<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Kepemimpinan Inovatif Kepala Sekolah Pada Sekolah Penggerak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Zakiyyah</surname>
            <given-names>Ummu</given-names>
          </name>
          <email>muzakiyyah@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Hidayatulloh</surname>
            <given-names>Hidayatulloh</given-names>
          </name>
          <email>hidayatulloh@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2025-01-13">
          <day>13</day>
          <month>01</month>
          <year>2025</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>31</day><month>08</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="heading-91acd15da6b80b81fb17885ea8461f18">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Perkembangan pemikiran tentang pemimpin dan kepemimpinan merupakan harta yang penting untuk memahami apa itu kepemimpinan dan bagaimana hal itu terjadi dalam kehidupan sosial. Telah disadari sejak awal  bahwa kepemimpinan berperan sebagai penggerak dalam proses kerjasama antar manusia dalam  kelompok dan organisasi, termasuk dalam bidang pendidikan. Melalui kepemimpinan, organisasi dapat mengambil tindakan yang ditargetkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan. [1]</p>
      <p id="_paragraph-14">Kepemimpinan dalam bahasa inggris disebut leadership. Kepemimpinan merupakan proses persuasi dimana seorang individu atau seorang pemimpin bertindak mempengaruhi individu lain atau suatu kelompok untuk mencapai tujuan tertentu, dengan cara membagikan tujuan yang ingin dicapai kepada para pengikutnya, sehingga menjadi suatu tujuan yang harus dicapai bersama. Dalam praktiknya kepemimpinan lekat dengan keharusan menginspirasi, memberikan teladan, memotivasi, membangun harapan kepada anggotanya untuk terus bertumbuh. Seorang pemimpin yang efektif adalah yang senantiasa mendorong atas kebaikan bagi mereka yang dipimpinnya untuk senantiasa belajar dalam setiap proses yang dijalaninya.[6] </p>
      <p id="_paragraph-15">Sekolah yang berkualitas sangat tergantung dari kepemimpinan kepala sekolah yang besar kontribusinya terhadap kemajuan sekolah di masa depan. Rendahnya mutu sekolah dipengaruhi oleh kepala sekolah dalam mengelola sekolah, sehingga mutlak diperlukan perencanaan, pengorganisasian, menggerakkan dan mengawasi. Kepemimpinan kepala sekolah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan sekolah di masa depan. Perencanaan, pengorganisasian, mobilisasi dan pemantauan sangat penting karena buruknya kualitas sekolah dipengaruhi oleh manajemen sekolah yang dilakukan kepala sekolah. Pada dasarnya, kunci keberhasilan suatu sekolah  terletak pada efisiensi dan efektivitas kepala sekolah. Kriteria keberhasilan suatu sekolah antara lain kepala sekolah yang berkualitas dan efektif. Ada tiga keterampilan dasar yang harus dikuasai pemimpin sekolah: keterampilan konseptual, keterampilan interpersonal, dan keterampilan teknis. Kepala sekolah kini dituntut untuk mencapai kemandirian dalam kepemimpinan dan pengelolaan sekolahnya. Untuk mencapai semua itu diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang mempunyai pemikiran inovatif.[2]</p>
      <p id="_paragraph-16">Kepala sekolah diharapkan siap secara akademis, mental, dan fisik dalam menjalankan tugasnya. Sebagai pemimpin, kepala sekolah adalah kekuatan pendorong di balik perubahan di sekolah tempat mereka bekerja. dalam arti  mutu dan karakter sekolah ditentukan oleh peranannya sebagai kepala sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah perlu menjadi  teladan yang baik bagi guru dan siswa. Teladannya akan menimbulkan kewibawaan, kekaguman, rasa hormat, dan penghargaan terhadap dirinya di seluruh sekolah bahkan di kalangan anggota masyarakat. Tentu saja, sebagai seorang administrator, seorang kepala sekolah harus mampu mengelola banyak bidang, termasuk kurikulum, pendidik dan staf pengajar, urusan siswa, sarana dan prasarana, keuangan, dan lingkungan sekolah.[3]</p>
      <p id="_paragraph-17">Kepala sekolah merupakan jabatan yang memungkinkannya mengembangkan  sekolah yang dipimpinnya dan memimpinnya ke arah yang lebih baik. Banyak pemimpin sekolah yang masih dipandang hanya sekedar mengajar, sehingga pemimpin sekolah perlu menekankan sikap inovatif, kreatif, dan profesional dalam peran kepemimpinannya. Keberadaan pemimpin sekolah yang inovatif memerlukan kesabaran dan keberanian dalam mengambil keputusan, kemampuan berinovasi dalam segala risiko kegagalan dan kerugian, serta  mengatasi kompleksitas permasalahan yang ada. Oleh karena itu, kepemimpinan sangat penting untuk menciptakan produk dan layanan yang inovatif.[4]</p>
      <p id="_paragraph-18">Pasca pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 yakni dalam otonomi daerah, penyelenggara pendidikan wajib beradaptasi dengan peraturan tersebut. Oleh karena itu, kepemimpinan pendidikan yang tepat adalah kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan inovatif adalah kepemimpinan yang terus berinovasi guna meningkatkan mutu pendidikan di bidang pendidikan.[5] </p>
      <p id="_paragraph-19">Sedangkan kepemimpinan inovatif merupakan pendekatan kepemimpinan yang menekankan kemampuan pemimpin untuk merangsang inovasi, kreativitas, dan perubahan positif dalam organisasi atau tim. Dimana perubahan cepat dan kompleksitas merupakan tantangan utama, kepemimpinan inovatif sangat relevan. Pemimpin yang menerapkan kepemimpinan inovatif akan dapat mengadaptasi organisasi atau tim mereka terhadap perubahan yang cepat, memotivasi anggota tim untuk berkontribusi dalan menciptakan solusi inovatif, dan berfokus pada mencapai tujuan jangka panjang dengan cara yang responsif erhadap perubahan lingkungan.[7]</p>
      <p id="_paragraph-20">Kepemimpinan yang inovatif merupakan kepemimpinan yang diharapkan mampu melakukan kegiatan bersama dengan sumber daya manusia yang ada di sekolah untuk melaksanakan inovasi-inovasi pendidikan supaya dapat melahirkan keunggulan- keunggulan sekolah yang berfungsi sebagai peningkatan mutu pendidikan. Pimpinan yang inovatif harus mampu melakukan perubahan terhadap pandangan dan sikap semua organisasi disekolah terhadap inovasi yang dilaksanakan, sehingga semua organisasi sekolah dapat berinovasi dan mendukung terhadap pembaharuan inovasi yang diterapkan sekolah dalam rangka menciptakan sekolah yang lebih baik lagi.</p>
      <p id="_paragraph-21">Salah satu kepala sekolah yang menerapkan kepemimpinan inovatif ialah kepala sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan. Sejak lolos menjadi Sekolah Penggerak pada tahun 2021, Kepala Sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfal ini melakukan berbagai inovasi, mulai dari inovasi kurikulum pembelajaran, manajemen berbasis data, dan digitalisasi sekolah. Kepala sekolah TK Aisiyiyah Bustanul Athfal ini melakukan sebuah inovasi dengan mengikuti seleksi Program Sekolah Penggerak yang dicanangkan oleh Kemendikbud sebagai upaya dalam memajukan dan mengembangkan sekolah. Kepemimpinan inovatif juga menjadi tuntutan bagi sekolah yang lolos menjadi sekolah penggerak, karena kepemimpinan inovatif dapat menjadi motivator terbaik dalam merancang kurikulum yang terbaru yaitu Kurikulum Merdeka.</p>
      <p id="_paragraph-22">Sekolah penggerak akan mengembangkan hasil belajar siswa secara keseluruhan dengan menerapkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup keterampilan kognitif (membaca, menulis, matematika) dan non-kognitif (kepribadian) yang disesuaikan dengan kelompok bakat (kepala sekolah dan guru). Program sekolah penggerak merupakan program untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa dan terdiri dari lima intervensi yang membantu sekolah naik satu hingga dua tingkat dalam tiga tahun akademik.[8] </p>
      <p id="_paragraph-23">Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1177/M/2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program sekolah penggerak menyatakan bahwa tujuan Program sekolah penggerak adalah peningkatan kapasitas. Pemerataan mutu pendidikan akan terjamin melalui program pengembangan kapasitas pimpinan sekolah yang dapat memimpin satuan pendidikannya untuk mencapai pembelajaran bermutu dan ekosistem pendidikan yang lebih kokoh sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila. Fokusnya adalah pada peningkatan kualitas dan pembangunan lingkungan yang mendukung bagi para pemangku kepentingan di sektor pendidikan, baik di tingkat sekolah,  daerah, dan pusat.[9]</p>
      <p id="_paragraph-24">Sekolah yang terpilih memenuhi kriteria sekolah penggerak apabila dipimpin oleh kepala sekolah yang mempunyai kemampuan kepemimpinan  yang sangat baik dalam bidang pembelajaran, kemampuan mengajar atau membimbing seluruh  sekolah,  kemampuan kolaboratif, orientasi pembelajaran, dan  kematangan etika sesuai  kriteria pemilihan mengemudi. program sekolah sekolah. Sehingga kepemimpinan kepala sekolah yang baik dan tepat juga sebagai acuan seleksi sekolah dapat lolos menjadi sekolah penggerak.</p>
      <p id="_paragraph-25">Program sekolah penggerak juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kepribadian sesuai profil pelajar Pancasila serta menjamin pemerataan mutu pendidikan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menjamin pemerataan  pendidikan berkualitas melalui program yang meningkatkan kapasitas pemimpin sekolah untuk memimpin sektor pendidikan dan mencapai pembelajaran berkualitas. Ekosistem pendidikan yang lebih kuat berfokus pada peningkatan kualitas dan penciptaan lingkungan kolaboratif bagi para pemangku kepentingan di sektor pendidikan, baik sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Kami berharap sistem pelaksanaan proyek mobilisasi sekolah ini  dapat menjadi acuan bagi mereka yang terlibat dalam pelaksanaan proyek mobilisasi sekolah dan dapat memenuhi harapan mereka.[10]</p>
      <p id="_paragraph-26">Ada banyak manfaat bagi sekolah yang menawarkan program sekolah penggerak. Artinya, terdapat peluang untuk meningkatkan kualitas hasil pembelajaran selama tiga tahun, meningkatkan kapasitas pimpinan sekolah dan guru, mempercepat digitalisasi sekolah, dan mengembangkan katalis transformasi dalam sekolah penggerak. Sekolah lainnya mendapat tambahan dana untuk mempercepat terwujudnya profil siswa Pancasila, memberikan dukungan intensif, dan membeli buku untuk  pembelajaran  paradigma baru.</p>
      <p id="_paragraph-27">Adanya program sekolah penggerak memungkinkan adanya upaya untuk meringankan kekurangan kepala sekolah dalam kinerja sekolah dan keterampilan manajemen. Program sekolah penggerak berbeda dalam aspek pemilihan yang ditentukan oleh kepala sekolah untuk memperoleh keterampilan kepemimpinan yang kreatif, kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pengalaman.[11] Program sekolah         penggerak ini diharapkan dapat memotivasi kepala sekolah untuk lebih mengembangkan sekolahnya menjadi sekolah yang berkualitas. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan elemen penting dalam mendorong perubahan organisasi dan kepemimpinan sekolah. Kehadiran mereka bukan sekadar simbol, namun menjadi elemen penting dalam keberhasilan dan mutu pendidikan sekolah.</p>
      <p id="_paragraph-28">Kepala sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan ini banyak melakukan inovasi-inovasi baru   setelah lolos menjadi sekolah penggerak, sehingga menjadikan sekolah ini tumbuh berkembang dan maju. Sebelum sekolah ini menjadi sekolah penggerak, kegiatan yang berlangsung hanya bersifat rutinitas, demikian juga apa yang dilakukan oleh kepala sekolah hanya melaksanakan tugas administratif semata. Guru di sekolah fokus pada penerapan kurikulum, bukan menjadi pemilik atau pencipta kurikulum. Guru adalah satu-satunya       sumber pembelajaran, bukan fasilitator atau sumber ilmu pengetahuan. Sehingga pembelajaran hanya terfokus pada guru.</p>
      <p id="_paragraph-29">Berdasarkan pemaparan di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul “Kepemimpinan Inovatif Kepala Sekolah Pada Sekolah Penggerak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan Sepanjang” Dengan 2 rumusan masalah pokok terkait bagaimana penerapan kepemimpinan inovatif dan hasilnya serta dampak positif kepemimpinan inovatif terhadap kualitas pendidikan pada sekolah penggerak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-7a755816754f46687344aa245339a95a">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-31">Metode penelitian adalah serangkaian kegiatan untuk menggali kebenaran suatu penelitian, dimulai dengan pemikiran yang membentuk rumusan masalah, menghasilkan hipotesis awal dengan bantuan dan pengakuan penelitian sebelumnya, dan kemudian menyelesaikan penelitian yang diolah, dianalisis, dan akhirnya ditarik kesimpulan.[12] Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus di TK Aisyiyah Bustanl Athfal Bebekan. Metode penelitian kualitatif disebut juga metode penelitian naturalistik  karena penelitian dilakukan dalam kondisi alamiah (lingkungan alam).[13] Metode kualitatif bersifat deskriptif. Tujuan utamanya adalah untuk memperoleh gambaran yang lebih dalam dan pemahaman yang holistik atau komprehensif berdasarkan keadaan alamiah dari fenomena yang diteliti, dan sebagai sarana penting bagi peneliti sendiri untuk memperoleh data-data yang diperlukan.</p>
      <p id="_paragraph-32">Penelitian ini menggambarkan kepemimpinan inovatif yang dilakukan Kepala Sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan Sepanjang secara terstruktur dan natural. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan analaisis trianggulasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan staf sekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan. Wawancara dilakukan dengan menggunakan panduan wawancara yang telah dikembangkan sebelumnya untuk memperoleh data mengenai persepsi dan pengalaman peserta penelitian tentang peran kepemimpinan inovatif kepala sekolah dalam menggerakkan program sekolah. Observasi dilakukan untuk mengetahui  praktik kepemimpinan inovatif Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan pada program sekolah penggerak di lapangan.</p>
      <p id="_paragraph-33">Analisis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang menyatakan bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data dan setelah pengumpulan data selesai dalam jangka waktu tertentu. Menurut Miles, Huberman, dan Saldana, tiga aliran aktivitas terjadi secara bersamaan dalam analisis data kualitatif. Kegiatan analisis data adalah: kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/validasi.</p>
      <p id="_paragraph-34">Kondensasi data mengacu pada proses pemilihan, penyederhanaan, abstraksi, dan transformasi data untuk memperkirakan keseluruhan catatan lapangan, transkrip wawancara, dokumen, dan bahan empiris lainnya. Peneliti telah mengumpulkan berbagai data melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru dan staf, melakukan observasi aktivitas di sekolah, serta dokumen terkait kebijakan dan inovasi yang diterapkan di TK Aisyiyah Bebekan. Data yang dikumpulkan kemudian disaring dan difokuskan pada aspek yang relevan dengan kepemimpinan inovatif kepala sekolah pada sekolah penggerak. Misalkan kebijakan inovasi yang diterapkan, gaya kepemimpinan, penerimaan guru dan staf terhadap inovasi, serta dampak positif pada kualias pembelajaran.</p>
      <p id="_paragraph-35">Penyajian data adalah pengorganisasian dan sintesis informasi yang memungkinkan kesimpulan dan tindakan. Menyajikan data memungkinkan memahami apa yang terjadi dan mengambil tindakan, termasuk analisis lebih mendalam dan tindakan berdasarkan wawasan. Data yang sudah dipilih disajikan dalam bentuk narasi untuk menggambarkan kepemimpinan inovatif yang sudah dilakukan oleh kepala sekolah pada sekolah penggerak di TK Aisyiyah Bebekan.</p>
      <p id="_paragraph-36">Menarik kesimpulan, kegiatan analisis penting yang menarik  dan memvalidasi, menyimpulkan. Peneliti menganalisis data dan menarik kesimpulan  berdasarkan data yang disajikan.[14] Kesimpulan dapat diambil dengan membandingkan kesesuaian pernyataan subjek penelitian dengan makna yang terkandung dalam konsep dasar penelitian.[13] Dibawah ini adalah gambar dari model analisis data dari Miles, Huberman dan Saldana:</p>
      <fig id="figure-panel-7af4702cf49f4c4b23312727fd04ba60">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-d51eb05accc2a4fffb3fde81cca0cd85"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-faed04918a01e0ad74629811b9afff60" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1333-1.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-37">Gambar 1. Model Miles, Huberman dan Saldana[14]</p>
      <p id="_paragraph-38">Penelitian ini disempurnakan dengan menyelidiki bukti-bukti yang mendukung hasil wawancara. Peneliti mengkaji dokumen program sekolah penggerak  yang dibuat pada saat workshop sekolah penggerak  yang dihadiri oleh kepala sekolah dan  komite pembelajaran, serta pelaksanaan kegiatan semester yang dibuat. Peneliti juga melakukan trianggulasi waktu untuk memastikan bahwa data yang diperoleh valid dan konsisten. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan terhitung September-November 2024.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-6ac87bdc8ae079735f5e889273442477">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-40">
        <bold id="bold-f3db8ff70b0218d37c5471ac78d2240f">A.Kepemimpinan Inovatif</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-41">Kepemimpinan inovatif dalam pendidikan memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan dengan definisi kepemimpinan itu sendiri, kata Sudarwan Danim. Kepemimpinan pendidikan yang inovatif berarti menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai hasil yang unggul, yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang unggul berdampak pada peningkatan kualitas sekolah. Sumber daya pendidikan tersebut meliputi pendidik, peserta didik, prasarana, pendanaan sekolah,  dan lingkungan belajar. Oleh karena itu, kepemimpinan transformasional dalam pendidikan dapat dipahami sebagai jenis kepemimpinan yang mampu membawa perubahan dalam dunia pendidikan.</p>
      <p id="_paragraph-42">Kepemimpinan inovatif merupakan kepemimpinan yang mempunyai kemampuan untuk melakukan inovasi dilembaga pendidikan, memiliki visi, misi, kemauan dan komitmen melakukan inovasi, memahami proses terjadinya inovasi dan memiliki kemampuan dalam melakukan inovasi. Dalam penyelesaian konflik organisasi sekolah kepemimpinan yang inovatif sangat dibutuhkan untuk mengatur sekolah supaya lebih mampu menghadapi konflik yang terjadi.[15] Kepemimpinan inovatif merupakan salah satu kunci untuk mencapai keberhasilan dalam memimpin suatu organisasi. Pemimpin yang mempunyai inovasi bisa membuat suatu organisasi mencapai tujuan yang diinginkan. Gaya kepemimpinan yang inovatif bisa berdasarkan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki. Sebagai seorang pemeimpin harus mempunyai berbagai macam strategi atau cara untuk menghadapi segala masalah yang terjadi. Sebagai seorang pemimpin yang inovatif harus memiliki keyakinan dari diri sendiri untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas dan tugas sebagai pemimpin.[15] </p>
      <p id="_paragraph-43">Diharapkan penerapan kepemimpinan inovatif pada pendidikan akan membuahkan reformasi yang memberikan manfaat lebih besar, tidak hanya  bagi sekolah tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan cara ini, kepemimpinan inovatif yang ada dapat memberdayakan organisasi pendidikan untuk mendorong inovasi lebih lanjut dan berkinerja baik, sehingga mencapai pendidikan bermutu sesuai impian mereka.[16] Kepemimpinan inovatif harus mengembangkan hal-hal sebagai berikut: 1) Ide generasi; 2) Evaluasi; 3) Penerapan (Implementasi). Kedua jenis inovasi tersebut termasuk inovasi eksplorasi yang melibatkan dan menghasilkan ide-ide baru, dan inovasi nilai tambah yang melibatkan modifikasi dan peningkatan ide-ide yang sudah ada sebelumnya. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang juga mengungkapkan bahwa mempunyai ide dan inisiatif yang baik untuk kemajuan dan pengembangan sekolah harus dimulai dari ide kepala sekolah [14] </p>
      <p id="_paragraph-44">Kepala sekolah dikatakan pemimpin yang inovatif apabila antara lain mampu melaksanakan tugasnya secara konstruktif, kreatif, terdelegasi, integratif, rasional dan obyektif, realistis, keteladanan, disiplin, mudah beradaptasi dan fleksibel. Sebagai pimpinan tertinggi  lembaga pendidikan, kepala sekolah mempunyai semangat yang sangat konstruktif, yang tercermin dari motivasi guru dan tenaga kependidikan. Tidak ada kesenjangan antara guru yang lebih tua dan yang lebih muda karena semua guru diberikan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang bersama.[4] Kepemimpinan yang inovatif dapat menjadi kekuatan pendorong pembelajaran yang efektif di tingkat sekolah, khususnya di lingkungan pendidikan anak usia dini. Mengingat pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan formal tahap pertama, maka  konsep proses pembelajaran inovatif perlu dikelola dengan baik melalui manajemen terstruktur di bawah kepemimpinan kepala sekolah. [17]</p>
      <p id="_paragraph-45">Kepala sekolah merupakan faktor kunci dalam perbaikan tata kelola dan merupakan penggerak yang memotivasi setiap satuan pendidikan untuk menjamin terciptanya lingkungan belajar yang ramah dan bermakna  melalui peningkatan sistem pendukung mutu pendidikan Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005  mendefinisikan kepala sekolah sebagai guru yang diberi tugas tambahan dalam menjalankan sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah yang ideal adalah guru yang dapat memadukan profesionalisme mengajar dan keterampilan kepala sekolah untuk mewujudkan visi sekolah yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Berger dkk. mengartikan kepala sekolah sebagai pemimpin yang mampu membangun ekosistem belajar guru, menumbuhkan semangat guru, sehingga mendorong mutu pembelajaran yang tinggi.[18]</p>
      <p id="_paragraph-46">Studi Jack Zenger dan Joseph Folkman bertajuk “Ten Traits of Transformational Leaders” mengidentifikasi sepuluh karakteristik kepemimpinan transformasional, antara lain: berorientasi pada pelanggan, menciptakan iklim saling percaya, menunjukkan komitmen terhadap organisasi dan pelanggan, mendengar inovasi dari tingkat bawah, bersifat persuasif, menguasai jangkauan sangat luas (Approachable), berorientasi pada kecepatan, pemimpin komunikasi terbuka, dan pemimpin yang inspiratif dan memotivasi (Inspirational).[19]</p>
      <p id="_paragraph-47">Berdasarkan hasil wawancara,  kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan memiliki kualitas kepemimpinan antara lain percaya diri, sikap adil dan tegas, inovasi dan kemampuan melindungi karyawan. Sikap tegasnya tidak hanya mencakup kemampuan mengutarakan pikirannya secara jernih, tetapi juga keberanian mengambil keputusan dalam berbagai hal. Selain itu, kepala sekolah menerapkan prinsip keadilan dengan tidak membeda-bedakan seluruh warga sekolah serta memberikan penghargaan dan peringatan secara adil. Kepala sekolah dapat melindungi seluruh warga sekolah dan menciptakan suasana  aman, nyaman dan harmonis.</p>
      <p id="_paragraph-48">Kualitas kepemimpinan kepala sekolah pada program sekolah penggerak TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan didukung oleh beberapa faktor kunci. Pertama, kemampuan komunikasi yang baik untuk menyampaikan informasi dengan jelas dan memotivasi warga sekolah. Kedua, ketersediaan sumber daya manusia dan material  mendukung maksimalisasi potensi setiap individu. Ketiga, konsensus atau komitmen terhadap kebijakan sekolah menciptakan landasan yang kokoh dan mengurangi risiko kesalahan. Keempat, kondisi lingkungan yang mendukung menciptakan suasana positif yang memfasilitasi pelaksanaan tugas yang efektif.</p>
      <p id="_paragraph-49">Kepala sekolah terus memperbaharui program-program yang ada di sekolah dengan mengikuti program terbaru dari Kemdikbud. Pada tahun 2021 kepala sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan mengikuti Webinar Sosialisasi Program Sekolah Penggerak Angkatan ke-2. Kemudian kepala sekolah mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi program sekolah penggerak. Pada tahap seleksi, kepala sekolah diuji oleh asesor-asesor yang sudah dilatih dan tersertifikasi. Kepala sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan dinyatakan lolos seleksi tahap pertama. Selanjutnya, kepala sekolah mengikuti seleksi tahap kedua yaitu simulasi mengajar dan wawancara. Setelah semua tahap dijalani, kepala sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfan Bebekan dinayatakan lolos dan akan mengikuti pendampingan program sekolah penggerak selama 3 tahun ajaran. Pada pendampingan program sekolah penggerak, kepala sekolah diwajibkan untuk menunjuk 2 guru sebagai guru komite pembelajaran yang mengikuti pendampingan bersama kepala sekolah. </p>
      <p id="_paragraph-50">Sebagai pimpinan tertinggi  lembaga pendidikan, kepala sekolah mempunyai jiwa yang sangat konstruktif yang tercermin dari kemampuannya dalam memotivasi guru dan tenaga kependidikan. Tidak ada hambatan antara guru yang lebih tua dan yang lebih muda karena semua guru diberikan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang. TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan memiliki guru-guru veteran yang masih  membutuhkan  motivasi besar untuk menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dalam digitalisasi sekolah. Kepala sekolah secara berkala memantau kinerja guru dan staf sehingga dapat segera mengidentifikasi kekurangan dan kelemahan  guru dan staf yang ada dalam proses belajar mengajar  dan mencari solusi yang tepat.</p>
      <p id="_paragraph-51">Kepala sekolah memberikan tugas dan tanggung jawab kepada guru dan staf berdasarkan jabatan dan kemampuannya. Dalam melaksanakan tugas yang dilimpahkan, kepala sekolah didukung oleh wakil kepala sekolah di bidang kurikulum, kesiswaan, sarana dan prasarana. Kepala sekolah harus mampu memadukan kegiatan secara sinergis agar tujuan sekolah tercapai secara efektif, produktif, dan efisien. Di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan, Kepala sekolah memadukan kegiatan pembelajaran melalui penerapan manajemen pembelajaran berbasis proyek yang memuat profil pelajar Pancasila.</p>
      <p id="_paragraph-52">
        <bold id="bold-cdc566102ba7e1b93e8cdd7b56557d81">B.Program Sekolah Penggerak</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-53">Sekolah penggerak adalah sebutan yang diberikan kepada sekolah yang memenuhi persyaratan dan lolos proses penyaringan, yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai sekolah yang menerapkan kurikulum unik yang mewujudkan citra siswa Pancasila. Sekolah penggerak yang menerapkan kurikulum unik diharapkan menjadi sekolah yang dapat menggerakkan sekolah lain untuk meningkatkan hasil belajar dan pengembangan karakter siswa. Sekolah penggerak dapat membawa perubahan pada sekolah lain, menjadi penggagas, berkontribusi dalam peningkatan mutu pembelajaran pada satuan pendidikan lain, menyelesaikan permasalahan dan menciptakan hal-hal baru.[15]</p>
      <p id="_paragraph-54">Sekolah penggerak merupakan sekolah yang menitikberatkan pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan menerapkan Profil Pelajar Pancasila yang meliputi kemampuan kognitif (membaca, menulis, berhitung) dan kemampuan non kognitif (kepribadian atau karakter). Di sekolah penggerak, instruksi akan diberikan oleh kepala sekolah atau instruktur sekolah penggerak. Menteri Pendidikan saat itu, Nadim Makarim, mengatakan sekolah penggerak akan menjadi katalisator. Tujuannya adalah untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia. Secara khusus, merupakan sekolah yang menitikberatkan pada pengembangan holistik capaian pembelajaran siswa dengan mencapai Profil Pelajar Pancasila dan memiliki sumber daya manusia (kepala sekolah dan guru) berkelas dunia.[7]</p>
      <p id="_paragraph-55">Profil Pelajar Pancasila merupakan salah satu rumusan yang dijadikan acuan  dalam menganalisis keterampilan siswa Indonesia. Dikembangkan oleh Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan memuat prestasi siswa Pancasila untuk memperkuat ketahanan psikologis siswa. Program Profil Pelajar Pancasila bertujuan untuk mengembangkan peserta didik menjadi sumber daya manusia yang bermanfaat dan mengembangkan akhlak mulia yang selaras dengan Pancasila dan termasuk dalam Pelajar Pancasila. Aspek profil pelajar Pancasila juga disusun secara holistik dan komprehensif melalui penguasaan dan keteladanan. Hasil sekolah penggerak membantu pelajar pancasila mewujudkan visi pendidikan Indonesia.[20]</p>
      <p id="_paragraph-56">Program sekolah penggerak terdiri dari lima intervensi yang saling bergantung dan tidak dapat dipisahkan. Kelima intervensi tersebut adalah: 1) pendampingan  dan dukungan asimetris, 2) penguatan sumber daya manusia  sekolah, 3) pembelajaran melalui paradigma baru, 4) perencanaan berbasis data, dan 5) digitalisasi sekolah. Kelima intervensi pada program sekolah penggerak ini mengharuskan Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan untuk menerapkan perubahan atau pergantian kepemimpinan yang lebih inovatif. Dalam proses transformasi atau transformasi menjadi sekolah penggerak kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan dan para guru komite pembelajaran ikut serta dalam supervisi program sekolah penggerak sesuai dengan lima intervensi.</p>
      <p id="_paragraph-57">Pertama, dukungan konsultatif dan asimetris. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan dukungan terhadap pendirian sekolah penggerak melalui UPT di masing-masing negara bagian. Instansi pemerintah daerah akan berkomunikasi dengan pemangku kepentingan yang diperlukan untuk mencari solusi terhadap hambatan implementasi di daerah. Kedua, penguatan sumber daya manusia di sekolah. Kepala sekolah, pengawas  dan guru mengikuti program pelatihan dan pendampingan  intensif yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan pelatih profesional. Pelatihan  bagi kepala sekolah, pengawas, pengawas, dan guru terdiri atas: 1) Pelatihan bagi kepala sekolah, pengawas, pengawas, dan guru tentang penerapan pembelajaran paradigma baru. 2) Pembelajaran pelatihan kepemimpinan bagi kepala sekolah, direktur, dan pengawas. Dilakukan setahun sekali selama periode program. Pelatihan perwakilan guru nasional. Sedangkan guru yang tidak mengikuti pelatihan akan mendapatkan pelatihan melalui pelatihan di sekolah. </p>
      <p id="_paragraph-58">Dukungan terhadap kepala sekolah, pengawas, dan guru meliputi: 1) pelatihan in-house training, 2) lokakarya, 3) komunitas praktik baik, dan 4)  berkala setiap 2-4 minggu  selama program berlangsung terdiri dari program pembinaan. Implementasi teknologi kemudian terdiri dari 1) Kompetensi Teknologi, 2) Platform Guru: Profil dan Pengembangan Keterampilan, 3) Platform Guru:Pembelajaran, 4) Platform Sumber Daya Sekolah, dan 5) Platform Sertifikasi Pendidikan. Ketiga, belajar dengan paradigma baru. Berdasarkan prinsip pembelajaran berdiferensiasi, setiap siswa belajar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangannya. Melalui program intrakulikuler dan ekstrakulikuler yang disesuaikan dengan Profil Pelajar Pancasila yaitu; Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlaq mulia, Berkebinekaan Global, Mandiri, Bergotong Royong, Bernalar Kritis dan Kreatif.[17]</p>
      <p id="_paragraph-59">Kepalas sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan telah melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan sekolah penggerak dengan memasukkan aset sekolah sebagai berikut: 1) Lingkungan belajar yang nyaman. Hal ini juga melibatkan warga sekolah yang fokus pada pengembangan dan pemeliharaan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. 2) Menjalin komunikasi dan interaksi yang baik, rasa saling percaya dan komunikasi yang penuh kepedulian di antara seluruh warga sekolah. 3) Mengembangkan kapasitas pimpinan sekolah melalui pelaksanaan program refleksi dan peningkatan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Termasuk mengkoordinasikan pengumpulan dan penilaian data terkait proses dan hasil belajar siswa. 4) Keterlibatan orang tua, yaitu melibatkan orang tua sebagai fasilitator pembelajaran di sekolah dan membantu pendidik memahami karakteristik siswa serta memfasilitasi komunikasi yang efektif.</p>
      <p id="_paragraph-60">Setelah mengikuti pendampingan dan pelatihan sekolah penggerak, kepala sekolah secara bertahap menerapkan ilmu-ilmu yang didapat pada saat pembinaan. Mulai dari menyusun jadwal dan program kerja kepala sekolah terbaru. Kemudian kepala sekolah mengajak seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk menganalisis kembali karakteristik sekolah dengan menggunakan analisis SWOT, guna untuk memperbarui visi misi sekolah yang lebih tepat dan sesuai dengan karakteristik sekolah. Setelah ditetapkan visi dan misi sekolah yang sudah tercantum pada KOSP (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan), kepala sekolah pendidik dan tenaga kependidikan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan menyiapkan dan memperbaharui sarana prasarana yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Selanjutnya, kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan melakukan modifikasi  kurikulum dengan cara menggabungkan antara kurikulum merdeka belajar dengan kurikulum Aisyiyah. Sehingga kurikulum yang digunakan lebih tepat dan sesuai dengan karakteristik sekolah</p>
      <p id="_paragraph-61">
        <bold id="bold-8049add5711446817dde3f9181ae5994">C.Hasil Inovasi Kepemimpinan Kepala Sekolah</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-62">Beberapa inovasi yang dilakukan oleh kepala sekolah  pada sekolah penggerak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan adalah: 1) Penyusunan program kerja kepala sekolah meliputi program kerja harian, mingguan, bulanan, semester, dan  tahun ajaran. 2) Mengembangkan dan mengkomunikasikan visi dan misi sekolah yang  disepakati bersama  kepada seluruh warga sekolah. 3) Menyiapkan sarana prasarana untuk menunjang visi dan misi sekolah. 4) Menjangkau seluruh komunitas sekolah. 5) Menjamin komunikasi yang baik dengan  seluruh komponen dilingkungan sekolah. 6) Menjamin kerjasama yang baik antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru. 7) Selalu melibatkan guru dalam pengembangan program kegiatan pembelajaran dan berupaya menjamin transparansi  pendanaan. 8) Pemanfaatan teknologi informasi dalam segala aspek.</p>
      <p id="_paragraph-63">Perubahan kurikulum di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan, menyesuaikan dengan kurikulum terbaru yang sudah ditetapkan oleh Kemdikbud yaitu Kurikulum Merdeka. Adanya perubahan kurikulum ini, Kepala sekolah mengintruksikan dan memfasilitasi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk melakukan pelatihan mandiri melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM). Dimana, dalam pelatihan mandiri ini seluruh komponen sekolah harus dilibatkan dan harus mampu menguasai penggunaan teknologi informasi. Kepala sekolah juga mengintruksikan seluruh guru dan tenaga pendidik wajib melakukan inovasi pembelajaran pada proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan teknologi informasi. Pada pemilihan strategi dalam inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru-guru di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan,  kepala sekolah memberikan keleluasaan dan dukungan terhadap inovasi dan kreativitas guru untuk melakukan pembelajaran berdiferensisasi, dimana proses belajar berorientasi pada peserta didik. Dalam pembelajaran berdiferensiasi, guru harus mengenali karakteristik dan memfasilitasi kebutuhan belajar peserta didik.</p>
      <p id="_paragraph-64">Kepala sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan juga membuat tim inovasi pembelajaran, dimana tim inovasi ditugaskan untuk mencari dan memunculkan ide-ide kreatif guru dalam pembelajaran yang kemudian direalisasikan bersama melalui event-event sekolah, seperti kegiatan : 1) PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) dengan mengadakan kegiatan lomba konten video islami untuk peserta didik dan orangtua, mengadakan kegiatan simulasi sholat idul fitri dan idul adha beserta simulasi penyembelihan hewan qurban, kegiatan nonton bareng film tentang kisah-kisah Nabi, dan melakukan bakti sosial dengan berbagi baju dan sembako pada warga di sekitar sekolah yang membutuhkan. 2) Kegiatan PHBN (Peringatan Hari Besar Nasional) dengan mengadakan karnaval menggunakan baju adat dan aksesoris pakaian adat yang dibuat oleh peserta didik, memperingati hari pahlawan dengan memakai kostum profesi ketika sekolah. 3) Mengenalkan kewirausahaan sejak dini melalui kegiatan “market day”, dimana peserta didik berproses mulai dari merancang produk, menyiapkan alat dan bahan, membuat produk hasil karya bersama guru, hingga menjual hasil produk. 4) Kegiatan akhir tahun yang memiliki konsep berbeda setiap tahunnya dengan melibatkan anak untuk tampil menunjukkan bakatnya melalui talent yang diikuti dan bermain mini drama kolosal. </p>
      <p id="_paragraph-65">Proses pembelajaran di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan tidak hanya dilakukan oleh guru, namun juga keterlibatan orangtua melalui inovasi pembelajaran yang diberi nama “My Parent is My Teacher”, program ini memberikan kesempatan bagi orangtua untuk menjadi guru di sekolah selama satu hari. Selain itu, ada juga inovasi pembelajaran melalui program “Best Parent”, yaitu mengenalkan berbagai macam profesi orangtua siswa kepada peserta didik, dengan mendatangkan orangtua sebagai narasumber utama yang menunjukkan apa saja yang dilakukan atau dikerjakan pada salah satu profesi tersebut, misalnya mendatangkan orangtua siswa yang berprofesi menjadi Polisi, Pemadam kebakaran, Masinis, Pilot, dan lain sebagainya.</p>
      <p id="_paragraph-66">Dalam proses pembelajaran tidak luput dari pemanfaatan teknologi informasi atau digitalisasi sekolah yang menjadi salah satu intervensi sekolah penggerak, kepala sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan mengawal sekaligus memfasilitasi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran online. Untuk mengatasi kekurangsiapan guru dalam menggunakan teknologi, pimpinan sekolah dapat melibatkan guru dalam pelatihan tentang penggunaan  aplikasi sebagai media pembelajaran, mengundang narasumber yang berkompeten, dan lain-lain serta membangun komunitas belajar bersama guru lain untuk meningkatkan kapasitas guru. Kepala sekolah memfasilitasi guru dan tenaga kependidikan untuk mengikuti beberapa pelatihan pemanfaatan teknologi informasi, melalui kegiatan pelatihan pembuatan media pembelajaran online, pelatihan pembuatan video pembelajaran, pelatihan membuat bahan ajar menggunakan aplikasi canva, dan membuat poster pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Selain itu, beberapa media pembelajaran digital yang sering digunakan yaitu whatsapp, zoom meeting, youtube, dan canva. Selain pemanfaatan teknologi informasi untuk pembelajaran, kepala sekolah juga memotivasi guru untuk terus belajar terkait kurikulum merdeka melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM).  Dimana pada platform merdeka mengajar terdapat banyak sekali materi-materi baru terkait model pembelajaran, modul ajar, media pembelajaran, dan aksi nyata guru. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi yang dilakukan TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan juga untuk mempromosikan sekolah melalui media sosial instagram, facebook, youtube, tiktok dan website. Kepala sekolah membentuk tim publikasi khusus untuk membuat poster, video kekinian, dan berita acara pada web sekolah. Tim publikasi yang sudah dibentuk membuat timeline dan jadwal khusus pada setiap media sosial milik sekolah.</p>
      <p id="_paragraph-67">Hasil menunjukkan bahwa pendekatan kepemimpinan yang inovatif telah mendapatkan hasil uang signifikan. Keberhasilan ini didasarkan pada kerjasama yang erat dengan pihak terkait untuk terus mendukung, mengakui, dan memperkuat peran kepala sekolah sebagai pemimpin dalam mendorong perubahan positif di sektor pendidikan. Keterampilan kepemimpinan yang inovatif juga mencakup kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan dan bertindak secara fleksibel. Kepala sekolah harus menggerakkan peran serta seluruh warga sekolah untuk menciptakan kondisi kerja yang baik, nyaman dan praktis guna mencapai tujuan pendidikan yang utama.</p>
      <p id="_paragraph-68">
        <bold id="bold-12210c575deb32312f0365e9c43d501b">D.Dampak Kepemimpinan Inovatif Terhadap Sekolah Penggerak</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-69">Secara eksternal, lembaga pendidikan dengan kepemimpinan yang inovatif membawa perubahan dan dampak positif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang berkualitas. Secara umum, urgensi kepemimpinan inovatif akan menentukan peningkatan kualitas pendidikan suatu negara. Untuk membuat hidup masyarakat lebih cerdas. Tujuan  inovasi atau perubahan di satu sisi adalah untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam beradaptasi terhadap perubahan lingkungannya, dan di sisi lain bertujuan untuk mengubah perilaku pegawai guna meningkatkan produktivitas. Tujuan perubahan ini dapat fokus pada struktur organisasi, teknologi, tata letak fisik, sumber daya manusia, mekanisme kerja, dan budaya organisasi.[22]</p>
      <p id="_paragraph-70">Dari beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh kepala sekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan, menghasilkan dampak positif bagi sekolah, diantaranya; 1) peningkatan kualitas pembelajaran, 2) pemberdayaan guru, 3) lingkungan sekolah yang lebih baik, 4) partisipasi orangtua dan komunitas, 5) pengembangan karakter siswa, 6) adaptasi terhadap perubahan sekolah, 7) digitalisasi sekolah dan  8) peningkatan prestasi sekolah.</p>
      <p id="_paragraph-71">Kepala sekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan melakukan inovasi kurikulum terbaru yang sesuai dengan program sekolah penggerak yaitu Kurikulum Merdeka. Penyusunan kurikukum ini, diawali dengan mengevaluasi dan melakukan analisis SWOT terhadap program sekolah yang sudah dilakukan sebelumnya. Kemudian menyusun tujuan, visi dan misi sekolah dengan menyesuaikan karakteristik sekolah. Pengembangan kurikulum yang dirancang menyesuaikan dengan minat peserta didik dengan capaian pembelajaran yang sudah ditentukan, sehinga dapat terwujud kegiatan pembelajaran berdiferensiasi dan berpusat pada anak. Hal ini menjadi satu bentuk perubahan peningkatan kualitas pembelajaran yang ada di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan dibandingkan sebelumnya, dimana kegiatan pembelajaran lebih terpusat kepada guru dengan kegiatan yang terkesan monoton.</p>
      <p id="_paragraph-72">Dampak kepemimpinan inovatif selanjutnya yaitu pemberdayaan guru. Hendarman menjelaskan bahwa kemampuan guru dapat ditingkatkan melalui kepemimpinan inovatif kepala sekolah. Artinya, jika kepala sekolah termotivasi maka hasilnya akan terlihat jelas. Lingkungan turut menentukan keberhasilan kinerja seseorang. Oleh karena itu, selain membantu guru  meningkatkan kualitas kerjanya,  sekolah juga harus berupaya melakukan penguatan terhadap guru agar dapat berkinerja baik dan melaksanakan tugasnya secara profesional.[23] Setelah lolos menjadi sekolah penggerak, kepala sekolah menunjuk 2 guru sebagai guru komite pembelajaran yang mendampingi kepala sekolah dalam kegiatan pendampingan sekolah penggerak. Materi-materi yang didapatkan pada pendampingan sekolah penggerak selanjutnya akan dipresentasikan pada seluruh guru yang ada di sekolah melalui kegiatan pelatihan mandiri menggunakan PMM (Platform Merdeka Mengajar), IHT (In House Training), Coaching, dan Komite Belajar. Selain itu, kepala sekolah juga memfasilitasi guru dengan mengikuti berbagai pelatihan untuk pengembangan kompetensi guru dalam bidang digitalisasi, juga melakukan studi tiru ke sekolah yang sudah lebih dahulu menerapkan kurikulum merdeka dan termasuk dalam program sekolah penggerak angkatan pertama.</p>
      <p id="_paragraph-73">Ketiga, kepemimpinan inovatif yang dilakukan kepala sekolah berdampak pada lingkungan sekolah yang lebih baik. Kepala sekolah melakukan pembaharuan dan perbaikan sarana prasarana sekolah untuk memfasilitasi guru, peserta didik dan warga sekolah. Peningkatan ruang kelas dan fasilitas pembelajaran dengan menata ruang kelas agar lebih nyaman dan fleksibel, menciptakan ruang kelas yang terbuka, memanfaatkan teknologi dalam pengajaran (seperti proyektor dan komputer) dan mendesain ruang kelas yang mendukung pembelajaran kolaboratif. Fasilitas green school dengan menciptakan taman sekolah dan ruang terbuka hijau untuk mendukung pembelajaran di luar kelas dan mengajarkan nilai-nilai lingkungan kepada siswa. Perbaikan fasilitas kesehatan dan kesejahteraan dengan menyediakan ruang kesehatan yang lengkap dengan fasilitas yang memadai untuk mendukung kesehatan siswa.</p>
      <p id="_paragraph-74">Keempat, partisipasi orangtua dan komunitas. Orangtua walimurid di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan memiliki organisasi yang biasa disebut IWAMA (Ikatan Walimurid Aisyiyah). Organisasi ini memiliki program kerja yang menunjang dan mendukung keberhasilan program yang ada di sekolah. Kepala sekolah terlibat aktif dalam pendampingan orangtua walimurid untuk melaksanakan kerjasama dengan sekolah melalui kegiatan-kegiatan inovatif seperti mengadakan kelas orangtua untuk koordinasi perkembangan peserta didik, mengadakan kegiatan parenting untuk orangtua berseta kakek dan nenek untuk menyamakan pola asuh terhadap anak, kegiatan peringatan hari besar nasional dan hari besar islam, serta kegiatan perlombaan yang diikuti oleh ibu dan anak. Dengan demikian partisipasi orangtua terhadap program sekolah dapat berjalan dengan optimal.</p>
      <p id="_paragraph-75">Berikutnya adalah pengembangan kepribadian siswa. Melalui kegiatan pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas dengan penekanan pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter  sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pembelajaran dalam  paradigma baru didasarkan pada prinsip pembelajaran terdiferensiasi, di mana setiap siswa belajar sesuai dengan kebutuhannya sendiri. Hal ini tentu saja akan membentuk karakter mahasiswa Pancasila (bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berwawasan global, mandiri, gotong royong, kritis, dan kreatif).</p>
      <p id="_paragraph-76">Kepemimpinan inovatif yang dilakukan kepala sekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan juga berdampak pada adaptasi perubahan sekolah. Kepala sekolah yang memiliki kepemimpinan inovatif akan mendorong seluruh komunitas sekolah untuk memiliki mindset yang terbuka terhadap perubahan dan siap untuk beradaptasi dengan pendekatan baru. Hal ini mencakup penerimaan terhadap teknologi baru, perubahan kurikulum, dan metode pembelajaran yang lebih modern. Dalam menghadapi perubahan, kepala sekolah yang inovatif akan memastikan bahwa proses pembelajaran tidak terjebak dalam metode tradisional yang sudah ketinggalan zaman. Mereka akan mendorong guru untuk mengadopsi metode yang lebih fleksibel, seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, atau penggunaan teknologi dalam kelas.</p>
      <p id="_paragraph-77">Ketujuh, Kepala Sekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan berhasil melakukan inovasi digitalisasi sekolah. Mulai dari melengkapi sarana prasarana berupa ruang komputer untuk belajar siswa dan guru, pengadaan LCD dan proyektor di beberapa kelas, pemasangan jaringan internet atau wifi. Selain itu, digitalisasi dalam aspek promosi sekolah melalui konten media sosial instagram, tiktok, facebook, youtube dan website.</p>
      <p id="_paragraph-78">Dampak positif dari kepemimpinan inovatif kepala sekolah selanjutnya yaitu prestasi yang didapatkan sekolah. Dengan menerapkan kepemimpinan inovatif, TK Aisyiyah Bustanul Athfal mendapatkan banyak sekali prestasi dalam berbagai bidang. Salah satunya prestasi yang didapatkan yaitu menjadi Sekolah Penggerak pada tahun 2021, kemudian prestasi yang didapatkan oleh guru dan siswa dari berbagai jenis kompetisi. Sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat pada sekolah untuk mendaftarkan putra putrinya. TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan semakin dikenal masyarakat luas dari prestasi yang didapatkan.</p>
      <p id="_paragraph-79">
        <bold id="bold-8962d93e63ee001536bb9728901e7bca">E.Penelitian Terdahulu</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-80">Temuan empiris penelitian ini sesuai dengan teori dan penelitian para peneliti sebelumnya, antara lain: Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa pola kepemimpinan bersifat fasilitatif dan identik dengan prinsip Ing Ngarsa Sun Turada, Ing Madhya Mangun Khalsa dan Tut Uri Handayani.</p>
      <p id="_paragraph-81">Gaya pemimpin yang inovatif menjadi salah satu kriteria yang dibutuhkan oleh semua lembaga pendidikan karna dapat memberikan inovasi yang dilingkungan organasisa sekolah, dengan adanya kepemimpinan yang inovatif dapat memudahkan organisasi sekolah mencari solusi dari konflik yang terjadi di organisasi sekolah, konflik organisasi menjadi komponen penting untuk meningkat efektifitas organisasi sekolah, karena konflik tidak hanya berpengaruh negatif tapi kadang kala menjadi positif bagi organisasi sekolah.</p>
      <p id="_paragraph-82">Hal ini sejalan dengan pandangan Winardi mengenai urgensi kepemimpinan transformasional. Pandangannya adalah bahwa inovasi memungkinkan perusahaan untuk memaksimalkan kemampuan dan sumber daya mereka  untuk mengembangkan layanan, produk, atau sistem operasi baru dan lebih baik yang pada akhirnya melayani pelanggan dan layanan mereka. Kebutuhan konsumen.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-7c9f096d2dc216ccde272a042562e717">
      <title>Simpulan </title>
      <p id="_paragraph-84">Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data kualitatif, maka peneliti menyimpulkan bahwa kepemimpinan inovatif telah diterapkan pada sekolah penggerak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan. Hal ini dapat dilihat dari ketercapaian indikator dalam dampak positif dari penerapan kepemimpinan inovatif yang dilakukan. Dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan inovatif memiliki peran yang sangat signifikan dalam transformasi pendidikan dan keberhasilan implementasi program sekolah penggerak.</p>
      <p id="_paragraph-85">Kepemimpinan inovatif kepala sekolah pada sekolah penggerak terbukti sangat penting dalam menciptakan perubahan yang berdampak positif terhadap kualitas pendidikan. Dengan visi yang jelas, pemberdayaan guru, pemanfaatan teknologi, serta penciptaan budaya sekolah yang mendukung inovasi, kepala sekolah dapat membawa sekolah menuju kemajuan yang berkelanjutan. Kepemimpinan semacam ini juga memperkuat keterlibatan berbagai pihak, termasuk orang tua dan komunitas, dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik dan relevan dengan tuntutan zaman. Kepemimpinan inovatif yang dilakukan kepala sekolah dapat meningkatkan kualitas dan mutu sekolah yang dibuktikan melalui kepercayaan masyarakat terhadap TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan. </p>
      <p id="_paragraph-86">Dengan demikikan, inovasi yang dilakukan oleh kepala sekolah pada sekolah penggerak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi sekolah.</p>
      <p id="_paragraph-87">
        <bold id="bold-f00328cd9cd8a6de9ae61dbdfa9f3f6d">Ucapan Terima Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-88">Puji syukur penulis haturkan kepada Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan penelitian ini. Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada suami dan kedua orangtua yang telah memberikan dukungan selama proses penulisan penelitian ini.dalam memberikan pendampingan selama proses penulisan penelitian ini. Terimakasih juga untuk seluruh responden yang telah memberikan waktu dan sumbangsih dalam penelitian ini khususnya kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan. </p>
      <p id="_paragraph-89">Segala kekurangan dan ketidaksempurnaan dalam penulisan penelitian ini, penulis mengharap masukan, kritikan dan saran yang bersifat membangun kearah perbaikan dan penyempurnaan penulisan penelitian ini. Semoga penulisan penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.</p>
    </sec>
  </body><back/></article>
