<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Effect of Company Size, Profitability and Financial Laverage on Income Smoothing Practices with Good Corporate Governance as Moderating Variables in Manufacturing Companies in the Consumer Goods Industry Sector Listed on the Indonesia Stock Exchange</article-title>
        <subtitle>Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas Dan Financial Laverage Terhadap Praktik Income Smoothing Dengan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Pemoderasi Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-dee73b9fac1d80ff54a3603a62eb2129" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Nurani</surname>
            <given-names>Etika Vira</given-names>
          </name>
          <email>viraetika@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-e4837b2ff777c33d01c045fa7f61f05a" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Maryanti</surname>
            <given-names>Eny</given-names>
          </name>
          <email>enymaryanti@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-10-30">
          <day>30</day>
          <month>10</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-740ce5cb22a7b927e26a5d9a0d265819">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun buku bersangkutan. Laporan keuangan merupakan media komunikasi yang digunakan untuk menghubungkan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan dan merupakan salah satu bentuk dari pertanggungjawaban perusahaan terhadap seluruh <italic id="_italic-40">stakeholder</italic> perusahaan. Pada laporan keuangan tersebut terdapat banyak informasi yang dibutuhkan oleh para <italic id="_italic-41">stakeholder</italic>, terutama adalah informasi tentang laba. Informasi laba diharapkan cukup kaya untuk merepresentasikan kinerja perusahaan, membantu mengestimasi kemampuan laba yang representatif dalam jangka panjang, dan menaksir risiko investasi atau meminjamkan dana [1].</p>
      <p id="_paragraph-14">Kecenderungan untuk memperhatikan laba yang terdapat dalam laporan laba rugi yang ditentukan banyak peneliti. Situasi ini didasari oleh manajemen terutama dari kalangan manajemen yang kinerjanya diukur berdasarkan informasi tersebut, sehingga mendorong timbulnya <italic id="_italic-42">disfunctional behaviour</italic>. Adapun bentuk perilaku yang tidak semestinya yang timbul dalam hubungannya dengan laba adalah praktik <italic id="_italic-43">income smoothing</italic> [2].</p>
      <p id="_paragraph-15"><italic id="_italic-44">Income smoothing</italic> merupakan fenomena umum yang bertujuan untuk mengurangi variabilitas atas laba yang dilaporkan guna menguragi resiko pasar atas saham perusahaan. Tindakan <italic id="_italic-45">income smoothing</italic> ini telah dianggap tindakan yang logis dan rasional, namun bisa merugikan pihak lain [3]. Tentu saja, karena tindakan <italic id="_italic-46">income smoothing</italic> bisa membohongi pihak-pihak yang menggunakan informasi yang diberikan, sehingga bisa menyesatkan dalam pengambilan keputusan terkait informasi tersebut.</p>
      <p id="_paragraph-16">Allah SWT menegaskan dalam surah An-Nisa’ ayat 29 :</p>
      <p id="_paragraph-17">
        <bold id="_bold-12">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-18">
        <bold id="_bold-13"> (29) </bold>
        <bold id="_bold-14">كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-19">“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan peniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu”</p>
      <p id="_paragraph-20">Hal ini berkaitan dengan praktik <italic id="_italic-47">income smoothing</italic>, dimana konflik kepentingan terjadi antara pihak manajer (<italic id="_italic-48">agent</italic>) dan pemilik (<italic id="_italic-49">principle</italic>) terkait perbedaan informasi yang mereka peroleh. Di tengah keadaan demikian, maka pihak manajer memiliki kesempatan demi memakmurkan kepentingan tersendiri untuk memanipulasi laporan keuangan yang akan ditampilkan. Hal ini dapat merugikan investor dalam pengambilan keputusan ketika mereka tidak menyadari adanya <italic id="_italic-50">income smoothing</italic> yang dilaporkan [4].</p>
      <p id="_paragraph-21">Ada beberapa faktor yang mempengaruhi <italic id="_italic-51">income smoothing </italic>salah satunya adalah ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan adalah skala untuk menentukan besar kecilnya perusahaan [5]. Hasil penelitian dari [6] menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap <italic id="_italic-52">income smoothing.</italic> Hasil ini di dukung oleh penelitian [7] yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-53">income smoothing</italic>. Tetapi hasil tersebut tidak sejalan dengan penelitian [8] menemukan bahwa ukuran perusahaan tidak mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap tindakan <italic id="_italic-54">income smoothing</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-22">Faktor berikutnya yang mempengaruhi <italic id="_italic-55">income smoothing </italic>adalah profitabilitas. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva, maupun modal sendiri. Selain itu profitabilitas juga dapat digunakan untuk mengetahui efektifitas perusahaan dalam mengelola sumber-sumber yang dimilikinya [9]. Hasil dari penelitian [10] menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap tindakan <italic id="_italic-56">income smoothing</italic>. Hasil ini didukung oleh penelitian [11] dan penelitian [12] yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-57">income smoothing</italic>. Tetapi hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh [13], dalam penelitiannya menemukan bahwa profitabilitas tidak mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap praktik <italic id="_italic-58">income smoothing</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-23">Faktor lainnya yang mempengaruhi <italic id="_italic-59">income smoothing </italic>adalah <italic id="_italic-60">financial laverage. Financial laverage </italic>merupakan proporsi atas penggunaan utang untuk membiayai investasinya. Perusahaan yang tidak mempunyai <italic id="_italic-61">laverage </italic>berarti menggunakan modal sendiri 100% [14]. Hasil penelitian [15] menunjukkan bahwa <italic id="_italic-62">financial laverage </italic>berpengaruh terhadap praktik <italic id="_italic-63">income smoothing</italic>. Hasil penelitian ini mendukung penelitian oleh [16] dan penelitian [17] yang menyatakan bahwah <italic id="_italic-64">financial laverage </italic>berpengaruh terhadap <italic id="_italic-65">income smoothing</italic>. Sementara itu dalam penelitiannya [18] menemukan bahwa <italic id="_italic-66">financial laverage </italic>tidak berpengaruh signifikan terhadap praktik <italic id="_italic-67">incomme smoothing.</italic></p>
      <p id="_paragraph-24">Dari hasil penelitian terdahulu yang tidak konsisten peneliti menambahkan variabel moderasi yaitu <italic id="_italic-68">good corporate governance. Good corporate governance </italic>dapat didefinisikan sebagai perangkat pengaturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus (pengelola) perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, karyawan serta para pemegang kepentingan internal dan eksternal lainnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan [17]. Hasil penelitian dari [19] menunjukkan bahwa <italic id="_italic-69">good corporate governance</italic> tidak memoderasi ukuran perusahaan terhadap praktik <italic id="_italic-70">income smoothing.</italic> Hasil penelitian selanjutnya oleh [20] menyatakan bahwa <italic id="_italic-71">good corporate governance </italic>yang memperkuat pengaruh hubungan negatif profitabilitas terhadap praktik <italic id="_italic-72">income smoothing.</italic> Hasi penelitian lainnya dari [21] menemukan bahwa <italic id="_italic-73">good corporate governance </italic>sebagai variabel pemoderasi memperlemah pengaruh hubungan positif <italic id="_italic-74">laverage </italic>pada <italic id="_italic-75">income smoothing</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-25">Berdasarkan dari beberapa penelitian sebelumnya terdapat hasil berbeda-beda dan tidak konsisten, sehingga perlu dilakukan penelitian kembali. Penggunaan variabel moderating yang memperkuat dan memperlemah sebuah penelitian diharapkan dapat meminimalisir hasil penelitian terdahulu yang dianggap tidak konsisten.</p>
      <p id="_paragraph-26">Penelitian ini menggembangkan penelitian [22] yang menggunakan ukuran perusahaan, profitabilitas, dan <italic id="_italic-76">financial </italic>laverage. Perbedaan dengan penelitian yang sekarang yaitu pada penambahan variabel moderating <italic id="_italic-77">good corporate </italic><italic id="_italic-78">governance.</italic> Oleh karena itu penulis termotivasi untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan memfokuskan objek penelitian pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pada penelitian ini, peneliti memilih sektor industri barang konsumsi karena perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi memproduksi kebutuhan pokok yang paling dibutuhkan oleh masyarakat seiring dengan bertambahnya pertumbuhan penduduk di Indonesia.</p>
      <p id="_paragraph-27">Dari uraian latar belakang tersebut, maka penulis tertarik mengambil judul “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas Dan <italic id="_italic-79">Financial Laverage </italic>Terhadap Praktik <italic id="_italic-80">Income Smoothing</italic> Dengan <italic id="_italic-81">Good Corporate Governance</italic> Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2018) ”.</p>
      <p id="_paragraph-28">Rumusan Masalah </p>
      <p id="_paragraph-29">Berdasarkan uraian latar belakang yang dikemukakan diatas, adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-4206278460589b273553bebf14e7e25c">
        <list-item>
          <p>Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap praktik <italic id="_italic-82">income smoothing</italic>?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah profitabilitas berpengaruh terhadap praktik <italic id="_italic-83">income smoothing</italic>?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah <italic id="_italic-84">financial laverage </italic>berpengaruh terhadap praktik <italic id="_italic-85">income smoothing</italic>?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah <italic id="_italic-86">good corporate governance </italic>dapat memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan terhadap praktik <italic id="_italic-87">income smoothing</italic>?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah <italic id="_italic-88">good corporate governance </italic>dapat memoderasi hubungan antara profitabilitas terhadap praktik <italic id="_italic-89">income smoothing</italic>?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah <italic id="_italic-90">good corporate governance </italic>dapat memoderasi hubungan antara <italic id="_italic-91">financial laverage </italic>terhadap praktik <italic id="_italic-92">income smoothing</italic>?</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-30">Tujuan Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-31">Berdasarkan latar9belakang dan rumusan9masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-4de0c7fddb3df0a5880a3e2e93252180">
        <list-item>
          <p>Untuk mengetahui ukuran perusahaan berpengaruh terhadap praktik <italic id="_italic-93">income smoothing</italic>.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Untuk mengetahui profitabilitas berpengaruh terhadap praktik <italic id="_italic-94">income smoothing</italic>.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Untuk mengetahui <italic id="_italic-95">financial laverage </italic>berpengaruh terhadap praktik<italic id="_italic-96"> income smoothing</italic>.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Untuk mengetahui sejauh mana <italic id="_italic-97">good corporate governance </italic>dapat memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan terhadap praktik<italic id="_italic-98"> income smoothing</italic>.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Untuk mengetahui sejauh mana <italic id="_italic-99">good corporate governance </italic>dapat memoderasi hubungan antara profitabilitas terhadap praktik <italic id="_italic-100">income smoothing</italic>.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Untuk mengetahui sejauh mana <italic id="_italic-101">good corporate governance </italic>dapat memoderasi hubungan antara <italic id="_italic-102">financial laverage </italic>terhadap praktik <italic id="_italic-103">income smoothing</italic>.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="heading-44a7901f6f01a9de60574e857beddf31">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-33">Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan data sekunder sebagai sumber data [23]. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laporan Keuangan tahunan Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2018. Penelitian ini menganalisa dan menjelaskan Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas Dan Financial Laverage Terhadap Praktik Income Smoothing Dengan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Pemoderasi<italic id="_italic-104">.</italic></p>
      <p id="_paragraph-34">Indikator Variabel</p>
      <p id="paragraph-32cbc8c57c9bf28c87138ee290731be4">Ukuran Perusahaan</p>
      <p id="_paragraph-35">Ukuran perusahaan adalah skala untuk menentukan besar kecilnya perusahaan. Ukuran perusahaan dihitung dengan menggunakan <italic id="_italic-105">logaritma natural </italic>dari total aktiva, sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-36">Ukuran perusahaan = = .......% [24]</p>
      <p id="paragraph-f7c460df87c689bf26f7aee6fa0bb0c1">Profitabilitas</p>
      <p id="_paragraph-37">Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba. Rasio ini diukur dengan rasio antara laba bersih dan total aset. Laba bersih merupakan jumlah laba setelah dikurangi pajak. Skala pengukurannya adalah skala rasio dengan rumus:</p>
      <p id="_paragraph-38">[25]</p>
      <p id="paragraph-7c86ec77fbf53686bec3306017e41772">
        <italic id="italic-5e0cd881974367e57eaba890894b4ba6">Financial laverage</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-39"><italic id="_italic-106">Financial laverage </italic>merupakan proporsi atas penggunaan utang untuk membiayai investasinya. Dalam mempertimbangkan pengaruh resiko keuangan terhadap praktik <italic id="_italic-107">income smoothing </italic>yang dilakukan manajemen perusahaan, model penelitian ini menggunakan <italic id="_italic-108">Debt to Equity Ratio </italic>dengan rumus:</p>
      <p id="_paragraph-40"><italic id="_italic-109">DER = </italic>[26]</p>
      <p id="paragraph-65fc736906c449c80af38ef3a2afa30b">Variabel Dependen</p>
      <p id="_paragraph-41">Variabel dependen merupakan variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perataan laba (<italic id="_italic-110">income smoothing</italic>). <italic id="_italic-111">income smoothing </italic>merupakan upaya yang sengaja dilakukan untuk memperkecil atau fluktuasi pada tingkat laba yang dianggap normal bagi suatu perusahaan [27]. Untuk mengetahui apakan perusahaan melakukan tindakan perataan laba, peneliti dapat menggunakan rumus eckel.</p>
      <p id="_paragraph-42">Tindakan <italic id="_italic-112">income smoothing </italic>diuji dengan indeks Eckel.Adapun untuk menghitung <italic id="_italic-113">income smoothing index </italic>dapat menggunakan rumus sebagai berikut [28]:</p>
      <p id="_paragraph-43">Indeks Perataan Laba =</p>
      <p id="_paragraph-44">Keterangan :</p>
      <p id="_paragraph-45">=Perubahan laba dalam satu periode</p>
      <p id="_paragraph-46">=Perubahan penjualan dalam satu periode</p>
      <p id="_paragraph-47">CV=Koefisien variasi dari variabel, yaitu standar devisiasi dibagi dengan rata-rata perubahan laba (I) atau penjualan (S)</p>
      <p id="_paragraph-48">Dimana</p>
      <p id="_paragraph-49">Keterangan :</p>
      <p id="_paragraph-50">= Perubahan penghasilan bersih/laba (I) atau penjualan (S) antara tahun n dengan tahun n-1</p>
      <p id="_paragraph-51">=Rata-rata perubahan penghasilan bersih/laba (I) atau penjualan (S) antara tanun n dengan tahun n-1</p>
      <p id="_paragraph-52"><italic id="_italic-114">n =</italic>Banyaknya tahun yang diamati</p>
      <p id="_paragraph-53">Setelah CV dan CV diketahui, masing-masing perusahaan diberi status. Perusahaan yang memiliki indeks &lt;1 dikategorikan sebagai perusahaan yang melakukan indeks perataan laba sehingga termasuk dalam kategori 1, sedangkan yang &gt;1 dikategorikan tidak melakukan perataan laba sehingga termasuk dalam kategori 0.</p>
      <p id="paragraph-e867bbc27b99747c2b6cb5d54242355d">Variabel Moderasi</p>
      <p id="_paragraph-54">Variabel moderasi merupakan variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya. Variabel moderasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tata kelola perusahaan (<italic id="_italic-115">good corporate governance</italic>). <italic id="_italic-116">Good corporate governance </italic>adalah suatu mekanisme yang mampu memberikan aturan dan kendali perusahaan guna menciptakan nilai tambah [29]. Penerapan <italic id="_italic-117">good corporate governance </italic>diukur melalui ukuran dewan komisaris. Ukuran dewan komisaris yang dimaksud disini adalah banyaknya jumlah anggota dewan komisaris dalam suatu perusahaan [30].</p>
      <p id="_paragraph-55">Sampel </p>
      <p id="_paragraph-56">Menurut [31] populasi adalah sekelompok orang, kejadian, atau benda yang memiliki karakteristik tertentu dan dijadikan objek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018.</p>
      <p id="_paragraph-57">Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh suatu populasi [32]. Dalam penelitian ini sampel dilakukan teknik <italic id="_italic-118">purposive sampling </italic>dengan kriteria sebagai berikut :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-31d44c4c52193177e9035c3efcc5a939">
        <list-item>
          <p>Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang tidak terdaftar berurut-urut di Bursa Efek Indonesia.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang tidak mempublikasikan laporan keuangan dan data pendukung laporan keuangan secara berurut-urut di Bursa Efek Indonesia.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Laporan keuangan yang dibutuhkan dalam mata uang Rupiah (Rp) untuk mempermudah penelitian karena perusahaan yang diteliti yaitu perusahaan dalam negeri (domestik).</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-59" />
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Sampel Penelitian</title>
          <p id="_paragraph-60" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-e03a6712d2a8afa6c95e702dfdc3aa2b">
              <td id="table-cell-888396aa0acd670c0036a0d2f6fe5ce4">No</td>
              <td id="table-cell-6d6c7375739feb8003f2be9a77732a55">Kriteria</td>
              <td id="table-cell-36f596dee8b2f29c07aeea88bcba150f">Jumlah Perusahaan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c06e66cd384454ca2c8a35ea39b72f28">
              <td id="table-cell-59e3bd09073e8bc4c334c65a68a38bc0">1</td>
              <td id="table-cell-e5f1dea15de931d2d96d6a295524f290">Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.</td>
              <td id="table-cell-54709f9b0e267d7769ac0482b856e837">53</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-de656c93ed8b4cb1ebef37b6a92f0c93">
              <td id="table-cell-e2c2a13ab9344ebe51bf129030246f21">2</td>
              <td id="table-cell-9a5ae743ec6f40ec46623d16ac80fc81">Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang tidak terdaftar berurut-urut di Bursa Efek Indonesia.</td>
              <td id="table-cell-d226ebf7708b19ef47393b8776790b60">(17)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-27d2d6f909abfc6d92ddf50dba727aea">
              <td id="table-cell-310481341e7f9199ae5327997d14b258">3</td>
              <td id="table-cell-d910a70d472cc03ddf0d0de41a532949">Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang tidak mempublikasikan laporan keuangan dan data pendukung laporan keuangan secara berurut-urut di Bursa Efek Indonesia.</td>
              <td id="table-cell-ab19e397f67d1ab6d1f985796dd0a2c5">(5)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2c8403bb8b2ba76de0457b09e1a85be1">
              <td id="table-cell-27e3179976f30ca49e31491469053efe">4</td>
              <td id="table-cell-547b9cb3c4c634efeaccc300efaf7b1c">Laporan keuangan yang dibutuhkan dalam mata uang Rupiah (Rp) untuk mempermudah penelitian karena perusahaan yang diteliti yaitu perusahaan dalam negeri (domestik).</td>
              <td id="table-cell-d34c2089665e2f83773392dc69c68e47">(0)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a9cfb354178d8a2f1f24a741b380c0c5">
              <td id="table-cell-68bb4d8f3e65da5f1cc842cd2c7fc1df">Jumlah Sampel Perusahaan</td>
              <td id="table-cell-099afdfcf38403505348d5f21e5b22fd">31</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-61">Teknik Analisis Data</p>
      <p id="_paragraph-62">Teknik analisis data bertujuan untuk menganalisis dan mengolah data menjadi informasi yang mudah dipahami serta menjawab masalah-masalah penelitian. Pada penelitian ini analisis data menggunakan <italic id="_italic-120">software </italic>aplikasi statistika SmartPLS 3.2.6. Analisis data dalam penelitian ini yaitu memperoleh data perusahaan yang terpilih menjadi sampel dengan menggunakan pengujian hipotesis terkait dengan hubungan antara variabel yang dimoderasi menggunakan program SmartPLS 3.2.6.</p>
      <p id="_paragraph-63">Menurut [33] mendefinisikan PLS sebagai analisis persamaan struktual berbasis (SEM) yang secara simultan dapat melakukan pengujian model pengukuran sekaligus pengujian model struktual, PLS merupakan alat prediksi kualitas yang digunakan untuk mengembangkan teori dan PLS tepat untuk model prediksi dasar teori lemah (membangun teori baru), mengabaikan asumsi klasik sehingga PLS dianggap lebih efisien dalam proses eksekusi. Menurut [34] menjelaskan PLS adalah salah satu metode alternatif SEM (<italic id="_italic-121">Structural Equation Model</italic>) berbasis varian yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan hubungan yang sangat kompleks atar variabel. Menurut [35] kelebihan PLS yaitu mampu menganalisis variabel yang tidak dapat diukur langsung.</p>
      <p id="_paragraph-64">Terdapat dua tahap evaluasi dalam PLS, diantaranya :</p>
      <p id="paragraph-ce9858dac32d084c478fa8b223a76bb4">1. Evaluasi model pengukuran (<italic id="italic-1">Outer Model</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-65"><italic id="_italic-122">outer model </italic>atau model pengukuran yang menggambarkan hubungan-hubungan antara indikator dengan variabel lainnya, yang dirancang untuk mengetahui sifat dari indikator masing-masing variabel laten tersebut. Rumus persamaan <italic id="_italic-123">outer model </italic>dapat disusun sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-66">
        <bold id="_bold-46">X = ^x Ɛ + ɛx</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-67">
        <bold id="_bold-47">Y = ^y η + ɛy</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-68">x dan y adalah indikator variabel independen dan dependen Ɛ dan η, sedangkan ^x dan ^y adalah matrik loading yang menggambarkan koefisien regrasi yang menghubungkan variabel laten dan indikatornya ɛx dan ɛy menggambarkan tingkat kesalahan (<italic id="_italic-124">error</italic>) pengukuran.</p>
      <p id="_paragraph-69">Evaluasi model pengukuran ini menggunakan uji reliabilitas. uji reliabilitas berguna untuk mengukur konsistensi internal alat ukur. Reliabilitas menunjukkan akurasi, konsistensi, dan ketetapan suatu alat ukur dalam melakukan pengukuran. Pada PLS uji reliabilitas menggunakan dua metode, yaitu <italic id="_italic-125">Cronnboach’s alpha </italic>yang mengukur batas bawah nilai konstruk dan <italic id="_italic-126">Composive reliability </italic>yang digunakan untuk mengestimasi konsistensi internal suatu konstruk.</p>
      <p id="paragraph-b6d169b8cc378fe5a9869f56cc602cb1">2. Evaluasi model struktural (<italic id="italic-fd9f401c3c61820119664a76bc17cbe7">Inner Model</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-70"><italic id="_italic-127">inner model </italic>atau model struktural yang menggambarkan hubungan kausalitas antar variabel laten yang dirancang berdasarkan rumusan masalah maupun hipotesis yang diajukan dalam penelitian. Pengujiannya dilakukan dengan menggunakan nilai R <italic id="_italic-128">square </italic>(R<sup id="_superscript-5">2</sup>) dan koefisien <italic id="_italic-129">path</italic>. Nilai R <italic id="_italic-130">square </italic>untuk mengetahui tingkat signifikan antar konstruk dengan melihat nilai P (P <italic id="_italic-131">values</italic>) yang dihasilkan dengan ketentuan model dikatakan berpengaruh apabila nilai P &lt; 0,05. Semakin tinggi nilai R<sup id="_superscript-6">2</sup> maka menujukkan semakin baik model prediksi dan model penelitian yang dilakukan. Rumus persamaan <italic id="_italic-132">inner model </italic>adalah sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-71">
        <bold id="_bold-48">𝜂</bold>
        <bold id="_bold-49">= </bold>
        <bold id="_bold-50">𝛽</bold>
        <bold id="_bold-51">˳ + β η | + ᴦƐ + ζ</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-72">η = Vektorr variabel Independenn</p>
      <p id="_paragraph-73">Ɛ = vektorr variabell dependenn</p>
      <p id="_paragraph-74">ζ = vektorr residual (unexplained variance)</p>
      <p id="_paragraph-75">Penguji Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-76">Pada penelitian ini tingkat signifikansi dalam menguji hipotesis ditunjukkan oleh t-<italic id="_italic-133">statistic</italic> serta nilai probabilitas. pengujian hipotesis yaitu dengan menggunakan nilai statistik, maka untuk alpha 5% nilai t-<italic id="_italic-134">statistic</italic> yang digunakan yaitu 1,96. Sedangkan kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis adalah Ha diterima dan H0 ditolak ketika t-<italic id="_italic-135">statistic </italic>&gt;1,96. Untuk menolak atau menerima hipotesis menggunakan probabilitas, maka Ha diterima jika nilai p&lt; 0,05.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-367df3256ec6eb1346558bd0b0677daf">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-78">Hasil</p>
      <p id="_paragraph-79">Menilai <italic id="_italic-136">Outer</italic> Model Atau <italic id="_italic-137">Measurement</italic> Model</p>
      <p id="_paragraph-80"><italic id="_italic-138">Convergent Validity</italic> dan <italic id="_italic-139">measurement</italic> model dengan indikator refleksif dapat dilihat dari korelasi antara skor indikator dengan konstruknya. Indikator dianggap reliable jika memiliki nilai korelasi diatas 0,7. Namun demikian pada riset tahap pengembangan skala loading 0,5 sampai 0,6 masih dapat diterima. Uji validitas menggunakan korelasi product moment pearson dengan tingkat sgnifikasi yang digunakan adalah 5% = 0,05. Jika nilai r hitung &gt; r tabel, maka pernyataan tersebut dinyatakan valid. Selain dari <italic id="_italic-140">composite reliability</italic>, untuk menilai <italic id="_italic-141">discriminant validity</italic> yang baik adalah dengan menilai nilai Average Variance Extracted (AVE) masing-masing konstruk nilainya lebih besar dari 0,50. Pada tabel 2 akan disajikan nilai AVE untuk seluruh variabel.</p>
      <p id="_paragraph-82">Uji Validitas</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-83" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-9a14a2bb04040afa23157a29024dd35b">
              <td id="table-cell-18f1c1ace97a54bd1d17ae3176c11f04"> Cronbach’s Alpha </td>
              <td id="table-cell-2b52bde0077d581fc2d3c54a7fbdc553"> Rho_A </td>
              <td id="table-cell-5638bf5a0e0c4da5378f3d3f388e2f4e"> Composite Reability </td>
              <td id="table-cell-5cda0a471b897b172adcc84b3edb9884"> AVE </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e73a9f259a3bf017f46c43734d3afe54">
              <td id="table-cell-a4bb2a70ffa0de6d2e7ae17d3cbfaac9"> Financial Laverage </td>
              <td id="table-cell-2561abd0e3ee42aac54f262609b6e9a8">1.000</td>
              <td id="table-cell-8533c0c46c2084765254306f129d9995">1.000</td>
              <td id="table-cell-da48ad3d7236134236a3e48427049cb5">1.000</td>
              <td id="table-cell-d14c32f75a404bf37e83b170d863cd43">1.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8cf266c664c53bde0f0b65bcf5e1d657">
              <td id="table-cell-14080e6107035fc920e070700dd3d450"> Good Corporate Governance </td>
              <td id="table-cell-542b075231ccb3d4db6af2c2dd64e4e5">1.000</td>
              <td id="table-cell-edbf8b10f3c84a799225281afc28be5d">1.000</td>
              <td id="table-cell-4d05581a465c49f34fc569b44f6b6684">1.000</td>
              <td id="table-cell-04693fcba312d84045db36c9b81388e2">1.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-205b257b6881bba724622b5606397b7a">
              <td id="table-cell-f76975592ad60f6f38e9ebe51e11aa47"> Income Smoothing </td>
              <td id="table-cell-cad2ee5084bcfcdb235ed27ccf84ef18">1.000</td>
              <td id="table-cell-d1aa3661ead5cc4823eeefe2145ec31c">1.000</td>
              <td id="table-cell-fd2640782956c116e8fee6c70ef3d1da">1.000</td>
              <td id="table-cell-8b1642653f915818d44d31a5c60e9c08">1.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bd52b5d916ed6f62d0c7421baf99371a">
              <td id="table-cell-b1e736d3f06e894e11b325bc04242124"> Moderating Effect 1 </td>
              <td id="table-cell-08d3d421dcf50d3154712257e3864b4f">1.000</td>
              <td id="table-cell-46d2c20b96a237c448b4d403bbde9722">1.000</td>
              <td id="table-cell-abb608bb3ff23881fbe75cd76846c0bd">1.000</td>
              <td id="table-cell-037ce79c0e6938ebc3785f81d5b48ebc">1.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-817151a7c476ec2bcf774d34f0fe3799">
              <td id="table-cell-ea556af2032b86f100288ef2b1b6a55f"> Moderating Effect 2 </td>
              <td id="table-cell-f1f2a2511d2bf5beed2ca3ccfe9c3ef7">1.000</td>
              <td id="table-cell-57863a38fa7109667fa64df82c1e5840">1.000</td>
              <td id="table-cell-46f2c1949800f9d2223498d9e62d6102">1.000</td>
              <td id="table-cell-3b7b986abc415a71c1e662f5abb09fff">1.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cb27112712f8754680413266329c59a0">
              <td id="table-cell-6f260cd0fccd35c1e906df20314f832b"> Moderating Effect 3 </td>
              <td id="table-cell-6972c4df9b4ce72678d6261f4b1187f7">1.000</td>
              <td id="table-cell-711ea3a2ebe09283159a396baef19ba4">1.000</td>
              <td id="table-cell-b4ab6a1a3433f9fd07288e9e5cab2c3c">1.000</td>
              <td id="table-cell-0aca55e9d3e0bde37651601fedff6fe2">1.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-42ce181fe7d7bdc44fcb2e4f32873f07">
              <td id="table-cell-73770665a68abc58b302dba6c0cadb7b">Profitabilitas</td>
              <td id="table-cell-f890779ef7da04efb6d14f616eb5e59a">1.000</td>
              <td id="table-cell-1c2adda1acff7ffae9d6fb4996d9a21d">1.000</td>
              <td id="table-cell-68fede8a7a823ced6174774d761a3e31">1.000</td>
              <td id="table-cell-d8ed4a83a6dc4b381d0809c1f136e685">1.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-209445accaf27c910aaf3cb7f9fa3235">
              <td id="table-cell-ed48f98158f86237173bf1c6155dd058">Ukuran Perusahaan</td>
              <td id="table-cell-9ead25fe44ebc9c10860c5711fa104ea">1.000</td>
              <td id="table-cell-a2e47969dcd491e90b705254800db963">1.000</td>
              <td id="table-cell-ded9ab0b027a25216618a4f3481bf5e9">1.000</td>
              <td id="table-cell-301829f9579ed45d1467cce276fd5ad8">1.000</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-84">Berdasarkan tabel 2 di atas dapat disimpulkan bahwa semua konstruk memenuhi kriteria reliable. Hal ini ditunjukkan dengan nilai <italic id="_italic-152">Average Variance Extracted</italic> (AVE) untuk semua konstruk diatas 0,50, sebagaimana kriteria yang direkomendasikan.</p>
      <p id="_paragraph-85">Uji reliabilitas digunakan untuk menguji akurasi instrument pengukur variabel dan seberapa akurat jika dilakukan pengukuran ulang. Di samping uji validitas konstruk dilakukan juga uji reliabilitas konstruk yang diukur dengan <italic id="_italic-153">composite reliability</italic> dari blok indikator yang mengukur konstruk. Berikut tabel 3 menunjukkan hasil uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini.</p>
      <p id="_paragraph-87">Hasil Uji Reliabilitas</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-88" />
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-10c9e2dd8883d76f7086baf037de71c0">
              <td id="table-cell-e12408846ed924c4311cba07eea57293"> Cronbach’s Alpha </td>
              <td id="table-cell-507f19533e9c3e89180a3a82b01bef0f"> Rho_A </td>
              <td id="table-cell-a6488668d69d3fe1729bfdc3554bb75e"> Composite Reability </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bfc6f6ccdc39d1321575280a6725a7b7">
              <td id="table-cell-945bcc878cd984e37c18d983e5a71492"> Financial Laverage </td>
              <td id="table-cell-e5fa7dcfc7683beefc0d369c4ac2d760">1.000</td>
              <td id="table-cell-7e16f62be04c78fada3fbe6212420a81">1.000</td>
              <td id="table-cell-9635b77fdcd359e89f0c6256ceaa9c97">1.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-562655e5cae805ce0b54466370d09862">
              <td id="table-cell-f5c795ee1a4a3af146ea9e56e07b1f68"> Good Corporate Governance </td>
              <td id="table-cell-f2562b4147f0b2d3d6962d559267eed7">1.000</td>
              <td id="table-cell-f0aecf011c9c6d160a5b587b308df1da">1.000</td>
              <td id="table-cell-8f3752af5325b7cb8fa06ca84e5c9aeb">1.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7258ee1f2ddb8923079cf8e047218206">
              <td id="table-cell-1880e36aa803e6da71a9cca4fec55e93"> Income Smoothing </td>
              <td id="table-cell-7062536dff90759b3c48a558c45a776b">1.000</td>
              <td id="table-cell-9075c7c0648211ee545448bf82090b01">1.000</td>
              <td id="table-cell-7915b793d79f3d802507d99d9f506625">1.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fa14445aba97ba764424d0ff4d2ee5cb">
              <td id="table-cell-83d6a6f674e32498e4f7d7cdba93ed04"> Moderating Effect 1 </td>
              <td id="table-cell-ae8d86b74fb46b08815dc4c1625114c8">1.000</td>
              <td id="table-cell-96b871ba5af9971997c305c0984298a8">1.000</td>
              <td id="table-cell-4f7e56ea09af5b0211d2d7d64b4d3bb1">1.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7f78afe2d1f764c49484bd0bd8707d34">
              <td id="table-cell-7cbd638764a07ddfb922d6f753f37056"> Moderating Effect 2 </td>
              <td id="table-cell-fb9495d5492844242da682998a044b65">1.000</td>
              <td id="table-cell-f35e550f8aeb8eee9e0634b36ef3a5a0">1.000</td>
              <td id="table-cell-cfbf2d1957dca04b9354bd137562deb6">1.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fde6330c06ee42760181a8b1b0925837">
              <td id="table-cell-c0d40d993b9508a336aaacf3565907cd"> Moderating Effect 3 </td>
              <td id="table-cell-a37f203844969a817f15a12e66083aa9">1.000</td>
              <td id="table-cell-27e63d195e14ebe48fb7b395d84edecb">1.000</td>
              <td id="table-cell-87e4a13ebf7fefe0a84cf90d82cb3123">1.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ad2be10102a5f9312e5bd6a423e3fcaa">
              <td id="table-cell-3baff139335004c3870bd80459261c9f">Profitabilitas</td>
              <td id="table-cell-1a510bb4766f1884f3a0f038461895ce">1.000</td>
              <td id="table-cell-e4755df2b2049d066e93d7be6d58549b">1.000</td>
              <td id="table-cell-15a3644341f1358ef2527e2fb4891a25">1.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1d0f5eb8a4d35bb5121a6301b0f3e250">
              <td id="table-cell-02d4d94c2c2520ef18d1e458aca6ea70">Ukuran Perusahaan</td>
              <td id="table-cell-4d4e4d2da1a464d27942b06898c55d6c">1.000</td>
              <td id="table-cell-38ae2d2340afa8e7a8ca2ac2c2aeefa1">1.000</td>
              <td id="table-cell-de25dcb8f671617a6362ea06f70c38f3">1.000</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-89">Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa Konstruk dinyatakan <italic id="_italic-163">reliable</italic> jika memiliki nilai <italic id="_italic-164">composite reliability</italic> di atas 0,70. Hasil output SmartPLS menunjukkan semua konstruk memiliki nilai <italic id="_italic-165">composite reliability</italic> di atas 0,70. Jadi, dapat disimpulkan bahwa konstruk memiliki reliabilitas yang baik.</p>
      <p id="paragraph-2d8380005f902c1c794ad4c6fc6b1679">Pengujian Model Struktural ( <italic id="_italic-180">Inner</italic> Model)</p>
      <p id="_paragraph-90">Pengujian <italic id="_italic-166">inner</italic> model atau model struktural dilakukan untuk melihat hubungan antara konstruk, nilai signifikansi dan <italic id="_italic-167">R-square</italic> dari model penelitian. Model struktural dievaluasi dengan menggunakan <italic id="_italic-168">R-square</italic> untuk konstruk dependen uji-t serta signifikansi dari koefisien parameter jalur struktural. Dalam menilai model dengan PLS dimulai dengan melihat<italic id="_italic-169"> R-square </italic>untuk setiap variabel. Tabel 4 merupakan hasil estimasi R-square dengan menggunakan SmartPLS.</p>
      <p id="_paragraph-92">
        <italic id="_italic-170">Nilai R-Square</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-93">Berdasarkan table 4 dapat diketahui bahwa besarnya nilai signifikansi yang diperoleh yaitu sebesar 0,483. Tabel 4 menunjukkan nilai <italic id="_italic-171">R-square</italic> untuk variabel bebas menggunakan diperoleh sebesar 0,483. Hasil ini menunjukkan bahwa 48,3% variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, financial laverage, dan <italic id="_italic-172">Good Corporate Governance</italic> mempengaruhi variabel <italic id="_italic-173">income smoothing</italic>, sedangkan 51,7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar yang diteliti. Nilai R-square untuk variabel <italic id="_italic-174">income smoothing</italic> diperoleh sebesar 0,483. Hasil ini menunjukkan bahwa 48,3% variabel <italic id="_italic-175">income smoothing</italic> dapat dipengaruhi oleh variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, <italic id="_italic-176">financial laverage</italic>, dan <italic id="_italic-177">Good Corporate Governance</italic>, sedangkan 51,7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.</p>
      <p id="paragraph-291c9f47c0125d4145e2e2c8e8975d35">Pengujian Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-94">Uji Multikolinearitas Dasar yang digunakan dalam menguji hipotesis adalah nilai yang terdapat pada output path coefficients. Tabel 5 memberikan output estimasi untuk pengujian model struktural.</p>
      <p id="_paragraph-96" />
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>Hasil Uji Hipotesis</title>
          <p id="_paragraph-97" />
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-c00935ff197584de9d6108d28291d075">
              <td id="table-cell-e6e4c73b56dab7b8fdfb0d83934a0a54"> Original Sample (0)</td>
              <td id="table-cell-bd4700f15b1cf21f5e8eef34205ac118"> Sample Mean (M)</td>
              <td id="table-cell-76feb6e1d584d738917d4108de1340c5"> Standard Deviation (STDEV)</td>
              <td id="table-cell-5fa7a6cb3c3df405d5fa5b18e2098e84"> T Staristics (0/STDEV)</td>
              <td id="table-cell-5772333e004dd7df57d0450dc288a902"> P Values </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-28441afab910c514aea18a28a3ab20c5">
              <td id="table-cell-9265a8b3d93bed11e10f694cc893a7a6"> Financial Laverage -&gt; IS </td>
              <td id="table-cell-201ddd8cc4db77443803b8b8ce9b18cb">-0.057</td>
              <td id="table-cell-e751557c5f8ab079b4bf5343824c271b">0.001</td>
              <td id="table-cell-a3d7270d20a04b278424e1cdd0d80ac0">0.313</td>
              <td id="table-cell-a3d261b58d90149b61f67853f442741f">0.184</td>
              <td id="table-cell-6360c5818891e3e2c8335a1b5db07849">0.854</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-78a8c0e05d79be02bf3dfefce7f90136">
              <td id="table-cell-a61f9b03a9a99b50922ba9175cff5c90"> GCG -&gt; IS </td>
              <td id="table-cell-129c574f2af64a26c1424877c02c1421">-0.245</td>
              <td id="table-cell-e884660a11b5d9a5e5e9338901b51143">-0.599</td>
              <td id="table-cell-cbb25b077924ffa87d236ab3c26e5d19">6.276</td>
              <td id="table-cell-b990e03990b9b7367e2524ee956113dd">0.039</td>
              <td id="table-cell-cd495e97fcb6603d755c2cbb1b22e60e">0.969</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b520ce7f35705199c20323b92d992efe">
              <td id="table-cell-3a957d7ed48f282e92bedfb74c799bfa"> Moderating Effect 1 -&gt; IS </td>
              <td id="table-cell-89604277a3d0b69c944adc3a5ef4e1a3">0.387</td>
              <td id="table-cell-dd21927404e5cdc7bf24a064c5def329">0.261</td>
              <td id="table-cell-6099227c22fe09e9f8b71a745611d7db">0.296</td>
              <td id="table-cell-e3eb9c36d146e6be05ff6b2ee26b7929">1.309</td>
              <td id="table-cell-92f98bbee315e49c956c3c994e990952">0.191</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ff7a7296b16baea1a2982a281d053f8b">
              <td id="table-cell-759fd802303c149751680e98d4c08510"> Moderating Effect 2 -&gt; IS </td>
              <td id="table-cell-2753093dbb799aebf7adaed099ffd58b">-4.506</td>
              <td id="table-cell-3df9288034fd04dadf6d9153c6f8acd6">-4.526</td>
              <td id="table-cell-64aae626b8cf4fc12585d42138fda489">23.400</td>
              <td id="table-cell-a10ce471ac148d5c1eac6eed4fed1162">0.193</td>
              <td id="table-cell-c8a43aade2822435ee4b1b9e5f7e35f5">0.847</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9b5953d9350cb631fece6ea615fff64b">
              <td id="table-cell-2c94d6c1ab94da78eaad984198911c4d"> Moderating Effect 3 -&gt; IS </td>
              <td id="table-cell-11198e5f8fd9be7f6d11ad24460fccb2">0.008</td>
              <td id="table-cell-1d2382bfa6222fc45a61c260be885c7f">0.067</td>
              <td id="table-cell-5cb5c54a072b257b272132aee76a6eb5">0.315</td>
              <td id="table-cell-70d307e03b9b27b37fcb07d17c509a4d">0.024</td>
              <td id="table-cell-e8f6311a05725dddc6d70b99976bc94f">0.981</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5f3af4672441e5e6665e11eb79640eeb">
              <td id="table-cell-0d7ce069563a429db158711ba5e02531">Profitabilitas -&gt; IS </td>
              <td id="table-cell-6a2564e86016e0c98a3ba1cdc11d9a45">-1.855</td>
              <td id="table-cell-3c23feeb6269f0d4df4fb50dfc56e759">-1.600</td>
              <td id="table-cell-55e7c572933936bd087aef39550d5abc">8.944</td>
              <td id="table-cell-d8702f2ae9b8edd9820c60afa005bc36">0.207</td>
              <td id="table-cell-f215a6b23e42448aad3757f9541875b3">0.836</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-72eab23a08231c8bdbc1725b9ce6ad34">
              <td id="table-cell-2b37f56e35826fef6e6d986912f08896">Ukuran Perusahaan -&gt; IS </td>
              <td id="table-cell-e24e02b635ef74e5418b11e48d3206f1">0.719</td>
              <td id="table-cell-2faf205b89d5b51e003fd9e354a65990">0.637</td>
              <td id="table-cell-799f23afb4a4dc8a3b45f5b764b2a06e">0.259</td>
              <td id="table-cell-e4ec28cf957a5fed9991a45aa41ae269">2.772</td>
              <td id="table-cell-9db74ae0517d3a5b3b3e4d6c7113edab">0.006</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-98">Dalam PLS pengujian secara statistik setiap hubungan yang dihipotesiskan dilakukan dengan menggunakan simulasi. Dalam hal ini dilakukan metode <italic id="_italic-194">bootstrap</italic> terhadap sampel. Pengujian dengan <italic id="_italic-195">bootstrap</italic> juga dimaksudkan untuk meminimalkan masalah ketidaknormalan data penelitian, hasil pengujian dengan <italic id="_italic-196">bootstrapping</italic> dari analisis PLS adalah sebagai berikut.</p>
      <p id="paragraph-1b3a20eecdd18adbad565e28cfc2c00a">Pengujian Hipotesis Pertama (H1)</p>
      <p id="_paragraph-99">Hipotesis pertama diterima karena variabel X1 (Ukuran Perusahaan) terhadap variabel Y (<italic id="_italic-197">Income Smoothing</italic>) memiliki nilai t-<italic id="_italic-198">statistic</italic> &gt; 1.96 yaitu sebesar 2.772 dan niali p-<italic id="_italic-199">value </italic>&lt; 0.05 yaitu sebesar 0.006. Sehingga dapat diartikan bahwa interaksi antara X1 (Ukuran Perusahaan) dan Y (<italic id="_italic-200">Income Smoothing</italic>) berpengaruh signifikan dan nilai Sampel Asli 0.719. Maka arah hubungan antara keduanya adalah positif.</p>
      <p id="paragraph-fee1ca90f346220cc43fd0d420e3f238">Pengujian Hipotesis Kedua (H2)</p>
      <p id="_paragraph-100">Hipotesis kedua ditolak karena variabel X2 (Profitabilitas) terhadap Y (<italic id="_italic-201">Income Smoothing</italic>) memiliki t-<italic id="_italic-202">statistic</italic> &lt;1.96 yaitu sebesar 0.207 dan nilai p-<italic id="_italic-203">value</italic> &gt; 0.05 yaitu sebesar 0.836. Sehingga dapat diartikan variabel profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-204">income smoothing</italic> dan nilai sampel asli -1.855. Maka arah hubungan antar keduanya adalah negatif.</p>
      <p id="paragraph-101d683d9f24f62d6f58923f2e307e01">Pengujian Hipotesis Ketiga (H3)</p>
      <p id="_paragraph-101">Hipotesis ketiga ditolak karena variabel X3 (<italic id="_italic-205">Financial Laverage</italic>) terhadap Y (<italic id="_italic-206">Income Smoothing</italic>) memiliki nilai t-<italic id="_italic-207">statistic </italic>&lt;1.96 yaitu sebesar 0.184 dan nilai p-<italic id="_italic-208">value</italic> &gt; 0.05 yaitu sebesar 0.857. Sehinggan dapat diartikan variabel <italic id="_italic-209">financial laverage</italic> tidak berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-210">income smoothing </italic>dan nilai Sampel Asli -0.057. Maka arah hubungan keduanya adalah negatif.</p>
      <p id="paragraph-d6a1c8fa4b36dbd25781d6d8829aad09">Pengujian Hipotesis Keempat (H4)</p>
      <p id="_paragraph-102">Hipotesis keempat diterima karena efek moderasi 1 (konstruk <italic id="_italic-211">good corporate governance</italic> pada ukuran perusahaan terhadap <italic id="_italic-212">income smoothing</italic>) menunjukkan hasil signifikan dengan nilai t-<italic id="_italic-213">statistic </italic>&lt; 1.96 yaitu 1.309 dan nilai p-<italic id="_italic-214">value</italic> &gt; 0.05 yaitu sebesar 0.191, nilai sampel asli 0.387 maka arah hubungan keduanya adalah positif. Kesimpulan dari hipotesis ini pada efek moderasi 1 merupakan jenis moderasi potensial (<italic id="_italic-215">Homoligizer Moderator</italic>) yang artinya variabel tidak berinteraksi dengan variabel independen dan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel dependen.</p>
      <p id="paragraph-b996e9df4fe53647b9ee3319eec450af">Pengujian Hipotesis Kelima (H5)</p>
      <p id="_paragraph-103">Hipotesis kelima diterima karena efek moderasi 2 (konstruk <italic id="_italic-216">good corporate governance</italic> pada profitabilitas terhadap <italic id="_italic-217">income smoothing</italic>) menunjukkan hasil signifikan dengan nilai t-<italic id="_italic-218">statistic</italic> &lt;1.96 yaitu 0.193 dan nilai p-<italic id="_italic-219">value</italic> &gt; 0.05 yaitu sebesar 0.847, nilai sampel asli -4.506 maka arah hubungan keduanya adalah positif. Kesimpulan dari hipotesis ini pada efek moderasi 2 merupakan jenis moderasi potensial (<italic id="_italic-220">Homoligizer Moderator</italic>) yang artinya variabel tidak berinteraksi dengan variabel independen dan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel dependen.</p>
      <p id="paragraph-0961e1c7fa09fcb39652cece5ab1ed0b">Pengujian Hipotesis Keenam (H6)</p>
      <p id="_paragraph-104">Hipotesis keenam diterima karena efek moderasi 3 (konstruk <italic id="_italic-221">good corporate governance</italic> pada <italic id="_italic-222">financial laverage </italic>terhadap <italic id="_italic-223">income smoothing</italic>) menunjukkan hasil signifikan dengan nilai t-<italic id="_italic-224">statistic</italic> &gt; 1.96 yaitu 0.024 dan nilai p-<italic id="_italic-225">value</italic> &gt; 0.05 yaitu sebesar 0.981, nilai sampel asli 0.008 maka arah hubungan keduanya adalah positif. Kesimpulan dari hipotesis ini pada efek moderasi 3 merupakan jenis moderasi potensial (<italic id="_italic-226">Homoligizer Moderator</italic>) yang artinya variabel tidak berinteraksi dengan variabel independen dan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel dependen.</p>
      <p id="_paragraph-105">Pembahasan</p>
      <p id="paragraph-e3178e6d0c75189cb5ecad8e65e0c9d2">a. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap <italic id="italic-e6107eef17296f3204eebd238e7e94ca">Income Smoothing</italic></p>
      <p id="_paragraph-106">Terdapat pengaruh ukuran perusahaan terhadap <italic id="_italic-227">income smoothing</italic> pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan <italic id="_italic-228">smart</italic>PLS dapat dilihat pada tabel di atas yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap <italic id="_italic-229">income smoothing</italic> pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa uji hubungan antar konstruk menunjukkan bahwa konstruk ukuran perusahaan mampu mempengaruhi <italic id="_italic-230">income smoothing</italic> dengan signifikan pada 5% (t<italic id="_italic-231">-statistic</italic> 2.772 &gt; 1.96) dan p-<italic id="_italic-232">value</italic> sebesar 0.006 sehingga p-<italic id="_italic-233">value</italic> &lt; 0.05 dengan demikian berarti ukuran perusahaan berpengaruh terhadap <italic id="_italic-234">income smoothing</italic>. Dengan koefisien regresi 0.719 yang menunjukkan hubungan positif. Dapat disimpulkan bahwa semakin besar ukuran perusahaan maka semakin kecil kemungkinan perusahaan untuk melakukan <italic id="_italic-235">income smoothing</italic>. Salah satu alasan perusahaan besar cenderung tidak melakukan praktik <italic id="_italic-236">income smoothing</italic> adalah perhatian investor yang sangat besar terhadap perusahaan besar. Semakin besar kapitalisasi perusahaan maka akan semakin dikenal perusahaan tersebut. Perusahaan besar akan cenderung berhati-hati dan tidak mengambil resiko dalam membuat laporan keuangan sehingga cenderung tidak melakukan praktik <italic id="_italic-237">income smoothing</italic>. Perusahaan kecil justru akan berupaya untuk menunjukkan kinerja perusahaan yang baik.</p>
      <p id="paragraph-1df71dbf4c1ab13d121233b37d46ea79">b. Pengaruh Profitabilitas Terhadap <italic id="italic-0e5937245308b539c0285e2063f0bb91">Income Smoothing</italic></p>
      <p id="_paragraph-107">Terdapat pengaruh profitabilitas terhadap <italic id="_italic-238">income smoothing</italic> pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan <italic id="_italic-239">smart</italic>PLS dapat dilihat pada tabel di atas yang menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap <italic id="_italic-240">income smoothing</italic> pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa uji hubungan antar konstruk menunjukkan bahwa profitabilitas tidak mampu memberikan pengaruh terhadap <italic id="_italic-241">income smoothing</italic> dengan signifikan 5% (t-<italic id="_italic-242">statistic</italic> 0.207 &lt; 1.96) dan p-<italic id="_italic-243">value</italic> sebesar 0.836 sehingga p-<italic id="_italic-244">value</italic> &gt; 0.05 yang berarti bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap <italic id="_italic-245">income smoothing</italic> sehingga hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap <italic id="_italic-246">income smoothing</italic>. Dengan kata lain berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa investor tidak hanya mempertimbangkan profitabilitas perusahaan dalam mengambil keputusan investasi, namun juga berdasarkan faktor lain seperti ukuran perusahaan dan <italic id="_italic-247">financial laverage</italic>.</p>
      <p id="paragraph-53cfa8cbbfdbd649311148b6c3551e0c">c. Pengaruh <italic id="italic-3a945e9c8e637451cf16484e5d2c1676">Financial Laverage</italic> Terhadap <italic id="italic-2">Income Smoothing</italic></p>
      <p id="_paragraph-108">Terdapat pengaruh <italic id="_italic-248">financial laverage </italic>terhadap <italic id="_italic-249">income smoothing</italic> pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang tedaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan <italic id="_italic-250">smart</italic>PLS dapat dilihat pada tabel di atas yang menunjukkan bahwa <italic id="_italic-251">financial laverage</italic> tidak berpengaruh terhadap <italic id="_italic-252">income smoothing</italic> pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dari tabel di atas yang diketahui bahwa uji hubungan antar konstruk menunjukkan bahwa <italic id="_italic-253">financial laverage</italic> tidak mampu memberikan pengaruh terhadap <italic id="_italic-254">income smoothing</italic> dengan signifikan 5% (t-<italic id="_italic-255">statistic</italic> 0.184 &lt; 1.96) dan p-<italic id="_italic-256">value</italic> sebesar 0.854 sehingga p-<italic id="_italic-257">value</italic> &gt; 0.05 dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa <italic id="_italic-258">financial laverage </italic>tidak berpengaruh terhadap <italic id="_italic-259">income smoothing</italic>. Dengan kata lain berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa tingginya tingkat <italic id="_italic-260">financial laverage </italic>atau utang perusahaan, pengawasan dari pihak luar atau pemilik modal akan semakin ketat sehingga manajemen tidak memiliki kesempatan untuk melakukan <italic id="_italic-261">income smoothing</italic>.</p>
      <p id="paragraph-6874c90d85f4a5c2955d8096f01a507c">d. Pengaruh <italic id="italic-82e1630cba4816aa0ea945984b182b63">Good Corporate Governance</italic> Memoderasi Ukuran Perusahaan Terhadap <italic id="italic-6cb83b834e68b1f5dd2624f42531fee3">Income Smoothing</italic></p>
      <p id="_paragraph-109">Terdapat pengaruh <italic id="_italic-262">good corporate governance</italic> memoderasi ukuran perusahaan terhadap <italic id="_italic-263">income smoothing</italic> pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan <italic id="_italic-264">smart</italic>PLS dapat dilihat pada tabel diatas yang menunjukkan bahwa <italic id="_italic-265">good corporate governance </italic>belum tentu memiliki pengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-266">income smoothing</italic>. Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa uji hubungan antar konstruk menunjukkan bahwa konstruk efek moderasi 1 (konstruk interaksi antara ukuran perusahaan dengan <italic id="_italic-267">income smoothing</italic>) dengan signifikan 5% (t-<italic id="_italic-268">statistic</italic> 1.309 &lt; 1.96) nilai p-<italic id="_italic-269">value</italic> sebesar 0.387 sehingga p-<italic id="_italic-270">value</italic> &gt; 0.05 dengan demikian bahwa ukuran perusahaan dan <italic id="_italic-271">income smoothing</italic> yang dimoderasi oleh <italic id="_italic-272">good corporate governance</italic> tidak berpengaruh secara signifikan. Hal ini membuktikan bahwa efek moderasi 1 tergolong jenis variabel moderasi potensial (<italic id="_italic-273">homologiser moderator</italic>). Variabel moderasi potensial merupakan variabel yang potensial menjadi variabel moderasi yang mempengaruhi kekuatan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Variabel ini tidak berinteraksi dengan variabel independen dan tidak mempunyai hubungan signifikan dengan variabel dependen. Sehingga hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa efek moderasi 1 sebagai variabel potensial, artinya <italic id="_italic-274">good corporate governance</italic> tidak berinteraksi dengan variabel independen dan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel dependen. Namun koefisien regresi variabel pemoderasi 0.387 yang menunjukkan hubungan antara ukuran perusahaan terhadap <italic id="_italic-275">good corporate governance</italic> berpengaruh positif. Sehingga dapat disimpulkan <italic id="_italic-276">good corporate governance</italic> berpotensi memoderasi antara ukuran perusahaan terhadap <italic id="_italic-277">income smoothing</italic>. Hal ini terjadi karena perusahaan belum menerapkan <italic id="_italic-278">good corporate governance</italic> secara menyeluruh dan maksimal terhadap perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Perusahaan yang sudah menerapkan <italic id="_italic-279">good corporate governance </italic>secara menyeluruh dan maksimal terhadap perusahaan besar atau kecil akan mempengaruhi tidakan perusahaan dalam melakukan <italic id="_italic-280">income </italic>smoothing.</p>
      <p id="paragraph-d5992f3ca0df25d540d46d3528842dcf">e. Pengaruh <italic id="italic-5eed6a8b6d52093b61fa3ad985cbf15e">Good Corporate Governance</italic> Memoderasi Profitabilitas Terhadap <italic id="italic-3afa45e5c7ecbb42a21bf2db632522e7">Income Smoothing</italic></p>
      <p id="_paragraph-110">Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa uji hubungan antar konstruk menunjukkan bahwa efek moderasi 2 (konstruk interaksi antara profitabilitas dengan <italic id="_italic-281">income smoothing</italic>) dengan signifikan 5% (t-<italic id="_italic-282">statistic</italic> 0.193 &lt; 1.96) nilai p-<italic id="_italic-283">value</italic> sebesar 0.847 sehingga p-<italic id="_italic-284">value</italic> &gt; 0.05 dengan demikian bahwa profitabilitas dan <italic id="_italic-285">income smoothing</italic> dengan <italic id="_italic-286">good corporate governance</italic><italic id="_italic-287">sebagai</italic><italic id="_italic-288"> variable </italic><italic id="_italic-289">moderasi</italic><italic id="_italic-290">tidak</italic><italic id="_italic-291">berpengaruh</italic><italic id="_italic-292">secara</italic><italic id="_italic-293">signifikan</italic>. Hal ini membuktikan bahwa efek moderasi 2 tergolong jenis variabel moderasi potensial. Variabel moderasi potensi merupakan variabel yang potensial menjadi variabel moderasi yang mempengaruhi kekuatan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Variabel ini tidak berinteraksi dengan variabel independen dan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel dependen. Sehingga hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa efek moderasi 2 sebagai variabel potensial, artinya <italic id="_italic-294">good corporate governance</italic> tidak berinteraksi dengan variabel independen dan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel dependen. Namun koefisien regresi variabel pemoderasi -4.506 yang menunjukkan hubungan antara profitabilitas terhadap <italic id="_italic-295">good corporate governance</italic> berpengaruh negatif. Sehingga dapat disimpulkan <italic id="_italic-296">good corporate governance</italic> berpotensi memoderasi antara profitabilitas terhadap <italic id="_italic-297">income smoothing</italic>. <italic id="_italic-298">Good corporate governance</italic> mampu menekan pihak manajemen berperilaku oportunis yang tercermin dalam praktik <italic id="_italic-299">income smoothing</italic> dan dapat membantu mengawasi kinerja perusahaan sehingga perusahaan berada dalam kinerja yang sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan.</p>
      <p id="paragraph-c41f937eddc475839c174a1b48b24bef">f. Pengaruh <italic id="_italic-308">Good Corporate Governance</italic> Memoderasi <italic id="_italic-309">Financial Laverage</italic> Terhadap <italic id="_italic-310">Income Smoothing</italic> </p>
      <p id="_paragraph-111">Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa hubungan antar konstruk menunjukkan bahwa efek moderasi 3 (konstruk interaksi antara <italic id="_italic-311">financial laverage </italic>dengan <italic id="_italic-312">income smoothing</italic>) mampu mempengaruhi <italic id="_italic-313">income smoothing</italic> 5% (t-<italic id="_italic-314">statistic</italic> 0.024 &lt; 1.96) nilai p-<italic id="_italic-315">value </italic>sebesar 0.981 sehingga p-<italic id="_italic-316">value</italic> &gt; 0.05 dengan demikian bahwa <italic id="_italic-317">financial laverage </italic>dan <italic id="_italic-318">income smoothing</italic> yang dimoderasi oleh <italic id="_italic-319">good corporate governance</italic> tidak berpengaruh secara signifikan. Hal ini membuktikan bahwa efek moderasi 3 tergolong jenis moderasi potensial. Variabel moderasi potensial merupakan variabel yang potensial menjadi variabel moderasi yang mempengaruhi kekuatan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Variabel ini tidak berinteraksi dengan variabel independen dan tidak mempunyai hubungan signifikan dengan variabel dependen. Sehingga hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa efek moderasi sebagai variabel potensial, artinya <italic id="_italic-320">good corporate governance</italic> tidak berinteraksi dengan variabel independen dan tidak mempunyai hubungan signifikan dengan variabel dependen. Namun koefisien regresi variabel pemoderasi 0.008 yang menunjukkan hubungan antara <italic id="_italic-321">financial laverage</italic> terhadap <italic id="_italic-322">good coporate governance</italic> berpengaruh positif. Sehingga dapat disimpulkan <italic id="_italic-323">good corporate governance</italic> berpotensi memoderasi antara <italic id="_italic-324">financial laverage</italic> terhadap <italic id="_italic-325">income smoothing. </italic>Hal ini berarti dengan diterapkannya <italic id="_italic-326">good corporate governance</italic> mampu menekan pihak manajemen berperilaku oportunis, yang tercermin dalam tindakan <italic id="_italic-327">income smoothing</italic> dan membantu mengawasi kinerja perusahaan dengan baik sehingga perusahaan berada dalam kinerja yang sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan<italic id="_italic-328">.</italic></p>
    </sec>
    <sec id="heading-4883793575e99ea0732f45701753c68a">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-113">Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, adapun kesimpulan hasil penelitian ini adalah :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-273ac6854abaf5b7cf7adcab933fe1d7">
        <list-item>
          <p>Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap <italic id="_italic-329">income smoothing</italic>. Apabila ukuran perusahaan menurun maka akan berpengaruh terhadap kenaikan <italic id="_italic-330">income smoothing </italic>pada perusahaan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hasil pengujian hipotesis kedua dan ketiga menunjukkan bahwa profitabilitas dan <italic id="_italic-331">financial laverage</italic> tidak berpengaruh terhadap praktik <italic id="_italic-332">income smoothing</italic>. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa setiap kenaikan yang terjadi pada <italic id="_italic-333">income smoothing</italic> tidak dipengaruhi oleh profitabilitas dan <italic id="_italic-334">financial laverage</italic>. Profitabilitas dan <italic id="_italic-335">finsncial laverage</italic> juga belum dapat dipastikan akan berdampak besar bagi perubahan-perubahan yang ada pada <italic id="_italic-336">income smoothing</italic> dengan hanya mengandalkan laba yang didapat oleh sebuah perusahaan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hasil pengujian hipotesis keempat, kelima dan keenam menunjukkan bahwa <italic id="_italic-337">good corporate governance</italic> sebagai moderasi potensial pada pengaruh ukuran perusahaan terhadap praktik <italic id="_italic-338">income smoothing</italic>, pengaruh profitabilitas terhadap praktik <italic id="_italic-339">income smoothing</italic>, dan <italic id="_italic-340">financial laverage</italic> terhadap praktik <italic id="_italic-341">income smoothing</italic>.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>