<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Relationship Between Hardiness and Academic Procastination in Final Students Compiling Thesis</article-title>
        <subtitle>Hubungan Antara Hardiness dengan Prokastinasi Akademik pada Mahasiswa Akhir yang Menyusun Skripsi</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-9d614078b8baec05fab280f399257057" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Navron</surname>
            <given-names>Lavida</given-names>
          </name>
          <email>lavidanavron76@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-0d30140e922609cfabb3c77ce3dab6ff" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Dewanti</surname>
            <given-names>Ririn</given-names>
          </name>
          <email>rdewanti68@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-11-18">
          <day>18</day>
          <month>11</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-e52f98cf753d8e95096ff1d9ac0c398b">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Globalisasi yang saat ini semakin berkembang menuntut perkembangan ilmu pengetahuan dengan pesat. Ilmu pengetahuan dan pendidikan mempunyai hubungan sangat erat. Pendidikan merupakan suatu pembelajaran pengetahuan terpenting dalam kehidupan. Pendidikan dapat diperoleh melalui jalur formal dan non formal. Pendidikan tinggi menjadi salah satu tempat diselenggarakannya pendidikan formal.</p>
      <p id="_paragraph-14">Berdasarkan UU RI No. tahun 2012 Pasal 2 BAB 1 yang berhubungan Pendidikan Tinggi, menerangkan jika pendidikan tinggi merupakan program pendidikan yang bertugas menyelenggarakan pengajaran serta pendidikan yang ada di atas jenjang pendidikan tingkat menengah dengan mencakup program sarjana, diploma, doktor, magister, program spesialis,</p>
      <p id="_paragraph-15">program profesi. Penyelenggara program tersebut adalah perguruan tinggi berdasar pada kebudayaan bangsa [1]. Pendidikan yang berlangsung dipendidikan tinggi termasuk sebuah cara yang dilakukan untuk meningkatkan SDM, dengan demikian bisa menyesuaikan arus perkembangan jaman yang semakin maju.</p>
      <p id="_paragraph-16">Salah satu hal yang dapat membentuk sumber daya manusia agar dapat lebih maju dan mempunyai integritas yang tinggi maka dipelukan sikap tanggung jawab dalam diri individu. Dalam penerapannya sikap tanggung jawab berarti mempraktekkan seluruh tenaga dan pengetahuannya di sebuah tindakan secara efektif sekaligus menerima akibat-akibat dari apa yang sudah dilakukan[2]. Meski begitu masih banyak mahasiswa yang menyepelekan tanggung jawabnya sebagai seorang pelajar dengan menunda-menunda untuk mengerjakan skripsi atau biasa disebut dengan prokastinasi akademik.</p>
      <p id="_paragraph-17">Prokastinasi akademik ialah kecenderungan menunda, meninggalkan, atau menghindari melakukan kegiatan menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang perlu untuk diselesaikan [3]. Prokastinator atau sebutan bagi orang yang melakukan prokastinasi, mereka sering menipu diri sendiri serta mempercayai jika mereka dapat mengerjakan lebih baik dalam waku singkat, sehingga mereka lebih memilih untuk mengerjakan ketika tenggat waktu akan berakhir [4].</p>
      <p id="_paragraph-18">Prokastinasi akademik dapat menimbulkan masalah eksternal dan intenal bagi prostiantor, yaitu perasaan merasa bersalah dan menyesal [5]. Menunda melakukan pekerjaan termasuk permasalahan eksternal yang menjadikan seseorang tidak mengerjakan tugas secara tepat waktu, dengan demikian akan berdampak munculnya peringatan atau hukuman dari dosen. Dampak tersebut seringkali mahasiswa abaikan [6].</p>
      <p id="_paragraph-19">Berdasarkan hasil wawancara awal yang dilakukan, diketahui bahwa mahasiswa akhir angkatan 2018 yang menyusun skripsi di prodi Psikologi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo memiliki kecenderungan prokrastinasi akademik yang tinggi. Mahasiswa yang mengerjakan skripsi mengaku bahwa saat sedang mengerjakan skripsi konsentrasinya sering teralihkan dengan sosial media atau ajakan hangout dari teman. Selain itu juga mahasiswa juga mengakui bahwa selalu mengulur waktu dalam mengerjakan skripsi dan revisi dari dosen pembimbingnya. Hal ini sejalan dengan aspek prokastinasi yang dikemukakan oleh Ferrari yaitu prokastinator cenderung menunda saat memulai atau menyelesaikan tugas, meskipun sebenarnya mengetahui jika tugas harus diselesaikan dengan segera, dan procrastinator cenderung melakukan aktivitas yang lebih menyenangkan tidak segera menyelesaikan tugasnya secara sengaja, dan mengisi waktunya dengan aktivitas menyenangkan contohnya dengan bermain <italic id="_italic-90">handphone,</italic>bermain bersama temannya <italic id="_italic-91">(hangout) </italic>dan sebagainya [7]. Hal ini telah sesuai penelitian Surijah dan Sia yang menerangkan jika dari 295 mahasiswa atau 30,9% mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Surabaya masuk kategori <italic id="_italic-92">very high</italic>hingg<italic id="_italic-93">a</italic><italic id="_italic-94">high</italic><italic id="_italic-95">procrastinator </italic>[8]<italic id="_italic-96">.</italic></p>
      <p id="_paragraph-20">Dari pemaparan di atas, bisa diketahui bahwa fenomena prokrastinasi akademik sudah sangat umum terjadi. Penyebab hal ini adalah kepribadian mahasiswa, menurut McCloskey, diantaranya, yaitu: Kepercayaan terhadap kemampuan diri, dalam diri seseorang memiliki kepercayaan yang rendah dan tinggi. Kepercayaan yang rendah tentang kemampuannya sendiri akan cenderung menghambat pekerjaannya dan ia selalu merasa tidak mampu mengerjakannya dengan baik. Sebaliknya orang yang dengan kepercayaan tinggi akan mengerjakan tugasnya dengan baik. Rasa Malas, seseorang yang pemalas akan cenderung menunda atau menghindari melakukan tugasnya. Rasa malas ini dapat membuat seseorang telat mengerjakan tugas bahkan seringkali ia tidak mengerjakan sama sekali karena malas untuk memulai pekerjaanya [9].</p>
      <p id="_paragraph-21">Penyebab terjadinya prokastinasi akademik pada mahasiswa dipengaruhi beberapa faktor diantaranya faktor eksternal &amp; internal. Faktor eksternalnya ialah lingkungan dan gaya asuh orang tua. Sedangkan faktor internyanya yaitu kondisi kesehatan sebagaimana kelelahan, keadaan fisik, dan keadaan psikologis seperti kepribadian individu, motivasi intrinsik, kontrol diri yang rendah, <italic id="_italic-97">hardiness,</italic>dan religiusitas [10].</p>
      <p id="_paragraph-24">Hardiness merupakan susunan karakteristik yang menjadi sumber refleksi yang bisa menghalangi munculnya stres[11]. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Alexander menjelaskan jika prokastinasi akademik berhubungan negatf dengan hardiness [12]. Mahasiswa yang mempunyai kepribadian hardiness akan lebih mudah dalam menyelesaiakan skripsinya tanpa harus mengulur waktu.</p>
      <p id="_paragraph-25">Berdasarkan pemaparan diatas, peneliti tertarik melaksanakan penelitian berjudul “Hubungan Antara Hardiness dengan Prokastinasi Akademik pada Mahasiswa Akhir Angakatan 2018 yang Menyusun Skripsi di Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo”. Beracuan latar belakang masalah tersebut, dirumusan masalahan berikut: apakah terdapat hubungan antara hardiness dengan prokastinasi akademik pada mahasiswa akhir yang menyusun skrispi. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah mencaritahu hubungan hardiness &amp; prokastinasi akademik pada mahasiwa semester akhir.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-616b5ce7f3886908fc6a5fd0efae52f2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-26">Metode kuantitatif korelasional dalam penelitian ini dijadikan metode penelitian dengan menggunakan subjek penelitian dari mahasiwa akhir yang sedang menyusun skripsi di prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, yang sebanyak 154 subjek. Sedangkan sampel yang digunakan ialah sebanyak 113 subjek dengan taraf signifikansi 5%. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik <italic id="_italic-98">simple random sampling</italic>. Penetapan sample dilakukan dengan acak dari populasi penelitian tanpa memperhatikan kesamaan serta strata di populasi [13]. Data penelitian dikumpulkan menggunakan menggunakan Skala Hardiness dengan realibilitas α = 0.87 dan Skala Prokastinasi Akademik dengan reliabilitas sebesar α = 0.936. Analisis data dalam pengujian hipotesis penelitian adalah <italic id="_italic-99">correlation pearson product moment </italic>memakai program <italic id="_italic-100">JASP </italic>0.16 <italic id="_italic-101">for </italic>windows.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-dcb3b4a7de536a0641a27ae3866152f6">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-27">Berikut penyajian hasil penelitian:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Hasil Uji Normalitas</title>
          <p id="_paragraph-29" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-3b93922c1238434e025bc2f89efb5375">
              <td id="table-cell-61bb36ffc4a9316c98de44fad5cdb6b3" colspan="3">Descriptive Statistics</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-34a80f8cd5ebccba664d96e7f599f900">
              <td id="table-cell-52671849f1f23c1a7a3fb3c904f00f58" />
              <td id="table-cell-ae953987f63e9c4ecc9d13c1254312e1">Hardiness</td>
              <td id="table-cell-7341b88a195a7a1766c9d68f74a21292">ProkrastinasiAkademik</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6c46a42d3a0c666b45da79096be73a4d">
              <td id="table-cell-85633e42949ec01f2e52c349cef7a391">Valid</td>
              <td id="table-cell-986f3189beaaea71ab004f5dd77f8c78">113</td>
              <td id="table-cell-ed49f9375212805481e851dc90dcd1f1">113</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c1939bbda9c0979aeae2833bd05540f6">
              <td id="table-cell-2a413866c4c33a99041b9b822ce2accd">Missing</td>
              <td id="table-cell-8b6e829e1aa55f5398ad367bec8bdaf2">0</td>
              <td id="table-cell-56a7bed746421ec400533ffd9036e7de">0</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-75f1f71c08640c4a6be925ab285643a4">
              <td id="table-cell-f39f30a3d9c3bece8b096f57e99ebaef">Mode</td>
              <td id="table-cell-1a176d4e257261af21a96b8b896f4f0a">54</td>
              <td id="table-cell-7162d1b8738334839b3e8ab2f0a60337">72</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d1d38cbb6e419cd8e37bac89b7b84f0c">
              <td id="table-cell-e8e251b4a29f761f813dc572e9d1e96a">Median</td>
              <td id="table-cell-f6135ee728a71a8e6c3eaab3d497ffaa">47</td>
              <td id="table-cell-f0ce35ffc1432a13417cbb325bd2dedf">58</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1d6fc09e3cdf06509dea4addb86353f5">
              <td id="table-cell-5a84e6315268740fba7b02b4838ea1ec">Mean</td>
              <td id="table-cell-9b372c25dd89ff8a16fa00cd36b5abff">47.46</td>
              <td id="table-cell-99af02f1c271564135dcf25af8e91d80">58.115</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d8e1806c513b59f25bb1a5bcfb2b716e">
              <td id="table-cell-9ebcb9d4edcff1e04b9295682f2f055b">Std. Deviation</td>
              <td id="table-cell-f75ee5dd6f3bc882b952feb02b52cb2d">7.709</td>
              <td id="table-cell-b1f1d0362c4eb7747b1c6df375cb4084">12.265</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-73ab8c1d10e16adc0dda7cfd744e928c">
              <td id="table-cell-fb51ce9658edf5c684317ed8ded90bf0">Shapiro-Wilk</td>
              <td id="table-cell-026ba7258ffdb02dc514d4183d1700b4">0.975</td>
              <td id="table-cell-ff5c422e0a6e0c42b30b476e29a6eec8">0.983</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-baa9d2b72376a5584078bd608f9ab2f0">
              <td id="table-cell-c465e3a664e4a1392a57b54e704c7d7c">P-value of Shapiro-Wilk</td>
              <td id="table-cell-1bc4d7d2b577f07d699c6dd36c32764d">0.032</td>
              <td id="table-cell-be633b3c1fffa857106bf0237140cc33">0.177</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-181d2a0046e4d16fa8fb5b360d51f3ab">
              <td id="table-cell-99ca11ff00e9817e432ed511ab929948">Minimum</td>
              <td id="table-cell-f45347080be762c3c4e5f1c289ec4513">29</td>
              <td id="table-cell-d93f1c89157dd78c28e19016e1d6a656">27</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fa7621ea9fa23f62b9d33aaf34f2eba6">
              <td id="table-cell-14d95254f6c12cdd1b863957df9249b9">Maximum</td>
              <td id="table-cell-887b44096c3bf6ebbb83c98faafaa43f">69</td>
              <td id="table-cell-a7dfcc7c409e40368060a59c0167af13">82</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cabdb8534c98a87e14edd3f02422d60e">
              <td id="table-cell-58d5229cd10fa80e4cd50f7c95676b40">Test Distribution is Normal</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-30">Berdasarkan tabel 1.1 diketahui nilai signifikansi (p) yang didapat adaah 0.983 &gt; 0.05 yang berarti skala berdistribusi dengan normal. Sedangkan pada skala <italic id="_italic-104">hardiness </italic>menunjukkan bahwa nilai (p) adalah 0.975 &gt; 0.05 yang berarti skala berdistribusi normal.</p>
      <p id="_paragraph-32">ANOVA</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Hasil Uji Linieritas</title>
          <p id="_paragraph-33" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-2718a0cae932327d1855552feeb0e9eb">
              <td id="table-cell-345e7ab2d5202b3029454b92de8ad212">Model</td>
              <td id="table-cell-972723825728b07fcb708815634ae71c" colspan="2">Sum ofSquares</td>
              <td id="table-cell-4aa23bfb53f2e991f3de6c0f37f20d35">df</td>
              <td id="table-cell-dde6c8a5dd872958c0515c95f7d1d1e7">MeanSquare</td>
              <td id="table-cell-fcd5914f333151307c0a91add1251f59">F</td>
              <td id="table-cell-eaa74785f5f3587875099d068e2c1ee0">P</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d0a47dbef9cb2e22dee2488960301438">
              <td id="table-cell-8a3061737d35c4285fb0b92976a52127">H₁</td>
              <td id="table-cell-79143b5f35ce9303df2137c2847d20f0">Regression</td>
              <td id="table-cell-53c96e1a2c4e4fa6fda61cd3e0233531">8202.596</td>
              <td id="table-cell-7725ad86f06e6c3cd533635e8fad527b">1</td>
              <td id="table-cell-6179ba404b22e603596b7e130b5f3f61">8202.596</td>
              <td id="table-cell-348be68c1715798ce20a74aee2380b55">105.321</td>
              <td id="table-cell-c223ad4d0b6bedfceeed7a0a854f1611">&lt; .001</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9a3debe0939e3119aad045e50f58927c">
              <td id="table-cell-a79bbc8bec35a83a890feb23abccba94">Residual</td>
              <td id="table-cell-08aa826a108c7aff05a87975622c1fe8">8644.908</td>
              <td id="table-cell-2ca0ec8aaf3028d54b1161761d1905e4">111</td>
              <td id="table-cell-022964d4b75ac9728f2186542fc1aeba">77.882</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b4f9cea372f0e5bf456ea0cfcfe06ad7">
              <td id="table-cell-ab7c0c886fccb255ba4f0b67094711d5">Total</td>
              <td id="table-cell-168a576e90e7eb5c561f42c89738f6c9">16547.504</td>
              <td id="table-cell-42717d43ea9b324a24dbbfd7c421e108">112</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-34"><italic id="_italic-105">Note.</italic>The intercept model is omitted, as no meaningful information can be shown.</p>
      <p id="_paragraph-35">Berdasarkan hasil uji linieritas menunjukkan bahwa nilai F adalah 105.321, kemudian p &lt; 0.001 yang berarti sangat signifikan, sehingga Prokrastinasi Akademik mampu memprediksi <italic id="_italic-106">Hardiness </italic>pada mahasiswa Psikologi Universitas Muhamamdiyah Sidoarjo.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>Hasil Uji Analisi Data</title>
          <p id="_paragraph-40" />
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-7cf2043f8bbec2b4591e96caeca826a2">
              <td id="table-cell-8820c6f86452a9e56b93e386168ca1dc">Pearson's Correlations</td>
              <td id="table-cell-d429f14a59b8a80c24284f26984daa0e" />
              <td id="table-cell-42fa2af6678b39eb9e82e04581c5d35d" />
              <td id="table-cell-1551e74ab4489830ba19fbaad0f51d3e" />
            </tr>
            <tr id="table-row-be5acd373b9b9832e7185b547f12e35b">
              <td id="table-cell-4a3afab082514adff05f3b1fa9e86966" colspan="2">Variable</td>
              <td id="table-cell-79dd4004b4c1c3f1473e5763a7416dcc">Prokrastinasi Akademik</td>
              <td id="table-cell-3af3861ed765fd20efbd1efcc4b1eafa">Hardiness</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-69c21764872223de814bf2864f964432">
              <td id="table-cell-3784e58dbba954b7f225eb6999ec1fbd">1. Hardiness</td>
              <td id="table-cell-c35057f09e3ad1d3760dc7ac7c314836">Pearson's r</td>
              <td id="table-cell-bea1c08db6590965a46204196ad4e3b4">—</td>
              <td id="table-cell-4dc88867050c2302bc092ac044da733d" />
            </tr>
            <tr id="table-row-f609f09a63279aa7c2b27edf65f870d8">
              <td id="table-cell-9423d81907994a5452dffd24999f020c" />
              <td id="table-cell-51ac620c95a3fdb19fac95ac8e05fb59">p-value</td>
              <td id="table-cell-ec1bd4da4f4bc0d0a6ecab65c10bf403">—</td>
              <td id="table-cell-3974eef7758acb79c7b995be1a4bd89a" />
            </tr>
            <tr id="table-row-5877bb032028bdfb47f1d82f6013e4c0">
              <td id="table-cell-13e88a6ea4ab06075ca1eee0715b0d83">2.Prokrastinasi Akademik</td>
              <td id="table-cell-a94393fe733c99e5e93e8212940cb35a">Pearson's r</td>
              <td id="table-cell-53b3e4bd2d3c1095209c13922ebac2e9">-0.698</td>
              <td id="table-cell-299d267c5f2cac72a413efe0468e2f74">—</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-854f0d93c5e258ff45a00f2a3f9689dd">
              <td id="table-cell-6655234b25ef888a4c301d74c268d8dc" />
              <td id="table-cell-069290b489e667c86795339076cd8154">p-value</td>
              <td id="table-cell-004bd6a84a6ca85c56aaa10ef8cd0df6">&lt; .001</td>
              <td id="table-cell-ab283e59b6d8d3e6be0ef7a755ba48a7">—</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-41">Berdasarkan dari tabel di atas di peroleh hasil koefisien korelasi (r) = -0.698 dan diketahui jika nilai p-value &lt; 0.001; dengan demikian menunjukan arah negatif diantara <italic id="_italic-109">hardiness </italic>dengan prokrastinasi. Hasil tersebut memberikan gambaran berikut: apabila <italic id="_italic-110">hardiness</italic>semakin meningkat, maka prokrastinasi akademik menjadi semakin rendah.</p>
      <p id="_paragraph-42">Hasil diatas dibuktikan dengan penelitian Trifiriani &amp; Agung yang mengungkapkan jika ada hubungan negatif diantara akademik <italic id="_italic-111">hardiness </italic>dengan prokrastinasi terdapat mahasiwa. Dengan demikian akademik <italic id="_italic-112">hardiness </italic>yang semakin tinggi, mejadikan prokrastinasi akademik menjadi semakin rendah. Individu dengan <italic id="_italic-113">hardiness </italic>tinggi menjadikan mereka bisa berhadapan dengan stres. Individu dengan <italic id="_italic-114">hardiness </italic>rendah akan berpandangan jika ia tidak berdaya,memiliki kemampuan rendah, dan bergantung nasib. Begitu juga dengan mahasiswa akhir yang memiliki prokrastinasi akademik yang tinggi akan sulit baginya untuk mengatur jadwal dengan baik,</p>
      <p id="_paragraph-43">sehingga ia tidak akan mampu untuk menyelesaikan tugas-tugasnya maupun skripsinya dengan baik dan juga akan berdampak pada waktu yang terbuang secara sia-sia. Untuk itu perlu bagi mahasiswa akhir memiliki kepribadian <italic id="_italic-115">hardiness</italic>. Dengan memiliki <italic id="_italic-116">hardiness </italic>yang baik, seorang mahasiswa akan mempunyai komitmen untuk dapat menyelesaikan kegiatan akademiknya.</p>
      <p id="_paragraph-44">Penelitian lain yang dilakukan oleh Azizah &amp; Kardiyem mengungkapkan bahwa academic <italic id="_italic-117">hardiness</italic>yang dimiliki seseorang rendah maka akan semakin besar peluang terjadinya prokrastinasi akademik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial akan terhindar dari prokrastinasi akademik apabila ia mempunyai <italic id="_italic-118">academic</italic><italic id="_italic-119">hardiness</italic>yang baik. Mahasiswa tersebut akan mampu mengontrol waktu sehingga dapat berkomitmen mengerjakan tugas dengan tepat waktu untuk kesuksesan [14].</p>
      <p id="_paragraph-45">Hasil penelitian yang sudah didapatkan menunjukkan jika mayoritas mahasiswa yang ada di tingkat akhir mempunyai <italic id="_italic-120">hardiness</italic>dengan kategori sedang. Hal ini menunjukkan jika mahasiswa mempunyai beberapa aspek <italic id="_italic-121">hardiness</italic>, yaitu <italic id="_italic-122">commitmen</italic>dimana mahasiswa tingkat akhir mempunyai kecendurungan untuk ikut terlibat di aktivitas yang harus dilakukan, dan yakin jika hidupnya mempunyai tujuan serta bermakna. Isi Aspek <italic id="_italic-123">control, </italic>yaitu dimana mahasiwa tingkat akhir memiliki kecendurungan yang sedang untuk percaya bahwa apapun yang terjadi di dirinya dapat mempengaruhi dirinya sendiri maupun orang lain. Untuk aspek berikutnya yaitu <italic id="_italic-124">challenge</italic>dimana mahasiswa tingkat akhir mempunyai kepercayaan yang sedang untuk mampu mengubah serta memandang permasalahan sebagai peluang ataupun kesempatan untuk dapat tumbuh dan berkembang.</p>
      <p id="_paragraph-46">Berdasarkan penelitian Alexander juga mengungkapkan jika terdapat hubungan negatif serta signifikan diantara <italic id="_italic-125">hardiness</italic><italic id="_italic-126">&amp; </italic>prokrastinasi akademik dengan. Sumbangan pengaruh Variabel <italic id="_italic-127">hardiness</italic>terhadap prokrastinasi akademik sebanyak 24%, sedangkan 76% nya dipengaruhi variabel lain. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa <italic id="_italic-128">hardiness</italic>memiliki pengaruh sebesar 48,7% terhadap prokrastinasi mahasiswa tingkat akhir, sedangkan 5,13% nya dipengaruhi oleh faktor lain. Sebagaimana dengan penelitian Nurlatifah yang mengungkapkan bahwa faktor yang mempengaruhi prokrastinasi diantaranya ialah kondisi fisik inidvidu, kondisi psikologis individu, gaya pengasuhan orang tua dan kondisi lingkungan [15].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-0f087f5d143ec4227d5697a8452de42d">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-47">Hasil yang didapatkan setelah penelitian ini dilaksanakan yaitu: hasil koefisien korelasi (r) = -0.698 dan p-value &lt; 0.001; dengan demikian membuktikan jika hipotesis diterima yang menunjukkan arah negatif diantara <italic id="_italic-129">hardiness </italic>dengan prokrastinasi akademik. Hal ini berarti <italic id="_italic-130">hardiness yang semakin tinggi menjadikan </italic>prokrastinasi akademik jadi semakin rendah pada mahasiswa akhir angkatan 2018 yang menyusun skripsi prodi psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>