Abstract

This study aims to determine the Influence of Innovation Culture, Work Ability and Work Commitment on Productive Behavior with Job Satisfaction as an Intervening Variable in Trenggalek Banana Chips IKM. The population used was all 100 employees of Trenggalek Banana Chips IKM, and in this study 100 people were used as samples. The sampling technique used in this study was a saturated sample. Data was collected through the distribution of questionnaires. To test the hypothesis used multiple correlation coefficient (R), determinant coefficient (R2), classical assumption test, F test and t test with the help of SPSS (Statistical Program for Social Science) version 18.0. The primary data in this study were obtained from a questionnaire whose measurement was using a Likert scale which was tested for validity and reliability. The results of this study prove that the culture of innovation (X1), work ability (X2), work commitment (X3) affect the productive behavior of employees (Y). Culture of innovation (X1), work ability (X2), work commitment (X3) affect employee job satisfaction (Z). In addition, innovation culture (X1), work ability (X2), work commitment (X3) and job satisfaction (Z) have direct and indirect effects on employee productive behavior (Y).

Pendahuluan

Mengingat perkembangan dunia bisnis dan ekonomi yang semakin pesat serta kondisi persaingan masa depan yang sulit diramalkan, menyebabkan pihak manajemen harus dapat memperbaiki dan menciptakan kebijakan atau strategi yang efektif dalam mengelola usahanya agar dapat bersaing di pasar global yang dinamis (Kuncoro 2006). IKM ini tidak luput dari banyakmya pesaing yang menjual produk yang sama, di industri pembuatan keripik pisang ini juga memberikan pelayanan yang prima terhadap konsumen, meningkatkan kualitas produk serta harga untuk menarik konsumen agar membeli produknya.

[1] Selain itu pada industri keripik pisang ini juga menerapkan Budaya inovasi yang mana produk yang diciptakan memiliki berbagai macam rasa yang unik untuk menarik para konsumen agar tertarik membelinya juga sebagai ciri bahwa keripik pisang disini memiliki Inovasi [2] Dengan menjadi pribadi yang inovatif, maka juga akan mendorong pada perubahan perilaku produktif dari karyawan . Perilaku produktif menurut Suhariadim(2001) mencerminkan dua model perilaku, yaitu perilaku efektif dan perilaku efisien.

Perilaku produktif efektif adalah perilaku karyawan yang berorientasi pada pencapaian tujuan organisasi. [3] Komitmen adalah sikap kesediaan diri untuk memegang teguh visi, misi serta kemauan untuk mengerahkan seluruh usaha dalam melaksanakan tugas. (Robbins 2002:284). Robbins dan judge (2012) mendefinisikan komitmen sebagai suatu keadaan dimana seorang individu memihak organisasi serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi. [4] Komitmen juga didukung dengan kemampuan kerja, yang berarti kemampuan kerja adalah kesanggupan, kecakapan, kekuatan kita dalam berusaha melakukan suatu pekerjaan. Kemampuan bararti kapasitas seseoran individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. [5] Kepuasan kerja adalah suatu perasaan yang menyongkong atau tidak menyokong diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi dirinya.

Bulan Jenis barang Volume (Kg) Harga Satuan Per Kg Jumlah (Rp)
Januari Keripik pisang tawar dan manis 5.580 Kg 16.500 – 18.000 100.450.000
Februari - 6.725 Kg 17.000 – 18.000 117.300.000
Maret - 6.975 Kg 17.000 – 18.000 123.050.000
April - 7.725 Kg 17.000 – 18.000 136.050.000
Mei - 10.220 Kg 17.000 – 18.000 274.442.000
Juni - 10.150 Kg 19.000 – 20.000 196.350.000
Juli - 9.000 Kg 19.000 – 20.000 175.550.000
Agustus - 7.250 Kg 18.000 – 20.000 136.600.000
September - 6.675 Kg 17.000 – 20.000 117.665.000
Oktober - 6.000 Kg 18.000 – 20.000 112.200.000
November - 8.800 Kg 18.000 – 20.000 165.600.000
Desember - 8.800 Kg 18.000 – 20.000 165.600.000
Table 1.Data Omset Penjualan Periode Tahun 2018.Sumber data : Dari IKM Keripik Pisang Trenggalek

Berdasarkan data penjualan dari IKM Keripik Pisang Watulimo, Trenggalek pada periode tahun 2018, yang mengalami fluktuasi penjualan. Pada bulan Mei terjadi keinaikan penjualan, akan tetapi pada bulan Oktober terjadi penurunan penjualan Akan tetapi pada bulan-bulan berikutnya jumlah penjalan relatif stabil. Penurunan penjualan yang dialami oleh IKM Keripik Pisang ini dapat juga dipengaruhi oleh persaingan yang ketat, selain itu dapat juga dipengaruhi oleh kurannya inovasi pada produk tersebut, Selain itu faktor kemampuan kerja , komitmen kerja, perilaku produktif dan kepuasan kerja juga berperan dalam melakukan proses produksi dan juga dapat mempengaruhi penurunan dan peningkatan penjualan Keripik Pisang. Berdasarkan fakta yang diperoleh dari IKM maka alasan tersebut yang mendasari penelitian ini mengambil judul Pengaruh Budaya Inovasi, Kemampuan Kerja Dan Komitmen Kerja Terhadap Perilaku Produktif Dengan Kepuaan Kerja Sebagai Variabel Intervening pada IKM Keripik Pisang di Trenggalek.

Rumusan masalah

Dari uraian latar belakang masalah diatas, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Apakah Budaya Inovasi, Kemampuan Kerja dan Komitmen Kerja berpengaruh terhadap Perilaku Produktif ?

2. Apakah Budaya Inovasi , Kemampuan Kerja dan Komitmen Kerja berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja ?

3. Apakah Budaya Inovasi, Kemampuan Kerja dan Komitmen Kerja berpengaruh terhadap Perilaku Produktif melalui Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening?

Tujuan penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah :

  1. Untuk mengetahui pengaruh Budaya Inovasi, Kemampuan kerja dan Komitmen kerja terhadap Perilaku Produktif karyawan.
  2. Untuk mengetahui pengaruh Budaya Inovasi, Kemampuan kerja dan Komitmen kerja terhadap Kepuasan Kerja.
  3. Untuk mengetahui pengaruh Budaya Inovasi, Kemampuan kerja dan Komitmen kerja terhadap Perilaku Produktif melalui Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening.

Metode Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini berada di IKM Keripik Pisang yang berada di Dusun Karanggongso RT.34 RW.06 , Desa Tasikmadu Kecamatan. Watulimo Kabupaten Trenggalek 66382.

2. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan IKM Keripik Pisang di Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo sebanyak 100 orang.

3. Jenis dan Sumber Data

Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, karena menggunakan data penelitian berupa angka-angka dan dianalisis menggunakan statistik. Adapun sumber data penelitian terbagi dalam 2 jenis yaitu data primer yang berasal dari data responden mengenai budaya inovasi, kemampuan kerja, komitmen kerja dan perilaku produktif terhadap kepuasan kerja pada IKM Keripik Pisang Trenggalek. Dan data sekunder diperoleh dari pengumpulan data-data yang diberikan peruahaan dan data-data lain yang berhubungan dengan penelitian ini yang dapat membantu proses dalam mengerjakan penelitian ini.

4. Teknik Pengambilan Data

Teknik pengambilan data yang digunakan oleh peneliti menggunakan kuisoner atau angket.

5. Uji Validitas dan Reabilitas

Dalam mengukur validitas yaitu dengan menghitung validitas menggunakan Correlation Pearson Moment dengan cara mengkorelasikan jumlah skor faktor dengan skor total, yaitu dengan membandingkan nilai koefisien korelasi (r hitung) dengan 0,30. Suatu instrumen penelitian dapat dikatakan valid apabila nilai r hitung ˃ 0,30. Demikian pula sebaliknya, maka dikatakan tidak valid. Sedangkan untuk mengukur reliabel dapat diukur dengan membandingkan Alpha Cronbach atau alpha hitung dengan alpha tabel. Suatu variabel dapat dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach’s Alpha˃ 0,60. Demikian pula sebaliknya, maka dikatakan tidak reliabel. [6]

6. Pengujian Data

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis linier berganda dengan menggunakan software SPSS.18. Didalam penelitian ini terdapat pengujian uji asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda sebagai berikut :

A. Uji Asumsi Klasik

  1. Uji Normalitas
  2. Uji Linieritas
  3. Uji Autokorelasi
  4. Uji Heteroskedasitas
  5. Uji Multikolinieritas

B. Analisis regresi linier berganda

7. Pengujian Hipotesis

Uji hipotesis berguna untuk memeriksa atau menguji apakah koefisien regresi yang di dapat signifikan. Ada empat jenis koefisien regresi yang dapat dilakukan yaitu :

  1. Analisis Jalur
  2. Uji Simultan (uji F)
  3. Koefisien Korelasi Berganda (R)
  4. Koefisien Determinasi Berganda (R2)
  5. Uji Intervening Sobel Test

Hasil dan Pembahasan

A. Uji Validitas dan Uji Reabilitas

1. Uji Validitas

Variabel Variabel (r-hitung) kritis Sig. Keterangan
Variabel Budaya Inovasi X 1.1 0,776 0.30 0,000 Valid
X 1.2 0,726 0,000 Valid
X 1.3 0,790 0,000 Valid
X 1.4 0,694 0,000 Valid
Variabel Kemampuan Kerja X 2.1 0,729 0,000 Valid
X 2.2 0,735 0,000 Valid
X 2.3 0,468 0,000 Valid
X 2.4 0,733 0,000 Valid
X 2.5 0,666 0,000 Valid
Variabel Komitmen Kerja X 3.1 0,749 0,000 Valid
X 3.2 0,802 0,000 Valid
X 3.3 0,758 0,000 Valid
Variabel Perilaku Produktif Y .1 0,730 0,000 Valid
Y .2 0,698 0,000 Valid
Y .3 0,603 0,000 Valid
Y .4 0,671 0,000 Valid
Y .5 0,760 0,000 Valid
Variabel Kepuasan Kerja Z 1 0,647 0,000 Valid
Z 2 0,658 0,000 Valid
Z 3 0,752 0,000 Valid
Z 4 0,707 0,000 Valid
Table 2.

Pada hasil pengujian validitas menytakan bahwa seluruh pitem pernyataan kuesioner dari variabel (X), variabel (Y) dan variabel (Z) memiliki nilai koefisien korelasi diatas 0,30 (>0,30) sehingga dapat dikatakan bahwa item pernyataan kuesioner dari variabel(X),variabel (Y) dan variabel (Z) dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk menggukur variabel yang telah diteliti.

2. Uji Reabilitas

Variabel Nilai Alpha Croncbach Nilai Kritis Keterangan
Budaya Inovasi .734 0,60 Reliiabel
Kemampuan Kerja .670 0,60 Reliabel
komitmenmKerja .657 0,60 Reliabel
Perilaku Produktif .731 0,60 Reliabel
Kepuasan Kerja .630 0,60 Reliabel
Table 3.

Berdasarkan tabel diatas, dapat diperoleh nilai koefisien reliablitas Cronbach alpha pada variabel Budaya Inovasi sebesar 0,734, variabel Kemampuan Kerja sebesar 0,670, variabel komitmen Kerja sebesar 0,657, variabel Perilaku Produktif sebesar 0,731, dan Kepuasan Kerja sebesar 0,630. Dari seluruh variabel tersebut diketahui nilai koefisen reliabilitas Cronbach alpha lebih besar 0,60 , maka dapat dikatakan bahwa instrument kuisoner yang digunakan dikatakan memiliki reliabilitas.

B. Uji Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas

X terhadap Y X terhadap Z Z terhadap Y

Dari hasil pengujian normalitas pada penelitian ini menunjukkan bahwa grafik normal probability plot yang mensyaratkan jika sebaran data tersebut harus terletak pada wilayah garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Berdasarkan gambar diatas maka hasil yang didapat memenuhi syarat normal probability plot, yang artinya data dalam penelitian tersebut berdistribusi normal.

2. Uji Lineritas

Variabel F Sig. Linearity Kondisi Kesimpulan
X1 Y 10,202 0,000 Sig. < 0,05 Linier
X2 Y 9,173 0,000 Sig. < 0,05 Linier
X3 Y 7,252 0,000 Sig. < 0,05 Linier
Table 4.X terhadap Y

Variabel F Sig. Linearity Kondisi Kesimpulan
X1 Z 6,168 0,000 Sig. < 0,05 Linier
X2 Z 5,860 0,000 Sig. < 0,05 Linier
X3 Z 7,449 0,000 Sig. < 0,05 Linier
Table 5.X terhadap Z

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai sig linearity untuk variabel budaya inovasi, kemampuan kerja , komitmen kerja dan kepuasan kerja menunjukkan nilai sig linearity < 0,05, maka dikatakan hubungan antar variabell bersifat linier.

3. Uji Autokorelasi

X terhadap Y

Model Summary b

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
Dimension 0 1 ,764a ,584 ,571 2,496 1,650
Table 6.

Z terhadap Y

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
Dimension 0 1 ,634a ,402 ,384 2,482 1,676
Table 7.

Berdasarkan hasil pengujian autokorelasi pada tabel diatas diperoleh nilai DurbinnWatson (DW) sebesar 1,676 dan 1650 dengan -2<1,676<3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi pada model regresi dalam penelitian ini.

4. Uji Multikolinieritas

X terhadap Y X terhadap Z

Coefficients a
Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1 (Constant)
Budaya inovasi ,622 1,607
Kemampuan kerja ,694 1,441
Komitmen Kerja ,720 1,388
Table 8.
Coefficients a
Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1 (Constant)
Budaya inovasi ,622 1,607
Kemampuan kerja ,694 1,441
Komitmen Kerja ,720 1,388
Table 9.

Dari hasil pengujian multikolinieritas dapat diperoleh semua nilai VIF variabel Budaya inovasi, kemampuan kerja, komitmen kerja dan kepuasan kerja (<10) dari hasil tersebut maka dapat dinyatakan jika regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini bebas dari multikolinieritas.

Uji Heteroskedasitas

X terhadap Y X terhadap Z

Berdasarkan gambar yang ada diatas, maka dapat dilihatubahwaptidak terjadippola tertentu dan scatterplot titik - titik menyebar secara acak, baik di bagian atas angka nol atau dibagian bawah angka 0 dari sumbu vertical atau sumbu Y,maka dapat menunjukkan bahwa tidak terjadih heterokedastisitas.

C. Analisis Regresi Linier Berganda.

Regresi linier berganda digunakan untuk memodelkan hubungan antar variabel dependen dan variabel independen, dengan jumlah variabel independen lebih dari satu.

X terhadap Y

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 2,037 1,581 1,288 ,201
TOTALX1 ,458 ,094 ,406 4,861 ,000
TOTALX2 ,284 ,084 ,266 3,371 ,001
TOTALX3 ,374 ,110 ,264 3,408 ,001
Table 10.

X terhadap Z

Coefficients a
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 3,528 1,572 2,244 ,027
TOTALX1 ,191 ,094 ,204 2,041 ,044
TOTALX2 ,182 ,084 ,206 2,170 ,032
TOTALX3 ,433 ,109 ,369 3,975 ,000
a. Dependent Variable: TOTALZ
Table 11.

Berdasarkan hasil yang ada pada tabel diatas dapat diketahui model regresinya dari keempat variabel sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e

Y = 2,037+ 0,458 X1 + 0,284 X2 + 0,374 X3

Z = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + e2

Z= 3,528 + 0,191 X1 + 0,182 X2 + 0,433 X3

D. Pengujian Hipotesis

1. Analisis Jalur

2. Uji Simultan (Uji F)

X terhadap Y

ANOVA a
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 840,703 3 280,234 44,968 ,000b
Residual 598,257 96 6,232
Total 1438,960 99
Table 12.

X terhadap Z

ANOVA a
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 398,085 3 132,695 21,543 ,000b
Residual 591,305 96 6,159
Total 989,390 99
Table 13.

Berdasarkan hasil dari tabel diatas diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000. Dimana Ftabel diketahui sebesar 2,70. Sehingga Fhitung > Ftabel dengan nilai signifikan 0,000<0,005. Dari hasil tersebutdapat dinyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, artinya variabel bebas mempunyai pengaruh secara terkait dan simultan terhadap variabel terikat.

3. Koefisien Korelasi Berganda (Uji R)

X terhadap Y

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
Dimension 0 1 ,764a ,584 ,571 2,496 1,650
Table 14.

X terhadap Z

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
Dimension 0 1 ,634a ,402 ,384 2,482 1,676
Table 15.

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan menggunakan regresi linier berganda diatas dengan bantuan statistic menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar = 0,764 dan 0,634. Berdasarkan kriteria korelasi diatas, maka dapat dinyatakan bahwa korelasi atau hubungan yang kuat antara variabel bebas dengan variabel lainnya.

4. Koefisien Determinan R

X terhadap Y

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
Dimension 0 1 ,764a ,584 ,571 2,496 1,650
Table 16.

X terhadap Z

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
Dimension 0 1 ,634a ,402 ,384 2,482 1,676
Table 17. Sumber : Output Data SPSS, 25.0

Berdasarkan analisis yang dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program statistic SPSS diperoleh nilai koefisien determinan (R Square) sebesar 0,584 dan 0.402. Hal ini menunjukkan bahwa variabel budaya inovasi, kemampuan kerja, komitmen kerja dapat mempengaruhi perilaku produktif sebesar 58,4% sedangkan 41,6% di pengaruhi oleh variabel bebas lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian, sebesar 40,2% sedangkan 59,8% di pengaruhi oleh variabel bebas lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

5. Uji Intervening

a. Pengaruh budaya inovasi (X1) terhadap perilaku produktif(Y) melalui kepuasan kerja (Z) sebagai variabel intervening

Adapun formula menghitung besarnya pengaruh tidak langsung dengan Sobel Test sebagai berikut:

Standart error dari koefisien indirect effect (Sab).

Sab = √𝒃𝟐𝑺𝒂𝟐 + 𝒂𝟐𝑺𝒃𝟐 + 𝑺𝒂𝟐𝑺𝒃𝟐

Sab = √(0.549)2(0.087)2 + (0.467)2(0.082)2 + (0.087)2(0.082)2

Sab = √(0.0022813) + (0.00146643) + (0.00005089)

Sab = 0.003799

Dimana :

Sab = Standar error tidak langsung

a = koefisien regresi yang menggambarkan pengaruh X1 terhadap Z

b = Koefisien regresi yang menggambarkan pengaruh Z terhadap Y

Sa = Standart error dari koefisien b

Sb = standart error dari koefisien a

Berdasarkanphasil perkalian ab dapat digunakan untuk menghitung uji t statistik pengaruh intervening dengan rumus sebagai berikut:

ab 0,467 x 0,549 t = = = 67,49357sab 0,003799
Table 18.

Dengan mengikuti t tabel dengan tingkat signifikan 0,05 yaitu sebesar 1,660, maka dapat disimpulkan bahwa thitung > ttabel (67,49357 > 1.660) yang berarti bahwa koefisien intervening sebesar 67,49357 signifikan dan ada pengaruh intervening kepuasan kerja dalam hubungan variabel budaya inovasi terhadap perilaku produktif.

b. Pengaruh kemampuan kerja (X2) terhadap perilaku produktif (Y) melalui kepuasan kerja (Z) sebagai variabel intervening.

Adapun formula menghitung besarnya pengaruh tidak langsung dengan Sobel Test sebagai berikut:

Standart error dari koefisien indirect effect (Sab).

Sab = √𝒃𝟐𝑺𝒂𝟐 + 𝒂𝟐𝑺𝒃𝟐 + 𝑺𝒂𝟐𝑺𝒃𝟐

Sab = √(0,627)2(0.0.92)2 + (0.411)2(0.079)2 + (0.092)2(0.079)2

Sab = √(0.00332744) + (0.00105424) + (0.00005282)

Sab = 0.004435

Dimana :

Sab = Standar error tidak langsung

a = koefisien regresi yang menggambarkan pengaruh X2 terhadap Z

b = Koefisien regresi yang menggambarkan pengaruh Z terhadap Y

Sa = Standart error dari koefisien b

Sb = standart error dari koefisien a

Berdasarkan hasil perkalian ab dapat digunakan untuk menghitung uji t statistik pengaruh intervening dengan rumus sebagai berikut:

ab 0,411 x 0,627t = = = 58,1118 sab 0,004435
Table 19.

Dengan mengikuti t tabel dengan tingkat signifikan 0,05 yaitu sebesar 1,660 maka dapat disimpulkan bahwa thitung > ttabel ( 58,1118 >1.660 ) yang berarti bahwa koefisien intervening sebesar 58,1118 signifikan dan ada pengaruh intervening kepuasan kerja dalamphubungan variabel kemampuan kerja terhadap perilaku produktif.

c. Pengaruh komitmen kerja (X3) terhadap perilaku produktif (Y) melalui kepuasan kerja (Z) sebagai variabel intervening.

Adapun formula menghitung besarnya pengaruh tidak langsung dengan Sobel Test sebagai berikut:

Standart error dari koefisien indirect effect (Sab).

Sab = √𝒃𝟐𝑺𝒂𝟐 + 𝒂𝟐𝑺𝒃𝟐 + 𝑺𝒂𝟐𝑺𝒃𝟐

Sab = √(0.651)2(0.098)2 + (0.629)2(0.102)2 + (0.098)2(0.102)2

Sab = √( 0,00407018) + (0,00411625) + (0.00009992)

Sab = 0,008286

Dimana :

Sab = Standar error tidak langsung

a = koefisien regresi yang menggambarkan pengaruh X3 terhadap Z

b = Koefisien regresi yang menggambarkan pengaruh Z terhadap Y

Sa = Standart error dari koefisien b

Sb = standart error dari koefisien a

Berdasarkan hasil perkalian ab dapat digunakan untuk menghitung uji t statistik pengaruh intervening dengan rumus sebagai berikut:

ab 0,651 x 0,629t = = = 49,41607sab 0,008286
Table 20.

Dengan mengikuti t tabel dengan tingkat signifikan 0,05 yaitu sebesar yaitu sebesar 1,660 maka dapat disimpulkan bahwa t hitung > t tabel ( 49,41607 > 1.660 ) yang berarti bahwa koefisien intervening sebesar 49,41607 signifikan dan ada pengaruh intervening kepuasan kerja dalam hubungan variabel komitmen kerja terhadap perilaku produktif.

E. Pembahasan

1. Hipotesis Pertama : Budaya Inovasi (X1), Kemampuan kerja (X2), dan Komitemen kerja (X3) berpengaruh terhadap Perilaku produktif.

Hasil analisis data membuktikan bahwa Budaya Inovasi (X1), Kemampuan kerja (X2), dan Komitemen kerja (X3) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku produktif pada IKM kripik pisang di trenggalek.

Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Anastasia Ekawati ,.(2014), Syafruddin Chan3.(2017), Noerhayati Amirullah4.(2017). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya inovasi, kemampuan kerja dan komitmen kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perlilaku produktif karyawan, budaya inovasi yang baik akan membawa dampak pada perilaku produktif karyawan yang meningkat, begitu juga komitmen kerja dan kemampuan kerja yang baik juga akan membawa dampak yang baik pada perilaku produktif karyawannya.

Dengan demikian, ini dapat dinyatakan budaya inovasi, kemampuan kerja, dan kemotmen kerja yang terus di tingkatkan dan semakin di kembangkan akan mendorong perilaku produktif IKM kripik pisang di trenggalek. Sehingga dapat dikatakan bahwa budaya inovasi, kemampuan kerja, dan komitmen kerjalyang baik akannmembawaodampakpyang positif bagi perilakuproduktif di IKM kripik pisang di trenggalek.

2. Hipotesis Kedua : Budaya Inovasi (X1), Kemampuan kerja (X2), dan Komitemen kerja (X3) berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja.

Berdasarkan hasil analisis data membuktikan bahwaPBudaya Inovasi (X1), Kemampuan kerja (X2), dan Komitemen kerja (X3)berpengaruhsecara positif dan signifikan terhadap Kepuasan kerja pada IKM kripik pisang di trenggalek.

Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Dewie Triwijayanti Wardono.( 2014) yang berjudul “ Budaya Inovasi, dan Kemampuan kerja terhadap Kepuasan kerja” didukung juga oleh penelitian yang dilakukan oleh Zakiul Amri Rizqina1, Muhammad (2017) yang berjudul “Pengaruh Budaya Inovasi, Kemampuan Kerja, Dan Komitmen Kerja Terhadap Kepuasan Kerja karyawan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas Sabang (Bpks)”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Budaya inovasi, Kemampuan kerja dan Komitmen kerja, berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.

Dengan demikian, ini dapat dinyatakan budaya inovasi, kemampuan kerja, dan komitmen kerja yang terus di tingkatkan dan semakin di kembangkan akan mendorong kepuasan kerja yang akan berdampak pada kemajuan usaha, sehingga perusahaan akan semakin menciptakan ide-ide yang inovatif di IKM kripik pisang di trenggalek. Sehingga dapat dikatakan bahwa budaya inovasi, kemampuan kerja, dan komitmen kerja yang baik akan membawa dampak yang positif bagi kepuasan kerja di IKM kripik pisang di trenggalek.

3. Hipotesis Ketiga : Budaya Inovasi (X1), Kemampuan kerja (X2), dan Komitemen kerja (X3)  berpengaruh terhadap Perilaku produktif (Y) melalui Kepuasan kerja (Z) sebagai Variabel intervening

Berdasarkan hasil analisis membuktikan bahwa budaya inovasi, kemampuan kerja, dan komitmen kerjalberpengaruh secara langsung (direct affect)ldan berpengaruhltidak langsung (indirect affect) terhadap perilaku produktif dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Variabel budaya inovasi, kemampuan kerja, dan komitmen kerja berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Serta ada pengaruh tidak langsung antara variabel budaya inovasi, kemampuan kerja, dan komitmen kerja terhadap perilaku produktif melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening.

Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Nadzirah Ikasari, Taufik Nur, Noerhayati Amirullah.(2017) yang berjudul “ Pengaruh kemampuan kerja, Komitmen kerja terhadap Perilaku Produktif dengan Kepuasan kerja sebagai Variabel Intervening, dengan kemampuan kerja karyawan yang baik begitu juga komitmen karyawan untuk bekerja diperusahaan baik maka akan menciptakan perilaku produktif karyawan yang baik, yang tentunya akan mempengaruhi kepuasan karyawan yang meingkat.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Budaya inovasi, Kemampuan Kerja, dan Komitmen kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku produktif karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening.

Kesimpulan

Dari hasil analisis data, hipotesis penelitian serta pembahasan yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnya, maka penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

  1. Budaya Inovasi, Kemampuan Kerja, dan Komitmen Kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Perilaku Produktif Karyawan
  2. Budaya Inovasi, Kemampuan Kerja, dan Komitmen Kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan.
  3. Budaya Inovasi, Kemampuan Kerja dan Komitmen Kerja berpengaruh secara langsung dan berpengaruh secara tidak langsung terhadap perilaku produktif dengan Kepuasan Kerja sebagai variabel intervening.

References

  1. Anastasia Ekawati,dkk, Pengaruh Gaya Kepemipinan dan Budaya Inovatif terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya. Jurnal Ilmu Manajemen. Vol 2, nomor 3 Juli 2014.
  2. Luthans, Fred . 2012. Perilaku Organisasi Edisi ke 10 . Yogyakarta : ANDI.Mangkunegara, Anwar Prabu . 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Cetakan ke – 14 .Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
  3. Nurul Chairany,Nadzirah Ikasari dkk.2017. Analisis Pengaruh Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Perusahaan melalui Perilaku Produktif Karyawan. Universitas Muslim Indonesia. JIEM Vol.2 No.1, April 2017.
  4. Bangun, Wilson. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga.
  5. Dudung Abdullah.2016.Pengaruh Pengembangan Karir dan Kepuasan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan. Jurnal Ilmiah Manajemen & Akutansi tahun 2016 Vol.3 No.2 ISSN :2356-3923
  6. Handoko, Hani . 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : BPFE.
  7. Hasibuan, Melayu S.P. 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia , Jakarta : Bumi Aksara.
  8. Achmad Badjuri Jaeni.2013. Pengaruh Komitmen Terhadap Kepuasaan Kerja Auditor dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Bisnis dan Ekonomi Universitas Stikubank. JBE, September 2013, Hal.150-170 ISSN :1412-3126
  9. Sugiono . 2016. Metode Penelitian Manajemen. Bandung : Alfabeta.
  10. Suparyadi, 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia ,.Edisi kesatu, Yogyakarta : CV. Andi Offset.