Login
Section Innovation in Education

Ismuba Learning Quality Management in Muhammadiyah Schools

Manajemen Mutu Pembelajaran ISMUBA Pada Sekolah Dasar Muhammadiyah
Vol. 27 No. 1 (2026): January:

Nurfiati Khoizuroh (1), Istikomah (2)

(1) Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background Quality management serves as a crucial component in education to drive continuous improvement, ensure customer satisfaction, and fulfill educational objectives through comprehensive planning, organizing, implementation, and supervision. Specific Background This study analyzes the quality management of Al Islam, Kemuhammadiyahan, and Arabic (Ismuba) learning at SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo, where ISMUBA operates as a mandatory special characteristic subject unique to Muhammadiyah schools. Knowledge Gap Although Ismuba learning plays a significant role in improving educational quality and shaping student character, specific empirical evaluations examining its holistic quality management across planning, implementation, organizing, supervision, and evaluation require ongoing investigation. Aims This study aims to analyze the quality management of Ismuba learning at SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo. Results Utilizing a qualitative descriptive method with observation, interviews, and documentation, the findings reveal that quality management successfully operates through five core stages: comprehensive planning, engaging implementation using interesting media and extracurricular activities, supportive organizing of learning media and coordination, structured teacher and exam supervision, and thorough evaluation, while being supported by increased time allocation and training assistance yet hindered by facility limitations and minimal practice outside of school. Novelty This work details the practical execution of administrative management functions specifically tailored to special characteristic Ismuba curricula within a Muhammadiyah primary school. Implications These findings establish that systematic quality management phases from planning to evaluation are vital for producing high-quality religious and Arabic learning outcomes in Islamic educational institutions.


Highlights:




  • Ismuba learning quality management encompasses five main stages: planning, implementation, organizing, supervision, and evaluation.




  • Supporting factors include increased teaching time allocations, teacher training assistance, principal support, and collaborative supervision.




  • Inhibiting factors involve limited learning facilities and media, a lack of planning innovation, and minimal student practice outside of school.




Keywords: Quality Management, ISMUBA Learning, Muhammadiyah Schools, Educational Quality, Learning Planning

Downloads

Download data is not yet available.

I. Pendahuluan

Pendidikan formal adalah suatu kegiatan sistematis dan berjenjang, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, yang diselenggarakan secara terencana dan bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta etika moral, berperan sebagai sarana untuk pembelajaran ISMUBA, memungkinkan siswa untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru melalui proses belajar.[1] Proses belajar dalam pendidikan formal mencerminkan perubahan positif dalam diri individu, yang pada akhirnya menghasilkan keterampilan, kecakapan, dan pengetahuan baru. Prestasi belajar, sebagai hasil dari proses belajar, menjadi indikator penting untuk menilai sejauh mana siswa mempelajari materi ISMUBA.[1]

Prestasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung, termasuk kemampuan guru dalam mengelola kelas dan keahlian mereka dalam mengajar. Manajemen kelas melibatkan keterampilan guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang optimal serta mengatasi gangguan yang mungkin timbul. Di sisi lain, kompetensi guru mencakup kemampuan dan otoritas guru dalam menjalankan tugas-tugasnya dengan tanggung jawab sesuai dengan standar profesi keguruan. [2] Guru memiliki peran sentral dalam membentuk proses dan hasil belajar. Mereka tidak hanya menyampaikankan informasi, tetapi juga harus berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi pembelajaran agar siswa dapat belajar dengan semangat dan tanpa cemas.[3]

Meningkatkan mutu pembelajaran, perlu ditekankan bahwa pendidikan bertujuan membentuk seorang siswa yang terdidik adalah individu yang telah mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sesuai dengan tuntunan pendidikan yang diharapkan.[4] Namun, masih terdapat kelemahan dalam proses pembelajaran di Indonesia, di mana sebagian besar guru masih menggunakan metode tradisional yang terkesan kaku dan kurang efektif.[5]

Kurangnya kompetensi guru dapat menjadi faktor rendahnya mutu pendidikan, dan upaya perbaikan mutu pendidikan perlu difokuskan pada pengembangan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dengan baik. [[6]] Dalam konteks pembelajaran ISMUBA, penting bagi guru untuk menciptakan situasi pembelajaran yang menarik dan memotivasi siswa.[6]

Manajemen mutu merupakan komponen penting yang perlu dibahas dalam pendidikan, untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan memungkinkan perbaikan terus-menerus.[7] Dalam hal ini terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang dilakukan untuk melakukan totalitas dalam memberikan pelayanan berupa kepuasan.[7] Menurut Juran manajemen mutu terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, dan perbaikan kualitas. Inti dari perencanaan yang melibatkan pemahaman kebutuhan pelangan, konversi kebutuhan ini menjadi program kerja terstuktur, dan akhirnya, perancangan langka-langka implementasi untuk menghasilkan produk yang berkualitas yang diinginkan. Kualitas merujuk pada tingkat kesesuaian suatu produk atau layanan untuk memenuhi kebutuhan atau harapan pengguna. Perencanaan ini menjadi langka awal dalam siklus manajemen mutu. [8]

Pembelajaran ISMUBA adalah pembelajaran yang harus diterapkan, dipelajari, serta diperdalam oleh sekolah Muhammadiyah. Hal ini merupakan pondasi awal sebagai upaya untuk membentuk kepribadian dan menanamkan nilai-nilai Islam mencakup tentang bagaimana berperilaku, bersikap, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.[9] Menurut Mulyono (2013:3) menyatakan bahwa proses pendidikan dalam pembelajaran dapat dikatakan berhasil jika dalam pelaksanaan pembelajaran mempunyai sebuah konsep perencanaan secara sistematis dan terstruktur dalam pembelajaran, dituangkan pada rencana yang dinilai secara sistematis untuk mengarahkan proses belajar menuju pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan.[10]

Sekolah Muhammadiyah ISMUBA merupakan mata pelajaran wajib yang harus diterapkan dalam pembelajaran ISMUBA. Karena mata pelajaran ISMUBA menjadi ciri khas kualitas keunggulan disekolah Muhammadiyah.[11]diantaranya mencakup Akidah Akhlak, Ibadah Syari’ah, Tarikh Islam, Al-Qur’an-hadist, Bahasa Arab, dan Kemuhammadiyahan. Berdasarkan alasan inilah Manajemen Mutu Pembelajaran ISMUBA di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo Muhammadiyah perlu dilakukan. Hal ini sangat penting dikarenakan untuk meningkatkan kualitas guru dalam melakukan pembelajaran ISMUBA harus melalui tahapan manajemen dari perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, pengawasan dan evaluasi. Sehingga akhirnya akan bisa menghasilkan suatu pembelajaran ISMUBA yang bermutu.

Latar belakang masalah ini menjadi daya tarik bagi peneliti untuk memahami lebih dalam bagaimana implementasi, Faktor pendukung dan faktor penghambat manajemen mutu pembelajaran ISMUBA disekolah Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo. Ada beberapa penelitian yang dilakukan terkait tema manajemen mutu pendidikan Islam, diantaranya penelitian pertama dilakukan oleh Alfian 2023 yang berjudul Manajemen Mutu pendidikan Islam. Jurnal Kependidikan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4.0. Penelitian tersebut merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi digunakan dalam penelitian ini untuk mencapai tujuan meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Fokus utama penelitian ini bertujuan untuk meningkatka mutu pendidkinan Islam dengan meningkatkan potensi siswa secara optimal dan membentuk kepribadian dan budaya di lingkungan sekolah merupakan tujuan utama dalam pengembangan pendidikan Islam. Upaya peningkatan mutu pendidikan Islam diarahkan pada langkah-langkah bertahab, dengan memperhatikan dan meningkatkan setiap komponen yang ada dalam pendidikan. Manajemen pendidikan fokus pada proses atau sistem yang digunakan untuk mencapai tujuan dari organisasi sekolah itu sendiri.[12]

Kedua Itsnaini Novi Imamiyah 2023 yang berjudul Manajemen Pembelajaran Pendidikan Al-Islam di SMA Muhammadiyah 2 Surabayah. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana manajemen pembelajaran pendidikan Al-Islam dengan memfokuskan pada 4 sub topik bahasan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, menerapkan, dan mengevaluasi. Penelitihan tersebut merupakan jenis penelitihan kualitatif. Melalui tiga pendekatan utama yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai pendekatan utama untuk mengumpulkan data. Hasil penelitihan menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran tersebut dilaksanakan sesuai dengan mekanisme pembelajaran yang telah ditetapkan. Untuk mencapai semua aspek Of manajemen pembelajaran pendidikan Islam sangat tergantung pada komitmen dan kemampuan pendidik terhadap manajemen pendidikan itu sendiri.[3]

Ketiga dilakukan oleh Romanto, Fitri Nur Mahmudah, Datuk Muhammad Nasaruddin 2022 yang berjudul Manajemen Pembelajaran ISMUBA untuk Meningkatkan Branding Sekolah di SMK Muhammadiyah 3 Weleri Kendal. Jurnal Pendidikan Tambusai, penelitihan ini membahas tentang bagaimana manajemen pembelajaran dalam bidang pendidikana Agama Islam (PAI) belum menjadi branding yang efektif bagi sekolah, khususnya di SMK Muhammadiyah 3 Weleri. Masalah mendasar dalam pendidikan Islam yaitu kualitas, relevansi, elitisme dan manajemen. Oleh karena alasan tersebut adalah untuk mengembangkan pendekatan dalam mengelola proses pembelajaran dalam bidang Islam, keMuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA) di sekolah Muhammadiyah. Metode yang digunakan adalah di mana penelitihan berinteraksi langsung dengan partisipan dan melakukan tanya jawab. Bagaimana penerapan strategi manajemen pembelajaran ISMUBA memberikan kontribusi dalam meningkatkan citra sekolah di SMK Muhammadiyah 3 Weler. Hasil penelitian ini mengungkap tentang kurikulum ISMUBA, presfektif manajemen, fungsi manajemen, dampak pembelajaran ISMUBA, dan factor penghambat beserta solusinya. Berdasarkan hasil penelitian, dampak pembelajaran ISMUBA antara lain: (1) membentuk karakter positif dan ketaqwaan. (2) Menjadi media latihan leadership dan manajemen dengan seringnya mengadakan kegiatan keagamaan dan sosial yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. (3) Memberikan kemaslahatan kepada masyarakat dengan adanya kegiatan distribusi (tasyaruf) daging hewan qurban dan zakat fitrah. (4) mempererat dan meperkuat jaringan kerjasama (networking). (5) meningkatkan branding sekolah sehingga dapat menjadi media publikasi di masyarakat.[12]

Keempat dilakukan oleh Hernawati, Abdul Aziz Muslimin, Sumiati 2022 yang berjudul dengan judul Manajemen Mutu Pendidikan Terhadap Pelaksanaan Program Pembelajaran Full Day School. Jurnal Pendidikan, Pengajaran Bahasa dan Sains Volume 4 Edisi 2 Agustus 2022. Artikel ini memberikan pandangan penting bagi penerapan manajemen mutu pada program full day school.mulai dari merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program pembelajaran. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif untuk menginvestigasi penerapan manajemen mutu dalam pelaksanaan program full day school. Metode yang digunakan mencakup pengamatan, interaksi wawancara, serta pengambilan dokumen. Hasil dari penelitihan menggambarkan beberapa temuan penting: Pertama, manajemen mutu yang diterapkan dalam pelaksanaan full day school dinilai sangat baik. Hal ini berdampak positif pada peningkatan profesionalisme guru. Kedua, program pembelajaran full day school yang dijalankan di SMP Muhammadiyah 1 Makassar dinilai berhasil dengan baik. Mulai dari pengaturan jadwal hingga kegiatan belajar mengajar, semua diatur dengan baik.[9]

Dengan demikian, pendekatan penelitihan kami membedakan diri dari penelitihan-penelitihan sebelumnya. Kami lebih fokus pada manajemen mutu pembelajaran ISMUBA mulai perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian pengawasan dan evaluasi. Adapun fokus penelitihannya adalah bagaimana implementasi manajemen mutu pembelajaran ISMUBA disekolah Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo. Dengan harapan dapat memberikan sumbangan penting dalam menggarisbawahi signifikansi dari penerapan Manajemen Mutu dalam meningkatan kualitas pembelajaran.

II. Metode

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu peristiwa atau fenomena. Menurut Bogdan dan Taylor Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian di mana hasilnya dieksplorasi dan dijelaskan melalui kata-kata dan narasi, bukan melalui angka. [19] (Bahri, 2021) Penelitian ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo, dan melibatkan beberapa pihak sebagai informan utama. yaitu wakil kepala kurikulum, wakil kepala sekolah ISMUBA dan guru ISMUBA di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo. Ada dua jenis sumber data yang digunakan dalam penelitihan ini, yaitu data primer dan data sekunder sebagai informan utama. Sumber data terbagi dua macam yaitu: data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari narasumber yang terlibat dalam penelitihan, seperti wakil kepala kurikulum, wakil kepala sekolah ISMUBA dan guru-guru ISMUBA. Sumber data Sekuder diperoleh dari berbagai sumber, termasuk laporan penelitian, buku, artikel, atau sumber informasi yang lainnya.

Pada penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi menurut Meleong menyatakan bahwa suatu pengamatan yang dilakukan secara langsung dan sistematis data ini diperoleh dari data yang terkait dari kurikulum ISMUBA.[13] Wawancara berisi pertanyaan disusun sesuai dengan kebutuhan informasi dan setiap pertanyaan yang diperlukan dalam mengungkap setiap data-data empir. Dokumentasi ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang keadaan lembaga (obyek penelitian) .yaitu manajemen mutu pembelajaran ISMUBA di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarj. Proses analisis data melibatkan empat tahapan, dimulai dengan reduksi data, tahap reduksi data dilakukan untuk mengurangi kompleksitas data. Ini melibatkan pemilahan, pemilihan, penyederhanaan, dan penyisipan data, dengan fokus pada pokok permasalahan penelitian agar lebih mudah diinterpretasikan.[14]. Hal ini bertujuan untuk mengkomunikasikan pola atau hubungan yang ditemukan dalam data secara jelas dan terstruktur. Kemudian, tahap reduksi data dilakukan untuk mengurangi kompleksitas data. Ini melibatkan pemilahan, pemilihan, penyederhanaan, dan penyisipan data, dengan fokus pada pokok permasalahan penelitian agar lebih mudah diinterpretasikan. Terakhir, tahap penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan temuan-temuan yang telah diidentifikasi selama proses pengumpulan, reduksi, dan penyajian data. Kesimpulan ini dapat menjadi dasar untuk membuat generalisasi atau implikasi praktis.[22]

III. Hasil dan Pembahasan

Temuan serta pembahasan yang terdapat pada penelitian ini adalah susunan lengkap dari sumber bukti pengumpulan data. Focus pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi; data dari dokumentasi, observasi, hasil dari wawancara maupun arsip dan perangkat fisik yang diketahui atau ditemukan selama penelitian berlangsung. Pelaksanaan wawancara dilakukan dengan 4 narasumber yaitu, wakil kepala sekolah kurikulum, wakil kepala sekolah AIK, dan terakhir 2 guru ISMUBA.

Tujuan pembelajaran yang efektif serta efisien dilakukan melalui proses pembelajaran dari seorang guru yang dituntut memiliki kemampuan dalam mengelola manajemen pembelajaran. Penelitian ini mengulas mengenai manajemen pembelajaran yang merupakan segala aktivitas pembelajaran di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo dengan dikaitkan perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, pengawasan pembelajaran serta penilaian (evaluasi) yang ditujukan khusus mata pelajaran ISMUBA. Adanya penelitian ini diketahui bahwa manajemen pembelajaran ISMUBA di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo meliputi dari perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, pengawasan dan evaluasi pembelajaran.

Perencanaan dalam manajemen pembelajaran merupakan sebuah prinsip yang sangat penting. Seperti yang dijelaskan oleh Sanjaya, perencanaan pembelajaran adalah proses berpikir yang rasional untuk menentukan sasaran dan tujuan pembelajaran tertentu, serta rangkaian kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam proses perencanaan ini, kita menggunakan semua potensi dan sumber daya belajar yang tersedia. Perencanaan pembelajaran bukan hanya sebuah desain, tetapi juga merupakan sebuah sistem pembelajaran yang harus memiliki komponen-komponen yang berfungsi sesuai dengan perannya masing-masing. Dengan cara ini, tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal dan terstruktur.

Rencana pembelajaran Ismuba di SD Muhammadiyah 2 Taman mengharuskan setiap guru untuk memiliki perencanaan pembelajaran. Ini memiliki manfaat besar karena membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang terstruktur dan efektif bagi para siswa. Selain itu, rencana pembelajaran membantu guru dalam mengorganisasi materi pelajaran, mengajar siswa, dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Dengan disiplin kerja yang baik, proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan peneliti dengan Bapak Fatchul Mubarak, S. Th. I, M A P kepala di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo, dikatakan bahwa para guru ISMUBA di sekolah tersebut diwajibkan untuk menyusun perangkat pembelajaran sebagai bagian dari perencanaan pembelajaran. Perangkat pembelajaran ini mencakup silabus, program tahunan, program semester, analisis materi pelajaran, KKM, RPP, dan penilaian. Pendapat ini sejalan dengan pandangan E. Mulyasa, yang menyatakan bahwa guru perlu membuat perencanaan pembelajaran sebelum melaksanakan proses pembelajaran, yang mencakup silabus, prota, promes, analisis materi pelajaran, KKM, RPP, dan penilaian.

Bapak Drs. Saifudin dan Bapak Choirul Rofiq, M.Pd.I, guru ISMUBA di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo, juga setuju dengan pandangan ini. Mereka menyatakan bahwa guru ISMUBA, khususnya di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo, harus memiliki perencanaan pembelajaran yang komprehensif untuk memastikan bahwa proses pembelajaran mencapai tujuannya, yaitu agar peserta didik dapat mengembangkan tiga aspek, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Perencanaan ini termasuk pembuatan perangkat pembelajaran, silabus, RPP, program tahunan, dan program semester.

Manajemen mutu pembelajaran ISMUBA di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo melaksanakan manajemen yang terdapat didalam pembelajaran telah dilakukan dalam 5 tahap yaitu dengan perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, pengawasan dan evaluasi. Berikut merupakan hasil dari observasi penelitian di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo terkait manajemen mutu pembelajaran ISMUBA:

Gambar 1. Peta Konsep Manual

Implementasi Manajemen Mutu Pembelajaran ISMUBA di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo

Manajemen menurut George R. Terry menyatakan bahwa management is the accomplishing of a predetemined obejectives through the efforts of other people atau manajemen adalah pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan melalui atau bersama-sama usaha orang lain. [23] Adapun fungsi-fungsi manajemen ada empat fungsi dasar manajemen, yaitu Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Pelaksanaan) dan Controlling (Pengawasan). Keempat fungsi manajemen ini disingkat dengan POAC. [24]

Berdasarkan hasil wawancara dengan partisipan dari SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo bahwa Mata Pelajaran Al Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab merupakan mata pelajaran ciri khusus di setiap sekolah Muhammadiyah. Pada praktik pelaksanaannya harus mengacu kepada Kurikulum yang telah ditetapkan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Manajemen mutu pada pembelajaran ISMUBA, maka tujuan dari manajemen mutu pada pembelajaran ISMUBA tersebut dapat menghasilkan beberapa hal yaitu (1) Memberdayakan Guru-Guru Manajemen mutu bertujuan agar guru-guru mampu melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, lancar, dan produktif. Ini mencakup pemberdayaan melalui peningkatan keterampilan, pemahaman materi, dan kreativitas dalam penyampaikan materi ISMUBA. (2) Menyelesaikan Tugas Sesuai Waktu. Tujuan ini mencerminkan efisiensi dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan oleh guru, sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Perencanaan pembelajaran harus memastikan bahwa target waktu dapat tercapaian pembelajaran terpenuhi tanpa mengorbankan kualitas. (3) Hubungan Harmonis dengan Masyarakat. Manajemen mutu juga bertujuan agar sekolah dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Keterlibatan aktif masyarakat diharapkan dapat mendukung perencanaan tujuan sekolah dan pendidikan secara bersama-sama. (4) Prinsip Kepemimpinan yang Sesuai. Guru diharapkan menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lain di sekolah. Hal ini melibatkan aspek kepemimpinan yang dapat menginspirasi dan membimbing anggota tim secara efektif.

Keberhasilan sebuah sekolah dapat diukur melalui kemampuannya dalam memberikan layanan sesuai dengan harapan. Dalam konteks manajemen mutu pembelajaran ISMUBA, penting untuk menganalisis persiapan yang dilakukan oleh guru sebelum melaksanakan proses pembelajaran. Hal ini dapat direlevansikan dengan teori-teori mutu pembelajaran.

A. Perencanaan

Hasil analisis perencanaan pembelajaran ISMUBA, hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen mutu pembelajaran di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo berjalan dengan baik. Tahap perencanaan melibatkan penyusunan pekan rencana efektif, pemetaan standar kompetensi dan kompetensi dasar, penetapan kriteria ketuntasan minimal, penyusunan program tahunan dan semester, penyusunan silabus, serta penyusunan RPP. Semua langkah ini dirancang untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan (actuating) kegiatan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga melibatkan peran kepala sekolah. Kepala sekolah turut aktif dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah, termasuk mendukung kegiatan olahraga, keagamaan, dan ekstrakurikuler. Pembelajaran tidak hanya terbatas pada proses pengajaran yang dilakukan oleh guru, melainkan mencakup segala kegiatan yang dapat berpengaruh langsung pada proses belajar peserta didik.[16]

Selain metode pengajaran konvensional, pembelajaran juga dapat melibatkan berbagai media seperti bahan cetak, gambar, program radio, televisi, film, slide, dan bahkan kombinasi dari berbagai jenis media tersebut. Selanjutnya, perkembangan zaman juga membawa inovasi dalam pembelajaran, termasuk penggunaan program komputer untuk e-learning. Hal ini mencerminkan keberagaman pendekatan pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik.

B. Pelaksanaan

Berdasarkan hasil penelitian di SD muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan manajemen mutu pembelajaran ISMUBA berjalan dengan baik. konsep perencanaan dalam manajemen mutu pembelajaran mencakup beberapa aspek penting.[26]. Antara lain (1) Dalam perencanaan, ditentukan tujuan atau sasaran pembelajaran ISMUBA yang hendak dicapai. Tujuan ini menjadi landasan untuk menyusun rencana pembelajaran secara keseluruhan. (2) Perencanaan juga mencakup penentuan metode atau strategi pembelajaran yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sumber daya yang diperlukan, baik itu dalam bentuk materi pembelajaran atau media pendukung, juga diidentifikasi. (3) Dalam tahap perencanaan, ditekankan pada upaya mencapai pembelajaran yang efektif dan efisien. Artinya, penyusunan rencana pembelajaran dilakukan dengan mempertimbangkan metode yang dapat memfasilitasi pemahaman siswa secara optimal dalam waktu yang efisien. (4) Penyusunan pekan rencana efektif menjadi bagian dari perencanaan, menandakan bahwa kurikulum dan kegiatan pembelajaran diatur dalam suatu rangkaian yang terencana dengan baik. (5) Pemetaan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SK/KD) Proses perencanaan melibatkan pemetaan standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagai dasar penyusunan materi pembelajaran agar sesuai dengan kurikulum yang berlaku. (6) Penyusunan Silabus dan RPP. Langkah-langkah perencanaan mencakup penyusunan silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Silabus memberikan gambaran menyeluruh tentang materi pembelajaran, sementara RPP merinci langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran secara lebih rinci.

Dengan demikian, manajemen mutu pembelajaran ISMUBA di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo memberikan penekanan pada perencanaan sebagai landasan utama untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas dan terarah

C. Pengorganisasian

Pengorganisasian dalam konteks kegiatan pembelajaran melibatkan penentuan tujuan dan melibatkan berbagai aspek, seperti fasilitas, koordinasi pembelajaran, metode pengajaran, dan pengembangan pelatihan guru. Menurut hasil penelitian, ditemukan bahwa Fasilitas dan media pembelajaran yang telah disediakan untuk Pembelajaran ISMUBA dianggap sudah memadai. Penilaian ini didasarkan pada ketersediaan mushola yang memadai dan aula sebagai pendukung kegiatan keagamaan. Selain itu, fasilitas media pembelajaran yang mencakup buku-buku Islami, proyektor/LCD yang sudah mencukupi, MP3, ensiklopedia Islam, Al-Qur'an beserta terjemahannya, audio, dan gambar yang mencakup informasi tentang najis, tata cara wudhu, tayamum, shalat lima waktu, dan dzikir dianggap sudah memadai. Kehadiran gambar dianggap bermanfaat untuk membantu pemahaman dan memperkuat ingatan terhadap informasi atau pesan yang terdapat dalam gambar, bersama dengan sumber media lain yang sudah cukup mendukung proses pembelajaran. Koordinasi anatara sekolah dan guru ISMUBA dianggap sudah cukup jelas, dengan guru ISMUBA melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan wakil kepala kurikulum, dan selanjutnya melibatkan kepala sekolah dalam proses tersebut. Koordinasi ini merupakan elemen penting dalam mengatur jalannya pembelajaran ISMUBA. Dengan adanya fasilitas dan media pembelajaran yang memadai, serta alur koordinasi yang jelas, diharapkan guru ISMUBA dapat lebih efektif dalam mengajar dan peserta didik dapat lebih mudah memahami materi pelajaran.

D. Pengawasan

Pengawasan merupakan tindakan untuk meningkatkan mutu pendidikan.[27]. Pengawasan pembelajaran ISMUBA melibatkan langkah-langkah berikut (1) Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan. Kepala sekolah bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran guru, membandingkannya dengan rencana pembelajaran, dan melakukan evaluasi langsung terhadap proses mengajar. Evaluasi ini mencakup penilaian terhadap perlengkapan pembelajaran dan hasil mengajar guru di kelas. (2) Pelaporan Penyimpangan Kepala sekolah melaporkan penyimpangan yang ditemukan untuk tindakan koreksi. Tindakan koreksi ini melibatkan merumuskan tindakan perbaikan, menyusun standar pembelajaran, dan menetapkan sasaran. Guru yang melakukan penyimpangan akan menerima tindakan koreksi yang sesuai. (3) Penilaian dan Koreksi Terhadap Penyimpangan. Kepala sekolah memiliki tanggung jawab untuk mengevaluasi kinerja guru dan melakukan tindakan koreksi jika ditemukan penyimpangan, baik itu terkait dengan manajemen sekolah maupun dalam pelaksanaan pembelajaran.. Evaluasi ini mencakup pemantauan langsung terhadap kegiatan pembelajaran dan pemeriksaan dokumen yang relevan.

E. Evaluasi

Evaluasi merupakan suatu yang dapat meningkatkan mutu pendidikan diperlukan pengawasan terhadap sumber daya Sekolah baik sumber daya manusia maupun sumber daya sarana prasarana. [28]

Evaluasi pembelajaran ISMUBA dilaksanakan melalui langkah-langkah berikut (1) Guru merancang soal atau instrumen penilaian dengan merujuk pada indikator yang telah ditentukan sebelumnya. (2) Guru menjalankan proses penilaian melalui ujian harian atau memberikan tugas kepada siswa. (3) Guru memeriksa dan menilai jawaban siswa, memberikan skor berdasarkan kriteria atau indikator yang telah ditetapkan. (4) Guru mengevaluasi hasil belajar siswa dengan mengacu pada kriteria penilaian yang telah ditetapkan sebelumnya. (5) Hasil penilaian diolah menggunakan rumus perhitungan, yaitu skor siswa dibagi oleh skor maksimal, kemudian dikalikan dengan skor ideal yang telah ditentukan oleh guru.Analisis Hasil Penilaian. (6) Setiap guru menganalisis hasil penilaian siswa untuk memahami pemahaman dan kekurangan mereka. (7) Guru menyimpulkan hasil penilaian dengan jelas dan logis. (8) Guru merancang soal atau instrumen penilaian dengan merujuk pada indikator yang telah ditentukan sebelumnya. (9) Untuk meningkatkan pertanyaan atau instrumen penilaian, guru dapat menyelenggarakan sesi remedial bagi siswa yang belum mencapai Kompetensi Minimal yang telah ditetapkan.

Faktor Pendukung Manajemen Mutu Dalam Pembelajaran ISMUBA di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo

Dapat diidentifikasi berdasarkan hasil wawancara dan observasi di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo sebagai berikut (1) Penambahan Alokasi Waktu Mengajar. Sebuah perkembangan positif terjadi dengan peningkatan durasi waktu mengajar dari sebelumnya 2 jam per pertemuan menjadi 3 jam per pertemuan. Keputusan ini diambil dengan tujuan memastikan bahwa semua materi pembelajaran dapat disampaikan secara menyeluruh sesuai dengan rencana yang telah disusun. (2) Peningkatan Keterampilan Melalui Pelatihan Guru. Guru-guru di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo telah mengikuti berbagai pelatihan, termasuk Bimtek K13, seminar, loka karya, dan workshop. Selain itu, kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) diadakan secara rutin setiap bulan sebagai sarana untuk terus meningkatkan kompetensi dan pemahaman mereka. (3) Pembinaan Hubungan Positif di Kalangan Guru. Telah terjalin hubungan yang harmonis antara kepala sekolah, karyawan, guru, dan peserta didik. Guru tidak hanya memberikan perhatian kepada hubungan dengan kepala sekolah, karyawan, dan peserta didik, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan atmosfer yang nyaman di antara sesama guru. (4) Dukungan Kepala Sekolah. Kepala sekolah memberikan keleluasan kepada guru dalam mendesain dan menentukan perangkat pembelajaran. Kepercayaan ini memberikan guru kebebasan untuk mengatur proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik kelas mereka. (5) Pengawasan dari Guru. Pengawasan oleh sesama guru ISMUBA dianggap penting Untuk mengawasi, memerhatikan, menganalisis, dan menilai proses pembelajaran pada saat itu. Kolaborasi antar guru memungkinkan adanya pertukaran pengalaman dan pemahaman yang dapat meningkatkan kualitas pengajaran. (6) Tindakan pengawasan yang dijalankan oleh Kepala Sekolah, di mana Kepala Sekolah melakukan tugas supervisi. untuk memastikan bahwa standar pembelajaran yang ditetapkan terencana. Melalui pengawasan ini, kepala sekolah dapat memberikan umpan balik konstruktif dan mendukung guru dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran ISMUBA.

Faktor Yang Menghambat Manajemen Mutu Pembelajaran ISMUBA di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo

Satuan pendidikan adalah sebuah entitas organisasi yang memiliki karakteristik unik, di dalamnya terdapat berbagai sumber daya yang saling berinteraksi dan saling memengaruhi. Proses transfer pengetahuan dan nilai terjadi di lingkungan ini, dimana hal-hal tersebut tidak dapat ditemui dengan mudah di organisasi lain. Oleh karena itu, kepala sekolah perlu memiliki kompetensi kepemimpinan yang tepat untuk mampu memengaruhi dan mengkoordinasi semua elemen di sekolah guna mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan bersama oleh seluruh anggota sekolah. Oleh karena itu, branding menjadi hal yang penting bagi sekolah atau satuan pendidikan untuk mencapai citra yang baik di mata masyarakat dan mendapatkan pengakuan yang positif.

Faktor penghambat manajemen mutu pembelajaran ISMUBA di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo dapat diuraikan sebagai berikut (1) Keterbatasan Sarana dan Media Pembelajaran. Minimnya ketersediaan sarana dan media pembelajaran menjadi tantangan bagi guru ISMUBA di sekolah ini. Sarana pembelajaran untuk mata pelajaran lain, seperti IPA, lebih lengkap dibandingkan dengan sarana yang tersedia untuk pembelajaran ISMUBA. Untuk mengatasi keterbatasan ini, guru ISMUBA mencoba mengoptimalkan media yang dimilikinya, seperti gambar, LCD, MP3, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai alternatif. (2) Kurangnya Inovasi dalam Perencanaan Pembelajaran. Terdapat kendala dalam kurangnya inovasi dan kreativitas dalam menyusun rencana pembelajaran. Rendahnya minat guru untuk memperbarui perangkat pembelajaran dapat berdampak negatif pada hasil pembelajaran. Pengembangan inovasi dalam perencanaan pembelajaran dianggap sebagai kegiatan yang penting dan wajib bagi para pendidik. (3) Minimnya Praktikum di Luar Sekolah. Guru ISMUBA merasa bahwa kegiatan praktik di luar lingkungan Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting bagi peserta didik, sebagaimana pentingnya pelaksanaan ibadah haji atau kunjungan ke pusat kajian Islam. Terbatasnya pengalaman praktis di luar sekolah, yang sejauh ini hanya terfokus pada perpustakaan dan mushola sekolah, dapat membatasi pemahaman dan pengalaman peserta didik dalam konteks nyata.

I V. Simpulan

Berdasarkan penelitian dan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa implementasi manajemen mutu di SD Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo berjalan dengan baik. Pertama, perencanaan, terdapat penyusunan rencana pekan efektif, pemetaan standar kompetensi dan KD, ,KKM, prota, promes, silabus, dan RPP. Kedua, pelaksanaan, terdapat penggunaan media yang menarik dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Kepala sekolah juga berperan dalam mendorong partisipasi guru dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh kemenag atau dinas pendidikan serta memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan di sekolah. Ketiga, pengorganisasian, dilakukan dengan menyediakan media dan kelengkapan pembelajaran, membentuk wewenang koordinasi pembelajaran di kelas, dan mengikuti pelatihan-pelatihan. Keempat, pengawasan, melibatkan guru dalam mengawasi kegiatan pembelajaran, mengevaluasi hasilnya, dan melakukan pengawasan dalam bentuk ujian atau pemberian tugas. Kelima, evaluasi, melibatkan penyusunan soal/perangkat penilaian, pelaksanaan penilaian, pengelolaan hasil belajar, analisis hasil belajar, penyusunan laporan hasil belajar, dan perbaikan soal/perangkat penilaian. Faktor pendukung mutu pembelajaran ISMUBA mencakup peningkatan alokasi waktu, bantuan pelatihan, hubungan baik antar guru, dukungan kepala sekolah, dan pengawasan oleh guru maupun kepala sekolah. Di sisi lain, faktor penghambat melibatkan keterbatasan sarana dan media belajar, kurangnya inovasi dalam penyusunan rencana belajar, dan minimnya praktek peserta didik di luar sekolah

Ucapan Terima Kasih

Dengan rasa syukur yang mendalam, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada orang-orang yang telah menjadi pilar kuat yaitu Keluarga saya—ibu, suami, dan saudara-saudara—telah menjadi sumber inspirasi, dukungan, dan cinta sejati dalam setiap langkah perjalanan akademik saya.

References

Asrita and R. Riswel, “Manajemen mutu pendidikan Islam,” Hijri, vol. 11, no. 2, p. 159, 2022.

S. Budiman and S. Suparjo, “Manajemen strategik pendidikan Islam,” JISIP (J. Ilmu Sos. dan Pendidik.), vol. 5, no. 3, pp. 515–523, 2021.

R. S. Dewi et al., “Kemampuan profesional guru dan motivasi kerja,” 2018, pp. 150–158.

I. N. Imamiyah, “Manajemen pembelajaran Muhammadiyah pendidikan,” vol. 4, no. 20, pp. 330–340, 2023.

S. Jamaludin, E. Mulyasa, and A. Sukandar, “Manajemen sumber daya manusia dalam meningkatkan mutu sekolah: Studi deskripsi di SMP IT Al-Futuhiyah Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Garut,” 2022.

Y. Kamijan, “Faktor internal dan faktor eksternal terhadap kinerja guru di masa pandemi COVID-19,” vol. 2, no. 5, pp. 630–638, 2021.

M. Mahmudah, “Manajemen mutu terhadap peningkatan kualitas lembaga pendidikan Islam,” J. Keislaman, vol. 3, no. 1, pp. 1–24, 2020.

“Transformasi pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan dengan program MBKM untuk memfasilitasi siswa memperkuat kompetensi asisten ahli,” vol. 4, no. 2, pp. 93–100, 2023.

F. Mulyono, “Sumber daya perusahaan dalam teori Resource-Based View,” J. Adm. Bisnis, vol. 9, no. 1, pp. 6–7, 2013.

A. A. Muslimin, “Penerapan program pembelajaran,” vol. 4, no. 2, 2022.

M. B. Miles and A. M. Huberman, Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UIP, 1992.

A. Nururhuda, “Evaluasi kurikulum Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab berbasis integratif-holistic di SMA Muhammadiyah 1 Muntilan,” Tarbiyatuna, vol. 9, no. 2, pp. 134–150, 2018.

D. Rahwati, “Implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar,” vol. 3, no. 1, 2019.

A. Rijali, “Analisis data kualitatif,” Alhadharah: J. Ilmu Dakwah, vol. 17, no. 33, p. 81, 2018.

F. Romanto, F. N. Mahmudah, and D. M. Nasaruddin, “Manajemen pembelajaran ISMUBA untuk meningkatkan branding sekolah,” J. Pendidik. Tambusai, vol. 6, no. 2, pp. 16423–16438, 2022.

A. Warisno, “No title,” Kabupaten Lampung Selatan, 2021.

S. Suryabrata, Metodologi Penelitian, 2016.

D. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, 2015.

S. Trisnamansyah, S. Sauri, and Y. Iriantara, “Education quality management in improving junior high school performance in Tangerang Regency,” Int. J. Sci. Educ. Technol. Manag. (IJSETM), vol. 1, no. 3, pp. 1–16, 2022.

A. Tersiana, Metode Penelitian. Anak Hebat Indonesia, 2018.

M. Umar and F. Ismail, “Peningkatan mutu lembaga pendidikan Islam (tinjauan konsep mutu Edward Deming dan Joseph Juran),” J. Ilm. Iqra’, vol. 11, no. 2, 2018.

M. Rojii, I. Istikomah, C. Mahfud, M. Saifulloh, and M. Zuhair, “Management of integrated Madrasah Diniyah curriculum development at SD Khazanah Ilmu Sidoarjo,” Ta Dib: J. Pendidik. Islam, vol. 9, no. 1, pp. 96–115, 2020, doi: 10.29313/tjpi.v9i1.628.

Z. Na’im, Manajemen Pendidikan Islam. Bandung: Widina Bhakti Persada, 2021.

I. Hasbi, Administrasi Pendidikan (Tinjauan Teori dan Praktik). Bandung: Widina Bhakti Persada, 2021.

M. Makinuddin, “Penjaminan mutu pendidikan pesantren,” MIYAH: J. Studi Islam, vol. 15, no. 2, pp. 239–256, 2019.

A. Apiyani, “Implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru madrasah dalam meningkatkan keprofesian,” JIIP: J. Ilm. Ilmu Pendidik., vol. 5, no. 2, pp. 499–504, 2022.

O. Arifudin, “Implementasi Balanced Scorecard dalam mewujudkan pendidikan tinggi world class,” Edumaspul: J. Pendidik., vol. 5, no. 2, pp. 767–775, 2021.

I. Istikomah, D. A. Romadlon, and A. B. H. Kurniawan, “Implementasi sistem penjaminan mutu internal di sekolah dasar,” Procedia of Social Sciences and Humanities, vol. 3, pp. 678–685, 2022, doi: 10.21070/pssh.v3i.200.