<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Dough Mixer Machine Design Increases Cracker Production Capacity</article-title>
        <subtitle>Desain Mesin Pengaduk Adonan Meningkatkan Kapasitas Produksi Kerupuk</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Saputra</surname>
            <given-names>Muhammad Anggie Cahya</given-names>
          </name>
          <email>Anggicahya129@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <given-names>Mulyadi</given-names>
          </name>
          <email>mulyadi@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Fahruddin</surname>
            <given-names>A’rasy</given-names>
          </name>
          <email>arasyFahruddin@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Widodo</surname>
            <given-names>Edi</given-names>
          </name>
          <email>ediwidodo@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-4"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <institution>Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-4">
        <institution>Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-05-02">
          <day>02</day>
          <month>05</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>02</day><month>05</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  <body>
    <p>
      <bold>
        <italic>Fabrication of a 10kg Capacity Fish Cracker Dough Mixer for SME Scale</italic>
      </bold>
      <bold> [</bold>
      <bold>Fabrikasi Mesin Pengaduk Adonan Kerupuk Ikan Kapasitas 10kg untuk skala UMKM</bold>
      <bold>]</bold>
    </p>
    <p>Muhammad Anggie Cahya Saputra<sup>1)</sup>, Mulyadi<sup>2)</sup> A’rasyFahruddin<sup>3)</sup> Edi widodo<sup>4)</sup></p>
    <p><sup>1)</sup>Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
    <p><sup>2)</sup>Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
    <p><sup>3)</sup>Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
    <p><sup>4)</sup>Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
    <p><ext-link xlink:href="mailto:Anggicahya129@gmail.com">Anggicahya129@gmail.com</ext-link>  <ext-link xlink:href="mailto:Mulyadi@umsida.ac.id">Mulyadi@umsida.ac.id</ext-link> <ext-link xlink:href="mailto:arasyFahruddin@umsida.ac.id">arasyFahruddin@umsida.ac.id</ext-link> <ext-link xlink:href="mailto:Ediwidodo@umsida.ac.id">Ediwidodo@umsida.ac.id</ext-link></p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Abstract</italic>
      </bold>
      <italic>. </italic>
      <italic>This research is motivated by the manual process of mixing fish cracker dough, which is currently practiced. This manual process is considered suboptimal because it takes up to 60 minutes for 6 kg of dough, poses a risk to sterility, and is labor-intensive. The aims of this research are to design, manufacture, and test an efficient and effective fish cracker dough mixing machine, considering aspects of design, manufacturing process, production costs, and the performance of the dough on the expansion quality of the crackers, to produce a final product that is technically and economically feasible. The research methods used include observation of the manual mixing process, literature review related to mixing machines, identification of necessary tools and materials, stages of the machine manufacturing process, and performance testi</italic>
      <italic>ng of the manufactured machine.</italic>
    </p>
    <p>
      <italic>The results of this research detail the machine components such as the frame, mixing tank, mixing blade, electric motor, gearbox, and other supporting systems, with the main drive being a 0.5 HP electric motor transmitted using a speed reducer (gearbox) to transfer rotation through a chain to the mixing shaft using a sprocket. The manufacturing process stages include measurement, cutting, welding, turning, and assembly of components with a total working time of approximately 15.7 hours. The manufacturing cost of the machine is IDR 4,134,075, and the cost of goods sold is IDR 5,517,013 with a profit margin of 20%. Economic simulations indicate that this machine can reduce dependence on manual labor, improve quality consistency, and accelerate the production process. Thus, this prototype has the potential to be an innovative solution for SMEs in optimizing fish cracker production efficiently and sustainably.</italic>
    </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Keyword –</italic>
      </bold>
      <italic> Manufacturing Process, </italic>
      <italic>Performance test</italic>
      <italic>, </italic>
      <italic>calculation</italic>
      <italic> HPP, </italic>
      <italic>Efficiency, SMEs</italic>
    </p>
    <p><bold><italic>Abstrak</italic></bold><italic>. </italic>Penelitian ini dilatar belakangi pada proses pengadukan adonan kerupuk ikan yang selama ini dilakukan secara manual, Proses manual yang selama ini digunakan dinilai tidak optimal karena memakan waktu hingga 60 menit untuk 6 kg adonan, berisiko terhadap sterilitas, dan menguras tenaga kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang, dan menguji mesin pengaduk adonan kerupuk ikan yang efisien dan efektif, dengan mempertimbangkan aspek desain, proses manufaktur, biaya produksi, serta performa hasil adonan terhadap kualitas pemekaran kerupuk, guna menghasilkan produk akhir yang layak secara teknis dan ekonomis. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi proses pengadukan manual, studi literatur terkait mesin pengaduk, identifikasi alat dan bahan yang dibutuhkan, tahapan proses manufaktur mesin, dan pengujian <italic>performance</italic> mesin yang telah dibuat. Hasil penelitian ini menunjukkan rincian komponen-komponen mesin seperti rangka, bak pengaduk, <italic>blade</italic> pengaduk, motor listrik, <italic>gearbox</italic> dan sistem pendukung lainnya, dengan penggerak utama berupa motor listrik bertenaga 0,5 HP yang ditransmisikan menggunakan <italic>speed reducer</italic> atau <italic>(gear box)</italic> meneruskan putaran melalui rantai ke poros pengaduk menggunakan <italic>sprocket</italic>. tahapan proses manufaktur yang meliputi pengukuran, pemotongan, pengelasan, pembubutan, dan perakitan komponen dengan total waktu pengerjaan sekitar 15,7 jam. Dengan besaran biaya manufaktur  mesin sebesar Rp 4.134.075 dan harga pokok penjualan sebesar Rp 5.517.013 dengan mengambil keuntungan sebanyak 20%. Simulasi ekonomi mengindikasikan bahwa mesin ini mampu mengurangi ketergantungan tenaga manual, meningkatkan konsistensi kualitas, dan mempercepat proses produksi. Dengan demikian, <italic>prototipe</italic> ini berpotensi menjadi solusi inovatif bagi UMKM dalam mengoptimalkan produksi kerupuk ikan secara efisien dan berkelanjutan.</p>
    <p><bold>Kata Kunci –</bold> Proses manufaktur, Uji Performa, Perhitungan HPP, Efisiensi, UMKM, </p>
    <sec id="sec-1">
      <title>I. Pendahuluan </title>
      <p> Proses manufaktur pada mesin pengaduk adonan kerupuk ini dimulai dari desain perencanaan dan cara kerja mesin, serta pemilihan material yang sesuai kebutuhan <xref ref-type="bibr" rid="bib8">8</xref>. Proses manufaktur ini bertujuan untuk membentuk suatu mesin yang terpisah dari bagian bagiannya dan tersusun menjadi unit mesin yang berfungsi sesuai karakteristiknya prosedur ini mencakup persiapan seluruh peralatan dan komponen mesin <xref ref-type="bibr" rid="bib9">9</xref>. Mesin pengaduk adonan kerupuk ikan kapasitas 10 kg membutuhkan beberapa tahap pembuatan, termasuk pemotongan, pengeboran, pembubutan, <italic>milling</italic>,  perakitan permanen (dengan pengelasan) dan non-permanen (dengan baut dan mur), dan proses <italic>finishing</italic> <xref ref-type="bibr" rid="bib10">10</xref>. Cara kerja mesin pengaduk adonan kerupuk ikan adalah dimulai dari putaran motor listrik bertenaga 0,5 hp yang ditransmisikan ke <italic>speed reducer </italic>(<italic>gear box) </italic>melalui bantuan <italic>pulley </italic>dan sabuk V.S<italic>peed reducer </italic>(<italic>gear box) </italic>meneruskan putaran melalui rantai ke poros pengaduk menggunakan <italic>sprocket</italic> <xref ref-type="bibr" rid="bib11">11</xref>. </p>
      <list list-type="bullet">
        <list-item>
          <p> Kabupaten Pasuruan memiliki banyak potensi terkait hal perikanan maupun kelautan. Sehingga memberikan kesempatan bagi warga setempat tentang memulai usaha dibidang pengolahan <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref>. Salah satu produk yang diunggulkan yaitu kerupuk ikan<xref ref-type="bibr" rid="bib2">2</xref><bold>.</bold>Pembuatan kerupuk ikan memilliki beberapa tahap seperti, pencampuran <italic>(mixing),</italic> pencetakan <italic>(printing),</italic> pengukusan <italic>(steaming),</italic> pengeringan <italic>(drying),</italic> dan penggorengan <italic>(frying).</italic> </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pada proses pencampuran ialah tahapan dimana membutuhkan tenaga besar dikarenakan menggunakan tenaga manusia, seperti pengadukan menggunakan tangan atau menginjak-injak adonan menggunakan kaki untuk mendapatkan adonan yang rata. Cara tersebut sangat berdampak pada keseterilan adonan kerupuk, apabila diketahui oleh pelanggan akan mempengaruhi selera dan minat secara tidak langsung <xref ref-type="bibr" rid="bib3">3</xref>. Selain itu, proses pengadukan secara manual ini membutuhkan waktu kurang lebih 50-60 menit hanya untuk mencampurkan 6 kg adonan, sehingga secara waktu sangat tidak efisien <xref ref-type="bibr" rid="bib4">4</xref>. memungkinkan sangat berpengaruh pada kinerja yang dilakukan <xref ref-type="bibr" rid="bib5">5</xref>. Faktor yang menentukan kualitas adonan kerupuk yang baik, antara lain dengan komposisi yang benar, ukuran nilai yang tepat, pencampuran dengan baik dan proses yang sesuai.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p> Dengan menerapkan teknologi dalam proses pengelolaan, terutama dalam pengadukan adonan, diharap dapat menghadapi masalah keterbatasan. Penerapan pada mesin pengaduk adonan ini diharapkan mampu mempercepat metode pengadukan adonan, meningkatkan konsistensi pencampuran bahan, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia. teknologi ini juga diharapkan bisa meningkatkan efisiensi dan peningkatan volume produksi tersebut <xref ref-type="bibr" rid="bib6">6</xref>. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p> Manufaktur merupakan proses pengubahan bahan mentah menjadi produk jadi dengan melewati serangkaian tindakan yang memerlukan energi, dimana menciptakan perbedaan pada sifat fisik atau kimia pada bahan tersebut. manufaktur meliputi berbagai rangkaian operasi dan kegiatan saling terkait, termasuk desain, pemilihan bahan, perencanaan <italic>(planning),</italic> pembuatan <italic>(manufacturing)</italic>, penjamianan kualitas, serta pemasaran dan pengolahan produk tersebut <xref ref-type="bibr" rid="bib7">7</xref>. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>       Dalam pembuatan kerupuk ikan, mesin pengaduk adonan adalah solusi penting untuk mengatasi masalah efisiensi waktu, tenaga yang digunakan dan kualitas hasil. Tanpa mesin ini, pengadukan manual memakan waktu lama dan tenaga yang diperlukan banyak, seringkali menghasilkan adonan yang tidak merata. Dengan adanya mesin pengaduk, diharapkan proses pembuatan adonan kerupuk ikan menjadi lebih cepat, efisien, dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas <xref ref-type="bibr" rid="bib12">12</xref>. Dari pembahasan latar belakang diatas maka tujuan dari penelitian ini ialah untuk pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ikan dengan kapasitas 10 kg, serta melakukan pengelompokan komponen mesin yang dibuat dan dibeli, melakukan pengujian performa dengan variasi waktu pengadukan, menghitung waktu proses manufaktur, serta menghitung biaya pembuatan dan melakukan perhitungan HPP (Harga Pokok Penjualan).</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>II. Metode</title>
      <p>
        <bold>A.</bold>
        <bold>Diagram</bold>
        <bold>Alir</bold>
        <bold>Penelitian</bold>
      </p>
      <p>  Proses penelitian yang dilakukan mengikuti alur yang ditunjukkan dalam diagram di bawah ini.</p>
      <fig id="fig1">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image1.jpg"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar</bold><bold>1.</bold>Diagram alir</p>
      <p>
        <bold>B</bold>
        <bold>.</bold>
        <bold>Observasi</bold>
        <bold>dan</bold>
        <bold>Studi</bold>
        <bold>Literatur</bold>
      </p>
      <p>  Observasi meliputi berbagai sumber yang relevan mengenai teknologi pengadukan adonan, termasuk penelitian sebelumnya tentang mesin pengaduk dan inovasi dalam industri makanan serta dilakukan pengamatan ditempat sekitar. Literatur yang mencakup jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang membahas prinsip-prinsip mekanika dan proses mesin. </p>
      <p>
        <bold>C. </bold>
        <bold>
          <italic>Bill of Material</italic>
        </bold>
      </p>
      <p><italic>Bill of Materials</italic> (BOM) adalah daftar lengkap komponen dan material yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk yang merinci seluruh material dari komponen yang diproduksi sendiri maupun komponen beli. Daftar ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan volume produksi yang diinginkan.</p>
      <p>
        <bold>D</bold>
        <bold>.</bold>
        <bold>Alat</bold>
        <bold>dan</bold>
        <bold>Bahan</bold>
      </p>
      <p>Alat yang diguanakan dalam pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ikan adalah seperti pada Tabel 1.   Adapun bahan yang digunakan untuk membuat mesin pengaduk adonan kerupuk ikan dapat dilihat pada Tabel 2.</p>
      <p><bold>Tabel</bold><bold>1</bold>. Alat yang digunakan</p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <table>
          <tr>
            <td>No</td>
            <td>Nama alat</td>
            <td>No</td>
            <td>Nama alat</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1</td>
            <td>Mesin las listrik </td>
            <td>7</td>
            <td>Jangka sorong</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2</td>
            <td>Mesin gerinda</td>
            <td>8</td>
            <td>
              <italic>Toolkits</italic>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>3</td>
            <td>Mesin Bubut</td>
            <td>9</td>
            <td>Spidol</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>4</td>
            <td>Mesin bor</td>
            <td>10</td>
            <td>Penitik</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>5</td>
            <td>Mesin roll</td>
            <td>11</td>
            <td>Palu </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>6</td>
            <td>Meteran roll</td>
            <td>12</td>
            <td>Penggaris siku</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p><bold>Tabel</bold><bold>2.</bold> Bahan yang digunakan</p>
      <table-wrap id="tbl2">
        <table>
          <tr>
            <td>  No</td>
            <td>Nama bahan</td>
            <td>No</td>
            <td>Nama bahan</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1</td>
            <td>Besi siku</td>
            <td>10</td>
            <td>Rantai</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2</td>
            <td>Plat <italic>stainles steel</italic></td>
            <td>11</td>
            <td>
              <italic>Bearing</italic>
            </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>3</td>
            <td>Besi as</td>
            <td>12</td>
            <td>Baut</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>4</td>
            <td>Pipa <italic>stainles steel</italic></td>
            <td>13</td>
            <td>Oli <italic>gearbox</italic></td>
          </tr>
          <tr>
            <td>5</td>
            <td>Dinamo listrik</td>
            <td> 14</td>
            <td>Cat</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>6</td>
            <td>
              <italic>Gear box</italic>
            </td>
            <td>15</td>
            <td>Saklar</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>7</td>
            <td>
              <italic>Pulley </italic>
            </td>
            <td>16</td>
            <td>Kabel</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>8</td>
            <td>
              <italic>Sprocket </italic>
            </td>
            <td>17</td>
            <td>Steker</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>9</td>
            <td>
              <italic>V belt</italic>
            </td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <sec id="sec-2_1">
        <title>
          <bold>E</bold>
          <bold>.</bold>
          <bold>Proses</bold>
          <bold>Manufaktur</bold>
        </title>
        <p>Pada tahap ini, proses manufaktur dilakukan di bengkel terdekat dari pembuat untuk mempermudah proses. Proses dimulai dengan menyiapkan bahan kemudian dilakukan proses pemotongan material dan pengelasan untuk menyambung komponen, dan proses pengeboran. Setelah selesai kemudian dilakukan proses <italic>assembly</italic> pada komponen mesin.</p>
      </sec>
      <sec id="sec-2_2">
        <title>
          <bold>F</bold>
          <bold>.</bold>
          <bold> Uji </bold>
          <bold>P</bold>
          <bold>erfoma</bold>
        </title>
        <p>Pengujian performa pada mesin pengaduk adonan kerupuk ikan ini berfungsi apakah mesin yang dibuat sudah sesuai kriteria. Pengujian ini dilakukan dengan pengadukan pada mesin tersebut dengan kapasitas adonan yang ditentukan dengan waktu pengadukan yang berbeda beda guna untuk mencari hasil waktu kalis pada mesin tersebut, dan dilakukan pengujian pada adonan menggunakan alat <italic>texture analyzer</italic>, dan dilakukan perhitungan presentase pertambahan kerupuk setelah penggorengan pada setiap adonan.</p>
        <p><bold>Tabel</bold><bold> 3</bold><bold>.</bold>Uji performa</p>
        <table-wrap id="tbl3">
          <table>
            <tr>
              <td>No</td>
              <td>Adonan (Kg)</td>
              <td>Waktu (menit)</td>
              <td>Kualitas kalis</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>1.</td>
              <td>10</td>
              <td>10</td>
              <td>KKP</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>2.</td>
              <td>10</td>
              <td>20</td>
              <td>KKP</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>3.</td>
              <td>10</td>
              <td>30</td>
              <td>KKP</td>
            </tr>
            <tr>
              <td>4.</td>
              <td>10</td>
              <td>40</td>
              <td>KKP</td>
            </tr>
          </table>
        </table-wrap>
        <p>Kriteria kualitas potongan (KKP):</p>
        <p>Bagus  : hasil pengadukan berupa adonan yang homogen dan tekstur tidak mudah pecah </p>
        <p>Lumayan Bagus  : hasil pengadukan berupa adonan yang homogen dan tekstur masih sedikit pecah</p>
        <p>Kurang Bagus : hasil pengadukan berupa adonan yang belum homogen dan tekstur mudah pecah</p>
        <p>Berikut untuk menghitung pertambahan lebar pada kerupuk dan presentase pada hasil penggorengan kerupuk memiliki rumus dasar untuk menghitung:</p>
        <p>pers 1</p>
        <p>Dimana:</p>
        <p>ΔW= Jumlah pertambahan lebar (cm)</p>
        <p>W1= Ukuran sebelum penggorengan (cm)</p>
        <p>W2= Ukuran setelah penggorengan (cm)</p>
        <list list-type="order">
          <list-item>
            <p>Pertambahan lebar</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Presentase pertambahan panjang</p>
          </list-item>
        </list>
        <p>pers 2</p>
        <p>Dimana:</p>
        <p>ΔW= Jumlah pertambahan lebar (cm)</p>
        <p>W1=  Ukuran sebelum penggorengan (cm)</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>III. Hasil dan Pembahasan</title>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>A. <italic>Bill of Material</italic> </title>
      <fig id="fig2">
        <graphic mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image2.jpeg"/>
      </fig>
      <p><bold>Gambar 2</bold><bold>.</bold><italic>Bill of Material</italic> mesin pengaduk adonan kerupuk ikan</p>
      <p><bold>Tabel 4</bold><bold>.</bold>Komponen mesin pengaduk adonan kerupuk ikan</p>
      <table-wrap id="tbl4">
        <table>
          <tr>
            <td>No</td>
            <td>Komponen</td>
            <td>Spesifikasi</td>
            <td>Manufaktur</td>
            <td>Beli</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1</td>
            <td><italic>Pulley</italic> 1</td>
            <td>3 inc</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>2</td>
            <td>Baut, mur</td>
            <td>M8</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>3</td>
            <td>
              <italic>V belt</italic>
            </td>
            <td>A 38</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>4</td>
            <td><italic>Pulley</italic> 2</td>
            <td>4 inc</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>5</td>
            <td><italic>Gearbox</italic> </td>
            <td>wpa 60 Rasio 1:10</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>6</td>
            <td>Rangka</td>
            <td>Besi siku 3mm (50 mm x 50 mm)</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>7</td>
            <td><italic>Bearing</italic> </td>
            <td>UCP 205-16</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>8</td>
            <td>Dinamo listrik</td>
            <td>0,5 Hp 1400 Rpm</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>9</td>
            <td>Tutup bak</td>
            <td><italic>Stainless stell</italic> 304</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>10</td>
            <td>Bak pengadukan</td>
            <td><italic>Stainless stell</italic> 304</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>11</td>
            <td>Cover transmisi</td>
            <td><italic>Stainless stell</italic> 304</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>12</td>
            <td>
              <italic>Gear Sprocket 1</italic>
            </td>
            <td> 6 cm</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>13</td>
            <td>
              <italic>Gear Sprocket 2</italic>
            </td>
            <td>17 cm</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>14</td>
            <td><italic>Bearing</italic> </td>
            <td>UCFL 205-16</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>15</td>
            <td><italic>Blade</italic> pengaduk</td>
            <td><italic>Stainless stell</italic> 304</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>16</td>
            <td>Rantai</td>
            <td>-</td>
            <td/>
            <td/>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p><bold>Tabel 5</bold><bold>.</bold>Proses manufaktur</p>
      <table-wrap id="tbl5">
        <table>
          <tr>
            <td>No</td>
            <td>Komponen</td>
            <td>Manufaktur</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1</td>
            <td>Rangka</td>
            <td>Las SMAW, Gerinda, Bor</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2</td>
            <td>Bak pengaduk</td>
            <td>Las SMAW, Gerinda, Bor</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>3</td>
            <td>Tutup bak, cover sistem transmisi</td>
            <td>Las SMAW, Gerinda, Bor</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>4</td>
            <td><italic>Blade</italic> pengaduk</td>
            <td>Las SMAW, Gerinda, <italic>Milling</italic>, Bubut, Tap, Bor</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Untuk proses manufaktur pada mesin pengaduk adonan kerupuk ikan dapat dilihat pada gambar 2</p>
      <table-wrap id="tbl6"/>
      <p><bold>Gambar 3</bold><bold>.</bold>Proses Manufaktur Mesin Pengaduk Adonan Kerupuk Ikan</p>
      <p>Untuk hasil proses manufaktur mesin pengaduk adonan kerupuk ikan dapat dilihat pada gambar 3</p>
      <table-wrap id="tbl7"/>
      <p><bold>Gambar 4</bold><bold>. </bold>Hasil Proses Manufaktur 1. (Tampak depan) 2. (Tampak samping) 3. (Tampak isometri)</p>
      <p>
        <bold>B</bold>
        <bold>.</bold>
        <bold>Uji</bold>
        <bold> performa</bold>
      </p>
      <p>Pengujian performa ini dilaksanakan dengan sesuai ketentuan yang sudah dijabarkan diatas. Dengan bahan yang digunakan meliputi: daging ikan dan udang, tepung tapioka, bawang putih, penyedap rasa, telur dan air. Berikut hasil pada pengujian performa mesin pengaduk adonan kerupuk ikan:</p>
      <p><bold>Tabel 6</bold><bold>.</bold>Uji performa</p>
      <table-wrap id="tbl8">
        <table>
          <tr>
            <td>No</td>
            <td>Adonan (Kg)</td>
            <td>Waktu (menit)</td>
            <td>Kualitas kalis</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1. </td>
            <td>10</td>
            <td>10</td>
            <td>Kurang bagus</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2.</td>
            <td>10</td>
            <td>20</td>
            <td>Kurang bagus</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>3.</td>
            <td>10</td>
            <td>30</td>
            <td>lumayan bagus</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>4.</td>
            <td>10</td>
            <td>40</td>
            <td>bagus</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Berikut merupakan gambar hasil pengadukan pada pengujian performa, dapat dilihat pada tabel :</p>
      <p><bold>Tabel 7</bold><bold>.</bold>Hasil pengadukan</p>
      <table-wrap id="tbl9">
        <table>
          <tr>
            <td>Waktu pengadukan(menit)</td>
            <td>Hasil pengadukan</td>
            <td>Hasil analisa</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <bold>10</bold>
            </td>
            <td/>
            <td>Pada hasil pengadukan adonan kerupuk ikan mendapatkan kualitas yang belum baik     dikarenakan adonan terlihat tidak tercampur dan masih berupa tepung kering dan beberapa sudah mulai lembap.</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <bold>20</bold>
            </td>
            <td/>
            <td>Pada hasil pengadukan adonan kerupuk ikan mendapatkan kualitas yang belum baik, dikarenakan adonan masih belum tercampur rata masih terdapat adonan kering yang belum terbasahi sempurna, serta adonan masih banyak bagian yang rapuh dan mudah pecah.</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <bold>30</bold>
            </td>
            <td/>
            <td>Pada hasil pengadukan adonan kerupuk ikan mendapatkan kualitas yang lumayan baik dikarenakan adonan mulai tercampur rata tetapi dengan tekstur yang masih rapuh dan mudah pecah saat ditekan. </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <bold>40</bold>
            </td>
            <td/>
            <td>Pada hasil pengadukan adonan kerupuk ikan mendapatkan kualitas yang sangat baik adonan terlihat homogen dan merata tanpa ada bagian gumpalan tepung yang kering dan tekstur terasa kalis dan adonan tidak mudah rapuh serta pecah saat dibentuk.</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Tekstur merupakan parameter yang erat kaitannya dengan kualitas kalis, hasil rata-rata adonan kerupuk yang memenuhi standar (SNI) dengan nilai sensori adonan kerupuk udang/ikan yaitu minimal 7N <xref ref-type="bibr" rid="bib13">13</xref>. Jika hasil menunjukkan jauh diatas nilai minimum bisa dinyatakan hasil pengujiannya kurang bagus. Berikut merupakan tabel hasil pengujian tekstur.</p>
      <p><bold>Tabel 8.</bold>Hasil Pengujian <italic>Texture Analyzer</italic></p>
      <table-wrap id="tbl10">
        <table>
          <tr>
            <td>No</td>
            <td>Variasi Pengadukan(Menit)</td>
            <td>Hasil Pengujian </td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1.</td>
            <td>10</td>
            <td>50.09 N</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2.</td>
            <td>20</td>
            <td>43.08 N</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>3.</td>
            <td>30</td>
            <td>29.18 N</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>4.</td>
            <td>40</td>
            <td>10.99 N</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Berikut merupakan gambar pengujian menggunakan alat <italic>Texture Analyzer</italic>:</p>
      <table-wrap id="tbl11"/>
      <p><bold>Gambar 5</bold><bold>. </bold>Pengujian Tekstur A.(Alat <italic>Texture Analyzer)</italic> B. (Hasil Parameter Pengujian)</p>
      <p>Berikut merupakan gambar hasil perbedaan penggorengan setiap varisi adonan, dapat dilihat pada tabel :</p>
      <p><bold>Tabel 9</bold><bold>. </bold>Hasil Penggorengan</p>
      <table-wrap id="tbl12">
        <table>
          <tr>
            <td>N0</td>
            <td>Waktu pengadukan</td>
            <td>kerupuk sebelum digoreng</td>
            <td>kerupuk setelah digoreng</td>
            <td>Analisa</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <bold>1.</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>10</bold>
            </td>
            <td/>
            <td/>
            <td>terdapat selisih ukuran setelah penggorengan sebanyak 2,5 cm, dimana sebelum penggorengan berukuran 5,1 cm menjadi 7,6 cm setelah penggorengan</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <bold>2.</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>20</bold>
            </td>
            <td/>
            <td/>
            <td>terdapat selisih ukuran setelah penggorengan sebanyak 2,9 cm, dimana sebelum penggorengan berukuran 5,1 cm menjadi 8 cm setelah penggorengan</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <bold>3.</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>30</bold>
            </td>
            <td/>
            <td/>
            <td>terdapat selisih ukuran setelah penggorengan sebanyak 4,3 cm, dimana sebelum penggorengan berukuran 5,1 cm menjadi 9,4 cm setelah penggorengan.</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <bold>4.</bold>
            </td>
            <td>
              <bold>40</bold>
            </td>
            <td/>
            <td/>
            <td>terdapat selisih ukuran setelah penggorengan sebanyak 6,7 cm, dimana sebelum penggorengan berukuran 6,8 cm menjadi 12,1 cm setelah penggorengan</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Untuk memungkinkan perbandingan kerupuk berdasarkan perubahan ukuran sebelum dan sesudah penggorengan secara akurat, penelitian ini dibatasi pada sampel kerupuk dengan dimensi awal  yang seragam dan digoreng pada kondisi yang identik, dengan pengukuran lebar dilakukan pada titik yang sama menggunakan penggaris ukur.</p>
      <p> Berikut hasil perhitungan pertambahan lebar pada kerupuk dan presentase pada hasil penggorengan kerupuk:</p>
      <list list-type="bullet">
        <list-item>
          <p>Presentase pertambahan lebar setelah penggorengan.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>a. Perubahan lebar  </p>
      <p>    ΔW = W2​−W1​</p>
      <p>           = 7,6 cm − 5,1 cm = 2,5 cm</p>
      <p>b. Presentase pertambahan lebar</p>
      <p>    x 100% =</p>
      <p>x 100% = 49%</p>
      <p>a. Perubahan lebar</p>
      <p>    ΔW = W2​−W1​</p>
      <p>           = 8 cm – 5,1 cm = 2,9 cm</p>
      <p>b. Presentase pertambahan lebar</p>
      <p>    x 100% =</p>
      <p>x 100% = 56,8%</p>
      <p>a. Perubahan lebar  </p>
      <p>    ΔW = W2​−W1​</p>
      <p>           = 9,4 cm – 5,1 cm = 4.3 cm</p>
      <p>b. Presentase pertambahan lebar</p>
      <p>    x 100% =</p>
      <p>x 100% = 84,3%</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Hasil pada pengadukan 10 menit.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hasil pada pengadukan 20 menit.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hasil pada pengadukan 30 menit.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hasil pada pengadukan 40 menit.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>       a. Perubahan lebar  </p>
      <p>           ΔW = W2​−W1​ </p>
      <p>           = 12,1 cm – 6,8 cm = 6,8 cm</p>
      <p>      b. Presentase pertambahan lebar</p>
      <p>           x 100% =</p>
      <p>x 100% = 98,5 %</p>
      <p>
        <bold>C</bold>
        <bold>.</bold>
        <bold>Perhitungan</bold>
        <bold>biaya</bold>
        <bold>manufaktur</bold>
      </p>
      <p>Perhitungan biaya manufaktur yang diperlukan untuk membuat <italic>prototype</italic> mesin pengaduk adonan kerupuk ikan ini terdiri dari beberapa komponen utama: waktu proses pengerjaan, biaya bahan, biaya listrik, dan upah tenaga kerja. Biaya bahan mencakup semua material dan komponen yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, sementara biaya listrik dihitung secara matematis <xref ref-type="bibr" rid="bib14">14</xref>. Biaya upah kerja dihitung berdasarkan tarif sesuai UMR pada kabupaten Pasuruan dan perhitungan harga pokok penjualan (HPP).</p>
      <p><bold>Tabel 10</bold><bold>. </bold>Perhitungan waktu aktual</p>
      <table-wrap id="tbl13">
        <table>
          <tr>
            <td>No.</td>
            <td>Komponen</td>
            <td>Proses manufaktur</td>
            <td>Waktu <italic>cycle</italic>(menit)</td>
            <td>Waktu set-up(menit)</td>
            <td>Waktu tunggu (menit)</td>
            <td>Waktu total(menit)</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1.</td>
            <td>Rangka mesin</td>
            <td>GerindaLas SMAWBorPengecatan </td>
            <td>55352515</td>
            <td>2555</td>
            <td>95</td>
            <td>242</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2.</td>
            <td>Bak pengaduk</td>
            <td>Las SMAW Gerinda<italic>Rolling</italic>Bor</td>
            <td>3040510</td>
            <td>5253</td>
            <td>90</td>
            <td>190</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>3.</td>
            <td>Tutup bak, cover sistem transmisi</td>
            <td>Las SMAW GerindaBor</td>
            <td>203010</td>
            <td>555</td>
            <td>70</td>
            <td>145</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>4.</td>
            <td><italic>Blade</italic> pengaduk</td>
            <td>Las SMAWGerindaBubut Tap<italic>Mill</italic><italic>i</italic><italic>ng</italic>Bor</td>
            <td>152520253014</td>
            <td>55104105</td>
            <td>120</td>
            <td>288</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>5</td>
            <td>
              <italic>Assembly</italic>
            </td>
            <td/>
            <td>45</td>
            <td>10</td>
            <td>25</td>
            <td>80</td>
          </tr>
          <tr>
            <td colspan="6">
              <bold>Waktu total</bold>
            </td>
            <td>945</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <p>Waktu proses manufaktur pada komponen mesin pengaduk adonan kerupuk yaitu :</p>
      <p>1. Rangka = 242 menit</p>
      <p>2. Poros, <italic>Blade</italic> pengaduk = 288 menit</p>
      <p>3. Bak pengaduk = 190 menit</p>
      <p>4. Tutup bak, Cover sistem transmisi =  145 menit</p>
      <p>5. <italic>Assembly</italic> = 80 menit</p>
      <p>Dari perhitungan waktu proses pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ikan diperlukan sejumlah waktu   sebanyak 945 menit, untuk mengkonversi menit ke jam sebagai berikut:</p>
      <p>Total waktu manufaktur =  =  = 15,75 jam</p>
      <p><bold>T</bold><bold>abel 11</bold><bold>. </bold>Perhitungan biaya bahan baku</p>
      <table-wrap id="tbl14">
        <table>
          <tr>
            <td>No</td>
            <td>Nama komponen</td>
            <td>Spesifikasi</td>
            <td>Jumlah</td>
            <td>Harga (Rp)</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Besi siku</td>
            <td>3 mm (50 x 50 mm)</td>
            <td>7800 mm</td>
            <td>330.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Plat <italic>stainless stell</italic></td>
            <td>304 (1,2 mm)</td>
            <td>1200 x 1200 mm</td>
            <td>650.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Besi as </td>
            <td>Ø 25 mm</td>
            <td>700 mm</td>
            <td>96.900</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Plat strip <italic>stainless stell</italic></td>
            <td>304 (4 mm)</td>
            <td>30 x 600 mm</td>
            <td>35.500</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Pipa <italic>stainless stell</italic></td>
            <td>Ø 27 mm</td>
            <td>500mm</td>
            <td>75.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Pipa holo <italic>stainless steel</italic></td>
            <td>20 x 40 mm</td>
            <td>2000 mm</td>
            <td>199.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>
              <italic>Bearing</italic>
            </td>
            <td>UCFL 205-16</td>
            <td>-</td>
            <td>66.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>
              <italic>Bearing</italic>
            </td>
            <td>UCP 205-16</td>
            <td>-</td>
            <td>62.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>
              <italic>Pulley</italic>
            </td>
            <td>3 inchi</td>
            <td>-</td>
            <td>28.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>
              <italic>Pulley</italic>
            </td>
            <td>4 inchi</td>
            <td>-</td>
            <td>38.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>
              <italic>Sprocket</italic>
              <italic> 1</italic>
            </td>
            <td>6 cm</td>
            <td>-</td>
            <td>34.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>
              <italic>Sprocket</italic>
              <italic> 2</italic>
            </td>
            <td>17 cm</td>
            <td>-</td>
            <td>50.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>
              <italic>V belt</italic>
            </td>
            <td>A 38</td>
            <td>-</td>
            <td>27.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Rantai</td>
            <td>-</td>
            <td>-</td>
            <td>57.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Motor listrik</td>
            <td>0,5 HP 1400 Rpm</td>
            <td>-</td>
            <td>1.100.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>
              <italic>Gear box</italic>
            </td>
            <td>Wpa 60 ratio 1:10</td>
            <td>-</td>
            <td>665.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Cat</td>
            <td>-</td>
            <td>-</td>
            <td>55.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Steker</td>
            <td>Broco</td>
            <td>-</td>
            <td>9.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Saklar On-Off</td>
            <td><italic>Handle</italic> 15 A</td>
            <td>-</td>
            <td>31.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Kabel</td>
            <td>NYM 2 x 1,5 mm</td>
            <td>2000 mm</td>
            <td>64.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td>Oli </td>
            <td><italic>Gear box</italic> oil</td>
            <td>-</td>
            <td>15.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>22</td>
            <td>Elektroda </td>
            <td>NK 68 E 6013</td>
            <td>1</td>
            <td>38.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>23</td>
            <td>Elektroda</td>
            <td>Niko E 308 S</td>
            <td>1</td>
            <td>156.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>24</td>
            <td>Baut, mur <italic>stainless stell</italic></td>
            <td>M8 50 mm</td>
            <td>2</td>
            <td>8.240</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>25</td>
            <td>Baut, mur <italic>stainless stell</italic></td>
            <td>M8 30 mm</td>
            <td>4</td>
            <td>13.200</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>26</td>
            <td>Baut, mur</td>
            <td>M8 40 mm</td>
            <td>10</td>
            <td>6.500</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>27</td>
            <td>Baut, mur</td>
            <td>M8 30 mm</td>
            <td>2</td>
            <td>1.260</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>28</td>
            <td>Baut, mur</td>
            <td>M10 60 mm</td>
            <td>4</td>
            <td>4.500</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>29</td>
            <td>Pisau gerinda potong</td>
            <td>-</td>
            <td>5</td>
            <td>15.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>30</td>
            <td>Pisau gerinda amplas</td>
            <td>-</td>
            <td>2</td>
            <td>10.000</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>31</td>
            <td>Pisau gerinda poles</td>
            <td>-</td>
            <td>1</td>
            <td>16.400</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td>
              <bold>Total biaya</bold>
            </td>
            <td/>
            <td>3.951.500</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Perhitungan waktu pembuatan alat</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perhitungan biaya bahan baku</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perhitungan tarif pemakaian listrik</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Upaya untuk menghitung biaya listrik yang digunakan, pentingnya harus mengetahui tarif lsitrik yang berlaku sesuai ketentuan. Berdasarkan ketentuan saat ini, yang ditetapkan sebesar Rp 1.699 Rupiah per kWh.</p>
      <p>Berikut adalah perhitungan biaya pemakaian listrik pada proses pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ikan:</p>
      <p> Daya mesin = 0,9 kW</p>
      <p> Lama waktu pengerjaan  = 1,6 jam</p>
      <p> Biaya listrik = 0,9 x 1.699 x 1,6</p>
      <p>  = Rp 2.466</p>
      <p> Daya mesin = 0,84 kW</p>
      <p> Lama waktu pengerjaan = 2,5 jam</p>
      <p> Biaya listrik = 0,84 x 1.699 x 2,5</p>
      <p>= Rp 3.567</p>
      <p> Daya mesin = 0,4 kW</p>
      <p> Lama waktu pengerjaan = 1 jam</p>
      <p> Biaya listrik = 0,4 x 1.699 x 1</p>
      <p> = Rp 679</p>
      <p> Daya mesin = 6 kW</p>
      <p> Lama waktu pengerjaan = 0,3 jam</p>
      <p> Biaya listrik = 6 x 1.699 x 0,3</p>
      <p> = Rp 3.058</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Tarif listrik mesin las</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tarif listrik mesin gerinda</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tarif listrik mesin bor</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tarif listrik mesin bubut</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tarif listrik mesin Frais</p>
        </list-item>
      </list>
      <p> Daya mesin = 1,5 kW</p>
      <p> Lama waktu pengerjaan = 0,5 jam</p>
      <p> Biaya listrik = 1,5 x 1.699 x 0,5</p>
      <p> = Rp 1.274</p>
      <p><bold>Tabel 12</bold><bold>. </bold>Perhitungan biaya listrik</p>
      <table-wrap id="tbl15">
        <table>
          <tr>
            <td>No</td>
            <td>Mesin</td>
            <td>Daya</td>
            <td>Listrik per kWh</td>
            <td>Lama pengerjaan</td>
            <td>Tarif listrik</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1</td>
            <td>Las listrik</td>
            <td>0,9 kW</td>
            <td>Rp 1.699</td>
            <td>1,6 jam</td>
            <td>Rp 2.446</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2</td>
            <td>Gerinda</td>
            <td>0,84 kW</td>
            <td>Rp 1.699</td>
            <td>2,5 jam</td>
            <td>Rp 3.567</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>3</td>
            <td>Bor</td>
            <td>0,4 kW</td>
            <td>Rp 1.699</td>
            <td>  1 jam</td>
            <td>Rp 679</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>4</td>
            <td>Bubut</td>
            <td>6 kW</td>
            <td>Rp 1.699</td>
            <td>0.3 jam</td>
            <td>Rp 3.058</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>5</td>
            <td>Milling</td>
            <td>1,5 KW</td>
            <td>Rp 1.699</td>
            <td>0,5 jam</td>
            <td>Rp 1.274</td>
          </tr>
          <tr>
            <td/>
            <td/>
            <td>
              <bold>Total</bold>
              <bold>biaya</bold>
            </td>
            <td/>
            <td/>
            <td>Rp 11.474</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Perhitungan baiaya upah tenaga kerja</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Dari tabel 5 bahwa waktu pengerjaan yang dibutuhkan untuk pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ikan yaitu 15,75 jam. Untuk mengkonversi jam ke hari, jika jumlah jam kerja perharinya yaitu 8 jam. dari perhitungan waktu pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ikan menggunakan rumus sebagai berikut.</p>
      <p>Total waktu manufaktur =  =  = 1,9 hari</p>
      <p>Sisa waktu : 0,9 x 8  = 7,2 jam</p>
      <p>Jadi waktu aktual pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ikan adalah 1 hari 7 jam 12 menit (karena 0,2 jam = 12 menit).</p>
      <p>Berdasarkan Upah Minimum <italic>Regional</italic> (UMR) Kabupaten Pasuruan saat ini sebesar Rp 4.866.800 per bulan, maka untuk menentukan tarif upah dalam per jam :</p>
      <p>Tarif upah per jam =  =  = <italic>Rp </italic>28.969/jam</p>
      <p>Dengan waktu yang dikerjakan pada pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ikan yaitu 15,75 jam, sehingga total upah pekerja tersebut:</p>
      <list list-type="bullet">
        <list-item>
          <p>Biaya upah pekerja = Jumlah jam kerja x Upah per jam</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>   = 15,75 jam x Rp 28.969</p>
      <p>   = Rp 451.962</p>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Perhitungan harga pokok penjualan</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Perhitungan HPP pada mesin pengaduk adonan kerupuk ikan ini meliputi biaya bahan baku, serta dana <italic>safety</italic> sejumlah 5% dari total biaya bahan baku, upah karyawan, dan biaya listrik. Serta pengambilan 20% keuntungan dari penjualan mesin tersebut <xref ref-type="bibr" rid="bib15">15</xref>.</p>
      <p><bold>Tabel</bold><bold> 13</bold><bold>.</bold> Harga pokok penjualan (HPP)</p>
      <table-wrap id="tbl16">
        <table>
          <tr>
            <td>Biaya Produksi</td>
            <td>Harga Pokok Produksi</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>1. Biaya Bahan Baku</td>
            <td>Rp 3.951.500</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2. Dana <italic>Safety</italic></td>
            <td>5%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <bold>Total</bold>
              <bold>Biaya</bold>
              <bold>Pokok</bold>
              <bold>Produksi</bold>
            </td>
            <td>Rp 4.134.075</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <bold>Biaya</bold>
              <bold>Operasional</bold>
            </td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>1. Upah karyawan</td>
            <td>Rp 451.962</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>2. Biaya listrik</td>
            <td>Rp 11.474</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <bold>Total</bold>
              <bold>Biaya</bold>
              <bold>Operasional</bold>
            </td>
            <td>Rp 463.436</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <bold>Jumlah</bold>
              <bold>Biaya</bold>
              <bold>Manufaktur</bold>
            </td>
            <td>Rp 4.597.511</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <bold>Harga</bold>
              <bold>jual</bold>
            </td>
            <td/>
          </tr>
          <tr>
            <td>Keuntungan (%)</td>
            <td>20%</td>
          </tr>
          <tr>
            <td>
              <bold>Harga</bold>
              <bold>Pokok</bold>
              <bold>Penjualan</bold>
            </td>
            <td>Rp 5.517.013</td>
          </tr>
        </table>
      </table-wrap>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>IV.Simpulan</title>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title>Berdasarkan hasil dari proses manufaktur mesin pengaduk adonan kerupuk ikan ini dapat disimpulkan bahwa :</title>
      <list list-type="order">
        <list-item>
          <p>Dalam fabrikasi mesin pengaduk adonan kerupuk, beberapa elemen krusial yang perlu diperhatikan. Meliputi    rancangan desain, komponen mesin (baik produksi sendiri maupun pembelian), tahapan manufaktur beserta estimasi waktu pembuatan, proses perakitan, dan menentukan harga jual produk akhir.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pada pengujian performa dilakukakan beberapa sampel pengadukan dengan waktu yang berbeda beda yaitu 10 menit, 20 menit, 30 menit, 40 menit. Dan dilakukan pengujian pada tekstur adonan menggunakan <italic>texture analyzer</italic> serta presentase hasil pemekaran pada kerupuk.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Terlihat adanya variasi yang cukup signifikan dalam nilai kekerasan antar sampel adonan kerupuk. Sampel dengan nilai 50.09 N menunjukkan kekerasan tertinggi, dimana hasil pemekaran kerupuk hanya sebesar 49% ,sementara sampel dengan nilai 10.99 N menunjukkan kekerasan terendah, dan pada hasil pemekaran kerupuk sebesar 98,5 %.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Proses pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ikan membutuhkan waktu sebanyak 15,75 jam, jika dikonversikan ke hari menjadi 1,9 hari.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Total biaya pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ikan sebanyak Rp. 4.597.511.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pengambilan keuntungan pada mesin pengaduk adonan kerupuk ikan ini sebesar 20% dengan harga penjualan sebesar Rp 5.517.013, sehingga untung yang diperoleh sebesar Rp 919.502.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-7">
      <title>Ucapan Terima Kasih </title>
      <p>      Dengan penuh hormat, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), khususnya Program Studi Teknik Mesin. Ungkapan terima kasih yang tulus juga ditujukan kepada Bapak Dr. Mulyadi, S.T., M.T., selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan, arahan, serta masukan yang sangat berharga dalam setiap tahapan penelitian dan penulisan artikel ini. Penulis juga ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada keluarga tercinta atas doa, motivasi, dan dukungan emosional yang tak pernah putus selama proses penyelesaian karya ilmiah ini. Apresiasi yang tinggi juga penulis berikan kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah berkontribusi dan memberikan saran serta dukungan moral yang sangat berarti selama proses penelitian ini berlangsung.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-8">
      <title>Referensi</title>
      <p>[2]B. Plate and P. Hopper, “E-ISSN : XXXXX JUSTI (Jurnal Sistem Dan Teknik Industri),” pp. 42–48, 2013.</p>
      <p>[3]F. Herdian, R. J. Jabbar, F. Y. Batubara, Z. Zulnadi, I. Anas, and Y. Yudistira, “Rancang Bangun Alat Pengaduk Kerupuk Adonan Tipe Horizontal,” <italic>J. Appl. Agric. Sci. Technol.</italic>, vol. 3, no. 1, pp. 157–165, 2019, doi: 10.32530/jaast.v3i1.84.</p>
      <p>[4]H. Rahmad, “Rancang Bangun Pengaduk pada Mesin Pengaduk Adonan untuk Meningkatkan Produktifitas Kerupuk pada UMKM Ashoy Fajriya di Desa Padangan Kabupaten Kediri,” <italic>J. Pengabdi. pada Masy. Ilmu Pengetah. dan Teknol. Terintegrasi</italic>, vol. 7, no. 1, pp. 23–31, 2022, doi: 10.33795/jindeks.v7i1.363.</p>
      <p>[5]R. B. Jakaria and M. Mulyadi, “Efektifitas Produksi Krupuk pada Home Industri Di Sidoarjo,” <italic>J. ABDINUS  J. Pengabdi. Nusant.</italic>, vol. 2, no. 1, p. 1, 2018, doi: 10.29407/ja.v2i1.11820.</p>
      <p>[6]E. Sulistyo and E. Yudo, “Rancang Bangun Mesin Pengaduk Adonan Ampiang,” <italic>Manutech  J. Teknol. Manufaktur</italic>, vol. 8, no. 01, pp. 7–11, 2019, doi: 10.33504/manutech.v8i01.76.</p>
      <p>[7]2022) (Iqbal, “RANCANG BANGUN ALAT PENGADUK ADONAN KERUPUK KAPASITAS 60 KG GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UMKM,” <italic>הארץ</italic>, no. 8.5.2017, pp. 2003–2005, 2022, [Online]. Available: www.aging-us.com</p>
      <p>[8]M. Sirril, W. Abror, M. Kabib, and H. Setiawan, “Proses Manufaktur Mesin Pengaduk Sirup Parijoto Dengan Kapasitas 10 Liter Setiap Proses,” <italic>Pros. SNATIF</italic>, vol. 6, pp. 270–276, 2019.</p>
      <p>[9]Henry Widya Prasetya, Akbar Zulkarnain, and Diki Wahyu Arobi, “Pembuatan Alat Bantu Kerja Pneumatik Pelepas Rubber Journal Spring Pada Bogie K5,” <italic>V-MAC (Virtual Mech. Eng. Artic.</italic>, vol. 8, no. 2, pp. 28–32, 2023, doi: 10.36526/v-mac.v8i2.3020.</p>
      <p>[10]A. Kristanto, “Buku Kuliah Proses Manufaktur Universitas Ahmad Dahlan,” <italic>Buku Kuliah</italic>, pp. 1–145, 2011, [Online]. Available: http://eprints.uad.ac.id/24682/1/MODUL MATAKULIAH PROSES MANUFAKTUR.pdf</p>
      <p>[11]D. W. Karmiadji and Z. S. Tampa, “PERANCANGAN MESIN PENGADUK PAKAN TERNAK BERKAPASITAS 75 kg MENGGUNAKAN SISTEM ARDUINO,” <italic>Poros</italic>, vol. 17, no. 2, pp. 89–99, 2021, doi: 10.24912/poros.v17i2.20037.</p>
      <p>[12]D. P. Imawan, “Polishing Machine Manufacturing Process Using Double Plates for the Metalography Process [ Proses Manufaktur Mesin Poles Menggunakan Piringan Ganda Untuk Proses Metalografi ],” pp. 1–17.</p>
      <p>[13]F. Multazam,  retno ayu Kurniasih, and  apri dwi Anggo, “Pengaruh Rasio Tepung Udang Rebon (Acetes sp.) dan Tepung Tapioka Terhadap Karakteristik Sensori, Fisik dan Kimia Kerupuk,” <italic>J. Ilmu Dan Teknol. Prikanan</italic>, vol. 5, no. 1, pp. 10–18, 2023.</p>
      <p>[14]D. Rahmatika, A. T. Subekti, and I. Juliansyah, “Analisis Penentuan Harga Jual Mesin Pengaduk Dodol Menggunakan Metode Cost Plus Pricing,” <italic>J. Manaj. Terap. dan Keuang.</italic>, vol. 11, no. 01, pp. 157–170, 2022, doi: 10.22437/jmk.v11i01.17300.</p>
      <p>[15]M. F. Dharmawan, “Planning the Manufacturing Process of a Potato Cutting Machine into Stick Shapes Driven by an Electric Motor [ Perencanaan Proses Manufaktur Mesin Pemotong Kentang Menjadi Bentuk Stik dengan Penggerak Motor Listrik ],” no. 3, pp. 1–17.</p>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Handayani</surname>
              <given-names>Handayani</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pencegahan Stunting di Kabupaten Pasuruan dengan Pelatihan Pengolahan Ikan Gabus</article-title>
          <source>Journal of Dedicators Community</source>
          <volume>6</volume>
          <issue>1</issue>
          <page-range>59-65</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.34001/jdc.v6i1.2854</pub-id>
          <issn>2548-8783</issn>
          <year>2022</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Plate</surname>
              <given-names>Baku</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hopper</surname>
              <given-names>Pembuatan</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>E-ISSN : XXXXX JUSTI (Jurnal Sistem Dan Teknik Industri)</article-title>
          <page-range>42-48</page-range>
          <year>2013</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Herdian</surname>
              <given-names>Fithra</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Jabbar</surname>
              <given-names>Ruri Jalil</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Batubara</surname>
              <given-names>Fanny Yuliana</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Zulnadi</surname>
              <given-names>Zulnadi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Anas</surname>
              <given-names>Irwan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Yudistira</surname>
              <given-names>Yudistira</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Rancang Bangun Alat Pengaduk Kerupuk Adonan Tipe Horizontal</article-title>
          <source>Journal of Applied Agricultural Science and Technology</source>
          <volume>3</volume>
          <issue>1</issue>
          <page-range>157-165</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.32530/jaast.v3i1.84</pub-id>
          <issn>2621-4709</issn>
          <year>2019</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rahmad</surname>
              <given-names>Hadi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Rancang Bangun Pengaduk pada Mesin Pengaduk Adonan untuk Meningkatkan Produktifitas Kerupuk pada UMKM Ashoy Fajriya di Desa Padangan Kabupaten Kediri</article-title>
          <source>Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi</source>
          <volume>7</volume>
          <issue>1</issue>
          <page-range>23-31</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.33795/jindeks.v7i1.363</pub-id>
          <issn>2549-2799</issn>
          <year>2022</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Jakaria</surname>
              <given-names>Ribangun Bamban</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mulyadi</surname>
              <given-names>Mulyadi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Efektifitas Produksi Krupuk pada Home Industri Di Sidoarjo</article-title>
          <source>Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara</source>
          <volume>2</volume>
          <issue>1</issue>
          <page-range>1</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.29407/ja.v2i1.11820</pub-id>
          <year>2018</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sulistyo</surname>
              <given-names>Eko</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Yudo</surname>
              <given-names>Eko</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Rancang Bangun Mesin Pengaduk Adonan Ampiang</article-title>
          <source>Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur</source>
          <volume>8</volume>
          <issue>01</issue>
          <page-range>7-11</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.33504/manutech.v8i01.76</pub-id>
          <issn>2089-5550</issn>
          <year>2019</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>(Iqbal</surname>
              <given-names>2022)</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>RANCANG BANGUN ALAT PENGADUK ADONAN KERUPUK KAPASITAS 60 KG GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UMKM</article-title>
          <source>הארץ</source>
          <issue>8.5.2017</issue>
          <page-range>2003-2005</page-range>
          <year>2022</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sirril</surname>
              <given-names>Muhammad</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Abror</surname>
              <given-names>Wafa</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kabib</surname>
              <given-names>Masruki</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Setiawan</surname>
              <given-names>Hera</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Proses Manufaktur Mesin Pengaduk Sirup Parijoto Dengan Kapasitas 10 Liter Setiap Proses</article-title>
          <source>Prosiding SNATIF</source>
          <volume>6</volume>
          <page-range>270-276</page-range>
          <year>2019</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Henry Widya Prasetya</surname>
            </name>
            <name>
              <surname>Akbar Zulkarnain</surname>
            </name>
            <name>
              <surname>Diki Wahyu Arobi</surname>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pembuatan Alat Bantu Kerja Pneumatik Pelepas Rubber Journal Spring Pada Bogie K5</article-title>
          <source>V-MAC (Virtual of Mechanical Engineering Article)</source>
          <volume>8</volume>
          <issue>2</issue>
          <page-range>28-32</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.36526/v-mac.v8i2.3020</pub-id>
          <year>2023</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kristanto</surname>
              <given-names>Agung</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Buku Kuliah Proses Manufaktur Universitas Ahmad Dahlan</article-title>
          <source>Buku Kuliah</source>
          <page-range>1-145</page-range>
          <year>2011</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Karmiadji</surname>
              <given-names>Djoko W</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tampa</surname>
              <given-names>Zulfikri Sy</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>PERANCANGAN MESIN PENGADUK PAKAN TERNAK BERKAPASITAS 75 kg MENGGUNAKAN SISTEM ARDUINO</article-title>
          <source>Poros</source>
          <volume>17</volume>
          <issue>2</issue>
          <page-range>89-99</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.24912/poros.v17i2.20037</pub-id>
          <issn>1410-6841</issn>
          <year>2021</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Imawan</surname>
              <given-names>Diky Prastia</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Polishing Machine Manufacturing Process Using Double Plates for the Metalography Process [ Proses Manufaktur Mesin Poles Menggunakan Piringan Ganda Untuk Proses Metalografi ]</article-title>
          <page-range>1-17</page-range>
          <year/>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Multazam</surname>
              <given-names>Firman</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kurniasih</surname>
              <given-names>retno ayu</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Anggo</surname>
              <given-names>apri dwi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh Rasio Tepung Udang Rebon (Acetes sp.) dan Tepung Tapioka Terhadap Karakteristik Sensori, Fisik dan Kimia Kerupuk</article-title>
          <source>Jurnal Ilmu Dan Teknologi Prikanan</source>
          <volume>5</volume>
          <issue>1</issue>
          <page-range>10-18</page-range>
          <year>2023</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rahmatika</surname>
              <given-names>Daumi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Subekti</surname>
              <given-names>Agus Topo</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Juliansyah</surname>
              <given-names>Ikhsan</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Penentuan Harga Jual Mesin Pengaduk Dodol Menggunakan Metode Cost Plus Pricing</article-title>
          <source>Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan</source>
          <volume>11</volume>
          <issue>01</issue>
          <page-range>157-170</page-range>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.22437/jmk.v11i01.17300</pub-id>
          <issn>2252-8636</issn>
          <year>2022</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib15">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Dharmawan</surname>
              <given-names>Muhammad Fiky</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Planning the Manufacturing Process of a Potato Cutting Machine into Stick Shapes Driven by an Electric Motor [ Perencanaan Proses Manufaktur Mesin Pemotong Kentang Menjadi Bentuk Stik dengan Penggerak Motor Listrik ]</article-title>
          <issue>3</issue>
          <page-range>1-17</page-range>
          <year/>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back>
</article>
