Kusmanto (1), Hana Catur Wahyuni (2)
General Background Educational institutions operate as service organizations that must meet community educational needs and maintain student enrollments to ensure institutional survival amidst intense competition. Specific Background This descriptive qualitative study investigates the strategy of strengthening school programs to increase new student admissions at SMP Al Falah Deltasari, Waru, Sidoarjo, where student numbers experienced an average annual decrease of around 10% from 2015 to 2023. Knowledge Gap Although declining enrollments threaten operational sustainability and service quality, comprehensive evaluations on how to manage school programs to reverse downward trends through leadership, branding, marketing, and facility improvements require detailed empirical analysis. Aims This study aims to explain strategies for strengthening school programs to increase the number of new student admissions. Results The findings indicate that effective strategies include optimizing the principal's leadership role, creating school branding and superior programs like student exchange and Cambridge curricula, improving marketing strategies for new student admissions, and completing educational facilities and infrastructure. Novelty This work details the practical synchronization of principal managerial actions with comprehensive school branding and marketing techniques in a private secondary school facing enrollment drops. Implications These findings establish that strategic management of school programs is vital for transforming declining institutions into competitive, high-achieving schools favored by the community.
Highlights:
Strengthening school programs requires optimizing principal leadership and managerial strategies to improve teacher performance and overall educational quality.
Implementing school branding through superior programs such as student exchanges, tahfidz, Cambridge curricula, leadership training, project learning, and home stays attracts prospective parents.
Improving marketing efforts and completing facilities and infrastructure directly support successful new student admission drives.
Keywords: Strategy, School program strengthening, New student admissions, School branding, Educational management
Pendidikan bisa menjadi salah satu sarana untuk kemajuan bangsa dan negara. Dengan pendidikan akan ada proses untuk memperbaiki prilaku atau sikap, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan baik individu atau kelompok dalam kehidupan manusia melalui bimbingan dan pengajaran serta penelitian [1]. Dalam upaya mengembangkan dan melanjutkan kehidupan, pendidikan adalah kebutuhan pokok bagi manusia, sehingga untuk memenuhi pendidikan, orang tua memilih sekolah yang bermutu sesuai keinginan tetapi juga menyesuaikan kemampuan yang dimilikinya [2].
Pada saat ini telah terjadi persaingan yang luar biasa antar sekolah. Sekolah bisa menjadi sarana untuk menjaga kelangsungan hidup Masyarakat [3]. Lembaga pendidikan adalah lembaga jasa bidang pendidikan, yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dari masyarakat luas. Lembaga Pendidikan harus bisa berfikir untuk meningkatkan kepuasan para pelanggan serta bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya [4]. Pendidikan merupakan kebutuhan pokok dan sangat penting bagi kehidupan umat manusia. Manusia diberi bekal pengetahuan dan ketrampilan untuk turut serta membangun bangsa dan negara. Sebagai lembaga formal, sekolah mempunyai tugas dan kewajiban untuk membimbing dan mendidik para siswa. Sekolah memiliki peranan yang sangat besar dalam upaya meningkatkan wawasan peserta didik. Pendidikan di sekolah juga mempunyai peranan sangat besar untuk menyiapkan dan juga mengembangkan umat manusia yang memiliki rasa kebersamaan dan bisa bersaing secara sehat pada suatu aktivitas [5].
Upaya untuk meningkatkan jumlah peserta didik baru adalah dengan melakukan strategi penguatan program sekolah. Strategi penguatan program sekolah yang bisa dilakukan adalah dengan melaksanakan program pendidikan sekolah yang bermutu atau berkualitas. Program sekolah ini sangat berkaitan dengan kemampuan atau kompetensi dan juga profesionalisme dari guru dan tenaga non guru. Peranan Kepala sekolah sangat diperlukan dalam rangka mewujudkan kemampuan atau kompetensi dan profesionalitas guru dan tenaga non guru. Lembaga pendidikan bisa sukses dan berhasil, jika Kepala Sekolah bisa bersikap professional dan menerapkan managerial yang baik. Kepala sekolah merupakan pimpinan di satuan pendidikan, maka harus mampu mewujudkan visi, misi, dan tujuan yang sudah dicanangkan.
Agar masyarakat tertarik pada suatu sekolah, maka sekolah harus mampu menciptakan branding sekolah. Menurut [6], Branding sekolah saat ini masih sangat ramai dicari oleh masyarakat terkait dengan pencarian sekolah untuk putra dan putrinya. Orang tua akan mencarikan sekolah yang terbaik untuk putra dan putrinya. Branding dapat diwujudkan dengan memunculkan ciri khusus dari suatu sekolah yang menjadi kelebihan dibanding sekolah lain. Sekolah harus mempunyai program yang memiliki nilai lebih sehingga menjadi ciri khusus atau ciri khas yang mudah diingat oleh masyarakat.
Cara lain untuk meningkatkan jumlah peserta didik baru, sekolah menerapkan strategi pemasaran sekolah. Strategi pemasaran ini sangat diperlukan karena bisa mengenalkan lembaga pendidikan ke masyarakat secara luas sehingga diminati oleh masyarakat apalagi pelanggan tetapnya [7]. Dalam pemasaran, harus ada perencanaan yang matang sehingga dapat tercapai apa yang menjadi tujuannya yaitu dapat meningkatkan kepuasan masyarakat dan juga wali murid [8]. Karena pentingnya suatu pemasaran maka memerlukan cara khusus agar bisa berjalan dengan baik dan lancar. Berhasil dan suksesnya sebuah program sekolah sangat dipengaruhi oleh cara atau strategi yang baik dalam pelaksanaannya [9].
Hubungan masyarakat atau humas mempunyai peran yang penting pada sebuah sekolah. Humas di lembaga pendidikan sekolah bertujuan untuk menyampaikan informasi, memelihara hubungan baik, menciptakan kerjasama yang baik, untuk mendapatkan nilai yang positif [10]. Agar sekolah tetap mendapat peminat dari masyarakat dan tetap berjalan maka sekolah harus bisa memasarkan dengan cara yang baik agar orang tua bersedia menyekolahkan anak anaknya. Seperti mengenalkan atau memasarkan suatu hasil suatu produk, maka sekolah harus bisa membuat cara agar produknya tetap diminati masyarakat [11].
Dalam strategi penguatan program sekolah, Kepala Sekolah mempunyai peranan penting dalam pelaksanaannya. Dengan perencanaan yang matang, Kepala Sekolah harus mampu membuat inovasi dengan menyesuaikan kebutuhan yang ada [12]. Kepala sekolah harus selalu melakukan monitoring dan evaluasi seluruh program sekolah dan warga sekolah [13].
SMP Al Falah Deltasari yang berlokasi di lingkungan perumahan Deltasari Indah, Waru, Sidoarjo, merupakan salah satu sekolah yang saat ini sedang berusaha mencari peserta didik baru. Sejak tahun 2015 sampai tahun 2023, jumlah siswa di SMP Al Falah Deltasari setiap tahun mengalami penurunan. Tahun ajaran 2015/2016, jumlah siswa SMP Al Falah Deltasari sebanyak 541 siswa. Tahun ajaran 2023/2024, jumlah siswa menjadi 228 siswa. Setiap tahun jumlah siswa mengalami penurunan rata rata sekitar 10%.
Dampak dari menurunnya jumlah siswa diantaranya adalah berkurangnya penerimaan bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah, berkurangnya pendapatan keuangan dari siswa atau wali murid, berkurangnya biaya operasional sekolah, tidak terpenuhi perbaikan atau peningkatan sarana dan prasarana sekolah. Bagi tenaga pendidik, berkurangnya jumlah jam mengajar karena jumlah kelas berkurang. Jumlah tenaga pendidik yang mendapatkan tunjangan sertifikasi juga berkurang. Kualitas pelayanan terhadap siswa juga semakin berkurang. Gejala menurunnya jumlah siswa baru ini merupakan tantangan berat bagi guru dan team managemen sekolah.
Dengan kondisi seperti ini maka harus ada upaya untuk mencari solusi agar jumlah siswa bisa meningkat dan guru tetap bisa mengajar di sekolah sendiri tanpa keluar mencari sekolah lain untuk mencari tambahan jam mengajar. Upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan jumlah siwa atau peserta didik bbaru adalah dengan melaksanakan strategi penguatan program sekolah. Strategi penguatan program sekolah yang bisa dilakukan diantaranya adalah mengoptimalkan peran kepemimpinan Kepala Sekolah, membuat dan menerapkan branding sekolah yaitu dengan membuat program unggulan yang bisa menarik calon wali murid, memperbaiki strategi pemasaran sekolah untuk meningkatkan PPDB, perbaikan dan melengkapi sarana dan prasarana bagi peserta didik.
Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan strategi penguatan program sekolah yang bisa membantu meningkatkan jumlah penerimaan peserta didik baru. Tulisan ini sangat penting karena dapat mengetahui bagaimana dapat mengelola program sekolah yang baik sehingga menjadi sekolah yang unggul, berprestasi,dan banyak diminati oleh masyarakat.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Untuk data didapat dari wawancara, observasi, dokumentasi. Tempat penelitian untuk memperoleh sumber data adalah di SMP Al Falah Deltasari, Waru, Sidoarjo. Penelitian ini menjelaskan tentang strategi penguatan program sekolah dalam meningkatkan jumlah peserta didik baru. Pengumpulan data diperoleh wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan Pimpinan Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan dan Humas, Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana Prasarana.
Wawancara dengan Kepala Sekolah adalah peran kepemimpinan Kepala Sekolah pada penerapan program sekolah, strategi managerial Kepala Sekolah untuk meningkatkan kinerja Guru. Wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum adalah strategi branding sekolah untuk menarik minat masyarakat terhadap sekolah. Wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan dan Humas adalah strategi atau cara pemasaran sekolah dalam meningkatkan PPDB. Wawancara dengan Waka Saranan dan Prasarana adalah strategi perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana bagi peserta didik.
Metode observasi yaitu melihat secara langsung seluruh program kegiatan sekolah dan juga tentang persiapan dan pelaksanaan PPDB. Untuk dokumentasi, diperoleh dari gambaran profil sekolah, data program sekolah, dan data pelaksanaan penerimaan siswa baru. Data penelitian yang sudah diperoleh, selanjutnya akan dianalisis dengan analisis model interaktif Miles dan Hubermen. Dalam menganalisis data ini yaitu dengan reduksi data, penyajian data, serta penyusunan kesimpulan.
SMP Al Falah Deltasari merupakan salah satu sekolah swasta di wilayah Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Saat ini usia SMP Al Falah Deltasari memasuki tahun ke 31. Visi SMP Al Falah Deltasari adalah mewujudkan generasi yang beraqidah mantap, berakhlak mulia dan berprestasi berdasarkan Al Quran dan Al Hadits. Visi ini ditetapkan dengan memperhatikan tujuan pendidikan nasional, Standar Kompetensi Lulusan, potensi perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik serta kepentingan daerah, Nasional, dan Internasional.
Untuk mencapai visi sekolah, SMP Al Falah Deltasari menetapkan indikator visi yang disingkat menjadi 7B dan juga menjadi standar lulusan sekolah. Indikator visi tersebut adalah: 1). Beraqidah mantap, 2). Beribadah dengan tekun dan istiqomah, 3). Berbuat baik kepada orang tua, sesama, dan lingkungan, 4). Berketrampilan dan berkecakapan hidup, 5). Berkesemaptaan dan bersemangat juang, 6). Berprestasi akademis dan non akademis, 7). Bersemangat kebangsaan dan berwawasan global.
Misi SMP Al Falah Deltasari adalah: 1). Mengembangkan dakwah lewat kegiatan Pendidikan, 2). Membantu orang tua mewujudkan anak berakhlak mulia, 3). Mengembangkan sekolah dan mewujudkan siswa bisa berprestasi optimal, 4). Mengembangkan Sekolah Islam dengan managemen mutu, 5) Melakukan perbaikan dengan terus menerus pada semua bidang.
Program Sekolah dalam upaya meningkatkan peserta didik baru di SMP Al Falah Deltasari adalah 1). Peran kepemimpinan Kepala Sekolah dalam penerapan program sekolah, 2). Strategi managerial Kepala Sekolah untuk meningkatkan kinerja Guru, 3). Penerapan program strategi branding sekolah untuk menarik minat masyarakat kepada SMP Al Falah Deltasari, 4). Strategi atau cara memasarkan sekolah peningkatan PPDB, 5). Strategi perbaikan dan peningkatan sarana prasarana sekolah.
1. Peran kepemimpinan Kepala Sekolah dalam penerapan program sekolah.
Kepala Sekolah merupakan komponen utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah [14]. Peran kepemimpinannya sangat diperlukan untuk bisa lancar dan sukses seluruh program sekolah. Untuk bisa berperan secara optimal, Kepala Sekolah akan terus menerus untuk belajar dan berupaya meningkatkan kompetensinya agar menjadi Kepala Sekolah yang professional.
Dari hasil wawancara dengan Kepala Sekolah, peran kepemimpinan Kepala Sekolah dalam penerapan program sekolah adalah membuat program sekolah dengan menyesuaikan kondisi sekolah dan tren kekinian di masyarakat; menyampaikan visi, misi dan program unggulan sekolah kepada seluruh warga sekolah dan juga seluruh wali murid pada setiap awal tahun ajaran baru; menyampaikan program sekolah kepada pegawai sekolah dan seluruh wali murid pada setiap awal tahun ajaran baru; Memimpin dan bertanggung jawab atas pelaksanaan seluruh program sekolah; Memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh warga sekolah untuk mendukung program sekolah; Senantiasa proaktif dalam pelaksanaan seluruh kegiatan program sekolah; Menggerakkan seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk mendukung seluruh program sekolah; Mengevaluasi dan melakukan tindak lanjut dari program sekolah yang sudah dibuat dan dilaksanakan secara berkala.
Dengan mengoptimalkan peran kepemimpinannya sebagai Kepala Sekolah, maka semua program sekolah yang telah dibuat, akan dapat berjalan dengan baik dan lancar serta mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan tercapainya seluruh program sekolah, maka akan memberikan dampak yang baik terhadap kualitas sekolah dan akan muncul banyak prestasi peserta didik dari sekolah. Munculnya prestasi dari peserta didik dan kualitas yang baik dari sekolah, akan membawa nama baik sekolah, sehingga akan berpengaruh terhadap masyarakat yang akan mencarikan sekolah putra putrinya.
2. Strategi managerial Kepala Sekolah untuk meningkatkan kinerja Guru
Sebagai top managemen, Kepala Sekolah memiliki pengaruh yang sangat besar untuk bisa menjadikan sekolah yang dipimpinnya memiliki kualitas sekolah yang baik dan terus menjadi lebih baik. Kepala Sekolah memiliki peran penting dan strategis untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme Guru di sekolah [15]. Untuk bisa memiliki sekolah yang berkualitas, maka kinerja guru harus baik. Kinerja Guru juga memiliki peran yang sangat penting. Tanpa kinerja Guru yang baik maka akan sulit untuk bisa meningkatkan kualitas pendidikan yang baik [16]. Sebagai pemimpin, Kepala Sekolah bertanggung jawab untuk meningkatkan kinerja guru di sekolahnya. Kinerja guru adalah kemampuan kerja guru yang dicapai dan bisa memunculkan prestasi. Kepala Sekolah adalah orang paling mengerti tentang kondisi sumber daya manusia di sekolah tersebut. Kepala Sekolah harus bisa menggerakkan kehidupan di sekolah agar bisa tercapai tujuan sekolah [17]. Kepala Sekolah juga memiliki peran yang bisa meningkatkan kinerja Guru [18]. Strategi managerial Kepala Sekolah untuk meningkatkan kinerja Guru adalah membuat program untuk meningkatkan kinerja Guru.
Berdasar informasi dari Kepala Sekolah, program untuk meningkatkan kinerja guru adalah: Kerjasama dengan Lembaga Pendidikan Al Falah Surabaya mengadakan pembinaan secara rutin kepada seluruh guru yang dilaksanakan pada stiap hari Sabtu pada pekan ke empat; Mengirimkan perwakilan guru untuk mengikuti seminar, lokakarya, dan pelatihan pelatihan; Mengadakan diskusi dengan para guru untuk bermusyawarah menyelesaikan permasalahan yang dihadapi; Memberikan teladan yang baik kepada seluruh Guru dalam semua kegiatan; Menciptakan suasana sekolah yang kondusif; Menjalin kerjasama yang baik dengan para guru dalam pelaksanaan seluruh program kegiatan di sekolah; Mengawasi kinerja seluruh guru dalam aktivitas kinerjanya sehingga kinerja Guru bisa terpantau yang bermanfaat untuk evaluasi dan perbaikan; Memberikan perhatian yang serius kepada para guru dengan cara memberikan motivasi, saran dan bimbingan; Memberikan bantuan kepada guru untuk menyelesaikan permasalahan pembelajaran yang dihadapi dengan bentuk supervisi administrasi dan supervisi klinis yang dilaksanakan dua kali dalam setahun; Menciptakan budaya disiplin di sekolah untuk meningkatkan kinerja Guru dan prestasi belajar siswa; Memantau secara efektif agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik; Mengadakan lomba kreativitas guru; Mengaktifkan forum MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran); Memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.
Dengan strategi managerial untuk meningkatkan kinerja Guru, seluruh Guru bisa baik dan meningkat kinerjanya. Dengan meningkatnya kinerja seluruh guru, maka akan meningkat pula kualitas pendidikan dan juga tercapainya standar Pendidikan Nasional. Dengan kualitas pendidikan yang baik akan membantu terwujudnya visi dan misi sekolah. Visi dan misi sekolah yang terwujud dengan baik, akan berpengaruh terhadap masyarakat yang akan menyekolahkan putra dan putrinya di SMP Al Falah Deltasari.
3. Strategi branding dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
Sekolah memerlukan cara agar dikenal dan diminati oleh masyarakat dan pelanggan sekolah yang akan menyekolahkan putra dan putrinya. Untuk dapat menarik kepercayaan masyarakat, SMP Al Falah Deltasari menerapkan strategi branding sekolah. Strategi Branding sekolah ini sangat penting karena status SMP Al Falah Deltasari adalah sekolah swasta yang harus terus berlanjut meningkatkan pelayanan pendidikan melalui kegiatan belajar mengajar yang bermutu, dan bisa memberikan kepuasan pelanggan serta meningkatkan prestasi siswa. Sekolah sangat perlu menampilkan kesan yang baik dan mendalam kepada siswa dan masyarakat tentang manfaat sekolah [19]. Sekolah harus bisa menyusun dan menjelaskan seluruh program sekolah yang bisa difahami oleh orang tua dan masyarakat sehingga bisa menarik simpati [20]. Penyelenggara sekolah harus mampu mengelola sekolah dengan baik agar mempunyai standar yang terbaik untuk meningkatkan citra sekolah sehingga bisa meningkatkan minat dan kesadaran masyarakat untuk bisa memilih sekolah tersebut [21].
Hasil wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum, strategi branding dalam upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SMP Al Falah Deltasari adalah menerapkan program unggulan yang menjadi pilihan sekolah. Adapun program unggulan di SMP Al Falah Deltasari adalah:
1) Student Exchange
Pada tahun ajaran 2023-2024 SMP Al Falah Deltasari membuat dan melaksanakan program student exchange untuk siswa kelas 7, 8, dan 9. Sosialisasi program ini dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2023. Tujuan dari student exchange ini adalah memberikan pengalaman budaya secara mendalam kepada siswa peserta kegiatan, dengan cara melakukan perjalanan ke luar negeri yaitu negara Malaysia, dan Singapura. Dengan program ini para siswa dapat memiliki kesempatan untuk bisa belajar dan juga merasakan budaya baru di negara lain tentang kebiasaan atau tradisi, gaya hidup, makanan, seni budaya, dan lain lainnya. Selain itu para siswa juga dapat meningkatkan kemandirian, keberanian, menambah wawasan, mengembangkan kemampuan dalam berbahasa selain Bahasa Indonesia, dan juga para siswa siap menghadapi tantangan global pada masa yang akan datang.
Tidak banyak sekolah tingkat SMP yang memiliki program kegiatan student exchange. Kegiatan seperti ini sangat menarik bagi siswa dan orang tua. Dengan program ini berharap masyarakat atau orang tua yang tinggal di sekitar wilayah Surabaya, Sidoarjo tertarik dan berminat mau menyekolahkan putra dan putrinya di SMP Al Falah Deltasari.
2) Tahfidz 3 juz.
Tahfidz adalah program menghafal Al Qur’an. Pada tahun ajaran 2023-2024 SMP Al Falah Deltasari membuat dan melaksanakan program tahfidz. Program ini melanjutkan program pada tahun sebelumnya. Lulus dari SMP Al Falah Deltasari para siswa bisa menghafal Al Qur’an minimal 3 juz dari Al Qur’an. Banyak usaha yang dilakukan untuk bisa mewujudkan program tahfidz ini. Upaya dari sisi waktu, kurikulum memberikan porsi jam belajar lebih banyak disbanding dengan mata pelajaran lain. Jumlah jam pelajaran Baca Al Qur’an (BCA) selama satu pekan adalah 7 jam pelajaran. Waktu 7 jam pelajaran ini dipergunakan oleh siswa untuk membaca, setor hafalan dan murojaah hafalan yang sudah dihafal.
Kegiatan yang dapat mendukung lancarnya tahfidz 3 juz diantaranya adalah tasmi’ Al Qur’an. Tasmi adalah memperdengarkan bacaan Al Qur’an yang sudah dihafal dihadapan guru atau penguji. Selain tasmi ada juga kegiatan tahfidz camp. Tahfidz Camp adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Tempat kegiatan tahfidz camp ini di sebuah Pondok Pesantren. Kegiatan terakhir tahfidz SMP Al Falah Deltasari di Pondok Pesantren Muslimah Tuban. Tujuan kegiatan tahfidz camp ini adalah meningkatkan motivasi siswa dalam menghafal Al Qur’an dan meningkatkan dan melancarkan hafalan Al Qur’an. Kegiatan lain adalah munaqosah tahfidzul Qur’an. Tujuan dari kegiatan ini adalah menumbuhkan minat dan kesungguhan dalam menghafal Al Qur’an.
Dalam proses pembelajaran tahfidz Al Qur’an, para siswa dibagi secara berkelompok. Pengelompokan tahfidz dibagi menjadi tiga yaitu Tahfidz Dasar (penghafal juz 30); Tahfidz Exelent (penghafal juz satu); Tahfidz Mumtaz (penghafal juz 2 ke atas). Tujuan pengelompokan ini adalah memudahkan dalam proses menghafal Al Qur’an. Para siswa yang sudah menyelesaikan hafalan, akan diikutkan uji publik, sertifikasi hafalan dan pengukuhan hafidz Hafidzah serta wisuda tahfidz.
Program tahfidz 3 juz ini memberikan wadah bagi siswa lulusan SD yang sudah memiliki hafalan cukup banyak. Dengan adanya program ini, SMP Al Falah Deltasari bisa menjadi pilihan orang tua untuk meyekolahkan putra dan putrinya sehingga hafalan yang dimiliki putra putrinya terjaga bahkan bertambah.
3) Kurikulum Cambridge
Pada tahun ajaran 2023-2024, SMP Al Falah Deltasari telah menerapkan kurikulum Cambridge. Tujuan penerapan kurikulum ini adalah memberikan wadah siswa yang pada saat SD sudah mengikuti kurikulum Cambridge. Tidak semua pelajaran menggunakan kurikukum Cambridge. Mata pelajaran yang menerapkan kurikulum ini adalah Matematika, Science, dan Bahasa Inggris. Dengan kurikulum Cambridge ini, sekolah bisa memberikan ketrampilan kepada siswa yang diperlukan sejak dini yaitu membantu prestasi siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah, menyiapkan ketrampilan di jenjang sendidikan selanjutnya hingga perguruan tinggi, dan juga menyiapkan sejak awal untuk pekerjaan mereka kelak sudah dewasa.
Dengan program kurikulum cambrigde ini, berharap SMP Al Falah Deltasari bisa menjadi rujukan atau pilihan bagi masyarakat atau orang tua yang tinggal di wilayah Surabaya dan Sidoarjo untuk memberikan pendidikan lanjutan bagi putranya putrinya, khususnya putra atau putri yang pada saat SD sudah ikut program kurikulum Cambrigde.
4) Leadership Program
SMP Al Falah Deltasari berusaha secara terus menerus untuk memberikan bekal kepemimpin kepada semua siswa. Selain gudep (gugus depan) atau pangkalan Pramuka, ada tiga organisasi yang ada di SMP Al Falah Deltasari yaitu MPK (Majelis Perwakilan Siswa), OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan Remas (Remaja Masjid). Organisasi ini sangat diminati oleh banyak siswa. Untuk bisa menjadi pengurus organisasi ada tahapan tahapan yang harus dilalui oleh siswa yakni melalui proses seleksi. Organisasi ini menjadi wadah bagi para siswa untuk praktek langsung dalam kegiatan kepemimpinan di sekolah. Program kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan kepemimpinan adalah:
a. Dianpinru (Gladian Pimpinan Regu)
Kegiatan Dianpinru dilaksanakan setahun sekali setiap setiap bulan Oktober. Bentuk kegiatannya adalah mengadakan perkemahan yang diikuti para pimpinan dan wakil regu mulai dari kelas 7, 8, dan 9 yang didampingi oleh panitia dari sekolah dan juga para pembina Pramuka. Kegiatan perkemahan ini dilaksanakan di Bumi perkemahan Dlundung, Trawas, Mojokerto. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 30-31 Oktober 2023. Tujuan dari kegiatan Dianpinru ini adalah membentuk generasi yang mandiri, trampil dan disipilin. Selain itu, melatih ketrampilan para pimpinan regu dan wakil pimpinan regu untuk menyiapkan mereka pada kegiatan kemah besar yang akan dilaksanakan pada bulan Desember. Pada kegiatan ini mereka diajarkan tentang kerjasama team, nilai nilai ketrampilan, kedisiplinan, kemandirian, diskusi, refleksi, dan juga diberi kesempatan untuk memimpin dan berkolaborasi.
b. LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa)
Kegiatan LDKS adalah tahapan kegiatan yang diikuti siswa untuk bisa lolos sebagai pengurus organisasi OSIS, Remas, dan MPK. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun karena menyiapkan pengurus organisasi yang baru untuk menggantikan pengurus organisasi sebelumnya yang sudah berakhir masa jabatannya. Pada tahun ajaran 2023-2024, kegiatan LDKS dilaksanakan selama 3 hari yaitu tanggal 25, 26, dan 27 September 2023. Ada dua sesi dalam pelaksanaan kegiatan LDKS ini. Sesi pertama dilakukan di sekolah. Pada sesi pertama ini siswa diberi materi atau wawasan tentang strategi kepemimpinan yang efektif, pengelolaan organisasi yang baik, tata pengelolaan administrasi yang baik, penguasaan ketrampilan dan etika bermedia social. Sesi ke 2 dilaksanakn di luar sekolah yaitu di Villa Claket Indah, Claket Mojokerto. Pada kegiatan ini dipandu oleh team dari devisi outbound Lembaga Pendidikan Al Falah Surabaya. Para peserta diberi tantangan oleh team outbound untuk bisa memberi keputusan dengan cepat, dilatih keberaniannya dan juga dapat meningkatkan kerjasama.
Tujuan dari kegiatan LDKS adalah membentuk jiwa kepemimpinan, terwujudnya kekompakan team, terbentuknya karakter leadership, dan memberi bekal kepada para peserta untuk bisa menjadi pemimpin masa depan yang hebat. Dengan program ini, SMP Al Falah Deltasari menjadi bagian dari program pemerintah yang ikut andil untuk menyiapkan generasi yang akan menjadi pemimpin bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Dengan program ini, berharap masyarakat atau orang tua bergabung dengan SMP Al Falah Deltasari dengan mendaftarkan putra dan putrinya untuk sekolah di SMP Al Falah Deltasari Sidoarjo.
c. Kegiatan Kemah Besar
Kemah besar adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh SMP Al Falah Deltasari. Dinamakan kemah besar karena jumlah pesertanya banyak yaitu seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9. Panitia kegiatan kemah besar ini selain dari pembina pramuka juga berasal dari perwakilan siswa. Panitia perwakilan siswa adalah para pimpinan dan wakil regu yang sudah dilatih dan dididik saat kegiatan gladian pimpinan regu (dianpinru). Para pimpinan dan wakil regu bisa menunjukkan kemampuan dalam memimpin teman temannya.
Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan bekal pengetahuan kepada para siswa tentang kepramukaan atau kepanduan; memberikan pengalaman kepada semua siswa tentang kegiatan di alam terbuka; meningkatkan kemandirian, disiplin, dan rasa tanggung jawab. Dengan program ini, berharap masyarakat atau orang tua tertarik dan bisa bergabung dengan SMP Al Falah Deltasari dengan mendaftarkan putra dan putrinya.
5) Project Learning
Tahun ajaran 2021 – 2022, Sekolah sudah menerapkan kurikulum merdeka secara mandiri dan terdaftar sebagai sekolah penggerak nasional pada angkatan ke satu. Tahun ajaran 2023-2024 SMP Al Falah Deltasari, sudah memasuki tahun ke tiga dalam penerapan kurikulum merdeka. Penerapan kurikulum merdeka bertujuan memberikan kebebasan kepada para pengajar atau pendidik untuk membuat atau menciptakan pembelajaran yang bermutu atau berkualitas yang menyesuaikan lingkungan dan kebutuhan para siswa.
Pada kurikulum merdeka ini terdapat 7 tema projek yang disediakan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Rriset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Tujuh tema ini harus dilakukan oleh sekolah penggerak dalam implementasi kurikulum merdeka. Tujuh tema tersebut adalah Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Suara Demokrasi, Berekayasa dan Berteknologi untuk membangun NKRI, Kewirausahaan, Bhinneka Tunggal Ika, dan Bangunlah Jiwa Raganya.
SMP Al Falah Deltasari sudah melaksanakan enam pembelajaran projek tersebut. Pelaksanaan projek dari tema tersebut dikenal dengan istilah P5 yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Tujuan dari P5 adalah memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan kompetensi sesuai bakat yang dimiliki; Mengoptimalkan kemampuan siswa; Menguatkan berhasilnya profil pelajar Pancasila sesuai tema yang dipilih. Dengan pembelajaran projek yang sudah dilaksanakan oleh SMP Al Falah Deltasari, masyarakat lebih mengenal dan mau bergabung dengan SMP Al Falah Deltasari.
6) Home stay
Home stay adalah program rutin yang dilakukan oleh SMP Al Falah Deltasari setiap tahun tepatnya pada semester 2. Peserta kegiatan home stay ini adalah seluruh siswa kelas 8 beserta guru pendamping. Pada tahun 2023 kegiatan home stay dilaksanakan di Dusun Menduro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang selama tiga hari yaitu tanggal 2-4 Maret. Pada kegiatan ini para siswa dibagi secara berkelompok, antara putra dan putri terpisah. Tiap kelompok tinggal di rumah penduduk. Masing masing kelompok didampingi oleh 1 Ustadz bagi kelompok putra serta 1 Ustadzah bagi kelompok siswa putri. Tiap kelompok tinggal di salah keluarga masyarakat tersebut yang dikoordinasikan terlebih dahulu.
Tujuan dari program kegiatan ini adalah mendidik dan melatih siswa agar lebih bertanggung jawab, mandiri, disiplin, peduli, hormat terhadap sesama, dan mencintai lingkungan. Aktivitas atau kegiatan siswa pada program kegiatan home stay ini adalah:
a. Bakti sosial
Pada kegiatan home stay ini para siswa membagikan sekitar 100 paket sembako yang berisi beras, minyak goreng dan gula kepada masyarakat yang tinggal di dekat hutan konservasi. Bakti sosial ini sebagai wujud kepedulian siswa kepada masyarakat dusun Menduro, Desa Panglungan, Wonosalam, Jombang. Paket sembako ini dibagi setelah mengadakan acara do’a bersama di Masjid Al Ikhlas Panglungan.
b. Aksi tanam bibit pohon
Pada kegiatan ini para siswa melakukan aksi tanam bibit pohon seperti durian, manggis, dan kopi. Kegiatan ini sebagi upaya melestarikan hutan dan para siswa bisa belajar tentang hutan dan habitatnya.
c. Aksi peduli balita cegah stunting
Pada kegiatan ini diadakan pemeriksaan berat dan tinggi badan bagi balita. Sebanyak 50 paket yang berisi kacang hijau. roti, susu, sari kedelai, dibagikan kepada balita setelah mereka mendapatkan pemerikasaan berat dan tinggi badan.
d. Cek kesehatan gratis
Pada kegiatan ini, para siswa melakukan kegiatan cek kesehatan gratis kepada warga desa. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 35 warga dan usia mereka rata rata 50 -65 tahun. Cek kesehatan yang dilakukan adalah gula darah, asam urat, kolesterol, dan tekanan darah. Dengan cek Kesehatan gratis, masyarakat merasa senang dan berterimakasih
Tidak semua sekolah tingkat SMP mempunyai program home stay. Dengan program home stay ini, berharap masyarakat mau bergabung dengan mendaftarkan putra atau putrinya sekolah di SMP Al Falah Deltasari.
4. Strategi atau cara memasarkan sekolah untuk peningkatan PPDB
Dalam upaya meningkatkan jumlah PPDB, SMP Al Falah Deltasari menerapkan strategi dalam memasarkan sekolah, yaitu upaya sekolah untuk menawarkan hasil atau produk jasa yang dimilikinya dengan harapan bisa meningkatkan jumlah peserta didik [22]. Strategi pemasaran bisa menjadi suatu cara atau terobosan untuk mencapai apa yang menjadi tujuan sekolah [23]. Strategi pemasaran memiliki peran sangat penting karena dapat membantu memberikan informasi sebanyak banyaknya kepada masyarakat tentang profil sekolah beserta seluruh program programnya dan berharap bisa tertarik untuk bergabung dengan SMP Al Falah Deltasari. Hasil wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan dan Humas, strategi atau cara memasarkan sekolah untuk peningkatan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Barau) adalah:
1) Mengadakan kegiatan talk show di Radio Suara Muslim Surabaya.
Pada setiap awal tahun ajaran baru, Lembaga Pendidikan Al Falah mengadakan kerjasama dengan salah satu stasiun radio swasta di Surabaya yaitu Suara Muslim Surabaya (SAM FM). Pada semester 1 ini, jadwal talk show untuk SMP Al Falah Deltasari adalah Hari Senin, tanggal 4 Desember 2023. Acara talk show ini dikemas dengan nama Resonansi. Waktu talk show ini sekitar 1 jam yaitu mulai jam 15.00 – 16.00. Kegiatan ini adalah mendiskusikan suatu tema tentang kegiatan di SMP Al Falah Deltasari. Tema yang diangkat pada talk show tahun ini adalah Urgensi Pendidikan Al Qur’an.
Tujuan dari kegiatan talk show ini adalah mengenalkan program kegiatan SMP Al Falah Deltasari atau sebagai promosi yang bisa memberikan informasi sebanyak banyak kepada masyarakat wilayah Surabaya dan Sidoarjo tentang kegiatan, program unggulan, tata cara daftar di SMP Al Falah Deltasari. Yang ditunjuk menghadiri kegiatan talk show tersebut adalah Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah. Pada saat kegiatan talk show tersebut, penyiar radio SAM FM atau Suara Muslim Surabaya memberikan pertanyaan kepada perwakilan dari sekolah tentang seputar tema yang diangkat kemudian dari fihak sekolah menjelaskan dari pertanyaan yang diberikan. Dengan informasi yang disampaikan berharap seluruh warga masyarakat Surabaya dan Sidoarjo mengetahui dan faham tentang program kegiatan dan juga program unggulan yang dimiliki SMP Al Falah Deltasari sehingga bersedia bergabung, menjadikan sekolah pilihan putra dan putrinya.
2) Mengikuti kegiatan pameran pendidikan.
SMP Al Falah Deltasari mengikuti kegiatan pameran Pendidikan yang diselenggarakan oleh majalah Nurani. Kegiatan ini dilaksanakan di Atrium Royal Plasa Surabaya. Kegiatan pameran ini merupakan kegiatan pameran terbesar sekolah Islam di Jawa Timur. Kegiatan ini dikenal dengan nama Islamic Education Fair Majalah Nurani. Kegiatan pameran ini diikuti oleh berbagai sekolah dari Lembaga Pendidikan Islam mulai dari sekolah biasa, sekolah sehari penuh atau full day school, hingga boarding school atau pondok pesantren.
Kegiatan pameran ini merupakan sarana atau ajang bagi sekolah untuk menunjukkan prestasi atau keunggulan yang dimiliki oleh masing masing sekolah. Selain itu dalam kegiatan pameran ini juga ada kegiatan lomba lomba seperti lomba pidato Bahasa Inggris dan Arab, lomba tahfidz atau hafalan Al Qur’an, lomba tartil, dan lomba doa sehari-hari. SMP Al Falah Deltasari, selain mengikuti kegiatan pameran juga mengirimkan utusan untuk mengikuti lomba tahfidz atau hafalan Al Qur’an.
Pada kegiatan pameran ini, SMP Al Falah Deltasari bisa menunjukkan berbagai macam prestasi yang sudah diperoleh dan juga program unggulan yang dimiliki sekolah kepada para pengunjung pameran. Kegiatan pameran ini juga bisa sebagai sarana promosi Pendidikan berkaitan dengan adanya potongan biaya jika ada pengunjung yang langsung mendaftarkan putra atau putrinya ke SMP Al Falah Deltasari. Dengan mengikuti kegiatan pameran pendidikan, masyarakat wilayah Surabaya dan Sidoarjo bisa mengetahui tentang profil sekolah, sehingga tertarik bergabung dan mau menyekolahkan putra dan putrinya di SMP Al Falah Deltasari.
3) Mengadakan kegiatan Jumat berkah
Hari Jumat adalah hari yang mulia dan istimewa dalam ajaran agama Islam. Pada hari yang istimewa ini dimanfaatkan dengan baik oleh Komite Sekolah kerjasama dengan Managemen Sekolah untuk melakukan aktivitas yang mulia yaitu berbagi makanan kepada masyarakat sekitar sekolah. Pada hari Jumat, tepatnya pada setiap pekan ke tiga, ada kegiatan jumat berkah yang dilakukan kerjasama antara Komite Sekolah dan SMP Al Falah Deltasari. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dimotori oleh Ketua Komite Sekolah SMP Al Falah Deltasari. Pada pagi hari sekitar jam 08.00 setiap Hari Jumat pekan ke tiga, perwakilan dari Komite Sekolah hadir ke sekolah menyiapkan makanan dan minuman untuk kegiatan Jumat berkah tersebut. Pada persiapan ini dibantu fihak sekolah yang diwakili oleh beberapa Ustadz dan Ustadzah serta beberapa pengurus OSIS dan Remas (Remaja Masjid) SMP Al Falah Deltasari.
Bentuk kegiatan Jumat berkah ini berbeda beda, ada yang langsung diberikan kepada masyarakat sekitar sekolah dengan cara berbagi di pinggir jalan, ada juga yang dikirim langsung ke Masjid sekitar sekolah. Pelaksanan kegiatan setiap Jumat pekan ke tiga ini berbeda beda lokasinya. Tujuan dari kegiatan Jumat berkah ini adalah menyambung silaturahim dengan masyarakat sekitar sekolah, menanamkan rasa cinta untuk berbagi dan berbuat baik terhadap sesama manusia. Ditinjau dari pemasaran sekolah, kegiatan Jumat berkah juga bisa sebagai sarana untuk mengenalkan sekolah kepada masyarakat khususnya wilayah Sidoarjo sehingga bisa tertarik dan bergabung dengan menyekolahkan putra dan putrinya di SMP Al Falah Deltasari.
4) Membuat dan menyebarkan brosur PPDB
Pada setiap tahun dalam rangka persiapan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), Lembaga Pendidikan Al Falah Surabaya membuat brosur PPDB. Brosur ini berisi tentang informasi tentang visi dan misi sekolah, fasilitas sekolah, program unggulan sekolah, prestasi sekolah, ekstrakurikuler sekolah, standar kelulusan siswa, program beasiswa, dan mekanisme pendaftaran sekolah. Brosur PPDB ini disebarkan secara luas kepada sekolah sekolah sasaran di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Brosur ini memiliki peran yang sangat penting bagi sekolah karena dapat memberikan informasi tentang sekolah kepada masyarakat wilayah Sidoarjo dan Surabaya khususnya orang tua yang akan mencarikan sekolah untuk putra putrinya. Dengan membuat dan menyebarkan brosur PPDB, SMP Al Falah Deltasari semakin dikenal oleh masyarakat sehingga orang tua tertarik bergabung dan menyekolahkan putra dan putrinya ke SMP Al Falah Deltasari
5) Membuat dan memasang spanduk PPDB
Dalam rangka memberikan informasi kepada masyarakat di wilayah Surabaya dan Sidoarjo tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), SMP Al Falah Deltasari membuat dan memasang spanduk PPDB. Spanduk PPDB ini dibuat cukup banyak dan dipasang di tempat tempat yang strategis, misalnya di perempatan jalan yang banyak dilewati manusia dan juga para pengendara sepeda motor dan mobil. Di tempat yang strategis inilah berharap banyak orang atau masyarakat yang membaca sehingga mengetahui informasi tentang PPDB di SMP Al Falah Deltasari. Agar pemasangan spanduk PPDB ini awet dan tidak diambil orang maka dilakukan perijinan kepada pemegang kebijakan wilayah setempat. Spanduk PPDB ini juga sebagai sarana publikasi untuk memberikan informasi kepada masyarakat atau orang tua yang akan mencarikan sekolah untuk putra dan putrinya bahwa PPDB SMP Al Falah Deltasari sudah dibuka. Dengan cara membuat dan memasang spanduk PPDB ini, masyarakat atau orang tua mengetahui waktu pendaftaran, info potongan biaya sekolah, sehingga bisa segera mendaftarkan putra atau putrinya ke SMP Al Falah Deltasari Sidoarjo.
6) Memberitakan kegiatan sekolah lewat media sosial.
Saat ini teknologi informasi semakin berkembang dengan pesat dan canggih. SMP Al Falah Deltasari memanfaatkan dengan baik berkembangnya teknologi informasi ini. Seluruh kegiatan yang dilaksanakan di SMP Al Falah Deltasari, semuanya diberitakan lewat media sosial. Media sosial yang digunakan SMP Al Falah Deltasari dalam memberitakan semua kegiatannya adalah Instagram, Youtube, TikTok, Facebook, Radio,
Koran, Website, TV. Dengan cara memberitakan seluruh kegiatan lewat media sosial, maka seluruh kegiatan yang dilakukan di SMP Al Falah Deltasari bisa dengan cepat diketahui dan dikenal oleh masyarakat dan seluruh wali murid khususnya wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi sekolah yaitu masyarakat atau calon wali murid akan tertarik dan bergabung dengan menyekolahkan putra dan putrinya di SMP Al Falah Deltasari.
7) Mengadakan kegiatan open house
Dalam rangka mengenalkan lebih dekat tentang SMP Al Falah Deltasari dan juga memberikan tempat atau wahana kepada para siswa SD dan MI di wilayah Surabaya dan Sidoarjo untuk berkompetisi pada berbagai bidang lomba, menampilkan kreativitas dan menunjukkan kemampuannya bidang akademik dan non akademik, team managemen SMP Al Falah Deltasari mengadakan kegiatan open house.
Kegiatan open house ini merupakan kegiatan rutin tahunan di SMP Al Falah Deltasari. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6 jenjang SD dan MI wilayah Sidoarjo dan Surabaya. Bentuk acara pada kegiatan open house di SMP Al Falah Deltasari adalah lomba seni dan sastra tingkat SD dan MI se kota Gerbang Kertosusila yaitu Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan. Sejumlah lima lomba seni dan satra yang diadakan pada kegiatan open house ini yaitu Tahfidz Qur’an, MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an), membuat komik, membaca puisi, dan menulis cerpen.
Dengan kegiatan ini berharap menjadi daya tarik bagi para siswa SD dan MI khususnya para peserta lomba untuk mengenal lebih dekat dengan lingkungan SMP Al Falah Deltasari, sehingga bisa bergabung daftar menjadi siswa SMP Al Falah Deltasari. Juara 1, 2, dan 3 dari masing masing lomba akan mendapatkan diskon
/ potongan biaya sekolah yang cukup besar jika bersedia melanjutkan ke SMP Al Falah Deltasari.
8) Mengadakan kegiatan roadshow.
Dalam upaya mempromosikan atau mengenalkan SMP Al Falah Deltasari, sehingga para siswa SD tertarik dan mau melanjutkan sekolah di SMP Al Falah Deltasari, panitia PPDB yang dimotori oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan dan Humas mengadakan kegiatan roadshow. Kegiatan roadshow adalah berkunjung ke SD yang menjadi sekolah sasaran yaitu sekolah yang cukup banyak alumni SD tersebut bersekolah di SMP Al Falah Deltasari. SD yang menjadi sasaran kegiatan roadshow adalah SD Muhammadiyah Ikrom 3 Wage, SD Kreatif Insan Robbani Sawotrarap, SDIT Nurul Hikmah Sidoarjo, SD Muhammadiyah 1 Waru, SD Al Falah Surabaya. Bentuk kegiatan roadshow ini adalah Training for Kids, dan Parenting Class.
Kegiatan Training for kids adalah memberikan beberapa fasilitas kegiatan workshop atau penyuluhan kepada siswa baik pada bidang akademik atau non akademik. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan diri pada siswa, menambah wawasan atau penegetahuan siswa, serta menambah life skill siswa. Tawaran kegiatan pelatihan, workshop, penyuluhan adalah pengolahan limbah minyak jelantah menjadi aroma terapi; pengolahan limbah sampah yang bermanfaat; teknik menulis jitu; teknik pengembangan art and craft. Kegiatan parenting class adalah menyampaikan informasi kepada orang tua tentang penyelesaian pengasuhan anak dimasa sekarang, terutama di era dighital. Teknis dari kegiatan ini adalah SMP Al Falah Deltasari memberikan fasilitas narasumber saat sekolah saran ingin mengadakan prenting untuk wali murid kelas 5 dan
6. Tema kegiatan parenting menyesuikan permintaan dari sekolah sasaran. Harapan dari kegiatan ini adalah tercipta sinergi atau kerjasama yang baik antara sekolah, orang tua atau wali murid, dan para siswa. Dengan kegiatan roadshow, SMP Al Falah Deltasari lebih dikenal oleh para siswa dan wali murid, sehingga bisa menjadi sarana wali murid tertarik dengan SMP Al Falah Deltasari dan selanjutnya menyekolahkan putra atau putrinya di SMP Al Falah Deltasari.
5. Strategi perbaikan dan peningkatan sarana prasarana sekolah
Sarana sekolah adalah peralatan yang langsung bisa digunakan untuk kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Contoh sarana bidang pendidikan adalah meja, kursi, loker, almari, papan tulis, penghapus, dispenser, pengeras suara, sound system, LCD, computer, laptop, spidol, AC, lampu, jam dinding, pigura, peta, globe. Prasarana bidang pendidikan adalah suatu tempat atau ruang yang dipergunakan untuk melaksanakan program kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Contoh prasarana bidang pendidikan adalah ruang kelas, Laboratorium, Perpustakaan, Audotorium, ruang administrasi, ruang Kepala Sekolah, ruang BK, ruang OSIS, lapangan basket, lapangan bulu tangkis, lapangan futsal, dan lain lain.
Sarana dan prasara yang baik dan lengkap memiliki manfaat yang utama karena dapat membantu lancarnya proses kegiatan belajar dan mengajar. Dengan sarana prasaran yang baik dan lengkap menjadikan para siswa senang dan bisa membantu menumpuhkan prestasi siswa baik bidang akademik dan non akademik. Selain adanya proses belajar mengajar yang baik, dengan sarana prasarana lengkap akan membantu menghasilkan lulusan yang berkualitas [24]. Sarana prasarana sekolah wajib dimiliki oleh Lembaga Pendidikan dan harus dimanfaatkan dengan efektif dan optimal [25]. Sarana prasarana yang lengkap juga bisa menjadi perhatian orang tua calon wali murid yang akan mencarikan sekolah putra dan putrinya. Sebaliknya jika sarana prasarana tidak lengkap dan banyak yang rusak, akan mengganggu jalannya proses kegiatan mengajar serta menghambat prestasi siswa. Hasil wawancara dengan Waka Sarpras, strategi perbaikan dan peningkatan sarana prasarana sekolah adalah:
1) Melakukan kegiatan perawatan sarana dan prasarana.
Ada dua cara untuk kegiatan perawatan sarana prasarana di sekolah. Yang pertama bersifat rutin setiap hari. Contoh: membersihkan halaman sekolah, ruang kelas, ruang kantor, ruang laboratorium, ruang mushola, ruang UKS, kamar mandi, kaca jendela. Yang bertugas pada perawatan rutin setiap hari ini adalah pegawai sekolah bidang kebersihan atau Cleaning Service yang dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah bidang sarana prasarana. Cara kedua adalah dengan berkala atau bertahap yaitu waktunya menyesuaikan keadaan atau kondisi sarana dan prasarana yang ada. Contoh: Pengecatan ulang tembok yang sudah kusam, mengganti keramik yang rusak, mengganti plafon yang jebol, membersihkan AC di setiap ruangan, mengganti lampu yang mati, service laptop dan printer yang rusak, membersihkan kipas angin yang sudah kotor, memperbaiki meja dan kursi siswa yang rusak, membersihkan tandon air, mengganti pompa air yang rusak, mengganti kran air yang rusak, memperbaiki jendela dan pintu yang rusak. Merawat tanaman di taman sekolah. Yang bertugas melakukan perawatan secara berkala ini adalah petugas yang ditunjuk sesuai dengan ahlinya.
Aggaran perawatan sarana dan prasarana secara rutin diperoleh dari Lembaga Pendidikan Al Falah waktunya setiap bulan dan jumlahnya sesuai ajuan yang sudah ditetapkan di RABS (Rencana Anggaran Belanja Sekolah). Sedangkan Perawatan sarana dan prasarana secara berkala diperoleh dari lembaga dan waktunya sesuai ajuan yang sudah direncanakan pada saat rapat kerja. Jumlah anggaran ini menyesuaikan anggaran RABS yang sudah ditetapkan oleh Yayasan.
2) Melakukan renovasi bagian depan Gedung SMP Al Falah Deltasari.
Pada bulan Desember 2023, Gedung sekolah akan direnovasi, yang semula menghadap kearah selatan, dan akan dirubah menghadap kearah timur. Dengan renovasi ini, tampilan Gedung menjadi lebih menarik, pintu gerbang masuknya warga sekolah yang semula dari arah selatan dirubah menjadi dari arah timur, tempat parkir mobil menjadi luas, kemacetan mobil antar jempat dan wali murid akan terkurangi. Pintu masuk dan keluar mobil akan dibuat searah, sehingga terhindar dari kemacetan. Alasan lain dari renovasi ini adalah untuk menjadikan Gedung SMP Al Falah Deltasari menjadi lebih bagus dan bisa memberi daya tarik kepada masyarakat untuk bergabung menyekolahkan putra putri ke SMP Al Falah Deltasari.
3) Melakukan renovasi lapangan bulu tangkis.
Setelah renovasi bagian depan Gedung SMP Al Falah Deltasari, selanjutnya adalah melakukan renovasi lapangan bulu tangkis. Lokasi lapangan bulu tangkis ini berada di dalam ruangan / aula. Bulu tangkis adalah salah satu bagian olah raga yang sangat terkenal di dunia. Jenis olah raga ini sangat bermanfaat untuk kesehatan dan juga bisa memunculkan prestasi. Dengan renovasi lapangan bulu tangkis ini, semua warga sekolah bisa memanfaatkan dengan baik. Lapangan bulu tangkis yang baik dan representative juga sangat berguna bagi siswa yang memilih kegiatan ekstrakurikuler bulu tangkis. Dengan kegiatan ekstrakurikuler ini berharap bisa memunculkan bakat atau prestasi non akademik siswa bidang olah raga bulu tangkis. Jika sekolah memiliki lapangan bulu tangkis yang baik dan representative juga bisa menjadi daya tarik masyarakat untuk bisa menyekolahkan putra putrinya ke SMP Al Falah Deltasari.
Selama delapan tahun SMP Al Falah Deltasari mengalami penurunan jumlah siswa atau peserta didik secara terus menerus. Setiap tahun jumlah siswa atau peserta didik mengalami penurunan rata rata sekitar 10%. Upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan jumlah siswa atau peserta didik adalah dengan melaksanakan strategi penguatan program sekolah. Strategi penguatan program sekolah yang bisa dilakukan diantaranya adalah mengoptimalkan peran kepemimpinan Kepala Sekolah, membuat dan menerapkan branding sekolah yaitu dengan membuat program unggulan yang bisa menarik calon wali murid, memperbaiki strategi pemasaran sekolah untuk meningkatkan PPDB, perbaikan dan melengkapi sarana dan prasarana bagi peserta didik.
Peran kepemimpinan Kepala Sekolah dalam penerapan program sekolah adalah membuat program sekolah dengan menyesuaikan kondisi sekolah dan tren kekinian di masyarakat; Menyampaikan visi dan misi sekolah kepada seluruh warga sekolah dan juga seluruh wali murid pada setiap awal tahun ajaran baru; Menyampaikan program sekolah kepada pegawai sekolah dan seluruh wali murid pada setiap awal tahun ajaran baru; Memimpin dan bertanggung jawab atas pelaksanaan seluruh program sekolah; Memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh warga sekolah, untuk mendukung program sekolah; Dalam setiap pertemuan besar yang melibatkan wali murid, tidak lupa tetap menyampaikan visi dan misi sekolah dan juga program unggulan sekolah; Senantiasa proaktif dalam seluruh kegiatan program sekolah; Menggerakkan seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk mendukung seluruh program sekolah; Mengevaluasi dan melakukan tindak lanjut dari program sekolah yang sudah dibuat dan dilaksanakan secara berkala.
Strategi managerial Kepala Sekolah untuk meningkatkan kinerja guru adalah: Kerjasama dengan Lembaga Pendidikan Al Falah Surabaya mengadakan pembinaan secara rutin kepada seluruh guru yang dilaksanakan pada stiap hari Sabtu pada pekan ke empat; Mengirimkan perwakilan guru untuk mengikuti seminar, lokakarya, dan pelatihan pelatihan; Mengadakan diskusi dengan para guru untuk bermusyawarah menyelesaikan permasalahan yang dihadapi; Memberikan teladan yang baik kepada seluruh Guru dalam semua kegiatan; Menciptakan suasana sekolah yang kondusif; Menjalin kerjasama yang baik dengan para guru dalam pelaksanaan seluruh program kegiatan di sekolah; Mengawasi kinerja seluruh guru dalam aktivitas kinerjanya sehingga kinerja Guru bisa terpantau yang bermanfaat untuk evaluasi dan perbaikan; Memberikan perhatian yang serius kepada para guru dengan cara memberikan motivasi, saran dan bimbingan; Memberikan bantuan kepada guru untuk menyelesaikan permasalahan pembelajaran yang dihadapi dengan bentuk supervisi administrasi dan supervisi klinis yang dilaksanakan dua kali dalam setahun; Menciptakan budaya disiplin di sekolah untuk meningkatkan kinerja Guru dan prestasi belajar siswa; Memantau secara efektif agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik; Mengadakan lomba kreativitas guru; Mengaktifkan forum MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran); Memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.
Strategi branding dalam upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah adalah menerapkan program unggulan yang menjadi pilihan sekolah. Program unggulan di SMP Al Falah Deltasari adalah Student Exchange; Tahfidz 3 juz; Kurikulum Cambridge; Leadership Program; Project Learning; Home stay.
Strategi atau cara memasarkan sekolah untuk peningkatan PPDB adalah mengadakan kegiatan talk show di Radio Suara Muslim Surabaya; Mengikuti kegiatan pameran Pendidikan; Mengadakan kegiatan Jumat berkah; Membuat dan menyebarkan brosur PPDB; Membuat dan memasang spanduk PPDB; Memberitakan kegiatan sekolah lewat media sosial; Mengadakan kegiatan open house; Mengadakan kegiatan roadshow.
Strategi perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana bagi peserta didik adalah melakukan kegiatan perawatan sarana dan prasarana; Melakukan renovasi bagian depan Gedung SMP Al Falah Deltasari; Melakukan renovasi lapangan bulu tangkis.
Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah Subhanahuwata’ala atas Berkat dan Rahmat-Nya, saya bisa menyelesaikan tugas tesis ini dengan baik. Dalam penyelesaian tugas tesis ini, penulis banyak mendapatkan banyak bantuan dari berbagai fihak. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada Dosen pembimbing tesis, yang dengan sabar telah membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan tugas penulisan tesis. Kepada Ustadz Gatot Purwanto, S.Sos selaku Kepala SMP Al Falah Deltasari yang telah memberikan izin dan kesempatan untuk memperoleh data dan informasi yang mendukung tesis. Kepada Ustdzah Devi Aryani Ega, S.Psi.,M.Psi selaku Waka Kesiswaan dan Humas SMP Al Falah Deltasari yang telah membantu memberikan data informasi yang mendukung dalam penulisan tesis. Kepada Ustadzah Annura Wulan D, S.Hum, M.Pd. selaku Waka Kurikulum SMP Al Falah Deltasari yang telah memberikan informasi dalam penulisan tesis. Kepada Ustadzah Almusta’anu, M.PdI selaku Waka Sarpras SMP Al Falah Deltasari yang telah memberikan informasi dalam penulisan tesis. Penulis menyadari dalam penulisan tesis ini masih terdapat kekurangan, untuk itu diharapkan kritik dan saran yang membangun untuk dapat menyempurnakan tesis ini. Semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi semua yang membutuhkan.
M. Zamroji, “Analisis strategi kunci keberhasilan lembaga pendidikan Islam,” Awwaliyah J. PGMI, vol. 2, no. 2, Dec. 2019, doi: 10.36835/au.v2i1.302.
E. Adri, “Strategi rekrutmen peserta didik baru untuk meningkatkan keunggulan kompetitif di MA Nahdlotul Muslimin Undaan Kudus,” Edukasia J. Penelit. Pendidik. Islam, vol. 14, no. 1, Feb. 2019.
Muammar, “Problematika penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi di sekolah dasar (SD) Kota Mataram,” El Midad, vol. 11, no. 1, pp. 41–60, 2019, doi: 10.20414/elmidad.v11i1.1904.
D. M. D. Kamayuda, “Perencanaan strategi bersaing sekolah dalam meningkatkan jumlah peserta didik baru di salah satu sekolah swasta Salatiga,” J. Manag. Pendidik. Kelola, no. 1, Jan.–Jun. 2016. [Online]. Available: https://ejournal.uksw.edu/kelola/article/download/583/389
Y. Alpian, S. Anggraeni, U. Wiharti, and N. Maratos, “Pentingnya pendidikan bagi manusia,” J. Buana Pengabdi., vol. 1, no. 1, Feb. 2019.
M. J. Susilo, “Strategi branding sekolah dalam meningkatkan animo siswa dan awareness masyarakat,” J. Pendidik. Dompet Dhuafa, vol. 12, no. 1, May 2022.
A. M. Karsono and Purwanto, “Strategi branding dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Madrasah Tsanawiyah Negeri,” J. Ilm. Ekon. Islam, 2021, doi: 10.29040/jiei.v7i2.2649.
U. Kango, Y. N. Supriadi, I. Idrus, Y. Sonjaya, and R. Hasanah, “Implementasi strategi pemasaran di Madrasah Aliyah Unggulan Bertaraf Internasional,” Munaddhomah J. Manaj. Pendidik. Islam, vol. 4, no. 1, pp. 81–91, 2023, doi: 10.31538/munaddhomah.v4i1.340.
N. K. Maryanthi and G. N. J. Adinegoro, “Strategi pemasaran dalam meningkatkan PPDB di sekolah menengah kejuruan,” Pros. SINTESA, vol. 5, 2022.
A. Habibah and F. N. Mahmudah, “Strategi hubungan masyarakat dalam upaya meningkatkan penerimaan siswa baru di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta,” EDUGAMA J. Kependidikan dan Sos. Keagamaan, vol. 8, no. 2, Dec. 2022, doi: 10.32923/edugama.v8i2.2666.
R. P. P. and I. F. A., “Strategi pemasaran jasa pendidikan dalam upaya meningkatkan minat siswa baru di MTsN 5 Sleman Yogyakarta,” e-Journal STAI Ma’had Aly Al Hikam Malang, Sep. 2020, doi: 10.32478/evaluasi.v4i2.381.
A. Nopriyani and E. Hasanah, “Kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan jumlah siswa di SMP Muhammadiyah Al Mujaghidin Gunungkidul,” Syntax Lit. J. Ilm. Indones., vol. 6, no. 2, Feb. 2021, doi: 10.36418/syntax-literate.v6i2.2159.
S. A. Inezalda, Mukhlisah, and S. Ni’matus, “Strategi kepala madrasah melalui branding sekolah dengan riset di Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo,” J. Kependidikan Islam, vol. 12, no. 1, 2022, doi: 10.15642/jkpi.2022.12.1.91-99.
Mukhtar, “Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru pada SMP Negeri di Kecamatan Masjid Raya Kabupaten Aceh Besar,” J. Magister Adm. Pendidik. Univ. Syiah Kuala, vol. 3, no. 3, Aug. 2015.
L. Syafarina, E. Mulyasa, and N. Konswara, “Strategi managerial penguatan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru,” J. Educ., vol. 7, no. 4, pp. 2036–2043, 2021, doi: 10.31949/educatio.v7i4.1250.
N. Tua and P. Siburian, “Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru,” Kelola J. Manaj. Pendidikan, vol. 5, no. 1, Jan.–Jun. 2018.
M. Yasyakur, “Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMA YANIIC (Yayasan Nurwulan Iqra Islamic Centre) Jakarta Utara,” Bina Manfaat Ilmu J. Pendidikan, vol. 2, no. 5, Mar. 2019.
F. Alhabsyi, S. Pettalogi, and W. Wandi, “Peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru,” J. Integr. Manag. Pendidik. (JIMPE), vol. 1, no. 1, 2022, doi: 10.59996/globalistik.v1i1.13.
T. Sholihah, “Strategi manajemen humas dalam menciptakan school branding pada sekolah Islam terpadu,” JMPI J. Manag. Islam., vol. 3, no. 2, Dec. 2018, doi: 10.18860/jmpi.v3i2.6455.
Baharuddin, D. Yuli, D. Aryanti, Rajiah, Nurhaeni, and Burhan, “Manajemen penerimaan peserta didik baru di SDIT Ki Hajar Dewantoro Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi,” J. Adm. Educ. Manag., vol. 3, no. 1, Jun. 2020, doi: 10.31539/alignment.v3i1.1274.
E. Budiarti, D. Anggreini, D. A. P. Susanti, Y. Damayanti, and Y. Yunita, “Strategi branding sekolah dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat di Indonesia,” JIIP J. Ilm. Ilmu Pendidik., vol. 6, no. 5, pp. 3568–3576, 2023, doi: 10.54371/jiip.v6i5.2074.
N. Woliktol, Arfin, and Kabiba, “Strategi pemasaran sekolah dalam menarik minat peserta didik baru di SMP Negeri 7 Kendari,” J. Pendidik. dan Pengajaran (JPP), vol. 2, no. 3, Sep. 2021, doi: 10.51454/jpp.v2i3.160.
R. T. E. Margareta, B. Ismanto, and B. S. Sulasmono, “Strategi pemasaran sekolah dalam peningkatan minat peserta didik berdasarkan Delta Model,” Kelola J. Manaj. Pendidikan, no. 1, Jan.–Jun. 2018, doi: 10.24246/j.jk.2018.v5.i1.p1-14.
A. Widiansyah, “Peran kepala sekolah dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di SDIT Insani Islamia Bekasi,” Cakrawala, vol. 18, no. 1, Mar. 2018.
A. Marzuqi, S. Julaiha, and R. Rumainur, “Strategi kepala sekolah dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Samarinda,” J. Tarb. dan Ilmu Kegur. Borneo, vol. 2, no. 1, 2020, doi: 10.21093/jtikborneo.v2i1.3206.