<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Modern Islamic Boarding School Management in Developing Global Competitive Capabilities and Character of Santri</article-title>
        <subtitle>Manajemen Pesantren Modern Dalam Mengembangkan Kemampuan Saing Global Dan Karakter Santri</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Irsyad</surname>
            <given-names>Sholahuddin</given-names>
          </name>
          <email>irsyadsholahuddin01@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Widodo</surname>
            <given-names>Heri</given-names>
          </name>
          <email>heri@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>UMSIDA</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-09-30">
          <day>30</day>
          <month>09</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>01</day><month>09</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>I. Pendahuluan </title>
      <p id="paragraph-67e8d375d904d43c0993ef0276a3b6e9">Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang Khas di Indonesia dan telah berkembang pesat. Perkembangan pesantren tersebut memiliki variasi corak dan ke unikan masing-masing <xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref>, adanya variasi dan corak pesantren  dikarenakan pesantren adalah lembaga yang di asuh oleh satu orang atau sekelompok orang yang memiliki gaya dan keunikan tersendiri <xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref> .</p>
      <p id="_paragraph-11">sejarah Indonesia telah membuktikan bahwa  pesantren adalah pendidikan tertua yang sudah ada sejak zaman periode Hindu Budha atau sebelum datangnya Islam ke Indonesia <xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref>. Kemudian para ulama mendesain sebagaimana ajaran Islam yang ada. Pesantren tradisional merupakan pesantren yang eksis atau mengedepankan kitab klasikal atau fiqh, cara pengajaran juga masih menggunkan metode lama yaitu hafalan, bodongan, sorogan, Ijazah atau amalan yang ditentukan kiyai, dan juga pesantren tradisional tidak terlalu mengedapankan sekolah berjenjang <xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref>. Hal ini sangat bagus dalam memahami dan mendalami ilmu agama <xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>, akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan zaman harus menggeser ketradisionalan menuju modern, sehingga kebutuhan masyarakat akan pendidikan terpenuhi dan sesuai dengan porsi masyarakat Indonesia. </p>
      <p id="_paragraph-12">Allah SWT berfirman dalam surah Al Qosos ayat 78 dijelaskan bahwa selain mencari kehidupan akhirat atau mendalami agama, manusia juga diperintahkan untuk memikirkan nasibnya di dunia. Dengan demikian pesantren harus memenuhi pribadi santri dengan hal yang dapat membantu dalam pengembangan diri di kehidupan dunia, dapat dikatakan santri harus memiliki bekal hidup didunia dalam skill individu dan kelompok agar bermanfaat di masa depan <xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref>. Sehingga santri dapat mengikuti dan membuat perubahan di zaman yang di laluinya dengan skill yang telah diberikan oleh pesantren. Tentunya dengan adanya pesantren modern yang telah menyusun kemajuan pembelajaran yang dapat membantu memenuhi skill dan kebutuhan santri di masa yang akan datang. </p>
      <p id="_paragraph-13">Fathurrahman mengatakan bahwa setiap pesantren tidak luput dari Lima hal, yaitu kiyai, santri, masjid, asrama, dan kitab kuning. Hal ini juga diperkuat oleh kementrian agama bidang pondok pesantren. Sehingga dengan demikian pesantren modern adalah pesantren yang pada mulanya pesantren traditional yang terus bergerak dalam waktu ke waktu untuk memperbarui system sesuai dengan zamannya. Secara singkat dapat kita fahami bahwa pesantren terbagi menjadi dua secara garis besar, pesantren modern dan pesantren tradisional <xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>, pesantren modern adalah pesantren yang mengintregasikan seluruh sistem klasikal dan sekolah ke dalam pesantren. Semua santri yang masuk pesantren terbagi dalam tingkatan kelas sesuai tingkat sekolah, memasukkan pelajaran umum, tetap mempelajari ilmu agama yang telah ditentukan dan memberikan program-program penunjang.  sedangkan pesantren tradisional merupakan pesantren yang masih mempertahankan pembelajaran traditional, tanpa tingkatan sekolah dan tanpa pelajaran umum, dan terfokus ke dalam pembelajaran agama atau kitab klasikal dengan metode bandongan dan sorogan<xref id="_xref-8" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref> </p>
      <p id="_paragraph-14">Managemen adalah sebuah proses dari perencanaan, pengorganisasian, penggerak, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya <xref id="_xref-9" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref>, Managemen juga aspek penting dalam pengelolaan sebuah lembaga/instansi termasuk pada lembaga pendidikan, khusunya lembaga pendidikan Islam dan pesantren <xref id="_xref-10" ref-type="bibr" rid="bib10">[10]</xref>. Kedua lembaga tersebut tidak bisa terpisahkan dan merupakan tolak ukur pendidikan Islam<italic id="_italic-12">. </italic>Managemen pendidikan Islam atau pesantren memiliki landasan utama yang bersumber pada Al-Qur`an dan Hadist, landasan ini sekaligus sebagai sumber hukum dalam Islam. Managemen pendidikan secara sederhana diartikan sebagai pengelolaan dan penataan pendidikan agar dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien <xref id="_xref-11" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref><italic id="_italic-13">, </italic>Menejemen pesantren adalah suatu usaha atau proses perencanaan, pengorganisasian, penggerak dan pengawasan yang melibatkan sumber daya manusia dan non manusia dalam menjalankan lembaga pesantren agar berjalan efektif dan efisien. Dengan adanya menejemen pesantren yang baik maka akan terdapat pesantren yang terus berkembang dan maju. Tentunya dalam kualitas santri untuk bersaing di era globalisasi dan era 5.0 mendatang <xref id="_xref-12" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref></p>
      <p id="_paragraph-15">Dari waktu ke waktu fungsi pondok pesantren berjalan secara dinamis, berubah dan berkembang mengikuti dinamika sosial masyarakat global, Begitupula manajemen Pesantren yang teratur dan kondisional merupakan salah satu diantara ciri kualitas atau peran fungsi pesantren. Manajemen selalu mengawal dan memberikan arahan pada proses berjalannya sebuah pesantren sehingga dapat terpantau <xref id="_xref-13" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref></p>
      <p id="_paragraph-16">Pendidikan indonesia saat ini dihadapkan dengan realitas yang sangat mengkhawatirkan, bukan hanya guru dan managemen sekolah, tetapi pendidikan indonesia menghadapi realita yaitu banyaknya generasi muda yang kehilangan arah dari karakter dan persaingan global yang sudah terjadi <xref id="_xref-14" ref-type="bibr" rid="bib14">[14]</xref>. Adanya era globalisasi memberikan dampak positif dan juga negatif bagi warga negara Indonesia, Namun tidak setiap warga negara menyikapi dampak negatif globalisasi dengan baik. Adanya  penurunan moral bangsa merupakan salah satu dampak negatif dari globalisasi <xref id="_xref-15" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-17">Seperti yang terjadi dikalangan pelajar dengan maraknya kenakalan remaja seperti penyalah gunaan narkotika, tawuran, klitih bahkan sex bebas. Dengan contoh kasus yang terjadi dikalangan pelajar tersebut, menandakan bahwa konsep pendidikan yang diinginkan belum sepenuhnya berhasil untuk membentuk karakter bangsa Indonesia yang ideal. <xref id="_xref-16" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref>. Pendidikan yang ada saat ini  dari tingkat dasar(SD), SMP, SMA/SMK/MA hingga  bangku perkuliahan hanya fokus terhadap penilaian kognitif dan mementingkan penilaian sesuai standar Kompetensi Kelulusan Minimal (KKM) saja. Persoalan seperti ini dikarenakan pendididkan karakter sudah mulai pudar atau nilai-nilai karakter bangsa sudah mulai hilang <xref id="_xref-17" ref-type="bibr" rid="bib17">[17]</xref>. Harusnya peran pendidikan adalah sebagai pembentukan pribadi baik atau buruknya manusia. Sehingga peran pemerintah sangat sentral dalam menentukan kebijakan pendidikan yang berkualitas ketika sistem pendidikan dalam kebijakan pendidikan nasional baik, maka diharapkan akan muncul generasi penerus bangsa yang dapat diandalkan, bermutu dan bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa bernegara <xref id="_xref-18" ref-type="bibr" rid="bib18">[18]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-18">Dalam menyikapi era globalisasi yang sudah terjadi saat ini, tentunya tidak hanya menyiapkan sumber daya manusia yang berakhlak saja, melainkan pendidikan harus menyiapkan sumber daya manusia yang siap dalam bersaing dan memiliki karakter yag baik <xref id="_xref-19" ref-type="bibr" rid="bib19">[19]</xref>. Tentunya hal ini tidak bisa diraih sendiri oleh siswa, tetapi bagaimana pendidikan menyiapkan generasi tersebut agar bisa bersaing di kancah nasional maupaun internsional <xref id="_xref-20" ref-type="bibr" rid="bib20">[20]</xref>. Sudah tentunya dalam menyiapkan generasi yang unggul adalah dengan cara menyiapkan generasi tersebut dapat siap menghadapi tantangan zaman yang akan datang, salah satunya adalah bahasa asing dan prestasi siswa, hal itu harus dibentuk didalam keseharian siswa sehingga siswa menjadi terbiasa dalam berbahasa asing yang terkhusus bahasa inggris dan bahasa arab, dan tentunya pesantren harus menyiapkan dan memfasilitasinya, sebagai contoh bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kualitas dan meneruskan bakat prestasi tersebut. </p>
      <p id="_paragraph-19">Dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, Indonesia telah mengedepankan proses pengembangan mutu pendidikan dengan berbagai bentuk program salah satunya peningkatan kualitas guru guna meningkatkan capain siswa <xref id="_xref-21" ref-type="bibr" rid="bib21">[21]</xref>. Masyarakat diharapkan sadar akan pentingnya pendidikan bagi generasi muda yang akan menjadi penerus kehidupan bangsa dimasa datang, peningkatan kesadaran itu diwujudkan melalui adanya program pendidikan murah atau gratis dari sekolah tingkat SD hingga SMA di banyak daerah. Dengan program pendidikan murah atau gratis diharapan tak ada lagi anak yang putus sekolah atau tidak mampu sekolah akibat tidak adanya biaya <xref id="_xref-22" ref-type="bibr" rid="bib22">[22]</xref>. Sedangkan Peningkatan kualitas siswa diberikan oleh sekolah melalui program-program yang sudah dibentuk dan dikembangkan melalui pemberian bimbingan keterampilan <xref id="_xref-23" ref-type="bibr" rid="bib21">[21]</xref>. Dalam hal pengembangan kualitas siswa pesantren tidak jauh berbeda dengan sekolah pada umumnya <xref id="_xref-24" ref-type="bibr" rid="bib23">[23]</xref>. akan tetapi pesantren adalah tempat pembelajaran siswa yang lengkap, sehingga hubungan jiwa dan ruh saling terkait dalam mengembangkan diri, setiap siswa yang menempuh pembelajaran di pesantren akan di pantau kemampuan dan kepribadiannya. Hal ini menjadikan pesantren adalah tempat yang cocok untuk membentuk karakter dan keterampilan siswa <xref id="_xref-25" ref-type="bibr" rid="bib24">[24]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-20">Daya saing global di bidang pendidikan bagi sebuah lembaga pendidikan dapat diartikan sebagai kemampuan lembaga pendidikan tersebut untuk menciptakan sistem pendidikan yang efisien inklusif dan berkualitas tinggi yang akan menghasilkan individu-individu yang berpengetahuan, terampil dan berdaya saing di pasar global. Mencakup kemampuan lembaga pendidikan untuk menyediakan akses pendidikan yang inovasi dan memadai dari segi pengajaran, kurikulum serta capaian siswa yang dapat relevan dan berdaya saing dalam berbagai sektor di dunia nyata nanti <xref id="_xref-26" ref-type="bibr" rid="bib25">[25]</xref>. Lembaga pendidikan yang dapat bersaing global yaitu dilihat dari indikator sumber daya manusia pendidik dan tenaga kependidikan, pendidikan yang bermutu terletak pada keterampilan tenaga pengajar untuk menyampaikan pembelajaran atau pengajarannya, kedua kedisiplinan tenaga pengajar pendidik harus memiliki sebuah rasa tanggung jawab hingga dapat dicontoh oleh peserta didik dan juga dapat mengevaluasi dan memberikan penilaian kepada peserta didik, ketiga infrastruktur pendidikan yang ada di dalam lembaga pendidikan harus memadai dan kebutuhan siswa harus terlengkapi, keempat kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat lembaga pendidikan harus memiliki wadah bagi peserta didik untuk dapat mengabdi ke tengah-tengah masyarakat sehingga dapat mengetahui secara langsung dan dapat menjadi target santri <xref id="_xref-27" ref-type="bibr" rid="bib26">[26]</xref></p>
      <p id="_paragraph-21">Pesantren eLKISI ialah pesantren berbasis keummatan yang mencetak para santrinya sebagai da’I di masyarakat luas. Dalam arti nama singkatan ialah Lembaga Kajian Islam Intensif, pesantren ini berdiri pada tahun 2010 dan memiliki perkembangan yang sangat besar, dalam kurun waaktu 13 tahun elkisi dapat menunjukkan aksi nyata dalam perkembangan pendidikannya, mulai dari SDM pengajar, program nasional hingga international, prestasi santri dan juga karakter santrinya. </p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>II. Metode</title>
      <p id="_paragraph-22">Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomologi, Fenomologi pada dasarnya mengajarkan orang untuk berinteraksi dan belajar lebih banyak dari fenomena sehingga makna realitas dan esensi alami dari realitas dapat dipahami oleh pengamat <xref id="_xref-28" ref-type="bibr" rid="bib27">[27]</xref>. Studi literature juga digunakan untuk penelitian ini guna menyelesaikan persoalan dengan menelusuri sumber-sumber tulisan yang pernah dibuat sebelumnya. Kemudian peneliti mengolah refrensi dan menyusun kesimpulan <xref id="_xref-29" ref-type="bibr" rid="bib28">[28]</xref>. Hasil   kompilasi  dan observasi dari pengumpulan penelitian digunakan untuk menyimpulkan: 1. Bagaimana menejemen pesantren modern, 2. Bagaiamana pesantren mengembangkan karakter santri, 3. Bagaimana pesantren menghasilkan santri yang dapat berdaya saing global. </p>
      <p id="_paragraph-23">Prosedur dalam penelitian ini dilaksanakan dengan langkah sebagai berikut: 1. Menentukan tema, 2. Explorasi informasi memilih arah penelitian, 4. Mengumpulkan sumber data, 5. Penyajian data, 6. Menyusun laporan Teknik. Kemudian peneliti memilah, membandingkan dan menggabungkan data-data yang telah diperoleh sehingga data tersebut menjadi data yang relevan <xref id="_xref-30" ref-type="bibr" rid="bib29">[29]</xref>, kemudian peneliti menggunakan manajemen POAC untuk memudahkan peneleiti dalam melihat dan menjelaskan  keadaan yang ada di pesantren eLKISI. Setelah itu Pengecekan   antar   pustaka   dan   pemerhatian   terhadap komentar pembimbing dilakukan guna menjaga keabsahan proses evaluasi, mencegah dan menghilangkan  informasi     yang     salah     merupakan kesalahan yang  mungkin  timbul  karena kurangnya penulis pustaka <xref id="_xref-31" ref-type="bibr" rid="bib30">[30]</xref> </p>
      <list list-type="bullet" id="list-32c6a16216716b810047d539e1bcef1d"/>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>III. Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="paragraph-5a9eb5a3f58ef92478fac6cdaeae472f">
        <bold id="_bold-9">A. PROFIL PESANTREN ISLAMIC CENTER eLKISI</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-25">eLKISI “Lembaga Kajian Islam Intensif”, adalah kumpulan dari beberapa orang yang mempunyai kesamaan fikrah dalam bidang social keummatan, diawalai dengan perkumpulan beberapa ustadz yang memiliki pergerakan dakwah secara aktif kedalam daerah yang rawan pemurtadan untuk mengembalikan aqidah. Kegiatan tersebut dengan disaign secara periodik dengan contohnya yaitu menyembelih hewan qurban di tempat tersebut, berdakwah di masjid-masjid dan perkampungan, kegiatan yang dikemas ini mendapatkan sambutan yang baik dari para jamaah di daerah Jawa Imur, Jawa Tengah, dan Yogyakata.  Selain itu, para ustadz ini memiliki binaan majlis ta’lim, dan juga aktif bersama sama untuk membuat aksi peduli masyarakat korban bencana, kegiatan bakti sosial ini telah di mulai dari tahun 2000, beberapa contoh para ustadz dan jama’ah melakukan kegiatan ini pada waktu tsunami Pancer Banyuwangi 2002, tsunami Aceh 2004, tanah longsor Jember 2005, banjir di Lamongan, Tuban dst, Lapindo, erupsi Gunung Kelud dan kegiatan itu masih berkelanjutan hingga saat ini. </p>
      <p id="_paragraph-26">Pesantren eLKISI diawali dengan para asatidz hanya membuka pesantren sabtu ahad dan taman belajar Al Qurán yang sering disebut dengan LQC (Learning Question Children), kemudian tumbuh semangat untuk mendirikan pesantren yang bebasis keummatan guna melanjutkan perjuangan rintisan awal, maka terbentuklah pesantren modern eLKISI, kemudian berubah menjadi Islamic center eLKISI yang berdiri kokoh di kecamatan pungging desa kemuning-mojodadi tersebut.</p>
      <p id="_paragraph-27">
        <bold id="_bold-10">B</bold>
        <bold id="_bold-11">. </bold>
        <bold id="_bold-12">MANAJEMEN PESANTREN eLKISI</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-28">Dalam bahasa Inggris manajemen berasal dari kata to manage yang berarti pengaturan atau mengatur, dalam istilah manajemen adalah proses atau rangkaian kegiatan yang saling berhubungan satu sama lain meskipun tidak ikut rangkaian yang sistematis. Rangkaian berisikan mengatur, menggerakkan, membimbing, serta mengawasi orang lain dalam berbuat sesuatu dalam kelompok maupun individu. </p>
      <p id="_paragraph-29">Manajamen juga menempatkan kegiatan dalam kelompok untuk mencapai tujuan organisasi secara baik dan universal. Dalam pelaksanaan manajemen terdapat tugas-tugas yang harus di lakukan dan dilaksanakan, tugas itulah yang disebut fungsi manajamen sehingga arah organisasi dapat ditentukan untuk masa depan, menciptakan kegiatan organisasi, mendorong terbinananya kerjasama antar sesama anggota organisasi, serta mengawasi kegiatan dalam mencapai tujuan  organisasi agar efektif dan efisien, maka itulah pentingnya manajemen harus difungsikan di dalam setiap organisasi. </p>
      <p id="_paragraph-30"> Terry mengemukakan bahwa fungsi manajemen terdiri dari perencanaan/planning, pengorganisasian/organizing, pengarahan/actuating, dan pengaturan/. Dalam proses observasi dan wawancara di pesantren eLKISI telah di dapatkan bahwa dalam maju dan berkembangnya pesantren ini adalah di sebabkan manajemen yang dijalankan dengan baik, mulai dari perencanaan yang terus menerus dan terstruktur, pengorganisasian guru karyawan yang utuh, pengarahan yang selalu mengarah ke go international hingga kontrol atau evaluasi yang dilakukan setiap hari.</p>
      <p id="_paragraph-31">Dalam manajemen hal tersbut dapat disingkat menjadi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), manajemen ini sangat membantu dalam menggambarkan bagaiamana manajemen berjalan dalam suatau instans atau organisasi, POAC ini juga sangat membantu meningkatkan kualitas pengelolaan serta mengurangi timbulnya resiko kesalahan atau kegagalan yang akan di hadapi <xref id="_xref-32" ref-type="bibr" rid="bib31">[31]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-32">Planning </p>
      <p id="_paragraph-33">Manajemen diawali dengan planning atau perencanaan, perencanaan adalah upaya agar suatu instansi atau organisasi mencapai tujuan melalui pemanfaatan sumberdaya yang ada secara maksimal. Perencanaan sangat penting dalam menejemen untuk mengurangi kesalahan pengambilan keputusan yang terjadi saat instansi atau organisasi tersebut berjalan, dengan perencanaan juga dapat meningkatkan peluang keberhasilan melalui pemanfaatan sumberdaya yang ada <xref id="_xref-33" ref-type="bibr" rid="bib32">[32]</xref>. Begitu juga yang telah dilakukan oleh pesantren modern eLKISI ini, dalam perencanaan awal telah terencana bahwa pesantren eLKISI harus terus berkembang dan maju sesuai dengan perkembangan zaman dan tantangan globalisasi saat ini, terlebih periode 5.0 telah memulai langkahnya di dunia dan telah masuk kedalam Indonesia, maka pesantren eLKISI menjawab tantangan tersebut dengan eLKISI go International pada tahun 2024 ini dengan cara menjalin kerjasama dan membuka program international. </p>
      <p id="_paragraph-34">Dalam planning pesantren eLKISI tidak hanya menyiapkan go international, akan tetapi terdapat juga jadwal harian, mingguan, bulanan hingga tahunan yang telah ditentukan oleh pesantren dan wajib dijalankan oleh seluruh warga pesantren. Contoh program harian dan mingguan adalah kegiatan evalusi guru, jadwal yaumiyah santri yang telah tersusun mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali dan juga capaian target hafalan yang sudah ditentukan, jadwal bulanan dan tahunan contohnya adalah munaqosyah tahunan, praktek dakwah ramadhan, raker, bakti social dst. Dalam menjadikan santri yang memiliki daya saing global tidaklah mudah, akan hal itu pesantren modern merumuskan dan merencanakan program dan cara agar mencapai tujuan tersebut. Daya saing  dapat diartikan suatu kekuatan usaha untuk menjadi unggul dalam capaian atau kompetensi tertentu oleh kelompok atau perorangan <xref id="_xref-34" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>, sedangkan global adalah posisi atau tingkat persaingan terjadi. Maka pesantren memiliki program yang telah di susun untuk mentargetkan hal tersebut </p>
      <p id="_paragraph-35">Tabel 1 program pesantren yang telah dijalankan</p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-36"/>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-5da4aa37d885e78d36072d8920d27200">
              <td id="6f3afb3df4836e1ed88b4b2650e0be6e">No.</td>
              <td id="2bc0d66aa5ae401772a6dc62c35a914a">Program Pesantren</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2db793f131693d4fb88f2122fae75425">
              <td id="559590e479f1f05b444383d0abd80dd5">1</td>
              <td id="7beb38504c152f3cd7c426a414acccc9">Kelas Azhari </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a03dc4616e584ad1e2c7180a862a1bd9">
              <td id="182877a8a3c5647bf4a06803b795d4b5">2</td>
              <td id="23571bfec914d8267855879725558757">Kelas Kader Ulama</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-acc5967c4d08cd9280e9e2e3ec92e271">
              <td id="2bb9d08bbf07cfc211c58da4b73a4daf">3</td>
              <td id="76685a7ec3ab94f85bab93efc2548746">Tahfidz Maudhuí</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a604d5a9d3de7ed644c845bc8584b228">
              <td id="92c50bc559a7353728ba57ccbea2efe8">4</td>
              <td id="abd7c92e7630202583fa6907a3d5d16e">Praktek Dakwah Ramadhan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fa722ee149e53aacba11367f04860dee">
              <td id="e9f34c0a1536a4215c3fef563f6cd14e">5</td>
              <td id="99e34f18391f4edb43e6b790f6104411">Berbagai Macam Life Skill </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-25b461a4d2ebb4c8bd94948b89b0b418">
              <td id="6f816b0d66b64a43ec8a7d97f7610621">6</td>
              <td id="14e4b55f57c50703fa9347005e84fd23">Organisasi Santri</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c3443558ecf6d48c84b593c0740c6b02">
              <td id="9248899976a942fa325724e7ef2b6e12">7</td>
              <td id="c0f4a7d6c5da1fffeab0f1a61139515a">Tukar Pelajar International</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cf2ba50a538fd612386521000f78ef09">
              <td id="e610fa59e8a63b09afff11066438c6a1">8</td>
              <td id="b12e402e6055bcda01ad8dd8492968f8">Pengabdian Masyarakat</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-510c2feb58079461c87965f825475f03">
              <td id="4effcc4cbf84c821ab79fdc0d50885d8">9</td>
              <td id="17c3d919e056890aeb97096661d66a52">Elkisi Mengajar</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e433d3f2c986114e00edebe835a2296f">
              <td id="a8c47fe6387b4110d31e5f2abb18faa3">10</td>
              <td id="4f43780dfb1ec9e9160fccfb675fad00">Elkisi Institut</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-37">Tabel diatas menampilkan program pesantren yang telah berjalan sampai saat ini, disamping itu terdapat hal yang mendukung program tersebut , beberapa contoh ialah kesiapan laboratorium bahasa, fisika, kimia, komputer serta  perpustakaan digital dan konvensional. para santri juga sering menggunkan  bahasa asing dan suka membaca buku, hal ini pula salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh penerus yang akan datang, seperti pepatah Cina mengatakan “<italic id="_italic-14">mempelajari bahasa berarti memiliki satu jendela lagi untuk melihat dunia</italic>” </p>
      <p id="_paragraph-38">Dalam pelaksanaan observasi, peneliti menemukan bahwa pesantren sering mengikuti kegiatan perlombaan tingkat nasional, dari keagamaan, olahraga, eksakta maupun non eksakta serta bahasa, dan para santri pun sangat sering mendapatkan juara di perlombaan tersebut, ini menunjukkan bahwa pesantren modern tidak pernah tertinggal dalam capaian dan kompetisi dengan sekolah negeri atau umum.</p>
      <fig id="figure-panel-9e44b52af39819ed107cb2731f541eff">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-fa97ca3771c9aaca20cc83a6a7cdedfc"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-d21511fe4f3fa2202579a3a23a65f1f0" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1302-1.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-39">Diagram 1 jumlah prestasi santri 2 tahun terakhir</p>
      <p id="_paragraph-40">Diagram diatas tentunya tidak secara tiba-tiba dapat diraih oleh para santri, melainkan para santri dalam kesaharian telah banyak melakukan interaksi dengan bahasa asing di dalam pesantren walaupun tidak menyeluruh, prestasi yang lain juga para santri menyalurkan keminatannya dan kemudian dikemas dan difasilitasi oleh pesantren, sehingga minat bakat santri dapat di rangkul dan di asah secara mendalam. </p>
      <p id="_paragraph-41">Fungsi dari perencanaan sangat menonjol dan menentukan untuk masa depan organisasi, organisasi atau instansi yang telah merencanakan perencanaan akan lebih efektif dan efisien saat menentukan sebuah keputusan, dan juga lebih siap dalam menghadapi masalah atau tantangan. </p>
      <p id="_paragraph-42">Organizing</p>
      <p id="_paragraph-43">Pengorganisasian adalah upaya untuk mengatur berbagai kegiatan atau program, membagi tugas, wewenang untuk menyatukan sumberdaya hingga digunakan dengan maksimal dan agar rencana yang telah ditentukan dapat berjalan. Pesantren eLKISI dalam pengorganisasian tidaklah hanya sekedar pembagian tugas dan wewenang, akan tetapi tugas dan wewenang itu adalah hasil dari keputusan yang dikeluarkan oleh yayasan, seperti contohnya pesantren eLKISI menentukan kepala sekolah, kepala pesantren, kepala kesantrian dst, maka dengan tugas yang dibagikan tersebut dapat dimiliki tanggung jawab oleh penerima jabatan. Dengan adanya pembagian tugas dan wewenang diharapkan perencanaan yang ditetapkan dapat terkontrol dan terorganisir dengan baik. Berikut adalah bagan organisasi yang diterapkan</p>
      <fig id="figure-panel-ed37aa58d44200e2a766c8502c20d1af">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-47999163e4462bc2dcf1b2207e4b73dd"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-272e21603846bb0f8f35175df3662b52" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1302-2.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-44">Gambar 1, Struktur organisasi pesantren eKISI</p>
      <p id="_paragraph-45">Menurut siregar kunci utama pengorganisasian agar berjalan baik adalah dengan pembagian kerja untuk terbentuknya organisasi yang terus saling bersinergi. Dapat dilihat melalui beban kerja individu dan kelompok, hubungan antar personal, wewenang yang diemban serta pemanfaatan fasilitas yang dimiliki instansi. Kualifikasi personal yang rendah diberikan beban kerja yang mudah dan begitu sebaliknya, hingga tupoksi kualifikasi dan beban kerja dapat bersanding baik dan tidak membuat kebosanan, keletihan serta hilangnya motoivasi bekerja dapat dihindari <xref id="_xref-35" ref-type="bibr" rid="bib33">[33]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-46">Actuating</p>
      <p id="_paragraph-47">Menurut Gerge R. Terry berpendapat bahwa actuating (pengarahan/penggerak) dianggap sebagai fungsi menejemen yang paling utama. Pelaksanaan actuating dalam menejemen adalah usaha untuk menggerakkan organisasi atau kelompok sehingga mereka dapat bekerja dan berusaha mencapai target kelompok maupun individu yang telah ditentukan sebelumnya <xref id="_xref-36" ref-type="bibr" rid="bib34">[34]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-48">Actuating juga dapat kita fahami sebagai upaya agar perencanaan dan pengorganisasian menjadi kenyataan, dengan cara serangkaian kegiatan pengarahan ataupun motivasi agar anggota atau karyawan dapat melaksanakan kegiatan dan tanggung jawab secara maksimal sesuai peran masing-masing. Tanpa adanya actuating perencanaan dan pengorganisasian tidak akan membuahkan hasil yang di inginkan, hal itu disebabkan actuating adalah kegiatan nyata sebagai wujud penggerak program yang telah direncanakan dan di organisasikan. Pun demikian apabila manajemen tidak menggunakan planning, pengorganisasian dan hanya menggunakan actuating saja, maka instansi atau kelompok tersebut tidak akan dapat berkembang secara baik dan sukar dalam memutuskan sebuah permasalahan yang dihadapi.</p>
      <p id="_paragraph-49">Pesantren eLKISI dalam melaksanakan actuating sebagai contohnya adalah pengarahan dari pimpinan pesantren untuk menjalankan program yang telah tersusun, tidak hanya pengarahan bersifat perintah, akan tetapi sebagai contoh agar actuating berjalan maksimal di pesantren eLKISI. Berikut adalah tindakan pesantren diantaranya Melakukakn kordinasi atau menyelaraskan tujuan dan presepsi bersama, Memberikan motivasi kepada guru, karyawan dan seluruh warga pesantren, Memperhatiakn komunikasi yang baik antar karyawan, warga pesantren dan komunikasi  atasan dengan bawahan dst. Kemudian  Berhati-hati dalam memberikan arahan atau komando kepada karyawan, sehingga tidak terjadi ketimpangan, kesewenangan dan penyalah gunaan jabatan</p>
      <p id="_paragraph-50">Dalam menejemen actuating  tentunya hal yang mendasar adalah sumber daya manusia yang ada di dalam pesantren, kepala pesantren mengatakan bahwa untuk menguatkan menejemen pesantrem maka pesantren harus memperkuat sumber daya manusia yang ada didalamnya, guru atau asatid harus menambah dan memperbarui keilmuan yang dimiliki ke jenjang yang lebih tinggi, guru atau asatid harus di kuatkan posisinya didalam pesantren hingga asatid memiliki rasa cinta dan tanggung jawab yang besar terhadap pesantren. Dengan demikian akan muncul ide perencanaan yang terstruktur, organisasi yg bagus, pengarahan yang baik dan control atau evaluasi dapat di jalankan secara efektif.</p>
      <p id="_paragraph-51">Pesantren eLKISI terus mengupayakan para asatid untuk selalu mengasah dan menambah keilmuan, hal ini peneliti kaetahui dengan keharusan asatid harus tetap berkuliah ditengah kesibukan menjalankan kewajiban sebagai guru, jumlah asatid yang sedang proses menyelesaikan strara 1 berjumlah 26 asatid dan telah menyelesaikan strata 1 berjumlah 35 asatid, strata 2 berjumlah 18 asatid, proses strata 3 berjumlah 5 asatid dan yang telah menyelesaikan 2 asatid. Dengan pengalaman asatid tersebut maka terumuskan sebuah sistem untuk membentuk karakter santri secara komperhensif, yaitu memaksimalkan dan tidak membedakan antara guru mapel dan peran asatid terhadap santri. </p>
      <p id="_paragraph-52">Sistem ini disingkat yaitu AOD (Asatid On Duty) yaitu tugas guru dan asatid yang ke 2 selain menjadi wali kamar, guru kelas  dan guru mapel, AOD memiliki 2 sift, sift satu dimulai saat santri masuk madrasah sampai pulang, kemudian sift ke dua di mulai saat santri pulang dari madrasah sampai masuk ke madrasah kembali. System ini memiliki dampak yang sangat luar biasa berpengaruh terhadap aktifitas santri, dengan AOD ini santri akan terus terawasi dan dapat mencontoh sikap dan tutur kata yang baik oleh guru dan asatid yang bertugas. Maka tak heran banyak lulusan eLKISI yang sifatnya berubah menjadi lebih baik dikarenakan system percontohan secara langsung yang telah berjalan baik. Selain percontohan secara langsung sistem pembelajaran juga dirancang pesantren dengan baik, salah satunya dengan menempelkan slogan tentang akhlaq, tentang adab-adab seorang penuntut ilmu dan juga interaksi guru saat memberikan pelajaran, motivasi atau nasihat. Kemampuan interaksi guru sangat dibutuhkan saat menghadapi santri <xref id="_xref-37" ref-type="bibr" rid="bib35">[35]</xref>, terlebih santri berkomunikasi dan bersentuhan secara langsung dengan guru atau asatid tersebut. Selain pengawasan dari guru dan asatid yang berjaga, terdapat organisasi santri yang disingkat menjadi (ISMI) Ikatan Santri Ma’had eLKISI dengan  tugas utama mengawal kegiatan yaumiyah santri dan membantu asatid. Maka system AOD ini akan mampu menjadikan santri terawasi dengan baik selama 24 jam dan juga minat bakat santri akan muncul dengan interaksi secara intens. </p>
      <p id="_paragraph-53">Controlling</p>
      <p id="_paragraph-54">Controlling ( pengendalian ) bertugas untuk memastikan bahwa kinerja anggota dan karyawan bekerja sesuai dengan arahan dan rencana. Hal ini menunjukkan kinerja sudah sesuai dengan standar atau sop atau belum,  apabila ditemukan kinerja anggota dan karyawan yang standar kerjanya kurang, maka harus segera dilakukan tindakan yang sesuai salah satunya adalah mengoreksi kekurangan dan memperbaikinya sehingga target dapat di capai. Salah satu fungsi controlling adalah untuk menentukan perencanaan awal apabila perlu untuk direvisi, dan untuk melihat hasil kerja dari perencanaan tersebut <xref id="_xref-38" ref-type="bibr" rid="bib36">[36]</xref>. Menurut George R. Terry controlling atau pengendalian adalah menilai pelaksaaan dan apabila perlu adanya perbaikan atau revisi hingga pelaksaaan yang terjadi sesuai dengan perencanaan yang telah disusun, dan juga controlling adalah sebuah tindakan kebijakan yang diambil untuk menyelesaikan masalah dilapangan <xref id="_xref-39" ref-type="bibr" rid="bib37">[37]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-55">Dalam system POAC, controlling adalah bagian terakhir untuk melihat sebaik mana perkembangan menejemen yang telah berjalan, dalam pesantren untuk mewujudkan menejemen yang baik, eLKISI selalu mengadakan rapat evaluasi harian, hal ini dipergunakan untuk melihat sebaik mana kinerja para guru karyawan pada hari itu dan guna mempersiapkan langkah yang harus di ambil untuk ke esokan harinya, rapat asatidah pun tidak hanya dilakukan harian, terdapat juga rapat rutinitas oleh yayasan untuk mengembangkan pesantren dan meninjau kekurangan pesantren. </p>
      <p id="_paragraph-56">Rapat pesantren eLKISI yang diadakan bertujuan lebih mendasar sebagai berikut:</p>
      <list list-type="order" id="list-cdfa255491ac42e59087a8e84d5f3d09">
        <list-item>
          <p>Mencegah dari penyimpangan dan kesalahan, dengan sebuah pengawasan atau pengendalian yang tegas dan rutin dilakukan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jika penyimpangan telah terjadi, maka harus ada pengendalian untuk mencari jalan keluar dan cara memperbaikinya</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Memperkuat rasa tanggung jawab, dengan adanya pengawasan dan perhatian dari pihak yang berwenang, maka rasa tanggung jawab yang diemban akan semakin tinggi. </p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>V. Simpulan</title>
      <p id="paragraph-8df1f142b4c93d8456478857c6857601">Pesantren eLKISI dalam membentuk karakter dan menjadikan santri dapat bersaing ialah melalui manajemen yang dijalankan dengan baik, perencanaan dan pelaksanaan program dan system yang telah diterapkan, yaitu dengan system (AOD) Asatidz On Duty, yaitu tugas jaga para guru untuk mengawasi, memberikan contoh secara langsung dan mengasah kemampuan santri setiap harinya, juga pesantren telah membentuk oraganisasi santri yang bertugas mengawal kegiatan santri setiap harinya, hal ini juga menjadikan santri memiliki jiwa yang bertanggung jawab sejak muda. </p>
      <p id="_paragraph-57">Dalam mengembangkan daya saing global eLKISI telah memiliki strategi dengan program-progam yang dibutuhkan oleh masyarakat dan sudah  berjalan, beberapa yaitu program (Azhari) yaitu program kerja sama international, pertukaran pelajar luar negeri, pengabdian masyarakat, serta mendorong para santri agar terus menoreh prestasi di bidang apapun, hal itu terbukti dengan banyaknya santri yang mengikuti lomba dan banyak pula yang menjuarainya. Hal ini membuktikan bahwa system POAC dapat menjadikan organisasi berjalan dengan baik sesusi dengan arah tujuan pengguna. Menejemen tanpa perencanaan tidak akan membuahkan hasil yang maksimal, sedangkan perencanaan tanpa gerakan tidak akan berjalan dan begitu seterusnya. </p>
      <p id="_paragraph-58">penulis memberikan saran agar tetap istiqomah dan terus berbenah diri untuk menjadikan santri menjadi lebih baik dari sebelumnya, kemudian memaksimalkan program bahasa, meskipun banyak santri yang telah menggunakan bahasa asing di kesehariannya hal itu akan menjadi lebih baik dan nilai tambah untuk pesantren apabila bahasa asing diterapkan secara menyeluruh.</p>
      <p id="_paragraph-59">Sedangkan saran untuk peneliti selanjutnya ialah agar lebih komperhensif di setiap bidang yang di cakup oleh pesantren, sehingga tulisan akan lebih bermanfaat untuk banyak orang dalam melihat bagaimana pesantren berjalan dalam mendidik peserta didiki. </p>
      <p id="paragraph-4b06a2e3696937ac4658093e5b986f67">
        <bold id="bold-3ae8767360ec1e49eacbf80a66cc75db">Ucapan Terima Kasih </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-60">Penulis mengucapkan banyak terimakasih terhadap pihak-pihak terkait yang telah memberikan dan berpartisipasi terhadap pembuatan naskah artikel ini, terkhususnya kepada pesantren Islamic Center eLKISI yang berkenan menerima dan mengizinkan untuk melakukan study penelitian, observasi dan penulisan karya ilmiah ini. </p>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>39</page-range>
          <volume>9</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.21043/quality.v9i1.9887</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Nugraheni</surname>
              <given-names>Yumidiana Tya</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Firmansyah</surname>
              <given-names>Agus</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Quality</source>
          <article-title>Model Pengembangan Pendidikan Karakter di Pesantren Khalaf (Studi Kasus di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta)</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>80</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2018</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.22373/al-ijtimaiyyah.v4i2.4780</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Fauzi</surname>
              <given-names>Rizki Miftakhudin</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Al-Ijtimaiyyah</source>
          <article-title>Otoritas Kyai Dalam Menentukan Karakteristik Model Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>42-59</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Khuailid</surname>
              <given-names>Moh.</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Tsaqafatuna: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam</source>
          <article-title>Sistem Pendidikan Pesantren Tradisional Di Pesantren Buntet Pada Masa Kepemimpinan Kh. Abdullah Abbas</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>89-105</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.35309/alinsyiroh.v5i1.3398</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Djazilam</surname>
              <given-names>M. Syukron</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman</source>
          <article-title>Relevansi Sistem Pendidikan Pesantren Tradisional Dalam Era Modernisasi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>31-50</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.35878/santri.v3i1.332</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Latifah</surname>
              <given-names>Umi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial</source>
          <article-title>The Inhibitory Factor of Santri Participate Learning Kitab With Sorogan Method During Pandemic Until Post-Pandemic</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>13</page-range>
          <volume>I</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Sadali</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>ATTA'DIB</source>
          <article-title>EKSISTENSI PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>29-42</page-range>
          <volume>V</volume>
          <year>2012</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Fadli</surname>
              <given-names>Adi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>EL-HIKAM: Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislaman</source>
          <article-title>Pesantren: Sejarah Dan Perkembangannya</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-25</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2018</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.23971/altarib.v6i1.966</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Aliyah</surname>
              <given-names>Aliyah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Al-Ta'rib : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Palangka Raya</source>
          <article-title>Pesantren Tradisional Sebagai Basis Pembelajaran Nahwu Dan Sharaf Dengan Menggunakan Kitab Kuning</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <volume>12</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.11591/ijere.v12i2.24948</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Lubis</surname>
              <given-names>Mawardi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Amin</surname>
              <given-names>Alfauzan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Alimni</surname>
              <given-names>Alimni</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Artikel</surname>
              <given-names>Info</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Soliditas guru di era digital dan pengaruhnya terhadap efektivitas manajemen sekolah dasar</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>611-621</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ariani</surname>
              <given-names>Dea</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Syahrani</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Cross-border</source>
          <article-title>Manajemen Pesantren dalam Persiapan Pembelajaran 5.0</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>32-49</page-range>
          <volume>12</volume>
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>An</surname>
              <given-names>Dalam Al-qur</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>KONSEP DAN PRINSIP MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM AL-QUR`AN Imron Muttaqin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>35</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.29240/belajea.v4i1.723</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Amirudin</surname>
              <given-names>Muhamad Faizul</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>BELAJEA: Jurnal Pendidikan Islam</source>
          <article-title>Hubungan Pendidikan dan Daya Saing Bangsa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>26-30</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kahfi</surname>
              <given-names>Shofiyullahul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kasanova</surname>
              <given-names>Ria</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Pendidikan Berkarakter</source>
          <article-title>Manajemen Pondok Pesantren Di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Pondok Pesantren Mambaul Ulum Kedungadem Bojonegoro)</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>583-590</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.13189/ujer.2020.080230</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Nuryana</surname>
              <given-names>Zalik</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Nurcahyati</surname>
              <given-names>Indah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rahman</surname>
              <given-names>Arif</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Setiawan</surname>
              <given-names>Farid</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Fadillah</surname>
              <given-names>Dani</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Universal Journal of Educational Research</source>
          <article-title>The challenges and solutions of teachers' problems to achieve education golden era</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib15">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>50-56</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2012</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ruhana</surname>
              <given-names>Ika</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Profit</source>
          <article-title>Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia Vs Daya Saing Global</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib16">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>01</issue>
          <page-range>62-70</page-range>
          <volume>05</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Anshori</surname>
              <given-names>I</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>At-Tarbiyat: Jurnal Pendidikan Islam</source>
          <article-title>The Role of School Student Organizations in Improving Character Education</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib17">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>30-38</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31316/jk.v5i1.1402</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Regiani</surname>
              <given-names>Ega</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Dewi</surname>
              <given-names>Dinie Anggraenie</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Kewarganegaraan</source>
          <article-title>Pudarnya Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Masyarakat Di Era Globalisasi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib18">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>257-264</page-range>
          <volume>10</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Jailani</surname>
              <given-names>ani dkk</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Al-Tadzkiyyah</source>
          <article-title>PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER JUJUR PADA SISWA Ani Jailani 1 , Chaerul Rochman 2 , dan Nina Nurmila 3</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib19">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>74</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.32507/attadib.v4i1.632</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sakti</surname>
              <given-names>Bayu Purbha</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Attadib: Journal of Elementary Education</source>
          <article-title>Upaya Peningkatan Guru Profesional Dalam Menghadapi Pendidikan Di Era Globalisasi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib20">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>179-185</page-range>
          <volume>9</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.30649/japk.v9i2.36</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Setiono</surname>
              <given-names>Beni Agus</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Aplikasi Pelayaran Dan Kepelabuhanan</source>
          <article-title>Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib21">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>203</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.25078/jpm.v5i2.763</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sastrawan</surname>
              <given-names>Ketut Bali</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Penjaminan Mutu</source>
          <article-title>Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Perencanaan Mutu Strategis</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib22">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>102</page-range>
          <volume>9</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.32832/tadibuna.v9i1.2863</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rahman</surname>
              <given-names>Abdul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Nasihin</surname>
              <given-names>Ahmad</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam</source>
          <article-title>Mampukah sekolah gratis mencapai pemenuhan standar nasional pendidikan?</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib23">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>139-150</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kusumaningrum</surname>
              <given-names>Desi Eri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sumarsono</surname>
              <given-names>Raden Bambang</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Gunawan</surname>
              <given-names>Imam</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Ilmu Pendidikan</source>
          <article-title>Berbasis Pesantren</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib24">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-11</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.59373/kharisma.v1i1.1</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Saadah</surname>
              <given-names>Rifngatus</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Asy’ari</surname>
              <given-names>Hasyim</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Kharisma: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan</source>
          <article-title>Manajemen Sekolah Berbasis Pesantren Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib25">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>September</issue>
          <page-range>84-90</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.33884/psnistek.v5i.8067</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sanga</surname>
              <given-names>Laurensius Dihe</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wangdra</surname>
              <given-names>Yvonne</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Prosiding Seminar Nasional Ilmu Sosial dan Teknologi (SNISTEK)</source>
          <article-title>Pendidikan Adalah Faktor Penentu Daya Saing Bangsa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib26">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>174-179</page-range>
          <volume>11</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.37081/ed.v11i2.4672</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Arifin</surname>
              <given-names>Ahmad Syamsul</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Education and Development</source>
          <article-title>Human Capital Investment: Meningkatkan Daya Saing Global Melalui Investasi Pendidikan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib27">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>19</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31848/ensains.v2i1.148</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Nuryana</surname>
              <given-names>Arief</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pawito</surname>
              <given-names>Pawito</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Utari</surname>
              <given-names>Prahastiwi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Ensains Journal</source>
          <article-title>Pengantar Metode Penelitian Kepada Suatu Pengertian Yang Mendalam Mengenai Konsep Fenomenologi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib28">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-6</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2016</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hartanto</surname>
              <given-names>Rizal Septa Wahyu</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Dani</surname>
              <given-names>Hasan</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan</source>
          <article-title>Studi Literatur: pengembangan media pembelajaran dengan software autocad</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib29">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>605-610</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Putri</surname>
              <given-names>Firsta Aditya</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Bramasta</surname>
              <given-names>Dhi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hawanti</surname>
              <given-names>Santhy</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Educatio FKIP UNMA</source>
          <article-title>Studi literatur tentang peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran the power of two di SD</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib30">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-loc>sidoarjo</publisher-loc>
          <publisher-name>nizamia learning center</publisher-name>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Dr. isa Anshori</surname>
              <given-names>M.Si</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>cendekiawan muslim dalam perspektif pendidikan islam</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib31">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>707-716</page-range>
          <volume>9</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.36989/didaktik.v9i1.723</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Pratiwi</surname>
              <given-names>Ahmi Yofaniar</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mulyono</surname>
              <given-names>Rahmat</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang</source>
          <article-title>Implementasi Pola Poac Dalam Manajemen Laboratorium Di Sma Kesatuan Bangsa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib32">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>72-79</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.54259/diajar.v1i1.192</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Yasin</surname>
              <given-names>Muhammad</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran</source>
          <article-title>Pelaksanaan Manajemen Kurikulum Pesantren Dalam Membentuk Karakter Mandiri Santri</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib33">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>36-48</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Utami</surname>
              <given-names>Neni</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Aditia</surname>
              <given-names>Muhammad Yoga</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Asiyah</surname>
              <given-names>Binti Nur</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Penerapan Manajemen POAC ( Planning , Organizing , Actuating Dan Controlling ) Pada Usaha Dawet Semar Di Kabupaten Blitar</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib34">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>13-32</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.55380/mahira.v2i1.194</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Muhammad</surname>
              <given-names>Darsa</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Mahira</source>
          <article-title>Implementasi Fungsi Actuating (Penggerakan/ Pelaksanaan) dalam Manajemen Program Bahasa Arab di MI Manarul Islam Malang</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib35">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>160-172</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rumondor</surname>
              <given-names>Prasetio</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Al-Hikmah</source>
          <article-title>POLA INTERAKSI GURU PAI DENGAN SISWA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib36">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>51-68</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sukma Ayu</surname>
              <given-names>Sinta</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Nawawi</surname>
              <given-names>Zuhrinal M</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Bisnis dan Manajemen (EBISMEN)</source>
          <article-title>Penerapan Planning, Organizing, Actuating, And Controlling (POAC) Dalam Manajemen Bisnis Islam</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib37">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>316-328</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31933/jimt.v3i3.733</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Saputra</surname>
              <given-names>Farhan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ali</surname>
              <given-names>Hapzi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Ilmu Manajemen Terapan</source>
          <article-title>Penerapan Manajemen Poac: Pemulihan Ekonomi Serta Ketahanan Nasional Pada Masa Pandemi Covid-19 (Literature Review Manajemen Poac)</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
