Naufal Nabil Hasbullah (1), Eni Fariyatul Fahyuni (2)
General Background: Effective school leadership drives continuous institutional development and overall educational performance within secondary education systems. Specific Background: Principals play a pivotal role in directing teacher competencies across Islamic junior high schools. Knowledge Gap: However, practical leadership execution often encounters challenges regarding teacher engagement and time constraints. Aims: This study investigates the principal leadership strategies, supporting factors, and inhibiting factors in advancing teachers' professional competence at MTs Muhammadiyah Jayapura. Results: Findings indicate that leadership strategies incorporating structured motivation, instructional supervision, and professional training successfully enhance teacher performance. Novelty: This research provides distinct empirical evidence on contextual leadership implementation within an Islamic boarding-affiliated school in Papua. Implications: Sustained leadership initiatives and optimized professional workshops systematically elevate teaching standards and long-term educational quality.
Key Findings Highlights
Targeted leadership strategies enhance teacher participation in continuous professional training programs.
Institutional support and professional workshops strengthen pedagogical abilities and professional competencies.
High teaching workloads and schedule constraints remain primary barriers to professional competence development.
Keywords: Principal Leadership, Teacher Competence, Educational Quality, Professional Development, Islamic Education
Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat menentukan dalam perkembangan individu dan masyarakat. Kemajuan suatu masyarakat dapat dilihat dari perkembangan pendidikannya. Dengan adanya perkembangan yang semakin meningkat di era globalisasi dan modernitas seperti saat ini. Peningkatan mutu pendidikan dapat menjadi suatu masalah yang urgen. Peningkatan mutu pendidikan diperlukan dalam pengelolaan organisasi pendidikan agar bergerak menuju satu arah. Pendidikan yang baik dan bermutu menjadi dasar peningkatan dan kemajuan selanjutnya. Upaya peningkatan mutu pendidikan terus menjadi topik perbincangan dalam manajemen pendidikan. Peran dan tanggung jawab dalam mewujudkan sekolah yang bermutu tidak lepas dari kemampuan kepala sekolah dalam mengelolah dan mengoprasikan fasilitas sekolah. Di sisi lain kepemimpinan yang efektif menunjang kemampuan guru untuk berhasil melaksanakan proses belajar mengajar, namun di sisi lain,menemukan pemimpin yang efektif bukanlah suatu hal yang mudah. [1]
Dalam menjalankan peran kepemimpinan, kepala sekolah memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui peningkatan kompetensi profesional guru. Sebagai pemimpin dalam suatu lembaga pendidikan, kepala sekolah tidak hanya bertugas mengelola adminitrasi dan oprasional sekolah, tetapi juga memberikan arahan, dukungan dan kebijakan yang mendukung pengembangan kompetensi guru. Oleh karena itu, peran kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di MTs Muhammadiyah Jayapura sangat penting agar guru-guru dapat lebih efektif dalam melaksanakan tugasnya.
Kepala sekolah harus mampu merancang dan mengimplementasikan program pengembangan yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, baik melalui pelatihan, workshop, pembimbingan, maupun evaluasi kinerja guru. Dengan adanya perhatian yang serius dari kepala sekolah, diharapkan guru dapat terus mengembangkan diri, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, serta meningkatkan keterampilan dan sikap profesionalnya, sehingga kualitas pendidikan di MTs Muhammadiyah Jayapura dapat terjaga dan semakin meningkat.[2]untuk mencapai tujuan pendidikan yang optimal, kepala sekolah berperan penting dalam merancang dan mengimplementasikan strategi yang dapat meningkatkan kompetensi profesional para guru.
Sebagai lembaga pendidikan yang berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, MTs Muhammadiyah Jayapura membutuhkan pendekatan yang holistik dan terarah untuk meningkatkan kemampuan mengajar, mengelola kelas, serta penguasaan materi oleh para pengajar. Strategi yang diterapkan oleh kepala sekolah di MTs Muhammadiyah Jayapura dalam meningkatkan kompetensi profesional guru perlu diperhatikan, mengingat tuntunan di era moderenisasi pendidikan semakin kompleks. Hal ini melibatkan berbagai aspek mulai dari penyusunan program pelatihan dan pengembagan, evaluasi kinerja guru, hingga pemberian dukungan yang memadai terhadap inovasi pembelajaran. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dianalisis strategi yang diterapkan oleh kepala sekolah, serta tantangan peluang yang dihadapi dalam upaya meningkatkan kualitas kompetensi profesional guru di MTs Muhammadiyah Jayapura.
Guru memegang peranan penting dalam suatu lembaga pendidikan, karena mereka adalah inti dari penyampaian pendidikan yang berkualitas. Dalam proses belajar mengajar, guru berinteraksi langsung dengan siswa di kelas, dan melalui bimbingan mereka, siswa dapat berkembang menjadi individu yang kompeten secara akademis, profesional, emosional, moral, dan keagamaan.[3] Kualifikasi guru dianggap sebagai faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran dan kualitas pengajaran, yang pada giliranya mempengaruhi kualitas lulusan. Dengan demikian, keahlian seorang guru turut memengaruhi kualitas pendidikan di sekolah dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan dalam jangka panjang.[4]
Kompetensi guru merupakan faktor kunci dalam keberhasilan proses pendidikan. Sebagai profesional yang memiliki tanggung jawab dalam membimbing dan mengajar siswa, guru dituntut untuk memiliki berbagai kemampuan yang mendukung kualitas pembelajaran. Indikator kompetensi guru mencakup berbagai aspek yang harus dimiliki oleh seorang guru, mulai dari kemampuan mengelola pembelajaran, menguasai materi, hingga berinteraksi secara efektif dengan siswa dan rekan sejawat. Melalui indikator ini, dapat dilakukan evaluasi terhadap kemampuan guru dalam menerapkan ilmu pengetahuan, keterampilan pedagogik, serta nilai-nilai yang diharapkan dalam proses pendidikan. [5]
Adanya indikator kompetensi guru yang jelas dan terukur sangat penting dalam mengembangkan kualitas pendidikan. Evaluasi kompetensi guru tidak hanya berfungsi untuk menilai kinerja guru itu sendiri, tetapi juga sebagai alat untuk mengidentifikasi mana yang perlu ditingkatkan agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Adapun hasil dari indikator kompetensi guru tersebut sangat berperan penting dalam memastikan bahwa setiap guru dapat memberikan kontribusi yang maksimal dalam menciptakan generasi yang cerdas, terampil, dan berbudi pekerti luhur.[6] Tercapainya tujuan sekolah sangat bergantung pada kerja sama yang efektif dan berkelanjutan antara kepala sekolah, guru, staf administrasi, personel keamanan, dan semua pemangku kepentingan yang lain secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam pengelolaan sekolah. Keberhasilan setiap individu disekolah akan bergantung pada kemampuan dan kemauan mereka untuk mencapai tujuan yang konsisten dengan visi dan misi yang ditetapkan.
kepala sekolah mencerminkan komitmen anggota tim organisasi yang keahliannya diakui untuk terus mengembangkan dan meningkatkan keterampilan mereka, guna memperkuat kompetensi dalam mengelola serta mengarahkan semua SDM yang ada di sekolah. Ini berarti bahwa mereka siap untuk bekerja sama demi mencapai tujuan bersama.[7] Berdasarkan observasi awal di MTs Muhammadiyah Jayapura, Kepala sekolah sangat efektif dan penuh semangat dalam memberikan motivasi kepada guru untuk melaksanakan tugas mereka, hal ini terlihat dari perhatian dan penghargaan yang besar yang diberikan kepada guru, sehingga mendorong motivasi kerja yang tinggi di kalangan guru. Namun, gangguan terhadap pelaksanaan tugas dapat mempengaruhi kelancaran kegiatan pendidikan dan pembelajaran, terutama bagi guru yang terlibat dalam manajemen sekolah. Dengan demikian, perlu adanya upaya yang lebih mendalam agar sekolah dapat mencapai tujuan utamanya. Salah satunya adalah dengan meningkatkan motivasi guru untuk bekerja.
Oleh karena itu, keberadaan sumber daya manusia, terutama kepala sekolah yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi para guru, sangatlah penting. Peran kepala sekolah adalah mengelola dan memobilisasi guru serta staf sekolah dengan perilaku, dan latar belakang yang beragam. Agar guru dapat melaksanakan tugasnya dengan etos kerja yang tinggi, diperlukan seorang pemimpin yang mampu mengubah perilaku bawahannya dan membimbing mereka menuju perbaikan, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dibahas mengenai “Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di MTS Muhammadiyah Jayapura”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi kepemimpinan kepala sekolah di MTS Muhammadiyah Jayapura serta faktor yang mendukung dan menghambat dalam meningkatkan profesional guru di MTS Muhammadiyah Jayapura.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian data berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari perilaku yang dapat diamati dari prosedur penelitian. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk menguraikan masalah yang sedang terjadi ketika penelitian dilakukan, dengan tujuan mendeskripsikan keadaan yang ada sesuai dengan situasi yang terjadi pada waktu penelitian dilakukan. Penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian dimana data dikumpulkan dan disajikan dalam bentuk verbal, kemudian di analisa tanpa menggunakan teknik statistik. Metode ini digunakan untuk memberikan gambaran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di MTs muhammadiyah Jayapura.[8],
Jenis penelitian ini merupakan prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan mengambarkan keadaan subjek atau objek penelitian. Dimana data yang dianalisa sesuai dengan kenyataan yang ada kemudian di hubungkan dengan berbagai teori untuk mendukung pembahasan sehingga dapat tergambarkan secara utuh dan dapat dipahami dengan jelas kesimpulan akhirnya.[9]
Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung agar penelitian dapat merasakan kondisi subjek penelitian. Subjek penelitian ini adalah 12 guru dan kepala sekolah. Wawancara dilakukan secara terstruktur dengan menyiapkan beberapa pertanyaan kepada guru untuk mengetahui informasi secara mendalam. Sedangkan dokumentasi yaitu berupa pengambilan foto atau catatan lain yang mendukung penelitian.[10]
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, yaitu kegiatan pemilihan data yang dikumpulkan dari temuan penelitian sesui dengan fokus penelitian. menyajikan data dengan mendeskripsikan data dan informasi hasil penelitian dalam format terkini. Penarikan kesimpulan dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut: 1). Segala temuan di lapangan akan dicatat dalam bentuk catatan lapangan, baik melalui wawancara maupun penelitian dokumentasi, 2). Meninjau kembali catatan wawancara dan dokumentasi untuk memisahkan data yang dianggap relevan dan data yang tidak relevan dengan fokus penelitian, 3). Mendeskripsikan data yang dikategorikan dengan mempertimbangkan fokus dan tujuan penelitian, 4). Membuat analisis akhir untuk keperluan penulisan laporan.[11]
A. Pengembangan program pelatihan dan pengembangan profesional Guru
Pengembangan program pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Program pelatihan yang dirancang dengan sangat baik dapat membantu guru untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, pemahaman dan wawasan mereka dalam mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
Kepala sekolah di MTS Muhammadiyah Jayapura telah mengimplementasikan berbagai program pelatihan dan pengembangan profesional guru yang mencakup peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, dan sosial bagi guru. Program pelatihan ini diharapkan tidak sekedar meningkatkan kualitas pengajaran, tetapi juga membekali guru dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan pendidikan terkini.
Pembahasan mengenai pengembangan profesional ini mencakup beberapa aspek, antara lain pelatihan berbasis teknologi informasi, workshop pengajaran inovatif, serta seminar pengembangan diri yang secara rutin diadakan untuk mendorong guru agar terus beradaptasi dengan perubahan dan tantangan dalam dunia pendidikan. Dengan demikian, program pelatihan ini memiliki peran penting dalam peningkatan kinerja guru dan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Kepala sekolah memainkan peran yang sangat penting dalam merancang dan mengarahkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan guru, dan dapat memberikan dukungan yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan pelatihan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa pengembangan profesionalisme guru harus dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan, guna menciptakan lingkungan pembelajaran yang berkualitas.
Kepala sekolah merencanakan dan melaksanakan program pelatihan dan lokakarya rutin yang berfokus pada pengembangan kompetensi guru dalam hal pedagogi, keterampilan akademis, dan penggunaan teknologi pendidikan. Dalam melaksanakan pengembangan guru, kepala sekolah mendelegasikan wewenang kepada wakil kepala sekolah untuk mengoordinasikan program pengembangan bagi semua guru. Dalam hal ini wakil kepala sekolah turut memberi nasihat dan bekerja sama dengan guru senior. Strategi kepala sekolah untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah dengan mendorong dan membimbing pengajaran individual untuk memperbaiki dan mengatasi kekurangan yang diketahui melalui hasil investigasi dan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam kapasitas manajemennya sendiri. Dan menyediakannya. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan untuk pengembangan profesi guru.
Hasil wawancara dengan ‘Guru Al-Qur’an Hadist’ menjelaskan bahwa:
“Kepala sekolah harus memastikan bahwa semua guru dan staf pengajar diberikan kesempatan dan informasi untuk mengikuti pelatihan, seminar atau webinar untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional mereka. Kami sangat aktif dalam meningkatkan kualitas sekolah kami. Tentu saja, ini harus disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, berdasarkan keahlian masing-masing. Kami bekerja dengan anggaran yang ada dan kegiatan MGMP, dan dengan tujuan untuk lebih mengembangkan lembaga, dan sekolah ini khususnya."
Pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) tentunya dalam meningkatkan kompetensi profesional guru, sebagai bukti dari kompetensi manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan prosesional guru hal tersebut dapat dilihat dari wawancara sebagai berikut:
Hal tersebut diperkuat oleh seorang guru IPA, bahwa:
“Inisiatif pengembangan guru yang dilaksanakan selama ini antara lain mengadakan pelatihan guru sepanjang tahun, memonitoring dan mengevaluasi kinerja akademik masing-masing guru, dan memberikan penghargaan kepada guru berprestasi dalam bentuk kenaikan gaji. Selain itu, kepala sekolah juga dianggap sebagai pendidik. “Apalagi guru sebagai administrator, guru, harus mampu memberikan berbagai fasilitas dan kesempatan kepada guru untuk melakukan kegiatan yang menunjang karirnya dengan melibatkan mereka dalam pelatihan, pembinaan, seminar dan MGMP .”
Kepala sekolah sangat baik dalam mendorong dan memberikan contoh yang baik kepada guru melalui perilaku tertentu seperti: Percakapan awal dengan siswa dan guru serta sikap ramah terhadap layanan sekolah (diawasi dan dimotivasi). Tugas kepala sekolah sangat penting bagi perkembangan dan keberlanjutan sekolah[12].
Manajemen sekolah harus membangun tenaga kerja yang terlatih dengan baik serta menciptakan lingkungan yang memotivasi untuk meningkatkan produktivitas. Ketika seseorang berusaha memengaruhi perilaku orang lain, mereka harus mengikuti petunjuk dari pihak terkait. Sebagai kepala sekolah harus memimpin dan mengembangkan sekolah melalui berbagai kegiatan, seperti manajemen dan kepemimpinan, yang sangat bergantung pada kemampuannya dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin. Fungsi pengawasan kepala sekolah diantaranya pengawasan, fasilitasi, koreksi, dan dorongan terhadap seluruh kegiatan pendidikan di sekolah. Sebagai pemimpin pendidikan, kepala sekolah berperan untuk mengintegrasikan berbagai kegiatan sekolah ke dalam konteks budaya yang ada, hal tersebut merupakan syarat bagi terciptanya sekolah yang efektif. Kepala sekolah bertugas merencanakan, mengorganisir, mengoordinasikan, memantau, serta melaksanakan semua kegiatan pendidikan di sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuh peran utama kepala sekolah: Pendidik, Manajer, Mentor, Pengawas, Pemimpin, Inovator, dan Motivator. [13]
B. Pemberian Pembinaan dan motivasi
Pemberian pembinaan dan motivasi kepada guru merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kinerja dan profesionalisme tenaga pengajar. Dalam penelitian ini, kepala sekolah di MTS Muhammadiyah Jayapura menunjukkan komitmen yang kuat dalam memberikan pembinaan yang terarah kepada guru, serta menciptakan suasana yang memotivasi mereka untuk terus berkembang.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepala sekolah secara aktif memberikan pembinaan melalui pendekatan personal, seperti bimbingan langsung dan evaluasi kinerja. Pembinaan ini dilakukan secara rutin dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru, serta untuk mendorong mereka agar lebih inovatif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Kepala sekolah juga memberikan umpan balik yang konstruktif, baik secara formal maupun informal, guna membantu guru memperbaiki kualitas pengajaran mereka.
Selain itu, motivasi yang disampaikan oleh kepala sekolah sangat penting dalam menciptakan semangat kerja yang tinggi di kalangan guru. Kepala sekolah memberikan penghargaan dan pengakuan terhadap prestasi dan usaha guru, baik dalam bentuk apresiasi verbal maupun penghargaan formal. Dengan memberikan motivasi yang tepat, guru merasa sangat dihargai dan terdorong untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran mereka.
Pembahasan lebih lanjut menunjukkan bahwa pemberian pembinaan yang baik, disertai dengan motivasi yang tepat, berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja guru. Guru yang merasa mendapatkan dukungan dan penghargaan cenderung lebih bersemangat dalam melaksanakan tugasnya, sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang lebih positif dan produktif.
Secara keseluruhan, pemberian pembinaan dan motivasi yang dilakukan oleh kepala sekolah di MTS Muhammadiyah Jayapura terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
Pemimpin dapat memotivasi suatu kelompok untuk mencapai visi atau tujuan. Pemimpin merupakan salah satu faktor kunci dalam mencapai suatu tujuan organisasi. Seseorang yang menjabati posisi kepemimpinan dalam suatu organisasi memainkan peran kunci, tetapi juga dalam hubungan dengan pihak luar . Gaya kepemimpinan merupakan salah satu hal yang dapat membuat lembaga pendidikan berhasil dalam mencapai tujuannya[14]. Pemimpin memiliki peran yang besar terhadap kemajuan proses pendidikan. Kepala sekolah memiliki peran penting dalam mengarahkan, memengaruhi, dan memotivasi rekanya untuk menciptakan sekolah bermutu tinggi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran kepala sekolah dalam lembaga pendidikan, sebab ia mempunyai peranan dan kontribusi yang sangat penting dalam perkembangan lembaga tersebut, sehingga menjadi kunci keberhasilan sekolah tersebut.
Wawancara dengan “Kepala Sekolah” menjelaskan bahwa:
“Sebagai seorang kepala sekolah, saya harus selalu memotivasi semua orang di lingkungan sekolah. Tentu saja, ini membutuhkan motivasi tingkat tinggi dari saya. Motivasi berprestasi adalah dorongan untuk berhasil dalam pekerjaan kita dan mencapai keunggulan. Karena motivasi berprestasi adalah kekuatan pendorong di balik meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan inovasi, hal ini tentu saja terkait dengan tingkat pengorbanan diri seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Semakin tinggi tujuan , semakin tinggi tujuannya. Strategi yang saya gunakan untuk mengembangkan kapasitas profesional guru agar berdampak pada kualitas pendidikan di sekolah ini adalah dengan membangun pengetahuan dan pemahaman mereka tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Untuk mempromosikan dan menyelenggarakan seminar dan pelatihan bagi guru yang berfokus pada penerapan model manajemen reward and punishment. Selain itu, sekolah telah menetapkan standar isi, standar proses, standar kompetensi kelulusan, standar sarana dan prasarana, standar manajemen, standar pendanaan, standar guru dan staf, standar pendidik. , dan standar evaluasi pengajaran juga dikejar. Dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru dan memberikan dampak terhadap mutu lembaga pendidikan dan peserta didik, maka perlu mengikuti berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan, pengembangan profesi, seminar, orientasi, dan lain sebagainya, dan tentu saja yang sejenisnya yang berbasis pada pengetahuan dan kebutuhan. Kegiatan lain yang serupa. Anggaran yang dialokasikan. Sementara itu, faktor penghambat dalam peningkatan dan pengembangan keterampilan profesional guru di sekolah adalah minimnya motivasi untuk meningkatkan keterampilan profesionalnya. Karena alasan prioritas dan banyaknya jam pelajaran, motivasi untuk meningkatkan kinerja menjadi rendah. "
Wawancara tersebut diperkuat oleh seorang “Guru Fikih”bahwa:
“Kepala sekolah sudah sangat baik. Hal ini dikarenakan beliau sebagai kepala sekolah yang membuat pedoman, melaksanakan tugasnya dengan optimal, mengelola sekolah dengan bijaksana dan terarah, serta mewujudkan mutu dan kualitas pendidikan yang setinggi-tingginya. Hal ini dibuktikan dengan beliau mengejar tujuan untuk meningkatkan pendidikan sekolahnya, yang tentu saja juga berdampak pada kualitas siswa yang bersekolah di sekolahnya, memberi mereka rasa bangga dan harapan untuk masa depan yang cerah. Oleh karena itu, kepala sekolah memiliki wawasan, keterampilan manajemen, perilaku kepemimpinan, dan pemahaman mendalam tentang tugas dan fungsi kepala sekolah. Dengan kemampuan ini, kepala sekolah mampu memimpin sekolah menuju tujuan sekolah. Sekolah akan berkualitas tinggi sambil mampu mengoordinasikan dengan baik dan efektif dan membimbing seluruh komponen sekolah yang akan menjadi faktor pendukung pengembangan profesi. Meningkatkan mutu pendidikan dengan memberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan dan tentunya mendorong guru untuk mengikuti berbagai bentuk pelatihan dan pengembangan personal. pengembangan kompetensi pendidikan dan profesional mereka sendiri. Kendala yang muncul juga berasal dari guru sendiri, seperti kurangnya semangat mengajar.”
Keberhasilan kepala sekolah dalam meningkatkan profesional guru sangat dipengaruhi oleh motivasi yang diberikan kepada mereka. Hal ini berkaitan dengan faktor yang memengaruhi motivasi individu, yang bisa muncul secara internal atau dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal yang dapat berdampak positif atau negatif terhadap kinerja. Bekerja tanpa semangat atau motivasi dapat mengurangi dorongan untuk mencapai hasil yang baik. Sebaliknya, jika kita bekerja dengan penuh gairah dan keinginan untuk meraih hasil yang baik dapat terwujud bagi banyak orang. Kemauan, kemampuan, dan ketekunan guru sebagai pendidik yang mencerminkan keyakinan mereka tentang kemauan, kemampuan, dan ketekunan siswa mereka[13].
C. Penyedian fasilitas dan sumber daya
Penyediaan fasilitas dan sumber daya yang memadai sangat berpengaruh dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif dan mendukung perkembangan profesionalisme guru. Dalam penelitian ini, penyediaan fasilitas dan sumber daya di MTS Muhammadiyah Jayapura menjadi salah satu faktor yang sangat mendukung keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran.
Kepala sekolah berusaha maksimal dalam menyediakan fasilitas yang diperlukan, baik fasilitas fisik seperti ruang kelas yang nyaman, alat bantu pembelajaran, maupun fasilitas non-fisik seperti akses ke pelatihan dan sumber daya digital. Kepala sekolah bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa sekolah memiliki sarana prasarana yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, termasuk menyediakan buku-buku, peralatan multimedia, dan teknologi informasi yang relevan.
Selain itu, penyediaan sumber daya manusia juga menjadi perhatian yang utama. Dalam hal ini, kepala sekolah dapat memastikan guru memiliki akses ke berbagai sumber daya yang dapat mendukung pengembangan profesional mereka, seperti materi pelatihan, seminar, dan workshop yang berfokus pada peningkatan keterampilan mengajar serta pengetahuan terkait kurikulum dan perkembangan pendidikan.
Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa penyediaan fasilitas yang memadai dapat memberikan dampak positif terhadap motivasi dan kinerja guru. Fasilitas yang memadai membuat guru lebih mudah dalam melaksanakan tugas mengajar, sementara sumber daya yang tersedia meningkatkan kompetensi mereka dalam mengembangkan metode pengajaran yang lebih efektif dan inovatif. Fasilitas yang baik juga memberikan kenyamanan bagi siswa, yang pada gilirannya mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih kondusif.
Secara keseluruhan, penyediaan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) yang memadai terbukti sangat penting dalam mendukung kualitas pendidikan di MTS Muhammadiyah Jayapura. Hal ini membantu guru dalam menjalankan tugasnya dengan lebih baik dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas pembelajaran yang berlangsung di sekolah.
D. Evaluasi dan peningkatan kinerja guru
Evaluasi dan peningkatan kinerja guru merupakan aspek penting dalam memastikan kualitas pengajaran di sekolah tetap terjaga dan terus berkembang. Dalam penelitian ini, evaluasi kinerja guru di MTS Muhammadiyah Jayapura dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran, serta untuk memberikan umpan balik yang konstruktif kepada guru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah secara rutin melakukan evaluasi terhadap kinerja guru melalui berbagai metode, seperti observasi langsung, wawancara, dan penilaian berbasis hasil belajar siswa. Evaluasi ini tidak hanya terbatas pada aspek akademik, tetapi juga mencakup keterampilan sosial dan profesional guru dalam berinteraksi dengan siswa dan rekan kerja. Evaluasi dilakukan dengan pendekatan yang objektif, transparan, dan mendukung, sehingga memberikan kesempatan bagi guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran mereka.
Peningkatan kinerja guru dilakukan berdasarkan hasil evaluasi yang diperoleh. Kepala sekolah memberikan umpan balik secara langsung kepada guru, mencakup aspek yang perlu diperbaiki serta memberikan saran dan rekomendasi untuk peningkatan. Selain itu, kepala sekolah juga memfasilitasi pengembangan profesional guru dengan menyediakan pelatihan dan workshop yang relevan untuk mengatasi kelemahan yang ditemukan selama evaluasi. Program pembinaan yang bersifat personal juga diterapkan untuk memberikan perhatian lebih kepada guru yang membutuhkan bantuan khusus dalam meningkatkan keterampilan mereka.
Pembahasan lebih lanjut menunjukkan bahwa evaluasi yang dilakukan secara rutin dan konstruktif memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja guru. Guru yang menerima evaluasi yang jelas dan bimbingan yang tepat akan merasa didukung dalam proses peningkatan kualitas mengajarnya. Peningkatan kinerja ini tidak hanya berdampak pada kualitas pengajaran, tetapi juga pada perkembangan profesionalisme guru dalam jangka panjang. Secara keseluruhan, evaluasi dan peningkatan kinerja guru yang dilaksanakan di MTS Muhammadiyah Jayapura terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Proses evaluasi yang dilakukan secara terus-menerus dan diikuti dengan upaya peningkatan yang terarah menunjukkan komitmen kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik dan lebih berkualitas.
Permasalahan yang timbul selama pelatihan yang dilakukan oleh guru tidak akan menjadi masalah besar bagi program pelatihan jika ditangani dengan baik [15]. Tentu saja, kepala sekolah harus berkomitmen dan diperlengkapi untuk memecahkan masalah yang ada. Kepala Sekolah bertanggung jawab untuk mengelola dan meningkatkan potensi untuk mencapai visi, misi, dan tujuan sekolah[16]. Kepala sekolah merupakan komponen pendidikan yang berperan penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Berhubungan erat antara kualitas kepala sekolah dan banyak aspek kehidupan sekolah, termasuk disiplin sekolah, lingkungan budaya sekolah, dan pengurangan perilaku menyimpang siswa. Kepala sekolah merupakan guru yang mempunyai kemampuan membimbing sekolah dalam memanfaatkan secara optimal segala sumber daya yang ada di sekolah guna mencapai tujuan bersama.[17]
Peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran meliputi: 1) Sebagai pendidik, kepala sekolah memberikan bimbingan kepada guru dalam menyusun bahan ajar yang efektif dan efisien. 2) Sebagai administrator utama, kepala sekolah mengoptimalkan pengelolaan institusi pendidikan. 3) Sebagai administrator, kepala sekolah juga dapat merancang program-program yang mendukung tujuan pendidikan. 4) Sebagai pengawas, kepala sekolah mengembangkan program pengawasan pendidikan. 5) Menjaga hubungan baik dengan komunitas sekolah sebagai kepala sekolah. 6) Sebagai inovator yang mampu mendorong perubahan positif. 7) Sebagai motivator yang menginspirasi kerja keras dan semangat belajar. Kepala sekolah dan dewan guru sekolah bekerja sama secara kreatif untuk mengeksplorasi sumber daya yang dapat memberdayakan guru, khususnya dalam pengembangan profesional mereka dan seminar keterlibatan guru.
Kompetensi guru memiliki peranan penting dalam menjamin mutu pendidikan yang berkualitas, yaitu proses belajar mengajar yang efektif dan memberikan manfaat, melalui pengembangan siswa yang cerdas, berpengetahuan, berbudaya, dan berakhlak baik. Aspek ini perlu mendapat perhatian serius dari para pendidik.[18]. Keahlian guru mutlak diperlukan dan tidak dapat ditunda. Menghadapi persaingan di era globalisasi ini yang semakin ketat, mengajar merupakan salah satu pekerjaan terpenting dan karenanya profesi guru harus dimanfaatkan secara maksimal sesuai kemampuannya.[19] membutuhkan keterampilan dan kompetensi [20].
Menyusun berbagai kerangka kompetensi bagi guru agar dapat digunakan sebagai dasar untuk persiapan awal, induksi, pengembangan profesional, penilaian, serta peningkatan karir guru.[21]. Pengetahuan umum guru tentang mata pelajaran, baik yang bersifat deklaratif maupun prosedural, dianggap sebagai kumpulan keterampilan yang berkaitan dengan perilaku guru, sehingga berperan penting dalam memastikan pengajaran yang berkualitas dan, pada akhirnya, kualitas instruksi. Hal ini sangat penting untuk mencapai prestasi siswa yang tinggi.[22].
Kualitas adalah konteks tindakan dan bentuknya adalah kepuasan. Kepuasan selalu berubah dengan cepat seiring berjalannya waktu dan perubahan sosial, sehingga kualitas menjadi penggeraknya[23]. Dengan demikian, konsep kualitas harus diiringi dengan upaya untuk terus-menerus dan berkelanjutan dalam meningkatkannya. Dari perspektif produsen, hal ini mengacu pada hasil yang memenuhi atau bahkan melebihi rencana program yang telah ditetapkan. Namun, kualitas dan kepuasan produsen tidak selalu sejalan dengan kualitas dan kepuasan pelanggan. Pelanggan menilai kualitas ketika program, aktivitas, dan hasil yang diberikan memenuhi atau melampaui ekspektasi mereka.
Berdasarkan Permendiknas No. 13 Tahun 2007, kepala sekolah harus menguasai lima keterampilan, yaitu kepribadian, manajemen, kewirausahaan, pengawasan, dan sosial. Pengawasan adalah keterampilan yang sangat penting. Tugas pengawasan yang harus dilakukan kepala sekolah mencakup seluruh akademik dalam pengelolaan pembelajaran. Pemantauan yang efektif diberikan oleh kepala sekolah, yang meliputi perencanaan, pengelolaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hal ini sejalan dengan pemahaman manajemen mengenai peran kepala sekolah, yang teridi dari empat fungsi utama: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi[24].
Peran guru dalam peningkatan kualitas pendidikan mencakup: a. Meningkatkan kemampuan staf sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan profesi. b. Terlibat dalam pelatihan dan pengembangan guru, baik melalui pendidikan formal maupun secara individu. c. Berkontribusi dalam upaya memperbaiki kualitas pendidikan melalui peran aktif karyawan. d. Melindungi kepentingan personal staf, seperti upah, kesehatan, dan tunjangan sosial lainnya.[23]
Tentu saja, perencanaan kualitas pendidikan yang harus direncanakan dan dilaksanakan dengan jelas sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam periode waktu tertentu, yang sesuai dengan visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan. "Peran kepala sekolah sangat krusial. Dalam sebuah sekolah, kepala sekolah harus memiliki sifat yang dinamis, kreatif, inovatif, berani mengambil risiko, dan bertanggung jawab. Untuk menghadapi tantangan sekolah saat ini dan mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan evaluasi diri yang berkelanjutan, analisis situasi, serta analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (analisis SWOT). Kepala sekolah juga berperan dalam pengembangan karier. Dengan keterampilan teknis yang dimilikinya, ia dapat menjelaskan kepada rekan-rekannya bagaimana melaksanakan pekerjaan mereka. Kepala sekolah harus mampu berkomunikasi secara efektif mengenai rencana kerja, pelaksanaan, dan hasil yang dicapai."[25].
Adapun kesimpulan dalam pembahasan ini adalah:
Ucapan Terima Kasih
Dalam kesempatan ini, penulis ingin mengungkapkan rasa syukur yang mendalam kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bimbingan selama proses penyusunan tesis ini. Secara khusus, penulis menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada kepala sekolah dan Ibu Bapak guru MTs Muhammadiyah Jayapura yang telah menjadi sumber inspirasi dan dorongan dalam penelitian ini. Ucapan terimakasih juga ditunjukkan kepada Dosen Pembimbing yang telah memberikan arahan, masukan, dan saran yang konstruktif, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini dengan baik. Semoga karya ini dapat memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan pendidikan, terutama dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di lembaga pendidikan.
H. Bay and S. W. Dj. Pomalato, “Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Lemito,” Berajah Journal, vol. 2, no. 1, pp. 104–110, 2021, doi: 10.47353/bj.v2i1.60.
Yusutria, A. Hopid, R. Febriana, N. A. Kholifah, S. Mahmuda, and D. F. Abid, “Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di SD Nitikan Muhammadiyah Yogyakarta,” Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan, vol. 7, no. 2, pp. 39–48, 2022, doi: 10.47435/jpdk.v7i2.1262.
J. Beno, A. Silen, and M. Yanti, “Strategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Kompetensi Profesi Guru untuk Meningkatkan Mutu di SMK AL-Huda Grogol Kediri,” Brazilian Dental Journal, vol. 33, no. 1, pp. 1–12, 2022.
Y. Kwartarani, “Motivasi Kerja Guru dan Kepemimpinan Kepala Sekolah: Sebuah Survei pada Guru Sekolah Menengah Pertama Swasta,” Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, vol. 8, no. 1, pp. 410–419, 2022, doi: 10.31943/jurnal.
M. Saman, N. Aini, and Nurhasanah, “Pengaruh Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Sebagai Variabel Intervening pada PT. Starlift Indonesia 88,” Jurnal Bisnis Ekonomi Sains dan Terapan, vol. 1, no. 1, pp. 26–39, 2023.
Y. P. Sari, “Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di SMA,” Manajer Pendidikan, vol. 9, no. 4, pp. 588–596, 2015.
M. Pendidikan Nasional, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional, 2007.
M. Muspawi, B. S. Setiyadi, and A. Maryanti, “Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Upaya Peningkatan Kompetensi Profesional Guru,” JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), vol. 9, no. 2, pp. 586–592, 2023, doi: 10.29210/020232092.
M. S. Ummah, Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajawali Pers, 2019.
S. Hermawan, Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif Kualitatif. Sidoarjo: UMSIDA Press, 2016.
Z. Abdussamad, Buku Metode Penelitian Kualitatif. Makassar: CV Syakir Media Press, 2021.
T. Komunikasi, “Perkembangan Teknologi Media Elektronik Modern dalam Jaringan Komunikasi Instan,” Jurnal Komunikasi, vol. 1, pp. 202–224, 2017.
H. Suaidi, “Kristalisasi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Upaya Memberikan Keteladanan Terhadap Anak Didik,” Jurnal Innovation Research and Knowledge, vol. 2, no. 1, pp. 245–254, 2022.
K. Sajidah et al., “Kepemimpinan dalam Lembaga Pendidikan,” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, vol. 2, no. 6, pp. 5–7, 2023.
T. Paulina and S. Patimah, “Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pengembangan Manajemen Mutu di SMAN 2 Gading Rejo,” At-Tajdid: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, vol. 7, no. 1, pp. 201–215, 2023.
R. Almaajid et al., “Supervisi Pendidikan dalam Peningkatan Profesionalisme Guru,” Jurnal Manajemen Pendidikan, vol. 3, no. 2, pp. 316–322, 2023.
E. Sulasmi, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Ditinjau dari Aspek Manajemen Minat Belajar Siswa,” Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi, vol. 1, no. 1, pp. 10–17, 2020.
L. Amon and H. Harliansyah, “Analisis Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dalam Perencanaan Peningkatan Mutu Pendidikan Menengah Kejuruan,” Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan, vol. 1, no. 1, pp. 147–162, 2022, doi: 10.55606/jimak.v1i1.258.
M. A. S. Amin, “Perilaku Komunikasi dan Motivasi Kerja Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru dan Tenaga Kependidikan di Sekolah Dasar,” Jurnal Cakrawala Pendas, vol. 8, no. 2, pp. 511–519, 2022, doi: 10.31949/jcp.v8i2.2256.
Saca, H. Fitria, and Y. Fitriani, “Principal’s Leadership in Improving the Quality of Learning,” Advances in Social Science, Education and Humanities Research, vol. 565, pp. 1171–1174, 2021, doi: 10.2991/assehr.k.210716.233.
M. R. Saomi, “Kompetensi Guru Berdasarkan QS. Al-Jumuah Ayat 2,” Jurnal Pendidikan Islam, vol. 4, no. 1, pp. 16–28, 2021.
Rindaningsih and E. F. Fahyuni, Buku Ajar Profesi Keguruan. Sidoarjo: UMSIDA Press, 2023, doi: 10.21070/2022/978-623-464-051-9.
R. Holil, “Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kompetensi Profesional Guru (Studi Kasus di SMAN 1 Kota Bima),” Jurnal Manajemen Pemasaran dan Ilmu Sumber Daya Manusia, vol. 1, no. 2, pp. 600–621, 2020, doi: 10.38035/JMPIS.
J. Barkah and A. Sarwandianto, “Manajemen Pengembangan Kompetensi Guru sebagai Determinan Kinerja Guru,” Jurnal Pendidikan Tambusai, vol. 5, no. 3, pp. 6023–6031, 2023.
Maulana, N. A. Rahma, N. F. Mahfirah, W. Alfarizi, and A. Darlis, “Meningkatkan Profesional Guru dengan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG),” Jurnal Pendidikan dan Konseling, vol. 5, no. 2, pp. 2158–2167, 2023.
R. Sri, S. Pamuji, and A. Rofi, “Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MTs Negeri Wilayah Timur Kabupaten Cirebon,” Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, vol. 2, no. 1, pp. 168–178, 2024.
Syarifah, “Manajemen Supervisi Kepala Sekolah pada Kinerja Guru,” Administrasi Pendidikan dan Konseling Pendidikan, vol. 3, no. 1, pp. 8–13, 2022.
N. R. Umikalsum and H. Fitria, “The Role of Principal Leadership in Improving the Quality of Education at SD Negeri 6 Prabumulih,” Advances in Social Science, Education and Humanities Research, vol. 565, pp. 193–197, 2021.