Login
Section Innovation in Education

Analysis of Academic Supervision in Improving the Professional Competency of Teachers at SMP Muhammadiyah 6 Krian

Analisis Supervisi Akademik dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di SMP Muhammadiyah 6 Krian
Vol. 27 No. 2 (2026): April:

Jeny Andriyati (1), Taufik Churrahman (2)

(1) Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia

Abstract:

Abstract: General Background: Academic supervision is an important school leadership activity for supporting teachers’ professional competence and improving learning management. Specific Background: At SMP Muhammadiyah 6 Krian, academic supervision is conducted through planned supervision activities, classroom implementation, evaluation, and follow-up, supported by supervision instruments. Knowledge Gap: Previous studies discussed academic supervision, but this study focuses on analyzing its implementation in relation to the professional competence of teachers at this school. Aims: This research analyzes academic supervision and its role in supporting teachers’ professional competence at SMP Muhammadiyah 6 Krian. Results: Using a qualitative descriptive approach with observation, interviews, and documentation, the study identifies planning, implementation, evaluation, and follow-up. The supervision uses instruments covering learning administration, lesson plans, learning processes, and evaluation. Novelty: The study examines academic supervision through these stages and instruments in the specific school context. Implications: Humanistic supervision, feedback, MGMP participation, and training support continued teacher professional development.


Key Findings Highlights


Training needs are identified through learning administration and classroom assessment.


Classroom observations reveal issues in lesson plans, modules, and student worksheets.


Feedback, MGMP participation, and training guide subsequent teacher development.


Keywords: Academic Supervision, Teacher Professional Competence, Classroom Observation, Educational Supervision, Teacher Development

Downloads

Download data is not yet available.

I. Pendahuluan

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk masa depan sebuah bangsa. Guru atau pendidik adalah salah satu komponen utama dalam proses pendidikan ini. Mereka bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, etika, dan kemampuan siswa. Oleh karena itu, pentingnya peningkatan kompetensi seorang pendidik tidak bisa dipandang sebelah mata.Kompetensi yang wajib dimiliki seorang guru adalah kompetensi professional disamping kompentesi lain diantaranya pedagogik, sosial dan keeperibadian. Kompetensi profesional adalah serangkaian kemampuan, keterampilan, pengetahuan yang dimiliki seorang guru dalam proses belajar mengajar. Kinerja guru yang dipengaruhi oleh kompetensi professionalan akan semakin meningkat jika dimoderasi oleh supervisi akademik. Hal ini disebabkan karena dengan supervisi akademik maka kinerja guru menjadi terncana dengan baik, sistematis, dan terstruktur .

SMP Muhammadiyah 6 Krian merupakan sekolah swasta yang berada di wilayah krian yang memiliki 24 guru, 15 guru sudah tersertifikasi pendidik. Artinya 55% guru SMP Muhammadiyah 6 Krian mempunyai kompetensi professional yang baik. Hal ini tercantum pada laporan rapot pendidikan SMP muhammadiyah tahun 2023. Pada indikator C.5.2 yaitu tentang kompetensi professional guru mendapat nilai 56,18 yang ditarik dari indikator C.5 Nilai Uji Kompetensi Guru(UKG) yang kemudian dibagi dalam 2 katergori diantaranya kompetensi pedagogi dan kompetensi professional dengan rata-rata nilai UKG professional sudah baik.

Berdasarkan teori Berliani, supervise adalah membantu pemangku kepentingan sekolah, terutama guru, baik sebagai individu maupun kelompok, untuk meningkatkan proses pembelajaran dan hasil pembelajaran.[1] Menurut teori yang diusulkan oleh Aisyah dan Jamaludin, tujuan utamanya adalah mengevaluasi, menilai, merevisi, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas proses pengajaran yang dilakukan oleh para guru (individu atau kelompok) dengan menggunakan pendekatan dialog, bimbingan, nasihat, dan konseling dengan sentuhan kerja sama profesional. Faisal juga menjelaskan bahwa tujuan supervisi adalah membantu guru mengembangkan dan mengubah diri mereka sendiri sehingga mereka menjadi guru yang lebih baik dan lebih mahir dalam melaksanakan tanggung jawab mereka.Jadi, kata kuncinya adalah keinginan pendidik untuk berkembang. Di atas, digambarkan peran dan tanggung jawab pengawas dalam menjalankan program supervisi.

Olivia menyatakan bahwa beberapa tujuan kegiatan supervisi akademik adalah sebagai berikut: (a) Membantu guru dalam merencanakan pembelajaran; (b) Membantu guru dalam menyajikan materi pembelajaran; (c) Membantu guru dalam mengevaluasi pembelajaran; (d) Membantu pengelolaan kelas; (e) Membantu mengembangkan kurikulum; (f) Membantu guru dalam mengevaluasi kurikulum; (g) Membantu guru dalam mengevaluasi diri mereka sendiri; (h) Membantu guru bekerja sama dengan kelompok; (i) Membantu guru melalui inservice program. [1]

Daresh dan Glickman menyatakan, supervisi akademik adalah sekumpulan kegiatan yang membantu guru meningkatkan kemampuan mereka untuk mengelola proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran, terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Menurut Sergiovanni, supervisi akademik berarti melihat bagaimana guru bertindak di dunia nyata untuk menjawab pertanyaan seperti situasi kelas yang sebenarnya. Apa yang sebenarnya dilakukan guru dan siswa di kelas? Apa kelebihan dan kekurangan guru, dan bagaimana cara memperbaikinya? Informasi tentang kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran akan diperoleh dari jawaban pertanyaan ini. Selain itu, data ini akan digunakan dalam pembuatan dan pelaksanaan program supervisi akademik.[2] Standar Nasional Pendidikan dalam pasal 28 ayat (3) butir c tentang kompetensi profesioanl guru sebagai kemampuan dalam menguasai materi pembelajaran secara menyeluruh dan mendalam sehingga memungkinkan peserta didik untuk memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional.Karena guru sering menjadi tempat bertanya dan dapat memuaskan keingintahuan siswa, penguasaan materi ini penting untuk pembelajaran yang efektif.[3]

Hasil raport pendidikan tahun 2023 dari SMP Muhammadiyah 6 Krian menunjukkan bahwa dimensi D, yang mencakup kualitas dan relevansi pembelajaran, memiliki capaian yang kurang, dengan skor 58,1. Akar masalahnya adalah manajemen kelas dan pembelajaran. Dimensi C memiliki indikator kompetensi dan kinerja PTK, sedangkan dimensi E memiliki indikator kualitas pembelajaran yang kurang. Faktor input dalam rapor pendidikan yang dikaitkan dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) termasuk standar isi dan pendidik; faktor proses termasuk standar penilaian, pengelolaan, pembiayaan, dan standar kompetensi lulusan. Hal ini berbanding terbalik dengan nilai UKG yang sudah baik. Artinya, untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, harus ada proses pemenuhan input yang baik, dan input utama dalam hal ini adalah pendidik atau guru. Seorang guru harus memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan mata pelajaran yang akan diampu, sehingga mereka dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. Kepala sekolah melakukan supervisi akademik sebagai bagian dari pengendalian proses pembelajaran untuk memastikan pendidikan berkualitas.

Kepala SMP Muhammadiyah 6 Krian, bersama dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, merencanakan dan menetapkan jadwal supervisi akademik. Selama satu tahun akademik, kepala sekolah melakukan supervisi dua kali.Ini sesuai dengan program kerja kepala sekolah.Instrument supervisi yang dibuat oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo digunakan. Sebelum kegiatan supervisi dimulai, kepala sekolah harus berkomunikasi dengan semua guru yang memenuhi tujuan supervisi untuk menyepakati materi dan waktu yang akan digunakan. Ini memberi kesempatan kepada seluruh guru untuk mempersiapkan diri untuk kegiatan supervisi akademik.Supervisi individual adalah metode supervisi di mana kepala sekolah mengamati kelas. Bertujuan untuk melihat apa yang dilakukan guru dan siswa, metode dan media pembelajaran yang tepat, jenis penilaian yang tepat, dan bagaimana siswa bertindak selama pelajaran.

Pada penelitian sebelumnya menyatakan bahwa pelaksanaan supervisi yang dilakukan kepala sekolah terdapat beberapa tahapan demi mendapatkan mutu pendidikan yang berkualitas yaitu perencanaan, pelaksanaan, memberikan umpan balik hasil supervisi akademik.[4] Supervisi akademik dalam meningkatkan professional guru kepala sekolah Man 2 Bandung melakukan tindak lanjut hasil supervisi akademik dengan kegiatan refleksi pasca supervisi.[5]

Berdasarkan uraian temuan dilapangan yang didukung dengan hasil penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kebanyakan masalah yang terjadi dengan supervisi akademik masih menemui banyak masalah, baik dalam cara penyampaiannya maupun seberapa intens supervisi yang dilakukan. Pembinaan dan pelatihan guru selama proses pembelajaran masih penting. Kepala sekolah harus melakukan supervisi akademik seiring dengan perubahan kebijakan untuk memastikan bahwa guru memiliki kompetensi profesional. Maka peneliti tertarik melakukan Penelitian tentang “Analisis Supervisi Akademik dalam meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di Smp Muhammadiyah 6 Krian”. Perbedaan penelitian yang dilakukan peneliti dengan penelitian sebelumnya adalah peneliti focus pada kompetensi profesionalisme yang dimiliki guru bersertifikat pendidik dengan kompetensi guru yang belum bersertifikasi dengan menggunakan teknik dan tahapan supervisi akademik yang telah diuraikan di atas. Dengan rumusan masalah 1) Bagaimana supervisi akademik yang dilakukan di SMP Muhammadiyah 6 Krian dalam meningkatkan kompetensi professional guru? 2) Bagaimana analisis supervisi akademik dalam meningkatkan komptensi professional guru di SMP Muhammadiyah 6 Krian?

II. Metode

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara verbal pada suatu keadaan natural dengan menggunakan teknik ilmiah.[6] Untuk mengetahui perencanaan yang dibuat kepala Smp Muhammadiyah 6 Krian dalam pembimbingan, pembinaan terhadap guru yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembelajaran dan tindak lanjut hasil evaluasi. Peneliti melakukan observasi dalam kegiatan supervisi akademik dengan objek penelitian kepala SMP Muhammadiyah 6 Krian, guru serta peserta didik yag berada dalam kelas saat proses pembelajaran. Kemudian peneliti melakuka wawancara terhadap objek penelitian dan didokumentasikan dalam bentuk fisik seperti instrument supervisi akademik, foto kegiatan supervisi akademik, kegiatan interaksi edukatif yang dilaksanakan oleh guru dan peserta didik dalam proses kegiatan pembelajaran di kelas.

Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer didapat peneliti dari melalui observasi dan wawancara.Sedangkan data sekunder penelitiperoleh melalui dokumentasi yang terdapat pada dokumen, gambar, dan video yang berkaitan dengan pelaksanaan supervisi akademik.[7]

III. Hasil dan Pembahasan

Dalam pembahasan ini peneliti akan membahas tentang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, masalah dan tindak lanjut supervisi akademik terhadap kompetensi professional guru di SMP Muhammadiyah 6 Krian.

A. Perencanaan supervisi akademik dalam meningkatkan mutu kompetensi professional guru

Sebagaimana yang telah diatur dalam peraturan menteri Pendidikan Nasional No.13 tahun 2007 tentang standar kepala Sekolah bahwa salah satu kompetensi yang harus dilakukan oleh kepala sekolah dalam melakukan supervisi adalah membina para guru dalam pengelolaan dan administrasi kelas berdasarkan manajemen peningkatan mutu disekolah.[8]

Kepala sekolah harus merencanakan supervisi akademik, yang merupakan program tahunan dan semester yang dimulai setiap awal tahun ajaran dan berlangsung hingga tahun ajaran berikutnya. Tim supervisi, yang terdiri dari devisi kurikulum, membantu kepala sekolah melakukan ini. Devisi kurikulum juga memantau jadwal mengajar dan kalender akademik sekolah. Agar guru dapat mempersiapkan diri, kepala sekolah membuat jadwal kunjungan kelas berdasarkan jam mengajar guru di SMP Muhammadiyah 6 Krian.

Daftar Supervisi Kepala Sekolah
SMP Muhammadiyah 6 Krian
Tahun Ajaran 2023/2024
No Nama Metode Supervisi Tanggal Pelaksanaan Kelas/Jam Keterangan
1 Imam Rosyidin, S.Kom 20/11/2023 VIII B/3-4
2 Zuliati, S.Pd 22/11/2023 IX A/5-6
3 D. Bagus Kusuma A, S.Pd 24/11/2023 VII A/1-2
4 Burhan Abdillah, S,Pd 20/11/2023 IX C/3-4
5 Siti Zulaicha, SE, M.Pd 22/11/2023 VII A/1-2
6 Suhartatik, S.Pd 24/11/2023 IX B/ 3-4
7 Nuril Muzdalifah, S.Pd 21/11/2023 IX D/ 4-5
Table 1. Tabel 1. Jadwal supervisi akademik

Perencanaan yang dipersiapkan tidak hanya jadwal, namun juga rumusan tujuan supervisi akademik yang dituangkan secara jelas dalam bentuk instrumen agar terwujudnya kualitas pembelajaran yang baik dan senantiasa meningkat. Instrumen yang disiapkan oleh kepala sekolah berserta tim yakni memuat instrumen supervisi perencanaan pembelajaran dan isntrumen supervisi pelaksanaan pembelejaran. Pada tahap pelaksanaan supervisi akademik, supervisor akan menggunakan lembar instrument supervisi akademik sebagai pedoman penilaian.

Supervisi akademik dibuat dengan menggunakan skala penilaian 0–1. Kriteria pencapaian guru dinilai dari lima komponen pencapaian yang didasarkan pada tujuan supervisi akademik, yang terdiri dari:

1. Motivasi belajar siswa, yang diukur melalui observasi;

2. Pencapaian hasil belajar siswa, yang diukur melalui ketepatan belajar;

3. Kualitas pembelajaran, yang diukur melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi;

4. Kemampuan guru;

5. Prestasi siswa, yang diukur melalui prestasi akademik dan non akademik.

Kriteria tersebut didasarkan pada masalah yang masih dihadapi oleh guru mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Kepala sekolah melakukan penelitian tentang apa pun yang diperlukan untuk meningkatkan pencapaian guru, termasuk hasil observasi dan wawancara serta evaluasi dokumen yang telah disiapkan oleh guru. Setelah itu, kepala sekolah merumuskan instrumen untuk pelaksanaan supervisi akademik, yang terdiri dari empat tahapan, Alat evaluasi administrasi perangkat pembelajaran, alat evaluasi RPP, alat evaluasi pelaksanaan pembelajaran, dan alat evaluasi evaluasi pembelajara. Instrument supervisi kurikulum 2013 diadopsi oleh Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dan dibuat oleh kepala sekolah dan tim yang membantu.[9]

B . Pelaksanaan supervisi proses pembelajaran SMP Muhammadiyah 6 Krian

Pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah meliputi perencanaan mengajar, pelaksanaan mengajar dan evaluasi mengajar guru. Dalam hal ini kepala sekolah memanfaatkan media digital seperti kamera.Tujuannya sebagai bentuk pemanfaatan teknologi informasi supervisi akademuk agar dapat berjalan lebih efektif. Meskipun dalam rancangan secara teoritik untuk melakukan supervisi terhadap guru, namun pada klenyataanya supervisi belum bisa dilakukan dengan efektif. Dalam kenyataanya sehubungan dengan padatnya kegiatan kepala sekolah maka supervisi dilakukan dengan penilaian teman sejawat yang telah di tunjuk oleh kepala sekolah untuk membantu tugasnya dalam mensupervisi guru.

Figure 1. Tabel 2. Instrumen Pelaksanaan Supervisi Akademik

Berdasarkan instrument yang dikembangkan oleh kepala sekolah dapat diketahui bahwa instrument tersebut telah dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan guru di SMP Muhammadiyah 6 Krian yaitu kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru sesuai dengan perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran yang kemudian dilakukan evaluasi serta tindak lanjut sebagai upaya perbaikan menuju mutu pendidikan yang lebih baik.

No. Komponen Administrasi Perangkat Pembelajaran Skor Penilian
4 3 2 1
1 Program Tahunan
2 Program Semester
3 Silabus
4 RPP
5 Kalender Pendidikan
6 Jadwal Pelajaran
7 Agenda Harian
8 Daftar Nilai
9 KKM
10 Daftar Hadir Siswa
11 Buku Pedoman Guru
12 Buku Teks Pelajaran
Table 2. Tabel 3. Check List Instrumen Administrasi Pembelajaran

Keterangan :

Nilai akhir = Skor perolehan x 100%

Skor maksimal

Range skor ketercapaian :

Amat baik (A): 90 < A < 100

Baik (B): 80 < B < 90

Cukup (C): 70 < C < 80

Kurang (K): < 70

Setelah penelitian satu persatu yang dilakukan menggunakan alat administrasi perangkat pembelajaran, hasil penilaian kepala sekolah terhadap guru dihitung dengan rumus persentase. Untuk mengetahui pencapaian guru secara keseluruhan, rumus ini digunakan. Setiap guru menerima penilain dari kepala sekolah melalui pra-observasi, observasi, dan posto-observasi. Kunjungan kelas, pertemuan pribadi, dan rapat rutin dengan guru adalah metode yang digunakan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah menggunakan alat penilaian proses pembelajaran untuk melakukan pengamatan selama pelaksanaan supervisi pembelajaran.

Kepala sekolah melihat proses belajar di kelas selama proses supervisi. supervisior melihat bukan hanya cara guru mengajar tetapi juga bagaimana siswa merespon pelajaran. Kepala sekolah menilai hasil observasi dengan memberikan skor 1 untuk jawaban "iya" dan skor 0 untuk jawaban "tidak".

Figure 2. Gambar 1. Histogram Hasil Pelaksanaan Supervisi Akademik

Menurut data yang dikumpulkan melalui dokumentasi hasil penelitian, setengah dari proses pembelajaran guru berada dalam kategori baik, 40% cukup baik, dan 10% kurang. Hasil ini menunjukkan bahwa semua guru di SMP Muhammadiyah 6 Krian melaksanakan proses pembelajaran dengan cukup baik, terlepas dari kesiapan administrasi perlengkapan pembelajaran dari hasil raport pendidikan. Selanjutnya, kepala sekolah memberikan skor penilaian kepada guru bersama dengan beberapa catatan untuk diperbaiki oleh guru. Perolehan hasil ini oleh kepala sekolah kemudian dikomunikasikan dengan guru sekaligus dilakukan evaluasi serta tindaklanjut sesuai catatan yang tertera pada lembar instrumen pelaksanaan supervisi akademik dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah bersama tim dengan objek ini disesuaikan dengan komponen pada instrument sebagai upaya mewujudkan pembelajran yang berdampak pada ekosistem pendidikan di SMP Muhammadiyah 6 Krian.

C. Analisis Data Hasil Supervisi Akademik

Setelah dilakukan supervisi akademik, serta melakukan teknik supervisi dengan benar, terdapat temuan masalah supervisi akademik dalam peningkatan kompetensi professional guru yang perlu dianalisis serta diberikan umpan balik kepada bapak dan ibu guru agar terwujudnya kualitas pembelajaran yang baik.

Figure 3. Gambar 2. Histogram Analisis Supervisi Akadmeik dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru

Sebanyak 2 guru atau 20 % memiliki kendala pada penyusunan assessmen pembelajaran, hal tersebut adanya ketidaksamaan atau ketidaksesuaian pada penyusunan kegiatan LKPD dengan assessmen yang diujikan, sedangkan 4 guru atau 40% guru bermasalah pada komponen modul ajar sehingga modul ajar yang disusun tidak menggambarkan pembelajaran secara menyeluruh. Terdapat 8 guru sasaran dalam pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah, yang masih terkendala dalam penyusunan LKPD sehingga aktifitas siswa dalam pembelajaran tidak terorganisir dengan baik yang pada akhirnya tujuan pembelajaran tidak tercapai.

Mengacu pada hasil supervisi tersebut, kepala sekolah bersama tim supervisi memberikan evaluasi dan dan tindak lanjut. Hal ini dilakukan agar kegiatan supervisi akademik sesuai dengan tujuannya yaitu membimbing, membina serta meningkatkan kompetensi professional guru tersebut dalm melaksanakan tugasnya yakni bermakna, efektif dan efisien. Umpan balik dilakukan dengan kurun waktu 3 minggu dari kegiatan supervisi tersebut. Hasil tidak lanjut tersebut akan dilakukan penilaian kembali oleh kepala sekolah diluar dari penilaian supervisi akademik, melainkan penilaian dampak dari hasil supervisi akademik yang telah dilaksanakan. Penilain selanjutnya dilakukan setelah 3 minggu dengan menggunakan lembar isntrumen yang tidak jauh berbeda dengan lembar instrument sebelumnya dengan memunculkan rentang angka 1-4.

No Komponen Skor
1 2 3 4
1 Motivasi Belajar Siswa
2 Keaktifan siswa dalam kelas
3 Pengkondisian Kelas
4 Ketercapaian belajar siswa
Total Skor
Table 3. Tabel 6. Instrumen Evaluasi dan Hasil Tindak Lanjut Supervisi Akademik

Range skor ketercapaian :

Amat baik (A): 90 < A < 100

Baik (B): 80 < B < 90

Cukup (C): 70 < C < 80

Kurang (K): < 70

Komponen yang terdapat pada lembar instrument merupakan tolok ukur bagi mutu pembelajaran di SMP Muhammadiyah 6 Krian. Hal ini didukung hasil wawancara terhadap kepala sekolah pada tanggal 3 Maret 2024 yang menyatakan dampak positif yang ditunjujjan oleh guru dan siswa setelah diberikan umpan balik dan dilakukan secara konsisten . meskipun belum sepenuhnya namun setidaknya ada progress perbaikan dalam peningkatan kompetensi guru dalam melaksanakan tugasnya. Salah satu contohnya yakni meningkatnya motivasi belajar siswa melalui metode/model pembelajran yang sesuai sehingga ketrcapaian target belajar siswa terwujud. Perubahan tersebut tentu menjadi indicator bahwa kegiatan supervisi akademik mampu memperbaiki dan meningkatkan kompetensi professional guru. Kenaikan ini menjadi kualitas pembelajaran pada raport pendidikan memperoleh kategori sedang dengan rekomendasi perbaikan pada metode pembelajaran dan praktik inovatif pembelajaran.

Supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala SMP Muhammadiyah 6 Krian bersifat humanis, artinya supevisi bukan digunakan sebagai bahan untuk mencarikesalahan dan kekurangan guru tersebut, namun juga membantu meningkatkan kompetensi professional guru dengan mengikut sertakan dalam kegiatan MGMP serta mnengikutsertakan dalam setiap kegiatan pelatihan guna untuk meningkatkan kemampuan guru. Sebanyak 60% guru sasaran kegiatan supervisi akademik berada dalam kategori baik untuk melaksanakan pembelajaran, artinya terdapat kenaikan 20% dari kegiatan awal supervisi sebelum dilakukan umpan balik dan tidak lanjut.

IV. Simpulan

Berdasarkan pemaparan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik terhadap kompetensi professional guru di SMP Muhammadiyah 6 Krian menunjukkan terlaksana dengan ketentuan yang berlaku atau telah sesuai kebutuhan sekolah. Perencanaan supervisi akademik dilaksankan oleh kepala sekolah melalui beberapa tahapan yaitu 1)perencanaan 2)pelaksanaan, 3) evaluasi dan 4) tindak lanjut dari hasil supervisi akademik dalam pembelajaran. Dalam Standar Nasional Pendidikan yang focus pada kompetensi professional guru sebagai alat untuk mengajar secara efektif. Pada era globalisasi saat ini untuk menciptakan individu yang produktif, kreatif, dan inovatif membutuhkan metode pengajaran yang efektif. Kepala sekolah melakukan tindak lanjut pasca supervisi untuk merefleksikan hasil supervisi yang telah dilakukan, kemudian menegembangkan instrument untuk mengumpulkan data dalam rangka identifikasi dan analisis masalah/kebutuhan pengembangan pembelajaran dengan mendengarkan penjelasan guru yang bersangkutan.

Hasil dari supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah menunjukkan peningkatan dalam kinerja guru. Pada laporan raport pendidikan SMP Muhammadiyah 6 Krian tahun 2023 menunjukkan kualitas dan relevansi pendidikan rendah dengan fokus pada manajemen dan proses pembelajaran guru. Seiring berjalannya waktu serta evaluasi antar kepala sekolah dan guru maka teknik supervisi yang awalnya hanya sekedar program kerja tahunan dan semester kepala sekolah tanpa adanya evaluasi dan tindak lanjut, menjadi lebih baik tersistematis dan terstruktur. Sehingga skor raport pendidikan tahun 2024 pada indicator D.1 kualitas pembelajaran mendapat hasil lebih baik. Supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala SMP Muhammadiyah 6 Krian bersifat humanis, artinya supevisi bukan digunakan sebagai bahan untuk mencarikesalahan dan kekurangan guru tersebut, namun juga membantu meningkatkan kompetensi professional guru dengan mengikut sertakan dalam kegiatan MGMP serta mnengikutsertakan dalam setiap kegiatan pelatihan guna untuk meningkatkan kemampuan guru. Sebanyak 60% guru sasaran kegiatan supervisi akademik berada dalam kategori baik untuk melaksanakan pembelajaran, artinya terdapat kenaikan 20% dari kegiatan awal supervisi sebelum dilakukan umpan balik dan tidak lanjut.

Dengan perencanaan yang baik serta tujuan yang dirumuskan dengan baik dan penyusunan instrumen supervisiyang sesuai dengan tujuan yang diharapkan memberi umpan balik yang dapat direspon oleh guru SMP Muhammadiyah 6 Krian.

Ucapan Terima Kasih

Penulis mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah, guru dan peserta didik SMP Muhammadiyah 6 Krian yang telah berkenan dan bersedia untuk terlibat dalam penelitian ini sebagai objek serta subjek penelitian. Ucapan terima kasih juga ditujukan untuk pihak-pihak yang telah membantu penyelesaian penelitian ini.

References

J. H. Penelitian, K. Kepustakaan, and B. Pendidikan, “Jurnal Kependidikan,” Jurnal Kependidikan, vol. 9, no. 3, pp. 822–832, 2023.

Muslimin, “Meningkatkan Profesionalisme Guru Dengan Model, Pendekatan, Dan Teknik Supervisi Pendidikan Di Era Society 5.0,” An Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, vol. 2, no. 1, pp. 69–95, 2023.

Anissyahmai, Rohiat, and O. Juarsa, “Supervisi Akademik Kepala Sekolah,” Jurnal Manajer Pendidikan, vol. 11, no. 1, pp. 89–96, 2017.

N. Khotimah, E. Fauziati, C. Widyasari, and Minsih, “Teacher Strategies and Student Preferences in Overcoming Disruptive Behavior of Elementary School Students,” International Journal of Elementary Education, vol. 7, no. 1, pp. 60–67, 2023, doi: 10.23887/ijee.v7i1.54320.

Presiden Republik Indonesia, “Standar Nasional Pendidikan,” 2021.

Z. Zulfakar, B. Lian, and H. Fitria, “Implementasi Supervisi Akademik Dalam Meningkatkan Kinerja Guru,” JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan), vol. 5, no. 2, p. 230, 2020, doi: 10.31851/jmksp.v5i2.3833.

M. Meidiana, S. Ahmad, and D. Destiniar, “Pengaruh Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dan Supervisi Akademik Terhadap Kinerja Guru,” JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan), vol. 5, no. 2, p. 112, 2020, doi: 10.31851/jmksp.v5i2.3754.

V. F. Musyadad, H. Hanafiah, R. Tanjung, and O. Arifudin, “Supervisi Akademik Untuk Meningkatkan Motivasi Kerja Guru Dalam Membuat Perangkat Pembelajaran,” JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, vol. 5, no. 6, pp. 1936–1941, 2022, doi: 10.54371/jiip.v5i6.653.

E. Evanofrita, R. Rifma, and N. Nellitawati, “Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Di Sekolah Luar Biasa,” JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan), vol. 5, no. 2, p. 217, 2020, doi: 10.31851/jmksp.v5i2.3772.

T. Djuhartono, U. Ulfiah, H. Hanafiah, and D. Rostini, “Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Kejuruan,” Research and Development Journal of Education, vol. 7, no. 1, p. 101, 2021, doi: 10.30998/rdje.v7i1.9147.

L. Riani, I. Sari, S. Khasanah, et al., “Menjaga Efektivitas Supervisi Pendidikan Pascapandemi,” JDMP (Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan), vol. 6, no. 2, pp. 140–148, 2022.

R. Sarah, “Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Supervisi,” 2005.

J. H. Penelitian, K. Kepustakaan, and B. Pendidikan, “Jurnal Kependidikan,” Jurnal Kependidikan, vol. 9, no. 3, pp. 822–832, 2023.

Muslimin, “Meningkatkan Profesionalisme Guru Dengan Model, Pendekatan, Dan Teknik Supervisi Pendidikan Di Era Society 5.0,” An Nahdliyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, vol. 2, no. 1, pp. 69–95, 2023.

Anissyahmai, Rohiat, and O. Juarsa, “Supervisi Akademik Kepala Sekolah,” Jurnal Manajer Pendidikan, vol. 11, no. 1, pp. 89–96, 2017.

N. Khotimah, E. Fauziati, C. Widyasari, and Minsih, “Teacher Strategies and Student Preferences in Overcoming Disruptive Behavior of Elementary School Students,” International Journal of Elementary Education, vol. 7, no. 1, pp. 60–67, 2023, doi: 10.23887/ijee.v7i1.54320.

Presiden Republik Indonesia, “Standar Nasional Pendidikan,” 2021.

Z. Zulfakar, B. Lian, and H. Fitria, “Implementasi Supervisi Akademik Dalam Meningkatkan Kinerja Guru,” JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan), vol. 5, no. 2, p. 230, 2020, doi: 10.31851/jmksp.v5i2.3833.

M. Meidiana, S. Ahmad, and D. Destiniar, “Pengaruh Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dan Supervisi Akademik Terhadap Kinerja Guru,” JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan), vol. 5, no. 2, p. 112, 2020, doi: 10.31851/jmksp.v5i2.3754.

V. F. Musyadad, H. Hanafiah, R. Tanjung, and O. Arifudin, “Supervisi Akademik Untuk Meningkatkan Motivasi Kerja Guru Dalam Membuat Perangkat Pembelajaran,” JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, vol. 5, no. 6, pp. 1936–1941, 2022, doi: 10.54371/jiip.v5i6.653.

E. Evanofrita, R. Rifma, and N. Nellitawati, “Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Di Sekolah Luar Biasa,” JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan), vol. 5, no. 2, p. 217, 2020, doi: 10.31851/jmksp.v5i2.3772.

T. Djuhartono, U. Ulfiah, H. Hanafiah, and D. Rostini, “Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Kejuruan,” Research and Development Journal of Education, vol. 7, no. 1, p. 101, 2021, doi: 10.30998/rdje.v7i1.9147.

L. Riani, I. Sari, S. Khasanah, et al., “Menjaga Efektivitas Supervisi Pendidikan Pascapandemi,” JDMP (Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan), vol. 6, no. 2, pp. 140–148, 2022.

R. Sarah, “Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Supervisi,” 2005.

N. Izmi, S. Yunus, and H. Hasan, “Penerapan Media Video Pembelajaran Pada Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar IPA Peserta Didik Kelas VIII SMPN 5 Mandai,” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI), vol. 4, pp. 164–169, 2021.