkan perhitungan dapat dianalisa bahwa dari 50 data di setiap lini produksi didapatkan hasil yaitu pada bagian coil assembly terdapat 10 dianggap Good, 19 Over Operator, dan 21 Time Overrun. Pada bagian brazing 24 dianggap Good, 17 Over Operator, dan 9 Time Overrun, bagian washing 24 dianggap Good, 1 Over Operator, dan 25 Time Overrun, bagian final and electric assembly 0 dianggap Good, 37 Over Operator, dan 12 Time Overrun, dan pada bagian packing 0 dianggap Good, 36 Over Operator, dan 4 Time Overrun. Kategori ini didasarkan pada perhitungan indeks produktivitas di mana: Good berarti indeks produktivitas lebih besar dari atau sama dengan 100%. Sedangkan OverOperator berarti indeks produktivitas di bawah 100% dan TimeOverrun juga berarti indeks produktivitas di bawah 100%.
Analisis Overtime Waktu Produksi
Berdasarkan pengolahan data dengan mengkategorikan berdasarkan waktu dan operator sebelumnya didapatkan beberapa data yang menunjukkan overtime waktu produksi. Selanjutnya akan dibahas serta dianalisis apa kemungkinan penyebab terbanyak dengan alasan yang telah diberikan oleh operator melalui aplikasi Timer Pro yang telah diterapkan pada PT. XYZ.
Tabel Data Problem Overtime Produksi
Berdasarkan data pada table serta diagram diatas dapat dianalisis bahwa penyebab overtime di berbagai jenis pekerjaan sangat bervariasi dan terfokus pada masalah spesifik di setiap lini. Bagian Coil Assembly mengalami overtime tertinggi kedua dengan total sebanyak 21 di mana mayoritas penyebabnya yaitu sebanyak 1 adalah problem quality partyang menunjukkan adanya masalah signifikan pada material yang diterima. Sementara itu pada bagian Washing mendapatkan jumlah overtime tertinggi dengan total 25 kejadian yang didominasi oleh penyebab berupa Oil Consumption sebanyak 17 kali yang mengindikasikan bahwa terdapat masalah teknis atau operasional yang besar di area tersebut khususnya pada jumlah konsumsi oli atau minyak pada proses produksi sehingga memutuhkan waktu lama untuk membersihkan unir. Di sisi lain masalah material supply shortage menjadi penyebab lembur yang paling tersebar dengan dampak yang signifikan pada bagian Brazing sebanyak 5, Final and Electric Assembly sebanyak 4, dan Packing sebanyak 4. Selain itu, over moving take part juga menjadi penyebab utama overtime di bagian Final and Electric Assembly yaitu sebanyak 5 kali. Hal itu menunjukkan adanya hambatan dalam alur kerja. Secara keseluruhan data ini menunjukkan bahwa upaya untuk mengurangi overtime harus difokuskan pada penanganan masalah spesifik di masing-masing bagian seperti problem quality part di Coil Assembly dan oil consumption di Washing, sambil juga mengatasi masalah yang lainnya.
Analisa Fishbone Diagram
Berdasarkan beberapa penyebab overtime pada proses produksi terdapat dua faktor yang mendominasi yaitu problem quality part pada bagian coil assembly. Maka dari itu, disini akan dilakukan analisa menggunakan fishbone diagram apa saja faktor yang menyebabkan masalah tersebut.
Problem Quality Part
Figure 1.
Berdasarkan diagram diatas dapat diketahui bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan adanya problem quality part yaitu sebagai berikut:
Dari hasil penelitian didapatkan hasil perhitungan produktivitas pada line commercial didapatkan hasil yaitu:
USULAN PERBAIKAN
Untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional di PT. XYZ serta mengurangi overtime, beberapa usulan perbaikan terfokus telah dirumuskan.
Implementasi usulan-usulan ini diharapkan akan secara signifikan mengurangi overtime, meningkatkan produktivitas, dan efisiensi operasional PT. XYZ khususnya di line commercial.
Ucapan Terima Kasih
Puji dan syukur kepada Allah SWT karena rahmat dan karunia-nya sehingga penulis ini dapat menyelesaikan artikel ini dengan baik. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada UMSIDA dan PT X yang selalu mendukung dan memberikan masukan dalam penulisan artikel ini. Dengan ini penulis berharap semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk pembaca dan menjadi masukan serta motivasi untuk lembaga pendidikan serta penelitian selanjutnya.
Y. Siswadi, "Pengaruh Pelatihan Dan Disiplin Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Jasa Marga Cabang (Belmera) Medan," Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, vol. 17, no. 01, pp. 124–137, 2019.
S. Prayuda, "Analisis Pengukuran Kerja Dalam Menentukan Waktu Baku Untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja Pada Produksi Kerudung Menggunakan Metode Time Study Pada Ukm Lisna Collection Di Tasikmalaya," Jurnal Mahasiswa Industri Galuh, vol. 1, no. 1, pp. 120–126, 2020.
H. N. Ajijah, Y. Khoerunnisa, D. K. Hidayanto, and R. Rosid, "Peran Motivasi Terhadap Produktivitas Karyawan (Literature Review)," Jurnal Publisitas, vol. 8, no. 1, pp. 1–10, 2021, doi: 10.37858/publisitas.v8i1.56.
Sudiman and W. A. Fahrudin, "Peningkatan Produktivitas Lini Produksi Wellhead Dengan Metode Objective Matrix," Jurnal INTECH, vol. 7, no. 1, pp. 15–22, 2023.
L. Dewiyani, M. Kosasih, and D. Setiawan, "Peningkatan Kapasitas Produksi Mesin Press Pada Panel Front Door Outer Rh Sebagai Upaya Meningkatkan Produktivitas Press Shop Pada Industri Otomotif," JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri, vol. 6, no. 1, pp. 37–43, 2019, doi: 10.24853/jisi.6.1.37-43.
P. P. Utara et al., "Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE) Dalam Mengurangi Non Value Added Activities (Studi Pada Pabrik Minyak Kelapa Sawit PT. Waru Kaltim Plantation di Kab.)," Jurnal Penelitian, 2024.
Sunjoto, "Jurnal Teknik Sipil 1 Jurnal Teknik Sipil," Jurnal Sendi Teknik Sipil, vol. 1, no. 1, pp. 1–8, 2024.
K. Sandi, N. Cahyono, and I. T. Husodo, "Analisis Produktivitas Pekerja Dengan Metode Time Study Pada Pekerjaan Kolom (Studi Kasus Proyek Rehabilitasi Pasar Johar Kota Semarang)," Jurnal Teknik Sipil Giratory Upgris, vol. 1, no. 1, pp. 1–10, 2020, doi: 10.26877/goratory.v1i1.5421.
Purbasari, E. Sumarya, and R. Mardhiyah, "Penerapan Metode Studi Waktu Dan Gerak Pada Proses Packing Di PT. ABC," Sigma Teknika, vol. 6, no. 2, pp. 290–299, 2023, doi: 10.33373/sigmateknika.v6i2.5633.
Zahri, A. Alfirah, and H. A. Chaniago, "Pengaruh Peningkatan Maintenance Dan Cycle Time Produksi Terhadap Kelancaran Produksi Pada PT. Industri Pembungkus Internasional Medan," Warta Dharmawangsa, vol. 16, no. 2, pp. 104–116, 2022, doi: 10.46576/wdw.v16i2.1978.
F. E. Wiranata, C. F. B. Simarmata, and L. Halim, "Pengukuran Waktu Standar Proses Kerja Mesin Bandsaw dan Cross Cut Untuk Perencanaan dan Evaluasi Pemenuhan Pesanan," Jurnal Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa, vol. 1, no. 1, pp. 1–11, 2023, doi: 10.24002/jtimr.v1i1.7034.
Idris and S. N. Pohan, "Penentuan Waktu Standar Bagian Produksi Pada CV. Sanggar Putra Kalingga Medan," Jurnal Teknovasi, vol. 01, no. 1, pp. 14–18, 2014.
Y. Pradana and F. Pulansari, "Analisis Pengukuran Waktu Kerja Dengan Stopwatch Time Study Untuk Meningkatkan Target Produksi Di PT. XYZ," Juminten, vol. 2, no. 1, pp. 13–24, 2021, doi: 10.33005/juminten.v2i1.217.
R. De Fretes, "Analisis Penyebab Kerusakan Transformator Menggunakan Metode RCA (Fishbone Diagram and 5-Why Analysis) di PT. PLN (Persero) Kantor Pelayanan Kiandarat," Arika, vol. 16, no. 2, pp. 117–124, 2022, doi: 10.30598/arika.2022.16.2.117.
K. Julianto and A. Nugroho, "Prosiding SNST ke-11 Tahun 2021 Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim," Jurnal Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim, vol. 1, no. 1, pp. 115–121, 2021.