Login
Section Innovation in Mechanical Engineering

Bearing Life Evaluation in Between Bearing Centrifugal Pumps

Evaluasi Umur Bantalan pada Pompa Sentrifugal dengan Bantalan
Vol. 26 No. 4 (2025): October:

Dodik Hari Dewanto (1), A’rasy Fahruddin (2)

(1) Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia

Abstract:

General Background: Centrifugal pumps are widely applied in industrial cooling systems where bearing reliability determines operational continuity. Specific Background: At PT Java Pacific, a between bearing centrifugal pump using type 6311 deep groove ball bearing operates for gearbox cooling and frequently experiences premature failure. Knowledge Gap: A discrepancy exists between theoretical bearing life estimation and actual service life in field operation, yet quantitative comparison in this specific configuration remains limited. Aims: This study aims to calculate the theoretical L10h bearing life, compare it with actual operational data, and formulate an appropriate preventive maintenance strategy. Results: Based on a basic dynamic load rating of 74.1 kN, equivalent load of 5.45 kN, and shaft speed of 5000 rpm, the calculated bearing life is 8,378.07 hours (0.96 years). However, field data show replacement intervals of only 5–8 months, indicating earlier degradation primarily associated with lubrication and operational factors. Novelty: This study provides a direct quantitative comparison between theoretical bearing life and real industrial data for a 6311 bearing in a between bearing centrifugal pump configuration. Implications: The findings support structured lubrication scheduling and condition monitoring to reduce premature bearing failure and optimize maintenance planning in industrial pump systems.


Keywords: Centrifugal Pump, Bearing Life, Preventive Maintenance, Equivalent Load, Industrial Reliability


Key Findings Highlights




  1. Theoretical L10h calculation produced 8,378.07 operating hours under specified load and speed conditions.




  2. Field replacement records indicate shorter service intervals of 5–8 months.




  3. Lubrication management and operational load control are critical factors in reducing premature failure.



Downloads

Download data is not yet available.

Pendahuluan

Pompa sentrifugal banyak digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan bidang lain. Pompa ini bekerja dengan mengubah energi mekanik menjadi tekanan atau energi kinetik.[1] Perusahaan ini menggunakan pompa sentrifugal untuk sirkulasi pendinginan pada gearbox mesin. Alat yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia, terutama untuk memindahkan benda yang berupa fluida cair, dikenal sebagai pompa.[2]

Pompa sentrifugal adalah pompa yang memanfaatkan gaya sentrifugal di hasilkan dari impeller untuk memindahkan cairan dari tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi atau dari tekanan yang rendah ke tekanan yang lebih tinggi.[3] Ada beberapa jenis pompa sentrifugal, perusahaan ini menggunakan jenis pompa sentrifugal between bearing

Penelitian ini berfokus pada masalah yang sering terjadi pada pompa sentrifugal dan cara menentukan strategi perawatan pompa sentrifugal karena melakukan kegiatan perawatan pada pompa sentrifugal sebelum terjadi kerusakan sangat penting bagi industri.[4] Pada pompa sentrifugal salah satu komponen yang penting adalah bearing, karena bearing sebagai penumpu poros untuk menggerakan impeller pada pompa sentrifugal.[5]

Bearing adalah komponen mesin yang berfungsi untuk mengurangi gesekan yang terjadi di antara bagian mesin yang berputar dan yang diam. Bearing dirancang untuk mengurangi keausan, dapat diganti, dan mencegah kerusakan pada bagian mesin yang mahal.[6] Salah satu kerusakan pompa yang paling penting adalah kerusakan bearing.

Ini karena kerusakan pada bearing pompa akan menyebabkan perputaran poros pompa, yang berdampak pada debit air yang dapat dialirkan pompa.[7]

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketahanan dan perawatan bearing pompa sentrifugal between bearing, maka dari itu Untuk mencapai tujuan kita harus melakukan hal-hal berikut, menghitung umur pakai bearing pada pompa sentrifugal, memperbandingkan data actual dilapangan, dan memilih perawatan yang paling sesuai.[8]

Metode

Metode Penelitian

Metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian adalah metode observasi, Metode observasi adalah salah satu metode pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan dan berbagai catatan tentang keadaan atau perilaku objek sasaran. Metode observasi juga dapat didefinisiikan sebagai aktivias terhadap proses atau objek yang dimaksud dengan me.rasakan dan memahami pengetahuan teintang feinomeina.Iini diilakukan untuk meiniingkatkan peingetahuan dan konseip yang sudah diikeitahuii untuk meindapatkan leibiih banyak iinformasii yang diipeirlukan untuk peineiliitiian yang leibiih lanjut.

Figure 1. Gambar 1. Pompa Sentrifugal

Diagram Alir

Dalam penelitian ini, langkah-langkah proses penelitian akan dijelaskan dalam diagram alir (flow chart), Diagram alir (flow chart) dapat dilihat gambar tersebut.

Figure 2. Gambar 2. Diagram alir ( Flow chart )

Waktu Dan Lokasi Penelitian

Penelitian atau Java Pacific yang beralamatkan di Jl Raya Surabaya–Krian KM 24–25, Desa Keboharan, Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, pada bagian pompa sentrifugal between bearing pada bulan Februari 2022. Observasi ini dilakukan di PT.

Obyek Penelitian

Obyek penelitian ini untuk dapat mengidentifikasi faktor kerusakan dan melakukan perencanaan preventive maintenance pada bearing dengan menghitung umur bearing dan membandingkan dengan data aktual di lapangan.

Bearing

Dalam penelitian ini, kami menggunakan jenis bantalan (bearing) yang biasa digunakan pada pompa sentrifugal between bearing dan biasanya memiliki ukuran utama standar sebagai acuan. Jenis bearing yang digunakan pada pompa sentrifugal between bearing yaitu single row deep groove ball bearings dengan kode 6311.[9]

Figure 3. Gambar 3. Beiariing 6311

Figure 4. Gambar 4. Sketsa Bearing 6311

Bore diameter: 55 mm

Outside diameter: 120 mm

Width: 29 mm

Basic dynamic load: 74,1 kN

Basic static load: 45 kN

Reference speed: 12.000 r/min

Limiting speed: 5.000 r/min. [10]

Motor Listrik Pada Pompa

Mesin yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik adalah motor listrik. Motor listrik digunakan sebagai penggerak untuk menggerakkan poros menuju pompa sentrifugal.[11]

Spesifikasi Satuan
Power Phases 80 HP 3
Speed 1430 rpm
Voltage 380 volt
Table 1. Tabel 1. Spesifikasi Motor Pompa Listrik

Pompa Sentrifugal Between Bearing

Pompa tersebut porosnya beirada diantara dua peinahan yang disebut deingan bantalan (bearing)

Figure 5. Gambar 5. Name Plate Pompa Sentrifugal Between Bearing

E. Teknik Analisa Data

Perhitungan Umur Bearing

Untuk memilih bantalan, Anda harus mengetahui berapa umur bantalan saat menerima gaya. Untuk menghitung rating usia ball bearing dapat dilakukan dengan persamaan:

Figure 6.

Diimana:

C = gaya yang bekerja pada poros

P = beban ekivalein

n = putaran poros

b = 3 untuk ball bearing dan 3,33 untuk cylindrical roller bearing.

P = x.Fr+y.Fa(2)

Fr = gaya radial

Fa = gaya aksial

v = factor ring1 jika ring dalam berputar,dan 1,2 jika ring luar berputar

y = gaya aksial (y)

x = gaya radial (x), atau

Figure 7.

Di mana:

L = Rating life

C = Basic dynamic load rating

W = Equivalent dynamic load

k = 3, for ball bearings

k = 10/3 for roller bearings [12]

Figure 8. Gambar 6. Tabel faktor x,y [13]

Menghitung Nilai Keandalan Bearing

Merupakan nilai yang dapat menunjukkan seberapa besar komponen mesin dapat beroperasi dengan baik. Menentukan nilai keandalan dapat dimulai sebagai berikut:

Menghitung laju kegagalan: MTBF = 1/λ. Selanjutnya menghitung waktu gagal berfungsi bearing:

Waktu gagal berfungsi (t) = MTBF − (L₁₀h)

Terakhir melakukan penghitungan nilai keandalannya yaitu:R(t) = 1/(1 + λt)

Jika sudah mengetahui tingkat keandalan, bisa dilakukan perhitungan nilai probabilitas kegagalannya:F(t) = 1 – R(t)

Berikut adalah kisaran nilai yang menunjukkan keandalan suatu komponen mesin:

Besar Nilai R (%) Interpretasi
0 - 20 Sangat Rendah
20 - 40 Rendah
40 - 60 Sedikit Rendah
60 - 80 Cukup
80 - 100 Tinggi
Table 2. Tabel 2. Nilai Tingkat Keandalan

Perawatan Bearing

Berikut cara melakukan perawatan bearing :

- Pemilihan bearing yang tepat

- Pelumasan secara berkala

- Monitoring suhu operasional

- Membersihkan dan melindungi bearing

- Menghindari beban berlebihan

- Memeriksa dan mengganti bearing yang rusak.

Hasil dan Pembahasan

A. Basic Dynamic Load Rating

Basic Dynamic Load Rating atau C adalah salah satu parameter penting dalam perhitungan umur bearing. Nilai ini menunjukkan beban konstan yang dapat diterima oleh bearing selama satu juta putaran dengan keandalan tertentu (biasanya 90%). Nilai C untuk bearing 6311 berdasarkan katalog NTN adalah 74.1 kN.

Rumus untuk menghitung umur bearing (L10) adalah sebagai berikut:

dimana:

Figure 9.

dimana:

C = Basic dynamic load rating (74.1 kN)P = Beban ekuivalen (kN)B = Eksponen umur, yaitu 3 untuk ball bearing

Nilai C digunakan sebagai dasar dalam menghitung berapa lama bearing dapat beroperasi sebelum mengalami kerusakan yang signifikan. Dengan mengetahui C, kita dapat memprediksi kapan bearing harus diganti untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada mesin.

B. Menghitung Beban Radial dan Aksial

Dalam perhitungan beban pada bearing, dua jenis beban utama yang perlu diperhitungkan adalah beban radial (Fr) dan beban aksial (Fa). Beban radial adalah beban yang bekerja tegak lurus terhadap poros bearing, sedangkan beban aksial adalah beban yang bekerja sejajar dengan poros bearing.

Untuk menghitung beban ekuivalen (P) pada bearing, digunakan rumus:

P = X ⋅ Fr + Y ⋅ Fa

dimana:

P = Beban ekuivalen

Fr = Beban radial

Fa = Beban aksial

X dan Y = Faktor-faktor yang tergantung pada jenis bearing dan kondisi operasional. Untuk bearing 6311 (single row deep groove ball bearing), nilai X biasanya adalah 1 dan nilai Y tergantung pada rasio Fa/Fr.

1. Menghitung Beban Radial (Fr) dan Beban Aksial (Fa)

Untuk menghitung Fr dan Fa, kita membutuhkan data operasional dari mesin, seperti beban total yang bekerja pada bearing dan arah beban tersebut. Misalkan data operasional yang kita miliki adalah sebagai berikut:

Total beban yang bekerja pada bearing: 5 kNSudut beban: 45°

Dari data ini, kita bisa menghitung Fr dan Fa dengan menggunakan trigonometri dasar:

Fr = Total beban × sin (θ)Fa = Total beban × cos (θ)

2. Menghitung nilai Fr dan Fa:

Fr = 5 kN × sin (45°)

= 5 kN × 0.7071 = 3.5355 kN

Fa = 5 kN × cos (45°)

= 5 kN × 0.7071 = 3.5355 kN

C. Menghitung Beban Ekuivalen

Beban ekuivalen (P) pada bearing dihitung untuk menentukan beban total yang diterima oleh bearing selama operasi. Rumus untuk menghitung beban ekuivalen adalah:

P = X ⋅ Fr + Y ⋅ Fa

dimana:

P = Beban ekuivalen (kN)

Fr = Beban radial (kN)

Fa = Beban aksial (kN)

X dan Y = Faktor-faktor yang tergantung pada jenis bearing dan kondisi operasional.

Untuk bearing 6311 (single row deep groove ball bearing), nilai X adalah 1 dan nilai Y tergantung pada rasio Fa/Fr. Untuk bearing 6311, X = 0.06 dan Y = 1.71, Fr = 3.5355 kN, dan Fa = 3.5355 kN.

Menghitung beban ekuivalen (P):

P = X ⋅ Fr + Y ⋅ Fa = 0.06 ⋅ 3.5355 + 1.71 ⋅ 3.5355 = 0.20 + 5.25 = 5.45 kN

D. Menentukan Umur Bearing

Umur bearing (L10) dapat ditentukan menggunakan rumus berikut:

Figure 10.

Dimana:

L10h = Umur bearing dalam jam

C = Basic dynamic load rating (74,1 kN)

Po = Beban ekuivalen (5,45 kN)

b = Eksponen umur, yaitu 3 untuk ball bearing

n = Putaran poros (5.000 r/min) [15]

Menghitung umur bearing (L10):

L10h = (74,1/5,45)³ . 10⁶/(5000 . 60)

L10h = 13,603 . 3,33

L10h = 2.513,42 ⋅ 3,33

L10h = 8.378,07 jam

Hasil ini menunjukkan bahwa umur bearing adalah 8.378,07 jam atau 0,96 tahun. Namun, perlu diperhatikan bahwa umur ini adalah perkiraan berdasarkan perhitungan teoritis, dan kondisi operasional sebenarnya seperti keausan, pelumasan, dan beban dinamis yang berubah-ubah dapat mempengaruhi umur bearing tersebut.

E. Analisis Ketahanan dan Perawatan Bearing

Analisis Ketahanan

1. Perkiraan Umur Bearing:

Berdasarkan perhitungan teoritis, umur bearing (L10h) untuk bearing tipe 6311 adalah 8.378,07 jam atau 0,96 tahun. Ini adalah estimasi umur berdasarkan beban ekuivalen dan putaran poros yang konsisten. Namun, ini hanya estimasi teoritis yang tidak memperhitungkan faktor-faktor eksternal lainnya.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Umur Bearing:

Beban Operasional: Beban aktual yang diterima oleh bearing selama operasi bisa berbeda dari beban ekuivalen yang dihitung. Variasi beban radial dan aksial serta fluktuasi beban dinamis dapat memperpendek umur bearing.

Keausan dan Kerusakan: Keausan mekanis, korosi, dan kerusakan akibat kontaminasi (debu, kotoran) dapat mempengaruhi umur bearing.

Pelumasan: Pelumasan yang tepat sangat penting untuk mengurangi gesekan dan keausan. Kurangnya pelumasan atau penggunaan pelumas yang tidak sesuai dapat menyebabkan bearing cepat rusak.

Kondisi Lingkungan: Suhu, kelembaban, dan kondisi lingkungan lainnya juga dapat mempengaruhi ketahanan bearing. Suhu tinggi dapat mengurangi viskositas pelumas, sedangkan kelembaban dapat menyebabkan korosi.

Perawatan Bearing

1. Pelumasan:

a. Pelumasan Berkala: Pastikan bearing dilumasi secara berkala sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Pelumasan yang tepat membantu mengurangi gesekan dan mencegah keausan.

b. Jenis Pelumas: Gunakan pelumas yang sesuai dengan spesifikasi bearing dan kondisi operasional. Pelumas yang tidak sesuai dapat menyebabkan pelumasan yang tidak efektif.

2. Pemeriksaan Berkala:

a. Inspeksi Visual: Lakukan inspeksi visual secara berkala untuk mendeteksi tanda-tanda keausan, kerusakan, atau kebocoran pelumas.

b. Pemantauan Suara: Periksa suara operasi bearing. Suara yang tidak biasa bisa menjadi indikasi masalah seperti keausan atau kerusakan.

c. Vibrasi: Gunakan alat pemantau vibrasi untuk mendeteksi ketidakseimbangan atau kerusakan pada bearing.

3. Penggantian dan Perbaikan:

a. Penggantian Bearing: Jika ditemukan tanda-tanda kerusakan atau keausan yang signifikan, gantilah bearing secepatnya untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada mesin.

b. Perbaikan Mesin: Lakukan perbaikan pada komponen mesin lainnya yang mungkin mempengaruhi kinerja bearing, seperti poros atau housing.

4. Kondisi Operasional:

a. Pengendalian Beban: Usahakan untuk mengendalikan beban operasional agar tidak melebihi kapasitas bearing. Beban yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan prematur.

b. Pengendalian Suhu: Pastikan suhu operasional mesin dalam batas yang aman untuk menghindari penurunan performa pelumas dan keausan bearing.

Dengan melakukan perawatan yang tepat dan memantau kondisi bearing secara berkala, Anda dapat memperpanjang umur bearing dan mengoptimalkan kinerjanya. Selain itu, penting untuk selalu mengikuti panduan dan rekomendasi dari pabrikan bearing untuk memastikan perawatan yang optimal.

F. Hasil Perhitungan dan Analisa

Hasil data perhitungan

Berikut hasil dari periitungan umur bearing

Parameter Nilai
Borei diiameiteir 55 mm
Outsiidei diiameiteir 120 mm
Wiidth 29 mm
Basiic dynamiic load 74,1 kN
Basiic statiic load 45 kN
Reifeireincei speieid 12.000 r/miin
Liimiitiing speieid 5000 r/miin
Beiban radiial 5,5355 kN
Beiban aksiial 5,5355 kN
Beiban eikuiivalein 5,45 kN
Umur beiariing 8.378,07 jam
Table 3. Tabel 3. Hasil data perhitungan

Pada perhitungan umur bearing 6311 pada pompa sentrifugal between bearing yaitu 8.378,07 jam = 0,96 Tahun

G. Analisa Data Pemakaian Bearing Dilapangan

Pompa Tanggal Pemakaian Bearing
No 1 23 Mareit 2022 01 Seipteimbeir 2022 30 Januarii 2023 -
No 2 01 Junii 2022 26 Noveimbeir 2022 12 Meiii 2023 07 Junii 2024
Table 4. Tabel 4. Data aktual diilapangan

Tabel di atas merupakan data asli dari laporan data penggunaan bearing di lapangan.

Dari hasil perhitungan sebenarnya bisa mendekati 0,96 tahun, rata-rata pemakaian 5–8 bulan menunjukkan data aktual pergantian bearing lebih cepat dari perhitungan secara matematis.

Kondisi kerusakan bearing dapat dilihat secara visual. Bearing ini dianalisa setelah digunakan 18–20 jam/hari selama kurang lebih 5–8 bulan pemakaian. Gambar berikut menunjukkan bearing yang mengalami kerusakan:

Figure 11. Gambar 7. Bearing mengalami kerusakan

Gambar 7. Beiariing meingalamii keirusakan

Sebagian besar kegagalan bearing, menurut data kegagalan bearing yang telah dibahas, disebabkan oleh kegagalan pelumasan dan keausan rumah bearing. Jika jadwal pelumasan tidak ada, pelumasan tidak diperhatikan. Oleh karena itu, melakukan pelumasan secara teratur adalah langkah pencegahan dan perawatan untuk mencegah kerusakan berulang.

Oleh karena itu, cara pertama untuk mencegah kerusakan bearing adalah dengan membuat jadwal perawatan dan pelumasan bearing secara teratur. Ini akan menjaga kondisi dan kualitas bearing serta menjaga kinerja kerja pompa tetap stabil dan tidak menurunkan kinerjanya.

Simpulan

Kesimpulan: Berdasarkan analisis dan perhitungan yang telah dilakukan terhadap bearing tipe 6311, umur bearing (L10h) secara teoritis 8.378,07 jam atau 0,96 tahun. Angka ini diperoleh menggunakan rumus standar dengan parameter beban ekuivalen (P) sebesar 5,45 kN dan putaran poros (n) sebesar 5000 rpm.

Umur bearing dipengaruhi oleh berbagai faktor operasional, seperti beban radial (Fr) dan aksial (Fa), kondisi pelumasan, serta kondisi lingkungan tempat bearing beroperasi. Variasi dalam faktor-faktor ini dapat menyebabkan perbedaan antara umur teoritis dan umur aktual bearing.

Pelumasan yang tepat dan berkala sangat penting untuk memperpanjang umur bearing. Penggunaan pelumas yang sesuai dengan spesifikasi bearing dan kondisi operasional akan membantu mengurangi gesekan dan keausan.

Perawatan rutin dan pemantauan kondisi bearing melalui inspeksi visual, pemantauan suara, dan alat pemantau vibrasi dapat membantu mendeteksi dini masalah pada bearing, sehingga kerusakan lebih lanjut dapat dicegah.

Pengendalian beban operasional dan suhu sangat penting untuk menjaga kinerja optimal bearing. Beban yang melebihi kapasitas atau suhu yang terlalu tinggi dapat mempercepat kerusakan bearing.

Saran: Untuk meningkatkan efektivitas operasional dan memperpanjang umur bearing, lakukan perawatan bearing secara teratur sesuai dengan panduan pabrikan untuk memastikan umur panjang dan kinerja optimal. Gunakan alat pemantau vibrasi dan inspeksi visual berkala untuk mendeteksi tanda-tanda awal keausan atau kerusakan pada bearing. Pastikan beban operasional dan suhu berada dalam batas yang aman untuk menghindari penurunan performa dan umur bearing. Lakukan penggantian bearing segera setelah ditemukan tanda-tanda kerusakan signifikan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada mesin.

Dengan mengikuti rekomendasi ini, diharapkan umur bearing dapat diperpanjang dan performa mesin dapat dipertahankan pada tingkat optimal. Perawatan yang baik dan pemantauan kondisi bearing secara berkala akan sangat berkontribusi dalam menjaga efisiensi operasional dan mengurangi biaya perawatan jangka panjang.

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih saya kepada universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah memberikan ilmu dan wawasan yang bermanfaat. Terima kasih juga kepada pihak yang terkait, bapak/ibu dosen yang membimbing mahasiswa untuk maju sampai tahap ini.

References

[1] M. F. Hidayat and N. Fajri, “Analysis of Centrifugal Pump Power Calculation at 17 Agustus 1945 University Jakarta,” Jurnal Kajian Teknik Mesin, vol. 4, no. 1, pp. 7–14, May 2019, doi: 10.52447/jktm.v4i1.1470.

[2] D. Wardiyanto, “Improvement of Bearing Life in Centrifugal Pumps Using Angular Contact Ball Bearing Optimization,” Bachelor Thesis, Universitas Negeri Yogyakarta, 2018.

[3] J. A. Kusuma and F. Y. Utama, “Bearing Analysis in Centrifugal Pump at Wastewater Treatment Plant PT SIER Using Planned Preventive Maintenance Program,” Jurnal Teknik Mesin, vol. 8, 2019.

[4] D. Antonihud, I. Pratiwi, and H. M. Z, “Maintenance Analysis of Centrifugal Pump Machine Using Reliability Centered Maintenance Method,” PROFISIENSI: Jurnal Program Studi Teknik Industri, vol. 10, pp. 111–118, Dec. 2022, doi: 10.33373/profis.v10i2.4635.

[5] M. Z. D. Sudarsono, Final Project Report, D-3 Mechanical Engineering, Politeknik Negeri Jakarta, 2022.

[6] K. Y. Utomo, W. Setiyadi, and P. Ananda, “Damage Analysis of 7210 Bearing on Torsion Shaft,” Jurnal Ilmiah Teknik, vol. 22, no. 2, p. 75, Nov. 2019, doi: 10.47313/jit.v22i2.770.

[7] M. Z. D. Sudarsono, S. Ruswanto, Y. M. Deidet, and E. Saputra, “Damage Analysis of Bearings in Centrifugal Pumps,” Seminar Nasional Teknik Mesin, 2022.

[8] R. Irwanda, “Analysis of Durability and Maintenance of UCFL206 Bearing in Plastic Bottle Shredder Machine 15 kg/h Capacity,” Diploma Thesis, Politeknik Negeri Padang, 2018.

[9] I. Hajar, “Effect of Ball Bearing Type on Centrifugal Pump Shaft Vibration Signal,” Jurnal Pendidikan Teknik Mesin, vol. 16, no. 1, p. 25, Jun. 2018, doi: 10.30811/jptm.v16i1.552.

[10] SKF, “Deep Groove Ball Bearings,” SKF Catalog, 2020.

[11] M. Muhtadin, “Corrective Maintenance of Between Bearing Centrifugal Pump (3003 J) at PT Pupuk Kujang Cikampek,” Internship Report, 2017.

[12] R. S. Khurmi and J. K. Gupta, A Textbook of Machine Design. New Delhi, India: Eurasia Publishing House, 2005.

[13] NTN Corporation, NTN Ball and Roller Bearings Catalog, Osaka, Japan: NTN Corp., 2023.

[14] K. Anam, “Power Planning and Bearing Calculation in Green Bean Peeling Machine,” Undergraduate Thesis, Universitas Negeri Semarang, 2016.

[15] JTEKT Corporation, KOYO Ball and Roller Bearings Catalog, Osaka, Japan: JTEKT Corp., 2021.