Rendy Rakhmad Fakhrizi (1), A’rasy Fahruddin (2), Mulyadi (3), Edi Widodo (4)
General Background Condensers play a crucial role in thermal systems by converting steam into liquid through heat transfer processes. Specific Background The performance of condensers is influenced by key parameters such as pressure, temperature, and fluid flow rate, particularly in finned tube systems. Knowledge Gap Previous studies have examined general condenser performance, but limited research has focused on Pokka 5001 type condensers with louvered fins under varying pressure conditions. Aims This study aims to analyze the efficiency and heat transfer rate of a Pokka 5001 condenser using pressure variations as the primary variable. Results Experimental results show that increasing pressure from 20 to 40 Psi leads to higher efficiency values, ranging from 73.17% to 89.68%, and improves heat transfer rate and fluid work. Additionally, higher flow rates contribute to increased heat transfer performance. Novelty This study provides experimental evaluation of a Pokka 5001 finned tube condenser with controlled pressure variation and airflow conditions. Implications The findings support better operational control of pressure and flow rate to maintain optimal condenser performance in thermal systems.
Keywords: Condenser Pressure, Heat Transfer, Efficiency Analysis, Finned Tube, Thermal System
Key Findings Highlights
Efficiency increases consistently with rising operating pressure
Flow rate growth correlates with higher thermal transfer performance
Experimental data identify optimal operating conditions
Rendy Rakhmad Fakhrizi1), Dr.A’rasy Fahruddin, S.T., M.T. *,2),Mulyadi 3)Edi Widodo 4)
1) Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
2) Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
*Email Penulis Korespondensi: arasy.fahruddin@umsida.ac.id
Kondensator adalah alat penukar kalor atau penukar panas yang menggunakan turbin tekanan rendah untuk mengkondensasikan uap lama menjadi air kondensat. Air yang dikondensasi dan ditampung pada hotwell dan kemudian dikembalikan ke boiler untuk disirkulasi kembali menjadi uap. Siklus dalam kondensor melibatkan dua aliran utama: satu adalah siklus fluida panas yang berasal dari uap yang keluar dari turbin tekanan rendah, dan yang lainnya adalah siklus air pendingin yang bersumber dari air sungai Deli. Uap dari turbin tekanan rendah berfungsi sebagai fluida panas dan akan melepaskan kalor ke air pendingin saat mengalir melalui pipa-pipa kondensor, di mana air pendingin bertindak sebagai fluida dingin.
Studi tentang perpindahan energi akibat perubahan suhu di antara dua benda atau bahan disebut perpindahan kalor. Panas mengalir dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah ketika dua benda bersuhu berbeda berinteraksi.
Tujuan dari pengaruh laju aliran fluida terhadap laju perpindahan panas adalah untuk mengetahui bagaimana laju aliran fluida berdampak pada laju perpindahan panas yang akan dihasilkan selama pendiginan alat penukar panas. Alat penukar panas shell dan pipa digunakan. Menurut penelitian Yanto dan Erwin, laju alir yang berbeda berdampak pada kondensor tipe surfikal laju perpindahan panas yang dihasilkan. dari perhitungan laju perpindahan panas dengan aliran fluida pendingin adalah 587,1501 kg/s sebesar 9707788,01 kcal/s. bahwa semakin tinggi laju aliran fluida pendingin makan, semakin tinggi pula laju perpindahan panas yang terjadi.Menurut penelitian Studi Antoni dan Mahmud menunjukkan bahwa dengan meningkatkan suhu air pendingin, tekanan, saturasi, suhu rata-rata, koefisien perpindahan kalor total, dan beban kalor kondensor meningkat. Akibatnya, efisiensi termal siklus akan menurun. Dalam penelitian Daniswara dan siswantoro, nilai efektivitas tertinggi adalah 89,4 kPa dengan efektivitas 0,619, dan nilai efektivitas terendah adalah 93,21 kPa dengan efektivitas 0,503. Semakin kecil tekanan vakum di dalam kondensor, semakin baik efektivitasnya. Hal ini sebanding dengan kecepatan perpindahan panasnya.
Dalam penelitian ivan dan nazaruddin tekanan pada kondensor berpengaruh pada kenaikan efisiensi dan heat rate turbin uap. Dapat dilihat bahwa setiap kenaikan nilai tekanan -1 kPa maka berpengaruh pada rata-rata nilai heat rate turbin uap 68.233 kJ/kWh untuk beban 45 MW Netto. Sedangkan untuk nilai efisiensi turbin uap mengalami kenaikan.
Dari penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa efesiensi, tekanan kondensor berpengaruh pada laju perpindahan panas akan tetapi pada kondensor tipe POKKA 5001 ini belum di teliti. Sehingga perlu di teliti tentang kondensor tipe POKKA 5001 sirip louvered.
Tujuan untuk mengetahui efesiensi dan laju perpindahan panas pada kondensor pokka 5001 dengan tipe sirip Louvered dengan 2 buah kipas berkecepatan 3500 rpm dan mini boiler berkapasitas 10n liter . Dalam penelitian ini diperlukan alat pengukur seperti termokopel, flowmeter, dan data logger untuk memantau suhu dan laju aliran fluida dengan variasi tekanan (40, 35, 30, 25, dan 20 Psi). Adanya konsep penelitian pada benda kerja yakni bertujuan untuk mempermudah saat perancangan menggunakan proses permesinan dan dapat membuat benda kerja yang mempunyai nilai efisiensi tinggi. Pengujian dilakukan di Laboratorium FDM Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Gambar 1. Diagram Instalasi
Gambar 2. Alat Uji Kondensor
Gambar 3. Diagram alir penelitian
Dimana :
Hasil dan pembahasan memaparkan data efisiensi kondensor dan laju perpindahan panas menunjukkan variasi yang dipengaruhi oleh perubahan tekanan operasi. Peningkatan tekanan cenderung meningkatkan laju perpindahan panas akibat meningkatnya perbedaan suhu antara fluida kerja dan lingkungan, sehingga meningkatkan efisiensi kondensor. Namun, pada tekanan yang terlalu tinggi, efisiensi cenderung menurun akibat meningkatnya hambatan termal dan potensi kehilangan panas yang lebih besar. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa terdapat tekanan optimal di mana perpindahan panas mencapai nilai maksimum, sehingga kinerja kondensor dapat ditingkatkan secara signifikan dengan pengaturan tekanan yang tepat.
Adapun hasil penelitian di buat dalam satu tabulasi data dapat dilihat sebagai berikut :
Berikut merupakan grafik nilai dari laju perpindahan panas berbanding debit aliran :
Gambar 4. Laju perpindahan panas berbanding debit
Dari Gambar 4, Berdasarkan hasil pengujian dengan 5 variasi data menghasilkan perhitungan yang direpresentasikan dalam bentuk grafik perbandingan laju perpindahan panas berbanding debit aliran, sehingga dapat dilihat pada grafik dimana semakin banyak debit aliran air maka laju perpindahn panas yang terjadi semakin meningkat.
Berikut merupakan grafik nilai dari perubahan energi uap berbanding tekanan masuk :
Gambar 5. Perubahan energi uap berbanding tekanan
Dari Gambar 5, Berdasarkan hasil pengujian dengan 5 variasi data menghasilkan perhitungan yang direpresentasikan dalam bentuk grafik perubahan energi uap berbanding tekanan uap masuk, sehingga dapat dilihat pada grafik dimana semakin banyak tekanan uap masuk maka laju perpindahan panas yang terjadi semakin meningkat.
Berikut merupakan grafik nilai dari kerja fluida berbanding tekanan masuk:
Gambar 6. Kerja fluida berbanding tekanan masuk
Dari Gambar 6, Berdasarkan hasil pengujian dengan 5 variasi data menghasilkan perhitungan yang direpresentasikan dalam bentuk grafik perbandingan kerja fluida berbanding tekanan masuk, sehingga dapat dilihat pada grafik dimana semakin banyak tekanan uap masuk maka kerja fluida yang terjadi semakin meningkat.
Berikut merupakan grafik nilai dari efisiensi berbanding tekanan:
Gambar 7. Efisiensi berbanding tekanan
DariGambar 7, Berdasarkan hasil pengujian dengan 5 variasi data menghasilkan perhitungan yang direpresentasikan dalam bentuk grafik perbandingan efisiensi berbanding tekanan masuk uap, sehingga dapat dilihat pada grafik dimana semakin banyak tekanan masuk maka efisiensi kondensor yang terjadi semakin meningkat.
Berikut merupakan grafik nilai dari efisiensi berbanding debit:
Gambar 8. Efisiensi berbanding debit
Dari Gambar 8, Berdasarkan hasil pengujian dengan 5 variasi data menghasilkan perhitungan yang direpresentasikan dalam bentuk grafik perbandingan efisiensi berbanding debit air, sehingga dapat dilihat pada grafik dimana semakin banyak debit air maka efisiensi kondensor yang terjadi semakin meningkat.
Dari hasil perhitungan dari penelitian diatas maka Mekanisme kerja alat penukar panas kondensor adalah merubah uap sisa keluaran low pressure turbine menjadi air kembali, proses perubahan nya dilakukan dengan cara mengalirkan uap yang berada di shell dan air perdingin berada di tube. Dari pembahasan laju perpindahan panas bahwa dengan debit aliran yang berbeda maka akan bepengaruh terhadap laju perpindahan panas yang didapat dari perhitungan laju perpindahan panas menyeluruh dengan debit aliran 0.03 Kj/s sebesar 0.000133333 m3/s , 0.04 Kj/s sebesar 0.000166667 m3/s , 0.06 Kj/s sebesar 0.0002 m3/s, 0.08 Kj/s sebesar 0.000233333 m3/s dan debit aliran 0.12 Kj/s sebesar 0.000266667 m3/s. Dari grafik dilihat bahwa semakin besar debit aliran maka semakin besar pula laju perpindahan panas yang terjadi.
Dengan adanya perubahan pada tekanan kondensor maka mempengaruhi nilai efisiensi turbin. Pada rata rata nilai tekanan kondensor dengan efesiensi yang mengalami kenaikan dari 137.90 kPa menjadi 73.17%, 172.37 kPa menjadi 76.49%, 206.84 kPa menjadi 81.49%, 241.32 kPa menjadi 89.65%, 275.79 kPa menjadi 89.68%, Jadi nilai tekanan kondensor harus selalu dijaga karena berpengaruh efisiensi turbin uap
Dengan rasa hormat , penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, khususnya Program Studi Teknik Mesin, yang telah memberikan kesempatan, fasilitas, dan dukungan selama pelaksanaan penelitian ini. Ucapan terima kasih yang tulus disampaikan kepada Dr. A’rasy Fahruddin, S.T., M.T., selaku dosen pembimbing, atas bimbingan, arahan, dan masukan yang berharga selama proses penelitian dan penulisan artikel ini.
Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada staf Laboratorium Teknik Mesin atas bantuan teknis dalam pengoperasian alat, seperti wind tunnel, serta dukungan dalam penyediaan peralatan yang diperlukan untuk eksperimen ini. Dukungan ini sangat membantu dalam memastikan kelancaran penelitian.Tidak lupa, apresiasi yang tinggi diberikan kepada teman-teman dan rekan mahasiswa yang turut memberikan saran dan dukungan moral selama proses penyelesaian penelitian. Kepada keluarga tercinta, penulis berterima kasih atas doa, motivasi, dan dukungan emosional yang tiada henti selama proses ini.Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pada kondensor, mendukung nilai efisiensi, serta berkontribusi dalam upaya global untuk menciptakan teknologi.
J. Power Plant and A. Reza Effendi, “Analysis of Vacuum Pressure Changes in Condenser on Turbine Performance and Power Generation at PLTU Unit 1 Sebalang Using Cycle Tempo Simulation,” Jurnal Power Plant, vol. 8, no. 1, 2020.
A. L. S. Haans, A. K. Razak, H. Habibi, N. Ilham, and D. Gracecia, “Design and Development of Coconut Fiber Peeling Machine,” Jurnal Sinergi Teknik Mesin, vol. 16, no. 1, 2019.
R. Fan Akbari, Y. Sirodz Gaos, and T. Hafzara Siregar, “Performance Analysis of Condenser in Water Chiller Cooling System Capacity 300 TR,” 2021.
J. Vokasi Teknik and E. Pardede, “Heat Transfer Rate in Condenser Heat Exchanger,” 2020.
K. H. Mahmud, “Effect of Cooling Water Temperature Variation on Condenser Pressure Under Constant Load,” 2019.
S. S. M. T. Daniswara Dwinata La, “Analysis of Condenser Vacuum Effect on Heat Transfer Rate and Effectiveness in Power Plant,” Universitas Gadjah Mada Repository, 2015.
I. D. Alber and N. Sinaga, “Effect of Vacuum Pressure Changes in Condenser on Efficiency and Heat Rate of Steam Turbine,” Jurnal Simetris, vol. 12, no. 2, 2021.
M. A’rasy Fahruddin, “Design of Head Loss Test Equipment with Flow Rate Variation in Piping System,” 2020.
D. Mugisidi, A. Fajar, and O. Heriyani, “Improving Condenser Efficiency in Solar Still System,” 2021.
A. Ahmad and S. Anis, “Effect of Cooling Water Flow Rate and Condenser Position on Pine Resin Pyrolysis Condensation,” 2020.