Application of Accounting Information System for Sales and Cash Receipts in an Effort to Improve Internal Control
Innovation in Computer Science
DOI: 10.21070/ijins.v19i.685

Application of Accounting Information System for Sales and Cash Receipts in an Effort to Improve Internal Control


Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan dan Penerimaan Kas dalam Upaya Peningkatan Pengendalian Internal

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Accounting Information System Sales Cash Recipts

Abstract

This study aims to determine the Application of Accounting Information Systems Sales and Cash Receipts in Efforts to Improve Internal Control at PT. Prime Success Prosperous. This research is a type of descriptive research with a qualitative approach. The data needed in this study include primary data and secondary data. The primary data of this study were obtained from direct interviews with parties involved in sales and cash receipts at PT. Prime Success Prosperous. While the secondary data of this research was obtained from the literature study conducted by the researcher. The results of this study indicate that the Accounting Information System of sales and cash receipts applied by PT. Perdana Sukses Makmur has been going well even though it is still manual in receiving cash. This is supported by the existence of procedures that have to do with sales and cash receipts. As well as the existence of various functions with their respective duties and responsibilities along with the completeness of documents and records in sales and cash receipts.

Pendahuluan

Sistem penjualan dan penerimaan kas adalah sistem utama yang mempunyai pengaruh yang sangat besar akan keberhasilan suatu perusahaan. Dalam suatu jenis usaha, aktivitas penjualan merupakan suatu proses sangat penting bagi keberlangsungan hidup usaha. Penerapan akuntansi yang berbasis sistem terutama pada penjualan sanga diperlukan. Karna penjualan pada perusahaan merupakan fungsi utama dalam pencapaian keberhasilan perusahaan. Hal yang dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan perusahaan dapat dinilai dari laporan penerimaan kas perusahaan. Sehingga, suatu perusahaan dinyatakan efektif jika hasil penjualan sebanding dengan keuntungan yang dicapai. Selanjutnya laba yang didapat perusahaan diserahkan kepada fungsi penerimaan kas agar dikelola dan dapat digunakan dengan baik. Maka dari itu perusahaan membutuhkan suatu pengendalian secara tepat untuk melakukan pengawasan pada bagian penjualan dan penerimaan kas [1].

Penjualan merupakan proses bisnis yang dijalankan perusahaan dalam mendapatkan laba yang ingin dicapai, lain halnya dengan penerimaan kas yaitu pendapatan yang diterima perusahaan dalam bentuk uang cash atau dalam bentuk surat berharga yang sifatnya dapat dijadikan jaminan maupun diuangkan. Pendapatan tersebut berasal dari transaksi penjualan barang maupun jasa dalam perusahaan, dari penghasilan bunga investasi, penjualan secara tunai, piutang, maupun transaksi lain yang menambah nilai kas perusahaan. Dalam neraca kas mempunyai nilai yang paling likuid, karena dalam semua transaksi yang dilakukan oleh bagian yang berwenang dalam perusahaan maupun dengan pihak di luar perusahaan sehingga sebagian besar akan mempengaruhi kas [2].

Agar dapat bertahan dan bersaing dengan perusahaan lain, perusahaan harus mempunyai fungsi manajemen yang memiliki karakter yang baik dalam meningkatkan kemampuan dalam bersaing dengan kompetitor lain. Yang diperlukan suatu perusahaan yaitu manajemen dengan kinerja yang efektif dan efisien. Karna dengan adanya manajemen dengan mutu yang baik, sehingga penyebab permasalahan diluar yang dapat menghambat proses dalam penerimaan profit perusahaan bisa dihindari.

Dalam meningkatkan keuntungan perusahaan dapat menggunakan suatu sistem yaitu sistem informasi akuntansi (SIA), sistem tersebut merupakan subsistem dari sistem informasi manajemen yang berfungsi untuk memberikan informasi mengenai akuntansi dan keuangan yang diperoleh dari transaksi yang dilakukan perusahaan setiap harinya. SIA memudahkan organisasi perusahaan dalam mendapatkan informasi-informasi yang berkaitan dengan cara meningkatkan kinerja organisasi terhadap seluruh sumber daya milik perusahaan [3].

Perusahaan memerlukan pengawasan yang tepat dalam menjaga asset yang dimilikinya agar terhindari dari hal yang merugikan seperti penyalahgunaan serta pencurian yang dilakukan oleh sumber daya manusia yang tidak memiliki tanggung jawab, sehingga sistem dan prosedur diperlukan yang untuk menjamin kelancaran aktivitas perusahaan secara efektif dan efisien. Salah satu usaha untuk menjaga keamanan aktiva perusahaan yaitu dengan pengawasan internal [4]. Dalam perusahaan terdapat sistem akuntansi penjualan dan penerimaan kas adalah salah satu subsistem yang menyediakan informasi mengenai prosedur yang digunakan dalam kegiatan penjualan serta penerimaan kas yang berasal dari transaksi penjualan guna menghindari hal-hal yang kurang menyenangkan dan memberikan dampak kerugian bagi perusahaan.

Pengendalian intern khususnya pada siklus penjualan dilakukan untuk memastikan bahwa transaksi penjualan telah dicatat dengan akurat, lengkap, dan tepat, dan memastikan bahwa hasil penjualan telah diklarifikasikan berdasarkan akun yang sesuai dan tepat, jika ada pendapatan dari luar usaha maka di tulis secara terpisah sebagai pendapatan lain-lain pada laporan laba rugi [5].

Pengendalian intern diperlukan disemua kalangan usaha, salah satunya perusahaan manufaktur. PT. Perdana Sukses Makmur merupakan perusahaan manufaktur yang kegiatannya memproduksi perlengkapan bayi. Salah satu yang mendasari pemilik perusahaan untuk memproduksi perlengkapan bayi adalah untuk kebutuhan pribadi dan juga karna adanya peningkatan jumlah kelahiran setiap tahun di kota Sidoarjo, dimana angka kelahiran atau bayi inilah yang menjadi konsumen utama dalam bidang usaha perlengkapan bayi. Dalam pemasarannya PT. Perdana Sukses Makmur menggunakan nama brand yaitu “Bumbee_Collection”. Banyaknya bisnis baru pada bidang perlengkapan bayi memunculkan rasa untuk mempertahankan posisi “Bumbee_Collection” di pasaran, untuk mendukung hal tersebut maka dibutuhkan strategi yang baik dalam perusahaan guna mencapai tujuan yang diharapkan.

Menurut hasil wawancara dengan bagian finance, bahwa dalam penjualannya PT. Perdana Sukses Makmur sudah menggunakan sistem komputerisasi. Sistem yang digunakan untuk penjualan yaitu sistem Alliance. Sistem tersebut baru mulai digunakan pada awal tahun 2019. Walaupun sudah menggunakan sistem, tetap ada kekurangan maupun kelebihan pada sistem Alliance. Kesalahan dapat terjadi akibat kelalaian atau kurang telitinya bagian admin penjualan dalam melakukan input rekapan penjualan. Sehingga sering terjadinya kesalahan, seperti retur yang disebabkan ketidak sesuaian rekapan dengan barang pesanan customer. Bahkan kesalahan juga dapat terjadi karena customer, seperti kelebihan transfer yang sering dilakukan sehingga bagian keuangan perlu melakukan refund. Selain refund, terkadang customer memanipulasi bukti transfer yang diberikan kepada admin penjualan. Hal-hal yang demikian dapat mempengaruhi laporan penerimaan kas.

Dalam hal ini perusahaan sangat perlu meningkatkan pengendalian internal terutama dalam sistem penjualan. Selain sistem penjualan, yang perlu diperhatikan juga mengenai standar perusahaan apakah sudah sesuai dengan teori atau peraturan yang berlaku dan pengawasan terhadap sumber daya manusia dalam kegiatan pencatatan yang berhubungan dengan penerimaan kas dari transaksi penjualan agar terhindar dari penyalahgunaan ataupun kerugian yang berdampak dalam perusahaan.

Berdasarkan penjelasan di atas mengenai permasalahan dalam perusahaan tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian mengenai “Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan dan Penerimaan Kas dalam upaya Peningkatan Pengendalian Internal Perusahaan pada PT. Perdana Sukses Makmur”.

Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah dipaparkan di atas dapat ditarik rumusan masalah, Bagaimana penerapan sistem informasi akuntansi penjualan dan penerimaan kas guna meningkatkan pengendalian intern pada PT. Perdana Sukses Makmur?

Metode Penelitian

Metode Penelitian

Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif, mengambil dari fenomena yang dialami oleh subjek, baik itu tingkah laku, motivasi, pemikiran, dan kejadian-kejadian yang alamiah. artinya pendekatan ini tidak bersangkut paut dengan angka [6].

Fokus Penelitian

Dalam penelitian ini berfokus pada struktur organisasi, sistem akuntansi penjualan yang dan penerimaan kas terkait dengan formulir-formulir pada sistem penjualan dan penerimaan kas PT. Perdana Sukses Makmur.

Lokasi Penelitian

Sesuai dengan permasalahan yang di kemukakan di bab sebelumnya, maka penetapan lokasi penelitian yaitu PT. Perdana Sukses Makmur yang merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi perlengkapan bayi dan beralamat di Taman Vancouver J12/16 Puri Surya Jaya Sidoarjo.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik-teknik pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Wawancara

Teknik wawancara ini dilakukan kepada bagian keuangan perusahaan.

2. Observasi

Observasi penelitian ini dilakukan secara langsung di lokasi penelitian, dengan melibatkan sumber informan maupun dokumen atau catatan akuntansi perusahaan. Dalam penelitian ini observasi yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui struktur organisasi, catatan akuntansi, dokumen dan prosedur yang berkaitan dengan sistem penjualan dan penerimaan kas serta pengendalian intern perusahaan.

3. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan merupakan kajian yang teoritis yang berasal dari referensi lain yang berkaitan dengan nilai dan budaya pada lingkungan tempat penelitian. Data yang diperoleh dari data yang revelan terhadap permasalahan yang ada nantinya akan diteliti dengan menggunakan studi pustaka lainnya dengan jurnal-jurnal, artikel dan penelitian terdahulu.

Uji Keabsahan Data

Teknik Triangulasi merupakan teknik yang digunakan dalam uji keabsahan data pada penelitian ini. Pada penelitian ini uji keabsahan yang digunakan yaitu teknik triangulasi dengan sumber, sehingga peneliti dapat membandingkan data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dari beberapa informan penelitian sebagai pembanding kebenaran informasi yang didapat [7].

Teknik Analisis Data

Teknik yang digunakan dalam analisis kualitatif mempunyai tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan [8].

a. Reduksi Data

Reduksi data merupakan teknik analisis data yang menggolongkan, mengarahkan dan memilah data yang tidak diperlukan yang nantinya digunakan untuk menarik kesimpulan. Banyaknya jumlah dan kompleksnya data memerlukan tahap reduksi dalam menganalisisnya. Dalam tahap reduksi akan dihasilkan data yang relevan yang sesuai dengan tujuan akhir penelitian.

b. Penyajian Data

Penyajian data merupakan tahap dari teknik analisis yang digunakan untuk menyusun data secara terstruktur sehingga mudah dipahami sehingga dapat menghasilkan kesimpulan. Bentuk penyajian data berupa teks naratif, matrks, grafik maupun bentuk bagan

c. Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan merupakan tahap akhir dalam teknik analisi data kualitatif dengan melihat hasil dari reduksi data. Tahap ini mempunyai tujuan untuk menemukan data mengenai hubungan, persamaan ataupun perbedaan yang untuk ditarik kesimpulan dari permasalahan dalam penelitian. Kesimpulan yang dihasilkan masih bersifat sementara, dan dapat mengalami perubahan jika tidak ditemukan bukti yang mendukung dan data tidak valid pada tahap berikutnya. Sebaliknya jika pada tahap awal data yang didapat sesuai dan bukti-bukti yang terkait benar sehingga yang dihasilkan merupakan kesimpulan yang kredibel.

Hasil dan Pembahasan

Hasil

Sistem Informasi Akuntansi Penjualan

Berdasarkan hasil wawancara, observasi serta studi kepustakaan yang telah peneliti lakukan, maka peneliti behasil mengumpulkan data-data mengenai sistem informasi akuntansi penjualan dan penerimaan kas PT. Perdana Sukses Makmur

Sistem informasi akuntansi penjualan yang di terapkan perusahaan sudah menggunakan komputerisasi. Diketahui dari wawancara yang dilakukan dengan Ibu Intan Nur Lailiyah selaku Bagian Akuntansi atas bagaimana implementasi sistem akuntansi di PT. Perdana Sukses Makmur didapat jawaban sebagai berikut :

“Sistem yang digunakan perusahaan sendiri sudah memakai sistem komputerisasi, dengan menggunakan Alliance. Namun sistem Alliance ini masih ada kekurangannya. Sistem tersebut hanya sampai fungsi penjualan saja. Selain itu, belum ada fitur untuk jurnal yg digunakan untuk membuat laporan keuangan sehingga bagian keuangan perlu menjurnal secara manual pada excel.”

Dari hasil wawancara di atas maka dapat menghasilkan beberapa hal diantaranya :

  1. PT. Perdana Sukses Makmur telah menggunakan sistem komputerisasi bernama Alliance.
  2. Sistem Alliance hanya mengakomodir fungsi penjualan saja.
  3. Sistem Alliance tidak bisa melakukan penjurnalan keuangan sehingga laporan keuangan dilakukan menggunakan program excel.

Sistem Penerimaan Kas atas Penjualan pada PT. Perdana Sukses Makmur

1. Prosedur terkait dengan penerimaan kas atas penjualan pada PT. Perdana Sukses Makmur

Berdasarkan data yang dikumpulkan mengenai sistem informasi akutansi penjualan perusahaan, peneliti ingin mengetahui bagaimana prosedur sistem penerimaan kas atas penjualan yang diterapkan perusahaan. Berdasarkan wawancara langsung oleh bagian akuntansi yaitu Ibu Intan Nur Lailiyah didapatkan hasil wawancara terkait bagaimana prosedur penerimaan kas atas penjualan pada PT. Perdana Sukses Makmur sebagai berikut.

“dalam penjualannya semua dilakukan secara tunai tidak secara kredit,namun untuk prosedurnya terbagi menjadi 2 yaitu penjualan offline dan online. Sehingga penerimaan kas secara offline dilakukan secara tunai di store dan yang kedua penerimaan dari penjualan online dimana uang yang diterima langsung masuk ke dalam rekening perusahaan.”

Berikut uraian terkait prosedur penerimaan kas atas penjualan pada PT. Perdana Sukses Makmur.

1) Prosedur penerimaan kas dari penjualan offline

Prosedur penerimaan kas secara langsung pada kasir, pembeli datang langsung ke store Bumbee_collection, pembeli dapat langsung memilih barang yang akan dibeli. Kemudian pembeli melakukan pelunasan atas barang kepada pembeli. Selain barang yang ada di store, pembeli dapat memesan barang secara pre-order, pembeli dapat memesan barang sesuai dengan motif pilihan yang disukai. Selanjutnya pembeli melakukan pembayaran untuk barang pre-order, barang dapat diambil di store ataupun dikirimkan melalui ekspedisi jika barang selesai di proses.

2) Prosedur penerimaan kas dari penjualan online

Dalam sistem penerimaan online dibagi beberapa, diantaranya yaitu shopee, tokopedia, Instagram, website dan whatsapp. Dijelaskan bagaimana penerimaan kas PT. Perdana Sukses Makmur melalui penjualan online melalui marketplace dan e-commerce sebagai berikut:

  1. Shopee dan Tokopedia, pembeli melakukan order langsung di marketplace bumbee_collection, kemudia pembeli melakukan pembayaran untuk barang pesanan yang dipilih. Penerimaan kas dari marketplace tidak langsung masuk kedalam rekening bank perusahaan, melainkan uang dari penjuaan shopee dan tokopedia masih dalam sistem tersebut. Sehingga dalam penerimaan kasnya, perusahaan perlu melakukan pencairan dana di bank.
  2. Website dan Whatsapp, dalam prosedur penerimaan kas melalui website dan whatsapp pembeli dapat melalukan order via chat dengan admin penjualan, pembeli mendapatkan format order pesanan secara otomatis yang nantinya pembeli mengisi format pesanan tersebut, selanjutnya admin penjualan memberikan totalan atas pesanan barang pembeli dan setelah itu pembeli melakukan pembayaran dengan transfer ke nomor rekening perusahaan serta memberikan bukti transfer kepada admin penjualan.

Berdasarkan penjelasan di atas mengenai prosedur penjualan dan penerimaan kas PT. Perdana Sukses Makmur, maka dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Seluruh prosedur penerimaan yang ada di PT. Perdana Sukses Makmur dilakukan secara tunai (tidak ada penjualan secara kredit) sehingga pembayaran terbagi menjadi 2 yakni secara langsung di kasir dan secara transfer.
  2. Dalam penjualan secara offline terdapat nota sebagai bukti pembayaran dan untuk penjualan secara online menggunakan bukti transfer.
  3. Dalam pembelian online, transfer hanya berlaku pada pembeli yang melakukan transaksi via website dan whatsapp sedangkan untuk shopee dan tokopedia uang yang diterima masih berada di dalam marketplace.
  4. Perusahaan perlu melakukan pencairan dana ke bank atas transaksi yang ada di marketplace (shopee, tokopedia).
  5. Bukti transfer digunakan untuk memastikan pembayaran yang dilakukan customer sudah masuk ke dalam rekening perusahaan.
  6. Pengecekan terhadap bukti transfer dengan mutasi bank perusahaan agar menghindari adanya penipuan.

2. Fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem penerimaan kas atas penjualan pada PT. Perdana Sukses Makmur

Dalam sistem penjualan dan penerimaan kas tentu terdapat beberapa fungsi-fungsi yang memiliki tanggung jawab dalam hal penjualan sehingga peneliti melakukan wawancara dengan Bapak Lutfi Dwi Kurniawan selaku Manajer Operasional, didapatkan jawaban sebagai berikut.

“Dalam sistem penerimaan kas atas penjualan fungsi-fungsi yang terkait, diantaranya fungsi penjualan, fungsi kas, fungsi gudang, fungsi pengiriman ada juga fungsi akuntansi. Adanya fungsi-fungsi tersebut sangat dibutuhkan agar penjualan berjalan secara efektif.”

Berdasarkan wawancara tersebut didapatkan hasil terkait fungsi-fungsi beserta tugasnya, maka dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Fungsi Penjualan

Fungsi ini mempunyai tanggung jawab untuk menerima order dari pembeli, mengisi nota penjualan dan menyerahkan nota penjualan kepada pembeli sebagai bukti pembayaran barang kepada fungsi kas.

b. Fungsi Kas

Fungsi kas mempunyai tanggung jawab untuk menerima nota dari penjualan cash maupun dokumen terkait bukti penjualan.

c. Fungsi Gudang

Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyiapkan barang pesanan pembeli yang nantinya akan diserahkan kepada fungsi pengiriman.

d. Fungsi Pengiriman

Dalam penjualan tunai, penyerahan barang tidak melalui fungsi pengiriman, melainkan langsung dilakukan penyerahan barang oleh fungsi penjualan kepada customer setelah melakukan pembayaran pada fungsi kas. Sedangkan dalam pembelian online, fungsi pengiriman mempunyai tugas untuk mengemas orderan customer yang telah disiapkan oleh fungsi gudang dan menyertakan lembar alamat customer untuk ditempelkan pada setiap paket yang akan dikirim kemudian barang diserahkan kepada pihak ekspedisi.

e. Fungsi Akuntansi

Fungsi ini bertanggungjawab melakukan pencatatan dan pengecekan transaksi penjualan, penerimaan kas, membuat laporan penjualan, melakukan pengecekan atas penjualan yang belum masuk dalam sistem penjualan.

Dalam siklus penjualan fungsi yang ada pada PT. Perdana Sukses Makmur memiliki tanggung jawab dan tugas masing-masing diuraikan sebagai berikut :

a. Bagian Order Penjualan

Dalam proses order penjualan tunai, fungsi penjualan menerima order dari pembeli, pembeli dapat memilih barang yang ada di store atau dapat melakukan pre-order pesanan barang dengan motif yang diinginkan. Selanjutnya fungsi penjualan membuat 2 nota, lembar 1 digunakan untuk arsip bagian penjualan dan lembar 2 diberikan kepada pembeli. Setelah pembeli memilih barang yang ada di store maka fungsi penjualan menyiapkan barang pesanan tersebut namun sebaliknya jika pembeli memilih untuk memesan barang pre-order pembeli melakukan pembayaran terlebih dahulu tetapi barang pesanan perlu di proses sehingga membutuhkan waktu beberapa hari sesuai banyaknya pesanan. Setelah transaksi tersebut selesai fungsi penjualan perlu melakukan input atas transaksi pada sistem Alliance, Kedua terdapat siklus penjualan online PT. Perdana Sukses Makmur, penjualan ini berasal dari whatsapp, instagram, shopee, tokopedia dan website perusahaan. Dalam bagian order penjualan secara online ini, pembeli dapat melakukan pemesanan barang via chat pada e-commerce yang tersedia, pembeli nantinya mendapatkan chat otomatis berupa format pesanan. Format pesanan tersebut berisi nama, alamat serta barang yang akan dipesan. Setelah form pesanan diisi oleh pembeli, admin penjualan memberikan nomor rekening kepada pembeli dan pembeli harus memberikan bukti transfer jika telah melakukan pembayaran atas pesanan. Admin penjualan mengirimkan bukti transfer kepada fungsi kas, dan melakukan input pesanan ke dalam sistem yang sama pada sistem penjualan secara tunai.

b) Bagian Kasa

Pada PT. Perdana Sukses Makmur, dalam penjualan tunai pembeli menyerahkan nota kepada bagian kasa, kemudian kasa menerima uang dari pembeli selain itu bagian kasa juga melakukan setor tunai atas penjualan atas semua transaksi tunai setiap harinya.

c) Bagian Pengiriman

Sedangkan dalam penjualan yang dilakukan secara online, pembeli melakukan pembayaran dengan transfer ke rekening perusahaan, sehingga bagian kasa bertugas melakukan input mutasi bank kedalam program excel

Dalam penjualan tunai PT. Perdana Sukses Makmur barang yang ada di store tidak diserahkan kepada bagian pengiriman, tetapi bagian penjualan yang menyerahkan barang kepada pembeli secara langsung. Sedangkan dalam proses pembelian tunai pre-order dan pembelian online. Untuk barang pre-order, barang perlu di proses mulai dari bagian potong, bagian jahit, bagian QC kemudian barang sampai pada bagian pengiriman.

Bagian admin pengiriman kemudian menyocokkan kembali kesesuaian barang yang akan dikirim dengan print out rekapan dari sistem, selain itu admin packing bertugas untuk mencetak resi untuk pembelian online. Setelah barang sesuai dan alamat sudah tercetak, bagian packing membungkus barang dan barang nantinya akan diambil oleh mobil ekspedisi.

d) Bagian Akuntansi

Pada PT. Perdana Sukses Makmur bagian kasa membuat data harian berupa excel, data tersebut berasal dari nota penjualan untuk diberikan kepada bagian akuntansi. data harian tersebut digunakan dalam pencatatan jurnal penjualan dan jurnal penerimaan kas. Setelah itu nota yang dipenjualan yang sudah dicatat diarsipkan oleh bagian penjualan. Selain itu bukti setor tunai, dicocokan dengan data harian yang ada apakah telah sesuai. agar tidak terjadi selisih data harian (dari nota penjualan) dengan kas yang ada di bank.

3. Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem penjualan dan penerimaan kas PT. Perdana Sukses Makmur

Dalam sistem penjualan secara offline maupun online PT. Perdana Sukses Makmur menggunakan dokumen-dokumen yang digunakan sebagai bukti transaksi penjualan, dan nantinya akan di lanjutkan kepada fungsi kas dan fungsi akuntansi, didapat hasil wawancara dengan Ibu Alfina Prima Evania selaku fungsi kas untuk mengetahui informasi terkait dokumen apa saja yang digunakan dalam penjualan PT. Perdana Sukses Makmur didapatkan jawaban sebagai berikut.

“dalam penjualan dokumen yang digunakan yaitu nota penjualan untuk transaksi secara tunai, kemudian format order, dan terakhir ada bukti transfer. Semua dokumen itu saya peroleh dari fungsi penjualan, yang nantinya akan saya gunakan untuk mengecek keabsahan dokumen tersebut agar tidak terjadi kekeliruan.”

Dari hasil wawancara dapat diuraikan dokumen-dokumen yang digunakan dalam penjualan dan penerimaan kas PT. Perdana Sukses Makmur meliputi :

a. Nota Penjualan Tunai

Nota penjualan tunai befungsi sebagai bukti transaksi yang dilakukan customer offline dan sebagai dokumentasi penjualan produk.

b. Format Order Pemesanan

Form order atau format order ini merupakan format pemesanan barang yang dikirim kepada customer yang melakukan transaksi dengan menggunakan marketplace ataupun e-commerce.

c. Bukti transfer

Setelah mendapat format order customer memberikan bukti pembayaran atau bukti transfer agar transaksi segera diproses. Kemudian bukti transfer ini diserahkan kepada fungsi akuntansi sebagai dokumen sumber pencatatan transaksi penerimaan kas dari penjualan.

d. Data harian , merupakan data yang menunjukkan kumpulan atau ringkasan penerimaan kas.

4. Catatan-catatan yang digunakan dalam sistem penjualan dan penerimaan kas PT. Perdana Sukses Makmur

Selain dokumen-dokumen penjualan dan penerimaan kas, diperlukan juga adanya pencatatan yang digunakan sebagai laporan penjualan dan penerimaan kas perusahaan. Peneliti melakukan wawancara dengan Ibu Intan Nur Lailiyah selaku bagian akuntansi terkait catatan apa saja yang digunakan pada PT. Perdana Sukses Makmur didapat jawaban sebagai berikut.

“Untuk pencatatan sendiri perusahaan memakai jurnal penjualan, penerimaan kas, jurnal umum, kartu persediaan. Kartu persediaan masih di otorisasi bagian gudang karena bagian gudang perlu mengkontrol barang keluar masuk digudang dan untuk mencatat persediaan yang ada di gudang .”

Dari wawancara tersebut, maka dapat menghasilkan beberapa hal terkait catatan yang digunakan yakni sebagai berikut:

  1. Jurnal penjualan, jurnal ini digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat dan merekap data penjualan setiap harinya.
  2. Jurnal penerimaan kas, jurnal ini digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat penerimaan kas/uang atas penjualan baik transfer maupun cash.
  3. Jurnal umum, jurnal ini digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat harga pokok produk yang terjual.
  4. Kartu persediaan, kartu ini digunakan oleh fungsi gudang untuk mencatat mutasi harga pokok produk yang dijual dan untuk mengawasi mutasi keluar masuk persediaan barang yang ada digudang, harusnya fungsi akuntansi yang menggunakan kartu persediaan, namun dalam perusahaan ini kartu persediaan diotorisasi oleh fungsi gudang.
  5. Kartu gudang, kartu ini digunakan oleh fungsi gudang untuk mencatat mutasi persediaan serta persediaan yang disimpan digudang.

Unsur-Unsur Pengendalian Internal Penerimaan Kas atas Penjualan pada PT. Perdana Sukses Makmur

Dalam hasil observasi terkait dengan pengendalian internal, terdapat beberapa unsur-unsur sebagai berikut :

1. Pemisahan fungsi dan tanggungjawab

Dalam wawancara yang dilakukan Bapak Lutfi Dwi Kurniawan selaku Manager Operasional terkait dengan pemisahan tugas dan wewenang pada setiap fungsi yang ada di PT. Perdana Sukses Makmur didapatkan jawaban sebagai berikut.

“terkait pemisahan fungsi memang dilakukan sesuai dengan bagian masing-masing, meliputi fungsi penjualan, fungsi kas, fungsi gudang, fungsi pengiriman dan fungsi akuntansi. Pemisahan fungsi bertujuan agar prosedur penjualan berjalan dengan efektif dan efisien.”

Dari hasil wawancara diatas maka dapat menghasilkan beberapa hal diantaranya :

  1. Pada PT. Perdana Sukses Makmur sudah terdapat pemisahan fungsi.
  2. Fungsi terkait penjualan telah sesuai dengan prosedur penjualan yang ada dan tidak terdapat perangkapan tugas.
  3. Adanya pemisahan fungsi bertujuan untuk keefektifan prosedur penjualan.

Perusahaan telah membagi fungsi sesuai dengan tanggung jawab dan tugasnya masing-masing. Hal ini dilakukan agar proses penjualan berjalan secara efektif dan efisien. Namun dengan banyaknya fungsi-fungsi terkait, tidak menutup kemungkinan terjadi kesalahan yang terjadi dalam proses penjualan. Dilakukan wawancara dengan Bapak Lutfi Dwi Kurniawan selaku Manager Operasional atas prosedur penjualan terkait kinerja fungsi penjualan didapatkan jawaban sebagai berikut.

“dalam proses penjualan tentu ada kesalahan yang terjadi, kesalahan yang sering terjadi karna kelalaian karyawan, semisal pada fungsi penjualan dimana admin penjualan masih melakukan salah input orderan di sistem seperti salah input motif pesanan ,salah alamat, salah no telepon pelanggan dan sebagainya, selain itu ada juga kesalahan fungsi pengiriman seperti salah menempelkan alamat pada barang pesanan yang sudah di packing. Sehingga kami selalu mengadakan evaluasi pada setiap fungsi, dengan mengadakan meeting dadakan oleh leader setiap fungsi yang ada.”

Dari hasil wawancara di atas maka menghasilkan beberapa hal diantaranya :

  1. Dalam kinerja, masih ada kesalahan yang sering terjadi terutama dalam fungsi penjualan dan fungsi pengiriman.
  2. Untuk meminimalisir terjadinya kesalahan manajer selalu mengevaluasi kinerja seluruh fungsi yang ada.
  3. Atasan selalu mengadakan meeting yang melibatkan leader setiap fungsi untuk menilai masing-masing kinerja individu.

2. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan dokumen yang digunakan dalam penerimaan kas atas penjualan

Peneliti melakukan wawancara dengan Ibu Intan Nur Lailiyah selaku Bagian Keuangan terkait dengan sistem otorisasi, dokumen dan catatan yang digunakan PT. Perdana Sukses Makmur, didapatkan jawaban sebagai berikut.

“pembagian tugas berasal dari hasil diskusi keputusan pimpinan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab. Terkait dokumen penjualan, nota penjualan diotorisasi oleh fungsi kas yang kemudian dilanjutkan ke fungsi gudang kemudian siap untuk dilakukan pengiriman barang pesanan. Sedangkan dalam pembelian online, rekapan yang diinput di sistem penjualan (Alliance), diotorisasi oleh fungsi kas dan fungsi akuntansi. Dan setiap harinya dilakukan pemeriksan catatan akuntansi oleh fungsi kas dan fungsi akuntansi untuk membandingkan saldo kas menurut catatan dengan saldo kas fisiknya agar terjadi kesamaan antar keduanya.”

Dari hasil wawancara di atas maka menghasilkan beberapa hal diantaranya :

  1. Pemisahan tugas pada PT. Perdana Sukses Makmur diotorisasi oleh pihak yang berwenang.
  2. Dokumen yang digunakan dalam penjualan tunai diotorisasi oleh fungsi kas, sedangkan dalam penjualan online otorisasi melibatkan fungsi akuntansi.
  3. Dilakukan pemeriksaan catatan akuntansi oleh fungsi kas dan fungsi akuntansi agar saldo kas balance dengan saldo fisik.

3. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi.

Dari hasil wawancara dengan Manajer Operasional terkait apasaja praktik sehat yang diterapkan di PT. Perdana Sukses Makmur diperoleh jawaban sebagai berikut.

“dalam menerapkan praktik sehat perusahaan cara-cara yang dilakukan perusahaan seperti adanya pembagian jobdesk yang sesuai dengan fungsi-fungsinya namun dalam perusahaan tidak diterapkan perputaran jabatan, kemudian perusahaan memberikan hak cuti bagi karyawan yang memiliki masa kerja 1 tahun, selanjutnya untuk bagian akuntansi pencatatan dilakukan sesegera mungkin, dalam penjualannya sudah menggunakan nomor urut seperti pada sistem alliance, untuk mengecek seluruh kinerja yang ada pada perusahaan atasan turun langsung ke lapangan untuk memastikan apakah sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang ada.”

Selain wawancara dengan manager operasional, peneliti juga melakukan wawancara dengan fungsi penjualan yaitu Ibu Winda Kharisma untuk mengetahui bagaimana fungsi penjualan melaksanakan tugasnya maka didapat jawaban sebagai berikut.

“dalam praktik sehat perusahaan sebenarnya fungsi penjualan telah menerapkan SOP yang berlaku dalam menjalankan prosedur penjualan, tetapi hal yang kadang terjadi kesalahan menginput rekapan disebabkan banyaknya chat via marketplace maupun e-commerce, kesalahan bukan hanya dari admin terkadang customer juga sering transfer uang lebih dari nominal yang harus dibayar sehingga perlu melakukan refund. Fungsi penjualan juga dibantu oleh fungsi kas, karna rekapan yang kami input berdasarkan nomor urut customer di sistem alliance di kroscek ulang oleh fungsi kas, untuk mencocokan mutasi bank dengan pesanan yang ada di sistem. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya kesalahan.”

Berdasarkan hasil wawancara terkait praktik kerja PT. Perdana Sukses Makmur maka dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Perusahaan sudah melakukan pemisahan tugas sesuai dengan tanggung jawab dan tugas masing-masing fungsi, sehingga tidak adanya double job.
  2. Hak cuti diberikan kepada seluruh karyawan, dengan catatan bagi karyawan yang sudah mencapai masa 1 tahun bekerja.
  3. Bagian akuntansi wajib melakukan pencatatan dengan segera mungkin.
  4. Perusahaan telah menggunakan nomor urut yang ada pada sistem alliance.
  5. Fungsi penjualan menerapkan SOP dalam melakukan transaksi yang berjalan.
  6. Fungsi kas melakukan pengecekan berulang terkait inputan admin penjualan di sistem dengan mutasi bank dari customer dan pengecekan juga terhadap nota penjualan tunai store. Hal ini dilakukan agar meminimalisir terjadinya kesalahan yang terjadi dalam proses transaksi penjualan.

4. Karyawan yang kompeten dan bertanggung jawab

Dari hasil wawancara dengan Manajer Operasional mengenai karyawan yang kompeten didapatkan jawaban sebagai berikut.

“dalam menghasilkan karyawan yang kompeten tentu perusahaan melakukan penerimaan karyawan secara objektif dan memiliki kemampuan serta keahlian di bidangnya, selain itu untuk meningkatkan keahlian dan ketrampilan karyawan perusahaan mengikutsertakan pelatihan dibidangnya, seperti workshop dan seminar-seminar terutama divisi marketing dan penjualan.”

Dari wawancara tersebut terkait karyawan yang kompeten maka didapatkan hal sebagai berikut :

  1. Perusahaan melakukan seleksi dalam penerimaan karyawan agar sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan.
  2. Ada ikesempatan bagi ikaryawan yang isudah ada iuntuk mengembangkan keterampilannya yaitu dengan mengikuti workshop, khususnya bagian penjualan dan marketing.
  3. Kinerja marketing yang baik menjadi target bagi perusahaan untuk menarik daya beli customer sehingga omset penjualan dapat meningkat.

Pembahasan

Sistem Informasi Akuntansi

Untuk memperoleh informasi mengenai kesesuaian unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi Penjualan dan Penerimaan Kas yang diterapkan PT. Perdana Sukses Makmur, maka peneliti membandingkan antara Sistem Informasi Akuntansi Penjualan dan Penerimaan Kas serta pengenalian intern PT. Perdana Sukses Makmur dengan teori yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk menjawab masalah apakah unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi Penjualan dan Penerimaan Kas serta pengendalian yang diterapkan PT. Perdana Sukses Makmur telah sesuai atau belum.

Sistem informasi akuntansi penjualan pada PT. Perdana Sukses Makmur sudah menggunakan sistem terkomputerisasi, tetapi hanya dalam penjualannya saja sehingga dalam melakukan penjurnalan keuangan dilakukan dengan menggunakan program excel hal ini dibuktikan dari hasil wawancara dengan Ibu Intan Nur Lailiyah selaku bagian akuntansi PT. Perdana Sukses Makmur.

Dalam penelitian ini sejalan dengan teori yang [9] menyatakan bahwa sistem informasi mencakup komponen sistem, yakni hardware, software dan brainware. Penelitian ini juga sejalan dengan kajian teori terdahulu [10], dimana pada laporan penerimaan kas (penjurnalan) dilakukan secara manual tidak menggunakan software akuntansi.

Seharusnya PT. Perdana Sukses Makmur dapat mengupgrade sistem alliance atau mencari referensi software akuntansi lain agar sistem penjurnalan sehingga tidak dilakukan secara manual sehingga dapat mengurangi resiko kesalahan pencatatan dan perusahaan mendapatkan laporan keuangan yang faktual.

Dalam sistem informasi akuntansi terdapat prosedur terkait sistem penerimaan kas diantaranya :

1. Prosedur penerimaan kas dari penjualan offline dan online

Seluruh prosedur penerimaan kas yang diterapkan dalam PT. Perdana Sukses Makmur dilakukan secara tunai. Dengan menggunakan nota penjualan dan bukti transfer sebagai bukti pembayaran atas transaksi. Bukti pembayaran digunakan untuk menghindari adanya kecurangan baik oleh pihak kasir maupun pembeli (dalam transaksi online). Hal ini dibuktikan oleh wawancara yang dilakukan langsung oleh Ibu Intan Nur Lailiyah selaku bagian akuntansi.

Penelitian ini sejalan dengan teori [11] terkait dengan prosedur penerimaan kas, pembeli dapat memilih langsung dan melakukan pembayaran secara tunai di kasir dan kemudian penjual menyerahkan barang kepada pembeli.

Dapat disimpulkan bahwa prosedur penjualan secara tunai yang dilakukan perusahaan Perdana Sukses Makmur yang diterapkan sejalan sesuai teori terdahulu.

2. Fungsi-fungsi dalam sistem penerimaan kas atas penjuaan

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Lutfi Dwi Kurniawan selaku Manajer Operasional bahwa penjualan yang ada pada PT. Perdana Sukses Makmur sudah melibatkan fungsi dalam setiap bagian prosedur penjualannya. Sehingga proses transaksi dapat berjalan secara efektif.

Fungsi-fungsi yang ada dalam PT. Perdana Sukses Makmur sudah memiliki tanggung jawab dan tugas masing-masing dibuktikan dalam penjelasan berikut :

a. Bagian Order Penjualan

Dalam sistem penjualan tunai pada bagian order penjualan terdapat perbedaan terhadap flowchart teori [12] , dalam menerima order penjualan dari pembeli selanjutnya mengisi faktur penjualan tunai sebanyak 3 lembar untuk diberikan kepada bagian kasa, pembeli dan bagian order penjualan, namun dalam penelitian di PT. Perdana Sukses Makmur tidak ada faktur penjualan tunai yang diberikan kepada 3 bagian tersebut, dalam proses order penjualan menggunakan nota rangkap 2 dan hanya diberikan kepada bagian penjualan dan pembeli.

Tetapi dalam kajian teori terdahulu [13] memiliki kesamaan dalam bagian order penjualan, dimana nota digunakan sebagai bukti pembayaran atas transaksi yang ada. Namun dalam penelitian tersebut penjualan semuanya dilakukan secara langsung, sedangkan dalam penelitian ini terdapat penjualan yang dilakukan secara online sehingga bukti pembayaran tidak hanya dengan nota tetapi juga ada bukti transfer dari cutomer.

b. Bagian Kasa

Dalam bagian kasa penelitian ini tidak sesuai dengan teori [14] karna seharusnya pembeli menyerahkan faktur penjualan tunai kepada bagian kasa, kemudian bagian kasa menerima uang dari pembeli dan mengoperasikan mesin register kas, kemudian bagian kasa menyerahkan pita register dan faktur penjualan tunai lembar ke 1 ke bagian pengiriman barang. Sedangkan dalam penelitian ini pembeli menyerahkan nota kepada bagian kasa, kemudian kasa menerima uang dari pembeli, kemudian nota di arsipkan dan pembeli dapat membawa barang yang ada di toko setelah melakukan pembayaran tanpa perlu mengambil di fungsi pengiriman. Dalam penjualan online pembeli melakukan pembayaran dengan transfer ke rekening perusahaan, maka bagian kasa melakukan input mutasi bank kedalam data excel dan melakukan pengecekan nominal mutasi bank dengan data yang ada di sistem alliance apakah telah sesuai.

Penelitian ini sejalan dengan kajian terdahulu [15], dimana dalam penelitian tersebut transaksi yang terjadi kemudian di input pada sistem penjualan perusahaan.

c. Bagian Pengiriman

Dalam penelitian ini tugas bagian pengiriman dengan flowchart pada halaman 34 sama yaitu menyiapkan barang dan menyesuaikan kesesuaian barang pesanan. Tetapi pada flowchart bagian pengiriman mendapatkan lembar faktur dari bagian penjualan, berbeda dengan penelitian ini dimana bagian pengiriman mendapatkan print out data dari sistem mengenai barang pesanan customer. Sehingga bagian pegiriman melakukan kesesuain barang menggunakan print out dari sistem alliance.

d. Bagian Akuntansi

Pada bagian akuntansi penelitian ini tidak sesuai dengan flowchart pada halaman 34 karna seharusnya bagian akuntansi menerima pita register dan faktur penjualan dari bagian gudang. Kemudian faktur dan pita register digunakan dalam pencatatan jurnal penjualan dan penerimaan kas, setelah itu faktur dan pita register yang diterima diarsipkan sebagai bukti transaksi. Selanjutnya bukti setor yang dilakukan kasa dari transaksi, dicocokkan kembali dengan faktur penjualan. Sedangkan dalam penelitian ini bagian akuntansi melakukan penjurnalan dengan melihat mutasi dari penjualan online dan melihat data harian dari transaksi secara tunai di store.

3. Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem penjualan dan penerimaan kas

Berdasarkan hasil wawancara dengan fungsi kas terkait dokumen yang digunakan dalam sistem penerimaan kas terdapat perbedaan dengan teori [16], seharusnya dokumen yang digunakan dalam penerimaan kas meliputi faktur penjualan tunai, pita register dan bukti setor bank. Namun dalam PT. Perdana Sukses Makmur dokumen yang digunakan dalam penjualan tunai yaitu nota penjualan, perusahaan tidak menyediakan mesin register kas sehingga bukti penjualan hanya berupa nota. Selanjutnya dalam penjualan secara online dokumen yang digunakan meliputi format order penjualan, bukti setor tunai dan data harian.

Dalam penerimaan kas, sebagian kas yang diterima masuk langsung ke dalam rekening perusahaan. Sehingga penyetoran uang tunai tidak dilakukan tiap hari ke bank, Hal demikian seharusnya tidak terjadi dikarenakan dapat terjadinya penyelewengan maupun penggelapan.

4. Catatan-catatan yang digunakan dalam sistem penjualan dan penerimaan kas

Catatan yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan kajian teori, dimana catatan-catatan yang digunakan meliputi jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, jurnal umum, kartu persediaan, dan kartu gudang.

catatan yang digunakan buku order penjualan, jurnal dan kartu gudang. Dimana catatan-catatan yang digunakan masih belum cukup lengkap. Hal ini berbeda dengan penelitian pada PT. Perdana Sukses Makmur, catatan yang di gunakan sudah sesuai dengan teori.

Unsur-Unsur Pengendalian Internal Penerimaan Kas atas Penjualan pada PT. Perdana Sukses Makmur

Unsur-unsur pokok pengendalian internal sistem informasi akuntansi penjualan pada PT. Perdana Sukses Makmur meliputi :

1. Pemisahan fungsi dan tanggungjawab

struktur organisasi perusahaan perlu untuk pembagian tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan transaksi.

2. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan dokumen yang digunakan dalam penerimaan kas atas penjualan

Sistem akuntansi penerimaan telah berjalan dengan efektif dan sesuai prosedur yang ada yaitu terdapat otorisasi terhadap transaksi yang terjadi dari pihak yang berwenang, pemisahan tugas yang dilakukan oleh masing-masing fungsi dan dilakukan pemeriksaan catatan akuntansi pada fungsi keuangan.

Dalam PT. Perdana Sukses Makmur sudah berjalan dengan baik dari sistem otorisasi terdapat pemisahan tugas dri pihak wewenang dan untuk prosedur pencatatan sudah menggunakan catatan yang sesuai dengan teori, hal ini berbeda dengan kajian terdahulu dalam pencatatan tidak diotorisasi oleh pihak yang berwenang seperti pencatatan jurnal dilakukan oleh fungsi administrasi bukan fungsi akuntansi.

3. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi

ada beberapa cara yang seharusnya dilakukan perusahaan dalam menciptakan praktik yang sehat diantaranya:

a. Penggunaan formulir bernomor urut tercetak

Hal ini terdapat pada PT. Perdana Sukses Makmur, dimana sistem alliance telah mempunyai nomor urut dan tanggal yang sesuai transaksi penjualan.

b. Cuti bagi karyawan.

PT. Perdana Sukses Makmur juga memberkan cuti bagi karyawan yang sudah mencapai masa kerja selama 1 tahun, dalam pertahun karyawan diberikan hak cuti selama 7 hari. Selain cuti pertahun, cuti hamil juga diberikan kepada karyawan yang sedang hamil selama 3 bulan.

c. Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal sampai akhir oleh satu fungsi.

seluruh transaksi penjualan yang ada pada PT. Perdana Sukses Makmur telah dijalankan oleh masing-masing fungsi terkait dengan prosedur penjualan, tanpa adanya double job.

d. Pemeriksaan yang dilakukan secara mendadak

Pada penelitian ini sejalan dengan teori dimana atasan yang langsung memantau bagaimana kinerja karyawan, serta melakukan pengecekan terhadap laporan keuangan perusahaan secara berkala.

pemeriksaan dilakukan oleh supervisor di masing-masing bagian, karena beum adanya organisasi yang bertugas dalam pemeriksaan di perusahaan.

e. Perputaran jabatan secara rutin

Hal ini tidak sesuai dengan teori, karena dalam PT. Perdana Sukses Makmur tidak ada pergantian jabatan atau perputaran jabatan seharusnya perputaran jabatan diberlakukan untuk mengindari adanya persekongkolan para atasan dalam pelaksanaan tugas.

f. Secara berkala diadakan pengecekan fisik kekayaan perusahaan dengan catatan yang ada.

Hal ini sejalan dengan teori, dalam PT. Perdana Sukses Makmur bagian akuntansi rutin melakukan pencatatan dengan segera dan juga melakukan penjagaan fisik.

g. Pembentukan organisasi yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan.

Hal ini tidak sesuai denan teori, dikarenakan pemeriksaan pada PT. Perdana Sukses Makmur dilakukan oleh atasan langsung dalam memantau kegiatan operasional maupun dalam laporan keuangannya.

4. Karyawan yang kompeten dan bertanggungjawab

untuk memperoleh karyawan yang berkompeten perusahaan melakukan penyeleksian dan menerima karyawan yang kemampuannya sesuai dengan bidang yang diperlukan perusahaan.

perusahaan mengikutsertakan para karyawan untuk mengikuti seminar-seminar dan workshop untuk membentuk tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

Bagaimanapun baiknya struktur organisasi, sistem otorisasi dan perosedur pencatatan, serta berbagai cara yang diciptakan untuk mendorong praktik kerja yang sehat, semua bergantung pada sumber daya manusia yang melaksanakannya dalam perusahaan.

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada PT. Perdana Sukses Makmur, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut :

1. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan PT. Perdana Sukses Makmur sudah menggunakan sistem komputerisasi, sedangkan dalam sistem penerimaan kas masih dilakukan secara manual.

2. Pada sistem penjualan sudah berjalan dengan baik, tetapi masih terdapat kelemahan yaitu pada fungsi penjualan, kesalahan yang sering terjadi yaitu pada penjualan online disebabkan karena banyaknya chat masuk dari e-commerce maupun marketplace sehingga sering terjadi selipan rekapan, double input pesanan dan kesalahan rekap (rekap alamat, nomor telepon,dan sebagainya).

3. Pada pelaksanaan sistem akuntansi penerimaan kas sudah berjalan dengan baik sesuai prosedur perusahaan, tidak terdapat perangkapan tugas dan wewenang dalam penjualan dan penerimaan kas. Tetapi terdapat perbedaan teori terkait dokumen yang digunakan, untuk pencatatan yang digunakan dalam perusahaan sudah sesuai dengan teori.

4. Unsur pada penerapan pengendalian intern sudah berjalan dengan baik, dimana sebagian besar unsur-unsur pengendalain yang ada pada teori telah banyak diterapkan di perusahaan. Dalam meningkatkan pengendalian terhadap kinerja karyawan, perusahaan menerapkan SOP dalam bekerja dan menerapkan absensi. Selain itu perusahaan mengikutsertakan bagian admin penjualan dan marketing dalam workshop dan seminar-seminar guna meningkatkan kinerjanya.

References

  1. “PENGARUH KESESUAIAN KOMPENSASI, SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN KEEFEKTIFAN PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KECENDERUNGAN KECURANGAN AKUNTANSI (Studi Pada Perbankan di Jakarta dan Tangerang Selatan),” J. ASET (Akuntansi Riset), 2019.
  2. Usmar, “Analisis efektivitas sistem pengendalian internal pemerintahan (survei pada pemda dki jakarta),” vol. 2, no. April, pp. 50–61, 2021.
  3. L. Widari and Sutrisno, “Pengaruh Sistem Pengendalian Internal Pemerintah dan Komitmen Organisasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah,” J. Ilm. Ilmu Ekon., 2017.
  4. K. G. Rahman, “Sistem Pengendalian Internal Dan Peran Audit Internal Terhadap Pencegahan Kecurangan,” Bongaya J. Res. Account., 2020.
  5. R. N. Rahmah and P. Haryoso, “Pengaruh Moralitas Individu, Efektifitas Pengendalian Internal, Asimetri Informasi, Ketaatan Aturan Akuntansi, Dan Perilaku Tidak Etis Terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi,” E-Journal Stie Aub, 2018.
  6. Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Cv Alfabeta. 2017.
  7. Rukin, Metodologi Penelitian Kualitatif. 2019.
  8. M. P. Dr. Wahidmurni, “Pemaparan Metode Penelitian Kualitatif,” in Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2017.
  9. Mulyadi, “Analisis Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian Intern Persediaan Bahan Baku Kain (Studi Kasus CV. Celine Productin),” Equilibiria, 2018.
  10. A. D. Windiati and N. F. Asyik, “Peranan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada UD Nanita,” J. Ilmu dan Ris. Akunt., 2017.
  11. I. Haidar, ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN BAHAN BAKU TEMBAKAU (Studi Kasus pada Pabrik PT. Ongkowidjojo Gadang Malang). 2017.
  12. “PENGARUH PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KINERJA INDIVIDU PEGAWAI DISTRO DI KOTA BANDUNG,” Diponegoro J. Account., 2015.
  13. S. Mulyati and R. Kisa, “ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN ( Studi Kasus PT. Gelflex Indonesia),” Meas. J. Akunt., 2019.
  14. dkk Mustofa, “Analisa Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Bahan Baku Dalam Kelancaran Proses Produksi (Study Kasus Pada UD. Bintang Terang Surabaya,” Akunt. UBHARA, 2015.
  15. H. R. Adawiyah, “Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku Dan Pengendalian Intern Pembelian Bahan Baku Terhadap Efektivitas Persediaan Bahan Baku Pada Pt.Ipha Laboratories,” J. Akuntansi, Audit dan Sist. Inf. Akunt., 2018.
  16. N. M. M. P. Astuti and I. B. Dharmadiaksa, “Pengaruh Efektivitas Penerapan Sistem Informasi Akuntansi, Pemanfaatan dan Kesesuaian Tugas pada Kinerja Karyawan,” J. Akunt. Univ. Udayana, 2014.