<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title />
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-7066c10172d8e69c8146d7903716cb52" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Rahma</surname>
            <given-names>Anita Rizkia</given-names>
          </name>
          <email>anita@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-00afe19d3d3be979f7c3ee59fc26a628" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Phahlevy</surname>
            <given-names>Rifqi Ridlo</given-names>
          </name>
          <email>qq_levy@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-24">
          <day>24</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-c2d3cd7d467de293a22f1a2830427241">
      <title>
        <bold id="_bold-1">Pendahuluan </bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-4">Di era digital saat ini, generasi muda dituntut untuk menjadi agen perubahan yang memiliki visi ke depan. Sebagai generasi penerus bangsa, generasi digital diharapkan mampu mengemban tanggung jawab besar dalam membangun masa depan Indonesia. Namun, harapan tersebut kerap terganjal oleh krisis moral yang semakin mengkhawatirkan. Berbagai perilaku negatif yang dilakukan oleh pelajar, seperti menonton tayangan tidak pantas, menyontek, melakukan perundungan, hingga menyebarkan konten menyimpang di media sosial, menjadi indikasi merosotnya karakter dan akhlak generasi muda [1].</p>
      <p id="_paragraph-5">Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat di era yang terus berubah ini menuntut inovasi dan adaptasi yang berkelanjutan dari umat manusia. Modernisasi mendorong manusia untuk selalu mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.. Di sisi lain, tekanan sosial yang muncul sebagai dampak modernisasi memunculkan berbagai tuntutan hidup yang kompleks. Pendidikan tinggi, kepemilikan barang mewah, dan status sosial menjadi tolok ukur keberhasilan. Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan ini dapat menimbulkan gangguan psikologis [2].</p>
      <p id="_paragraph-6">Generasi muda memiliki akses tak terbatas terhadap pengetahuan, baik positif maupun negatif, berkat teknologi informasi yang berkembang pesat. Minimnya literasi digital serta kurangnya pemahaman dalam menyaring informasi dapat menimbulkan dampak negatif terhadap perilaku mereka. Di tengah kemajuan teknologi dan budaya modern, kemerosotan moral pelajar semakin terlihat jelas. Fenomena ini menuntut adanya intervensi pendidikan karakter yang mampu mengarahkan generasi muda agar tetap memiliki jati diri dan nilai-nilai luhur bangsa.</p>
      <p id="_paragraph-7">Perubahan global turut memengaruhi dunia pendidikan. Teknologi informasi yang tidak digunakan secara bijak dapat menjadi sumber penyimpangan perilaku pelajar. Untuk merespons tantangan ini, lahirlah konsep <italic id="_italic-1">Profil Pelajar Pancasila</italic> yang menjadi representasi cita-cita bangsa untuk membentuk generasi yang mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan yang majemuk. Hal ini sejalan dengan Rencana Strategis Kemendikbud 2020–2024 sebagaimana tertuang dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020, yang menekankan pentingnya mewujudkan profil pelajar Pancasila sebagai cerminan pelajar ideal Indonesia [3].</p>
      <p id="_paragraph-8">Dengan mengacu pada nilai-nilai budaya lokal dan Pancasila, diharapkan masyarakat Indonesia dapat menjadi warga global yang menghargai keberagaman tanpa kehilangan identitas nasional. Peserta didik didorong untuk belajar secara mandiri sekaligus menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari.</p>
      <p id="_paragraph-9">Pendidikan karakter berbasis Pancasila dan Islam <italic id="_italic-2">rahmatan lil alamin</italic> menjadi fondasi penting dalam dunia pendidikan, khususnya di madrasah. Konsep ini menjadi pendekatan strategis dalam menjaga keberagaman Indonesia tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya yang telah tertanam. Di tengah masyarakat yang plural, Islam moderat perlu terus digaungkan agar terwujud kehidupan yang damai dan harmonis[4]. Nilai-nilai luhur dalam Pancasila seperti gotong royong, keadilan, dan toleransi menjadi pondasi utama dalam membangun bangsa. Dalam menghadapi tantangan era digital dan implementasi profil pelajar Pancasila, pendidikan agama dan pendidikan karakter memegang peranan penting dalam membentuk perilaku generasi muda. Pendidikan nasional melalui pendekatan profil pelajar Pancasila bertujuan membentuk peserta didik yang tidak hanya memahami Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga mampu menghayatinya sebagai panduan hidup. Nilai-nilai dalam profil ini bersifat universal dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia [5].</p>
      <p id="_paragraph-10">Idealnya, kedua program ini mampu menciptakan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, semangat kolaborasi, kemandirian, serta kesadaran spiritual dan sosial yang tinggi. Namun, berdasarkan observasi awal di sejumlah Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Bulukumba, masih ditemukan permasalahan seperti kurangnya kedisiplinan, rendahnya penghargaan terhadap perbedaan, dan lemahnya kerja sama antarsiswa. Guru juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan proyek belum memberikan dampak signifikan terhadap karakter siswa [6].</p>
      <p id="_paragraph-11">Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penerapan proyek profil pelajar Pancasila berdampak positif apabila dilaksanakan secara konsisten dan melibatkan semua pihak. Misalnya, studi oleh Putri dan Handayani menunjukkan bahwa program P5 mampu meningkatkan kerja sama dan tanggung jawab siswa jika ditunjang oleh perencanaan yang baik dan keterlibatan aktif guru serta orang tua [7]. Begitu pula, penelitian Ramli membuktikan bahwa nilai-nilai <italic id="_italic-3">rahmatan lil alamin</italic> berkontribusi dalam membentuk sikap toleran dan kasih sayang di madrasah [8].</p>
      <p id="_paragraph-12">Dengan latar belakang tersebut, penting dilakukan penelitian yang mendalam mengenai pengaruh penerapan <italic id="_italic-4">Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila</italic> dan <italic id="_italic-5">Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin</italic> terhadap pembentukan karakter peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat praktik pendidikan karakter yang berbasis pada nilai Pancasila dan ajaran Islam moderat yang relevan secara lokal maupun nasional.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-e00e55a309b7a0d519284fcca837f1f9">
      <title>
        <bold id="_bold-2">Metode </bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-14">Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional, yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5P2RA) terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah wilayah Kabupaten Bulukumba, dengan alasan kemudahan akses oleh peneliti. Pendekatan kuantitatif dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian yang mengutamakan analisis data berbasis angka dan pengujian statistik, khususnya menggunakan teknik korelasi dan regresi linier sederhana melalui bantuan SPSS 25.</p>
      <p id="_paragraph-15">Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Bulukumba yang berjumlah 283 orang dari 20 madrasah. Sampel ditentukan menggunakan teknik <italic id="_italic-6">Simple Random Sampling</italic> dengan rumus Slovin pada taraf kesalahan 5%, sehingga diperoleh sebanyak 165 responden. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan angket tertutup yang diberikan kepada orang tua siswa, untuk mengukur persepsi mereka terhadap implementasi P5P2RA dan karakter anak.</p>
      <p id="_paragraph-16">Instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Hasil uji validitas menunjukkan semua item pada kedua variabel dinyatakan valid (r hitung &gt; r tabel), dan reliabilitasnya tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha 0,898 untuk variabel X dan 0,768 untuk variabel Y, yang berarti kedua instrumen handal. Data dianalisis dengan regresi linier sederhana untuk melihat pengaruh langsung variabel X terhadap Y, setelah terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan homogenitas sebagai prasyarat analisis inferensial.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-631df439184fe51dd4ac8e177b4e2579">
      <title>
        <bold id="bold-f811f2a35135c7cb7fd7a3822a75ecc2">Hasil </bold>
        <bold id="_bold-5">dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-6f0d8ba359e9c0173888446ed0dbedd7">
        <title>
          <bold id="bold-1ea2cebfc0d84f7e39717c30a294a181">A. Hasil</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-19">
          <bold id="bold-712e17b0df2d67f941d3d1b379dfae4d">1. Penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-20">Data olahan untuk analisis deskriptif meliputi skor maksimum dan minimum, persentase data, skor rata-rata, simpangan baku, dan variasi terkait implementasi Profil Siswa Rahmatan Lil Alamin dan Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila. Tujuan analisis ini adalah untuk memberikan gambaran umum tentang bagaimana Profil Siswa Rahmatan Lil Alamin dan Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila diimplementasikan..</p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Analisis Deskriptif penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin.</title>
            <p id="_paragraph-22" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-fb397cb72cca810756415d5e7cdb9152">
                <th id="table-cell-f2b7d2a84bffd5985dbcc248baf23f33">Statistik Deskriptif</th>
                <th id="table-cell-5e28178c15a5807e7cb6a150fb3170ea">Nilai</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-c0db24a93e33f0a6252597310aaffe24">
                <td id="table-cell-98337ff2e27528a9c65fcb3abb8011ad">Jumlah Sampel</td>
                <td id="table-cell-b73353c6b495d1d346661700e022dc20">165</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a71e5baa5032ebb3ff6b08343455680a">
                <td id="table-cell-26f9af19f744af24dc9218171b2f4e31">Skor Maksimum</td>
                <td id="table-cell-71de027c8b01c431de552c119aaba551">105</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6b313f5365a4591ab1dee56e79b4b55b">
                <td id="table-cell-7d6beb67baa090f49f4222a12930b7b3">Skor Minimum</td>
                <td id="table-cell-1d22bb0d612ac842c3772f870fcfd077">76</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e673fe146cc3d71850bb9100ceb92bcd">
                <td id="table-cell-99845a4df1271b9c53cda14649cc4039">Rata-Rata (Mean)</td>
                <td id="table-cell-287cad98a812c23fe5ccf040bdb85af0">94,7939</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-905594e10859d1d4fd67999a36777a55">
                <td id="table-cell-9dceaf7c73ffeb1bb57a90f41993eef3">Standar Deviasi</td>
                <td id="table-cell-edf67c1bca9cd9ad9dfb8f9dabfb4772">6,71774</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cecf4f651af1db65fb1835965d15a07e">
                <td id="table-cell-18c2ee7fb62f457dfe9ca208c80e4d5d">Range</td>
                <td id="table-cell-059a57ddc1ea65a90a7eed5d8237dd81">29</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f6a82956817bfb941fac81ef53d6fe47">
                <td id="table-cell-92483b8ffe1983057705ddd2ef83d0a9">Variasi</td>
                <td id="table-cell-cc324a0ba72101fe8ac442820d33fd26">45</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-23">Berdasarkan tabel di atas, hasil penelitian yang diperoleh dari 165 mahasiswa menunjukkan nilai maksimum 105 dan nilai minimum 76 dengan nilai rata-rata 94,7939, simpangan baku 6,71774, rentang 29 dan variasi 45. Selanjutnya, kategorisasi pelaksanaan Proyek Pemantapan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin disajikan dalam tabel berikut:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Kategorisasi penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin</title>
            <p id="_paragraph-25" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-5f135c069b64d36c5ab0411e10bf0657">
                <th id="table-cell-019f64722b4216e5d53bea2fc3191e51">No.</th>
                <th id="table-cell-b86ad53425f88afbbef95a63d2152faa">Kategori</th>
                <th id="table-cell-b2ae7087e6077e3f24a9a68e8ea992db">Kriteria</th>
                <th id="table-cell-57762544a9c804d055973a1bab6bbb38">Frekuensi</th>
                <th id="table-cell-d30d7fd504ae2d7dbc58c5acd6831522">Persentase (%)</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-899a82d7624e2e4c81f6d2a3829e2393">
                <td id="table-cell-2566985ec49a596a083fee873d2d4f04">1</td>
                <td id="table-cell-1d29d5f15c89e22370e83d5a176452b2">Rendah</td>
                <td id="table-cell-3b61110a39a520472fecddd20b060e5b">X &lt; 88</td>
                <td id="table-cell-51c396928111fe6cffd5473d05293649">29</td>
                <td id="table-cell-5a87a6238f6d537cb6445a33d1752233">17,58 %</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-874f74f854e30ffa9aa1e4c4028f2a9b">
                <td id="table-cell-5a26faaf6f32fb90d9c12d9be00fa551">2</td>
                <td id="table-cell-47729a11caacffbaa89e243300682cfa">Sedang</td>
                <td id="table-cell-5cfdd653cbf59e55c3dcc42655732709">88≤ X &lt; 101</td>
                <td id="table-cell-776ef05b121d1d5e569ebdbd636b31f7">106</td>
                <td id="table-cell-f0ff5c20d18ffb652af3bb9da32c694b">64,24%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7faf514fa035b63cd37c2e1bb406c147">
                <td id="table-cell-a1ac05cb300df16cb0077c7e643dd71d">3</td>
                <td id="table-cell-88506e31d41e604628d0995d97d0d546">Tinggi</td>
                <td id="table-cell-8c5ab935e2c9f16b3aa41a2e621bbc3b">102≤ X &lt; X</td>
                <td id="table-cell-e827f99487f7720e4fb0bc11dad86ab4">30</td>
                <td id="table-cell-af3beda9b7d03ec8de2f2a5287249cad">18,18%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c089e6ed9d94204cf87d8e4bcabb8780">
                <td id="table-cell-af2dc3d3c0b2e18438dcece9b90e76b1" colspan="3">Jumlah</td>
                <td id="table-cell-38ae4f90c9dcda1d3c1e8c6e2c7ac301">165</td>
                <td id="table-cell-6ca3570addf602d535cb6fe4938e83f7">100%</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-26">Sebanyak 29 responden, dengan persentase 17,58%, berada dalam kategori rendah, 106 responden, dengan persentase 64,24%, dan 30 responden, dengan persentase 18,18%, berada dalam kategori sedang, berdasarkan data pada tabel yang diperoleh dari hasil penelitian. Profil Siswa Rahmatan Lil Alamin dan Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila terlaksana dalam kategori sedang (64,24%), berdasarkan nilai yang diperoleh.</p>
        <p id="_paragraph-27">
          <bold id="bold-0bb8048d0cac5212fe8527ceb3aac0ee">2. Pembentukan Karakter Peserta Didik Kelas IV di KKMI Wilayah I Kabuapten Bulukumba.</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-28">Aspek-aspek pengembangan karakter anak kelas empat di KKMI Wilayah I Kabupaten Bulukumba, seperti nilai maksimum dan minimum, persentase data, nilai rata-rata, simpangan baku, dan variasi, dicakup oleh data olahan dalam analisis deskriptif. Tujuan analisis ini adalah untuk memberikan gambaran umum tentang bagaimana Profil Siswa Rahmatan Lil Alamin dan Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila dilaksanakan.</p>
        <p id="_paragraph-29">
          <bold id="_bold-32">Tabel </bold>
          <bold id="_bold-33">1</bold>
          <bold id="_bold-34">.3 Analisis Deskriptif Pembentukan Karakter Peserta Didik </bold>
        </p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <p id="_paragraph-30" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-ec235591a9c406092c5ec94c68e3e730">
                <th id="table-cell-9a6a741c9a3e6cf4f0faa3e705d4af6d">Statistik Deskriptif</th>
                <th id="table-cell-2ae2172d67556d17e21775225c435d9a">Nilai</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-95ddb5df736867f4230178e803899b4b">
                <td id="table-cell-b9e4f4e406199cf39f3117706030bff2">Jumlah Sampel</td>
                <td id="table-cell-e76d2acfb39b60ce2c214431c853450d">165</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-fce2981f46639ae77a89d66d441449fe">
                <td id="table-cell-947d2087b95e383b08c8cf32e6cb6dcf">Skor Maksimum</td>
                <td id="table-cell-4261af0701c94ee1b9281eabdd36d048">60</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ed43df94169ffd5ebb32e6b3b623db63">
                <td id="table-cell-a0fc067f64876830debe42e620784c6e">Skor Minimum</td>
                <td id="table-cell-89758fed80ee17921e49427acf2a66ef">45</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6dffb643216cd0f5af2b9243353e3143">
                <td id="table-cell-ec1cf94b7d2229dfffd2a57600a1c72e">Rata-Rata (Mean)</td>
                <td id="table-cell-f1f70ffb986cf439e64434bbcace6638">53,8242</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-62df3064bb60986e8d97abba5c528d6b">
                <td id="table-cell-29692f839be5f6e4857afea848c54b60">Standar Deviasi</td>
                <td id="table-cell-a77013fb0aed332c0d7e2d5bec14d1c9">3,66585</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b239cf24459b87e8fb4068f6205680ff">
                <td id="table-cell-363162e72092df5aa5e9632e12e663d4">Range</td>
                <td id="table-cell-ffe41a62101d16ea216ddf1e9abbad40">15</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-82b4d347136f5ad6cfcfea47d32bfeec">
                <td id="table-cell-2a346d5dad29361ed7f9ede9fa34241a">Variasi</td>
                <td id="table-cell-cfbae2fd7c2cbe07becc9aa94de1bde7">13,438</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-31">Dengan skor rata-rata 53,8242, standar devisasi 3,66585, rentang 15, dan variasi 13,432, hasil penelitian dari 165 siswa, sebagaimana ditunjukkan pada tabel di atas, menunjukkan skor tertinggi adalah 60 dan skor minimum adalah 45. Selain itu, tabel berikut menampilkan klasifikasi pengembangan karakter siswa kelas IV di KKMI Wilayah I Kabupaten Bulukumba.:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title><bold id="bold-b8a8055977db2d1b94678e5a8b503d07"/>Kategorisasi Pembentukan Karakter Peserta Didik </title>
            <p id="_paragraph-33" />
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-ce72950b79fae488c74b43b3e2c5b3e3">
                <th id="table-cell-f330e093706d5072378aa7d63132bc07">No.</th>
                <th id="table-cell-08a962ab40c68ffe51005f13b7898c7d">Kategori</th>
                <th id="table-cell-70245cf40e3fc0fd05ceaf936fa67f86">Kriteria</th>
                <th id="table-cell-d55ff6165a2ebada5f84796ec5934f9f">Frekuensi</th>
                <th id="table-cell-bb2040965f0d407bcbc6985abd06745d">Persentase (%)</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-e69a5da4019e8713e9f906e3b687c8d1">
                <td id="table-cell-26cfd5132a786a087cf554592694a345">1</td>
                <td id="table-cell-a02bf14897cff2ecaaa6feff24defcec">Rendah</td>
                <td id="table-cell-7ce0aa363aaf0b619abda9861e64a18f">X &lt; 50</td>
                <td id="table-cell-10ae244afd3fdda4147f4df6cce1659b">22</td>
                <td id="table-cell-2d5f340022205478d0f8473d56988960">13, 34 %</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-60f31208ec0f1baca459678dd9dc065b">
                <td id="table-cell-ba3dc842d38958184c7abb5f6401fb59">2</td>
                <td id="table-cell-40391609f4e592e7ffb467d93e68f300">Sedang</td>
                <td id="table-cell-530cce8139c0e791f5dc23267298c5dc">50 ≤ X &lt; 56</td>
                <td id="table-cell-e56cec55d07d481e197ce453d1b9f588">106</td>
                <td id="table-cell-b8fc189142d35be52e377ce0afac8540">64,24%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-23faa76c4c0a425402af503262b82dfb">
                <td id="table-cell-17d3aea80790b2edf05d568d3e6e1e9b">3</td>
                <td id="table-cell-0f37bcf3a35b4f03294f135e06404502">Tinggi</td>
                <td id="table-cell-3586d714eff7acaa2ddef97d45fe697c">57≤ X &lt; X</td>
                <td id="table-cell-2694943aeff6db0842e6e88ff6f9ca6f">37</td>
                <td id="table-cell-6ca5d352b8a0a38b4d3a86cc31dae8f6">22,42%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-75b2b98c96d043bfe562cbccebe8bab2">
                <td id="table-cell-e99144c9d42be67291f72aff4705886a" colspan="3">Jumlah</td>
                <td id="table-cell-8057971e031d795de8ac733b3370f05a">165</td>
                <td id="table-cell-0afb600125c24d8122c796aeae5d2b7f">100%</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-34">Berdasarkan data pada tabel hasil penelitian, 22 responden atau 13,34% dari total responden berada dalam kategori rendah, 106 responden atau 64,24% dari total responden berada dalam kategori sedang, dan 37 responden atau 22,42% dari total responden berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dikatakan bahwa 64,24% siswa kelas IV di KKMI Wilayah I Kabupaten Bulukumba memiliki tingkat pengembangan karakter sedang.</p>
        <p id="_paragraph-35">
          <bold id="bold-0f4c569d3c36a87ce339eb4531ed6f85">3. Uji Pra Syarat</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-36">
          <bold id="bold-63801addc0cc8a19644cf0cb70f28034">a. Uji Normalitas</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-37">Peneliti dapat menggunakan uji normalitas data untuk melihat apakah data yang mereka gunakan mewakili populasi yang terdistribusi normal. Jika sig &gt; α = 0,05, data dianggap terdistribusi normal; jika sig &lt; α = 0,05, data dianggap terdistribusi tidak normal. SPSS versi 25 digunakan untuk melakukan uji ini.</p>
        <p id="_paragraph-38">Tabel di bawah ini menampilkan temuan hasil uji normalitas berdasarkan pemeriksaan uji prasyarat yang telah diperoleh:</p>
        <table-wrap id="table-figure-1bf80e67c31e4a4398a413b758979d36">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>Uji Normalitas</title>
            <p id="paragraph-5ae20b41b21a06a46d2d012cd4b6285f" />
          </caption>
          <table id="table-f6e847014fe528c92bf50b15004d578c">
            <tbody>
              <tr id="table-row-86bd7a7d626aa0407aadc319e5e19c29">
                <th id="table-cell-3add1ea8e5fc635a519a649872f492b4" colspan="4"> One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test </th>
                <th id="table-cell-3e5a8c565997b8955d2c12d456b51aca" />
                <th id="table-cell-be2c552f2c4cdcae81bc9e220d5b5725" />
              </tr>
              <tr id="table-row-22215e3aae8bc961accbc1632710b41e">
                <th id="table-cell-d5a260d2cd33d0504a5bc125958ad5ae" colspan="2" />
                <th id="table-cell-5726bbe957e5863dca49bd716cff3bf5"> X </th>
                <th id="table-cell-dbe59c92b96c716d7719fc7dedef4003"> Y </th>
                <th id="table-cell-d8efcf8d6cb46f27e0335f24f48c82d5"> df2 </th>
                <th id="table-cell-eeb9979d3252a6726b9ac9b2b69dfb71"> Sig. </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-65b8dea404f5bd9ca9f0a93dbddc7d90">
                <td id="table-cell-bd32cbbdc33cd48a1a8eb64d1c05dc89" colspan="2"> N </td>
                <td id="table-cell-a526c0134725f69e8c699eca0629acab"> 165 </td>
                <td id="table-cell-d6cedf9288e599c5a4ebdab47011589c"> 165 </td>
                <td id="table-cell-3db5bb2b2162d7d6a40fb3f929aa3ee9"> 328 </td>
                <td id="table-cell-eb4f1ca59a27e2a5c3637500bad7e5e4"> 0.720 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f17649dc4f6126c01b46b9ca242711aa">
                <td id="table-cell-a284be7ea7a9b260b3fdb12997b07358" rowspan="2"> Normal Parametersa,b </td>
                <td id="table-cell-e7d0b8f127db03ff37653e69030c094f"> Mean </td>
                <td id="table-cell-ac94eda21602a77bcbe3a7a208a80fbd"> 94.7939 </td>
                <td id="table-cell-467cab1dfd1c8b6028b9a61b425e7bd9"> 53.8242 </td>
                <td id="table-cell-e3bd0340bea9e4676b66b7f7c01858e6"> 328 </td>
                <td id="table-cell-5b0021478882762aa657a856a7c4b9e1"> 0.822 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-fb6fcf9627f3cb856721d9961ebc9df7">
                <td id="table-cell-7daf438666074ebd3d26dc6be5ebdaf0"> Std. Deviation </td>
                <td id="table-cell-986026e5193f687fdd3295cad5d7dd4f"> 6.71774 </td>
                <td id="table-cell-6c32bc987a69108c4789006dc49496be"> 3.66585 </td>
                <td id="table-cell-41c48ac022839a66603311e3d11b3ece"> 241.558 </td>
                <td id="table-cell-c67f2e9d3762b19650dbf402ccd75223"> 0.822 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-821a8e9033fb088d2d0d241a8b4a9078">
                <td id="table-cell-976b161d5aee9ae6c5cab3b0ea81afe8" rowspan="3"> Most Extreme   Differences </td>
                <td id="table-cell-101ab9f675c7420d14e163089c44b212"> Absolute </td>
                <td id="table-cell-56daf3bf15148ea88d1957c8b79bf047"> 0.156 </td>
                <td id="table-cell-b27c0fb6bd260e94184304b207fcf646"> 0.109 </td>
                <td id="table-cell-41718aea32389322674aa603000d9e4b"> 328 </td>
                <td id="table-cell-21472a6295ef8828df59a9220a8fe383"> 0.896 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f95542c460c8efb3d7890bd927d59023">
                <td id="table-cell-2e4fb205040688d3c06ef472e499cee3"> Positive </td>
                <td id="table-cell-8e409990ba793ed9a3d2d5c93754efd2"> 0.086 </td>
                <td id="table-cell-d30fb65616b74687e4383cbde498655f"> 0.054 </td>
                <td id="table-cell-4a196d24ac3d1d5813b67356e816af82" />
                <td id="table-cell-8924813aa0a44fb569a6647c50d6697a" />
              </tr>
              <tr id="table-row-9ff4ca82b8bd19e18b7cbc0b12abd1bb">
                <td id="table-cell-e3f91dfd4e71b2b2e9e542ec3272e55c"> Negative </td>
                <td id="table-cell-b22875e4894dd205b78dba1807f789a1"> -0.156 </td>
                <td id="table-cell-d815876c7facfa487f8665786184421a"> -0.109 </td>
                <td id="table-cell-a72185c67629c29e58271d9aa27cedb0" />
                <td id="table-cell-dbe5c58742f30b996bdc08402ede591b" />
              </tr>
              <tr id="table-row-21cd60caaad718078fe8558b1d6dc1b3">
                <td id="table-cell-b283248cf7fe92513fdd62d4980e1ad3" colspan="2"> Test Statistic </td>
                <td id="table-cell-fabbd10a2976cc440c503fa4d15ff808"> 0.156 </td>
                <td id="table-cell-fa4d5c588215215ea6bc92ae5d2fd333"> 0.109 </td>
                <td id="table-cell-6efbb0c2e9bd4f781d22287e985b5f4d" />
                <td id="table-cell-689180d751787b610bb8900f6ef967a0" />
              </tr>
              <tr id="table-row-7271e1718c977149f738dc11ac87c662">
                <td id="table-cell-3e645910e56401b2d98499ad3003c9f2" colspan="2"> Asymp. Sig.   (2-tailed) </td>
                <td id="table-cell-98029345c5f65e8286f0db5c4c99f582"> .200c </td>
                <td id="table-cell-63739c18adeec644341072fdedb79cdf"> .200c </td>
                <td id="table-cell-4cccca70a32423836a4ea6ba2a1e8b4c" />
                <td id="table-cell-8f9fee26dab6446596e2b85b469e4638" />
              </tr>
              <tr id="table-row-7a44b50c01037ba9f45472eb0eafa1a4">
                <td id="table-cell-b184599a1bbdffc4b2e5519f67ee8d90" colspan="4"> a. Test   distribution is Normal. </td>
                <td id="table-cell-e0864a0fa1d47326b1df4ffb6319c7f9" />
                <td id="table-cell-b8e856d9105fdf9a77dcf0824a8b2cc0" />
              </tr>
              <tr id="table-row-ac4e59b78780caa50fb6d19ccef4e8d0">
                <td id="table-cell-a35c2e564b141aaf34dc5e69a429e2e1" colspan="4"> b. Calculated from   data. </td>
                <td id="table-cell-634602ea7d7928f39e4c5c723287ea95" />
                <td id="table-cell-69bcb544eea51b1f453b92dbb4cc1f01" />
              </tr>
              <tr id="table-row-4ab953517cf3b2565e155dd8798ac7ef">
                <td id="table-cell-6c37278a3141c8f7815f42aa98a723e7" colspan="4"> c. Lilliefors   Significance Correction. </td>
                <td id="table-cell-e7f920564cd3995ee545eae04a766917" />
                <td id="table-cell-c1a3e337ab57512edc951e5af41228e3" />
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-41">Nilai signifikansi sebesar 0,200, yang lebih tinggi dari 0,05, ditentukan berdasarkan Tabel 1.5. Hal ini menunjukkan bahwa data terdistribusi secara teratur. Data terkait implementasi proyek penguatan profil siswa Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin untuk pengembangan karakter siswa dapat dikatakan terdistribusi normal karena hasil uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi lebih tinggi dari tingkat signifikansi (α).</p>
        <p id="_paragraph-42">Hasil uji normalitas terhadap data penelitian yang dikumpulkan oleh peneliti lapangan menunjukkan bahwa data terdistribusi normal dan memenuhi kriteria untuk pengujian hipotesis tambahan.</p>
        <p id="_paragraph-43">
          <bold id="bold-5beb3277a600aff2a4c56f08b0097f49">b. Uji Homogenitas</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-44">Untuk memastikan apakah variasi data pada variabel Y dan 𝑋 homogen, digunakan uji homogenitas. Homogenitas rencana penelitian ini diuji menggunakan SPSS. Dengan tingkat signifikansi lebih tinggi dari 5% atau 0,05 (sig&gt;0,05), pengujian SPSS menggunakan Uji Levene untuk menentukan apakah data homogen atau memiliki varians yang tidak merata.</p>
        <p id="_paragraph-45">Tabel di bawah ini menampilkan hasil uji homogenitas berdasarkan pemeriksaan uji prasyarat yang telah diperoleh:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-6">
          <label>Table 6</label>
          <caption>
            <title>Uji Homogenitas</title>
            <p id="_paragraph-47" />
          </caption>
          <table id="_table-6">
            <tbody>
              <tr id="table-row-9c0f127b1a2daf3a9ed5914b49de067b">
                <th id="table-cell-015b8e57085114d360a16d1e24df8940" colspan="6">Test of Homogeneity of Variances</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-c711ea01ee27b0dfd153b364160b0c53">
                <th id="table-cell-f98e17b001116a374d98f7745147fc52" colspan="2" />
                <th id="table-cell-1219742efa1dbc839640e59c0ef28b43">Levene Statistic</th>
                <th id="table-cell-c74c23a0b4b55f941721159e296cee2b">df1</th>
                <th id="table-cell-b63fe9d39caec4b335d1f533db83f4aa">df2</th>
                <th id="table-cell-80d341b0cb93fe6c91b0c1a3e7538921">Sig.</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-6d7d3d1afb9a9df6f62f99dd0084dcd9">
                <td id="table-cell-f654d8df66242786deb27c2f0f371d30" rowspan="4">Hasil</td>
                <td id="table-cell-9934299135d63a74ad912c4a839470ba">Based on Mean</td>
                <td id="table-cell-ca1849f5b3931c7aad1f922ed5af25bb">26.363</td>
                <td id="table-cell-6f5f1dc5c1c2825c7d34e8cadc46e7c6">1</td>
                <td id="table-cell-4fbfc0b6b72479e869a698f2b1c92866">328</td>
                <td id="table-cell-e863e16037fdbbc30c6de1b56550773d">0.720</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ac44e026f9796ca254a1fbaa97796c04">
                <td id="table-cell-a2a26a302ecf0ec210f117961024cdf6">Based on Median</td>
                <td id="table-cell-f842a876b317aaabb80f26b3731f84de">24.956</td>
                <td id="table-cell-9df680d77a1f25b3ae1d8b4bd0762651">1</td>
                <td id="table-cell-b89f5920e74ec35de1274b0bf7430af5">328</td>
                <td id="table-cell-ac0c1c1150d92826a25fdd0775fa85d3">0.822</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-38023492a1642a3a95ef8e62cb1981d1">
                <td id="table-cell-8c7c00ddb34cbbb5fe911e74b37a79e1">Based on Median and with adjusted df</td>
                <td id="table-cell-c6508fd358fd57fc52313a731770cb2a">24.956</td>
                <td id="table-cell-efbee283e580139948d6935e56aca485">1</td>
                <td id="table-cell-c1e4533530765d3e85a0337430b5d120">241.558</td>
                <td id="table-cell-b1e97e2d0b1eec257247649598ba7386">0.822</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-671085fb41dd5404a9a52709f39c7acb">
                <td id="table-cell-a4d0ed6d0d710964d298b55e44a8ca72">Based on trimmed mean</td>
                <td id="table-cell-2b4accd4b64c345d83798f6eaf287d7f">25.119</td>
                <td id="table-cell-68aedef5ad5deac65fb13ed4cc5d45e8">1</td>
                <td id="table-cell-850f03dbf14f65ab717689e77740e84a">328</td>
                <td id="table-cell-154aa9d95b609d3d9d50537140545778">0.896</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-48">Nilai signifikansi sebesar 0,720, yang lebih tinggi dari 0,05, ditentukan berdasarkan Tabel 1.6. Hal ini menunjukkan bahwa informasi tersebut seragam. Data mengenai implementasi proyek penguatan profil pembelajaran Pancasila dan profil siswa Rahmatan Lil Alamin terhadap pembentukan karakter siswa kelas IV di KKMI Wilayah I, Kabupaten Bulukumba, dapat dikatakan homogen karena hasil uji homogenitas menunjukkan nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi (α).</p>
        <p id="_paragraph-49">
          <bold id="bold-fed7413e32c3dc9854e3a5b94a902dd6">4. Pengaruh Penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajara Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin Terhadap Pembentukan Katakter Peserta Didik Kelas IV Di KKMI Wilayah I Kabupaten Bulukumba</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-50">Untuk meneliti pengaruh kecerdasaan emosional terhadap perilaku <italic id="_italic-9">bullying </italic>peserta didik di MAN 1 Sinjai, peneliti menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan menguji hipotesis sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-51">H₀: Tidak terdapat pengaruh penerapan proyek penguatan profil pelajara pancasila dan profil pelajar rahmatan lil alamin terhadap pembentukan katakter peserta didik kelas IV di KKMI Wilayah I Kabupaten Bulukumba.</p>
        <p id="_paragraph-52">H₁: Terdapat pengaruh penerapan proyek penguatan profil pelajara pancasila dan profil pelajar rahmatan lil alamin terhadap pembentukan katakter peserta didik kelas IV di KKMI Wilayah I Kabupaten Bulukumba.</p>
        <p id="_paragraph-53">Secara matematis, hipotesis tersebut dirumuskan sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-54">H₀: β₁ = 0 (tidak ada pengaruh)</p>
        <p id="_paragraph-55">H₁: β₁ ≠ 0 (ada pengaruh)</p>
        <p id="_paragraph-56">Peneliti menggunakan analisis regresi linear sederhana untuk mengidentifikasi sejauh mana penerapan proyek penguatan profil pelajara pancasila dan profil pelajar rahmatan lil alamin mempengaruhi pembentukan katakter peserta didik kelas IV di KKMI Wilayah I Kabupaten Bulukumba. Hasil analisis ini akan ditampilkan dalam tabel berikut:</p>
        <table-wrap id="table-figure-eeb279ea0c970786f33ad5ce8a5f870f">
          <label>Table 7</label>
          <caption>
            <title><bold id="bold-700830eb8c813994e0d72c34631227b5"/>Hasil Uji Regresi Linear Sederhana X terhadap Y</title>
            <p id="paragraph-19b3f33a2e5b6282541c283583eaff4a" />
          </caption>
          <table id="table-96bea221809e2cbf425051f027706c34">
            <tbody>
              <tr id="table-row-466a0b18a0524692539706ddba711795">
                <th id="table-cell-772ac885b501f432b27141fcdba98efc" colspan="7"> Coefficientsa </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-4b4cf5bd9bce126769f64e55591441b0">
                <th id="table-cell-badade46d6f9badb21d3d503117758f9" rowspan="2" colspan="2"> Model </th>
                <th id="table-cell-a5454f30a1caeaab51d10e7d2559ed92" colspan="2"> Unstandardized Coefficients </th>
                <th id="table-cell-781d68c87022f3d721aaf86808bbddc4"> Standardized Coefficients </th>
                <th id="table-cell-65f1a7dbed3738a78e97b601fc432741" rowspan="2"> t </th>
                <th id="table-cell-eacb99a03e51fe6b8861dbe2ea551f11" rowspan="2"> Sig. </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-418ed04bcc280d7b8c8d6e60cdc475a9">
                <th id="table-cell-0941cf48b12b0b7aa4a33137d5cd1f53"> B </th>
                <th id="table-cell-0fc170556164746cf7f268ea5ecaa81d"> Std. Error </th>
                <th id="table-cell-daa934236424b8ce5ec8720e8dd81e42"> Beta </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-826e5f2292f6ca7710214b993250495c">
                <td id="table-cell-92842c22f5132b40d8decd772a638c1b" rowspan="2"> 1 </td>
                <td id="table-cell-9d04194ee47aab0f84d529c5f6191238"> (Constant) </td>
                <td id="table-cell-4cbf6c33f5f650fea3b11258830c709a"> 30.359 </td>
                <td id="table-cell-ce14f223d171b661445ade4a12c2136d"> 3.620 </td>
                <td id="table-cell-4004d5e49136960d03b0ace2d3cdd7fa" />
                <td id="table-cell-69fbc2bab7a4084e01a9120268719e39"> 8.387 </td>
                <td id="table-cell-ccb328f9c2859de07dc0836c4b0fee69"> 0.000 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-dcaf945510883e9d93178770a6228386">
                <td id="table-cell-36da364aed65a2a347ca71ae26f2bc5c"> X </td>
                <td id="table-cell-e7ff317b6b609b6760b7247c203e7920"> 0.248 </td>
                <td id="table-cell-82cc080b6eacf6f5d55c4b0c411061c8"> 0.038 </td>
                <td id="table-cell-855ae7b0dbfe01935065e0c331a61bab"> 0.454 </td>
                <td id="table-cell-88d9cc832b14640d8f419230e8a651d3"> 6.498 </td>
                <td id="table-cell-59d06e92e4ac6a0e0d0976bbbf29da8e"> 0.000 </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-59">Persamaan regresi Y = 30,359 + 0,454X menghasilkan koefisien tabel, yang ditunjukkan pada tabel 417 berdasarkan hasil analisis data. Pembentukan karakter siswa kelas IV di Wilayah KKMI adalah 0,454 dengan nilai konstanta (α) sebesar 30,359, yang berarti jika proyek penguatan profil siswa Pancasila dan profil siswa Rahmatan lil alamin tidak terlaksana, nilai β untuk variabel pelaksanaan proyek penguatan profil siswa Pancasila dan profil siswa Rahmatan lil alamin adalah 0,454. Hal ini menunjukkan bahwa untuk setiap proyek 1 yang memperkuat profil siswa Pancasila dan profil siswa Rahmatan lil alamin, pembentukan karakter siswa akan meningkat sebesar 0,454 satuan..</p>
        <p id="_paragraph-60">Tabel distribusi uji-t dua sisi menunjukkan nilai t-tabel sebesar 1,654, namun tabel tersebut juga menampilkan nilai Sig. sebesar 0,000 dan nilai t-hitung sebesar 8,387. Hal ini menunjukkan bahwa proyek penguatan profil siswa Pancasila dan profil siswa Rahmatan Lil Alamin memiliki dampak positif dan signifikan terhadap pengembangan karakter siswa kelas IV di KKMI Wilayah I, Kabupaten Bulukumba, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai Sig. sebesar 0,000 &lt; 0,05 dan nilai t-hitung sebesar 8,387 &gt; 1,654..</p>
        <p id="_paragraph-61">Selain itu, dengan berfokus pada nilai R Square, tabel Ringkasan Model menampilkan hasil uji koefisien determinasi profil mahasiswa Rahmatan Lil Alamin terhadap pengembangan karakter mahasiswa dan proyek pemantapan profil pelajar pancasila:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-8">
          <label>Table 8</label>
          <caption>
            <title><bold id="bold-33cdd3342404c4cf1ed998821fc9648f"/>Hasil Uji Koefision Determinasi Hipotesis</title>
            <p id="_paragraph-63" />
          </caption>
          <table id="_table-8">
            <tbody>
              <tr id="table-row-bc6989656a748342beb188665de2beec">
                <th id="table-cell-148e7689c5c5870b191c601e9d777c02" colspan="5">Model Summary</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-ba65ab7177e172301598043beff9af88">
                <th id="table-cell-00b37740918ff363cf570d3ac7476851">Model</th>
                <th id="table-cell-e5f048c975dae9a28a2baefde22a1c1e">R</th>
                <th id="table-cell-f278404f17a3cece8e7965249be16b79">R Square</th>
                <th id="table-cell-7c98ffd3072144f605a3f662c1b97311">Adjusted R Square</th>
                <th id="table-cell-84103d7d44ef5384fb8072fd1a00541c">Std. Error of the Estimate</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-6c5a9f69516b7ebdc1afc6e9de707d04">
                <td id="table-cell-2c038e4be14628d120847b19badc21d2">1</td>
                <td id="table-cell-42adfc8c6d9787f4e74fec0b3cc921b9">.454a</td>
                <td id="table-cell-9c83108e9a0163876792eff0777280dd">0.577</td>
                <td id="table-cell-e3b677435070399e922322ea750a0ff0">0.201</td>
                <td id="table-cell-580e8ea03294fe4aaa61e42a4d86a68f">3.27700</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-64">Implementasi profil siswa Rahmatan Lil Alamin dan proyek penguatan profil siswa Pancasila berkontribusi sebesar 57,7% terhadap pembentukan karakter peserta didik, berdasarkan nilai koefisien determinasi atau R Square sebesar 0,577 atau 57,7%. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi profil siswa Rahmatan Lil Alamin dan proyek penguatan profil siswa Pancasila menyebabkan perubahan sebesar 57,7% dalam pembentukan karakter siswa. Sisanya, sebesar 42,3%, berasal dari nilai kesalahan atau variabel lain yang tidak diteliti. Dapat dikatakan bahwa profil siswa Rahmatan Lil Alamin dan inisiatif penguatan profil siswa Pancasila telah membantu siswa kelas IV di KKMI Wilayah I, Kabupaten Bulukumba, dalam mengembangkan karakter mereka..</p>
        <p id="_paragraph-65">Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan proyek penguatan profil pelajar pancasila dan profil pelajar rahmatan lil alamin berpengaruh terhadap pembentukankarakter peserta didik kelas IV di KKMI Wilayah I kabupaten Bulukumba.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-05ddbef46e21fb37cd7b3ddb6866ebc4">
        <title>
          <bold id="_bold-63">B. </bold>
          <bold id="_bold-64">Pembahasan </bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-67">
          <bold id="_bold-65">1. Deskripsi Penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-68">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana mahasiswa menggunakan Profil Mahasiswa Rahmatan Lil Alamin dan Proyek Penguatan Profil Mahasiswa Pancasila. Analisis deskriptif terhadap data 165 responden menunjukkan skor rata-rata 94,79, dengan skor tertinggi 105 dan terendah 76. Tingkat distribusi data yang relatif rendah ditunjukkan oleh simpangan baku 6,72. Dengan varians 45, selisih antara skor tertinggi dan terendah adalah 29.</p>
        <p id="_paragraph-69">Selanjutnya, kategorisasi penerapan proyek ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik, yaitu sebanyak 106 orang (64,24%), berada pada kategori sedang, diikuti oleh 30 orang (18,18%) pada kategori tinggi, dan 29 orang (17,58%) pada kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum, tingkat penerapan proyek ini masih tergolong moderat atau cukup baik, namun masih menyisakan ruang untuk penguatan lebih lanjut, terutama dalam mengangkat peserta didik dari kategori rendah menuju sedang dan tinggi.</p>
        <p id="_paragraph-70">Profil Siswa Rahmatan Lil Alamin (PPRA) dan Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila (P5) merupakan dua inisiatif penting dalam strategi pendidikan nasional saat ini yang tercermin dalam studi ini. Proyek kedua ini merupakan bagian dari upaya untuk mengembangkan karakter siswa yang tidak hanya lebih cerdas tetapi juga inklusif, bermoral tinggi, dan berwawasan Islam dan kebangsaan yang moderat..</p>
        <p id="_paragraph-71">Kurikulum Mandiri, yang menekankan pentingnya pengembangan karakter dan kompetensi siswa secara holistik, mencakup Profil Siswa Rahmatan Lil Alamin dan Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila. Selain menghasilkan siswa dengan tingkat kecerdasan tinggi, upaya ini juga bertujuan untuk menciptakan cita-cita kebangsaan dan keislaman yang inklusif, moderat, dan relevan dengan perkembangan zaman.</p>
        <p id="_paragraph-72">Secara sistematis, proyek ini diterapkan melalui serangkaian kegiatan berbasis tema dan muatan lokal yang dirancang sesuai dengan enam dimensi utama Profil Pelajar Pancasila, yaitu: (1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, (2) berkebinekaan global, (3) bergotong royong, (4) mandiri, (5) bernalar kritis, dan (6) kreatif. Dalam konteks pendidikan Islam, keenam dimensi ini dipadukan dengan prinsip-prinsip dalam Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin, seperti moderasi beragama, cinta damai, menghargai perbedaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal.</p>
        <p id="_paragraph-73">Di tingkat satuan pendidikan, penerapan proyek ini dimulai dengan perencanaan kurikuler oleh tim pengembang sekolah yang melibatkan guru-guru lintas mata pelajaran. Guru menyusun modul proyek yang menekankan kolaborasi, pembelajaran kontekstual, dan pemecahan masalah nyata (real-life problem solving). Misalnya, dalam tema "Gaya Hidup Berkelanjutan", peserta didik diajak melakukan aksi nyata seperti menanam tanaman, mengelola sampah, atau kampanye hemat energi. Sementara dalam proyek "Bhineka Tunggal Ika", siswa diberi ruang untuk mengeksplorasi keberagaman budaya lokal, nilai toleransi, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.</p>
        <p id="_paragraph-74">Adapun dalam penerapan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin, sekolah mengintegrasikan nilai-nilai Islam yang ramah, adil, dan damai melalui kegiatan keagamaan, seperti pesantren kilat, ceramah kebhinekaan, diskusi antaragama, dan kegiatan sosial yang melibatkan komunitas sekitar. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan aktif dalam membimbing siswa untuk memahami konsep Islam rahmatan lil alamin sebagai landasan moral dalam berpikir dan bertindak.</p>
        <p id="_paragraph-75">Proses pembelajaran dalam proyek ini dilaksanakan dengan pendekatan tematik interdisipliner, di mana siswa dilibatkan sebagai subjek aktif dalam proses eksplorasi, refleksi, hingga aksi. Evaluasi keberhasilan proyek tidak hanya dilihat dari output produk (seperti poster, video kampanye, atau hasil presentasi), tetapi juga dari proses penguatan nilai dan perubahan sikap siswa. Penilaian dilakukan secara kualitatif melalui observasi, jurnal reflektif, portofolio, serta wawancara dengan peserta didik.</p>
        <p id="_paragraph-76">Lebih lanjut, keterlibatan orang tua dan komunitas juga menjadi elemen penting dalam keberhasilan proyek. Sekolah mendorong adanya sinergi dengan masyarakat melalui kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan proyek, seperti pengabdian masyarakat, kunjungan ke rumah ibadah lintas agama, atau aksi sosial kemanusiaan. Hal ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa tentang makna toleransi, solidaritas sosial, dan nilai-nilai luhur dalam kehidupan berbangsa dan beragama.</p>
        <p id="_paragraph-77">Dengan demikian, penerapan proyek ini berfungsi sebagai wahana strategis dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya berkarakter kuat secara moral dan spiritual, tetapi juga adaptif, kreatif, dan mampu hidup harmonis dalam keragaman. Melalui proses ini, diharapkan generasi muda Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas tinggi, cinta tanah air, dan mampu mengamalkan ajaran Islam secara moderat dalam kehidupan global yang semakin kompleks.</p>
        <p id="_paragraph-78">Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi proyek tersebut sudah berjalan cukup baik (kategori sedang), namun belum maksimal. Hal ini mencerminkan bahwa pemahaman dan internalisasi nilai-nilai seperti gotong royong, mandiri, berkebinekaan global, dan akhlak rahmatan lil alamin masih membutuhkan penguatan secara berkelanjutan melalui pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan transformatif.</p>
        <p id="_paragraph-79">Penelitian ini berkaitan erat dengan teori konstruktivisme sosial Vygotsky, yang menekankan pentingnya lingkungan sosial dan interaksi dalam membentuk karakter dan pemahaman peserta didik. P5 dan PPRA dirancang untuk mendorong pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman, yang memungkinkan siswa membangun pengetahuan dan nilai melalui aktivitas sosial yang bermakna.</p>
        <p id="_paragraph-80">Selain itu, penerapan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin juga didukung oleh teori pendidikan karakter menurut Thomas Lickona, yang menyatakan bahwa pendidikan karakter harus mencakup aspek moral knowing, moral feeling, dan moral action. Hal ini tercermin dalam proyek P5 dan PPRA yang tidak hanya mengajarkan nilai secara kognitif, tetapi juga mendorong internalisasi dan tindakan nyata dari peserta didik dalam kehidupan sehari-hari [9].</p>
        <p id="_paragraph-81">Penelitian ini memperkuat temuan dari studi sebelumnya oleh Nurhasanah &amp; Sobandi (2016) yang menyatakan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila dapat meningkatkan kesadaran moral dan tanggung jawab sosial peserta didik [10].</p>
        <p id="_paragraph-82">Selain itu, penelitian ini juga sejalan dengan studi yang dilakukan oleh Sari dkk. (2023), yang menemukan bahwa implementasi P5 di sekolah-sekolah dasar menunjukkan perkembangan positif dalam membentuk karakter mandiri dan gotong royong, meskipun masih menghadapi tantangan dalam hal pemahaman konsep dan pelaksanaan secara menyeluruh [11]. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat bukti empiris mengenai efektivitas proyek ini serta memberikan gambaran kondisi penerapannya di lapangan saat ini.</p>
        <p id="_paragraph-83">
          <bold id="_bold-66">2. Deskripsi Pembentukan Karakter Peserta Didik Kelas IV di KKMI Wilayah I Kabupaten Bulukumba</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-84">Penelitian ini juga mengevaluasi sejauh mana karakter peserta didik kelas IV di lingkungan madrasah KKMI Wilayah I terbentuk melalui pendidikan yang diberikan. Dari 165 responden, ditemukan bahwa nilai rata-rata pembentukan karakter mencapai 53,82, dengan nilai maksimum 60 dan minimum 45. Sebaran data yang tergolong moderat tercermin dari standar deviasi sebesar 3,67 dan range nilai sebesar 15.</p>
        <p id="_paragraph-85">Klasifikasi hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (64,24%) berada pada kategori sedang, sementara 22,42% berada pada kategori tinggi, dan sisanya (13,34%) masih di kategori rendah. Ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter telah berjalan namun belum sepenuhnya efektif dan masih membutuhkan penguatan lebih lanjut secara berkelanjutan.</p>
        <p id="_paragraph-86">Pembentukan karakter di madrasah ini dilandasi oleh nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Guru berperan sebagai teladan dalam membentuk kepribadian siswa melalui pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai moral, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati. Kegiatan pembiasaan seperti shalat dhuha, tadarus, doa bersama, dan piket kebersihan dijadikan sarana internalisasi nilai.</p>
        <p id="_paragraph-87">Nilai-nilai karakter yang dikembangkan meliputi religiusitas, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, toleransi, kemandirian, dan kreativitas. Hal ini dilakukan baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler yang bertujuan menanamkan kebiasaan positif secara konsisten.</p>
        <p id="_paragraph-88">Pendekatan ini relevan dengan teori karakter Lickona, serta teori perkembangan moral Kohlberg yang menekankan pentingnya pembiasaan nilai dan norma sosial pada anak usia sekolah dasar [12]. Hasil penelitian ini mendukung studi Muslich dan Zubaedi yang menyatakan bahwa pendidikan karakter akan berhasil jika dikembangkan secara kolaboratif antara guru, sekolah, keluarga, dan masyarakat.</p>
        <p id="_paragraph-89">
          <bold id="_bold-67">3. Pengaruh Penerapan Proyek P5 dan PPRA terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-90">Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (PPRA) terhadap pembentukan karakter peserta didik kelas IV di KKMI Wilayah I Kabupaten Bulukumba. Melalui analisis regresi linear sederhana, diperoleh hasil bahwa penerapan proyek tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter.</p>
        <p id="_paragraph-91">Hasil analisis menunjukkan bahwa persamaan regresi linear yang dihasilkan adalah: Y = 30,359 + 0,454X artinya, tanpa adanya intervensi dari penerapan P5 dan PPRA, nilai pembentukan karakter tetap berada pada level konstan 30,359. Namun, setiap peningkatan 1 satuan penerapan proyek P5 dan PPRA akan meningkatkan pembentukan karakter sebesar 0,454 satuan. Hal ini diperkuat oleh nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,000 (&lt; 0,05) dan t-hitung (8,387) &gt; t-tabel (1,654), yang mengindikasikan bahwa hipotesisalternatif (H₁) diterima, sehingga proyek ini berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik.</p>
        <p id="_paragraph-92">Lebih lanjut, hasil uji determinasi (R Square) sebesar 0,577 atau 57,7% menunjukkan bahwa lebih dari setengah perubahan dalam pembentukan karakter peserta didik dipengaruhi oleh penerapan proyek P5 dan PPRA, sementara 42,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti, seperti pola asuh, lingkungan sosial, dan pengaruh teman sebaya.</p>
        <p id="_paragraph-93">Penelitian ini sangat erat kaitannya dengan teori pendidikan karakter menurut Thomas Lickona, yang menyatakan bahwa karakter yang kuat harus dibangun melalui pengetahuan moral (moral knowing), perasaan moral (moral feeling), dan tindakan moral (moral action) [13]. Proyek P5 dan PPRA mencakup ketiga aspek tersebut melalui pembelajaran berbasis proyek, kegiatan kolaboratif, dan internalisasi nilai-nilai Pancasila dan Islam Rahmatan Lil Alamin dalam kehidupan sehari-hari siswa.</p>
        <p id="_paragraph-94">Selain itu, teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg juga relevan, karena siswa kelas IV berada pada tahap konvensional, di mana mereka mulai memahami pentingnya aturan, otoritas, dan ekspektasi sosial. Dengan demikian, penerapan proyek ini menjadi sarana yang strategis untuk menanamkan nilai-nilai moral dan sosial pada peserta didik dalam tahap perkembangan tersebut.</p>
        <p id="_paragraph-95">Penelitian ini mendukung dan memperkuat temuan dari beberapa penelitian sebelumnya yaitu Hastuti &amp; Yuliani menegaskan bahwa implementasi P5 mampu meningkatkan tanggung jawab dan gotong royong siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang menekankan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan[14]. Utami (2023) juga menyatakan bahwa internalisasi nilai-nilai Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin sangat efektif dalam membentuk karakter inklusif dan toleran pada peserta didik di sekolah dasar berbasis Islam[15]. Integrasi teori Lickona, Kohlberg, dan Vygotsky tidak hanya digunakan sebagai landasan konseptual, tetapi juga secara langsung mengarahkan perancangan proyek. Kegiatan yang dirancang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga afektif dan aplikatif, menyesuaikan dengan tahap perkembangan moral siswa serta mengoptimalkan bimbingan guru sesuai prinsip <italic id="_italic-10">scaffolding</italic>. Hal ini menjadikan pendekatan proyek lebih bermakna dan transformatif dalam pembentukan karakter peserta didik.</p>
        <p id="_paragraph-96">Penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (PRLA) di kelas IV madrasah dalam lingkungan KKMI Wilayah I Kabupaten Bulukumba telah memberikan dampak signifikan dalam proses pembentukan karakter peserta didik. Kedua program ini merupakan inovasi strategis dalam kurikulum merdeka dan kurikulum madrasah yang mengintegrasikan penguatan nilai-nilai dasar kemanusiaan, spiritualitas, kebangsaan, dan keterampilan abad 21. Melalui pendekatan yang kontekstual dan berbasis proyek, peserta didik tidak hanya diajak untuk memahami nilai-nilai tersebut secara teoritis, tetapi juga menginternalisasikannya melalui praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah dan masyarakat.</p>
        <p id="_paragraph-97">Implementasi P5 dan PRLA dilakukan secara terstruktur melalui kegiatan pembelajaran tematik dan proyek kolaboratif. Guru merancang aktivitas yang memuat nilai-nilai utama dari kedua profil, seperti beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebinekaan global, gotong royong, kemandirian, bernalar kritis, dan kreatif (untuk P5) serta ramah, damai, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam moderat (dalam PRLA).</p>
        <p id="_paragraph-98">Peserta didik kelas IV yang berada pada masa transisi kognitif dari operasional konkret menuju pemikiran logis mulai menunjukkan kemampuan untuk merefleksi nilai, membedakan sikap benar dan salah, serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang mereka ambil. Oleh karena itu, penerapan proyek berbasis nilai sangat tepat untuk membentuk fondasi karakter yang kuat sejak dini.</p>
        <p id="_paragraph-99">Proyek-proyek yang dilaksanakan, seperti kegiatan peduli lingkungan, gerakan literasi madrasah, bakti sosial, bazar kelas, atau kampanye anti-bullying, telah menjadi media yang efektif dalam membentuk nilai karakter. Dalam prosesnya, peserta didik dilatih untuk berkolaborasi, menyelesaikan masalah, mengemukakan pendapat dengan santun, serta menumbuhkan empati dan toleransi terhadap teman-temannya.</p>
        <p id="_paragraph-100">Misalnya, dalam proyek bertema <italic id="_italic-11">"Aku Peduli Sesama"</italic>, siswa kelas IV diajak untuk membuat program infaq mingguan yang hasilnya disalurkan kepada siswa dari keluarga tidak mampu. Melalui kegiatan ini, karakter solidaritas, tanggung jawab sosial, dan empati berkembang secara alami. Sementara dalam proyek <italic id="_italic-12">"Madrasah Bersih dan Sehat"</italic>, karakter disiplin, kerja keras, dan peduli lingkungan terbentuk dalam kegiatan yang mereka lakukan bersama guru dan warga madrasah.</p>
        <p id="_paragraph-101">Dampak dari penerapan proyek ini terlihat dari meningkatnya kualitas perilaku siswa, seperti:</p>
        <p id="_paragraph-102">1.Religiusitas yang tumbuh melalui pembiasaan ibadah dan pelibatan siswa dalam kegiatan spiritual.</p>
        <p id="_paragraph-103">2.Kedisiplinan dan tanggung jawab yang meningkat dalam mengerjakan tugas dan mengikuti peraturan madrasah.</p>
        <p id="_paragraph-104">3.Kemampuan berkomunikasi dengan santun dan toleran, terutama dalam kegiatan kelompok dan diskusi kelas.</p>
        <p id="_paragraph-105">4.Kemandirian dan kreativitas dalam menyelesaikan proyek secara mandiri maupun kolaboratif.</p>
        <p id="_paragraph-106">5.Kepekaan sosial terhadap isu-isu di sekitar mereka, yang terbentuk dari kegiatan berbasis aksi nyata.</p>
        <p id="_paragraph-107">Perubahan-perubahan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis proyek tidak hanya mentransmisikan pengetahuan, tetapi juga membentuk <italic id="_italic-13">habitus</italic> karakter melalui keterlibatan langsung peserta didik.</p>
        <p id="_paragraph-108">
          <bold id="_bold-68">Faktor Pendukung</bold>
        </p>
        <p id="paragraph-ede8dd7c2793f6029681a3bf5f0fbc6f">a. Komitmen tinggi dari guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran dan proyek.</p>
        <p id="paragraph-f163b464bcea410a36c638d58ebdd7ee">b. Adanya panduan pelaksanaan proyek dari Kemendikbudristek dan Kementerian Agama.</p>
        <p id="paragraph-08beccc5a3b85ee71181d1d573d6aec1">c. Ketersediaan waktu khusus dalam struktur kurikulum untuk pelaksanaan proyek.</p>
        <p id="paragraph-20b0126db7ad97796fd3cda2a4838d53">d. Dukungan kepala madrasah dan kolaborasi dengan orang tua.</p>
        <p id="_paragraph-109">
          <bold id="_bold-69">Faktor Penghambat</bold>
        </p>
        <p id="paragraph-979789f815d8adb19d3da556eae22d1e">a. Terbatasnya fasilitas dan sumber daya di beberapa madrasah, seperti bahan praktik, ruang terbuka, atau teknologi pendukung.</p>
        <p id="paragraph-77ffcd358af53a83aa1b48146fde8959">b. Masih adanya guru yang kesulitan dalam mendesain proyek pembelajaran yang sesuai karakteristik siswa.</p>
        <p id="paragraph-2c74ab21dc04d496f968eeda112faa93">c. Tantangan dari pengaruh media sosial dan lingkungan luar sekolah yang kurang kondusif.</p>
        <p id="_paragraph-110">Penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin terbukti memberikan pengaruh positif yang nyata terhadap pembentukan karakter peserta didik kelas IV di KKMI Wilayah I Kabupaten Bulukumba. Nilai-nilai karakter tidak hanya ditanamkan secara verbal, tetapi diinternalisasi melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, aplikatif, dan relevan dengan kehidupan siswa. Program ini menjadikan peserta didik lebih religius, mandiri, peduli terhadap sesama, dan siap menjadi generasi yang berakhlak mulia serta adaptif terhadap tantangan zaman.</p>
        <p id="_paragraph-111">Berdasarkan pembahasan di atas sejalan dengan ungkapan dari peserta didik yang mengunggapkan bahwa ‘Saya merasa lebih semangat belajar ketika bekerja kelompok dalam proyek tentang toleransi, karena kami saling mendengarkan dan menghargai perbedaan.” Hal ini juga berdasarkan observasi dari guru yang mengamati bahwa siswa tampak lebih antusias dan aktif dalam diskusi kelompok ketika kegiatan proyek dirancang dengan konteks lokal. Mereka juga menunjukkan sikap gotong royong dan tanggung jawab yang lebih tinggi dibandingkan pembelajaran biasa.</p>
        <p id="_paragraph-112">Dengan demikian, proyek ini dapat dikategorikan sebagai bentuk pendidikan karakter yang kontekstual dan transformatif, yang mampu menjembatani antara tujuan pendidikan nasional dengan realitas kehidupan siswa di madrasah dan masyarakat.</p>
        <p id="_paragraph-113">Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan data kuantitatif yang mendukung efektivitas proyek P5 dan PPRA, tetapi juga menambahkan perspektif baru mengenai pengaruh langsung dan signifikan terhadap karakter siswa di lembaga pendidikan Islam dasar (KKMI), khususnya di wilayah Bulukumba.</p>
        <p id="_paragraph-114">Penerapan proyek P5 dan PPRA terbukti berdampak nyata dan signifikan dalam membentuk karakter peserta didik. Dengan kontribusi sebesar 57,7% terhadap pembentukan karakter, proyek ini bukan hanya sekadar inovasi kurikulum, tetapi merupakan strategi nyata dalam menyiapkan generasi muda yang berakhlak mulia, cinta tanah air, dan memiliki wawasan keislaman yang moderat. Oleh karena itu, sekolah-sekolah dasar Islam di wilayah lain juga perlu menjadikan proyek ini sebagai pilar utama dalam pendidikan karakter peserta didik</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-d6d7561a0a1a3711cc4d51225b446fc6">
      <title>
        <bold id="_bold-70">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="heading-46b8c705d9e258c60e5b59bdb23763d5">1. Berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap data penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin<bold id="bold-1"> </bold>pada peserta didik, dapat disimpulkan bahwa penerapan program tersebut secara umum berada pada kategori<bold id="bold-2"> </bold>sedang<bold id="bold-3">, </bold>dengan persentase sebesar 64,24%<bold id="bold-4"> </bold>dari total 165 responden. Nilai<bold id="bold-5"> </bold>rata-rata skor<bold id="bold-6"> </bold>penerapan proyek mencapai 94,7939, dengan<bold id="bold-8"> </bold>skor maksimum<bold id="bold-9"> </bold>sebesar 105<bold id="bold-10"> </bold>dan minimum<bold id="bold-11"> </bold>sebesar 76,<bold id="bold-12"> </bold>serta standar deviasi<bold id="bold-13"> </bold>sebesar<bold id="bold-14"> </bold>6,71774<bold id="bold-15"> </bold>yang menunjukkan bahwa sebaran data tergolong sedang dan cukup stabil. Sebanyak<bold id="bold-16"> </bold>17,58% peserta didik<bold id="bold-17"> </bold>berada pada kategori<bold id="bold-18"> </bold>rendah, sementara<bold id="bold-20"> </bold>18,18% peserta didik<bold id="bold-21"> </bold>masuk<bold id="bold-22"> </bold>kategori<bold id="bold-23"> </bold>tinggi</p>
      <p id="paragraph-2">2. Berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap data pembentukan karakter peserta didik kelas IV di KKMI Wilayah I Kabupaten Bulukumba, diperoleh bahwa mayoritas peserta didik berada pada kategori sedang<bold id="bold-24">, </bold>yaitu sebanyak 106 orang<bold id="bold-25"> </bold>atau 64,24%<bold id="bold-26"> </bold>dari total<bold id="bold-27"> </bold>165 responden. Adapun 22 peserta didik (13,34%) berada dalam kategori rendah, dan 37 peserta didik (22,42%) termasuk dalam kategori tinggi. Dengan rata-rata skor sebesar 53,8242,<bold id="bold-30"> </bold>skor maksimum sebesar 60, dan skor minimum sebesar 45, serta standar deviasi sebesar 3,66585,<bold id="bold-33"> </bold>dapat disimpulkan bahwa tingkat pembentukan karakter peserta didik cukup merata namun belum mencapai kategori optimal.</p>
      <p id="paragraph-3">3. Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana yang dilakukan untuk menguji pengaruh<bold id="bold-34"> </bold>penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin<bold id="bold-35"> </bold>terhadap pembentukan karakter peserta didik kelas IV di KKMI Wilayah I Kabupaten Bulukumba, diperoleh hasil bahwa variabel penerapan proyek tersebut memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah: Y = 30,359 + 0,454X, yang berarti bahwa tanpa adanya penerapan proyek, pembentukan karakter tetap berada pada angka konstan 30,359. Setiap peningkatan satu satuan penerapan proyek berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan karakter sebesar 0,454 satuan.<bold id="bold-37"> </bold>Hasil uji signifikansi menunjukkan nilai Sig. 0,000 &lt; 0,05 dan nilai<bold id="bold-38"> </bold>t-hitung sebesar 8,387 &gt; t-tabel 1,654, yang menegaskan bahwa hipotesis nol (H₀) ditolak<bold id="bold-39"> </bold>dan<bold id="bold-40"> </bold>hipotesis alternatif (H₁) diterima. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan proyek terhadap pembentukan karakter peserta didik. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa R Square = 0,577, yang berarti 57,7% variasi dalam pembentukan karakter dapat dijelaskan oleh penerapan proyek P5 dan PPRA. Sedangkan 42,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti lingkungan keluarga, metode pembelajaran, atau pengaruh teman sebaya.</p>
      <p id="_paragraph-116">Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (PRLA) secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik di madrasah. Inovasi pendekatan ini terletak pada kolaborasi dua proyek yang berbeda dalam satu kerangka pendidikan karakter, yang sebelumnya belum banyak diterapkan di lingkungan madrasah. Agar hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan secara praktis, disarankan kepada:</p>
      <p id="paragraph-f4bcc644f437b3bc453100b692385265">1. Guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai P5 dan PRLA dalam proses pembelajaran tematik dan kegiatan ko-kurikuler yang kontekstual dengan kehidupan peserta didik.</p>
      <p id="paragraph-d1e18eb83cf1f385f7204b96a99beda8">2. Madrasah untuk menyusun program kerja berbasis proyek yang melibatkan peserta didik secara aktif, seperti kegiatan sosial, keagamaan, dan lingkungan hidup.</p>
      <p id="paragraph-bef8173fd7bb06982d10d37c8093d889">3. Pemangku kebijakan (Kemenag/Kemendikbudristek) untuk mendukung pelatihan dan pendampingan guru dalam merancang serta mengevaluasi proyek berbasis P5 dan PRLA agar pelaksanaannya lebih terarah dan berkelanjutan.</p>
      <p id="_paragraph-117">Dengan langkah-langkah ini, nilai-nilai karakter yang dibangun melalui proyek tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat membentuk perilaku nyata peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>