Hanifah Burhanuddin (1), Akhmad Ahfas (2)
General Background Maritime tourism development increases the use of large vessels such as phinisi cruise ships which have operational safety challenges. Specific Background The large structure of phinisi ships creates blind spots that can lead to potential collisions with smaller vessels. Knowledge Gap Existing navigation systems have limited capability in detecting objects within blind spot areas in real-time. Aims This study aims to design and implement a blind spot sensing alert system using a laser distance sensor based on Arduino Uno. Results The developed system is capable of detecting object presence within blind spot areas and providing warning signals to assist navigation awareness. Novelty The integration of laser distance sensing with a simple microcontroller-based system provides a practical solution for blind spot monitoring on traditional vessels. Implications This system can support maritime safety by reducing collision risk and can be further developed for wider implementation in similar ship types.
Keywords: Blind Spot Detection, Phinisi Ship, Laser Distance Sensor, Arduino Uno, Maritime Safety
Key Findings Highlights
Hanifah Burhanuddin1), Akhmad Ahfas*,2)
1) Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
2) Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
*Email Penulis Korespondensi: ahfas@umsida.ac.id
Abstract The phinisi cruise ship is a traditional vessel unique to Indonesia that is highly sought after by tourists, both domestic and international. In particular, foreign tourists admire the ethnic design of this ship, which cannot be found in their home countries. However, the large size of the phinisi cruise ship creates blind spots that pose potential dangers to fishing boats or other smaller vessels. Therefore, a sensing alert system has been developed to monitor the blind spots on this ship, enabling it to track and provide warnings about the ship's position in order to avoid collisions with objects in those blind spots.
Keywords - Blindspot Alert Sensing System, Laser Distance Sensor.
Abstrak . Kapal pesiar phinisi merupakan kapal tradisional khas Indonesia yang sangat diminati oleh wisatawan, baik lokal maupun internasional. Khususnya wisatawan mancanegara, mereka mengagumi desain etnik kapal ini yang tidak dapat ditemukan di negara asal mereka. Namun, ukuran besar kapal pesiar phinisi menciptakan titik buta yang berpotensi berbahaya bagi kapal nelayan atau kapal kecil lainnya. Oleh karena itu, sistem sensing alert untuk mengawasi titik buta pada kapal ini dikembangkan, agar dapat memantau dan memberikan peringatan mengenai posisi kapal guna menghindari tabrakan dengan objek di titik buta.
Kata Kunci – Sistem Sensing Alert Titik Buta, Sensor Laser Jarak.
Menurut laporan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio menyatakan, pada 2019 ekonomi sektor pariwisata Indonesia berkontribusi terhadap PDB Indonesia sebesar 5,5%, Devisa negara mencapai 280 Triliun dan jumlah tenaga kerja pada sektor ini mencapai 13 juta orang[1]. Tentu saja jumlah tersebut sedikit menurun jika kita korelasikan terhadap pandemi global COVID 19 yang menimpa Indonesia di kuartal terakhir tahun 2019 hingga kini[2]. Namun di tahun 2022 ini seiring dengan tren menurunnya kasus COVID 19 di Indonesia, pemerintah akan mendorong upaya pemulihan perekonomian pada sektor pariwisata baik domestik maupun mancanegara.
Dari beberapa data diatas, industri perkapalan pada sektor pariwisata akan tumbuh dengan pesat. Sebagai salah satu contoh pada kapal pesiar phinisi, kapal khas Indonesia ini sangat digemari oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara terlebih lagi wisatawan mancanegara yang sangat suka dengan desain khas kapal ini yang memberi kesan etnik khas ala Indonesia yang tak dapat mereka jumpai di negara mereka[3].
Dengan besarnya pangsa pasar dari sektor inilah yang mendorong penulis untuk dapat berinovasi dengan beberapa pembaharuan pada segi sistem keamanan kapal Phinisi yang berupa Sistem deteksi (SensingAlert) pada titik buta kapal yang diharapkan dapat mengurangi resiko menabrak kapal-kapal nelayan kecil yang berada pada titik buta kapal[4].
Copyright © Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License (CC BY).
The use, distribution or reproduction in other forums is permitted, provided the original author(s) and the copyright owner(s) are credited and that the original publication in this journal is cited, in accordance with accepted academic practice. No use, distribution or reproduction is permitted which does not comply with these terms.
Proses penelitian dan pelaksanaan Sistem Sensing Alert Titik Buta pada Kapal Pesiar Phinisi menggunakan Sensor Ultrasonik berbasis Arduino untuk mencapai hasil optimal melibatkan langkah-langkah berikut: observasi kondisi sekitar kapal (1), studi pustaka (2), analisis masalah (3), perancangan alat (4), pengujian alat (5), dan implementasi (6).
Gambar 1. Diagram Alur
Diagram alur di atas menjelaskan langkah-langkah sebagai berikut:
mikrokontroller Arduino akan memproses data yang diterima dari sensor sesuai dengan program yang telah dibuat.
Gambar 2. Blok Diagram
Pada gambar diagram blok di atas, terdapat penjelasan mengenai fungsi dari sensor Laser Distance, yang memiliki peran penting dalam mendeteksi objek yang berada di titik buta kapal. Titik buta ini adalah area di sekitar kapal yang tidak dapat terlihat oleh juru mudi, terutama dalam kondisi pencahayaan yang rendah seperti pada malam hari. Dalam situasi tersebut, visibilitas menjadi sangat terbatas, sehingga risiko tabrakan dengan objek di sekitar kapal meningkat.
Sensor Laser Distance ini dirancang untuk secara otomatis mengukur jarak antara kapal dan objek di sekitarnya. Data yang dikumpulkan oleh sensor akan diproses oleh Mikrokontroller Arduino, yang telah diprogram dengan algoritma khusus untuk menginterpretasi informasi dari sensor[5]. Setelah pemrosesan, jarak objek tersebut akan ditampilkan di Layar OLED, yang memberikan visualisasi jelas kepada juru mudi mengenai posisi objek yang terdeteksi. Selain itu, sistem juga dilengkapi dengan buzzer yang akan memberikan peringatan suara, sehingga juru mudi dapat segera menyadari adanya objek yang berpotensi membahayakan dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghindari tabrakan[6]. Dengan demikian, sistem ini meningkatkan keselamatan dalam navigasi kapal, terutama dalam situasi yang sulit[7].
Gambar 3. Wiring Diagram
Pada Gambar 3, diagram wiring menjelaskan bahwa pin analog pada Arduino Uno R3 dihubungkan dengan dua masukan, yaitu dua sensor ToF Laser Distance yang terletak di sisi kanan dan kiri[8]. Masing-masing sensor ini berfungsi untuk mendeteksi arah objek yang menghalangi kapal. Selain itu, pin protokol komunikasi (SCL dan SDA) terhubung ke layar OLED[9]. Pin digital juga terhubung ke buzzer di sisi kanan dan kiri, yang berfungsi memberikan panduan audio terkait jarak objek yang menghalangi kapal[10].
Berikut adalah rincian mengenai koneksi hardware dan alamat pin pada Arduino Uno:
Gambar 4. Program Arduino Uno
Gambar 5. Program Arduino Uno
Gambar 6. Program Ardino Uno
Gambar 7. Program Arduino Uno
Pada Gambar 4 hingga Gambar 7, terdapat sketsa program untuk Arduino Uno yang digunakan dalam pengoperasian sistem ini.
A. Pengujian Layar OLED
Tabel 2. Pengujian Layar OLED
Tabel 3. Pengujian Alat Keseluruhan
Dalam penelitian ini, tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan keselamatan dalam navigasi laut dan diharapkan dapat mengurangi risiko tabrakan dengan objek yang berada di titik buta kapal, terutama dengan kapal- kapal kecil. Dengan adanya alat ini, diharapkan dapat memberikan bantuan yang signifikan bagi awak kapal, terutama bagi juru mudi kapal pesiar phinisi.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan Laboratorium Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Sidoarjo atas bantuan mereka dalam proses penelitian dan penyusunan laporan, sehingga semua dapat diselesaikan dengan baik.
UnikaSoegijapranata, vol. 2, 2021.
Berbasis Logika Fuzzy di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” SandarKapal MenggunakanLog.Fuzzy, vol. 2, no. 2, pp. 1–62, 2013.
V. Y. Susanto, “Sepanjang 2019, Devisa Sektor Pariwisata Mencapai Rp 280 Triliun,” *Kontan.co.id*, pp. 1–6, 2020.
M. Fikri and M. Rivai, “Sistem Penghindar Halangan Dengan Metode LiDAR Pada Unmanned Surface Vehicle,” *Jurnal Teknik ITS*, vol. 8, no. 2, Jan. 2020.
W. Indonesia, “Pinisi,” *Wikipedia: The Free Encyclopedia*, 2022.
M. Iqbal, P. D. Wibawa, and R. Nugraha, “Perancangan Sistem Kendali Kapal Untuk Menghindari Tabrakan Menggunakan Pengolahan Citra,” *eProceedings of Engineering*, vol. 4, no. 2, 2017.
I. W. K. E. Putra, “Sistem Kerja Sensor Laser Pada LiDAR,” *Jurnal Media Komunikasi Geografi*, vol. 17, no. 1, pp. 59–70, 2016.
B. F. Setiawan, “Implementasi Object Tracking Untuk Deteksi Titik Laser Menggunakan Raspberry Pi 4,” *Unika Soegijapranata*, vol. 2, 2021.
R. Gunawan, A. S. Aisjah, and A. A. Masroeri, “Perancangan Sistem Kontrol Sandar Kapal Otomatis Berbasis Logika Fuzzy Di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” *Jurnal Teknik Perkapalan*, vol. 2, no. 2, pp. 1–62, 2013.
M. R. Ridho, “Panduan Lengkap: Apa Itu Arduino Uno Dan Manfaatnya,” *Telkom University*, 2020.
K. P. M. A. A. C. Purnama, “Sistem Kendali Manuver Untuk Menghindari Tabrakan Pada Kapal Patroli Cepat Berbasis Pengujian Model,” 2017.
K. Guspa, “Pendeteksi Jarak Pada Kapal Laut Menggunakan Sensor Ultrasonic,” *Tugas Akhir*, 2018.