<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Contribution of Parenting Styles to the Academic Achievement of Elementary School Students</article-title>
        <subtitle>Kontribusi Pola Asuh Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-3efb1a04f00798f422ed5aa51cf18132" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Indayani</surname>
            <given-names>Lilik</given-names>
          </name>
          <email>lilikindayani@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-b3413017197c639cc17048591aacdf5c" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Maulidiyah</surname>
            <given-names>Nur Laili</given-names>
          </name>
          <email>Maulidiyah@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-06-24">
          <day>24</day>
          <month>06</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-b6419814575e8df160683042a03f9f06">
      <title>
        <bold id="bold-1">I. </bold>
        <bold id="bold-2">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-3">Menurut Amir (2021), pola asuh adalah bentuk pendidikan pertama yang diterima anak dalam lingkungan keluarga, di mana anak berkembang dan tumbuh melalui bimbingan orang tuanya. Setiap orang tua tentu berharap anaknya menjadi pribadi yang cerdas, pandai, dan berbudi pekerti luhur. Namun, tidak sedikit orang tua yang belum menyadari bahwa cara mereka mendidik dapat membuat anak merasa kurang diperhatikan, dibatasi kebebasannya, atau bahkan merasa kurang dicintai. Perasaan-perasaan tersebut berpengaruh besar terhadap sikap, emosi, pola pikir, serta kemampuan intelektual anak.</p>
      <p id="_paragraph-4">Menurut Solikah, (2016) Pendidikan merupakan sebuah proses panjang yang dialami oleh manusia sebagai makhluk pembelajar.Pendidikan berlangsung sejak lahir hingga akhir hayat. Proses belajar seorang anak mulanya diterima melalui orang tua mereka masing-masing. Orang tua berperan penuh mendidik anak sesuai dengan polaasuh yang diterapkan kepada anak-anak mereka.Pola asuh orang tua terhadap anaknya akan membentuk pribadi dan prestasi anak di kemudian hari.</p>
      <p id="_paragraph-5">Menurut Azzahra (2021), pola asuh merupakan proses membimbing, mendidik, mendisiplinkan, dan melindungi anak agar dapat mencapai kedewasaan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Pola asuh mencakup interaksi antara orang tua dan anak yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan anak, memberikan bimbingan, serta menanamkan nilai-nilai disiplin baik dalam perilaku maupun pengetahuan anak, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dengan dukungan dari orang tua. Setiap keluarga memiliki pola asuh yang berbeda-beda, dan masing-masing memiliki kelebihan serta kekurangan tersendiri. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa pola asuh adalah cara orang tua memberikan perhatian, membimbing, dan mendidik anak di lingkungan keluarga yang dapat memengaruhi pembentukan karakter anak. Ragam pola asuh yang diterapkan orang tua sangat beragam, tergantung pada metode pengasuhan sehari-hari, antara lain: (1) pola asuh otoriter, (2) pola asuh permisif, dan (3) pola asuh demokratis. Setiap pola asuh memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga orang tua perlu menyesuaikan cara mendidik dengan kondisi dan kemampuan anak..</p>
      <p id="_paragraph-6">Pola asuh keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap kebiasaan anak di rumah maupun di sekolah. Orang tua yang membiasakan anak belajar cenderung meningkatkan prestasi belajar anak. Pola asuh juga membantu mengembangkan potensi anak melalui kebiasaan sehari-hari, termasuk kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kebiasaan belajar merupakan kebiasaan yang biasa dijalankan oleh siswa dirumah sehingga dapat dikatakan salah satu kebiasaan yang terjadi di dalam lingkungan keluarga. Jadi dapat disimpulkan kebiasaan anak di rumah sangat berpengaruh terhadap hasil prestasi siswa yang ada di sekolah. Apabila siswa tersebut mendapatkan lingkungan yang baik maka mendapatkan prestasi yang tinggi, sebaliknya apabila siswa tersebut mendapatkan lingkungan kurang bagus maka akan mendapatkan prestasi yang biasa.</p>
      <p id="_paragraph-7">Orang tua adalah ayah dan ibu dalam suatu keluarga, yakni pasangan suami istri yang telah menikah dan siap memikul tanggung jawab terhadap anak-anak yang mereka lahirkan dan besarkan. Tanggung jawab orang tua terhadap anak sangat beragam dan harus dipenuhi, mulai dari kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya, hingga memberikan bimbingan, pendampingan, serta teladan yang baik. Pengasuhan dan pendidikan anak merupakan tanggung jawab utama orang tua, yang harus aktif dalam membentuk masa depan anak, baik melalui pendidikan formal, informal, maupun nonformal. Orang tua seharusnya menjadi pihak yang paling memahami kapan dan bagaimana anak harus belajar secara benar, sehingga mereka dapat mendukung proses belajar anak secara optimal.</p>
      <p id="_paragraph-8">Dengan demikian, orang tua adalah ibu dan ayah yang memberikan kasih sayang, melindungi, mengawasi, serta membimbing anak-anaknya dengan nasihat dan contoh yang baik. Terutama ibu, yang berperan sebagai madrasah pertama dalam memperkenalkan hal-hal baru kepada anak. Orang tua bertugas sebagai pengasuh, pendidik, dan pembimbing, yang berperan penting dalam perkembangan anak. Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya menjadi pribadi yang cerdas, pandai, dan berbudi pekerti luhur. Namun, masih banyak orang tua yang belum menyadari bahwa cara mereka mendidik dapat membuat anak merasa kurang diperhatikan, dibatasi kebebasannya, atau bahkan merasa kurang dicintai. Perasaan-perasaan tersebut memengaruhi sikap, emosi, cara berpikir, serta kecerdasan anak. Prinsip dan harapan orang tua terhadap pendidikan anak sangat beragam. Ada yang menekankan disiplin ketat, ada yang memberikan lebih banyak kebebasan dalam berpikir dan bertindak, ada yang terlalu melindungi, ada yang bersikap acuh, ada yang menjaga jarak, dan ada pula yang memperlakukan anak seperti teman.</p>
      <p id="_paragraph-9">Selain peran orang tua, keluarga memiliki berbagai fungsi penting dalam kehidupan anak. Keluarga berperan sebagai tempat pertama anak memperoleh pendidikan, pemahaman, dan pembentukan kepribadian (fungsi edukatif). Selain itu, keluarga juga menjadi sumber kasih sayang dan rasa aman bagi anak (fungsi afektif), serta sebagai sarana bagi orang tua untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai serta perilaku keagamaan (fungsi religius). Keluarga juga menyediakan lingkungan yang menyenangkan dan menenangkan sebagai pusat rekreasi bagi anak (fungsi rekreatif), serta menjadi tempat anak belajar bersosialisasi dan membentuk karakter (fungsi sosial). Selain itu, keluarga bertanggung jawab melindungi anak dari hal-hal yang berpotensi membahayakan (fungsi protektif) dan memenuhi kebutuhan materiil anak (fungsi ekonomis). Dengan demikian, keluarga tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat pendidikan, perlindungan, dan pengembangan anak secara menyeluruh.</p>
      <p id="_paragraph-10">Menurut Septiani (2022) Pola asuh orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan karakter siswa. Sebagai faktor utama dalam perkembangan awal anak, pola asuh yang diterapkan orang tua akan mempengaruhi aspek psikologis, emosional, dan sosial anak, yang nantinya tercermin dalam perilaku dan karakter mereka di lingkungan sekolah. pengaruh yang positif dan signifikan pola asuh orang tua terhadap pembentukan karakter, meskipun beberapa faktor lain seperti kepribadian guru, keteladanan guru, pengetahuan agama, dan pembelajaran pendidikan agama islam yang dapat mempengaruhi pembentukan karakter pada peserta didik dalam lingkungan sekolah. Pola asuh yang baik ketika membesarkan anak dengan orang tua yang tepat akan meningkatkan karakter anak – anak dengan cara menjaga komunikasi, pengawasan penghargaan, dan bimbingan hubungan teman sebaya. pola asuh sangatlah dibutuhkan oleh orang tua, mempengaruhi perkembangan karakter anak. Keseluruhan, pola asuh orang tua sangat menentukan perkembangan karakter siswa, dengan pola asuh demokratis menjadi yang paling efektif dalam mendukung pertumbuhan positif anak dan faktor lainnya lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, teman sebaya, maupun faktor lainnya. Disimpulkan dengan pola asuh orang tua sejak usia dini anak akan terbentuk karakter serta bentuk pemilihan pola asuh yang tepat sesuai kebutuhan umurnya, tidak hanya pola asuh karakter dapat berubah.</p>
      <p id="_paragraph-11">Menurut Hanifah (2020), karakteristik siswa mencakup keseluruhan pola perilaku dan kemampuan yang dimiliki anak sebagai hasil interaksi dengan lingkungan sosialnya, yang kemudian memengaruhi cara mereka menjalankan aktivitas untuk mencapai cita-cita. Karakteristik tersebut meliputi berbagai aspek individu, seperti minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir, serta kemampuan awal yang dimiliki. Siswa atau peserta didik adalah individu yang menerima pengaruh dari orang atau kelompok yang menjalankan proses pendidikan.</p>
      <p id="_paragraph-12">Berdasarkan pengertian di atas peneliti menyimpulkan bahwa karakteristik siswa adalah ciri-ciri atau atribut khas yang di miliki oleh setiap peserta didik yang mencakup aspek fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual. Karakteristik ini mempengaruhi cara siswa belajar, berinteraksi, dan merespon lingkungan pendidikan. Setiap siswa memiliki karakteristik yang unik, sehingga penting bagi pendidik untuk memahami dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing siswa.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-2">Prestasi</bold>
            <bold id="_bold-3">Belajar</bold>
            <bold id="_bold-4">Siswa</bold>
          </title>
          <p id="_paragraph-15" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-9983e6b823b75f64ebd8e746a8074c35">
              <th id="table-cell-a3c3adce16fb1ec92dbfa87b52a83250">NO</th>
              <th id="table-cell-fa53c53b64b5e0ff9c59fcd4912396b0">NAMA SISWA</th>
              <th id="table-cell-5d3fcda2582474f62cacf9fd2a15abda">JUMLAH</th>
              <th id="table-cell-7f8cb957ad8814b4a470ccce7ccf2cfc">RATA-RATA</th>
              <th id="table-cell-ca24833c099dc438a924d4455b4d6200">RANKING</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-ae0cb9a466549b8571ba3db85a212c9b">
              <td id="table-cell-ee34bec85376c7f5d318771c62e5af85">1</td>
              <td id="table-cell-7439ed3b947ea13bf0b47806a95345be">AAP</td>
              <td id="table-cell-6708f1f10ddc32ff0e4d6496187e6e45">707</td>
              <td id="table-cell-f69634069cff7b0005c4b2708a7be7da">78,56</td>
              <td id="table-cell-48d54354abee30c5dfa9ef0293d7dfd6">11</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1ef183465b565ccc8416a3bc93ad63ae">
              <td id="table-cell-cde4fc763230cd68103ae157226f7f21">2</td>
              <td id="table-cell-7cbbeb009879073e57492103d974946e">ASN</td>
              <td id="table-cell-b538e9cf5facc8993cb440ac9d654b08">727</td>
              <td id="table-cell-9bdd090e33b63361baf8b0cf2f74f50f">80,78</td>
              <td id="table-cell-ee1363e2519283ffe71238b0ec8e3e42">6</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d456a864a8a8d7e4d3ac06eeb28083af">
              <td id="table-cell-7f2d1a3ae70c9b2cb00b4c7bbf09ecd8">3</td>
              <td id="table-cell-a6000b5cbe51e17aadd5fe39f8bfc7da">ANA</td>
              <td id="table-cell-d8b4d33a921486f67b9f3e13fd17d07b">700</td>
              <td id="table-cell-1e5fb9d685ee15c36709ef01ec8ef1c2">77,78</td>
              <td id="table-cell-d193ddc4351fdc5fd3f7ae42a3c6ed56">12</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-370804cebaddc4b92b25cc9eea3dc50f">
              <td id="table-cell-e57c89dde1299cae460e0e3af1f5c875">4</td>
              <td id="table-cell-b6cc50a809dfda201d85473d7a47411e">AF</td>
              <td id="table-cell-c302825d5274f8c5cdbf17ecb512e02f">686</td>
              <td id="table-cell-4b5e2dcf1d965a975486a128fa961558">76,22</td>
              <td id="table-cell-b4478e2b4d41e89611333e7ba867ce0b">17</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-04c2d2bbd25901b62a29ae191cdfa39b">
              <td id="table-cell-3682325ee8ed2fdbab78ac686c44ad55">5</td>
              <td id="table-cell-5426b2a3b72ca822e65f46df042ce53e">AHS</td>
              <td id="table-cell-49f9760fadde67808de4ee5d020df04d">708</td>
              <td id="table-cell-aa0218870c037830ddf30c8428f930e7">78,67</td>
              <td id="table-cell-9dc619585e78952de7c3d9e9755e32fe">10</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cd947b73cab6376a06980d14b1ad3a65">
              <td id="table-cell-bec4b7cbc7702b7de12898648eba7fea">6</td>
              <td id="table-cell-1f0ba68c5cb50ae7079f04f5d7cbfed6">AA</td>
              <td id="table-cell-f317b6ddd74d126d34a4ecefb699aed8">697</td>
              <td id="table-cell-6b9961dacfe0415e6037ca8a4ce01140">77,44</td>
              <td id="table-cell-f1b78ea4da3a60a8dfc9f6c9569ee4ba">13</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-aabfdf2b47b614a39fd6e54e84d0d79b">
              <td id="table-cell-9f44440d2d72af37df57ce2e57b76432">7</td>
              <td id="table-cell-ce31bd18b482dbdea2fed99135b5733d">AIS</td>
              <td id="table-cell-e7a24e58438156987610307130a27c31">693</td>
              <td id="table-cell-71515635431db8f9eb0f5701d1e1df98">77</td>
              <td id="table-cell-f2d70407ac467577dcb51595314337ea">14</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8c8e77668b0b0ccac42f30d09b251665">
              <td id="table-cell-a52d3937313fac6fce9307624208cecd">8</td>
              <td id="table-cell-6f7cab9721cef5f7b7f57a47bedb5f44">ANR</td>
              <td id="table-cell-2069181ed6a77576d9424579460dfe58">686</td>
              <td id="table-cell-2624c709375de4a9b3ee800bd65a7815">76,22</td>
              <td id="table-cell-0156baebef5532f72b774ee725148a86">17</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d4d0bd09e8b4f7c3084b0d772d69e06a">
              <td id="table-cell-ba5e25b017f351421cddb366a00938ff">9</td>
              <td id="table-cell-2d0eaef679461e7679c9e03a24a1311c">DAG</td>
              <td id="table-cell-7696eefbeda5fc66a3935d793d85a723">730</td>
              <td id="table-cell-be3209491d8cf1c0e6ed78e74a4d87b8">81,11</td>
              <td id="table-cell-bbbe66714dd2c9323cf33f2d20b7c65e">3</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2b607c14642e00a1f77a01cda42569f3">
              <td id="table-cell-6a7cdde3155eff79769c65d0ec3aca78">10</td>
              <td id="table-cell-ff41fb16fc77f3a48877c2f9ef73d771">DNH</td>
              <td id="table-cell-87af2aaa86da61a9a597b44ab81c53e8">692</td>
              <td id="table-cell-2d32fbb26a7a2cb37afc42a09363fbb6">76,89</td>
              <td id="table-cell-fc6fe5fe9c2eb5c838faa4b0e07aab64">15</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bbffc6382c55516d44aaedfb73e08bb7">
              <td id="table-cell-cbf0ae77cedc90f4890f90ed2bd3f795">11</td>
              <td id="table-cell-24e92fdc82257252b62cd9a00568909f">JRS</td>
              <td id="table-cell-0bed3de4ff432db6b66794c3716ef8b3">722</td>
              <td id="table-cell-09cedc74ed4a0accd9dbcbbe4c436d98">80,22</td>
              <td id="table-cell-84e1842796a844c2795422f301e74af9">7</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-78fb9fe3bcdb64854b4871b0b213dedc">
              <td id="table-cell-35979484be9d0cfd3f4fccf428f47069">12</td>
              <td id="table-cell-e36c876b8e9d1112ecfc9af4b9f928b9">KAS</td>
              <td id="table-cell-2135de3048cd1601bbe588d928a64e9b">713</td>
              <td id="table-cell-dca3a9428e9399d5c99de4bb5b1c1159">79,22</td>
              <td id="table-cell-6bcb5fab7dbae39f00c2980c6bfae00d">9</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5d2f6cc340302df425229bc058f1770b">
              <td id="table-cell-1849d8b88a63d35a2ab0320674411ce8">13</td>
              <td id="table-cell-8a53166ef567d158281bed1116319c47">MKK</td>
              <td id="table-cell-df37cc01e4068af58833b9a7dd54bf29">729</td>
              <td id="table-cell-c1efe7d5b50f343705be48dac35fe9fe">81</td>
              <td id="table-cell-7485ef10890d14fcf0542118f3ed1229">4</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2e4f0775b3a96dade215ca82a371b4a2">
              <td id="table-cell-51e115e00f219e669fa1831a95661c62">14</td>
              <td id="table-cell-044082353c4440c58232155b5247f8ae">PRW</td>
              <td id="table-cell-c0f9fb1a625acbb83dfc87896f22c2d0">688</td>
              <td id="table-cell-ff60a22567d6e351e20617aa416e325c">76,44</td>
              <td id="table-cell-9127a447af684338b5598d32a9aa6149">16</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-361fb54538955b10a79d0a70cf56964d">
              <td id="table-cell-33ed57dd2614cf3794d83b505455314d">15</td>
              <td id="table-cell-58f707696206fa18b192658625356900">RSAZ</td>
              <td id="table-cell-3f4243de1ba2a17656afa3535f4d2daf">728</td>
              <td id="table-cell-a4c0c081e967afc008c81f15831f8fd8">80,89</td>
              <td id="table-cell-b31aa15e4ea217950d803d29e666ee15">5</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-792c43c50d935a260e6106d097721b83">
              <td id="table-cell-c3cc2266ae48bf282abaf93fdd22bb3a">16</td>
              <td id="table-cell-2de2730df36d4f4e545a17f2035a6ce8">SG</td>
              <td id="table-cell-d0fa64e14ffe29d8521e61daf60dbb99">717</td>
              <td id="table-cell-e67b12cd542affc19f19195492647fb3">79,67</td>
              <td id="table-cell-250fccc509cc3983612924f7b554c143">8</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9ba0af8008c39c32c766971c2864f728">
              <td id="table-cell-192b7be6cbeb77c02d27434192a19d97">17</td>
              <td id="table-cell-57f92c577cf7947e15bf3caf0be9edaf">TQA</td>
              <td id="table-cell-ca9421b9124dbc3ddddeb5f1233cead4">744</td>
              <td id="table-cell-8fbb05c9f4e185a6e0825bf2151019e0">82,67</td>
              <td id="table-cell-b8ffdfeb41ddc91746168c4afbeb34c4">1</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b1de37bd52ea62f03c6e8c68cd0cf316">
              <td id="table-cell-26ef9e65c3ada8b4192701e2db1e2c70">18</td>
              <td id="table-cell-90b4a171ae6eea8f6e0612576db6835c">WAP</td>
              <td id="table-cell-6fb3f4044caa1fb035fbfd7e981a86fb">743</td>
              <td id="table-cell-8516e4ef47a37db7a608455d3ab95628">82,56</td>
              <td id="table-cell-004423a02db3035014b2553dc1d1f753">2</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7753997594f9a362f904b0767034979c">
              <td id="table-cell-2fa31041beac88f97ab5d518d07ebb82">19</td>
              <td id="table-cell-231eb568e567e35e6260c2ea41f73064">HFA</td>
              <td id="table-cell-38114d05ec6cc9657a363002ed7f444d">684</td>
              <td id="table-cell-a65af06ae2fd8b1f0faf68944efdb187">76</td>
              <td id="table-cell-30d3b63504a4a81ac4b3d8ab58746e6f">19</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-16">Menurut Mawarni (2019), prestasi belajar adalah pencapaian yang diraih siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dan dijadikan sebagai ukuran keberhasilan individu. Prestasi belajar selalu berkaitan dengan kurikulum serta standar kompetensi dalam proses pembelajaran. Kurikulum mencakup materi yang harus disampaikan kepada siswa melalui kegiatan belajar, sedangkan standar kompetensi merujuk pada kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa. Selain itu, kebiasaan belajar memiliki hubungan positif dengan prestasi belajar; semakin baik kebiasaan belajar yang diterapkan siswa, semakin tinggi pula hasil belajar yang diperoleh. Kebiasaan merupakan cara bertindang melalui belajar berulang ulang pada akhirnya akan menjadi otomitis. Sehingga jika dikaitkan dengan belajar maka kebiasaan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh tingkah laku secara kognitif yang dilakukan secara berulang ulang. Kebiasaan belajar diartikan sebagai cara siswa untuk membagi waktu menerima jam pelajaran, membaca buku dan mengatur waktu untuk menyelesaikan tugas.</p>
      <p id="_paragraph-17">Seringkali siswa hanya belajar ketika akan menghadapi ulangan atau ujian, sehingga hasil yang diperoleh tidak selalu sesuai harapan. Bahkan, materi yang dipelajari semalam cenderung kurang melekat dalam ingatan dibandingkan dengan materi yang dipelajari secara rutin setiap hari. Oleh karena itu, kebiasaan belajar siswa perlu dikembangkan secara bertahap agar mereka dapat mencapai prestasi belajar yang optimal. Alasan peneliti penelitian Di Sekolah Dasar Negeri 258/VI Rejo Sari karena, mayoritas mata pencaharian golongan menengah dan golongan bawah, orang tua lebih mementingkan pekerjaan demi mencukupi kebutuhan sehari dan anak masih kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Maka dari itu siswa siswi kurang perhatian dari orang tuanya meliputi kehadiran anak disekolah, kerapian baju saat pergi kesekolah, dan fasilitas yang disediakan. Namun, dengan kurangnya perhatian maka anak tersebut akan mandiri dalam semua kegiatan, dan orang tua yang sibuk dengan pekerjaan adalah anak yang dapat membanggakan sekolah dan orang tua salah satunya anak yang mempunyai kelebihan dalam bidang akademik maupun non akademik.</p>
      <p id="_paragraph-18">Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam diri siswa maupun dari lingkungan sekitarnya. Salah satu faktor eksternal yang memiliki peran penting adalah pola asuh orang tua, yang mencakup cara mereka membimbing, mendidik, serta memberikan dukungan emosional dan akademik kepada anak. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pola asuh yang konsisten, suportif, dan komunikatif dapat meningkatkan motivasi, disiplin, dan prestasi akademik anak. Di era pendidikan saat ini, studi mengenai pola asuh menjadi sangat relevan, terutama sejalan dengan Kurikulum Merdeka, yang menekankan pengembangan potensi individu, karakter, dan kompetensi dasar siswa secara menyeluruh. Keberhasilan strategi pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh guru atau lingkungan sekolah, tetapi juga oleh keterlibatan orang tua dalam mendukung proses belajar di rumah. Oleh karena itu, pemahaman tentang hubungan antara pola asuh dan prestasi belajar siswa penting untuk merancang intervensi pendidikan yang lebih terpadu.</p>
      <p id="_paragraph-19">Secara kebijakan, penelitian ini mendukung Program Pendidikan Nasional, yang mendorong partisipasi aktif orang tua dan masyarakat dalam pendidikan dasar. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan bukti empiris bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan mengenai pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk meningkatkan prestasi belajar siswa secara optimal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pola asuh orang tua dan prestasi belajar siswa kelas IV di SD Negeri 258/VI Rejo Sari, sekaligus menempatkan temuan dalam kerangka pengembangan strategi pembelajaran dan kebijakan pendidikan yang relevan.</p>
      <p id="_paragraph-20">Penelitian ini menghadirkan kebaruan dibandingkan dengan studi-studi sebelumnya terkait pola asuh dan prestasi belajar. Beberapa penelitian terdahulu umumnya meneliti hubungan pola asuh dengan prestasi akademik secara umum atau pada tingkatan pendidikan yang lebih luas, tanpa menekankan konteks spesifik sekolah atau karakteristik demografis siswa tertentu. Penelitian ini mengisi <bold id="_bold-10">gap</bold> tersebut dengan menfokuskan pada <bold id="_bold-11">siswa</bold><bold id="_bold-12">kelas</bold><bold id="_bold-13"> IV di SD Negeri 258/VI Rejo Sari</bold>, sehingga memberikan wawasan yang lebih kontekstual mengenai bagaimana pola asuh berpengaruh pada prestasi belajar pada tingkat sekolah dasar tertentu. Selain itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dilengkapi dengan analisis statistik untuk mengkaji hubungan antara variabel, sehingga menambah <bold id="_bold-14">nilai </bold><bold id="_bold-15">kebaruan </bold><bold id="_bold-16">metodologis</bold> dibandingkan studi sebelumnya yang cenderung bersifat deskriptif atau kualitatif. Dengan demikian, temuan penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi empiris baru terkait keterkaitan pola asuh dan prestasi belajar, tetapi juga menyediakan panduan praktis bagi guru, orang tua, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi pendidikan yang lebih efektif dan kontekstual.</p>
      <p id="_paragraph-21">Bertolak dari permasalahan tersebut, peneliti merasa tertarik untuk mencari hubungan antara pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Dan mengadakan penelitian yang berjudul, “ Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Di Sekolah Dasar Negeri 258/VI Rejo Sari”.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-f6faafd98d3558e0771c085296a4a8f6">
      <title>
        <bold id="bold-20729c4026a0e8c17e231ef150002715">I</bold>
        <bold id="bold-577449f65aa9309e6c1e03850b816bbc">I. Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-22">Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional, yang bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dua variabel tanpa melakukan manipulasi langsung terhadap variabel independen. Secara logika, penelitian ini serupa dengan penelitian eksperimen karena berangkat dari konsep <italic id="_italic-1">“</italic><italic id="_italic-2">jika</italic><italic id="_italic-3"> X </italic><italic id="_italic-4">maka</italic><italic id="_italic-5"> Y”</italic>, namun fokusnya adalah mengamati keterkaitan alami antara variabel. Data dikumpulkan menggunakan instrumen penelitian dan dianalisis secara kuantitatif/statistik untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan. Dalam penelitian ini, variabel bebas adalah pola asuh orang tua, sedangkan variabel terikat adalah prestasi belajar siswa. Sampel penelitian terdiri atas 19 siswa kelas IV, yang dipilih berdasarkan kriteria keterwakilan kelas dan ketersediaan data akademik. Pemilihan jumlah sampel ini disesuaikan dengan populasi terbatas di kelas tersebut, sehingga seluruh atau sebagian besar siswa dapat dijadikan subjek, memastikan representativitas data. Desain penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut:</p>
      <fig id="figure-panel-beb885b4d713e2a38b9f6d3537adcc5f">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-19" />
            <bold id="_bold-20">Paradigma</bold>
            <bold id="_bold-21">Sederhana</bold>
            <bold id="_bold-22">( </bold>
            <bold id="_bold-23">Sugiyono</bold>
            <bold id="_bold-24">)</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-3413225b352da26afb719200b872bd82" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-4a2f37541e3bce5fb17807ad46c24570" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2025-08-27 072850.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-24">Keterangan :</p>
      <p id="_paragraph-25">X : Pola Asuh Orangtua ( <italic id="_italic-6">Independent</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-26">Y: Prestasi Belajar ( <italic id="_italic-7">Dependent</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-27">Penelitian ini menggunakan <bold id="_bold-25">teknik</bold><bold id="_bold-26">pengumpulan</bold><bold id="_bold-27"> data</bold> melalui wawancara, angket, dan dokumentasi. Wawancara bertujuan memperoleh informasi mendalam tentang pola asuh orang tua, angket digunakan untuk mengukur persepsi siswa dan orang tua, sedangkan dokumentasi untuk mendapatkan data prestasi belajar secara objektif. Sebelum digunakan, angket diuji <bold id="_bold-28">validitas</bold>untuk memastikan tiap butir pertanyaan tepat mengukur variabel, dan <bold id="_bold-29">reliabilitas</bold> melalui Cronbach’s Alpha untuk menjamin konsistensi instrumen. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap, yakni <bold id="_bold-30">analisis</bold><bold id="_bold-31">pendahuluan</bold> untuk mengecek kelengkapan data dan distribusi normal, <bold id="_bold-32">analisis</bold><bold id="_bold-33"> uji </bold><bold id="_bold-34">hipotesis</bold> untuk mengetahui hubungan signifikan antara pola asuh dan prestasi belajar, serta <bold id="_bold-35">analisis</bold><bold id="_bold-36">lanjut</bold> untuk menafsirkan pola hubungan dan memberikan rekomendasi praktis. Pendekatan ini memastikan penelitian menghasilkan data yang valid, reliabel, dan interpretasi yang sistematis mengenai keterkaitan pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-a24b6f8ff291257682ae880c8f35e512">
      <title>
        <bold id="_bold-37">III. Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-2869dbc448f6b6347c9cf0886f0befd1">
        <title>
          <bold id="bold-50d78ba3f8ed69d4efe77536ccff9a99">A. Hasil Penelitian</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-29">Pada Bab IV ini, peneliti menyajikan analisis data terkait hubungan pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 258/VI Rejo Sari. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat keterkaitan antara pola asuh yang diterapkan orang tua dengan capaian akademik siswa, sebagaimana dirumuskan dalam hipotesis penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik korelasi <italic id="_italic-8">Product Moment</italic>, karena penelitian ini bersifat korelasional, yakni berfokus pada pengungkapan hubungan antara dua variabel yang diteliti. Data penelitian diperoleh melalui proses pengumpulan informasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap seluruh siswa kelas IV SD Negeri 258/VI Rejo Sari pada tahun ajaran yang menjadi fokus penelitian.</p>
        <p id="_paragraph-30">Data penelitian diperoleh melalui proses yang telah dilaksanakan oleh peneliti dengan subjek seluruh siswa kelas IV SD Negeri 258/VI Rejo Sari.
<bold id="bold-db5961e52ea526f4f11b93e75c455f2d">1. </bold><bold id="bold-985f01092832de89568deffad025f997">Hasil angket siswa kelas IV SD Negeri 258/VI Rejo Sari</bold><bold id="bold-3">:</bold></p>
        <p id="_paragraph-31">Penyebaran angket kepada responden dilakukan untuk mengetahui pola asuh yang diterapkan oleh orang tua siswa. Pengolahan data angket dilakukan melalui pemberian skor pada setiap item jawaban responden, dengan ketentuan sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-32">Alternarif jawaban A diberikan angka 4</p>
        <p id="_paragraph-33">Alternarif jawaban B diberikan angka 3</p>
        <p id="_paragraph-34">Alternarif jawaban C diberikan angka 2</p>
        <p id="_paragraph-35">Alternarif jawaban D diberikan angka 1</p>
        <p id="_paragraph-36">Peneliti membagikan angket yang terdiri atas 40 butir pertanyaan kepada siswa kelas IV SD Negeri 258/VI Rejo Sari, dengan jumlah responden sebanyak 19 orang.</p>
        <table-wrap id="table-figure-b8a1192c343777be149521a3157ec31e">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>
              <bold id="_bold-39"> Kisi-Kisi </bold>
              <bold id="_bold-40">Instrumen</bold>
              <bold id="_bold-41">Untuk</bold>
              <bold id="_bold-42">Mengukur</bold>
              <bold id="_bold-43">Pola </bold>
              <bold id="_bold-44">Asuh</bold>
              <bold id="_bold-45">Orangtua</bold>
            </title>
            <p id="paragraph-e1ac350fd0e193b57376c526fbdf0257" />
          </caption>
          <table id="table-132d05efdfee15de8ad1b153d0f3f651">
            <tbody>
              <tr id="table-row-1764a28ddce5ebf32adb5f337b4d5cc4">
                <th id="table-cell-13dddea445d72fc45e0836d4afbf14c2">Variabel Penelitian</th>
                <th id="table-cell-45fa1e2f971c0a8419e8792562c375a5">Indikator</th>
                <th id="table-cell-0b7e584d854ce5859fc22cd3591c34d6">No.Item Instrumen</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-032d5b22a725e6f1c140175d1adb1007">
                <td id="table-cell-aafa36092044d3861f7ba56964bc3e78" rowspan="5">Pola asuh orangtua</td>
                <td id="table-cell-f26fedacada0b8cc3813f67a9d8be5a2"> 1. Mengingtkan anak untuk belajar</td>
                <td id="table-cell-3c7b7c1059029aefea651d0ce5b8dd41"> 1, 6, 15, 23, </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7aa2f405d7b7173a6fb74343f18c5c38">
                <td id="table-cell-9ee7340798edb230c78500e7922f2a0e"> 2. Memberikan perhatian kepada Anak </td>
                <td id="table-cell-2751e6eb685c0fe6e4e1f3b8ceb6648f"> 2, 8, 11, 12, 13, 14,   16, 17, 18, 21, 22, 23, 25, 26, 29, 30, 32, </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-afd48fd4b3f8b7f6f4c9cc88d1a38968">
                <td id="table-cell-6d091b68a5653b0a4393ef687c5ce10a"> 3. Sikap orangtua terhadap perilaku Anak </td>
                <td id="table-cell-6170b7597e3829133332655634c72c86">3, 5, 27, 28, 36, 39,</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0c2d0d36bf87159e4ab82dcd87de5dbc">
                <td id="table-cell-166df6ea4fbc81cdf4e00d727bc575ee"> 4. Melakukan kekerasan/ memarahi anak </td>
                <td id="table-cell-392a9d08062da2ec41ce6a754609adf6">4, 7, 20</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-938d5d32d62a715b6d51c7ca26f734d6">
                <td id="table-cell-894a7792e19466f22c5d89d5fce3de28"> 5. Memberikan kebebasan terhadap Anak </td>
                <td id="table-cell-68ba028f5f028d0d9705788ad79f3a3d"> 9, 10, 19, 24, 31, 33, 34, 35, 37, 38, 40 </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-39">Sumber: Hasil Olah Data, 2020.</p>
        <p id="_paragraph-40">Dari indikator di atas dijabarkan ke dalam sebuah pertanyaan untuk mengetahui pola asuh murid. Dari hasil angket tersebut diperoleh jumlah keseluruhan adalah 2197, dengan skor tertinggi 64 dan skor terendah adalah 44.</p>
        <p id="_paragraph-41">Interval skor pola asuh orangtua yaitu:</p>
        <p id="_paragraph-42">R = H-L</p>
        <p id="_paragraph-43">= 64-44</p>
        <p id="_paragraph-44">= 20</p>
        <p id="_paragraph-45">K = 4</p>
        <p id="_paragraph-46">I = R/K</p>
        <p id="_paragraph-47">= 20/4</p>
        <p id="_paragraph-48">= 5</p>
        <p id="_paragraph-49">Keterangan :</p>
        <p id="_paragraph-50">I = lebar interval</p>
        <p id="_paragraph-51">R= jarak pengukuran</p>
        <p id="_paragraph-52">K = jumlah intervalnya</p>
        <p id="_paragraph-53">H = nilai tertinggi</p>
        <p id="_paragraph-54">I = nilai terendah</p>
        <table-wrap id="table-figure-76ed53f5a3f6a2832d3c7adcc633e485">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>
              <bold id="_bold-46" />
              <bold id="_bold-47">Distribusi</bold>
              <bold id="_bold-48">Frekuensi</bold>
              <bold id="_bold-49">Pola </bold>
              <bold id="_bold-50">Asuh</bold>
              <bold id="_bold-51">Orangtua</bold>
            </title>
            <p id="paragraph-00fb8a3d86c6801bb9beeffde36d192e" />
          </caption>
          <table id="table-38e0404958c8ccb2dc18da8545ff8bb5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-20d5a7c22a98d8a1729cc1aa8a2d2c79">
                <th id="table-cell-0d751a2caf4cdcbea4205d8a6bb16cc6">Kelas Interval</th>
                <th id="table-cell-f850720a2d880ca5b6e34577cc6c0667">Frekuensi</th>
                <th id="table-cell-57acb6092df6c660c57d1ce89b6f7d24">Prosentase</th>
                <th id="table-cell-8d86889a1d02eee9de0386d0336fc035">Kategori</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-2322d0a0adcf05dad5c9479c763438e0">
                <td id="table-cell-13410a2eb75c55ab798fbd0b3eb09bd7">44 – 48</td>
                <td id="table-cell-b7b6155f06622f9d7c1f0e4334178f23">4</td>
                <td id="table-cell-b43f7e127f439fb0eff27dcdeeea4a5c">21,05%</td>
                <td id="table-cell-094a3351371e89b512f3b34884d990ee">Rendah</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-815e595238380dffe7efd3f1a700c24f">
                <td id="table-cell-4d48e0e40ab66c27547f01d38fe05802">49 – 53</td>
                <td id="table-cell-99cc1838a30b52eaabba163f026f636c">5</td>
                <td id="table-cell-66bd890bbbfb75a7e805084ca499ee39">26,32%</td>
                <td id="table-cell-40a1bbedd09ec5c4f490ae46b95ea191">Sedang Rendah</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a877c8aa28246e055a77b12dbfa966a4">
                <td id="table-cell-8975bfd777fbf8ca82a75c6bebdcf15b">54 – 58</td>
                <td id="table-cell-978a9c45054c3c603d4986735f4ce24f">5</td>
                <td id="table-cell-009591b8c57517b7f10ef47ed9b0cc11">26,32%</td>
                <td id="table-cell-4fae25a8e0ec4a87f630cd2b2ab07ccb">Sedang Tinggi</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-199d1251ac046930f2b6b4994c2259d3">
                <td id="table-cell-db7a675598b1b4d8e01843fc28892687">59 – 64</td>
                <td id="table-cell-544c4960a4e87ef1dcec87a67584ddc1">6</td>
                <td id="table-cell-4fc04d0dce6c1037f8b41c7349142c86">31,58%</td>
                <td id="table-cell-58f783f314b4ec77ad52a084060d09b2">Tinggi</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-410d77a8aa1f4b5ae0335c3db482bed0">
                <td id="table-cell-2188c1bcd649b6cc5044ab966d24378c">Jumlah</td>
                <td id="table-cell-81ec926a2fd74acb9caad9f90944c4bb">11</td>
                <td id="table-cell-89e1a6aed06cfe1d45e0ba9d8498b1c6">100%</td>
                <td id="table-cell-c60146775eecb567d8b970b699fb61fe" />
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-57">Sumber: Hasil Olah Data, 2025</p>
        <fig id="figure-panel-490cb4a6d8123f08bc29fe665556c4e9">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>
              <bold id="_bold-57">Diagram Garis Frekuensi Pola </bold>
              <bold id="_bold-58">Asuh</bold>
              <bold id="_bold-59">Orangtua</bold>
            </title>
            <p id="paragraph-edde0a4b42ab47c6f2c182de5ebe2870" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-ebf03df326a8ab2bbc62ae22a91fbf76" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2025-08-27 072925.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-59">Sumber data diperoleh dari hasil pengolahan angket yang telah dilakukan peneliti terhadap siswa. Penentuan kelas interval dilakukan berdasarkan nilai tertinggi dan terendah hasil angket, yaitu 64 sebagai nilai tertinggi dan 44 sebagai nilai terendah. Kelas interval tersebut digunakan untuk mengetahui persentase kategori dalam distribusi frekuensi pola asuh orang tua. Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa pola asuh orang tua dengan kategori “tinggi” dimiliki oleh 6 responden, kategori “sedang tinggi” oleh 5 responden, kategori “sedang rendah” oleh 5 responden, dan kategori “rendah” oleh 4 responden. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pola asuh yang paling dominan diterapkan pada siswa kelas IV SD Negeri 258/VI Rejo Sari adalah kategori “tinggi”, dengan jumlah 6 responden atau sebesar 31,58%.</p>
        <p id="paragraph-6de09ffb0654ab7d7647dd9851f1afd4">
          <bold id="bold-2790626aa1a2a2c3a802280bb5b1fceb">2. Data tentang prestasi belajar murid kelas IV Sekolah Dasar Negeri 258/VI Rejo Sari</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-60">Data tentang prestasi belajar murid kelas IV Sekolah Dasar Negeri 258/VI Rejo Sari diperoleh dari rata-rata nilai Ulangan Akhir Semester. Dengan jumlah mata pelajaran sebanyak 8, yaitu Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan dan Sosial, Seni Rupa, dan PJOK dapat dilihat sebagai berikut:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>
              <bold id="_bold-67">Prestasi</bold>
              <bold id="_bold-68">Belajar</bold>
              <bold id="_bold-69">Murid</bold>
            </title>
            <p id="_paragraph-62" />
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-03a5f17690cff64de7775feaa66fc48f">
                <th id="table-cell-93316b34aaa3b1020d89f2a405d06bc7">No</th>
                <th id="table-cell-b81c5be83c9c55c5f806d680c9929198">Nama</th>
                <th id="table-cell-d6c757900ae4e2411a0d1211809346dc">Nilai</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-a07fc0e1c5bc9d5c0afad4460b1c446a">
                <td id="table-cell-8ee3ea9183ec5b8192255719107d566e">1.</td>
                <td id="table-cell-b4f6a30d129a58859cf89d2903fbff3d">AAP</td>
                <td id="table-cell-81d7ead7c0630a1d831e2da31c1ba7c6">78,56</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e8db8839a208891361fcd73bbb0a35de">
                <td id="table-cell-fb10b660cafd4380daa8400562a22e9d">2.</td>
                <td id="table-cell-da872a77c63f3648b65cb07ee42d52b9">ASN</td>
                <td id="table-cell-e007e6b3cd8992cc89e6dce97d9448e2">80,78</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-464f8a07d20a58759fcf19209263e013">
                <td id="table-cell-c46e53e005119fe44fd11c8f3c0e14d1">3.</td>
                <td id="table-cell-7db3bd93a77bb12ec85dbe08e3934ab1">ANA</td>
                <td id="table-cell-8778524e69ec9d6e2bf4eb5e8fb51000">77,78</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2e303b20befdffa30352c4c940cb6df1">
                <td id="table-cell-29ea1cfbf12c15cae7ca4d207f854343">4.</td>
                <td id="table-cell-3d35dc3ecbf78ff0705de3b91455a566">AF</td>
                <td id="table-cell-1c7ff07fb03de19431b40150b5dbc9a0">76,22</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9bccaefe71200ca53724dee12c0f3fa2">
                <td id="table-cell-9bd0fb3fc2b6e8792c6755b166957e9f">5.</td>
                <td id="table-cell-e1a9bb5d830380ac03ead5c08179276c">AHS</td>
                <td id="table-cell-2b6770321574705fada9f31fbbf4c941">78,67</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5b4be65f0528b0a0ad9ff2e693ce057a">
                <td id="table-cell-5c8bb7b2cac5bd034037fc49dfea1589">6.</td>
                <td id="table-cell-822275179626e740e8ed1e796b8a5d8c">AA</td>
                <td id="table-cell-a3d46a2abcf93eff283cf51e748b0923">77,44</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5e095875341c9a18dc2726eb5df189b7">
                <td id="table-cell-241d8fcb78ec046c3435a9dc1ed92c1f">7.</td>
                <td id="table-cell-1eae8436b6b008c331919491faad4da4">AIS</td>
                <td id="table-cell-f1cd174aa44d7de6f9cf682e58bd2ede">77,00</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6c0e4e1f007abc4aa2eac29bf65c8101">
                <td id="table-cell-6ea8a660d52aa8dd90ef75eca5d2fa07">8.</td>
                <td id="table-cell-4e897fe2fceb5dfccc67c5358316230c">ANR</td>
                <td id="table-cell-589c678df7e5770ffd19bb9b99d5e6da">76,22</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0b9010601dac30a6fc5c2c754b61a573">
                <td id="table-cell-65ac49bd77b76f03817eab9b89a750a2">9.</td>
                <td id="table-cell-ab735e9055989f46b2a5ce40b1f11a1a">DAG</td>
                <td id="table-cell-68e78c0ce35e60759d74920d394995d2">81,11</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-192f9bb98a636593c9193ae5d42feafb">
                <td id="table-cell-9e0e8a99bec788c242043c06d4df618a">10</td>
                <td id="table-cell-a09126304aae023abc4e7d20242ae657">DNH</td>
                <td id="table-cell-7f9c87e0e04cee8a80482c781f04052a">76,89</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c1e3450145883254178fb6c422c16f37">
                <td id="table-cell-5ee15c4cbecb50895a1cafa9e8327153">11</td>
                <td id="table-cell-c6ecfe66fa0369e07d5a634099348ef0">JRS</td>
                <td id="table-cell-e8c4fb80c22a64b113917ba0f3e0fee1">80,22</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2e7c06f8a9ad186a7e7be889fee5fc8b">
                <td id="table-cell-cf996c2e5fac94cb4f2e6b3833babfc7">12</td>
                <td id="table-cell-2ce65816576bceeb8926cb823245df97">KAS</td>
                <td id="table-cell-64ae9280c7acef4c03eeedb5d6fec2f9">79,22</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cfa9b426d70769f9176b04a7930d8c2c">
                <td id="table-cell-5ecafe6f398f86e2d9b1629bda0ba0b2">13</td>
                <td id="table-cell-c7a5804b1d149c8f66e0955ee37079c3">MKK</td>
                <td id="table-cell-3a6538ee4b3852cdd3c9d0e7161d1ba7">81,00</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-02525c7d10a3c6b6e2b9b06867725c8c">
                <td id="table-cell-6d8b83e93c672fe15006c720fd98386d">14</td>
                <td id="table-cell-f036f857fcaa22f879d2210a9e63f3c1">PRW</td>
                <td id="table-cell-1b3e0de128eb49d3566a29c7231f1a10">76,44</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7c157e376f67cfa9e8bfa8a35404c7e8">
                <td id="table-cell-103484370121421392bf22871e52e9e9">15</td>
                <td id="table-cell-85304c46d66763bd55183ec0482e3e5b">RSAZ</td>
                <td id="table-cell-0336346fb7e37a90e56fed5d23da3fd5">80,89</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-456c30d463475b724ed4a18ac0a52ff9">
                <td id="table-cell-585062589af1035d94add8b7d7fe8233">16</td>
                <td id="table-cell-678471b58e7d070744a9e106efd06d3d">SG</td>
                <td id="table-cell-ff6639c6d1fc4e8d830670f6149ab74f">79,67</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a5415caf44b6a394aefa82deb17e8814">
                <td id="table-cell-6565606bc90a5cc07d1061f04c556c8e">17</td>
                <td id="table-cell-474e173f405059031a80acf84ade0daf">TQA</td>
                <td id="table-cell-556d571741033dd18377126b52897215">82,67</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9ffe8b1391acb7be5515ca7d0f37e9fd">
                <td id="table-cell-ffc7556fda92aa17617e238c3a47cea5">18</td>
                <td id="table-cell-33b14fab4f77628c389c330b4b8deb18">WAP</td>
                <td id="table-cell-c864d8bf61d972cb48309b2531429ec9">82,56</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7e5ca30b3eb08f22acd5551636b09701">
                <td id="table-cell-1c0d96f31d037d974038e426cc0aed4d">19</td>
                <td id="table-cell-f2bb9ddd2445ae6f92cfe3f27846de28">HFA</td>
                <td id="table-cell-bb738d79cb1418a1566c613cb760f908">76,00</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-63">Berdasarkan data yang dikumpulkan, total nilai siswa kelas IV SD Negeri 258/VI Rejo Sari adalah 1.485, dengan nilai tertinggi mencapai 82,67 dan nilai terendah sebesar 76,00.</p>
        <p id="_paragraph-64">Adapun interval prestasi belajar yaitu :</p>
        <p id="_paragraph-65">R = H-L</p>
        <p id="_paragraph-66">= 82,67-76,00</p>
        <p id="_paragraph-67">= 6,67</p>
        <p id="_paragraph-68">K = 4</p>
        <p id="_paragraph-69">I = R/K</p>
        <p id="_paragraph-70">= 26,68</p>
        <p id="_paragraph-71">Keterangan :</p>
        <p id="_paragraph-72">I = lebar interval</p>
        <p id="_paragraph-73">R= jarak pengukuran</p>
        <p id="_paragraph-74">K = jumlah intervalnya</p>
        <p id="_paragraph-75">H = nilai tertinggi</p>
        <p id="_paragraph-76">I = nilai terendah</p>
        <table-wrap id="table-figure-34cabefbfbe322f7fb0ef5df4710b521">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>
              <bold id="_bold-131">Distribusi</bold>
              <bold id="_bold-132">Frekuensi</bold>
              <bold id="_bold-133">Prestasi</bold>
              <bold id="_bold-134">Belajar</bold>
            </title>
            <p id="paragraph-3aef216d7eaed7a553810377328b2d93" />
          </caption>
          <table id="table-0d890863c94fc8db4d61aa2b81541e07">
            <tbody>
              <tr id="table-row-16132f97b326e499adc8c3e2bfb069cc">
                <td id="table-cell-66fbb65993d91f4a4d1340f14a90dadc">Kelas Interval</td>
                <td id="table-cell-272ccee741709bea09529ba2f2a630d2">Frekuensi</td>
                <td id="table-cell-f7c30ff73356ab523b5baca232b67a33">Prosentase</td>
                <td id="table-cell-87779f6887c2db17ff085e2dedf4f634">Kategori</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-07349cf35efbf1ccfb735402fceae37b">
                <td id="table-cell-72d275836f2d15eceb862e534e14f100">82-83</td>
                <td id="table-cell-47f9a4cf7de96d7e2b9e7e454a185b99">3</td>
                <td id="table-cell-8826726c925aa05c9cb66071d4d808d9">15,79 %</td>
                <td id="table-cell-096ef563f20cbb5b137f3bf1aa198be2">Sangat Baik</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d85fcb22896ec7127eac141d5a15e763">
                <td id="table-cell-26d3a89c598c99b08b07400e10c78114">80-81</td>
                <td id="table-cell-d504e7a8c103101197a6e86f3648ab67">4</td>
                <td id="table-cell-af6a5ea621161a0c7d09639d8a9e04f5">21,05 %</td>
                <td id="table-cell-eec5d0c7f86e55aa8fd495f055dd6dfd">Baik</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2ed61cac520394f294f4c151c1907f63">
                <td id="table-cell-6c7863c8364cbe459f4dfbe8eb747e21">78-79</td>
                <td id="table-cell-00107820275c8b1e1373a0d58f497e3c">7</td>
                <td id="table-cell-ad7a550dc96904291cfe7fb718f5be50">36,84 %</td>
                <td id="table-cell-dfa265e766142384de34a7de206af0a2">Cukup</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-682c2fbb1c695541fe7348c52232bd04">
                <td id="table-cell-8190146923be3a83cb565835f842a137">76-77</td>
                <td id="table-cell-8423762becee6c7149d37c7101af12c7">5</td>
                <td id="table-cell-7d167106eb3154518cbf2fa3e3969fe7">26,32 %</td>
                <td id="table-cell-3f94bdbfc134a6746f28237454dfc082">Kurang</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1c95dc50123dcdf5fa3407666382330e">
                <td id="table-cell-837f103841a0c908d0d1e0601be6ef35">Jumlah</td>
                <td id="table-cell-36247907493f24be55cd7228aa66d0b2">19</td>
                <td id="table-cell-22bcf0fe3bc3f4a568dfd3cfeb65577b">100%</td>
                <td id="table-cell-d4d311d0ac5f8aa6acb6c0fdb035091c" />
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-79">Sumber: Hasil Olah Data, 2025</p>
        <p id="_paragraph-80">Data tersebut bersumber dari hasil pengolahan nilai rapor siswa yang dilakukan peneliti, kemudian dihitung nilai rata-ratanya. Penentuan kelas interval dilakukan berdasarkan nilai rata-rata tertinggi, yaitu 82,67, dan nilai rata-rata terendah, yaitu 76. Kelas interval ini digunakan untuk mengetahui persentase kategori pada distribusi frekuensi prestasi belajar. Berdasarkan tabel, diketahui bahwa kategori prestasi belajar “sangat baik” dimiliki oleh 3 siswa, kategori “baik” oleh 4 siswa, kategori “cukup” oleh 7 siswa, dan kategori “kurang” oleh 5 siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kategori prestasi belajar yang paling banyak dimiliki siswa kelas IV SD Negeri 258/VI Rejo Sari adalah “cukup” dengan jumlah 7 siswa atau setara dengan 36,84%.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-64f248917f294eb0a8ef45d82d1e9858">
        <title>
          <bold id="bold-386e5f3d02b6222bff36927c1ec4795c">B. Analisis Data</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-81">Pengujian hipotesis dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 258/VI Rejo Sari. Proses analisis hipotesis dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap pendahuluan, tahap pengujian hipotesis, dan tahap analisis lanjutan.</p>
        <p id="paragraph-eb2840c9f8afb54da5388fd7582af7b7">
          <bold id="bold-578cb4eed6239ecfc76bc8f841a58b11">1. </bold>
          <bold id="bold-4f123f902063ec79c49ea4c98b80b0c4">Analisis Pendahuluan</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-82">Berdasarkan tabel 3 dan 5, dapat disimpulkan sebagai berikut:</p>
        <p id="paragraph-3c0e319df053f63028c6fb3afc088787">a.<bold id="bold-6248e4fd87819160ca06813a4e94d103"> </bold>Pola asuh orang tua siswa kelas IV SD Negeri 258/VI Rejo Sari (X) dihitung nilai rata-ratanya (mean) dari X, yaitu</p>
        <p id="_paragraph-83">Mx= ∑𝑋</p>
        <p id="_paragraph-84">𝑁</p>
        <p id="_paragraph-85">= 2197</p>
        <p id="_paragraph-86">40</p>
        <p id="_paragraph-87">= 54,92</p>
        <p id="_paragraph-88">(Y) dicari nilai rata- rata (mean) dari (Y) yaitu :</p>
        <p id="_paragraph-89">My= ∑𝑦</p>
        <p id="_paragraph-90">𝑁</p>
        <p id="_paragraph-91">=</p>
        <p id="_paragraph-92">19</p>
        <p id="_paragraph-93">= 78,15</p>
        <p id="paragraph-44c55e9635271a45d1a531b45ef310ba">
          <bold id="bold-b8bc09b3fba7bcefe147f710ef328542">2. Analisis Hipotesis</bold>
        </p>
        <table-wrap id="table-figure-84b45537baa695fa1bb7b8a8732cac96">
          <label>Table 6</label>
          <caption>
            <title>
              <bold id="_bold-141">Analisis </bold>
              <bold id="_bold-142">Korelasi</bold>
              <bold id="_bold-143"> Antara </bold>
              <bold id="_bold-144">Variabel</bold>
              <bold id="_bold-145"> X Dan Variabel Y</bold>
            </title>
            <p id="paragraph-22fd366d8e16094fa7e40fd99b0dc211" />
          </caption>
          <table id="table-b975d4d7581df8447a133ebe98d850d3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-db5cc2e507fb02742da60fad73723f07">
                <th id="table-cell-dbb75765a1f5782b3a93ff4121c96539" colspan="4">Correlations</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-7b32de2c1a91e28d1cd9110817402951">
                <th id="table-cell-57febad5d1491abe0ae54c2ef9d18845" colspan="2" />
                <th id="table-cell-cb10a0d02fba23019aac7814617ef1ce">Pola Asuh (X)</th>
                <th id="table-cell-31b69f24dac52e7f7c40d9dc6f0874f0">Prestasi Siswa (Y)</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-c473bd4db6fa40f69db156510abf5d85">
                <td id="table-cell-faf4d1550b4ee2fd38180e75cbe1a428" rowspan="3"> Pola Asuh (X) </td>
                <td id="table-cell-5cf92f43ca0341a47b8885c244bb9094"> Pearson Correlation </td>
                <td id="table-cell-0e7386033a9ba8acef8fe660564432f2"> 1 </td>
                <td id="table-cell-63c9a86acd209783621de0fe8dda1463"> ,457* </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-96dc7351c4e3bdd7cadc5eeca9dbd650">
                <td id="table-cell-c1e358b362fd93857960dfd639d6c5fe"> Sig. (2-tailed) </td>
                <td id="table-cell-187f52bf167694c179d15ff57f10e3d2" />
                <td id="table-cell-3f478230aac28e0e76eab190bfc90917"> ,049 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9f16e4d6a7664431f81cdb070b9d0264">
                <td id="table-cell-516b41863d8575c85396a73dc094a079"> N </td>
                <td id="table-cell-f17949bbe944cf8528bfa1849c1df64c"> 19 </td>
                <td id="table-cell-f4175f79dcf00110e540d1f5cbaae498"> 19 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9a59a739aaccb0574204799556bfad89">
                <td id="table-cell-d4f2cb8cddb0e2319a4a15ed65a2c50e" rowspan="3"> Prestasi Siswa (Y) </td>
                <td id="table-cell-b24b10d601435c78b8a34a72510c18dd"> Pearson Correlation </td>
                <td id="table-cell-3dd1302eb0070356a9c786f6d81eb9d6"> ,457* </td>
                <td id="table-cell-f2947ad529492da99de883c1d7c9099f"> 1 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ff593f79679f9fd940c5b1564cc11e70">
                <td id="table-cell-448e0f6646431932b50ccc909080ac22"> Sig. (2-tailed) </td>
                <td id="table-cell-999c905a8a7fb79582720e8d90e4a3b8"> ,049 </td>
                <td id="table-cell-dea21dacf0a7684d60ba8083f44a383e" />
              </tr>
              <tr id="table-row-efd6d1a24af9755d0e79406c65e45aa1">
                <td id="table-cell-f956d8562524870f74aa0cba08b2c18f"> N </td>
                <td id="table-cell-fc0aefc362125ea43090cd8062fe6892"> 19 </td>
                <td id="table-cell-30f4b28c8de289dfc8e8c26db20db68b"> 19 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c86d703898cb9a76d259a639aec3d744">
                <td id="table-cell-0ff9e62af73cc0763a90dbe7f01b05ac" colspan="4"> *. Correlation is significant at the 0.05 level   (2-tailed). </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-96">Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,457 dengan nilai signifikansi 0,049. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari taraf kesalahan 5% (0,05), maka keputusan uji adalah menolak H0 dan menerima H1. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan secara statistik antara pola asuh orang tua dan prestasi belajar siswa SD 258/VI Rejo Sari. Nilai koefisien 0,457 mengindikasikan kekuatan hubungan berada pada kategori sedang, sehingga dapat diartikan bahwa semakin baik pola asuh yang diterapkan oleh orang tua, semakin tinggi pula prestasi belajar yang dicapai siswa.</p>
        <p id="paragraph-642d25aa378ef82db9deb48c57595819">
          <bold id="bold-1f84f34f5f2170d4f3672fd6c803b021">3. Uji Lanjut</bold>
        </p>
        <p id="paragraph-80760f19d9aaacfa6f24145a01418da3">Analisis regresi (uji t)</p>
        <table-wrap id="_table-figure-7">
          <label>Table 7</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-98" />
          </caption>
          <table id="_table-7">
            <tbody>
              <tr id="table-row-94a667ca4c0bdff994916723bdf228f9">
                <th id="table-cell-f43d7897ac891539a8163c3af10b340a" colspan="4">Variables Entered/Removeda</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-3f9c0b2dc410b3660fdb6db1db63d5c4">
                <th id="table-cell-8dcbe527805b091ba7aca5064b7e62a4">Model</th>
                <th id="table-cell-5ec4b45c905d7cf35b56094c054ce0b2">Variables Entered</th>
                <th id="table-cell-6b6ee91f4e52744b482bcfb7561e6578">Variables Removed</th>
                <th id="table-cell-c9768c4d84312f95f167bf74ddb91612">Method</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-1c0f25a5c97306847ff28f64c5b87abe">
                <td id="table-cell-ae8bd89bcd442f9d68cbb53bc3e54f93">1</td>
                <td id="table-cell-e00315aedcaa639a7daedf2623b1e4c0">Pola Asuh (X)b</td>
                <td id="table-cell-7e8800f32260dfe46b36a1cc4f97c2a0">.</td>
                <td id="table-cell-f8a997d5f0b1d6ff78a1831fe1391c21">Enter</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-25381e3a9a19752ad2f15ebc69e1e76a">
                <td id="table-cell-f6202912267fd3998576e944656cc585" colspan="4">a. Dependent Variable: Prestasi Siswa (Y)</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5deb46bda2c59ea2fd1750a868a64466">
                <td id="table-cell-146a8d7e7acc55bd39058cf053cb5c4e" colspan="4">b. All requested variables entered.</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <table-wrap id="_table-figure-8">
          <label>Table 8</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-99" />
          </caption>
          <table id="_table-8">
            <tbody>
              <tr id="table-row-80a4a4ea2ffb80c4c397f619260125d4">
                <th id="table-cell-0fd1b63e7e90157c63bd1b5a919cd894" colspan="5">Model Summaryb</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-385c6f951def3dea30c106f397cbb4b9">
                <th id="table-cell-93c35501f468263b408913610199cfa0">Model</th>
                <th id="table-cell-29a042641c3b2c7319015266e9f49813">R</th>
                <th id="table-cell-68310cb67de9096f07ab2d60b6701740">R Square</th>
                <th id="table-cell-312c3843efdde933c7ea90f6063d1b4c">Adjusted R Square</th>
                <th id="table-cell-e0a08e6113f2ee4ffccaac98a3f67ba1">Std. Error of the Estimate</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-1e9fc2d3e6404c055d986f52ae012571">
                <td id="table-cell-1a6ad3786a71e2f6c00afeb85c063f4a">1</td>
                <td id="table-cell-8d7587e7387b7bbc0db745f52f0a60c4">,516a</td>
                <td id="table-cell-019c224f53116293da6713c7882e68ec">,266</td>
                <td id="table-cell-fa7bd1c8334f212ac68cfe489513c23f">,223</td>
                <td id="table-cell-e58364da655bcfacd983783d08e27271">1,93639</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-601660e6953d01c262419d9545d63de0">
                <td id="table-cell-a0ec83c27e6daaeadb56d4022d47c446" colspan="5">a. Predictors: (Constant), Pola Asuh (X)</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c1bf865aace87e7c394d0a78eeb5af97">
                <td id="table-cell-c120bd9fe0a632f5566053121874bdd1" colspan="5">b. Dependent Variable: Prestasi Siswa (Y)</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-100">Berdasarkan output Model Summary, diperoleh nilai R sebesar 0,516 yang menunjukkan adanya hubungan positif sedang antara variabel pola asuh (X) dan prestasi siswa (Y). Nilai R Square sebesar 0,266 berarti bahwa sebesar 26,6% variasi atau perubahan pada prestasi siswa dapat dijelaskan oleh pola asuh, sedangkan sisanya 73,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,223 menunjukkan penyesuaian proporsi varian yang dijelaskan setelah memperhitungkan jumlah variabel prediktor dalam model, sedangkan nilai Std. Error of the Estimate sebesar 1,93639 menunjukkan besarnya kesalahan prediksi rata-rata dari model regresi yang digunakan.</p>
        <table-wrap id="table-figure-ac3a74f03e857994eb6d9a1c98d56609">
          <label>Table 9</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-966ccc19cacdb662ce5f9e74447ba0bb" />
          </caption>
          <table id="table-5b41e7e4b2be6e175dc65805bdef7a9f">
            <tbody>
              <tr id="table-row-ce1851a0c9970c5bb87073d86c5b78fb">
                <th id="table-cell-6201b968016af89eb12b01e57aa2f131" colspan="6"> Coefficientsa </th>
                <td id="table-cell-2952d2f91d2ab7e0edc6e6d8bf63e8b3" />
              </tr>
              <tr id="table-row-dca563ba35b69a624f9ba62128d0b5f0">
                <th id="table-cell-fff2372f6fb1a3268ecbb1c0dea6535b" rowspan="2"> Model </th>
                <th id="table-cell-ef518a9d1620eff544db098f1a8257f8" colspan="2"> Unstandardized Coefficients </th>
                <th id="table-cell-4aabbe38fc4d03b29705cede60fc6b90"> Standardized Coefficients </th>
                <th id="table-cell-31a5b4110f9482756dc0f999a8f9126c" />
                <th id="table-cell-f1ba2f92c415452613921180612e6173" />
                <td id="table-cell-dd6d54422fc63c87ac230386c5f96333" />
              </tr>
              <tr id="table-row-00ca4efa51c5aed3bc8baa76042aa396">
                <th id="table-cell-d75dc421b7a8cf53c26da69cbadb0a05"> B </th>
                <th id="table-cell-875e0ca0df6105b542a6c40f2249bcc6"> Std. Error </th>
                <th id="table-cell-36f6c39ecdf32faac95777972be0ed77"> Beta </th>
                <th id="table-cell-c9586915943ff331a65cf610b384cb03">t	
	
</th>
                <th id="table-cell-5e80c39966ea18d9639b456433065616">Sig.</th>
                <td id="table-cell-b1fefdad0137018f588f34ff8d1e4878" />
              </tr>
              <tr id="table-row-093ff4a35c41608bda4cb3929b27c91f">
                <td id="table-cell-c23f7868d854822b8b3f596d8d91ee9b" rowspan="2"> 1 </td>
                <td id="table-cell-6ec33078180794b14b5e7815a70dba31"> (Constant) </td>
                <td id="table-cell-09724de3453503c47fb50267d7b5591c"> 73,247 </td>
                <td id="table-cell-c72582536fd822d7d1bbb29540c9354f"> 2,324 </td>
                <td id="table-cell-99dc22366c30bcf328baff00ffb14b4e" />
                <td id="table-cell-f1ca8623c45888e23e35f718d5814fe7"> 31,511 </td>
                <td id="table-cell-372ccbe6231e1d0639b951c54f60390b"> ,000 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a07083475a7746b45f000028facfa530">
                <td id="table-cell-625b2a4990de46ed2f4ade74d0b92b07"> Pola Asuh (X) </td>
                <td id="table-cell-d3977a30f08d4265ddd9388ad71aa62b"> ,049 </td>
                <td id="table-cell-459c1d1a998657dd1116665eb86f162c"> ,020 </td>
                <td id="table-cell-003a41ed6bd4136649c08335adce1c9c"> ,516 </td>
                <td id="table-cell-d0a0963c24cc6b9d03b32dc772fa7582"> 2,483 </td>
                <td id="table-cell-ad11f22a1f774ed5ed43a076351e5ef7"> ,024 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e67e9d5f1ca883c19954c9f48b0a10e8">
                <td id="table-cell-4f7d80e2c85ff56283ae522cd56b72c9" colspan="7"> a. Dependent Variable: Prestasi Siswa (Y) </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-102">Berdasarkan hasil analisis pada tabel Coefficients, diperoleh persamaan regresi linear sederhana sebagai berikut:</p>
        <fig id="figure-panel-f9b40d73b5ed1813991f41505e8638e0">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-0a0fbebe6dce2d03ebcb8f2cdcd8a808" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-b45c6241899b9a9507e5fcb49c65357b" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2025-08-27 075143.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-103">Nilai konstanta sebesar 73,247 menunjukkan bahwa jika nilai pola asuh (X) adalah 0, maka prestasi siswa (Y) diprediksi berada pada angka 73,247. Koefisien regresi variabel pola asuh sebesar 0,049 berarti setiap peningkatan satu satuan skor pola asuh akan meningkatkan prestasi siswa sebesar 0,049 satuan, dengan arah hubungan positif.</p>
        <p id="_paragraph-104">Nilai t hitung sebesar 2,483 dengan nilai signifikansi 0,024 (&lt; 0,05) menunjukkan bahwa pola asuh berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi siswa. Koefisien Beta terstandarisasi sebesar 0,516 mengindikasikan bahwa kontribusi pola asuh terhadap prestasi siswa berada pada kategori sedang hingga kuat. Dengan demikian, semakin baik pola asuh yang diterapkan oleh orang tua, semakin tinggi pula prestasi belajar siswa.</p>
        <table-wrap id="table-figure-1e32585ad3db1ffd51cf742beb81db40">
          <label>Table 10</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-5e35ee53e7230d67c343ce95927f8725" />
          </caption>
          <table id="table-8ef042fbabbd417a6f263f6cfd705a3a">
            <tbody>
              <tr id="table-row-f5b211090c78d6963f749b2f219d303a">
                <td id="table-cell-4db48dd5b327526b299ce1e4e109aebd" colspan="6">Residuals Statisticsa</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-065054a7bc0750d3f47cff4610cad84b">
                <td id="table-cell-1044d2bd3d5f2d30af6643103b56ba5f" />
                <td id="table-cell-7ac7e4e73a71fe89b0c2f5e8e462bcc2">Minimum</td>
                <td id="table-cell-865d0a26410e1efde4ecc3e535e18673">Maximum</td>
                <td id="table-cell-206faf298ec1c1f0ede9da9833ed56cb">Mean</td>
                <td id="table-cell-374ae668d51a2e2f243b64574db59ccd">Std. Deviation</td>
                <td id="table-cell-a822a0add992d524933662a097682122">N</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4c15c7d6e0e1c35048eb53e7df8dbc68">
                <td id="table-cell-b733cea101ebf89948d407aa0af28d80">Predicted Value</td>
                <td id="table-cell-7dd00ce1c0a18f28a8488c50710046bb">76,2849</td>
                <td id="table-cell-968c78b3892530c4dd1f1e2c25025153">80,3516</td>
                <td id="table-cell-6630059b7564dabadaae227bff3434eb">78,9126</td>
                <td id="table-cell-62882085a16cabf10b9a10bec0a2ab07">1,13332</td>
                <td id="table-cell-fd24de061e8e6e1f023e0654cdc742a6">19</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-02302ba6098ac66311cd6a82004b5c65">
                <td id="table-cell-1a36ae43a6392ae2b3c29103386ac966">Residual</td>
                <td id="table-cell-347fb020a3a3ea97dddca9867d067916">-3,46159</td>
                <td id="table-cell-79b854594357fe8a9612440797e24186">2,90637</td>
                <td id="table-cell-479b0abf387e69e063104fba05e2a97a">,00000</td>
                <td id="table-cell-e76bc2714c03a94c546e8e633efdd840">1,88183</td>
                <td id="table-cell-bcadf08eae1e26274c642a75e1d7f192">19</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-59bbbf26498c575ba8cdfbf3e2241992">
                <td id="table-cell-a623fca09373a27b958915b1a6ca2234">Std. Predicted Value</td>
                <td id="table-cell-e4e0932d9cb6821b4de3443c02918fd3">-2,319</td>
                <td id="table-cell-4b21260b5c78fee084e7b9884689182f">1,270</td>
                <td id="table-cell-09d2192469d3512f5ae8433fc8804755">,000</td>
                <td id="table-cell-ee705f64cc9d889d379b8df57f32fdeb">1,000</td>
                <td id="table-cell-7e50da78afdc17a785d47b1267772a1a">19</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-04f72de5952e57e6ccf29346bf1ad255">
                <td id="table-cell-e08fd6f15a84d8f0d0696c69e39afd32">Std. Residual</td>
                <td id="table-cell-af12fb7653a7e59277a1a78940ac5c2e">-1,788</td>
                <td id="table-cell-f5ae19a8f6d2f18f66e6a25d3f7922ab">1,501</td>
                <td id="table-cell-a8f81c0ff93e229867d279a859ad4f34">,000</td>
                <td id="table-cell-6c21625ce95bf4152b1006d9a17c9a18">,972</td>
                <td id="table-cell-c425e18773ac518d0b3b44bcf01d69e4">19</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1d1aede5bd4b187328077e480c88c1c0">
                <td id="table-cell-9aa154a1f2a817ada66503ec9b47f4cb" colspan="6">a. Dependent Variable: Prestasi Siswa (Y)</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-106">Berdasarkan tabel Residuals Statistics, nilai Predicted Value (nilai prediksi prestasi siswa berdasarkan model regresi) berkisar antara 76,2849 hingga 80,3516, dengan rata-rata sebesar 78,9126 dan standar deviasi 1,13332. Nilai Residual (selisih antara nilai aktual dan nilai prediksi) berada pada rentang -3,46159 hingga 2,90637, dengan rata-rata 0,00000 dan standar deviasi 1,88183. Rata-rata residual yang mendekati nol menunjukkan bahwa model regresi tidak memiliki bias sistematis dalam memprediksi nilai. Nilai Std. Predicted Value berkisar dari -2,319 hingga 1,270 dan Std. Residual dari -1,788 hingga 1,501, yang keduanya berada dalam rentang wajar (sekitar ±3), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat outlier ekstrem pada model ini.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-a249db7b617a3a7b3373fe48718c2447">
        <title>
          <bold id="bold-38189617c31521225721b27ea92028d6">C. Pembahasan</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-107">Pada Bab IV ini, hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri 258/VI Rejo Sari. Data yang diperoleh melalui angket menunjukkan bahwa mayoritas pola asuh yang diterapkan berada dalam kategori tinggi, dengan skor rata-rata sebesar 54,92. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua secara umum memberikan perhatian, pengawasan, dan dukungan yang cukup kepada anak-anaknya dalam proses belajar. Sementara itu, data prestasi belajar siswa berdasarkan nilai rata-rata ulangan akhir semester menunjukkan mayoritas siswa berada pada kategori cukup dengan rata-rata nilai 78,15.</p>
        <p id="_paragraph-108">Analisis korelasi Pearson memperlihatkan nilai koefisien 0,457 dengan signifikansi 0,049, yang menandakan bahwa semakin baik pola asuh orang tua, semakin tinggi prestasi belajar yang dicapai siswa. Selanjutnya, analisis regresi linear menunjukkan bahwa pola asuh berkontribusi sebesar 26,6% terhadap variasi prestasi belajar siswa, dengan persamaan regresi Y = 73,247 + 0,049X. Hal ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pola asuh akan berpengaruh positif pada peningkatan prestasi belajar siswa.</p>
        <p id="_paragraph-109">Namun, meskipun pola asuh memberikan kontribusi signifikan, terdapat sekitar 73,4% variasi prestasi belajar yang dipengaruhi oleh faktor lain. Faktor-faktor tersebut dapat mencakup kemampuan awal akademik siswa, kualitas guru dan metode pembelajaran yang diterapkan, lingkungan belajar di sekolah, motivasi intrinsik siswa, serta dukungan teman sebaya. Oleh karena itu, pola asuh merupakan salah satu faktor penting, tetapi bukan satu-satunya penentu prestasi belajar. Analisis kritis ini menekankan perlunya pendekatan holistik dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, dengan memperhatikan interaksi berbagai faktor baik di rumah maupun di sekolah.</p>
        <p id="_paragraph-110">Temuan ini sejalan dengan teori Santrock (2011) yang menekankan peran pola asuh orang tua dalam membentuk motivasi, sikap, dan perilaku belajar anak. Nilai korelasi 0,457 menunjukkan adanya hubungan moderat yang mendukung konsep Santrock bahwa dukungan emosional dan pengawasan orang tua berperan dalam meningkatkan kesiapan dan fokus belajar anak. Selanjutnya, teori Slavin (2012) menekankan bahwa pola asuh yang suportif dan komunikatif menciptakan lingkungan belajar yang kondusif; hal ini sejalan dengan temuan bahwa siswa dengan orang tua yang memberikan perhatian dan bimbingan cenderung memiliki prestasi lebih baik. Selain itu, teori sosial kognitif Bandura menekankan pentingnya orang tua sebagai model dan pemberi penguatan positif. Kontribusi pola asuh sebesar 26,6% terhadap variasi prestasi belajar menunjukkan bahwa pola asuh tidak hanya memengaruhi aspek emosional dan sosial anak, tetapi juga berdampak langsung terhadap prestasi akademik, menguatkan posisi orang tua sebagai agen penting dalam keberhasilan belajar siswa. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan orang tua melalui pola asuh yang baik menjadi faktor signifikan dalam mendukung prestasi belajar di sekolah dasar, sekaligus memberikan bukti empiris yang menghubungkan teori pembelajaran dengan data nyata di lapangan.</p>
        <p id="_paragraph-111">Penelitian ini memiliki beberapa implikasi praktis. Bagi orang tua, disarankan untuk terus menerapkan pola asuh yang suportif, komunikatif, dan konsisten dalam mendampingi proses belajar anak, sehingga motivasi dan kemandirian belajar anak dapat meningkat. Bagi guru, penting untuk membangun kerja sama yang baik dengan orang tua, memberikan informasi mengenai perkembangan belajar siswa, serta mendorong keterlibatan orang tua dalam kegiatan belajar di rumah. Sementara itu, sekolah disarankan untuk menyelenggarakan program pembinaan orang tua atau workshop parenting guna meningkatkan kualitas pola asuh yang mendukung prestasi akademik siswa. Selain itu, bagi peneliti selanjutnya, dianjurkan untuk meneliti faktor-faktor lain yang turut memengaruhi prestasi belajar, seperti lingkungan sekolah, metode pembelajaran, maupun motivasi belajar siswa, agar hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menegaskan pentingnya peran pola asuh orang tua, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi semua pihak yang terlibat dalam proses belajar-mengajar di tingkat sekolah dasar.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-8aa8b7bcc27b6849158b8ead470fd501">
      <title>I<bold id="bold-e22b6bb19d9e1fca4ec2fbf84382d6bf">V. </bold><bold id="bold-39736c4e67ab2af4b156e29205b1e3f4">Kesimpulan</bold></title>
      <p id="_paragraph-112">Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri 258/VI Rejo Sari. Pola asuh orang tua yang baik berkontribusi secara nyata terhadap prestasi belajar siswa, dengan koefisien determinasi 26,6%, yang berarti sekitar seperempat variasi prestasi belajar siswa dapat dijelaskan oleh pola asuh yang diterapkan . Selain itu, penelitian ini memberikan <bold id="_bold-146">nilai </bold><bold id="_bold-147">tambah</bold><bold id="_bold-148">(novelty)</bold> dibandingkan studi sebelumnya karena menekankan interpretasi praktis kontribusi pola asuh terhadap prestasi belajar, sekaligus menyajikan rekomendasi strategis bagi kolaborasi orang tua–guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Temuan ini juga menyoroti kontribusi spesifik pola asuh (26,6%) dalam konteks sekolah dasar, yang belum banyak dibahas secara kuantitatif dalam penelitian terdahulu. Selain pola asuh, prestasi belajar siswa juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti motivasi belajar, metode pengajaran guru, dukungan teman sebaya, kondisi lingkungan belajar, dan kemampuan awal siswa. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya meneliti satu sekolah dan menggunakan data dari angket serta nilai ulangan akhir semester, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan lebih banyak sekolah dan mempertimbangkan variabel tambahan agar temuan yang diperoleh dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi prestasi belajar siswa</p>
      <p id="paragraph-8cb3ac6d7431928debc77eb9fb27f011">
        <bold id="bold-0a32fbebc047ec3e1ba53b28c0e1fb9a">UCAPAN TERIMA KASIH</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-113">Penulis menyampaikan apresiasi kepada pimpinan sekolah serta guru siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri 258/VI Rejo Sari, atas izin dan kolaborasi yang diberikan selama proses pengumpulan data. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua siswa kelas IV yang telah berkontribusi dalam kegiatan penelitian ini.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>