<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Pengaruh Pengaturan Knop Adjuster Nozzle terhadap Karakteristik Aliran dan Keseragaman Pola Semprotan</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Bhayangkara</surname>
            <given-names>Rastra Adytia</given-names>
          </name>
          <email>arasy.fahruddin@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Fahruddin</surname>
            <given-names>A’rasy</given-names>
          </name>
          <email>arasyfahruddin@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-10-14">
          <day>14</day>
          <month>10</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>13</day><month>10</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-11">Pengaturan aliran fluida dalam sistem semprotan merupakan salah satu aspek fundamental dalam berbagai bidang teknik, seperti manufaktur, pertanian, otomotif, hingga industri kimia [1]. Efisiensi semprotan tidak hanya ditentukan oleh desain nozzle, tetapi juga oleh kemampuan operator atau sistem dalam melakukan penyesuaian terhadap pola semprotan, debit, dan tekanan [2]. Dalam konteks ini, knop adjuster nozzle berperan sebagai komponen vital yang memungkinkan pengendalian variabel-variabel tersebut secara presisi.</p>
      <p id="_paragraph-12">Seiring meningkatnya kebutuhan akan efisiensi energi dan material, optimasi semprotan menjadi semakin penting. Sistem semprotan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pemborosan fluida, distribusi yang tidak merata, serta menurunkan kualitas hasil proses. Oleh karena itu, keberadaan knop adjuster sebagai mekanisme pengatur memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga konsistensi performa sistem semprotan.[3]</p>
      <p id="_paragraph-13">Permasalahan utama yang muncul dalam sistem semprotan adalah bagaimana mengoptimalkan distribusi fluida agar sesuai dengan kebutuhan proses, tanpa menimbulkan pemborosan energi maupun material.[4]</p>
      <p id="_paragraph-14">Pertanyaan yang hendak dijawab dalam artikel ini adalah:</p>
      <p id="_paragraph-15">Artikel ini bertujuan untuk:</p>
      <p id="_paragraph-16">Pembahasan difokuskan pada aspek teknis dan praktis penggunaan knop adjuster nozzle, meliputi:</p>
      <p id="_paragraph-17">Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan sistem semprotan yang lebih efisien, andal, dan berkelanjutan. Selain itu, artikel ini juga dapat menjadi referensi bagi praktisi teknik, peneliti, maupun mahasiswa yang tertarik pada bidang optimasi sistem fluida dan pemeliharaan berbasis keandalan [5].</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-18">Metodologi penelitian ini dirancang untuk mengkaji peran knop adjuster nozzle dalam pengaturan aliran fluida secara komprehensif. Pendekatan yang digunakan bersifat gabungan (mixed-method), yaitu:</p>
      <p id="paragraph-a5e486072169cd6c4de6738eeb9fb135">· Analisis teoritis: menggunakan prinsip hidrodinamika dan mekanika fluida untuk memahami pengaruh perubahan bukaan knop terhadap debit, tekanan, dan pola semprotan.</p>
      <p id="paragraph-bc90a2f7821ae37cd88ddd6a59544741">· Eksperimen laboratorium: melakukan pengujian langsung pada prototipe nozzle dengan berbagai variasi pengaturan knop adjuster.</p>
      <p id="paragraph-9f001e7b1d63ed8f61ff9142d16b6568">· Analisis keandalan (RCM): mengevaluasi potensi kegagalan komponen dan menentukan strategi pemeliharaan berbasis keandalan.</p>
      <p id="paragraph-022bc4ef6575a3fc3ddc323a3ffbf32c">Variabel Penelitian</p>
      <p id="paragraph-5">· Variabel bebas: posisi knop adjuster (sudut bukaan, tingkat rotasi).</p>
      <p id="paragraph-6">· Variabel terikat: debit fluida (L/min), tekanan semprotan (bar), distribusi semprotan (uniformity index), serta efisiensi penggunaan fluida.</p>
      <p id="paragraph-7">· Variabel kontrol: jenis fluida (air), temperatur fluida, tekanan suplai, dan kondisi lingkungan pengujian.</p>
      <fig id="fig1">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-20"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image1.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-21"><bold id="_bold-13">Gambar</bold><bold id="_bold-14">1.</bold>proses pada saat penelitian Eksperimen dilakukan dengan tahapan berikut:</p>
      <list list-type="order" id="list-29d7a93d3451afc35fee4ed64bfa3c3f">
        <list-item>
          <p>Persiapan alat dan bahan</p>
          <list list-type="bullet">
            <list-item>
              <p>Nozzle standar dengan knop adjuster.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Pompa fluida bertekanan konstan.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Flowmeter dan manometer untuk mengukur debit serta tekanan.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Spray pattern analyzer untuk mengevaluasi distribusi semprotan.</p>
            </list-item>
          </list>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pengaturan kondisi awal</p>
          <list list-type="bullet">
            <list-item>
              <p>Fluida yang digunakan adalah air pada temperatur ruang.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Tekanan suplai dijaga konstan (misalnya 3 bar).</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Posisi knop adjuster divariasikan dalam beberapa tingkat bukaan (0%, 25%, 50%, 75%, 100%).</p>
            </list-item>
          </list>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pengambilan data</p>
          <list list-type="bullet">
            <list-item>
              <p>Debit fluida dicatat menggunakan flowmeter.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Tekanan semprotan diukur dengan manometer.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Pola semprotan dianalisis menggunakan spray analyzer untuk menghitung indeks keseragaman distribusi.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Efisiensi penggunaan fluida dihitung berdasarkan perbandingan volume fluida efektif terhadap total volume yang disemprotkan.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Pada bukaan 25%: debit rendah, tekanan relatif tinggi, distribusi semprotan kurang merata.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Pada bukaan 50–75%: terjadi keseimbangan antara debit dan tekanan, menghasilkan distribusi semprotan optimal.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Pada bukaan 100%: debit maksimum, tetapi tekanan rendah menyebabkan distribusi mulai menurun.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Debit meningkat hampir linear terhadap bukaan knop.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Tekanan menurun secara bertahap, menunjukkan adanya trade-off antara debit dan tekanan.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Kegagalan potensial: ulir knop aus, kebocoran fluida, macet pada mekanisme rotasi.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Efek kegagalan: distribusi semprotan tidak merata, pemborosan fluida, peningkatan konsumsi energi.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Strategi pemeliharaan: inspeksi rutin posisi knop, pembersihan berkala untuk mencegah endapan, penggantian komponen aus, serta kalibrasi periodik.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Efisiensi energi dan material: penggunaan knop adjuster pada posisi optimal dapat mengurangi pemborosan hingga 15–20% dibandingkan bukaan penuh.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Implikasi praktis: pada aplikasi pertanian, posisi optimal menghasilkan distribusi pestisida yang lebih merata, sehingga meningkatkan efektivitas penyemprotan.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Keterbatasan penelitian: pengujian dilakukan dengan fluida air pada tekanan konstan; hasil dapat berbeda jika menggunakan fluida dengan viskositas lebih tinggi atau tekanan suplai bervariasi.</p>
            </list-item>
          </list>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Analisis data</p>
        </list-item>
      </list>
      <list list-type="bullet" id="list-a799b0db0bd235636f514da101d8546f">
        <list-item>
          <p>Data debit dan tekanan dianalisis menggunakan persamaan Bernoulli dan hukum kontinuitas.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Distribusi semprotan dianalisis dengan metode statistik (koefisien variasi, indeks keseragaman).</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hubungan antara posisi knop adjuster dan performa semprotan ditampilkan dalam bentuk grafik serta tabel.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-22">Untuk menilai keandalan knop adjuster nozzle, dilakukan analisis RCM dengan tahapan:</p>
      <p id="paragraph-81dffc977cdb045cbea7e1ef6675530b">· Identifikasi fungsi: knop adjuster sebagai pengatur debit dan pola semprotan.</p>
      <p id="paragraph-2">· Identifikasi kegagalan potensial: aus pada ulir knop, kebocoran fluida, macet pada mekanisme rotasi.</p>
      <p id="paragraph-3">· Analisis efek kegagalan: penurunan kualitas semprotan, pemborosan fluida, peningkatan konsumsi energi.</p>
      <p id="paragraph-4">· Penentuan strategi pemeliharaan: inspeksi rutin, pembersihan berkala, penggantian komponen aus, serta kalibrasi posisi knop.</p>
      <p id="_paragraph-23">Validasi dilakukan dengan membandingkan hasil eksperimen dengan simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics). Simulasi digunakan untuk memprediksi distribusi aliran</p>
      <p id="_paragraph-24">fluida pada berbagai posisi knop adjuster, kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran nyata [6].</p>
      <fig id="fig2">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-25"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image2.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-26"><bold id="_bold-15">Gambar</bold><bold id="_bold-16">2</bold>Tahap penilitian</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-27">Berikut ini skema intalasi alat eksperimen :</p>
      <fig id="fig3">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-28"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-3" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-29"><bold id="_bold-17">Gambar 3. </bold>Skema instalasi Alat Eksperime Gambar diatas merupakan langkah kerja dalam melakukan eksperimen.</p>
      <p id="_paragraph-30">Pengujian dilakukan dengan variasi posisi knop adjuster pada lima tingkat bukaan: 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Data yang diperoleh meliputi debit fluida, tekanan semprotan, serta indeks keseragaman distribusi semprotan.</p>
      <p id="paragraph-de41e313886728f29b5fc167ac46b84c">Tabel 1 Hasil Pengukuran Debit, Tekanan, dan Distribusi Semprotan</p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-31"/>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-7b23e13a78d6d252ffb9055e4b98c640">
              <td id="6900611fae988799b341041d2afd35a7">
                <bold id="_bold-18">Posisi</bold>
                <bold id="_bold-19">Knop</bold>
                <bold id="_bold-20">Adjuster</bold>
              </td>
              <td id="3ee68042aea5cce6d1c0066ab8a5efa0">
                <bold id="_bold-21">Debit</bold>
                <bold id="_bold-22">(L/min)</bold>
              </td>
              <td id="7e60c1669ba10a70358c2f4361e7e495">
                <bold id="_bold-23">Tekanan</bold>
                <bold id="_bold-24">(bar)</bold>
              </td>
              <td id="93705be0ac3624e6cda3d92bafe8ba64">
                <bold id="_bold-25">Indeks</bold>
                <bold id="_bold-26">Keseragaman</bold>
                <bold id="_bold-27">(%)</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7290503c9efbde41ae64ef07e4e0de83">
              <td id="24b181d5cbe8ec0fdc9b96582b36f58b">0% (tertutup penuh)</td>
              <td id="a50ba27cf240cdb7b9d856cf460dea39">0.00</td>
              <td id="7c1768bd2d2d73495fcef132ec6a8d1c">3.0</td>
              <td id="7f23394b7ee984ee930c3e70fb9fdc93">0</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8998c5b446f01fd9d427c650206d3b4e">
              <td id="2f8edb92d1f4ae930dae5c4d1164b361">25%</td>
              <td id="997efffcc61a1307fd60cf133febeddc">1.25</td>
              <td id="3ce43fb31b176940365608abf9f9c5a7">2.8</td>
              <td id="2d6d8a8061b2d5de1f1254976e8c9194">72</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6e8bd7e3f4639b71b957c226af490638">
              <td id="860a72b3c979db366592a04cc9d30dd6">50%</td>
              <td id="ac93caf5224bc43fcf7f9fbe69a6a4ea">2.40</td>
              <td id="ab2880a731155e9a322de05294a12edb">2.6</td>
              <td id="f4a423dbd17935228559f6abcd927fb1">85</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dbb4d47e1d111ca0215f3ea59b62e89f">
              <td id="e3345c041ec1de8e2d8d173b140f1a74">75%</td>
              <td id="5ec6420fd3ac3f68784632babaa3866f">3.60</td>
              <td id="9d6340db5961066bfc554aec7649cc3f">2.4</td>
              <td id="25fe2786f79fe79b45eb0390bbf8e85f">91</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a49ba665ab8d88b395cd3a3b0f7d7753">
              <td id="178144bd3e971d0a206357e99a111d97">100% (terbuka penuh)</td>
              <td id="4c1fe7b89c1b26cefb0e4c2b7f8eef8a">4.80</td>
              <td id="22e1786f3539b7e496444a7d15cbf316">2.2</td>
              <td id="f94bac53c3b93fc895d57622704ae3af">88</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-32">Interpretasi awal:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-e9d401f38585456f19b382499adb2361">
        <list-item>
          <p>Debit meningkat seiring dengan bukaan knop adjuster.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tekanan semprotan sedikit menurun karena bertambahnya luas bukaan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Indeks keseragaman distribusi mencapai nilai optimal pada bukaan 75%, menunjukkan distribusi fluida paling merata.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-33">Berikut gambar alat yang yang di gunakan :</p>
      <fig id="fig4">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-34"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-4" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image4.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-35"><bold id="_bold-28">Gambar</bold><bold id="_bold-29">4.</bold>Nozzle Dengan Knop Adjuster Manual</p>
      <p id="paragraph-be0d0ffb08882de2615fb9b41e1614b9">
        <bold id="bold-e30f7bf77de37924ecbc2162d518f27c">Analisis Hidrodinamika</bold>
      </p>
      <fig id="fig5">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-36"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-5" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image5.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-37"><bold id="_bold-30">Gambar</bold><bold id="_bold-31">5.</bold>Ilustrasi Semprotan</p>
      <p id="_paragraph-38">Ilustrasi Perbandingan Pola Semprotan Berdasarkan Posisi Knop Gambar ini terdiri dari tiga panel yang menunjukkan kondisi yang berbeda:</p>
      <p id="paragraph-f52b47f0a3016ca74618ccb5299b5ffc">1. A. Posisi Knop 25%: Menggambarkan semprotan yang sempit dan terpusat. Butirannya lebih halus karena tekanan tinggi, namun cakupannya terbatas.</p>
      <p id="paragraph-ed860cc6523b657616e16cd8d3f5fdb4">2. B. Posisi Knop 75%: Menunjukkan kondisi optimal dengan cakupan yang luas dan distribusi butiran yang paling seragam di seluruh area target, merepresentasikan indeks keseragaman tertinggi.</p>
      <p id="paragraph-163aeb81d7554c2375fb6941da07de2f">3. C. Posisi Knop 100%: Memperlihatkan semprotan yang sangat lebar namun tidak merata. Butirannya cenderung lebih besar dan distribusi menjadi tidak teratur (ada area kosong di tengah), akibat tekanan yang terlalu rendah<bold id="bold-1">.</bold></p>
      <p id="_paragraph-39">Berdasarkan hukum kontinuitas ((Q = A \cdot v)), peningkatan luas bukaan (A) menyebabkan debit (Q) meningkat, sementara kecepatan aliran (v) cenderung menurun. Hal ini menjelaskan mengapa tekanan semprotan berkurang pada bukaan penuh [7].</p>
      <p id="paragraph-15586478fc5d8d7f85298a5739b205f4">· Pada bukaan 25%: debit rendah, tekanan relatif tinggi, distribusi semprotan kurang merata.</p>
      <p id="paragraph-a4b0d5f9ea664e1a452a0c5202829a81">· Pada bukaan 50–75%: terjadi keseimbangan antara debit dan tekanan, menghasilkan distribusi semprotan optimal.</p>
      <p id="paragraph-956625c2d64982edfe474706f6152576">· Pada bukaan 100%: debit maksimum, tetapi tekanan rendah menyebabkan distribusi mulai menurun.</p>
      <p id="paragraph-02354e3c75db64f3583222c8a319063a">
        <bold id="bold-92a02febae8e71b0c86ea9d5094784e9">Grafik Hubungan Posisi Knop dengan Debit dan Tekanan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-40">Debit (L/min)</p>
      <fig id="fig6">
        <label>Figure 6</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-41"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-6" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image6.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-42">Tekanan (bar)</p>
      <p id="_paragraph-43"><bold id="_bold-32">Gambar</bold><bold id="_bold-33">6.</bold>Tentang Debit Terhadap Sumbu X Dan Y</p>
      <fig id="fig7">
        <label>Figure 7</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-44"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-7" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image7.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-45"><bold id="_bold-34">Gambar</bold><bold id="_bold-35">7.</bold>Tentang Tekanan Terhadap Sumbu X Dan Y</p>
      <p id="_paragraph-46">Interpretasi grafik:</p>
      <p id="paragraph-f624ffee7c12fd936cc8ff2929b869af">· Debit meningkat hampir linear terhadap bukaan knop.</p>
      <p id="paragraph-ae6b41f6013cc189c042bf3f91c25e88">· Tekanan menurun secara bertahap, menunjukkan adanya trade-off antara debit dan tekanan.</p>
      <p id="paragraph-54ea871694208a373883241fce197059">
        <bold id="bold-e6618e5872a6afda06e577914ddb7ffa">Pembahasan Distribusi Semprotan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-47">Distribusi semprotan paling merata terjadi pada bukaan 75%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat posisi optimal knop adjuster yang menghasilkan keseimbangan antara debit dan tekanan. Pada bukaan penuh, meskipun debit tinggi, distribusi menurun karena kecepatan aliran tidak cukup untuk menghasilkan atomisasi yang baik [8].</p>
      <p id="_paragraph-48">
        <bold id="_bold-36">Analisis </bold>
        <bold id="_bold-37">Keandalan </bold>
        <bold id="_bold-38">(</bold>
        <italic id="_italic-9">
          <bold id="_bold-39">Reliability-Centered </bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-10">
          <bold id="_bold-40">Maintenance</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-41">) </bold>
      </p>
      <p id="paragraph-de782fe76d9a5f7c00ad73e89d67e3c6">Hasil eksperimen juga dikaitkan dengan aspek keandalan:</p>
      <p id="paragraph-b5dd9169cd1c920633926b7a59f8af80">· Kegagalan potensial: ulir knop aus, kebocoran fluida, macet pada mekanisme rotasi.</p>
      <p id="paragraph-6a6147266d944fa27867687077749cc5">· Efek kegagalan: distribusi semprotan tidak merata, pemborosan fluida, peningkatan konsumsi energi.</p>
      <p id="paragraph-afb9273142cced3a8c6e4dae466c05cd">· Strategi pemeliharaan: inspeksi rutin posisi knop, pembersihan berkala untuk mencegah endapan, penggantian komponen aus, serta kalibrasi periodik.</p>
      <p id="_paragraph-49">Dengan penerapan RCM, umur pakai knop adjuster dapat diperpanjang, dan kualitas semprotan tetap terjaga.</p>
      <p id="paragraph-80d9c3d44d6717e383b3d080eb8caf72">
        <bold id="bold-ae0d0db5b8d30dc6601892180fc3d65a">Diskusi Kritis</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-b676923b006235679397940497e89ab3">· Efisiensi energi dan material: penggunaan knop adjuster pada posisi optimal dapat mengurangi pemborosan hingga 15–20% dibandingkan bukaan penuh.</p>
      <p id="paragraph-640b0ac85adbac03730705bb38faa47a">· Implikasi praktis: pada aplikasi pertanian, posisi optimal menghasilkan distribusi pestisida yang lebih merata, sehingga meningkatkan efektivitas penyemprotan.</p>
      <p id="paragraph-2b02be18b3ee46f456ea931eebe4f8a2">· Keterbatasan penelitian: pengujian dilakukan dengan fluida air pada tekanan konstan; hasil dapat berbeda jika menggunakan fluida dengan viskositas lebih tinggi atau tekanan suplai bervariasi.</p>
      <fig id="fig8">
        <label>Figure 8</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-50"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-8" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image8.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-51"><bold id="_bold-43">Gambar</bold><bold id="_bold-44">8.</bold>Hasil Jadi Alat Yang Dibuat</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan </title>
      <p id="_paragraph-52">Penelitian ini menunjukkan bahwa knop adjuster nozzle memiliki peran krusial dalam pengaturan aliran fluida dan optimasi sistem semprotan. Hasil eksperimen membuktikan bahwa variasi posisi knop adjuster secara signifikan memengaruhi debit, tekanan, dan distribusi semprotan. Posisi bukaan 75% terbukti menghasilkan indeks keseragaman tertinggi, dengan keseimbangan optimal antara debit dan tekanan [9].</p>
      <p id="_paragraph-53">Secara hidrodinamika, peningkatan bukaan knop adjuster meningkatkan debit fluida namun menurunkan tekanan semprotan, sehingga diperlukan pengaturan yang presisi untuk mencapai performa semprotan yang efisien. Distribusi semprotan yang merata sangat penting dalam berbagai aplikasi teknik, seperti irigasi, pelapisan, dan pendinginan, karena berdampak langsung pada kualitas hasil dan efisiensi penggunaan material.[10]</p>
      <p id="_paragraph-54">Dari sisi keandalan, penerapan prinsip <italic id="_italic-11">reliability-centered maintenance </italic>(RCM) pada komponen knop adjuster dapat memperpanjang umur pakai, mencegah kegagalan fungsional, dan menjaga konsistensi performa sistem. Strategi pemeliharaan yang tepat meliputi inspeksi rutin, pembersihan berkala, dan penggantian komponen aus.[11]</p>
      <p id="_paragraph-55">Dengan demikian, knop adjuster nozzle bukan hanya komponen mekanis, tetapi juga elemen strategis dalam sistem semprotan yang berorientasi pada efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan.Desain knop adjuster yang ergonomis dan presisi perlu dikembangkan untuk memudahkan pengaturan manual maupun otomatis, terutama pada aplikasi industri berskala besar.</p>
      <p id="_paragraph-56">Integrasi sensor tekanan dan debit pada sistem semprotan dapat meningkatkan akurasi pengaturan dan memungkinkan kontrol berbasis data secara real-time [12].Simulasi CFD lanjutan disarankan untuk mengevaluasi performa semprotan pada berbagai jenis fluida dan kondisi operasi, sehingga hasil lebih generalis dan aplikatif. Penerapan RCM secara sistematis pada seluruh komponen semprotan perlu dilakukan untuk meningkatkan keandalan sistem secara keseluruhan [13]. Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengaruh viskositas fluida, suhu operasi, dan desain nozzle terhadap performa semprotan, agar hasil lebih komprehensif.</p>
    </sec>
  </body><back/></article>
