<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Workload Analysis Reveals Excess Operator Capacity and Incentive Requirements</article-title>
        <subtitle>Analisis Beban Kerja Menunjukkan Kelebihan Kapasitas Operator dan Persyaratan Insentif</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Shabirin</surname>
            <given-names>Muhammad</given-names>
          </name>
          <email>boy@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Putra</surname>
            <given-names>Boy Isma</given-names>
          </name>
          <email>boy@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-03-01">
          <day>01</day>
          <month>03</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>25</day><month>02</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="heading-ff2fde471fe723e171b52a36263ec4f1">
      <title>
        <bold id="_bold-12">Pendahuluan </bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-12">Perusahaan PT. XYZ, merupakan unit usaha yang bergerak pada bidang manufaktur khususnya produksi papan kayu yang berlokasikan di Ds. Wonosari Kec. Ngoro, Mojokerto. Perusahaan ini memproduksi produk setengah jadi berupa papan kayu atau potongan-potongan kayu yang akan diproses kedalam bentuk kursi, lemari atau produk lainnya.</p>
      <p id="_paragraph-13">Namun dalam kegiatan produksi saat ini, target yang di inginkan perusahaan dalam proses produksi papan kayu sebanyak 200 sampai 300 kubikasi sehingga dalam pengoperasiannya. Operator diharuskan lebih teliti dan produktif dalam melaksanakan pekerjaannya sehingga beban kerjanya cukup tinggi. Beban kerja operator yang tinggi juga dipengaruhi <italic id="_italic-17">allowance </italic>yang cukup tinggi dari tingkat ketelitian saat memotong dan menghaluskan papan kayu, kondisi lingkungan dengan suhu ruangan yang sangat tinggi, pengecekan mesin secara berkala, dan aktifitas di luar jobdesk. </p>
      <p id="_paragraph-14">Berdasarkan masalah yang ada, dilakukan pengamatan sampling kerja (<italic id="_italic-18">work sampling</italic>).<italic id="_italic-19">Work sampling</italic>adalah teknik dimana sejumlah pengamatan sesaat dilakukan dalam periode waktu pekerja, mesin atau proses menganalisis suatu pekerjaan, dilakukan bertujuan untuk mengetahui peresentase kegiatan tertentu apakah idle / produktif. Pengamatan dilakukan dengan cara random / acak selama waktu kerja berlangsung untuk beberapa waktu tertentu, metode <italic id="_italic-20">work sampling</italic> dapat mengetahui waktu normal, waktu standard dan <italic id="_italic-21">output</italic> standar. Setelah perhitungan <italic id="_italic-22">work samping</italic>, dilakukan perhitungan beban kerja menggunakan metode <italic id="_italic-23">workload analysis</italic> untuk menentukan insentif yang diterima operator yang memiiki beban kerja melebih 100%.</p>
      <p id="_paragraph-15">Perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui beban kerja karyawan pada setiap stasiun kerja. Pendekatan ini akan memberikan wawasan mengenai alokasi sumber daya manusia untuk meminimalkan beban kerja yang ada dan mengoptimalkan biaya yang dikeluarkan perusahaan dengan memrikan insentif bagi karyawan.Dari metodologi yang digunakan, hasil yang diharapkan adalah untuk setiap beban kerja operator dapat lebih optimal dalam menentukan insentif bagi operator dengan beban kerja yang relatif tinggi.Hal ini dilakukan karena lebih efisien dengan tidak menambah ongkos produksi dibandingkan menambah jumlah pekerja.</p>
      <p id="_paragraph-16">Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana menentukan insentif yang sesuai dengan beban kerja yang diterima oleh operator produksi papan kayu di PT. XYZ.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-1e4628f0921160057d6f8b4eb07167ac">
      <title>
        <bold id="_bold-13">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-18">Penelitian akan dilakukan di PT. XYZ di Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Penelitian dilakukan selama lima bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi atau pengamatan secara langsung dan wawancara dengan narasumber. Metode observasi digunakan oleh penulis untuk melihat objek studi dan mencatat apa yang terjadi pada objek penelitian. Mereka juga mendapatkan data tentang waktu kerja, waktu produktif dan non produktif operator produksi di PT. XYZ. Metode wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi atau data dari orang pertama, dan kemudian melengkapinya dengan informasi atau data yang telah dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data lainnya, dan memastikan bahwa hasil dari metode pengumpulan data lainnya diuji.</p>
      <p id="_paragraph-19">Pada tahap pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode analisa beban kerja yaitu sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-20">a.)Melakukan pengamatan secara berkala selama jam kerja untuk mengetahui presentase produktif dan non produktif.</p>
      <p id="_paragraph-21">b.)Menentukan performance rating menggunakan metode westinghouse system rating</p>
      <p id="_paragraph-22">c.)Menentukan allowance dengan menggunakan tabel ILO (<italic id="_italic-24">International Labour Organization</italic>) </p>
      <p id="_paragraph-23">d.)Menghitung beban kerja dengan metode WLA (<italic id="_italic-25">Workload Analysis</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-24">e.)Menghitung dan menentukan jumlah pekerja masing-masing mesin berdasarkan beban kerja</p>
      <p id="_paragraph-25">f.)Menghitung insentif berdasarkan kelebihan beban kerja yang diterima operator</p>
      <p id="_paragraph-26">Beban kerja adalah pekerjaan yang harus dilakukan oleh suatu jabatan atau satuan dalam suatu organisasi dan merupakan hasil dari jumlah pekerjaan dan standar waktu. Pegawai akan lelah jika kemampuan mereka melebihi kebutuhan mereka. Sebaliknya, jika kapasitas pekerja lebih rendah dari kebutuhan pekerja, maka kelelahan pegawai akan meningkat. Ada tiga jenis beban kerja dapat dihadapi oleh karyawan: beban kerja standar, beban kerja terlalu rendah (<italic id="_italic-26">undercapacity</italic>), dan beban kerja terlalu tinggi (<italic id="_italic-27">overcapacity</italic>).</p>
      <p id="_paragraph-27">Ada beberapa faktor yang mengakibatkan kinerja pegawai menjadi tidak maksimal antara lain :</p>
      <p id="_paragraph-28">1.Faktor dari Luar / Eksternal</p>
      <p id="_paragraph-29">Sering disebut sebagai pemicu stres, faktor beban kerja eksternal adalah beban kerja yang datang dari luar tubuh pekerja. Contoh faktor beban kerja eksternal termasuk :</p>
      <p id="_paragraph-30">a.Tugas, beberapa tugas bersifat fisik, seperti tata ruang, stasiun, peralatan dan perlengkapan, kondisi, sikap, dan penunjang kerja. Selain itu, ada tugas mental seperti kompleksitas dan kewajiban yang terkait dengan pekerjaan.</p>
      <p id="_paragraph-31">b.Organisasi kerja berpengaruh pada beban kerja, seperti jam kerja, istirahat, shift, penggajian, kerja malam, dan wewenang.</p>
      <p id="_paragraph-32">c.Lingkungan tempat kerja dapat memengaruhi jumlah pekerjaan yang diperhitungkan serta beban tambahan. Sebagai contoh, lingkungan kerja fisik terdiri dari cahaya, kebisingan, getaran mekanis, dan gas yang mencemari udara; lingkungan kerja kimia terdiri dari debu dan gas yang mencemari udara; lingkungan kerja biologis terdiri dari virus dan bakteri; dan lingkungan kerja psikologis terdiri dari penempatan karyawan.</p>
      <p id="_paragraph-33">2.Faktor Internal</p>
      <p id="_paragraph-34">Faktor beban kerja internal adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh itu sendiri dan merupakan hasil respon terhadap beban kerja eksternal. Respons ini disebut stres. Singkatnya, faktor beban kerja internal meliputi:</p>
      <p id="_paragraph-35">a.Faktor tubuh, khususnya gender, usia, bentuk tubuh dan kondisi kesehatan.</p>
      <p id="_paragraph-36">b.Faktor psikologi, khususnya tekad, keyakinan, kehendak, kebahagiaan, dll.</p>
      <p id="_paragraph-37">Menganalisa beban pekerjaan adalah cara untuk menentukan jumlah staf dan tanggung jawab yang tepat untuk seorang karyawan. Dengan kata lain, itu adalah prosedur untuk menghitung jumlah jam kerja yang dibutuhkan untuk menuntaskan tugas-tugas tertentu dalam waktu yang ditetapkan.</p>
      <p id="_paragraph-38">Analisis beban kerja, atau <italic id="_italic-28">workload analysis</italic>, adalah salah satu metode yang bisa digunakan untuk menyelesaikan perhitungan jumlah beban kerja yang dihasilkan dari pekerjaan yang dilakukan; dalam situasi normal, jumlah beban kerja harus mendekati 100%. Untuk menghitung beban kerja untuk setiap elemen, dapat menggunakan rumus berikut.</p>
      <fig id="figure-panel-7f5fa5e97b44478c36e7101e032eb210">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-fa4d9a8972ef41f9021e8618b16dde95"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-8d93be960efd309d6a5b6582a8b3fd7f" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-01.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-49">Untuk tingkat kepercayaan dari 68% tingkat ketelitian, maka k = 1</p>
      <p id="_paragraph-50">Untuk tingkat kepercayaan dari 95% tingkat ketelitian, maka k = 2</p>
      <p id="_paragraph-51">Untuk tingkat kepercayaan dari 99% tingkat ketelitian, maka k = 3</p>
      <p id="_paragraph-52">Peta kontrol atau diagram kontrol digunakan saat melakukan sampling kerja. Peta kontrol ini menunjukkan situasi pekerjaan tidak normal yang dapat memengaruhi pekerjaan operator. Dalam proses analisis, data yang didapat untuk keadaan yang dianggap tidak wajar ini tidak boleh digunakan.</p>
      <p id="_paragraph-53">Data yang diharapkan dari pengamatan akan dimasukkan ke dalam peta kontrol. Peta kontrol ini memiliki batas-batas sebagai berikut.</p>
      <p id="_paragraph-54">a.Rumus batas kontrol atas (<italic id="_italic-31">upper control limit</italic>)</p>
      <fig id="figure-panel-f8fe986c9142980dd521fa53308b115d">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-c7e2f074f993acf47ce450e611a549d4"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-554ad93a98ede980de9ad60eff5eedb6" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-02.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-64"><italic id="_italic-33">Allowance</italic> biasanya menunjukkan jumlah waktu normal yang harus diselesaikan dalam waktu tersebut. Ada tiga klasifikasi keringanan yang diperlukan: kompensasi keperluan individu, yang menghitung durasi yang diperlukan pekerja untuk memenuhi keperluan individu pekerja; kompensasi kelelahan, yang merupakan kompensasi untuk kelelahan yang disebabkan oleh pekerjaan; dan kompensasi penundaan, yang merupakan kompensasi yang tidak sanggup dihindari karena situasi terjadi di luar kendali pekerja.</p>
      <p id="_paragraph-65">1.Kelonggaran Waktu untuk Keperluan Pribadi (<italic id="_italic-34">Personal allowance</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-66">Pada umumnya, setiap karyawan harus diberikan waktu untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan karyawan, aktivitas <italic id="_italic-35">time study</italic> bisa diperoleh selama hari kerja penuh supaya metode sampling kerja dapat digunakan. Operator yang relatif sederhana yang bekerja selama delapan jam setiap hari tanpa istirahat resmi akan membutuhkan sekitar 2 hingga 5 persen.</p>
      <p id="_paragraph-67">2.Kelonggaran Waktu untuk MengurangiKeletihan (<italic id="_italic-36">Fatigue allowance</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-68">Pekerjaan yang membutuhkan banyak gagasan dan fisik adalah beberapa penyebab keletihan bagi karyawan.Untuk memastikan durasi istirahat yang diizinkan  adalah masalah yang sangat susah dan rumit. Waktu yang diperlukan untuk istirahat bergantung pada pribadi yang bersangkutan, durasi waktu kerja di mana karyawan menanggung beban kerja secara maksimal, keadaan lingkungan di tempat kerja, dan keadaan yang lainnya. </p>
      <p id="_paragraph-69">3.Kelonggaran Waktu Akibat Keterlambatan (<italic id="_italic-37">Dellay allowance</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-70">Aspek yang tidak dapat dihindari (<italic id="_italic-38">unavoidable delay</italic>) bisa mengakibatkan keterlambatan, tetapi ada juga beberapa aspek yang sebenarnya masih mampu untuk dihindari. Waktu baku tidak akan ditetapkan berdasarkan keterlambatan yang berlebihan. <italic id="_italic-39">Delay</italic> yang tidak dapat dihindari terkadang terjadi karena mesin, operator, atau hal-hal lain yang tidak berada di bawah kontrol. Perangkat kerja seperti mesin biasanya diharapkan tetap dalam kondisi kerja atau siap pakai. Namun demikian, jika terjadi kerusakan dan diperlukan perbaikan yang cukup besar, operator umumnya ditarik dari stasiun kerja untuk menghindari keterlambatan dalam menentukan waktu baku selama proses pekerjaan karyawan.</p>
      <p id="_paragraph-71">Diagram alur penelitian diperlukan untuk membuat proses penelitian lebih mudah dilakukan dan dapat diselesaikan secara rinci serta tersusun dengan baik, seperti yang ditunjukkan pada gambar 1.</p>
      <fig id="fig1">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title>Gambar1.9Diagram Alur4Penelitian</title>
          <p id="_paragraph-72"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image1.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-74">Penelitian dilakukan dengan merumuskan masalah terlebih dahulu, selanjutnya menetapkan tujuan dari penelitian tersebut. Kemudian melakukan pengumpulan data operator dengan cara pengamatan secara langsung dan mencatat kegiatan produktif dan non produktif selama jam kerja berlangsung. Setelah didapatkan data produktif dan non produktif dilanjutkan dengan perhitungan uji kecukupan data. Jika data yang di uji kurang atau tidak cukup maka jumlah pengamatan ditambah dan dihitung ulang, jika data cukup maka dilanjutkan dengan pengolahan data menggunakan metode <italic id="_italic-40">workload analysis</italic>. Selanjutnya, melakukan analisa pembahasan dan memberikan kesimpulan dan saran.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-08b8b242fc36cae2c2619adf77ac8199">
      <title>
        <bold id="_bold-14">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-76">
        <bold id="_bold-15">A.</bold>
        <bold id="_bold-16">P</bold>
        <bold id="_bold-17">e</bold>
        <bold id="_bold-18">ngolahan Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-77">Berikut pengupulan data yang dilakukan dengan cara pengamatan langsung terhadap operator mesin pemotong dan penghalus kayu yang berjumlah 4 orang</p>
      <p id="_paragraph-78">1 Shift = 8 jam</p>
      <p id="_paragraph-79">Interval Waktu Pengamatan = 5 menit</p>
      <fig id="figure-panel-d0517a204bdd977562e165cb99246aad">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-7cb58d3da4f1f1dd4187ee286d9a2c94"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-98641c6182a1d1ecdfb2e0abcecb0dc4" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-03.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-81">Setelah diketahui hasil dari nilai kunjungan sebesar 96 maka angka yang digunakan tidak boleh lebih besar dari nilai kunjungan saat menentukan jadwal pengamatan menggunakan bilangan acak.</p>
      <p id="_paragraph-82">a.Berikut tabel bilangan acak untuk operator mesin pemotong kayu.</p>
      <fig id="figure-panel-e5bf5778ac21b25233dfee09ff58684e">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-42e27e33bdd96d61f85d31054032453c"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-a07a5665961eb5ba306ed3a8a7a73228" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-04.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-84">Pada tabel bilangan acak, angka yang sama akan dieliminasi. Kemudian angka diurutkan dari yang terkecil sampai terbesar, lalu bilangan acak dikalikan dengan interval waktu setiap pengamatannya. Berikut urutan nilai tabel bilangan acak dari terbesar sampai terkecil.</p>
      <p id="_paragraph-85">4, 6, 10, 17, 20, 22, 24, 27, 31, 34, 35, 37, 39, 45, 46, 48, 51, 52, 55, 57, 59, 61, 62, 65, 71, 74, 77, 79, 81, 83, 86, 89, 91, 92, 95, 96.</p>
      <p id="_paragraph-86">b.Berikut tabel bilangan acak untuk operator mesin penghalus kayu.</p>
      <fig id="figure-panel-fd68da82550cab8c11e8e7610d6fdda8">
        <label>Figure 6</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-ba0d5588a81eb3c18fb6e0003508adb5"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-5570ef3f8fb8896e8c7e63e764a5ccf1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-05.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-88">Pada tabel bilangan acak, angka yang sama akan dieliminasi. Kemudian angka diurutkan dari yang terkecil sampai terbesar, lalu bilangan acak dikalikan dengan interval waktu setiap pengamatannya. Berikut urutan nilai tabel bilangan acak dari terbesar sampai terkecil.</p>
      <p id="_paragraph-89">3, 5, 6, 9, 13, 14, 20, 21, 24, 27, 30, 31, 33, 36, 39, 43, 44, 47, 50, 52, 53, 55, 59, 62, 67, 68, 70, 73, 74, 77, 81, 85, 89, 91, 92, 95.</p>
      <p id="_paragraph-90">c.Penentuan Status Operasi (Produktif/Idle)</p>
      <fig id="figure-panel-36364b4fb178d8af1aa033040f11fc7f">
        <label>Figure 7</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-67dea48f2fd28aa3b58dedf894dba34c"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-ce857e0c3656f08b2d5d1c6634543d47" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-06.png"/>
      </fig>
      <fig id="figure-panel-3dbb075939c2ef074928f2983f187f62">
        <label>Figure 8</label>
        <caption>
          <title>Tabel 3. Jam Kunjungan Kerja dan Status Operasi Operator PT 1</title>
          <p id="paragraph-8721f8e651a3c7e9d6df8bc1ac9ad1a7"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-42910a141ede4978f697d728c2568646" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-06,1.png"/>
      </fig>
      <fig id="figure-panel-517e4e003abc8d9669ff75bc46927041">
        <label>Figure 9</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-b394ce8060c8cf49b917ce6d2e8ceace"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-eed3fddba1fb65c9b5993aaf89e746e9" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-07.png"/>
      </fig>
      <fig id="figure-panel-f6994c6a0157ab83e273eaf6cbaf0a25">
        <label>Figure 10</label>
        <caption>
          <title>Tabel 4. Jam Kunjungan Kerja dan Status Operasi Operator PT 2</title>
          <p id="paragraph-ce787e09cdb01e92c447dd353cb53c27"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-2d05df28aa189ae40d12b150ca1d9614" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-07,1.png"/>
      </fig>
      <fig id="figure-panel-c161c447143be5b67a8945ce92c86659">
        <label>Figure 11</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-ec4350a29d5e1d69eb6c75d87c99cdbd"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-e3838c9e17cac857863c6822ea5bf74c" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-08.png"/>
      </fig>
      <fig id="figure-panel-0cc1e7c2f67374483d439dbe09aa0342">
        <label>Figure 12</label>
        <caption>
          <title>Tabel 5. Jam Kunjungan Kerja dan Status Operasi Operator PH 1</title>
          <p id="paragraph-c009c9dc719a09b514bd0bc2662f8bc5"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-eae92f96d7d63cf194c0ab6da7b633ed" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-08,1.png"/>
      </fig>
      <fig id="figure-panel-dd9d1f6f3fe6d406a4971c2e0bd48534">
        <label>Figure 13</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-3c6d45a8128ce0eb94b18f4f8420cc1a"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-18ee760119144595984769c680f10d3c" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-09.png"/>
      </fig>
      <fig id="figure-panel-ba88211d29cd96fdcbea5d8c824e6908">
        <label>Figure 14</label>
        <caption>
          <title>Tabel 6. Jam Kunjungan Kerja dan Status Operasi Operator PH 2</title>
          <p id="paragraph-b5eee628a473ee7ee5340144ed02de62"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-98c1d33d1639e07f2915b629710d06ee" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-09,1.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-103">d.Uji Kecukupan dan Keseragaman Data</p>
      <p id="_paragraph-104">Tingkatkepercayaan = 95%, maka k = 2</p>
      <p id="_paragraph-105">Tingkat ketelitian (s) = 5%</p>
      <fig id="figure-panel-1daa5441bd85155e2cea3b52460586af">
        <label>Figure 15</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-8741637f6c59ca2943572e958b57a856"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-3dd9bd4f9c95a6c2a2138c70a6f58369" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-10.png"/>
      </fig>
      <fig id="figure-panel-f07260f6ff940d79f1479f721bd55cd1">
        <label>Figure 16</label>
        <caption>
          <title>Tabel 7. Hasil Uji Kecukpan Data</title>
          <p id="paragraph-b220258a7d818c6652ddd4d42d172bc8"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-d7cd6bea16906c45bc0db045457e6d33" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-11.png"/>
      </fig>
      <fig id="figure-panel-65582753b9469cc75b7c0591020da2ef">
        <label>Figure 17</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-a6fbd1815a577dda3e1ce40fa8860945"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-bfb78ea2f94fd61fc9846f4fd7b9c28c" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-11,1.png"/>
      </fig>
      <fig id="figure-panel-4be870a6e1f6080162a22cef66280f5f">
        <label>Figure 18</label>
        <caption>
          <title>Gambar 2. Uji Keseragaman Data</title>
          <p id="paragraph-c4b609fe7b23bcb48eea62e22224a5fb"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-1aba4f8993e3e1030101023d63ccadef" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-12.png"/>
      </fig>
      <table-wrap id="tbl13">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Tabel 8. Hasil Uji Keseragaman Data</title>
          <p id="_paragraph-111"/>
        </caption>
        <table id="_table-13">
          <tbody>
            <tr id="table-row-5c316270850147c5ace9527392b8bd06">
              <td id="aec0627cf7b03d169e9050658a51145e">Operator</td>
              <td id="f76b4b91c743141f101a43d38784e46d">Presentase Wrok Sampling</td>
              <td id="594c6b39e0d48d7d1d0fb37e5243668e">BKA (%)</td>
              <td id="3bad5ec1eb362da8cd6e0d9d4fd8e66f">BKB (%)</td>
              <td id="dcc1a61cff60584bcd1d009ba9cdf1da">Keterangan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6021da22472453165a8d79dd53c08756">
              <td id="88f8e5795d4802d1429e8e24164544e4">PT 1</td>
              <td id="ac4f77a2a39ba4bff60ed13e81795ca4">81</td>
              <td id="356c66495534e4fa505822281374ad88">93</td>
              <td id="da8071a1aca8ce4850aa1af8bad72659">69</td>
              <td id="8447481f680b90eb8b79ed8ebbc4aec1">Seragam</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4bb2644929989106ff1ee7d8bc38d0fc">
              <td id="7426ba703c1ed9041c15ab02dba975c8">PT 2</td>
              <td id="73fe1fdb2d19adb517fdc9ddae433106">78</td>
              <td id="70000fbbece6c59d4700a9bab480332f">92</td>
              <td id="cd9359d1a933b4683a6b15cd59c22c2f">64</td>
              <td id="56c54782e8f29eec06dda48583368133">Seragam</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5c9132e0da105a10d74559de62bd56e9">
              <td id="56c14d3e31e9f189bced3cbbf87dabcf">PH 1</td>
              <td id="fb9061839b5463a42b162375d91c7eb5">83</td>
              <td id="e48bc1eabbbe519423c8548474fc28f5">95</td>
              <td id="7aa6226b737d2e99a8f7f77c66a33663">71</td>
              <td id="c96c8360c4dd6375b4306453705db53d">Seragam</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d6c5973fcf293c653e8f9046f0f19039">
              <td id="8223f16a94e832a8d0cda73364042990">PH 2</td>
              <td id="0c921f3a30eb9865e9f624f18fa82fd4">81</td>
              <td id="ad1f17008dff07b8be8ac86e7d3d8831">93</td>
              <td id="d51b76aeb5bf5ba6a87abfa6677580f2">69</td>
              <td id="24f69b2aa2ad1a90085ec7f5fd5704ef">Seragam</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-112">e.Perhitungan Beban Kerja dengan <italic id="_italic-49">Workload Analysis</italic> (WLA)</p>
      <table-wrap id="table-figure-77448137fde6675d33cd70f754f7d8db">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Tabel 9. Allowance Berdasarkan Tabel ILO</title>
          <p id="paragraph-19140b0e6e6314875323660c18a94a88"/>
        </caption>
        <table id="table-e7e7cf4038fe7d8c4ffd9f261e4a1a1e">
          <tbody>
            <tr id="table-row-9abca8e7a29d0895e594c0230f0528b1">
              <td id="table-cell-494f74fcf649c33761e7be4347c26425" rowspan="2">Operator</td>
              <td id="table-cell-9910406a15b067f9e1bcbfe7c349e8d4" colspan="7">Kategori Allowance Berdasarkan ILO</td>
              <td id="table-cell-23fa7f66a697dfc8d8a755fe5b52e7fa" rowspan="2">Σ %</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ab52fae3b8493c023572e9e19eba4649">
              <td id="table-cell-7fd8cbc5749f8b9452bbc66a0ef29cae">A</td>
              <td id="table-cell-b1c2dfeef49c7aa48326a4d26c08d95e">B</td>
              <td id="table-cell-0c5a5a04a2c898aaa32f5af243047e7f">C</td>
              <td id="table-cell-e19d71886f77026a62199f6090949a66">D</td>
              <td id="table-cell-ca80283b511711c64555e9fd4fb0c46c">E</td>
              <td id="table-cell-3f8c677e1d7b94dbf7891904ebd7e8c9">F</td>
              <td id="table-cell-a613d33c6109c15139606287fce3d74c">G</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4d4fe3268ea40e5d4a967407a5ddae2e">
              <td id="table-cell-6708c1bc8437f7c63385ee358140fa3e">PT 1</td>
              <td id="table-cell-aebf8c6ed4a794a2f3c4bbb3f1c65f9b">7</td>
              <td id="table-cell-ccf4123df011420b8f527f2690cf9dc8">3</td>
              <td id="table-cell-e5eca96468d194b6e4ba45672f734071">3</td>
              <td id="table-cell-32f995a3c8cd7276538f4b174b24ba55">6</td>
              <td id="table-cell-aed3f3e0bca8a1dcfb6a087ed18b061f">5</td>
              <td id="table-cell-40bada6a1b8b908c9c01bff79208f8ad">5</td>
              <td id="table-cell-e1a976bd2164d5f37fb9a27cbafdab5a">7</td>
              <td id="table-cell-59f1c1c1b4c2e903f3aa30a93f207f6d">36</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0f477642b3f76b713036c1cf78fc688f">
              <td id="table-cell-47a5ed82aa0c03796633a2a60de2ecc1">PT 2</td>
              <td id="table-cell-0bd0086e51bad3842ba3c1d9d5a61e73">7</td>
              <td id="table-cell-452c596d9a9451cd56fd4fe1b15724ed">3</td>
              <td id="table-cell-ae7803e3c30593d6c40dac5fa09dc098">3</td>
              <td id="table-cell-44623c8c0c2b2c952da07a07ebb60b09">6</td>
              <td id="table-cell-defbdef12a1c083a1f298aac21a929e4">5</td>
              <td id="table-cell-b838833b9cbdb99fa20ff967598c3fa0">5</td>
              <td id="table-cell-182b73fee0ac09b8a7c09b331002948a">7</td>
              <td id="table-cell-b5ef27c6d01093b19043ae7e6b3fa0bd">36</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3fbd0b673b7dadcbdd53a0aa8345ace4">
              <td id="table-cell-c573a350887a1bdf280e16b73dfd3dab">PH 1</td>
              <td id="table-cell-5d9b90c13e38fbc3fc1bfca2692123dd">6</td>
              <td id="table-cell-18d1aaa146c1a83004215a0d2219adcb">3</td>
              <td id="table-cell-1fbff4cde24404e1e40c1c8edc2690cb">3</td>
              <td id="table-cell-dec3989c3959d2d059834334ad83f140">8</td>
              <td id="table-cell-7d890ae202f97d3808895a8e901f5a1d">5</td>
              <td id="table-cell-9b673231df61cd32b31da09b4dd8b504">6</td>
              <td id="table-cell-f594c52726d22f61830cb2ad68720ba2">7</td>
              <td id="table-cell-01942edc9bd4a2ec9ca18e7a019bf2a0">38</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9b243e3ba2e4d34e4924ccf41522dbed">
              <td id="table-cell-c92303eaf457f580113b061969c518f3">PH 2</td>
              <td id="table-cell-800e991e5435f0be4da537d5510bb87c">6</td>
              <td id="table-cell-feda39e25e107f4b3ae5933acdb8307f">3</td>
              <td id="table-cell-d7b439f4b124b2ff6ea884502a591b11">3</td>
              <td id="table-cell-a0cd0db76e9e76ae1acadba23d3b6249">8</td>
              <td id="table-cell-07dde86df06f39d0035a559e7c463b19">5</td>
              <td id="table-cell-9e944442d0862dfeac97cf9eb86881c0">6</td>
              <td id="table-cell-a72f5ebbdc90aae422e4fd208ce628fd">7</td>
              <td id="table-cell-40be884b3464795dd8fed42fd2fd883e">38</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-115">Keterangan :</p>
      <p id="_paragraph-116">A= Tenaga yang dikeluarkan</p>
      <p id="_paragraph-117">B= Sikap bekerja</p>
      <p id="_paragraph-118">C= Gerakan kerja</p>
      <p id="_paragraph-119">D= Kelelahan mata</p>
      <p id="_paragraph-120">E= Keadaan temperatur tempat kerja</p>
      <p id="_paragraph-121">F= Keadaan atmosfer</p>
      <p id="_paragraph-122">G= Keadaan lingkungan</p>
      <fig id="figure-panel-d9fc82495597afcac39c59f1c1acf70f">
        <label>Figure 19</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-1b8c26a357dfd3ae1dd2ec83c9d28f01"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-78a79ef607bda94874d373ee0e034c7c" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="10148-13.png"/>
      </fig>
      <table-wrap id="table-figure-ccb5a5edb31acb53932e290d170b2b28">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>Tabel 10. Insentif Operator Berdasarkan Beban Kerja</title>
          <p id="paragraph-9d7f591fd6d3ce98923303e488e4e844"/>
        </caption>
        <table id="table-8e5bec2bad67feb316cb75de58aeacfb">
          <tbody>
            <tr id="table-row-cb66506ac0430d15a718ab3edbfe866a">
              <td id="table-cell-85e925829fb13e1ad851365759dbd97a" rowspan="2">Operator</td>
              <td id="table-cell-604b20b7fae472550435eee9060161c3" rowspan="2">Beban Kerja</td>
              <td id="table-cell-8bbbb9173f877000e784a1bd775bde1e" rowspan="2">Kelebihan Beban Kerja</td>
              <td id="table-cell-e6f747ab94040e12fa2e944d81527f9c" rowspan="2">Gaji</td>
              <td id="table-cell-cb0b689edf98c357c26854815df88a4d" rowspan="2">Insentif Berdasarkan Beban Kerja</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e0faa12f294dd7bb024256e279b70265"/>
            <tr id="table-row-68061b40e967143590174e9f05e9d7a9">
              <td id="table-cell-4e4777255d775fe2e2690fd4107837f7">PT 1</td>
              <td id="table-cell-ac645262f074f9ad11d62912d5290948">110%</td>
              <td id="table-cell-3cd7fa889a7a5dd7517b13ad0db49f5a">10%</td>
              <td id="table-cell-b8e3d5e1f75d2b8689c2645b5e9504a5">Rp. 4.624.787</td>
              <td id="table-cell-58f9e5399dc86212960693f2c413100a">Rp. 462.479</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-932d3774ac9b6799c029c03e3813fea5">
              <td id="table-cell-9496470d065fd1516677897bfd6dffdb">PT 2</td>
              <td id="table-cell-08887a6ac730b8a586926949f80bd7ea">106%</td>
              <td id="table-cell-dc4887ba60d45a51e53ee5ae5818f9fd">6%</td>
              <td id="table-cell-90d2694c06483a7dd165e229990d06eb">Rp. 4.624.787</td>
              <td id="table-cell-92eb2f7fb3d56f82357b71abf8e0fdca">Rp. 277.487</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-672529fe303c1de06bdf7dd349e9de13">
              <td id="table-cell-29918e473c3be6af67e66e8cbca246e6">PH 1</td>
              <td id="table-cell-92c46bad68b6fc61948b498d39a779ee">115%</td>
              <td id="table-cell-c82a3ca2b48cf4be56dd099cfe7521e9">15%</td>
              <td id="table-cell-eea753b6cdbac9a12358872b2f644962">Rp. 4.624.787</td>
              <td id="table-cell-5e5f1fd225d7eb5aa217b104e3d1eab7">Rp. 693.718</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f4b082cd7359793935f168029ae74cf3">
              <td id="table-cell-bb0a7ad6d4a9d15aeb650a5658c97fb2">PH 2</td>
              <td id="table-cell-ef49e55141885dceb220518111ac8b1f">112%</td>
              <td id="table-cell-63eae96a007bf164cffa04a99b85a9aa">12%</td>
              <td id="table-cell-1898a924a4dd65c00ed29b695ad79673">Rp. 4.624.787</td>
              <td id="table-cell-5bb8e633ba7c8277144f1cecc9d26ac0">Rp. 554.974</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-37dd3143983eed71baadc8dbaf507173">
              <td id="table-cell-1cfde827f3f71bdff725415b086c77a9" colspan="4">Total</td>
              <td id="table-cell-eb5a25ec21ad69a53d8e2c2965402082">Rp. 1.988.658</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <fig id="fig2">
        <label>Figure 20</label>
        <caption>
          <title>Gambar 3. Analisis Penyebab Tingginya Beban Kerja Pada Operator</title>
          <p id="_paragraph-126"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image2.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-128">Dari diagram fishbone diatas, dari faktor metode muncul beberapa penyebab yang membuat beban kerja menjadi tinggi seperti aktivitas yang monoton, butuh ketelitian dan perhatian yang serius, serta posisi kerja yang dirasa tidak nyaman. Dari faktor lingkungan kerja muncul beberapa yang mempengaruhi deperti suhu ruangan yang sangat tinggi, tingkat kebisingan yang berkelanjutan, serta lingkungan kerja yang berdebu. Dari faktor manusia muncul beberapa faktor yakni terdapat aktivitas diluar jobdesk operator, kurangnya disiplin operator ketika bekerja, dan kurangnya kerjasama antar operator. Dari faktor bahan baku muncul beberapa faktor seperti material yang berat dan kualitan bahan baku yang kurang baik. Dari faktor mesin muncul beberapa faktor yakni kurangnya perawatan terhadap mesin, pisau mesin yang sering aus dan kebersihan mesin seringkali tidak dibersihkan setelah digunakan.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-fa42777c48394969d8aebd5165e46ece">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-130">Hasil penelitian yang diperoleh terkait tingginya beban kerja pada operator mesin pemotong dan penghalus kayu yang dihitung menggunakan metode <italic id="_italic-59">workload analysis</italic> dapat disimpulkan sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-131">1.Beban kerja yang diterima masing-masing operator tergolong beban kerja yang tinggi karena beban diatas batas maksimum yaitu 100%. Operator pemotong 1 memiliki beban kerja sebesar 110%, operator pemotong 2 memiliki beban kerja sebesar 106%, operator penghalus 1 memiliki beban kerja sebesar 115%, dan operator penghalus 2 memiliki beban kerja sebesar 112%.</p>
      <p id="_paragraph-132">2.Penyebab tingginya beban kerja muncul dari beberapa faktor seperti faktor metode kerja, lingkungan kerja, manusia, bahan baku, dan mesin. Dari analisa penyebab tersebut menimbulkan tingginya <italic id="_italic-60">allowance</italic> sehingga beban kerja operator menjadi bertambah.</p>
      <p id="_paragraph-133">3.Usulan yan dapat diberikan jika tidak menambah jumlah operator maka perusahaan perlu memberikan insentif yang sesuai dengan beban kerja yang diterima dengan rincian sebagai berikut : operator pemotong 1 dengan kelebihan beban kerja sebesar 10% mendapatkan insentif sebesar Rp. 462.479,-; operator pemotong 2 dengan kelebihan beban kerja sebesar 6% mendapatkan insentif sebesar Rp. 277.487,-;operator penghalus 1 dengan kelebihan beban kerja sebesar 15% mendapatkan insentif sebesar Rp. 693.718,-;dan operator penghalus 2 dengan kelebihan beban kerja sebesar 12% mendapatkan insentif sebesar Rp. 554.974,-.</p>
    </sec>
  </body><back/></article>
