<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Relationship between Emotion Regulation and Grit in High School Athlete Students</article-title>
        <subtitle>Hubungan antara Regulasi Emosi dengan Grit pada Siswa Atlet di Sekolah Menengah Atas</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-727a2c03fac24fccfce62eafebf0e90a" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Agustina</surname>
            <given-names>Nurul Aini</given-names>
          </name>
          <email>nrlainiagustina@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-77d24eedf9d61273565dcb923b6dc8ce" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Widyastuti</surname>
            <given-names>Widyastuti</given-names>
          </name>
          <email>wiwid@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-11-18">
          <day>18</day>
          <month>11</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-6120ed408646e85fefdb8474f33ea7ea">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">SMA Negeri Olahraga Jawa Timur satu-satunya sekolah yang melakukan proses belajar dan mengajar dengan kurikulum SMA Reguler serta mendidik dan melatih siswa atlet yang sanggup bertanding di tingkat nasional ataupun internasional [1]. Atletik, anggar, judo, gulat, karate, renang, loncat indah, pencak silat, sepak takraw, panjat tebing, taekwondo, voli pantai, tenis lapangan, tenis meja dan sepatu roda termasuk di antara 15 cabang olahraga yang ditekuni di SMA ini. Siswa - siswi di lembaga ini juga telah menunjukkan berbagai prestasi olahraga [2].</p>
      <p id="_paragraph-14">Pendidikan merupakan faktor terpenting dalam membentuk indiviu karena didalamnya mengajarkan mengenai hal baik dan tidak baik yang dapat mempengaruhi perkembangan individu. Selain itu, pendidikan juga mempengaruhi cara berpikir, bertindak serta kreatitivas seseorang. Setiap orang mempunyai dorongan untuk berkembang agar dapat memiliki sebuah capaian pada hidupnya. Pencapaian ini erat kaitannya dengan tingkat pendidikan manusia [3]. Setiap jenjang pendidikan seseorang, berlangsung mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan sekolah menengah atas [4].</p>
      <p id="_paragraph-15"><italic id="_italic-130">Grit </italic>diartikan sebagai ketekunan dan dorongan yang kuat untuk mencapai tujuan jangka panjang dalam periode waktu yang lama. Konsistensi minat dan ketekunan dalam berusaha adalah dua komponen utama dalam menghadapi ketabahan sebagai sifat karakter individu yang positif. Konsistensi adalah seberapa konsisten seseorang dalam menuju tujuannya sedangkan ketekunan adalah seberapa keras seseorang bekerja untuk mencapai tujuannya. Didalam ketekunan juga dapat menggerakkan semangat seseorang [5].</p>
      <p id="_paragraph-17">Penelitian antara regulasi emosi dengan <italic id="_italic-131">grit </italic>sebelumnya juga sudah pernah dilakukan pada subjek SMA [6] Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan <italic id="_italic-132">conscientiousness</italic>, <italic id="_italic-133">grit </italic>dan <italic id="_italic-134">emotion regulation</italic><italic id="_italic-135">ability</italic>. Dengan demikian, seorang atlet dikatakan sukses dalam regulasi emosi saat dapat mengatasi situasi yang menantang, seperti kecemasan ujian, frustrasi dalam menghadapi tugas yang sulit, dan masalah interpersonal dengan guru atau rekan-rekan. Selanjutnya [7] mengatakan bahwa atlet dengan tingkat <italic id="_italic-136">grit </italic>yang tinggi ditandai dengan adanya kegigihan yang tinggi dengan ditunjukkan menambah jam latihan sendiri. Hal ini ditunjukkan oleh fakta bahwa <italic id="_italic-137">grit</italic>meningkatkan komitmen seseorang terhadap tindakan yang diambil untuk mencapai suatu tujuan.</p>
      <p id="_paragraph-18">Berdasarkan wawancara, terbukti bahwa siswa atlet melakukan usaha dan ketekunan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan dan bertahan dalam jangka panjang, terlepas dari hambatan yang mereka hadapi [8]. Sesuai fenomena yang sedang diteliti peneliti, siswa atlet harus gigih untuk meraih medali atau kejuaraan dengan tujuan yang diinginkan dan ini membutuhkan konsistensi minat dalam penerapan strategi dan ketekunan dalam berusaha meskipun menghadapi tuntunan.</p>
      <p id="_paragraph-19">Keberhasilan dalam menyelesaikan tujuan di sekolah melibatkan komitmen untuk bekerja keras dan kemampuan untuk mengendalikan emosi yang terkait dengan interaksi sosial dan pengalaman yang berhubungan dengan prestasi. Regulasi emosi adalah kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan. Ketika individu tidak puas, regulasi emosi bekerja agar individu tetap mempertahankan kendali dan mengatasi perasaan tidak menyenangkan seperti kecemasan, kesedihan, atau kemarahan untuk memecahkan masalah lebih cepat [9].</p>
      <p id="_paragraph-20">Atlet dengan tingkat <italic id="_italic-138">grit </italic>tinggi akan menjadi lulusan yang kompeten dan unggul dalam bidang keahliannya [10]. Seberapa besar tantangan, hambatan serta kesulitan yang mereka hadapi, siswa atlet akan mampu menyelesaikannya dengan baik. Kegigihan dan ketekunan akan meningkatkan semangat siswa atlet untuk melakukan tugas-tugas mereka dalam bidang olahraga yang mereka pilih dan tekuni.</p>
      <p id="_paragraph-21"><italic id="_italic-139">Grit </italic>berkorelasi positif dengan prestasi akademik [11] dan prestasi olahraga [12] seorang atlet dengan <italic id="_italic-140">grit</italic>rendah akan berdampak negatif pada atlet yaitu rendahnya prestasi akademik. Seorang atlet dengan <italic id="_italic-141">grit </italic>rendah juga tidak akan mampu mencari solusi untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.</p>
      <p id="_paragraph-22">Peneliti memilih untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait hubungan antara regulasi emosi dan <italic id="_italic-142">grit </italic>pada siswa atlet SMA Negeri Olahraga Jawa Timur berdasarkan latar belakang di atas.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-30251631ad86186146dd0460d0c61343">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-24">Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif korelasi untuk mengetahui hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. [13].</p>
      <p id="_paragraph-25">Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu <italic id="_italic-143">grit </italic>sebagai variabel terikat dan regulasi emosi sebagai variabel bebas. Pada penelitian populasi keseluruhan yang dianalisis adalah 210 siswa atlet SMA Negeri Olahraga, dikarenakan teknik sampling jenuh yang digunakan maka seluruh populasi akan menjadi sample dalam penelitian ini.</p>
      <p id="_paragraph-26">Peneliti menggunakan 2 skala psikologis yakni skala <italic id="_italic-144">grit</italic>dan regulasi emosi. Pendekatan skala <italic id="_italic-145">likert</italic><italic id="_italic-146">(favorable dan unfavorable) </italic>dipilih untuk digunakan mengumpulkan data. Peneliti mengadopsi alat ukur <italic id="_italic-147">grit </italic>dari penelitian yang disusun menurut komponen <italic id="_italic-148">grit</italic>[7] , yaitu konsistensi minat dan kegigihan dalam berusaha. Kemudian skala regulasi emosi [14] diadopsi dari instrumen penelitian yang berfokus pada <italic id="_italic-149">strategies to emotion </italic><italic id="_italic-150">regulation, </italic><italic id="_italic-151">enganging </italic><italic id="_italic-152">in </italic><italic id="_italic-153">goal </italic><italic id="_italic-154">directed </italic><italic id="_italic-155">behavior, </italic><italic id="_italic-156">control </italic><italic id="_italic-157">emotional </italic><italic id="_italic-158">responses </italic>dan <italic id="_italic-159">acceptance </italic><italic id="_italic-160">of </italic><italic id="_italic-161">emotional </italic><italic id="_italic-162">response. </italic>yang merupakan aspek regulasi emosi.</p>
      <p id="_paragraph-27">Selanjutnya, JASP 16.0 <italic id="_italic-163">for Windows </italic>digunakan oleh peneliti untuk mengolah data statistik hasil penelitian. hubungan antara regulasi emosi sebagai variabel bebas dan <italic id="_italic-164">grit </italic>sebagai variabel terikat kemudian ditunjukkan dengan menggunakan uji korelasi spearman rho.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-51ae4f5bb46f8a7eaecaa22b66794362">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-28">Pendekatan korelasi spearman rho adalah salah satu yang digunakan para peneliti untuk menguji hipotesis. Pendekatan ini dipilih karena salah satu data variabel penelitian tidak didistribusikan secara normal. Berikut adalah temuan uji hipotesis yang dilakukan dengan JASP 16.0 <italic id="_italic-165">for</italic><italic id="_italic-166">Windows</italic>.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Hasil Uji Hipotesis</title>
          <p id="_paragraph-30" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-d91dafd6c65df04e8e0b44dcfc757dab">
              <td id="table-cell-f0a98c4fd4f3823ebf9cbb07582ba30e" colspan="7">Correlation Table</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0e520e5d9c6a56376f529e43e571d28c">
              <td id="table-cell-6f03bb65d34c13a2f440916f60bb5003" />
              <td id="table-cell-c8c9712fbf66c6d7a5ac164e3ba158fb" />
              <td id="table-cell-d62b54267c202ea8471ff1db0361e15a" />
              <td id="table-cell-1de7ec8bc02e42074f757a4294d9f3f4" colspan="2">Spearman</td>
              <td id="table-cell-8b242f4cce8e3c2d51c5f52e4b7dedaf" colspan="2">Kendall</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1915079ab6a14599f619cd0a4f5d9102">
              <td id="table-cell-b3882a1075679d91bb13f3b5ae928ce4" />
              <td id="table-cell-8df18dc2d996b019f529601e1bd00877" />
              <td id="table-cell-31104b284177c3940bf435bd125dd7b7" />
              <td id="table-cell-931cf57650dfc13e17570ec4c872fa7f">rho</td>
              <td id="table-cell-b05fb2520caaaf6425aab779a14c6672">P</td>
              <td id="table-cell-896258af823183edf61cdc05c4db8442">tau B</td>
              <td id="table-cell-99a6ea0c56a568bf2e47c0a09b9620a7">P</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5c8cf6f06a6618cd1ae601e6ce79bd19">
              <td id="table-cell-8b7d163b74fc28a44b316cacf6233f0e" colspan="2">REG EMOSI -</td>
              <td id="table-cell-1226798f5e7540651e07c42b6a764c24">GRIT</td>
              <td id="table-cell-7e7c538d9a4470910231828075d70992">0.102</td>
              <td id="table-cell-f951d25bef7655b2389cca389239ad41">0.141</td>
              <td id="table-cell-fd77f8b79abf14a0d0d3625d219488b7">0.077</td>
              <td id="table-cell-c4bb1b16e545d9893dbd8ef19cdf9228">0.137</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c704631c114faa9702dde737c4bcbe7c">
              <td id="table-cell-158fc93e85e823b75b76a2a3b4c5efb9" colspan="4">* p &lt; .05, ** p &lt; .01, *** p &lt; .001</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-31">Sebagaimana terlihat pada tabel 1 uji spearman terdapat korelasi yang signifikan dimana (p =0.141 &gt; 0.05) antara skor <italic id="_italic-167">grit </italic>dengan regulasi emosi. Namun besaran efeknya sedang dengan nilai (r= 0.102). Menurut studi hipotesis, tidak terdapat hubungan antara <italic id="_italic-168">grit</italic>siswa atlet SMA Negeri Olahraga Jawa Timur dan regulasi emosi.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Uji Reliabilitas Skala Regulasi Emosi</title>
          <p id="_paragraph-33" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-a255c1095ffb859e164715b86bd3ae85">
              <td id="table-cell-fed64c5e89b94312bed1f8e28a98896f" colspan="3">Frequentist Scale Reliability Statistics</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c8a495421992957b184b68f2fdf9db7f">
              <td id="table-cell-1f3869717c478674b567c302f680f382">Estimate</td>
              <td id="table-cell-98afdafaf0b2663023a126cebbd215cd">Cronbach's α</td>
              <td id="table-cell-eb9c3ef12f2dc2fbb983b55286835ecb">Average interitem correlation</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-35433f8d9ff234d1353153613131fad6">
              <td id="table-cell-ebb435071081e05d8d0ebcb49722086b">Point estimate</td>
              <td id="table-cell-8e9d084d7fde625edf20f87053cf7c90">0.953</td>
              <td id="table-cell-b8ff33a13cd86e3d0ac10330b21988af">0.515</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4dcb0b1cbfdeec89ca71357293207595">
              <td id="table-cell-bf823218289e11df6e03f5081966aab5">95% CI lower bound</td>
              <td id="table-cell-497e5e2e99ca5a5c09baae4837020f6e">0.944</td>
              <td id="table-cell-55e8b317f4e27eedfa80ad70c9e69983">0.494</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-eb2b2bb1038d0a23e7111b94af67b2e2">
              <td id="table-cell-ecfe3ba7fff09a3161e31934cda4925d">95% CI upper bound</td>
              <td id="table-cell-ad0238c66327b0ca2bfde1f4224ecf1f">0.962</td>
              <td id="table-cell-30b558fda78fc606d91b427b8e7a66ae">0.538</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-34">Hasil uji Alpha Cronbach’s menggunakan bantuan JASP 16.1 <italic id="_italic-169">for windows </italic>skala regulasi emosi didapatkan sebesar 0.953, yang artinya skala regulasi emosi ini reliabel. Karena jika koefisien reliabilitas mendekati angka 1, maka skala tersebut dinyatakan reliabel. Berikut hasil uji reliabilitas skala.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>Uji Reliabilitas Skala <italic id="_italic-170">Grit</italic></title>
          <p id="_paragraph-36" />
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-b00683f0ef547bc9d43482c0131bffb6">
              <td id="table-cell-e41c96f6f4cf8f9d7aabdc966a1a8724" colspan="3">Frequentist Scale Reliability Statistics</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ccd92a4695125040cfd7a9c0cce4b0a9">
              <td id="table-cell-e80d95adf6bc7e88890a8355f85f7464">Estimate</td>
              <td id="table-cell-2a754af9d3f1b419b0f09e53b6cbbd5a">Cronbach's α</td>
              <td id="table-cell-278d6de056c642cce07bb9bc7f9b0960">Average interitem correlation</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ce53b538b39fcb0166260f88a9c17e1a">
              <td id="table-cell-9e2824940c51cf904cb9d015b4bd64f4">Point estimate</td>
              <td id="table-cell-52396f3ad59b8cdd00cc06b74e80dccd">0.705</td>
              <td id="table-cell-5a851fcef281d13cdc4dbbb0cd0a6c8e">0.255</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e0d13e48ca93d67fd2f8d99992c61790">
              <td id="table-cell-cffd23e7f5f23e10824991108c1d1415">95% CI lower bound</td>
              <td id="table-cell-6b36bbd05b49ea01d0254aa1d6687071">0.639</td>
              <td id="table-cell-385e76449a87b9558928fc3cc9064328">0.193</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d2a711387b0f551b1138794e2824dcb5">
              <td id="table-cell-44f3b1cbf1c8c8701446709b5248bb88">95% CI upper bound</td>
              <td id="table-cell-4441d8170d68f3ffd6c8d14d5eeae897">0.761</td>
              <td id="table-cell-88e4a62da3a4292472c8772038b69b95">0.317</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-37">Sedangkan hasil uji reliabilitas skala <italic id="_italic-171">grit </italic>sejumlah 0.705, yang artinya skala <italic id="_italic-172">grit</italic>ini reliabel. Karena koefisien reliabilitas semakin mendekati angka 1. Maka skala tersebut dinyatakan reliabel.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>Kategorisasi Subyek</title>
          <p id="_paragraph-39" />
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-10649569e3b271e2f77ee4c74b7571d4">
              <td id="table-cell-db0acbea21dcbe0927e48c11bd2d56c2">Kategorisasi</td>
              <td id="table-cell-24adc1f9a0ba8e4547ed35f171dfc601" colspan="4">Jumlah Subyek Pada Masing-Masing Skala</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-490a1bb4806fb3042a8e0bc4f6719a67">
              <td id="table-cell-e669ecd047fc8e487d74339228ec4e3c" />
              <td id="table-cell-669ceecd986e2978a6233aa14e98deb3" colspan="2">Regulasi Emosi</td>
              <td id="table-cell-bd7f8e7297b85cc26b5a6794189e88db" colspan="2">Grit</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5a00b53abe4f7dfbea091175db9ec29f">
              <td id="table-cell-7075c9f29dde48edeee0f62486c56415" />
              <td id="table-cell-a23bd94e47b8708df2995187a6ae6dcb">∑Subyek</td>
              <td id="table-cell-71b48b41fe288e7c6d83a90d276148e1">%</td>
              <td id="table-cell-0b413afc5743737be233d3dd3ae7f5bb">∑Subyek</td>
              <td id="table-cell-0e2eedc00a979e80da3b5a479df42c8d">%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4935bca572824b82c0bc8db3a04b7382">
              <td id="table-cell-20559a7fd2c87514e47418f87d062d41">Sangat Tinggi</td>
              <td id="table-cell-beaf67597f184bd8bd00ebe69de03018">0</td>
              <td id="table-cell-a7ea228bf73a05755a1c2432f04eeb99">0</td>
              <td id="table-cell-22c889cdabd26bddc1c3f4812eb73505">14</td>
              <td id="table-cell-2b30ae7a3837d4f42a44cca391d728a1">6</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bf9c76b5448ccf58fff876c60a982b3d">
              <td id="table-cell-9e34ac3caaba1f1ffacf4718f1256d46">Tinggi</td>
              <td id="table-cell-7deac1b8ebce9a42de22ab7a244144cc">90</td>
              <td id="table-cell-4a960103e099e3560109ec323584c6ff">42</td>
              <td id="table-cell-21385b51a3294e9fa84b56241df6fa12">43</td>
              <td id="table-cell-24a83a64900494e2bb6a2c6907d511cf">21</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dd86716cbe02cdc986aaf39ffdf96da1">
              <td id="table-cell-e2ec4ccbf65acc51c4e6ad2dafdfd2d2">Sedang</td>
              <td id="table-cell-f7596d8676d5ca272d5ce2504e4cc3c8">60</td>
              <td id="table-cell-5b951dd90b7bffd1ae9c33979ee3228f">29</td>
              <td id="table-cell-8bdbcd245715319fb608ef3768c89cde">89</td>
              <td id="table-cell-cfc2d71eb6ef1ba209a172ca88721dcb">43</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-867375d844f6853fdb7830b9e37d697f">
              <td id="table-cell-769ec126558182355a8761ecdc8b30a3">Rendah</td>
              <td id="table-cell-aeb1aa3f3a05dbc022f3d2b387d1ab63">60</td>
              <td id="table-cell-757722491b3b1587b7c34e9cd9122734">29</td>
              <td id="table-cell-4de2ef5b576450f2558bc7e2162ebd81">57</td>
              <td id="table-cell-7a092bf22ab182509f81e6b8266409c4">27</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c587f51810cabb17839465142ae043e0">
              <td id="table-cell-045929b8a9a5dc923b22ff72e6b56b49">Sangat Rendah</td>
              <td id="table-cell-35c6b45a418015b337d5356fc02c5013">0</td>
              <td id="table-cell-aba7b7021790806faae414ef9b219316">0</td>
              <td id="table-cell-0ff89f8a9f27ce0f5744857fc0bbb747">7</td>
              <td id="table-cell-8d3e2ce0583955a8043953d556b145e5">3</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4dae09f6eeb7ab7e169b6d45e152c037">
              <td id="table-cell-a4224dc0d8af443b77f11517e4073f4c" />
              <td id="table-cell-db9d14fa79ca5e3d004c336f0b70db8a">210</td>
              <td id="table-cell-e0064a4c5d36a6dfbd57c4858a991402">100</td>
              <td id="table-cell-859402cce3d299f0a1b0f6ad091cb9c5">210</td>
              <td id="table-cell-ed29fa3e35ce9907b9246cb3000a6bab">100</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-941b1fde73336900d20b581fbb372b53">
              <td id="table-cell-0c34be52ab084336d8a539ea6a6fbda8" />
              <td id="table-cell-5788c3191a0d9e40380c50aa9a45805b" />
              <td id="table-cell-dc2d35c7769eae5910df1d08588e092f" />
              <td id="table-cell-510e52672652a41fe6335a8d8b570637" />
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-40">Selanjutnya berdasarkan hasil kategorisasi subyek seperti pada tabel 4, dapat disimpulkan bahwa pada variabel regulasi emosi terdapat 0 subyek yang memiliki regulasi emosi sangat tinggi, 90 subyek yang termasuk dalam kategori tinggi, 60 subyek termasuk kategori sedang dan sebanyak 60 subyek masuk dalam kategori rendah serta 0 subyek termasuk kategori sangat rendah. Sedangkan untuk variabel <italic id="_italic-174">grit</italic>terdapat 14 subyek yang termasuk pada kategori sangat tinggi, 43 subyek masuk pada kategori tinggi, 89 pada kategori sedang, 57 pada kategori rendah, dan 7 subyek dengan kategori sangat rendah.</p>
      <p id="_paragraph-42">Pada tabel 2 juga ditunjukkan bahwa presentase terbanyak <italic id="_italic-175">grit </italic>yaitu sebesar 42% pada kategori <italic id="_italic-176">grit </italic>yang tinggi. Sedangkan pada regulasi emosi presentase terbanyak sebesar 43% pada kategori sedang.</p>
      <p id="_paragraph-43">Penelitian sebelumnya yang memperkuat penelitian ini yaitu dilakukan oleh [15] dengan judul “Pengaruh <italic id="_italic-177">Grit </italic>terhadap <italic id="_italic-178">Self-Determination </italic>pada Atlet yang Memutuskan Kembali Pasca Cedera Berat” menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara pengaruh <italic id="_italic-179">grit</italic>terhadap <italic id="_italic-180">self-determination</italic>dan penelitian sebelumnya dilakukan oleh [16] dengan judul “<italic id="_italic-181">Simulating </italic><italic id="_italic-182">the </italic><italic id="_italic-183">dynamic s</italic><italic id="_italic-184">of</italic><italic id="_italic-185">self - regulation, </italic><italic id="_italic-186">emotion, </italic><italic id="_italic-187">grit, </italic><italic id="_italic-188">and </italic><italic id="_italic-189">student </italic><italic id="_italic-190">performance in cyber-learning environments</italic>”. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara regulasi emosi dengan <italic id="_italic-191">grit</italic>, dikarenakan ada beberapa penelitian terdahulu yang mengatakan bahwa variabel <italic id="_italic-192">grit</italic>sebagai variabel yang mempengaruhi atau variabel independen.</p>
      <p id="_paragraph-44">Penelitian sebelumnya juga sudah pernah dilakukan oleh [6] dengan judul “<italic id="_italic-193">Predicting School Success : </italic><italic id="_italic-194">Comparing </italic><italic id="_italic-195">Conscientiousness, </italic><italic id="_italic-196">Grit, </italic><italic id="_italic-197">and </italic><italic id="_italic-198">Emotion </italic><italic id="_italic-199">Regulation </italic><italic id="_italic-200">Ability</italic>”. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwasannya fokus penelitian seharusnya memfokuskan dengan satu mata pelajaran atau ekstrakurikuler karena tidak semua siswa memiliki gairah atau semangat dalam semua mata pelajaran atau ekstrakulikuler. Jadi capaian penelitian akan lebih baik dalam pilihan tujuan yang lebih sempit. Beracuan dengan hasil penelitian sebelumnya, penelitian ini juga tidak terdapat hubungan antara variabel regulasi emosi dengan <italic id="_italic-201">grit</italic>, dikarenakan peneliti tidak memfokuskan subjek pada satu cabang olahraga saja.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-837ccd31451e1f75b8a362689c29a3f4">
      <title>Simpulan<bold id="_bold-48"/></title>
      <p id="_paragraph-46">Berdasarkan temuan penelitian dan penjelasan yang diberikan di atas pada siswa atlet SMA Negeri Olahraga Jawa Tmur, tidak terdapat hubungan antara variabel <italic id="_italic-202">grit </italic>dan variabel regulasi emosi pada siswa atlet . Hasil studi menunjukkan nilai korelasi Spearman rho, yang memiliki nilai signifikan (p = 0,141 &gt; 0,05).</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>