<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Transforming Tablet Production in Indonesia with 66% Faster Manufacturing</article-title>
        <subtitle>Mengubah Produksi Tablet di Indonesia dengan Manufaktur 66% Lebih Cepat</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-7ba24ef6ea7aa33e0efb105166040970" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Yus’Ady</surname>
            <given-names>Tiva Hendra</given-names>
          </name>
          <email>tiva@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-a16e78f019990efa00dbf41430a025c9" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Sulistiyowati</surname>
            <given-names>Wiwik</given-names>
          </name>
          <email>wiwik@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-06-12">
          <day>12</day>
          <month>06</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract>
        <p id="paragraph-b258b5aacc17293ae8fb507988c82fe2">This study addresses the high production costs of tablet products at PT. XYZ, a pharmaceutical company in Indonesia, due to long cycle and takt times. Using Causal Branching and KATA methods, data were collected over eight months through observations, interviews, and quantitative analysis. The study achieved a 43% reduction in reject foils from destripping, a 40% decrease in total cycle time, and a 66% reduction in takt time. These results highlight effective strategies for optimizing manufacturing processes and reducing costs in the pharmaceutical industry.</p>
      </abstract>
      <kwd-group xml:lang="">
        <kwd content-type="">Tablet production; Cycle time reduction; Takt time optimization; Causal Branching; KATA method</kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-0030bb04f5ca8ddd6732ed92bab7b257">
      <title>
        <bold id="bold-a9559dfa362cf5d7d66a7cf71c008265">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="paragraph-239b794ff2138a5827fe005b1a8b4cbf">Industri farmasi merupakan suatu usaha di bawah naungan hukum dari Menteri Kesehatan berupa peraturan yang digunakan dalam pembuatan bahan obat dan obat [1]–[3]. Obat dipertimbangkan oleh konsumen ketika membeli produk makanan yaitu aspek untuk mengetahui bahwa makanan dikonsumsi tidak mengandung unsur yang berbahaya bagi kesehatan dan aspek keamanan pangan[4]–[7]. Obat merupakan beberapa gabungan zat aktif yang salah satunya berasal dari produk biologi untuk dilakukan diagnosa, pencegahan, pengobatan, rehabilitasi, peningkatan dan pencegahan kesehatan pada manusia secara fisiologis maupun patalogis [1], [8], [9]. PT. XYZ merupakan suatu perusahaan industri farmasi yang memproduksi berbagai macam produk produk berbentuk cream/ointment, liquid dan tablet. PT. XYZ mempunyai empat prioritas utama yaity stability, responsiveness, diverse talent, innovation dalam menjalankan operasional usahanya. Dengan memegang prinsip empat prioritas utama tersebut, PT. XYZ terbuka bagi masing-masing area melakukan improvement. Berdasarkan rata-rata total waktu (cycle time) yang dibutuhkan untuk proses pembuatan dan pengemasan produk tablet juga lebih panjang (65.0 jam) dibanding dengan rata-rata total waktu pembuatan dan pengemasan produk cream/ointment (36.3 jam) dan liquid (18.9 jam). Informasi takt time yang dapat diperoleh setelah menerima pesanan, takt time process, takt time conveyance dan takt time stock [10]–[14]. Takt time pembuatan dan pengemasan produk tablet juga paling tinggi diantara dua produk lainnya, yaitu 14.5 hari. Permasalahan yang terdapat pada PT XYZ adalah biaya pembuatan produk tablet lebih tinggi dari produk lainnya, yaitu Rp. 73.076.275 per batch. Hal tersebut di sebabkan karena rata-rata total waktu cycle time dan takt time pembuatan tablet juga lebih tinggi dibandingkan produk lainnya (cycle time 65.0 jam; takt time 14.5 hari). Hal tersebut juga dipengaruhi adanya rata-rata variance reject foil adalah 18.5%. Oleh sebab itu, pengurangan Takt time dan cost di area produksi merupakan bagian yang menjadi tolak ukur dan sangat penting untuk dilakukan selain mengurangi tingkat kecacatan produk.</p>
      <p id="paragraph-e5413f1b12b987070ec8b4663d2f2618">Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) jumlah penurunan reject destripping 2) pengurangan takt time dan cycle time produk tablet, serta 3) memberikan rekomendasi perbaikan bagi PT. XYZ.</p>
      <p id="paragraph-810ea4209c759f78813e920930efa257">Metode untuk melewatinya adalah metode eksperimen, di mana siklus prediksi-tindakan-bukti-evaluasi diambil. Empat langkah siklus juga dikenal sebagai PDCA, singkatan dari plan-do-check-act. Peranan pengendalian kualitas sangat penting dan harus dilakukan pengecekan karena tingkat ketelitian sangat mempengaruhi quality control untuk menghasilkan produk yang berkualitas [5]. Jika kualitas produk yang dihasilkan kurang baik maka pengguna akan enggan untuk membeli produk tersebut dan sebaliknya. Ini memiliki dampak yang kuat pada penjualan dan mengurangi keuntungan perusahaan[11], [15]–[17].</p>
      <p id="paragraph-d05dda67d8cd606d1bd357fd14b8aa54">Metode <italic id="_italic-20">Causal Branching</italic> merupakan bentuk modifikasi dari studi 5 <italic id="_italic-21">Why</italic> untuk mencari <italic id="_italic-22">Root Case Analysis</italic><italic id="_italic-23"> (RCA)</italic><italic id="_italic-24">.</italic> <italic id="_italic-25">Root Case Analysis</italic> adalah proses pemecahan permasalahan yang dilakuakn terkait investigasi insiden dan masalah yang dianggap abnormal. RCA sendiri membuat peneliti harus menemukan solusi untuk masalah yang bersifat penting, memahami akar penyebab masalah dan menangaani dengan cepat sehingga masalah yang sama tidak terulang lagi. Metode analisis akar penyebab <italic id="_italic-26">5 Why</italic> untuk dihubungkan dengan diagram dari <italic id="_italic-27">effect</italic> suatu permasalahan untuk menentukan apakah yang menjadi <italic id="_italic-28">causal factor</italic> atau hanya causal factor assumption untuk mendaptkan <italic id="_italic-29">root cause</italic> yang sebenarnya [13].</p>
      <p id="paragraph-062d53c01d150981d753b7273336130a">Selain itu perlu digunakan metode KATA untuk mendapatkan causal factor yang bersifat asumsi dimana dalam metode KATA ini terdapat empat tahapan dalam peningkatan KATA yang dapat digambarkan sebagai berikut: 1) Memahami visi. Visi adalah tujuan jangka panjang atau pemberi arah bagi suatu organisasi. Visi merupakan cita-cita yang dinyatakan oleh manajemen pucak suatu organisasi pada tingkat strategis. 2) Pahami kondisi saat ini, Dalam langkah ini seseorang perlu memeriksa dengan cermat dan menyeluruh cara segala sesuatu dilakukan saat ini. Turun (dengan asumsi anda adalah seorang manajer) ke tempat tindakan berlangsung dan amati. Seseorang harus berhati-hati untuk mengamati periode waktu yang cukup lama untuk memahami sepenuhnya kondisi saat ini Dalam langkah ini Peranan pengendalian kualitas sangat penting dan harus sering dicek karena tingkat ketelitian sangat mempengaruhi quality control untuk menghasilkan produk yang berkualitas [6]. Hasil pengamatan akan menentukan titik awal perjalanan menuju tantangan dan juga akan membantu menentukan ambang pengetahuan, atau apa yang diyakini mungkin. 3) Tentukan kondisi target, Visi saat menentukan kondisi target dengan tujuan jangka panjang, dan tantangannya lebih mudah diakses, tetapi masih jauh dari tujuan masa depan, kondisi target menggambarkan kondisi yang diinginkan berikutnya satu minggu atau tiga bulan dari sekarang. Jalan menuju tantangan kemudian menjadi rangkaian kondisi sasaran. 4) PDCA menuju kondisi target. Metode untuk melewatinya adalah metode eksperimen, di mana siklus prediksi-tindakan-bukti-evaluasi diambil. Empat langkah siklus juga dikenal sebagai PDCA, singkatan dari <italic id="_italic-30">plan-do-check-act.</italic> Peranan pengendalian kualitas sangat penting dan harus dilakukan pengecekan karena tingkat ketelitian sangat mempengaruhi <italic id="_italic-31">quality control</italic> untuk menghasilkan produk yang berkualitas [17].</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>
        <bold id="bold-66a407f4ec51db36ecd938bd7f7a0ece">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-12">Penelitian ini menggunakan pendekatan metode <italic id="_italic-32">Causal Branching</italic> dan KATA. Penelitian dilakukan di PT. XYZ yang merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang farmasi yang beroperasi di Indonesia sejak tahun 1975 dan berlokasi di Jl. Raya Pandaan KM 48 Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Penelitian dilakukan selama delapan bulan yaitu mulai Febuari 2022-Desember 2022. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari hasil pengamatan di lapangan dengan melakukan tanya jawab langsung kepada pihak-pihak yang terkait dengan masalah yang diteliti dari responden yaitu orang yang expert yaitu manajer dan supervisor bagian PPIC, Produksi dan kualitas di perusahaan tersebut. Sedangkan data sekunder didapatkan dari data kuantitatif meliputi data <italic id="_italic-33">reject,</italic> data biaya produksi dan material pendukung yang digunakan selama proses dan data waktu proses berupa <italic id="_italic-34">pitchart</italic> kegiatan dari setiap operator. Hasil pengumpulan data selanjutnya dilakukan pengolahan data dengan menggunakan pendekatan metode causal branching dan KATA. Gambar 1 merupakan diagram alir penelitian untuk melaksanakan penelitian secara komprehensif. Obat-obat bermerek biasanya lebih dikenal dan harganya juga relatif mahal[1], [8], [14], [18], [19].</p>
      <fig id="figure-panel-aa9c679438be22a2c0689731c8c3603d">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Diagram Alir Penelitian</title>
          <p id="paragraph-add2db6bfe0aec33566c09c5ffadc8e3" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-72fed55730edfd9fa0947ec58c18285a" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2024-06-12 144814.png" />
      </fig>
    </sec>
    <sec id="heading-7ceb30bd2ca14115ab06de5539f615d6">
      <title>
        <bold id="_bold-17">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <p id="heading-8274cad577500f79cbc2ec20b264df63">
        <bold id="bold-1">A. </bold>
        <bold id="bold-2">Pengumpulan Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-15">Pada permasalahan biaya dan takt time yang menjadi pembahasan penelitaian ini. Tabel 1 merupakan data <italic id="_italic-35">reject</italic> pada produk jenis tablet.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-20"/> Jenis <italic id="_italic-36">reject</italic><italic id="_italic-37"> foil</italic><italic id="_italic-38">produk</italic><italic id="_italic-39"> tablet</italic></title>
          <p id="_paragraph-17" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-5545d2719bebb720abedba9009005808">
              <td id="table-cell-045ca4bd86fad4df8c6ada6a8b25e65a">Jenis Reject</td>
              <td id="table-cell-34010e555994404596a7a21be613b10f">Jumlah Reject (Kg)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a17aeb95324a314c476fe292b0acbf8b">
              <td id="table-cell-a696a7ddaf5624e1a0dac77267be66be">Foil smear</td>
              <td id="table-cell-a8ad97a2e5d5766f4df517ada367670d">513,186.53</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c5664019dedfc4dd4a34036e3bbb3b7e">
              <td id="table-cell-40736fbad136d0f3ecb47fffd650df10">Hasil printing tidak terbaca</td>
              <td id="table-cell-265a8326a3b823c097a802f2e81520a7">2,155,383.42</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-24565a52f08387974097e078db073758">
              <td id="table-cell-eba5f0cb3a7b915f610ef8cce5014f83">Hasil emboss tidak terbaca</td>
              <td id="table-cell-ea86ac2f2fa385b2913562b91b3ebff7">102,637.31</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7189dfd941f4df3a998d8b3c5489a195">
              <td id="table-cell-f454982022ad2b0cfb21ccc1f6ec9d1d">Potongan atas bawah</td>
              <td id="table-cell-608ab280219e074a70a4acd3ea188466">307,911.92</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c5fbff1586acaa2428338b7f371d7e2f">
              <td id="table-cell-b5a621053ff8ddae5e3f9f0e167905a3">Meletis</td>
              <td id="table-cell-4463307f2953a232f7e87ca8a12f2b21">1,539,559.58</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-727d294603e814bec0260dd4542566b3">
              <td id="table-cell-66df908a17522edee64dddb23115f651">Strip kosong</td>
              <td id="table-cell-839649d23d6d2890d57c028ba620637d">718,461.14</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-d84655bcdf37e3eeafcccc33da78ba33">
        <bold id="bold-ea692ed47a6d22e7b49282c2bab71441">B. </bold>
        <bold id="bold-723322de89cf3b7f24bc55fad816ed85">Pengolahan Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-18">Hasil pengumpulan data tersebut selanjutnya dilakukan tahap pengolahan data untuk mendapatkan hasil secara kuantitatif. Terdapat <italic id="_italic-40">reject destripping</italic> yaitu hasil printing tidak terbaca dengan sebesar 29%, kemudian meletis sebesar 21 % dan strip kosong sebesar 10 %. Tabel 2 merupakan persentase tingkat kecacatan produk sesuai <italic id="_italic-41">jenis</italic><italic id="_italic-42"> reject.</italic> Gambar 2 merupakan diagram pareto jumlah reject priduk tablet.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Jenis <italic id="_italic-43">reject</italic><italic id="_italic-44">destripping</italic></title>
          <p id="_paragraph-20" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-27e3128e6b6aef3972c3db0ca131e515">
              <td id="table-cell-f37cc71838a0198e0655cf9823efce24">Jenis Reject</td>
              <td id="table-cell-f2373c224420b07c6580e3aea87e5cba">Jumlah Reject (Kg)</td>
              <td id="table-cell-c08afc449ff6980f8da347b0ccd129fa">Prosentase</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6862dfa81af1f16e9f2731f646f92bc6">
              <td id="table-cell-47c94de8d0b2768e410493211fb26f37">Foil smear</td>
              <td id="table-cell-6c4f325f788ba038e84e41fdcfebc604">513,186.53</td>
              <td id="table-cell-bb6e676c1847474fd3d62d0cef3e4d93">7%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e7f461a03f2ef22f47564c6943fcfad5">
              <td id="table-cell-c6f67be9b5b3c64d56eef7c7f84e0314">Hasil printing tidak terbaca</td>
              <td id="table-cell-52946c62ea1f3d24a70033cb4a9edd0d">2,155,383.42</td>
              <td id="table-cell-4e22689837a31dd6e7461d51d459a4e6">29%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-762c1c486c3b2a423962c87e37d19041">
              <td id="table-cell-3c261e9ee632ed05f96ae4c2abcace7d">Hasil emboss tidak terbaca</td>
              <td id="table-cell-9c952c447e6c8b2139c96b15579b6529">102,637.31</td>
              <td id="table-cell-f15265240b741dba66814c163095e1e1">1%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-64c392b3351215979fbdd1bc3a084bc5">
              <td id="table-cell-d1416303f27828ed4d2b8dae431f0bea">Potongan atas bawah</td>
              <td id="table-cell-d2bf8d890df474dbbbdbab0e61d5f346">307,911.92</td>
              <td id="table-cell-ce95306b7632e9b62702c77c1f5b8276">4%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a69f08ce51e0dcdc6223f4d999fef86c">
              <td id="table-cell-a289dfc1d36ea7d3de08a5cde783a1cf">Meletis</td>
              <td id="table-cell-212786a1d04491af0368dec10a5e514d">1,539,559.58</td>
              <td id="table-cell-920f8388ad7769544e1e5c6340b75d4e">21%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9711f1fe3d4046c5634a9c7a8975e982">
              <td id="table-cell-f623fea26c2969dfce151d9a53f806d3">Strip kosong</td>
              <td id="table-cell-d1578ec4b5e94dc8ae647759b1f69ba2">718,461.14</td>
              <td id="table-cell-25c8f9ff1321955673c4ff7090218f4b">10%</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <fig id="figure-panel-47db2995b8e3b8a5bcfa93efb6690a6e">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="bold-ac003e0dc3395950ee41c0ab61d7ab8b">Diagram Pareto </bold>
            <bold id="bold-8855a8be78737e9670b472272e0f6c60">Jenis</bold>
            <bold id="bold-784032990f093ff8d14baf00a64e11d1">Reject </bold>
            <bold id="bold-11baf502bca5a7acd1f591f1742eb201">produk</bold>
            <bold id="bold-cb0de59b9501edfb9501461f74456605">tablet</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-1042af871483977eee0a17f2767bbbdb" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-39ba5c6a36a7ca7697d26e936f1ccb6e" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2024-06-12 144921.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-22">Berdasarkan diagram pareto, langkah selanjutnya adalah mengetahui akar penyebab permasalahan terjadinya hasil <italic id="_italic-45">printing</italic> tidak terbaca atau <italic id="_italic-46">destripping</italic> menggunakan metode causal branching. Gambar 3 merupakan causal branching penyebab kegagalan produk tablet dengan jenis <italic id="_italic-47">reject printing </italic><italic id="_italic-48">tidak</italic><italic id="_italic-49">terbaca</italic><italic id="_italic-50"> dan </italic><italic id="_italic-51">meletis</italic><italic id="_italic-52">serta</italic><italic id="_italic-53"> strip</italic>kosong.Dengan adanya permasalahan yang ada digunaka metode causal branching untuk mencari akar permasalahan yang ditetapkan, Melalui metode <italic id="_italic-54">Causal Branching Analysis</italic> didapatkan beberapa akar masalah seperti gambar 3 di bawah ini :</p>
      <fig id="figure-panel-762284e772289c45b39b537aa2af6925">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title>
            <italic id="italic-cb19cf15c6d97e3ebfb147c6a495b547">
              <bold id="bold-53f43432a9b1f2f93b66ea2039a47b0a">Causal Branching</bold>
            </italic>
            <bold id="bold-53f43432a9b1f2f93b66ea2039a47b0a" />
          </title>
          <p id="paragraph-b72be9289d47192480cac1f436448cdc" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-b21df4309215edb08b43719b1602f901" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2024-06-12 144958.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-24">
        <bold id="_bold-36">Analisa dan </bold>
        <bold id="_bold-37">Pembahasan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-25">Setelah dilakukan pengolahan data diketahui bahwa penyebab terjadinya <italic id="_italic-58">reject </italic><italic id="_italic-59">destripping</italic> tinggi. Namun, masih terdapat <italic id="_italic-60">causal factor</italic> yang bersifat asumsi seperti <italic id="_italic-61">design</italic> mesin dan problem pada mesin yang mungkin menyebabkan banyaknya <italic id="_italic-62">strip</italic> yang <italic id="_italic-63">reject</italic> dan menyebabkan adanya <italic id="_italic-64">destripping</italic> serta <italic id="_italic-65">restriping</italic>. Karena itu perlu mencari root cause dengan menggunakan metode tambahan yaitu metode KATA. Terdapat empat tahap metode KATA yang digunakan untuk mencari akar masalah dan pemecahannya antara lain:</p>
      <p id="paragraph-75dce4c29be77a5cab23ed4d78ba2d2c">
        <bold id="bold-db8da7bf2e0d483374f3eba25c2ceb4b">1. </bold>
        <bold id="bold-d4509f87ebe9920b004e717f7178e3e0">Memahami arah atau tantangan </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-26">Dalam tahap ini kita harus mengerti apa visi dari <italic id="_italic-66">improvement</italic> yang akan dilakukan dimana untuk mengurangi jumlah <italic id="_italic-67">strip </italic><italic id="_italic-68">destripping</italic> dengan meningkatkan kualitas <italic id="_italic-69">strip</italic> yang dihasilkan serta memperpendek <italic id="_italic-70">takt time</italic> dengan meminimalisir jumlah <italic id="_italic-71">reject</italic> <italic id="_italic-72">destripping</italic> dengan menurunkan <italic id="_italic-73">variance reject </italic>sebesar 20%</p>
      <p id="paragraph-91a7856d6203fe264fba46565b03b8d9">
        <bold id="bold-b2b3b03265dcf525d010ac9e50181f9a">2. </bold>
        <bold id="bold-80bcd71f8ee9279de701e9f72a66a239">Pahami kondisi saat ini</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-27">Pada tahap pengumpulan data didapatkan hasil seperti gambar 4.</p>
      <fig id="figure-panel-2c62931066f5ec27d9db729ac73673e3">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <title>Rata-rata <italic id="italic-e537490320be91bbe1ec8c3dd0510de7">variance</italic> total <italic id="italic-22b38b0757c620c373c2227164847009">reject foil</italic></title>
          <p id="paragraph-3794c30fed233690a9b732e8e398dcbc" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-e6d91a960989bbecf5c0e1de2a73f01e" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2024-06-12 145044.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-29">Penyebab <italic id="_italic-76">reject </italic>yang bisa dilakukan peningkatan kualitas berdasarkan data pengamatan dilapangan didapatkan data penyebab <italic id="_italic-77">reject</italic><italic id="_italic-78">destripping</italic> seperti tabel 4:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>Penyebab <italic id="_italic-79">Rejec</italic>t <italic id="_italic-80">Destripping</italic></title>
          <p id="_paragraph-31" />
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-5fcee0dffe20048a5e3480908078aa1e">
              <td id="table-cell-21c4963735e8ba72cd2c3f475ba40565">Jenis Reject </td>
              <td id="table-cell-29221c323153fb19b16ff21e502dd61f">Penyebab Reject </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dc6b3fbfded528a0631fb0051f0b5285">
              <td id="table-cell-171ccef1a6c1acd27925346b8b6a9882">Strip destripping yang dikarenakan meletis dan kosong.</td>
              <td id="table-cell-e36eb48f89485061241eda6a72259e28">Posisi bulk terlalu ke atas atau ke bawah</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0bbfd810b5b967cbdbd1f31f0ef0921a">
              <td id="table-cell-5d96ce5a2d876699f8c8c553cf1728af">Strip destripping yang dikarenakan hasil printing video jet tidak bagus</td>
              <td id="table-cell-21bf5ff2bdb9b30c044f55247808a02d">Hasil printing video jet tidak bagus akibat posisi foil bergelombangRange tempat printing HET cukup sempit (antara emboss dan printing menumpuk)Posisi sensor video jet dapat menyebabkan banyaknya strip reject.Cara pengisian on/off bulk harus membuka guarding.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-200d30dbe123535140cfc9afa35ec49f">
              <td id="table-cell-e2086eee38b264589cf601aa795eb929">Strip destripping yang dikarenakan hasil potongan samping</td>
              <td id="table-cell-a71eec4f686da57fd952694093eb53c1">Hasil potongan miring atau kurang dari 2.5 mm akibat penarik foil tidak stabil.Setting penarik foil membuat mesin berhenti karena guarding harus dibuka</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-7448d5ecc0cf7444519804c14c5066ca">
        <bold id="bold-2e1a784ee87f182897ace67f88e651cb">3. </bold>
        <bold id="bold-6fd2132ba72fde693bc9074c771b8d51">Tentukan kondisi target</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-32">Melalui data yang sudah didapatkan, dilakukan penentuan target condition seperti tabel 5:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>
            <italic id="_italic-88">Target Condition </italic>
          </title>
          <p id="_paragraph-34" />
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-3599532b5480d6446611652c92d3ac45">
              <td id="table-cell-420820ea0cdc4fe742786d7f7dcc05a0"> Target Condition 1 </td>
              <td id="table-cell-bd3a4508b46d9cb2395475085753b42f">Mengurangi strip destripping dikarenakan meletis dan strip kosong dari 31% penyebab destrippingmenjadi 10%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-adaf56da7b1c63f7ceb8651419e47a46">
              <td id="table-cell-7317d1d01ebbc938b364e62d47b508de"> Target Condition 2 </td>
              <td id="table-cell-f331fd3ea2c120dd41901decd3ec5cf9">Mengurangi strip destripping yang dikarenakan hasil printing video jet tidak bagus dari 29% penyebabdestripping menjadi 10%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-551e735a527530a0c666eb84b0da210e">
              <td id="table-cell-f255972065064b3f7a0d86afcbd97550"> Target Condition 3 </td>
              <td id="table-cell-d8c84e62efa2ee94e4942a6f37ac3237">Mengurangi strip destripping yang dikarenakan sealing miring dari 28% penyebab destrippingmenjadi 10%</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-76d53eb29727606d497bf0bc5eae7bce">
        <bold id="bold-75c496476af0453b8600a03276297095">4. </bold>
        <bold id="bold-54602f6b5833ad3a01bd967391f54754">PDCA menuju kondisi target</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-35">Pemenuhan <italic id="_italic-98">target condition</italic> memerlukan suatu perencanaan dengan menentukan target atau ekspektasi yang di inginkan serta melakukan proses pengamatan secara langsung di lapangan untuk memberikan rekomendasi perbaikan. Tabel 6 merupakan siklus PDCA pada proses peningkatan kualitas produk tablet.</p>
      <table-wrap id="table-figure-bbd96caa38cdb8b8d33fc33cc4fc3a51">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title>
            <italic id="italic-1">PDCA </italic>
            <italic id="italic-2">pada proses peningkatan kualitas produk tablet</italic>
          </title>
          <p id="paragraph-04d1be8eeae7a58d26c9d2436e700169" />
        </caption>
        <table id="table-246c4c968e82c3b60a7a33254345a37d">
          <tbody>
            <tr id="table-row-dab2ae1c37aff3fe844a3a2f5ec70cb2">
              <td id="table-cell-21e0bcf129b0c1786b1b303e6ccd56e2"> Plan (What do you    expect?) </td>
              <td id="table-cell-8e887507dd69c6170fe7bd12d89d76d9"> Result (Do)    Observe </td>
              <td id="table-cell-58914d4060ae3518d256d299eefcdf10"> Learned    (Check) </td>
              <td id="table-cell-7b9476e83b2beb3773c8f3527d3c10b8"> Act (Rekomendasi    Perbaikan) </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-113de52bdb31aa4ad66ce242f5200d81">
              <td id="table-cell-0536ef2909a6daa83b51332d6d75a9e4"> Strip destripping yang dikarenakan meletis dan kosong berkurang menjadi 10% dari total penyebab destripping </td>
              <td id="table-cell-7629dda2c684a7d476f25f9ba973c125"> Melakukan pengamatan proses filling di area primary packaging </td>
              <td id="table-cell-af7e3b08f1b0e8484d5fcd43800f5565"> · Posisi bulk terlalu ke atas atau ke bawah · Strip yang reject dapat mencapai 20 strip per kejadian </td>
              <td id="table-cell-3fdc48a94f2aa62f4cf5141eb92d5aa0"> Melakukan rekomendasi perbaiakn mesin dengan diberi   penandaan pada cam bulk, sebagai   acuan operator untuk melakukan setting. </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e3ef1768a90f59958b1a05c7df6bc659">
              <td id="table-cell-54f6170fe2ca5568ab5dbf50041158aa"> Strip destripping yang dikarenakan hasil printing video jet tidak bagus berkurang   menjadi 10% dari total penyebab destripping </td>
              <td id="table-cell-1567b77390e4447663509626ab204e4c"> Melakukan pengecekan di lapangan   untuk proses mesin video jet </td>
              <td id="table-cell-2e5f38cd250d730e6bc249c624849010"> · Hasil printing video jet tidak bagus akibat   posisi foil bergelombang · Range tempat printing HET cukup sempit   (antara emboss dan printing menumpuk) · Posisi sensor video jet dapat menyebabkan   banyaknya strip reject. · Cara pengisian on/off bulk harus membuka guarding. · Strip yang reject dapat mencapai 20 strip per kejadian </td>
              <td id="table-cell-11968a2ee9e04dcaa40cc14dabe0784a"> Melakukan rekomendasi perbaiakn mesin dengan : · Ditambahkan guide foil sebelum foil di print di video jet. · Mengatur letak posisi emboss dan printing   video jet sehingga tidak menumpuk (dipastikan sebelum proses mulai). · Revisi masterlist defect acuan foil · Mengubah posisi sensor video jet pada cam bulk · Modifikasi cara on/off   bulk sehingga tidak perlu membuka guarding. </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9de5508c39d5fcb8df6186f68c96af71">
              <td id="table-cell-599f07d520eaaa70f4be3c8ae03b9653"> Strip destripping yang dikarenakan hasil potongan samping berkurang menjadi 10% dari total   penyebab destripping </td>
              <td id="table-cell-7eb09a5e4d646ac5855f6da94dde588c"> Melakukan pengamatan proses filling di area primary packaging </td>
              <td id="table-cell-c3823f07bf5e401fdc4de31e4da28322"> · Hasil potongan miring atau kurang dari 2.5 mm akibat   penarik foil tidak stabil. · Setting penarik foil membuat mesin berhenti karena   guarding harus dibuka · Strip yang reject dapat mencapai 15 per kejadian </td>
              <td id="table-cell-6c15be1714d6ed317646c5cbefdb701e"> Melakukan rekomendasi perbaiakn mesin dengan Modifikasi penarik foil sehingga penarik foil bisa di adjust tanpa menghentikan   mesin. </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8d35deec02c8238cd883fb658c306c91">
              <td id="table-cell-179f57566532a555a657ef7d1c4c0c7f"> Perubahan step pembersihan di area tablet   compress: a. Cleaning Compress b. Cleaning Primary c. Set up Primary </td>
              <td id="table-cell-59a2da54f8fbcd9ae3c5dc2230e750a5"> Melakukan review untuk prosedur </td>
              <td id="table-cell-9b0d3c692ed71727553080de772be1ec"> Proses cleaning major memerlukan : · Cleaning   Compress: 21 step total 474   menit · Cleaning   Primary: 12 step total 270 menit · Setup:   6 step total 282 menit </td>
              <td id="table-cell-839806fc020dc094b084f7c89067dbb3"> Melakukan rekomendasi perubahan SOP dengan adanya   minor cleaning · Cleaning   Compress: 13 step total 180 menit · Cleaning   Primary: 4 step total 120 menit · Set   Up:   5 step 60 menit </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-38">Hasil pelaksanaan peningkatan kualitas produk tablet setelah melakukan proses sesuai metode KATA terdapat perubahan pada langkah dalam pembersihan di area <italic id="_italic-151">tablet compress</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-39">Berdasarkan penggunaan aplikasi SAP dapat diketahui penurunan jumlah <italic id="_italic-152">reject </italic><italic id="_italic-153">destripping</italic> yang berpengaruh Gambar 5 merupakan grafik penurunan jumlah <italic id="_italic-154">reject </italic><italic id="_italic-155">destripping</italic><italic id="_italic-156">.</italic>Jumlah<italic id="_italic-157"> reject </italic><italic id="_italic-158">destripping</italic>menurun sebesar 43% menjadi rata-rata 2707 gram<italic id="_italic-159"> per batch</italic><italic id="_italic-160">. </italic></p>
      <fig id="figure-panel-7232a354ee605641a244bd8e1a7e42da">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <title>Penurunan Penurunan <italic id="italic-e806a11cef28c7db5a7524a7ed785627">Reject Foil</italic></title>
          <p id="paragraph-0f9c6015c4ca94d7e7a43c443fc3f19f" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-3078344cf467d98f05b2902e1671412d" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2024-06-12 145256.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-41">Penurunan jumlah <italic id="_italic-162">reject destripping</italic> juga dapat mengurangi <italic id="_italic-163">hours operator</italic> yang dibutuhkan untuk proses destripping sebesar 13.15 jam (sekitar 33%), dengan <italic id="_italic-164">cost</italic> Rp. 42,636 / jam, maka saving yang didapatkan adalah sebesar 13.15 jam x Rp 42,636 / jam x 98 batch = Rp.<bold id="_bold-84"> 54.945.013 (USD 3902) </bold>per tahun<bold id="_bold-85">.</bold></p>
      <p id="_paragraph-42">Penurunan <italic id="_italic-165">reject </italic><italic id="_italic-166">destripping</italic> dapat mempengaruhi penurunan <italic id="_italic-167">cycle time</italic>Gambar 6dan <italic id="_italic-168">takt time</italic>Gambar 65 pembuatan dan pengemasan produk tablet. Rata-rata waktu cleaning tablet compress berkurang menjadi 3.0 jam, waktu cleaning primary tablet berkurang menjadi 2.0 jam, waktu set up primary tablet berkurang menjadi 1.0 jam dan waktu proses pengemasan berkurang menjadi 26.4 jam karena jumlah destripping yang dapat diminimalisir.</p>
      <p id="_paragraph-43">Berdasarkan perhitungan keuangan, dalam satu hari menyimpan produk setara dengan kehilangan biaya sebesar Rp. 400.769 <italic id="_italic-169">per batch</italic>. Terdapat penurunan waktu proses pembuatan produk Gambar 7 dan mempercepat proses pembuatan dan pengemasan produk tablet selama 9.5 hari dengan biaya Rp 3.807.306 <italic id="_italic-170">per batch</italic>. Rata-rata forecast produk tablet per tahun: 98 batch. Sehingga secara total, dapat mencegah kehilangan sebesar Rp. 373.115.939 (USD 26499).</p>
      <fig id="figure-panel-2fdabc44506abfdd7397f9f2b4d45b14">
        <label>Figure 6</label>
        <caption>
          <title>Penurunan C<italic id="italic-5ca4c75629ab47118a3512d858d3db2a">ycle Time</italic></title>
          <p id="paragraph-1a5985bca3e972bfce35186c1e56c591" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-956045e60da9c285274298fdac78de97" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2024-06-12 145320.png" />
      </fig>
      <fig id="figure-panel-7df2bd0f348ebdf83ea6d677dba43c32">
        <label>Figure 7</label>
        <caption>
          <title>Penurunan <italic id="italic-08910f1a0aeee0d727c9c640474e49c9">Takt</italic><italic id="italic-a619bfa01d84fae19e9243cc0f5a878f"> time</italic></title>
          <p id="paragraph-e961af1091f05779986d82239fc18bd6" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-18d7774d0c70e91cc76e3b3ac5083d00" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot 2024-06-12 145336.png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-c62d8f7b874619c03f93587e34c7c117">
        <bold id="bold-cdb7b410de75e8992db015baa591bdd7">C. </bold>
        <bold id="bold-7a14f7c2eaaae778e7edbf01beb757b2">Rekomendasi</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-46">Berdasarkan Analisa penyebab permasalaan dengan menggunakan metode KATA, diketahui terdapat penurunan setelah melaksanakan quality improvement, maka rekomendasi teknis untuk proses pembuatan dan pengemasan produk tablet terdapat pada Tabel 7.</p>
      <table-wrap id="table-figure-e2c75eefd1913fc4d09494229356c220">
        <label>Table 6</label>
        <caption>
          <title>Rekomendasi Proses Produk Tablet</title>
          <p id="paragraph-2dfe6affa5c9cdbb1ab325edf01e7135" />
        </caption>
        <table id="table-63d8aa8dbee2293503336306581fc01e">
          <tbody>
            <tr id="table-row-e66afdd0c9c58954f7c541a1a5ac561c">
              <td id="table-cell-41ea09c5ea7d057a61730ef60dd1638f"> No. </td>
              <td id="table-cell-bef7bf90899dd780407a8ea55ffd921a"> Rekomendasi    Perbaikan </td>
              <td id="table-cell-8881db57f2db86203590eed6e1960027"> Implementasi </td>
              <td id="table-cell-030ae247471e3935b2400930a7cae44e"> Before </td>
              <td id="table-cell-c2b6821e70852458d0d34c43746c9258"> After </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9b42772efce6d15e620642ee23150b16">
              <td id="table-cell-6f6c8eeed88d7d94a5e665c8ec32eac7" rowspan="2"> 1 </td>
              <td id="table-cell-ad62c6fb05059be980e456458b46f776"> a. Bekerja sama dengan Technical Training Partner mengembangkan   sistem kualifikasi yang robust. </td>
              <td id="table-cell-02826829e3415d0d0c84d280e5ecb4ba"> Dibuat prosedur kualifikasi personil sesuai dengan quality manual. </td>
              <td id="table-cell-23f772ca02ff14554e641b55366196a8"> Tidak ada level kualifikasi personil. </td>
              <td id="table-cell-d2d8cc7bf9ccd9932c2a1c54b4134eaa"> Terdapat level kualifikasi personil sehingga   kemampuan personil dapat dipetakan lebih jelas. Level kualifikasi personil: - Level 0 (Untrained) - Level 1 (Inducted) - Level 2 (Qualified) - Level 3 (Skill Trainer) - Level 4 (Expert) </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-30dad70024ec1a6b594bf5b97da2285f">
              <td id="table-cell-2108bcee4753fefe39ef5c1fb507901d"> b. Melakukan kualifikasi terhadap personil sesuai   dengan area kerja dan kebutuhan tambahan </td>
              <td id="table-cell-0fbf3df0410f5b5facd5a27012eeae3b"> · Personil dikualifikasi berdasarkan area kerja.   Selain itu personil juga dikualifikasi di area lain untuk support area tersebut saat dibutuhkan. · Cara kualifikasi lebih robust sesuai dengan prosedur dan quality manual </td>
              <td id="table-cell-f599c38dd9c20c67eff28f6e80d963b2"> · Personil hanya terkualifikasi di area kerjanya dan   tidak dapat membantu area lain jika dibutuhkan. · Kemampuan personil yang terkualifikasi kurang   merata. </td>
              <td id="table-cell-fcd1fddf41e0d17604ff73712613b09d"> · Personil dikualifikasi di beberapa area (multifungsi   dan multi talented) agar dapat   membantu area lain jika dibutuhkan. · Kemampuan personil yang terkualifikasi lebih merata, </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e85323c333105d7a139d9fcbafdc8f1b">
              <td id="table-cell-a0290ae63fff50434967e7d0370552fa" rowspan="2"> 2 </td>
              <td id="table-cell-0f1a117cfa13eb7352e6b98222ffaeca"> a. a.Melakukan pengamatan dan trial untuk mendapatkan standar alokasi personil beserta kegiatan   yang dilakukan (line design) </td>
              <td id="table-cell-e12885bf795b1a5a7e4538a11d568145"> Dilakukan pengamatan dan trial bekerja sama dengan line   leader untuk membuat standar alokasi personil dan kegiatannya (line design) </td>
              <td id="table-cell-1f124889ea2374380f301844116ec6e8"> · Alokasi personil tidak efisien, jumlah personil yang   dialokasikan untuk setiap proses tergantung keproduk personil yang ada. · Personil tambahan atau alokasi overtime kurang dapat dihitung secara tepat. </td>
              <td id="table-cell-0578e745af8473f1fd308fe526b3c98d"> · Berdasarkan line design alokasi personil di setiap line lebih efisien tergantung pack size produk yang dibuat di line. · Personil tambahan atau alokasi overtime dapat dihitung lebih awal dan lebih tepat. </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ca60c1e8f048e8a977d6851b65dd067c">
              <td id="table-cell-cd77804c8c35df1ea2e8cbf5fee35e61"> b. Membuat standar alokasi personil beserta kegiatan   yang dilakukan (line design) </td>
              <td id="table-cell-3082ca72b1e8f86703b9555cb5d85676"> Dibuat standar alokasi personil beserta kegiatan   yang dilakukan (line design) </td>
              <td id="table-cell-04a12fee65a1ba0403f788be43a70a78"> Belum ada standard work mengenai line design. </td>
              <td id="table-cell-de92a0b5387f2e9ae77eda0e23ee92f4"> Terdapat standardwork mengenai line design </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-30b436ae4e4bef0880d20d6d29e22102">
              <td id="table-cell-4153fee22eb4653ea46f63c43338bac8" rowspan="2"> 3 </td>
              <td id="table-cell-dd898330fbaba707018aac099b4b3dc7"> a. Bekerja sama dengan Process Engineer untuk   melakukan study campaign batch </td>
              <td id="table-cell-daf4317a45e34555b100961f0352dbb2"> Dibuat change   control untuk mendokumentasikan adanya perubahan proses pembersihan di   area tablet compress dan primary packaging. </td>
              <td id="table-cell-99b26a5ffd864a8de9e6435b90147678"> · Terdapat 21   tahap pembersihan di area tablet   compress dengan total waktu 7.9 jam · Terdapat 12   tahap pembersihan di area pengemasan tablet dengan total waktu 4.5 jam · Terdapat 6   tahap set up di area pengemasan   tablet dengan total waktu 4.7 jam. </td>
              <td id="table-cell-dc9542a5de6a6f54a48f69d7690c79da"> · Terdapat 14   tahap pembersihan di area tablet   compress dengan total waktu 3.0 jam · Terdapat 3   tahap pembersihan di area pengemasan tablet dengan total waktu 2.0 jam · Terdapat 5   tahap set up di area pengemasan   tablet dengan total waktu 1.0 jam. </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fc9b728681681522b4f8a9b8db827c2c">
              <td id="table-cell-15afe335098aeda49438f81ff912eadd"> b. Revisi seluruh prosedur terkait pembersihan campaign batch dan memastikan operator   tertraining. </td>
              <td id="table-cell-aa81d4160e2a40db3167c29de59b13f6"> Seluruh prosedur terkait pembersihan di area tablet compress dan pengemasan   direvisi dan ditrainingkan ulang kepada personil. </td>
              <td id="table-cell-fd464f9bceab735c83d78e19cf5033bc"> Tidak ada jenis pembersihan minor dan campaign batch di area tablet compress dan pengemasan tablet. </td>
              <td id="table-cell-bbc5b4aead7bbf2ebb2e39ad978147df"> Terdapat jenis pembersihan minor dan campaign batch di area tablet compress dan pengemasan tablet   untuk 5 batch produk yang sama berturut-turut. </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-47"><bold id="_bold-92">Tabel </bold><bold id="_bold-93">7</bold><bold id="_bold-94">.</bold> Rekomendasi Proses Produk Tablet</p>
    </sec>
    <sec id="heading-69532124e81ef6df87e29967808bc5b9">
      <title>
        <bold id="bold-34e863942bdf3937d741330f37c18512">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-49">Simpulan pada penelitian adalah: 1) terdapat penurunan jumlah <italic id="_italic-212">reject </italic><italic id="_italic-213">destripping</italic> sebesar <bold id="_bold-115">43%</bold> menjadi rata-rata <bold id="_bold-116">2707 gram</bold> per <italic id="_italic-214">batch</italic><italic id="_italic-215">; 2) </italic>Terdapat penurunan<italic id="_italic-216"> cycle </italic>time sebesar 40 % dari 65 jam menjadi 38,8 jam; 3) Rekomendasi yang diberikan adalah: a) bekerjasama dengan<italic id="_italic-217"> technical training partner </italic>untuk mengembangkan sistem kualifikasi yang<italic id="_italic-218"> robust</italic>; b) Pemetaan kualifikasi terhadap personil sesuai dengan area kerja dan kebutuhan tambahan; c) Melakukan pengamatan dan trial untuk mendapatkan standar alokasi personil beserta kegiatan yang dilakukan<italic id="_italic-219"> (line design)</italic><italic id="_italic-220">; </italic>d) Membuat standar alokasi personil beserta kegiatan yang dilakukan<italic id="_italic-221"> (line design)</italic><italic id="_italic-222">; </italic>e) Bekerja sama dengan <italic id="_italic-223">Process Engineer </italic>untuk melakukan<italic id="_italic-224"> study campaign batch</italic>dan f) Revisi seluruh prosedur terkait pembersihan<italic id="_italic-225"> campaign batch </italic>dan memastikan operator<italic id="_italic-226">tertraining</italic><italic id="_italic-227">; </italic>serta g) Merubah langkah pembersihan area <italic id="_italic-228">tablet compress.</italic>Kelemahan dari penelitian ini belum mendetailkan ini masih belum mendetailkan urutan proses kerja untuk mendapatkan suatu permasalahan yang lebih detail, sehingga untuk kedepannya bisa dilanjutkan lagi dengan menggunakan metode <italic id="_italic-229">Event </italic><italic id="_italic-230">Causla</italic><italic id="_italic-231">Factor</italic><italic id="_italic-232">sehingga</italic> bisa mengetahui secara detail urutan proses dalam setiap kegiatan produksi.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>