<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Web-Based Learning Media Improves Concept Understanding and Student Engagement</article-title>
        <subtitle>Media Pembelajaran Berbasis Web Mendorong Pemahaman Konsep dan Keterlibatan Siswa</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-62f565b63e67f2d952a071be50f68c8a" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Indayani</surname>
            <given-names>Lilik</given-names>
          </name>
          <email>lilikindayani@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-e60a718cf88866ca626ab15e30c86859" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Maulidiyah</surname>
            <given-names>Nur Laili</given-names>
          </name>
          <email>Maulidiyah@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-06-24">
          <day>24</day>
          <month>06</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-a0ac13dc8c725ecf311ce070d6b6033d">
      <title>
        <bold id="_bold-1">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-4">Pendidikan memiliki peran penting dalam pembangunan suatu bangsa, karena kualitas pendidikan mencerminkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada. Dalam konteks Indonesia, pendidikan dipandang sebagai salah satu aspek yang strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan kemajuan bangsa. Namun, rendahnya kualitas pendidikan di beberapa wilayah, terutama di daerah pedesaan, masih menjadi tantangan yang harus diatasi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah terbatasnya infrastruktur teknologi yang mendukung proses pembelajaran [1].</p>
      <p id="_paragraph-5">Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh [2], rendahnya hasil belajar di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurangnya penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Di SD Negeri 3 Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, ditemukan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan masih didominasi oleh ceramah dan penggunaan buku teks, yang kurang interaktif dan menarik bagi siswa. Hal ini berdampak pada rendahnya minat belajar dan hasil belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran yang lebih teoritis seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) [1].</p>
      <p id="_paragraph-6">Minat belajar siswa memainkan peranan penting dalam keberhasilan pembelajaran. Menurut [3], minat belajar merupakan faktor intrinsik yang dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Semakin tinggi minat belajar siswa, semakin besar kemungkinan mereka untuk terlibat aktif dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. Namun, minat belajar siswa dapat terpengaruh oleh banyak faktor, termasuk metode pembelajaran yang digunakan oleh guru [4].</p>
      <p id="_paragraph-7">Pemanfaatan teknologi, khususnya media berbasis web, diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan hasil dan minat belajar siswa. Pembelajaran berbasis web, menurut [1], memungkinkan penyampaian materi secara lebih menarik dan interaktif, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara mandiri. Selain itu, teknologi berbasis web dapat meningkatkan aksesibilitas materi pembelajaran yang lebih beragam dan fleksibel, yang sangat relevan untuk siswa di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan dalam hal infrastruktur dan akses ke sumber belajar tradisional [5].</p>
      <p id="_paragraph-8">Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pemanfaatan media internet berbasis web sebagai sumber belajar dalam meningkatkan hasil belajar dan minat belajar peserta didik kelas IV SD Negeri 3 Bojong. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap literatur pendidikan dengan menyoroti penerapan teknologi dalam pembelajaran di daerah dengan keterbatasan infrastruktur, serta memperkaya pemahaman mengenai manfaat media berbasis web dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-57e7530944aaf3d0806b4889bb2581ad">
      <title>
        <bold id="_bold-2">Metode Penelitian</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-10">Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) untuk mengkaji pengaruh pemanfaatan media internet berbasis web terhadap hasil belajar dan minat belajar peserta didik kelas IV SD Negeri 3 Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut. Desain eksperimen semu dipilih karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk menggunakan desain eksperimen murni dengan randomisasi penuh, yang sering kali digunakan dalam penelitian pendidikan untuk menilai hubungan sebab-akibat antara variabel independen dan dependen [6].</p>
      <p id="_paragraph-11">
        <bold id="_bold-4">A. </bold>
        <bold id="_bold-5">Pendekatan</bold>
        <bold id="_bold-6">dan Desain </bold>
        <bold id="_bold-7">Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-12">Desain penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan kelompok kontrol yang tidak dipilih secara acak. Dalam desain ini, kelompok eksperimen menggunakan media pembelajaran berbasis web, sedangkan kelompok kontrol mengikuti metode pembelajaran konvensional. Penelitian eksperimen semu sering kali digunakan dalam penelitian pendidikan untuk mengatasi keterbatasan dalam implementasi randomisasi dan untuk menilai efektivitas intervensi dalam kondisi nyata di lapangan [6].</p>
      <p id="_paragraph-13">
        <bold id="_bold-8">B. </bold>
        <bold id="_bold-9">Subjek</bold>
        <bold id="_bold-10">Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-14">Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 3 Bojong yang berjumlah 28 orang. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih kelompok eksperimen dan kontrol, dengan pertimbangan bahwa kedua kelompok memiliki karakteristik yang serupa. Menurut [6], purposive sampling adalah teknik pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.</p>
      <p id="_paragraph-15">
        <bold id="_bold-11">C. </bold>
        <bold id="_bold-12">Variabel</bold>
        <bold id="_bold-13">Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-16">Penelitian ini memiliki dua variabel utama:</p>
      <p id="_paragraph-17"><bold id="_bold-14">1. </bold><bold id="_bold-15">Variabel</bold><bold id="_bold-16">Independen</bold><bold id="_bold-17">:</bold> Pemanfaatan media internet berbasis web sebagai sumber belajar.</p>
      <p id="_paragraph-18"><bold id="_bold-18">2. </bold><bold id="_bold-19">Variabel</bold><bold id="_bold-20">Dependen</bold><bold id="_bold-21">:</bold> Hasil belajar dan minat belajar peserta didik. Hasil belajar diukur melalui tes kognitif, sementara minat belajar diukur dengan angket berbasis skala Likert [7].</p>
      <p id="_paragraph-19">
        <bold id="_bold-22">D. </bold>
        <bold id="_bold-23">Instrumen</bold>
        <bold id="_bold-24">Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-20">Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini terdiri dari:</p>
      <p id="_paragraph-21"><bold id="_bold-25">1. </bold><bold id="_bold-26">Tes</bold><bold id="_bold-27"> Hasil Belajar:</bold> Tes yang diberikan sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) perlakuan untuk mengukur pemahaman konsep siswa mengenai materi wujud zat dan perubahannya. Tes ini mencakup soal pilihan ganda dan uraian yang valid dan reliabel [7].</p>
      <p id="_paragraph-22"><bold id="_bold-28">2. </bold><bold id="_bold-29">Angket</bold><bold id="_bold-30"> Minat </bold><bold id="_bold-31">Belajar</bold><bold id="_bold-32">:</bold> Angket yang dirancang berdasarkan skala Likert untuk mengukur minat belajar siswa terkait penggunaan media berbasis web dalam pembelajaran. Menurut [8], skala Likert merupakan salah satu instrumen yang paling sering digunakan untuk mengukur sikap atau minat karena kemudahan dalam pengisian dan analisisnya.</p>
      <p id="_paragraph-23"><bold id="_bold-33">3. </bold><bold id="_bold-34">Observasi</bold><bold id="_bold-35">:</bold> Observasi dilakukan untuk mendokumentasikan aktivitas belajar siswa selama intervensi, serta untuk mendapatkan data kualitatif mengenai interaksi siswa dengan media berbasis web.</p>
      <p id="_paragraph-24">
        <bold id="_bold-36">E. </bold>
        <bold id="_bold-37">Prosedur</bold>
        <bold id="_bold-38">Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-25"><bold id="_bold-39">1. </bold><bold id="_bold-40">Persiapan</bold><bold id="_bold-41">Penelitian</bold><bold id="_bold-42">:</bold> Peneliti memperoleh izin penelitian dari pihak sekolah dan menyiapkan instrumen penelitian, termasuk soal tes dan angket minat belajar. Selain itu, peneliti juga mempersiapkan platform media berbasis web yang akan digunakan selama penelitian.</p>
      <p id="_paragraph-26">
        <bold id="_bold-43">2. </bold>
        <bold id="_bold-44">Pelaksanaan</bold>
        <bold id="_bold-45">Penelitian</bold>
        <bold id="_bold-46">:</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-27">a. Pada tahap awal, semua siswa diberikan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman mereka terhadap materi yang akan dipelajari.</p>
      <p id="_paragraph-28">b. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan media berbasis web dalam pembelajaran IPA, sementara kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional.</p>
      <p id="_paragraph-29">c. Setelah perlakuan, kedua kelompok diberikan post-test untuk mengukur peningkatan hasil belajar. Angket minat belajar juga disebarkan untuk mengetahui perubahan minat belajar siswa.</p>
      <p id="_paragraph-30"><bold id="_bold-47">3. </bold><bold id="_bold-48">Analisis</bold><bold id="_bold-49"> Data:</bold> Data yang diperoleh dari tes hasil belajar dan angket minat belajar dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon untuk menguji perbedaan antara pre-test dan post-test. Selain itu, analisis N-gain dilakukan untuk mengukur efektivitas pembelajaran berbasis web dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Menurut [9], analisis N-gain merupakan metode yang digunakan untuk menilai peningkatan pembelajaran secara signifikan dengan mengukur perubahan antara pre-test dan post-test pada masing-masing subjek.</p>
      <p id="_paragraph-31">
        <bold id="_bold-50">F. Teknik </bold>
        <bold id="_bold-51">Pengumpulan</bold>
        <bold id="_bold-52">Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-32"><bold id="_bold-53">1. </bold><bold id="_bold-54">Tes</bold><bold id="_bold-55"> Pre-test dan Post-test:</bold> Untuk mengukur perubahan dalam hasil belajar siswa sebelum dan setelah pemanfaatan media berbasis web.</p>
      <p id="_paragraph-33"><bold id="_bold-56">2. </bold><bold id="_bold-57">Angket</bold><bold id="_bold-58"> Minat </bold><bold id="_bold-59">Belajar</bold><bold id="_bold-60">:</bold> Digunakan untuk mengukur perubahan minat belajar siswa terhadap pembelajaran berbasis web.</p>
      <p id="_paragraph-34"><bold id="_bold-61">3. </bold><bold id="_bold-62">Observasi</bold><bold id="_bold-63">:</bold> Dilakukan untuk mendokumentasikan interaksi siswa dengan media berbasis web dan untuk memperoleh data kualitatif terkait pengalaman belajar siswa.</p>
      <p id="_paragraph-35">
        <bold id="_bold-64">G. </bold>
        <bold id="_bold-65">Analisis</bold>
        <bold id="_bold-66">Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-36">Data dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik seperti SPSS atau Excel. Uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis perbedaan antara pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen dan kontrol. Analisis N-gain digunakan untuk mengevaluasi efektivitas perlakuan dalam meningkatkan hasil belajar siswa, yang merupakan metode yang telah terbukti efektif dalam penelitian pendidikan untuk mengukur efektivitas pembelajaran [7].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-81ba16f76209036bfd496fc03088a5a2">
      <title>
        <bold id="_bold-67">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-16302a7bb1ebd3997c13b72cc3e38c41">
        <title>
          <bold id="bold-bcd5af6f0d65935c3e451d0816379f19">A. Hasil Penelitian</bold>
        </title>
        <p id="paragraph-bba8f387993c933d760155959404fdfa">
          <bold id="bold-d4f31dfbb2ed44ca6f5f7314988c2abd">1. Kemampuan Pemahaman Konsep IPAS Siswa Kelas IV Sebelum Diterapkan Media Pembelajaran Berbasis Website</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-38"><italic id="_italic-1">Pretest </italic>dilakukan pada satu kelas sampel yaitu kelas IV SDN 3 Bojong Kec. Bungbulang Kab. Garut. <italic id="_italic-2">Pretest </italic>diberikan sebelum kelas sampel diberikan perlakuan berupa media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-3">website </italic>sebagai bahan ajar. Siswa kelas IV SDN 3 Bojong Kec. Bungbulang Kab. Garut sendiri berjumlah 28 orang, namun jumlah siswa yang mengerjakan soal <italic id="_italic-4">pretest</italic>sebanyak 27 orang siswa sebab satu orang siswa berhalangan hadir.</p>
        <p id="_paragraph-39">Soal yang digunakan dalam <italic id="_italic-5">pretest </italic>merupakan soal yang sebelumnya telah dinyatakan valid dan reliabel yang mana soal berjumlah 20 soal yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda dan 10 soal uraian. Kisi-kisi soal <italic id="_italic-6">pretest </italic>terlampir pada lampiran <bold id="_bold-69">2.x halaman xx</bold>dan soal <italic id="_italic-7">pretest </italic>terlampir pada lampiran <bold id="_bold-70">2.x halaman xx.</bold></p>
        <p id="_paragraph-40">Pada <italic id="_italic-8">pretest </italic>setiap soal pilihan ganda memiliki skor 1 bila benar dan 0 jika salah, sedangkan untuk soal uraian menggunakan penskoran skala 1-3 yang dapat dilihat lebih rinci pada lampiran 2.2 halaman <bold id="_bold-71">xx. </bold>Pemberian soal <italic id="_italic-9">pretest </italic>bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan pemahaman konsep IPAS siswa kelas IV terkait materi wujud zat dan perubahannya. Sebelum diberikan soal <italic id="_italic-10">pretest </italic>siswa tidak diberikan perlakuan apapun, hal ini bertujuan agar hasil <italic id="_italic-11">pretest </italic>dapat menggambarkan pemahaman konsep IPAS siswa kelas IV secara utuh. Adapun distribusi nilai <italic id="_italic-12">pretest </italic>kemampuan pemahaman konsep IPAS materi wujud zat dan perubahannya siswa kelas IV disajikan pada tabel 4.1</p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Distribusi Nilai <italic id="_italic-13">Pretest</italic>Pemahaman Konsep IPAS</title>
            <p id="_paragraph-42" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-39abd31829f7f82490ad680bcb1ae1cc">
                <th id="table-cell-a39e12fc638d6a7b0c2d628f927f1906">Nilai</th>
                <th id="table-cell-b4c729a33503e47f8912949b6cd23d64">Frekuensi</th>
                <th id="table-cell-840a8efb242a8754aefc9a085ffa1604">Persentase</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-d578b9d01b8ba616cc3ef484ac5dd0bd">
                <td id="table-cell-3a0349cae75a6d019796554f705e9412">34,2</td>
                <td id="table-cell-cb8354d8fe8e947ff0d1c9edd1b318eb">1</td>
                <td id="table-cell-04a75c0bcd06bcd8f11880c989e5c103">4%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-fd89e42cc6091c1739539e246d22abf0">
                <td id="table-cell-01d6ff79d78ad9547580785a0f2b8511">50</td>
                <td id="table-cell-316b429ab77f884e48f7b409fca107cc">1</td>
                <td id="table-cell-56eb4c5633070a260b8b293f8c457e39">4%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b0cdda9e37ab67ee7c90e712012443fd">
                <td id="table-cell-0ecece6b2b5f5007e66f9383bbb4588c">60,5</td>
                <td id="table-cell-13192b4d3b8cde8cc850b23ddc595144">1</td>
                <td id="table-cell-521b965fa1beea4716986ad3f8d5d0cc">4%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b80080af5a6c9d1927a41c821b22be8c">
                <td id="table-cell-597028e0f7fd3581deb93d169a40779b">63,2</td>
                <td id="table-cell-6a06ba928be2c77e98b6833f92554980">2</td>
                <td id="table-cell-80e28e5858a6ae213daeed6ac4f70540">7%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-eb736e99e8a1b008101a54af31b57ff7">
                <td id="table-cell-8ccd8a5cf26228639e7b5ec870d45e55">65,8</td>
                <td id="table-cell-6834c82f23dda6d2d05270376e0298ac">2</td>
                <td id="table-cell-a31471ef096e0f878a87bd34feac4cc5">7%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-75bec45d2736fdddf51787af187b423f">
                <td id="table-cell-9d5422dcdce74066b8863a18d1a452bf">68,4</td>
                <td id="table-cell-a3ad9903f2b1df224bcb9fa214067992">2</td>
                <td id="table-cell-270f31c05d355ce6d65dda171e07c4f6">7%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-513d186393637d8e2bf5d7064e1f36a0">
                <td id="table-cell-4ffefed10b08725fcad13247a9186524">71,1</td>
                <td id="table-cell-8205629f9c0844c685019961f2af83c4">4</td>
                <td id="table-cell-7bb19f38b6b4e6109a1cb827c1959594">15%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ac22407d3bc42c5d3cb0fc50f0a417cf">
                <td id="table-cell-91f4d9d07cc9ede25dc5a9aa82984dbe">73,7</td>
                <td id="table-cell-03d46e04f95fa8ac489eddf51a0602cb">5</td>
                <td id="table-cell-2c544db27a3941b1010a6d0f8b27bc8e">19%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8f475c80c60ced2f289bd295106bda35">
                <td id="table-cell-d3f47540eeae7d947690296cbd420d69">76,3</td>
                <td id="table-cell-3ad746253240a5387472b40fbcacab23">4</td>
                <td id="table-cell-bb9911e048f9313ce6cfceb6bd4e7f61">15%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1b8cee51a0bad710d83c5690b2a8e1d2">
                <td id="table-cell-d4744817acc96d77cd5ac74e9634d2c5">78,9</td>
                <td id="table-cell-65c6e46587b392333e90229e011cecef">1</td>
                <td id="table-cell-f63691f2ab11586796baf54af6abf905">4%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4f758877e98667571a77e331c4c9e5f9">
                <td id="table-cell-033b306118ca8d8cb7e56bedc6d576cb">81,6</td>
                <td id="table-cell-5201a4cf16f37271a8f6e84c2e7ae5b3">4</td>
                <td id="table-cell-38217ec9c2c41a904b72e7b4a2043670">15%</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-44">Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui nilai tertinggi, nilai terendah, dan nilai rata-rat pretest kemampuan pemahaman konsep IPA materi wujud zat dan perubahannya siswa kelas IV menggunakan SPSS <italic id="_italic-14">Statistics </italic>24 yang disajikan pada tabel 4.2.</p>
        <table-wrap id="table-figure-7c6d312295c0ed137fe612b50fffbfa4">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Statistik Deskriptif Nilai <italic id="_italic-15">Pretest</italic></title>
            <p id="paragraph-3dfca1b2641baa6da96015422cd61d4f" />
          </caption>
          <table id="table-e156bfab9c3f797a420b76344de4402d">
            <tbody>
              <tr id="table-row-a8c3c88a56adeabfd587646185710ef4">
                <th id="table-cell-8d0ab515b2c18285daf2de420e63ef66" colspan="5">Deskriptive Statistics</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-9ceb0bd8defe5fada1c31b3863f9eefa">
                <th id="table-cell-f86f160397c24c74e356bfddceb6c6a7" />
                <th id="table-cell-2e737c4d27a56d05542dfd7bb0dce60f">N </th>
                <th id="table-cell-fa877dda53618d1aae03deec7d5c39a7">Minimum </th>
                <th id="table-cell-6ea83bc358db22864264aa23623107a3">Maximum </th>
                <th id="table-cell-6496128a65fbd9ffd0dccde44d8cb03b">Mean</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-683a2553978d7aa5b72d28632bd8709a">
                <td id="table-cell-44e90eed31c387c3deab4d6b60938736">PretestPemahaman Konsep</td>
                <td id="table-cell-1879e34b5d8f5263952faf0483cfd499"> 27 </td>
                <td id="table-cell-0e22f025eaed7733f5a5a36e72b5e65c">34.2 </td>
                <td id="table-cell-4ab41bfe7581fe5686601e9062c45996">81.6 </td>
                <td id="table-cell-182ee70e715f8f96c5decd91cb9be736">70.478 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-fb64a1023137fc35593671844fa6a94d">
                <td id="table-cell-334991f1f24956f1a1f7069ca0825178">Valid (listwise)</td>
                <td id="table-cell-3f7e49506517f319ca8ca768d064bf50"> 27 </td>
                <td id="table-cell-44c8d07150eb38d23a771dc2792ead11" />
                <td id="table-cell-d18a9478e8975516aaa70a3ac648bfb9" />
                <td id="table-cell-6f27f6e7093add0a6e104a79e0a37c6f" />
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-48">Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif nilai <italic id="_italic-18">pretest </italic>menggunakan SPSS <italic id="_italic-19">Staistics </italic>24 diketahui bahwa nilai minimun atau nilai terendah yang diperoleh pada <italic id="_italic-20">pretest </italic>kemampuan pemahaman konsep IPA materi wujud zat dan perubahnnya adalah 34,2 kemudian nilai tertinggi yang diperoleh adalah 81,6 dari jumlah nilai maksimum yaitu 100, dan <italic id="_italic-21">mean </italic>atau nilai rata-rata <italic id="_italic-22">pretest </italic>sebesar 70,4. Hal ini menggambarkan banyak siswa yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) yang telah ditetapkan yaitu ≥ 75. Hasil <italic id="_italic-23">pretest</italic>yang telah diuraikan pada tabel 4.1 dapat dikelompokkanberdasarkankriteriaketercapaiantujuanpembelajaran (KKTP) yang disajikan dalam tabel 4,3.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Pengelompokkan Hasil <italic id="_italic-24">Pretest</italic></title>
            <p id="_paragraph-51" />
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-de155d4b04011db1c466c3895634f3f0">
                <th id="table-cell-6351d74f455351ced3577f9519c11b86" rowspan="3">Kriteria ketuntasan KKTP (≥ 75)</th>
                <th id="table-cell-35c09082bb245f21dca7a70c24ea2ff1">Kategori</th>
                <th id="table-cell-6d5a21f33b09587e63c192626ec53cc5">Frekuensi</th>
                <th id="table-cell-f91ccfad825964a0be030edc2e719c0e">Persentase</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-67e3fb34595639c55e0874b02ff537b9">
                <td id="table-cell-feb531940351f072215874f547996b5f">Belum mencapai KKTP</td>
                <td id="table-cell-9390c651ef469b19731c8ac6ab8eb5ed">18</td>
                <td id="table-cell-b7bbc52767559739c3ad91cd897b7959">66%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c597c524b16a6dc9ea15965f4d991bfd">
                <td id="table-cell-b7b615cf9cd170cbb1e29232a47bac87">Mencapai KKTP</td>
                <td id="table-cell-85a8a258a73955aec954cb3b733c5c8b">9</td>
                <td id="table-cell-112c745679a4899ed4e631bd97d78c03">34%</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-52">Dari tabel 4.3 diketahui bahwa lebih adri setengah jumlah siswa yaitu sebanyak 66% (18 siswa) belum mencapai KKTP (≥ 75), dan baru 34% (9 siswa) yang sudah mencapai KKTP (≥ 75). Hal ini menggambarkan bahwa lebih dari setengah sampel siswa belum memahami konsep IPAS materi wujud zat dan perubahannya sebab nilai <italic id="_italic-25">pretest </italic>siswa secara keseluruhan menunjukkan hasil yang kurang maksimal yaitu rata-rata nilai sebesar 70,4.</p>
        <p id="_paragraph-53">Setelah mendapatkan hasil nilai <italic id="_italic-26">pretest</italic>kemampuan pemahaman konsep IPAS siswa kelas IV dilakukanlah uji normalitas guna melihat apakah data berdistribusi normal atau tidak. Pada penelitiaan ini uji normalitas dilakukan dengan menggunakan teknik <italic id="_italic-27">shapiro-wilk </italic>sebab sampel yang digunakan kurang dari 50 orang. Adapun kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut.</p>
        <p id="_paragraph-54">a. Jika nila sig &gt; 0,05, maka data dinyarakan berdistribusi normal.</p>
        <p id="_paragraph-55">b. Jika nilai sig &lt;0,05, maka data dinyatakan tidak berdistribusi normal.</p>
        <p id="_paragraph-56">Hasil uji normalitas <italic id="_italic-28">pretest </italic>kemampuan pemahaman konsep IPAS materi wujud zat dan perubahannya siswa kelas IV disajikan dalam tabel 4.4.</p>
        <table-wrap id="table-figure-e559fa1437b1fd8178dfd6e006cdfbc1">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Normalitas Nilai <italic id="_italic-29">Pretest</italic></title>
            <p id="paragraph-7867e1792c177224497937014f1af592" />
          </caption>
          <table id="table-45e5e709b50eb06d0cfe538d81ba4a02">
            <tbody>
              <tr id="table-row-d29a7042ef8b711449cd3ed7cdaea231">
                <th id="table-cell-f59c00e014588c10e05f0e96f461ed8e" colspan="7">Tests of Normality</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-195310bb51192cfa78024ca0fe61010c">
                <th id="table-cell-d445166bf5555c4f5f6ee687296384af" />
                <th id="table-cell-6108ee8ba553db5164f810951ab654bb" colspan="3">Kolmogorov-Smirnova</th>
                <th id="table-cell-6912c1aa5aa7c2f1ac8e40d8e02337a4" colspan="3">Mean</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-fca12cd3f7a72a20fa9358fcaf99aa1d">
                <td id="table-cell-ea2e605074c84a177e29fb2f2242a926">PosttestPemahaman</td>
                <td id="table-cell-8f5afe13d8974e2fa56085fb160d586d">Statistic</td>
                <td id="table-cell-8555cc5da26cee7a7a4d2074c3d069af">Df</td>
                <td id="table-cell-b206a56872182b77c9103aa724789e28">Sig.</td>
                <td id="table-cell-3a1aeb0c176afb344310cabdaa7bd67d">Statistic</td>
                <td id="table-cell-0acf19c762ccd6a4d8072d40d17cba4c">Df</td>
                <td id="table-cell-f90e85436d1e21a2c80aa1223958a043">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-656c626895140b050014936357301bb9">
                <td id="table-cell-c4107bd7871826d9b581a1af0a4ee250" rowspan="2">Konsep</td>
                <td id="table-cell-dc3d4e845f65dba064016fcc2c386ffb" rowspan="2">.191</td>
                <td id="table-cell-52237790687e54dee3e12227682f1cb0" rowspan="2">27</td>
                <td id="table-cell-1e1667a6e7f38857404dab5ee847059b" rowspan="2">.013</td>
                <td id="table-cell-6233822726a0730260ba77f6d102d615" rowspan="2">.822</td>
                <td id="table-cell-1aa8187b2b082ba1b83e2517052c3700" rowspan="2">27</td>
                <td id="table-cell-733239a0c7dd6f1f85ab3815fbdaba7b" rowspan="2">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4a03cd9627d20f251bbfbc21514031d6" />
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-60">a. Liliefors Significance Correction</p>
        <p id="_paragraph-61">Berdasarkan hasil uji normalitas nilai <italic id="_italic-31">pretest </italic>kemampuan pemahaman konsep IPAS siswa kelas IV yang dilakukan berdasarkan uji normalitas <italic id="_italic-32">shapiro-wilk </italic>menggunakan SPSS <italic id="_italic-33">Statistics </italic>24 menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini berarti nilai signifikansi <italic id="_italic-34">pretest </italic>kemampuan pemahaman konsep IPAS siswa kelas IV 0,000 &lt; 0,05 artinya data <italic id="_italic-35">pretest </italic>tidak berdistribusi normal.</p>
        <p id="_paragraph-62">Kemampuan pemahaman konsep IPAS siswa kelas IV terkait materi wujud zat dan perubahannya diukur berdasarkan beberapa indikator pemahaman konsep menurut Anderson &amp; Krathwohl [10] yaitu:</p>
        <p id="_paragraph-63">(1) menafsirkan, siswa mampu menafsirkan wujud zat dan perubahan wujud zat; (2) mencontohkan, siswa mampu memberi contoh benda dengan wujud zat (mencair, membeku, dan menguap); (3) mengklasifikasikan, siswa mampu mengklasifikasikan contoh benda dengan wujud zat (cair, padat, dan gas), dan (4) menjelaskan, siswa mampu menjelaskan proses terjadinya perubahan wujud zat. Adapun kemampuan pemahaman konsep IPA siswa kelas Iv pada <italic id="_italic-36">pretest </italic>yang diukur berdasarkan capaian indikator pemahaman konsep yang telah ditentukan disajikan pada gambar 4.1.</p>
        <fig id="figure-panel-c45b5dabafbf25e5822535689b498ee9">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title>Grafik Persentase Capaian Indikator Pemahaman Konsep IPAS Materi Wujud Zat dan Perubahannya Pada <italic id="_italic-37">Pretest</italic></title>
            <p id="paragraph-ff09dab1a9882879166428227d89181a" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-0e50e36da13eb86b3296c6f998b87f77" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2025-09-24 153108.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-65">Berdasarkan gambar 4.1 dapat diketahui bahwa kemampuan siswa dalam menafsirkan wujud zat (cair, padat, dan gas) dan perubahan wujud zat (mencair, membeku, dan menguap) mencapai 63,7%, kemampuan siswa untuk mencontohkan wujud zat (cair, padat, dan gas) dan contoh perubahan wujud zat (mencair, membeku, dan menguap) mencapai 65,4%, kemampuan siswa untuk mengklasifikasikan contoh wujud zat (cair, padat, dan gas) dan contoh perubahan wujud zat (mencair, membeku, dan menguap) mencapai 75,9% dan kemampuan siswa untuk menjelaskan proses perubahan wujud zat (mencair, membeku, dan menguap) mencapai 69,9%. Capaian indikator pemahaman konsep IPAS materi wujud zat dan perubahannya pada <italic id="_italic-38">pretest </italic>jika diurutkan berdasarkan capaian indikator mulai dari yang terendah hingga tertinggi maka dapat dinyatakan yaitu indikator menafsirkan (63,7%), mencontohkan (65,4%), menjelaskan (69,9%), dan mengklasifikasikan (75,9%).</p>
        <p id="paragraph-42a59b0dca57ce18d254abcac4b35aeb">
          <bold id="bold-3bc31f44093b9f8e579a603e3bfffe3f">2. Minat Belajar</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-66">Deskripsi data variabel minat belajar diperoleh dengan menghitung skor rata-rata dan persentase skor jawaban responden dari masing-masing alternatif jawaban kuesioner 9angket). Secara lebih rinci, tanggapan responden terhadap variabel minat belajar disajikan pada tabel 4.5.</p>
        <table-wrap id="table-figure-290264403163180851ea6d6f5ec72dcb">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>Tanggapan Responden Terhadap Variabel Minat belajar</title>
            <p id="paragraph-2a2ce033bfab009f504ab5dd47c1f5ea" />
          </caption>
          <table id="table-46c1728ef9a72dd9455443b42f6956ef">
            <tbody>
              <tr id="table-row-e7425fa407c64610503120769c69c149">
                <td id="table-cell-ac6a9e88ee9ba9f07103a73c3beeece9">Alternatif Jawaban</td>
                <td id="table-cell-36985ebb54411e1b4c344ee346b2fb0b">f</td>
                <td id="table-cell-5d4743fca626963ea2d031e0fb69af53">Bobot</td>
                <td id="table-cell-bf4028aa3b2d6b96297f86e7246060b4">Hasil</td>
                <td id="table-cell-d814c91a8f8fc2fbb085831e920ee776">Persentase</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3cb40d77ea5b28ae463b3806edb6f6db">
                <td id="table-cell-326f69dd44fbe9fbc6991b13f3c4505d">Skor 5</td>
                <td id="table-cell-d3f4e472e24f11bf92fb5f90fa7614ca">2</td>
                <td id="table-cell-7d5ce53c560b2475f41edde4c8b06c3b">5</td>
                <td id="table-cell-e91383ef6066dfedadcdcecf53505803">10</td>
                <td id="table-cell-c9170c88a4dc8e596eef833c200f51ba">7,99%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bd3eead17d15e6c69a5af492a93d1b33">
                <td id="table-cell-6b1656cb2501f7e3b173cf5084996f35">Skor 4</td>
                <td id="table-cell-005a9ae3aa70203d53437594e5420088">11</td>
                <td id="table-cell-7abe627f843c903444c85a09ae8ae48d">4</td>
                <td id="table-cell-ae7f80df4b53dd0e75fff705c724bb16">44</td>
                <td id="table-cell-77ae981c5bd73764a8856fb46dd4b621">39,81%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-519ada593802182af95d977f77c061f2">
                <td id="table-cell-33fa97c85e68e3147794a0d3cc7bddf9">Skor 3</td>
                <td id="table-cell-fe68343cdd46658dbd6e1bc6902b9c20">13</td>
                <td id="table-cell-15b26475092433ba540abd719b63e5c4">3</td>
                <td id="table-cell-3eac75cbd77f37420ece2906bf1aed7c">39</td>
                <td id="table-cell-643c231589a91253dd6f7726c4d8eeae">49,19%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7d20461d75cd81bd98d4d5f7f7223adf">
                <td id="table-cell-e8ebe81f2f21dead88c7d7af9780ce9b">Skor 2</td>
                <td id="table-cell-9f5688eb73e0af3fe88a606e5c828bf7">1</td>
                <td id="table-cell-fa33e1ec4a4d97466641b97f87c82813">2</td>
                <td id="table-cell-eea01881cbcf1b3a2319ed5764203fbb">2</td>
                <td id="table-cell-e7c3da23f75cfeec6149ddad1dbf892d">3,01%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2fb89093fcd00a131f95e54d2e97ec4f">
                <td id="table-cell-72a24a4f13b8658c1f887551828d3e85">Skor 1</td>
                <td id="table-cell-f05b8ded7f5e0bd069105afcc44e3e67">0</td>
                <td id="table-cell-3901b0b3201072fd265e3d0295acae26">1</td>
                <td id="table-cell-85f25556130d862910129300877dbb61">0</td>
                <td id="table-cell-83e5a6f7ac1272dde244d8aaa8ae4488">0%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1d6e85c3ad8bd5cbc88449ee8e8a93fd">
                <td id="table-cell-d7f4ae68aab1047f40eed3a9bfbf2b03">Jumlah</td>
                <td id="table-cell-4872ccdbe2aa266279cd4b7b998ea3d0">27</td>
                <td id="table-cell-53244a035ba46b0bb59be9aef848c84c" />
                <td id="table-cell-3a6cf63939621e63ada25bcb7633cfd4">95</td>
                <td id="table-cell-39c2108d445b2c68388b99d7a7f6dbf7">100%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cd273fa709964b2a125b79c15fa2d676">
                <td id="table-cell-48904ec00d64ac776ead4ddcd021ae62">Rata-Rata</td>
                <td id="table-cell-2ab6cede2144cae548fc81e0c0bad2c8" />
                <td id="table-cell-636e09606102d83b3aea1191741b2452" />
                <td id="table-cell-7c892e66e768ee3d0bc0da99741f213e" />
                <td id="table-cell-33a7f5baeeda9f6c5cf539bfd92e1bd2">3,52</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-69">Tabel 4.5 memberikan gambaran mengenai skor jawaban responden untun variabel minat belajar yang terpusat pada alternatif jawaban skor 3 yaitu sebesar 49,19%. Sedangkan skor rata-rata jawaban responden untuk variabel minat belajar sebesar 3,53. Apabila dikonsultasikan dengan skala penafsiran skor rata-rata jawaban responden, angka tersebut berada pada rentang 3,40 – 4,19 atau pada kategori tinggi. hal ini menunjukkan minat belajar siswa kelas IV pada Mata pelajaran IPAS materi wujud zat dan perubahannya di SDN 3 Bojong, berada pada kategori tinggi. variabel minat belajar dalam penelitian ini diukur melalui empat indikator, yaitu (1) perasaan senang dalam belajar; (2) ketertarikan siswa dalam pembelajaran; (3) keterlibatan siswa dalam pembelajaran; dan 94) perhatian siswa dalam pembelajaran [11].</p>
        <p id="paragraph-fa3c547ee38fcc5d91bc7651da8ae2b1">
          <bold id="bold-1d6d064d76b58592170e1843c4e87e25">3. Efektivitas Media Pembelajaran Berbasis Web untuk meningkatkan Pemahaman Konsep IPAS Siswa Kelas IV</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-71">Untuk mengetahui efektivitas dari Media Pembelajaran Berbasis Web, maka dilakukan uji perbedaan nilai <italic id="_italic-39">pretest </italic>dan <italic id="_italic-40">posttest </italic>pemahaman konsep IPAS kelas IV terkait materi eujud zat dan perubahannya kemudian dilakukan juga uji <italic id="_italic-41">N-gain </italic>untuk melihat seberapa jauh tingkat efektivitas media pembelajaran berbasis web yang diberikan pada sampel.</p>
        <p id="paragraph-3bc6acdcef5cb6c62dedfb72ebfd98f6">a. Uji Perbedaan Rerata</p>
        <p id="_paragraph-72">Uji perbedaan rerata pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji <italic id="_italic-42">Wilcoxon</italic>sebab salah satu data yaitu data <italic id="_italic-43">pretest</italic>tidak berdistribusi normal. Adapun hipotesis dalam uji perbedaan rerata adalah sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-73">H<sub id="_subscript-1">0</sub> : Tidak terdapat perbedaan rerata hasil <italic id="_italic-44">pretest</italic>dan <italic id="_italic-45">posttest</italic></p>
        <p id="_paragraph-74">kemampuan pemahaman konsep IPAS siswa kelas IV sekolah dasar.</p>
        <p id="_paragraph-75">H<sub id="_subscript-2">a</sub> : Terdapat perbedaan rerata hasil <italic id="_italic-46">pretest </italic>dan <italic id="_italic-47">posttest </italic>kemampuan pemahaman konsep IPAS siswa kelas IV sekolah dasar.</p>
        <p id="_paragraph-76">Dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-77">a. Jika nilai signifikansi &gt; 0,05, maka H<sub id="_subscript-3">0</sub> diterima dan H<sub id="_subscript-4">a</sub> ditolak (tidak terdapat perbedaan rerata yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan).</p>
        <p id="_paragraph-78">b. Jika nilai signifikansi &lt; 0,05, maka H<sub id="_subscript-5">0</sub> ditolak dan H<sub id="_subscript-6">a</sub> diterima (terdapat perbedaan rerata yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan).</p>
        <p id="_paragraph-79">Hasil uji perbedaan rerata nilai <italic id="_italic-48">pretest </italic>dan <italic id="_italic-49">posttest</italic>menggunakan uji <italic id="_italic-50">wilcoxon</italic>disajikan dalam tabel 4.5.</p>
        <fig id="figure-panel-34a9c1e8a9debb3182dc7f68a3444e33">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Perbedaan Rerata <italic id="_italic-51">Wilcoxon</italic></title>
            <p id="paragraph-bfadd4d7c4974d817d9dbd66a3821269" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-9d2b4bf16b683835b31f7dbd93762fd3" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2025-09-24 153055.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-81">Berdasarkan hasil uji perbedaan rerata antara nilai <italic id="_italic-52">pretest </italic>dan <italic id="_italic-53">posttest </italic>kemampuan pemahaman konsep IPAS siswa kelas IV yang dilakukan berdasarkan <italic id="_italic-54">uji wilcoxon </italic>menggunakan SPSS <italic id="_italic-55">Statistics </italic>24 menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini berarti H<sub id="_subscript-7">0</sub> ditolak dan H<sub id="_subscript-8">a</sub> diterima sebab nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05 yang artinya terdapat perbedaan rerata yang signifikan antara nilai <italic id="_italic-56">pretest </italic>(sebelum diberi perlakuan) dan nilai <italic id="_italic-57">posttest </italic>(setelah diberi perlakuan).</p>
        <p id="_paragraph-82">b. Uji <italic id="_italic-58">N-</italic> <italic id="_italic-59">gain</italic> </p>
        <p id="_paragraph-83">Setelah didapatkan hasil uji perbedaan rerata nilai <italic id="_italic-60">pretest </italic>dan <italic id="_italic-61">posttest </italic>kemampuan pemahaman konsep IPA siswa kelas IV, selanjutnya dilakukanlah uji <italic id="_italic-62">N-gain </italic>untuk melihat tingkat efektivitas dari perlakuan <italic id="_italic-63">(treatment)</italic>. Adapun hasil uji <italic id="_italic-64">N-gain </italic>disajikan dalam tabel 4.6 sebagai berikut.</p>
        <fig id="figure-panel-ead467f3d51e999b940844d7f8902480">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji <italic id="_italic-65">N-</italic><italic id="_italic-66">gain</italic></title>
            <p id="paragraph-1fa2651141cdca5686ee18800c645602" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-fde4a08d96fc83aab853f2adef768f01" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2025-09-24 153045.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-85">Berdasarkan hasil uji <italic id="_italic-67">N-gain </italic>yang dihitung menggunakan SPSS <italic id="_italic-68">Statistic </italic>24 menunjukkan skor <italic id="_italic-69">N-gain </italic>minimum yaitu 0,30, kemudian skor maximum <italic id="_italic-70">N-gain </italic>yaitu 1,00, dan rata-rata skor <italic id="_italic-71">N-gain </italic>sebesar 0,6210 atau dalam persen sebesar 62,10%. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan <italic id="_italic-72">(treatment) </italic>yang diberikan berupa media pembelajaran berbasis web untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA berada pada tingkat efektivitas sedang atau bisa dikatakan berada pada tingkat yang cukup efektif. Secara lebih rinci hasil perolehan <italic id="_italic-73">N-gain </italic>terlampir pada <bold id="_bold-97">lampiran 3.4 halaman 105</bold>. Adapun klasifikasi hasil perolehan <italic id="_italic-74">N- gain </italic>siswa disajikan pada tabel 4.7.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-7">
          <label>Table 6</label>
          <caption>
            <title>Klasifikasi Hasil Uji <italic id="_italic-75">N-gain</italic>Siswa Kelas IV</title>
            <p id="_paragraph-87" />
          </caption>
          <table id="_table-7">
            <tbody>
              <tr id="table-row-e402f29eea9040299c84cd5ea98f41e0">
                <th id="table-cell-8055e54dbe7e7ce48afd92105d7f53a5">No.</th>
                <th id="table-cell-1fc70041e9dda92f26084c350a6745aa">Perolehan Skor N- gain </th>
                <th id="table-cell-afcb6764e613bb2208e6f9a21dc1c8e0">Kategori</th>
                <th id="table-cell-164883ca6f1f40936111582d4457e918">Frekuensi</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-4f83271d8c1b07f2489da71f786bf1c4">
                <td id="table-cell-47e8a3ab11d53519b990784b5803d124">1</td>
                <td id="table-cell-1f3ff4dd6436555eee09079720916b9f">0,30 – 0,67</td>
                <td id="table-cell-ca033394d5f6265905d181521f11f9be">Sedang</td>
                <td id="table-cell-b0e8d88360964d802a7af7995e892b1c">18</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-02906a1aa57bc16152ed481d18c6a54c">
                <td id="table-cell-7069e3acac709b2c89d38c0f97d6fc53">2</td>
                <td id="table-cell-9f12aa2f151f741515fd187fcdab7281">0,70 – 1,00</td>
                <td id="table-cell-c663251681e572b720497aae0e95b99a">Tinggi</td>
                <td id="table-cell-1c0fae4a1776ccf3a99760c906f6ce64">9</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-88">Berdasarkan klasifikasi perolehan skor <italic id="_italic-78">N-gain </italic>siswa kelas IV yang disajikan pada tabel 4.9 di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 18 orang siswa (67%) berada pada kategori sedang artinya terdapat peningkatan pemahaman konsep IPAS materi wujud zat dan perubahannya dalam kategori sedang. Lalu 9 orang siswa (33%) berada pada kategori tinggi artinya terdapat peningkatan pemahaman konsep IPA materi wujud zat dan perubahannya dalam kategori tinggi.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-08d59c8ee0777b5f0c7a27de68e635b8">
        <title>
          <bold id="bold-d8e34d42b8faec361ea7d57ee6ef2a69">B. Pembahasan</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-91">
          <bold id="bold-9db661d8bac4af6bcdc3a9f556a33756">1. Kemampuan Pemahaman Konsep IPAS Siswa Kelas IV Sebelum Diterapkan Media Pembelajaran Berbasis Web</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-92">Pemahaman konsep siswa kelas IV pada materi wujud zat dan perubahannya sebelum diberikan perlakuan berupa pemanfaatan media internet berbasis web sebagai sumber belajar dapat dilihat dari hasil pretest yang menunjukkan nilai rata-rata 70,4. Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman konsep siswa masih kurang optimal, karena belum mencapai nilai ketuntasan minimal (≥75) yang ditetapkan. Kesulitan siswa dalam memahami konsep, terutama dalam menafsirkan gambar atau teks soal, menghambat pencapaian pemahaman yang optimal [12], [13].</p>
        <p id="_paragraph-93">Analisis indikator pemahaman konsep menunjukkan beberapa kesulitan. Indikator menafsirkan wujud zat dan perubahannya memperoleh capaian terendah, dengan siswa mengalami kesulitan dalam mengartikan gambar atau teks soal. Hal ini sejalan dengan pendapat Watson yang menyatakan bahwa persepsi adalah salah satu kesulitan siswa dalam pembelajaran yang menghambat kemampuan mereka dalam mengenali informasi yang diterima [10]. Indikator mencontohkan peristiwa perubahan wujud zat memperoleh capaian 65,4%, dengan banyak siswa yang tertukar antara contoh perubahan wujud zat menguap dan mengembun. Hal ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menemukan miskonsepsi pada siswa terkait contoh perubahan wujud zat [14].</p>
        <p id="_paragraph-94">Capaian tertinggi terdapat pada indikator mengklasifikasikan dengan 75,9%, meskipun masih ada kesulitan dalam mengklasifikasikan peristiwa perubahan wujud zat, terutama pada contoh menguap. Hal ini disebabkan oleh miskonsepsi pada indikator mencontohkan. Sedangkan indikator menjelaskan proses perubahan wujud zat mencapai 69,9%, dengan banyak siswa yang belum dapat menjelaskan proses perubahan wujud zat secara tepat [15].</p>
        <p id="_paragraph-95">Kesulitan ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep IPA siswa masih rendah, yang disebabkan oleh miskonsepsi dalam memberikan contoh perubahan wujud zat. Beberapa faktor yang menyebabkan miskonsepsi ini antara lain persepsi awal yang kurang tepat, pemahaman sebelumnya yang tidak lengkap, bahan ajar yang kurang mendukung, serta metode dan model pembelajaran yang tidak kontekstual [16], [17], [18]. Selain itu, kurangnya partisipasi dan respons siswa dalam pembelajaran juga berperan dalam kesulitan mereka memahami konsep [19].</p>
        <p id="_paragraph-96">
          <bold id="bold-aaffd17afb6bc31578fb01545ec65de6">2. Kemampuan Pemahaman Konsep IPAS Siswa Kelas IV Setelah Diterapkan Media Pembelajaran Berbasis Web</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-97">Dengan diterapkannya media pembelajaran berbasis web dalam pembelajaran IPA materi wujud zat dan perubahannya, siswa dapat terlibat secara aktif dalam pembelajaran sehingga memberikan siswa pengalaman secara langsung. Melalui langkah-langkah saintifik yang dipadukan dengan media Google Sites, siswa dapat mengkonstruksi pemahamannya mengenai wujud zat dan perubahannya dengan menyenangkan. Pembelajaran yang dilakukan dengan paduan permainan edukatif dapat meningkatkan keinginan siswa untuk belajar, meningkatkan keterampilan kognitif, sosial, dan emosional mereka, serta memberikan pengalaman belajar yang menarik [20].</p>
        <p id="_paragraph-98">Setelah diberikan perlakuan <italic id="_italic-79">(treatment)</italic>pendekatan saintifik berbantuan media pembelajaran berbasis web, dilaksanakan <italic id="_italic-80">posttest </italic>yang bertujuan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep IPA siswa kelas IV terkait materi wujud zat dan perubahannya setelah diberi perlakuan <italic id="_italic-81">(treatment). </italic>Soal <italic id="_italic-82">posttest </italic>dikerjakan oleh 27 orang siswa sebab 1 orang siswa berhalangan hadir, soal posttest terdiri dari 10 soal pilihan ganda dan 10 soal uraian yang telah dinyatakan valid dan reliabel, secara rinci kisi-kisi soal <italic id="_italic-83">posttest</italic>terlampir pada lampiran <bold id="_bold-105">2.8</bold><bold id="_bold-106">halaman</bold><bold id="_bold-107">93</bold>dan soal posttest terlampir pada</p>
        <p id="_paragraph-99">lampiran <bold id="_bold-108">2.9 halaman 96</bold>. Adapun distribusi nilai posttest pemahaman konsep IPA materi wujud zat dan perubahannya siswa kelas IV disajikan dalam tabel 4.6. Berdasarkan tabel 4.6 dapat diketahui nilai tertinggi, nilai terendah dan nilai rata-rata <italic id="_italic-84">pretest </italic>kemampuan pemahaman konsep IPA materi wujud zat dan perubahannya siswa kelas IV menggunakan SPSS <italic id="_italic-85">Statistics </italic>24 yang disajikan pada tabel 4.9.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-8">
          <label>Table 7</label>
          <caption>
            <title>Distribusi Nilai <italic id="_italic-86">Posttest </italic>Pemahaman Konsep IPAS</title>
            <p id="_paragraph-101" />
          </caption>
          <table id="_table-8">
            <tbody>
              <tr id="table-row-37895d9252a23b0f5aaa42e7bbf8c599">
                <th id="table-cell-998ee9a0750d272dc9e6ae806b2c4dde">Nilai</th>
                <th id="table-cell-ea0fc852c2544119710419d6acee4c9f">Frekuensi</th>
                <th id="table-cell-d3db2087c63c66aa7fc426d2874609a9">Persentase</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-b89e099f4755295a0c72f8b321f4a7db">
                <td id="table-cell-f351a7fcb73b5c297634cf5fa22d4f99">71,1</td>
                <td id="table-cell-184c91e68c3352d4ef52bd6c969897df">1</td>
                <td id="table-cell-f8094e847a2834989f6c03c9a5b91b86">4%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-03c19ef16a6182c1bc815f2423254008">
                <td id="table-cell-606f11b2a9fbe0c9aef5392851bfe34c">78,9</td>
                <td id="table-cell-2fb2d1a55f4710e0aabc1b2a6ea9d42e">1</td>
                <td id="table-cell-ae7f3a00d856ded27790d8c15ea4f556">4%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6c3b77bdce957cfe44a8687dea59eece">
                <td id="table-cell-04872a2d06bd65a44e8bc81290f1a0f5">81,6</td>
                <td id="table-cell-568e49e102d93b1d5e3ee8099d48e742">5</td>
                <td id="table-cell-e9e83ba033b3c02ecc7c1f56ece0d170">19%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7849b0c27aa1843548b4fb6e96ac1de3">
                <td id="table-cell-b05765038f46a650ba01eeaa0d5aec26">84,2</td>
                <td id="table-cell-ffdd3336ff37e5864eb3f3aef08395b1">3</td>
                <td id="table-cell-c4772845a3173c3f1b3c4b4960802cbb">11%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a959e461d23019a26070ec51d6a43e6d">
                <td id="table-cell-9d8521b16696d0783e9afbdd26a59f0e">86,8</td>
                <td id="table-cell-15943f7db1ba51dbb27986b31feae1fa">3</td>
                <td id="table-cell-6008d82c32dc889c4287810d0dfde0a6">11%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ed9b3fac488833cc35659b6d7e39337c">
                <td id="table-cell-f765733a635262dc01a7fc867af03a04">89,5</td>
                <td id="table-cell-08d1c032ab9604258a6c9a4cd3cb28ce">4</td>
                <td id="table-cell-de5817d2d2ac32c6459ee8659b875e48">15%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-28d44d4b541bf03bd7086f01779d96d1">
                <td id="table-cell-65065a7a2a0eaa89f3ce86dbeebff7e7">92,1</td>
                <td id="table-cell-8ff10a325d491b8251e2fcf956b682fe">4</td>
                <td id="table-cell-324be82f4be318c33b194b5a32af5c94">15%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3f7e4880f1ef34d5ad2d970c80e70298">
                <td id="table-cell-d7a5a049a54ba6803b9df308107d6d43">94,7</td>
                <td id="table-cell-51e89c395b7b06a1166e69a9b8e2197f">1</td>
                <td id="table-cell-bb17142f1bf2d35e50cef088f52d66d1">4%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-381168ac991f881b6ccfb1bfe0319350">
                <td id="table-cell-168e6b532f0db2c4bff530cdcaf4cc40">97,4</td>
                <td id="table-cell-0458cf5fa9cf070e5da46875e15c1467">1</td>
                <td id="table-cell-1dda8e6444e4a555c3465111e92330c6">4%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5c8fbaa93ab578fb8972cd2c73cb28a3">
                <td id="table-cell-689d194bb1cc957bf635678aa663f47a">100</td>
                <td id="table-cell-f85b48408a2b48e2a2cd61be9617cb5c">4</td>
                <td id="table-cell-b453a2dc8811a55b0b16fdd5a904e47f">15%</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <table-wrap id="table-figure-df2e7111f175ca00c249d6517b3e8dd5">
          <label>Table 8</label>
          <caption>
            <title>Statistik Deskriptif Nilai <italic id="_italic-87">Posttest</italic></title>
            <p id="paragraph-192f290b07761fe71d402d36348df313" />
          </caption>
          <table id="table-6653c6bffd1bba250d6a7dcd9f91e3f9">
            <tbody>
              <tr id="table-row-def652572d0d90301a2f90451d01b0d7">
                <th id="table-cell-f8bb3102784b4e3aca8a76533f65ede4" colspan="5">Deskriptive Statistics</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-61e36fbca3139830da948e55e065c4d3">
                <th id="table-cell-067072b2cd62fd3f194e7694ccc0cd6f" />
                <th id="table-cell-d003dd32dddbd9fde2a3ac4547e90591">N </th>
                <th id="table-cell-2f3e78d097a168934c0c9054ed5cfca2">Minimum </th>
                <th id="table-cell-af7fb6e1f9f76d9f6bb12367c8dd2626">Maxium </th>
                <th id="table-cell-101985ad6ee88f26ce108dbe24f3fd93">Mean</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-c06c2bf6f42cd1f343932f1002dfd144">
                <td id="table-cell-df16d6495d3ea1fca199748e3029635b">PosttestPemahaman Konsep</td>
                <td id="table-cell-fd129631cfedc1f8dbcd6aaf7eadf4f1">27</td>
                <td id="table-cell-05e038fb76d713291619af47d90aa44c">71.1</td>
                <td id="table-cell-684ad1e617fb382f894b5be767d0addd">100</td>
                <td id="table-cell-6ca72888594f878410fba1c98607d3e5">88.500</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b6fb93252ef910cdb649c04ce4c188fc">
                <td id="table-cell-95e231e09238f246a5caeb7d040015f7">Valid (listwise)</td>
                <td id="table-cell-2797b9943d96ade823914c22d647b241">27</td>
                <td id="table-cell-a8d43ab7a7d1f874eafdda12a766b838" />
                <td id="table-cell-cd66c5ac246f4ca53ed8bf501ae29f9f" />
                <td id="table-cell-fb0da239e19e8ea08fc57964f1f99637" />
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-105">Berdasarkan hasil statistik deskriptif nilai <italic id="_italic-90">posttest </italic>menggunakan SPSS <italic id="_italic-91">Statistics </italic>24 diketahui bahwa setelah diberikan perlakuan <italic id="_italic-92">(treatment) </italic>berupa pendekatan saintifik berbantuan media pembelajaran berbasis web nilai minimum atau nilai terendah dalam <italic id="_italic-93">posttest </italic>kemampuan pemahaman konsep IPA siswa kelas IV materi wujud zat dan perubahannya adalah 71,1 kemudian nilai tertinggi yang diperoleh adalah 100 dari jumlah nilai maksimum 100, sedangkan <italic id="_italic-94">mean</italic>atau nilai rata-rata dari hasil <italic id="_italic-95">posttest</italic>adalah 88,5. Hal ini menggambarkan hampir seluruh siswa sudah mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) yang telah ditetapkan yaitu ≥75. Hasil <italic id="_italic-96">posttest </italic>yang telah diuraikan pada tabel 4.9 dapat dikelompokkan berdasarkan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) yang disajikan dalam tabel 4.10.</p>
        <p id="_paragraph-106">Berdasarkan tabel 4.10 diketahui bahwa hampir seluruh siswa sudah mencapai KKTP (≥75) yaitu sebanyak 26 siswa (96%) sudah mencapai KKTP (≥75), dan hanya 1 siswa (4%) yang belum mencapai KKTP (≥75). Hal ini menggambarkan bahwa siswa dapat memahami konsep IPA materi wujud zat dan perubahannya dengan optimal dan dapat dikatakan siswa berhasil mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbantuan permainan pos berangkai dilihat dari hasil ketuntasan posttest mencapai (96%).</p>
        <table-wrap id="_table-figure-10">
          <label>Table 9</label>
          <caption>
            <title>Pengelompokkan Hasil <italic id="_italic-97">Posttest</italic></title>
            <p id="_paragraph-108" />
          </caption>
          <table id="_table-10">
            <tbody>
              <tr id="table-row-1d79917973ed2beefce074bd0f2ca1d7">
                <th id="table-cell-ef594825a9852e70a642b082199863bf" rowspan="3">Kriteria ketuntasan KKTP (≥ 75)</th>
                <th id="table-cell-e85de61b49374efe430634b49e49cd33">Kategori</th>
                <th id="table-cell-8660568c0ff9cd57a814d97da9e372bf">Frekuensi</th>
                <th id="table-cell-6c24d25612735d805e882e05a29359ad">Persentase</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-922c5cb6aaf3fd79d1e2c7e2ee21421f">
                <td id="table-cell-1a3f9d900b8a23801a1cf2f85ddc8d37">Belum mencapai KKTP</td>
                <td id="table-cell-98e4ab1167079cedb579a95fee7efcec">1</td>
                <td id="table-cell-f710b849922a43233dcd919bcae45d48">4%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-046ae99d46f0cbf6c84258c57595d404">
                <td id="table-cell-abf27289ad3b54f62d8502037bec7d28">Mencapai KKTP</td>
                <td id="table-cell-d39623850ada119266bbac9c88711f08">26</td>
                <td id="table-cell-b29c8415e50093cafce0bec171dd6bee">96%</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-109">Sama halnya dengan hasil nilai <italic id="_italic-98">pretest </italic>yang kemudian dilakukan uji normalitas, setelah mendapatkan hasil nilai <italic id="_italic-99">posttest </italic>kemampuan pemahaman konsep IPA siswa kelas IV dilakukan pula uji normalitas dengan menggunakan teknik <italic id="_italic-100">shapiro-wilk </italic>guna melihat apakah data berdistribusi normal atau tidak. Adapun kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-110">a. Jika nilai sig. &gt; 0,05, maka data dinyatakan berdistribusi normal.</p>
        <p id="_paragraph-111">b. Jika nilai sig. &lt;0,05, maka data dinyatakan tidak berdistribusi normal.</p>
        <p id="_paragraph-112">Hasil uji normalitas nilai <italic id="_italic-101">posttest </italic>kemampuan pemahaman konsep IPA siswa kelas IV disajikan dalam tabel 4.11.</p>
        <table-wrap id="table-figure-31ea31e65f4897a0e4dce8c853f4be18">
          <label>Table 10</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Normalitas Nilai <italic id="_italic-102">Posttest</italic></title>
            <p id="paragraph-2b9ea71796ad2b93afe11ce94438e2a6" />
          </caption>
          <table id="table-6df22de368eb7d87bc3e49eb7580417e">
            <tbody>
              <tr id="table-row-bde7314330faccd58501023fab6e5c24">
                <th id="table-cell-538a7bb825c60a88d35d2b43106a612c" colspan="7">Tests of Normality</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-03be6f60de4b60cac8d508d72be01f17">
                <td id="table-cell-00b63754c681c905ca2fb04522ae9b20" />
                <th id="table-cell-898e05f02cd6ae56bbb48c2147b62591" colspan="3">Kolmogorov-Smirnova</th>
                <th id="table-cell-e6172ef6e3b44115ce3d5bdfc91e1488" colspan="3">Mean</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-82821617507834a671ac14c3eadea8e6">
                <td id="table-cell-a4aa6cc4203da8a5819cdc865f5dd5d7">PosttestPemahaman</td>
                <td id="table-cell-aa29664896e5fcd272ecb8df633e9128">Statistic</td>
                <td id="table-cell-40f61d53a70407be28cb2408f5eecd1a">Df</td>
                <td id="table-cell-cb0685a53f704afd8954d8d911bbbf13">Sig.</td>
                <td id="table-cell-2da2998e1b4215d2eef9213e9e09bd7e">Statistic</td>
                <td id="table-cell-b64cfce6c8a85a75cbcfc399452cf19c">Df</td>
                <td id="table-cell-28a4dae8edfe403fce0d3e6a94b7bae0">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-071a710585d461187ef8a46a9e436f2d">
                <td id="table-cell-194eb2fd3dc135440557dde509f8aca3">Konsep</td>
                <td id="table-cell-0ebd71b518df704fdc5db3079f1d3dad">.191</td>
                <td id="table-cell-3f43382846e9ced876060bcfa72e9134">27</td>
                <td id="table-cell-371fe1fdeeba70ba0880be5e6f7c129e">.013</td>
                <td id="table-cell-ad5e457574f23b2f0813a0716dd82029">.822</td>
                <td id="table-cell-b957c1fff07e8156897820e6dddf30ed">27</td>
                <td id="table-cell-26087ebfd56a68e34f442f73f08dd7be">.000</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-116">*. This is a lower bound of the true significance.</p>
        <p id="_paragraph-117">a. Lilliefors Significance Correction</p>
        <p id="_paragraph-118">Hasil uji normalitas nilai <italic id="_italic-104">posttest </italic>kemampuan pemahaman konsep IPA siswa kelas IV yang dilakukan berdasarkan uji normalitas <italic id="_italic-105">shapiro-wilk </italic>menggunakan SPSS <italic id="_italic-106">Statistics </italic>24 menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,235. Hal ini berarti nilai signifikansi <italic id="_italic-107">posttest </italic>kemampuan pemahaman konsep IPA siswa kelas IV 0,235 &gt; 0,05 artinya data <italic id="_italic-108">posttest </italic>berdistribusi normal.</p>
        <fig id="figure-panel-1b12f44b6b910e401d16a7956169a290">
          <label>Figure 4</label>
          <caption>
            <title>Grafik Persentase Capaian Indikator Pemahaman Konsep IPAS Materi Wujud Zat dan Perubahannya Pada <italic id="_italic-109">Pretest</italic></title>
            <p id="paragraph-88e15bd934794069cad5f2b1c12831e7" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-76dfcc341fe84abe793616a4637c6511" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2025-09-24 152812.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-121">Berdasarkan hasil analisis soal <italic id="_italic-110">posttest </italic>dengan indikator kemampuan pemahaman konsep IPA yang kemudian disajikan dalam grafik perentase pada gambar 4.2 dapat diketahui bahwa masing-masing indikator pemahaman konsep pada <italic id="_italic-111">posttest </italic>mencapai 85%, yang pertama kemampuan siswa dalam menafsirkan wujud zat (cair, padat, dan gas) dan perubahan wujud zat (mencair, membeku, dan menguap) mencapai 93,3%, kemudian kemampuan siswa untuk mencontohkan wujud zat (cair, padat, dan gas) dan contoh perubahan wujud zat (mencair, membeku, dan menguap) mencapai 88,9%, lalu kemampuan siswa untuk mengklasifikasikan contoh wujud zat (cair, padat, dan gas) dan contoh perubahan wujud zat (mencair, membeku, dan menguap) mencapai 92,0% dan kemampuan siswa untuk menjelaskan proses perubahan wujud zat (mencair, membeku, dan menguap) mencapai 86,2%. Capaian indikator pemahaman konsep IPAS materi wujud zat dan perubahannya pada <italic id="_italic-112">posttest</italic>jika diurutkan berdasarkan capaian indikator mulai dari yang terendah hingga tertinggi maka dapat dinyatakan yaitu indikator menjelaskan (86,2%), mencontohkan (88,9%), mengklasifikasikan (92%), dan menafsirkan (93,3%).</p>
        <p id="paragraph-e175410df1cdc8fd83901e48a557ac8a">
          <bold id="bold-34686713752217eacc3e6a2e3f3af86e">4. Efektivitas Media Pembelajaran Berbasis Web Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPAS Siswa Kelas IV</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-123">Efektivitas media pembelajaran berbasis web dilihat berdasarkan hasil uji perbedaan rerata dan uji <italic id="_italic-113">N-gain</italic>. Hasil analisis uji perbedaan rerata menunjukkan nilai signifikansi 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 artinya H<sub id="_subscript-9">0</sub> ditolak dan H<sub id="_subscript-10">a</sub> diterima sebab terdapat perbedaan rerata yang signifikan antara nilai <italic id="_italic-114">pretest </italic>(sebelum diberi perlakuan) dan nilai <italic id="_italic-115">posttest </italic>(setelah diberi perlakuan), berdasarkan hasil uji <italic id="_italic-116">N-gain </italic>yang menunjukkan hasil sebesar 0,6210 atau 62,10% mengartikan bahwa pendekatan saintifik berbantuan permainan pos berangkai cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA materi wujud zat dan perubahannya.</p>
        <fig id="figure-panel-0375eb1feb86f39f434bbfccefa452e6">
          <label>Figure 5</label>
          <caption>
            <title>Grafik Persentase Peningkatan Capaian Indikator Pemahaman Konsep IPAS Materi Wujud Zat dan Perubahannya Siswa kelas IV</title>
            <p id="paragraph-478f6a7384b13ccbacdcf1229be0c0c6" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-0851c97ec45bbd13ed973aa49a4a35a9" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2025-09-24 152617.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-125">Meningkatnya pemahaman konsep IPAS siswa kelas IV terkait materi wujud zat dan perubahannya juga dilihat berdasarkan peningkatan capaian indikator pemahaman konsep yaitu menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, dan menjelaskan. Berikut merupakan peningkatan pemahaman konsep IPA materi wujud zat dan perubahannya siswa kelas IV sekolah dasar yang dilihat berdasarkan peningkatan capaian indikator pemahaman konsep yang disajikan pada gambar 4.3.</p>
        <p id="_paragraph-126">Berdasarkan gambar 4.3 diketahui bahwa masing-masing indikator pemahaman konsep mengalami peningkatan. Indikator pertama dalam pemahaman konsep yaitu menafsirkan pada saat pretest hanya mencapai 63,7% kemudian setelah diberi perlakuan, indikator menafsirkan mencapai 93,3% artinya indikator menafsirkan meningkat sebesar (29,6%) yang mana ini merupakan peningkatan tertinggi diantara peningkatan indikator pemahaman konsep lainnya. Hal ini didukung oleh hasil observasi yang menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada kegiatan mengamati melalui tayangan video mencapai 92,6%. Melalui kegiatan mengamati video siswa dapat distimulasi untuk belajar dengan lebih fokus dan terarah menemukan informasi baru yang berkaitan dengan materi sehingga dapat meningkatkan hasil belajar [21].</p>
        <p id="_paragraph-127">Indikator pemahaman konsep yang kedua yaitu mencontohkan, pada saat <italic id="_italic-117">pretest </italic>hanya mencapai 65,4% kemudian setelah diberi perlakuan, indikator mencontohkan mencapai 88,9% artinya indikator mencontohkan meningkat sebesar (23,5%).</p>
        <p id="_paragraph-128">Kemudian pada indikator ketiga yaitu mengklasifikasikan pada saat pretest mencapai 75,9% setelah diberi perlakuan, indikator mengklasifikan mencapai 92.0% artinya indikator mengklasifikasikan meningkat sebesar (16,1%). Peningkatan ini dipengaruhi oleh peningkatan indikator sebelumnya yaitu mencontohkan, kemampuan siswa dalam mencontohkan membuat siswa mampu mengklasifikasikan contoh wujud zat dan contoh perubahan wujud zat.</p>
        <p id="_paragraph-129">Indikator pemahaman konsep yang keempat yaitu menjelaskan, pada saat pretest mencapai 69,9%, kemudian setelah diberi perlakuan dan dilakukan posttest, indikator menjelaskan mencapai 86,2%, artinya indikator menjelaskan meningkat sebesar 16,3%. Pembelajaran menggunakan media pembelajaran berbasis web membuat siswa belajar dengan menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan dapat membuat siswa terlibat aktif dan menciptakan lingkungan belajar yang positif sehingga siswa termotivasi untuk menjelaskan konsep [22], [23].</p>
        <p id="_paragraph-130">Adanya peningkatan ini memberikan arti bahwa pembelajaran menggunakan media pembelajaran berbasis web dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Penggunaan media pembelajaran berbasis web dalam pembelajaran dapat menumbuhkan pemahaman yang komprehensif tentang konsep sains sehingga meningkatkan pemahaman siswa [24]. Hal ini juga diperkuat berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh [25] bahwa media pembelajaran berbasis web dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam materi IPA. Pendekatan saintifik yang dipadukan dengan permainan pos berangkai menjadikan kegiatan pembelajaran menjadi menyenangkan, sehingga siswa dapat berperan aktif dalam pembelajaran dan memaksimalkan pemahaman siswa. Metode pembelajaran yang menyenangkan menciptakan lingkungan pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa [26].</p>
        <p id="_paragraph-131">Hal ini diperkuat dengan hasil observasi pada saat pembelajaran menggunakan media pembelajaran berbasis web pada hasil uji perbedaan rerata menunjukkan signifikansi 0,000 &lt; 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara <italic id="_italic-118">pretest </italic>dan <italic id="_italic-119">posttest </italic>yang mana hasil rata-rata <italic id="_italic-120">posttest </italic>siswa jauh lebih baik setelah menggunakan media pembelajaran berbasis web, dan hasil uji <italic id="_italic-121">N-gain </italic>yang menunjukkan skor sebesar 0,6210 atau 62,10% yang artinya efektivitas media pembelajaran berbasis web berada pada kategori sedang atau cukup efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis web cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA materi wujud zat dan perubahannya siswa kelas IV sekolah dasar.</p>
        <p id="paragraph-583a9a296e6d0c518779db8885a146ed">
          <bold id="bold-8cd66625db0cdc4252d25db7bc70c1e8">5. Minat Belajar Peserta Didik Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Web</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-132">[27] mengemukakan bahwa minat belajar adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Peserta didik kelas IV SDN 3 Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut melaksanakan pembelajaran mulai pukul 09.30-10.50 WIB. Satu jam pembelajaran umumnya berdurasi 40 menit, pada jam siang hari fokus belajar peserta didik mulai terbagi, sehingga minat belajar peserta didik menurun dan peserta didik cenderung ingin segera pulang ke rumah. Menurut [11], minat adalah suatu kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Minat belajar merupakan suatu keinginan tinggi yang dimiliki oleh peserta didik dalam usaha mendapatkan suatu pengetahuan. Minat belajar peserta didik dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik, bila peserta didik memiliki minat belajar yang tinggi maka akan menghasilkan hasil belajar yang baik.</p>
        <p id="_paragraph-133">Banyak hal yang dapat menarik minat belajar peserta didik yaitu 1) Guru memberi bantuan pada peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. 2) Guru perlu melakukan variasi dalam mengajar agar peserta didik menjadi lebih semangat. 3) peserta didik perlu dilibatkan dalam suatu kegiatan selama proses pembelajaran. 4) Memanfaatkan media pembelajaran agar peserta didik mudah memahami materi dan semangat dalam belajar.</p>
        <p id="_paragraph-134">Media pembelajaran yang baik tentunya dapat menarik minat belajar beserta didik dengan memberikan rasa senang, perhatian, dan partisipasi peserta didik dalam menggunakan media tersebut. Melalui ketiga aspek tersebut dapat menjadikan peserta didik ingin terus menjelajahi materi pembelajaran yang telah disampaikan, sehingga kegiatan belajar tidak hanya semata-mata memaparkan materi saja. Melalui angket yang telah disebarkan pada peserta didik kelas IV mengenai minat belajar menggunakan media pembelajaran berbasis Google Sites pada aspek rasa senang diperoleh nilai 93,8% indikator dalam aspek rasa senang terdiri dari mempelajari materi pengukuran sudut akan bermanfaat bagi saya, media Google Sites yang</p>
        <p id="_paragraph-135">ditampilkan menarik dan membuat saya senang, media Google Sites sangat bervariasi membuat saya semangat dalam belajar, saya tidak merasa kesulitan mempelajari materi pengukuran sudut menggunakan media Google Sites, dan menggunakan media Google Sites membuat saya ingin belajar terus menerus. Dalam aspek perhatian diperoleh persentase nilai 90,8% dengan indikator pernyataan berikut saya kesulitan dalam menggunakan media Google Sites, menggunakan Google Sites membuat saya mudah memahami materi, dan menggunakan Google Sites membuat saya fokus belajar. Pada aspek partisipasi diperoleh persentase nilai 98,75% dengan indikator pernyataan berikut saya dapat menjawab soal evaluasi dengan baik setelah belajar menggunakan media Google Sites.</p>
        <p id="_paragraph-136">Secara keseluruhan minat belajar peserta didik menggunakan media pembelajaran berbasis Google Sites sangat tinggi dari hasil akumulasi nilai angket diperoleh nilai 94,44% yang mana termasuk kategori sangat baik. Hal tersebut membuktikan bahwasannya media pembelajaran berbasis Google Sites dapat menarik minat belajar peserta didik khususnya dalam mempelajari pelajaran IPAS materi wujud zat dan perubahannya.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-ba01259792a23269513900d958ddf996">
      <title>
        <bold id="_bold-121">Kesimpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-138">Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media internet berbasis web sebagai sumber belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar dan minat belajar peserta didik kelas IV SD Negeri 3 Bojong. Penggunaan media berbasis web tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), tetapi juga mampu meningkatkan minat belajar siswa secara substansial.</p>
      <p id="_paragraph-139">Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang menggunakan media berbasis web mengalami peningkatan hasil belajar yang lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Selain itu, minat belajar siswa di kelompok eksperimen juga mengalami peningkatan yang lebih besar, yang menunjukkan bahwa media berbasis web dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan fleksibel, sesuai dengan temuan dari literatur terkait.</p>
      <p id="_paragraph-140">Penelitian ini juga menegaskan pentingnya integrasi teknologi dalam proses pembelajaran, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur teknologi. Media berbasis web memberikan akses yang lebih luas terhadap sumber belajar dan dapat memfasilitasi pembelajaran yang lebih mandiri dan personal. Dengan demikian, penggunaan media berbasis web seharusnya dipertimbangkan sebagai solusi efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar.</p>
      <p id="_paragraph-141">Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam literatur pendidikan, terutama dalam penerapan teknologi untuk meningkatkan hasil belajar dan minat belajar siswa. Untuk penelitian lebih lanjut, disarankan untuk mengeksplorasi penggunaan berbagai jenis media berbasis web dan menguji efektivitasnya di berbagai konteks pendidikan lainnya.</p>
      <p id="_paragraph-142">
        <bold id="_bold-122">Ucapan</bold>
        <bold id="_bold-123">Terima</bold>
        <bold id="_bold-124">Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-143">Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam pelaksanaan penelitian ini. Ucapan terima kasih yang tulus kami sampaikan kepada Kepala Sekolah dan Guru di SD Negeri 3 Bojong, yang telah memberikan izin serta dukungan penuh dalam kelancaran penelitian ini. Terima kasih juga kami haturkan kepada orang tua siswa yang telah memberikan izin kepada anak-anak mereka untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Kami juga menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan-rekan peneliti yang telah memberikan saran dan masukan berharga selama proses penelitian, serta kepada lembaga pendidikan dan penerbit yang telah menyediakan literatur dan sumber daya yang sangat membantu dalam penyusunan penelitian ini. Tak lupa, kami mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada keluarga penulis yang senantiasa memberikan dorongan moral dan materiil dalam menyelesaikan penelitian ini. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran di sekolah dasar.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>