Wahyu Arohman Hidayatullah (1), Mardalena Mardalena (2), Iwan Aprianto (3)
General Background In the era of educational accountability, school quality management requires rigorous data-driven decision-making mechanisms. Specific Background The Indonesian educational system provides comprehensive quality profiles through the Education Report Card, encompassing literacy, numeracy, character, and learning climate indicators. Knowledge Gap Despite widespread data availability, schools predominantly treat these reports as administrative compliance tools rather than actionable diagnostic instruments for structural transformation. Aims This research analyzes the 2025 Education Report Card indicators to formulate the Integrative Quality Improvement Strategy (SIPM-RP) model at Muhammadiyah Boarding School Merangin. Results The document analysis revealed a performance decline in literacy, numeracy, learning quality, and diversity, contrasting with positive growth in character development and school safety. To resolve this stagnation, the proposed SIPM-RP model introduces a cyclical six-phase framework: priority identification, root cause analysis, strategic program formulation, distributed implementation, real-time monitoring, and continuous quality iterations. Novelty Unlike previous macro-policy evaluations, this study uniquely bridges macro-level statistical evaluations with micro-level pedagogical interventions through a localized data-transformation mechanism tailored for boarding school ecosystems. Implications Adopting this structured cyclical model provides educational leaders with an evidence-based framework to integrate academic and socio-cultural determinants, shifting school management from reactive compliance to proactive, systemic quality advancement.
Highlights
Educational evaluation data frequently functions as administrative compliance rather than an actionable diagnostic instrument for institutional transformation.
Institutional analysis revealed regressions in cognitive domains alongside simultaneous progressions in character and safety metrics.
The proposed six-phase cyclical framework systematically translates macro-level statistics into targeted micro-level pedagogical interventions.
Keywords
Data Driven Decisions; Educational Report Cards; Quality Management; Pedagogical Interventions; School Leadership
Dalam era akuntabilitas pendidikan, peningkatan mutu sekolah menuntut pengambilan keputusan berbasis data (Data-Driven Decision Making/DDDM) [1][2]. Di Indonesia, pendekatan ini diwujudkan melalui Asesmen Nasional dan Rapor Pendidikan yang menyajikan profil mutu satuan pendidikan, meliputi literasi, numerasi, karakter, kualitas pembelajaran, serta iklim keamanan dan kebinekaan.
Meskipun infrastruktur data melalui Rapor Pendidikan telah tersedia secara masif, implementasinya di tingkat akar rumput masih menghadapi tantangan substansial. Berbagai studi pendahuluan mengindikasikan bahwa sebagian besar satuan pendidikan masih memposisikan Rapor Pendidikan sebatas sebagai laporan administratif tahunan (compliance-oriented) alih-alih sebagai instrumen diagnostik untuk transformasi sekolah (improvement-oriented) [3][4]. Terdapat kesenjangan (research gap) yang signifikan antara ketersediaan data diagnostik (data availability) dengan kemampuan satuan pendidikan dalam menyintesis data tersebut menjadi strategi peningkatan mutu yang kohesif dan dapat ditindaklanjuti (actionable strategy). Kepala sekolah dan tim penjaminan mutu sering kali mengalami disorientasi dalam menginterpretasikan keterkaitan antarindikator, sehingga program intervensi yang dirumuskan bersifat parsial, reaktif, dan tidak menyentuh akar permasalahan (root cause).
Kesenjangan tersebut perlu diatasi melalui penyelarasan strategi sekolah dengan BSKAP Nomor 46 Tahun 2025 yang menekankan pemanfaatan data mutu untuk mendorong perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan kurikulum dan operasional sekolah.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, penelitian ini menawarkan kebaruan (novelty) melalui pengembangan Model Strategi Integratif Peningkatan Mutu Berbasis Rapor Pendidikan (SIPM-RP). Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang mayoritas berfokus pada evaluasi implementasi kebijakan Rapor Pendidikan secara makro, penelitian ini membedah secara mikro mekanisme transformasi data (data transformation mechanism) di tingkat satuan pendidikan.
Penelitian ini bertujuan menganalisis indikator mutu Rapor Pendidikan Tahun 2025, mengidentifikasi akar permasalahan, dan mengembangkan Model SIPM-RP sebagai kerangka peningkatan mutu sekolah berbasis data di SMP Muhammadiyah Boarding School Merangin.
Tinjauan Pustaka dan Kerangka Konseptual
A.Pengambilan Keputusan Berbasis Data (Data-Driven Decision Making)
Pengambilan keputusan berbasis data (DDDM) merujuk pada proses pengumpulan, analisis, dan pemanfaatan berbagai jenis data untuk memandu kebijakan dan praktik pendidikan di tingkat sekolah [5]. Dalam konteks manajemen sekolah, DDDM memungkinkan para pemimpin pendidikan untuk beralih dari pengambilan keputusan reaktif yang didasarkan pada asumsi menuju intervensi proaktif yang didukung oleh bukti empiris [6]. Penerapan Data-Driven Decision Making (DDDM) memerlukan dukungan sistem informasi, literasi data pendidik, serta kepemimpinan sekolah yang efektif.
B.Rapor Pendidikan dan Kebijakan Mutu BSKAP Nomor 46 Tahun 2025
Rapor Pendidikan merupakan instrumen evaluasi mutu pendidikan yang mengukur capaian sekolah secara menyeluruh. Pelaksanaannya mengacu pada BSKAP nomor 46 Tahun 2025 yang menjadi pedoman pengembangan kurikulum, literasi, numerasi, karakter, serta mutu ekosistem pembelajaran. Oleh karena itu, Model SIPM-RP dalam penelitian ini disusun berdasarkan regulasi tersebut agar selaras dengan kebijakan nasional dan mendukung peningkatan mutu sekolah secara komprehensif.
C.Literature Mapping Matrix
Untuk membangun konstruksi teoretis yang kuat bagi Model SIPM-RP, telah dilakukan pemetaan literatur terhadap 35 artikel jurnal bereputasi yang relevan dengan diskursus kepemimpinan sekolah, DDDM, dan penjaminan mutu pendidikan. Tabel 1 menyajikan matriks pemetaan literatur (Literature Mapping Matrix) yang menjadi landasan pengembangan argumentasi dalam penelitian ini.
Tabel 1 Matriks Pemetaan Literatur
Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus (case study) bertipe instrumen tunggal berfokus (single instrumental case study). Desain ini sangat relevan mengingat penelitian tidak bertujuan untuk melakukan generalisasi statistik, melainkan untuk menggali makna, pemahaman mendalam, serta mengembangkan suatu kerangka teoretis/konseptual mengenai transformasi data evaluasi mutu pada entitas spesifik. Lokasi penelitian ditetapkan di SMP Muhammadiyah Boarding School Merangin dengan lokus utama analisis pada dokumen Rapor Pendidikan Tahun 2025 yang dipublikasikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sumber data penelitian merupakan data sekunder berwujud dokumen otentik Rapor Pendidikan Tahun 2025. Data ini merangkum enam domain sentral indikator mutu, yang meliputi: (1) kemampuan literasi, (2) kemampuan numerasi, (3) karakter peserta didik, (4) kualitas pembelajaran, (5) keamanan sekolah, dan (6) iklim kebinekaan. Pemilihan boarding school sebagai subjek kasus memberikan keunikan konteks di mana dinamika indikator iklim sekolah dan karakter terjalin sangat erat dengan aktivitas komunal asrama di luar jam pelajaran formal.
Teknik pengumpulan data diimplementasikan secara komprehensif melalui teknik document analysis yang rigid. Dokumen dipelajari secara holistik untuk mengamati tidak hanya perolehan absolut setiap indikator, tetapi pola regresi atau progresi temporal apabila dikomparasikan dengan data tahun sebelumnya. Data kualitatif diekstraksi dan diproses menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) yang mengartikulasikan tahapan kondensasi data, penyajian data secara taksonomis, dan verifikasi/penarikan kesimpulan.
A.Tahapan Sintesis dan Konstruksi Model SIPM-RP
Model SIPM-RP diarsiteki melalui sintesis induktif-deduktif dari observasi lapangan yang dipadankan dengan konstruksi teori manajemen pendidikan. Kerangka prosedural perancangan model ini didemonstrasikan dalam visualisasi matriks relasional yang terdiri dari enam milestone fundamental (direpresentasikan pada Tabel 2 sebagai representasi dari skema hierarkis pengembangan).
Tabel 2 Tahapan Sintesis dan Konstruksi Model SIPM-RP
Catatan: Tahapan ini menggantikan Gambar 1 dalam format standar jurnal teks, menyajikan sistematika konseptual alur pengembangan yang berulang dan siklikal.
A.Gambaran Umum Mutu Pendidikan Berdasarkan Rapor Pendidikan Tahun 2025
Berdasarkan pembedahan terhadap Rapor Pendidikan Tahun 2025 di SMP Muhammadiyah Boarding School Merangin, terungkap adanya disparitas perkembangan yang cukup signifikan antardimensi mutu pendidikan. Evaluasi tersebut secara kritis menunjukkan bahwa indikator kognitif-akademik berada dalam status rentan (vulnerable status). Analisis tabulasi (Tabel 3) mendemonstrasikan bahwa empat indikator dominan (kemampuan literasi, kemampuan numerasi, kualitas pembelajaran, dan iklim kebinekaan) berada pada agregat "Sedang" dan, secara komparatif, teridentifikasi mengalami downtrend atau penurunan performa relatif dari pencapaian tahun 2024.
Tabel 3 Rekapitulasi Rapor Pendidikan SMP Muhammadiyah Boarding School Merangin Tahun 2025.
Temuan empiris ini secara tegas menolak paradigma atomistik yang jamak digunakan sekolah dalam memandang nilai evaluasi. Kesenjangan antara aspek akademik yang menyusut dan aspek karakter moral yang menguat mencerminkan bahwa kebijakan asrama (boarding system) sukses dalam pembinaan nilai, afeksi, dan disiplin spiritual, tetapi belum mampu mengonversi iklim positif tersebut menjadi enabling factor bagi peningkatan daya nalar tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Gaya penulisan diskursif Elsevier style menuntut peneliti tidak sekadar melaporkan fenomena, melainkan mengekskavasi determinannya. Penurunan literasi dan numerasi yang berkorelasi simultan dengan penurunan kualitas pembelajaran menunjukkan bahwa kualitas instruksional guru di kelas adalah bottleneck utama yang menghambat akselerasi kompetensi kognitif (selaras dengan postulat Hattie, 2008).
B.Analisis Keterkaitan dan Akar Permasalahan Sistemik
Apabila dikonstruksikan ke dalam pemetaan relasional, indikator Rapor Pendidikan beresonansi secara vertikal maupun horizontal. Kualitas pembelajaran menjadi faktor kunci yang memengaruhi literasi dan numerasi siswa. Pedagogi pasif dan lemahnya penerapan pembelajaran berbasis pemecahan masalah berpotensi menurunkan kemampuan berpikir siswa.
Di sisi lain, peningkatan karakter mendukung keamanan sekolah, sedangkan penurunan kebinekaan menunjukkan perlunya penguatan budaya inklusif. Analisis juga menunjukkan bahwa program akademik dan pembentukan karakter belum terintegrasi, sehingga menjadi dasar pengembangan Model SIPM-RP.
C.Konseptualisasi Model SIPM-RP (Strategi Integratif Peningkatan Mutu Berbasis Rapor Pendidikan)
Merangkum urgensi penyelesaian stagnasi mutu, penelitian ini merumuskan Model SIPM-RP. Model ini tidak diimajinasikan sebagai produk statis, melainkan sebuah kerangka kerja berbasis siklus manajemen perubahan Plan-Do-Check-Act (PDCA) yang dimodifikasi secara spesifik untuk karakteristik ekosistem pendidikan berbasis data. Model SIPM-RP mengoptimalkan pemanfaatan Rapor Pendidikan melalui tiga tahapan utama, yaitu:
1.Identifikasi indikator prioritas dengan menetapkan literasi, numerasi, dan kualitas pembelajaran sebagai fokus perbaikan.
2.Analisis akar masalah untuk menemukan faktor penyebab rendahnya capaian.
3.Penyusunan strategi integratif yang memadukan penguatan akademik dan karakter, seperti integrasi disiplin asrama dengan program literasi terbimbing serta penerapan nilai kebinekaan dalam proyek numerasi berbasis permasalahan sosial.
4.Fase Implementasi Terdistribusi: Berdasarkan model kepemimpinan terdistribusi (Harris et al., 2013), eksekusi rencana aksi tidak dimonopoli oleh kepala sekolah, melainkan didelegasikan ke Professional Learning Communities (komunitas belajar guru) dan pengurus asrama.
5.Fase Monitoring dan Evaluasi Real-time: Memanfaatkan instrumen formatif yang diamanatkan dalam BSKAP Nomor 46 Tahun 2025 untuk mengukur progres capaian pembelajaran di tengah semester sebelum rapor nasional diterbitkan di tahun berikutnya.
6.Fase Perbaikan Mutu Berkelanjutan (Sustainability Scaling): Melembagakan strategi yang terbukti efektif menjadi Standar Operasional Prosedur (SOP) baku atau membuang taktik yang inefisien. Fase ini memastikan bahwa ekosistem sekolah bertumbuh menjadi Learning Organization [35].
D.Diskusi dan Relevansi Teoretik
Hasil penelitian ini menegaskan argumentasi Datnow dan Park (2014) bahwa keberadaan platform data megah (seperti Rapor Pendidikan) tidak secara otomatis merubah kualitas instruksional (teaching paradigm). Dibutuhkan "jembatan epistemologis" yang menerjemahkan angka-angka statistik makro ke dalam taktik pedagogis mikro di dalam kelas. SIPM-RP hadir sebagai jembatan tersebut. Di samping itu, konsisten dengan penelitian Supriyanto et al. (2023) yang menemukan bahwa sekolah acapkali disorientasi saat membaca Rapor Pendidikan, model SIPM-RP mereduksi ambiguitas manajerial dengan menawarkan protokol enam fase yang terstruktur [4].
Dari perspektif kebijakan, SIPM-RP memberikan landasan operasional riil bagi penerapan standar mutu sebagaimana ditargetkan dalam regulasi kurikulum yang progresif, seperti BSKAP Nomor 46 Tahun 2025. Pendekatan integratif model ini memutus rantai "kompartementalisasi" birokrasi sekolah—di mana urusan akademik dan pengasuhan (karakter) bekerja dalam silo yang berbeda. Sebaliknya, SIPM-RP mendemonstrasikan bahwa peleburan seluruh determinan mutu, baik pedagogis maupun sosiokultural (kebinekaan dan keamanan), mutlak diperlukan untuk menyentuh perbaikan prestasi akademik paripurna.
Kajian mendalam terhadap Rapor Pendidikan SMP Muhammadiyah Boarding School Merangin Tahun 2025 menyingkap fakta bahwa konstruksi mutu sekolah belum tereskalasi secara ekuilibrium. Indikator akademik dan iklim pembelajaran krusial (literasi, numerasi, kualitas pembelajaran, kebinekaan) mengalami regresi ke zona kewaspadaan tingkat menengah. Kontras dengan hal tersebut, fondasi afektif seperti karakter dan keamanan sekolah menunjukkan resiliensi positif. Dikotomi temuan empiris ini mengukuhkan premis bahwa strategi pemulihan kualitas parsial akan menjadi langkah manajerial yang usang. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini sukses mensintesis dan mengajukan Model SIPM-RP (Strategi Integratif Peningkatan Mutu Berbasis Rapor Pendidikan). Tersusun dari enam fase siklikal—identifikasi prioritas, RCA, penetapan program, implementasi strategis, pemantauan formatif, dan iterasi perbaikan—model konseptual ini mentransformasikan kumpulan angka evaluasi menjadi orkestrasi perbaikan institusional yang presisi dan bertumpu pada bukti (evidence-based). Model SIPM-RP dikembangkan dengan mengacu pada Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 46 Tahun 2025 sebagai landasan operasional dalam penyusunan strategi peningkatan mutu berbasis Rapor Pendidikan.
Penelitian ini masih terbatas pada pengembangan model konseptual yang disusun berdasarkan analisis dokumen Rapor Pendidikan dan belum dilakukan uji implementasi maupun evaluasi efektivitas model di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya perlu menguji penerapan SIPM-RP pada berbagai satuan pendidikan untuk menilai kelayakan, efektivitas, dan peluang pengembangannya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Apabila diterapkan pada sekolah nonberasrama, implementasi SIPM-RP perlu disesuaikan dengan karakteristik, budaya sekolah, serta sumber daya yang tersedia agar strategi peningkatan mutu tetap relevan dan efektif.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada SMP Muhammadiyah Boarding School Merangin yang telah memberikan izin dan dukungan dalam pelaksanaan penelitian ini. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pengumpulan data dan penyusunan artikel ini.
Berikut adalah daftar referensi Anda tanpa penomoran:
K. Schildkamp, “Data-based decision-making for school improvement: Research insights and gaps,” Educational Research, vol. 61, no. 3, pp. 257–273, 2019.
E. B. Mandinach, “A perfect time for data use: Using data-driven decision making to inform practice,” Educational Psychologist, vol. 47, no. 2, pp. 71–85, 2012.
A. Datnow and V. Park, Data-Driven Leadership. Hoboken, NJ, USA: John Wiley & Sons, 2014.
A. Supriyanto, M. Mustiningsih, and A. Timan, “Pemanfaatan platform Rapor Pendidikan dalam perencanaan berbasis data di tingkat satuan pendidikan menengah,” Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan, vol. 6, no. 1, pp. 45–56, 2023.
E. B. Mandinach and A. W. Jackson, Transforming Teaching and Learning Through Data-Driven Decision Making. Thousand Oaks, CA, USA: Corwin Press, 2012.
C. E. Coburn and E. O. Turner, “Research on data use: A framework and analysis,” Measurement: Interdisciplinary Research and Perspectives, vol. 9, no. 4, pp. 173–206, 2011.
J. A. Marsh, J. F. Pane, and L. S. Hamilton, Making Sense of Data-Driven Decision Making in Education: Evidence from Recent RAND Research. Santa Monica, CA, USA: RAND Corporation, 2006.
M. Fullan, The New Meaning of Educational Change, 5th ed. New York, NY, USA: Teachers College Press, 2016.
A. Hargreaves and H. Braun, Data-Driven Improvement and Accountability. Boulder, CO, USA: National Education Policy Center, 2013.
E. S. Gummer and E. B. Mandinach, “Building a conceptual framework for data literacy,” Teachers College Record, vol. 117, no. 4, pp. 1–22, 2015.
M. Van Geel, T. Keuning, A. J. Visscher, and J. P. Fox, “Assessing the effects of a school-wide data-based decision-making intervention on student achievement growth in primary schools,” American Educational Research Journal, vol. 53, no. 2, pp. 360–394, 2016.
J. C. Wayman, “Involving teachers in data-driven decision making: Using computer data systems to support teacher inquiry and reflection,” Journal of Education for Students Placed at Risk, vol. 10, no. 3, pp. 295–308, 2005.
T. J. Kowalski and T. J. Lasley, Handbook of Data-Based Decision Making in Education. New York, NY, USA: Routledge, 2009.
R. Halverson, J. Grigg, R. Prichett, and C. Thomas, “The new instructional leadership: Creating data-driven instructional systems in school,” Journal of School Leadership, vol. 17, no. 2, pp. 159–194, 2007.
G. S. Ikemoto and J. A. Marsh, “Cutting through the ‘data-driven’ mantra: Different conceptions of data-driven decision making,” Teachers College Record, vol. 109, no. 13, pp. 105–131, 2007.
E. N. Farley-Ripple and J. L. Buttram, “The development of capacity for data use: The role of teacher networks in an elementary school,” Teachers College Record, vol. 117, no. 4, pp. 1–34, 2015.
M. K. Lai and K. Schildkamp, “Data-based decision making: An overview,” in Data-Based Decision Making in Education. Dordrecht, The Netherlands: Springer, 2013, pp. 9–21.
J. P. Spillane, “Data in practice: Conceptualizing the data-based decision-making phenomena,” American Journal of Education, vol. 118, no. 2, pp. 113–141, 2012.
M. D. Hubers, K. Schildkamp, S. H. Poortman, and J. M. Pieters, “The sustainability of data team interventions in schools,” Journal of Educational Change, vol. 21, no. 2, pp. 243–270, 2020.
V. M. Young, “Teachers’ use of data: Loose coupling, agenda setting, and team norms,” American Journal of Education, vol. 112, no. 4, pp. 521–548, 2006.
J. Snyder, “Moving from data-driven to data-informed decision making in schools,” Journal of Educational Leadership and Policy Studies, vol. 2, no. 1, pp. 15–28, 2019.
C. Bocala and K. P. Boudett, “Teaching educators to collaboratively use student data: A look inside the Data Wise project,” Harvard Educational Review, vol. 85, no. 2, pp. 276–298, 2015.
J. Hattie, Visible Learning: A Synthesis of Over 800 Meta-Analyses Relating to Achievement. New York, NY, USA: Routledge, 2008.
A. J. MacNeil, D. L. Prater, and S. Busch, “The effects of school culture and climate on student achievement,” International Journal of Leadership in Education, vol. 12, no. 1, pp. 73–84, 2009.
S. Suharno, N. A. Pambudi, and B. Harjanto, “Quality assurance management of vocational education in Indonesia,” International Journal of Evaluation and Research in Education, vol. 9, no. 1, pp. 58–65, 2020.
R. J. Murnane, N. S. Sharkey, and K. P. Boudett, “Using student-assessment results to improve instruction: Lessons from a workshop,” Journal of Education for Students Placed at Risk, vol. 10, no. 3, pp. 269–280, 2004.
A. S. Bryk, P. B. Sebring, E. Allensworth, S. Luppescu, and J. Q. Easton, Organizing Schools for Improvement: Lessons from Chicago. Chicago, IL, USA: University of Chicago Press, 2010.
J. Sun, R. Przybylski, and B. J. Johnson, “A review of research on teachers’ use of student data,” Review of Educational Research, vol. 86, no. 4, pp. 1195–1234, 2016.
A. Harris, M. Jones, and D. Adams, “Distributed leadership and school improvement,” Educational Management Administration & Leadership, vol. 41, no. 6, pp. 701–711, 2013.
E. Sutrisno and S. Siswanto, “Evaluasi implementasi sistem penjaminan mutu internal sekolah menengah,” Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah, vol. 8, no. 3, pp. 201–215, 2021.
L. M. Earl and S. Katz, Leading Schools in a Data-Rich World: Harnessing Data for School Improvement. Thousand Oaks, CA, USA: Corwin Press, 2006.
R. Prenger and K. Schildkamp, “Data-based decision making for teacher and student learning: A psychological perspective on the role of the teacher,” Educational Psychology, vol. 38, no. 6, pp. 734–752, 2018.
M. Rasyid, H. Rahmat, and B. Prasetyo, “Asesmen Nasional: Paradigma baru evaluasi mutu sekolah di Indonesia,” Jurnal Manajemen Pendidikan Nasional, vol. 14, no. 2, pp. 112–128, 2022.
K. H. Mok, “Education reform and quality assurance in Asia,” Comparative Education Review, vol. 57, no. 2, pp. 332–345, 2013.
P. M. Senge, The Fifth Discipline: The Art and Practice of the Learning Organization. New York, NY, USA: Broadway Business, 2006.
R. H. Hofman, N. J. Dijkstra, and A. W. Spijkerboer, “Accountability and school improvement in a decentralized education system,” Educational Assessment, Evaluation and Accountability, vol. 33, no. 1, pp. 101–125, 2021.