Fajar Lazuardi (1), Muhammad Alvan Rizki (2)
General Background Technological advancements in the construction industry have promoted digital transformation through Building Information Modeling systems. Specific Background For residential projects, accurate estimation of material quantities is essential to establish reliable budgets and reduce calculation errors. Knowledge Gap Although 3D digital modeling platforms are increasingly used, limited research evaluates the automated volume extraction process specifically applied to two-story residential structures. Aims This study evaluates automated Quantity Take-Off procedures using Autodesk Revit for a two-story residential building located in Sidoarjo Regency. Results Automated digital extraction produced precise volumetric data across architectural, structural, and foundational elements, including red brick walls, concrete floors, footings, and framing components, thereby reducing manual effort and processing time. Novelty The integration demonstrates a practical workflow connecting 3D spatial modeling directly with structured quantity schedules for localized residential construction. Implications Adopting automated digital volume schedules supports budget analysis accuracy, minimizes manual calculation mistakes, and streamlines cost estimation workflows for future engineering projects.
Key Findings Highlights
Automated digital modeling generates precise material quantity schedules for structural and architectural elements in residential buildings.
Quantity extraction from 3D models eliminates manual measurement errors while significantly improving estimation time efficiency.
Direct digital data extraction facilitates seamless budget analysis and enhances cost estimation workflows.
Keywords Building Information Modeling, Autodesk Revit, Quantity Take-Off, Bill Of Quantities, Cost Estimation
Dalam dunia konstruksi perkembangan waktu dan kemajuan teknologi yang semakin pesat, terdapat banyak dampak positif yang dirasakan, salah satunya adalah kemunculan berbagai aplikasi inovatif seperti Building Information Modeling (BIM) [1]. Salah satu perangkat lunak unggulan dalam BIM adalah Autodesk Revit. Autodesk Revit merupakan perangkat lunak Building Information Modeling (BIM) yang memungkinkan pengguna untuk merancang bangunan konstruksi, baik dalam aspek arsitektur, struktur, maupun MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing), dalam bentuk 3D [2]. Selain itu, Autodesk Revit juga dapat digunakan untuk melakukan Quantity Take-Off dan menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara efisien[3]. Oleh di dunia konstruksi sangat disarankan untuk mendalami dan memanfaatkan teknologi Building Information Modeling (BIM) guna meningkatkan produktivitas dan akurasi dalam perencanaan proyek [4].
Building Information Modeling (BIM) merupakan sebuah konsep atau sistem dalam bentuk digital yang memanfaatkan perangkat lunak untuk membuat model 3D dengan informasi terintegrasi [5]. BIM digunakan untuk mendukung koordinasi, simulasi, dan visualisasi yang lebih efektif di antara para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam sebuah proyek [6]. Selain itu, pengguna BIM perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, terutama dalam memasukkan data informasi secara detail dan teliti, guna memastikan kualitas serta akurasi model yang dihasilkan [7].
Dalam pekerjaan pemodelan menggunakan Autodesk Revit, data yang dihasilkan dari proses perancangan berbasis Building Information Modeling (BIM) mencakup berbagai elemen, seperti gambar arsitektur, gambar struktur, gambar utilitas, gambar lanskap, rincian volume pekerjaan, dan rancangan anggaran biaya (RAB) [8]. Pada pemodelan konvensional, gambar-gambar tersebut biasanya dibuat secara terpisah oleh masing-masing ahli. Namun, dengan Revit, model sudah berbentuk 3D sehingga secara otomatis dapat menghasilkan Quantity Take-Off (QTO) serta gambar 2D atau gambar teknis tanpa perlu dibuat ulang secara manual [9].
Figure 1.
Gambar 1: Model Dimensi dalam BIM
Sumber: PUPRR, 2018
Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif untuk mendukung hasil penelitian sebelumnya yang relevan, terutama yang menggunakan proses Software Building Information Modeling (BIM). Pendekatan penelitian ini mencakup studi kasus, studi literatur, serta analisis kuantitatif dalam memperkirakan jumlah material yang diperlukan dan mengevaluasi efektivitas waktu dalam pengambilan material. Berikut adalah flowchart yang menggambarkan tahap penelitian:
Figure 2.
Figure 3.
Hasil Output Quantity Take off
Item Dinding
Sumber: Software Autodesk Revit
Item Lantai
Item Pondasi
Item Struktur Kolom
Item Struktur Balok
Item Pintu
Item Jendela
Dalam Penggunaan Material Quantity Take Off (QTO) pada Building Information Modeling (BIM) sangat membantu dalam menentukan volume untuk rencana anggaran biaya (RAB) secara lebih efisien. Dengan memanfaatkan model 3D yang telah dibuat, Quantity Take Off dapat menghasilkan output data kuantitas material secara otomatis, guna mengurangi potensi kesalahan perhitungan manual, serta mempercepat waktu pada proses perhitungan dibandingkan metode konvensional dan memungkinkan integrasi data dengan perangkat lunak estimasi biaya untuk mempermudah analisis anggaran, memberikan gambaran yang lebih realistis terkait kebutuhan material dan biaya proyek.
F. Sarifudin and O. Jin, "Peranan BIM dalam konstruksi perumahan," Dinamika Rekayasa, vol. 20, no. 1, pp. 77–84, 2024. [Online]. Available: https://doi.org/10.20884/1.dinarek.2024.20.1.38
D. Laorent, P. Nugraha, and J. Budiman, "Analisa quantity take-off dengan menggunakan Autodesk Revit," Dimensi Utama Teknik Sipil, vol. 6, no. 1, pp. 1–8, 2019. [Online]. Available: https://doi.org/10.9744/duts.6.1.1-8
R. Novita and E. Pangestuti, "Analisa quantity take off dan rencana anggaran biaya dengan metode Building Information Modeling (BIM) menggunakan software Autodesk Revit 2019 (studi kasus: Gedung LP3 Universitas Negeri Semarang)," Dinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik Sipil, vol. 14, no. 1, pp. 27–31, 2021. [Online]. Available: https://doi.org/10.23917/dts.v14i1.15276
R. Raflis, B. Yuwono, and R. Rayshanda, "Manfaat penggunaan Building Information Modelling (BIM) pada proyek konstruksi sebagai media komunikasi stakeholders," Indonesian Journal of Construction Engineering and Sustainable Development (CESD), vol. 1, no. 2, pp. 62–66, 2019. [Online]. Available: https://doi.org/10.25105/cesd.v1i2.4197
Hasan and S. Rasheed, "The benefits of and challenges to implement 5D BIM in construction industry," Civil Engineering Journal, vol. 5, no. 2, pp. 412–421, 2019. [Online]. Available: https://doi.org/10.28991/cej-2019-03091255
Nugroho, I. Baskoro, and K. Widiatmoko, "Penerapan aplikasi Building Information Modelling (BIM) pada proyek rehabilitasi dermaga multifungsi Pulang Pisau," Teknika, vol. 17, no. 2, pp. 117–124, 2022. [Online]. Available: https://doi.org/10.26623/teknika.v17i2.5419
R. Yuvita and A. Budiwirawan, "Analysis of the advantages and disadvantages of using Autodesk Revit for the Dean Building of the Faculty of Education, Universitas Negeri Semarang," Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, vol. 24, no. 2, pp. 91–98, 2022. [Online]. Available: https://doi.org/10.15294/jtsp.v24i2.36613
Pratama and B. Witjaksana, "Implementasi Autodesk Revit untuk quantity take off pada pekerjaan struktur jembatan," Jurnal Kacapuri: Jurnal Keilmuan Teknik Sipil, vol. 5, no. 1, pp. 408–418, 2022. [Online]. Available: https://doi.org/10.31602/jk.v5i1.7603
M. Kimsan, "Konstruksi gedung & dampak lingkungan: A review," STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, vol. 11, no. 3, pp. 184–192, 2023. [Online]. Available: https://doi.org/10.55679/jts.v11i3.46202
S. Qiao, Q. Wang, and Z. Guo, "Knowledge sharing in the construction supply chain: Collaborative innovation activities and BIM application on innovation performance," Engineering, Construction and Architectural Management, vol. 29, no. 9, pp. 3439–3459, 2021. [Online]. Available: https://doi.org/10.1108/ECAM-12-2020-1055
Ammar and H. Nassereddine, "Blueprint for Construction 4.0 technologies: A bibliometric analysis," IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, vol. 1218, no. 1, p. 012011, 2022. [Online]. Available: https://doi.org/10.1088/1757-899X/1218/1/012011
G. O'Neill, M. Ball, Y. Liu, M. Noghabaei, and K. Han, "Toward automated virtual assembly for prefabricated construction: Construction sequencing through simulated BIM," in Proc. Construction Research Congress 2020, 2020, pp. 802–811. [Online]. Available: https://doi.org/10.1061/9780784482889.085
J. Gambatese and M. Hallowell, "Factors that influence the development and diffusion of technical innovations in the construction industry," Construction Management and Economics, vol. 29, no. 5, pp. 507–517, 2011. [Online]. Available: https://doi.org/10.1080/01446193.2011.570355
S. Fuad and A. Suroso, "Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerapan BIM (Building Information Modelling) 4D di BUMN konstruksi," Konstruksia, vol. 14, no. 1, pp. 79–87, 2022. [Online]. Available: https://doi.org/10.24853/jk.14.1.79-87
G. Rocha and L. Mateus, "A survey of scan-to-BIM practices in the AEC industry—A quantitative analysis," ISPRS International Journal of Geo-Information, vol. 10, no. 8, p. 564, 2021. [Online]. Available: https://doi.org/10.3390/ijgi10080564