<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Importance of Quality Control in Answering Sugar Consumer Needs</article-title>
        <subtitle>Pentingnya Quality Control dalam Menjawab Kebutuhan Konsumen Gula</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Cahyana</surname>
            <given-names>Atikha Sidhi</given-names>
          </name>
          <email>atikhasidhi@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Ramadhani</surname>
            <given-names>Ahmad</given-names>
          </name>
          <email>atikhasidhi@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo </institution>
        <country>India</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo </institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-10-06">
          <day>06</day>
          <month>10</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>07</day><month>10</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1_1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-10">Industri gula di Indonesia telah berdiri sejak masa pemerintahan Kolonial Belanda. Gula menjadi salah satu komoditas strategis, sehingga pemerintah Indonesia mengambil langkah untuk menasionalisasi industri ini[1] .Gula merupakan pemanis alami yang diperoleh dari tanaman tebu dan sering digunakan masyarakat sebagai pelengkap makanan dan minuman.Tebu (Saccharum Officinarum L) merupakan tanaman tahunan yang mengandung gula pada batangnya. Tebu termasuk dalam keluarga yang sama dengan padi dan graga[2].</p>
      <p id="_paragraph-11">PG XYZtelah menghadapi produk cacat, di mana beberapa produk menunjukkan kualitas yang kurang memuaskan. Masalah yang paling sering muncul adalah gula kropos ,gula krikilan dan gula babonan , yang dapat mengakibatkan kerugian baik bagi perusahaan maupun konsumen. Gula yang cacat ini ini tidak hanya mengurangi daya tarik produk, tetapi juga berpotensi merusak isi gula di dalamnya, yang tentunya dapat memengaruhi kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, penting bagi PG XYZuntuk segera mengidentifikasi penyebab masalah ini dan mengambil langkah-langkah perbaikan guna memastikan kualitas kemasan yang lebih baik di masa mendatang<italic id="_italic-67">.</italic>oleh karena itu perlunya <italic id="_italic-68">Quality Control </italic>untuk menganalisa dan memberikan solusinya.</p>
      <p id="_paragraph-12">Industri yang beroperasi di wilayah ini semakin berkembang dan persaingan semakin ketat.Permasalahan yang sering terjadi pada industri gula adalah produk yang dihasilkan masih ada cacat. Produk cacat adalah produk yang diproduksi tidak memenuhi standar.Begitupun hasil produksi dari PT. XYZ yang masih banyak ditemukan produk cacat yang diantaranya yaitu gula krikilan ,gula bobonan dan gula kropos.</p>
      <p id="_paragraph-13">Pengendalian mutu adalah seperangkat teknik dan tindakan yang bertujuan untuk mencapai, mempertahankan, dan meningkatkan mutu suatu produk atau jasa guna memenuhi standar yang telah ditetapkan dan menjamin kepuasan pelanggan[3]. Pengendalian mutu merupakan suatu metode yang diterapkan mulai dari tahap persiapan pra produksi hingga proses produksi dan tahap akhir.Tujuannya adalah menghasilkan produk sesuai standar yang diharapkan dan direncanakan, serta meningkatkan kualitas produk yang belum memenuhi standar agar mencapai kualitas yang memadai[4]. Pengendalian kualitas memberikan manfaat berupa penghematan dengan meningkatkan kualitas produk.Dalam penelitian pengendalian kualitas, metode tujuh alat digunakan untuk menganalisis produk cacat.Termasuk diagram kendali, histogram, lembar kendali, diagram alur, plot sebar, diagram pareto, dan diagram tulang ikan.[5].</p>
      <p id="_paragraph-14">Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gula yang dihasilkan oleh PG XYZ agar sesuai dengan harapan dan standar yang diinginkan oleh konsumen. Untuk mencapai tujuan ini, berbagai langkah perbaikan dilaksanakan di seluruh proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan, dengan sasaran menghasilkan gula berkualitas tinggi. Dengan peningkatan kualitas ini, diharapkan kepuasan konsumen terhadap produk gula PG XYZ dapat terjaga, sekaligus memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap konsistensi mutu yang dihasilkan oleh perusahaan.</p>
      <sec id="sec-1_2">
        <title>Metode</title>
        <p id="_paragraph-15">Metode penelitian meliputi berbagai tahapan seperti langkah, prosedur, teknik, alat, desain penelitian, sumber data, serta proses pengumpulan, pengolahan, dan analisis data. <italic id="_italic-69">Fase </italic>atau metode yang digunakan dalam penelitian tersebut diberi judul <italic id="_italic-70">Quality Matters.</italic>Manajemen pemenuhan kebutuhan konsumen gula pasir di PG XYZ” adalah sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-16">Diagram alir penelitian yang menunjukkan tahapan penelitian yang akan dilakukan ditunjukkan pada Gambar 1 di bawah ini :</p>
        <fig id="fig1">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-17"/>
          </caption>
          <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image1.jpeg"/>
        </fig>
        <p id="_paragraph-18">Gambar 1. Diagram Alir Penelitian</p>
        <p id="paragraph-cac523bbb4477ba6d9e29dbab5c3ede7">
          <bold id="bold-83940afcf77cb24aa8366101eb063957">A. Jenis dan sumber data.</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-19">Data primer dan sekunder dalam penelitian ini dikumpulkan dan dianalisis secara menyeluruh. Wawancara dengan karyawan PG XYZ adalah sumber data primer, yang dilengkapi dan didukung oleh data utama, yang diperoleh dari tinjauan literatur atau sumber lain, seperti laporan internal perusahaan, buku, dan jurnal terkait.</p>
        <p id="paragraph-ef68dc2e44ff46b0c513f894a770cb3f">
          <bold id="bold-9dc6aada10cfc5c0759e3bc7cbd4265a">B. Metode pemilihan responden.</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-20">Penelitian ini menggunakan dua sampel insider judgement dalam pemilihan partisipan atau narasumber. Pemilihan narasumber didasarkan pada fakta bahwa mereka adalah sumber informasi yang memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi perusahaan.</p>
        <p id="paragraph-a8cba590a1a230d11bee289915e73131">
          <bold id="bold-ad6aed7aa13597b8ba2131d03e6a2737">C. Tahapan pengumpulan data.</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-21">Data yang terkumpul diolah melalui penyusunan tabel berupa tabel, grafik, dan penjelasan. Analisis kemudian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan <italic id="_italic-71">Seven tools</italic>. Meskipun metode deskriptif berfokus pada pemecahan masalah saat ini, tujuh alat dirancang untuk mengidentifikasi masalah dan memahami penyebab kegagalan produk.Analisis dan pembahasan dilakukan dari data tabel dan dibuat rekomendasi untuk perbaikan PG XYZ.</p>
        <p id="paragraph-afbfd8b3e95f71d716f13680459ce648">
          <bold id="bold-be8a00d420f63eeb62b576ef5357287e">D. Metode <italic id="_italic-72">seven</italic> <italic id="_italic-73">tools</italic> </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-22"><italic id="_italic-74">Seven tools </italic>tersebut merupakan alat untuk menganalisis dan memecahkan masalah kualitas produk pada perusahaan dan industri. [6]. Keuntungan dari <italic id="_italic-75">seven tools</italic>tersebut adalah memfasilitasi pengumpulan data yang dapat memberikan urutan permasalahan utama dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik kualitas [7].</p>
      </sec>
      <sec id="sec-1_3">
        <title>Hasil dan Pembahasan</title>
        <sec id="sec-1_3_1">
          <title>1. Standar gula</title>
          <p id="_paragraph-23">Kualitas produk adalah salah satu aspek yang sangat penting bagi perusahaan karena dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Hal ini ditentukan oleh ukuran dan karakteristik produk yang ditawarkan, termasuk kualitas, waktu, dan harga. Dengan demikian, perusahaan akan memperoleh kepercayaan pelanggan dan diakui sebagai perusahaan yang menyediakan produk berkualitas tinggi sesuai harapan pelanggan[8]. Pengendalian mutu memegang peranan penting bagi perusahaan, terutama dalam memastikan terpenuhinya harapan konsumen terhadap kualitas gula. Dengan menerapkan sistem pengendalian kualitas yang efektif, perusahaan dapat memastikan bahwa produk yang mereka produksi memenuhi standar yang ditentukan serta memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggannya. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan tetapi juga membantu memperkuat reputasi perusahaan di pasar yang semakin kompetitif..</p>
          <p id="_paragraph-24">Dalam proses produksi PG XYZ, sistem pengendalian yang ketat digunakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku dan analisis kualitas dilakukan secara berkala di setiap stasiun produksi untuk memastikan bahwa setiap tahap produksi memenuhi standar.Tujuan pengendalian mutu adalah untuk memastikan kualitas gula tetap stabil dan memenuhi harapan pelanggan.</p>
          <p id="_paragraph-25">Pengendalian mutu di PG XYZdilakukan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan, dengan langkah-langkah pengendalian dan analisis sebagai berikut:</p>
          <list list-type="order" id="list-42f2d61a852e2ab8cd5cac8de7ea932f">
            <list-item>
              <p>Analisis ICUMSA bertujuan untuk mengukur tingkat kejernihan atau nilai warna larutan gula menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 420 nm. Nilai ICUMSA mencerminkan kualitas kemurnian gula; semakin rendah nilainya, semakin tinggi kualitas gula yang dihasilkan. Di PG XYZ, pengujian ini dilaksanakan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam SNI 3140.3:2010 [2], yang menjadi pedoman nasional untuk produksi gula. Hasil analisis ini sangat krusial untuk memastikan bahwa gula yang dihasilkan memenuhi standar warna yang diharapkan untuk konsumsi.</p>
            </list-item>
            <list-item>
              <p>Analisis BJB (Besar Jenis Butir) digunakan untuk mengukur ukuran kristal gula dan memastikan bahwa ukuran tersebut sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Ukuran kristal memiliki dampak signifikan terhadap kualitas gula, terutama dalam hal kehalusan dan kemudahan larut. Pengukuran ini dilakukan untuk memastikan keseragaman ukuran kristal dalam setiap batch produksi, yang juga mengacu pada SNI 3140.3:2010[2]. Kesesuaian ukuran kristal dengan standar akan berpengaruh langsung pada kepuasan konsumen serta penggunaan gula dalam berbagai industri makanan dan minuman..</p>
            </list-item>
          </list>
          <p id="_paragraph-26">Pengendalian mutu di PG XYZ dilaksanakan secara ketat dan konsisten sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang Ditetapkan (SOP).</p>
          <p id="_paragraph-27">Setiap langkah mulai dari pemilihan bahan mentah hingga proses pembuatan akhir dipantau secara cermat untuk memastikan bahwa semua produk yang diproduksi memenuhi standar kualitas tinggi. Pemeriksaan dan analisis yang dilakukan dapat dilihat pada tabel berikut.:</p>
          <p id="_paragraph-28"><bold id="_bold-18">Gambar</bold><bold id="_bold-19">2.</bold>Syarat mutu.</p>
          <fig id="fig2">
            <label>Figure 2</label>
            <caption>
              <p id="_paragraph-29"/>
            </caption>
            <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
          </fig>
          <p id="_paragraph-30">Sumber :[2]</p>
          <sec id="sec-1_3_1_1">
            <title>2. Metode seven tools</title>
            <p id="_paragraph-31"><italic id="_italic-76">Seven Tools </italic>adalah cara grafis untuk memecahkan masalah produksi, terutama yang berkaitan dengan kualitas.Dikenal sebagai "Tujuh Alat Dasar", metode ini pertama kali ditemukan dan diperkenalkan pada tahun 1968 oleh Kaoru Ishikawa, seorang pionir dalam inovasi pengendalian kualitas Jepang[9].</p>
          </sec>
        </sec>
        <sec id="sec-1_3_2">
          <title>A. Chek sheet.</title>
          <p id="_paragraph-32"><italic id="_italic-77">Checksheet </italic>dalam penelitian ini berfungsi sebagai alat untuk mengumpulkan dan mengklasifikasikan data mengenai jenis-jenis cacat serta jumlah cacat yang terjadi selama proses produksi. Alat ini memungkinkan pencatatan yang sistematis dan terstruktur, sehingga mempermudah identifikasi pola kerusakan atau ketidaksempurnaan pada produk. Dengan menggunakan checksheet, perusahaan dapat lebih mudah menentukan area yang perlu diperbaiki dan memprioritaskan tindakan korektif untuk mengurangi frekuensi serta tingkat keparahan cacat dalam produksi gula.</p>
          <p id="_paragraph-33"><bold id="_bold-20">Tabel 2.</bold>Tabel <italic id="_italic-78">chekshet.</italic></p>
          <table-wrap id="tbl1">
            <label>Table 1</label>
            <caption>
              <p id="_paragraph-34"/>
            </caption>
            <table id="_table-1">
              <tbody>
                <tr id="table-row-7fd1430170594265f9eabf54a24f9489">
                  <td id="e42b14c01cd9d6a4c9127db5013ce54b" rowspan="2">Bulan</td>
                  <td id="f88575920d9090c20c6561bb8c99f8a8" rowspan="2">Jumlah produksi gula per ton</td>
                  <td id="71407853dda83b0229a658decfe5a383" colspan="2">Jeniskemasan gula cacat</td>
                  <td id="e30b088428bb066c1091770b8b3e88d2" rowspan="2">gula rusak</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-c0d2ea974a9a9456f86a5b55ea513779">
                  <td id="4968cdf553f946c92007c286d404ff7a"/>
                  <td id="2c9169f45aeb40cb45707f6e7822dd9c"/>
                  <td id="a5fa4772552c09420cc5e4e9a8c158f1">Gula kropos</td>
                  <td id="a0fb04ed2149cf56b7a793fcdbd4cd7b">Ukuran gula yang tidak sesuai</td>
                  <td id="17cea85fc463d05e7eda5d5a12d3a70f"/>
                </tr>
                <tr id="table-row-160cb06c8d97494a2d8074a38434f74f">
                  <td id="ff40f9da97d91987f30e2936a0f7ef52">1</td>
                  <td id="2533e27918291bbb87dbafc81a73a573">150000</td>
                  <td id="767925c5c1b6bbe4521bacbdad3f61e1">500</td>
                  <td id="29b6e33a8ce37e711968eb9aa227ebfb">400</td>
                  <td id="3adcdf18bd9f583cdcdfa3081498700d">900</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-748a596957dda165e8ff523cc3884013">
                  <td id="000c2b051d969dc829ee127e2843c5cf">2</td>
                  <td id="3b2a55650f9f7d728b5fe5f9d8c6d253">150000</td>
                  <td id="87b8b854fbb9cde2cc4e49db70ad0cd0">30</td>
                  <td id="2ebb01f1de819789d9896d5c997b3cb6">40</td>
                  <td id="310c4dfb2234c73c1325b021c72fd8bb">70</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-d6b185f2aae740ea607eb1c15c753e80">
                  <td id="04edb2a7e8dbff4fd11266478f619227">3</td>
                  <td id="74a45e2c222ce90d6b50d9f6363da050">150000</td>
                  <td id="6197d0bd08b215254b070cc624779de6">10</td>
                  <td id="762e95ed5c54c045b9772a70aaa44581">20</td>
                  <td id="3f426e589e6b084567953688e9cb6d55">30</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-2df98a60fa4afb2a9903ffc81c230dc1">
                  <td id="e804e3eeddaf809c12b110eb9a01513e">4</td>
                  <td id="e65abab192ab7263d6e818ce2fe7d079">150000</td>
                  <td id="a77098d9a59ca2f6795be9913acadd79">20</td>
                  <td id="48454973987ae84f5bbdf7e93d7b9dd4">20</td>
                  <td id="aace1113d139b16cc27f06bedd84ee6a">40</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-82be07343837b9111ca4c5083be33dd7">
                  <td id="f0f7cebc06cee91e26acdf4f594ec03c">5</td>
                  <td id="393fe951f6cdd6f7a8227e491795698c">150000</td>
                  <td id="1614f94de990db199daacbc0b20bcec8">20</td>
                  <td id="7d4ab7a8fc5d6a971ac2492c09447ca0">30</td>
                  <td id="5b16ecac58cc12127334a6dc5b4139aa">50</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-dad1e8071f5523a3d5a45169815615df">
                  <td id="f1408cee56ffffe3b2a5b85cec064df6">Total</td>
                  <td id="a786b414d5ae16d2d6d9a3a305f5f689">750000</td>
                  <td id="5939c6f30f50b037de57de278240b77f">580</td>
                  <td id="b88e617ddbad6c2b5c0f8637b2b6cbda">510</td>
                  <td id="2037a904abee7c20fa007f333f960662">1090</td>
                </tr>
              </tbody>
            </table>
          </table-wrap>
        </sec>
        <sec id="sec-1_3_3">
          <title>B. Diagram Pareto.</title>
          <p id="_paragraph-35">Diagram pareto digunakan untuk mengidentifikasi kelompok soal terbesar berdasarkan frekuensi yang ditentukan dari lembar tes.Data yang ditampilkan meliputi jumlah produk yang tidak sesuai, persentase produk yang tidak sesuai, persentase kumulatif produk gula pasir putih, dan highlight area prioritas untuk perbaikan[10]. Fungsi bagan Pareto adalah untuk mengidentifikasi atau memilih topik penting untuk peningkatan kualitas.Bagan Pareto dibuat untuk menemukan permasalahan atau penyebab penting penyelesaian suatu masalah dan membandingkannya secara keseluruhan[11].</p>
          <p id="_paragraph-36"><bold id="_bold-21">Tabel</bold><bold id="_bold-22">3.</bold>Presentase cacat gula.</p>
          <table-wrap id="tbl2">
            <label>Table 2</label>
            <caption>
              <p id="_paragraph-37"/>
            </caption>
            <table id="_table-2">
              <tbody>
                <tr id="table-row-2a6772a822aece44480a66fb91bffca1">
                  <td id="442d3444b8110b972e7012eaed99c32b">No</td>
                  <td id="81a45ed75db8e808decc637f62e3fa26">Jenis Kerusakan</td>
                  <td id="ae52a9da2a080e7aff179ffdd3d40945">Jumlah kerusakan (KG)</td>
                  <td id="86d492a239fc6ac8c085fda75926324d">presentase kerusakan</td>
                  <td id="b53d54c371a828bc288b97747caeef74">Presentase kumulatif</td>
                  <td id="3c6eb3653f6625ca75da1b206cbb5a20">prioritas</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-6bec33ce7b6b8245ccbbad81448ac4b1">
                  <td id="28dca5cda0f04c0b2dd2ff9998b8ce18">1</td>
                  <td id="b151e906651d25368e17e87770360df4">Gula kropos</td>
                  <td id="d86b36e69499378613a63109550f72fc">580</td>
                  <td id="b7fa74bb0f5aad53330b08366727c96b">53%</td>
                  <td id="0f4e840a5e1492d51c4240dc2e30da2c">53%</td>
                  <td id="b891cd5ddd433b2a098eb723b7e0f42d">1</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-45aec0c010796f5e784cb0b614ad6923">
                  <td id="65dfffa1155e5ae09d2004b3d605b7ee">2</td>
                  <td id="bf63cfaee90490a276c34bdfa7b12169">Ukuran gula yang tidaksesuai</td>
                  <td id="be90d58d33e81fd8c8847a7dd9523f2e">510</td>
                  <td id="f911e0a4b2dedef3caecb9b109329254">47%</td>
                  <td id="760e1e572f1d0d7f8049b4de4d9a8b11">100%</td>
                  <td id="53433b93a6c926006872add1bc9b74bb">2</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-03bd24099234a86cb9c8240edfbb8e5e">
                  <td id="98950ffab7a8b94be28cac0d719c88df"/>
                  <td id="e0c3fc6b074e472712a870eff4b80090">Total</td>
                  <td id="66b11c00ccbe77b7a93aec1b71a88b6b">1090</td>
                  <td id="87ac03f9248c2cac5ff4614be7e62376">100%</td>
                  <td id="302d52bc5f72a53bdab4a5d3cc494478"/>
                  <td id="a178b0082fd54f2811b4729475935868"/>
                </tr>
              </tbody>
            </table>
          </table-wrap>
          <fig id="figure-panel-7395c18b5cacd513bc894c38df5b6e35">
            <label>Figure 3</label>
            <caption>
              <p id="paragraph-7725725cdc2e98139eb110aa20efe4d5"/>
            </caption>
            <graphic id="graphic-dcef719819f7e5bc96552b717f451c5b" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1823-1.png"/>
          </fig>
        </sec>
        <sec id="sec-1_3_5">
          <title>C. Diagram Histogram.</title>
          <p id="_paragraph-38">Penelitian ini memerlukan histogram untuk mengidentifikasi sebaran data gula yang salah.Histogram adalah alat, seperti grafik batang, yang menampilkan distribusi frekuensi. Distribusi frekuensi ini menunjukkan seberapa banyak data yang sering muncul dalam kumpulan data.[12]. Histogram merupakan alat yang berfungsi untuk menentukan variasi proses.Format diagram batang menampilkan data dalam format tabel yang diurutkan berdasarkan ukuran. Representasi data berbentuk tabel ini biasa disebut dengan distribusi frekuensi.Histogram menampilkan properti data yang dibagi menjadi beberapa kelas. [13].Berikut data yang diperoleh dari jenis dan persentase cacat. <bold id="_bold-23">Gambatr 2.</bold>Diagran Histogram.</p>
          <fig id="fig3">
            <label>Figure 4</label>
            <caption>
              <p id="_paragraph-39"/>
            </caption>
            <graphic id="_graphic-3" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image4.png"/>
          </fig>
        </sec>
        <sec id="sec-1_3_6">
          <title>D. Diagram Fisbond.</title>
          <p id="_paragraph-40">Penelitian memerlukan diagram Fishbond untuk mengidentifikasi penyebab cacat gula dan memberikan solusi di masa depan.Diagram Ishikawa, juga dikenal sebagai diagram tulang ikan, adalah salah satu dari tujuh teknik alat kualitas yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi penyebab masalah.[14].Ini adalah alat yang menggunakan data verbal (non-numerik) atau kualitatif untuk mewakili dan menjelaskan keadaan penyimpangan kualitas yang dipengaruhi oleh berbagai penyebab yang saling terkait, termasuk: B.Manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan.Selain itu, keuntungan terbesarnya adalah Anda dapat mengidentifikasi penyebab sebenarnya dari penyimpangan tersebut[15].Berikut adalah diagram fishbond penyebab gula cacat :</p>
          <fig id="fig4">
            <label>Figure 5</label>
            <caption>
              <p id="_paragraph-41"/>
            </caption>
            <graphic id="_graphic-4" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image5.png"/>
          </fig>
          <p id="_paragraph-42"><bold id="_bold-24">Tabel</bold><bold id="_bold-25">4.</bold>saran.</p>
          <table-wrap id="tbl4">
            <label>Table 3</label>
            <caption>
              <p id="_paragraph-44"/>
            </caption>
            <table id="_table-4">
              <tbody>
                <tr id="table-row-120f632b95425b5af340d313fd3d5f3c">
                  <td id="table-cell-876aeb9e5ff13d8aa253e73984c94743">Faktor yang diamati</td>
                  <td id="table-cell-d895fed17a69de870bba30d3fda7418a">Masalah</td>
                  <td id="table-cell-9ecba052a6127ecefd76a2827a017617">Recomendasi</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-71e644548165a96a584ca4f99f27f8b1">
                  <td id="cb9eed71ee5c1eabb733af7040d75469">Manusia</td>
                  <td id="c74a952cb7cb76a5f6f5ea6a502611b3">Kelalaian pegawai</td>
                  <td id="99eb83eb3a220e11cb896c2eec7a4d40">Pekerja perlu diberikan pemahaman tentang dampak dari kelalaian mereka, baik terhadap produksi, keselamatan  kerja,  maupun  timsecara keseluruhan.</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-4d3f2796a1780e9496abcc36ee83d8c6">
                  <td id="ebe581c5db353c5816359b88406f5661"/>
                  <td id="27c577483a2d533346a4b344509f1551">Kurang disiplin nya pekerja</td>
                  <td id="aa5d67514bfa0826ebf4e14a29987d0f">Membuat aturan yang tegas dan tidak berlebihan</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-a57861fb361545134d31e3919544f93e">
                  <td id="46e7f5d7f4744a6bdd9573ff86ccc28a">Lingkungan</td>
                  <td id="1758051ef0a9c6fc3c510d21641b4bbf">Terlalu berdebu</td>
                  <td id="25117006a73fe96a8c818162638f9ead">Dilakukan pembersihan secara rutin</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-92bcc827ad9fe2b5da322c5fa6fa232c">
                  <td id="b49c0c2c95e7f5beff80a59ad7ffeffa">Metode</td>
                  <td id="15f07d92b6b07edfe77b980e26f330c5">Kurang rutinnya pembersih pipa</td>
                  <td id="0d7f8d7243f9071c6e3d0966f9ea1ed2">Menjadwalkanpembersihanpipa secara rutin</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-905e2c89a1f71281f5ff64d7f9b60b7d">
                  <td id="7396c0e1eb7633e141445febf1f07781">Mesin</td>
                  <td id="c788e51c3edf87eb46e3994265b9cace">Pompa nira kental terkadang minta ganti</td>
                  <td id="6c0c3c1a50706f412024708afd9a458a">Mengecek pompa secara rutin</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-367bbfd37444a12d60c21db2433f4809">
                  <td id="239751ad4d0c262fa5ac2ca063b3cef6"/>
                  <td id="9bd090e4e294930087c3096279754dc6">Pipa SO sering 2 tersumbat</td>
                  <td id="651cbbed7a112c6062352bd57a199eba">Membersihkan pipa secara rutin</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-2e682931445aff138e9717621a0c2174">
                  <td id="5a1f11c9f1eda2f1f4a04fe6fcb58526">Bahan Baku</td>
                  <td id="cf6311529d47b661a06969da4448e685">Kurangnya kadar air pada tebu</td>
                  <td id="58201f5f0cedecd579af4320957297bf">Memastikan bahan baku yang terbaik</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-74132b8828cbedf5cef5df69f1f99564">
                  <td id="bcfa8691a9510d30b8d0b794d3b120cb"/>
                  <td id="ee63df42caef66f47103e81dc208a88b">Kurangnya nilai brix pada tebu</td>
                  <td id="b141973867c755ac881aaf0f232c2a50">Memastikan bahan baku yang terbaik</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-520d1016c55ec41a5f2283ebb54b2a62">
                  <td id="3d6b953bdb075952284c8e447269b54a"/>
                  <td id="a5921a8ac2acdda524c7d45818f1ba2c">Keterlambatan pemberian zat kapur dan belerang</td>
                  <td id="dd882aa5632c66f1f5bc8d2d18989236">Menjadwalkan pemberian zat kapur dan belerang supaya tiada ada kelalain pekerja</td>
                </tr>
              </tbody>
            </table>
          </table-wrap>
        </sec>
      </sec>
      <sec id="sec-1_4">
        <title>Simpulan </title>
        <p id="_paragraph-45">Pengendalian mutu proses produksi gula PG XYZ berjalan sangat baik.Setiap tahap produksi mengikuti prosedur operasi standar (SOP) dan hasilnya tunduk pada analisis kualitas. Sebagai persiapan jika terjadi kerusakan yang tidak terduga, kami akan menerapkan peningkatan kualitas di setiap lokasi produksi. Ada enam stasiun kendali mutu: stasiun penggilingan, pemurnian, penguapan, pemasakan, dan penyelesaian.. PG XYZ telah menunjukkan kinerja baik dalam pengendalian mutu produk gula mereka. Namun, untuk memastikan kualitas gula tetap konsisten, perusahaan harus terus mengelola faktor-faktor kecil yang dapat memengaruhi hasil akhir produk. Faktor-faktor ini meliputi kondisi dan keterampilan pekerja, efektivitas serta pemeliharaan mesin, kualitas bahan baku, serta kondisi lingkungan dan metode kerja yang diterapkan. Setiap elemen ini sangat berpengaruh terhadap kualitas gula yang dihasilkan, sehingga perhatian yang cermat terhadap semua aspek ini sangat penting. Dengan pendekatan yang teliti dan berkelanjutan, PG XYZ dapat memastikan bahwa produk gula mereka selalu memenuhi standar kualitas tinggi dan memuaskan pelanggan.</p>
        <p id="paragraph-8a8cc47444d31c9d81c5f8de260d6d9f">
          <bold id="bold-e9c357033368cd7d83da13ed32b24b51">Ucapan Terima Kasih</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-46">Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak pabrik gula yang telah memberikan saya kesempatan meninjau lokasi, pengelola lokasi yang memberikan bimbingan, dan pimpinan Universitas Muhammadiyah Sidarjo yang telah memberikan dukungan dan perlengkapan untuk program PKL.Dukungan semua pihak yang terlibat sangat penting untuk keberhasilan penelitian.</p>
      </sec>
    </sec>
  </body><back/></article>
