<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Supplier Performance Prioritization Using Analytical Hierarchy Process Framework</article-title>
        <subtitle>Penentuan Prioritas Kinerja Pemasok Menggunakan Kerangka Kerja Proses Hierarki Analitis</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Rachmawan</surname>
            <given-names>Yoga</given-names>
          </name>
          <email>hanawahyuni@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Wahyuni</surname>
            <given-names>Hana Catur</given-names>
          </name>
          <email>hanacatur@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-03-01">
          <day>01</day>
          <month>03</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>25</day><month>02</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-9">
        <bold id="_bold-10">A. </bold>
        <bold id="_bold-11">Latar Belakang</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-10">Setiap perusahaan membutuhkan tim untuk membantu dan memenuhi kebutuhan perusahaan yang tidak dapat dipenuhi sendiri. Produk atau jasa yang ditawarkan oleh <italic id="_italic-11">supplier</italic> sangat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan. <italic id="_italic-12">Supplier</italic> merupakan salah satu bagian terpenting dalam suatu perusahaan. Untuk mendapatkan kualitas bahan baku kain yang baik, dibutuhkan <italic id="_italic-13">supplier</italic> yang mampu memenuhi kriteria-kriteria yang diminta oleh perusahaan, sehingga proses produksi dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu. PT. XYZ adalah perusahaan <italic id="_italic-14">garment</italic>yang bergerak dalam bidang industri busana bertemakan muslim yang berlokasi di sidoarjo. Perusahaan ini bergerak dalam pembuatan baju dress, koko dan hijab.Mayoritas pelanggan PT. XYZ berasal dari dalam negeri seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. PT. XYZ menggunakan berbagai macam jenis motif kain. Untuk bahan baku kain dengan kualitas yang baik perusahaan ini menggunakan tiga jenis kain diantaranya adalah kain motif, kain ceruty dan kain shakila. Bahan baku kain dipesan melalui tiga <italic id="_italic-15">supplier</italic> yang berbeda yaitu, CV. Multi Tekstil, UD. Tekstil Bandung dan CV. Central Motif. </p>
      <p id="_paragraph-11">Perusahaan menghadapi situasi dimana kuantitas dan kualitas bahan baku mengalami penurunan sebesar 15% di bulan Oktober- Desember dan seringkali terlambat untuk supply kebutuhan produksi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pemilihan <italic id="_italic-16">supplier</italic>prioritasharus didasarkan oleh penilaian kriteria . Untuk mencapai hal ini perlu dilakukannya model pendekatan agar didapatkan <italic id="_italic-17">supplier</italic> yang sesuai permintaan perusahaan. Kualitas kain yang dikirimkan oleh <italic id="_italic-18">supplier</italic> sangat berpengaruh terhadap hasil <italic id="_italic-19">finish good</italic> proses produksi dan ketepatan waktu . Di sisi lain, perusahaan dihadapkan pada kebutuhan untuk menentukan <italic id="_italic-20">supplier</italic> prioritas guna memenuhi kebutuhan pesanan yang datang, agar sesuai dengan batas waktu yang telah dibuat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan suatu penilaian sebagai dasar dalam melakukan pemilihan supplier. Penelitian ini bertujuan untuk Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan <italic id="_italic-21">supplier</italic> prioritas dan memberikan rekomendasi dalam pemilihan <italic id="_italic-22">supplier</italic> kain di PT. XYZ. Untuk mendapatkan hasil tersebut digunakan pendekatan VPI dan metode AHP . VPI ialah suatu pendekatan dengan menggunakan evaluasi berdasarkan kriteria QCDFR (<italic id="_italic-23">Quality, Cost</italic><italic id="_italic-24">, </italic><italic id="_italic-25">Delivery, Flexibility, Responsivene</italic><italic id="_italic-26">s</italic><italic id="_italic-27">s</italic>) dan subkriteria yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Survey dan pengumpulan data diperoleh melalui opservasi maupun pengamatan secara langsung dilapangan dengan metode penyebaran kuesioner dan wawancara terhadap kepala divisi yang <italic id="_italic-28">expert.</italic> Terdapat 3 responden yang kita ambil untuk sample data yaitu 1 Staff Gudang, 1 Staff <italic id="_italic-29">Purchasing</italic> dan 1 Staff <italic id="_italic-30">Planning</italic> di PT. XYZ. 3 responden tersebut ialah kepala divisi yang berkaitan langsung dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan s<italic id="_italic-31">upply</italic> bahan baku produksi. Perusahaan diwajibkan untuk memberikan pelayanan dan kualitas terbaik kepada pelanggannya . </p>
      <p id="_paragraph-12">Pada penelitian sebelumnya <italic id="_italic-32">Vendor Performance Indicator</italic> (VPI) digunakan untuk menciptakan hubungan kerja antara perusahaan dan <italic id="_italic-33">supplier</italic> mengenai kebutuhan kain, dalam hal yang berkaitan dengan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi dengan menggunakan sistem <italic id="_italic-34">make to order</italic> (order sesuai pesanan) . Dan Juga pada penelitian terdahulu VPI dan Metode AHP digunakan untuk menghitung produktifitas kinerja kariawan PT. XYZ. AHP yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan yang kompleks dengan aspek atau kriteria (multi-kriteria). Hierarki didefinisikan sebagai representasi suatu permasalahan kompleks dalam struktur multi-level factor, kriteria, sub-kriteria. Pada Penyelesaian permasalahan tersebut dapat dilakukan menggunakan pendekatan <italic id="_italic-35">Vendor Performance Indicator</italic> (VPI) dan metode <italic id="_italic-36">Analytical Hierarchy Process</italic> (AHP). Dengan mengunakan AHP, perusahaan dapat menentukan <italic id="_italic-37">supplier</italic> yang paling sesuai dengan tujuan perusahaan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu . AHP digunakan untuk mengutamakan masing-masing kriteria atau alternatif, perangkingan melalui berbagai tahapan perhitungan. Kelebihan dari <italic id="_italic-38">A</italic><italic id="_italic-39">nalytical </italic><italic id="_italic-40">H</italic><italic id="_italic-41">ierarchy </italic><italic id="_italic-42">P</italic><italic id="_italic-43">rocess</italic> (AHP) adalah memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang kompleks menjadi kelompok kecil dan kemudian menyusunnya dalam bentuk hirarki untuk membuat masalah lebih sistematis dan terstruktur . Metode AHP telah dinilai mampu untuk digunakan menyelesaikan permasalahan dengan karakteristik sejenis diberbagai bidang </p>
    </sec>
    <sec id="heading-2aca474da6d6661e9831789755b0bc8c">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-14">Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dimana dapat mengetahui <italic id="_italic-44">supplier</italic> prioritas dengan bobot nilai terbaik. Tahapan study lapangan dilakukan di PT. XYZ pada bulan Oktober 2023 dan teknik pengumpulan data dilakukan pada bulan November – Desember 2023, data diperoleh melalui opservasi maupun pengamatan secara langsung dilapangan dengan metode wawancara terhadap kepala divisi yang <italic id="_italic-45">expert.</italic> Penyebaran kuesioner terhadap 1 Staff Gudang, 1 Staff <italic id="_italic-46">Purchasing</italic> dan 1 Staff <italic id="_italic-47">Planning</italic> di PT. XYZ. Survei kuesioner mengenai pembobotan kriteria, subkriteria, dan opsi <italic id="_italic-48">supplier </italic>prioritas. Kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya berkerangka, <italic id="_italic-49">Quality, Cost, Delivery, Flexibility</italic>, dan <italic id="_italic-50">Responsiveness</italic> (QCDFR) dan subkriteria yang didapatkan dari hasil wawancara. Hasil Identifikasi sub-kriteria dengan pendekatan VPI akan sangat relevan dengan kondisi atau kendala yang dihadapi oleh perusahaan, yang mana hal tersebut disebabkan oleh pihak <italic id="_italic-51">supplier </italic>bahan baku kain pada PT. XYZ. </p>
      <p id="_paragraph-15">Metode yang digunakan yaitu <italic id="_italic-52">Vendor Performace Indicator</italic> (VPI) dan <italic id="_italic-53">Analytical Hierarchy Process</italic> (AHP) Berikut langkah-langkah dalam proses evaluasi kinerja vendor:</p>
      <p id="paragraph-bdd2c9172579a7813fd5fc054e6b0aba">1. <italic id="_italic-54">Vendor Performance Indicator</italic> (VPI) </p>
      <p id="_paragraph-16">Metode <italic id="_italic-55">Vendor Performance Indicator</italic> (VPI) merupakan sebuah pendekatan melalui pengukuran kemampuan kerja <italic id="_italic-56">supplier</italic> untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Kebutuhan ini dapat melibatkan beberapa pihak pemasok bahan baku, untuk menjamin kestabilan produksi dari kekurangan bahan baku atau kebutuhan material lainnya. Dengan adanya metode  VPI, <italic id="_italic-57">supplier</italic> tidak hanya akan dinilai berdasarkan harga tetapi juga dari biaya pengadaan. Kerangka yang diambil pada metode ini adalah QCDFR </p>
      <list list-type="order" id="list-f2024fc91696536ca370a82dfa62d8b0">
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-58">Quality</italic> kriteria ini mengukur kemampuan pemasok bahan baku atau <italic id="_italic-59">supplier</italic> untuk memenuhi standar kualitas.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-60">Cost</italic> kriteria ini berhubungan dengan penawaran harga yang ditawarkan oleh <italic id="_italic-61">supplier</italic>.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-62">Delivery</italic> kriteria yang berhubungan terkait kuantitas dan lama pengiriman yang dijanjikan oleh <italic id="_italic-63">supplier.</italic> </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-64">Flexibility</italic> kriteria yang berkaitan dengan komitmen <italic id="_italic-65">supplier</italic> tekait pemenuhan dalam perubahan baik dalam kuantitas maupun waktu pengiriman.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-66">Responsiveness</italic> kriteria ini berhubungan dengan kemampuan <italic id="_italic-67">supplier</italic> dalam merespon sebuah permasalahan dalam melakukan pemenuhan perubahan permintaan dan jadwal pengiriman.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-5c1a6d9031704534366f0ad731048065">2. <italic id="_italic-68">Analytical Hierarchy Process</italic> (AHP) </p>
      <p id="_paragraph-17"><italic id="_italic-69">Analytical Hierarchy Process </italic>(AHP)metode untuk memecahkan suatu situasi yang kompleks dan tidak terstruktur kedalam beberapa bagian dari komponen dalam susunan yang hirarki. Dengan memberi nilai yang subjektif tentang pentingnya variabel secara relatif dan menerapkan variabel mana yang memiliki prioritas paling tinggi guna mempengaruhi hasil pada situasi tersebut . Proses pengambilan keputusan pada dasarnya adalah memilih suatu alternatif yang terbaik .</p>
      <p id="_paragraph-18">Adapun tahapan dari model <italic id="_italic-70">Analytical Hierarchy Process</italic> (AHP) adalah sebagai berikut:</p>
      <list list-type="order" id="list-55607d4f071da68c256ab20733be1a19">
        <list-item>
          <p>Mendefinisikan suatu masalah dan menentukan solusinya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Merancang struktur hirarki yang berawal dari tujuan umum, dilanjutkan dengan kriteria-kriteria dan alternatif- alternatif pilihan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Membuat matrik perbandingan berpasangan yang menggambarkan kontribusi relatif atau pengaruh setiap elemen terhadap tujuan atau kriteria yang setingkat di atasnya. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menormalkan data dengan membagi nilai dari setiap elemen didalam matrik yang berpasangan dengan nilai total dari setiap kolom.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menghitung nilai <italic id="_italic-71">e</italic><italic id="_italic-72">igen vector</italic> dan menguji konsistensinya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menguji konsistensi hirarki.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Mendefinisikan perbandingan berpasangan untuk memperoleh nilai. </p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-19">Tabel dibawah ini adalah skor nilai <italic id="_italic-73">Severity, Occurrence, Detectability</italic> agar mendapatkan nilai RPN .</p>
      <fig id="figure-panel-f85ae03b37ac50aca1b70ec2f5abea67">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-13">Tabel 1.</bold> Bobot Penilaian Metode AHP</title>
          <p id="paragraph-ad5c52bbdd8d56cf23c015c580bd5c49"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-65e1ed3d252f64c0a9eb19c4868904e0" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10214-01.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-22">Sumber: </p>
      <list list-type="order" id="list-2f8c926ec32c42c91c7655d3955862b5">
        <list-item>
          <p>
            <bold id="_bold-14">Penentuan Bobot/Prioritas Kepentingan</bold>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-23">Setelah dibuat matriks perbandiingan berpasangan kemudian dilakukan pembobotan atau <italic id="_italic-74">synthesis of priority</italic> dengan tahapan sebagai berikut:</p>
      <p id="paragraph-c10c94f3e2af98ad0b22aefb54fa05e4"/>
      <fig id="figure-panel-f786a09b62919bf2e7afe5e460e17fe5">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-2f3bfd3b7aff673090ba33801bab305f"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-ca5a14ea223802a0800bbe771fe10411" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10214-01_2.png"/>
      </fig>
      <p id="paragraph-5438d2cdc08e6ac94a957c8a5f339fa7">2. <bold id="_bold-15">Uji Konsistensi</bold> </p>
      <p id="_paragraph-41">Tahap selanjutnya yaitu uji konsistensi.</p>
      <p id="_paragraph-42">Setelah diperoleh nilai dari 𝜆 max dilakukan pengujian konsistensi dengan langkah-langkah sebagai berikut:</p>
      <p id="paragraph-26ad988eeb36754d6c54d456e4b216e3"/>
      <fig id="figure-panel-a08fe4d7569bd544bb051fb3d893dc41">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-308130057045eca6d6553491733f72de"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-43c7cb39d6b51e7ffb962e99669c0963" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10214-02.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-55">Setelah dilakukannya perhitungan sebelumnya yaitu penentuan bobot dan uji <italic id="_italic-83">consistency</italic> maka langkah berikutnya adalah menentukan prioritas alternatif dengan cara menjumlahkan nilai agregat pada <italic id="_italic-84">global priority</italic>, sehingga dapat diketahui <italic id="_italic-85">supplier </italic>terbaik.</p>
      <p id="_paragraph-56">Pada penelitian ini terdapat beberapa alur yang digunakan sebagai acuan proses berjalannya penelitian dapat dilihat pada gambar 1. </p>
      <fig id="figure-panel-8e99d5cd149d5190bc346e96512c4a05">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-16">Gambar</bold><bold id="_bold-17">1</bold>. Diagram alir penelitian</title>
          <p id="paragraph-16543d2965bcc2cd0cd06a35aa1cc0cb"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-38d168ddd9dc62f87c63acaae226d478" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10214-05.png"/>
      </fig>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="heading-8036553521028d210b9acec512e78690">
        <bold id="bold-1">A. </bold>
        <bold id="bold-2">Daftar <italic id="italic-1">Supplier</italic></bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-58">Dalam proses  produksi  PT. XYZ mengkomposisikan berbagai bahan baku kain. Berikut merupakan daftar nama <italic id="_italic-86">supplier</italic> bahan baku kain yang akan dilakukan pembobotan tertera pada tabel 2 yaitu, CV. Multi Tekstil, UD. Tekstil Bandung dan CV. Central Motif.</p>
      <fig id="figure-panel-23496e6ca178c23d559734e5c937987b">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-18">Tabel 2.</bold> Daftar nama <italic id="_italic-87">supplier</italic></title>
          <p id="paragraph-56f89e2ad5d67fcad155cf83ba297f2d"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-ec399f18b3560f55685497fa7bab20f0" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10214-02_2.png"/>
      </fig>
      <p id="paragraph-324be35b804bd5a4d27f58e471bf4104">B. <bold id="_bold-21">Identitas dalam pemilihan </bold><bold id="_bold-22"><italic id="_italic-89">supplier</italic> </bold></p>
      <p id="_paragraph-61">Identifikasi kriteria dan sub kriteria dilakukan berdasarkan pendekatan <italic id="_italic-90">Vendor Performance Indicator</italic> (VPI) kemudian pengolahan data dilakukan menggunakan perhitungan <italic id="_italic-91">Analytical Hierarchy Process</italic> (AHP) dengan tahapan seperti berikut.</p>
      <p id="paragraph-997d1c44cfbf5ccbbf6e7f2f932c9302">
        <bold id="bold-4369e811c75e04870026d756720c7601">1. </bold>
        <bold id="bold-4c2d8f2246a99d396dbfd266f9ae4351">Identifikasi Kriteria</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-62">Kriteria diidentifikasi berdasarkan <italic id="_italic-92">Vendor Performance Indicator</italic> (VPI) berkerangka QCDFR, yaitu kriteria yang digunakan pada penelitian ini (<italic id="_italic-93">Quality</italic>, <italic id="_italic-94">Cost</italic>, <italic id="_italic-95">Delivery</italic><italic id="_italic-96">,</italic> <italic id="_italic-97">Flexibility</italic>, <italic id="_italic-98">Responsiveness</italic> ).</p>
      <p id="_paragraph-63">Subkriteria yang ditentukan harus relevan dan sesuai dengan kondisi perusahaan dimana subkriteria yang ditentukan merupakan hambatan yang dirasakan oleh perusahaan karena disebabkan oleh <italic id="_italic-99">supplier</italic> di PT. XYZ. Proses penentuan kriteria ini berguna sebagai pertimbangan dalam melakukan pemilihan <italic id="_italic-100">supplier</italic>. Identifikasi kriteria dan subkriteria dilakukan dengan melakukan wawancara dengan Staff  Gudang, Staff <italic id="_italic-101">P</italic><italic id="_italic-102">urchasing</italic> dan Staff <italic id="_italic-103">Planning</italic> di PT. XYZ. Karena wawancara ini berkaitan dengan divisi yang <italic id="_italic-104">expert</italic> dalam proses pembelian bahan baku kain dari pemasok sehingga ketiga responden tersebut sangat mengetahui spesifikasi dari kain yang akan digunakan dalam proses rantai pasok produksi baju dress, koko dan hijab. Berikut merupakan kriteria dan subkriteria yang telah ditentukan melalui hasil wawancara dengan Staff  Gudang, Staff <italic id="_italic-105">Purchasing</italic> dan Staff <italic id="_italic-106">Planning</italic> di PT. XYZ. Dalam proses pemilihan <italic id="_italic-107">supplier</italic> ini, hal-hal yang akan digunakan untuk memilih<italic id="_italic-108"> supplier</italic> terbaik dalam proses pembobotan dapat dilihat pada tabel 3.</p>
      <fig id="figure-panel-c5228d19180222f2f73a84bbd14ffc99">
        <label>Figure 6</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-23">Tabel 3.</bold> Kriteria dan Subkriteria Dalam Pemilihan <italic id="_italic-109">Supplier</italic></title>
          <p id="paragraph-8cd721457a65e68e83235c7e07533908"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-4a405764a8dd681a0d23b6687f34d9bb" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10214-03.png"/>
      </fig>
      <p id="paragraph-c203e46a641253f667f46d5813b01c95">2/ <bold id="bold-80eb6168141dd8832109bf8ed5783e5d">Penyusunan Struktur Hirarki</bold></p>
      <p id="_paragraph-66">Pada tahap ini yaitu membuat struktur hirarki yang akan membuat permasalahan menjadi lebih terstruktur dan sistematis dapat dilihat pada gambar 2. Pada struktur hierarki level pertama yaitu <italic id="_italic-110">supplier</italic> terbaik<italic id="_italic-111">. </italic>Level kedua yaitukriteria berdasarkan<italic id="_italic-112"> Vendor Performance Indicator</italic> (VPI) yang berkerangka QCDFR. Level ketiga yaitu subkriteria kemudian level keempat yaitu alternatif <italic id="_italic-113">supplier</italic> yang kemudian akan dilakukan pemilihan <italic id="_italic-114">supplier</italic>.</p>
      <fig id="fig4">
        <label>Figure 7</label>
        <caption>
          <title><bold id="bold-09854b54b42f354d6d078c04f5d42c52">Gambar 2.</bold> Struktur Hirarki</title>
          <p id="_paragraph-67"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-4" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image6.jpg"/>
      </fig>
      <p id="paragraph-e20172b4862e019f223232f75118d6e6">
        <bold id="bold-ab34e68ae2653361431325d499f649b0">3. </bold>
        <bold id="bold-e5427f21afae72c8b549ce22208daa10">Matriks Perbandingan Berpasangan </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-69">Untuk membuat matriks perbandingan berpasangan yaitu dengan mengisikan angka skala 1 hingga 9. Skala angka yang digunakan disini berdasarkan skala perbandingan yang dikemukan oleh saaty, matriks perbandingan berpasangan ini diisi berdasarkan hasil pengisian kuesioner oleh responden sebanyak tiga orang yaitu Staff  Gudang, Staff <italic id="_italic-115">Purchasing</italic> dan Staff <italic id="_italic-116">Planning</italic> di PT. XYZ. Karena hanya diperlukan satu jawaban pada perhitungan matriks perbandingan berpasangan. Maka, agar dapat menghasilkan pendekatan rata-rata terbaik dari penilaian responden dalam kuisioner dilakukan perhitungan dengan rata-rata <italic id="_italic-117">Geometric Mean</italic> menggunakan <italic id="_italic-118">Microsoft Excel</italic>. </p>
      <fig id="figure-panel-caa24db29867211b88a4c8cf9290ae5b">
        <label>Figure 8</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-25">Tabel 4.</bold> Matrik Perbandingan Perpasangan Antar Kriteria</title>
          <p id="paragraph-513bd2866188576ec6cff30e0c5b66b2"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-d08b7e5006ef890cdf87c0cb9b9f093f" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10214-04.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-72">Dari Tabel 4 dapat diketahui bahwa perbandingan kriteria <italic id="_italic-119">Q</italic><italic id="_italic-120">uality</italic> dengan <italic id="_italic-121">C</italic><italic id="_italic-122">ost</italic> bernilai 3,684, <italic id="_italic-123">Quality</italic> dengan <italic id="_italic-124">Delivery </italic>bernilai 2,154, <italic id="_italic-125">Quality</italic> dengan <italic id="_italic-126">Flexibility</italic> bernilai 6,073, <italic id="_italic-127">Quality</italic> dengan <italic id="_italic-128">Responsiveness </italic>bernilai 5,192, yang menunjukan bahwa kriteria <italic id="_italic-129">Q</italic><italic id="_italic-130">uality</italic> lebih penting dibandingkan dengan kriteria lainnya, kemudian kriteria <italic id="_italic-131">Cost </italic>dengan kriteria <italic id="_italic-132">Delivery</italic> bernilai 0,406 yang menunjukkan kriteria <italic id="_italic-133">Delivery</italic> lebih penting dibandingkan dengan kriteria <italic id="_italic-134">Cost</italic>, kemudian <italic id="_italic-135">F</italic><italic id="_italic-136">lexibility</italic> dengan kriteria <italic id="_italic-137">R</italic><italic id="_italic-138">esponsiveness</italic> bernilai 0,288 yang menunjukan bahwa kriteria <italic id="_italic-139">responsiveness</italic> lebih penting dibandingkan dengan kriteria <italic id="_italic-140">F</italic><italic id="_italic-141">lexibility</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-73">Rara-rata geometrik dapat dirumuskan sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-74">
        <italic id="_italic-142">Quality-cost </italic>
      </p>
      <fig id="figure-panel-bcb952f442f3441e0f4411fb3f31fc42">
        <label>Figure 9</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-8dd6abecc51bbbf12059139ac78a320e"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-d508d16d0f72f178575203ea06d485a1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10214-03_2.png"/>
      </fig>
      <p id="paragraph-8fcae5186b012161f3e2966c1d8a21ba">
        <bold id="bold-d1d803338665db382f3af6b48246f243">4. </bold>
        <bold id="bold-57a432187548f558769623c4cc2eca09">Penentuan bobot/prioritas kepentingan </bold>
      </p>
      <p id="paragraph-2">Berikut merupakan tahap-tahap untuk menemukan bobot atau prioritas kepentingan dari kriteria.</p>
      <fig id="figure-panel-313ad2ba15d91cd26db1927fa38306e8">
        <label>Figure 10</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-7b28125042bca19a194b3f61371e3a11"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-6977ad5c416d3a16ea67998f6ff98300" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10214-04_2.png"/>
      </fig>
      <fig id="figure-panel-7e753430889f51963fb9f8483b06cd9c">
        <label>Figure 11</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-30">Tabel 5.</bold> Perhitungan Bobot Antar Kriteria</title>
          <p id="paragraph-c020e3e56e1c897404eeb7cb6c1a6001"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-64e2cd95e6e7757e7f8e5dcb6ecc02a4" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10214-05_2.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-106">Dari Tabel 5 diketahui bahwa prioritas kepentingan dalam menentukan <italic id="_italic-146">supplier</italic> bahan baku kain untuk produksi baju dress, koko dan hijab di PT. XYZ diketahui prioritas utama yaitu kriteria <italic id="_italic-147">Q</italic><italic id="_italic-148">uality </italic>dengan bobot 0,433, prioritas kedua yaitu kriteria <italic id="_italic-149">D</italic><italic id="_italic-150">elivery</italic> dengan bobot 0,273, prioritas ketiga yaitu <italic id="_italic-151">C</italic><italic id="_italic-152">ost</italic> dengan bobot 0,154, prioritas keempat yaitu <italic id="_italic-153">R</italic><italic id="_italic-154">esponsiveness</italic> dengan bobot 0,086, dan prioritas kelima yaitu <italic id="_italic-155">F</italic><italic id="_italic-156">lexibility</italic> dengan bobot 0,053. Dari hasil perhitungan bobot antar kriteria yang telah dilakukan menunjukan bahwa kriteria <italic id="_italic-157">Quality</italic> menjadi prioritas utama dibandingkan dengan kriteria lainnya karena PT. XYZ sangat memperhatikan kualitas bahan baku kain karena berpengaruh terhadap produk baju dress, koko dan hijab yang dihasilkan perusahaan. Untuk penentuan bobot subkriteria atau <italic id="_italic-158">global priority</italic> dengan melakukan pengalian antara bobot subkriteria dengan bobot kriteria dari tiap-tiap subkriteria, untuk penentuan bobot alternatif dengan pengalian bobot, bobot alternatif dan bobot subkriteria. Tabel 6 merangkum hasil dari hasil perhitungan dari <italic id="_italic-159">eigen vector</italic> atau bobot.</p>
      <p id="paragraph-df9a13b3808b4c70628d27a3e5168075">
        <bold id="bold-b3538f1294e86e16daad8f3883483045">5. </bold>
        <bold id="bold-59b1db9eef63c5855b5da9c3f83572b4">Rekapitulasi Perhitungan <italic id="italic-fc62b1cd2058d4349795156b2c71f2ea">Global Priority</italic></bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-107">Setelah memperolah bobot kriteria, sub kriteria, dan alternatif berikut merupakan rekapitulasi hasil perhitungan <italic id="_italic-160">global priority</italic> tertera pada tabel 6.</p>
      <fig id="figure-panel-8b55b6b7ec0bfde0acb1db22af6ae7d9">
        <label>Figure 12</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-31">Tabel 6.</bold> Rekapitulasi Hasil Perhitungan <italic id="_italic-161">Global Priority</italic></title>
          <p id="paragraph-1326ded5fa700336b854fd54c2963806"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-3043a5655d25dd3ed6daa10848268f78" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10214-06.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-110">Dari Tabel 6 dapat diketahui bahwa pemilihan <italic id="_italic-162">supplier</italic> terbaik dipengaruhi kriteria <italic id="_italic-163">Q</italic><italic id="_italic-164">uality, </italic><italic id="_italic-165">D</italic><italic id="_italic-166">elivery, </italic><italic id="_italic-167">C</italic><italic id="_italic-168">ost, </italic><italic id="_italic-169">R</italic><italic id="_italic-170">esponsiveness, </italic>dan <italic id="_italic-171">F</italic><italic id="_italic-172">lexibility.</italic> Sebagai prioritas pertama dalam pemilihan <italic id="_italic-173">supplier</italic> kriteria <italic id="_italic-174">Q</italic><italic id="_italic-175">uality</italic> memiliki bobot 0,433, prioritas selanjutnya yaitu <italic id="_italic-176">D</italic><italic id="_italic-177">elivery</italic> yang memiliki bobot 0,273, kemudian prioritas ketiga adalah <italic id="_italic-178">C</italic><italic id="_italic-179">ost</italic> memiliki nilai bobot 0,154, prioritas keempat yaitu <italic id="_italic-180">R</italic><italic id="_italic-181">esponsiveness</italic> dengan bobot 0,086, dan prioritas kelima adalah <italic id="_italic-182">F</italic><italic id="_italic-183">lexibility</italic> dengan bobot 0,053. Dengan tingginya nilai bobot <italic id="_italic-184">Q</italic><italic id="_italic-185">uality</italic> menunjukan bahwa PT. XYZ memprioritaskan kualitas untuk mendapatkan hasil terbaik dan melakukan pembelian kain sebagai bahan dasar proses produksi karena sangat berpengaruh terhadap kualitas baju yang dihasilkan oleh perusahaan.</p>
      <p id="paragraph-612c9ded50c9cb1c1eed0b22c5d585b0">
        <bold id="bold-87cdf228499930a2daa8ddcbcf2bb826">6. </bold>
        <bold id="bold-ac8c9cc60e95dd83853c6b7405a8eee4">Bobot <italic id="italic-785cc1bd91791cc5176c4f5ad34dc960">Supplier</italic> Terbaik </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-111">Dapat diketahui bobot terbaik alternatif jika dilihat dari masing-masing kriteria tertera pada tabel 7.</p>
      <fig id="figure-panel-fe3fa11c517c6f8cf63024d8dbd89d57">
        <label>Figure 13</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-32">Tabel 7.</bold> Bobot <italic id="_italic-186">Supplier</italic> Terbaik Berdasarkan Kriteria</title>
          <p id="paragraph-af6585cdc0b96689bcd18f90d03bf3d2"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-7b93f98b4ce331fa0c578000b0fe8085" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10214-07.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-114">Tabel 8 menunjukan hasil perhitungan bobot <italic id="_italic-187">supplier</italic>alternatif secara keseluruhan menggunakan <italic id="_italic-188">Microsoft Excel</italic>.</p>
      <fig id="figure-panel-e769376a6b0414a4be634e57facd779e">
        <label>Figure 14</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-33">Tabel 8.</bold> Bobot <italic id="_italic-189">Supplier</italic></title>
          <p id="paragraph-a9f679866395a03ea52902ece2fdec97"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-27356083d565dc255381156ba4703cb9" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10214-08.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-117">Kriteria <italic id="_italic-190">Quality</italic>, <italic id="_italic-191">supplier</italic> CV. Multi Tekstil berdasarkan tabel diatas lebih baik dari ketiga <italic id="_italic-192">supplier</italic> lainnya yang nilai bobotnya ialah 0,252, sementara <italic id="_italic-193">supplier</italic> CV. Central Motif dengan nilah bobot 0,130 dan terendah UD. Tekstil Bandung nilai bobot 0,052. Lalu kriteria <italic id="_italic-194">Cost</italic>, <italic id="_italic-195">supplier</italic> CV. Multi Tekstil unggul diantara ketiga <italic id="_italic-196">supplier</italic> lainnya dengan nilai bobot 0,084, sementara UD. Tekstil Bandung nilai bobot 0,044, dan terendah CV. Central Motif nilai bobot 0,027. Lalu kriteria <italic id="_italic-197">Delivery</italic> CV. Multi Tekstil mendapat nilai bobot paling tinggi 0,163, dilanjut CV. Central Motif nilai bobot 0,065 dan nilai bobot terendah ialah UD. Tekstil Bandung nilai bobot 0,045. Sementara kriteria <italic id="_italic-198">Flexibility </italic>CV. Multi Tekstil paling unggul dari ketiga <italic id="_italic-199">supplier</italic> lainnya dengan nilai bobot 0,030, lalu CV. Central Motif nilai bobot 0,014 dan nilai terendah UD. Tekstil Bandung nilai bobot 0,009, kriteria <italic id="_italic-200">Responsiveness</italic>UD. Tekstil Bandung bernilai paling unggul dibandingkan kegita <italic id="_italic-201">supplier</italic> lainnya dengan nilai bobot sebesar 0,040, lalu CV. Central Motif dengan nilai bobot 0,028 dan terendah CV. Multi Tekstil nilai bobot 0,019. Hal ini menjadikan CV. Multi Tekstil sebagai <italic id="_italic-202">supplier</italic> terbaik sebagai pemasok bahan baku kain untuk produksi baju dress, koko dan hijab dengan kualitas terbaik total nilai bobot 0,547. Kemudian <italic id="_italic-203">supplier</italic> CV. Central Motif menduduki peringkat kedua dengan total nilai bobot 0,263, dan UD. Tekstil Bandung sebagai peringkat ketiga dengan total nilai bobot 0,189.</p>
      <p id="paragraph-71ae2811e6b283150c8027447773a904">
        <bold id="_bold-39">
          <bold id="bold-dd16d2249b232c1fe9b3b5466499d490">7. </bold>
          <bold id="bold-f8db92758d7f99fe014dc3141bef6466">Rekapitulasi Hasil Uji konsistensi </bold>
        </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-118">Tahap selanjutnya yaitu uji konsistensi. Untuk menguji konsistensi hal yang pertama dilakukan yaitu mencari nilai 𝜆 max dengan tahapan proses berikut: </p>
      <list list-type="order" id="list-4863763c4801a24b576897798fa0685d">
        <list-item>
          <p>Melakukan pengalian matriks perbandingan berpasangan yang belum dinormalisasikan dengan nilai <italic id="_italic-207">eigen vector</italic>. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Membuat pembagian dari hasil perkalian matriks perbandingan berpasangan dengan <italic id="_italic-208">eigen vector</italic>. </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menentukan nilai dari 𝜆 max berdasarkan hasil perkalian proses sebelumnya yang kemudian ditambahkan dan dibagi dengan n yang merupakan jumlah keseluruhan elemen yang digunakan.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-119">Setelah didapatkan 𝜆 max dapat dilakukan uji konsistensi dengan langkah menghitung nilai <italic id="_italic-209">Consistency Index</italic> (CI) dengan persamaan (5), kemudian menghitung Consitensy ratio (CR) dengan persamaan (6). </p>
      <p id="_paragraph-120">Data dari responden dapat dikatakan konsisten jika nilai CR ≤ 0,1 atau 10%. Untuk nilai <italic id="_italic-210">random index</italic> dapat dilihat pada Tabel 9. Pada tabel 10 merupakan data perhitungan tahapan <italic id="_italic-211">consistency</italic> secara keseluruhan.</p>
      <fig id="figure-panel-6c854c183047c45fd4c45206796ffcad">
        <label>Figure 15</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-40">Tabel 9.</bold> <italic id="_italic-212">Random Index</italic> (RI)</title>
          <p id="paragraph-5110c94e349e9ffaae91fc0cb0eca67c"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-c1a3535687e3ce8f8ecf661f02d6a11f" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10214-9.png"/>
      </fig>
      <fig id="figure-panel-0a04350f161b33fa3561a4d52f04f033">
        <label>Figure 16</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-41">Tabel 10.</bold> Rekapitulasi Uji Konsitensi</title>
          <p id="paragraph-81a5df91c8d21b6dc811a3813ee504d9"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-fff54bbab5cccbdba1aea51c5698a572" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10214-10.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-125">Dari hasil uji konsistensi untuk kriteria, subkriteria, dan alternatif dengan menggunakan perhitungan <italic id="_italic-213">Microsoft Excel</italic> dan diperoleh nilai <italic id="_italic-214">Consistency Ratio</italic> (CI) &lt; 0,1. Karena nilai CR 0,1 maka data hasil kuesioner sudah konsisten. Jika tidak konsisten, maka pengisian nilai-nilai pada matriks perbandingan berpasangan harus diulang.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-97e95c119f88c4339bccd6d3c8bee61d">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-127">Berdasarkan hasil penelitian pemilihan <italic id="_italic-215">supplier</italic> prioritas pada pengadaan bahan baku kain untuk kebutuhan <italic id="_italic-216">supply</italic> produksi di PT. XYZ dengan menggunakan pendekatan <italic id="_italic-217">Vendor Performance Indicator </italic>(VPI)<italic id="_italic-218"> dan Analytical Hierarchy Process </italic>(AHP). Diperoleh hasil bahwa <italic id="_italic-219">supplier</italic> prioritas dalam pengadaan bahan baku kain adalah <italic id="_italic-220">supplier </italic>CV. Multi Tekstil dengan bobot 0,547. Bobot tertinggi diperoleh pada subkriteria (Kecerahan Warna Kain) dengan nilai bobot 0,367. Selanjutnya adalah CV. Central Motif yang memiliki bobot 0,263, dan yang terakhir adalah UD. Tekstil Bandung yang memiliki bobot terendah yakni 0,189. Maka rekomendasi untuk perusahaan CV. Multi Tekstil menjadi <italic id="_italic-221">supplier</italic> prioritas bahan baku kain di PT. XYZ. Saat ini kriteria yang digunakan oleh perusahaan dalam menyediakan bahan baku yaitu kriteria ketersediaan barang, sedangkan dalam penelitian ini mempertimbangkan kriteria <italic id="_italic-222">Quality, Cost, Delivery, Flexibility, dan Resposiveness.</italic></p>
      <p id="_paragraph-128">
        <bold id="_bold-45">Ucapan Terima</bold>
        <bold id="_bold-46">Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-129">Ucapan terima kasih disampaikan kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan perusahaan PT. XYZ yang memberikan dukungan penuh selama  proses penyusunan artikel ini hingga selesai.</p>
    </sec>
  </body><back/></article>
