<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Institutional Ownership, Managerial Ownership, Audit Committee and Sales Growth Against Financial Distress during the Covid-19 Pandemic Period in Conventional Banking Sector Companies on the IDX 2018-2021</article-title>
        <subtitle>Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Komite Audit dan Sales Growth Terhadap Financial Distress di Masa Pandemi Covid-19 pada Perusahaan Sektor Perbankan Konvensional di BEI 2018-2021</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-23d5d8582edcb39bb2b2900243512d2d" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Rahmawati</surname>
            <given-names>Regita Tri</given-names>
          </name>
          <email>regitasugiono649@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-a8ec37e8d3ad5f2b716c073b0a1890bb" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Qudus</surname>
            <given-names>Nihlatul</given-names>
          </name>
          <email>nihlaqsn@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-12-18">
          <day>18</day>
          <month>12</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-14">Pandemi covid-19 hingga sampai sekarang ini melanda negara Indonesia yang dikenal dengan wabah covid-19 yang pertama kali ada di China tepatnya di kota Wuhan yang terjadi pada akhir tahun, penyebarannya sangat cepat antar manusia hingga menyebar dari negara ke negara yang sampai pada negara indonesia sekitar awal tahun 2020, lebih tepatnya diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020. Berbagai cara dilakukan agar penyebaran <italic id="_italic-14">pandemic</italic> ini tidak menular secara luas hingga penerapan upaya <italic id="_italic-15">social distancing</italic>, <italic id="_italic-16">work from home</italic>, libur sekolah hingga lain sebagainya namun adanya pemberlakuan-pemberlakuan tersebut sebagai upaya menekan penularan virus. Hal tersebut membawa efek yang besar bagi perekonomian yang ada di negara Indonesia banyak perusahaan-perusahaan yang terdampak adanya virus covid 19 perusahaan tersebut beranggapan bahwa sulitnya perusahaan dalam memaksimalkan serta mencapai keuntungan yang mana dalam organisasi tentu bertujuan sama yaitu agar <italic id="_italic-17">profit</italic> atau laba dapat diraih sesuai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dan keuntungan dapat diraih secara maksimal. Dalam teori laporan keuangan profitabilitas merupakan ukuran dalam sebuah organisasi pada kemampuan perusahaan dalam memaksimalkan serta memperoleh laba dengan lebih baik serta lebih besar, tinggi raksa yang dapat dipakai oleh perusahaan sebagai pengukuran kinerja. Perbankan konvensionalmemegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat dengan adanya pandemi Covid-19 sebagai tantangan baru bagi perusahaan yang bergerak di sektor perbankan. Di Indonesia, keberadaan sektor perbankan sudah menjadi bagian dari perekonomian yang sangat diterima masyarakat sebagai lembaga keuangan yang membantu dalam hal keuangan. Ruang lingkup perusahaan sektor perbankan yaitu perusahaan yang erat kaitannya secara langsung dalam hubungannya kepada masyarakat. Perbankan memiliki kegiatan dengan sangat dipengaruhi oleh masyarakat luas atau kepercayaan nasabah jika dalam sebuah manajemen perbankan terdapat gejolak maka akan berdampak adanya munculnya reaksi keras dari masyarakat luas. Anggapan dari bank tersebut sebagai penggerak roda perekonomian dalam suatu negara sehingga bank memiliki fungsi yang sangat vital dalam hal keuangan seperti dalam hal menciptakan serta mengedarkan uang supaya kegiatan usaha dalam masyarakat dapat menunjang, melakukan penagihan atau pembayaran, sebagai tempat penyimpanan uang serta masih banyak fungsi perbankan yang lainnya. Seperti yang telah dikemukakan oleh [1] memberikan definisinya bahwaperlunya keseimbangan mengenai aset bank dalam bentuk pembiayaan dengan sumber dana dari ekuitas dan nasabah sehingga kesulitan likuiditas tidak dialami oleh perbankan. Apabila terdapat perbankan yang tidak mampu mengatasi kesulitan keuangan, perbankan tersebut akan dinyatakan pailit atau mengalami likuidasi sehingga terjadi kebangkrutan. Perbankan yang mengalami kebangkrutan artinya secara resmi bank tersebut telah ditutup oleh lembaga yang memiliki wewenang serta kegiatan operasional sudah tidak dapat dilakukan lagi oleh perbankan yang mana kegiatan tersebut yaitu memberikan Jasa Keuangan serta menghimpun dana dari masyarakat. Menurut [2] kegiatan perbankan yang berbentuk simpan pinjam terdapat lembaga penjamin yang dinamakan yaitu lembaga penjamin simpanan atau LPS, lembaga tersebut mempunyai tanggung jawab serta menjamin banyak yang yang tersimpan di dalam perbankan dari masyarakat apabila bank tersebut telah dinyatakan likuidasi dengan ketentuan serta peraturan yang berlaku apabila perusahaan memiliki kinerja semakin hari semakin tidak membaik atau mengalami kerugian serta penurunan laba artinya terdapat indikasi bahwa perusahaan sedang mengalami <italic id="_italic-18">financial distress</italic> sehingga apabila terus-menerus perusahaan mengalami <italic id="_italic-19">financial distress</italic> tersebut akan mengalami likuidasi atau kebangkrutan. Gambaran mengenai indikasi <italic id="_italic-20">financial distress</italic> tersebut ditunjukkan oleh pembayaran kewajiban yang tidak mampu dilaksanakan oleh perusahaan yang telah jatuh tempo. Indikasi <italic id="_italic-21">financial distress</italic> sangat memiliki hubungan dengan besarnya laba atau laju arus kas. Sesuai dengan dasar teori keagenan maka harapannya agar mampu memiliki fungsi sebagai alat supaya dapat memperoleh keyakinan kepada para investor yang mana jika pengembalian dari dana yang telah mereka investasikan. Kondisi ini kaitannya mengenai keyakinan dari para investor bahwa manajer selaku pihak yang mengelola akan memberikan untung bagi para investor selaku pihak yang menanamkan saham, namun sebaliknya apabila terdapat laporan keuangan yang buruk dalam laporan arus kas yang dilaporkan. Hal ini dapat mengindikasikan kondisi <italic id="_italic-22">financial distress</italic> tersebut. Tujuan dari dibentuknya perusahaan tersebut tidak lain adalah supaya dapat memperoleh keuntungan yang mana keuntungan tersebut dapat dipakai sebagai upaya dapat mempertahankan kelangsungan usaha [3]. Sehingga dari tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut maka diharuskan bagi tiap-tiap perusahaan agar mampu melakukan pengelolaan bagian keuangannya dengan sebaik-baiknya supaya kesulitan keuangan tidak dialami oleh perusahaan dan hal-hal buruk tidak terjadi seperti perusahaan kehilangan pemasok atau pelanggan bahkan kehilangan <italic id="_italic-23">Project</italic> baru yang mana hal tersebut akan mengakibatkan adanya kerugian serta kebangkrutan. [4], memberikan definisi bahwa <italic id="_italic-24">financial distress</italic> merupakan penurunan tahap keuangan yang dialami bagi sebuah organisasi <italic id="_italic-25">financial distress</italic> tersebut dialami sebelum perusahaan mengalami kebangkrutan atau likuidasi. Penyebab perusahaan mengalami gulung tikar yaitu masalah keuangan dialami oleh perusahaan tersebut yang sudah cukup lama dan masalah tersebut tidak langsung segera ditangani. Dalam mengatasi masalah keuangan, beberapa perusahaan mengatasinya salah satunya dengan cara terus berupaya menerapkan pertumbuhan penjualan (<italic id="_italic-26">saless growth</italic>). Keberhasilan mengenai investasi periode masa lalu merupakan salah satu cerminan pertumbuhan penjualan atau <italic id="_italic-27">sales growth</italic>. Dalam memprediksi pertumbuhan perusahaan dimasa mendatang maka dapat digunakan pertumbuhan penjualan. [5] menyatakan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan keuntungan dan mendanai kesempatan-kesempatan pada masa yang akan datang dipengaruhi oleh laju pertumbuhan. Mendefinisikan bahwa di masa yang akan datang perusahaan yang dapat mempertahankan keuntungan serta mendanai kesempatan-kesempatan pada masa yang akan datang maka laju pertumbuhan dapat terpengaruhi. Perusahaan yang memiliki pertumbuhan penjualan yang tinggi sebagai cerminan pendapatan yang diperoleh juga dapat semakin tinggi, oleh karena itu peningkatan pembayaran <italic id="_italic-28">deviden</italic> cenderung diikuti oleh peningkatan keuntungan yang diperoleh dari perusahaan itu sendiri. Perusahaan yang tidak mengalami kondisi <italic id="_italic-29">financial distress</italic> dapat ditunjukkan oleh kondisi perusahaan yang memiliki laba yang semakin tinggi. Selain itu ada perusahaan yang yang mengambil keputusan yang singkat dengan langsung menutup usahanya. Salah satu penyebabnya karena pendapatan yang didapat perusahaan lebih kecil dibanding biaya yang dikeluarkan perusahaan. Selain itu terkadang juga terdapat perusahaan yang dengan cepat mengambil keputusan dengan jalan kegiatan usahanya langsung ditutup penyebabnya yaitu biaya yang dikeluarkan lebih besar apabila dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh, Selain itu pendapatan setiap periodenya tidak diperoleh oleh perusahaan itu sendiri sehingga kewajiban-kewajiban tidak dapat dibayar oleh perusahaan, hal ini akan berdampak pada keputusan investor untuk menghentikan investasinya atau tidak melanjutkan berinvestasi kepada perusahaan terkait [6]. Sehingga dalam berbagai kondisi yang dapat menimbulkan adanya <italic id="_italic-30">financial distress</italic> perusahaan perlu menghindari. Kegagalan perusahaan dapat terlihat dari adanya kebangkrutan dalam mencari keuntungan secara umum kebangkrutan terjadi karena modal yang berkurang dan tidak dapat memanfaatkan adanya sumber daya modal dengan sebaik-baiknya, aktivitas yang dijalankan manajemen tidak efisien serta manajemen tidak dapat memelihara kecukupan uang. Timbulnya keraguan dari pihak kreditor serta investor yaitu ditimbulkan oleh adanya kondisi <italic id="_italic-31">financial distress</italic> sehingga kreditor atau investor enggan untuk mempercayakan investasinya kepada perusahaan tersebut karena tidak adanya kepastian atas pengembalian investasi yang akan diberikan. Sesuai dengan yang didefinisikan [7] menyatakan <italic id="_italic-32">corporate governance</italic> merupakan suatu kunci agar efisiensi ekonomi dapat meningkat seperti misalnya hubungan dengan <italic id="_italic-33">stakeholder</italic>, pemegang saham rumah dewan komisaris serta Manajemen perusahaan dan hubungan yang lainnya yang seiring dengan suatu kegiatan dapat berjalan secara seimbang. Pada dasarnya tata kelola perusahaan memiliki tujuan agar kemajuan dapat diberikan mengenai kinerja perusahaan seperti pengukuran pola perilaku perusahaan melalui struktur pembiayaan, pertumbuhan rumah kinerja serta perlakuan terhadap pemilik saham [8]. <italic id="_italic-34">Finan</italic><italic id="_italic-35">cial distress</italic> lebih dapat diprediksi jika informasi akuntansi dilengkapi dengan <italic id="_italic-36">Corporate Governance</italic>. Memberikan pernyataannya bahwa <italic id="_italic-37">financial distress</italic> akan dengan mudah dapat diprediksi apabila informasi akuntansi dapat disajikan secara lengkap melalui tata kelola perusahaan atau <italic id="_italic-38">corporate governance</italic>. Hal ini dikarenakan dengan adanya <italic id="_italic-39">good corporate governance </italic>dapat berfungsi sebagai pengelola hubungan-hubungan serta mampu mencegah adanya kesalahan dalam strategi perusahaan agar kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat diperbaiki dan dipastikan serta diselesaikan sehingga tercapainya suatu tujuan perusahaan dengan cepat [9]. Selain itu dalam hasil penelitian yang dilakukan bahwa terdapat hasil penelitian terdahulu yang berbeda dengan ini peneliti melakukan <italic id="_italic-40">review</italic> mengenai hasil penelitian terdahulu dengan hasil yang berbeda ditunjukkan oleh penelitian yang dilakukan [10] hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, berpengaruh signifikan terhadap kondisi <italic id="_italic-41">financial distress</italic>, kemudian hasil yang dilakukan oleh [11] memberikan hasil bahwa <italic id="_italic-42">sales growth</italic> tidak mampu mempengaruhi <italic id="_italic-43">financial distress</italic> namun dalam penelitian oleh [12] memberikan hasil bahwa <italic id="_italic-44">sales growth</italic> mampu mempengaruhi <italic id="_italic-45">financial distress. </italic>Agar kondisi <italic id="_italic-46">financial distress</italic> dapat diminimalkan maka tentu hal itu bagi setiap perusahaan bukan perkara yang mudah karena terdapat konflik kepentingan yang timbul dari pihak prinsipal dengan agen atau yang biasa disebut juga dengan kondisi konflik keagenan. Konflik kepentingan tersebut dapat menimbulkan kerugian yang dialami oleh pemilik saham sebagai bentuk dampak dari tindakan yang dilakukan bagi manajer perusahaan. Perbedaan kepentingan tersebut dapat menyebabkan pemegang saham mengalami kerugian sebagai akibat dari tindakan yang dilakukan oleh pihak manajer. Sering sekali tindakan yang dilakukan oleh manajer sebagai pihak agent hanya berdasarkan keinginannya saja, tanpa memperhatikan kepentingan pemegang saham sebagai pihak <italic id="_italic-47">principal</italic> [13]. Kesalahan manajer dalam mengambil tindakan merupakan kesalahan besar yang dapat berakibat fatal bagi pihak perusahaan itu sendiri, dikarenakan kesalahan tersebut dapat mengakibatkan terjadinya kondisi <italic id="_italic-48">financial distress</italic> pada perusahaan [14]. Dengan kata lain, timbulnya konflik keagenan dapat menyebabkan semakin besar kemungkinan terjadinya <italic id="_italic-49">financial distress.</italic> Alasan peneliti memilih untuk melakukan penelitian pada perusahaan perbankan yaitu karena sektor perbankan merupakan salah satu sektor yang diharapkan memiliki prospek yang cerah di masa yang akan datang dan karena perbankan merupakan salah satu sektor yang mempunyai peran yang cukup besar dalam berkontribusi terhadap pendapatan negara serta melihat dari kegiatan sehari-hari masyarakat tidak terlepas dari jasa yang diberikan oleh perbankan. <italic id="_italic-50">Financial distress</italic> yang dialami oleh perusahaan maka perusahaan akan kehilangan beberapa pihak penting yang mampu membantu dalam mencapai suatu tujuan dalam perusahaan sebagai contoh perusahaan akan kehilangan investor, hal ini disebabkan karena investor memiliki keyakinan bahwa apabila investor menanamkan sahamnya kepada perusahaan tersebut maka dana yang diinvestasikan di dalam perusahaan tersebut akan mengalami <italic id="_italic-51">financial distress</italic>. Kemudian dengan adanya fenomena yang telah mendasari tersebut diatas maka peneliti tertarik mengambil penelitian dengan judul “Pengaruh <italic id="_italic-52">Corporate Governance</italic> dan <italic id="_italic-53">Sales Growth</italic> terhadap <italic id="_italic-54">Financial Distress</italic> di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Pada Perusahaan Sektor Perbankan Konvensional di BEI Periode 2018-2021”.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="heading-89f1554004d92204d29bdfca04591c39">A. Jenis Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-15">Jenis penelitian kuantitatif karena dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan kasual adalah yang terdiri dari variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (variabel yang dipengaruhi) yang digunakan pada penelitian saat ini adalah penelitian yang memiliki dengan bantuan <italic id="_italic-55">spss for windows</italic><italic id="_italic-56"> version 25</italic>. Menurut [15] mendefinisikan “metode penelitian yang mengacu pada filsafat positivisme sehingga dalam penelitian ini yang digunakan dengan objek populasi dan sampel penelitian dengan analisis secara statistik”.</p>
      <p id="paragraph-833b77362988390f6543b1fe766471b6">B. Lokasi Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-16">Lokasi pada penelitian yang dilakukan adalah pada sektor perbankan konvensional di BEI pada periode 2018-2021. Data diambil dari situs resmi BEI yaitu (www.idx.co.id) melalui gallery resmi milik Bursa Efek Indonesia di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, berupa laporan keuangan tahunan sektor perbankan konvensional periode 2018-2021.</p>
      <p id="paragraph-491ae3c84cc50494c577db37b61ecafe">C. Indikator Variabel</p>
      <p id="_paragraph-17">Untuk keperluan pengujan variabel-variabel tersebut agar lebih mudah diaphami maka diuraikan pada tabel indikator-indikator dari variabel adapaun indikator yang dijelaskan dalam penelitian ini pada tabel 1 sebagai berikut:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-14"/>Indikator Variabel</title>
          <p id="_paragraph-19">Data Diolah, 2022</p>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-15924efa629a81bb603c7eecff2ad8c8">
              <td id="table-cell-91a918b482c2e41b224cf1a3fac4610f">Variabel</td>
              <td id="table-cell-87b4b1e2267995ff8ee984056abb3de4">Dimensi</td>
              <td id="table-cell-70da2b079a5dca06c7a86293c7f61aa0">Indikator</td>
              <td id="table-cell-6233bf8c3dd57574bb4a5742d3979adf">Skala</td>
              <td id="table-cell-7882bd3a6050393f0ee72ee7114ace02">Sumber</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-536759b00131cfff61681e13e5c2f4bc">
              <td id="table-cell-98ba8073a94fff9be4cc23d40d05e483">Kepemilikan institutional .. (X 1 )</td>
              <td id="table-cell-7a21893f7691410a3b345d12b14e2099">K.I</td>
              <td id="table-cell-b4e67d51e89fa03af1e760fede404ecf">%</td>
              <td id="table-cell-7f606a001fe6600712b5bf29f03e9d03">Rasio</td>
              <td id="table-cell-9178343e1e7e3f5ab24121ceccec13cc">[16]</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ec6e455f038ee7a6fb60e30a7320e5b0">
              <td id="table-cell-1e30294eecc968e82ae77e1cab1d1c9d">Kepemilikan manajerial (X 2 )</td>
              <td id="table-cell-54d49ac5b88579141b10b0eddf717043">K.M</td>
              <td id="table-cell-8947fca643a5085bbf189b4d0fc32ccf">%</td>
              <td id="table-cell-8d9535db67746b3c43c71e2abf8f877d">Rasio</td>
              <td id="table-cell-2cebaf4f125348428d125b91bcf9e255">[17]</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fec5c4e57060b199d63de434a5e62204">
              <td id="table-cell-781379b4ed80c6c57e9515e43f449f03">Komite audit (X 3 )</td>
              <td id="table-cell-dd827bb5d3f2d37e9e5cd03b2470ef8f">K.A</td>
              <td id="table-cell-271831f9c81fd18ee10635e7775dcaa2">𝐾𝑜𝑚𝑖𝑡𝑒 𝐴𝑢𝑑𝑖𝑡 = Jumlah Anggota Komite Audit di Perusahaan</td>
              <td id="table-cell-61eb993f07f9646ef5317948219398c3">Rasio</td>
              <td id="table-cell-1d6909ae08678e0a9cff42393d0d5618">[18]</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-417a69411a3717119e734a83189448f5">
              <td id="table-cell-23ca66a3c04b746d46720a541d1af5f7">Sales Growth (X4)</td>
              <td id="table-cell-d45415bbc54118351cb057c36f95d78a">S.G</td>
              <td id="table-cell-876ba5b966f8172c932078ac117761b5">Sales Growth : </td>
              <td id="table-cell-0f44f6619494e5a5b6a24ac17adabedd">Rasio</td>
              <td id="table-cell-59abd7b8ff40a08ac41cf570bb9877e4">[19]</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7940bf3ed60dd52454bb042bbecd0ba8">
              <td id="table-cell-6e2f20b3d95457a1e3df775945a9a291"> Financial Distres (Y)</td>
              <td id="table-cell-bc2147586244b38cb76f6d5ee0b6c4cd">F.D</td>
              <td id="table-cell-1652a3c10e6ef39ee1b80daa7cd2b561">FD=</td>
              <td id="table-cell-a5dd38f8a923102a2b353c7deb1e7322">Rasio</td>
              <td id="table-cell-8cc5d73004047eb559a0db796013204b">[20]</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-bc0c9b4f838daea64dddfd7d8f14c6f6">D. Populasi dan Sampel</p>
      <p id="_paragraph-21">Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek dengan kualitas dan karakteristik tertentu, yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Populasi perbankan syariah yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang bergerak di sektor perbankan yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun periode 2018-2021. Berjumlah 41 perusahaan perbankan konvensional.</p>
      <p id="_paragraph-22">[21] pengertian sampel adalah sebagai berikut: “Sampel adalah bagian dari populasi yang cukup mewakili untuk dapapt dilakukan analisis karena memiliki karakteristik”. Teknik pengambilan sampel secara <italic id="_italic-61">purposive sampling, </italic>yaitu:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-c13df8a1cb20fa89ef0e488404d1c8dc">
        <list-item>
          <p>Perusahaan sektor perbankan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2018-2021.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan sektor perbankan yang mempublikasikan laporan keuangannya secara lengkap selama periode 2018-2021.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan sektor perbankan yang tidak pernah delisting selama periode 2018-2021 di Bursa Efek Indonesia.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan yang menyajikan laporan keuangan ke dalam Rupiah.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan yang memenuhi kriteria akan dijadikan sampel.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-23">Sehingga Data yang terpilih menjadi sampel sebanyak 19 perusahaan kemudian total sampel yang dilakukan analisis penelitian sebanyak 76 laporan keuangan dari 19 perusahaan yang masing-masing sebanyak 4 tahun periode.</p>
      <p id="paragraph-b6d5f62419d9a451baaad587c43f3061">E. Jenis dan Sumber Data</p>
      <p id="_paragraph-24">Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu dari laporan keuangan dari data laporan keuangan perusahaan sektor perbankan yang sudah terdaftar di bursa efek indonesia pada tahun 2018-2021.</p>
      <p id="paragraph-7722b3712c807ca1dfb37c2c8271e7fa">F. Teknik Pengumpulan Data</p>
      <p id="_paragraph-25">Data yang diperlukan dalam penelitian adalah data sekunder yaitu data selain responden dalam penelitian dan merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dari objek penelitian, teknik pengumpulan data ini dengan dokumentasi yaitu dengan mendokumentasikan dan menyimpan data sekunder atau laporan keuangan perusahaan sektor perbankan periode 2018-2021.</p>
      <p id="paragraph-675efcd00ac3abf7f21f963726eaa9b3">G. Teknik Analisis</p>
      <p id="_paragraph-26">Analisis data merupakan langkah yang sangat penting dalam sebuah penelitian. Setelah data sudah terkumpul dan sudah lengkap, dalam rangka menguji hipotesis yang telah dirumuskan, analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan SPSS (<italic id="_italic-62">Statistical Product Service Solution</italic>) ver.25.0 :</p>
      <p id="paragraph-bc8305a19b40dd8466a5d12f79896dde">1. Uji Statistik Deskriptif</p>
      <p id="_paragraph-27">Analisis statistik deskriptif adalah teknik deskriptif yang memberikan informasi mengenai data yang ada dan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis</p>
      <p id="paragraph-2f51dd5953ccc7e88d445e7409369767">2. Uji Asumsi Klasik</p>
      <p id="paragraph-df41269a61f59c14f429a96cb070e43a">a) Uji Normalitas</p>
      <p id="_paragraph-28">Uji normalitas data mempunyai tujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi, variabel bebas, variabel terikat, dan variabel residual terdapat distribusi secara normal ataupun tidak normal. Dalam suatu model regresi dinyatakan baik jika data tersebut normal ataupun mendekati normal. Apabila data berada disekitar garis diagonal ataupun tersebar dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan normalitas yang diberlakukan.</p>
      <p id="paragraph-485ee7e69c7af957042170b8143b3283">b) Uji Multikolinearitas</p>
      <p id="_paragraph-29">Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat korelasi antar variabel bebas. Jika dalam model regresi terdapat korelasi antar variabel bebas maka dinyatakan terdapat permasalahan multikolinearitas.</p>
      <p id="paragraph-f7f79e60a24fc24dd21802d2f6496940">c) Uji Heteroskedastisitas</p>
      <p id="_paragraph-30">Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk mendeteksi apakah dalam model regresi linear terdapat perbedaan dari satu pengamatan dengan pengamatan lain. Cara mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat pada titiknya pola tertentu pada grafik <italic id="_italic-63">scaterplot</italic>.</p>
      <p id="paragraph-ba10ead94be757283fe154864411e8c3">d) Uji Autokorelasi durbin Watson</p>
      <p id="_paragraph-31">Uji Autokorelasi digunakan untuk melihat adanya korelasi antara anggota sampel. Konsekuensi adanya autokorelasi dalam suatu model regresi adalah varian sampel tidak dapat menggambarkan varian populasinya. Untuk menguji ada atau tidaknya autokorelasi dapat dideteksi dengan melihat nilai <italic id="_italic-64">Durbin-Watso</italic><italic id="_italic-65">n</italic>.</p>
      <p id="paragraph-e976520915f83bcb552a11e24e8694f3">3. Analisis Korelasi dan koefisien Determinasi (<italic id="italic-1">R<sup id="superscript-1">2</sup>)</italic></p>
      <p id="_paragraph-32">Uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur besar kecilnya persentase variabel independen dalam variabel dependen. Koefisien determinasi dapat dikatakan tepat apabila angka koefisien mendekati angka 1.</p>
      <p id="paragraph-61b731fe1ebcc4be31648136e9ef5539">H. Uji Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-33">Uji statistik T digunakan untuk menguji pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika nilai signifikan t &lt; 0,05 maka artinya variabel bebas mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel terikat.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-29c52f83ab814e4a1f2bc85693772a2e">
        <title>Hasil Analisis</title>
        <p id="heading-04c31742e6a589cc64a4516245832e1d">1. Uji Normalitas</p>
        <p id="_paragraph-35">Tujuan dari uji normalitas ini adalah untuk mengetahui adanya distribusi data yang tidak normal data dari variabel tersebut adalah variabel dependen dan independen:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-63"/>Uji <italic id="_italic-66">Kolmogorov-Smirnov</italic></title>
            <p id="_paragraph-37">Olahan SPSS, 2022</p>
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-78608de5c3c2ce651f2db92da5ad2cfd">
                <td id="table-cell-681a5e78dc8bdd2d178d852fd9287f50" colspan="2">One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e92ea47ac743549db50a1a4fa3862e94">
                <td id="table-cell-fe64eec578e59862127048d7c082bcc0">N</td>
                <td id="table-cell-ffb8bcec06805a154c3605abbc61b536">76</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e99f131e01bac362aabe12803c7c6c76">
                <td id="table-cell-5c5e364fa956d7c147b4f0022da44616">Test Statistic</td>
                <td id="table-cell-11158a240e59596ecb4c95130c702564">.083</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-511bab5de7e9aa1f576adf42818c9841">
                <td id="table-cell-fed054487159b06877459a24c9c43984">Asymp. Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-9de459692b66c46afd48d003b8a3fc6e">.200c,d</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-39">Hasil pengujian <italic id="_italic-67">kolmogorov smirnov </italic>senilai 0,200 hal tersebut melebihi nilai signifikansi yang digunakan yaitu 5% atau 0,05 sehingga dalam hasil pengujian normalitas dinyatakan bahwa secara normal data terdistribusi.</p>
        <p id="paragraph-e6eda57b04522e048e21e44c5a8f1058">2. <bold id="_bold-66"/>Uji Multikolinieritas</p>
        <p id="_paragraph-40">Dalam sebuah model regresi dapat kita ketahui mengenai korelasi yang dihasilkan dalam suatu variabel hal ini digunakan uji multikolinearitas:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title><bold id="bold-7d3efe68d8ddf2f90985c12e72bd5555"/>Uji Multikolinieritas</title>
            <p id="_paragraph-42">Olahan SPSS, 2022.</p>
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-7b7b4059272194ca8c5a54127b66a1a8">
                <td id="table-cell-d3abd1c3839c66b7f54c04e214e07617" colspan="4">Coefficients a </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c3ec459694001cc107faf71ad601a08d">
                <td id="table-cell-dcd75929da0083b31a88129b30da24e9" rowspan="2" colspan="2">Model</td>
                <td id="table-cell-9ed0b4b004a67de7808a76459f66a2c5" colspan="2">Correlations</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ce79576cf9ee35f50b4e6d7a0e8a4666">
                <td id="table-cell-9758fb3da23fa221278df1c5d8a586cf">Tolerance</td>
                <td id="table-cell-c821dba51cf3c6ebf664c355eefd0ec3">VIF</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-95e7ac6742f71880e310a16892216db5">
                <td id="table-cell-37011bc1408434f595731a66c72effa8" rowspan="5">1</td>
                <td id="table-cell-74bb46d59c319601b180a6f1c021076e">(Constant)</td>
                <td id="table-cell-efbb67280bb9a8ca1efa252642833769" />
                <td id="table-cell-bfa56e4dd401fd6936bb66fa1bea6545" />
              </tr>
              <tr id="table-row-f4fbd6d0b2b2b8220672c47457b5c462">
                <td id="table-cell-4b517b32f911c36180d40c23c922481a">K.1_X1</td>
                <td id="table-cell-b89c03170b0ee92f49e041e73e3ea09b">.834</td>
                <td id="table-cell-b46b597198a1da9b3fb59ed41734918d">1.199</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0b2b8823960823b8825eb4c775968412">
                <td id="table-cell-8ec63fb722b228e7ba4c32f1f98383bd">K.M_X2</td>
                <td id="table-cell-908e1f67ce05bde8f24b35e728d95f31">.189</td>
                <td id="table-cell-9406024cbddedaaad0e7966f94792443">5.282</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6ef870329ff8f32a7004280529770c27">
                <td id="table-cell-2c253d77c9b7279929f761a6c8389ef5">K.A_X3</td>
                <td id="table-cell-a0a14edeb76433694d4b0e1880e49a79">.899</td>
                <td id="table-cell-ded8eecf78a8e8c94e864198bd1c67d8">1.113</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8d690c382992a89315b50d74fca38279">
                <td id="table-cell-4c5adfcf95a30b8988b4165ae653b552">S.G_X4</td>
                <td id="table-cell-38cb120ac9228c94a58678a279b50d7c">.191</td>
                <td id="table-cell-7bb1d38d269f5ef84a66908024f93f84">5.232</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-44">Pada tabel tersebut di atas terlihat bahwa model data yang dilakukan pengujian tidak terjadi multikolinieritas, bahwa besaran VIF yang dihasilkan oleh Kepemilikan Institusional (X<sub id="_subscript-5">1</sub>), Kepemilikan Manajerial (X<sub id="_subscript-6">2</sub>), Komite Audit (X<sub id="_subscript-7">3</sub>) dan <italic id="_italic-68">Sales Growth</italic>(X<sub id="_subscript-8">4</sub>) kurang dari angka 10.</p>
        <p id="paragraph-ae671e2e93ab657455e5e0493230b296">3. <bold id="bold-7bc372e2f393e531183c605673b2537f"/>Uji Autokorelasi</p>
        <p id="_paragraph-45">Pengujian untuk menilai adanya autokorelasi yang sering dipakai yaitu dengan memakai biji durbin-watson dengan cara yaitu terdapat patokan antara min 2 hingga + 2 secara umum sehingga nantinya akan dilakukan acuan dalam menilai pengujian autokorelasi durbin watson:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-69"/>Uji Autokorelasi</title>
            <p id="_paragraph-47">Olahan SPSS, 2022</p>
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-e345e4b895f37917d3530f76a5aad950">
                <td id="table-cell-6732104a11aa566b28289413d73fb89f">Model</td>
                <td id="table-cell-7ff1a71a7318e97daaacce1b9964755a">Durbin-Watson</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b0470f398c36ac53ca057b49dbd1d683">
                <td id="table-cell-40080c5eb5cb90307a8b69932792fbe9">1</td>
                <td id="table-cell-1fbe3579c8a7c7461419c8ef1aea83e6">1.733</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-49">Dari hasil durbin-watson yang ditunjukkan senilai 1.733 nilai tersebut berada di antara -2 dan + 2 artinya bahwa nilai dari pengujian secara durbin watson tersebut dalam penelitian ini tidak ada autokorelasi positif atau negatif sehingga memenuhi kelayakan data.</p>
        <p id="paragraph-f15082410e0942542dd5bf2553aa588e">4. Uji Heterokedastisitas</p>
        <p id="_paragraph-50">Perlu diketahui bahwa model regresi yang baik yaitu data tidak terjadi heteroskedastisitas atau posisi data homoskedastisitas. Mengenai hasil dari pengujian pada masing-masing variabel penelitian untuk mengetahui uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada gambar berikut:</p>
        <fig id="figure-panel-b88beb81363dc7bbb6f4dc2146363f0a">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title>Uji Heterokedastisitas</title>
            <p id="paragraph-fa1613e1b1c95f3ebbb29bac872380d8">Olahan SPSS, 2022</p>
          </caption>
          <graphic id="graphic-05e2980fbeab02c96ebc77822e7ee655" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="850 Ijins G1.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-53">Pada gambar di atas dapat terlihat bahwa penyebaran data terlihat normal dan menyebar sehingga model regresi dalam penelitian ini tidak adanya heterokedastisitas karena nilai titik distribusi tersebar antara nilai distibusi nol.</p>
        <p id="paragraph-b8ea822b43470a5bcb479e49fe4e747f">5. Analisis Regresi Linear Berganda</p>
        <p id="_paragraph-54">Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji pengaruh peningkatan dari tiap-tiap variabel bebas terhadap variabel terikat yang dihasilkan:</p>
        <p id="_paragraph-55">Y = 2.374 + 0.339X<sub id="_subscript-9">1 </sub>+ 0.666 X<sub id="_subscript-10">2</sub> + 0.142 X<sub id="_subscript-11">3 </sub>- 0.247 X<sub id="_subscript-12">4</sub> + e</p>
        <p id="_paragraph-56">Pada persamaan regresi diatas variabel kepemilikan institusional (X<sub id="_subscript-13">1</sub>), kepemilikan manajerial (X<sub id="_subscript-14">2</sub>) dan komite audit (X<sub id="_subscript-15">3</sub>) memiliki nilai positif hal artinya jika nilai dari variabel bebas tersebut meningkat maka akan mengakibatkan juga kenaikan <italic id="_italic-69">financial </italic><italic id="_italic-70">distres</italic>.</p>
        <p id="_paragraph-57">Variabel <italic id="_italic-71">sales growth</italic>(X<sub id="_subscript-16">4</sub>) memiliki nilai negatif hal artinya jika nilai dari variabel bebas tersebut menurun maka akan mengakibatkan a kenaikan <italic id="_italic-72">financial </italic><italic id="_italic-73">distres</italic>.</p>
        <p id="paragraph-980dcffa8b7b7ff615526b1e3dc3fa5c">6. Analisa Koefisien Determinasi</p>
        <p id="_paragraph-58">Determinasi ini dipakai untuk mengukur besaran kontribusi yang dapat dihasilkan oleh variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikatnya. dalam pengujian ini analisis koefisien determinasi dengan menggunakan R<sup id="_superscript-8">2</sup> atau R <italic id="_italic-74">Square</italic>:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-5">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>Uji Koefisien Determinasi</title>
            <p id="_paragraph-60">Olahan SPSS, 2022</p>
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-43ab5583a4a56fb9e12d164f58c996c2">
                <td id="table-cell-e37ad6dacbc9461696e8c25b27fe9f2d" colspan="6">Model Summary b </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8f5b5811c0adfb5ec25488bbd54b6d7e">
                <td id="table-cell-20b630cd12e9cd1734a8fdc230a64946">Model</td>
                <td id="table-cell-ffd8ad03364240578fd47dc71cf7ef43">R</td>
                <td id="table-cell-4f90c14ffeaeb4b2c39033570b693ab8">R Square</td>
                <td id="table-cell-1c7e5f2eb932e4c5a00991480210285f">Adjusted R Square</td>
                <td id="table-cell-5f9a166ed0b2c11f7e215d40588cbce9">Std. Error of the Estimate</td>
                <td id="table-cell-1eae4bdf5b15fc11fb93bfb4bc58b2ff">Durbin-Watson</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e7cddb5ffbf99d929ed7ed4c4ac7f99f">
                <td id="table-cell-cea2e1a1380a9d68d01a58c68a2d26d2">1</td>
                <td id="table-cell-53fdeca8b4ac00ff79b37b0064982829">.817a</td>
                <td id="table-cell-dd5e1bcbc5201565fa4a92a20c6df6cd">.668</td>
                <td id="table-cell-572f9626a4c59f466e38918440aef19a">.649</td>
                <td id="table-cell-37f37e4fa0ffa1532a024e67eeef3a76">1.277</td>
                <td id="table-cell-4917d1f9d82848b11535711f8f961d04">1.733</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f6f33d9ceccb9ea8ecd7d93feca92f41">
                <td id="table-cell-5b7fb4cb3ba8d759f03448ef56aec0bf" colspan="6">a. Predictors: (Constant), S.G_X4, K.A_X3, K.1_X1, K.M_X2</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f863551c59de8a911f0bca911725461b">
                <td id="table-cell-9c349eb1c33b4d13b2b8ce2d033caa76" colspan="6">b. Dependent Variable: F.D_Y</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-62">Nilai r <italic id="_italic-75">Square</italic> dapat diketahui dan diperoleh 0.668 atau 66.8% dengan sisa 33.2% mampu dikontribusikan oleh variabel bebas di luar dalam penelitian ini sehingga hal ini mengindikasikan yaitu variabel Kepemilikan Institusional (X<sub id="_subscript-17">1</sub>), Kepemilikan Manajerial (X<sub id="_subscript-18">2</sub>), Komite Audit (X<sub id="_subscript-19">3</sub>) dan <italic id="_italic-76">Sales Growth</italic>(X<sub id="_subscript-20">4</sub>) mempengaruhi <italic id="_italic-77">financial distress</italic> (Y) sebesar 66.8%, sedangkan sisanya sebesar 33.2% dipengaruhi oleh faktor-faktor variabel lain di luar model.</p>
        <p id="paragraph-0b1590245f477e70b230584a0c318bb5">7. Uji Hipotesis</p>
        <p id="_paragraph-63">Dengan menggunakan uji secara parsial atau uji t pada penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebenaran hipotesis hasil uji t secara parsial diuraikan yaitu:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-6">
          <label>Table 6</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-87"/>Uji Hipotesis</title>
            <p id="_paragraph-65">Olahan SPSS, 2022</p>
          </caption>
          <table id="_table-6">
            <tbody>
              <tr id="table-row-2d0c77d081da47242f1ff09d77d3a20f">
                <td id="table-cell-147c1ef5212e7eed7cc201b1631a7d29" colspan="8">Coefficients a </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6910f7b636bf3e76cfc496ebe74e4fd2">
                <td id="table-cell-e43eea9824aae9672974772e81853215" rowspan="2" colspan="2">Model</td>
                <td id="table-cell-447b8b0fa7284c85fb3d1a4f27173426" colspan="2">Unstandardized Coefficients</td>
                <td id="table-cell-ec172881b8e675e52c61bf41c7fb01ce">Standardized Coefficients</td>
                <td id="table-cell-7e2f77690f9152b91379e76d768b71d6" rowspan="2">t</td>
                <td id="table-cell-0fad32d556bf4408545a29ca16d284ec" rowspan="2">Sig.</td>
                <td id="table-cell-a9ce494ff159b9f04a34a7ce3b2abed2">Correlations</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-eba06542e122ef4714cedf51afd7256d">
                <td id="table-cell-4ae80714aa52cc053d4faf2eccac816a">B</td>
                <td id="table-cell-05e09d0258f5d11a1643b4347af71626">Std. Error</td>
                <td id="table-cell-3109506de62c2b33ff4498ba02fce4a0">Beta</td>
                <td id="table-cell-a5ac2ba53da54a3fc038a79acfe6b6bc">Zero-order</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a141b957cf64df1972738eb112571e9a">
                <td id="table-cell-ea286839393d3d6d3077f0fab2deb4ab" rowspan="5">1</td>
                <td id="table-cell-c63db6e32f87bdc2da2400b36d0598f0">(Constant)</td>
                <td id="table-cell-1dd658cd5e1a5103309ff61f5034b666">2.374</td>
                <td id="table-cell-158f3f99fec235bfa1f8e3a191bd05a8">1.576</td>
                <td id="table-cell-fc96fed0967f2fc7b34eb5b2985af690" />
                <td id="table-cell-564c2bef2cef6f6757b3257441586381">1.507</td>
                <td id="table-cell-cec358044e7bf437a25d7c2a06aacc78">.136</td>
                <td id="table-cell-aa34683faa6ddbe1c0351bc1c9ca6d99" />
              </tr>
              <tr id="table-row-519a785b3d09dc1f60999c0aba711384">
                <td id="table-cell-ce97b25c2cc3cd813dca2cff2f14e37d">K.1_X1</td>
                <td id="table-cell-edd97f016b0b4f640f34f01089a14e43">.339</td>
                <td id="table-cell-84055ea9e73f3fca2afca0fa6d54bc5e">.075</td>
                <td id="table-cell-2bf774e4bbe3fed3d15aeb6d7a01d3ba">.341</td>
                <td id="table-cell-d6f66c2948ba45bf2ddff1275bcc1b84">4.553</td>
                <td id="table-cell-5c6efc16eb64c7e3707c281180a67283">.000</td>
                <td id="table-cell-46001e68e5fcb1c0f84ecc19a148f624">.564</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3810f67a3abbd9ec2d3666c8f3d96836">
                <td id="table-cell-c8d7fd9ecf72d5b29634a1b0f2577c0d">K.M_X2</td>
                <td id="table-cell-e5377f00bc5e554c8dd4cea96109f8eb">.666</td>
                <td id="table-cell-b20f565160766fe3a4e45243641ee4bc">.130</td>
                <td id="table-cell-00a99fdbb8b2629d5efa5b6e537f3fb4">.808</td>
                <td id="table-cell-52bd1b9bda8485d052adffbf28410cd9">5.144</td>
                <td id="table-cell-af008e0a34c5034b363b747ba37d483f">.000</td>
                <td id="table-cell-ff9d98393a160a4392164db43b2eedb2">.698</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0f99025f828135310a150ba1ca0a299c">
                <td id="table-cell-8143460fef59fcd13b02ca303763b2b4">K.A_X3</td>
                <td id="table-cell-b51e4d27dde0195d6c0a7b88e18735dc">.142</td>
                <td id="table-cell-49a2e07d0835e802c4279a42ee26e0ff">.052</td>
                <td id="table-cell-db2c24b32b432219f5846ea5a323c75e">.197</td>
                <td id="table-cell-ef2b408b2740f12e6dae613375a3b33a">2.726</td>
                <td id="table-cell-fc442f6f2ce373e675d12140ed2c42a6">.008</td>
                <td id="table-cell-000540a7fc29fca0bc1d56ba1c8fd45e">.397</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-664144f6789e94b665cd089e3e4382a1">
                <td id="table-cell-fad1b3592c8d00e82fb37a369fd39c65">S.G_X4</td>
                <td id="table-cell-c0178529b07a27ec981aa588dac6b769">-.247</td>
                <td id="table-cell-2d4dc8098d2a8ab726d73518c46b5edc">.131</td>
                <td id="table-cell-2648e22283e7f08afd3138977b502f30">-.296</td>
                <td id="table-cell-4ccf986bece063dd181260631fc2b753">-1.892</td>
                <td id="table-cell-258086a9f7d58711c59c33eb8badfe64">.063</td>
                <td id="table-cell-3e2a2aae350b4db5f6f83fb94af9fc1c">.563</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-66">Dependent Variable: F.D_Y</p>
        <p id="paragraph-082925ec219055ef464117ba5c314840">a) Pengujian Hipotesis 1 “ Pengaruh K epemilikan institutional terhadap <italic id="_italic-87">financial distress</italic> ”.</p>
        <p id="_paragraph-68">Untuk menentukan uji hipotesis yang pertama dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi Kepemilikan Institusional (X<sub id="_subscript-21">1</sub>)yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.000 (0,000 &lt; 0,05) nilai signifikansi lebih rendah dari 0,05 artinya variabel Kepemilikan Institusional (X<sub id="_subscript-22">1</sub>)berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-78">financial distress</italic> (Y), sehingga hipotesis yang menyatakan “Kepemilikan institutional berpengaruh terhadap <italic id="_italic-79">financial  distress</italic><italic id="_italic-80">”, </italic>Hipotesis Pertama dapat diterima.</p>
        <p id="paragraph-24dd0d8b8e7c31d26751d044f2823e20">b) Pengujian Hipotesis 2 “ Pengaruh Kepemilikan manajerial terhadap <italic id="_italic-88">financial distress</italic> ”.</p>
        <p id="_paragraph-69">Untuk menentukan uji hipotesis yang kedua dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi Kepemilikan Manajerial (X<sub id="_subscript-23">2</sub>)yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.000 (0,000 &lt; 0,05) nilai signifikansi lebih rendah dari 0,05 artinya variabel Kepemilikan Manajerial (X<sub id="_subscript-24">2</sub>)berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-81">financial distress</italic> (Y), sehingga hipotesis yang menyatakan “Kepemilikan Manajerial berpengaruh terhadap <italic id="_italic-82">financial  distress</italic><italic id="_italic-83">”, </italic>Hipotesis Kedua dapat diterima.</p>
        <p id="paragraph-eb53c54ec154f99c5a62fc214620ef5c">c) Pengujian Hipotesis 3 “ Pengaruh komite audit terhadap <italic id="_italic-89">financial distress</italic> ”.</p>
        <p id="_paragraph-70">Untuk menentukan uji hipotesis yang ketiga dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi Komite Audit (X<sub id="_subscript-25">3</sub>)yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.008 (0,008 &lt; 0,05) nilai signifikansi lebih rendah dari 0,05 artinya variabel Komite Audit (X<sub id="_subscript-26">3</sub>)berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-84">financial distress</italic> (Y), sehingga hipotesis yang menyatakan “Komite Audit berpengaruh terhadap <italic id="_italic-85">financial  distress</italic><italic id="_italic-86">”, </italic>Hipotesis Ketiga dapat diterima.</p>
        <p id="paragraph-4ac072cab76283a446108913c65064a6">d) Pengujian Hipotesis 3 “Pengaruh <italic id="_italic-90">sales growth</italic> terhadap <italic id="_italic-91">financial distress</italic>”.</p>
        <p id="_paragraph-71">Untuk menentukan uji hipotesis yang keempat dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi <italic id="_italic-92">Sales Growth</italic> (X<sub id="_subscript-27">4</sub>)yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.063 (0,063 &gt; 0,05) nilai signifikansi lebih tinggi dari 0,05 artinya variabel <italic id="_italic-93">Sales Growth</italic> (X<sub id="_subscript-28">4</sub>) tidakberpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-94">financial distress</italic> (Y), sehingga hipotesis yang menyatakan “<italic id="_italic-95">Sales Growth</italic> berpengaruh terhadap <italic id="_italic-96">financial  distress</italic><italic id="_italic-97">”, </italic>Hipotesis Ketiga tidak dapat diterima.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-89fbf77759a4a93be8eee86ff004e638">
        <title>Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-73">Pengaruh Kepemilikan Institutional Terhadap <italic id="_italic-98">Financial Distress</italic> </p>
        <p id="_paragraph-74">Berdasarkan hasil uji hipotesis yang merupakan dugaan dalam penelitian ini dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi yang diperoleh dari hasil signifikansi sehingga pada perhitungan hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.000 nilai signifikansi lebih rendah dari 0,05 artinya variabel kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-99">financial distress</italic>, hasil dalam riset ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan [22] proksi <italic id="_italic-100">good corporate governance</italic> berdampak pada <italic id="_italic-101">financial distress. </italic>Perusahaan yang memiliki kepemilikan institusional artinya perusahaan mampu mengindikasikan kemampuan monitor perusahaan [23]. Kepemilikan institusional ini akan mencegah terjadi permasalahan antara pemilik dan manajer. Nilai kepentingan institusional suatu perusahaan dapat mencegah terjadinya terjadinya <italic id="_italic-102">financial distress. </italic>Berdasarkan peneliti [24], adanya Investor institusional suatu perusahaan akan lebih mengawasi manajemen dalam melaksanakan operasi jika adanya kepemilikan institusional. Karena hal itu dapat mastikan kondisi perusahaan terkena <italic id="_italic-103">financial distress.</italic></p>
        <p id="_paragraph-75">Pengaruh Kepemilikan Manajerial Terhadap <italic id="_italic-104">Financial Distress</italic> </p>
        <p id="_paragraph-76">Berdasarkan hasil uji hipotesis yang merupakan dugaan dalam penelitian ini dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi yang diperoleh dari hasil signifikansi sehingga pada perhitungan hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.000 nilai signifikansi lebih rendah dari 0,05 artinya variabel kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-105">financial distress. </italic>Kepemilikan manajer adalah situasi dalam perusahaan yang mana kepemilikan saham dimiliki oleh manajer pada sebuah perusahaan tersebut artinya Manager merupakan pemegang saham dalam sebuah organisasi tersebut [25]. Kepemilikan manajerial berperan untuk mengurangi masalah keagenan yang ada pada perusahaan yang apabila hal tersebut terjadi secara terus menerus akan menimbulkan kemungkinan. Dengan hadirnya kepemilikan menajerial suatu perusahaan akan dapat mengatasi permasalahan keagenan manajer. Dengan hal ini perusahaan berharap adanya kepemilikan manajerial dapat mengatasi masalah yang terjadi dalam keagenan. Kepemilikan manajerial tersebut menjadi hal yang menarik apabila berkaitan dengan teori keagenan.</p>
        <p id="_paragraph-77">Pengaruh Komite Audit Terhadap <italic id="_italic-106">Financial Distress</italic> </p>
        <p id="_paragraph-78">Berdasarkan hasil uji hipotesis yang merupakan dugaan dalam penelitian ini dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi Komite Audit yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.008 nilai signifikansi lebih rendah dari 0,05 artinya variabel Komite Audit berpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-107">financial distress</italic>. Dalam penelitian ini komite audit mampu mempengaruhi financial distress karena dengan adanya komite audit tersebut memiliki fungis dalam membantu serta melaksanakan tugas dan fungsi dewan Komisaris demikian sesuai dengan [26], komite audit adalah suatu komite yang bertugas untuk membantu dewan komisaris untuk mengawasi proses pelaporan keuangan. Komite Audit diperlukan untuk bertindak secara terbuka, independensi komite audit tidak dapat dipisahkan dari kualitas etika yang mendasari keterpercayaannya. Hal ini harus didasarkan pada cara bahwa komite audit adalah pihak yang menjembatani antara eksternal auditor dan perusahaan yang juga menghubungkan kapasitas administratif dari pengawasan dewan komisaris dan internal auditor [27].</p>
        <p id="_paragraph-79">Pengaruh <italic id="_italic-108">Sales Growth</italic> Terhadap <italic id="_italic-109">Financial Distress</italic> </p>
        <p id="_paragraph-80">Berdasarkan hasil uji hipotesis yang merupakan dugaan dalam penelitian ini dengan menentukan nilai probabilitas signifikansi <italic id="_italic-110">Sales Growth</italic> yang diperoleh dari hasil signifikansi dari uji t parsial sebesar 0.063 nilai signifikansi lebih tinggi dari 0,05 artinya variabel <italic id="_italic-111">Sales Growth</italic> tidakberpengaruh signifikan terhadap <italic id="_italic-112">financial distress</italic>. Tingkat <italic id="_italic-113">sales growth</italic> yang tinggi mencerminkan efektifnya perusahaan dalam meningkatkan volume penjualannya. Sehingga dapat disimpulkan profitabilitas mampu memperbaiki kondisi keuangan suatu perusahaan. Perusahaan yang memiliki tingkat penjualan meningkat lebih mudah dalam mendapatkan pinjaman dari pihak ketiga maka perusahaan akan mampu menanggung beban disaat terjadinya penurunan kondisi keuangan.Pertumbuhan penjualan (<italic id="_italic-114">sales growth</italic>) mencerminkan penerapan keberhasilan investasi perusahaan pada periode yang lalu dan dapat dijadikan sebagai prediksi untuk pertumbuhan perusahaan di masa depan. <italic id="_italic-115">Sales growth</italic> yang tinggi menunjukkan pendapatan perusahaan yang tinggi sehingga laba perusahaan juga meningkat. Jika laba meningkat maka kemungkinan terjadinya financial distress akan menurun, begitu juga sebaliknya. Secara teoritis pertumbuhan penjualan rendah cenderung mengalami <italic id="_italic-116">financial distress</italic>, faktanya perusahaan walaupun pertumbuhan penjualan rendah namun sebagian besar diantaranya justru tidak mengalami <italic id="_italic-117">financial distress</italic>.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-81">Hasil pengujian dalam uji hipotesis yang telah diuraiakan dari pengujian maka simpulan hasil penelitian adalah : 1) Kepemilikan institutional berpengaruh terhadap <italic id="_italic-118">financial distress</italic>. Hal ini dikarenakan kepemilikan institusional mampu mengindikasikan kemampuan monitor perusahaan yang dapat mencegah terjadi permasalahan antara pemilik dan manajer. 2) Kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap <italic id="_italic-119">financial</italic><italic id="_italic-120"> distress</italic> karena kepemilikan manajerial dapat mengurangi masalah keagenan yang ada pada perusahaan sehingga akan mempengaruhi <italic id="_italic-121">Financial Distress.</italic>3) Komite audit berpengaruh terhadap<italic id="_italic-122">financial distress </italic>karena komite audit dapat membantu dewan komisaris untuk mengawasi proses pelaporan keuangan sehingga jika laporan keuangan disusun secara kredibel maka akan mencegah kondisi <italic id="_italic-123">financial distress</italic><italic id="_italic-124">. </italic>4) <italic id="_italic-125">Sales Growth</italic> tidak berpengaruh terhadap<italic id="_italic-126">financial distress </italic>dikarenakan perusahaan lebih berhati hati dalam melakukan penjualan karena perusahaan perbankan tidak hanya memperhatikan penjualan saja namun juga memperhatikan tingkat resiko kredit yang nanti akan mempengaruhi prospek perusahaan ke depannya.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>