Login
Section Innovation in Electrical Engineering

IoT Based Smart Door Lock With QR Code Access

Kunci Pintu Pintar Berbasis IoT dengan Akses Kode QR
Vol. 26 No. 3 (2025): July:

Irsyad Nafi Afriadi (1), Izza Anshory (2)

(1) Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia, Indonesia

Abstract:

General Background The development of digital technology has enabled more advanced and practical home security systems. Specific Background Smart door lock systems are increasingly used to replace conventional locks due to their flexibility and remote control capabilities. Knowledge Gap Existing systems often rely on single authentication methods and lack integrated control through mobile applications and IoT connectivity. Aims This study aims to design and implement a prototype smart door lock system using QR code authentication integrated with an IoT platform. Results The system utilizes NodeMCU ESP8266, relay modules, solenoid door lock, and Blynk application, showing successful operation with WiFi control at a distance of 9 meters with obstacles and 11 meters without obstacles, and an average response delay of 1.1 seconds. Novelty The integration of QR code authentication with Blynk-based IoT control provides a combined access and remote control mechanism within a single system. Implications This system offers a practical solution for improving home security with remote access and real-time control through mobile devices.


Keywords: Smart Door Lock, Internet of Things, QR Code, NodeMCU ESP8266, Blynk


Key Findings Highlights



  1. System operates reliably within limited wireless range conditions

  2. Command execution shows consistent response time under testing scenarios

  3. Integrated authentication and remote control functions operate in one platform

Downloads

Download data is not yet available.

Implementation Of QR Code on IoT – based Smart Door Lock Prototype

[Implementasi QR Code pada prototype Smart Door Lock berbasis IoT ]

Irsyad Nafi Afriadi1), Izza Anshory*,2)

1)Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia

2)Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia

*Email Penulis Korespondensi: izzaanshory@umsida.ac.id

Abstract . Technological innovation provides progress in the ease of operating things digitally. One example of this innovation is smart door lock technology. This research aims to apply this technology to a prototype to control a door using an application. The research method used is research and development by carrying out various tests on the NodeMCU microcontroller, three-channel relay, with the Blynk application. The research results show that the Blynk smart door lock application can work to control the microcontroller at a distance using a WiFi signal at a distance of 9 meters without being blocked by a wall and a distance of 11 meters without being blocked by a wall. The relay functions well to control solenoids and DC motors. Giving commands from the button in the Blynk application has an average delay of 1.1 seconds to c ontrol the door.

Keywords - Blynk; NodeMcU; Relay; Smar tdoorLock

Abstrak. Inovasi teknologi memberikan kemajuan dalam kemudahan mengoperasikan sesuatu secara digital. Salah satu contoh inovasi tersebut adalah teknologi smart door lock. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan teknologi tersebut ke sebuah purwarupa untuk mengontrol sebuah pintu nmenggunakan sebuah aplikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah riset dan pengembangan dengan melakukan beragam pengujian ke mikrokontroler NodeMCU, relay tiga channel, dengan aplikasi Blynk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa smart door lock aplikasi blynk dapat bekerja mengontrol mikrokontroller dengan jarak menggunakan sinyal wifi dengan jarak 9 meter dengan terhalang oleh dinding dan jarak 11 meter dengan tidak terhalang oleh dinding. Relay berfungsi dengan baik untuk mengontrol solenoid dan motor DC Pemberianperintah dari button pada aplikasi Blynk memiliki delay rata-rata 1.1 detik untuk mengendalikan pintu tersebut

Kata Kunci - Blynk; NodeMcU ; Relay; Smart doorLock

I. Pendahuluan

  • Kemajuan dan meningkatnya kompleksitas teknologi telah menjadikan rumah sebagai tempat tinggal. Keamanan dan kenyamanan merupakan faktor yang utama, baik saat berada didalam maupun meninggalkan rumah.1 Keamanan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan sehari – hari, Keamanan memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi setiap orang sehingga dapat menjalankan rutinitas sehari – hari dengan baik.2
  • Pada saat ini sistem pintu kebanyakan menggunakan kunci tradisional, yang tidak efisien untuk rumah dengan banyak pintu, hal ini disebabkan karena banyak kunci yang harus dijaga dan kunci tradisional rentan terhadap pencurian oleh pencuri.3 dibeberapa negara maju ada banyak perusahaan yang menyediakan sistem kemanan mandiri yang dapat diakses menggunakan perangkat seluler
  • Rumah dijadikan sebagai tempat berlindung diri bagi setiap orang. Kunci rumah berperan penting dalam sistem keamanan rumah.4 Kunci adalah sebuah perangkat yang diproduksi dengan proses mekanik atau elektrikal yang menerima peristiwa yang berisi informasi rahasia yang akan digunakan sebagai identifikasi perangkat untuk memenuhi kondisi yang telah ditentukan sebelumnya. Kunci biasanya digunakan untuk membatasi hak yang berwenang dan tidak berwenang.56.
  • Metode verifikasi dan ulocking menjadi semakin rumit. banyak orang sudah menggunakan informasi biometric yang unik sehingga semakin sulit untuk di salin atau di duplikat, misalnya informasi tentang bentuk iris mata, sidik jari bahkan bentuk wajah digunakan untuk melakukan proses otentikasi pada sistem kunci.Internet Of Things (IoT) adalah konsep yang dirancang untuk memperluas keunggulan koneksi internet tanpa batas7.
  • Memiliki kelebihan dalam berbagai data, remote control, dan lain – lain. Tetapi ada Batasan pemrosesan dan media penyimpanan data yang terbatas pada perangkat IoT. Internet Of Things menyediakan identifikasi objek melalui struktur komunikasi bersasis internet. Pada prinsipnya Internet Of Things merupakan perkembangan dari teknologi internet yang menjalankan berbagai fungsi dengan menghubungkan perangkat seperti sensor, perangkat IoT dapat diimplementasikan menggunakan sistem tertana, karena sering kali dapat menghemat daya, tetapi terdapat kekurangan dalam penyimpanan data.8
  • Beberapa penelitian terdahulu mengenai smart door lock telah banyak ditulis, diantaranya penelitian dari Novi Lestari (2020) penelitian tersebut menggunakan sensor getar (Vibration Sensor) yang digunakan untuk mendeteksi apabila terdapat ketukan pintu maka pintu otomatis akan terbuka dengan sendirinya.
  • Peneitian selanjutnya dari moch Iqbal Tawakal ( 2021 ) dimana peneliti membuat perangkat smart door lock menggunakan radio frequency identification ( RFID ) berbasis internet of things dengan menggunakan mikrokontroller nodeM. KTP tersebut digunakan untuk mengakses pintu tersebut.9
  • Terakhir penelitian selanjutnya dari Jason Evander ( 2022 ) pada penelitian tersebut menggunakan dua cara yaitu dengan scan qr code dan fitur NFC Tag berupa sticker yang ditempelkan pada smartphone pengguna. Code Qr tersebut dibantu scanning dengan menggunakan alat kamera dan NFC Tag dibantu dengan menggunakan gelombang radio frequency untuk identifikasi obyek.10
  • Penelitian saat ini akan mengimplementasikan teknologi smart door ke dalam suatu sistem yang utuh untuk mengendalikan sebuah pintu yang dapat dikontrol dengan mudah nenggunakan smartphone penghuni yang terhubung melalui sistem protocol Internet Of Things (IoT). Smart door ini menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai mikrocontroller utama yang berfungsi sebagai pemroses data.11 aplikasi blynk pada prototype smart door ini digunakan sebagai penghubung antara alat dan smartphone. relay sebagai kendali solenoid dan motor dc untuk menggerakan pintu tersebut.12

II. Metode

Penelitian ini menggunakan metode riset dan pengembangan dengan melakukan menguji keefektifan alat melalui berbagai macam eksperimen, perbaikan, dan finalisasi alat untuk mengatasi masalah yang dihadapi dan mencapai tujuan akhir dimana produk berfungsi sesuai dengan tujuan penelitian. Tahapan – tahapan dalam metoder iset dan pengembangan adalah identifikasi masalah (1); studi kepustakaan (2);perancangan (3); pengujian (4); perbaikan (5); dan implementasi.

Gambar 1. Blok Diagram

Penelitian ini memanfaatkan charger handphone sebagai input tegangan 5V ke NodeMCU dan adaptor 12V untuk solenoid door lock. Kemudian terdapat qr – code sebagai input dan blynk sebagai control untuk smart door tersebut. data yang masuk kemudian akan diproses oleh mikrokontroller NodeMCU dan akan menggerakan relay yang akan mengendalikan sebuah motor DC dan solenoid door lock tersebut.

Gambar 2. Flowchart

Flowchartdiatas menjelaskan tentang tahapan proses terjadinya suatu sistem yang penggambaran secara grafik dari tahapan suatu program. Dilihat dari gambar flowchart diatas, aplikasi terlebih dahulu menscan barcode, Program dijalankan dan terhubung dengan tegangan data akan langsung diproses oleh NodeMcu. NodeMcu akan menanyakan apakah QR Code valid, apabila tidak valid maka relay tidak aktif dan selenoid tidak On. Apabila valid maka relay aktif dan selenoid terbuka, blynk mengontrol pintu, motor bergerak dan kunci pintu terbuka.

  1. Blok Diagram
  2. Flowchart
  3. Wiring diagram

Gambar 3. Wiring diagram

Gambar diatas mikrokontroller NodeMCU ESP8266 menjadi otak pemroses data, sistem ini menggunakan adaptor 12V untuk menggerakan solenoid door lock dan motor DC, pin D3 dan D4 dihubungkan ke IN1 dan IN2 relay 1 untuk mengontrol gerak motor DC, pin D5 dihubungkan ke IN 1 relay 2 untuk mengontrol solenoid door lock, input VCC relay dihubungkan ke Vin NodeMcu dan GND relay dihubungkan ke GND NodeMCU.

III. Hasil dan Pembahasan

Gambar 4. Hasil pembuatan alat

Naskah Realisasi alat seperti yang terlihat pada gambar diatas menujukan tarmpilan smart door lock dimana d bagian dalam tersebut terdapat beberapa komponen dan rangkaian elektronika seperti relay, NodeMCU motor DC, Selenoid door lock

Pengujian sinyal wifi dilakukan untuk menguji kondisi sinyal wifi dalam seberapa jauh sinyal tersebut dapat menjangkau

Tabel 1. Pengujian sinyal

Pengujian Jarak Kondisi Ke- ( m) Terhalang Dinding Tidak Terhalang Dinding
1 1 Selenoid Aktif Selenoid Aktif 2 3 Selenoid Aktif Selenoid Aktif 3 5 Selenoid Aktif Selenoid Aktif 4 7 Selenoid Aktif Selenoid Aktif 5 9 Selenoid Aktif Selenoid Aktif 6 11 Selenoid Tidak Aktif Solenoid Aktif 7 13 Solenoid Tidak Aktif Solenoid Tidak Aktif 8 15 Solenoid Tidak Aktif Solenoid Tidak Aktif 9 17 Solenoid Tidak Aktif Solenoid Tidak Aktif 10 19 Solenoid Tidak Aktif Solenoid Tidak Aktif

Hasil Pengujian pada tabel 2 diatas menujukan bahwa solenoid door lock tersebut berfungsi dengan rentang jarak 11 m dengan kondisi tidak terhalang oleh tembok dan berfungsi dengan rentang jarak 9 m dalam kondisi terhalang tembok.

Pengujian respon data ini ditunjukan untuk mengetahui kondisi delay antara waktu pembacaan mikrokontroller dan pengiriman perintah melalui aplikasi blynk.

Tabel 2. Respon Data

Pengujian ke- Waktu Tunggu (s) Kecepatan Respon
1 1.0 CEPAT
2 1.1 CEPAT
3 1.0 CEPAT
4 1.4 CEPAT
5 1.2 CEPAT
6 1.0 CEPAT
7 1.3 CEPAT
8 1.1 CEPAT
9 1.2 CEPAT
10 1.3 CEPAT
Rata-rata delay 1.1

Dari data tabel respon diatas didapat bahwa waktu respon data waktu pembacaan mikrokontroller dan perintah dari pengiriman perintah melalui aplikasi blynk rata – rata tersebut sangat relatif cepat.

  1. H asil realisasi alat
  2. Pengujian sinyal wifi
  3. Pengujian Respon data
  4. Pengujian aplikasi blynk

Pengujian ini pada aplikasi blynk yang telah dibuat dan terpasang di smartphone pengguna. Didalam blynk terdapat widget yang digunakan berupa tiga buah push button yang berfungsi untuk mengendalikan solenoid dan motor DC.

Gambar 5. Tampilan aplikasi blynk

Dalam menggunakan aplikasi blynk seperti yang ditampilkan gambar diatas menunjukan saat pengguna menekan button tersebut maka solenoid akan aktif dan membuka kunci tersebut dan untuk menggerakan pintu pengguna cukup menekan button buka pintu maka pintu akan terbuka. Dan untuk menutup pintu pengguna cukup menekan button tutup maka pintu akan tertutup.

IV. Simpulan

Perkembangan teknologi didunia ini semakin mudah dan cepat. Pada perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan kemanan rumah dengan mudah. Hasil yang diperoleh diperancangan ini aplikasi blynk dapat mengontrol mikrokontroller dari jarak yang cukup jauh dengan menggunakan sinyal wifi dengan jarak 9 meter dengan terhalang oleh dinding dan jarak 11 meter dengan tidak terhalang oleh dinding

Ucapan Terima Kasih

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Laboratorium Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Sidoarjo atas bantuan dalam proses penelitian dan pembuatan laporan sehingga dapat terselesaikan dengan baik

Referensi

[2]A. Basit, A. Sya’bani Putra, G. Ayu Revira, and R. Nur Widia, “Smart Door Lock Berbasis QR Code,” Smart Comp Jurnalnya Orang Pint. Komput., vol. 11, no. 1, pp. 5–8, 2022, doi: 10.30591/smartcomp.v11i1.3179.

[3]T. Novianti, “Rancang Bangun Pintu Otomatis dengan Menggunakan RFID,” J. Tek. Elektro dan Komput. TRIAC, vol. 6, no. 1, pp. 1–6, 2019, doi: 10.21107/triac.v6i1.4878.

[4]K. Y. Sun, Y. Pernando, and M. I. Safari, “Perancangan Sistem IoT pada Smart Door Lock Menggunakan Aplikasi BLYNK,” JUTSI (Jurnal Teknol. dan Sist. Informasi), vol. 1, no. 3, pp. 289–296, 2021, doi: 10.33330/jutsi.v1i3.1360.

[5]A. Salam and S. B. Bhaskoro, “Sistem Keamanan Cerdas pada Kunci Pintu Otomatis menggunakan Kode QR,” Cybernetics, vol. 5, no. 01, pp. 1–11, 2021, doi: 10.29406/cbn.v5i01.2307.

[6]K. Prihandani and A. Susilo Yuda Irawan, “Door Lock Berbasis Internet of Things,” Systematics, vol. 1, no. 1, p. 22, 2019, doi: 10.35706/sys.v1i1.2006.

[7]M. L. Hakim, I. Yunianto, and M. Z. Mutaqin, “System Smart Door Lock Pada Ruang Lab Komputer SMA Muhammdiyah 9 Kota Bekasi Berbasis Arduino Nano,” JUPITER J. Comput. Inf. Technol., vol. 4, no. 1, pp. 38–47, 2023, doi: 10.53990/jupiter.v4i1.207.

[8]R. L. Steven Sachio, Agustinus Noertjahyana, “Prototype Penggunaan IoT untuk Monitoring Level pada Penampung Air Berbasis ESP8266,” Asp. Gen. La Planif. Tribut. En Venez., vol. 19, no. 75, pp. 31–47, 2019.

[9]F. Susanto, N. K. Prasiani, and P. Darmawan, “Implementasi Internet of Things Dalam Kehidupan Sehari-Hari,” J. Imagine, vol. 2, no. 1, pp. 35–40, 2022, doi: 10.35886/imagine.v2i1.329.

[10]N. Lestari and S. Agustina, “Smart Door Lock Menggunakan Vibration Sensor Sw 420 Di Smk Negeri 1 Empat Lawang,” J. Digit. Teknol. Inf., vol. 3, no. 1, p. 35, 2020, doi: 10.32502/digital.v3i1.2579.

[11]M. I. Tawakal and Y. Ramdhani, “Smart Lock Door Menggunakan Akses E-Ktp Berbasis Internet of Things,” J. Responsif Ris. Sains dan Inform., vol. 3, no. 1, pp. 83–91, 2021, doi: 10.51977/jti.v3i1.417.

[12]J. Evander, J. Andjarwirawan, and R. Lim, “Implementasi Internet of Things Untuk Pembuatan Keyless,” 2022.

[13]E. A. Suprayitno, I. Anshory, and Jamaaluddin, “Smart Home Integrated with Internet of Things (Iot) in the Digital Era of Industry 4.0,” IOP Conf. Ser. Mater. Sci. Eng., vol. 874, no. 1, pp. 0–6, 2020, doi: 10.1088/1757-899X/874/1/012010.

[14]Mariza Wijayanti, “Prototype Smart Home Dengan Nodemcu Esp8266 Berbasis Iot,” J. Ilm. Tek., vol. 1, no. 2, pp. 101–107, 2022, doi: 10.56127/juit.v1i2.169.

[15]I. G. Friansyah, Safe’I, and D. F. Waidah, “dia penghubung Modul Bluetooth.,” J. TIKAR, vol. 2, no. 2, pp. 121–127, 2021.

References

A. Hazarah, “Design of Smart Door Lock Using QR Code and Solenoid,” J. Teknologi Informasi dan Terapan, vol. 4, no. 1, pp. 5–10, 2019.

A. Basit, A. S. Putra, G. A. Revira, and R. N. Widia, “QR Code-Based Smart Door Lock,” Smart Comp Journal, vol. 11, no. 1, pp. 5–8, 2022.

T. Novianti, “Automatic Door System Using RFID,” J. Teknik Elektro dan Komputer TRIAC, vol. 6, no. 1, pp. 1–6, 2019.

K. Y. Sun, Y. Pernando, and M. I. Safari, “IoT-Based Smart Door Lock System Using Blynk Application,” JUTSI, vol. 1, no. 3, pp. 289–296, 2021.

A. Salam and S. B. Bhaskoro, “Smart Security System for Automatic Door Lock Using QR Code,” Cybernetics, vol. 5, no. 1, pp. 1–11, 2021.

K. Prihandani and A. S. Y. Irawan, “IoT-Based Door Lock System,” Systematics, vol. 1, no. 1, p. 22, 2019.

M. L. Hakim, I. Yunianto, and M. Z. Mutaqin, “Smart Door Lock System for Computer Lab Using Arduino Nano,” JUPITER, vol. 4, no. 1, pp. 38–47, 2023.

R. L. S. Sachio, A. Noertjahyana, “IoT-Based Water Level Monitoring Using ESP8266,” vol. 19, no. 75, pp. 31–47, 2019.

F. Susanto, N. K. Prasiani, and P. Darmawan, “Implementation of IoT in Daily Life,” J. Imagine, vol. 2, no. 1, pp. 35–40, 2022.

N. Lestari and S. Agustina, “Smart Door Lock Using Vibration Sensor SW-420,” J. Digital Teknologi Informasi, vol. 3, no. 1, p. 35, 2020.

M. I. Tawakal and Y. Ramdhani, “Smart Door Lock Using E-KTP Access Based on IoT,” J. Responsif, vol. 3, no. 1, pp. 83–91, 2021.

J. Evander, J. Andjarwirawan, and R. Lim, “Implementation of IoT for Keyless System,” 2022.

E. A. Suprayitno, I. Anshory, and Jamaaluddin, “Smart Home Integrated with IoT in Industry 4.0 Era,” IOP Conf. Series, vol. 874, no. 1, 2020.

M. Wijayanti, “Smart Home Prototype Using NodeMCU ESP8266 Based on IoT,” J. Ilmiah Teknik, vol. 1, no. 2, pp. 101–107, 2022.

I. G. Friansyah, Safe’i, and D. F. Waidah, “Bluetooth Module as Communication Interface,” J. TIKAR, vol. 2, no. 2, pp. 121–127, 2021.