<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Tensile and Compressive Behavior of Sansevieria Fiber Polyester Starch Composite</article-title>
        <subtitle>Perilaku Tarik dan Tekan Komposit Serat Sansevieria, Poliester, dan Tepung</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Garida</surname>
            <given-names>Alzan Laga</given-names>
          </name>
          <email>prantasiharmitjahjanti@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Tjahjanti</surname>
            <given-names>Prantasi Harmi</given-names>
          </name>
          <email>prantasiharmitjahjanti@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2026-02-28">
          <day>28</day>
          <month>02</month>
          <year>2026</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>20</day><month>02</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12"><italic id="_italic-33">Heat exchanger </italic>adalah suatu objek perangkat paling penting dan sering ditemukan di lokasi perindustiran yang berfungsi untuk mentransfer energi panas internal dengan menggunakan perantara dua fluida atau lebih berupa cairan, uap ataupun berupa gas dengan suhu yang berbeda <xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref>. Hal ini tergantung pada jenis-jenis sistem yang digunakan. Dalam suatu proses perpindahan panas yakni dapat berupa gas ke gas, cair ke gas, ataupun cair ke cair<xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref>. Dengan melalui suatu proses pemisah padat yang mencegah kedua fluida tersebut untuk tercampur ataupun saling berkontak langsung. Hal ini dalam sector perindustriannya, lebih banyak dalam dimanfaatkan sebagai system pendingin dikarenakan mampu mencegah peralatan atau zat yang mudah menguap dari <italic id="_italic-34">overheating</italic>. Fungsi <italic id="_italic-35">heat exchanger </italic>memiliki jangkauan dalam aplikasi industri yang sangat luas <xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-13"><italic id="_italic-36">Heat exchanger</italic> dimanfaatkan dengan digunakannya sebagai sistem pendingin (<italic id="_italic-37">recuperator</italic>) atau pemanas (<italic id="_italic-38">regenerator</italic>) <xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref>. Hal ini bertujuan dikarenakan banyak proses dalam industri yang membutuhkan tingkat panas tertentu agar dapat bekerja dengan baik bahkan dalam suatu pabrik industripun sistem ini sangat membantu serta menjaga mesin, bahan kimia, air, gas ataupun zat lainnya dengan suhu yang aman<xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>. Bahkan selain itu alat ini dapat digunakan atau berfungsi untuk menangkap dan mentransfer uap atau pembuangan panas yang dilepaskan sebagai bentuk produk sampingan yakni dari suatu proses atau operasi, sehingga dengan hal ini bentuk uap atau panas tersebut dapat dimanfaatkan lebih efisien dan juga lebih baik karena memberikan hasil penghematan biaya dalam suatu operational pabrik<xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-14"><italic id="_italic-39">Heat exchanger</italic>ini juga bisa digunakan pada hampir semua sector termasuk paling utama dalam industri makanan, minuman, obat-obatan, metalurgi, gas dan minyak dan masih banyak yang lain<xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>. Hal ini pada dasarnya alat ini dapat membantu mengoptimalkan proses suatu pemanasan maupun proses pendinginan dengan cara yang sangat efisien, sehingga dapat disimpulkan menghemat sumber daya dan energi secara signifikan. </p>
      <p id="_paragraph-15"><italic id="_italic-40">Heat exchanger </italic>atau yang biasa kita sebut sebagai alat penukar panas, merupakan alat dengan fungsi untuk memindahkan energi panas antara dua lebih dan terjadi pada temperatur yang berbeda antara fluida, hal ini dimana fluida tersebut ada yang bertindak sebagai fluida panas (<italic id="_italic-41">hotfluid</italic>) dan yang lain bertindak sebagai fluida dingin (<italic id="_italic-42">coldfluid</italic>)<xref id="_xref-8" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref>. Prinsip kerja <italic id="_italic-43">heat</italic><italic id="_italic-44">exchanger</italic> didasarkan pada hukum termodinamika kedua, yang menyatakan bahwa perpindahan panas dapat terjadi secara spontan melalui benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah, tetapi tidak dapat mengalir secara spontan pada arah sebaliknya<xref id="_xref-9" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref>. <italic id="_italic-45">Heat exchanger</italic> dibagi menjadi dua jenis berdasarkan proses perpindahannya, antara lain direct contact dan <italic id="_italic-46">indirect contact</italic>. Direct contact <italic id="_italic-47">heat exchanger</italic> yaitu <italic id="_italic-48">heat exchanger</italic> dimana perpindahan panas antara fluida panasa dan fluida dingin secara langsung terjadi kontak atau tanpa ada pembatas<xref id="_xref-10" ref-type="bibr" rid="bib10">[10]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-16">Sebaliknya jika untuk <italic id="_italic-49">indirect heat exchanger</italic>, merupakan perpindahan panas antara kedua fluida dibatasi oleh suatu dinding pembatas, selain itu <italic id="_italic-50">heat exchanger</italic> juga dapat dibagi berdasarkan jumlah fluida kerja, jenis material yang digunakan, dan desain konstruksi<xref id="_xref-11" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref>. Dengan demikian, prinsip kerja <italic id="_italic-51">heat exchanger</italic> didasarkan pada hukum termodinamika kedua dan bekerja dengan memindahkan energi panas dari suatu fluida ke fluida yang lainnya yang memiliki suhu berbeda tanpa harus mencampurkan kedua fluida tersebut ataupun membuat mereka berkontak langsung.</p>
      <p id="_paragraph-17">Berbagai tipe <italic id="_italic-52">Heat exchanger</italic> yang biasa digunakan di industrial adalah <italic id="_italic-53">Plate Heat exchanger</italic>, air <italic id="_italic-54">Heat exchanger</italic>, <italic id="_italic-55">Adia batic wheel Heat exchanger</italic>, <italic id="_italic-56">Plate Fin Heat exchanger, Pillow Plate Heat exchanger , Fluids Heat exchanger</italic>, <italic id="_italic-57">Directcontact Heat exchanger</italic>, dan <italic id="_italic-58">Shell</italic> and <italic id="_italic-59">Heat exchanger</italic>. <italic id="_italic-60">Heat exchanger</italic> tipe plate merupakan modul yang banyak digunakan dalam industri<italic id="_italic-61">. Heat exchanger</italic> tipe plate memiliki berbagai macam ukuran dan kapasitas yang dijual di pasaran sehingga industrial dengan ukuran dan kapasitas kecil, sedang dan besar tersedia di berbagai pasar. . Pada penelitian ini <italic id="_italic-62">Heat exchanger</italic> tipe <italic id="_italic-63">Plate</italic> akan di teliti lebih mendalam berdasarkan pertimbangan terutama bagian cleaning plate tersebut agar dapat menggantikan cleaning konvensional serta memiliki jangka waktu pemakaian plat yang panjang.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-18">Pada Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang sumber datanya diperoleh dari studi literatur yang berasal dari referensi artikel/jurnal. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.</p>
      <fig id="fig1">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-21">Gambar</bold><bold id="_bold-22">1</bold><bold id="_bold-23">.</bold>Diagram Alir Peneltian</title>
          <p id="_paragraph-19"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image1.jpg"/>
      </fig>
      <p id="paragraph-a9653f3caef4255f072f4b34eefa26a4">
        <bold id="bold-64f60809eb0f35b63cdf3c0e54b5784f">A. </bold>
        <bold id="bold-f89a13a10490aeb5a17306a187c112f5">Bahan dan Alat <bold id="bold-16286eec260eeb1da8daf1c01b8377bf"/></bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-21">Bahan utama yang digunakan yaitu <italic id="_italic-64">Plat</italic><italic id="_italic-65"> Heat Exchanger</italic>dengan ukuran 100 cm x 35 cm yang terbuat dari material stainless steel seperti <bold id="_bold-24">Gambar 2.</bold>yang berfungsi sebagai media pertukaran panas pada alat yang dinamakan <italic id="_italic-66">Heat Exchanger</italic><italic id="_italic-67">. </italic>Kemudian ada beberapa alat bantu yang digunakan untuk menghilangkan kerak yaitu bak penampungan , sarung tangan , alat ukur ph air , gelas ukur serta alat uji metalografi.</p>
      <fig id="fig2">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title><bold id="bold-1">Gambar 2.</bold><bold id="bold-2"> </bold>Heat exchanger dan plat Heat Exchanger<bold id="bold-3"/></title>
          <p id="_paragraph-22"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image2.jpeg"/>
      </fig>
      <fig id="fig3">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title><bold id="bold-1f1682cec08b1b7e820682f06e1f9759">Gambar 2.</bold><bold id="bold-7a04de03fd4d5cc22aba558429ac9984"> </bold>Heat exchanger dan plat Heat Exchanger<bold id="bold-4f737793b22a1818c4a33517121f479d"/></title>
          <p id="_paragraph-23"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-3" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image3.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="paragraph-d8bd18f200d8637a00212c84eb99a6c9">
        <bold id="bold-c78e3abeb1a25873d7b2b9f227c1fbf5">B. </bold>
        <bold id="bold-f1195cf8990696f6cec06d021b5b7230">Proses Penelitian </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-24">Pada langkah awal ini menggunakan 3 variasi cairan yang akan digunakan sebagai cairan perendam yang bertujuan untuk menghilangkan kerak akibat pemakaian <italic id="_italic-68">Plat And Gasket Heat Exchanger</italic> pada mesin <italic id="_italic-69">Heat Exchanger</italic>.  3 variasi cairan tersebut terdiri dari <italic id="_italic-70">phosphoric Acid</italic> (asam fosfat) yang diberi kode warna kuning sebagai tanda, kemudian ada cairan Hidrogen peroksida (<italic id="_italic-71">H2O2</italic>) yang ditandai dengan warna merah dan yang terakhir Chemical Descaler P 100 menggunakan kode warna hijau sebagai penanda seperti pada <bold id="_bold-25">Gambar </bold><bold id="_bold-26">3</bold>.</p>
      <fig id="fig4">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <title>Heat exchanger dan plat Heat Exchanger</title>
          <p id="_paragraph-25"><bold id="_bold-27">Gambar </bold><bold id="_bold-28">3</bold><bold id="_bold-29">.</bold>Proses Perendaman <italic id="_italic-72">Plat And Gasket Heat Exchanger</italic></p>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-4" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image4.jpg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-27">Pada proses perendaman dilakukan selama 30 menit. Selama proses tersebut hal yang perlu dicek adalah Ph air apakah cairan tersebut sudah pas dengan perbandingan larutan asam dan air sebanyak 10 : 1 yang berarti menggunakan 20 liter air dan 2 liter larutan asam. Setelah melewati 30 menit <italic id="_italic-73">Plat And Gasket Heat Exchanger </italic>akan di bersihkan atau di netralkan dengan air agar sisa – sisa dari larutan asam tersebut bisa hilang dan akan siap di lakukan proses uji metalografi seperti pada <bold id="_bold-30">Gambar 4</bold>. </p>
      <fig id="fig5">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <title><bold id="bold-9bb46e9fba7c1ba7de042ff4c9be115c">Gambar 4. </bold>Hasil dari perendaman </title>
          <p id="_paragraph-28"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-5" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image5.jpeg"/>
      </fig>
      <fig id="fig6">
        <label>Figure 6</label>
        <caption>
          <title><bold id="bold-609b0e7067ad7d22f11bb870c312b5b6">Gambar 4. </bold>Hasil dari perendaman </title>
          <p id="_paragraph-29"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-6" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image6.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-31">Sebelum memasuki tahap uji metalografi <italic id="_italic-74">Plat And Gasket Heat Exchanger </italic>akan diambil 3 sampel kecil untuk di uji pada alat uji metalografi dikarenakan <italic id="_italic-75">Plat And Gasket Heat Exchanger </italic>terlalu besar jika langsung di uji menggunakan alat uji metalografi <xref id="_xref-12" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>.</p>
      <p id="paragraph-cf56640f374d6305c21efd45acf93e15">
        <bold id="bold-14efa1735ce8ba17674084cdc11a83f5">C.</bold>
        <bold id="_bold-37">Uji Metalografi</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-32">Metalografi merupakan analisis dari suatu struktur dan komponen fisis suatu logam atau paduan yang dapat dilihat secara langsung secara visual maupun dengan bantuan peralatan seperti mikroskop optik, mikroskop elektron, dan difraksi <italic id="_italic-76">sinar-x</italic><xref id="_xref-13" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>. Pengujian metalografi dilakukan dengan menggunakan <italic id="_italic-77">“Reflected Metallurgical Microscope” </italic>dengan perbesaran 200x dikarenakan menyesuaikan bentuk bidang sampel untuk bisa dibaca secara merata<xref id="_xref-14" ref-type="bibr" rid="bib14">[14]</xref>. Pengambilan sampel sendiri dibagi menjadi 3 pada setiap <italic id="_italic-78">Plat And Gasket Heat Exchanger </italic>total menjadi 9 sampel yang akan di uji. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat korosi yang dihasilkan oleh cairan kimia yang digunakan untuk membersihkan <italic id="_italic-79">Plat And Gasket Heat Exchan</italic><italic id="_italic-80">ger</italic><xref id="_xref-15" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref><italic id="_italic-81">. </italic></p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="heading-45d8eeb20a58c794bb2102b94da2144a">
        <bold id="bold-f3002a62e66d946918d058831ffff263">A. </bold>
        <bold id="bold-13f04ad9546d22148961fb216236fc16">Hasil Pembersihan Kerak<bold id="bold-c98a7e9072772b05d6cf9e44ec38ef57"/></bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-33">Pada pengujian kali ini memiliki tujuan pembersihan kerak dengan menggunakan cairan kimia dan hanya direndam selama 30 menit. 3 cairan yang digunakan tersebut yaitu Asam fosfat (Bertanda kuning), H2O2 (Bertanda Merah), Chemical Descaler P 100 (Bertanda Hijau). Dari ketiga cairan tersebut secara pengamatan visual cairan yang memiliki efek pembersihan paling baik ada pada Chemical Descaler P 100 (Bertanda Hijau) dan  asam fosfat(Bertanda kuning) sesuai <bold id="_bold-38">Gambar 5.</bold>,sedangkan yang paling buruk ada pada cairan H2O2 (Bertanda Merah) sesuai <bold id="_bold-39">Gambar 6</bold><bold id="_bold-40">.</bold></p>
      <fig id="fig7">
        <label>Figure 7</label>
        <caption>
          <title><bold id="bold-9dcc07c182d2021f2c60e74df506cf7d">Gambar 5. </bold>Hasil Perendaman dengan cairan menggunakan Chemical Descaler P 100 (Bertanda Hijau) dan asam fosfat(Bertanda kuning)</title>
          <p id="_paragraph-34"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-7" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image7.jpeg"/>
      </fig>
      <fig id="fig8">
        <label>Figure 8</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-41">Gambar 5.</bold>Hasil Perendaman dengan cairan menggunakan Chemical Descaler P 100 (Bertanda Hijau) dan  asam fosfat(Bertanda kuning)</title>
          <p id="_paragraph-35"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-8" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image8.jpeg"/>
      </fig>
      <fig id="fig9">
        <label>Figure 9</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-42">Gambar 6.</bold>Hasil Perendaman dengan cairan menggunakan cairan H2O2 (Bertanda Merah)</title>
          <p id="_paragraph-37"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-9" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image9.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="paragraph-c41dd565373afd31a5e33721fb81d5d6">B. <bold id="_bold-44">Hasil Uji Metalografi</bold> </p>
      <p id="_paragraph-39">Hasil dari uji metalografi menggunakan <italic id="_italic-82">“Reflected Metallurgical Microscope” </italic>dengan perbesaran 200x dikarenakan menyesuaikan bentuk bidang sampel untuk bisa dibaca secara merata pada alat metalografi terhadap 3 plat yang direndam dengan 3 cairan yang berbeda – beda yang dapat di jelaskan sebagai berikut :</p>
      <fig id="figure-panel-cb7e367777248fa62fb7ccdd248994b1">
        <label>Figure 10</label>
        <caption>
          <title><bold id="bold-107e71e484e320eaa0496723cefed0db">Gambar 7. </bold>Hasil Uji Mikro <italic id="italic-1">Plat And Gasket Heat Exchanger </italic>yang direndam dengan cairan kuning</title>
          <p id="paragraph-093d3e9e9b179b7471aa98ff6f309924"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-29f97d9706901e578a3eec1019e56fcd" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="9910-01.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-41">Sesuai <bold id="_bold-46">Gambar 7.</bold> dari uji mikro diatas dari 3 sampel menunjukkan bahwa untuk cairan bertandakuning (phosphoric Acid) hanya sampel pertama yang hampir tertutup oleh pengkeroposan permukaan benda kerja secara signifikan sedangkan kedua sampel lain nya mengalami pengeroposan pada beberapa titik.</p>
      <fig id="figure-panel-592ed44b083f07ed3b484d0cde31229b">
        <label>Figure 11</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-47">Gambar 8.</bold>Hasil Uji Mikro <italic id="_italic-84">Plat And Gasket Heat Exchanger</italic>yang direndam dengan cairan merah..</title>
          <p id="paragraph-6df0567cd0f28d9ceb1e53c103130250"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-a5711caab3051d619077e3d6c1e13359" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="9910-02.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-43">Dari hasil pengamatan mikro pada <bold id="_bold-48">Gambar 8.</bold> menunjukkan bawah untuk cairan bertanda merah (H<sub id="_subscript-1">2</sub>O<sub id="_subscript-2">2</sub>) menunjukkan bahwa Sebagian permukaan terjadi tanda-tanda pengkeroposan terutama dalam bentuk bulatan hitam atau yang biasa disebut pitting corrosion (korosi sumur). Korosi sumur menyebar pada beberapa permukaan sampel.</p>
      <fig id="figure-panel-04956063dae0cd8b06999bec19e3777b">
        <label>Figure 12</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-49">Gambar 9.</bold>Hasil Uji Mikro <italic id="_italic-85">Plat And Gasket Heat Exchanger</italic>yang direndam dengan cairan hijau.</title>
          <p id="paragraph-6926a9aec6896e2fcb40faeb60a2923d"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-527aa7531d8f581b9a645f88e763d481" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="9910=-3.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-45">Dari hasil pengamatan mikro <bold id="_bold-50">Gambar 9.</bold>menunjukkan bawah untuk cairan bertanda <bold id="_bold-51">hijau </bold>(Chemical Descaler P 100) menunjukkan bahwa terjadi pengkeroposan permukaan yang signifikan. Berbentuk bintik-bintik berwarna coklat kehitaman. Pada miskroskop cenderung berbentuk uniform attack (korosi seragam) yang menyebar pada permukaan sampel.</p>
      <fig id="fig10">
        <label>Figure 13</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-52">Gambar 10.</bold>hasil uji mikro terburuk</title>
          <p id="_paragraph-46"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-10" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="image19.jpeg"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-48"><bold id="_bold-53">Gambar 10.</bold>menunjukan betapa berdampak nya pemilihan cairan yang tepat untuk pembersihan <italic id="_italic-86">Plat And Gasket Heat Exchanger</italic>agar plat bisa digunakan lebih lama. Pada gambar tersebut hampir seluruh foto mikro nya di penuhi oleh uniform attack (korosi seragam) yang menyebar pada permukaan sampel</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-49">Dari hasil pengamatan mikroskop metalografi dan pengelihatan visual terhadap tiga jenis cairan, terlihat adanya perbedaan yang signifikan dalam tingkat pengkeroposan permukaan benda kerja dan kebersihan terhadap kerak. Cairan bertanda kuning (Asam Fosfat) tidak menunjukkan tanda-tanda pengkeroposan permukaan secara signifikan, yang menunjukkan bahwa cairan ini memiliki efek korosi yang minimal terhadap benda kerja yang diuji dan dari segi pembersihan masih ada di batas normal untuk kerak yang hilang. Di sisi lain, cairan bertanda merah (H2O2) menunjukkan adanya pitting corrosion (korosi sumur) yang ditandai dengan munculnya bulatan hitam di beberapa permukaan sampel dan untuk kebersihan terhadap kerak cairan H2O2 masih belum dapat maksimal terhadap pembersihan terhadap kerak. Hal ini mengindikasikan bahwa H2O2 memiliki kemampuan untuk menyebabkan kerusakan lokal pada permukaan benda kerja. </p>
      <p id="_paragraph-50">Sementara itu, cairan bertanda hijau (Chemical Descaler P 100) menunjukkan adanya pengkeroposan permukaan yang signifikan, yang ditandai dengan bintik-bintik coklat kehitaman yang tersebar secara uniform attack (korosi seragam) pada permukaan sampel, tetapi secara pembersihan terhadap kerak sangat baik karena hampir menghilangkan semua kerak yang ada. Kesimpulan dari data ini adalah bahwa meskipun Chemical Descaler P 100 menunjukkan efek korosi yang paling kuat dengan korosi seragam, cairan ini memiliki kemampuan pembersihan kerak yang paling efektif, diikuti oleh Asam Fosfat yang memiliki efek korosi minimal dan pembersihan kerak yang memadai, sementara H2O2 menyebabkan korosi lokal namun kurang efektif dalam membersihkan kerak. Jadi pemakaian yang paling memungkinkan untuk mendapatkan pemberishan kerak tetapi memiliki dampak korosi paling rendah ada pada perendaman cairan menggunakan asam fosfat yang menggunakan tanda warna kuning.</p>
      <p id="paragraph-01a7bbd211b886d58aaad96bcea3e5d4">
        <bold id="bold-f81bcc1811eb79dba5a7e867f39a3327">Ucapan Terima Kasih </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-51">Ucapan terima kasih saya ucapkan kepda Progam Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah memberikan ilmu dan wawasan yang bermanfaat serta rekan aslab, himpunan mahasiswa dan teman-teman yang telah membantu untuk menyelesaikan penelitian ini.</p>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>161-168</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2015</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Syahputra</surname>
              <given-names>Ramadoni</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Teknik</surname>
              <given-names>Jurusan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Fakultas</surname>
              <given-names>Elektro</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Yogyakarta</surname>
              <given-names>Universitas Muhammadiyah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>SIMULASI PENGENDALIAN TEMPERATUR PADA HEAT EXCHANGER MENGGUNAKAN TEKNIK NEURO-FUZZY ADAPTIF</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <volume>1</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Jofalo</surname>
              <given-names>Zyahdo Nikri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tjahjanti</surname>
              <given-names>Prantasi Harmi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisa Laju Penembusan Korosi Pada Baja Karbon Rendah dengan Coating Aluminium Analysis of Corrosion Breakdown Rate in Low Carbon Steel with Aluminum Coating</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>April</issue>
          <page-range>93-100</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Journal</surname>
              <given-names>Aurelia</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN SISTEM PENDINGIN PADA MESIN INDUK KAPAL KM . SIDO MULYO SANTOSO DI PPN SIBOLGA OPERATION AND MAINTENANCE OF COOLING SYSTEM ON MAIN ENGINE KM . SIDO MULYO SANTOSO AT PPN SIBOLGA</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-9</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.46964/jimsi.v1i1.614</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rahayu</surname>
              <given-names>Ibnu Eka</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Izzah</surname>
              <given-names>Siti Nur</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>ANALISIS KINERJA HEAT EXCHANGER PADA PREHEATER CDU V DI KILANG RU V BALIKPAPAN</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>September</issue>
          <page-range>27-31</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2016</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Flow</surname>
              <given-names>Counter</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Exchanger</surname>
              <given-names>Heat</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>ANALISA PERFORMANSI HEAT PUMP MENGGUNAKAN</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>9</issue>
          <page-range>415-421</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kimia</surname>
              <given-names>Jurusan Teknik</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Malang</surname>
              <given-names>Politeknik Negeri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Soekarno</surname>
              <given-names>Jl</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>No</surname>
              <given-names>Hatta</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>EVALUASI EFISIENSI HEAT EXCHANGER ( HE - 4000 ) DENGAN METODE KERN</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>1-6</page-range>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Soegijarto</surname>
              <given-names>Reza Arighi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mesin</surname>
              <given-names>S Teknik</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Teknik</surname>
              <given-names>Fakultas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Surabaya</surname>
              <given-names>Universitas Negeri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Arsana</surname>
              <given-names>I Made</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh Variasi Temperatur Fluida Masuk Terhadap Efektivitas Heat Exchanger Shell And Tube Dengan Menggunakan Nanofluida TiO 2 volume TiO 2 sebesar fraksi volume 3 %.</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>19-23</page-range>
          <year>1981</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Dasar</surname>
              <given-names>Teori</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh Penggunaan Baffle pada Shell-and-Tube Heat Exchanger</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>47-53</page-range>
          <volume>10</volume>
          <year>2015</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Wibowo</surname>
              <given-names>Agus</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Progdi</surname>
              <given-names>Mahasiswa</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Industri</surname>
              <given-names>Teknik</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pancasakti</surname>
              <given-names>Universitas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Fakultas</surname>
              <given-names>Dosen</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Universitas</surname>
              <given-names>Teknik</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tegal</surname>
              <given-names>Pancasakti</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Perpindahan panas pada</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="journal">
          <volume>06</volume>
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Reducer</surname>
              <given-names>O L I</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Di</surname>
              <given-names>Dryer</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Petrokimia</surname>
              <given-names>P T</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Studi</surname>
              <given-names>Program</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mesin</surname>
              <given-names>Teknik</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Gresik</surname>
              <given-names>Univeritas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Petrokimia</surname>
              <given-names>P T</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Gear box oli reducer dryer</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Wahyudi</surname>
              <given-names>Agus Tri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Leestiana</surname>
              <given-names>Fanny</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Widodo</surname>
              <given-names>Rahmat</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Evaluasi kinerja Heat Exchanger pada Fasilitas Kilang PPSDM Migas dengan Metode Perhitungan Fouling Factor</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>18-26</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Penambahan</surname>
              <given-names>Efek</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Suhu</surname>
              <given-names>B O</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Fisis</surname>
              <given-names>Sifat</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kristal</surname>
              <given-names>Struktur</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Efek Penambahan SiO 2 dan B 2 O 3 terhadap Suhu Sintering , Sifat Fisis, Struktur Kristal dan Mikrostruktur pada Keramik SiC</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Tiandho</surname>
              <given-names>Yuant</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tiandho</surname>
              <given-names>Assyira Athavidya</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Afriani</surname>
              <given-names>Fitri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Seminar</surname>
              <given-names>Prosiding</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Penelitian</surname>
              <given-names>Nasional</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>PENGOLAHAN CITRA MENGGUNAKAN WOLFRAM</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>1-13</page-range>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Cahyono</surname>
              <given-names>Tri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tjahjanti</surname>
              <given-names>Prantasi Harmi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisa Pengelasan Tungsten Inert Gas ( TIG ) pada Material Titanium ( Ti-6Al-4V )</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib15">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>20-27</page-range>
          <volume>12</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.22052/JNS.2022.01.003</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Tjahjanti</surname>
              <given-names>Prantasi Harmi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Firdaus</surname>
              <given-names>Rachmat</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Irfian</surname>
              <given-names>Ahmad Nova</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Corrosion Protection of Low Carbon Steel by Coating of Graphene Oxide Nanoparticles and Galvanization Process</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
