<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Ratio of Liquidity, Profitability and Activity to the Remaining Profit of Cooperatives in Sidoarjo Regency</article-title>
        <subtitle>Rasio Likuiditas, Profitabilitas dan Aktivitas terhadap Besarnya Sisa Hasil Usaha Koperasi di Kabupaten Sidoarjo</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-e15a1384764440fd531cd7075de8d1b9" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Fitriyanti</surname>
            <given-names>Erika</given-names>
          </name>
          <email>erikafitriyanti80@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-6a3a40170590d4502f87b53823815e98" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Nurasik</surname>
            <given-names>Nurasik</given-names>
          </name>
          <email>nurasik@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-11-14">
          <day>14</day>
          <month>11</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">[1] Sesuai UU RI No 25/1992 tentang Perkoperasian Indonesia koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Menurut arti koperasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa koperasi mempunyai peran yang penting dalam membangun usaha bersama dari sekumpulan orang yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas guna untuk memenuhi kebutuhan.</p>
      <p id="_paragraph-13">[2] Di Kabupaten Sidoarjo ada sebanyak 1.470 koperasi yang terdaftar pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, dari seluruh koperasi tersebut 720 koperasi merupakan koperasi aktif. Dari semua koperasi aktif yang terdaftar tersebut 21 koperasi akan dijadikan sampel dalam penelitian ini. Koperasi yang menjadi sampel penelitian yaitu Koperasi Petani Tebu Rakyat, Koperasi Karyawan, Koperasi Serba Usaha, Koperasi Wanita, Koperasi Pegawai Republik Indonesia, Koperasi Tahu Tempe Indonesia, dan Koperasi Unit Desa.</p>
      <p id="_paragraph-14">Sasaran utama dari pencapaian koperasi yaitu sisa hasil usaha. Sisa hasil usaha koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain. Besarnya sisa hasil usaha dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat diketahui dari rasio.</p>
      <p id="_paragraph-15">[3] Rasio <italic id="_italic-1">likuiditas</italic> digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam pemenuhan kewajiban jangka pendeknya. Dalam penelitian ini rasio yang digunakan untuk mengetahui tingkat <italic id="_italic-2">likuiditas</italic> adalah rasio lancar atau <italic id="_italic-3">current ratio</italic>. Rasio lancar atau <italic id="_italic-4">current ratio</italic> merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam pemenuhan kewajiban pada saat ditagih dan menunjukkan bagaimana kemampuan perusahaan dalam memenuhi hutang jangka pendek yang akan jatuh tempo.</p>
      <p id="_paragraph-16">Faktor lain yang dapat mempengaruhi sisa hasil usaha selain rasio <italic id="_italic-5">likuiditas</italic> adalah rasio <italic id="_italic-6">profitabilitas</italic>. [4] Rasio <italic id="_italic-7">profitabilitas</italic> merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba. Dalam penelitian ini rasio <italic id="_italic-8">profitabilitas</italic> yang digunakan yaitu Rasio<italic id="_italic-9"> Return On Equity</italic> (ROE). Rasio <italic id="_italic-10">Return On Equity</italic> (ROE) digunakan untuk menentukan efisiensi penggunaan modal sendiri.</p>
      <p id="_paragraph-17">Faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan sisa hasil usaha koperasi adalah rasio aktivitas. [5] Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan perusahaan untuk menilai seberapa efektif dan efisien perusahaan dalam mengelola aktiva atau sumber daya yang dimiliki. Dalam penelitian ini rasio aktivitas yang digunakan yaitu perputaran total aset atau <italic id="_italic-11">total assets turnover</italic>. Perputaran total aset (<italic id="_italic-12">total assets turnover</italic>) merupakan rasio untuk menilai perputaran segala aktiva perusahaan dan untuk menghitung total penjualan dari setiap aktiva.</p>
      <p id="_paragraph-18">Berdasarkan Laporan Keuangan pada koperasi di Kabupaten Sidoarjo tahun 2019-2020 yang diperoleh dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, tingkat rasio <italic id="_italic-13">likuiditas, profitabilitas</italic>, aktivitas, dan besarnya SHU dalam dua tahun terakhir ini perkembangannya berfluktuatif. Alasan peneliti memilih objek penelitian koperasi di kabupaten Sidoarjo karena adanya tingkat perubahan sisa hasil usaha yang berfluktuatif dan signifikan pada masing-masing koperasi di Kabupaten Sidoarjo setiap tahunnya. Kurangnya pengetahuan pengurus dalam menstabilkan tren sisa hasil usaha agar tetap berada di puncak, sehingga perlu adanya pemahaman melalui pengujian, dan selanjutnya dapat dilakukan evaluasi faktor apa yang dapat memberikan pengaruh terhadap besarnya sisa hasil usaha melalui perhitungan rasio. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Rasio <italic id="_italic-14">Likuiditas, Profitabilitas</italic>, dan Aktivitas terhadap Besarnya Sisa Hasil Usaha Koperasi di Kabupaten Sidoarjo Tahun 2019-2020”.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-19">Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka penelitian ini dapat digolongkan sebagai penelitian kuantitatif.</p>
      <p id="paragraph-acc06c0bde9d29d1dd53296817c827c9">A. Lokasi Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-20">Lokasi penelitian ini yaitu Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo yang bertempat di Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 9, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.</p>
      <p id="paragraph-98c0a7885c46c2eae2b8956ca333e706">B. Variabel Penelitian</p>
      <fig id="figure-panel-49dbcb24444e2a67c22865a6a2c44d8f">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-12"/>Indikator Variabel</title>
          <p id="paragraph-3e2e713187197835bd9cb66e11329e4f" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-81c11ed1b63066f67779a783ff3ab4b6" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="761 Ijins GT1.png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-fd1a6d3bbed4d0baf764fff66b86a241">C. Populasi dan Sampel</p>
      <p id="_paragraph-22">Populasi dalam penelitian ini yaitu koperasi aktif di Kabupaten Sidoarjo yang terdaftar di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo yang berjumlah 720 koperasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 21 koperasi dalam kurun waktu 2 tahun terakhir yaitu tahun 2019-2020. Untuk pemilihan sampel menggunakan teknik <italic id="_italic-15">probability sampling</italic> dan menggunakan metode <italic id="_italic-16">simple random sampling</italic>.</p>
      <fig id="figure-panel-e8ccc6a1e0836a498a925ca44dc40496">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>Daftar Nama Sampel Koperasi</title>
          <p id="paragraph-08916f19c69eab2cc398728e7f900747" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-389a63a7c581b80e402abaee3f688def" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="761 Ijins GT2.png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-a1bfa9a96b3eb57781428e6da733ec59">D. Jenis dan Sumber Data</p>
      <p id="_paragraph-24">Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Sedangkan sumber data yang digunakan yaitu data sekunder dari laporan keuangan tahunan koperasi yang terdaftar di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo tahun 2019-2020.</p>
      <p id="paragraph-cc6f0b05cb485eef2f5d13f2c3f422a3">E. Teknik Pengumpulan Data</p>
      <p id="_paragraph-25">Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Hal ini didapat dengan cara menggunakan data yang ada dalam laporan keuangan koperasi berupa neraca dan laporan laba rugi.</p>
      <p id="paragraph-03f39d776e43b5e045c5e9fc3643281f">F. Teknik Analisis Data</p>
      <p id="_paragraph-26">Untuk menghasilkan penelitian yang sesuai tujuan, perlu dilakukan teknik analisis data sebagai berikut:</p>
      <p id="paragraph-35a26e960ed6594e07f9ae140319b6dc">1. Uji Asumsi Klasik</p>
      <p id="_paragraph-27">Memastikan persamaan garis regresi yang diperoleh linear akan dilakukan pengujian sebagai berikut:</p>
      <p id="paragraph-5ee86d1216a3acbdc5ad5e5f39eab6d4">a. Uji Normalitas</p>
      <p id="_paragraph-28">Untuk menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak maka dilakukan uji statistik <italic id="_italic-17">Kolmogorov-</italic><italic id="_italic-18">Smirnov Test</italic>[10]<italic id="_italic-19">.</italic></p>
      <p id="paragraph-142f039619b079f27228a3df52f81067">b. Uji Multikolinearitas</p>
      <p id="_paragraph-29">Untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan hubungan antar variabel bebas (<italic id="_italic-20">independent variable</italic>). Multikolinearitas dilihat dari nilai tolerance dan VIF. Standar bebas dari multikolinearitas, nilai tolerance &gt; 0,10 dan nilai VIF &lt; 10 [11].</p>
      <p id="paragraph-532eb22e940ff23b90ff1af7e74d1277">c. Uji Heteroskedastisitas</p>
      <p id="_paragraph-30">Untuk menguji ketidakseragaman varian dari residual antara pengamatan yang satu dengan pengamatan yang lain. Apabila titik-titik data menyebar di atas dan di bawah atau disekitar angka 0, titik-titik tidak mengumpul hanya di atas atau di bawah saja, dan tidak terdapat deteksi pola tertentu pada grafik scaterplot, maka hal ini menandakan tidak terjadinya heteroskedastisitas [11].</p>
      <p id="paragraph-be67be492b5f2585a16b89fb2906a1cf">d. Uji Autokorelasi</p>
      <p id="_paragraph-31">Untuk menguji model regresi linear berganda terkait dengan korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Alat ukur menggunakan Durbin Watson (D-W). Hipotesis yang akan di uji dalam penelitian ini adalah tidak terjadi autokorelasi, apabila DW berada diantara du dan (4 – du) [12].</p>
      <p id="_paragraph-32">3. Pengujian Hipotesis </p>
      <p id="paragraph-b41f2bfa7b2c0d8cc0e087a7e231f171">a. Analisis Regresi Linear Berganda</p>
      <p id="_paragraph-33">Untuk menilai hubungan fungsional antara variabel bebas (<italic id="_italic-21">independent variable</italic>) terhadap variabel terikat (<italic id="_italic-22">dependent variable</italic>) . Berdasarkan persamaan regresi linier berganda dapat dirumuskan sebagai berikut [13] :</p>
      <p id="_paragraph-34">Y = a + b<sub id="_subscript-1">1</sub>X<sub id="_subscript-2">1</sub> + b<sub id="_subscript-3">2</sub>X<sub id="_subscript-4">2</sub> + b<sub id="_subscript-5">3</sub>X<sub id="_subscript-6">3</sub> + e</p>
      <p id="paragraph-6b96124e8670ea9c2bb84474845414d6">b. Uji Koefisien Determinasi (R<sup id="superscript-c8382b740bafcb3e48573a9b0cafb397">2</sup>)</p>
      <p id="_paragraph-35">Untuk menilai kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat (<italic id="_italic-23">dependent variable</italic>). Nilai koefisien determinasi / R<sup id="_superscript-5">2</sup> berada antara nol dan satu. Jika nilai koefisien determinasi mendekati angka nol berarti kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat (<italic id="_italic-24">dependent variable</italic>) sangat terbatas. Sebaliknya, apabila nilai koefisien determinasi variabel mendekati satu berarti variabel bebas (<italic id="_italic-25">independent variable</italic>) menerangkan hampir semua informasi yang dibutuhkan dalam memprediksi variasi variabel terikat (<italic id="_italic-26">dependent variable</italic>) [13].</p>
      <p id="paragraph-8d7765190b0f6c0009200a1f5b3cc1d6">c. Uji T (Uji Secara Parsial)</p>
      <p id="_paragraph-36">Untuk menunjukan pengaruh satu variabel bebas (<italic id="_italic-27">independent variable</italic>) secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat (<italic id="_italic-28">dependent variable</italic>) [13]. Signifikasi ≤ 0,05 atau 5%, maka variabel <italic id="_italic-29">independen</italic><italic id="_italic-30">t</italic>berpengaruh secara parsial terhadap variabel <italic id="_italic-31">dependen</italic><italic id="_italic-32">t</italic>, sedangkan nilai signifikasi &gt; 0,05 atau 5%, maka variabel <italic id="_italic-33">independen</italic><italic id="_italic-34">t</italic> tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel <italic id="_italic-35">dependen</italic><italic id="_italic-36">t</italic>. Atau apabila T hitung &gt; T tabel maka variabel <italic id="_italic-37">independen</italic><italic id="_italic-38">t</italic> berpengaruh secara parsial terhadap variabel <italic id="_italic-39">dependen</italic><italic id="_italic-40">t</italic>dan apabila T hitung &lt; T tabel maka variabel <italic id="_italic-41">independen</italic><italic id="_italic-42">t</italic> tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel <italic id="_italic-43">dependen</italic><italic id="_italic-44">t</italic>.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-bfe7628d520842b6f75c562c8c1d1260">
        <title>Hasil</title>
        <p id="heading-fe6274ad457d6abd3902abd7d7384b8a">A. Uji Asumsi Klasik</p>
        <p id="paragraph-878376a002050645880f515f06453c16">1. Uji Normalitas</p>
        <p id="_paragraph-38">Pada peneletian ini untuk mengetahui tingkat signifikansi data apakah berdistribusi normal atau tidak, dilakukan dengan melakukan uji normalitas menggunakan <italic id="_italic-45">One Sample Kolmogorov_Smirnov.</italic></p>
        <fig id="figure-panel-b230f8852f277653004b2379c75f756d">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title>Hasil uji One Sample Kolmograv-Smirnov</title>
            <p id="paragraph-2874ebcea14739b9439b146f0ca6e0d7" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-0558479076660fdb7ea69defd304e3be" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="761 Ijins GT3.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-39">Berdasarkan Tabel 3 nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,136 &gt; 0,05 artinya data dalam penelitian ini dapat dinyatakan telah berdistribusi normal.</p>
        <p id="paragraph-e9c47ff0c288e0df7584009f64cb956a">2. Uji Multikolinearitas</p>
        <p id="_paragraph-40">Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat sebagai berikut :</p>
        <fig id="figure-panel-46e0b6a2f69ff98154c5991aeb409eca">
          <label>Figure 4</label>
          <caption>
            <title>Uji Multikolinearitas</title>
            <p id="paragraph-7bcb9fe266c3ad2e5748a3f59a9e8da9" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-8972023c64f9683057f3fc6d065c5244" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="761 Ijins GT4.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-41">Berdasarkan Tabel 4 nilai tolerance masing-masing variabel independen &gt; 0,10 sedangkan nilai VIF &lt; 10, maka tidak terjadi multikolinearitas.</p>
        <p id="paragraph-31e50e401a2d8c6791b80ea6219d5870">3. <bold id="bold-2508e376a181c4d4670265c795087167"/>Uji Heteroskedastisitas</p>
        <p id="_paragraph-42">Dalam penelitian ini digunakan dalam mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dengan cara menggunakan scatterplot. Hasil pengujian heteroskedastisitas yang diperoleh adalah sebagai berikut :</p>
        <fig id="figure-panel-85a0447bd41a0dab2d424ecb4799cc2a">
          <label>Figure 5</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Heteroskedastisitas</title>
            <p id="paragraph-ad66b3ae30ffaf3f9f3ebad47feeb956">Output Hasil SPSS</p>
          </caption>
          <graphic id="graphic-5cad88426588d293618c0add853fb135" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="761 Ijins G1.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-45">Gambar 1 menunjukkan grafik <italic id="_italic-46">scatterplot </italic>diatas menggambarkan bahwa titik-titik data menyebar di atas dan di bawah atau disekitar angka 0, titik-titik tidak mengumpul hanya di atas atau di bawah saja, dan tidak terdapat deteksi pola tertentu, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.</p>
        <p id="paragraph-b5f4211a003b86e5c2febd5e5528bc12">4. Uji Autokorelasi</p>
        <p id="_paragraph-46">Pengukuran menggunakan Durbin Watson (D-W). Hipotesis yang akan di uji dalam penelitian ini adalah tidak terjadi autokorelasi dengan hasilnya sebagai berikut:</p>
        <fig id="figure-panel-f5daa8b487024c3799e3545e1a628a56">
          <label>Figure 6</label>
          <caption>
            <title>Uji Autokorelasi</title>
            <p id="paragraph-6dfd074211412c44b85931f4dcd24952" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-129b292f9e785a13df0d8bddd4e000fc" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="761 Ijins GT5.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-48">Berdasarkan Tabel 5 nilai Durbin-Watson sebesar 1,811, maka 1,6617 (du) 1,811 (Durbin Watson) 2,333 (4 – du) sehingga Durbin-Watson terletak antara du dan (4 – du) yang dapat diartikan tidak ada autokorelasi.</p>
        <p id="_paragraph-49">C. Pengujian Hipotesis</p>
        <p id="paragraph-646ac3d831b3292c454695710ed30d5b">1. Analisis Regresi Linear Berganda</p>
        <fig id="figure-panel-0cac75c497f3cc104952b35ccffa24df">
          <label>Figure 7</label>
          <caption>
            <title>Analisis Regresi Linear Berganda</title>
            <p id="paragraph-de202cf39c453e0677975dc626b2c67c" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-1c1cceff621aa3759799254494bac2f1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="761 Ijins GT6.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-51">Apabila nilai dari tabel 6 diatas didistribusikan maka akan diperoleh nilai sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-52">SHU = 52.278.055,720 + 19.067.714,716 CR - 318.664.191,969 ROE - 58.951.504,624 TAT + e</p>
        <p id="_paragraph-53">Dapat dilihat dari persamaan diatas konstanta sebesar 52.278.055,720 maka nilai Y ialah 52.278.055,720. Koefisien regresi variable X<sub id="_subscript-7">1</sub> sebesar 19.067.714,716 yang artinya apabila variabel lain nilainya tetap dan X<sub id="_subscript-8">1</sub> mengalami kenaikan 1%, nilai Y akan mengalami penambahan sebesar 19.067.714,716. Koefisien regresi variable X<sub id="_subscript-9">2</sub> sebesar -318.664.191,969 yang artinya apabila variabel lain nilainya tetap dan X<sub id="_subscript-10">2</sub> mengalami kenaikan 1%, maka nilai Y akan mengalami penurunan sebesar -318.664.191,969. Koefisien regresi variable X<sub id="_subscript-11">3</sub> sebesar -58.951.504,624 yang artinya apabila variabel lain nilainya tetap dan X<sub id="_subscript-12">3</sub> mengalami kenaikan 1%, maka nilai Y akan mengalami penurunan sebesar -58.951.504,624.</p>
        <p id="paragraph-01986cde611cb7293062f1cfb0448470">2. Uji Koefisien Determinasi (R<sup id="superscript-9f854d33d5cb709ca1f73a5948c9e715">2</sup>)</p>
        <fig id="figure-panel-c68779c45866bfb3fd0906931a3d9511">
          <label>Figure 8</label>
          <caption>
            <title>Uji Koefisien Determinasi (R<sup id="superscript-17af8c62b2865a2ded7b8ef8efabb28d">2</sup>)</title>
            <p id="paragraph-6c31c2662afea2f4f373e2685b8b89d3" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-a573ef02b860a48f1bf4384ab9962186" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="761 Ijins GT7.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-55">Seperti yang terlihat pada tabel 7 nilai R<sup id="_superscript-8">2</sup> sebesar 0,134. Hal tersebut menunjukkan bahwa 13,4% dari variasi variabel dependen (sisa hasil usaha) mampu dijelaskan secara bersama-sama oleh variabel independen dalam penelitian ini, yaitu likuiditas (<italic id="_italic-47">current ratio</italic>), profitabilitas (<italic id="_italic-48">return on equity</italic>), dan aktivitas (<italic id="_italic-49">total assets turnover</italic>). Sedangkan sisanya, yaitu sebesar 86,6% dari variasi sisa hasil usaha dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model.</p>
        <p id="paragraph-2dd652cf0c77de3144b90fe371bcbb98">3. Uji T (Uji Signifikan Parsial)</p>
        <p id="_paragraph-56">Berdasarkan Tabel 8 kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis ialah :</p>
        <p id="_paragraph-57">Variabel CR (X<sub id="_subscript-13">1</sub>) sebesar 2,687 &gt; 2,024, karena T hitung &gt; T tabel maka variabel <italic id="_italic-50">Current Ratio</italic> berpengaruh terhadap besarnya Sisa Hasil Usaha (Y). Variabel ROE (X<sub id="_subscript-14">2</sub>) sebesar -2,003 &lt; 2,024, yang artinya variabel <italic id="_italic-51">Return On Equity</italic> tidak berpengaruh terhadap besarnya Sisa Hasil Usaha (Y). Variabel TAT (X<sub id="_subscript-15">3</sub>) sebesar -,410 &lt; 2,024, yang artinya variabel <italic id="_italic-52">Total Assets Turnover</italic> tidak berpengaruh terhadap besarnya Sisa Hasil Usaha (Y).</p>
        <p id="_paragraph-58">Variabel CR (X<sub id="_subscript-16">1</sub>) sebesar 0,011 &lt; 0,05, karena signifikan &lt; nilai signifikan 0,05 = 0,011 &lt; 0,05, yang artinya variabel <italic id="_italic-53">Current Ratio</italic> berpengaruh terhadap besarnya Sisa Hasil Usaha (Y).Variabel ROE (X<sub id="_subscript-17">2</sub>) sebesar 0,053 &lt; 0,05, yang artinya variabel <italic id="_italic-54">Return On Equity</italic> tidak berpengaruh pada besarnya Sisa Hasil Usaha (Y). Variabel TAT (X<sub id="_subscript-18">3</sub>) sebesar 0,684 &gt; 0,05 , yang artinya variabel <italic id="_italic-55">Total Assets Turnover</italic> tidak berpengaruh terhadap besarnya Sisa Hasil Usaha (Y).</p>
      </sec>
      <sec id="heading-1895d3ffb48ac2b568edda9a5f14b437">
        <title>Pembahasan</title>
        <p id="heading-fe814b6de1d11afcc9fd1db6bbc73c33">1. Pengaruh Rasio <italic id="italic-1">Likuiditas</italic> (<italic id="italic-2">Current Ratio</italic>) terhadap Besarnya Sisa Hasil Usaha Koperasi di Kabupaten Sidoarjo</p>
        <p id="_paragraph-60">Hasil penelitian mendukung hipotesis pertama bahwa variabel Rasio <italic id="_italic-56">Likuiditas</italic> (<italic id="_italic-57">Current</italic> <italic id="_italic-58">Ratio</italic>) mempengaruhi besarnya Sisa Hasil Usaha koperasi di Kabupaten Sidoarjo. Rasio <italic id="_italic-59">Likuiditas </italic>(<italic id="_italic-60">Current Ratio</italic>) berpengaruh positif terhadap besarnya Sisa Hasil Usaha. Dari hasil analisis statistik uji T menunjukkan bahwa variabel <italic id="_italic-61">current ratio</italic> (X<sub id="_subscript-19">1</sub>) dapat meningkatkan sisa hasil usaha. Hal ini menunjukkan bahwa semakin meningkat nilai <italic id="_italic-62">current ratio</italic> maka akan semakin meningkatkan sisa hasil usaha. Apabila nilai rasio lancar dari suatu koperasi semakin tinggi, maka kemampuan koperasi dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya akan semakin mudah dan dapat memberikan jaminan ketersediaan aset lancar untuk mendukung aktivitas operasional koperasi di Kabupaten Sidoarjo, sehingga sisa hasil usaha yang diinginkan bisa tercapai. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian [14] menunjukkan Rasio <italic id="_italic-63">Likuiditas</italic> (<italic id="_italic-64">Current Ratio</italic>) berpengaruh positif dan signifikan terhadap besarnya Sisa Hasil Usaha.</p>
        <p id="paragraph-930ee862f0daa0b5b3967c57d55e71f0">2. Pengaruh Rasio <italic id="italic-fa9a043ee5f06373d41250c0294fd6cc">Profitabilitas</italic> (<italic id="italic-50dab983936a8e779d1e2466273dea37">Return On Equity</italic>) terhadap Besarnya Sisa Hasil Usaha Koperasi di Kabupaten Sidoarjo</p>
        <p id="_paragraph-61">Hasil penelitian menolak hipotesis kedua bahwa variabel Rasio <italic id="_italic-65">Profitabilitas</italic> (<italic id="_italic-66">Return On Equity</italic>) tidak mempengaruhi besarnya Sisa Hasil Usaha koperasi di Kabupaten Sidoarjo. Rasio <italic id="_italic-67">Profitabilitas </italic>(<italic id="_italic-68">Return On Equity</italic>) berpengaruh negatif terhadap besarnya Sisa Hasil Usaha. Hal ini menunjukkan bahwa semakin meningkat nilai <italic id="_italic-69">return on equity</italic> maka sisa hasil usahanya akan semakin menurun. Hal itu bisa disebabkan karena koperasi di Kabupaten Sidoarjo tidak mampu mengelola sumber daya yang dimiliki dan tidak mampu mengendalikan dan menekan biaya operasional. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya kredit macet sehingga tidak adanya peningkatan pengembalian ekuitas yang dimiliki serta laba yang dihasilkan sehingga menyebabkan pencapaian sisa hasil usaha yang kurang maksimal bahkan mengalami penurunan. Penelitian sejalan dengan hasil penelitian [15] menunjukkan Rasio <italic id="_italic-70">Profitabilitas</italic> (<italic id="_italic-71">Return On Equity</italic>) tidak berpengaruh signifikan terhadap besarnya Sisa Hasil Usaha.</p>
        <p id="paragraph-4f2dfa488c80f1de259536f936db2081">3. Pengaruh Rasio Aktivitas ( <italic id="_italic-76">Total Assets Turnover</italic> ) terhadap Besarnya Sisa Hasil Usaha Koperasi di Kabupaten Sidoarjo</p>
        <p id="_paragraph-62">Hasil penelitian tidak mendukung hipotesis ketiga bahwa variabel Rasio Aktivitas (<italic id="_italic-77">Total Assets Turnover</italic>) tidak memiliki pengaruh terhadap besarnya Sisa Hasil Usaha koperasi di Kabupaten Sidoarjo. Hal ini menunjukkan bahwa semakin meningkatnya nilai <italic id="_italic-78">total assets turnover</italic> maka sisa hasil usahanya akan semakin menurun. Tinggi rendahnya perputaran total aktiva tidak akan mempengaruhi sisa hasil usaha. Hal ini dapat disebabkan adanya pembelian aset yang tidak produktif, dan aset dikelola dengan tidak efisien sehingga aset tersebut tidak memberikan keuntungan bagi koperasi, sehingga dapat dikatakan rasio aktivitas menggunakan total assets turnover tidak mempengaruhi besarnya sisa hasil usaha. Penelitian sejalan dengan hasil penelitian [16] yang menunjukkan total assets turnover tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan sisa hasil usaha.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-d5725a69ef7595766441b969428dee0d">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-64">Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang telah digambarkan, maka dapat diketahui kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-9626e13348ed2b3de969b3d67aca227c">
        <list-item>
          <p>Rasio <italic id="_italic-79">Likuiditas</italic> secara parsial berpengaruh terhadap besarnya Sisa Hasil Usaha.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Rasio <italic id="_italic-80">Profitabilitas</italic> secara parsial tidak berpengaruh terhadap besarnya Sisa Hasil Usaha.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Rasio Aktivitas secara parsial tidak berpengaruh terhadap besarnya Sisa Hasil Usaha.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>