Login
Section Innovation in Education

The Role of Principal Leadership in Building Teacher Performance at Muhammadiyah 1 Pamekasan Middle School

Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Membangun Kinerja Guru di SMP Muhammadiyah 1 Pamekasan
Vol. 27 No. 2 (2026): April:

Mohammad Rai (1), Ida Rindaningsih (2)

(1) Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia

Abstract:

General Background Secondary education quality heavily relies on instructional execution and professional duties performed by teachers within academic environments. Specific Background In secondary schools such as SMP Muhammadiyah 1 Pamekasan, educational management involves aligning instructional execution with adaptive administrative frameworks. Knowledge Gap However, the empirical relationship between structured academic supervision, non-material motivators, and institutional administrative challenges under evolving curriculum policy changes remains insufficiently synthesized. Aims This qualitative descriptive investigation analyzes principal leadership practices in fostering teacher performance. Results Findings reveal that communicative mentoring, structured supervision, and non-material recognition significantly strengthen lesson planning, classroom execution, and academic discipline, although administrative workloads create operational constraints. Novelty The inquiry highlights a holistic leadership framework integrating dialogic supervisory feedback with adaptive policy support in a private Islamic secondary school setting. Implications These insight offers strategic guidance for school leadership to balance administrative burdens with sustainable teacher professional development.


Key Findings Highlights


Humanistic guidance and continuous mentoring strengthen instructional preparation and classroom discipline among secondary school educators.


Dialogic academic supervision transforms formal administrative oversight into constructive professional growth and reflective practice.


High administrative workloads present a primary constraint to developing creative instructional innovations.


Keywords: Principal Leadership, Teacher Performance, Academic Supervision, Educational Policy, Secondary Education

Downloads

Download data is not yet available.

Pendahuluan

Mutu pendidikan pada satuan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas kinerja guru sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran. Guru dituntut tidak hanya mampu melaksanakan pembelajaran secara administratif, tetapi juga menunjukkan profesionalisme dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Berbagai penelitian menegaskan bahwa kinerja guru memiliki kontribusi langsung terhadap mutu sekolah dan capaian pembelajaran peserta didik [1]. Temuan tersebut menegaskan Kepala sekolah perlu melibatkan, berbagai pemangku kepentingan seperti guru, orang tua, dan masyarakat, untuk membangun sinergi positif dalam pendidikan [2]. Upaya peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilepaskan dari strategi peningkatan kinerja guru secara sistematis. Dengan menerapkan pendekatan kepemimpinan transformasional, kepala sekolah dapat menginspirasi dan membimbing guru untuk mencapai standar kinerja yang lebih tinggi [3].

Dalam penelitian ini, kinerja guru dipahami sebagai pelaksanaan tugas professional guru dalam konteks pembelajaran, yang mencakup perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, kedisiplinan kerja, serta tanggung jawab guru terhadap tugas-tugas akademik di sekolah. Kinerja guru tidak di maknai sebagai capaian kuantitatif semata, melainkan sebagai praktek professional yang di jalankan guru dalam keseharian berdasarkan arahan, pembinaan dan kepemimpinan kepala sekolah. Pemahaman ini sejalan dengan pandangan bahwa, kinerja guru merupakan refleksi dari profesionalisme dan komitmen guru dalam melaksanakan perannya sebagai pendidik di satuan Pendidikan.

Dalam konteks organisasi sekolah, kepala sekolah memegang peran strategis sebagai pemimpin pendidikan yang bertanggung jawab mengelola sumber daya manusia, khususnya guru. Sebagaiman di sampaikan oleh [4], kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap motivasi kerja, disiplin, dan komitmen profesional guru. Kepal sekolah di tuntut memiliki kompetensi manajerial yang baik, mampu menghadapi tantangan seperti resistensi terhadap perubahan, keterbatasan anggaran, atau kondisi eksternal seperti pandemi, dan tetap focus pada peningkatan kualitas Pendidikan secara menyeluruh [5]. .Lembaga Pendidikan memperhatikan system kompensasi yang adildan transparan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan stabilitas kinerja guru tidak tetap.

Peneliti terdahulu, Pearson mengatakan kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi kepemimpinan secara efektif cenderung berhasil menciptakan iklim kerja yang kondusif dan mendorong peningkatan kinerja guru secara berkelanjutan. Seiring dengan perkembangan tegnologi model pembelajaran yang sesuai dengan percepatan kemajuan teknologi dapat menghubungkan pembelajaran didalam dan diluar kelas. [6]. Berbagai kajian empiris telah membahas hubungan antara kepemimpoinan kepala sekolah dan kinerja guru dengan pendekatan yang beragam. Peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai pemimpin formal, sebagai penggerak utama yang menentukan arah, visi, dan tujuan pendidikan. Melalui kepemimpinannya, kepala sekolah mampu menciptakan suasana sekolah yang kondusif, tertib, serta berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran. Sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah bertugas mengarahkan seluruh warga sekolah agar bekerja sama mencapai tujuan pendidikan. Ia harus mampu mengambil keputusan yang tepat, memberikan teladan, serta membangun komunikasi yang baik dengan guru, siswa, dan tenaga kependidikan. Selain itu, kepala sekolah juga berperan sebagai manajer yang mengelola berbagai sumber daya sekolah, baik sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun anggaran, agar dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Dalam tugasnya sebagai administrator, kepala sekolah bertanggung jawab atas kelancaran administrasi sekolah, mulai dari pengelolaan kurikulum, kesiswaan, hingga keuangan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun kinerja guru di SMP Muhammadiyah Pamekasan. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, meningkatkan motivasi, serta mendorong profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Sebagian penelitian menempatkan kepala sekolah sebagai supervisor akademik yang berperan dalam pembinaan profesionalisme guru [7], namun demikian kajian yang mengkaji peran kepala sekolah secara lebih komprehensif, khususnya dalam mengaitkan fungsi supervisi akademik dan kepemimpinan transformasional terhadap peningkatan kinerja guru dan mutu pembelajaran di sekolah [7], sementara penelitian lain menekankan peran kepala sekolah sebagai motivator dan penggerak perubahan di sekolah [8]. sejalan dengan temuan tersebut, [9] menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap iklim kerja, komitmen guru, serta keberhasilan implementasi inovasi pembelajaran. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian tersebut masih bersifat deskriptif dan belum sepenuhnya mengintegrasikan konteks kebijakan pendidikan terkini, khususnya dalam kerangka Kurikulum Merdeka.

Seiring perkembangan kebijakan Pendidikan menuntut kepala sekolah untuk memiliki kapasitas kepemimpinan yang adaftif dan transformatif. Kepala sekolah tidak hanya dituntut menjalankan fungsi manajerial, tetapi juga berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu mengarahkan guru untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan tuntutan zaman [6]. Berdasarkan kerangka tersebut kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah berfokus pada penguatan praktek pedagogis melalui supervise akademik yang berkelanjutan, pemberdayaan guru, serta penciptaan budaya refllektif di lingkungan sekolah [10]. Pendekatan ini memungkinkan kepala sekolah yang efektif mampu memfasilitasi kolaborasi professional antar guru, mendorong pemanfaatan data pembelajaran sebagai dasar pengambilan Keputusan, serta memastikan keselarasan antara tujuan pembelajaran, proses pembelajaran, dan capaian hasil belajar peserta didik [11]. Dari kontek ini, kepemimpinan kepala sekolah menjadi factor kunci factor kunci dalam menguptimalkan kinerja guru dan meningkatkan mutu Pendidikan sekolah

Kepemimpinan kepala sekolah dapat dilihat melalui berbagai indikator yang mencerminkan kemampuan dalam mengelola, mengarahkan, serta membina seluruh warga sekolah. Indikator utama adalah visi dan arah kepemimpinan yang jelas, di mana kepala sekolah mampu merumuskan visi dan misi, menetapkan tujuan, serta mengarahkan seluruh warga sekolah untuk mencapainya secara terencana. Selain itu, kemampuan manajerial menjadi aspek penting, yaitu kemampuan kepala sekolah dalam merencanakan program, mengorganisasi tenaga pendidik dan kependidikan, mengelola sarana dan prasarana, serta mengambil keputusan secara efektif. Kemampuan komunikasi yang baik juga menjadi indikator kepemimpinan yang efektif, karena kepala sekolah harus mampu menjalin komunikasi yang terbuka, jelas, dan harmonis dengan guru, staf, peserta didik, dan orang tua. Dalam meningkatkan kinerja guru, kepala sekolah berperan sebagai motivator dan pembina dengan memberikan dorongan, penghargaan, serta dukungan agar guru memiliki semangat kerja dan profesionalisme yang tinggi. Kepala sekolah juga melaksanakan supervisi akademik secara terencana dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Keteladanan kepala sekolah dalam sikap disiplin, jujur, tanggung jawab, dan berakhlak mulia menjadi contoh bagi seluruh warga sekolah. Selain itu, kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan inovasi dan pengembangan, seperti mendorong pembaruan metode pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru. Kepala sekolah juga perlu mengambil keputusan secara adil dan partisipatif serta menciptakan iklim kerja yang harmonis, aman, dan mendukung. Di sekolah Muhammadiyah, kepemimpinan juga mencerminkan penanaman nilai religius, etos kerja, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas.

Pembahasan harus di kunci ketat pada satu tujuan penelitian, yaitu Menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru. Untuk menjaga ketajaman ketajaman analisis fenominologis, saya perbaiki pembahasan dengan subbab, bukan untuk teori, tetapi untuk mengurganisasi pengalaman riil di lapangan ( Wawancara-observasi- dokumentasi). Tidak ada penambahan refrensi, dan teori hanya di pakai sebagai penguat setelah temuan. Berdasarkan uraian tersebut, penting dilakukan kajian yang secara khusus menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan kepala sekolah dijalankan dalam konteks satuan pendidikan serta implikasinya terhadap kinerja guru [12]. Efektivitas kepemimpinan kepala sekolah tercermin dari kemampuannya dalam merumuskan visi sekolah, mengelola sumber daya secara strategis, serta menciptakan iklim kerja yang mendukung peningkatan profesionalisme guru [2], senada juga di sampaikan Ariya Agustin kepemimpinan yang partisipatif dan kolaboratif berkontribusi positif terhadap motivasi kerja, komitmen organisasi, dan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran [14]. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian kepemimpinan pendidikan serta rekomendasi praktis bagi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru secara berkelanjutan.

Metode

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengkaji peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru berdasarkan kondisi empiris di lapangan. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti memahami praktik kepemimpinan secara kontekstual dan holistik tanpa melakukan manipulasi terhadap objek penelitian. Penelitian kualitatif deskriptif menekankan pada penggambaran realitas sosial sebagaimana berlangsung di lingkungan sekolah dengan memperhatikan perspektif subjek penelitian.

Penelitian dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 1 Pamekasan dengan subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru. Kepala sekolah diwawancarai untuk memperoleh data terkait kebijakan kepemimpinan, strategi pembinaan guru, dan pengambilan keputusan. Wakil kepala sekolah bidang kurikulum memberikan informasi mengenai pelaksanaan supervisi akademik dan pengelolaan pembelajaran, sementara guru menjadi informan utama untuk menggambarkan implementasi kepemimpinan kepala sekolah serta dampaknya terhadap kinerja mereka dalam proses pembelajaran.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Wawancara semi-terstruktur digunakan untuk menggali pengalaman dan pandangan informan, sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati praktik kepemimpinan, interaksi kepala sekolah dengan guru, supervisi akademik, dan lingkungan kerja sekolah. Studi dokumentasi meliputi analisis program kerja kepala sekolah, rencana supervisi, penilaian kinerja guru, serta dokumen kebijakan sekolah. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara berkelanjutan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik.

Hasil dan Pembahasan

A.Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengarahkan Kinerja Guru

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Pamekasan menjalankan peran kepemimpinan sebagai pengarah kinerja guru secara langsung dan berkelanjutan. Peran ini tercermin dari keterlibatan aktif kepala sekolah dalam memberikan arahan yang jelas terkait pelaksanaan pembelajaran, kedisiplinan kerja, serta pemenuhan tanggung jawab profesional guru [15]. Berdasarkan hasil wawancara, kepala sekolah secara rutin menyampaikan arahan tidak hanya dalam forum resmi, seperti rapat sekolah atau pertemuan kerja, tetapi juga melalui komunikasi informal yang berlangsung dalam aktivitas keseharian di lingkungan sekolah. Pola komunikasi ini memungkinkan terjalinnya hubungan yang lebih dekat dan terbuka antara kepala sekolah dan guru.

Pendekatan ini mencerminkan praktek kepemimpinan yang menentukan supervise sebagai sarana pembinaan dan pengembangan professional, bukan sekadar bentuk pengawasan administrative [16]. Persepsi guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah menunjukkan bahwa arahan dan pemantauan yang di lakukan di fahami sebagai bentuk pendampingan yang konstruktif. Guru merasa di dukung dan di hargai dalam menjalankan tugas profesionalnya, sehingga tidak muncul rasa tertekan atau terawasi secara berlebihan. Hal ini penting karena persepsi guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah sangat mempengaruhi sikap, motivasi, dan komitmen mereka dalam bekerja. Ketika guru memandang kepemimpinan sebagai bentuk dukungan, mereka cendrung lebih terbuka terhadap masukan yang lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas kinerja. Fenomina tersebut sejalan dengan pandangan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam dalam mengarahkan kinerja guru melalui kepemimpinan komonikatif dan kontektual.

Hasil observasi memperkuat temuan tersebut, di mana kepala sekolah terlihat aktif memantau pelaksanaan pembelajaran dan menindaklanjuti temuan lapangan dengan arahan yang bersifat solutif Kondisi ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dipersepsikan guru sebagai bentuk pendampingan, bukan sekadar kontrol administratif. Sementara itu, kepemimpinan yang kontekstual tercermin dari kemampuan kepala sekolah menyesuaikan pendekatan kepemimpinannya dengan kondisi nyata yang dihadapi guru dan sekolah [17]. Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif juga ditandai oleh orientasi pada pemecahan masalah. Arahan yang diberikan tidak bersifat instruktif semata, tetapi disertai dengan diskusi dan refleksi bersama untuk menemukan solusi yang paling sesuai dengan konteks pembelajaran [18]. Pendekatan ini membuat guru merasa dihargai sebagai profesional yang memiliki kapasitas untuk berkembang, bukan sekadar pelaksana kebijakan. Praktek kepemimpinan yang menekankan pendampingan dan pembinaan berkelanjutan terbukti mampu menumbuhkan kepercayaan, motivasi, dan kometmen guru terhadap tugas profesionalnya

Dalam jangka Panjang, kepercayaan dan komitmen tersebut menjadi modal penting bagi sekolah dalam menjaga konsistensi kinerja guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Supervisi yang di persepsikan sebagai proses pengembangan professional yang konstruktif juga mendorong guru untuk lebih reflektif dan terbuka terhadap perubahan. Dengan demikian, temuan penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang berorentasi pada arahan langsung, komonikasi terbuka, dan pendampingan berkelanjutan memiliki peran penting dalam mengarahkan dan meningkatkan kinerja guru. Kepemimpinan semacam ini tidak hanya berdampak pada aspek teknis pelaksanaan pembelajaran, tetapi juga pada penguatan hubungan kerja dan iklim sekolah yang positif, yang pada ahirnya mendukung pencapaian tujuan Pendidikan secara keseluruhan.

B.Peran Kepala Sekolah Sebagai Motivator Dalam Meningkatkan Kinerja Guru

Berdasarkan hasil wawancara, guru menyatakan bahwa kepala sekolah memberikan penghargaan non-material. Seperti pengakuan atas kinerja guru dalam rapat sekolah dan pemberian kepercayaan untuk mengelola kegiatan akademik tertentu. Bentuk apresiasi ini dipahami guru sebagai sebagai penguatan moral yang berdampak pada peningkatan sengat kerja dan komitmen professional. Temuan Penelitian Mengungkapkan Bahwa kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Pamekasan berperan sebagai motivator bagi guru melalui pendekatan personal dan pemberian apresiasi.. Berdasarkan keseluruhan temuan tersebut, kinerja guru dalam penelitian ini tercermin melalui praktik perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru, pelaksanaan pembelajaran di kelas, kedisiplinan dalam menjalankan tugas[19], serta tanggung jawab guru terhadap tugas-tugas akademik di sekolah [20]. Keempat aspek tersebut muncul secara nyata dalam pengalaman guru dan praktik kepemimpinan kepala sekolah yang diamati selama penelitian, sehingga kinerja guru dipahami sebagai praktik profesional yang bersifat kontekstual dan tidak terpisah dari kepemimpinan kepala sekolah

Selain itu, kepala sekolah juga memberikan dukungan emosional kepada guru yang mengalami kesulitan dalam menjalankan tugas, baik terkait pembelajaran maupun administrasi. Guru merasakan bahwa kepala sekolah tidak bersikap menghakimi, tetapi berusaha memahami kondisi yang dihadapi guru. Pendekatan ini mendorong guru untuk tetap berupaya meningkatkan kualitas kinerja meskipun menghadapi keterbatasan. Temuan ini menguatkan penelitian yang menekankan bahwa motivasi kerja guru sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan kepala sekolah [21].

C.Peran Kepala Sekolah Dalam Pelaksanaan Supervisi Akademik

Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi, sepervisi akademik di lakukan melalui berbagai kegiatan, seperti kunjungan kelas, pemeriksaan perangkat pembelajaran, serta diskusi tindak lamjut setelah supervise dilaksanakan.Peran kepala sekolah sebagai supervisor akademik tampak nyata, dalam praktik supervise pembelajaran yang yang di laksanakan secara terencana dan berkesinambungan. Pola supervise ini menunjukkan bahwa kepala sekolah tidak menjalankan supervisi secara incidental, melainkan sebagai bagian dari program pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan [22]. Perencanaan supervise yang jelas memungkinkan kepala sekolah memantau pelaksanaan pembelajaran secara lebih terarah serta memberikan umpan balik yang relevan dengan kebutuhan guru.

Guru menyampaikan bahwa supervise yang dilakukan tidak tidak difahami sebagai bentuk penilaian, tetapi lebih sebagai sarana pembinaan Profesional untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Persepsi positif guru terhadap supervise ini menunjukkan adanya perubahan paradigma supervise dari pendekatan control menuju pendekatan pendampingan. Dalam prakteknya, kepala sekolah berupaya menciptakan suasana supervisi yang dialogis dan terbuka. Sehingga guru merasa nyaman untuk mendiskusikan kelebihan dan kekurangan pembelajaran yang telah di laksanakan tanpa rasa tertekan.

Guru juga menyatakan bahwa umpan balik yang diberikan kepala sekolah bersifat konstuktif dan membantu mereka melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran. Umpan balik tersebut tidak hanya menyoroti aspek yang perlu di perbaiki, tetapi juga mengapresiasi kekuatan dan upaya guru dalam melaksanakan pembelajaran. Pendekatan ini mendorong guru untuk lebih percaya diri dan termotivasi dalam mengembangkan kompetensi profesionalnya [23]. Refleksi yang dilakukan Bersama kepala sekolah menjadi ruang pembelajaran bagi guru untuk mengevaluasi strategi, metode, serta media pembelajaran yang digunakan. Lebih lanjut hasil supervisidimanfaatkan sebagaidasar untuk perbaikan perencanaan pembelajaran pada periode berikutnya. Guru menggunakan temuan supervisi untuk menyempurnakan perangkat pembelajaran, menyesuaikan metode dengan karakteristik peserta didik, serta meningkatkan efektivitas proses pembelajaran di kelas. Pemanfaatan hasil supervisi secara berkelanjutan menunjukkan bahwa supervisi akademik tidak berhenti pada tahap observasi, tetapi dilanjutkan dengan tindak lanjut yang kongkret dan aplikatif.

Praktik supervisi akademik yang demikian menunjukkan bahwa kepala sekolah menjadikan supervisi sebagai bagian integral dari strategi peningkatan kinerja guru. Supervisi diposisikan sebagai proses pembelajaran bersama yang bertujuan meningkatkan profesionalisme guru secara berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan berbagai kajian yang menegaskan bahwa supervisi akademik kepala sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi profesional guru. Supervisi yang sfektif di tandai oleh adanya perencanaan yang matang, pelaksanaan yang humanis, serta tindak lanjut yang berorentasi pada perbaikan berkelanjutan. Dengan demikian, temuan penelitian ini memperkuat pandangan bahwa peran kepala sekolah sebagai supervisor akademik tidak hanya berkaitan dengan pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran, tetapi juga mencakup pembinaan dan pendampingan professional bagi guru. Ketika supervise di laksanakan secara konstuktif dan berkelanjutan, guru cendrung memandangnya sebagai kesempatanuntuk belajar dan berkembang. Kondisi ini berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja guru dan pada ahirnya berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.

D.Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mendorong Adaptasi Guru Terhadap Perubahan Kebijakan.

Berdasarkan hasil wawancara, guru mengungkapkan bahwa kepala sekolah secara aktif memberikan arahan dan pendampingan dalam Menyusun perangkat pembelajaran, seperti modul ajar dan perencanaan asesmen [24]. Pendampingan ini di pandang penting, mengingat tingkat pemahaman guru terhadap konsep dan implementasi kurikulum merdeka masih beragam, baik dari segi pengalaman, latarbelakang pelatian, maupun kesiapan individu. Dalam konteks implementasi kurikulum Merdeka, kepala sekolah memegang peran strategis dalam mendorong guru untuk menyesuaikan praktek pembelajaran dengan kebijakan Pendidikan yang yang berlaku. Perubahan para dikma kurikulum yang menekankan pembelajaran yang berdefrensiasi, penguatan karakter melalui profil pelajar Pancasila, serta fleksibilitas dalam perencanaan pembelajaran menuntut adanya kepemimpinan sekolah yang adaftif dan responsif.

Kepala sekolah berupaya mengatasi perbedaan tingkat pemahaman tersebut dalam memfasilitasi diskusinprofesional dan kegiatan berbagi praktek bai kantar guru. Forum diskusiini menjadi ruang bagi guru saling bertukar pengalaman, mendiskusikan kendala yang dihadapi, serta mencari solusi Bersama dalam menerapkan kurikulum secara kontekstual. Upaya tersebut menunjukkan bahwa kepala sekolah tidak hanyaberperan sebagai pengambil kebijakan ditingkat sekolah, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran bagi guru. Melalui pendekatan kolaboratif ini, kepala sekolah berusaha membangun budaya belajar dilingkungan sekolah yang mendorong refleksi dan peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. Hasil dokumentasi memperkuat temuan tersebut dengan menunjukkan adanya program sekolah yang dirancang untuk mendukung adaptasi guru terhadap perubahan kurikulum, seperti kegiatan pengembangan professional, karya internal, dan penyusunan perangkat pembelajaran secara kolektif. Namun demikian, pelaksanaan program-program tersebut masih memerlukan penguatan, baik dari segi konsistensi pelaksanaan maupun keterlibatan aktif seluruh guru.

Beberapa program belum sepenuhnya berdampak optimal karna keterbatasan waktu, beban administrasi, serta tuntutan tugas lain yang di hadapi gurudalam keseharian. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun kebijakan dan program telah di rancang, efektivitas inplementasinya sangat bergantung pada dukungan sistemik dan pengelolaan sekolah yang berkelanjutan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dalam konteks kurikulum merdeka bersifat adaftif, ditandai dengan upaya penyesuaian strategi kepemimpinan terhadap kebutuhan guru dan tuntutan kebijakan. Namun demikian, kepala sekolah masih menghadapi tantangan dalam menguptimalkan kinerja guru secara menyeluruh di tengah dinamika perubahan kebijakanpendidikan. Tantangan tersebut menunjukkan kepala sekolah untuk tidak hanya focus pada aspek administrasi implementasi kurikulum, tetapi juga pada penguatan kapasitas guru secara berkelanjutan melalui pendampingan, komonikasi yang efektif, dan penciptaan iklim kerja yang mendukung inovasi pembelajaran.

Kondisi ini selaras dengan berbagai kajian yang menekankan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan pendidikan sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola perubahan, membangun komitmen guru, serta memastikan keterpaduan antara kebijakan, praktek pembelajaran, dan konteks sekolah [22]. Dengan demikian, kepemimpinan kepala sekolah yang adaptif dan visioner menjadi factor kunci dalam memastikan bahwa kurikulum merdeka tidak hanya dipahami sebagai kebijakan formal, tapi juga diimplementasikan secara bermakna untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kinerja guru di sekolah Hasil dokumentasi menunjukkan adanya program sekolah yang diarahkan untuk mendukung adaptasi guru terhadap perubahan kurikulum, meskipun pelaksanaannya masih memerlukan penguatan. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah bersifat adaptif, namun masih menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan kinerja guru di tengah perubahan kebijakan pendidikan. Kondisi ini selaras dengan kajian yang menekankan pentingnya kepemimpinan kepala sekolah dalam menghadapi dinamika kebijakan pendidikan [12].

Peran Kepemimpinan kepala sekolah Indikator kinerja guru yang tercermin Uraian temuan dalam pembahasan Bagian pembahasan
Pengarahan dan pengambilan keputusan Perencanaan pembelajaran Kepala sekolah memberikan arahan terkait perangkat penyusunan pembelajaran sehingga guru mampu merencanakan merencanakan kegiatan belajar sesuai kebijakan sekolah dan kebutuhan anak didik Peran kepala sekolah dalam mengarahkan kinerja guru
Motivasi dan komunikasi kepemimpinan Pelaksanaan pembelajaran Guru menunjukkan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran sebagaidampak dari dorongan, kepercayaan dan komonikasi yang di bangun oleh kepala sekolah Peran kepala sekolah sebagai motivator
Supervisi akademik Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran Supervisi di lakukan melalui pengamatan kelas dan umpan balik yang mendorong guru memperbaiki perencanaan serta pelaksanaan pembelajaran secara berkelanjutan. Peran kepala sekolah dalam supervise akademik
Adaptasi kebijakan Pendidikan Kedisiplinan kerja guru Guru menyesuaikan pola kerja dan pembelajaran dengan kebijakan yang berlaku sebagaibentuk kepatuhan terhadap arahan dan regulasi sekolah Kepemimpinan kepala sekolah dalam adaptasi kebijakan
Penguatan budaya kerja sekolah Tanggung jawab akademik guru Kepala sekolah menumbuhkan budaya kerja yang mendorong guru menjalankan tanggung jawab akademik secara konsisten dalam kegiatan pembelajaran dan administrasi Pendidikan Tantangan dan hambatan kepemimpinan kepala sekolah
Table 1. Tabel 1 keterkaitan peran kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru

Tabel 1 menyajikan sintesis keterkaitan antara peran kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru yang muncul dalam keseluruhan pembahasan penelitian ini. Tabel tersebut tidak dimaksudkan sebagai alat pengukuran kuantitatif, melainkan sebagai upaya integratif untuk memperjelas bagaimana praktik kepemimpinan kepala sekolah menjadi konteks yang membentuk kinerja guru dalam lingkungan sekolah [25]. Setiap peran kepemimpinan kepala sekolah, seperti pengarahan kerja, motivasi, supervisi akademik, dan adaptasi kebijakan, dipetakan terhadap indikator kinerja guru yang teridentifikasi dalam temuan penelitian.

Hasil sintesis menunjukkan bahwa perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran guru tidak berdiri sendiri, melainkan di pengaruhi oleh arahan dan supervise kepala sekolah yang bersifat berkelanjutan. Selain itu, kedisiplinan kerja dan tanggung jawab akademik guru juga berkaitan erat dengan kemampuan kepala sekolah dalam menyesuaikan kebijakan Pendidikan serta membangun budaya kerja yang kondusif di sekolah [26]. Dengan demikian, kinerja guru dalam penelitian ini dipahami sebagai praktik professional yang berkembang dalam relasi kepemimpinan, bukan semata-mata sebagai kemampuan individu guru [27]. Melalui penyajian tabel ini, pembahasan menjadi lebih terstruktur dan menunjukkan kesinambungan antara temuan empiris dan kerangka konseptual yang telah dibangun pada bagian pendahuluan. Tabel 1 sekaligus menegaskan bahwa peran kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru merupakan dua aspek yang saling terkait secara kontekstual dalam praktik pendidikan di SMP Muhammadiyah 1 Pamekasan.

Indikator kinerja Guru Bagian pembahasan yang mencerminkan Aktifitas/atau bukti riil dari SMP Muhammadiyah 1 Pamekasan
Perencanaan Pembelajaran Kepala sekolah memberikan arahan dalam perencanaan Kegiatan pameran karya seni kelas 9 menunjukkan inplementasi perencanaan pembelajaran terpadu dan kreatif yang didukung pimpinan sekolah
Pelaksanaan pembelajaran Supervisi dan dukungan kepala sekolah Guru melaksanakan pembelajaran kreatif yang di pantau dan didukung melalui kegiatan sekolah ( Mis, Nonton Filem edukatif , kegiatan hari Pendidikan nasional
Kedisiplinan kerja Komonikasi dan motivasi guru oleh kepala sekolah. Kegiatan sekolah yang terstruktur dan mengikuti kalender Pendidikan menujnukkan bahwa guru bekerja sesuai arahan lingkungan sekolah.
Tanggung jawab akademik Keterlibatan dalam kegiatan akademik dan dokumentasi pembelajaran Partisipasi sekolah dalam perayaan hari Pendidikan nasional dan kegiatan pembelajaran leflektif.
Table 2. Tabel 2 kinerja guru

Berdasarkan tabel indikator kinerja guru, terlihat bahwa kinerja guru di SMP Muhammadiyah 1 Pamekasan, tercermin melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang berlangsung dalam konteks kepemimpinan kepala sekolah, pada aspekperencanaan pembelajaran, guru menunjukkan kemampuan merancang pembelajaran yang terpadu dan kreatif. Hal ini tercermin dari kegiatan pamiran karya seni siswa kelas 9, yang mengindikasikan adanya perencanaan pembelajaran yang matang serta dukungan kepala sekolah dalam memberikan arahan terhadap program akademik dekolah. Perencanaan tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga di arahkan pada pengembangan potensi peserta didik. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru melaksanakan proses belajar mengajar sacara kreatif dan partisipatif. Pelaksanaan ini tidak lepas dari supervise dan dukungan kepala sekolah yang memantau jalannya pembelajaran melalui berbagai kegiatan sekolah, seperti penutaran filem edukatif dan peringatan hari Pendidikan nasional.

Kegiatan tersebut menjadi ruang aktualisasi guru dalam menerapkan pembelajaran bermakna [11]. Selanjutnya, kedisiplinan kerja guru tercermin dari keteraturan kegiatan sekolah yang mengikuti kalender Pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa komonikasi dan motivasi yang di bangun kepala sekolah mendorong guru bekerja sesuai dengan aturan dan tanggung jawab profesionalnya. Adapun tanggung jawab akademik guru tampak melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan akademik dan dokumentasi pembelajaran, khususnya dalam partisipasi kegiatan nasional dan pembelajaran reflektif yang di selenggarakan sekolah.

E.Tantangan Kepemimpinan Kepala sekolah dalam meningkatkan Kinerja Guru

Peneliti ini mengungkapkan adanya tantangan nyata yang di hadapi kepala sekolah dalam upaya peningkatan kinerja guru, terutama berkaitan dengan tingginya beban administrasi dan keterbatasan waktu yang dimiliki guru untuk mengembangkan inovasipembelajaran. Guru menyampaikan bahwa, berbagai tuntutan administrative, seperti penyusunan laporan, pengisian dokumen penilaian, serta pemenihan kewajiban administrative lainnya, seringkali menyita waktu dan enrgi yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran yang berkualitas. Kondisi ini berdampak pada kekurangan ruang bagi guru untuk melakukan refleksi pedagogis, mengembangkan strategi pembelajaran kreatif, serta menyesuaikan praktek pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik

Dalam menghadapi kondisitersebut, kepala sekolah berupaya melakukan pengaturan tugas secara fleksibel dengan menyesuaikan dengan pembagian beban kerja guru dan menguptimalkan pengelolaan waktu kegiatan sekolah. Upaya ini dilakukan agar guru memiliki kesempatan yang lebih luas untuk focus pada pengembangan pembelajaran. Selain itu, Kepal sekolah juga memberikan pendampingan personal kepada guru, baik melalui komonikasi informal maupun pertemuan individual, sebagai bentuk dukungan professional dan emosional. Pendekatan ini, bertujuan untuk memahami secara langsung kendala yang dihadap guru serta memberikan solusinyang kontekstual sesuai dengan kebutuhan masing-masing guru. Maskipun berbagai upaya tersebut belum sepenuhnya mampu mengatasi seluruh kendala yang ada, guru menilai bahwa pelatian dan dukungan kepala sekolah memberikan dampak positif terhadap motivasi dan komitmen mereka dalam menjalankan tugas professional. Guru merasa bahwa kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai atasan atministratif, tetapi juga sebagai mitra yang memberikan dukungan dalam menghadapi tantangan pekerjaan. Temuan ini menunjukkan bahwa, hubungan interpersonal yang baik antara kepala sekolah dan guruberperan penting dalam kinerja guru, terutama dalam situasi kinerja yang penuh dengan tuntutan dan keterbatasan.

Hal penelitian ini sejalan dengan rujukan [28] yang menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang efektif ditandai oleh kemampuan memahami kondisi riil guru merespon dengan kebijakan dan Tindakan yang suportif. Selanjutnya rujukan [25] menyatakan bahwa dukungan kepemimpinan yang bersifat personal dan partisipatif mampu meningkatkan rasa memiliki dan komitmen guru terhadap sekolah. Sementara it, rujukan [28] menekankan pentingnya hubungan interpersonal yang positif dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif bagi peningkatan kinerja dan profesionalisme guru. Dengan demikian, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru tidak semata-mata di tentukan oleh kemampuan manajerial atau penguasaan aspek administratif, tapi juga oleh sensitivitas terhadap kebutuhan guru serta kemampuan menjalin komonikasi yang empatik dan berkelanjutan. Kepemimpinan yang berorentasi pada dukungan dan pemberdayaan guru menjadi factor kunci dalam menjaga kinerja guru di tengah di tengah kompleksitas tuntutan pekerjaan dan dinamika kebujakan Pendidikan yang terus berkembang

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian, kepemimpinan kepala sekolah di SMP Muhammadiyah 1 Pamekasan memiliki peran yang signifikan dalam membangun dan meningkatkan kinerja guru. Peran tersebut tercermin melalui fungsi kepala sekolah sebagai pengarah, motivator, supervisor akademik, serta pemimpin yang adaptif terhadap perubahan kebijakan pendidikan. Kepemimpinan yang dijalankan tidak hanya bersifat administratif, tetapi lebih menekankan pada pendampingan, komunikasi terbuka, serta pembinaan profesional yang berkelanjutan. Dalam praktiknya, kepala sekolah memberikan arahan yang jelas terkait perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, membangun hubungan kerja yang harmonis, serta menciptakan iklim sekolah yang kondusif. Peran sebagai motivator tampak melalui pemberian apresiasi, kepercayaan, dan dukungan emosional kepada guru, sehingga meningkatkan semangat kerja dan komitmen profesional. Sementara itu, supervisi akademik dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan, dengan pendekatan dialogis dan konstruktif yang membantu guru melakukan refleksi serta perbaikan pembelajaran.

Kondisi ini menunjukkan bahwa motivasi kerja guru di SMP Muhammadiyah 1 Pamekasan tidak hanya di pengaruhi oleh system atau aturan, tetapi juga oleh kualitas hubungan kepemimpinan kepemimpinan yang di bangun oleh kepala sekolah. Selain itu, kepala sekolag berperan sebagai Supervisor akademik yang menjalankan supervise pembelajaran secara berkelanjutan dan bersifat pembinaan. Supervisi tidak dimaknai sebagai bentuk pengawasan yang menekankan, melainkan sebagai sarana efektif dalam perbaikan pembelajaran. Melalui sepervisi akademik, guru memperoleh umpan balik yang konstruktif sehingga mwmpu menungkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan, seperti tingginya beban administrasi dan keterbatasan waktu guru dalam mengembangkan inovasi pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, kepala sekolah melakukan pengaturan tugas secara fleksibel dan memberikan pendampingan personal kepada guru. Pendekatan yang humanis dan partisipatif ini terbukti mampu menjaga motivasi dan komitmen guru dalam menjalankan tugas profesionalnya

Ucapan Terima Kasih

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat, hidayah, dan karunia-Nya sehingga tesis ini dapat diselesaikan dengan baik. Penulisan tesis ini tidak lepas dari bantuan, dukungan, dan doa dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1.Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo beserta seluruh jajaran pimpinan.

2.Dekan dan seluruh dosen di lingkungan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah memberikan ilmu, bimbingan, dan pengalaman selama masa studi.

3.Dosen pembimbing tesis yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memberikan arahan, masukan, serta motivasi dalam penyusunan tesis ini.

4.Kedua orang tua dan keluarga tercinta yang selalu memberikan doa, dukungan, dan semangat tanpa henti.

5.Sahabat, rekan mahasiswa, serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu dalam proses penyusunan tesis ini.

Semoga segala bantuan dan kebaikan yang telah diberikan mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi perbaikan di masa yang akan datang.

References

S. P. Agustina et al., "Strategi Integrasi Teknologi Digital dalam Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa," Innov. J. Soc. Sci. Res., vol. 5, no. 3, pp. 603–611, 2025.

F. Akhmad, "Implementasi Pendidikan Karakter dalam Konsep Pendidikan Muhammadiyah," J. Educ. Dev., vol. 8, no. 2, pp. 79–85, 2020.

S. P. Ayu, N. Qosim, and S. Solehudin, "Studi Deskriptif Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Kinerja Guru di Sekolah Dasar Negeri Satreyan 3 Maron," J. Kewarganegaraan, vol. 8, no. 1, pp. 103–109, 2024.

Rindaningsih, "Pengembangan Model Manajemen Strategik Berbasis (Beyond Center and Circle Time) BCCT pada PAUD," Pedagog. J. Pendidik., vol. 1, no. 2, pp. 213–223, 2012, doi: 10.21070/pedagogia.v1i2.42.

N. Anisah and I. Rindaningsih, "Tinjauan Literatur: Strategi Pengembangan Mutu Sumber Daya Manusia dalam Lembaga Pendidikan Islam," PERISAI J. Pendidik. dan Ris. Ilmu Sains, vol. 4, no. 1, pp. 100–113, 2025.

Rindaningsih, W. D. Hastuti, and Y. Findawati, "Desain Lingkungan Belajar yang Menyenangkan Berbasis Flipped Classroom di Sekolah Dasar," Proc. ICECRS, vol. 2, no. 1, 2019, doi: 10.21070/picecrs.v2i1.2452.

S. Barat et al., "Modernisasi Pendidikan Islam Awal Abad Ke-20: Pergulatan Ilmiah Akademik Lembaga Pendidikan di Sumatera Barat," J. Al-Thariqah, vol. 6, no. 2, pp. 115–128, 2021, doi: 10.25299/al-thariqah.2021.vol6(2).7809.

U. Islam, N. Sultan, A. Muhammad, I. Samarinda, H. Baru, and K. Samarinda, "Peningkatan Motivasi Belajar dan Pengetahuan Peserta Didik: Penerapan Mobile Learning pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam," J. Al-Thariqah, vol. 6, no. 2, pp. 140–152, 2021, doi: 10.25299/al-thariqah.2021.vol6(2).7970.

T. R. Guskey, "Professional Development and Teacher Change," Teach. Teach. Theory Pract., vol. 8, no. 3, pp. 381–391, 2002, doi: 10.1080/135406002100000512.

J. Zhahira, "Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru," J. Educ. Res., vol. 1, no. 1, pp. 85–100, 2022, doi: 10.56436/jer.v1i1.16.

U. F. Rohmah and I. Rindaningsih, "Management of Educator Professionalism: 'Reward and Punishment' Manajemen Profesionalisme Pendidik: 'Reward and Punishment'," J. Manaj. Pendidik. Islam, vol. 3, no. 1, pp. 1–6, 2021.

R. Kusmanto, M. Hidayatullah, and Suryani, "Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Pertama," Jendela PLS, vol. 8, no. 2, pp. 173–181, 2024.

Agustin and M. B. Purwanto, "Pengaruh Budaya Organisasi dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Guru SMA," J. Pendidik. Sekol., vol. 1, no. 1, pp. 55–64, 2023.

M. B. P. Ariya Agustin, "Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru SMA," LIMEEMAS J. Ilm. Pendidik., vol. 1, no. 2, pp. 55–64, 2023.

V. A. Anggraini et al., "Peran Kepala Sekolah Membangun Kinerja Guru Melalui Budaya Kerja Positif di SMAN 1 Menganti," J. Educ. Dev. Inst. Pendidik. Tapanuli Selatan, vol. 13, no. 2, pp. 531–535, 2025.

S. Solechan, Z. N. Afif, S. Sunardi, and B. Masrufa, "Pelatihan dan Pendampingan Tentang Strategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Bidang Profesional di SMA Primaganda Jombang," An-Naf'ah J. Pengabdi. Masy., vol. 1, no. 2, pp. 135–146, 2023, doi: 10.54437/annafah.v1i2.1269.

M. Farhan, D. Satriya, P. Alif, and M. Ahmadi, "Peran Evaluasi Kinerja dalam Meningkatkan Motivasi Karyawan," J. Manaj. Dan Bisnis, vol. 2, no. 4, pp. 192–203, 2024.

H. Widodo, "Strategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Muhammadiyah Sleman," Metod. Didakt., vol. 13, no. 2, pp. 69–80, 2018, doi: 10.17509/md.v13i2.8162.

Febriansyah, D. Lukmansyah, R. Hartanto, and Kurniawan, "Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Profesional dalam Kompetensi Global," Pros. Semin. Nas. Pendidik., pp. 570–577, 2016.

N. Nilda, H. Hifza, and U. Ubabuddin, "Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor dalam Meningkatkan Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar," Attadrib J. Pendidik. Guru Madrasah Ibtidaiyah, vol. 3, no. 1, pp. 11–18, 2021.

P. Pitriyani, "Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah Jayasari," J. Glob. Futur., vol. 1, no. 1, pp. 21–26, 2023, doi: 10.59996/globalistik.v1i1.13.

N. F. Masfufah and I. Rindaningsih, "Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Guru Literatur Review," ELSE (Elementary Sch. Educ. Journal), vol. 8, no. 1, pp. 244–252, 2024.

F. Ajepri, O. Vienti, and R. Rusmiyati, "Strategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru," Mindset J. Manaj. Pendidik. Islam, vol. 1, no. 2, pp. 130–149, 2022, doi: 10.58561/mindset.v1i2.53.

R. Yuliana, D. Sulisworo, and E. Hasanah, "Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah di SMP Muhammadiyah Semin," J. Manaj. Pendidik., vol. 16, no. 1, pp. 26–36, 2025.

K. Anjarrini and I. Rindaningsih, "Peran Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Sekolah Sebagai Unggulan Sekolah di MI Muhammadiyah 1 Jombang," Manazhim, vol. 4, no. 2, pp. 452–474, 2022, doi: 10.36088/manazhim.v4i2.1952.

M. Saman and E. Hasanah, "Peran Kepala Sekolah dalam Melaksanakan Supervisi Akademik Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Guru," JIIP - J. Ilm. Ilmu Pendidik., vol. 7, no. 2, pp. 1913–1920, 2024, doi: 10.54371/jiip.v7i2.2512.

F. Permatasari, N. A. Lestari, C. D. Y. Christie, and I. Suhaimi, "Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Kinerja Guru: Studi Meta Analisis," Indones. J. Humanit. Soc. Sci., vol. 4, no. 3, pp. 923–944, 2023.

O. Maharani and I. Rindaningsih, "Penilaian Kinerja Sebagai Penentu Prestasi dan Kinerja Tenaga Kependidikan: Literature Review," MAMEN J. Manaj., vol. 2, no. 1, pp. 159–170, 2023, doi: 10.55123/mamen.v2i1.1626.