Login
Section Innovation in Industrial Engineering

Facility Layout Redesign Reduces Material Handling Distance

Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Mengurangi Jarak Pengangkutan Material
Vol. 26 No. 4 (2025): October:

Inggrit Ananda Rahmadita (1), Atikha Sidhi Cahyana (2)

(1) Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia

Abstract:

General Background: Facility layout design plays a crucial role in improving operational efficiency and material flow within production systems. Specific Background: Ineffective layout arrangements can lead to excessive material handling distances and reduced productivity. Knowledge Gap: Previous studies have addressed layout optimization methods, but limited analysis focuses on practical implementation using Activity Relationship Chart for specific production settings. Aims: This study aims to redesign the facility layout using the Activity Relationship Chart method to minimize material movement distance. Results: The proposed layout demonstrates a reduction in material handling distance compared to the initial layout, indicating improved efficiency in production flow. The analysis also shows better arrangement of activity relationships and space utilization. Novelty: This study provides a practical application of ARC-based layout redesign in a specific production context with measurable improvements. Implications: The findings support decision-making in facility planning to achieve more efficient production systems and reduced operational inefficiencies.


Keywords: Facility Layout, Material Handling, Activity Relationship Chart, Production Efficiency, Layout Redesign


Key Findings Highlights


Proposed arrangement shortens movement path between workstations


Activity relationships guide spatial configuration decisions


Improved workflow structure observed after redesign

Downloads

Download data is not yet available.

RelayoutofCrackerFactoryUsingActivityRelationship Chart and Blocplan Methods

[Relayout Pabrik Kerupuk Dengan Menggunakan Metode Activity Relationship Chart dan Blocplan]

Inggrit Ananda Rahmadita1), Atikha Sidhi Cahyana *,2)

1)Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia

2) Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia

*Email Penulis Korespondensi: atikhasidhi@umsida.ac.id

Abstract . UD. Sumber Rezeki is an industry that focuses on the production of crackers. The problem faced by UD. Sumber Rezeki is that the capacity of the raw material warehouse and the finished material warehouse is insufficient due to an increase in production volume from 4 tons per day to 6 tons per day, therefore an expansion of the area and the addition of departments are needed. The purpose of this research is to improve operational efficiency between areas and optimize UD factory relayout. Sumber Rezeki. The methods used are Activity Relationship Chart (ARC) and Blocplan. By using these methods, the most efficient layout proposal from Blocplan is obtained with an adj score of

0.68 and an r-score of 0.77.

Keywords - Relayout, Crackers, Activity Relationship Chart, Blocplan

Abstrak . UD. Sumber Rezeki adalah industri yang berfokus dalam produksi kerupuk. Permasalahan yang dihadapi oleh UD. Sumber Rezeki adalah kapasitas gudang bahan baku dan gudang bahan jadi kurang mencukupi karena adanya peningkatan volume produksi dari 4 ton perhari menjadi 6 ton perhari, maka dari itu dibutuhkan perluasan area dan penambahan departemen. Tujuan dari penelitian ini yaitu dapat meningkatkan efisiensi operasional antar area dan mengoptimalkan relayout pabrik UD. Sumber Rezeki. Metode yang digunakan adalah Activity Relationship Chart (ARC) dan Blocplan. Dengan menggunakan metode tersebut, maka didapatkan usulan layout dari Blocplan yang paling efisiensi dengan adj score sebesar 0.68 dan r-score sebesar 0.77.

Kata Kunci - Relayout, Kerupuk, Activity Relationship Chart, Blocplan

Pendahuluan

UD. Sumber Rezeki merupakan salah satu usaha industri yang berfokus pada produksi kerupuk. Proses produksi dimulai dari pencampuran bahan hingga membentuk adonan, yang kemudian dicetak, dan dikeringkan serta yang terakhir yaitu dikemas untuk didistribusikan. Pabrik ini memproduksi berbagai jenis kerupuk antara lain kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk bawang, dan lain sebagainya dengan berbagai bentuk dan ukuran. Produk ini dipasarkan ke pasar tradisional di pulau Jawa maupun luar pulau Jawa dan di toko oleh-oleh dengan harga yang terjangkau. Maka dari itu, UD. Sumber Rezeki mempertahankan cita rasa yang khas dengan resep lokal dan mematok harga produk kerupuk ini dengan harga yang terjangkau agar dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Permasalahan yang dihadapi oleh UD. Sumber Rezeki adalah kapasitas gudang bahan baku dan gudang bahan jadi kurang mencukupi karena proses produksi mengalami peningkatan yang signifikan, dari produksi 4 ton perhari menjadi 6 ton perhari, maka persentase peningkatan produksi adalah sebesar 50%. Serta terdapat gudang bahan jadi yang berjarak 10 Km dari pabrik UD. Sumber Rezeki. Hal ini menghasilkan pemborosan di biaya transportasi dalam hal bensin, serta sewa lahan gudang tersebut. Selain itu, terdapat beberapa departemen yang luas areanya kurang memadai seperti, area teknisi, kantor, dan area packing. Loading area di UD. Sumber Rezeki juga memperhambat proses pembongkaran bahan baku dan pengangkutan produk jadi karena terdapat di satu pintu saja. Dengan demikian, UD. Sumber Rezeki berencana untuk memperluas lahan pabrik. Lahan pabrik UD. Sumber Rezeki diperluas menjadi 4758 m2 dari luas sebelumnya yaitu 2418 m2. Maka dari itu, diperlukan perancangan tata letak fasilitas pabrik yang baik agar dapat mendukung kelancaran aliran material dan efisiensi operasional [1].

Penelitian terkait pernah dilakukan oleh Alfin Anggun Nurmansyah [2], yang merancang tata letak PT. Linggarjati Mahardika Mulia dengan menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC) dan Blocplan yang memiliki tujuan memberikan usulan perbaikan tata letak di bagian produksi yang berfokus pada bagian pengelupasan kulit kayu agar dapat berjalan dengan maksimal untuk meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian lain dilakukan oleh Andri Nasution [3], yang merancang tata letak pabrik PT. Industri Nabati Lestari secara keseluruhan menggunakan metode ActivityRelationshipChart(ARC) dan Blocplanyang mempunyai tujuan mengusulkan perbaikan keseluruhan pabrik yang berfokus pada memaksimalkan penataan departemen berdasarkan fungsi dan hubungan antar departemen

tersebut. Peneliitian lain dilakukan oleh Taufik [4], yang melakukan relayoutpada produksi kursi furniturePT. Rama Teknik dengan menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC) dan dibantu dengan software fleksim, yang mempunyai tujuan mengusulkan perbaikan tata letak pabrik agar lebih optimal sehingga aliran material pada saat proses produksi dapat berjalan dengan lancar dan dapat meminimalkan waktu produksi. Beda penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah pada penelitian ini lokasi yang digunakan adalah UD. Sumber Rezeki dengan memfokuskan penelitian pada pengoptimalan proses produksi dengan memperluas areapada proses produksi kerupuk dan tata letak pabrik kerupuk. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Activity Relationship Chart (ARC) dan Blocplan.

Tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional antar area di UD. Sumber Rezeki, serta mengoptimalkan relayout pabrik UD. Sumber Rezeki dengan menggunakan metode Activity Relationship Chart dan Software Blocplan.

Metode

Pada penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan di UD. Sumber Rezeki yang berlokasi di Desa Gelam, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Dalam penelitian ini terdapat 2 jenis data yang dikumpulkan dan kemudian akan dilakukan suatu pengolahan data untuk mendapatkan hasil penelitian berdasarkan masalah pokok yang akan di bahas. Adapun data dalam penulisan skripsi ini, yaitu:

Data primer merupakan data yang dapat diperoleh melalui cara observasi dan wawancara lansung di UD. Sumber Rezeki. Data primer yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data hasil wawancara langsung kepada pemilik pabrik dan kepala produksi dari UD. Sumber Rezeki.

  1. Data Primer
  2. Data Sekunder

Data sekunder adalah sebuah data yang diperoleh oleh peneliti dari objek penelitian dengan cara tidak langsung. Buku, laporan, jurnal, serta sumber data yang mendukung merupakan metode-metode yang dapat membantu dalam pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini. Pengumpulan data sekunder juga dapat dikumpulkan melalui observasi atau dokumentasi dari objek terkait [5]. Pada penelitian ini, data sekunder yang dibutuhkan adalah data layout pabrik dan luas bangunan dari UD. Sumber Rezeki.

Pada saat melakukan observasi, di dapatkan layoutpabrik UD. Sumber Rezeki beserta luas areanya. Layoutpabrik UD. Sumber Rezeki dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar1.Layoutawal hasil observasi

Keterangan gambar 1:

  1. Bahan baku dikirim dengan menggunakan transportasi truk yang langsung menuju ke loading area. Bahan baku langsung di pindahkan ke gudang bahan baku.
  2. Bahan baku dari gudang bahan baku dipindahkan ke areaproduksi untuk dilakukan pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi.
  3. Bahan jadi dari area produksi akan masuk ke areapackinguntuk melakukan pengemasan pada produk kerupuk.
  4. Kerupuk yang sudah di kemas akan menuju ke gudang bahan jadi.

Kelemahan dari layout pabrik UD. Sumber Rezeki yang lama adalah kapasitas dari gudang bahan baku dan gudang bahan jadi kurang memadai karena adanya peningkatan produksi kerupuk. Oleh karena itu, diperlukan relayout pabrik UD. Sumber Rezeki yang baru dengan memperluas area.

  1. Activity Relationship Chart (ARC)

Activity Relationship Chart dikembangkan oleh Muther yang didefinisikan sebagai teknik sederhana dalam merancang tata letak fasilitas pabrik. Metode ini menganalisa antara aktivitas yang berhubungan dengan menggunakan simbol-simbol yang melambangkan derajat kedekatan antar departemen. Sehingga tingkat hubungan antar departemen dapat diketahui dengan menggunakan metode ini [5].

Activity Relationship Chart (ARC) dapat didefinisikan sebagai salah satu metode yang digunakan untuk merencanakan hubungan antar departemen yang dilihat dengan keterkaitan kegiatan antar departemen tersebut. Untuk merencanakan keterkaitan tersebut dapat menggunakan derajat kedekatan yang di nilai dengan melihat hubungan kegiatan antar departemen yang dinyatakan dalam bentuk huruf dan angka yang dapat menunjukkan suatu alasan dengan sandi-sandi yang dituliskan. Bentuk penilaian kualitatif dengan memperhatikan pertimbangan-pertimbangan yang sifatnya subyektif dari tiap departemen merupakan pernyataan dari metode Activity Relationship Chart. [6].

Tabel1.Derajat Hubungan ActivityRelationshipChart(ARC) [2], [7], [8]

Derajat Kedekatan Kode Warna Deskripsi
A Merah Mutlak perlu didekatkan
E Kuning Sangat penting untuk didekatkan
I Hijau Penting untuk didekatkan
O Biru Cukup/Biasa
U Putih Tidak penting
X Cokelat Tidak dikehendaki berdekatan

Pada tabel 1 terdapat simbol-simbol seperti A, E, I, O, U, dan X yang merupakan beberapa simbol yang digunakan untuk menjelaskan derajat hubungan antar departemen dengan menggunakan Activity Relationship Chart (ARC). Derajat hubungan kedekatan Activity Relationship Chart dapat memudahkan dalam melihat kedekatan antar departemen dan berguna dalam pembuatan layout pada Blocplan.

Tabel2.Deskripsi Alasan ActivityRelationshipChart(ARC) [2]

Kode Alasan Deskripsi Alasan
1 Penggunaan catatan secara bersama
2 Menggunakan tenaga kerja yang sama
3 Menggunakan space area yang sama
4 Derajat kontak personal yang sering dilakukan
5 Derajat kontak kertas yang sering dilakukan
6 Urutan aliran kerja
7 Melaksanakan kegiatan kerja yang sama
8 Menggunakan peralatan kerja yang sama
9 Kemungkinan adanya bau yang tidak mengenakan

Pada tabel 2 menjelaskan deskripsi alasan Activity Relationship Chart dengan kode alasan 1 sampai 9. Hal ini dapat memudahkan dalam merancang layout berdasarkan alasan kedekatan antar departemen.

ActivityRelationshipChartmemiliki tujuan utama dan fungsi serta kegunaan. Tujuan ActivityRelationshipChart adalah untuk mengetahui hubungan kedekatan dari antar departemen. Activity Relationship Chart mempunyai beberapa fungsi, antara lain: [9]

  1. Untuk penyusunan proses produksi dari departemen yang satu ke departemen yang lain.
  2. Untuk merencanakan penempatan departemen-departemen dalam suatu perusahaan sesuai dengan proses produksi agar dapat mempermudah dalam operasi perawatan atau perbaikan.
  3. Dapat digunakan sebagai strategi untuk meminimalkan waktu dan biaya yang diperlukan selama proses produksi.
  4. Untuk menunjukkan keterkaitan antar departemen yang disertai alasan.
  5. Dapat memperoleh gambaran untuk penyusunan daerah selanjutnya.
    • Blocplan

    Blocplan adalah salah satu metode yang dikembangkan dengan menggunakan algoritma hybrid yang memiliki fungsi untuk membantu merancang tata letak fasilitas. Dalam algoritma hybrid didapatkan algoritma konstruktif dan algoritma perbaikan yang digabungkan. Dengan adanya ini, dapat digunakan dalam merancang tata letak fasilitas dengan baik [10].

    Membentuk dan menguji dalam pengoptimalan layout yang dibantu dengan Activity Relationship Chart (ARC) merupakan fungsi dari penggunaan blocplan ini. Dalam metode ini dapat memakai aplikasi BPLAN90. Dalam algoritma ini memakai algoritma heuristik yang memuat informasi kuantitatif ataupun informasi kualitatif [11].

    Dapat meminimalkan jarak antar departemen dan memaksimalkan hubungan kedekatan antar departemen merupakan tujuan dari metode blocplan. Dengan menggunakan metode ini dapat melakukan analisa tata letak dengan single-story maupun multi-story layout [12].

    Dalam penggunaan software blocplan terdapat langkah-langkah dalam pengolahan data yang harus diikuti dari awal hingga akhir. Langkah-langkah penggunaan blocplan sebagai berikut [13][14]:

    yang paling besar

    Kelebihan dari metode blocplan adalah dapat merekomendasikan berbagai macam usulan layout baru yang sesuai dengan hasil analisa dari Activity Relationship Chart dan luas area berdasarkan sistem komputerasi. Terdapat beberapa kriteria yang dapat membantu untuk menentukan alternatif layout terbaik yaitu dengan melihat adjacency score, R- score, dan products movement [15].

    Diagram alir dari penelitian ini dapat dilihat pada gambar 2.

    Gambar2.Diagram Alir Penelitian

    Hasil dan Pembahasan

    Pengumpulan Data

    Setelah melakukan observasi di lapangan, di dapatkan data dengan layout awal untuk luas departemen UD. Sumber Rezeki dapat dilihat di tabel 3.

    Tabel3.Luas AreaDepartemen UD. Sumber Rezeki

    Nama Departemen Luas Lama (m 2 ) Luas Baru (m 2 )
    Boiler 40 40
    AreaTeknisi 16 50
    Kantor 30 108
    Gudang Bahan Baku 279 450
    Produksi 1550 1550
    Area Packing 90 350
    Gudang Bahan Jadi 189 700
    LoadingArea1 220 220
    LoadingArea2 - 1290

    Pada tabel 3, departemen areateknisi, kantor, gudang bahan baku, areapacking, dan gudang bahan jadi mengalami perluasan areauntuk mengoptimalkan proses produksi, serta terdapat penambahan areayaitu loadingarea2. Alasan perluasan area dan penambahan area terdapat pada tabel 4 berikut.

    Tabel4.Alasan Perluasan dan Penambahan Area

    Departemen Alasan
    AreaTeknisi Untuk menampung peralatan karena kebutuhan perawatan mesin meningkat seiring bertambahnyavolume produksi.
    Kantor Karena luas kantor yang lama kurang memadai untuk penempatan meja kerja staf administratif, rak berkas,dan tidak ada spaceareauntuk rapat, serta menjamu tamu.
    Gudang Bahan Baku Karena terdapat peningkatan volume produksi dari 4 ton perhari menjadi 6 ton perhari, maka kebutuhan bahan baku meningkat sebanyak 50% dan luas gudang bahan baku yang lama kurang memadai untukpenampungan bahan baku.
    Area Packing Karena area packing yang lama tidak terdapat meja kerja untuk pengemasan produk dan perlu spaceareayang lebih besar karena peningkatan jumlah produk yang dikemas.
    Gudang Bahan Jadi UD. Sumber Rezeki memiliki gudang bahan jadi dengan luas 150 M2 yang berjarak 10 KM dari pabrik, agar tidak menimbulkan pemborosan biaya sewa dan transportasi serta peningkatan volume produksi sebanyak 50%, maka diperlukan perluasan gudangbahan jadi.
    LoadingArea2 Karena jika proses pemindahan bahan baku danpengangkutan produk dilakukan di satu pintu, maka akan memperlambat kinerja.

    Pengolahan Data

    Tahapan dalam pengolahan data menggunakan 3 metode yaitu Activity Relationship Chart (ARC) untuk menentukan nilai hubungan atau keterkaitan antara masing-masing proses, Activity Relationship Diagram (ARD) untuk memberikan gambaran secara visual dari hubungan antara proses, dan Blocplan yang digunakan untuk menemukan usulan layout fasilitas yang paling efektif dan efisien dengan memperhitungkan skor yang mencerminkan tingkat keterkaitan dari ARC.

    Peta proses operasi merupakan sebuah gambaran yang menunjukkan alur proses produksi yang dijelaskan secara runtut dari proses input bahan sampai menjadi barang jadi (output). Peta proses operasi juga menjelaskan aktivitas yang terlibat selama proses produksi berlangsung [16]. Peta proses produksi ini bertujuan untuk menggambarkan tahapan proses produksi agar semua aliran produksi dapat berjalan sesuai dengan tahapan yang ada tanpa terlewatkan. Peta proses operasi memberikan manfaat yaitu waktu untuk mengerjakan semua tahapan sudah sesuai dengan keadaan dan kondisi operator maka dapat mengurangi keterlambatan operator dalam mengoperasikan mesinnya [17]. Berikut adalah peta proses operasi dari proses pembuatan kerupuk yang di dapatkan dari hasil observasi dan sudah terkonfirmasi dari kepala produksi UD. Sumber Rezeki yang ditunjukkan oleh gambar 3.

    Gambar3.Peta Proses Operasi Pembuatan Kerupuk

    Dari peta proses operasi pembuatan kerupuk pada gambar 3 menunjukkan bahwa proses pembuatan kerupuk di mulai dari pengambilan bahan baku dari gudang, setelah itu mengalami proses pengukuran berat atau menimbang bahan. Kemudian pada bahan bawang merah dan bawang putih melalui proses penggilingan dan kemudian di campur dengan tepung tapioka dan bumbu tambahan pangan. Kemudian bahan-bahan tersebut mengalami proses pencetakan, pengukusan, pendinginan, pengeringan, dan pengemasan. Pada proses pengemasan ini kerupuk akan mengalami tahap inspeksi, setelah lulus inspeksi kerupuk dapat dibawa ke gudang bahan jadi.

    Metode ActivityRelationshipChart ini didapatkan dari hasil wawancara dengan pihak expertdi perusahaan. Dari wawancara tersebut didapatkan hasil nama fasilitas atau departemen, status kedekatan antar departemen, dan alasannya. Data ActivityRelationshipChartyang sudah terkonfirmasi oleh kepala produksi UD. Sumber Rezeki dapat dilihat pada tabel 5.

    Tabel5.Departemen, Derajat Kedekatan, dan Keterangan

    Departemen 1 2 3 4 5 6 7 8 9
    Boiler - E (2,4,6,8) U (6) U (6) X (9) O (4,6) U (6) E (2,4,6,8) U (6)
    AreaTeknisi E (2,4,6,8) - O (4,6) O (4,6) E (2,4,6,8) O (4,6) U (6) O (4,6) U (6)
    GudangBahan Baku U(6) O(4,6) - O(4,6) A(4,5,6,7,8) I(4,5,6) U(6) E(2,4,6,8) U(6)
    Kantor U O O - I E O O O
    (6) (4,6) (4,6) (4,5,6) (1,4,5,6) (4,5) (4,6) (4,6)
    Produksi X(9) E(2,4,6,8) A(4,5,6,7,8) I(4,5,6) - A(4,5,6,7,8) I(4,5,6) U(6) U(6)
    AreaPacking O (4,6) O (4,6) I (4,5,6) E (1,4,5,6) A (4,5,6,7,8) - A (4,5,6,7,8) U (6) O (4,6)
    GudangBahan Jadi U(6) U(6) U(6) O(4,5) I(4,5,6) A(4,5,6,7,8) - U(6) E(2,4,6,8)
    Loading Area 1 E (2,4,6,8) O (4,6) E (2,4,6,8) O (4,6) U (6) U (6) U (6) - U (6)
    LoadingArea 2 U(6) U(6) U(6) O(4,6) U(6) O(4,6) E(2,4,6,8) U(6) -

    Gambar 4. Activity Relationship Chart

    Pada gambar 4 menyajikan hasil dari diagram ActivityRelationshipChart(ARC) yang bertujuan untuk mengukur derajat kedekatan antar departemen yang disimbolkan dengan huruf dan angka untuk mengetahui alasan kedekatannya. Seperti departemen boiler dan departemen area teknisi disimbolkan dengan huruf E yang artinya sangat penting untuk didekatkan dan mempunyai kode alasan 2 (menggunakan tenaga kerja yang sama), 4 (derajat kontak personal yang sering dilakukan), 6 (urutan aliran kerja), dan 8 (menggunakan peralatan kerja yang sama). Simbol- simbol yang dihasilkan oleh diagram ActivityRelationshipChartadalah untuk mencari alternatif layoutpada blocplan karena data yang dibutuhkan blocplan adalah derajat hubungan dari Activity Relationship Chart, nama departemen dan luas area per departemen.

    Perencanaan alternatif layout fasilitas dengan menggunakan metode Blocplan. Pengolahan data diproses dengan menggunakan aplikasi DOSBox yang didalamnya terdapat Blocplan-90. Berikut hasil dari pengolahan data menggunakan software Blocplan yang dapat dilihat pada gambar 5.

    Gambar 5. Hasil Running Iterasi Blocplan

    Gambar6.Layout Usulan Blocplan

    Pada gambar 6, menunjukkan hasil dari layout usulan dari software blocplan. Alur proses produksi yang sesuai dengan layout tersebut yaitu:

    1. Memasukkan data jumlah departemen dalam perusahaan.
    2. Memasukkan data nama serta luas masing-masing departemen yang dimasukkan ke data software BLOCPLAN90.
    3. Memasukkan data ActivityRelationshipChart.
    4. Memilih alternatif yang disediakan. Layoutyang paling optimal adalah layout yang mempunyai jumlah r-score
    5. Melakukan rancangan ulang yang disesuaikan dengan usulan dari softwareblocplan
    6. Melakukan perhitungan ulang jarak tempuh dan ongkos materialhandlingsesuai dengan layoutyang baru.
    7. Peta Proses Operasi
    8. ActivityRelationshipChart(ARC)
    9. Pengolahan Data Menggunakan Blocplan
    10. Bahan baku dikirim dengan menggunakan transportasi truk yang langsung menuju ke loadingarea1. Bahan baku langsung dipindahkan ke gudang bahan baku.
    11. Bahan baku dari gudang bahan baku dipindahkan ke areaproduksi untuk dilakukan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi.
    12. Bahan jadi dari areaproduksi akan masuk ke areapackinguntuk melakukan pengemasan pada produk kerupuk.
    13. Kerupuk yang sudah dikemas akan menuju ke gudang bahan jadi untuk menunggu pengiriman.
    14. Kerupuk yang akan dikirim dengan transportasi truk akan diarahkan ke loading area 2 untuk dilakukan proses pengangkutan.

    Layout pada gambar 6 menunjukkan posisi masing-masing departemen yang dinilai optimal. Pada layout usulan blocplan ini menunjukkan perbedaan dengan layout hasil observasi bahwa terdapat beberapa departemen yang berpindah tempat dan mengalami perluasan area seperti area teknisi yang berdekatan dengan boiler, area packing yang berada di sebelah produksi dan gudang bahan jadi, dan gudang bahan jadi yang berdekatan dengan loadingarea

    2. Serta terdapat penambahan departemen loadingarea2 pada layoutusulan.

    Simpulan

    Hasil dari penerapan metode ActivityRelationshipChart(ARC) dan Blocplanmembuat fungsi dan hubungan antar departemen lebih maksimal. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi perpindahan materialdari departemen satu ke departemen lain, serta mengoptimalkan alur proses produksi UD. Sumber Rezeki. Hal ini dapat dilihat dari penambahan departemen yaitu loading area, Karena jika proses pemindahan bahan baku dan pengangkutan produk dilakukan di satu pintu, maka akan memperlambat kinerja. Serta terdapat beberapa area yang diperluas karena peningkatan volumeproduksi. Hasil usulan layout dari Blocplandipilih layout yang paling efisien yang menunjukkan score tertinggi yaitu nilai kedekatan (adj score) sebesar 0.68 dan nilai efisiensi (r-score) sebesar 0.77.

    Kekurangan dari penelitian ini tidak membahas mengenai jarak dan biaya ongkos material handling (OMH), sehingga penelitian selanjutnya dapat menyertakan jarak dan biaya ongkos material handling (OMH).

    Ucapan Terima Kasih

    Ucapan terima kasih disampaikan kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan UD. Sumber Rezeki sebagai tempat penelitian dilaksanakan.

    Referensi

    pp. 1–16, 2023.

    JurnalPenelitian, vol. 1, no. 3, pp. 34–46, 2023.

    1. A. H. Aji Bagas and M. Irjayanti, “Analisis Perancangan Tata Letak Pabrik Kopi Java Preanger Gunung Tilu Menggunakan Metode Activity Relationship Chart (ARC),” Review of Accounting &Business, vol. 4, no. 1,
    2. M. Rizky Bayu Samudra, “Analisa Tata Letak Fasilitas Produksi Menggunakan Metode Activity Relationship Chart (ARC) Di PT Bimuda Karya Teknik Tegal,” Idea Sakti Journal, vol. 2, no. 2, pp. 34–43, 2023.
    3. I. Adiasa and N. Hudaningsih, “Perancangan Tata Letak Fasilitas Gudang Pada Proyek Pembangunan Jetty PLTMGU Lombok Peaker menggunakan Metode Systematic Layout Planning (SLP) dengan Algoritma Blocplan,” Jurnal Informatika Teknologi dan Sains, vol. 5, no. 1, pp. 202–209, 2023.
    4. Y. Maulana and Taufik, “Perancangan Tata Letak Proses Produksi Kursi Furnitur Menggunakan Metode Activity Relationship Chart (ARC) di PT. Rama Teknik,” Jurnal Optimalisasi, vol. 10, no. 01, pp. 61–68, 2024.
    5. A. Nasution and B. Anugerah, “Relayout Keseluruhan Pabrik PT. Industri Nabati Lestari Dengan BLOCPLAN Tool Analysis,” Jurnal SIstem Teknik Industri (JSTI), vol. 22, no. 1, pp. 15–21, 2020.
    6. D. Nur, A. Firdasafitri, and Z. Arief, “Re-Layout Gudang Produk Jadi Sak Semen Dengan Menggunakan Metode Share Storage Area Packer Tuban IV Pada PT. Semen Indonesia (PERSERO) TBK,” Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri, vol. 3, no. 1, pp. 744–752, 2023, doi: 10.46306/tgc.v3i1.
    7. A. Yulistio, M. Basuki, and A. Azhari, “Perancangan Ulang Tata Letak Display Retail Fashion Menggunakan Activity Relationship Chart (ARC),” Jurnal Ilmiah Teknik Industri, vol. 10, no. 1, pp. 21–30, 2022, doi: 10.24912/jitiuntar.v10i1.9388.
    8. J. M. Apple, TataletakPabrikdanPemindahanBahan. Bandung: ITB , 1990.
    9. A. Baihaqi, D. P. Rahmawati, L. A. Syukur, O. T. Livia, S. Dwina Hutapea, and S. A. Yusmar, “SAINS: Jurnal Manajemen dan Bisnis Evaluasi Tata Letak Fasilitas Toko Retail Indomaret dengan Menggunakan Metode Activity Relationship Chart (ARC),” JurnalManajemendanBisnis, vol. 15, no. 2, pp. 209–222, 2023, [Online]. Available: http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jsm
    10. Rizky Fadilla A and Ayu Wulandari P, “Literatur Review Analisis Data Kualitatif: Tahap Pengumpulan Data,”
    11. Y. Muharni, “Perancangan Tata Letak Fasilitas Gudang Hot Strip Mill Menggunakan Metode Activity Relationship Chart dan Blocplan,” Jurnal Teknik Industri: Jurnal Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah dalam Bidang Teknik Industri, vol. 8, no. 1, pp. 44–51, 2022, doi: 10.24014/jti.v7i2.11526.
    12. D. Ariyanto, C. Widhiyanto, S. Albern, and Suseno, “Perbaikan Tata Letak Penyimpanan dengan Metode Class Based Stotage, Blocplan, dan Dedicated Storage pada RSPAU Hardjolukito,” Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi, vol. 1, no. 2, pp. 16–25, 2023, doi: 10.59024/jisi.v1i2.411.
    13. M. Milzam Abdurrahmad, R. Kastaman, and Totok Pujianto, “Rancang Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi untuk Efisiensi Produksi Kopi di PT Sinar Mayang Lestari Menggunakan Metode Systematic Layout Planning dan Software Blocplan,” Jurnal Agrikultura, vol. 2021, no. 2, pp. 146–157, 2021.
    14. A. Rozak, A. D. Kristanto, G. S. Raharjo, and N. A. Saleh, “Penerapan ARC dan ARD untuk Membuat Rancangan Layout Fasilitas pada Pabrik Kerupuk Menggunakan BLOCPLAN Di CV Arto Moro,” Bulletinof Applied Industrial Engineering Theory, vol. 2, no. 2, pp. 145–149, 2021.
    15. Kholifah U. and Suhartini, “Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi dengan Metode Systematic Layout Planning dan BLOCPLAN untuk Meminimasi Biaya Material Handling pada UD. Sofi Garmen,” Journal of Research and Technology, vol. 7, no. 2, pp. 151–162, 2021.
    16. J. Immanuel, Amelia Santoso, and Markus Hartono, “Analisis perancangan tata letak fasilitas di perusahaan XYZ produksi kedelai dengan systematic layout planning,” JENIUS:JurnalTerapanTeknikIndustri, vol. 4, no. 2, pp. 250–261, Nov. 2023, doi: 10.37373/jenius.v4i2.555.
    17. A. F. Islaha and A. S. Cahyana, “Upaya Peningkatan Produktivitas Dengan Meminimasi Waste Menggunakan From To Chart (FTC),” PROZIMA(Productivity,OptimizationandManufacturingSystemEngineering), vol. 1, no. 2, pp. 107–115, 2017, doi: 10.21070/prozima.v1i2.1289.

References

A. H. Aji Bagas and M. Irjayanti, “Analysis of Facility Layout Design of Java Preanger Coffee Factory Using Activity Relationship Chart (ARC),” Review of Accounting and Business, vol. 4, no. 1, pp. 1–16, 2023.

M. R. B. Samudra, “Analysis of Production Facility Layout Using Activity Relationship Chart at PT Bimuda Karya Teknik Tegal,” Idea Sakti Journal, vol. 2, no. 2, pp. 34–43, 2023.

I. Adiasa and N. Hudaningsih, “Warehouse Facility Layout Design in Jetty Construction Project Using Systematic Layout Planning and Blocplan Algorithm,” Jurnal Informatika Teknologi dan Sains, vol. 5, no. 1, pp. 202–209, 2023.

Y. Maulana and Taufik, “Design of Furniture Production Layout Using Activity Relationship Chart at PT Rama Teknik,” Jurnal Optimalisasi, vol. 10, no. 1, pp. 61–68, 2024.

A. Nasution and B. Anugerah, “Plant Relayout Using BLOCPLAN Tool Analysis,” Jurnal Sistem Teknik Industri, vol. 22, no. 1, pp. 15–21, 2020.

D. Nur, A. Firdasafitri, and Z. Arief, “Finished Goods Warehouse Relayout Using Shared Storage Method at PT Semen Indonesia,” Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri, vol. 3, no. 1, pp. 744–752, 2023.

A. Yulistio, M. Basuki, and A. Azhari, “Retail Display Layout Redesign Using Activity Relationship Chart,” Jurnal Ilmiah Teknik Industri, vol. 10, no. 1, pp. 21–30, 2022.

J. M. Apple, Plant Layout and Material Handling. Bandung: ITB, 1990.

A. Baihaqi et al., “Evaluation of Retail Store Layout Using Activity Relationship Chart Method,” Jurnal Manajemen dan Bisnis, vol. 15, no. 2, pp. 209–222, 2023.

R. F. A. and A. W. P., “Literature Review of Qualitative Data Analysis: Data Collection Stage,” Jurnal Penelitian, vol. 1, no. 3, pp. 34–46, 2023.

Y. Muharni, “Warehouse Layout Design Using ARC and Blocplan,” Jurnal Teknik Industri, vol. 8, no. 1, pp. 44–51, 2022.

D. Ariyanto et al., “Storage Layout Improvement Using Class-Based Storage and Blocplan,” Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi, vol. 1, no. 2, pp. 16–25, 2023.

M. M. Abdurrahmad, R. Kastaman, and T. Pujianto, “Production Layout Redesign for Coffee Industry Using SLP and Blocplan,” Jurnal Agrikultura, pp. 146–157, 2021.

A. Rozak et al., “Application of ARC and ARD for Facility Layout Design Using Blocplan,” Bulletin of Applied Industrial Engineering Theory, vol. 2, no. 2, pp. 145–149, 2021.

Kholifah U. and Suhartini, “Facility Layout Redesign Using SLP and Blocplan to Minimize Material Handling Cost,” Journal of Research and Technology, vol. 7, no. 2, pp. 151–162, 2021.

J. Immanuel, A. Santoso, and M. Hartono, “Facility Layout Analysis Using Systematic Layout Planning in Soybean Production Company,” JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri, vol. 4, no. 2, pp. 250–261, 2023.

A. F. Islaha and A. S. Cahyana, “Productivity Improvement by Minimizing Waste Using From-To Chart,” PROZIMA, vol. 1, no. 2, pp. 107–115, 2017.