<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Real Time Flyover Monitoring System Using MPU6050 and LoRa</article-title>
        <subtitle>Sistem Pemantauan Jembatan Layang Secara Real-Time Menggunakan MPU6050 dan LoRa</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Asmoro</surname>
            <given-names>Aflaq Puji</given-names>
          </name>
          <email>shazana@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Ayuni</surname>
            <given-names>Shazana Dhiya</given-names>
          </name>
          <email>shazana@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-04-04">
          <day>04</day>
          <month>04</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>04</day><month>04</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  <body>
    <p>Fly Over Sumokali Health Structure Monitoring System Using Mpu 6050 Via Google Sheet</p>
    <p>[Sistem Monitoring Kesehatan Struktur Fly Over Sumokali Menggunakan Mpu 6050 Via Google Sheet]</p>
    <p>Aflaq Puji Asmoro1), Shazana Dhiya Ayuni,2) </p>
    <p>1) Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
    <p>2) Dosen Program Studi Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia</p>
    <p>*Email Penulis Korespondensi2: shazana@umsida.ac.id </p>
    <p>Abstract. This study was designed to implement a structural health monitoring system on the Sumokali Flyover using an MPU 6050 sensor capable of reading accelerometer and gyroscope data on three axes (X, Y, Z). This system is equipped with wireless communication using the LoRa module to transmit data without requiring an internet connection. The data received is displayed in real-time via Google Sheet, making it easy to monitor remotely. The system uses a threshold method to detect vibrations or movements that exceed the tolerance limit and classifies the status of the structure into the normal or crack alert category. The test results show that the system can work effectively and provide initial information regarding potential structural damage. This system can be a solution in monitoring infrastructure conditions continuously, especially on flyovers, in order to improve safety and maintenance efficiency.</p>
    <p>Keywords – Structure Monitoring; Accelerometer and Threshold</p>
    <p>Abstrak. Penelitian ini dirancang untuk  mengimplementasikan sistem monitoring kesehatan struktur pada Fly Over Sumokali menggunakan sensor MPU 6050 yang mampu membaca data akselerometer dan gyroscope pada tiga sumbu (X, Y, Z). Sistem ini dilengkapi dengan komunikasi nirkabel menggunakan modul LoRa untuk mengirimkan data tanpa memerlukan koneksi internet. Data yang diterima ditampilkan secara real-time melalui Google Sheet, sehingga memudahkan pemantauan dari jarak jauh. Sistem menggunakan metode threshold untuk mendeteksi getaran atau pergerakan yang melebihi batas toleransi dan mengklasifikasikan status struktur ke dalam kategori normal atau waspada retak. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja secara efektif dan memberikan informasi awal terkait potensi kerusakan struktur. Sistem ini dapat menjadi solusi dalam pemantauan kondisi infrastruktur secara berkelanjutan, terutama pada fly over, guna meningkatkan keselamatan dan efisiensi pemeliharaan.</p>
    <p>Kata Kunci -  Monitoring Struktur; Akselometer dan Threshold </p>
    <p>I. PENDAHULUAN </p>
    <p>Setiap kontruksi bangunan pasti memiliki kerentanan terhadap kerusakan, sama halnya dengan flyover. Struktur bangunan  yang  menua, kondisi lingkungan yang tidak menentu, dan penambahan beban pada bangunan  menjadi permasalahan yang perlu diwaspadai pada saat pemeliharaan bangunan. Oleh karena itu, bangunan perlu dipantau untuk mendeteksi deformasi struktural yang disebabkan oleh pengoperasian normal dan pengaruh lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan beban kendaraan yang berat. Selain itu, pemantauan seluruh struktur harus dilakukan  setelah situasi ekstrem seperti gempa bumi.[1]</p>
    <p>Misalnya, pada hari Senin, 8 April 2024, sebuah kontruksi bangunan flyover runtuh dan menabrak lintasan  kereta api di kota Vyazma di Smolensk,  Rusia bagian barat, sehingga memutus pipa gas. Akibatnya, sebanyak 8.000 warga kehilangan pasokan gas. Rusaknya flyover terjadi karna usianya yang sudah tua. Akibatnya seorang wanita meregang nyawa, dan sejumlah 3 orang menderita cidera termasuk seorang remaja berumur 14 tahun yang disebabkan oleh peristiwa robohnya flyover tersebut.[2]</p>
    <p>Dari kecelakaan diatas terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kerusakan pada flyover itu sendiri. Termasuk faktor interistik dan faktor eksternal Faktor interistik antara lain kerusakan yang didasarkan dari komponen bangunan itu sendiri. Faktor eksternal kini antara lain kerusakan yang disebabkan oleh lingkungan sekitar dan kondisi alam. Dalam proses pencegahan dan untuk meminimalkan kerusakan pada flyover, perlu diterapkan  sistem dan teknik pemantauan atau monitoring . Teknologi monitoring atau pemantauan ini biasa disebut dengan Structural Health Monitoring (SHM) atau dikenal dengan Sistem Pemantauan Kesehatan Struktural “SHMS”.[3] Ini digunakan untuk  mendeteksi kondisi, kesesuaian, dan kerusakan  struktur dan juga dikenal sebagai  Sistem Pemantauan Kesehatan secara terstruktur.[4] SHM bisa melakukan monitoring atau peninjauan secara  real-time, mengevaluasi performa sistematis, dan mengidentifikasi kesehatan dengan terstruktur. </p>
    <p>Ada beberapa metode untuk SHM. Yakni pengujian non-destruktif (NDT), yaitu metode penghitungan kerusakan dengan  melakukan pengujian seperti pengujian kebocoran, pengujian penetran cair, pengujian inframerah dan termal, pengujian radiologi, pengujian elektromagnetik, dan pengujian emisi akustik. Pengujian ultrasonik, pengujian magnetik, pengujian visual, lalu ada deteksi kerusakan berbasis getaran, yakni metode yang mengidentifikasi suatu kerusakan berlandasan pada perubahan  getaran  yang terjadi pada  konstruksi yang ada yang disebabkan oleh hal-hal tertentu.[5]</p>
    <p>Metode komunikasi yang digunakan di SHM dibagi menjadi dua jenis yaitu komunikasi kabel dan komunikasi radio. Keunggulan komunikasi berbasis kabel adalah data yang dikirim oleh sensor sangat tepat dan  tidak berdaya besar, karena daya berasal langsung dari pusat kendali. Namun, komunikasi  kabel sensitif terhadap pemasangan kabel, sehingga seiring bertambahnya jangkauan, memerlukan sejumlah besar kabel, yang juga berdampak pada biaya pemasangan.[6] Wireless Communications atau yang juga kita ketahui sebagai Wireless Sensor Networks (WSN) memiliki keunggulan karena tidak memerlukan instalasi kabel, dan sensor dapat dengan mudah diubah dan dikonfigurasi ulang apabila rusak.[7]</p>
    <p>Penelitian ini membahas permasalahan integritas struktur bangunan flyover sumokali untuk memudahkan pemeliharaan bangunan. Penelitian ini memanfaatkan teknologi Long Range (LoRa) sebagai sarana komunikasi non kabel pada Internet of Things (IoT).[8] pemakaian lora disini  karena dapat mentransfer data dalam jarak yang relatif berjarak. Penggunaan LoRA  tidak memerlukan sambungan internet untuk mengirimkan data. Melainkan frekuensi 433hz lah digunakan untuk komunikasi antar node pada LoRa. Dari kesulitan diatas, pada penelitian ini  teknologi WSN dan LoRa dapat digunakan untuk memantau getaran dan kondisi struktur flyover sumokali, dengan tujuan untuk deteksi dini dan pengenalan kerusakan pada struktur flyover sumokali. Dengan pengujian berdasarkan nilai reverensi berikut[9][10]:</p>
    <p>Tabel 1. Nilai Referensi</p>
    <p>NoSumbu Nilai Referensi</p>
    <p>1Sumbu X250 &gt; x &gt; 450</p>
    <p>2Sumbu Y220 &gt; tahun &gt; 450</p>
    <p>3Sumbu Z280 &gt; z &gt; 600</p>
    <p>II. METODE</p>
    <p>A.Alur Penelitian</p>
    <p>Alur penelitian merupakan gambaran kegiatan yang  dilakukan  dari awal hingga akhir suatu penelitian untuk mencapai hasil akhir. Di bawah ini adalah tahapan atau alur penelitian  untuk mengerjakan monitoring kesehatan struktur bangunan flyover  berdasarkan teknik prototyping.</p>
    <p>1.Pengumpulan dat </p>
    <p>1.Pengumpulan data </p>
    <p>melakukan observasi secara langsung di lingkungan flyover dan menganalisis literatur berdasarkan berbagai referensi jurnal. Data yang diperoleh berasal dari analisis kebutuhan software dan hardware Arduino, Fritzing, dan wokwi yang digunakan dalam perancangan sistem.</p>
    <p>2.Studi Literatur </p>
    <p>Agar lebih memahami permasalahan yang akan diteliti penulis harus mencari referensi dan membaca studi literatur yang relevan sebagai bahan penunjang dan reverensi.</p>
    <p>3.Analisa permasalahan</p>
    <p>Menganalisa permasalahan yang  timbul dan kemudian akan dirumuskan menjadi permasalahan. Batasan dari studi literatur sebelumnya dapat dijadikan sebagai pengembangan dan acuan pada penelitian ini.</p>
    <p>4.Pemecahan masalah </p>
    <p>Dari permasalahan yang didapatkan yaitu bagaimana cara implementasi sensor mpu 6050 sebagai pendeteksi parameter pergerakan dan getaran</p>
    <p>5.Perancangan Sistem</p>
    <p>Pada tahap ini alat siap digunakan dan di implementasikan sebagai alat monitoring kesehatan struktur bangunan flyover sumokali</p>
    <p>Gambar 1. Diagram blok perancangan sistem</p>
    <p>Dari diagram blopk diatas menjelaskan :</p>
    <p>a.Sensor mpu 6050 :</p>
    <p>-Berfungsi sebagai pembaca gyroskop dan akselerometer</p>
    <p>-Memberikan data parameter getaran dengan sumbu X,Y,Z pada arduino melalui pin A4 arduino[11]</p>
    <p>b.Arduino </p>
    <p>-Mikrokontroler utama pada node transmitter yang bertanggung jawab mengolah data dari sensor dan mengelola lora sebagai transmitter</p>
    <p>-Proses pada arduino meliputi membaca data yang diterima oleh sensor dan akan diteruskan ke lora untuk di transmisikan pada node receiver</p>
    <p>c.LoRa</p>
    <p>-Berfungsi sebagai transfer data dan penerima data dimana pengiriman data tersebut tidak menggunakan internet melainkan melalui transmisi radio</p>
    <p>d.Esp 32</p>
    <p>-Mikrokontroller utama pada node receiver yang digunakan sebagai pengolah data dari transmiter dan kemudian akan di tampilkan pada googlesheet.</p>
    <p>e.Google sheet </p>
    <p>-Berfungsi sebgai penampil data yang telah dibaca oleh sensor mpu 6050 dan telah ditransmisikan oleh lora,data yang ditampilkan bersifat secara realtime.</p>
    <p>i.   6.  Hasil dan pembahasan</p>
    <p>Hasil analisa digunakan untuk memecahkan masalah yang ada. Selain itu pengumpulan data dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil dari perangkat yang digunakan dan akan terkumpul dari penggunanan alat yang berulang.</p>
    <p>B.Perancangan perangkat lunak </p>
    <p>Pada tahap ini, perancangan software dilakukan dengan menulis program pada mikrokontroler, yang berfungsi sebagai pengendali sistem yang akan dibuat. Pertama, perancangan dilakukan dengan menulis program kendali mikrokontroler pada alat gateway. Tahap ini termasuk menulis program untuk mengontrol komunikasi antara dua node ke gateway sebagai reciver, dan membangun program pada Google Sheet sebagai sistem monitor yang dapat diakses melalui internet. Selanjutnya, tahap kedua melibatkan pengkodean mikrokontroler dua node. Ini akan melibatkan program sensing sensor MPU 6050 pada masing-masing node dan pengiriman data ke gateway atau pengirim[12]. Flowchart perencanaan alat secara software digambarkan pada Gambar 2 dan 3 di bawah ini:</p>
    <p>Gambar 2. flowchart sistem transmitter</p>
    <p>Gambar 2. merupakan tampilan pada node transmiter. Dimana arduino akan memproses akses ke LoRa transmiter untuk dihubungkan dengan Lora Receiver ,jika sudah terhubung maka sensor MPU 6050 akan mendeteksi getaran yang terdiri dari accelerometer dan gyroscope. Faktor gyroscope sangat penting untuk mempertahankan keseimbangan suatu benda dan mendeteksi pergerakan dari batas maksimal   dan bawah (treshold) pada sumbu X untuk menentukan kemiringannya[13]. Apabila nilai maximal dan bawah berbanding sesuai dengan batas batas yang sudah ditentukan sebelumnya, akan terdeteksi suatu getaran. yang dihasilkan oleh kendaraan yang melintas.[14]</p>
    <p>Gambar 3. flowchat sistem receiver</p>
    <p>Gambar 3. Pertama-tama esp32 memproses akses ke LoRa transmiter kemudian jika receiver menerima data dari transmiter maka pembacaan paket data dari transmiter akan dilakukan dan akan di kirim atau ditampilkan pada google sheet secara online. Namun, untuk pengiriman data, coding receiver menggunakan program sebagai penerima. Dengan mengirimkan data ke Google Sheets, sehingga data dapat diunggah dengan cepat. Pengiriman data oleh ESP32 bergantung pada kekuatan WiFi yang diterima oleh karena itu, data yang dikirim ke Google Sheet akan dipengaruhi oleh konektivitas[15]. Agar pengiriman Google Sheet dapat menerima kode pengiriman dari ESP32, platform tersebut harus memiliki kode autentikasi agar platform tersebut mnerima kode pengiriman dari ESP32.</p>
    <p>C. Perancangan perangkat keras</p>
    <p>Pada langkah ini, dirancang sistem instalasi komponen yang digunakan dalam pembuatan alat. Pada tahap ini, gambar rangkaian dua dimensi dibuat untuk dua alat, transmiter dan receiver. Diagram wiring untuk transmiter dibuat dan fokusnya adalah untuk membaca dan mengirim data dan pada receiver, dibuat wiring diagram, dan fokusnya adalah untuk menerima dan menampilkan data pada google sheet. Seperti pada gambar 4 dan gambar 5 dibawah ini.</p>
    <p>1.Transmiter </p>
    <p>Gambar 4. rangkaian node transmiter</p>
    <p>Gambar 4 Merupakan gambar perancangan perangkat keras untuk node transmitter yang melibatkan rangkaian modul sensor MPU6050 untuk memembaca besaran getaran yang terdiri dari accelerometer dan gyroscope. Modul sensor MPU6050 bertanggung jawab untuk membaca dan menentukan suatu nilai kemiringan pada sumbu Z, X, dan Y. Dengan mendeteksi pergerakan yang diambil dari batas nilai maksimal dan bawah (treshold) pada ruas X. Dan menggunakan mikrokontroller Arduino nano untuk mengolah data pembacaan accelerometer dan gyroscope. LoRa Ra-02  berguna untuk mengirimkan data yang berasal dari node transmitter ke ESP32 pada node penerima.[16] Converter Ac 220v0.12A to Dc 5v1A yang berfungsi sebagai sumber tegangan 5V DC untuk Arduino Nano.</p>
    <p>Tabel 2. pengkabelan rangkaian node transmitter</p>
    <p>No Arduino Nano</p>
    <p>Sensor MPU6050</p>
    <p>15VVCC</p>
    <p>2GNDGND</p>
    <p>3A5SCL</p>
    <p>4A4SDA</p>
    <p>NoArduino NanoLoRa Ra-02 SX1278</p>
    <p>13.3VVCC</p>
    <p>2GNDGND</p>
    <p>3D10NSS</p>
    <p>4D11MOSI</p>
    <p>5D12MISO</p>
    <p>6D13SCK</p>
    <p>7D2D10O</p>
    <p>No Arduino NanoCoverter Ac 220 to Dc 5v</p>
    <p>1VinV+</p>
    <p>2GNDV-</p>
    <p>Tabel 2. pengkabelan rangkaian node transmitter dengan menggunakan  modul sensor mpu6050 terhubung ke Arduino Nano melalui pin vcc ke 5v arduino sebagai sumber tegangan utama, GND MPU 6050 ke GND arduino, pin SCL ke A5 arduino sebagai pin input untuk sinyal clock dan digunakan sebagai kecepatan komunikasi data dan SDA ke A4 arduino sebagai transmisi data dua arah dimana data akan diterima dan dikirimkan melalui pin ini. Dengan menggunakan transmisi radio 433MHz, LoRa Ra-02 SX1278 terhubung ke arduino nano melalui pin VCC ke 3.3v arduino GND ke GND arduino, pin NSS ke D10 arduino, pin NSS (slave Select) untuk mengaktifkan komunikasi dengan LoRa, pin MOSI ke D11 arduino sebagai pengirim data dari lora ke arduino, pin MISO ke D12 berfungsi sebagai pin penerima data dari lora ke arduino, pin SCK ke D13 digunakan sebagai  pengirim sinyal clock untuk sinkronisasi data antara arduino dan lora, pin D1o0 ke D2 arduino digunakan sebagai pin interrupt untuk menangani transmisi atau penerimaan data. LoRa Ra-02 SX1278 digunakan untuk mengirimkan data dari Arduino Nano ke NodeMCU ESP32 pada node penerima. Converter Ac 220v0.12A to Dc 5v1A yang berfungsi sebagai sumber tegangan 5V DC untuk Arduino Nano.</p>
    <p>2.Receiver </p>
    <p>Gambar 5. Rangkaian  Receiver</p>
    <p>Gambar 5. merupakan perancangan perangkat keras pada node receiver, NodeMCU ESP32  berperan sebagai mikrokontroler utama pada node receiver. Saat ESP32 tersinkron dengan WiFi maka data dikirimkan ke google sheet. Transmisi wireless pada LoRa digunakan sebagai penerima data dari node transmitter. Data yang ditampilkan pada Google Sheets akan ditampilkan secara real-time[17]. Data dapat diunggah dengan baik apabila disesuaikan dengan kekuatan wifi yang di terima. Selain itu, data yang masuk ke Google Sheet akan dipengaruhi oleh konektivitas, karena pengiriman Google Sheet memerlukan kode autentikasi dari ESP32. Converter Ac 220v0.12A to Dc 5v1A yang berfungsi sebagai sumber tegangan 5V DC untuk ESP32.</p>
    <p>Tabel 3.Pengkabelan rangkaian node receiver</p>
    <p>No ESP 32</p>
    <p>LoRa Ra-02 SX1278</p>
    <p>13.3V</p>
    <p>VCC</p>
    <p>2GND</p>
    <p>GND</p>
    <p>3GPIO5</p>
    <p>NSS</p>
    <p>4GPIO23</p>
    <p>MOSI</p>
    <p>5GPIO19</p>
    <p>MISO</p>
    <p>6GPIO18</p>
    <p>SCK</p>
    <p>7</p>
    <p>GPIO2D10O</p>
    <p>8</p>
    <p>GPIO14RST</p>
    <p>Tabel 3. Merupakan pengkabelan dari rangkaian node receiver pada node receiver dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32. pengolah data utama pada node receiver menggunakan ESP 32. Ketika terhubung ke WiFi, NodeMCU ESP32 mengirimkan data ke komputer server. Dengan LoRa Ra-02 SX1278 melalui pin 3.3v ke 3.3v LoRa, pin GND ke GND LoRa , pin GPIo5 ke NSS LoRa dimana esp32 akan mengatur pin ini low saat berkomunikasi dengan lora dan high saat digunakan, pin GPIO18 ke SCK LoRa sebagai pengirim sinyal clock dari esp32 ke lora sebagai sinkronisasi komunikasi data, pin GPIO19 ke MISO LoRa sebagai pengirim data yang dikirim dari lora dan diterima oleh esp32, pin GPIO 23 ke MOSI LoRa yang digunakan untuk menstransfer data dari mikrokontroller ke perangkat spi, pin GPIO2 ke DIO0 LoRa berguna sebagai pendeteksi pesan yang diterima pada node receiver, pin GPIO14 ke pin RST LoRa sebagai pengatur ulang modul lora apabila diperlukan. Node receiver juga dapat menerima data dari node transmitter melalui transmisi nirkabel. Converter Ac 220v to Dc 5v yang berfungsi sebagai sumber tegangan 5v Dc untuk ESP32 .</p>
    <p>III. HASIL DAN PEMBAHASAN</p>
    <p>Gambar Tabel 4. Hasil Penelitian</p>
    <p>Pada tabel 4. terdapat data pembacaan sensor akselerometer (ACC) dan giroskop (GYR) dalam tiga sumbu (X, Y, Z), beserta status normal/warning dan tingkat "Waspada Retak" dalam bentuk persentase.</p>
    <p>a. Threshold yang digunakan dari kode program:</p>
    <p>ACC (Akselerometer)</p>
    <p>Niali  Xmin = -1.5, Max x = 1.5</p>
    <p>Nilai YMin = -2.0, Max Y = 1.0</p>
    <p>Nilai ZMin = -1.0, Max Z = 8.0</p>
    <p>GYR (Giroskop)</p>
    <p>min = -10.0, max = 10.0</p>
    <p>Nilai-nilai ini digunakan untuk mendeteksi apakah data real-time melebihi ambang batas yang ditentukan    (threshold). Jika melebihi, maka akan diberi status "WASPADA".</p>
    <p>1. Hasil Pemantauan Sensor</p>
    <p>a. Tanggal: 24/03/2025 22:54:56</p>
    <p>Nilai ACC dan GYR masih dalam batas normal:</p>
    <p>ACC: Semua sumbu (X, Y, Z) berada dalam rentang threshold.</p>
    <p>GYR: Semua sumbu dalam batas normal.</p>
    <p>Status: Semua NORMAL.</p>
    <p>Waspada Retak: 0.0% — tidak ada satupun dari enam parameter (ACC dan GYR di sumbu X, Y, Z) yang melebihi ambang batas (threshold) yang telah ditetapkan oleh sistem. </p>
    <p>Struktur Fly Over dalam Kondisi Stabil karena semua nilai berada dalam batas aman, sistem tidak mendeteksi adanya gejala awal retakan, pergeseran, atau getaran abnormal yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa pada waktu tersebut, struktur fly over tidak mengalami gangguan atau potensi kerusakan.</p>
    <p>Sistem telah bekerja sebagaimana mestinya dengan mengevaluasi nilai input terhadap ambang batas yang ditentukan. Threshold ini sangat penting untuk menghindari false alarm serta memastikan bahwa hanya anomali yang signifikan yang ditandai sebagai “WASPADA”. Pemanfaatan persentase waspada retak perhitungan 0.0% artinya tidak ada satupun parameter yang berada dalam status “WASPADA”. Jika di masa depan, misalnya 2 dari 6 parameter berada pada status “WASPADA”, maka sistem akan menunjukkan Waspada Retak: 33.3%, yang berarti sistem mendeteksi potensi kerusakan dini.</p>
    <p>IV. SIMPULAN</p>
    <p>Sistem monitoring kesehatan struktur fly over berbasis sensor MPU 6050 yang terintegrasi dengan Google Sheet berhasil mendeteksi getaran dan pergerakan pada tiga sumbu (X, Y, Z) secara real-time. Berdasarkan hasil pengujian pada tanggal 24 Maret 2025 pukul 22:54:56, nilai akselerometer dan gyroscope berada dalam batas aman dengan status “NORMAL” dan indikator Waspada Retak: 0.0%, yang menunjukkan tidak terdapat potensi keretakan pada struktur saat itu. Sistem ini menggunakan metode threshold sederhana untuk mengidentifikasi anomali dan memberikan peringatan dini apabila terjadi getaran atau pergerakan di luar ambang batas yang ditentukan. Penerapan sistem ini memiliki potensi besar dalam pemantauan struktur bangunan secara berkelanjutan, terutama pada infrastruktur publik seperti fly over, jembatan, atau gedung tinggi.</p>
    <p>Saran berkelanjutan untuk penelitian selanjutnya yaitu peningkatan akurasi dengan filter penggunaan filter kalman atau complementary filter dapat membantu meminimalkan noise dan fluktuasi tidak signifikan dalam pembacaan sensor, sehingga akurasi deteksi anomali meningkat dan pengujian jangka panjang untuk penelitian selanjutnya, sistem perlu diuji dalam rentan waktu yang lama agar pola perubahan getaran struktural bisa dianalisis secara statistik.</p>
    <p>V. UCAPAN TERIMA KASIH</p>
    <p>Penulis ingin mengucapkan terima kasih dan syukur kepada Allah SWT dengan berbagai rahmat dan pertolongan-Nya, sehingga penulis bisa menuntaskan penelitian ini dengan mulus. Terima kasih juga buat semua pihak yang sudah ikut berkontribusi pada alur penelitian ini. Ucapan terima kasih khusus penulis sampaikan kepada para dosen pembimbing yang telah memberikan dukungan dan arahan selama penelitian berlangsung. Bantuan dan bimbingan mereka sangat berarti dan membantu penulis menyelesaikan penelitian ini dengan baik.</p>
    <p>REFERENSI</p>
    <p>[1]R. K. Saraswati, M. Ramdani, E. A. Sugiana, and S. Si, “DETEKSI KERETA API PADA REL MENGGUNAKAN SENSOR MPU6050 DETECTION OF TRAIN ON RAIL USING MPU6050 SENSOR.”</p>
    <p>[2]Bayu Tri Sulistiyo, “1 Orang Tewas Akibat Fly Over Roboh ke Jalur KA di Rusia - Railway Enthusiast Digest.” Accessed: Jun. 04, 2025. [Online]. Available: https://redigest.web.id/2024/04/1-orang-tewas-akibat-fly-over-roboh-ke-jalur-ka-di-rusia/</p>
    <p>[3]M. K. Struktur, J. Aris, B. #1, A. Salam, and H. Tashbir, “Implementasi Wireless Sensor Network pada Sistem,” Jurnal Telematika, vol. 19, no. 1.</p>
    <p>[4]“nufanbalafif,+Journal+manager,+2070 (1)”.</p>
    <p>[5]M. S. Wibawa, A. Seno, S. I. Putra, and A. Syahrina, “Pengembangan Purwarupa Sistem Pengawasan Kondisi Kesehatan Jembatan Single Degree Of Freedom Menggunakan Respon Dinamik Prototype Development Of A Single Degree Of Freedom Bridge Health Condition Monitoring System Using Dynamic Responses.”</p>
    <p>[6]P. D. P. Adi, A. Kitagawa, D. A. Prasetya, and A. B. Setiawan, “A Performance of ES920LR LoRa for the Internet of Things: A Technology Review,” in 3rd 2021 East Indonesia Conference on Computer and Information Technology, EIConCIT 2021, Institute of Electrical and Electronics Engineers Inc., Apr. 2021, pp. 1–7. doi: 10.1109/EIConCIT50028.2021.9431912.</p>
    <p>[7]I. Anshory et al., “Monitoring solar heat intensity of dual axis solar tracker control system: New approach,” Case Studies in Thermal Engineering, vol. 53, Jan. 2024, doi: 10.1016/j.csite.2023.103791.</p>
    <p>[8]S. D. Ayuni, S. Syahrorini, and J. Jamaaluddin, “Lapindo Embankment Security Monitoring System Based on IoT,” Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education), vol. 6, no. 1, pp. 40–48, Sep. 2021, doi: 10.21831/elinvo.v6i1.40429.</p>
    <p>[9]S. Dhiya Ayuni and S. Syahrorini, “SENSOR ACCELEROMETER MMA7361 SEBAGAI DETEKSI GETARAN PADA TANGGUL LUMPUR LAPINDO MMA7361 ACCELEROMETER SENSOR AS VIBRATION DETECTION ON LAPINDO MUD EMBED,” vol. 4, no. 1, pp. 31–36, 2021.</p>
    <p>[10]S. Dhiya Ayuni and S. Syahrorini, “SENSOR ACCELEROMETER MMA7361 SEBAGAI DETEKSI GETARAN PADA TANGGUL LUMPUR LAPINDO MMA7361 ACCELEROMETER SENSOR AS VIBRATION DETECTION ON LAPINDO MUD EMBED,” vol. 4, no. 1, pp. 31–36, 2021.</p>
    <p>[11]K. Struktur Jembatan and st M. Firmansyah Arrozi, “Implementasi Ant Colony Optimization untuk Routing pada Optimasi Perutean in Network Processing pada Sistem Monitoring,” 2023.</p>
    <p>[12]R. Mega Utama, I. Sucahyo, and M. Yantidewi, “RANCANG BANGUN ALAT DETEKSI TANAH LONGSOR BERBASIS IOT DENGAN NODEMCU ESP8266 DAN MPU6050,” 2022.</p>
    <p>[13]I. Rifajar and A. Fadlil, “The Path Direction Control System for Lanange Jagad Dance Robot Using the MPU6050 Gyroscope Sensor,” International Journal of Robotics and Control Systems, vol. 1, no. 1, pp. 27–40, 2021, doi: 10.31763/ijrcs.v1i1.225.</p>
    <p>[14]F. Aqdam Tritunggal et al., “Sistem Deteksi Gempa Otomatis Berbasis Mikrokontroler Arduino dan Sensor Accelerometer MPU6050,” Journal of Mechanical and Electrical Technology, vol. 2, no. 2, 2023.</p>
    <p>[15]A. Mubarak ’aafi, J. Jamaaluddin, I. Anshory, and U. M. Sidoarjo, “SNESTIK Seminar Nasional Teknik Elektro, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika Implementasi Sensor Pzem-017 Untuk Monitoring Arus, Tegangan dan Daya Pada Instalasi Panel Surya dengan Sistem Data Logger Menggunakan Google Spreadsheet dan Smartphone,” p. 191, doi: 10.31284/p.snestik.2022.2718.</p>
    <p>[16]A. Pratama, A. A. N. Amrita, and D. C. Khrisne, “Rancang Bangun Sistem Monitoring Listrik Tiga Fasa Berbasis Wireless Sensor Network Menggunakan LoRa Ra-02 SX1278,” Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, vol. 20, no. 2, p. 351, Dec. 2021, doi: 10.24843/mite.2021.v20i02.p20.</p>
    <p>[17]E. A. S. Aji, J. Jamaaluddin, A. Ahfas, and S. D. Ayuni, “Leak Monitoring in Split Duct Air Conditioner Based on Internet of Things,” JEEE-U (Journal of Electrical and Electronic Engineering-UMSIDA), vol. 7, no. 2, pp. 176–187, Nov. 2023, doi: 10.21070/jeeeu.v7i2.1678.</p>
  </body>
  <back/>
</article>
