<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Ingersoll Rand 375 Screw Compressor Repair Process Analysis at CV Tri Abiyasa Teknik </article-title>
        <subtitle> Analisis Proses Overhaul Kompresor Screw Ingersoll Rand 375 Di Cv Tri Abiyasa Teknik</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname> Fadilah</surname>
            <given-names>Muhammad Rizal</given-names>
          </name>
          <email>aliakbar@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Akbar</surname>
            <given-names>Ali</given-names>
          </name>
          <email>aliakbar@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-10-14">
          <day>14</day>
          <month>10</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>13</day><month>10</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-11">Perkembangan industri konstruksi dan manufaktur mendorong kebutuhan akan peralatan yang mampu bekerja secara stabil, efisien, serta beroperasi secara berkelanjutan. Salah satu peralatan yang memiliki peranan penting dalam kegiatan industri adalah kompresor udara. Kompresor <italic id="_italic-17">screw portable tipe Ingersoll Rand</italic> 375 banyak digunakan karena mampu menghasilkan udara bertekanan tinggi secara kontinu, memiliki tingkat kebisingan yang relatif rendah, serta efisiensi kerja yang baik.</p>
      <p id="_paragraph-12">Dalam penerapannya, kompresor screw dimanfaatkan pada berbagai pekerjaan lapangan seperti sandblasting untuk pembersihan permukaan material, proses pengecatan pada industri manufaktur, serta pengeboran sumur air yang membutuhkan suplai udara bertekanan stabil. Tingginya intensitas penggunaan serta kondisi lingkungan kerja yang berdebu dan berat menyebabkan kinerja kompresor berpotensi menurun seiring waktu.</p>
      <p id="_paragraph-13">CV Tri Abiyasa Teknik sebagai perusahaan penyedia layanan penyewaan kompresor screw memiliki tanggung jawab menjaga setiap unit tetap dalam kondisi optimal sebelum digunakan pelanggan. Bertambahnya jam operasional mesin dapat memunculkan berbagai permasalahan, seperti penurunan tekanan udara, meningkatnya temperatur kerja, kebocoran sistem, serta keausan pada komponen air end dan bearing<xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref>. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius dan meningkatkan risiko <italic id="_italic-18">downtime</italic> operasional.</p>
      <p id="_paragraph-14">Salah satu upaya perawatan utama yang dilakukan adalah overhaul, yaitu proses pembongkaran dan pemeriksaan menyeluruh terhadap komponen utama kompresor, dilanjutkan dengan penggantian bagian yang aus serta perakitan kembali sesuai standar teknis . Tindakan ini bertujuan mengembalikan performa mesin mendekati kondisi awal sekaligus memperpanjang umur pakai unit.</p>
      <p id="_paragraph-15">Berdasarkan pentingnya overhaul dalam menjaga keandalan kompresor screw, diperlukan analisis terhadap tahapan pelaksanaan overhaul pada kompresor screw Ingersoll Rand 375 di CV Tri Abiyasa Teknik. Analisis ini diharapkan mampu memberikan pemahaman mengenai prosedur kerja, komponen kritis yang sering mengalami kerusakan, serta pengaruh overhaul terhadap kinerja mesin.</p>
      <p id="_paragraph-16">Penelitian lain mengenai exhaust valve pada mesin diesel menunjukkan bahwa katup buang memiliki tingkat kerentanan kerusakan yang lebih tinggi karena terpapar langsung gas sisa pembakaran bersuhu tinggi. Selain itu, terbentuknya endapan karbon serta pelumasan yang kurang optimal turut menjadi faktor penyebab kerusakan <xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref>. Beberapa studi juga menjelaskan bahwa kerusakan klep mesin diesel umumnya dipicu oleh suhu pembakaran yang tinggi, kelelahan material, serta akumulasi karbon pada permukaan klep dan kegagalan valve biasanya ditandai oleh keausan dan munculnya retakan akibat beban termal yang berlebihan. </p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-17">Penelitian ini dilaksanakan di bengkel CV Tri Abiyasa Teknik yang beralamat di Puri Sejahtera Blok H No.11, Sidoarjo, East Java. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan November hingga Desember. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan tempat dilaksanakannya proses overhaul kompresor screw Ingersoll Rand 375.</p>
      <p id="_paragraph-18">Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh secara langsung dari kegiatan overhaul di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati secara langsung seluruh tahapan proses overhaul, mulai dari pembongkaran unit, pemeriksaan komponen, penggantian suku cadang yang mengalami keausan, hingga proses perakitan kembali dan pengujian akhir.</p>
      <p id="_paragraph-19">Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengikuti secara langsung proses kerja teknisi selama overhaul berlangsung. Wawancara dilakukan kepada teknisi dan pihak terkait untuk memperoleh informasi mengenai prosedur kerja, kendala yang sering terjadi, serta standar perawatan yang diterapkan. Dokumentasi dilakukan dengan mencatat dan merekam tahapan pekerjaan sebagai bahan analisis dalam penyusunan laporan.</p>
      <p id="_paragraph-20">Analisis Analisis dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya kerusakan, kondisi komponen saat pembongkaran, serta pengaruh kerusakan klep terhadap penurunan performa kompresor selama pengoperasian di lapangan. Proses pembahasan diawali dari tahapan persiapan pekerjaan overhaul, pembongkaran unit, hingga pemeriksaan detail pada komponen mesin, khususnya bagian klep yang berfungsi mengatur aliran udara dan menjaga kestabilan tekanan kerja[11]. Berdasarkan hasil observasi, komponen klep menjadi salah satu bagian yang rentan mengalami keausan akibat jam kerja tinggi, paparan temperatur operasi, kotoran udara, serta sistem pelumasan yang kurang optimal.</p>
      <p id="_paragraph-21">Dalam pelaksanaan overhaul, dilakukan pemeriksaan visual dan pengukuran kondisi klep untuk mengidentifikasi bentuk kerusakan seperti keausan permukaan, kebocoran, perubahan bentuk, maupun penumpukan karbon dan kotoran. Kerusakan pada klep dapat menyebabkan penurunan tekanan udara, meningkatnya temperatur kerja, serta menurunnya efisiensi kompresor secara keseluruhan.</p>
      <p id="paragraph-271c26af7d29effd0285a00f8753b324">1. Mesin Diesel</p>
      <p id="_paragraph-22">Mesin diesel bekerja dengan memanfaatkan proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar di dalam silinder untuk mengubah energi kimia menjadi energi mekanik secara efisien. Kinerja mesin sangat dipengaruhi oleh kualitas proses pembakaran, kinerja sistem injeksi bahan bakar, serta kondisi temperatur dan tekanan di dalam ruang bakar<xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref>. Penelitian lain menjelaskan bahwa mesin diesel termasuk jenis mesin piston yang tidak menggunakan sistem pengapian listrik, dimana bahan bakar disemprotkan ke dalam udara bertekanan tinggi hasil kompresi sehingga terjadi penyalaan secara otomatis (<italic id="_italic-19">self-ignition</italic>) akibat suhu yang tinggi </p>
      <p id="paragraph-79fe641cc9b58271449eb2c9a6261450">2. Kerusakan Klep Mesin Diesel</p>
      <p id="_paragraph-23">Kerusakan klep pada mesin diesel umumnya terjadi akibat paparan temperatur tinggi yang berlangsung secara terus-menerus, kelelahan material karena siklus kerja yang berulang, serta adanya penumpukan endapan karbon pada permukaan klep yang menyebabkan proses penutupan tidak berlangsung secara sempurna<xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref>. Kondisi tersebut dapat menimbulkan kebocoran kompresi dan mengganggu proses pembakaran di dalam ruang bakar.</p>
      <p id="_paragraph-24">Selain itu, exhaust valve memiliki risiko kerusakan yang lebih besar dibandingkan intake valve karena secara langsung menerima aliran gas sisa pembakaran dengan suhu dan tekanan tinggi. Akibatnya, komponen ini lebih rentan mengalami perubahan bentuk, keausan. Kerusakan klep dapat menyebabkan penurunan tenaga mesin, peningkatan temperatur kerja, serta menurunnya efisiensi operasional sehingga diperlukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala agar tetap srabil<xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>.</p>
      <p id="paragraph-d9c59bf7110831cc34e7144a5d0b6856">3. Klep (Valve) Pada Mesin Diesel</p>
      <p id="_paragraph-25">Klep (valve) pada mesin diesel merupakan komponen mekanis yang berperan sebagai pengatur aliran udara masuk dan gas hasil pembakaran keluar dari ruang bakar sesuai dengan tahapan siklus kerja mesin. Komponen ini bekerja secara berulang mengikuti putaran camshaft yang mengendalikan proses buka dan tutup pada saluran masuk (<italic id="_italic-20">intake valve</italic>) maupun saluran buang (<italic id="_italic-21">exhaust valve</italic>), sehingga proses pengisian udara, kompresi, pembakaran, dan pembuangan gas sisa dapat berlangsung secara teratur dan efisien. Kinerja klep memiliki pengaruh besar terhadap tekanan kompresi, kesempurnaan pembakaran, serta performa mesin diesel secara keseluruhan<xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref>.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="heading-acfe0d7a5b1803b8c20acfd7dda9f534">
        <bold id="bold-1">A. </bold>
        <bold id="bold-2">Proses Pelaksanaan Overhaul Mesin Diesel Ingersoll Rand</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-27">overhaul meliputi beberapa tahapan utama yaitu persiapan pekerjaan, pembongkaran komponen, pembersihan dan inspeksi bagian mesin, pengukuran komponen berdasarkan standar toleransi, penggantian komponen rusak atau aus, proses perakitan kembali, serta pengujian kinerja mesin setelah perbaikan<xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>.Proses ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi dan performa mesin agar dapat beroperasi kembali secara optimal serta mendekati spesifikasi awal. Pelaksanaan overhaul umumnya dilakukan setelah mesin mencapai batas jam kerja tertentu atau ketika terjadi penurunan performa yang signifikan akibat penggunaan jangka panjang<xref id="_xref-8" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref>.pelaksanaan overhaul memiliki peran penting dalam menjaga keandalan, efisiensi kerja, serta kontinuitas operasional mesin, khususnya pada peralatan industri yang bekerja secara terus-menerus seperti mesin diesel dan kompresor screw.</p>
      <p id="paragraph-32c46e635b31eb9faad719b11b3a3c5b">
        <bold id="bold-bc1b920ee13bac42a88b6ae747bec1b9">B. </bold>
        <bold id="bold-3845c698ce80a45143465fa60252787c">Tahapan Proses Penggantian Klep Mesin diesel</bold>
        <bold id="bold-3">Ingersoll Rand</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-28">Tahapan proses penggantian klep mesin diesel merupakan rangkaian pekerjaan perawatan dan perbaikan yang dilakukan untuk mengganti katup masuk (intake valve) maupun katup buang (exhaust valve) yang mengalami keausan, kebocoran, deformasi, atau kerusakan akibat temperatur dan tekanan kerja yang tinggi[13]. Proses ini bertujuan untuk mengembalikan kerapatan ruang bakar, menjaga tekanan kompresi, serta memastikan proses pembakaran berlangsung secara optimal sehingga performa mesin tetap stabil.</p>
      <p id="_paragraph-29">Secara umum, penggantian klep dilakukan melalui beberapa tahapan teknis, yaitu diawali dengan proses persiapan dan pembongkaran komponen kepala silinder (cylinder head), pelepasan mekanisme katup seperti rocker arm, valve spring, dan valve keeper. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kondisi klep, dudukan klep (valve seat), serta valve guide untuk mengetahui tingkat keausan atau kerusakan yang terjadi<xref id="_xref-9" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref>.</p>
      <p id="paragraph-1411400823d373f488cdc6b93aad3903">1. Persiapan dan Pelepasan Unit Mesin<bold id="bold-bc56f2865b439a9065493ebea6c7dac9"/></p>
      <p id="_paragraph-30">Persiapan dan pelepasan unit mesin merupakan tahap awal dalam pelaksanaan perawatan menyeluruh atau overhaul yang dilakukan untuk menjamin proses pekerjaan berlangsung secara aman, terencana, dan sesuai dengan standar prosedur teknis. Tahap persiapan mencakup pemeriksaan kondisi awal mesin, penghentian sistem operasi, pemutusan seluruh sumber energi, serta pengeluaran fluida kerja seperti oli pelumas, bahan bakar, dan cairan pendingin guna menghindari kebocoran serta meminimalkan potensi terjadinya kecelakaan kerja selama proses pembongkaran berlangsung.</p>
      <fig id="fig1">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-31"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image1.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-32">Gambar 1. Mesin Diesel setelah dilepas dari Unit Kompresor</p>
      <p id="paragraph-3b758ebb7afc468ea01afaa24148e75a">2. Pelepasan Cylinder Head</p>
      <p id="_paragraph-33">Pelepasan <italic id="_italic-22">cylinder head</italic> merupakan tahap pembongkaran mesin diesel yang dilakukan untuk membuka akses ke ruang bakar dan komponen utama seperti klep, piston, serta saluran masuk dan buang. Proses ini diawali dengan memastikan mesin dalam kondisi aman dan tidak beroperasi, kemudian dilanjutkan dengan melepas komponen pendukung seperti manifold, saluran bahan bakar, dan mekanisme katup . Baut pengikat dilepas secara bertahap dengan pola tertentu untuk mencegah kerusakan pada kepala silinder. Setelah itu, <italic id="_italic-23">cylinder head</italic> diangkat dengan hati-hati agar permukaan dudukan tetap terjaga dan siap dilakukan pemeriksaan lanjutan.</p>
      <fig id="fig2">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-34"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image2.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-35">Gambar 2. Posisi cylinder head setelah dilepas dari blok mesin</p>
      <p id="paragraph-b8ae33007b3bf530db0d7e1d563b2223">3. Pelepasaan Klep dari Cylinder head</p>
      <p id="_paragraph-36">Pelepasan klep dari <italic id="_italic-24">cylinder head</italic> merupakan proses pembongkaran yang dilakukan untuk memeriksa kondisi katup setelah kepala silinder dilepas dari mesin. Tahap ini bertujuan mengidentifikasi keausan, kebocoran, atau penumpukan karbon yang dapat mempengaruhi kinerja mesin. Proses pelepasan dilakukan dengan membuka pegas klep menggunakan alat khusus, kemudian klep dikeluarkan secara hati-hati dari <italic id="_italic-25">valve guide</italic>. Setelah dilepas, klep dibersihkan dan diperiksa untuk menentukan kelayakan pemakaian sebelum proses perakitan kembali.</p>
      <fig id="fig3">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-37"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-3" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image3.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-38">Gambar 3. <italic id="_italic-26">Cylinder head dan komponen klep setelah dilepas</italic></p>
      <p id="paragraph-98723a0ab90d300d50d8947e75a01f0d">
        <bold id="bold-8240bd9d842ca20f4b76fe4ad62bcff2">C. </bold>
        <bold id="bold-b62b02fce3ea9dee0cccc20eb3de9abc">Proses Analisis Perbaikan Kerusakan dan Penggantian Klep (Valve) </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-39">Kerusakan klep (<italic id="_italic-27">valve</italic>) pada mesin diesel merupakan salah satu permasalahan yang sering ditemukan pada proses overhaul, terutama pada mesin yang bekerja dengan beban tinggi dan waktu operasi yang panjang. Klep memiliki fungsi penting dalam mengatur keluar-masuknya udara dan gas pembakaran, sehingga kondisi komponen ini sangat mempengaruhi tekanan kompresi dan efisiensi pembakaran di dalam ruang bakar .</p>
      <p id="_paragraph-40">Berdasarkan hasil pemeriksaan, kerusakan klep umumnya ditandai dengan adanya keausan pada permukaan kepala klep dan dudukan klep (<italic id="_italic-28">valve seat</italic>), perubahan bentuk akibat temperatur tinggi, serta penumpukan karbon pada batang dan permukaan klep. Paparan panas gas pembakaran secara terus-menerus menyebabkan material klep mengalami kelelahan termal yang dapat menimbulkan retak halus, kebocoran kompresi, hingga penurunan kerapatan ruang bakar.</p>
      <p id="_paragraph-41">Selain itu, exhaust valve memiliki tingkat kerusakan yang lebih tinggi dibandingkan intake valve karena secara langsung menerima aliran gas buang bersuhu tinggi. Sistem pelumasan dan pendinginan yang kurang optimal juga dapat mempercepat keausan pada batang klep dan <italic id="_italic-29">valve guide</italic>, sehingga pergerakan klep menjadi tidak stabil dan proses penutupan tidak berlangsung sempurna.</p>
      <p id="_paragraph-42">Dampak dari kerusakan klep antara lain menurunnya tenaga mesin, peningkatan temperatur kerja, konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi, serta suara mesin menjadi tidak normal. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan, penyekiran (<italic id="_italic-30">lapping</italic>), maupun penggantian klep apabila kerusakan telah melewati batas toleransi agar performa mesin dapat kembali optimal setelah proses overhaul.</p>
      <p id="paragraph-b31a328b287b122c465e8ad0f82152e7">
        <bold id="bold-93c090f523c0c365bef05e69056ce730">D. </bold>
        <bold id="bold-e130593d2919328c48ce6a38ae2c3fe2">Hasil Pengujian Setelah Overhaul</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-43">Pengujian setelah proses overhaul dilakukan untuk memastikan seluruh komponen mesin telah terpasang dengan baik serta unit mampu beroperasi sesuai standar kerja yang ditentukan. Pengujian diawali dengan pemeriksaan visual terhadap sistem pelumasan, pendinginan, dan sambungan komponen guna memastikan tidak terdapat kebocoran maupun kesalahan pemasangan.</p>
      <p id="_paragraph-44">Selanjutnya dilakukan <italic id="_italic-31">running test</italic> tanpa beban untuk mengamati kestabilan putaran mesin, suara kerja, serta getaran yang dihasilkan. Hasil pengamatan menunjukkan mesin dapat beroperasi dengan suara yang lebih halus dan getaran yang lebih stabil dibandingkan sebelum overhaul. Temperatur kerja mesin juga berada pada kondisi normal, menandakan sistem pendinginan dan proses pembakaran telah bekerja dengan baik.</p>
      <p id="_paragraph-45">Pengujian kemudian dilanjutkan pada kondisi berbeban untuk mengetahui kemampuan unit dalam menghasilkan tekanan kerja. Hasil pengujian menunjukkan tekanan udara dapat tercapai secara stabil sesuai spesifikasi operasional, serta respons mesin terhadap beban kerja berlangsung normal. Selain itu, tidak ditemukan kebocoran pada sistem udara maupun pelumasan selama pengoperasian berlangsung.Berikut Tabel hasil dari Pengujian setelah dilakukan overhaul.</p>
      <p id="_paragraph-46">Tabel 4.1 Datav Hasil Pengujian Overhaul</p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-47"/>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-73aaeba7fcd4971df8bd149849d6bc0c">
              <td id="cb679f3c61b29e55e1042699ad2cafe3">
                <bold id="_bold-29">No</bold>
              </td>
              <td id="d21e4e4066c34b842b8413e334d73abc">
                <bold id="_bold-30">Parameter Pengujian</bold>
              </td>
              <td id="0794c7153a31f98e93912f8379adbf26">
                <bold id="_bold-31">Satuan</bold>
              </td>
              <td id="d9024d49bc9f1a995af6bf20c3a11bb8">
                <bold id="_bold-32">Standar Operasi</bold>
              </td>
              <td id="de318a831044bfbddfa78cbeba5f8fda">
                <bold id="_bold-33">Hasil Pengujian</bold>
              </td>
              <td id="055d204d1df6558a35375370f23a0e51">
                <bold id="_bold-34">Keterangan</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-062e9bb2e1fb1e481da0bbdabce4ac02">
              <td id="84b43cdca04953360a35135f92d48c5a">1</td>
              <td id="5e662d922d79a11c9a8c4b4d19888519">Putaran Mesin (Idle)</td>
              <td id="772a8cc6a833598b1ebd292be350e98e">RPM</td>
              <td id="b13a6024757b5257728d07dbdc166f99">800 – 900</td>
              <td id="968c7fd066736b3d3d0a61983c293668">850</td>
              <td id="17c70181fe618cd190cb622e7379806a">Normal / Stabil</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5dc93f80d731e4e21ecadcb31ace1ba4">
              <td id="dd5a5795304315a3796a47bc2246b0f2">2</td>
              <td id="b1b202d36b46e2a8b64644151c69d81c">Putaran Mesin (Kerja)</td>
              <td id="ef39cd2fdb65c6d151544ac7e8f15ec1">RPM</td>
              <td id="741d48afa3065967532b439e32a5a7f8">1800 – 2000</td>
              <td id="47479458356fb97d4b41f8e61a95f015">1900</td>
              <td id="ac17d50ab81b5b15f11c4ef8e33e1f71">Stabil</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b906bccd960a4dd5a5e4173808a3ca9f">
              <td id="bfa53d187679e37493546599065c439b">3</td>
              <td id="a8d2a6cdaa2d29cf1a4fb85846a66c54">Temperatur Air Pendingin</td>
              <td id="03ee4b5357ec319cec0a1b55ea05a54c">°C</td>
              <td id="6c311c8e1fc5e8165021a8dc87718122">75 – 90</td>
              <td id="67ed737cd2e627f4e1acc3f88dbae5de">82</td>
              <td id="d1f9aa8a3f323e481783295c77c9f4f9">Normal</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-228e6e3334697c1e469ee51d6e02da65">
              <td id="533e3002210bb70d3efb6c7abbf71fb6">4</td>
              <td id="10e370ad7ce6bccbebddd6c15455c429">Temperatur Oli Mesin</td>
              <td id="de9ec4142eee7808d666c8228148dfc0">°C</td>
              <td id="9593670fe2777d99b9d5b532763b1a8c">80 – 95</td>
              <td id="8f5fc07acce83796cbf858277a768d45">88</td>
              <td id="5fe3333ce03caff6538a3cc30864c141">Normal</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2a53744d029b45e3701f72c4f5c7b7f6">
              <td id="7c70509357ad379192cb81c1c9b20f86">5</td>
              <td id="2a272f0a22b848e0c68b8e473d83d81d">Kebocoran Oli</td>
              <td id="37c5ba531a923906bb3bf7cb17d2d2f5">Visual</td>
              <td id="e504d473d3871eb5353b1257ec6f1ed8">Tidak ada</td>
              <td id="4c334907370dce79a6bfe7c36c66b25a">Tidak ada</td>
              <td id="9dfe8a12472947e928921c7b846588f7">Aman</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-55c9be285f86e55a0b174804c5148acf">
              <td id="88f0b0715ab7d4c68334c52444b0a382">6</td>
              <td id="f859f34a4fb95a9f7160e348253b33f0">Suara Mesin</td>
              <td id="8d3412edb339bc3dea78ee841dc5c942">Visual / Auditori</td>
              <td id="67f4e09538c7ed61269e5d41e86144f5">Halus</td>
              <td id="9236f8efd0d377ec343f00d78514efe4">Halus</td>
              <td id="0c9e3ae94b4909c34ed8b2faf32604de">Normal</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-48">Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, seluruh parameter mesin menunjukkan kondisi yang normal dan sesuai dengan standar operasi yang ditetapkan. Putaran mesin saat idle tercatat 850 RPM (standar 800–900 RPM) dan saat kerja 1900 RPM (standar 1800–2000 RPM), yang menandakan putaran mesin stabil. Temperatur air pendingin sebesar 82°C (standar 75–90°C) serta temperatur oli mesin sebesar 88°C (standar 80–95°C) masih berada dalam rentang normal, sehingga sistem pendinginan dan pelumasan bekerja dengan baik. Selain itu, tidak ditemukan kebocoran oli dan suara mesin terdengar halus, yang menunjukkan kondisi mesin dalam keadaan aman dan layak untuk dioperasikan</p>
      <fig id="figure-panel-63e107bbef61d0ec0d4dbdbc8fda0ec1">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-0165059b0316a4b6de32dc3c660c75d5"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-363d4e0ee682a3221f336024ca3ed03f" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="293901.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-49">Gambar 4. Hasil Grafik Pengujian</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan </title>
      <p id="_paragraph-50">Berdasarkan hasil pembahasan mengenai proses overhaul kompresor screw Ingersoll Rand 375 di CV Tri Abiyasa Teknik, dapat disimpulkan bahwa overhaul merupakan kegiatan perawatan menyeluruh yang bertujuan untuk mengembalikan kinerja mesin agar kembali sesuai dengan standar operasional. Proses pelaksanaannya dilakukan secara sistematis, dimulai dari tahap persiapan, pembongkaran unit, pemeriksaan kondisi setiap komponen, analisis kerusakan, penggantian bagian yang mengalami keausan, hingga proses perakitan kembali dan pengujian akhir.</p>
      <p id="_paragraph-51">Hasil pengujian setelah overhaul menunjukkan adanya peningkatan performa mesin, ditandai dengan tekanan udara yang lebih stabil, kerja mesin yang lebih efisien, serta berkurangnya gangguan operasional. Kerusakan komponen umumnya disebabkan oleh tingginya jam kerja, suhu operasi yang tinggi, dan sistem pelumasan yang kurang optimal. Oleh karena itu, pelaksanaan overhaul yang sesuai prosedur serta perawatan berkala sangat diperlukan untuk memperpanjang umur pakai mesin dan menjaga keandalan unit dalam mendukung kegiatan operasional.</p>
      <p id="paragraph-48347f26187ca762313758fd900ba400">
        <bold id="bold-82a257636edbb225e8e0388dc6e807a1">Ucapan Terima Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-52">Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada CV Tri Abiyasa Teknik atas kesempatan serta dukungan yang telah diberikan sehingga saya dapat melaksanakan kegiatan praktik kerja lapangan di perusahaan ini. Kesempatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi saya untuk memahami secara langsung proses kerja sehingga mampu menambah wawasan serta keterampilan yang sebelumnya diperoleh secara teori. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh jajaran pimpinan dan karyawan yang telah memberikan arahan, bimbingan, serta berbagi ilmu dan pengalaman selama pelaksanaan praktik kerja lapangan.</p>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <volume>17</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rinoza</surname>
              <given-names>M</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kurniawan</surname>
              <given-names>Fadly Ahmad</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>ANALISA RPN ( RISK PRIORITY NUMBER ) TERHADAP KEANDALAN KOMPONEN MESIN KOMPRESOR DOUBLE SCREW MENGGUNAKAN METODE FMEA DI PABRIK SEMEN PT . XYZ</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>287-300</page-range>
          <volume>5</volume>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sosial</surname>
              <given-names>Jurnal</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Penyebab Menurunnya Produksi Udara pada Kompresor Udara di Kapal MV . Tanto Siap</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>61-72</page-range>
          <volume>24</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Farhan</surname>
              <given-names>Muhammad</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Leni</surname>
              <given-names>Desmarita</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analysis of the effect of braking load on diesel engine performance</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>September</issue>
          <page-range>1-8</page-range>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Husni</surname>
              <given-names>Arlan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rahman</surname>
              <given-names>Muh Syuaib</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Kerusakan Exhaust Valve Yang Berpengaruh Terhadap Temperatur Gas Buang Mesin Induk di Kapal MT . Sumber Rjeki 68</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>227-236</page-range>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ikram</surname>
              <given-names>Zulfikri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pasha</surname>
              <given-names>Ridha</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Assagaf</surname>
              <given-names>Idrus</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisa Penyebab Alarm High Temperature Pada Air Screw Compressor KAESER DSD 202</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>414-423</page-range>
          <volume>11</volume>
          <year>2023</year>
          <article-title>1 1 , 2 , 2</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>9</issue>
          <page-range>3385-3396</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sosial</surname>
              <given-names>Jurnal</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Harman</surname>
              <given-names>Harman</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tahir</surname>
              <given-names>Abdul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Yantony</surname>
              <given-names>Didit</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Proses Overhaul Mesin Diesel Toyota Tipe 2kd-FTV Untuk Peningkatan Kinerja dan Pengujian Emisi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>September</issue>
          <page-range>100-114</page-range>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kurniawan</surname>
              <given-names>M Sony</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Raharjo</surname>
              <given-names>Budi Joko</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Evaluasi Pelaksanaan Top Overhaul Mesin Diesel Generator di Kapal MT . Patra Tanker 1</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>76-80</page-range>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Prosperity</surname>
              <given-names>Pancaran</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Jurnal Cakrawala Bahari</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
