Rizal Firdaus (1), Imelda Dian Rahmawati (2)
Abstract: General Background: Entrepreneurship education in elementary schools provides a foundation for developing independence, creativity, responsibility, and courage. Specific Background: The Market Day program at MI Muhammadiyah Citanggulun provides students with practical experience in designing, producing, marketing, and selling products. Knowledge Gap: Previous studies have provided limited explanations of comprehensive Market Day implementation in character-based elementary education, including teacher-parent roles and Pancasila Student Profile Project integration. Aims: This study explores strategies for developing students’ entrepreneurial character through Market Day. Results: Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. Findings indicate development of independence, responsibility, creativity, courage, leadership, collaboration, and social awareness through practical activities. Novelty: The study combines Market Day practice, school-family collaboration, and Pancasila Student Profile Project integration. Implications: Sustainable collaboration among teachers, parents, and students can support Market Day as part of an entrepreneurial school culture.
Key Findings Highlights
Students developed independence, responsibility, creativity, and courage through practical activities.
Teacher and parent collaboration supported students’ entrepreneurial character development.
Integration with Pancasila Student Profile Project supported a sustainable school culture.
Keywords : Entrepreneurial character, Market Day, Elementary education, School-Family Collaboration, Pancasila Student Profile Project
Pengenalan pendidikan kewirausahaan di Sekolah Dasar memiliki peranan penting dalam membangun pola pikir serta kemampuan dasar yang berguna bagi anak – anak dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang [1]. Dengan mengenalkan konsep kewirausahaan sejak dini, mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, inovatif, serta mampu berpikir secara kritis. Masa sekolah dasar adalah tahap perkembangan awal di mana anak mulai memahami bagaimana dunia beroperasi, sehingga menanankan jiwa kewirausahaan akan memperkuat pola pikir yang proaktif, adaptif , serta mampu memanfaatkan peluang. Dalam konteks perkembangan anak, pendidikan ini tidak hanya menambah pemahaman akademis, tetapi juga mengembangkan keterampilan hidup yang berharga.
Mengacu pada Undang – Undang No. 14 Tahun 2005, guru adalah tenaga pendidikan profesional yang memiliki tanggung jawab utama dalam mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik [2]. Peran guru mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan formal, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah. Pendidikan memainkan peran utama dalam membentuk kepribadian siswa, membantu siswa untuk berkembang secara maksimal [3]. Melalui pendidikan, mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, mengasah keterampilan, serta siap menghadapi berbagai tantangan. Pendidikan membantu siswa dalam menentukan arah dan tujuan hidup mereka dengan lebih jelas.
Pendidikan kewirausahaan sejak jenjang sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa yang mandiri, kreatif, dan adaptif. Pendidikan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman akademik, tetapi juga menanankan keterampilan hidup yang esensial di era globalisasi dan digitalisasi [4]. Pengenalan nilai-nilai kewirausahaan sejak usia dini dapat membangun dasar karakter positif, seperti kepemimpinan, ketekunan, optimisme, dan keberanian mengambil risiko [5]. Konsep ini juga sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila, yang menekankan pentingnya penguatan karakter siswa dalam aspek gotong royong, berpikir terbuka, mandiri, dan berorientasi pada pemecahan masalah [6]. Pendidikan kewirausahaan di sekolah dasar diharapkan mampu memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi, mengambil keputusan, dan menghadapi tantangan secara kreatif dan inovatif [7]. Namun, implementasi pendidikan kewirausahaan di Indonesia masih menemui tantangan. Pendekatan yang digunakan masih cenderung teoretis, sementara peluang pembelajaran berbasis praktik masih terbatas [8]. Oleh karena itu, diperlukan strategi konkret dan aplikatif untuk menanankan nilai-nilai kewirausahaan secara efektif, salah satunya melalui program Market Day [9].
Program Market Day merupakan salah satu metode edukatif yang mengintegrasikan konsep bisnis sederhana ke dalam pembelajaran siswa [10]. Kegiatan ini memungkinkan siswa untuk merancang, memproduksi, dan memasarkan produk secara langsung, sehingga mereka belajar tentang proses kewirausahaan secara menyeluruh [11]. Kegiatan Market Day efektif dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan siswa karena melibatkan praktik langsung [12]. Mengidentifikasi enam nilai utama yang ditanamkan melalui program ini, yaitu kemandirian, kreativitas, keberanian mengambil risiko, kemampuan kepemimpinan, orientasi tindakan, dan etos kerja tinggi [13].
Program Market Day secara signifikan mampu menumbuhkan karakter kewirausahaan, kepercayaan diri, serta kolaborasi siswa dalam konteks sosial sekolah [14]. Pentingnya integrasi nilai sociopreneur dalam kegiatan ini, yakni menekankan kepedulian sosial dan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari praktik bisnis siswa [15]. Meskipun demikian, sejumlah studi sebelumnya masih terbatas dalam menjelaskan strategi implementasi Market Day secara menyeluruh, khususnya dalam konteks pendidikan dasar berbasis karakter di Indonesia. Selain itu, belum banyak penelitian yang mengkaji peran aktif orang tua dan guru sebagai bagian dari ekosistem pendukung budaya wirausaha di sekolah, serta integrasi kegiatan ini ke dalam kurikulum melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) [16].
Penelitian ini bertujuan mengisi celah tersebut dengan mengeksplorasi strategi pengembangan karakter kewirausahaan melalui program Market Day di MI Muhammadiyah Citanggulun. Dengan fokus pada nilai-nilai kemandirian, kreativitas, tanggung jawab, dan keberanian, penelitian ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa sebagai fondasi menuju terbentuknya budaya wirausaha berkelanjutan di lingkungan sekolah dasar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian difokuskan pada pelaksanaan kegiatan market day di MI Muhammadiyah Citanggulun. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi [17]. Observasi dilakukan secara langsung di lapangan untuk mengamati proses pelaksanaan kegiatan, baik pada tahap persiapan maupun pascapelaksanaan market day. Wawancara digunakan sebagai instrumen utama dalam memperoleh data, dengan pedoman wawancara yang telah disusun sebelumnya dan diajukan kepada informan yang relevan. Dokumentasi berperan sebagai data pelengkap yang berfungsi memperkuat temuan lapangan, berupa foto-foto kegiatan selama market day berlangsung. Seluruh data yang dikumpulkan bersumber dari hasil observasi langsung dan wawancara dengan pihak-pihak terkait di lingkungan MI Muhammadiyah Citanggulun guna mendukung keabsahan dan kelengkapan data penelitian.
A.Strategi Efektif Pengembangan Karakter Kewirausahaan Siswa Sekolah Dasar melalui Program Market Day
Pengembangan karakter kewirausahaan sejak jenjang Sekolah Dasar merupakan fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dalam konteks ini, program market day menjadi salah satu strategi edukatif yang tidak hanya bersifat praktis, tetapi juga sangat aplikatif dalam membentuk nilai-nilai kewirausahaan siswa. Tujuan utama dari pelaksanaan market day adalah menanamkan karakter seperti kemandirian, tanggung jawab, kreativitas, keberanian, dan kepedulian sosial, yang secara sinergis mendukung terbentuknya budaya wirausaha di lingkungan sekolah.
Tabel 1. Strategi Efektif Pengembangan Karakter Kewirausahaan Siswa Sekolah Dasar
B.Mengidentifikasi peran pendidikan dan orang tua dalam mendukung kegiatan market day
Mengidentifikasi peran pendidikan dan orang tua dalam mendukung kegiatan Market Day memiliki tujuan utama untuk membangun pemahaman yang utuh dan mendalam mengenai pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk ekosistem pendidikan kewirausahaan yang terintegrasi sejak dini. Dalam lingkup pendidikan dasar, kegiatan market day tidak hanya dipandang sebagai aktivitas tambahan yang bersifat seremonial atau rekreatif, tetapi harus diposisikan sebagai bagian penting dari strategi pendidikan karakter berbasis praktik.
Kegiatan ini menjadi media pembelajaran yang strategis karena secara nyata memberi ruang bagi siswa untuk mengalami langsung proses berpikir, merencanakan, bertindak, hingga mengevaluasi hasil kerja mereka dalam konteks kegiatan ekonomi sederhana. Dengan melibatkan siswa dalam aktivitas merancang produk, menentukan harga, berinteraksi dengan pembeli, hingga menghitung keuntungan, market day membuka peluang bagi penanaman nilai-nilai karakter kewirausahaan yang krusial seperti kemandirian, tanggung jawab pribadi dan kelompok, keberanian mengambil risiko yang terukur, kreativitas dalam menghadapi tantangan, kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar, serta semangat kerja sama dalam tim.
Tujuan dari identifikasi ini tidak berhenti pada pemetaan peran semata, melainkan menjangkau pada penguatan kapasitas guru sebagai fasilitator pembelajaran berbasis proyek dan peran orang tua sebagai mitra yang aktif mendukung serta memfasilitasi anak baik secara teknis maupun emosional. Melalui identifikasi yang mendalam, diharapkan terbentuk strategi yang dapat mengoptimalkan kontribusi guru dalam mendesain kegiatan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna, serta mendorong keterlibatan orang tua dalam memberikan dukungan moral, logistik, maupun teladan nilai-nilai kewirausahaan dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Kolaborasi ini tidak hanya akan memperkuat implementasi kegiatan market day, tetapi juga akan memperluas dampaknya terhadap pembentukan karakter siswa yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan secara adaptif dan kreatif. Maka, kegiatan market day dapat dilihat sebagai titik temu antara dunia pendidikan formal dan pendidikan karakter berbasis keluarga, yang bersama-sama membentuk fondasi kokoh bagi tumbuhnya generasi wirausaha yang bertanggung jawab secara sosial dan memiliki visi berkelanjutan.
Identifikasi peran guru dan orang tua secara lebih rinci dan sistematis bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan peran masing-masing pihak agar kegiatan market day tidak berjalan secara parsial, melainkan sebagai bentuk kolaborasi utuh yang mendukung pengembangan karakter kewirausahaan siswa secara jangka panjang. Pemahaman ini juga penting untuk mendukung keberlanjutan program, agar tidak menjadi aktivitas seremonial tahunan semata, melainkan berkembang menjadi budaya sekolah yang menumbuhkan semangat berwirausaha dan berinovasi secara konsisten. Dengan adanya sinergi antara guru dan orang tua, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembangnya jiwa wirausaha pada anak, memperkuat nilai-nilai kemandirian dan kepedulian sosial, serta mempersiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan zaman dengan karakter yang kuat, kreatif, dan visioner.
C.Evaluasi Dampak Jangka Pendek dan Panjang Pelaksanaan Market Day terhadap Karakter Kewirausahaan Siswa
Evaluasi terhadap pelaksanaan program Market Day memiliki tujuan strategis dalam menilai sejauh mana kegiatan ini mampu menumbuhkan dan membentuk karakter kewirausahaan siswa sekolah dasar, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Tabel 2. Evaluasi Dampak Jangka Pendek dan Panjang Pelaksanaan Market Day
Figure 1.
Program Market Day di MI Muhammadiyah Citanggulun efektif dalam menumbuhkan karakter kewirausahaan siswa, seperti kemandirian, tanggung jawab, kreativitas, dan keberanian. Keberhasilan program ini didukung oleh kolaborasi guru, orang tua, dan siswa. Kegiatan ini juga relevan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), guna membentuk budaya wirausaha yang berkelanjutan di sekolah dasar.
Ucapan Terima Kasih
Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan dan kontribusinya dalam penyelesaian artikel ini. Terima kasih disampaikan kepada MI Muhammadiyah Citanggulun atas kesempatan yang diberikan untuk melakukan penelitian serta berbagai pengalaman mengenai penerapan market day sebagai strategi pengembangan karakter kewirausahaan siswa. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada dosen pembimbing atas bimbingan, arahan dan masukan yang sangat berarti selama proses penulisan. Penulis juga menghargai partisipasi para guru, orang tua dan siswa yang telah bersedia menjadi responden dan berbagai wawasan terkait pelaksanaan program market day. Akhirnya, penulis menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan dan keluarga atas dukungan moral dan motivasi selama penyusunan penelitian ini.
P. Resnawati, P. Sulastri, and D. T. Rustini, “Nilai-Nilai dan Pendekatan Pendidikan Kewirausahaan di Tingkat Sekolah Dasar,” Jurnal Pendidikan Dasar, vol. 10, no. 2, pp. 45–56, Dec. 2022.
D. Rahayu, I. D. Rahmawati, and R. M. Andhiariini, “Pelatihan Kewirausahaan Bagi Guru Raudhlatul Athfal Aisyiyah 5 Kalitengah Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo,” Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 5, no. 1, pp. 23–30, 2020.
M. Gulam Ramadian and A. Puji Astutik, “Implementasi Nilai Religius dalam Menanamkan Adab kepada Siswa,” Jurnal PAI Raden Fatah, vol. 5, no. 3, pp. 112–120, Jul. 2023.
Sholikhah, Y. Aprililani, R. I. Andriani, H. S. Putri, and D. Amalia, “Analisis Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan di SDN 06 Tahunan,” Jurnal Pendidikan Karakter, vol. 8, no. 1, pp. 67–75, Jan. 2023.
M. Afandi, “Penerapan Pendidikan Kewirausahaan (Entrepreneurship) di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah,” Jurnal Pendidikan Dasar, vol. 12, no. 1, pp. 34–42, 2021.
Maulida, N. Maziyah, M. A. Nafiah, and L. Febianti, “Penguatan Pendidikan Kewirausahaan di Sekolah Dasar,” Jurnal Ilmiah Pendidikan, vol. 7, no. 2, pp. 89–97, 2021.
D. Alstra, T. K. Sukma, S. Melinda, A. Syukriman, and S. Evantia, “Penerapan Pendidikan Kewirausahaan dalam Meningkatkan Minat Berwirausaha pada Siswa SMK Negeri 3 Padang,” Jurnal Pendidikan Vokasi, vol. 9, no. 1, pp. 56–64, 2023.
M. A. A. Fikri, “Penilaian Pelaksanaan Program Kewirausahaan di Sekolah Insan Al Madani Bogor,” Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama, vol. 6, no. 2, pp. 78–85, Jul. 2022.
P. Resnawati, P. Sulastri, and T. Rustini, “Nilai-Nilai dan Model Pembelajaran Kewirausahaan di Sekolah Dasar,” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, vol. 11, no. 2, pp. 101–110, Dec. 2022.
D. Pramesti and A. I. Kusuma, “Penerapan Nilai Kewirausahaan pada Jenjang Sekolah Dasar di Sekolah Mitra STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang,” Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 4, no. 1, pp. 45–52, 2020.
T. Taufikin, N. Huda, S. Z. Alfatonia, N. Kurniasari, M. Widianingsih, and L. B. Nimah, “Pelaksanaan Praktik Kewirausahaan di Madrasah Ibtidaiyyah Negeri 1 Kota Bandung,” Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, vol. 8, no. 1, pp. 23–30, Apr. 2022.
U. Nistiyana and D. Nafisyah, “Pembelajaran Nilai Pendidikan Kewirausahaan kepada Peserta Didik,” Journal of Social Knowledge Education (JSKE), vol. 5, no. 1, pp. 21–25, 2021.
Juhaeniah, M. Ali, and M. Halqi, “Pengembangan Modul Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk Membangun Karakter Kewirausahaan Siswa Sekolah Dasar,” Jurnal Suluh Edukasi, vol. 6, no. 2, pp. 45–53, 2023.
R. Mujahid and A. Puji Astutik, “Pembentukan Karakter Islami Santri Melalui Pembiasaan,” Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, vol. 12, no. 1, pp. 67–75, Mar. 2024.
P. Karakter et al., “Pengembangan Karakter Kewirausahaan Peserta Didik Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Stearns Berbasis Potensi Lokal,” Jurnal Pendidikan Karakter, vol. 9, no. 2, pp. 112–120, Dec. 2021.
Acep Iyan, Adinda Dyah Permata, Fadilah Putri Awaliah, Salsha Fairuz Putri Isa, and Prihantini, “Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan Tema Kewirausahaan untuk Meningkatkan Minat Berwirausaha pada Siswa Sekolah Dasar,” Indo-MathEdu Intellectuals Journal, vol. 7, no. 3, pp. 234–242, Dec. 2023.
M. Sandelowski, “Whatever Happened to Qualitative Description?,” Research in Nursing & Health, vol. 23, no. 4, pp. 334–340, Aug. 2000.