Muhammad Eko Mujahidin (1), Rohman Dijaya (2)
General Background: Project progress reporting is a critical component of construction management because project success is determined not only by completion time and final outcomes but also by continuous monitoring of work progress. Specific Background: PT. Albi Jaya Persada manages multiple construction projects, where project monitoring is constrained by distant project locations, delays in information delivery, difficulties in verifying field reports, and the accumulation of project documentation. Knowledge Gap: The existing monitoring process relied on manual reporting and communication methods that complicated verification, supervision, and decision-making activities. Aims: This study aimed to design and implement a web-based project progress monitoring system for PT. Albi Jaya Persada to support project supervision and reporting activities. Results: The developed system provides functionalities for project data management, sub-work monitoring, material tracking, progress documentation, complaint handling, and project supervision through dedicated interfaces for administrators, foremen, and directors. Black-box testing showed that all tested system functions operated according to the expected requirements and produced valid results. Novelty: The study introduces an integrated web-based monitoring platform that combines project progress reporting, material monitoring, documentation management, and communication of project constraints within a single system environment. Implications: The system supports directors in monitoring ongoing projects, reviewing project and material data, tracking work progress, and providing solutions to issues encountered during project execution.Highlights:
Keywords: Web-Based Monitoring System; Project Progress Monitoring; Construction Project Management; Black Box Testing; Project Supervision
PT. Albi Jaya Persada (PT. AJP) merupakan suatu perusahaan swasta yang bergerak dibidang konstruksi. Laporan perkembangan kemajuan dalam suatu proyek merupakan suatu hal yang sangat diperlukan. PT. Albi Jaya memiliki beberapa proyek yang terkait dengan peningkatan dan pemeliharaan gedung, transportasi dan saluran air terutama untuk gedung, jalan dan pemeliharaan saluran ketawang. Sebagai perusahaaan yang bergerak di bidang konstruksi, untuk mecapai tujuan perusahaan, pemantauan perkembangan proyek harus dilakukan dengan baik.
Keberhasilan suatu proyek pada PT. Albi Jaya Persada tidak hanya diukur dari durasi proyek atau hasil akhir dari suatu proyek, namun terdapat faktor lainnya yaitu pelaporan kemajuan atau persentase proyek yang bisa dipantau setiap harinya[1]. Laporan persentase suatu hal yang krusial sebagai pertimbangan untuk memutuskan dan penggajian setiap minggu nya[2]. Apabila proyek tersebut mengalami keterlambatan dan hal tersebut diketahui oleh direktur, maka pihak PT. Albi Jaya Persada dapat menentukan tindakan lebih lanjut[3].
Sistem yang berjalan pada PT. AJP saat ini, terdapat pelaksana perusahaan untuk memperoleh perkembangan persentese, termasuk permasalahan yang terjadi dalam sebuah proyek[4]. Sistem yang berjalan saat ini terdapat beberapa permasalahan, di antaranya yang pertama yaitu sering ditemui lokasi proyek yang relatif jauh, yang menyebabkan keterlambatan informasi[5]. Masalah kedua adalah manajer proyek harus mendatangi lokasi proyek untuk memverifikasi apakah informasi yang diberikan pelaksana lapangan proyek akurat atau tidak[6]. Terkadang pelaksana lapangan memberi informasi bahwa kegiatan yang dilakukan telah mencapai tahap kemajuan yang diharapkan, namun kenyataannya tidak demikian[7]. Namun terkadang, manajer proyek seringkali tidak mempunyai waktu untuk datang langsung melihat keadaan sebenarnya karena terlalu banyak aktivitas yang harus diselesaikan sehingga membuat pengambilan keputusan menjadi sulit. Masalah berikutnya adalah penumpukan foto progres atau gambar kemajuan suatu proyek karena banyaknya proyek[8]. Terkadang manajer proyek salah paham terhadap proyek mana yang sedang dikerjakan karena laporan yang disampaikan 2 diterima melalui media WhatsApp, sehingga laporan berbagai proyek yang diterima bercampur jadi satu.
Menurut latar belakang tersebut, maka penulis.tertarik untuk merancang suatu sistem pengawasan proyek yang berjudul “SISTEM PENGAWASAN KEMAJUAN PROYEK PADA PT. ALBI JAYA PERSADA BERBASIS WEB” yang nanti diharapkan terdapat suatu sistem yang bisa dipakai sebagai dasar memutuskan pilihan dalam pengelolaan dan pemantauan terhadap proyek yang ada pada PT. AJP.
Penulis menerapkan berbagai metode untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam merancang sistem yang akan dipaparkan dalam analisis ini, yaitu [9]:
1. Metode Pengumpulan Data :
a. Pengamatan ialah teknik pengumpulan data yang dijalankan dengan cara mengamati secara langsung objek yang sedang diteliti. Jenis data yang dikumpulkan pada PT. Albi Jaya Persada mencakup semua data proyek yang dikerjakan.
b. Penulis melakukan wawancara langsung dengan pihak yang berkaitan untuk mendapatkan data yang akurat dan relevan. Wawancara ini bertujuan untuk memahami sistem yang sedang diterapkan, guna mengidentifikasi kelemahan yang ada, yang nantinya akan menjadi dasar dalam pengembangan program.
c. Mencari dan menghimpun data dan informasi dari bermacam dokumen, seperti buku, jurnal, majalah, surat kabar, foto, gambar, dan dokumen elektronik yang disebut dengan metode studi pustaka.
2. Pada langkah perancangan dan pengembangan aplikasi ini, penulis mencakup proses-proses serta komponen-komponen yang dilaksanakan ialah [10]:
a.Flowchart
Tujuannya ialah untuk menggambarkan tahapan atau tata cara yang diterapkan. Diagram berikut memperlihatkan alur yang mendeskripsikan sistem yang sedang dijalankan, serta interaksi antara administrator dan pengguna. Diagram alur berikut menjelaskan hal tersebut secara jelas.
tara administrator dan pengguna. Diagram alur berikut menjelaskan hal tersebut secara jelas.
Figure 1. Flowchart Admin
Figure 2. Flowchart Mandor
Figure 3. Flowchart Direktur
b. Diagram Konteks
Diagram konteks menunjukkan aliran data yang mengarah ke suatu proses. Sistem ini melibatkan dua entitas, yaitu admin dan pengguna, yang mempunyai data masukan dan keluaran. Gambar berikut mengilustrasikan detailnya.
Figure 4. DFD
b. Use Case Diagram
Use case diagram di bawah ini yaitu mendeskripsikan tentang interaksi antara sistem dan user.
Figure 5. Use Case Diagram
1. Halaman Menu Admin
Figure 6. Halaman Login
Gambar 6, Pada halaman login pada website ini sama dengan tampilan login pada umumnya. Admin dapat login dengan menginput email dan password yang telah didaftarkan sebelumnya.
Figure 7. Halaman Dashboard
Halaman dashboard ialah tampilan utama pada admin sesudah menjalankan proses login. Pada page ini terdapat data proyek yang sedang berjalan dan beberapa menu seperti data proyek, data sub pekerjaan, data material, input daftar user, dan data kendala atau complain.
Figure 8. Halaman Data Proyek
Pada halaman data proyek, terdapat data – data proyek seperti nama proyek, anggaran proyek, tanggal mulai dan selesai suatu proyek. Admin dapat menambah paket proyek dan mengubah data proyek sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK).
Figure 9. Halaman Input Data Proyek
Pada halaman ini admin bisa menginput data proyek baru yang akan dikerjakan. Admin dapat menginput beberapa data seperti nama proyek yang akan dikerjakan, anggaran dana, tanggal mulai, dan tanggal selesai sesuai dengan SPK. Pada halaman ini admin dapat memilih mandor yang akan mengerjakan proyek tersebut.
Figure 10. Halaman Data Sub Pekerjaan
Pada suatu proyek terdapat beberapa sub pekerjaan yang akan dikerjakan. Admin dapat menambah sub-sub pekerjaan yang terdapat pada SPK. Tanggal mulai dan tanggal selesai otomatis sama dengan yang di input pada menu data proyek. Persentase progress akan mengikuti yang sudah di input oleh mandor.
Figure 11. Halaman Input Data Sub Pekerjaan
Pada halaman ini admin dapat menginput data sub pekerjaan. Sebelum input data, admin terlebih dahulu memilih proyek, setelah itu dapat menginput nama sub pekerjaan dan deskripsi.
Figure 12. Halaman Data Material
Gambar 12, halaman data material menampilkan data material yang akan dibutuhkan pada suatu proyek. Apabila material sudah terkirim, kode verifikasi silang merah akan berubah centang hijau apabila mandor sudah memverifikasi.
Figure 13. Halaman Input Data Material
Pada input data material, admin bisa menginput data nama material, jumlah, unit atau satuan, dan deskripsi atau spek material yang dibutuhkan. Sebelum menginput data, admin memilih proyek terlebih dahulu.
2. Halaman Menu Mandor
Figure 14. Halaman Login
Gambar 14, ialah halaman login yang sama seperti halaman login pada menu admin. Mandor dapat login dengan menginput email dan password yang telah didaftarkan sebelumnya oleh admin.
Figure 15. Halaman Dashboard
Pada halaman dashboard mandor berbeda dengan halaman dashboard admin, halaman dashboard mandor tidak terdapat data jumlah proyek, jumlah mandor, dan grafik proyek seperti pada halaman dashboard admin. Pada dashboard mandor hanya terdapat menu data proyek, data sub pekerjaan, data material, dan menu kendala atau komplain.
Figure 16. Halaman Data Proyek
Pada halaman ini mandor tidak dapat input data proyek, mandor hanya dapat melihat detail data proyek yang akan atau sedang dikerjakan.
Figure 17. Halaman Data Sub Pekerjaan
Gambar 17, ialah halaman data sub pekerjaan pada menu mandor. Pada halaman ini ada tampilan beberapa data sub pekerjaan yang dapat di input atau di update datanya oleh mandor.
Figure 18. Halaman Input Sub Pekerjaan
Pada halaman ini mandor dapat menambah atau menginput data progress pekerjaan yang sudah berjalan dan dapat upload foto dokumentasi pekerjaan.
Figure 19. Halaman Data Material
Gambar 19, merupakan halaman data material pada halaman menu mandor yang menampilkan informasi data material yang akan diperlukan pada suatu proyek. Data material sebelumnya sudah di input oleh admin.
Figure 20. Halaman Penerimaan Material
Gambar 20, merupakan data dan spek material yang sudah dipesankan oleh admin untuk suatu proyek. Mandor hanya dapat melakukan penerimaan barang. Apabila material sudah datang, mandor hanya perlu mengkonfimasi dengan cara klik delivered dari warna merah ke warna hijau.
Figure 21. Halaman Kendala
Pada halaman kendala diatas, apabila mandor terdapat kendala pada saat melakukan pekerjaan di suatu proyek, mandor dapat menambahkan kendala yang dialami dengan tekan klik menu tambah.
Figure 22. Halaman Input Kendala
Gambar 22, merupakan halaman input kendala apabila mandor mendapati kendala pada pekerjaan yang dilakukan. Mandor dapat menginput judul kendala sesuai dengan sub pekerjaan yang mendapati kendala, dan tidak lupa untuk memilih proyek mana yang mengalami kendala.
3 . Halaman Menu Direktur
Figure 23. Halaman Login
Pada gambar 23, direktur akan diminta untuk menginput email dan kata sandi yang telah didaftarkan oleh admin pada halaman login. Sesudah menginput data yang benar, direktur akan ditampilkan ke halaman utama situs web yang berisi berbagai menu.
Figure 24. Halaman Dashboard
Terdapat beberapa kesamaan seperti halaman dashboard pada menu admin, Pada halaman ini terdapat data proyek yang sedang berjalan dan beberapa menu seperti data proyek, data sub pekerjaan, data material, dan data kendala atau komplain.
Figure 25. Halaman Data Proyek
Gambar 25, merupakan tampilan halaman data proyek. Direktur hanya dapat melihat data – data suatu proyek dan tidak dapat menginput data apapun.
Figure 26. Halaman Data Sub Pekerjaan
Sama halnya dengan halaman data proyek, pada halaman data sub pekerjaan diatas direktur hanya dapat melihat atau memantau data – data sub pekerjaan, memantau progress, dan juga foto dokumentasi pekerjaan.
Figure 27. Halaman Data Material
Gambar 27, merupakan halaman data material. Sama seperti halaman data proyek dan halaman data sub pekerjaan, pada halaman ini direktur hanya dapat memantau data – data material pada suatu proyek
Figure 28. Halaman Kendala
Pada tampilan ini, terdapat data – data kendala atau komplain pekerjaan dari suatu proyek yang telah di input oleh mandor. Direktur dapat merespon atau memberikan solusi dengan cara klik data kendala yang akan diberikan solusi.
Figure 29. Halaman Input Solusi
Gambar 29, menampilkan halaman direktur untuk menginput solusi dari kendala yang dialami oleh mandor. Apabila solusi sudah disampaikan atau disimpan, maka data tersebut tersimpan berada dibawah data kendala. Begitu juga pada tampilan kendala pada menu mandor, solusi yang sudah disampaikan oleh direktur akan tersimpan diibawah data kendala.
Metode Blackbox Testing memungkinkan uji perangkat lunak tanpa memerhatikan detail internalnya. Dalam pengujian ini, program yang sudah dibuat diuji dengan cara menginput data pada setiap form yang tersedia. Uji ini dibutuhkan untuk menetapkan bahwa program mencukupi persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan. Metode Black Box dipakai untuk menguji sistem guna mengidentifikasi kelemahan dan menetapkan bahwa data yang diperoleh relavan dengan data yang diinput sesudah dieksekusi, serta untuk mencegah kesalahan atau kekurangan aplikasi sebelum dipakai oleh pengguna.
Uji sistem informasi menggunakan metode black box testing memungkinkan uji coba fitur sistem untuk memverifikasi keterampilan pengguna dalam mengakses sistem dengan memakai email dan kata sandi yang telah terdaftar. Selama pengujian dengan data normal, tidak ditemukan kesalahan sistem, yang menandakan bahwa program terlaksana dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Tata cara serta batasan pemakaian yang jelas dibutuhkan untuk menjaga kestabilan situs web. Selain itu, uji ini dijalankan untuk menilai kinerja software atau aplikasi dalam melaksanakan perintah, menetapkan aplikasi bisa berguna dengan baik pada perangkat yang dipakai, serta memastikan keamanan program.
Hasil uji coba dan implementasi Sistem Pengawasan Kemajuan Proyek pada PT. Albi Jaya Persada Berbasis Web menyatakan bahwa sistem ini dirancang untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pengawasan berbasis web pada PT. Albi Jaya Persada, serta mempermudah Direktur untuk mengontrol proyek yang sedang berjalan seperti nama – nama perkajaan (data nama proyek), mengontrol data material (keluar masuk material), dan memberi solusi pada masalah yang terjadi di proyek / lapangan. Salah satu saran yang bisa diberi ialah memperbarui tampilan website untuk jadi lebih menarik dan dikembangkan lagi sesuai dengan keperluan.
Saya ingin berterimakasih kepada PT. Albi Jaya Persada atas kesempatan untuk melakukan penelitian ini, membuat website, dan menerima dengan baik sistem yang saya buat. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang sudah membantu dan mendukung penelitian ini.
Vidianto, A. S., & Haji, W. H. (2020). Sistem Informasi Manajemen Proyek Berbasis Kanban (Studi Kasus: PT. XYZ). Jurnal Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 7(2).
Gheffira, A., Inayah, Z. M., Teguh, R., & Oktaviany, D. (2019). Sistem Informasi Manajemen Proyek Berbasis Website pada PT. AKM. JATISI: Jurnal Teknik Informatika Dan Sistem Informasi, 6(1), 62–71.
Fadillah, A., & Ratnasari, A. (2019). Sistem Informasi Penjualan dan Manajemen Reimburse pada Perusahaan Distribusi Berbasis Web (Studi Kasus: PT. Karyatama Maju Berjaya). Jurnal Cendikia, 18, 298–302.
Kaleb, B. J., Lengkong, V. P. M., & Taroreh, R. N. (2019). Penerapan Sistem Informasi Manajemen dan Pengawasannya di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Manado. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 7(1), 781–790.
Gunawan, H., & Putri, M. (2020). Sistem Informasi Manajemen Perumahan Proyek Berbasis Web pada PT. Catur Graha Mandiri. Palembang, Indonesia: STMIK GI MDP.
Sugiyanto. (2020). Manajemen Pengendalian Proyek. Surabaya, Indonesia: Secopindo Media Pustaka.
Yosua, E. (2021). Pengertian Teknologi Konstruksi: Contoh, Fungsi, Perkembangan. Stella Maris College. https://stellamariscollege.org
Fajri, F. N., Bahar, H., & Setiawan, M. B. U. (2020). Aplikasi Monitoring Progres Pekerjaan Proyek di Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Berbasis Web. JUST IT: Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi Dan Komputer, 10(2), 78–82. https://doi.org/10.24853/justit.10.2.78-82
Maharani, D., Helmiah, F., & Rahmadani, N. (2021). Manfaat Menggunakan Internet dan Website pada Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Pengabdian Masyarakat Informatika, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.25008/abdiformatika.v1i1.130
Putra, D. W. T., & Andriani, R. (2019). Unified Modelling Language (UML) dalam Perancangan Sistem Informasi Permohonan Pembayaran Restitusi SPPD. Jurnal TeknoIf, 7(1), 32–39. https://doi.org/10.21063/jtif.2019.v7.1.32-39
Putri, M. P., & Bobby. (2020). Sistem Informasi Manajemen Proyek PT. Samudera Perkasa Konstruksi Berbasis Web. MATRIK: Jurnal Manajemen, Teknik Informatika Dan Rekayasa Komputer, 20(1), 85–96. https://doi.org/10.30812/matrik.v20i1.716
Zonyfar, C., Sihabudin, & Khusaeri, A. (2019). Belajar di Internet Melalui Sosialisasi Edukasi Internet. Pengabdian Tri Bhakti, 1(1), 17–20.
Taufik, Y., & Nurajijah. (2022). Sistem Monitoring Progres Pekerjaan Konstruksi Berbasis Web. Jurnal Khatulistiwa Informatika, 10(2).
Sutabri, T., Sugiharto, T., Krisdiawan, R. A., & Azis, M. A. (2022). Pengembangan Sistem Informasi Monitoring Progres Proyek Properti Berbasis Website pada PT. Peruri Properti. Jurnal Teknologi Informatika Dan Komputer, 8(2), 17–29. https://doi.org/10.37012/jtik.v8i2.1204
Andrian, D. (2021). Penerapan Metode Waterfall dalam Perancangan Sistem Informasi Pengawasan Proyek Berbasis Web. Jurnal Informatika Dan Rekayasa Perangkat Lunak, 2(1).