Login
Section Innovation in Education

Place Based Civil Servant Welfare Policy in Indonesia’s 3T Regions


Kebijakan Kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil Berbasis Wilayah di Daerah 3T Indonesia
Vol. 27 No. 4 (2026): October:

Buddin Syafrudin Layuta (1), Nofi Sri Utami (2), Abdul Rokhim (3)

(1) Program Pascasarjana, Magister Hukum, Universitas Islam Malang, Indonesia
(2) Program Pascasarjana, Magister Hukum, Universitas Islam Malang, Indonesia
(3) Program Pascasarjana, Magister Hukum, Universitas Islam Malang, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background: Civil servants assigned to Indonesia’s underdeveloped, frontier, and outermost island regions face distinctive geographic, infrastructural, transportation, and public-service constraints requiring context-sensitive administrative policies. Specific Background: Their welfare extends beyond remuneration to working conditions, career development, institutional recognition, rewards, and organizational support, while existing administrative arrangements remain predominantly general and uniform. Knowledge Gap: General policy standards do not adequately accommodate differences in regional difficulty, workload, geographic isolation, and assignment conditions, creating a gap between formal regulation and substantive fairness. Aims: This study analyzes welfare, reward, and recognition policies through legality, justice, legal certainty, proportionality, and good governance and formulates an ideal reconstruction using normative legal research with statutory and conceptual approaches. Results: The analysis demonstrates the need to move from uniform arrangements toward place-based and needs-based policies through regional identification, difficulty classification, proportional affirmative measures, and continuous evaluation and supervision. The reconstructed framework incorporates adaptive work culture, institutional trust, performance- and hardship-based rewards, and recognition integrated with competency and career development. Novelty: The study formulates a four-stage administrative policy reconstruction linking geographic characteristics directly to differentiated welfare and recognition arrangements. Implications: The framework provides a basis for substantive fairness, multidimensional employee welfare, stronger institutional commitment, and public-service quality in geographically disadvantaged island areas.


Highlights:



  • Uniform administrative standards inadequately reflect geographic hardship and assignment complexity.

  • Regional difficulty classification provides a basis for proportional affirmative measures.

  • Recognition should connect performance, institutional trust, competency development, and career progression.


Keywords: Civil Servants (ASN), 3T Areas, Welfare, Appreciation, Recognition, State Administrative Law.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] S. Mulhayat, Hakikat Hukuman Disiplin Aparatur Sipil Negara dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Penerbit Adab, 2023, doi: 10.1016/cljl2023.09.003.

[2] F. Paratama, Reformulasi Pengaturan Pengadaan ASN. Diva Pustaka, 2026.

[3] R. Maswati and H. Iriawan, “Strategi pengembangan ASN di daerah 3T melalui kebijakan afirmatif publik,” Gema Kampus IISIP YAPIS Biak, vol. 17, no. 2, pp. 69–76, 2022, doi: 10.33756/jh.v2i2.15720.

[4] A. Kurniawan, T. Pendukung, S. W. Wijayanti, and H. Atikasari, Kajian Model Kesejahteraan ASN Insentif untuk ASN di Daerah 3T. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), 2020.

[5] A. S. Setiawan et al., Manajemen Talenta ASN (Kementerian Hukum dan HAM). IDE Publishing, 2021.

[6] U. N. Saputra, Transformasi Budaya Organisasi Birokrasi dan Budaya Kerja ASN dari Budaya Power Menuju Budaya Profesional dari Budaya Priyayi Menuju Budaya Melayani. Deepublish, 2025, doi: 10.1016/jim.2023.09.003.

[7] L. P. Sumual et al., SDM dan Budaya Kerja: Sinergi untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi. CV. Gita Lentera, 2025.

[8] B. Bela, “Pengaruh lingkungan kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pengelola keuangan yang dimoderasi budaya organisasi pada OPD Kabupaten Pegunungan Bintang,” Universitas Hasanuddin, 2025, doi: 10.1016/jhk.2023.09.003.

[9] E. Rostiawati, Komitmen Tugas dan Organizational Citizenship Behavior pada Pegawai Negeri Sipil. Penerbit NEM, 2022.

[10] W. Annisak, S. Setiawan, W. W. Utama, T. S. Putri, and Syafwandi, Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja pada Instansi Pemerintah Daerah. Fahmi Karya, 2025.

[11] R. Anggraini, D. Astuti, and M. T. Daulay, “Analysis of coworkers, awards, and work environment on job satisfaction of ASN employees at the Regional Office of the Ministry of Religion of North Sumatra Province,” J. Fokus Manaj., vol. 6, no. 2, pp. 427–436, 2026, doi: 10.1016/jkm.2023.09.003.

[12] P. A. Sudewo and V. F. Nivianti, “Motivasi kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Indonesia di era multigenerasi: Studi komparatif antar generasi dan gender,” J. Kewidyaiswaraan, vol. 10, no. 2, pp. 138–147, 2025, doi: 10.33756/jhl.v2i2.15720.

[13] S. Ibad, “Hukum administrasi negara dalam upaya penyelenggaraan pemerintahan yang baik,” HUKMY J. Huk., vol. 1, no. 1, pp. 55–72, 2021, doi: 10.1016/jhki.2023.09.003.

[14] N. A. Maysura, “Peran sistem merit dalam reformasi birokrasi di Indonesia: Tantangan dan solusi dalam perspektif hukum administrasi negara,” Mendapo J. Adm. Law, vol. 6, no. 1, pp. 85–105, 2025, doi: 10.1016/ytjh.2023.09.003.

[15] N. Saputri et al., “Implementasi good governance sebagai upaya penguatan otonomi daerah di Indonesia,” J. Ilm. Penelit. Mhs., vol. 3, no. 6, pp. 1136–1147, 2025, doi: 10.33756/jmd.v2i2.15720.

[16] A. Sulaeman, “Prinsip-prinsip demokrasi dan good governance,” Pengantar Ilmu Pemerintah. Konsep, Sist. dan Prakt., vol. 3, no. 5, 2025, doi: 10.1016/jhkp.2023.09.003.

[17] I. Muksin, Pengembangan Kapasitas Pemerintah Daerah. CV. Azka Pustaka, 2022.

[18] M. Jufri, A. Adijah, E. Rachim, and M. Djajadi, Workplace Learning: Strategi Cerdas Pengembangan Kompetensi ASN. PT. Nas Media Indonesia, 2026, doi: 10.1016/jh.2023.09.003.

[19] M. Y. Yewen, “Analisis pengaruh motivasi kerja dan kompensasi terhadap kualitas pelayanan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Papua Barat Daya,” Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, 2026, doi: 10.1016/jph.2023.09.003.

[20] M. Y. Jinca and W. P. Humang, Perencanaan dan Pengembangan Transportasi Wilayah Kepulauan. Nas Media Pustaka, 2023.

[21] T. N. Sirait, B. Baharuddin, and K. H. P. Lambe, “Peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia pada Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Nabire untuk mewujudkan ASN unggul,” J. Ilm. Mhs. Ekon. dan Bisnis Indones., vol. 1, no. 2, pp. 125–134, 2025, doi: 10.33756/jpis.v2i2.15720.

[22] Muklis, “Kewenangan pemerintahan dalam perspektif hukum administrasi negara,” Iuris Stud. J. Kaji. Huk., vol. 7, no. 1, pp. 1–6, 2026, doi: 10.33756/jhj.v2i2.15720.

[23] S. Ibad, Hukum Administrasi Negara: Prinsip, Kewenangan, Diskresi, dan Pengawasan dalam Penyelenggaraan Pemerintahan. PT. Revormasi Jangkar Philosophia, 2026.

[24] J. Pradini and T. Sulistyono, “Analisis kedudukan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja pasca penetapan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara,” Bookchapter Huk. dan Lingkung., vol. 1, pp. 854–885, 2025, doi: 10.1016/jkh.2023.09.003.

[25] N. Andrianto, Mengawal Tata Kelola & Tujuan Bernegara. Universitas Brawijaya Press, 2026.

[26] M. A. Samosir, A. P. Nasution, and H. Safri, Manajemen Kinerja ASN di Era Digital: Kompetensi, Keterlibatan Kerja, dan Beban Kerja. Arunika Media Indonesia, 2026.

[27] D. Soeikromo, M. M. Maramis, D. E. Rondonuwu, R. A. Rantung, and P. Prayogo, Problematika Penegakan Hukum Wilayah Kepulauan. Penerbit Widina, 2026.

[28] A. J. Karso, Buku Ajar Tata Kelola SDM Pemerintahan. CV Eureka Media Aksara, 2025.

[29] N. Akmala, V. R. Hapsari, R. Oktariana, and N. D. P. Pasaribu, “Kepastian hukum dalam implementasi tunjangan kinerja guru ASN: Studi perbandingan antara PNS dan PPPK,” Multiling. J. Univers. Stud., vol. 5, no. 2, pp. 284–300, 2025, doi: 10.1016/jhp.2023.09.003.

[30] R. Kartina and J. M. Krustiyati, Kepegawaian dalam Pemerintah di Indonesia. Damera Press, 2023.

[31] A. C. Pratiwi, R. A. Annisa, and R. J. Hasibuan, “Analisis efektivitas besarnya tunjangan kinerja sebagai insentif finansial dalam mendorong kinerja ASN di Kementerian Keuangan,” Integr. Perspect. Soc. Sci. J., vol. 2, no. 2 Mei, pp. 2881–2889, 2025, doi: 10.33756/jhcj.v2i2.15720.

[32] H. Harmaini, E. Antoni, and R. Agustina, “Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil dalam perspektif peraturan perundang-undangan,” Adagium J. Ilm. Huk., vol. 2, no. 2, pp. 108–120, 2024, doi: 10.1016/jhp.2023.09.003.

[33] F. Fernandes, P. R. Ayunita, and E. Pujiastuti, “Kepastian hukum pembinaan disiplin PPPK dalam tata kelola kepegawaian daerah: Legal certainty in disciplinary development of contract employees in regional governance,” J. Jurid., vol. 4, no. 1, pp. 42–54, 2026, doi: 10.33756/jhcj.v2i2.15720.

[34] R. Robuwan, R. A. Agustian, and D. Daviska, “Implikasi hukum administrasi negara terhadap netralitas aparatur sipil negara,” J. Fakta Huk., vol. 4, no. 1, pp. 21–28, 2025, doi: 10.33756/jhp.v2i2.15720.

[35] M. N. S. A. Rahanubun, R. O. C. Seba, and C. H. J. de Fretes, “Dampak regulasi nasional terhadap kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Maluku,” J. Huk. Lex Gen., vol. 6, no. 8, 2025, doi: 10.1016/jiee.2023.09.003.

[36] B. I. Putri, A. Astuti, and A. Y. Afianta, “Transparansi dan akuntabilitas: Peran good governance dalam akuntansi sektor publik,” in Prosiding National Seminar on Accounting, Finance, and Economics (NSAFE), vol. 5, no. 2, 2025, doi: 10.1016/jih.2023.09.003.

[37] M. N. Seftian, M. Meli, D. Fransiska, S. Feronita, and A. Permana, “Implementasi kebijakan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Palembang,” J. Ilmu Adm. dan Stud. Kebijak., vol. 5, no. 2, pp. 241–256, 2023, doi: 10.1016/jsh.2023.09.003.

[38] T. Setiabudi and I. E. Jumiati, “Kawasan 3T sebagai ruang kebijakan multisektor dalam perspektif tata kelola multilevel,” J. Public Adm. Local Gov., vol. 10, no. 1, pp. 118–140, 2026, doi: 10.33756/jmh.v2i2.15720.

[39] I. K. R. Sudiarditha, R. T. Sariwulan, J. Murdiono, R. D. Diani, and M. N. Junaidi, Budaya Organisasi dan Manajemen Lintas Budaya: Implikasi terhadap Kepemimpinan, Kinerja, dan Kerjasama Internasional. Penerbit Widina, 2025, doi: 10.1016/jma.2023.09.003.

[40] S. Kombongan, K. H. P. Lambe, and M. Malissa, “Analisis kinerja ASN melalui sinergi kompetensi, disiplin dan budaya kerja (studi fenomenologis di Bappeda Kabupaten Nabire),” ECOHOLIC J. Ekon. Holist., vol. 2, no. 1, pp. 26–32, 2026, doi: 10.56393/jhki.v5i2.3240.

[41] Y. Indrayana, Model Kepemimpinan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang Agile, Adaptif dan Berintegritas. Greenbook Publisher, 2025.

[42] B. G. A. Salam, A. P. Nasution, and H. Safri, Resiliensi Kerja sebagai Strategi Peningkatan Kinerja Aparatur dalam Menghadapi Work-Family Conflict dan Kepuasan Kerja di Instansi Pemerintah. Arunika Media Indonesia, 2026.

[43] E. M. P. Soares, Etika Pemerintahan Daerah Jalan Menuju Pelayanan Publik yang Berkeadaban. CV. Intelektual Manifes Media, 2025.

[44] M. I. Sholeh, “Transparansi dan akuntabilitas dalam membangun citra positif melalui manajemen pendidikan yang berkualitas,” TADBIRUNA, 2023, doi: 10.51192/tadbiruna.v3i1.622.

[45] A. R. Aulia and A. N. Halida, “Pengembangan konsep performance appraisal dalam menentukan pegawai terbaik: Studi kasus pada instansi pemerintahan,” J. Soc. Soc., vol. 5, no. 2, pp. 920–931, 2025, doi: 10.33756/eslaj.v2i2.15720.

[46] P. A. Sudewo and R. Budiaji, Membumi, Bangun, dan Budayakan Pembelajaran Terintegrasi dan Kolaboratif di Tempat Kerja: Strategi Implementasi Pengembangan Kompetensi ASN Terintegrasi dengan Pekerjaan. Deepublish, 2025.

[47] E. Silaban and T. H. Simanjuntak, Pelopor Sistem Merit dalam Manajemen Sumber Daya Manusia Model Simantab Timbo dalam Pengembangan Karier. Detak Pustaka, 2025.

[48] M. H. M. Zein, Transformasi Birokrasi pada Abad 4.0. Sada Kurnia Pustaka, 2023.

[49] S. Supardy, Perlindungan Aparatur Sipil Negara Mewujudkan Kesejahteraan. Penerbit P4I, 2023.

[50] J. R. Riwukore, “Pelatihan: Evaluasi dan rekonstruksi kinerja ASN Pemerintah Kota Kupang berbasis sumber daya manusia,” Yumary J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 3, no. 2, pp. 79–100, 2022, doi: 10.1016/jifl.2023.09.003.

[51] F. Arifin, “Analisis terhadap kebijakan pemerintah dalam mengatur urusan pemerintahan daerah di era desentralisasi asimetris,” PROGRESIF J. Huk., vol. 18, no. 2, pp. 208–235, 2024, doi: 10.52249/ilr.v5i1.557.

[52] L. Febrianda, “Rekonstruksi regulasi pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil oleh birokrasi pemerintahan dalam perspektif hukum administrasi negara,” Universitas Diponegoro, 2009.

[53] L. S. Sagala, I. Nadirah, and I. Koto, “Perlindungan hukum Aparatur Sipil Negara terhadap mutasi yang tidak berdasarkan prinsip keadilan (studi Putusan Nomor: 4/G/2024/PTUN.PBR),” ALWAQFU J. Huk. Ekon. dan Wakaf, vol. 3, no. 3, 2025, doi: 10.56393/jyr.v5i2.3240.