<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Relationship Between Emotional Intelligence and Adversity Quotient in Working Students</article-title>
        <subtitle>Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Adversity Quotient pada Mahasiswa Pekerja</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-2e6bb6ceab37e13c542a9c6163f44f84" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Mulyasari</surname>
            <given-names>Pungky</given-names>
          </name>
          <email>mulyasaripungky96@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-37a920f8c2304f183a700d1473c9cef6" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Maryam</surname>
            <given-names>Effy Wardati</given-names>
          </name>
          <email>effy.wardati@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-11-18">
          <day>18</day>
          <month>11</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-674aa8e4dc7cedaaf93c867ddae70742">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Pengertian mahasiswa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan seseorang yang sedang menempuh pendidikan pada suatu Perguruan Tinggi. Untuk tahap perkembangan, mahasiswa digolongkan kedalam masa <italic id="_italic-29">emerging adulthood</italic> yaitu masa dimana mereka sedang dalam masa transisi dari masa remaja menuju kedewasaan. Pada umumnya, masa ini berkisar diantara usia 18 tahun sampai 25 tahun, yang mana pada masa inilah mereka sedang mencari jati diri[1], beberapa mahasiswa juga menjalankan aktivitas bekerja untuk mencoba memulai karirnya serta memenuhi gaya hidupnya. Dua sisi tersebut merupakan tanda bahwa seseorang tersebut ingin menunjukkan akhir masa mudanya dan beralih kemasa dewasa awal untuk mencari kepribadian yang mandiri secara ekonomi serta bertanggung jawab terhadap diri sendiri[1]. Kemandirian secara ekonomi terlihat dari dimulainya seseorang merambah dunia kerja. Mahasiswa bekerja merupakan seseorang yang sedang menuntut ilmu pada jenjang perguruan tinggi dan juga sedang menjalankan suatu usaha atau sedang berusaha mengerjakan suatu tugas yang diakhiri dengan mendapatkan suatu hasil[2]. Setiap mahasiswa bekerja harus memiliki ketahanan individu untuk menghadapi kesulitan dan kemampuan untuk berjuang menghadapi kesulitan tersebut. Kemampuan seseorang dalam bertahan untuk mengatasi masalahnya sering disebut dengan istilah <italic id="_italic-30">adversity quotient.</italic></p>
      <p id="_paragraph-13"><italic id="_italic-31">Adversity quotient</italic> adalah suatu kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mengamati kesulitannya serta dapat mengolah kesulitan tersebut dengan cara menggunakan kecerdasan yang dimilikinya, sehingga menjadi sebuah tantangan untuk dapat menyelesaikan kesulitannya[3]. Mahasiswa pekerja perlu memiliki <italic id="_italic-32">adversity quotient </italic>agar dapat mengatasi atau menghadapi masalah, hambatan atau kesulitan yang dimilikinya serta dapat mengubahnya menjadi peluang keberhasilaan dan kesuksesan, baik dalam bidang akademik atau pekerjaan. Terdapat penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Syarafina, Nurdibyanandaru &amp; Hendriani. Menunjukkan bahwa seorang mahasiswa pekerja memiliki resiko yang lebih besar mengalami permasalahan <italic id="_italic-33">adversity quotient</italic>. Hal yang sama juga dialami mahasiswa pekerja di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.</p>
      <p id="_paragraph-14">Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi <italic id="_italic-34">adversity quotient</italic>, salah satunya adalah faktor kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional merupakan dasar penting untuk menjadikan individu menjadi seseorang yang mampu menghadapi permasalahannya[4]. Oleh karena itu peran kecerdasan emosi sangat penting untuk dapat mengendalikan emosi yang dimilikinya untuk menghadapi masalahnya dengan baik[5].</p>
      <p id="_paragraph-15">Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan”apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan <italic id="_italic-35">adversity quotient </italic>pada mahasiswa pekerja di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan <italic id="_italic-36">adversity quotient </italic>pada mahasiswa pekerja di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan <italic id="_italic-37">adversity quotient</italic> mahasiswa pekerja. Hipotesis ini berarti semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin tinggi <italic id="_italic-38">adversity quotient</italic> pada mahasiswa pekerja. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosional maka semakin <italic id="_italic-39">rendah adversity quotient</italic> mahasiswa pekerja.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-400090a574385c0a9a909ca313fa495d">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-16">Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional, yaitu penelitian yang menghubungkan dua variabel atau lebih[6]. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel dependen dan variabel independen. Pada variabel dependen yaitu kecerdasan emosional sedangkan variabel independen yaitu <italic id="_italic-40">adversity quotient. </italic>Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 852 mahasiswa pekerja yang ada di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan <italic id="_italic-41">sampling</italic> insidental, sebanyak 251 mahasiswa pekerja yang ada di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Metode pengumpulan data memakai skala kecerdasan emosional dan skala <italic id="_italic-42">adversity </italic><italic id="_italic-43">quotient</italic> dengan memakai Skala <italic id="_italic-44">Likert</italic>. Skala kecerdasan emosional yang digunakan dalam penelitian disusun berdasarkan aspek kecerdasan emosional yang terdiri dari lima aspek, yaitu : mengenali emosi diri, mengatasi emosi diri, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, dan membina hubungan dengan orang lain[3]. Sedangkan skala <italic id="_italic-45">adversity quotient</italic> disusun berdasarkan 4 aspek <italic id="_italic-46">adversity quotient</italic>, yaitu, <italic id="_italic-47">control</italic> (kendali), <italic id="_italic-48">ownership and origin</italic> (kepemilikan), <italic id="_italic-49">reach</italic> (jangkauan), <italic id="_italic-50">endurance</italic> (ketahanan)[7]. Pengolahan Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan statistik parametrik, yaitu teknik korelasi <italic id="_italic-51">Product Moment</italic> dari <italic id="_italic-52">Pearson</italic> dengan bantuan program SPSS <italic id="_italic-53">for windows.</italic></p>
    </sec>
    <sec id="heading-c57f03bfa29b0cbc917d150bfd2b56cc">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-22b0c3c71fa30901f0c71491998812cc">
        <title>Hasil Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-17">Hasil uji normalitas pada output SPSS uji <italic id="_italic-54">Kolmogorov-Smirnov </italic>menunjukkan :</p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Normalitas</title>
            <p id="_paragraph-20" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-4a8087ec6594eb41b4363e5aed145a2d">
                <td id="table-cell-bf017e0a8cc03417b71e2cb5f3015d5d" colspan="4">One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-72f85b3cde8f6f59987d27b0f62f0308">
                <td id="table-cell-7e262c5de0a9b6a0f0be1cf9355661f4" colspan="2" />
                <td id="table-cell-138d3f35e521f7be9b7159f24038788c">Kecerdasan Emosional</td>
                <td id="table-cell-da96b3101723ebcc2cf428fe524057e3">Adversity Quotient</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8071161ae4fd10cdd2e73e339b34b33e">
                <td id="table-cell-4e2f9b3c779236217395fd829b47b433" rowspan="3">Normal Parametersa,b</td>
                <td id="table-cell-62b56651185748c43532cf778f53a1a4">N</td>
                <td id="table-cell-9b256f28eb1ac0a0f2e1d0a145d3d47e">251</td>
                <td id="table-cell-6421c6f8861ae58851417da722e4ce40">251</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-36259f784c6ef7bf6ee6d84aca391b55">
                <td id="table-cell-c94af7c65f6d7403cc4e23b9ddaadc12">Mean</td>
                <td id="table-cell-153f489539c1c2e5fd07db2738601f28">2.9316</td>
                <td id="table-cell-aca2b25cba5a07f6693ed22954c8c0da">3.0438</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4cd8bc2f8f42368480c751f2601363fa">
                <td id="table-cell-6aed2cfaa48fedc9bacdcc13c8618932">Std. Deviation</td>
                <td id="table-cell-fd55d8832bf65fa30c06f8c2aba94bab">.27454</td>
                <td id="table-cell-278e154a306164d2a6ac59eb6ef7ce78">.29884</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a833696fa76f4001008dfa65e1489938">
                <td id="table-cell-131f1b984183c6fabf6cc907aeb6dc72" rowspan="3">Most Extreme Differences</td>
                <td id="table-cell-1c74cd7cc0ba3e544632b3b0811415f8">Absolute</td>
                <td id="table-cell-423ba938969023165c007b3dfb4f4d3b">.109</td>
                <td id="table-cell-524c730a4bfbe387e25a56006d472823">.076</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f9a8898301194f66c260e4d481408085">
                <td id="table-cell-6fbf7364eda4e138f2ebdfb98cdac438">Positive</td>
                <td id="table-cell-9f40f459f4bb299568e55959f817a7b3">.063</td>
                <td id="table-cell-1f52a876c9c936d1feaa4119969689a3">.064</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-91a2daca9bfca039c0c565d10f9e3778">
                <td id="table-cell-62b2c9968c9e6763f7e4d70bad4a0c8e">Negative</td>
                <td id="table-cell-ffed4914e99543916b78a2457dcba2ca">-.109</td>
                <td id="table-cell-46fa389f5b606a164c73a5eff964108b">-.076</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-02fc1fee0c1c7e5aea813a3d79b65d5c">
                <td id="table-cell-bc67b727c1a7e096bceabde3acd2516d">Kolmogorov-Smirnov Z</td>
                <td id="table-cell-66dc656ae17b5d21fccd754fa119db51" />
                <td id="table-cell-b8104efa17424f70468d7fb56a329a00">1.721</td>
                <td id="table-cell-ef9658cb38a8b0baa3180203d7cf0ae0">1.199</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d9f2b55b48d9ca33128e56ec58be60aa">
                <td id="table-cell-cef8a5d32e05b394db2d2a5a233d24e1">Asymp. Sig. (2-tailed)Test distribution is Normal.Calculated from data.</td>
                <td id="table-cell-bb34ce5b725b9916c646c62a032739fc" />
                <td id="table-cell-28594023582733c9d642e8598f4d0d08">.005</td>
                <td id="table-cell-b17a849ef207d1f422f39799aa17e79e">.113</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-21">Berdasarkan tabel 1 diatas dapat diketahui bahwa nilai sig. Kecerdasan Emosional 0,005 dan <italic id="_italic-55">Adversity Quotient</italic> 0,113, artinya variabel kecerdasan emosional tidak berdistribusi normal, sedangkan variabel <italic id="_italic-56">Adversity Quotient </italic>berdistribusi normal.</p>
        <p id="_paragraph-22">Setelah melakukan uji normalitas, selanjutnya melakukan uji liniearitas. Hasil uji linearitas pada output SPSS menunjukkan bahwa :</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Linearitas</title>
            <p id="_paragraph-25" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-56af7ee15ab58faa32682e09066a45a7">
                <td id="table-cell-037d1ce4953d5bb32786066c1e174924" colspan="8">ANOVA Table</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-345d62cdb797a10863d6c1202377a94e">
                <td id="table-cell-55ec640b9042d0ef457aa2c406266fee" colspan="3" />
                <td id="table-cell-7fef411f5adf4f81dbd8c54700ce0f88">Sum of Squares</td>
                <td id="table-cell-53f47782d90dd1f2e9cc1a802ad4f56d">df</td>
                <td id="table-cell-68195f31c9d0e9b09576b25b99811b4f">Mean Square</td>
                <td id="table-cell-8e30d6fd270bd69e3da321ef58e8a73d">F</td>
                <td id="table-cell-8cee2c9fb683cf587d70a9d9a64d49bc">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-efbf7bfa8f658d69aa1927e8c5173336">
                <td id="table-cell-0c4c8c810fecfab9dc670d4fa27c5f97" rowspan="5">Kecerdasan Emosional * Adversity quotient</td>
                <td id="table-cell-e69a6e4c0dca8f13bc8734682bfc629d" rowspan="3">Between Groups</td>
                <td id="table-cell-19b163c2bedaf50195c0eff73078d870">(Combined)</td>
                <td id="table-cell-dfe5055b855e8d590db42537addccf2c">6.305</td>
                <td id="table-cell-9bb97a50fc1e3e82743b0b2133d40349">31</td>
                <td id="table-cell-69cd2868b91c4f4fab7871388503bb37">.203</td>
                <td id="table-cell-1d98bcc751091e00efaedcb448b35eaf">3.552</td>
                <td id="table-cell-01b07ee7a19ed7c6e605b6cb0eb1d286">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1847a072fd15da3b07e8e70194b2f99f">
                <td id="table-cell-b6641958ed59ecbddf4c171f06b437cf">Linearity</td>
                <td id="table-cell-9fe8b8b25a6589fed0eb8a6fb4b58edb">3.166</td>
                <td id="table-cell-cde9b6ef55fae0182d3250ab74e58ac9">1</td>
                <td id="table-cell-be5072e6d529f13cf1b6fc82ef629131">3.166</td>
                <td id="table-cell-aa54edf2425797f5011422ca1a0a287c">55.293</td>
                <td id="table-cell-d78fbf1abe933937f62437648c3ef360">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-745cf8776f682e6ca8ff74f333d6db3d">
                <td id="table-cell-3d3572b3030f19fb7e25ce3df2ff05a5">Deviation from Linearity</td>
                <td id="table-cell-2b6db5d9ec00e9583a7903f50e9354c4">3.139</td>
                <td id="table-cell-3ba5a3ec5a5ff10aa1ff8342a2cb2092">30</td>
                <td id="table-cell-2d2064b8268440d70958973a63a56330">.105</td>
                <td id="table-cell-2edc5b9eb3f4fb2d3ffdf1e046b9fa51">1.828</td>
                <td id="table-cell-dd440c1c9072cb9c5cdee8741cea4ccf">.008</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1bdc539433806d78e40b6a10d043b76e">
                <td id="table-cell-b607ddec8db5bad7aa9d6f7813241f3d" colspan="2">Within Groups</td>
                <td id="table-cell-f05e1077b9079853e0116e02417d81e3">12.538</td>
                <td id="table-cell-f5c7d2541440029f2d2806676f3ac523">219</td>
                <td id="table-cell-1d46b4018b13cd4324c069ad48b8b06b">.057</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d5a771ac167afb4e287468b2dd59e5d9">
                <td id="table-cell-8bbd9165b74fad1bbd8cfa61ef2c3489" colspan="2">Total</td>
                <td id="table-cell-69918f71be2fe446f07a01ef95fc7c48">18.843</td>
                <td id="table-cell-dd8bf9fb9c0db0f634f3d41f93783437">250</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-26">Berdasarkan tabel 2 diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi Linearity 0,000 kurang dari 0,05 sehingga dalam penelitian ini dapat dikatakan bahwa antara kecerdasan emosional dan <italic id="_italic-57">adversity quotient</italic> terdapat hubungan yang linier.</p>
        <p id="_paragraph-27">Selanjutnya peneliti melakukan pengujian hipotesis menggunakan uji statistik korelasi <italic id="_italic-58">Product Moment Pearson </italic>dengan bantuan SPSS <italic id="_italic-59">for </italic><italic id="_italic-60">windows :</italic></p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Uji Hipotesis</title>
            <p id="_paragraph-30" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-3484c4b2420dd1cc9dc67c1d31d546cd">
                <td id="table-cell-638bae7bb77270393bda99e1057a09e2" colspan="5">Correlations</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1b8586f9ea4e22c8cad0374cd6a19593">
                <td id="table-cell-580608806f0897618a87bb625bfa4e47" colspan="3" />
                <td id="table-cell-e8b8097bc1f5994d09d1286f09e0bb50">Kecerdasan Emosional</td>
                <td id="table-cell-03231c534b344178ca63f9ad21a61c31">Adversity quotient</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b4f3a913aa90eaf04b31ab450285b77a">
                <td id="table-cell-0cc519e817fae07b05f246e2d8823dd1" rowspan="6">Spearman's rho</td>
                <td id="table-cell-2b807298ca6ee5bf27fea77d89a610ff" rowspan="6">Kecerdasan EmosionalAdversity quotient</td>
                <td id="table-cell-8edd9eaae3d6eff08c8dd6d8bc8f07f4">Correlation Coefficient</td>
                <td id="table-cell-934ca1f9f05f546d94e40c70e7d8117d">1.000</td>
                <td id="table-cell-0ebcbe36b05ec9a6218c5dade479772f">.411**</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-26e2d83cd0682100075baf27a19d71e2">
                <td id="table-cell-e1f64db8f2b3fda23babf5efde520854">Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-b14ab481c0be7128046208df40fb44e5">.</td>
                <td id="table-cell-354891c5b7c223c4510bceb74e1581a4">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-694a12cbf55b4c0981447ceea70ead42">
                <td id="table-cell-b98671245cd5129b55130ebd7e5d0259">N</td>
                <td id="table-cell-8fd9851613b2c82e1ed289968191e89c">251</td>
                <td id="table-cell-39b25505b01cd2a21b4e2ce07cf35855">251</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-91cbbf5e8832bac25c2ef1ceb0fe6ab6">
                <td id="table-cell-c62a1d23c278ef09fbe8e2f9af6e432a">Correlation Coefficient </td>
                <td id="table-cell-a1ed09bc1962720809c0a0c2b498d900">.411**</td>
                <td id="table-cell-3ed69d0f7dc6c2cc6de9aa5df9dfe155">1.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0e98200fecba378213e550503e0791ec">
                <td id="table-cell-e591ae46fc2bbd41d99b4e0d1379c2c0" />
                <td id="table-cell-ae56f115be794b005fba972d4f1dec1a">.000</td>
                <td id="table-cell-05cb38022765ae80707cf8b2cbe16d79">.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3a6e64b2f1dd32024e81318099b31c0f">
                <td id="table-cell-7a164e940bee28a8ad1cd4830bee5fe0">Sig. (2-tailed)
N</td>
                <td id="table-cell-17cdab33c1b2a756de2603c6769fc046">251</td>
                <td id="table-cell-eb6cfd62993fd20cba219a33b1eb0141">251</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-31">**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).</p>
        <p id="_paragraph-32">Sesuai dengan hasil tabel 3 diperoleh hasil koefisien korelasi (rxy) = 0,411. Hal itu menunjukan bahwa kedua variabel memiliki korelasi yang berhubungan positif dengan keeratan yang kuat dan memiliki nilai signifikasi 0,000 &lt; 0,05. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan pada penelitian ini diterima yakni terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan <italic id="_italic-61">adversity quotient</italic>.</p>
        <p id="_paragraph-33">Untuk mengetahui besarnya pengaruh kecerdasan emosional terhadap <italic id="_italic-62">adversity quotient</italic>, peneliti melakukan uji determinasi</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>Uji Determinasi</title>
            <p id="_paragraph-36" />
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-502de9fc872eaa9a9a07178104922c27">
                <td id="table-cell-229d4815940549f6680349104029528e" colspan="5">Measures of Association</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6e6c3ad0a6f2c27ef3a66daf18428810">
                <td id="table-cell-644d3e81bd531ac2a39fd9f7783ab77f" />
                <td id="table-cell-381f499d7429c78ff1c9b8eee67a5923">R</td>
                <td id="table-cell-2530624ac7831cdf228f55ed4674fcaf">R Squared</td>
                <td id="table-cell-8fb8563a5b5e516d6cb7508b304a91d7">Eta</td>
                <td id="table-cell-4d0b0cf6cebcb69e2ea757a995062f6d">Eta Squared</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-feaffeb85ecd14f5c2456276ef2cbb42">
                <td id="table-cell-ba153856617d761e7cb7825e291cac0a">Kecerdasan Emosional * Adversity quotient</td>
                <td id="table-cell-e34f106a5c35a1d36cf60df4f16c44b3">.411</td>
                <td id="table-cell-d532dc7c19987918f965a88a19427e8d">.168</td>
                <td id="table-cell-15ebb4ddcdd542b1511bba00b5dd8814">.578</td>
                <td id="table-cell-b4aa66ea407a71df93be44c079908961">.335</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-37">Berdasarkan tabel 4 di atas dapat di ketahui dari kolom AR<sup id="_superscript-6">2</sup> adalah 0,168. Hal ini berarti bahwa sumbangan efektif variabel X (Kecerdasan Emosional) terhadap variabel Y (<italic id="_italic-63">Adversity Quotient</italic>) adalah sebesar 16,8%.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-1d58266df83389a28a8dd7face57a623">
        <title>Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-38">Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan <italic id="_italic-64">adversity quotient</italic>. Hal tersebut dapat diketahui dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,411 dengan nilai signifikansi sig 0,000 yang lebih kecil dari nilai α = 0,05 yang menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Hipotesis penelitian yang diterima memiliki arti bahwa tinggi rendah kecerdasan emosional juga mempengaruhi tinggi rendahnya <italic id="_italic-65">adversity quotient</italic> mahasiswa pekerja.</p>
        <p id="_paragraph-39">Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Daloos yang hasilnya menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara aspek kecerdasan emosional yaitu manajemen emosi diri dengan dimensi <italic id="_italic-66">adversity quotient</italic> yaitu <italic id="_italic-67">reach</italic> [8].Selain itu, penelitian yang telah dilakukan oleh Singh dan Sharma menunjukkan koefisien korelasi 0,465 dengan nilai signifikansi 0,000 , berarti ada hubungan antara kecerdasan emosional dan <italic id="_italic-68">adversity quotient</italic> [9]. Hasil penelitian juga dilakukan oleh Amila dan Gulo menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kecerdasan emosional dengan <italic id="_italic-69">adversity quotient</italic> dengan taraf signifikansi sebesar 0,005[10].</p>
        <p id="_paragraph-40">Seseorang dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi adalah orang yang dapat mengenali emosinya. Apabila mahasiswa pekerja tersebut mampu mengenali emosinya dengan baik, maka mahasiswa pekerja tersebut merasa bisa mengendalikan permasalahan yang sedang dihadapi dengan baik. Sehingga mendorong mahasiswa pekerja memiliki <italic id="_italic-70">adversity quotient</italic> yang tinggi terutama pada aspek <italic id="_italic-71">control</italic> (kendali). Selanjutnya yaitu mengelola emosi diri, yakni suatu sikap untuk dapat menghibur diri sendiri, melepaskan rasa takut, perubahan suasana hati dan ketidakmampuan untuk menyesuaikan keterampilan emosi dasar. Mahasiswa pekerja yang memiliki kecerdasan dalam mengelola emosinya maka akan memiliki <italic id="_italic-72">adversity quotient</italic> yang tinggi, terutama pada aspek <italic id="_italic-73">reach</italic> (jangkauan). Hal tersebut dikarenakan mahasiswa pekerja dapat membedakan masalah yang muncul serta dapat merespon pada situasi tersebut. Selanjutnya yang ketiga yaitu mahasiswa pekerja yang memiliki kecerdasan emosional tinggi karena memiliki motivasi dalam dirinya akan mendorong <italic id="_italic-74">adversity quotient</italic> yang tinggi, terutama pada aspek <italic id="_italic-75">endurance</italic> (ketahanan). Mahasiswa pekerja menganggap bahwa semua keterpurukan yang dialami dalam kehidupannya dapat dilalui dengan cepat. Aspek ketahanan menerangkan tentang suatu masalah tidak akan berlangsung selamanya dan dapat diatasi atas kemauannya atau sebaliknya. Selanjutnya mahasiswa yang bekerja serta memiliki kecerdasan emosional tinggi karena sudah memiliki sikap empati dapat lebih baik mengidentifikasi petunjuk sosial yang tersembunyi tentang apa yang dibutuhkan dan diinginkan orang lain, sehingga <italic id="_italic-76">adversity quotient</italic> tinggi, terutama pada aspek <italic id="_italic-77">Ownership and origin</italic> (Kepemilikan). Mahasiswa pekerja akan lebih peka terhadap masalah yang sedang dihadapi orang lain. Kemudian yang terakhir adalah mahasiswa pekerja yang dapat membina hubungan dengan baik, maka akan memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, sehingga dapat mendorong <italic id="_italic-78">adversity quotient</italic> yang tinggi, terutama dalam aspek <italic id="_italic-79">reach</italic> (jangkauan). Mahasiswa pekerja yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi akan dapat menjangkau tingkat kesulitan itu, sehingga dapat membedakan masalah yang muncul serta respon yang ditujukan pada situasi tersebut.</p>
        <p id="_paragraph-41">Riset ini memiliki keterbatasan yakni sedikitnya jumlah sampel yang dapat mempengaruhi hasil uji statistik. Selain itu adanya keterbatasan variabel independen sebagai penentu variabel dependen. Dalam penelitian ini hanya menggunakan satu variabel independen, yakni kecerdasan emosional.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-837107ec305fc2feea512d20127b66dc">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-42">Hasil analisis data penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,411 (signifikansi 0,000&lt;0,05). Dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan <italic id="_italic-80">adversity quotient</italic> pada mahasiswa pekerja Selain itu pada hasil uji koefisien determinasi diketahui hasil AR<sup id="_superscript-7">2</sup> sebesar 0,168 yang berarti bahwa variabel kecerdasan emosional memberikan pengaruh sebesar 16,8% terhadap variabel <italic id="_italic-81">adversity quotient</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-43">Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi mahasiswa pekerja untuk selalu menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi dan mengatasi tantangan dalam tugas sehari-hari sebagai mahasiswa sekaligus pekerja. Untuk pengembangan ilmu, diharapkan ada penelitian lain yang sejenis dengan jumlah sampel lebih banyak dan mempertimbangkan penggunaan faktor-faktor lain yang mempengaruhi <italic id="_italic-82">adversity quotient</italic>.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>