Login
Section Innovation in Education

The Influence of Using the Al-Muyassar Module in Increasing the Al-Quran Memorization Skills of Students at Islamic Elementary Schools

Pengaruh Penggunaan Modul Al-Muyassar dalam Meningkatkan Kemampuan Hafalan Al-Quran Siswa di Sekolah Dasar Islam
Vol. 27 No. 2 (2026): April:

Shafira Mumtaz (1), Imam Fauji (2)

(1) Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia

Abstract:

General Background Islamic primary education prioritizes Quranic memorization to build spiritual foundation and character development. Specific Background Elementary institutions implement specialized instructional modules to maintain student memorization quality and retention. Knowledge Gap Existing research predominantly evaluates oral repetition strategies rather than the statistical relationship between specific printed learning modules and memorization precision. Aims This study analyzes the correlation between the al-Muyassar module and mutqin Quranic memorization among elementary students. Results Simple linear regression analysis revealed a significance value of 0.010, indicating no statistically significant correlation between module implementation and memorization accuracy, with a determination coefficient of 10.3%. Novelty Findings demonstrate that printed instructional modules alone do not determine memorization mastery due to confounding variables like heterogeneous mushaf usage and varying starting points. Implications Educational institutions must combine instructional modules with standardized mushaf formats and structured recitation oversight to achieve optimal memorization retention.


Key Findings Highlights

Quantitative analysis demonstrates no statistically significant relationship between module usage and student memorization retention.


The al-Muyassar instructional module accounts for only a 10.3% contribution to memorization accuracy outcomes.


Unstandardized Quranic script usage and inconsistent repetition schedules present primary obstacles to achieving memorization precision.


Keywords : Al-Muyassar Module, Mutqin Memorization, Quranic Education, Elementary Students, Simple Regression Analysis

Downloads

Download data is not yet available.

Pendahuluan

Pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia, karena dengan pendidikan akan menghasilkan manusia berkualitas yang dapat berguna di masa mendatang [1]. Dalam ruang lingkup Islam, pendidikan dan pengajaran terhadap generasi penerus menjadi perhatian yang sangat serius, terlebih dalam dunia pendidikan dan pengajaran al-Qur’an. Mengajarkan al-Qur’an untuk generasi selanjutnya menjadi langkah mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan pedoman hidupnya [2]. Jika melihat realita generasi millenial yang dipenuhi dengan keunggulan teknologi saat ini, menyebabkan mereka jauh dari al-Qur’an. Teknologi yang mereka banggakan dapat menghancurkan masa depannya secara perlahan. Walaupun di satu sisi, kecanggihan teknologi mempermudah generasi millenial, namun juga membawa keburukan, salah satunya pengikisan nilai-nilai akhlaqul karimah [3]. Menurut Said Agil Husain Al-Munawar dari M. Ali Anwar, dalam menghadapi tantangan dunia modern yang bersifat sekuler dan materialistis, umat Islam dituntut untuk menguatkan bimbingan dan ajaran al-Qur’an. Selain itu, juga membuktikan bahwa ajaran al-Qur’an bersifat rasional dan mendorong umat manusia untuk mewujudkan kemajuan dan kemakmuran serta kesejahteraan [4]. Bagi setiap muslim, al-Qur’an menjadi kitab suci yang dimuliakan. Karena didalamnya terdapat nilai-nilai penting untuk dijadikan pedoman hidup [5]. Dengan keutamaan al-Qur’an tersebut, menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan meneladani yang terkandung dalam al-Qur’an. Adab seorang muslim terhadap al-Qur’an yaitu membaca, mempelajari, dan menghafalkan ayat-ayatnya [6]. Keutamaan al-Qur’an yaitu mudah dihafal. Selain itu, al-Qur’an adalah kitab suci yang bisa dihafal secara rinci jika dibandingkan dengan kitab suci lainnya. Mulai dari huruf, kata, kalimat, waqaf, sampai panjang pendek semuanya secara detail terdapat dalam al-Qur’an [5]. Menghafal al-Qur’an merupakan aktivitas yang dapat dilakukan semua orang. Namun menghafal al-Qur’an bukanlah suatu yang mudah juga bukan seuatu yang tidak mungkin untuk dihafalkan, karena pada zaman Rasulullah banyak sahabat yang berlomba-lomba dalam menghafalkan al-Qur’an dengan baik [7]. Maka tak heran, jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mampu menghafal al-Qur’an dengan mudah. Salah satunya yaitu Abdullah bin Mas’ud, dikisahkan oleh Abu Mas’ud al-Anshari dari Kitab at-Tarikh al-Islami beliau berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku tidak mengetahui ada orang lain sepeninggal Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam yang lebih mengetahui tentang al-Qur’an selain Abdullah bin Mas’ud” [8]. Kemudahan menghafal al-Qur’an juga telah diwariskan para ulama salaf, salah satunya yaitu Imam Syafi’i. Ahmad bin Ibrahim at-Thaai berkata bahwa Imam Syafi’i menghafal al-Qur’an secara mutqin pada usia tujuh tahun, dan menghafal kitab muwathaa’ pada usia sepuluh tahun [9]. Dengan adanya para penghafal inilah, al-Qur’an selalu terjaga dari penyimpangan dan terpelihara dari usaha manusia yang ingin menodai keasliannya. Hal ini dikarenakan, para penghafal al-Qur’an ialah orang-orang yang Allah pilih untuk menjaga kemurnian al-Qur’an [10].

Dalam mempelajari al-Qur’an juga memerlukan beberapa hal, seperti pada proses pembelajaran ilmu lainnya. Salah satunya yaitu metode pembelajaran. Metode pembelajaran menjadi aspek penting dalam menghafal al-Qur’an. Metode ini yang akan menentukan kualitas [11], [12], efesiensi waktu [13], dan memperbanyak hasil dari hafalan al-Qur’an tersebut [14]. Sehingga, para ahli pendidikan al-Qur’an sepakat dengan ungkapan “metode lebih penting daripada materi [15], [16]”. Hal ini disebabkan, jika guru mampu menciptakan metode pembelajaran yang baik, maka akan tercipta pula proses pembelajaran yang baik. Maka, dengan adanya metode pembelajaran al-Qur’an yang baik, akan menghasilkan kualitas hafalan al-Qur’an yang baik pula. Tak heran, jika belakangan ini banyak sekali sekolah yang menjadikan anak-anak yang mampu menghafal al-Qur’an menjadi siswa yang berprestasi. Dengan adanya siswa yang berprestasi ini, tentu dapat meningkatkan mutu dan kualitas di sekolah tersebut. Dan realita di lapangan saat ini, banyak sekolah yang mulai menerapkan pembelajaran al-Qur’an menjadi mata pelajaran wajib [17]. Kebutuhan masyarakat terhadap sekolah yang menekuni bidang al-Qur’an semakin lama semakin banyak. Namun pada kenyataannya, masih sedikit sekolah yang mempunyai komitmen dan perhatian lebih kepada al-Qur’an. Program menghafal al-Qur’an lebih sering dikenal dengan istilah tahfidzul Qur’an menjadi salah satu program unggulan sekolah Islam yang berkembang saat ini. Hal ini tentu menjadi nilai unggul tersendiri jika dibandingkan dengan sekolah yang tidak memiliki program tahfidzul Qur’an. Sekolah Islami biasanya menargetkan siswanya lulus dan mampu mencapai hafalan al-Qur’an 1 juz, 2 juz, 3 juz, atau bahkan lebih dari itu [18]. Salah satunya yaitu SD Islam Sari Bumi, sekolah yang berkomitmen tinggi untuk melahirkan santri yang mahir membaca al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid, memiliki hafalan al-Qur’an 4 juz secara mutqin, dan menguasai dasar-dasar agama sesuai dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Program tahfidzul Qur’an ini telah dijadikan program unggulan di salah satu SD Islam. Sekolah ini telah menerapkan program menghafal al-Qur’an menggunakan metode pembelajaran berupa modul al-Muyassar. Keberadaan Lembaga Pendidikan Islam Sari Bumi, merupakan wadah dakwah dan tarbiyah bagi masyarakat muslim di Sidoarjo dan sekitarnya. Ustadz Rustan Pajja, selaku Pembina Program al-Qur’an Lembaga Pendidikan Islam Sari Bumi mengatakan salah satu komitmen para pendiri yayasan adalah menjadikan program al-Qur’an sebagai prioritas utama dan mendapatkan perhatian terbesar dalam program pendidikan. Sehingga benar-benar bisa menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan membaca dan menghafalkan al-Qur’an yang baik, benar dan berkuaitas. Ustadz Rustan menambahkan, para pendiri menyatakan “Tidak perlu ada LPI Sari Bumi jika program al-Qur’annya tidak baik”. Program tahfidzul qur’an ini dipilih SD Islam Sari Bumi untuk meningkatkan kualitas lulusan agar memiliki keunggulan dalam bidang al-Qur’an dibandingkan lulusan sekolah lain. Diantara banyaknya sekolah yang menerapkan tahfidz sebagai program unggulan sekolah, SD Islam Sari Bumi memiliki nilai tersendiri, yaitu menjaga kualitas bacaan al-Qur’an santri dengan bacaan yang tartil dan kualitas hafalan al-Qur’an yang mutqin. Ustadz Kusaeri, A.Ma selaku koordinator tahfidz menyatakan, bahwa Lembaga Pendidikan Islam Sari Bumi, baik TK maupun SD Sari Bumi telah bekerja sama dengan Ummi Foundation, sebuah lembaga penjamin mutu pembelajaran al-Qur’an yang sudah berdiri sejak 13 tahun terakhir. Ummi Foundation menjadi pendamping pendidikan Indonesia untuk melahirkan generasi Qurani. Ummi Foundation telah bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan formal maupun nonformal di Indonesia untuk melayani peningkatan kualitas guru al-Qur’an dan lembaga pendidikan [19].

Maka, dengan bebagai gambaran diatas tidak dapat dipungkiri lagi bahwa salah satu kelebihan al-Qur’an yaitu dapat dihafalkan oleh semua kalangan, baik anak-anak hingga dewasa. Tidak ada kitab suci yang bisa dihafalkan seutuhnya seperti al-Qur’an [20]. Dan salah satu cara Allah menjaga kesucian al-Qur’an adalah menjaganya melalui para penghafal al-Qur’an. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hijr [15]:9 yang artinya “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi, dan Kami akan memeliharanya sampai hari kiamat.” Dari ayat ini sudah jelas, bahwa Allah sendiri yang akan menjaga kesucian dan kemurnian al-Qur’an. Sebagai penghafal al-Qur’an, dibutuhkan upaya dan semangat untuk menjaga hafalan yang dimiliki. Tetapi, hal yang banyak terjadi di lapangan atau permasalahan yang ditemukan oleh para penghafal al Qur’an ialah tidak bisa menjaga hafalan yang sudah dimiliki agar menjadi hafalan yang mutqin. Para penghafal al-Qur’an lebih sering dituntut untuk menambah hafalan saja, namun kurang dalam menjaga hafalan yang dimiliki. Hal yang sebaiknya dilakukan oleh para penghafal al-Qur’an yaitu menjaga hafalan yang dimiliki dengan terus menjaga kualitas bacaannya sehingga menjadi hafalan yang mutqin. Mutqin ialah melekatnya hafalan yang dimiliki, sehingga menjadi hafalan yang kuat [10]. Maka, terdapat standart yang harus dimiliki seorang penghafal al-Qur’an agar hafalannya menjadi hafalan yang mutqin [21]. Menurut teori yang disampaikan Abu Nizhan dalam bukunya yang berjudul Buku Pintar Al-Qur’an, bahwa hafalan yang mutqin adalah hafalan yang berkualitas dan dapat di baca kapanpun dan dalam keadaan apapun atau biasa disebut hafalan di luar kepala [22]. Beliau juga menjelaskan bahwa terdapat tiga indikator hafalan al-Qur’an dikatakan mutqin, yaitu ketepatan dalam hal tajwid, fashohah dan kelancaran hafalan [23]. Maka dapat disimpulkan bahwa hafalan seseorang dapat dikatakan memenuhi standart mutqin jika telah memenuhi tiga indikator tersebut. Sehingga dibutuhkan penguatan dan pembiasaan yang baik saat menghafal al-Qur’an agar dapat membantu menghafalkan al-Qur’an dengan mutqin dan berkualitas.

Ada beberapa penelitian terdahulu yang telah meneliti tentang pembelajaran tahfidzul Qur’an. Diantaranya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Imam Wahyudi dan Uswatun Hasanah yang melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Metode Muroja’ah Terhadap Kemampan Menghafal al-Qur’an Juz 30 Siswa Kelas V MI Al Hijrah 01 Ngawi. Penelitian mereka menyatakan bahwa adanya peningkatan sebesar 27% terhadap hasil post-test metode muroja’ah. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode muroja’ah terhadap peningkatan kemampuan menghafal juz 30 siswa kelas V di MI Al Hijrah 01 Ngawi [17]. Penelitan serupa juga dilakukan oleh Nurlaili, M. Ritonga dan Mursal yang dilaksanakan di Rumah Tahfidz Yayasan Ar-Rahmah Naggalo Padang. Penelitian mereka menjelaskan bahwa penggunaan metode muraja’ah dalam menghafal al-Qur’an di rumah tahfiz Ar-Rahmah memberikan hasil yang baik dalam mempercepat dan meningkatkan hafalan santri, baik secara kualitas hafalan maupun kuantitasnya [22]. Selaras dengan penelitian tersebut, penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Ridho Isfihany di Pondok Pesantren Ubay Bin Ka’ab Solo, menghasilkan adanya pengaruh signifikan pada penerapan metode muraja’ah terhadap hafalan al-Qur’an siswa pada mata pelajaran tahfidz di Pondok Pesantren Ubay bin Ka’ab Solo sebesar 81,5% [24]. Dari beberapa penelitian terdahulu yang telah dipaparkan diatas, fokus penelitian mereka yaitu pada metode muraja’ah yang dinilai efektif dalam mengawal program tahfidzul Qur’an sehingga menghasilkan para penghafal al-Qur’an yang baik. Berbeda dengan penelitian terdahulu, fokus peneliti dalam penelitian ini yaitu pada modul pembelajaran yang digunakan para penghafal al-Qur’an untuk menghasilkan kualitas bacaan yang tartil dan hafalan al-Qur’an yang mutqin. Sehingga penulis berharap adanya temuan baru dari penelitian ini yang dapat bermanfaat untuk peneliti lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul al-Muyassar dalam meningkatkan mutqin hafalan al-Qur’an santri di SD Islam Sari Bumi dan seberapa besar pengaruhnya. Sedangkan urgensi dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa penggunaan modul al-Muyassar dapat berpengaruh baik dalam menjaga kualitas hafalan santri dan meningkatkan mutqin hafalan al-Qur’an santri di SD Islam Sari Bumi.

Metode

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode korelasi untuk menguji hipotesis penelitian, yaitu pengaruh modul al-Muyassar terhadap hafalan santri dan seberapa besar pengaruhnya. Penelitian ini memiliki variabel independen (X) atau variabel bebas, yang artinya memberi pengaruh terhadap variabel lain yaitu modul al-Muyassar. Sedangkan variabel dependen (Y) atau varabel terikat, yang artinya nilainya bergantung pada variabel independen yaitu mutqin hafalan al-Qur’an santri. Penelitian ini memiliki hipotesis jenis asosiatif, karena memberi jawaban sementara atas hubungan dua variabel. H0 memiliki arti tidak adanya pengaruh antara variabel X terhadap Y, sedangkan Ha memiliki arti adanya pengaruh antara variabel X terhadap Y. Penelitian ini dilakukan di SD Islam Sari Bumi pada bulan Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah santri SD Islam Sari Bumi dari level kelas 1-6 sejumlah 637 santri. Pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling sebanyak 63 santri. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu angket dan post test. Angket digunakan untuk mengetahui pengaruh modul al-Muyassar, sedangkan post test digunakan untuk menilai mutqin hafalan al-Qur’an santri SD Islam Sari Bumi. Pada penelitian ini tidak menggunakan pre test karena data langsung diambil dari guru yang mengajar tahfidz sebelumnya. Post test digunakan untuk mengetahui hasil penggunaan modul al-Muyassar selama pembelajaran tahfidz dalam meningkatkan mutqin hafalan al-Qur’an santri di SD Islam Sari Bumi. Data yang telah didapat akan diolah dengan menghubungkan nilai yang dapat dihitung menggunakan perhitungan statistika. Metode ini disebut kuantitatif karena menghasilkan data berupa angka atau perhitungan yang didapat dari subjek yang diamati dalam penelitian [25]. Teknik analisis data menggunakan uji statistik yaitu uji korelasi yang akan menguji adanya pengaruh modul al-Muyassar terhadap mutqin hafalan santri. sebelum menggunakan uji korelasi, peneliti telah melakukan uji validitas, normalitas dan reliabilitasnya yang merupakan prasyarat uji statistik parametrik [26]. Uji korelasi Pearson Product Moment menggunakan alat bantu yaitu SPSS (Statistical Package for the Social Science) 16.0 for windows.

Pertanyaan instrumen angket untuk menjawab hasil dari variabel modul al-Muyassar sebanyak 10 pertanyaan dengan indikator yaitu: (a) Kemudahan penggunaan modul al-Muyassar; (b) Efektivitas modul al-Muyassar, (c) Keunggulan modul al-Muyassar. Setelah angket terbagi dan terisi, peneliti mengolah data menggunakan bantuan Microsoft Excel untuk menjumlah skor pada angket. Penilaian skor pada angket menggunakan Skala Likert dengan ketentuan sebagai berikut :

Tabel 1. Kategori Penilaian Skala Likert

No Skor Nilai Kategori
1. 4 100 Sangat Setuju
2. 3 75 Setuju
3. 2 50 Tidak Setuju
4. 1 25 Sangat Tidak Setuju
Table 1.

Berdasarkan tabel 1, dapat disimpulkan bahwa setiap skor pertanyaan bernilai 25. Hal ini digunakan untuk memudahkan mengkorelasikan dengan nilai hasil tes yang berupa rentang nilai puluhan dari 0-100. Skor jawaban instrumen 1 bernilai 25 dengan kategori sangat tidak setuju. Skor 2 bernilai 50 dengan kategori tidak setuju. Skor 3 bernilai 75 dengan kategori setuju, dan skor 4 bernilai 100 dengan kategori sangat setuju. Sedangkan nilai post test hafalan al-Qur’an santri juga memiliki kriteria penilaian dengan ketentuan sebagai berikut :

Tabel 2. Kategori Penilaian Tes Hafalan al-Qur’an di SD Islam Sari Bumi

No Aspek Penilaian Nilai Max
1. Fashahah 20
2. Tajwid 20
3. Kelancaran Hafalan 60
Total Nilai 100
Table 2.

Berdasarkan tabel 2, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa penilaian untuk menguji kemutqinan hafalan al-Qur’an santri. Selain aspek penilaian di atas, dalam lembar hasil tashih / tes tahfidz juga terdapat keterangan ayat yang keliru atau belum lancar. Hal ini bertujuan agar santri lebih memperhatikan letak ayat yang masih salah dan belum lancar. Selain itu, juga ada catatan untuk ustadz / ustadzah pengajar yang berisi pesan dan masukan dari pentashih untuk perbaikan santri ke depaannya

Hasil dan Pembahasan

Sebelum melakukan analisis data, peneliti telah menguji apakah instrumen yang digunakan untuk mengambil data sudah valid dan reliabel apa tidak, hal tersebut juga untuk menguji keabsahan instrumen penelitian. Uji validitas digunakan untuk menunjukkan sejauh mana memprediksi skor post test. Sedangkan uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui instrumen tersebut jika pengukuran tersebut dilakukan pada orang lain di waktu yang berbeda [27]. Analisis data digunakan untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan statistika parametrik. Penggunaan statistika parametrik mensyaratkan bahwa setiap data variabel yang akan dianalisis harus berdistribusi normal dan berasal dari populasi yang homogen [28]. Data dapat dikatakan berdistribusi normal jika nilai signifikansi > 0,05. Dasar pengambilan keputusan yakni: Jika nilai signifikan > 0,05, maka data berdistribusi normal dan jika nilai signifikan < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal. Berikut hasil uji normalitas:

Tabel 3. Hasil Uji Normalitas

Figure 1.

Berdasarkan tabel 3, menunjukkan hasil uji normalitas yang dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan perhitungan dengan bantuan SPSS versi 16.0. Hasil dari uji normalitas ini adalah 1,293 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga dapat ditarik suatu kesimpilan bahwa data ini tidak berdistribusi normal. Setelah peneliti melakukan uji validitas, uji reabilitas dan uji normalitas, selanjutnya melakukan uji hipotesis Pearson Product Moment menggunakan bantuan SPSS. Setelah didapatkan hasil angket dan hasil tes, langkah selanjutnya yaitu mengolah data untuk mengetahui hasl uji hipotesis dan uji korelasi dengan menggunakan alat bantu yaitu SPSS (Statistical Package for the Social Science) 16.0 for windows. Sebelum melakukan uji hipotesis, kita harus mengetahui pedoman penarikan kesimpulan dan pedoman interpretasi koefisiennya, yaitu: Jika nilai signifikansi < 0,05, artinya terdapat korelasi, dan jika nilai signifikansi > 0,05, artinya tidak terdapat korelasi Berikut hasil hitung uji hipotesis Modul al-Muyassar (X) terhadap Mutqin Hafalan al-Qur’an santri SD Islam Sari Bumi (Y):

Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis

Figure 2.

Berdasarkan tabel 4, menunjukkan perolehan nilai signifikansi sebesar 0.010 < 0.05. Hal ini menyatakan bahwa Modul al-Muyassar (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap Mutqin Hafalan al-Qur’an santri SD Islam Sari Bumi (Y). Hal ini menjawab rumusan masalah pertama, yaitu H0 diterima. Selanjutnya yakni uji korelasi untuk menentukan besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Berikut hasil hitung uji korelasi Modul al-Muyassar (X) terhadap Mutqin Hafalan al-Qur’an santri SD Islam Sari Bumi (Y):

Tabel 5. Hasil Uji Korelasi

Figure 3.

Berdasarkan tabel 5, menunjukkan hasil dari Model Summary yang memiliki kegunaan untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel atau lebih di dalam persamaan regresi. Hasil uji korelasi adalah pada nilai R-Square. Nilai R-Square pada hasil ini menunjukkan nilai sebesar 0.103 atau 10,3%. Berdasarkan hasil data, dapat diketahui bahwa modul al-Muyassar tidak berpengaruh signifikan terhadap meningkatnya mutqin hafalan al-Qur’an santri di SD Islam Sari Bumi. Hal ini terjadi karena ada beberapa kendala yang menjadi sedikit mengganggu proses hafalan siswa. Kendala ini bisa berasal dari pengajar maupun para siswa itu sendiri. Kendala yang sering ditemui saat menghafal al-Qur’an yaitu, siswa memakai mushaf / al-Qur’an yang berbeda-beda, sehingga penggunaan modul al-Muyassar bukanlah satu-satunya modul yang digunakan santri dalam menghafal al-Qur’an.

Kendala lainnya yang menjadi kurangnya tingkat mutqin hafalan al-Qur’an yakni letak berhenti dan mulai dalam penambahan ayat antar siswwa berbeda-beda, kurangnya murajaa’ah hafalan yang telah dimiliki, serta siswa kurang bisa memetakan penempatan ayat-ayat yang mirip antar surat maupun ayat-ayat yang mirip dalam satu surat [29]. Maka perlu suatu metode pembelajaran dan pengajaran al-Qur’an yang baik agar dapat mengatasi terjadinya beberapa kendala dalam menghafal al-Qur’an. Modul al-Muyassar ini menjadi modul pembelajaran al-Qur’an yang diterbitkan oleh pihak sekolah SD Islam Sari Bumi. Modul ini sejak lama dijadikan pendamping para siswa untuk menghafal al-Qur’an. Sehingga, sudah banyak lulusan yang mampu menghafal beberapa juz dari al-Qur’an secara mutqin. Modul al-Muyassar ini juga bisa termasuk metode muraja'ah, yaitu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara mengulang kembali hafalan yang sudah pernah dihafalkan untuk menjaga dari lupa dan salah [30], [31]. Modul al-Muyassar digunakan sebagai sarana para santri dalam menghafal dan muraja'ah al-Qur’an. Namun, nyatanya saat ini santri tidak hanya menggunakan modul al-Muyassar sebagai mushaf untuk muraja’ah hafalan mereka. Dalam modul al-Muyassar terdapat ayat-ayat yang akan dihafal oleh santri sebanyak 2 atau 3 baris setiap harinya. Selain itu modul in juga dilengkapi dengan warna pada ayat-ayat yang mirip dalam surat yang sama atau dengan surat yang lain. Modul al-Muyassar ini juga berfungsi untuk muraja'ah hafalan al-Qur’an yang dimiliki para siswa. Metode murajaa’ah ini telah banyak digunakan sebagai metode menghafal al-Qur’an yang mudah di berbagai lembaga pendidikan dan terbukti berhasil menjaga hafalan para santri [32]. Selain itu, keunggulan modul al-Muyassar dibandingan modul tahfidz lainnya yaitu modul ini dilengkapi dengan blok warna untuk memetakan ayat-ayat serupa yang ada dalam satu surat maupun antar surat di juz yang sama. Blok warna ini menjadi tanda ayat-ayat serupa atau lebih dikenal dengan sebutan ayat mutasyabihat. Dan salah satu faktor yang mendukung hafalan al-Qur’an seseorang adalah dengan memperhatikan ayat-ayat yang serupa. Hal ini bertujuan agar hafalan tersebut tetap terjaga dan tidak tumpang tindih antar ayat satu dengan ayat lainnya. Di bagian belakang juga terdapat kolom pengelompokan urutan surat, nama surat, jumlah ayat, letak halaman dan arti surat tiap juz. Namun, keterbatasan modul al-Muyassar ini disusun hanya 4 juz saja, karena menyesuaikan dengan target sekolah terhadap santri agar bisa lulus dengan capaian hafalan sebanyak 4 juz, yaitu juz 30,29,28 dan 27.

Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan peneliti dengan judul “Pengaruh Penggunaan Modul al-Muyassar dalam Meningkatkan Mutqin Hafalan al-Qur’an santri di SD Islam”, menunjukkan bahwa variabel X tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Hasil perhitungan uji hipotesis regresi linear sederhana menggunakan program statistik SPSS 28.0 for windows, diperoleh nilai signifikan 0,010 < 0,05 yang artinya modul al-Muyassar tidak berpengaruh terhadap peningkatan mutqin hafalan al-Qur’an santri di SD Islam Sari Bumi. Hal ini terbukti dari hasil analisis regresi linear sederhana dengan uji korelasi Pearson Product Moment menggunakan program statistik SPSS 16.0 for windows, diperoleh nilai R-Square sebesar 0.103 atau 10,3%. Terdapat keterbatasan dalam penelitian ini, yaitu sampel penelitian yang diambil dengan sistem Stratified Random Sampling, teknik ini merupakan pengambilan sampel secara acak berdasarkan strata / kelas / level tertentu. Penelitian ini dinilai kurang akurat jika digunakan untuk mengetahui pengaruh suatu variabel di jenjang kelas tertentu, karena cakupan penelitian ini terlalu luas dan sampel penelitian yang terlalu sedikit. Adapun pengembangan penelitian selanjutnya diharapkan dapat memfokuskan sampel penelitian per jenjang kelas agar hasil penelitian lebih tinggi tingkat validitasnya. Selain itu, peneliti hanya mengambil satu variabel penelitian saja. Maka, perbaikan untuk penelitian selanjutnya yaitu dengan menambahkan variabel agar penelitian lebih berkembang, seperti kebiasaan muraja’ah, profesionalisme guru, kefashihan santri dalam melafalkan al-Qur’an, semangat menghafal al-Qur’an, peran orang tua, masih banyak kemungkinan lainnya. Teruntuk SD Islam Sari Bumi, diharapkan mampu menjaga kualitas dan terus meningkatkan pencapaian hafalan al-Qur’an para santri, sehingga akan semakin banyak generasi Islami penghafal al-Qur’an yang dilahirkan dari SD Islam Sari Bumi.

Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis ucapkan atas segala rahmat yang telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan, sehingga karya tulis ilmiah yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Modul al-Muyassar dalam Meningkatkan Mutqin al-Qur’an Santri di SD Islam” dapat terselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehubungan dengan terselesainya karya tulis ilmiah ini, maka dengan kerendahan hati penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pembina Program al-Qur’an LPI Sari Bumi, Kepala SD Islam Sari Bumi, Koordinator al-Qur’an dan Tahfidz SD Islam Sari Bumi, para ustadz ustadzah pengajar al-Qur’an dan para santri SD Islam Sari Bumi yang telah membantu dalam pengumpulan data penelitian. Serta kepada Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, yang telah memfasilitasi segala hal yang diperlukan peneliti sehingga artikel ini dapat terselesaikan dengan baik. Peneliti menyadari masih banyak kekuarangan dalam karya tulis ilmiah ini. Oleh karena itu, peneliti mengharapkan saran dan kritik dari pembaca demi perbaikan karya tulis ilmiah ini. Semoga karya tulis ilmiah ini dapat memberikan manfaat dan pencerahan bagi pembaca.

References

S. Adi Santoso, H. Husniyah, and U. Faruq, "Pengaruh hafalan ayat Al-Qur'an terhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran Al-Qur'an Hadits di Madrasah Ibtidaiyah Al-Azhar Serabi Barat Bangkalan," Jurnal Pendidikan, vol. 6, no. 2, pp. 55–89, 2020.

K. Nidhom, "Manajemen pembelajaran tahfizh Al-Qur'an dalam mencetak generasi Qur'ani (Studi kasus program intensif tahfizhul Qur'an di Institut Daarul Qur'an)," Tahdzibi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, vol. 3, no. 2, pp. 83–102, 2018, doi: 10.24853/tahdzibi.3.2.83-102.

M. Muizzuddin, "Pengembangan profesionalisme guru dan peningkatan kualitas," Jurnal Kependidikan, vol. 7, no. 1, pp. 127–140, 2019.

M. Ali Anwar, "Revitalizing the method of repetition in the recitation of the Qur'an," Istawa: Jurnal Pendidikan Islam, vol. 4, no. 2, pp. 156–167, 2019, doi: 10.24269/ijpi.v4i2.1995.

L. B. Tsani, Mujiburrohman, and M. Faturrahman, "Efesiensi metode muroja'ah dalam memperkuat hafalan Al-Qur'an santri PPTQ Masjid Agung Surakarta," Mamba'ul 'Ulum, vol. 18, no. 2, pp. 168–180, 2022, doi: 10.54090/mu.67.

Sopyan and N. Hanafiah, "Pembiasaan muroja'ah untuk meningkatkan hafalan Al-Qur'an," Indonesian Journal of Educational and Social Science, vol. 1, no. 2, pp. 100–105, 2022, doi: 10.56916/ijess.v1i2.230.

Khoirudin and I. Fauji, "Strategy of takhfidzul Qur'an learning in Madrosatul Qur'an Islamic boarding school," Academic Open, vol. 6, pp. 1–11, 2022, doi: 10.21070/acopen.6.2022.2548.

Satrio, "Abdullah bin Mas'ud, sang pilar para penghafal Al-Qur'an," Darusy Syahadah, 2023. [Online]. Available: https://www.darusyahadah.com/abdullah-bin-masud-sang-pilar-para-penghafal-al-quran/

S. A. Abu Abd Allah and M. B. A. B. Al-Dhahabi Uthman bin Qaymaz, Siyar A'lam al-Nubala', 3rd ed. Beirut: Mu'assasat al-Risalah, 1985.

N. Iryansyah, "Manajemen tahfidz Al-Qur'an dalam membentuk penghafal Al-Qur'an yang mutqin," Unisan Jurnal: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam, vol. 2, no. 3, pp. 1–12, 2023.

R. Holubová, "Improving the quality of teaching by modern teaching methods," Problems of Education in the 21st Century, vol. 25, pp. 58–66, 2010.

D. E, "Metode pembelajaran modern dan konvensional pada sekolah menengah atas," Pembelajar: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran, vol. 2, no. 1, pp. 24–29, 2018, doi: 10.26858/pembelajar.v2i1.5442.

M. R, "Effective teaching methods at university level," Quality of Learning and Teaching, vol. 1, no. 1, pp. 15–28, 2013.

N. F. M, R. R, and F. A. R, "Application of experimental methods to improve learning outcomes class V students on science," Journal of Elementary Education, vol. 1, no. 2, pp. 47–56, 2018.

M. A and Djuwairiyah, "Desain strategi pembelajaran menuju capaian pembelajaran," Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, vol. 1, no. 2, pp. 205–223, 2017.

Zarkasyi, "Tajdid al-fikr al-tarbawi al-Islami 'ind al-Syaikh Imam Zarkasyi," Journal of Indonesian Islam, vol. 5, no. 1, pp. 153–191, 2011.

Wahyudi and U. Hasanah, "Pengaruh metode muroja'ah terhadap kemampuan menghafal Al-Qur'an juz 30 siswa kelas V MI Al Hijrah 01 Ngawi," Kurikula: Jurnal Pendidikan, vol. 7, no. 1, pp. 11–19, 2022, doi: 10.56997/kurikula.v7i1.684.

F. R, W. I, Mashuri, and Sari, "Efektivitas metode muroja'ah dalam menghafal Al-Quran pada siswa di Sekolah Arunsat Vittaya School Pattani Thailand," INCARE: International Journal of Educational Resources, vol. 2, no. 1, pp. 66–100, 2021.

Ummi Foundation, "Penjamin mutu pembelajaran Al-Quran," 2024. [Online]. Available: https://ummifoundation.org/

M. Nurnaningsih, Khuriyah, A. A. Rifa'i, and Supriyanto, "Kontribusi metode muroja'ah tahfidzul Quran dengan model simaan estafet pada peningkatan prestasi belajar siswa," Al-I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam, vol. 8, no. 2, pp. 60–65, 2021.

Fauji, E. F. Fahyuni, A. Muhid, and Z. N. Fahmawati, "Implementing child-friendly teaching methods to improve Qur'an reading ability," Jurnal Pendidikan Islam, vol. 6, no. 1, pp. 69–78, 2020, doi: 10.15575/jpi.v6i1.8078.

Nurlaili, M. Ritonga, and Mursal, "Muroja'ah sebagai metode menghafal Al-Qur'an studi pada Rumah Tahfiz Yayasan Ar-Rahmah Nanggalo Padang," Menara Ilmu, vol. 14, no. 2, pp. 101–109, 2020.

S and A. F, "Implementasi metode muraja'ah dalam peningkatan kualitas hafalan Al-Qur'an di Pondok Pesantren Amanatul Qur'an Pacet Mojokerto," Al-Ibrah: Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam, vol. 7, no. 1, pp. 45–58, 2022.

M. R. Isfihany, "Pengaruh penerapan metode murajaah terhadap hafalan Al-Qur'an siswa pada mata pelajaran tahfiz di Pondok Pesantren Ubay bin Kaab Solo," Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru, Indonesia, 2024.

M. B. U. Arifin and Nurdyansyah, Buku Ajar Metodologi Penelitian Pendidikan. Sidoarjo: UMSIDA Press, 2018.

T. Wahyono, Analisis Regresi dengan MS Excel 2007 dan SPSS 17. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2010.

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2015.

Sugiyono, Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta, 2014.

R. Hidayat, Mushaf Tahfidz dan Murojaah "Al Muyassar". Sidoarjo: LPI Sari Bumi, 2016.

Badruzaman, "Metode tahfidz Al-Qur'an di Pondok Pesantren Miftahul Huda II Kabupaten Ciamis," Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin, vol. 9, no. 2, pp. 184–193, 2019.

F. H and A. R, "Pengaruh penerapan metode muraja'ah pada pembelajaran tahfidz Al-Qur'an terhadap keberhasilan menghafal Al-Qur'an (Juz 30) siswa kelas VI di MI Rohmaniyah Sukawening Garut," Jurnal Masagi, vol. 1, no. 1, pp. 211–219, 2022.

M. Ilyas, "Metode muraja'ah dalam menjaga hafalan Al-Qur'an," Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, vol. 5, no. 1, pp. 1–24, 2020.