Rizky Johan (1), Hidayatulloh (2)
General Background Elementary education serves as a fundamental frontline component in identifying and fostering student learning interests and talents before higher educational levels. Specific Background This research investigates the development of multitalent-based education at Mumtaz Elementary School, which implements a multitalent program adapted from the national education curriculum and the East Java Regional Dikdasmen curriculum. Knowledge Gap Previous literature lacks detailed qualitative assessments regarding how comprehensive school multitalent systems integrate infrastructure improvements, inclusive special needs provisions, and structured staging frameworks to nurture student potential. Aims This research was conducted with the aim of understanding the development of multitalent-based education at Mumtaz Elementary School. Results The qualitative findings indicate that the multitalent education program has developed through infrastructure upgrades, system enhancements, and inclusive provisions for special needs students, successfully producing character-driven students with national and international achievements. Novelty The integration of thirty talent classes spanning six distinct fields with inclusive special needs participation and structured sequential stages provides an effective model for holistic student talent cultivation. Implications These findings indicate that structured multitalent educational frameworks serve as a viable model for elementary institutions seeking to optimize student competencies and secure academic and non-academic achievements.
Highlghts:
Multitalent programs operate through seven sequential stages including talent identification, coaching, talent shows on the road, competitions, exposure, soft skills development, and appreciation.
Inclusive education implementation ensures that special needs students actively participate in specialized and general talent classes to foster social and sensory development.
Systematic program execution across six categories—al-islam, academic, sports, life skills, language, and arts—drives significant increases in local, national, and international achievements.
Keywords; Education, Multitalent, Elementary School, Student Development, Talent Program
Pendidikan merupakan salah satu sektor pembangunan bangsa yang selalu menjadi perhatian bagi pemerintah maupun insan yang terlibat di dalamnya. Kualitas sistem pendidikan dapat ditinjau melalui rancangan dan implementasi yang telah dilakukan. Sistem pendidikan di Indonesia memiliki peranan penting dalam mewujudkan program pembangunan sosial, ekonomi dan budaya bangsa [1] [2]. Maju atau tidaknya bangsa ditentukan oleh sistem pendidikan yang ada di suatu bangsa itu [3][4]. Oleh karenanya pemerintah dan pihak – pihak terkait berupaya untuk menciptakan sistem pendidikan yang baik guna sumber daya manusianya.
Sistem pendidikan di Indonesia merupakan unsur kunci yang memainkan peran penting dalam mencerdaskan dan mengembangkan potensi anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa [5][6]. Di dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 1 bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mercerdaskan kehidupan bangsa
Dari hal tersebut maka dalam implementasi sistem pendidikan di Indonesia utamanya pada setiap jenjang pendidikan bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi peserta didik. Saat ini sistem pendidikan di Indonesia dapat dikatakan sangat komplek yang mencakup tingkat Pendidikan dasar, menengah dan tinggi [7][8]. Maka dalam rangka mencerdaskan anak Indonesia, pemerintah berupaya dengan merancang dan menciptakan sistem pendidikan Indonesia [9][10]. Dengan dirancangnya sistem pendidikan yang begitu komplek diharapkan menjadikan pendidikan di Indonesia semakin berkualitas.
Di antara tingkatan pendidikan dasar adalah sekolah dasar dimana merupakan unsur pendidikan yang terdepan dalam menemukan serta mengembangkan bakat belajar siswa sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya [11] [12]. Tingkatan Pendidikan dasar ini para guru berupaya penuh dalam menggali setiap potensi bakat dan minat belajar dari siswa. Para guru juga berupaya keras menyediakan sarana dan prasarana dalam mendukung penemuan proses minat belajar dan bakat siswa [13] [14]. Tidak hanya itu dalam proses penemuan bakat dan minat belajar siswa guru dan pemangku sekolahan akan membuat model pendidikan yang akan diimplementasikan pada proses pembelajaran [15][16]. Model ini dirancang dan diimplementasikan untuk dapat mengembangkan potensi minat bakat dari siswa. Pada umumnya berbagai sekolah dasar memiliki perbedaan dalam implementasi model pendidikan yang diimplementasikan [17]. Salah satu model yang saat ini diimplementasikan oleh sekolah dasar unggul adalah model pendidikan berbasis program Multitalent school. Program Multitalent school merupakan program pembelajaran pada sekolah dasar yang berbasiskan bakat siswa. Tujuan dari program ini adalah untuk menggali dan mengembangkan bakat dari siswa sehingga menjadikan siswa yang unggul dan berprestasi.
Salah satu sekolah dasar yang mengimplementasikan program Multitalent school adalah SD Mumtaz. Multitalent school yang diimplementasikan oleh SD Mumtaz merupakan pengembangan yang telah diadaptasi dari program ekstrakulikuler berdasarkan pada kurikulum pendidikan nasional dan kurikulum Dikdasmen Pimpinan wilayah Jawa Timur. SD Mumtaz menerapkan program sekolah multitalent dengan mengusung sebanyak 30 kelas bakat yang terbagi menjadi 6 bidang. Selain itu, untuk mendukung program Multitalent school telah didukung sarana dan prasarana yang cukup lengkap. Hal tersebut bertujuan meningkatkan antusiasme atau keinginan siswa untuk turut serta dalam pembelajaran kelas bakat sehinga potensi yang dimiliki masing-masing siswa dapat berkembang dan terarah dengan baik. Pada tiap akhir semester akan ada laporan akademik dan laporan non akademik sebagai laporan yang harus diberikan sekolah kepada wali murid siswa. Dari laporan tersebut walimurid dapat mengetahui sejauh mana perkembangan anak pada kegiatan non akademik.
Program Multitalent school ini merupakan program yang diinisiasi oleh SD Mumtaz, dimana program ini telah menarik beberapa peneliti untuk mengkaji mengenai program pendidikan multitalent. Beberapa kajian mengenai Multitalent school ini pertama adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam mengembangkan sekolah Multitalenta di SD Muhammadiyah 2 Taman [18]. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat tujuh peranan kepala sekolah pada pengembangan sekolah di SD Muhammadiyah 2 Taman. Penelitian kedua terkait program multitalent dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program Multitalent School serta dampaknya terhadap pengembangan minat dan bakat siswa dengan studi kasus pada jenis kelas bakat orkestra di bidang bakat seni di SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman [19].
Hadirnya program Multitalent school diharapkan dapat mengidentifikasi dan menumbuhkan minat bakat siswa. Akan tetapi dalam penelitian yang berjudul The Challenges of Achieving Equity Within Public School Gifted and Talented Programs menjelaskan bahwa adanya sekolah Multitalenta kurang dirasakan oleh para siswa difabel [20]. Adanya program Multitalent yang kurang dirasakan oleh siswa maka sekolah dalam mengimplementasikan program Multitalent ini harus dapat mengakomodir seluruh siswa. Akan tetapi meskipun demikian hadirnya program berbasais minat bakat ini dirasakan menarik minat belajar siswa [21]. Siswa merasa semangat dalam mengikuti pembelajaran berbasis minat bakat dikarenakan pada pembelajaran ini menawarkan pembelajaran yang berbeda dengan pembelajaran di sekolah sehingga sangat diminati oleh siswa. Selain itu kelebihan dari adanya program Multitalent ini adalah siswa memiliki kemampuan serta keterampilan baik dalam bidang akademis maupun dalam bidang khusus [22]. Siswa akan diarahkan sesuai dengan kemampuan dan bakat mereka. Selain itu guru dapat mengidentifikasi dan menilai bakat apa yang dimiliki oleh siswa. Adapun ciri khusus yang melekat pada diri anak Multitalent menurut Widiasworo yakni anak mempunyai kemampuan atau bakat lebih dari satu bidang dan memiliki tingkat kecerdasan superior [23]. Pada akhirnya adanya Pendidikan berbasis Multitalent ini diharapkan dapat meningkatkan bakat siswa baik bakat akademik maupun non akademik.
Berdasarkan pemaparan latar belakang sebelumnya maka penelitian ini menggangkat judul terkait pengembangan progam berbasis multitalent siswa di SD Mumtaz. Dasar pemilihan judul ini dipilih karena dalam penelitian ini akan dibahas terkait pengembangan pendidikan berbasis multitalent pada SD Mumtaz ditinjau dari aspek. Penelitian ini ditujukan untuk menentukan perkembangan pendidikan berbasis Multitalent Di SD Mumtaz. Dalam penelitian ini akan banyak dibahas mengenai bagaimana pengembangan pendidikan berbasis Multitalent school khususnya bagi siswa inklusif atau berkebutuhan khusus, sarana dan prasarana dalam mendukung penyelenggaraan program Multitalent ini hingga prestasi dari siswa. Batasan dalam penelitian ini hanya membahas terkait pengembangan pendidikan berbasis Multitalent pada SD Mumtaz sehingga diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat disempurnakan dengan tema riset lain atau dengan pendekatan teori lain sehingga riset terkait pendidikan berbasis Multitalent ini dapat bersifat komprehensif. Riset ini diharakan dapat menjadi referensi bagi pengembangan Program pendidikan multitalent pada sekolah lain.
Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dimana kualitatif deskriptif dapat diartikan sebagai metode yang digunakan untuk menggambarkan suatu fenomena atau kenyataan yang ada baik bersifat alami atau rekayasa [24][25]. Metode ini digunakan bertujuan untuk menggali informasi mengenai pengembangan pendidikan berbasis Multitalent di SD Mumtaz. SD Mumtaz adalah sekolah yang menerapkan pendidikan berbasis Multitalent. Adapun pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan menentukan sampel atau informan dengan beberapa ketentuan dan pertimbangan [26]. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui proses penelitian secara langsung. Pengumpulan data pada penelitian ini mengadaptasi beberapa teknik, meliputi wawancara yang dilakukan secara mendalam, melaukan observasi langsung di lapangan, serta dokumentasi. Langkah pertama dalam tahapan pengambilan data yaitu melakukan wawancara secara mendalam (indepth interview) dengan beberapa informan meliputi kepala kesiswaan SD Mumtaz, koordinator program pendidikan berbasis multitalent dan guru yang mengajar dalam pendidikan berbasis multitalent ini. Wawancara tersebut dilakukan dengan maksud dan tujuan untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya terkait program pendidikan berbasis multitalent. Tahapan berikutnya yaitu melakukan observasi secara langsung untuk melihat bagaimana implementasi program pendidikan berbasis multitalent pada SD Mumtaz. Tahapan pengumpulan data terakhir adalah dokumentasi dimana data – data yang didapatkan akan didokumentasikan yang selanjutnya digunakan untuk menjawab topik penelitian yang sedang diangkat. Selanjutnya analisa data menggunakan teknik analisa data reduksi. Teknik analisa reduksi menurut Miles, Huberman dan Saldana dapat diartikan sebagai suatu metode analisis yang menajamkan, mengklasifikasikan serta membuang data yang tidak diperlukan dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa sehingga didapatkan data yang dapat digunakan dalam penarikan kesimpulan [27]. Dalam analisa model Miles Huberman dan Saldana terdapat beberapa tahapan dalam proses Analisa data pertama adalah pengumpulan data. Kedua adalah reduksi data atau menyeleksi data yang telah dikumpulkan. Tahapan selanjutnya adalah penyajian data dimana dalam tahapan ini data diklasifikasikan dan dikategorikan selanjutnya disajikan untuk memudahkan dalam penarikan kesimpulan. Tahapan terakhir adalah penarikan kesimpulan dengan didasarkan dari data – data yang sudah didapatkan.
Program Multitalent school merupakan program pembelajaran pada sekolah dasar yang berbasiskan bakat siswa yang diimplementasikan oleh SD Mumtaz. Progam ini berfokus pada pengembangan potensi dan bakat siswa. Selain itu, program Multitalent school juga didesign memberikan peluang kepada siswa untuk mengeksplorasi bakat siswa dalam bidang seni, olahraga, sains, teknologi, dan lain sebagainya. Program multitalent yang diselenggarakan SD Mumtaz diarahkan untuk menemukan dan mengembangkan bakat siswa sebelum melanjutkan pada tingkat pendidikan selanjutnya. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Henni Marsari dan Neviyarni yang dimana mengatakan bahwa tingkatan sekolah dasar merupakan Tingkat sekolah yang berfungsi untuk menggali semua bakat dan minat siswa [11]. Selain itu juga sejalan dengan hasil penelitian Anggraini yang menyatakan bahwa pada program multitalent, guru dituntut untuk dapat menemukan bakat dari para siswa [13].
Program ini juga merupakan program unggulan sekolah dimana selain bertujuan untuk mengembangkan potensi dan bakat siswa juga sebagai wadah dalam mencari dan menemukan bakat siswa. Setiap sekolah tentunya memiliki model program Pendidikan yang berbeda – beda dan mempunyai keunggulan masing – masing [17]. Lahirnya program ini dilatar belakangi oleh adanya keinginan sekolah untuk mengembangkan bakat dan potensi siswa sebagai upaya positif dalam mempersiapkan siswa untuk masa depan yang dinamis dan menantang. Adapun tujuan utama program ini adalah untuk mengembangkan serta melatih potensi dan bakat minat siswa secara holistik. Pengembangan potensi dan bakat minat siswa secara holistik di SD Mumtaz ini mempunyai enam tujuan sebagaimana di jelaskan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD Mumtaz dari gambar berikut:
Gambar 1. Bentuk Program Pendidikan Berbasis Multitalent Di SD Mumtaz
Menurut Waka Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan tahapan pertama, adalah proses identifikasi bakat siswa dalam hal ini kegiatan yang dilakukan adalah berupa mengenali dan menghargai keanekaragaman potensi bakat setiap siswa. Setiap siswa memiliki talenta masing – masing dan mempunyai bakat yang lebih dari satu [23]. Oleh karenanya adanya program pendidikan multitalent ini bertujuan untuk mengenali, menghargai, dan mengembangkan keanekaragaman ini. Oleh karenanya dengan memperhatikan minat dan kemampuan individual siswa, program ini membantu menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung.kedua, pembinaan bakat dari penyelenggaraan pendidikan ini adalah mengembangkan kepercayaan diri siswa. Ketika siswa diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai bidang bakat yang mereka miliki, mereka merasa dihargai dan diberdayakan. Hal tersebut mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa karena merasa memiliki kemampuan serta keahlian yang bernilai.
Ketiga adalah talent show on the road dimana bentuk kegiatan ini adalah bertujuan untuk memaksimalkan potensi siswa dimana hal ini merupakan tujuan mendasar dari penyelenggaran program pendidikan multitalent. Dengan adanya penyelenggaraan pendidikan ini dapat memaksimalkan potensi siswa di semua bidang, bukan hanya pada bidang akademis saja melainkan pada bidang non akademis juga. Potensi bakat siswa dapat dikembangkan dalam bidang seni, olahraga, teknologi, sains, kewirausahaan, dan lain sebagainya sesuai minat dan bakat yang mereka inginkan. Keempat adalah kegiatan lomba dan kompetisi dimana dalam kegiatan ini diharapkan dengan adanya pendidikan ini dapat mengajarkan keterampilan hidup pada siswa. Selain mengembangkan bakat khusus, program pendidikan multitalent juga mengajarkan keterampilan hidup yang penting seperti kerjasama tim, kreativitas, pemecahan masalah, komunikasi efektif, kepemimpinan, dan adaptabilitas. Ini adalah keterampilan yang relevan dan diperlukan dalam berbagai konteks kehidupan. Kelima eksposur dan pengalaman adalah bertujuan menyiapkan siswa untuk masa depan yang dinamis. Dimana yang dimaksud dalam hal ini adalah adanya perkembangan fenomena dunia yang saat ini sangat dinamis dan kompleks mengharuskan siswa untuk dapat menguasai berbagai hal. Dengan mengembangkan potensi dan bakat siswa secara holistik, tujuan program pendidikan multitalent adalah mempersiapkan generasi emas yang akan menghadapi berbagai macam persaingan di masa depan. Mereka diajarkan untuk menjadi individu yang fleksibel, inovatif, dan siap beradaptasi dengan perubahan. Terakhir kegiatan penghargaan dan apresiasi bertujuan untuk mendorong inovasi dan kreativitas. Program ini juga bertujuan untuk mendorong inovasi dan kreativitas di antara siswa. Melalui eksplorasi berbagai bidang bakat, siswa diajak untuk berpikir di secara kritis dan kreatif, menciptakan solusi baru, dan menghasilkan berbagai macam ide-ide kreatif sehingga dapat bermanfaat bagi diri mereka sendiri serta masyarakat yang sejalan dengan pernyataan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan di SD Mumtaz.
Program multitalent di SD Mumtaz dibagi menjadi enam bidang, yaitu: al-islam, akademik, olahraga, life skill, bahasa, dan seni. Program multitalent dilaksanakan setelah pembelajaran efektif selesai atau sesudah dilaksanakannnya pembelajaran efektif selesai. Keunggulan dari program multitalent dengan program yang lain adalah adanya program ini potensi dan bakat dari setiap siswa bisa terakomodir dengan baik. Hal positif yang dapat dirasakan oleh siswa adalah dengan adanya program multi talent siswa menjadi mampu mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki dan pada akhirnya bisa meraih prestasi dari potensi yang dimiliki [23]. Meskipun demikian masih terdapat beberapa kendala yang terdapat pada penyelenggaraan program ini. Dari hal penyelenggaraan kendala yang masih ada adalah sering muncul permasalahan saat kelas talent berlangsung masih banyak siswa yang belum mengikuti kelas talent selama satu semester dan sering mengikuti temannya di kelas talent lain. Ada beberapa alasan mengapa siswa tidak mengikuti Pendidikan multitalent dimana hal ini disampaikan oleh Tentor Multitalent alasan pertama adalah Pendidikan multitalent ini dilaksanakan selepas jam pulang sekolah yang dimana pada saat jam itu siswa sudah merasa lelah dan tidak semangat dalam mengikuti pembelajaran multitalent dan memilih pulang. Kedua adalah siswa mengikuti temannya di kelas talent lain dikarenakan setiap siswa memiliki teman yang dianggap akrab sehingga pada saat multitalent seringkali ditemukan siswa dari talent lain yang belajar di kelas talent teman akrabnya. Sehingga berdampak pada pengembangan minat dan bakat siswa selama mengikuti program multitalent ini yang tidak dapat dilaksanakan secara maksimal. Maka perbaikan yang dapat dilakukan adalah perlu perhatian khusus kepada para wali siswa karena seringkali minat siswa dalam mengikuti program multitalent ini berubah – ubah.
Progam multitalent ini dijalankan melalui 7 tahapan secara berurutan, yaitu: identifikasi bakat, pembinaan bakat, talent show on the road, lomba dan kompetisi, exposure dan pengalaman, pengembangan soft skills dan penghargaan dan apresiasi. Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD Mumtaz menjelaskan bahwa tahapan awal dari implementasi program ini adalah identifikasi bakat. Sebelum program ini dimulai maka akan diawali dengan proses identifikasi bakat dan minat siswa secara menyeluruh. Melalui serangkaian kegiatan di sekolah seperti workshop, pembelajaran kreatif, dan sesi evaluasi. Siswa diberi kesempatan untuk menunjukkan dan mengembangkan bakat mereka di berbagai bidang seperti seni, olahraga, sains, dan teknologi. Setelah diidentifikasi bakat siswa dan sekolah sudah mempunyai database minat dan bakat siswa selajutnya akan dilakukan pembinaan. Pembinaan ini dilakukan secara khusus sesuai dengan minat dan potensi mereka. Guru-guru dan instruktur yang ahli di berbagai bidang memberikan bimbingan, pelatihan, dan dorongan kepada siswa untuk terus mengasah dan meningkatkan kemampuan mereka. Tahapan ketiga adalah mengadakan acara talent show on the road yakni acara pagelaran bakat di sekolah. Selain mengadakan pertunjukan bakat di dalam lingkungan sekolah, program ini membawa acara tersebut ke tingkat yang lebih luas dengan mengadakan pertunjukan di berbagai lokasi, mulai dari tingkat lokal hingga tingkat internasional.
Tahapan berikutnya adalah kegiatan lomba dan kompetisi yang dilakukan setelah dilakukan penyelenggaraan talent show on the road. Penyelenggaraan kegiatan lomba dan kompetisi diselenggaarakan bersamaan dengan acara talent show on the road dimana pada kegiatan tersebut tidak hanya sebagai pertunjukan saja, melainkan juga sebagai kompetisi dalam menampilkan berbagai macam bakat dan potensi terbaik yang dimiliki masing-masing siswa. Siswa dapat berpartisipasi secara langsung dalam berbagai kategori kompetisi sesuai dengan minat mereka, seperti seni visual, musik, tari, olahraga, debat, sains, dan teknologi.
Selanjutnya setelah kegiatan talent show on the road siswa diberi kesempatan mengikuti berbagai lomba dan kompetisi tingkat lokal, nasional, dan internasional. Siswa diharapkan mendapatkan pengalaman yang berharga dan meningkatkan kepercayaan diri siswa. Hal ini dikarenakan dalam talent show on the road siswa dilatih untuk merasa percaya diri untuk tampil didepan umum sehingga secara lansung dapat meningkatkan kepercayaan dan pengalaman siswa. Selain itu melalui talent show on the road mereka dapat bertemu dengan sesama talenta dari berbagai daerah, belajar dari pengalaman mereka, dan mengukur kemampuan mereka di tingkat yang lebih tinggi. Tidak hanya itu dalam program ini juga akan dilakukan pengembangan bakat khusus yang dimiliki oleh siswa. Dalam kegiatan ini membantu siswa dalam pengembangan soft skills seperti kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, manajemen waktu, penyelesaian masalah, dan ketangguhan mental saat menghadapi kompetisi dan pertunjukan di depan publik. Terakhir adalah penghargaan dan apresiasi dimana acara ini diselenggarakan melalui "Talent Show on the Road. Adapun bentuk kegiatannya adalah sekolah memberikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi terhadap prestasi siswa dalam berbagai bidang. Hal ini tidak hanya meningkatkan motivasi siswa untuk terus berkembang, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri dan harga diri mereka.
Pengembangan dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan atau upaya dalam memperbesar dan memperluas secara bertingkat dari sesuatu yang dasar kemudian lebih yang lebih baik lagi sehingga terdapat perubahan [28]. Pengembangan program pendidikan multitalent di SD Mumtaz perlu dilakukan merupakan program unggulan yang diciptakan oleh pihak sekolah yang bertujuan untuk mengembangkan bakat seluruh siswa. Adapun pengembangan pendidikan berbasis multitalent di SD Mumtaz terdiri dari perangkat pembelajaran dan sarana prasarana yang mendukung dalam kegiatan proses pengembangan proses pembelajaran multitalent. Dalam mendukung berjalannya program multitalent yang lebih baik lagi maka hal yang terus dikembangkan oleh pihak sekolah adalah perangkat pembelajaran multitalent. Fungsi dari adanya pengembangan sarana dan prasarana adalah agar dapat mendukung dalam pembelajaran sehingga tujuan dan capaian pembalajaran dapat tercapai [29].
Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis multitalent, sekolah telah menyediakan persediaan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan untuk terlaksananya pembelajaran secara efektif. Perangkat pembelajaran multitalent di SD Mumtaz dibuat oleh setiap pengajar atau tentor. Setiap tentor tentunya juga akan mengembangkan perangkat pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan fenomena terbaru dan paling update. Perangkat pembelajaran ini juga akan dievaluasi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD Mumtaz apakah bisa digunakan dalam proses pembelajaran atau tidak. Sehingga nantinya bisa digunakan sebagai tambahan pendukung perangkat pembelajaran pada proses belajar mengajar di sekolah. Pihak sekolah akan berupaya keras menyediakan sarana dan prasarana dalam mendukung penemuan proses minat belajar dan bakat siswa [13] [30].
Progam pendidikan multitalent di SD Mumtaz yang menawarkan 6 bidang mengharuskan sekolah untuk menyiapkan pengajar atau tentor yang sesuai dengan bidang yang ditawarkan, sehingga jumlahnya cukup banyak. Pengajar dalam pendidikan program multitalent berasal dari pengajar yang berasal dari internal sekolah dan eksternal sekolah. Pada program multitalent tertentu seperti program pendidikan multitalent coding dan orchestra tentunya mengundang pengajar yang ahli dari luar. Sebaliknya pada multitalent meliputi tahfidz dan keagamaan pengajar multitalent berasal dari internal sekolahan. Jumlah pengajar program multitalent saat ini berjumlah 65 orang dimana terdiri dari tentor eksternal sebanyak 42 (64,6 %) pengajar sedangkan tentor internal sebanyak 23 (35,4 %) pengajar internal.
Untuk mendukung progam multitalent ini sekolah menyiapkan sarana dan prasarana baik didalam sekolah maupun diluar sekokah. Sarana prasarana yang disiapkan didalam sekolah ruang kelas, alat peraga, kemudian penyiapan sarana prasarana diluar sekolah dilakukan dengan pola kerjasama dengan pihak luar, antara lain futsal, renang, badminton, dan basket. Semua sarana dan prasarana ini dalam kondisi atau keadaan baik sehingga dapat mendukung dalam pelaksanaan program multitalent secara efektif. Pembaharuan sarana dan prasarana ditambah setiap berdasarkan kebutuhan dari kelas talent yang diajukan oleh guru talent kepada staff talent. Dengan guru tentor mengajukan kepada staff talent kemudian diajukan kepada bidang kesiswaan dan kemudian kepada kepala sekolah dan bendahara. Semua alat yang digunakan dalam Program pendidikan multitalent ini sudah disesuaikan dengan kemampuan siswa dalam penggunaannya. Alat yang digunakan dalam Program pendidikan multitalent ini mudah digunakan oleh siswa termasuk siswa inklusi.
Program pendidikan multitalent di SD Mumtaz ditujukan kepada semua siswa baik siswa regular dan siswa berkebutuhan khusus (Inklusi). Pada Pendidikan siswa inklusi terdapat talent khusus dan talent umum yang bisa di ikuti juga oleh siswa inklusi. Terdapat dua jenis talent khusus yang diberikan yaitu musik dan handicraft, sedangkan untuk talent umum siswa inklusi dapat mengikuti jenis apapun sesuai dengan bakat dan minatnya. Dengan adanya talent khusus ini, sekolah mampu mengembangkan kemampuan setiap siswa inklusi dan menjadi salah satu terapi untuk anak anak inklusi.sedangkan dengan adanya talent umum yang diikuti oleh siswa inklusi membawa dampak positif yaitu menjadikan sekolah yang inklusif dan tidak ada perbedaan antara siswa regular dan siswa inklusi.
Implementasi program multitalent pada siswa inklusi adalah dalam pengajaran yang diberikan untuk anak inklusi di program multitalent terdapat perbedaan menyesuaikan dari materi dari masing masing kelas talent. Salah satu contoh kegiatan Program pendidikan multitalent pada siswa inklusi adalah terdapat kegiatan sendiri untuk kelas talent siswa inklusi. Kegiatan tersebut berupa mengintegrasikan fokus kegiatan multitalent untuk siswa inklusi dalam perform di acara "Talent Show on the Road," sekolah menciptakan lingkungan yang inklusif, merangsang perkembangan potensi siswa secara menyeluruh, dan memperkuat ikatan komunitas dalam mendukung keberhasilan dan kesejahteraan semua siswa. Program multitalent yang diberikan kepada siswa inklusi ini meliputi menyanyi, puisi, musik dan tari.
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran siswa inklusi terdapat kendala dalam pembelajaran pada program multitalent pada siswa inklusi dimana kendala tersebut berupa terkait mood dan kebosanan siswa yang tidak bisa lama dalam pembelajaran dan pembelarajannya juga harus atraktif sehingga dapat menarik minat belajar siswa inklusi. Meskipun menghadapi beberapa kendala program pendidikan multitalent ini diwajibkan untuk siswa inklusi karena untuk menumbuhkan sosial, sensorik dan potensi yang dimiliki. Adapun perkembangan yang dapat dilihat dari program multitalent pada siswa inklusi adalah semakin bertambahnya sosial yang di miliki oleh anak inklusi dan sensorik anak inklusi. Manfaat program pendidikan multitalent dirasakan juga oleh semua orangtua siswa SD Mumtaz. Mereka sangat tertarik dan mendukung terhadap adanya program multitalent ini. Para orang tua merasakan adanya dampak dari anak mereka setelah mengikuti program multitalent ini. Menurut para orang tua keunggulan program multitalent ini adalah bagaimana sekolah dapat mengakomodir seluruh bakat siswa. Adapun harapan dari orangtua siswa dengan adanya program ini adalah potensi yang dimiliki siswa dapat dieksplorasi secara maksimal sesuai passion masing-masing siswa
Program pendidikan multitalent yang dikembangkan oleh SD Mumtaz menyediakan berbagai macam peluang dan kesempatan untuk seluruh siswa untuk dalam rangka pengembangan bakat dan minat serta dapat mengikuti berbagai kompetisi sekaligus lomba di tingkat lokal, nasional, bahkan sampai internasional. Dari berbagai lomba dan kompetisi yang diikuti oleh siswa SD Mumtaz telah menghasilkan berbagai prestasi. Dalam 4 tahun terakhir prestasi yang dicapai oleh siswa SD Mumtaz menunjukkan peningkatan yang signifikan, sebagaimana ditunjukkan dalam grafik dibawah ini.
Gambar 2. Prestasi Siswa SD Mumtaz Tahun 2020 sampai 2024
Prestasi tersebut berasal dari tingkatan lokal, nasional, sampai internasional yang dimana secara lansung dapat menjadikan nama SD Mumtaz terus dikenal oleh masyarakat. Data yang dicatat oleh kesiswaan SD Mumtaz prestasi yang diraih oleh siswa SD Mumtaz pada tahun 2020 sampai 2024. Meliputi berbagai tingkat seperti tingkat lokal sebanyak 170, Prestasi tingkat nasional sebanyak 136 dan internasional sebanyak 8 prestasi. Prestasi ini dihasilkan dari program multitalent menjadikan sekolah ini menjadi rujukan study banding bagi sekolah lain dalam menerapkan program multitalent. Berhasilnya program multitalent ini menjadikan program multitalent di SD Mumtaz menjadi percontohan setiap sekolah.
Berdasarkan penegasan dari kepala sekolah bahwa progam multitalent di SD Mumtaz ini di proyeksikan untuk mendukung progam unggulan sekolah dalam menaikkan posisi sekolah di level internasional. Sebagai bukti bahwa sekolah ini telah mencapai posisi di internasional adalah dicapainya prestasi dalam kejuaraan International Gymnastic Competition atas nama ananda Zegen Sechnall Achmad Arkan Ramadhan yang berhasil menyabet tiga medali dalam kejuaraan Elastic Open 4th di Gedung Senam Citraland Surabaya pada tahun 2024 ini. Capaian prestasi internasional ini memberikan dampak positif yang sangat berkesan karena telah mendapatkan pengalaman luar biasa bagi siswa SD Mumtaz, yang memberikan energy positif bagi siswa lainnya untuk meningkatkan semangatnya didalam mengikuti berbagai lomba dan kompetisi di level internasional. Adapun beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam Program Multitalent di SD Mumtaz ini adalah perlunya kerjasama antara wali siswa dan sekolah dimana hal ini berfungsi untuk memberikan motivasi agar siswa tetap semangat mengikuti pembelajaran multitalent yang dilakukan setelah pembelajaran sekolah. Meskipun demikian adanya program multitalent ini dapat menarik minat siswa dalam pembelajaran [21]. Kedua adalah tentor harus dapat lebih aktif untuk mendampingi siswa agar siswa tidak selalu mengikuti kelas talent teman akrabnya. Ketiga adalah pengembangan sarana dan prasarana sudah berjalan dengan baik akan tetapi perlu dikembangkan lagi yakni dengan membuat program perawatan secara terstruktur dan dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu pengembangan sarana dan prasarana harus dilakukan dengan mengikuti trend sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi yang terus maju. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa siswa tidak tertinggal dengan adanya perubahan zaman dan teknologi yang begitu pesat disetiap harinya.
Program Multitalent School adalah program pembelajaran pada sekolah dasar berbasis minat bakat siswa yang diimplementasi oleh SD Mumtaz. Dimana fokus implementasi pendidikan ini adalah untuk mengembangkan potensi dan bakat siswa. Selain itu, program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa dalam mengeksplorasi berbagai bidang bakat yang mereka miliki. Terdapat 6 bidang kategori yang di tawarkan oleh SD Mumtaz seperti seni, olahraga, sains, teknologi, al isam, dan akademik. Program ini juga merupakan program unggulan dimana selain bertujuan untuk mengembangkan potensi bakat siswa juga untuk mengarahkan minat siswa pada talent-talent pilihan yang ingin dilakukan.
Terdapat 7 tahapan yang dijalankan dalam progam Mutitalent ini yaitu identifiksi bakat, pembinaan bakat, talent show on the road, lomba, kompetisi, exposure, dan pengalaman. Dengan adanya berbagai macam pilihan talent pada jenjang kelas masing-masing, diharapkan mampu memaksimalkan bakat dan melanjutkan talent yang dimiliki siswa-siswi SD Mumtaz. Harapan dari sudut pandang siswa dengan adanya program multitalent school yaitu sebagai bekal dibidang life skill untuk jenjang selanjutnya. Sedangkan bagi sekolah yaitu menjadikan program multitalent ini sebagai program unggulan. sehingga dampak positif dari kejuaraan tersebut adalah sebuah prestasi yang luar biasa. Terlihat dari tahun ke tahun SD Mumtaz mampu mendulang naik berbagai macam prestasi di kancah lokal hingga internasional. Adapun pengembangan program pendidikan multitalent ini meliputi pengembangan sarana dan prasarana dan pengembangan sistem program pendidikan tersebut. Adanya program ini tidak hanya dirasakan oleh siswa reguler saja akan tetapi pada siswa inklusi atau siswa berkebutuhan khusus.
M. Wahib Mh, S. Abadi, Khalifaturrohmah, A. A. Zein, and T. Novia, “Studi historis perkembangan sistem pendidikan di Indonesia,” Al-Afkar: Journal of Islamic Studies, 2022, doi: 10.31943/afkarjournal.v5i4.336.
A. S. Ajat and R. Y. A. Hambali, “Analisis filsafat Paulo Freire terhadap sistem pendidikan Indonesia,” Jurnal Perspektif, vol. 5, no. 1, 2021, doi: 10.15575/jp.v5i1.107.
T. Nasution, N. Khoiri, D. W. Firmani, and M. F. Rozi, “Perbedaan sistem kurikulum pendidikan anggota ASEAN, Indonesia dan Singapura,” Jurnal Pendidikan dan Konseling, vol. 4, no. 3, 2022.
E. Muryanti and Y. Herman, “Studi perbandingan sistem pendidikan dasar di Indonesia dan Finlandia,” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, vol. 6, no. 3, 2021, doi: 10.31004/obsesi.v6i3.1696.
H. Y. P. Sibuea, “Pembaruan sistem pendidikan di Indonesia: Perkembangan dan tantangan,” Jurnal Kajian, vol. 22, no. 2, 2017.
R. F. Karmen and F. Pribadi, “Dampak positif negatif pembelajaran online dalam sistem pendidikan Indonesia pasca pandemi COVID-19,” Adalah, vol. 6, no. 3, 2022, doi: 10.15408/adalah.v6i3.23336.
Hendra, Shopiana, S. Wijaya, and T. Iskandar, “Konsep manajemen pendidikan di Indonesia,” Jurnal Cakrawala Ilmiah, vol. 2, no. 5, 2023.
I. A. Nafrin and H. Hudaidah, “Perkembangan pendidikan Indonesia di masa pandemi COVID-19,” Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 3, no. 2, 2021, doi: 10.31004/edukatif.v3i2.324.
D. Montanesa and Firman, “Perbandingan sistem pendidikan Indonesia dan Jepang,” Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 3, no. 1, 2021, doi: 10.31004/edukatif.v3i1.246.
I. Fathurrochman et al., “Analisis sistem pendidikan negara Federasi Rusia dalam meningkatkan mutu pendidikan Indonesia,” Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang, 2021.
Henni Marsari, Neviyarni, and I., “Perkembangan emosi anak usia sekolah dasar,” Jurnal Pendidikan Tambusai, vol. 5, no. 1, 2021.
M. C. Parameswara, “Optimalisasi pendidikan karakter pada siswa sekolah dasar,” Jurnal Pendidikan Tambusai, vol. 5, no. 1, 2021.
S. W. Anggraeni, Y. Alpian, D. Prihamdani, and E. Winarsih, “Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif berbasis video untuk meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar,” Jurnal Basicedu, vol. 5, no. 6, 2021, doi: 10.31004/basicedu.v5i6.1636.
D. Rahmadayanti and A. Hartoyo, “Potret Kurikulum Merdeka, wujud merdeka belajar di sekolah dasar,” Jurnal Basicedu, vol. 6, no. 4, 2022, doi: 10.31004/basicedu.v6i4.3431.
I. Rahmi, N. Nurmalina, and M. Fauziddin, “Penerapan model role playing untuk meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar,” Journal on Teacher Education, vol. 2, no. 1, 2020, doi: 10.31004/jote.v2i1.1164.
M. Mardiah and S. Syarifudin, “Model-model evaluasi pendidikan,” Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan dan Konseling, vol. 2, no. 1, 2019, doi: 10.46963/mash.v2i1.24.
R. S. P. Fauziah, N. Maryani, and R. W. Wulandari, “Pelaksanaan model pendidikan karakter di sekolah dasar,” Didaktik Tauhidi: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, vol. 6, no. 2, 2019, doi: 10.30997/dt.v6i2.2133.
E. M. F. Wahyuni, “Peran kepala sekolah dalam mengembangkan sekolah multitalenta di SD Muhammadiyah 2 Taman,” Jurnal Tajdida, vol. 17, no. 1, pp. 19–38, 2019.
J. H. Kumala, “Multi talent school sebagai program pengembangan minat & bakat siswa di SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman Sidoarjo (studi kasus pada kelas bakat orkestra),” Jurnal Pendidikan Sendratasik, vol. 12, no. 2, pp. 259–275, 2023.
S. J. Peters, “The challenges of achieving equity within public school gifted and talented programs,” Gifted Child Quarterly, vol. 66, no. 2, pp. 82–94, 2022, doi: 10.1177/00169862211002535.
D. N. L. L. M. D. N. T. Upayogi, “Pendampingan pembelajaran tematik di luar kelas berbasis minat bakat di SDI Rutosoro,” Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, vol. 1, no. 1, pp. 1–10, 2020.
A. J. R. Rumiyanti, “Gaya belajar Savio: Membentuk pelajar multitalent dalam pembelajaran Bahasa Arab,” Mitra PGMI: Jurnal Kependidikan MI, vol. 9, no. 2, pp. 90–105, 2023.
M. M. R. A. Kusumawati, “Strategi multitalenta untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran menulis naskah drama,” Ghâncaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, pp. 142–152, 2021, doi: 10.19105/ghancaran.vi.5619.
W. Yuliani, “Metode penelitian deskriptif kualitatif dalam perspektif bimbingan dan konseling,” Quanta, vol. 4, no. 1, pp. 83–91, 2018, doi: 10.22460/q.v1i1p1-10.497.
K. Yuliana, A. Saptono, and N. Cahyaningsih, “Analisa pemanfaatan Google Custom Search pada website Yufid.com dengan metode kualitatif deskriptif,” ICIT Journal, vol. 6, no. 1, 2020, doi: 10.33050/icit.v6i1.861.
P. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi (Mixed Methods), ed. revisi. Yogyakarta, Indonesia: CV Alfabeta, 2020.
D. N. A. U. Nurasiah, “Analisis pemahaman kognitif matematika materi sudut menggunakan video pembelajaran matematika sistem daring di kelas IV B SDN Pintukisi,” Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, vol. 5, no. 1, pp. 61–75, 2020, doi: 10.23969/jp.v5i1.2915.
M. Y. S. Ga’a, “Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan sarana prasarana,” Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, vol. 2, no. 2, pp. 60–69, 2021, doi: 10.31538/munaddhomah.v2i2.67.
R. A. A. Rahayuningsih and Anna, “Perancangan sistem informasi inventaris sarana dan prasarana sekolah berbasis web,” Infotek: Jurnal Informatika dan Teknologi, vol. 6, no. 1, pp. 60–70, 2023, doi: 10.29408/jit.v6i1.7356.
D. Rahmadayanti and A. Hartoyo, “Potret Kurikulum Merdeka, wujud merdeka belajar di sekolah dasar,” Jurnal Basicedu, vol. 6, no. 4, pp. 5877–5889, 2022.