Login
Section Innovation in Education

Flash Card Implementation in Arabic Vocabulary Learning

Penerapan Kartu Flash dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab
Vol. 26 No. 1 (2025): January:

Imron Suwantoro (1), Najih Anwar (2)

(1) Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background: Arabic vocabulary mastery is an essential component in developing students’ language skills and communication abilities in Arabic learning. Specific Background: Students in class X at SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo come from diverse educational backgrounds, causing differences in familiarity with Arabic vocabulary learning. Flash card media containing images and Arabic text were applied to support mufradat learning activities. Knowledge Gap: Previous studies discussed flash card media in Arabic learning using different methods and settings, while limited studies examined the implementation process together with supporting and inhibiting factors in senior high school Arabic vocabulary learning. Aims: This study aimed to identify the implementation of flash card media in Arabic vocabulary learning and to describe the supporting and inhibiting factors in class X at SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Results: The study found that flash card implementation was conducted through planning, learning activities, reinforcement, and evaluation stages using image-based cards, repetition techniques, and interactive games. Supporting factors included visual memorization support, active student participation, practicality, flexibility, and interactive learning activities. Inhibiting factors included limited material coverage, distraction during learning, technical constraints in digital use, visual limitations, and dependence on teacher skills. Novelty: This study provides a qualitative implementation analysis of flash card media in Arabic mufradat learning within the context of students with varied educational backgrounds at SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Implications: The findings contribute to Arabic language learning practices by providing insights into the use of flash card media for classroom-based mufradat instruction and identifying factors that should be considered during implementation.
Highlights:



  • Visual cards and repetition activities supported students in recalling Arabic vocabulary during classroom sessions.

  • Interactive games encouraged active participation and increased student confidence in responding to learning tasks.

  • Technical limitations, restricted material scope, and classroom conditions became barriers during media application.


Keywords: Flash Card Media; Arabic Vocabulary Learning; Mufradat Instruction; Qualitative Analysis; Classroom Implementation

Downloads

Download data is not yet available.

Pendahuluan

Bahasa arab adalah bahasa al-qur’an yang merupakan bahasa penduduk surga, bahasa arab juga dijadikan bahasa internasianal sebagai alat komunikasih yang dipergunakan untuk berinteraksi antar sesama manusian lainnya, sehingga perlu pemahaman supaya lawan bicara mengerti apa yang disampaikan oleh pembicara [1]. Untuk bisa dan mampu berbahasa arab diperlukan pembelajaran bahasa arab disekolah-sekolah, sebab kebanyakan siswa masih banyak yang belum mampu berbahasa arab dikarnakan masih sedikit hafalan mufradatnya, untuk bisa menghafal mufradat dengan muda pendidik disarankan harus kreatif dan mempunyai cara efektif supaya siswa bisa memahami pembelajaran mufradat dengan muda [2]. Kali ini peneliti memilih SMA Muhammadiyah 2 sidoarjo sebagai tempat penelitian, karena siswa kelas x SMAMDA sidoarjo berasal dari berbagai latar belakang sekolah yaitu SMP negeri, SMP swasta, SMP berbasis islam, juga ada yang berasal dari pesantren, jelas siswa SMAMDA tidak semua bisa berbahasa arab, bahkan ada yang tidak kenal bahasa arab sama sekali, dan yang perlu dipelajari oleh siswa SMAMDA adalah unsur dan keterampilan bahasa arab, adapaun tiga unsur bahasa arab: (1) Bunyi (Ashwat), (2) Kosakata (Mufradat ), (3) Struktur (Tarakib), dan empat keterampilan yaitu: (1) trampil berbicara ( maharah kalam ), (2) trampil mendengar (maharah istima’), (3) trampil membaca (maharah qira’ah ), (4) trampil menulis (maharah kitabah)[3].

Jika pembelajaran bahasa arab dimulai dengan pemahaman tiga unsur: Ashwat, Mufradat dan Tarkib, akan tampak lebih muda dari pada tanpa memahami tiga unsur bahasa terlebih dulu, menghafal mufradat merupakan hal yang paling penting untuk pembelajaran bahasa arab [4]. Mufradat ialah kosakata bahasa arab yang tergabung dari beberapa huruf yang mempunyai makna dipakai untuk berkomunikasih bersama orang-orang sekitarnya atau untuk membuat kalimat, sedangkan untuk bisa berkomunikasih bahasa arab dengan lancar dan mahir itu tergantung dari banyaknya mufradat yang dihafal oleh siswa disekolah [5].

Solusi yang paling tepat untuk mempermudah dan memperbanyak menghafal mufradat bahasa arab adalah dengan menggunakan media Flash Card Selain itu bisa mendorong siswa lebih senang dan semangat belajar bahasa arab[6]. Media Flash Card merupakan kartu yang berisi kata-kata dan gambar, istilah lain Flash Card adalah kartu kilat yang berukuran 8x12cm, Flash Card Kartu ringan yang mudah dibawah juga bisa berisi teks, gambar,angka-angka simbol serta pesan yang bisa menarik perhatian siswa lebih senang dan bersemangat untuk belajar mufradat [7].

Selanjutnya penerapan media Flash Card pada waktu pelajaran sedang berlangsung, mempunyai harapan agar siswa suka dan senang dalam belajar mufradat, Tahapan pertama penyampaian media Flash Card yaitu: Guru mengeluarkan dan memperkenalkan media flash Card menunjukkan bagaimana cara penggunaannya serta teknik dalam mempelajarinya, Flash Card diangkat keatas dan dihadapkan ke siswa, lalu dibagikan ke siswa dalam keadaan tertutup bagaian yang berisi tulisan, siswa tidak boleh membuka sebelum ada perintah, lalu salah satu siswa diperintah untuk menunjukkan gambar ke siswa lain disuruh menjawab dengan mufradat sesuai gambar dan terus selalu bergantian[8].

Beberapa keunggulan penggunaan Flash Card dalam pembelajaran untuk mengingat mufradat: a).Mudah dibawah dengan ukuran kecil dan dapat disimpan dalam tas, b). Praktis dari cara pembuatannya dan penggunaannya, c). mengandung pesan-pesan pendek dan mudah untuk di ingat, d). Menarik dan menyenangkan karena bisa di buat permainan, disamping memiliki keunggulan media Flash Card juga mempunyai kekurangan diantaranya sebagai berikut: a). penghayatan materi tidak sempurna, b). hanya menyajikan persepsi indra penglihatan yang kurang bisa membuat perubahan sifat manusia, c). jika tidak diselingi permaianan maka akan cepat jenuh[9].

Penelitihan terdahulu yang dilakukan Miftakhul Falah Islami dengan Judul, “Implementasi media Flash Card dalam meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa arab” di lakukan di kelas x SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta, penelitian tersebut menggunakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Model penelitian terdiri dari empat langka: a.Perencanaan (planning) b.Tindakan (acting) c. Mengamati (observing) d. Menggambarkan (reflecting), langkah-langkah ini merupakan sebuah proses tindakan penelitian lalu dibuat sebuah argumen langkah selanjutnya ialah gambaran. Dari gambaran ini lalu dirancang dengan modifikasih ke bentuk tindakan pengamatan lagi untuk proses berikutnya. Dari langkah-langkah tersebut terbukti penggunaan media Flash Card menunjukkan peningkatan penguasaan kosa kata yang signifikan[10].

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Khoirunnisa dan Dr. Imam Fauji, memakai judul “Pengaruh media pembelajaran kartu bergambar terhadap keterampilan berbicara bahasa arab siswa kelas VII di Sekolah Menengah Pertama islam terpadu darul fikri sidoarjo” penelitan ini menggunakan kuantitatif yaitu berfokus terhadap masalah obyektif buat experimen secara kuantitatif, teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu teknik tes untuk mengetahui kemampuan dasar, tes ini dipakai supaya siswa bisa trampil berbicara bahasa arab, dari hasil analisa penelitian yang dilakukan, diketahui ternyata tidak ada perubahan terhadap siswa bisa dan mampu terampil berbicara bahasa arab[11].

Penelitian terdahulu yang perna dilakukan oleh Ahmad Rofi’uddin dan KHizanatul Hikma, dengan judul “Respon siswa terhadap penggunaan media Flash Card dalam pembelajaran kosa kata bahasa arab kelas V di MI mujahidin jombang” Penelitian dengan menggunakan kualitatif deskriptif yang menggunakan angket dan wawancara dengan tujuan untuk mengukur terhadap respon siswa mengenai pembelajaran kosa kata bahasa arab dengan penerapan Flash Card, teknik pengumpulan data melalui observasi dengan memberi angket yang berisi pertanyaan untuk dibagikan guna mengindikasihkan respon siswa mengenai pelajaran bahasa arab dengan memakai metode kartu cepat, metode ini dianggap efektif, karena respon positif siswa akan menentukan keterampilan dan kemampuan siswa berikutnya[12].

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terlatak pada tempat (lokasi), metode, subyek, teori yang digunakan, dan hasil yang dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini membahas bagaimana implementasi media Flas Card dalam pembelajaran mufradat bahasa arab di kelas x SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.

Pembelajaran mufradat bahasa arab di kelas x SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, disamping menggunakan buku ajar dan penyampaiannya lewat lisan pembelajaran mufradat tersebut juga sudah ditunjang dengan sarana lainnya, disini peneliti ingin menambahkan pengembangan dengan studi analisis implementasi media Flash Card, karena media ini sangat efektif, menarik perhatian, serta bisa dibuat permainan sehingga siswa bersemangat mengikuti pembelajaran mufradat, selain itu media Flash Card bisa untuk mengingat serta mampu menulis bahasa arab, dengan model visualisasi dan pengulangan, Flash Card tidak hanya memudahkan hafalan tetepi juga memperkaya penggunaan mufradat untuk menulis bahasa arab, dalam hal ini juga perlu keseriusan siswa untuk belajar dan keseriusan guru untuk mengajar[13].

Berdasarkan pemaparan diatas dapat dirumuskan: 1). Bagaimana implementasi media flash card dalam pembelajaran mufradat di kelas x SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo. 2). Apa faktor pendukung serta penghambat dalam implementasi media fLash Card. Adapun tujuan penelitian ini yaitu:1). Untuk mengetahui Implementasi media Flash Card dalam pembelajaran mufradat di kelas x SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, 2). Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat media Flash Card dalam pembelajaran mufradat bahasa arab di kelas x SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo[14].

Metode

Penelitian ini memakai metode kualitatif, dengan pendekatan untuk melihat kejadian serta fenomena, perilaku, keperibadian serta pengalaman dari sudut pandang subyek yang alami, pada akhirnya menghasilkan data-data deskriptif dalam sebuah narasi, Subyek dari penelitian ini adalah guru pengajar dan siswa sebagai pelajar di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo [15].

Figure 1. Diagram alur penelitian kualitatif.

Peneliti mamakai 3 cara untuk teknik pengumpulan data: 1). Wawancara, peneliti lakukan tanya jawab untuk mendapatkan data, pengalaman, pandangan serta persepsi secara mendalam dalam hal implementasi media Flash Card bersama guru serta siswa, (2). Observasi, proses dengan mengamati terhadap subyek penelitian dalam situasi serta kondisi yang perlu untuk dicatat tentang fenomena serta perilaku yang terjadi, (3) Dokumentasi dilakukan dalam bentuk Catatan tertulis yang relevan seperti arsip, buku, foto yang terkait fokus pada penelitian[16].Dalam menganalisis data memakai cara teori miles dan huberman: 1). Reduksi data yaitu pelaksanaan analisis data, menulis dalam kegiatan yang perlu untuk di catat sehingga reduksi bisa mempermudah peneliti melakukan kegiatan berikutnya, 2). Display yaitu rangkuman informasi yang tersusun untuk menarik kesimpulan dan mengambil tindakan untuk merencanakan kerja selanjutnya, 3). Menarik kesimpula yaitu analisis data terakhir dengan harapan bisa menemukan hal baru[17].

Figure 2. Bagan penelitan kualitatif.

Hasil dan Pembahasan

A. Penerapan media flash Card dalam pembelajaran mufradat bahasa arab dikelas X SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.

1. Perencanaan

Seorang guru harus membuat perencanaan sebelum melakukan pembelajaran, hal yang harus disiapkan salah satunya adalah RPP. RPP merupakan pedoman pelaksanaan proses pembelajaran yang dibuat sebelum melakukan kegiatan pembelajaran.Tanpa adanya RPP pencapaian pembelajaran akan sulit tercapai karena didalam RPP sudah tersusun secara sistematis baik itu KI, KD, tujuan pembelajaran, dan pelaksanaan pembelajaran.

2. Pelaksanaan

Sebagaimana yang sudah termuat dalam RPP bahwa pelaksanaan pembelajaran mufradat meliputi 3 tahapan: 1).pendahuluan, 2). kegiatan inti, 3). ketiga penutup:

1). Pendahuluan: guru membuka kegiatan pembelajaran dengan salam dan berdoa, sebagai bentuk penanaman karakter religius sebagaimana KI-1.Guru menyapa siswa dengan menggunakan bahasa arab. Guru mengulas materi yang akan disampaikan kepada siswa.

2). Kegiatan inti: Penerapan pembelajaran merupakan kegiatan variasi guru dalam mengajar yang didalamnya mencakup penjelasan materi, pengaplikasian metode pembelajaran dan pengondisian kelas. Penerapan dimulai dari pengenalan mufradat disesuaikan dengan gambar dan kosakata yang ada di buku al- ashri (misal: benda yang ada diruang kelas dan anggota tubuh) menggunakan flash card berukuran 8x12cm dengan gambar berwarna dan tulisan arab berharakat dibelakang gambar, penerapannya memakai teknik drill dan permaianan:

a. Tahap pengenalan, menunjukkan kartu bergambar didepan siswa sambil mengucapkan kosakata dengan artikulasi yang jelas.

b. Tahap resitasi (penugasan), siswa disuruh untuk meniru mengucapkan secara bersamaan dan individu dengan bimbingan gestural.

c. Tahap penguatan, permainan untuk menebak gambar, mencari obyek sesuai kosakata, menyusun kartu bergambar sesuai instruksi.

Beberapa tahapan telah dilakukan dan strategi pengenalan untuk mendapatkan mufradat bahasa arab lebih mudah, lebih banyak dan lebih cepat untuk diingat dengan memakai empat keterampilan:

a) Mendengar (maharah istima’), tahapan pertama ini siswa dikasih kesempatan untuk mendengarkan kosakata yang diucapkan oleh guru, bila siswa sudah bisa menguasai bunyi dengan benar dan jelas, maka dilanjutkan tahapan berikutnya.

b) Berbicara (maharah kalam), tahapan kedua ini guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengucapkan kosakata secara bersamaan dan individu yang telah didengar.

c) Membaca (maharah qira’ah), tahapan ketiga penggabungan kosakata untuk dijadikan kalimat yang mengandung sebuah arti, lalu siswa dikasih waktu untuk membaca dengan suara yang keras.

d) Menulis (maharah kitabah), pada tahapan keempat guru memberi kesempatan pada siswa untuk menulis kosakata yang telah diajarkan untuk dijadikan sebuah kalimat yang mengandung arti.

3). Penutup: Guru dan siswa melakukan refleksi hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan, lalu guru memberikan motivasi pada siswa, kemudian guru menutup pembelajaran dengan berdoa sebagai akhir dari kegiatan pembelajaran mufradat bahasa arab.

4). Evaluasi: Evaluasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengetehui kemampuan tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran mufradat bahasa arab.

Dari hasil observasi dan wawancara bisa di dokumentasikan beberapa respon siswa kelas x sebagai berikut :

a) Ketertarikan secara visual siswa berfokus pada media flash card yang bergambar warna cerah.

b) Siswa lebih ceria dan bersemangat ketika disuruh untuk meniru mengucapkan kosakata secara bersamaan.

c) Siswa lebih percaya diri yang awalnya pasif mulai berinisiatif untuk berani menjawab pertanyaan guru.

d) Bahasa arab yang semula tidak disuka kini siswa mulai rajin dan bersemangat menghafal kosakata[18].

B. Beberapa faktor pendukung dan penghambat penerapan media flash card dalam pembelajaran mufradat bahasa arab di kelas x SMA Muhammadiyah 2 sidoarjo.

Implementasi media flash card dalam pembelajaran mufradat bahasa arab di kelas x mempunyai dinamika yang unik, walaupun flash card diakui paling efektif dan berpengaruh untuk mempercepat menghafal kosa kata bahasa arab, namun ada beberapa faktor sebagai pendukung dan penghambat dari penerapan media flash card tersebut, letak kesuksesannya sangat tergantung pada interaksi faktor pendukung dan penghambat dari penerapan media flash card diantaranya adalah:

1) Faktor Pendukung:

a. Meningkatkan Ingatan: Memperkuat pemahaman serta ingatan melalui visualisasi gambar dan teks.

b. Pembelajaran Aktif: Mendorong siswa untuk mengingat kembali materi secara aktif, tidak hanya membaca pasif.

c. Praktis dan Prakmatis: Ringan mudah dibawa, menyenangkan juga efektif untuk pemahaman serta pengulangan cepat.

d. Interaktif: Memungkinkan interaksi secara langsung antara guru, siswa dan materi.

e. Fleksibel: Bisa dipakai berbagai materi pelajaran seperti gambar, kosakata dan huruf hijaiyah.

2) Faktor Penghambat:

a. Keterbatasan Materi: Kurang efektif untuk materi yang sangat kompleks atau memerlukan penjelasan lebih mendalam.

b. Gangguan Konsentrasi: Siswa mudah teralihkan jika konsentrasinya rendah atau banyak gangguan.

c. Kendala Teknis: bila menggunakan flash card digital membutuhkan alat bantu (HP) dan sinyal yang stabil.

d. Keterbatasan Visual: Gambar tidak bisa terlalu banyak dan ukurannya menyesuaikan ukuran ruang kelas.

e. Keterampilan Guru: Keberhasilan tergantung kemampuan guru dalam menggunakannya secara variatif dan tepat.

Dari hasil observasi tersebut ditemukan tentang faktor yang menjadi pendukung dalam penerapan media flash card atau kartu kilat pada penelitian ini, yaitu sebagai berikut:

a. Mudah dalam pembuatannya karena bahan serta alat dari media bergambar tersebut sangat mudah didapat.

b. Praktis penggunaannya ringan untuk dibawah kemana dan kapanpun siswa bisa belajar dengan baik menggunakan media kartu bergambar ini.

c. Mudah untuk diingat, sebab kartu tersebut isinya bergambar dan selalu menarik perhatian.

d. Menyenangkan sebagai media pembelajaran, sebab waktu penerapannya dipakai dalam bentuk permaianan.

Sedangkan faktor penghambat pada media flash card atau kartu kilat ini adalah sebagai berikut:

a. Mudah rusak karna media bergambar ini memakai bahan kertas seperti hvs, karton yang menyebabkan media ini mudah robek , mudah terbakar, lusuh kenah air.

b. Pengetahuan terbatas, siswa hanya mengetahui dan hanya memahami kata dan gambar yang ada pada media flash card saja, dengan istilah lain pengetahuan anak terbatas pada kartu bergambar yang disajikan[19].

Dari hasil penelitian tersebut dengan penelitian terdahulu yang dilakukan Miftakhul Falah Islami yang menggunakan metode PTK (Penelitian Tindakan Kelas) terdapat kesamaan yaitu penggunaan media Flash Card terbukti telah mampu menunjukkan peningkatan penguasaan kosa kata yang signifikan. Begitu juga hasil dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ahmad Rofi’uddin menggunakan metode kualitatif deskriptif terdapat kesamaan pula bahwa penggunaan media flesh Card sangat efektif untuk menambah kemampuan hafalan mufradat bahasa arab. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Khoirunnisa yang juga menggunakan kualitatif ternyata tidak ada persamaan, karena berfokus terhadap masalah obyek buat experimen secara kuantitatif, yang hasilnya tidak ada perubahan terhadap siswa untuk mampu trampil berbicara bahasa arab[20].

Simpulan

Penerapan media flash card atau kartu cepat di kelas x SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo memakai model beberapa tahapan: Pertama proses implementasi, proses ini diawali dengan fase pengenalan kartu bergambar dibelakang bertuliskan kosa kata dan teks arab berharakat yang berukuran 15 x 20 cm oleh guru dihadapan para siswa disertai melafalkan artikulasi yang jelas. Kedua fase penugasan, pada tahapan ini siswa diperintah untuk meniru mengucapkan secara bersamaan lalu dengan individu melalui bimbingan gestural guru. Ketiga tahapan fase penguatan, siswa belajar melalui permainan interaktif seperti menebak gambar, mencari obyek sesuai kosa kata dan juga menyusun kartu bergambar, proses ini memicu respon pada siswa secara empiris. Beberapa faktor pendukung dan penghambat: Faktor pendukung: Menguatkan ingatan serta pemahaman melalui visual gambar dan teks, mendorong siswa untuk mengingat kembali materi secara aktif, praktis prakmatis dan efektif. Faktor penghambat: Keterbatasan materi serta memerlukan penjelasan lebih mendalam, membutuhkan sinyal yang stabil bila menggunakan flash card digital, ukuran media gambar menyesuaikan ukuran ruang kelas.

Ucapan Terima Kasih

Tidak ada kata yang pantas dan lebih baik peneliti haturkan selain ucapan beribu terimakasih kepada seluruh fihak SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo dan juga yang terlibat dalam penelitian untuk memberikan kesempatan dan ruang dalam penelitian ini, sehingga penelitian terlaksana dengan lancar sesuai dengan harapan.

Tidak lupa pula kami ucapkan beribu terimakasih juga kepada seluruh dosen pembimbing kami dengan keseriusan dan kesabaran melakukan bimbingan kepada kami demi kesuksesan dan keberhasilan yang sempurna.

References

Nurcholis, A. (2019). Tantangan Bahasa Arab Sebagai Alat Komunikasi di Era Revolusi Industri 4.0 pada Pascasarjana IAIN Tulungagung. Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab, 3(2).

Ulya, U. K., & Fauzi. (2024). Implementasi Media Flash Card untuk Meningkatkan Pemahaman Kosakata Pelajaran Bahasa Arab Kelas I MI. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3).

Aflisia, N., & Yasmar, R. (2018). Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa Arab Dosen Non Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Ihya Al-Arabiyah: Al-Sunnah Al-Arabiyah, 2.

Munawwir, A. W. (2022). Al-Munawwir. Jakarta: Yappi-Sinta Pondok Pesantren Krapyak.

Lubis, H. Z., Hardiva, A. P., Goyasa, L. A., Ilmia, R., & Matondang, S. (2025). Penggunaan Media Flash Card dalam Pembelajaran Bahasa Arab untuk Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 9(1).

Ni’mah, I. K., Zunaidah, A., & Rozikin, A. (2023). Penggunaan Flash Card untuk Meningkatkan Kemampuan Menghafal Kosakata Bahasa Arab. Shibghoh: Prosiding Ilmu Kependidikan UNIDA Gontor, 1.

Arsyad, A. (2021). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press.

Mirnawati. (2020). Penerapan Media Flash Card untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Merangkai Suku Kata. Repository UIN Suska Riau.

Arman. (2021). Media Flash Card. K. Selasih (Ed.). Goresan Pena.

Islami, M. F. (2018). Implementasi Media Flash Card dalam Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab. Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan, 8(1).

Khairunnisa, & Fauji, I. (2020). Pengaruh Media Pembelajaran Kartu Bergambar terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Siswa Kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Darul Fikri Sidoarjo. Artikel Ilmiah.

Rofi’uddin, A., & Hikma, K. (2021). Respon Siswa terhadap Penggunaan Media Flash Card dalam Pembelajaran Kosa Kata Bahasa Arab Kelas V di MI Mujahidin Jombang. Chromnative.

Iffatunnisa, F. (2024). Penggunaan Flash Card untuk Meningkatkan Hafalan Mufradat dan Maharah Kitabah Siswa. Maliki Interdisciplinary Journal (MIJ), 2, 158–161.

Umroh, I. L. (2019). Pengaruh Penggunaan Media Flash Card terhadap Pembelajaran Kosa Kata Bahasa Arab (Studi Eksperimen terhadap Siswa Kelas 1 SD Negeri Tlogorejo Sukodadi Lamongan). Neliti.

Moleong, L. J. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.

Ni’mah, I. K., Zunaidah, A., & Rozikin, A. (2023). Penggunaan Flash Card untuk Meningkatkan Kemampuan Menghafal Kosakata Bahasa Arab. Shibghoh: Prosiding Ilmu Kependidikan UNIDA Gontor, 1.

Marzoan, L., & Alawiyah, T. (2025). Implementasi Media Flash Card Bahasa Arab Bergambar dalam Meningkatkan Kemampuan Kosa Kata Bahasa Arab Anak Usia 5–6 di PAUD Al-Azkiya. Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME), 11(3).

Yasbiati, et al. (2017). Penggunaan Media Kartu Kata Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Bahasa Sunda Anak Usia Dini pada Kelompok B. Jurnal PAUD Agapedia, 1(1), 46.

Rofi’uddin, A. (2021). Respon Siswa terhadap Penggunaan Media Flash Card dalam Pembelajaran Kosa Kata Bahasa Arab Kelas V di MI Mujahidin Jombang. Chromnative.