<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Indonesia's Breakthrough in Optimized Yarn Forecasting for Textile Demand Accuracy </article-title>
        <subtitle>Terobosan Indonesia dalam Peramalan Benang yang Dioptimalkan untuk Akurasi Permintaan Tekstil</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-6ad0cdb7fae860cb0a30c54692705a78" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Lindyawati</surname>
            <given-names>Lely</given-names>
          </name>
          <email>191020700101@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-c2da4c2abd6439be7dfb220d2b4da27a" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Sari W</surname>
            <given-names>Indah Apriliana</given-names>
          </name>
          <email>indahapriliana@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
        <contrib id="person-3e76dcf637fafadf205d115c76d150fb" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Cahyana</surname>
            <given-names>Atikha Sidhi</given-names>
          </name>
          <email>Atikhasidhi@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
        <contrib id="person-8cd636a5f75b22ea9ce3952fb0ec2ae1" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Sukmono</surname>
            <given-names>Tedjo</given-names>
          </name>
          <email>Tedjosukmono@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-4" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-4">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-06-11">
          <day>11</day>
          <month>06</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract>
        <p id="_paragraph-5">PT. XY, a textile company specializing in woven sarongs, faces fluctuating demand during Islamic religious celebrations, impacting production. In Ramadhan 2023, production increased by 30%, but warp yarn availability was insufficient. This study forecasts warp yarn production over twelve periods, comparing Double Exponential Smoothing Holt’s (DES) and Holt-Winter’s Exponential Smoothing (WES) methods, optimized using the golden section method. Using historical data from January 2021 to April 2023, WES with golden section parameters (α1 = 0.67387, β1 = 0.08756, γ2 = 0.85408) achieved the best accuracy with a MAPE of 5.5437%. The WES method is recommended for improving production planning at PT. XY, with future research suggested to explore production correlations and procurement costs.</p>
      </abstract>
      <kwd-group xml:lang="">
        <kwd content-type="">Textile industry; warp yarn forecasting; production planning; Holt-Winter's method; golden section optimization</kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-26b38f628047267f6be435faea315f53">
      <title>
        <bold id="bold-1cb2f9665d56c845628abfc71df22663">PENDAHULUAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-17">PT. XY merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri tekstil berupa sarung tenun. Perusahaan membagi alur produksi menjadi beberapa deparetemen, salah satunya adalah departemen persiapan bahan baku. Departemen ini bertugas untuk mengolah <italic id="_italic-1">raw material</italic> menjadi bahan setengah jadi berupa benang lusi, yang nantinya akan digunakan sebagai bahan baku pada pembuatan sarung tenun. Benang lusi adalah gulungan benang dalam <italic id="_italic-2">beam </italic>yang telah dilapisi oleh campuran kimia dan kanji, serta disusun vertikal dan sejajar dengan mesin tenun[1].</p>
      <p id="_paragraph-18">Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) industri pakaian dan tekstil tercatat mengalami pertumbuhan 9,34% pada tahun 2022, hingga pada kuartal keempat terjadi penurunan sebesar 1,02% % [2]. Meskipun begitu, permintaan pada industri ini diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2023. Fakta tersebut selaras dengan apa yang sedang terjadi di PT. XY. Perusahaan sering mengalami situasi dimana terjadi fluktuasi permintaan, seperti bulan ramadhan atau hari-hari besar islam lainnya. Hal ini tentu berdampak pada kegiatan produksi yang terjadi di perusahaan. Pada bulan ramadhan 2023, perusahaan mencatat kenaikan produksi hingga 30%. Setelahnya, produksi terus mengalami fluktuasi hingga pada akhir kuartal pertama produksi benang lusi meningkat sebesar 20% dibandingkan tahun 2022. Pada kondisi ini, jumlah persediaan benang lusi sebagai bahan baku utama belum mampu memenuhi permintaan.</p>
      <p id="_paragraph-19">Persediaan merupakan stok yang digunakan dalam kegiatan produksi guna memenuhi permintaan konsumen, seperti <italic id="_italic-3">raw material</italic>, bahan setengah jadi, dan produk jadi [3]. Persediaan menjadi hal yang krusial dalam kegiatan produksi[4], termasuk pada produksi sarung. Perusahaan akan dihadapkan pada resiko berupa kehilangan keuntungan apabila persediaan tidak mencukupi dan keinginan konsumen tidak dapat terpenuhi[5].Produksi yang berlebihan juga akan berdampak pada membengkaknya biaya simpan, sehingga menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, dilakukan peramalan hasil produksi untuk memenuhi persediaan serta mengendalikan fluktuasi permintaan tanpa menimbulkan penimbunaan produk yang akan melebihi kapasitas perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-20">Peramalan adalah sebuah langkah dalam merencanakan dan menentukan sikap dalam menghadapi situasi ke depan dengan lebih baik dan terperinci[6]. Dengan melibatkan data historis pada periode sebelumnya, peramalan dapat dijadikan sebagai alat untuk mendukung keputusan dengan melibatkan dugaan atau prediksi tentang apa yang mungkin terjadi di masa mendatang[7]. Terdapat beberapa metode dalam peramalan, salah satunya adalah <italic id="_italic-4">time series forecasting</italic> (peramalan deret waktu). Peramalan deret waktu adalah peramalan yang didasarkan pada data yang berubah dari waktu ke waktu[8]. Adapun tahapan dalam melakukan peramalan yaitu perumusan masalah, pengumpulan data, menganalisis data, memilih model ramalan, memverifikasi model peramalan, peramalan, dan memvalidasi akurasi peramalan[9]. <italic id="_italic-5">Double Exponential Smoothing Holt’s</italic>(DES) dan <italic id="_italic-6">Holt-Winter’s Exponential Smoothing</italic>(WES) adalah dua contoh model peramalan dengan seri waktu. DES <italic id="_italic-7">Holt’s</italic> menggunakan dua parameter pemulusan level (α) dan <italic id="_italic-8">trend</italic> (β), sedangkan WES menambahkan paremeter pemulusan γ sehingga cocok digunakan untuk pola data musiman[8].</p>
      <p id="_paragraph-21">Beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan dalam menentukan model peramalan terbaik[10], peramalan penjualan songkok[4], memprediksi dan memberikan masukan ketika terjadi pertambahan jumlah[11], dan pergerakan harga[12]. Keempatnya menghasilkan metode WES merupakan model terbaik yang dapat diterapkan dalam peramalan. Pendekatan berbeda dilakukan pada penelitian ini, karena baik metode DES maupun WES todak memberikan metode untuk mendapatkan parameter pemulusan yang optimal sehingga teknik <italic id="_italic-9">trial and error</italic> digunakan dalam menentukan parameter pemulusan. Oleh karena itu, pada penelitian ini metode optimasi algoritma <italic id="_italic-10">golden section </italic>akan diintegrasikan dengan metode DES dan WES, dengan tujuan untuk mempersingkat waktu serta mendapatkan nilai akurasi peramalan yang lebih baik. Penelitian serupa dengan kombinasi metode DES dan <italic id="_italic-11">golden section</italic> pernah dilakukan oleh Yani untuk memprediksi angka NTPT di Kalimantan Timur yang menghasilkan tingkat akurasi sangat baik[13].</p>
      <p id="_paragraph-22">Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi produksi benang lusi dalam dua belas periode mendatang dengan mengevaluasi serta membandingkan rata-rata tingkat kesalahan absolut (MAPE) dari dua metode peramalan deret waktu, yaitu <italic id="_italic-12">Double Exponential Smoothing Holt’s</italic>dan <italic id="_italic-13">Holt-Winter’s Exponential Smoothing</italic> yang akan dikombinasikan dengan metode optimasi <italic id="_italic-14">golden section</italic>.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>METODE</title>
      <p id="_paragraph-23">Metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah metode deskirptif analisis dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan memebrikan gambaran terhadap masalah atau objek penelitian yang diangkat. Berikut adalah alur penelitian dalam meramalkan produksi benang lusi di PT. XY, seperti yang terlihat pada gambar 1.</p>
      <fig id="figure-panel-e2795e16fd60cc09b53efadc647a7a15">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-942adda7f9067efc42283c75f9dbb005" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-1a2aa82d4d59f51745812426f589a081" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (468).png" />
      </fig>
      <fig id="figure-panel-1dcb522f0d9742d897a7b92b5da482a7">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-16"/>Diagram Alir Penelitian</title>
          <p id="paragraph-475a03c4e59b48f7da043d9ae3c3d4e2" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-3c6afaab4046056bb798c1e418fb94f1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (469).png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-25">
        <bold id="_bold-17">A.</bold>
        <bold id="_bold-18">
          <italic id="_italic-15">Business Understanding</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-15">
          <bold id="_bold-1" />
        </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-26">Pada tahapan ini dilakukan pengamatan secara langsung di perusahaan untuk mengidentifikasi hambatan atau permasalahan yang terjadi. Kemudian, ditemukan bahwa perusahaan masih belum melakukan metode peramalan dalam perencanaan produksi, sehingga terjadi kendala dalam persediaan bahan setengah jadi yang membuat kegiatan produksi terhambat. Adapun data historis yang digunakan adalah data produksi periode Januari 2021 – April 2023.</p>
      <p id="_paragraph-27">
        <bold id="_bold-19">B. </bold>
        <bold id="_bold-20">
          <italic id="_italic-16">Time Series Plot</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-16">
          <bold id="_bold-2" />
        </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-28">Data <italic id="_italic-17">time series </italic>atau runtun waktu dibutuhkan dalam melakukan peramalan[14]. Oleh karena itu, pada tahap ini akan dilakukan pengumpulan data melalui wawancara untuk kemudian dipetakan dalam bentuk grafik <italic id="_italic-18">time series</italic>. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan dan menggambarkan pola data historis yang ada apakah mengandung unsur <italic id="_italic-19">trend</italic>atau <italic id="_italic-20">seasonal</italic>[8].</p>
      <p id="_paragraph-29">
        <bold id="_bold-21">C. </bold>
        <bold id="_bold-22">Memilih Parameter Pemulusan </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-30">Pada tahapan ini dilakukan pemilihan parameter pemulusan α, β untuk DES dan α, β, γ untuk WES dengan interval 0 &lt; α,β,γ&lt; 1. Pada penelitian ini, parameter pemulusan akan dipilih dengan dua cara, yaitu teknik <italic id="_italic-21">trial and error</italic> dan algoritma <italic id="_italic-22">golden section</italic>. Pembaruan parameter akan terus dilakukan sampai mencapai nilai akurasi yang diinginkan. Jika teknik <italic id="_italic-23">trial and error </italic>hanya menggunakan intuisi dan pemilihan <italic id="_italic-24">random </italic>dalam menentukan parameter, sebaliknya optimasi<italic id="_italic-25">golden section </italic>menyediakan persamaan dan kriteria untuk mengeliminasi daerah batas[15] sehingga dapat ditemukan titik minimum dari fungsi dengan lebih cepat. Berikut adalah tahapan dan kriteria <italic id="_italic-26">golden section</italic> yang akan digunakan.</p>
      <p id="paragraph-e6017069c092fc6c362936dfc961c9f7">1. Menentukan <italic id="italic-1">golden ratio</italic> (r) dan interval awal parameter.</p>
      <p id="_paragraph-31">r = = 0,61803(1)</p>
      <p id="paragraph-92c00013cc8f91098ab650e03ef608de">2. Menentukan batas bawah (a), batas atas (b), dan batas henti iterasi yang menunjukkan tingkat ketelitian (ε) = 0,0001.</p>
      <p id="paragraph-a204ce4332293f35bed3c2ee6b042f77">3. Menentukan nilai x<sub id="subscript-1">1</sub> dan x<sub id="subscript-2">2</sub>.</p>
      <p id="_paragraph-32">x<sub id="_subscript-7">1</sub> = (r)(a) + (1 – r)(b) (2)</p>
      <p id="_paragraph-33">x<sub id="_subscript-8">2 </sub>= a + b – x<sub id="_subscript-9">1</sub>(3)</p>
      <p id="paragraph-e86eb20808caa5f3102d8dac1b712799">4. Substitusi nilai x<sub id="subscript-8125eaa19d2000378b1fb8af494d4ef5">1</sub> dan x<sub id="subscript-80491060741fd924260f7b6d3c9e3456">2</sub> ke dalam fungsi tujuan f(x).</p>
      <p id="paragraph-2">5. Membandingkan nilai f(x<sub id="subscript-3">1</sub>) dan f(x<sub id="subscript-4">2</sub>), serta mengeliminasi batas interval sesuai dengan kriteria <italic id="italic-ed3f845ab20fd33135c834624dbeec46">golden section</italic>. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai minimum, maka kriteria yang berlaku: jika f(x<sub id="subscript-5">1</sub>) &gt; f(x<sub id="subscript-6">2</sub>) maka daerah minimasi terletak di antara x<sub id="subscript-7">1</sub> dan b, sehingga a akan diubah menjadi x<sub id="subscript-8">1</sub> baru dan b tetap. Jika f(x<sub id="subscript-9">1</sub>) &lt; f (x<sub id="subscript-10">2</sub>) maka daerah minimasi terletak di antara a dan x<sub id="subscript-11">2</sub>, dengan demikian a tetap dan b diganti menjadi x<sub id="subscript-12">2 </sub>baru[16].</p>
      <p id="paragraph-3">6. Melakukan pembaruan batas interval dengan mengulangi langkah 3 sampai 6 hingga didapatkan nilai konvergensi ||b – a|| ≤ ε.[17]</p>
      <p id="_paragraph-34">
        <bold id="_bold-23">D. </bold>
        <bold id="_bold-24">
          <italic id="_italic-29">Forecasting</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-29">
          <bold id="_bold-3" />
        </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-35">Pada tahapan ini akan dilakukan peramalan dengan metode <italic id="_italic-30">Double Exponential Smoothing Holt’s </italic>(DES) dan <italic id="_italic-31">Holt-Winter’s Exponential Smoothing</italic> (WES) untuk memprediksi produksi benang lusi selama 12 periode ke depan. Proses inisialisasi metode DES memerlukan dua pemulusan <italic id="_italic-32">trend</italic>, yaitu α untuk L<sub id="_subscript-24">t</sub> dan β untuk pemulusan <italic id="_italic-33">trend </italic>T<sub id="_subscript-25">t </sub>[18], sedangkan metode WES menambahkan faktor musiman atau <italic id="_italic-34">seasonal</italic> (γ) dalam pemulusannya[8]. Berikut adalah persamaan yang digunakan dalam model <italic id="_italic-35">Double Exponential Smoothing Holt’s </italic>(DES).</p>
      <p id="_paragraph-36">L<sub id="_subscript-26">t</sub>= αX<sub id="_subscript-27">t </sub>+ (1- α)(L<sub id="_subscript-28">t-1</sub> + T<sub id="_subscript-29">t-1</sub>)(4)</p>
      <p id="_paragraph-37">T<sub id="_subscript-30">t </sub>=β (L<sub id="_subscript-31">t</sub> – L<sub id="_subscript-32">t-1</sub>) +(1 – β)T<sub id="_subscript-33">t-1</sub>(5)</p>
      <p id="_paragraph-38">F<sub id="_subscript-34">t+m</sub>= L<sub id="_subscript-35">t </sub>+ T<sub id="_subscript-36">t</sub>(m)(6)</p>
      <p id="_paragraph-39">T<sub id="_subscript-37">1</sub>= x<sub id="_subscript-38">2</sub> – x<sub id="_subscript-39">1</sub>(7)</p>
      <p id="_paragraph-40">Keterangan:</p>
      <p id="_paragraph-41">L<sub id="_subscript-40">t</sub>= pemulusan level.</p>
      <p id="_paragraph-42">L<sub id="_subscript-41">t-1</sub>= pemulusan level periode t-1.</p>
      <p id="_paragraph-43">X<sub id="_subscript-42">t</sub>= data aktual.</p>
      <p id="_paragraph-44">T<sub id="_subscript-43">t</sub>= <italic id="_italic-36">trend smoothing</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-45">T<sub id="_subscript-44">t-1</sub>= <italic id="_italic-37">trend smoothing </italic>periode t-1.</p>
      <p id="_paragraph-46">α, β= parameter pemulusan (0 α, β 1) .</p>
      <p id="_paragraph-47">F<sub id="_subscript-45">t+m</sub>= <italic id="_italic-38">forecasting</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-48">Berikut adalah tahapan dan persamaan yang digunakan dalam peramalan model <italic id="_italic-39">Holt-Winter’s Exponential Smoothing</italic> (WES).</p>
      <p id="paragraph-bf196b335d46f75d11362af51d50455a">1. Inisialisasi peramalan.</p>
      <p id="_paragraph-49">L<sub id="_subscript-46">t </sub>= (x<sub id="_subscript-47">1 </sub>+ x<sub id="_subscript-48">2</sub> +...+ x<sub id="_subscript-49">L</sub>)(8)</p>
      <p id="_paragraph-50">T<sub id="_subscript-50">t</sub> = (9)</p>
      <p id="_paragraph-51">I<sub id="_subscript-51">t</sub> = /(10)</p>
      <p id="paragraph-27054df03111eeb48add2024a7c2fcd6">2. Menentukan pemulusan level, <italic id="italic-668515ce063e00949ee2b42c9707a9a5">trend</italic>, dan musiman.</p>
      <p id="_paragraph-52">L<sub id="_subscript-52">t </sub>= α + (1 – α)(L<sub id="_subscript-53">t-1</sub> + T<sub id="_subscript-54">t-1</sub>)(11)</p>
      <p id="_paragraph-53">T<sub id="_subscript-55">t</sub> = β (L<sub id="_subscript-56">t </sub>– L<sub id="_subscript-57">t-1</sub>) + (1 – β) T<sub id="_subscript-58">t-1</sub>(12)</p>
      <p id="_paragraph-54">I<sub id="_subscript-59">t </sub>= γ + (1 – γ) I<sub id="_subscript-60">t-L</sub>(13)</p>
      <p id="paragraph-72bd4609835045d5a2924450c76ea1a8">3. <italic id="_italic-41">Forecast</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-55">F<sub id="_subscript-61">t+m</sub> = (S<sub id="_subscript-62">t</sub> + mT<sub id="_subscript-63">t</sub>)I<sub id="_subscript-64">t-L+m</sub>(14)</p>
      <p id="_paragraph-56">Keterangan:</p>
      <p id="_paragraph-57">α= <italic id="_italic-42">level smoothing</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-58">β= <italic id="_italic-43">trend smoothing</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-59">γ= <italic id="_italic-44">seasonal smoothing</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-60">X<sub id="_subscript-65">t</sub>= data periode ke-t.</p>
      <p id="_paragraph-61">L<sub id="_subscript-66">t</sub>= nilai level periode t.</p>
      <p id="_paragraph-62">I<sub id="_subscript-67">t</sub>= nilai musiman.</p>
      <p id="_paragraph-63">T<sub id="_subscript-68">t</sub>= nilai <italic id="_italic-45">trend</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-64">m= jumlah periode yang akan diramalkan.</p>
      <p id="_paragraph-65">F<sub id="_subscript-69">t+m</sub>= <italic id="_italic-46">forcasting</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-66">
        <bold id="_bold-25">E.</bold>
        <bold id="_bold-26">Akurasi Peramalan </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-67">Pada tahapan ini dilakukan evaluasi terhadap keakuratan hasil peramalan metode DES dan WES. Akurasi peramalan dilihat dari nilai <italic id="_italic-47">Mean Absolute Percentage Error </italic>(MAPE). Tingkat akurasi peramalan terbaik dinilai dengan cara melihat kriteria indeks <italic id="_italic-48">error</italic>[19]atau kriteria persentase MAPE pada tabel 1[20] dengan persamaan:</p>
      <p id="_paragraph-68">MAPE = 100%(15)</p>
      <p id="_paragraph-69">Keterangan:</p>
      <p id="_paragraph-70">= nilai x periode ke-t.</p>
      <p id="_paragraph-71">= peramalan periode ke-t.</p>
      <p id="_paragraph-72">n= banyaknya data.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Kriteria Akurasi Peramalan</title>
          <p id="_paragraph-74" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-32211471ead7ca71135a6a71f170e0df">
              <td id="table-cell-7fbd9958220f3a11e7ecf96552e19423">MAPE</td>
              <td id="table-cell-cbe3810ba2b8581e0064f93e1d979983">Tingkat Akurasi</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5a425812024651bc272ce58e62558783">
              <td id="table-cell-99f1ea510a3c776d4b34acd221cbdfd9">&lt;10%</td>
              <td id="table-cell-e822e7364036edde4e7284755abd4d0b">Sangat baik</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-10cef619755f140b0cb60fbe89d5ae96">
              <td id="table-cell-0749a40b8375b496d7e14e040b23ff6f">10-20%</td>
              <td id="table-cell-e9a39b79113eded05935fbf51da3cbb0">Baik</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8e87aed3b5716966a9165805c5b41ee8">
              <td id="table-cell-3ef8c74cc124b895ef973bc1ab4ccc1e">20-50%</td>
              <td id="table-cell-c303037807550c98469b9ea95b354711">Cukup</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d6e69a1a5e7d64f57fb8a53c0d638d94">
              <td id="table-cell-5995617af355051c1b98ab89f46b0c4f">&gt;50%</td>
              <td id="table-cell-b1355e8a83bdb3d895df626b253ad9f8">Buruk</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-75">
        <bold id="_bold-30">F. </bold>
        <bold id="_bold-31">Membandingkan Akurasi Peramalan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-76">Pada tahap ini hasil akurasi peramalan yang didapatkan dari metode DES dan WES teknik <italic id="_italic-49">trial and error</italic> akan dibandingkan dengan hasil akurasi peramalan yang didapatkan dari metode DES dan WES kombinasi <italic id="_italic-50">golden section</italic>. Kemudian, dipilih metode terbaik yang akan digunakan untuk memberikan usulan kepada perusahaan terkait dengan hasil peramalan produksi benang lusi 12 periode ke depan.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>HASIL DAN PEMBAHASAN</title>
      <p id="_paragraph-77">
        <bold id="_bold-32">A.</bold>
        <bold id="_bold-33">
          <italic id="_italic-51">Time Series Plot</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-51">
          <bold id="_bold-4" />
        </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-78">Grafik <italic id="_italic-52">time series </italic>dari data produksi benang lusi di PT. XY periode Januari 2021 sampai April 2023 dapat dilihat pada gambar 2. Pemeteaan data dalam bentuk grafik bertujuan untuk menvisualisasikan pola data historis sehingga memudahkan untuk memilih metode peramalan yang sesuai[8].</p>
      <fig id="figure-panel-5254a0cfcbde421a825c0a789563c1ba">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-34"/>Grafik <italic id="_italic-53">Time Series </italic>Produksi</title>
          <p id="paragraph-fefdcc5236b682a2e02c4a5755d996e4" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-c9a98449c1769dc35a1451a87043a3a3" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (470).png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-80">Berdasarkan pada gambar di atas, dapat diketahui bahwa grafik membentuk pola <italic id="_italic-54">trend </italic>dan musiman. Hal ini ditandai dengan adanya peningkatan produksi yang terjadi secara periodik pada bulan-bulan tertentu. Produksi tertinggi terjadi pada periode 5 (Mei 2021), periode 16 (April 2022), dan periode 27 (April 2023), yakni pada saat perayaan Idul Fitri. Oleh karena itu, analisa peramalan dapat dilakukan dengan metode DES <italic id="_italic-55">Holt’s </italic>dan WES[9].</p>
      <p id="_paragraph-81">
        <bold id="_bold-35">B. </bold>
        <bold id="_bold-36">Peramalan dengan Pemilihan Parameter Teknik </bold>
        <bold id="_bold-37">
          <italic id="_italic-56">Trial and Error</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-56">
          <bold id="_bold-5" />
        </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-82">Metode yang digunakan untuk meramalkan produksi benang lusi, yaitu <italic id="_italic-57">Double Exponential Smoothing Holt’s </italic>dan <italic id="_italic-58">Holt-Winter’s Exponential Smoothing</italic>. Parameter pemulusan α, β, dan γ ditentukan melalui teknik <italic id="_italic-59">trial and error</italic>. Pemilihan parameter dengan teknik ini mengacu pada intuisi dan berapa banyak kombinasi yang mungkin dapat dibentuk dari masing-masing parameter.</p>
      <p id="paragraph-5618666088ba99a20a3fe04cea13d7d0">1. <italic id="italic-a2cda691b16e4707362ff05e8284dc30">Double Exponential Smoothing Holt’s </italic>(DES)</p>
      <p id="_paragraph-83">Hasil perhitungan MAPE untuk metode DES dengan parameter α dan β yang diperoleh dari teknik <italic id="_italic-60">trial and error. </italic>Sehingga didapatkan jumlah iterasi dan kombinasi paramater pemulusan yang dapat dibentuk adalah 81 iterasi, seperti yang terlihat pada gambar 3.</p>
      <fig id="figure-panel-9c5dc33cc9c927a0e3b101decf95bfca">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-38"> </bold>MAPE Metode DES <italic id="_italic-61">Holt’s </italic>Teknik <italic id="_italic-62">Trial and Error</italic></title>
          <p id="paragraph-8c966c700e3150d2e93561f2f2259120" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-acc7d900907f91c5161403260443a605" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (471).png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-85">Parameter pemulusanα dan β yang dikombinasikan merupakan angka-angka yang berada di antara batas interval [0,1] yaitu 0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5; 0,6; 0,7; 0,8; dan 0,9, sehingga didapatkan total 81 kombinasi yang mungkin. Setelah dilakukan perhitungan, maka didapatkan parameter terbaik metode DES <italic id="_italic-63">Holt’s</italic>adalah pada iterasi ke-75 dengan = 0,9 dan = 0,3 dan nilai MAPE 9,95%.</p>
      <p id="paragraph-ed250fbd14b05a08340e8df35ee5633d">2. <italic id="_italic-65">Holt-Winter’s Exponential Smoothing </italic>(WES)</p>
      <p id="_paragraph-86">Hasil perhitungan MAPE untuk metode WES dengan parameter α, β, dan γ yang didapatkan dengan teknik <italic id="_italic-66">trial and error</italic>, seperti yang disajikan pada gambar 4.</p>
      <fig id="figure-panel-22f2a37d45fe084449774397c9283edc">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-39"/>MAPE Metode WES Teknik <italic id="_italic-67">Trial and Error</italic></title>
          <p id="paragraph-3134cba688cbadf33b420c7c15eebdc5" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-d7fd5a637e9cc5cb452b232436df4252" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (472).png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-88">Sama halnya dengan metode DES, metode WES dengan teknik <italic id="_italic-68">trial and </italic><italic id="_italic-69">error</italic> juga mengombinasikan parameter pemulusan α, β, dan γ yang berada di antara [0,1]. Dengan menggunakan tiga parameter tersebut, maka didapatkan sebanyak 729 kombinasi yang mungkin dapat dibentuk. Berdasarkan pada gambar 4, diketahui bahwasannya parameter terbaik metode WES dengan teknik <italic id="_italic-70">trial and error </italic>didapatkan pada iterasi ke-487 dengan α = 0,7, β = 0,1, dan γ = 0,1 dan nilai MAPE sebesar 5,83%.</p>
      <p id="_paragraph-89">
        <bold id="_bold-40">C. </bold>
        <bold id="_bold-41">Peramalan dengan Optimasi </bold>
        <bold id="_bold-42">
          <italic id="_italic-71">Golden Section</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-71">
          <bold id="_bold-6" />
        </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-90">Pada tahap ini, langkah pertama yang harus dilakukan sebelum peramalan dengan metode DES <italic id="_italic-72">Holt’s </italic>dan WES adalah menentukan parameter pemulusan terbaik pada masing-masing metode melalui perhitungan optimasi <italic id="_italic-73">golden section</italic> dengan menggunakan persamaan (2) dan (3). Iterasi akan terus dilakukan hingga mencapai batas ketelitian (ε) yang telah ditetapkan sebelumnya[17].</p>
      <p id="paragraph-70f0fe3f8e7f470c9fffba01a571a6fb">1. <italic id="italic-8c108cbe8ef83afca16641dfa0e0344d">Double Exponential Smoothing Holt’s </italic>(DES) dengan <italic id="italic-2">Golden Section</italic></p>
      <p id="_paragraph-91">Peramalan metode DES <italic id="_italic-74">Holt’s </italic>diawali dengan optimasi <italic id="_italic-75">golden section </italic>yang dilakukan dengan bantuan <italic id="_italic-76">Microsoft Excel</italic> dengan interval awal [0,1] pada iterasi 1 dan batas berhentinya toleransi ε = 0,0001. Nilai interval akan terus diperbarui dengan mengikuti kriteria <italic id="_italic-77">golden section</italic>. Setelah ditemukan semua kombinasi dari parameter pemulusan, maka akan ditentukan parameter optimal yang didasarkan pada nilai MAPE terkecil. Hasil perhitungan DES <italic id="_italic-78">Holt’s </italic>dengan optimasi <italic id="_italic-79">golden section</italic> disajikan pada tabel 2.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-43"/>Hasil Perhitungan Metode DES <italic id="_italic-80">Holt’s</italic> dengan Optimasi <italic id="_italic-81">Golden Section</italic></title>
          <p id="_paragraph-93" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-e52596ac07c3ab3ea00363631bd82f88">
              <td id="table-cell-8e9cd099733308aed233bf7e8622785b">Iterasi</td>
              <td id="table-cell-879e947489f35c3372a660e85888e969">α</td>
              <td id="table-cell-5b3ef0da528997d8459df67f66ccdd62">β</td>
              <td id="table-cell-1f9c89b3489b80c78a49ff641993ccf0">b - a</td>
              <td id="table-cell-d63cfd7c287c6fed01f8bca6eba0293d">MAPE (%)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5334216d02ebf144506ea2a4b027b124">
              <td id="table-cell-b4c6cad74c01c84467784d8b20d9c94f">1</td>
              <td id="table-cell-3398c71d55c64582733d9adc916598e6">0,381966</td>
              <td id="table-cell-5c937360cc9143de7a5a701a494903c0">0,381966</td>
              <td id="table-cell-5a75d0b98c164fb49deac8752bfd6d63">1</td>
              <td id="table-cell-573a6de4d6b51a47b76145d6325b6215">10,55690</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-17cc884d7f70fd6ddce130e88ace0f72">
              <td id="table-cell-24c70db32b4b22234bf406eda133bfbd">2</td>
              <td id="table-cell-daccd38cc5ea59c67b373b0f818544f0">0,618034</td>
              <td id="table-cell-49664a05492eee62f28d29d862c52a3b">0,763932</td>
              <td id="table-cell-99759f5a80023a10def2955ae31a4991">0,6180</td>
              <td id="table-cell-4dc0d9b885d5ef28d4c666dfbf752179">10,03986</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-da44595a3e192548e7d34764895e6922">
              <td id="table-cell-33ad5a414b314485ea95ea86bc6cf2c1">3</td>
              <td id="table-cell-82465002e961844951a051f2c4f11d11">0,763932</td>
              <td id="table-cell-c1c9ac826b17cb709df030a45a8e8c86">0,854102</td>
              <td id="table-cell-17be6aec97b5904c69d7c1d15a39f6a9">0,3820</td>
              <td id="table-cell-6ad4d1e02a988cec267b1d012b8409af">10,25874</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b91cf8e57c4a62b9db8d3bbd40150f0e">
              <td id="table-cell-d281e9b5b231d59c5223e7ef5a327e15">4</td>
              <td id="table-cell-b64fa1a5898a00cbeb7b28ec7c7966a5">0,90983</td>
              <td id="table-cell-185c529541b44e482af12d8d03f9bb31">0,90983</td>
              <td id="table-cell-d553809db2004e00299c3c07abe4f72f">0,2361</td>
              <td id="table-cell-83b157e2928ca439f0f4dbb24d125581">10,55779</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-218723b3faa2dc55d4f1d392b320e6c1">
              <td id="table-cell-754bfcaee98a6ed2d37a8f3536c2c91a">...</td>
              <td id="table-cell-2545308cf79b2d86c5be02b5abfa2c60">...</td>
              <td id="table-cell-283f4a886d8c3286dd022750646194ac">...</td>
              <td id="table-cell-953573fa178dd29b8c7fc4c852a6c764">...</td>
              <td id="table-cell-e2d4f0d9a927f6e7bddcb59c51b6f1c7">...</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6c05cebec8672923f5ebab9546ad7bd4">
              <td id="table-cell-f99e6215113f6e5c12d2d8767caa4b54">...</td>
              <td id="table-cell-e6b26e19bdfbcb467a93d815e8ddb211">...</td>
              <td id="table-cell-aa59633e89515c5c48dae477282670e6">...</td>
              <td id="table-cell-7452cb22c3363b80ba4fdf4d4219ea99">...</td>
              <td id="table-cell-9fd72093e5bd4ea6f34ce82a7faf5e9e">...</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1f962261251f5f8d53c8d786109f8244">
              <td id="table-cell-e0f7659349a83c875419eca02b4923b9">19</td>
              <td id="table-cell-c5ac051ff12420201dac92ef89b02cc8">0,837561</td>
              <td id="table-cell-aefcc2e080e41e0f710c5f78c42c4ee0">0,839669</td>
              <td id="table-cell-e236b12ced385ff782c70be2d887eb74">0,0002</td>
              <td id="table-cell-ce59908021aa27ff9d96218cb59d20f0">10,38346</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-455a17598fba8ba1ee200a9d9e75086c">
              <td id="table-cell-ad664c1db4effbac0363f8bf3d799dad">20</td>
              <td id="table-cell-0e88b1c9ad9d0627f955a1d4d28380dd">0,837602</td>
              <td id="table-cell-8f86e204e024fb67c5efc010cf719f41">0,839678</td>
              <td id="table-cell-2202634a6d8d6752b8de0cbe5b55500e">0,0001</td>
              <td id="table-cell-89f27f53e37efa127f88f83297523c7a">10,38349</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-94">Perhitungan berhenti pada iterasi ke-20, karena nilai 0,0001≤ ε. Berdasarkan tabel 2, didapatkan MAPE minimum untuk metode DES<italic id="_italic-82"> Holt’s </italic>dengan optimasi <italic id="_italic-83">golden section </italic>adalah pada iterasi ke-2 dengan kombinasi parameter <sub id="_subscript-70">2</sub> = 0,763932 dan <sub id="_subscript-71">1</sub> = 0,618034 yaitu sebesar 10,038986%. Gambar 5 menunjukkan visualisasi nilai MAPE yang dihasilkan pada optimasi <italic id="_italic-84">golden section </italic>dengan fungsi tujuan DES <italic id="_italic-85">Holt’s</italic> dari iterasi 1 sampai 20. Grafik menunjukkan bahwa semakin mendekati nilai konvergensi ||b-a||, selisih standar <italic id="_italic-86">error </italic>yang dihasilkan tidak terlampau jauh, sehingga iterasi sudah selesai dan sudah dianggap optimal[17].</p>
      <fig id="figure-panel-7f54aac2e6a3a4ea4328622f026aa87d">
        <label>Figure 6</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-54"/>MAPE Metode DES <italic id="_italic-87">Holt’s</italic> dengan Optimasi <italic id="_italic-88">Golden Section</italic></title>
          <p id="paragraph-038a649af07c6174f54296982506b55c" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-5bec891dc49e37a9f25ca145570d24e9" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (473).png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-300b3c75950261cb106422d41dec01ac">2. <italic id="_italic-91">Holt-Winter’s Exponential Smoothing </italic>(WES) dengan <italic id="_italic-92">Golden Section</italic></p>
      <p id="_paragraph-96">Peramalan metode WES diawali dengan optimasi <italic id="_italic-93">golden section</italic> yang dilakukan dengan bantuan <italic id="_italic-94">Microsoft Excel</italic> dengan interval awal α, β, dan γ adalah [0,1] dan batas toleransi berhentinya iterasi ε = 0,0001. Interval akan terus diperbarui mengikuti kriteria <italic id="_italic-95">golden section</italic>. Selanjutnya, parameter akan disubtitusikan ke dalam fungsi WES (8) sampai (13), kemudian akan ditentukan parameter optimal yang didasarkan pada perhitungan MAPE pada semua kombinasi yang telah dibentuk. Hasil perhitungan MAPE metode WES dengan optimasi <italic id="_italic-96">golden section </italic>disajikan pada tabel 3.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-55"/>Hasil Perhitungan Metode WES dengan Optimasi <italic id="_italic-97">Golden Section</italic></title>
          <p id="_paragraph-98" />
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-c7c504113afc922324e001ea31582f23">
              <td id="table-cell-e81e7e56d8ec51809a9b31c23fa0cc05">Iterasi</td>
              <td id="table-cell-2396a14d9a5ec25feaa49b639e954f25">α</td>
              <td id="table-cell-79527939362da5c6bd161e80caf768f7">β</td>
              <td id="table-cell-e6857d3aa97f5cafe119021df74c6d11">γ</td>
              <td id="table-cell-d08c316d635e01b9f1d7890456622fe2">b - a</td>
              <td id="table-cell-d4720a989d9481049f19b9707ca24f94">MAPE (%)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6862d25605da55e220d2bbc38604d65a">
              <td id="table-cell-f7243925ca9c68a1a6ba570c0c97c721">1</td>
              <td id="table-cell-5749d5c1b29701d01b30a37c58fc3ad7">0,61803</td>
              <td id="table-cell-361a0afa6f5ec4a282d5a27ee8132257">0,38197</td>
              <td id="table-cell-d3df23085127026264bb3ac5da792b81">0,68103</td>
              <td id="table-cell-b231576fe6dd5b88dd7fe9a21b61d37a">1</td>
              <td id="table-cell-1ca37fc20b33acb4be09a5e36c0eeeb9">6,32692</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-06cf4578ce412ab02ee6cae95372fd6c">
              <td id="table-cell-793dba710bce6e0f4b371d19c733a1bb">2</td>
              <td id="table-cell-d04aa2720e632d2fbcb22df9ccc4c92f">0,61803</td>
              <td id="table-cell-bc5821c0832aa0394ef679ff1515222a">0,23607</td>
              <td id="table-cell-2dd29f33cd4d42ba7cea6e1855f6e69e">0,76393</td>
              <td id="table-cell-12ed2a988099412269bf0a2b7f67a89a">0,6180</td>
              <td id="table-cell-48b976cc10397dde28ecc28d20672f2f">5,77108</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f95164155b57523dc49be15ee6a8e55e">
              <td id="table-cell-8299a033b1f7e6688a3c8b898087cdf6">3</td>
              <td id="table-cell-8f1b9f2fc38e676e9dd50dce575dd9e6">0,61803</td>
              <td id="table-cell-18805b1d9a0b3f33dee8ebb9c89cc57a">0,1459</td>
              <td id="table-cell-0badeb9cf999bae7a16f7258174d1b5b">0,76393</td>
              <td id="table-cell-d34c4d9bcac1cddf1fa99625cbc3240a">0,3820</td>
              <td id="table-cell-baf27bf4fdef27ce8407554abc26ba45">5,68102</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-96cdf7916d60c79c57c3f0a6c65966fa">
              <td id="table-cell-e7e8d84ec2e85c3205ff95e90a0a3bd9">4</td>
              <td id="table-cell-11ce64803c62aaef4c11290352fb483b">0,67376</td>
              <td id="table-cell-54b3416d33a71de8b7cad998358442ca">0,09017</td>
              <td id="table-cell-2f2722f3723632f4f45bb9e61805e4e1">0,76393</td>
              <td id="table-cell-5fb875f588dda660754f5e8126960c92">0,2361</td>
              <td id="table-cell-71d19d4ee9e6ed264c540bf4f165b02e">5,59870</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-db07929c1629d5142a2be1f3433834eb">
              <td id="table-cell-db4c9ea627f068c9c706ee875a8632ea">...</td>
              <td id="table-cell-f239737f65e03b381d279668842de60d">...</td>
              <td id="table-cell-ff5f6f0831b61a852db343203efc8bf7">...</td>
              <td id="table-cell-49b6c9732c6a6d4e07a0ddf0f6267327">...</td>
              <td id="table-cell-64968b66381464f84a23e9bf84410415">...</td>
              <td id="table-cell-dad1f71a82aed7fa58b00ec0c53ffd6b">...</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bb456500c88f1762ad1dcd81f0229ee2">
              <td id="table-cell-ffc3d7f9b55da5bc65d1759d88148236">...</td>
              <td id="table-cell-2c519c7245ed82b2a3d295ed7e12fa9b">...</td>
              <td id="table-cell-e51c4724fee4ac800e82aca4dcb15806">...</td>
              <td id="table-cell-9902a0afe5943d83ffcc37f4ee7d17be">...</td>
              <td id="table-cell-4b21469853f8b6d876543128e04c86b5">...</td>
              <td id="table-cell-4c929f3ec6f3daec5abfdb64f0fc5de3">...</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fa3c392e10bc890f4ae5b01cfbca3d9e">
              <td id="table-cell-25bdfe599a1f649003c6b1a175510c96">19</td>
              <td id="table-cell-2080229027880a23fbb01d58548c53a3">0,67387</td>
              <td id="table-cell-35015225d0ae0f70044bd23e9195acc3">0,08758</td>
              <td id="table-cell-7403f86a498219dc69e86af73f715f95">0,85406</td>
              <td id="table-cell-5a2787f366cafda1c4ffb62fc5e0ea0a">0,0002</td>
              <td id="table-cell-779eb0be39876c6f9c249a0f0d87a832">5,54308</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1e2eb6ed9f5fc96e06c1e0fc66fe5e8d">
              <td id="table-cell-677a6f0a188127c9f78cff8ab12fa8b0">20</td>
              <td id="table-cell-e09df2e787ba3b4881453fbce1fcb4ae">0,67387</td>
              <td id="table-cell-ef062700f21201a0de4fb367626cc053">0,08756</td>
              <td id="table-cell-833e45ffcbb59568b475cedb99779473">0,85408</td>
              <td id="table-cell-abd2d28910a1fa885aec3baf3a77eef4">0,0001</td>
              <td id="table-cell-2af3e42c741b42883cf24929148cc052">5,54307</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-99">Berdasarkan tabel 3, didapatkan MAPE minimum metode WES dengan <italic id="_italic-98">golden section </italic>berada pada iterasi 20 dengan kombinasi parameter optimal <sub id="_subscript-72">1</sub> = 0,67387, <sub id="_subscript-73">1</sub> = 0,08756, dan <sub id="_subscript-74">2</sub> = 0,85408 yaitu sebesar 5,543075%. Grafik hasil perhitungan MAPE dari iterasi 1 sampai 20 disajikan pada gambar 6. Visualisasi nilai MAPE pada gambar 6 menunjukkan bahwa semakin mendekati tingkat ketelitian, selisish <italic id="_italic-99">error</italic> dari masing-masing iterasi tidak terlampau jauh. Sehingga optimasi dengan jumlah 20 iterasi sudah cukup untuk memilih parameter terbaik.</p>
      <fig id="figure-panel-b13a2cd4d3e9fa832b175ca77be505b1">
        <label>Figure 7</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-69"/>MAPE Metode WES dengan Optimasi <italic id="_italic-100">Golden Section</italic></title>
          <p id="paragraph-5feacabc0085af343e88579aae5d7737" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-91db7503800a32875fca5bf3f308f65f" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Screenshot (474).png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-101">
        <bold id="_bold-70">D. </bold>
        <bold id="_bold-71">Perbandingan Akurasi Peramalan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-102">Perbandingan nilai akurasi peramalan MAPE pada metode <italic id="_italic-101">Double Exponential Smoothing Holt’s </italic>(DES) dan <italic id="_italic-102">Holt-Winter’s Exponential Smoothing </italic>(WES) dengan atau tanpa optimasi parameter <italic id="_italic-103">golden section </italic>dapat dilihat pada tabel 4.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-72"/>Akurasi Peramalan (MAPE)</title>
          <p id="_paragraph-104" />
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-3be7546a6a305ce774054059cff3ab71">
              <td id="table-cell-5c6403fa85fda3dffd8f480c2c947e79">Metode Peramalan</td>
              <td id="table-cell-39400a3c211849c624e304cbbe030676">MAPE Minimum</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-83d6911bf4d7a7111b2972d3459e481b">
              <td id="table-cell-7d0d752d965a25a4cfa6ada0b83088e9">Double Exponential Smoothing Holt’s dengan trial and error</td>
              <td id="table-cell-aa09c246de833d5a16ada6a3154afe26">9,95%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-098c9b018476ece0a8447f62f23b260c">
              <td id="table-cell-4eb013317f3a5251d134469341ecac31">Holt-Winter’s Exponential Smoothing dengan trial and error</td>
              <td id="table-cell-4c237ef784d8e0207eb0da956d392bec">5,83%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1796cc6845d57d271592d7cce9ec9c9b">
              <td id="table-cell-d117a5ce387ecd733bca3baf7d5d458b">Double Exponential Smoothing Holt’s dengan golden section</td>
              <td id="table-cell-537980e38f18a761d20cd7538873d837">10,039%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b9ae9659bcdc44b515153168f473515f">
              <td id="table-cell-85a4fe2bf637f003ea9987a636824efb">Holt-Winter’s Exponential Smoothing dengan golden section</td>
              <td id="table-cell-5b1e1f752b6bf3082f7926da73228ef4">5,5437%</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-105">Menilai tingkat akurasi peramalan adalah hal yang penting untuk dilakukan, karena hal tersebut akan berdampak pada proses pengambilan keputusan[21]. Berdasarkan pada tabel 4, dapat dilihat bahwa perhitungan standar <italic id="_italic-112">error </italic>peramalan yang dihasilkan oleh teknik <italic id="_italic-113">trial and error </italic>dan optimasi <italic id="_italic-114">golden section </italic>tidak berbeda jauh, namun kombinasi peramalan dengan optimasi <italic id="_italic-115">golden section </italic>masih lebih baik dalam menentukan parameter pemulusan optimal[22]. Metode WESdengan optimasi <italic id="_italic-116">golden section </italic>menghasilkan nilai MAPE terbaik, yaitu sebesar 5,543075%. Oleh karena itu, metode ini dipilih untuk memprediksi produksi benang lusi selama 12 periode mendatang.</p>
      <p id="_paragraph-106">
        <bold id="_bold-80">E. </bold>
        <bold id="_bold-81">Peramalan </bold>
        <bold id="_bold-82">
          <italic id="_italic-117">Holt-Winter’s Exponential Smoothing </italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-83">(WES) </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-107">Parameter pemulusan yang digunakan untuk peramalan produksi benang lusi adalah prameter optimum yang diperoleh dengan optimasi <italic id="_italic-118">golden section</italic>. Periode yang akan diramalkan adalah periode ke-29 sampai 40 seperti yang disajikan pada tabel 5.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-85"/>Hasil Peramalan WES dengan <italic id="_italic-119">Golden Section</italic></title>
          <p id="_paragraph-109" />
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-c850e9033711b920ba684854691d2518">
              <td id="table-cell-04b37a59511294545ea735581351b85e">Tahun</td>
              <td id="table-cell-3503404eca3db71cddfb60b20703906c">Bulan</td>
              <td id="table-cell-6897a22ff8e2df8217b4150254cd47f4">Forecast ( Beam )</td>
              <td id="table-cell-e0b2f387e3d632e749e4cb99afe0bde0">Tahun</td>
              <td id="table-cell-4690101c0eafc8cb7bf0a2a6c47b6a8a">Bulan</td>
              <td id="table-cell-d4a1d5cca34cbacf7450288527f3c885">Forecast ( Beam )</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c124bff4501bd5a03d30500ecce139df">
              <td id="table-cell-2552da76c4cf391faecbe9cd09abb42c" rowspan="8">2023</td>
              <td id="table-cell-d49bef25ee352acc14ba6937d42cd61a">Mei</td>
              <td id="table-cell-aff6a0391aea94c940775809833205e9">708,33</td>
              <td id="table-cell-16b07bcb10f6311999f03ed69ff14c3c" rowspan="8">2024</td>
              <td id="table-cell-9200c69b1921ed111d851630b3594a0c">Januari</td>
              <td id="table-cell-cfd65e6c101811b59f9d883036533fe6">734,09</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7b8954169a9d3aa5eb17c43e07cce67c">
              <td id="table-cell-ed9ac54c3aac1e5021a8e18eba3e7969">Juni</td>
              <td id="table-cell-4888042343fd0d8a4ae693141458bdbc">697,75</td>
              <td id="table-cell-4fd00f65662fa29ab44f5d08a981f5d8">Februari</td>
              <td id="table-cell-6b5bdf0a55f263d91c892829aeea0455">761,42</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ae7a616f62e065f7f53e8e2df8bfc63f">
              <td id="table-cell-9e90b11479ee4d67a65e528d4d736d14">Juli</td>
              <td id="table-cell-2a8b86fa98c2ca2d781f5834cbeea0a5">744,82</td>
              <td id="table-cell-78ec4d58b97ecd4988161b17efa9d21a">Maret</td>
              <td id="table-cell-7c20ab1d1c1ca5e576cd4fe3aed696ee">949,06</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4525f41aa25cef04d2a13bde327bf7ef">
              <td id="table-cell-984aad34b1281e2d1a827193800d4f4e">Agustus</td>
              <td id="table-cell-7b0d49b196e86420df3981ff25402a97">744,93</td>
              <td id="table-cell-4a288718296d4cd44f9b5af0b89c5c28">April</td>
              <td id="table-cell-e3c244bd50c0c834d1291627aa141356">1028,32</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8e90a16139836ca58b1d2b37b3e8dc95">
              <td id="table-cell-aa89915cec4c1230fa077aee43435214">September</td>
              <td id="table-cell-29d2f93a311f4dbf7393b2354418f25f">725,47</td>
              <td id="table-cell-b57f4ff69e952d2684c5825f9f541a7f">Mei</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8f1df7df709d239fb6497de742a6dd7b">
              <td id="table-cell-cadd7132881148e5ef9375c5b063dab2">Oktober</td>
              <td id="table-cell-3cd59f3f7ff9fafc122ce94e701c71f6">724,92</td>
              <td id="table-cell-a7d7617e31bc78588519135a8adc7d7e">Juni</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b96d905b87680b03ac152e39ac7e81d2">
              <td id="table-cell-88aa5ec4d1a548da624df2f6ebe90b6e">November</td>
              <td id="table-cell-6d7c2153f7520bed41ac6b9de9a3f76d">717,07</td>
              <td id="table-cell-ebcd3917eb3e950de938b4f0d8e1deb4">Juli</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4014a7b4b281105cc15a442dfaf26498">
              <td id="table-cell-79d3edb94b87ad16aabef3e6ea1ac313">Desember</td>
              <td id="table-cell-bc0995cc985cd5cad5e8162a5e39c1e4">670,02</td>
              <td id="table-cell-b02eb5f4a276ad07d4dd56de4088d0e7">Agustus</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-110">Berdasarkan pada tabel 5, dapat diketahui bahwa produksi tertinggi diperkirakan terjadi pada bulan Maret dan April 2024 yang bertepatan pada bulan Ramadhan dan Syawal. Hasil peramalan tersebut dapat dijadikan dasar dalam merencanakan kegiatan produksi benang lusi untuk dua belas periode mendatang.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-111">Metode <italic id="_italic-124">Holt-Winter’s Exponential Smoothing </italic>dengan optimasi parameter <italic id="_italic-125">golden </italic><italic id="_italic-126">section</italic> adalah metode terbaik untuk memprediksi produksi benang lusi selama 12 periode ke depan. Metode tersebut dipilih setelah membandingkan nilai MAPE terkecil dari metode DES dan WES. Hasilnya, metode <italic id="_italic-127">Holt-Winter’s Exponential Smoothing </italic>dengan kombinasi <italic id="_italic-128">golden section</italic> memiliki MAPE minimum sebesar 5,5437% dengan kombinasi parameter <sub id="_subscript-75">1</sub> = 0,67387, <sub id="_subscript-76">1</sub> = 0,08756, dan <sub id="_subscript-77">2</sub> = 0,85408. Nilai MAPE yang dihasilkan metode ini masuk dalam kategori &lt;10%, sehingga dapat diartikan tingkat akurasi peramalan metode WES dengan kombinasi <italic id="_italic-129">golden section </italic>adalah sangat baik. Penggunaan teknik <italic id="_italic-130">trial and error </italic>pada metode WES juga menghasilkan nilai MAPE yang masuk dalam kategori sangat baik. Akan tetapi, penggunaan teknik <italic id="_italic-131">trial and error</italic> membutuhkan iterasi yang lebih banyak serta waktu yang lebih lama untuk mendapatkan parameter terbaik.</p>
      <p id="_paragraph-112">Adapun saran yang dapat diberikan untuk penelitian berikutnya dapat mempelajari lebih mendalam terkait studi kasus peramalan produksi. Apakah ada korelasi antara kegiatan produksi dan faktor lain dalam perusahaan yang mungkin berpengaruh terhadap jumlah produksi. Selain itu, penelitian berikutnya juga dapat mempertimbangkan biaya pengadaan, sehingga diharapkan hasil penelitian akan menguntungkan perusahaan.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>