Login
Section Innovation in Education

Arabic Language Learning Strategies Through Picture Card Media: Visual Strategies in Improving the Ability to Construct Simple Sentences and Meaning Comprehension at SDIT El-Haq

Strategi Pembelajaran Bahasa Arab melalui Media Kartu Visual Bergambar dalam Meningkatkan Kemampuan Menyusun Kalimat Sederhana dan Pemahaman Makna di SDIT El-Haq
Vol. 27 No. 2 (2026): April:

Muhammad Iftitach Chanifuddin (1), Dzulfikar Akbar Romadlon (2)

(1) Program Studi Magister Pendidikan Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Magister Pendidikan Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia

Abstract:

General Background: Elementary Arabic education requires interactive instructional methods to introduce fundamental vocabulary effectively. Specific Background: Young learners at SDIT El-Haq face difficulties in mastering Arabic reading and sentence construction due to abstract linguistic features and conventional teaching approaches. Knowledge Gap: Existing literature heavily emphasizes vocabulary acquisition, leaving the simultaneous development of simple sentence construction and contextual meaning comprehension underrepresented. Aims: This qualitative descriptive study examines the implementation and pedagogical impact of picture card media on student engagement and language skills. Results: Qualitative findings show that structured visual media fosters active participation, strengthens dual-channel cognitive processing, and systematically improves sentence syntax accuracy. Novelty: This study introduces a structured visual strategy framework integrating flashcards into step-by-step communicative activities tailored for integrated Islamic elementary school settings. Implications: Implementing visual picture media offers educators a practical scaffold to transition elementary students from basic vocabulary retention to meaningful structural language use.


Key Findings Highlights


Picture card media activates dual-channel cognitive processing, aiding vocabulary retention and active classroom participation.


Combining visual flashcards with interactive exercises systematically fosters accurate sentence construction and syntax awareness.


Visual learning scaffolds contextual understanding, enabling young learners to comprehend Arabic sentence meanings beyond literal translation.


Keywords : Picture Card Media, Sentence Construction, Meaning Comprehension, Arabic Language Learning, Visual Learning Strategy

Downloads

Download data is not yet available.

Pendahuluan

Pembelajaran bahasa Arab untuk anak SD membutuhkan metode yang interaktif dan menarik agar siswa tidak hanya mengenal huruf dan kosakata, tetapi juga mampu memahami makna dan menggunakan bahasa Arab dalam konteks sehari-hari. Bahasa Arab memiliki peran penting bagi umat Islam sebagai bahasa Al-Qur’an dan ibadah, sehingga penguasaan dasar bahasa ini menjadi langkah awal bagi anak dalam memahami ajaran Islam secara lebih mendalam [1]. Motivasi mempelajari bahasa Arab pada anak SD dapat dikaitkan dengan dua aspek utama. Pertama, motivasi religius, yaitu kebutuhan memahami bacaan Al-Qur’an dan doa sehari-hari. Kedua, motivasi akademik, yaitu pengenalan bahasa sebagai sarana komunikasi dan literasi dini yang akan mendukung kemampuan belajar bahasa Arab secara lebih luas di jenjang pendidikan berikutnya. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Arab di tingkat SD sebaiknya tidak hanya menekankan hafalan atau penguasaan kosakata, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui kegiatan interaktif, permainan bahasa, cerita, dan praktik sederhana berbicara dan menulis [2]. Dalam praktiknya, pembelajaran bahasa Arab mencakup empat keterampilan utama, yaitu menyimak (istimā‘), berbicara (kalām), membaca (qirā’ah), dan menulis (kitābah). Dari keempat keterampilan ini, kemampuan membaca (maharah al-qirā’ah) sering menjadi fokus karena menjadi dasar pemahaman teks dan bacaan Al-Qur’an. Namun, untuk anak SD, kemampuan menyimak dan berbicara juga harus dikembangkan secara bersamaan melalui metode yang interaktif agar belajar bahasa Arab menjadi pengalaman yang hidup, menyenangkan, dan bermakna [3].

Dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar, terutama di SDIT El-Haq, kemampuan membaca teks Arab masih menjadi tantangan besar bagi siswa. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain perbedaan sistem tulisan dari kanan ke kiri, pelafalan huruf yang khas, keterbatasan kosakata, serta minimnya sumber belajar yang menarik. Selain itu, sebagian guru masih menerapkan metode konvensional dan jarang menggunakan media pembelajaran yang interaktif, sehingga proses belajar terasa monoton dan kurang memotivasi siswa. Akibatnya, sebagian siswa menganggap pelajaran bahasa Arab sulit, membosankan, bahkan menakutkan. Padahal, dalam proses belajar, media pembelajaran memegang peranan penting dalam membantu guru menyampaikan materi secara lebih konkret, menarik, dan mudah dipahami. Menurut Azhar Arsyad media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima sehingga merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa untuk belajar. Media dapat menjadi jembatan antara materi abstrak dengan pengalaman nyata siswa [4]. Menurut Levie dan Lentz menjelaskan bahwa media visual memiliki empat fungsi utama, yaitu: (1) fungsi atensi, menarik perhatian siswa terhadap materi pelajaran; (2) fungsi afektif, menumbuhkan rasa senang dan minat belajar; (3) fungsi kognitif, membantu pemahaman dan pengingatan informasi; dan (4) fungsi kompensatoris, membantu siswa yang memiliki kesulitan belajar melalui penyajian visual yang lebih mudah dipahami [5].

Salah satu media visual yang sederhana namun sangat efektif dalam pembelajaran bahasa Arab adalah media kartu bergambar (flashcard). Kasihani mendefinisikan flashcard sebagai alat bantu pengajaran berupa kartu bergambar berukuran sekitar 25×30 cm yang dapat dibuat dari gambar, foto, atau lukisan tangan. Media ini berfungsi memperkenalkan kosakata dan membantu siswa mengingat makna kata melalui asosiasi visual [6]. Dini Indriana menambahkan bahwa flashcard biasanya berisi gambar atau kata di satu sisi, dan arti atau penjelasan di sisi lainnya. Melalui pengulangan dan interaksi langsung, siswa dapat memperkuat daya ingat dan memperluas penguasaan kosakata [7]. Penggunaan kartu bergambar memiliki dampak yang efektif dalam memahamkan siswa di tingkat dasar. Hal ini sejalan dengan teori Multimedia Learning dari Mayer yang menyatakan bahwa siswa akan belajar lebih efektif jika informasi disajikan melalui saluran visual dan verbal secara bersamaan [8].

Terkait dengan pembelajaran Bahasa termasuk Bahasa Arab, gambar membantu memori visual dalam mengenali konsep, sedangkan teks memperkuat pemahaman linguistik. Dengan demikian, strategi visual seperti penggunaan kartu bergambar tidak hanya membantu siswa memahami kosakata baru, tetapi juga meningkatkan kemampuan membaca dan menafsirkan makna teks. penerapan media kartu bergambar dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman kosakata, kemampuan membaca, serta penafsiran makna teks bahasa Arab pada siswa sekolah dasar [6]. Hasil penelitian Haris Zubaidillah dan Hasan menemukan bahwa penguasaan kosakata bahasa Arab siswa yang belajar menggunakan kartu bergambar lebih baik dibandingkan dengan siswa yang belajar tanpa media [9]. I Ketut Gading membuktikan bahwa penggunaan media kartu kata bergambar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan anak di taman kanak-kanak [10]. Penelitian Farida Hanum pun menunjukkan bahwa penerapan media kartu bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa ke dalam kategori baik [11]. Temuan-temuan tersebut memperlihatkan bahwa flashcard dapat menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan minat dan kemampuan membaca siswa di berbagai jenjang pendidikan. Penelitian yang dilakukan oleh Renisa dengan judul Pengembangan Media Kartu Interaktif Dalam Pembelajaran Kosa Kata Bahasa Arab Siswa SD Muhammadiyah menunjukkan bahwa adanya pengaruh Media Kartu Interaktif Dalam Pembelajaran Bahasa Arab.

Penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada penggunaan media kartu bergambar untuk meningkatkan kosakata dan kemampuan membaca permulaan, serta jarang meneliti perannya dalam pengembangan kemampuan menyusun kalimat sederhana dan pemahaman makna secara bersamaan di tingkat SD. Selain itu, belum banyak penelitian yang mengintegrasikan media kartu bergambar sebagai strategi visual utama dalam model pembelajaran yang terstruktur di sekolah dasar Islam. Penelitian ini menawarkan model strategi visual berbasis media kartu bergambar yang terstruktur untuk meningkatkan kemampuan menyusun kalimat sederhana dan pemahaman makna pada siswa SD. Kebaruan terletak pada integrasi visual dengan langkah pembelajaran bertahap, pendekatan komunikatif, serta fokus pada konteks pendidikan dasar Islam terpadu yang belum banyak diteliti. Penelitian ini berpijak pada hubungan antara media pembelajaran visual dan Menyusun Kalimat Sederhana serta pemahaman makna. Penggunaan kartu bergambar berperan sebagai stimulus visual yang membantu siswa membangun asosiasi antara simbol bahasa (kata) dengan representasi konkret (gambar). Ketika hubungan ini terbentuk, proses kognitif siswa dalam memahami makna menjadi lebih cepat dan kuat. Dengan demikian, media kartu bergambar tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai strategi visual yang mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab di tingkat sekolah dasar [12].

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan media pembelajaran kartu bergambar dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas IV SDIT El-Haq serta mendeskripsikan dampak penggunaannya terhadap minat, keterlibatan, dan pemahaman kosakata dasar bahasa Arab pada siswa sekolah dasar, sehingga pembelajaran bahasa Arab dapat berlangsung secara lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik..

Metode

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena tujuan penelitian bukan untuk menguji hipotesis atau mengukur pengaruh secara statistik, melainkan untuk memahami secara mendalam proses penggunaan media kartu bergambar dalam pembelajaran bahasa Arab serta mendeskripsikan dampaknya terhadap kemampuan siswa dalam menyusun kalimat sederhana dan memahami makna teks. Penelitian kualitatif memungkinkan peneliti menggali fenomena pembelajaran secara naturalistik sesuai dengan konteks nyata di kelas [1]. Penelitian dilaksanakan di SDIT El-Haq pada semester genap tahun pelajaran 2025/2026. Subjek penelitian terdiri atas guru bahasa Arab dan siswa kelas IV yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran menggunakan media kartu bergambar. Pemilihan subjek dilakukan secara purposif dengan mempertimbangkan keterlibatan aktif mereka dalam kegiatan pembelajaran, sehingga data yang diperoleh benar-benar merepresentasikan pengalaman belajar yang terjadi di kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung selama proses pembelajaran berlangsung untuk memperoleh gambaran mengenai strategi guru dalam menggunakan media kartu bergambar, pola interaksi yang terbentuk, serta respons dan partisipasi siswa. Observasi bersifat non-partisipatif dengan menggunakan pedoman observasi yang telah disusun berdasarkan indikator aktivitas pembelajaran dan keterlibatan siswa. [13]

Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur kepada guru bahasa Arab dan beberapa siswa. Wawancara dengan guru bertujuan untuk menggali perencanaan, pertimbangan pedagogis, serta refleksi guru terhadap penggunaan media kartu bergambar. Sementara itu, wawancara dengan siswa difokuskan pada pengalaman belajar, persepsi terhadap media visual, serta perubahan yang dirasakan dalam memahami kosakata dan menyusun kalimat. Model wawancara semi-terstruktur dipilih agar data tetap fokus namun tetap memberi ruang eksplorasi yang lebih luas [2]. Dokumentasi digunakan sebagai teknik pendukung untuk memperkuat data hasil observasi dan wawancara. Dokumen yang dikumpulkan meliputi perangkat pembelajaran, contoh media kartu bergambar, hasil pekerjaan siswa, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data dokumentasi berfungsi sebagai bukti empiris yang memperkuat validitas temuan penelitian.

Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagaimana dikemukakan dalam model analisis data kualitatif [14]. Reduksi data dilakukan dengan memilih dan memfokuskan informasi yang relevan dengan tujuan penelitian. Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian naratif sistematis sehingga pola-pola temuan dapat diidentifikasi. Kesimpulan ditarik secara bertahap dengan mempertimbangkan konsistensi data dari berbagai sumber. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber, sehingga hasil penelitian memiliki tingkat kredibilitas yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah [15].

Hasil dan Pembahasan

A.Deskripsi Proses Pembelajaran Menggunakan Media Kartu Bergambar

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung, penggunaan media kartu bergambar dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas IV SDIT El-Haq menunjukkan perubahan dinamika kelas yang cukup signifikan. Pembelajaran berlangsung secara sistematis melalui tahapan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup, namun yang membedakan adalah kualitas interaksi dan keterlibatan siswa yang tampak lebih aktif dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya yang lebih berpusat pada penjelasan verbal guru. Pada tahap awal pembelajaran, guru memulai dengan apersepsi yang dikaitkan dengan pengalaman konkret siswa. Strategi ini bukan hanya sebagai pembuka pembelajaran, tetapi juga sebagai upaya membangun jembatan kognitif antara pengetahuan awal siswa dengan materi baru yang akan dipelajari. Ketika media kartu bergambar mulai diperkenalkan, perhatian siswa terlihat lebih terarah. Respons nonverbal seperti fokus pandangan, kesiapan menjawab pertanyaan, dan partisipasi spontan menunjukkan bahwa stimulus visual memiliki daya tarik yang kuat dalam membangun kesiapan belajar. Situasi ini mengindikasikan bahwa media visual berfungsi sebagai pengondisi awal (learning trigger) yang efektif dalam meningkatkan atensi siswa.

Pada tahap kegiatan inti, guru menggunakan kartu bergambar yang memuat ilustrasi objek konkret disertai kosakata bahasa Arab. Proses pengenalan kosakata dilakukan secara bertahap, dimulai dari pelafalan, pengulangan bersama, hingga pemaknaan. Namun yang menjadi poin penting bukan hanya pada tahap pengenalan kata, melainkan pada tahap eksplorasi dan konstruksi kalimat. Siswa diminta mengombinasikan beberapa kartu untuk membentuk kalimat sederhana, sehingga terjadi proses berpikir yang lebih kompleks daripada sekadar menghafal kosakata. Dalam proses tersebut, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi sebagai pelaku aktif yang membangun struktur kalimat berdasarkan logika bahasa yang dipelajari. Observasi menunjukkan bahwa diskusi kecil antar siswa mulai terbentuk secara alami ketika mereka mencoba menentukan susunan kata yang tepat. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan penguatan, klarifikasi, serta koreksi terhadap struktur kalimat yang kurang tepat. Interaksi yang terjadi bersifat dua arah dan dialogis, sehingga suasana kelas menjadi lebih komunikatif. Wawancara dengan guru memperkuat temuan observasi bahwa media kartu bergambar membantu mengkonkretkan kosakata yang sebelumnya sulit dipahami siswa. Guru menyatakan bahwa dengan adanya gambar, penjelasan menjadi lebih efisien dan siswa tidak lagi terlalu bergantung pada terjemahan verbal. Sementara itu, wawancara dengan siswa menunjukkan bahwa mereka merasa lebih mudah mengingat arti kata karena adanya bantuan visual. Beberapa siswa menyampaikan bahwa gambar membuat mereka “langsung tahu maksudnya” tanpa harus menunggu penjelasan panjang dari guru.

Pada tahap penutup, guru melakukan refleksi bersama siswa terhadap kalimat yang telah disusun. Refleksi ini berfungsi sebagai penguatan sekaligus evaluasi pemahaman siswa. Dokumentasi hasil pekerjaan siswa menunjukkan adanya peningkatan dalam ketepatan struktur kalimat dan penggunaan kosakata yang lebih variatif. Jika sebelumnya siswa cenderung menyusun kata secara acak atau tidak runtut, setelah penggunaan media kartu bergambar terlihat adanya pola susunan kalimat yang lebih sistematis. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak hanya meningkatkan penguasaan kosakata, tetapi juga pemahaman terhadap struktur bahasa secara lebih terarah.

B.Analisis Dampak Penggunaan Media Kartu Bergambar

Secara konseptual, temuan penelitian ini dapat dianalisis melalui perspektif teori pembelajaran kognitif dan konstruktivistik. Dalam kerangka Multimedia Learning Theory, penyajian informasi dalam bentuk visual dan verbal secara simultan dapat meningkatkan efektivitas pemrosesan informasi dalam memori kerja karena siswa menerima stimulus melalui dua saluran kognitif yang berbeda namun saling melengkapi [4]. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih mudah mengingat kosakata ketika disertai gambar, yang berarti terjadi penguatan representasi mental melalui asosiasi visual. Representasi ganda ini membantu siswa dalam menyimpan dan mengakses kembali informasi saat menyusun kalimat. Lebih lanjut, penggunaan kartu yang dapat dimanipulasi secara langsung oleh siswa mencerminkan prinsip konstruktivisme, di mana pembelajaran dipandang sebagai proses aktif membangun pengetahuan [5]. Siswa tidak sekadar menerima struktur kalimat yang sudah jadi, melainkan secara aktif mengonstruksi susunan kata melalui proses mencoba, memperbaiki, dan mendiskusikan. Proses trial and error yang terjadi selama penyusunan kalimat merupakan bagian penting dalam pembentukan pemahaman struktural bahasa. Dengan demikian, pembelajaran tidak bersifat mekanistik, tetapi reflektif dan partisipatif.

Dari sisi linguistik, penggunaan media kartu bergambar juga membantu dalam penguatan kompetensi sintaktis dasar. Penyusunan kalimat sederhana melalui kombinasi kartu melatih siswa memahami urutan kata dan fungsi masing-masing unsur dalam kalimat. Proses ini secara bertahap membentuk kesadaran struktur (structural awareness) yang penting dalam pembelajaran bahasa asing pada tingkat dasar. Dengan kata lain, media ini berperan sebagai scaffolding yang membantu siswa berpindah dari tahap pengenalan kosakata menuju tahap penggunaan bahasa secara lebih bermakna.

Dari aspek afektif, penggunaan media kartu bergambar menunjukkan dampak positif terhadap motivasi dan kepercayaan diri siswa. Observasi menunjukkan bahwa siswa yang sebelumnya pasif menjadi lebih berani mengemukakan jawaban. Media visual menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan tidak menegangkan, sehingga siswa merasa lebih nyaman untuk mencoba dan tidak takut melakukan kesalahan. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa media visual mampu meningkatkan keterlibatan dan partisipasi dalam pembelajaran bahasa asing [6], [7].

Secara pedagogis, media kartu bergambar berfungsi bukan sekadar alat bantu visual, tetapi sebagai strategi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara simultan. Media ini menjembatani konsep bahasa yang bersifat abstrak dengan pengalaman konkret siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Dalam konteks pendidikan dasar, pendekatan semacam ini sangat relevan karena karakteristik perkembangan siswa pada tahap operasional konkret membutuhkan stimulus visual untuk memahami konsep secara optimal.

Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media kartu bergambar memiliki implikasi pedagogis yang luas dalam pembelajaran bahasa Arab di sekolah dasar. Media ini tidak hanya meningkatkan pemahaman kosakata dan struktur kalimat, tetapi juga membentuk pengalaman belajar yang aktif, reflektif, dan partisipatif. Temuan ini memperkuat argumentasi bahwa inovasi media pembelajaran yang berbasis visual sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu bergambar dalam pembelajaran bahasa Arab di SDIT El-Haq memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses dan kualitas pembelajaran. Media kartu bergambar tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu visual, tetapi juga sebagai sarana pedagogis yang mampu mengaktifkan keterlibatan siswa dalam membangun pemahaman bahasa secara lebih konkret dan sistematis. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, komunikatif, dan berpusat pada aktivitas siswa. Dari aspek kognitif, penggunaan media kartu bergambar membantu siswa dalam memahami kosakata dan menyusun kalimat sederhana secara lebih runtut. Melalui asosiasi antara gambar dan kata, siswa lebih mudah membangun representasi mental terhadap makna kosakata serta memahami hubungan antarunsur dalam struktur kalimat. Proses manipulasi kartu dan penyusunan kalimat secara langsung mendorong terjadinya konstruksi pengetahuan secara aktif, sehingga pemahaman yang terbentuk tidak bersifat hafalan semata, melainkan hasil dari pengalaman belajar yang bermakna.

Dari aspek pemahaman makna teks, media kartu bergambar membantu siswa mengaitkan konsep bahasa yang abstrak dengan pengalaman konkret yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini mempermudah siswa dalam memahami konteks penggunaan kosakata serta meningkatkan kemampuan mereka dalam menafsirkan makna kalimat secara lebih tepat. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab tidak lagi dipahami sebagai proses menerjemahkan kata per kata, tetapi sebagai upaya memahami makna secara kontekstual dan utuh. Selain itu, penggunaan media kartu bergambar juga berdampak pada aspek afektif siswa. Pembelajaran yang melibatkan media visual menciptakan suasana kelas yang lebih hidup dan menyenangkan, sehingga meningkatkan motivasi, partisipasi, dan rasa percaya diri siswa dalam menggunakan bahasa Arab. Siswa terlihat lebih aktif dalam bertanya, menjawab, serta mencoba menyusun kalimat tanpa rasa takut melakukan kesalahan. Kondisi ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang tepat dapat menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan mendorong keberanian berbahasa.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa media kartu bergambar relevan dan efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran bahasa Arab di tingkat sekolah dasar. Media ini mampu menjembatani konsep bahasa yang bersifat abstrak dengan pengalaman konkret siswa, serta mendukung pengembangan kemampuan linguistik dan keterlibatan belajar secara simultan. Oleh karena itu, penggunaan media kartu bergambar dapat direkomendasikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran visual yang inovatif dan kontekstual dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di sekolah dasar.

Ucapan Terima Kasih

Penulis menyampaikan terima kasih yang tulus kepada ayah dan ibu tercinta atas doa, dukungan, pengorbanan, dan kasih sayang yang tidak pernah berhenti. Terima kasih juga kepada rekan-rekan S2 yang selalu memberikan semangat, kebersamaan, dan bantuan selama proses perkuliahan serta penyusunan tesis ini. Penghargaan setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada para dosen yang telah membimbing, memberikan ilmu, arahan, motivasi, serta keteladanan sehingga penulis mampu menyelesaikan penelitian ini dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab akademik yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan dunia pendidikan.

References

R. A. F. H. Z. L. Rizky Auliani and D. A. Nasution, “Pentingnya Pembelajaran Bahasa Arab Sejak Dini Untuk Membentuk Dasar Keagamaan Anak,” Jurnal Genta Mulia, vol. 16, no. 1, pp. 1–7, 2024.

H. Rochmah and M. W. Dariyadi, “Motivasi Belajar Bahasa Arab Siswa MI al-Qur’an Singosari: Studi Komparatif Siswa yang Tinggal di Pondok Pesantren dengan yang Tinggal di Rumah,” JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, vol. 3, no. 1, pp. 34–53, 2023, doi: 10.17977/um064v3i12023p34-53.

D. Mustofa, “Strategi Pembelajaran Bahasa Arab: Kemahiran Al-Kitabah (Arabic Learning Strategy: Writing Skills),” Jurnal Bahasa Arab Pendidikan Bahasa Arab, vol. 2, no. 2, p. 178, 2021.

R. D. Padang and M. S. Sitepu, “Utilizing Educational Media in the Field of Education Fosters Active Learning Within the Classroom,” Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik), vol. 8, no. 2, pp. 95–100, 2023, doi: 10.26740/jp.v8n2.p95-100.

Nasron, Nurhasanah, N. Suranda, and M. Khadafi, “Macam-Macam Perkembangan Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar Di Indonesia,” Innovative: Journal of Social Science Research, vol. 4, no. 4, pp. 1403–14057, 2024.

U. K. Ulya and F. Fauzi, “Implementasi Media Flashcard untuk Meningkatkan Pemahaman Kosakata Pelajaran Bahasa Arab Kelas 1 MI,” Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 6, no. 3, pp. 2079–2086, 2024, doi: 10.31004/edukatif.v6i3.6578.

Shafa, Z. Siregar, and N. Hasanah, “Pengembangan Media Flashcard Materi Pahlawanku untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar,” Jurnal Basicedu, vol. 5, no. 6, pp. 6349–6356, 2021.

R. E. Mayer, “Multimedia Learning,” Psychology of Learning and Motivation, vol. 41, pp. 85–139, 2002.

Y. Arifin and M. Khasairi, “Penguasaan Kosa Kata Bahasa Arab Menggunakan Kartu Kata dan Teka-Teki Silang pada Siswa Kelas IX,” JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, vol. 3, no. 11, pp. 1559–1573, 2023, doi: 10.17977/um064v3i112023p1559-1573.

Fuadah, R. Z. Nurani, and U. P. Tasikmalaya, “Penerapan Media Flash Card,” Piwuruk: Jurnal Sekolah Dasar, vol. 5, no. 2, pp. 92–100, 2025.

P. L. Mutamimah, “Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Media Kartu Huruf Pada Anak TA A Usia 4-5 Tahun di TK Negeri Pembina Limpung,” Audiensi: Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak, vol. 3, no. 1, pp. 44–61, 2024.

N. R. Amalia and M. I. Damayanti, “Pengembangan Media Pembelajaran Flashcard ‘Kabara’ (Kartu Bahasa Arab Bergambar) Untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas III SD Muhammadiyah 16 Surabaya,” JPGSD, vol. 11, no. 6, pp. 1250–1262, 2023.

K. M. Kamila and A. T. Wati, “Mind Bunyan Cards: Innovation in Arabic Learning Media to Improve Simple Sentences in Writing Skill,” Al-Ta'rib: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Palangka Raya, vol. 13, no. 2, pp. 397–408, 2025, doi: 10.23971/altarib.v13i2.10519.

Salma, M. D. Baihaqi, M. Huda, and H. Rofiq, “The Effectiveness of Using Matching Cards in Enhancing Students' Interest in Learning Arabic,” International Journal of Arabic Teaching and Learning, vol. 9, no. 1, pp. 9–18, 2025.

N. Auliah, M. Mannahali, and F. Bachtiar, “Penggunaan Media Kartu Gambar Dalam Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas Delapan pada Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Maros,” Pinisi Journal of Education, vol. 4, no. 5, pp. 325–334, 2024.

T. W. Sari and F. Kristin, “Efektivitas Penggunaan Model Problem Based Learning Dan Model Group Investigation Terhadap Kemampuan Kerjasama Siswa Sekolah Dasar,” Jurnal Basicedu, vol. 4, no. 2, pp. 257–267, 2020, doi: 10.31004/basicedu.v4i2.357.

Y. T. F. L. Manggeshkar and A. A. Andari, “Penerapan Media Kartu Kata Bergambar Untuk Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Anak Di TK Pertiwi Kota Raman Utara,” UNISAN Journal, vol. 4, no. 9, pp. 180–188, 2023.

K. Mburu, H. D. Lestari, and M. R. Amalyasari, “From Silence to Confidence: Improving Students' Speaking through Word Card Media,” Exploring English Learning, vol. 1, no. 2, pp. 67–77, 2025.

D. Damayanti and I. Muthi, “Penerapan Media Cerita Bergambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Pada Pelajaran Bahasa Indonesia,” Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika, vol. 1, no. 3, pp. 211–225, 2024, doi: 10.62383/katalis.v1i3.590.

M. Anwar, “Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Madrasah Aliyah Negeri Buleleng Bali,” Jurnal Pendidikan Islam, vol. 15, no. 2, pp. 281–290, 2022.

E. Putri, Y. Mahendra, I. Suprapto, and Junaidi, “The Effectiveness of Flashcard Media in Enhancing Indonesian Language Proficiency in Elementary Schools: A Systematic Literature Review,” Journal for Lesson and Learning Studies, vol. 7, no. 3, pp. 392–402, 2024, doi: 10.23887/jlls.v7i3.88588.