<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Moral Message on Movie [John Fiske Semiotics Analysis]</article-title>
        <subtitle>Pesan Moral Pada Film [Analisis Semiotika John Fiske]</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-46f933d45204dd83b4101f2802329cd3" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Sari</surname>
            <given-names>Dessy Nanda</given-names>
          </name>
          <email>dessynanda96@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-33c65beb93ac97adb8d3cb34e8cbe0b8" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Febriana</surname>
            <given-names>Poppy</given-names>
          </name>
          <email>poppy.umsida@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-11-27">
          <day>27</day>
          <month>11</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Seiring berkembangnya zaman globalisasi saat ini, kemajuan teknologi media komunikasi dengan berbagai jenis terus meningkat. Penyampaian suatu pesan dapat menggunakan berbagai media, seperti media cetak, internet, dan media elektronik. Film termasuk media elektronik yang menjadi salah satu media yang signifikan untuk menyampaikan suatu pesan. Film selalu merekam realitas yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan kemudian memproyeksikan keatas layar [1]. Film memiliki kekuatan bujukkan atau persuasi yang besar. Kritik publik dan adanya lembaga sensor juga menunjukkan bahwa sebenarnya film sangat berpengaruh [2]. Pesan merupakan seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator [3]. Moral, diambil dari bahasa latin mos (jamak, morse) yang berarti kebiasaan, adat [4]. Pesan moral merupakan sebuah pesan yang berisi ajaran-ajaran atau ucapan-ucapan yang baik, yang dapat diucapkan berupa lisan ataupun tulisan mengenai bagaimana tingkah laku dan perbuatan manusia dalam bertindak, untuk bisa menjadi manusia yang memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik [5]. Film Orang Kaya Baru ini menceritakan tentang sebuah keluarga yang sedang beradaptasi dengan kondisi keuangan yang baru. Hal ini ditandai dengan bagaimana cara mereka berbusana dan berperilaku yang kurang elegan atau dengan kata lain norak. Dengan adanya perubahan status sosial dan ekonomi yang secara mendadak ini terdapat pesan moral yang disampaikan kepada masyarakat. Menggunakan analisis semiotika dari John Fiske, membagi semiotika kedalam tiga bidang studi utama [6] yakni, (a) tanda, membedakan tanda atas lambang, ikon dan indeks. Lambang merupakan suatu tanda yang menghubungkan tanda dengan acuannya yang merpakan hubungan yang terbentuk secara konvensional [7]. (b) Ikon, bentuk tanda yang ada dalam berbagai bentuk yang menyerupai dari obyek tanda tersebut. (c) Indeks, tanda yang berhubungan antara tanda dan acuannya tmbul karena ada kedekatan eksistensi.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-14">Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu [8]. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan analisis semiotika John Fiske melalui tiga level yaitu: Level Realitas, Level Representasi, dan Level Ideologi. Subyek dalam penelitian ini adalah pesan moral. Sedangkan objek dari penelitian ini adalah Film Orang Kaya Baru. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah sebagai berikut: (a) Observasi, memiliki artian untuk melihat secara teliti isi video, kemudian memilih dan mengambil beberapa potong adegan untuk dianalisis sesuai dengan model penelitian yang digunakan [9]. (b) Studi Literatur, mengumpulkan berbagai sumber seperti artiket, internet yang mampu membantu menyelesaikan penelitian ini. Penelitian ini memiliki beberapa teknik analisis data, yaitu: (a) mengamati film Orang Kaya Baru hingga paham dimana letak pesan moralnya. (b) membedah setiap <italic id="_italic-1">scene</italic> film secara keseluruhan dan menjadikan per<italic id="_italic-2">frame </italic>untuk melihat tanda yang disampaikan. (c) menganalisis bagian film yang sesuai dengan teori semiotika John Fiske yang terbagi menjadi tiga Level, yaitu: Level Realitas, Level Representasi, Level Ideologi. [10].</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-15"><italic id="_italic-3">Scene </italic>17 <italic id="_italic-4">Time code</italic> 19.08</p>
      <p id="_paragraph-16">Sign: Gambar 1. Ini menandakan suasana makan bersama keluarga.</p>
      <p id="_paragraph-17">
        <bold id="_bold-13">Level Realitas :</bold>
      </p>
      <list list-type="bullet" id="list-0dac1a5f92d60311c7b411844a4454b0">
        <list-item>
          <p>Lingkungan, dalam <italic id="_italic-5">scene</italic> ini tampak lingkungan latar berada di meja makan. Hal ini terlihat dari adanya <italic id="_italic-6">property</italic> seperti meja, kursi, piring, sendok, gelas, buffet.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pakaian,yang digunakan oleh Tika, Duta, Bapak dan Dodi pada <italic id="_italic-7">scene</italic> ini adalah kaos oblong. Sedangkan ibu menggunakan daster berwarna hijau muda.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tata Rias,yang digunakan pada <italic id="_italic-8">scene</italic> ini natural. Hal ini karena pada <italic id="_italic-9">scene</italic> ini, semua anggota keluarga tidak menggunakan <italic id="_italic-10">make up </italic>berlebih, hanya menggunakan bedak yang sesuai dengan <italic id="_italic-11">tone</italic> warna kulit mereka.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Gerak tubuh<bold id="_bold-14">, </bold>Bapak menunjuk meja dengan tangan memutar. Ini menandakan keadaan yang terjadi saat ini mereka makan bersama keluarga, hal yang jarang ditemukan di keluarga lain.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Ekspresi, ekspresi Tika, Duta dan Dodi sedih karena hari yang mereka lalui tidak baik. Tika dan Dodi difitnah temannya. Sedangkan Duta diperlakukan tidak baik oleh pelayan <italic id="_italic-12">cafe</italic> karena menggunakan <italic id="_italic-13">t-shirt.</italic></p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-18">
        <bold id="_bold-15">Level Representasi : </bold>
      </p>
      <list list-type="bullet" id="list-fda2f639c319963249475943075030b0">
        <list-item>
          <p>Pengambilan gambar, pada <italic id="_italic-14">scene</italic> 17 gambar pertama ini adalah <italic id="_italic-15">full shot</italic>. Ini menandakan adanya hubungan sosial. Sudut pandang pada <italic id="_italic-16">shot</italic> ini adalah <italic id="_italic-17">high,</italic> ini menandakan adanya dominasi, kekuasaan dan otoritas.Pada gambar kedua menggunakan teknik <italic id="_italic-18">medium shot</italic>, yang menandakan hubungan personal dengan subjek. Sudut pandangnya adalah <italic id="_italic-19">low</italic>. Ini menandakan di dominasi , dikuasai dan kurang otoritas.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pencahayaan, pada <italic id="_italic-20">scene</italic> ini adalah tampak sedikit gelap (<italic id="_italic-21">low key</italic>). Ini menggambarkan keadaan malam hari dan dominasi warna coklat dari <italic id="_italic-22">background</italic> barang dan warana cat tembok. Pencahayaan dari lampu-lampu pada ruangan tersebut yang berwarna putih dan kuning. Karena <italic id="_italic-23">setting</italic> film tersebut berada di dalam ruangan, maka pencahayaan hanya bergantung dari lampu-lampu.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pewarnaan<bold id="_bold-16">, </bold>warna pada <italic id="_italic-24">scene</italic> ini adalah coklat yang berasal dari warna barang seperti lemari, kursi, pintu, pigora foto dan cat tembok yang ada di ruangan tersebut. Warna coklat melambangkan kenyamanan dan keakraban.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Musik, dalam <italic id="_italic-25">scene </italic>ini tidak menggunakan iringan musik ataupun instrumen dari manapun.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-19"><bold id="_bold-17">Level Ideologi: </bold>Pada dialog bapak yang berkata “Dih, bapak sekarang kaya lagi. Tuh, anaknya pinter-pinter, baik-baik ya kan? Coba deh cari keluarga mana yang sampai sekarang masih makan bareng nih, nih makan bareng kayak kita nih”. Perkataan bapak ini menjelaskan bahwa kata kaya itu bukan soal materi, tetapi mempunyai keluarga yang kompak, harmonis dan sahabat yang selalu ada itu juga bisa diartikan sebagai kaya.</p>
      <p id="_paragraph-20"><italic id="_italic-26">Scene </italic>74 <italic id="_italic-27">Time code</italic> 1.10.36</p>
      <p id="_paragraph-21">Sign: Gambar 2. Ini sedang menandakan Linda membuang muka dan tersenyum sinis ke Tika.</p>
      <p id="_paragraph-22"><bold id="_bold-18">Level Realitas</bold> :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-374211b856f0e4e3b4b615933f6337d8">
        <list-item>
          <p>Lingkungan, dalam <italic id="_italic-28">scene</italic> 74 ini terlihat sedang berada pada lobby kampus. Hal ini bisa di lihat adanya banyak orang yang membawa laptop dan buku.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pakaian, yang digunakan pada adegan ini Tika menggunakan <italic id="_italic-29">blouse</italic> tanpa lengan berwarna <italic id="_italic-30">navy</italic> dan menggunakan celana panjang berwarna merah muda atau <italic id="_italic-31">pink</italic>. Sedangkan Linda mengenakan <italic id="_italic-32">blouse </italic>polos berwarna putih dan menggunakan celana berwarna abu-abu.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tata Rias, pada <italic id="_italic-33">scene</italic> ini Tika dan Linda terlihat natural, hanya menggunakan bedak yang sesuai dengan warna <italic id="_italic-34">tone</italic> wajah tanpa menggunakan lipstik yang berlebihan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Gerak Tubuh, yang ditampilkan adalah Linda membuang muka ketika Tika menyepelekan tentang pembayaran kuliah Monica. Hal ini membuat Linda merasa jengkel karena Tika sekarang menjadi pribadi yang sombong.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Ekspresi, Linda tersenyum sinis kepada Tika, hal ini merupakan bentuk penolokan terhadap <italic id="_italic-35">argument</italic> Tika.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-23">
        <bold id="_bold-19">Level Representasi :</bold>
      </p>
      <list list-type="bullet" id="list-558b84b08b2a61399476d1c5af635495">
        <list-item>
          <p>Teknik Kamera, Pengambilan gambar pada <italic id="_italic-36">shot</italic> ini adalah <italic id="_italic-37">medium shot</italic>. Pengambilan gambar menunjukkan detail bahasa tubuh dan ekspresi objek. <italic id="_italic-38">Angle</italic> pada <italic id="_italic-39">shot</italic> ini adalah <italic id="_italic-40">eye level view,</italic> ini di tentukan dari sejajarnya posisi kamera dengan objek.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pencahayaan, terlihat terang (<italic id="_italic-41">high key</italic>). Hal ini menandakan keadaan siang hari yang cerah.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-24"><bold id="_bold-20">Level Ideologi :</bold> Dari pernyataan Linda “menurut lo, semua masalah bisa diselesaiin pakai uang?”. Pertnyataan ini menandakan bahwa semua tidak bisa diselesaikan dengan uang. Uang bukan segalanya.</p>
      <p id="_paragraph-25"><italic id="_italic-42">Scene </italic>96 <italic id="_italic-43">Time code</italic> 1.21.55</p>
      <p id="_paragraph-26">Sign: Gambar 3. Ini suasana ketika Dodi menangis karena uang bisa merubah keluarga yang tidak lagi peduli satu sama lain.</p>
      <p id="_paragraph-27">
        <bold id="_bold-21">Level Realitas :</bold>
      </p>
      <list list-type="bullet" id="list-928834e9ef5ed20f3d0073120d6588ab">
        <list-item>
          <p>Lingkungan, terlihat bahwa pada scene ini berada di meja makan. Hal ini terlihat adanya <italic id="_italic-44">property</italic> seperti meja makan, kursi, piring, dan gelas.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pakaian, Dodi menggunakan kaos oblong. Sedangkan ibu menggunakan <italic id="_italic-45">blouse</italic> berwarna putih.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Tata Rias yang digunakan yaitu natural, karena hanya menggunakan bedak yang sesuai dengan <italic id="_italic-46">tone</italic> wajah mereka.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Gerak Tubuh yang ditampilkan dalam <italic id="_italic-47">scene</italic> ini adalah Dodi menutup mukanya dengan menggunakan salah satu tangannya. Hal ini menandakan bahwa Dodi menutupi wajahnya yang sedang menangis karena kecewa dengan ibu dan kakak-kakaknya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Ekspresi yang ditampilkan semua anggota keluarga ini adalah raut wajah yang sedih. Karena harus meninggalkan semua aset yang sudah mereka beli dengan uang warisan dari bapak.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-28">
        <bold id="_bold-22">Level Representasi :</bold>
      </p>
      <list list-type="bullet" id="list-9e8ab7c72e63aff71927a2323b27e97f">
        <list-item>
          <p>Teknik Kamera, pengambilan gambar pertama dan kedua yakni <italic id="_italic-48">medium</italic> <italic id="_italic-49">shot</italic>. Hal ini menunjukkan ekspresi yang divisuali oleh objek. <italic id="_italic-50">Angle</italic> pada <italic id="_italic-51">shot </italic>ini adalah <italic id="_italic-52">low angle</italic> untuk menangkap ekspresi objek secara detail.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pencahayaan, tampak sedikit gelap. Hal ini karena ruang makan di dalam ruangan atau <italic id="_italic-53">indoor</italic>.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-29"><bold id="_bold-23">Level Ideologi :</bold> Pernyataan Dodi menyadarkan semua anggota keluarganya yang sudah melupakan dan tidak saling peduli dengan satu sama lain. Mempunyai rumah besar tetapi Dodi merasakan kesepian. Karena semua anggota keluargnya sibuk dengan urusan masing-masing dan melupakan kebiasaan keluarganya yang dahulu.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-30">Berdasarkan penelitian ini, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa pesan moral yang terdapat dalam film Orang Kaya Baru ini adalah meskipun mempunyai uang yang banyak, harus tetap menjadi orang yang sederhana karena hidup sederhana lebih baik dari pada hidup bermewah-mewahan tetapi tidak merasa bahagia, membeli sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan, bijak dalam mengelola keuangan. Uang bukan segalanya dan uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Jangan meremehkan sesuatu karena tidak semua bisa dibeli dengan uang. Kaya bukan hanya soal uang, arti kaya dalam film Orang Kaya Baru ini adalah mempunyai keluarga yang kompak, harmonis, mempunyai anak-anak yang pintar dan baik, saling sayang dan saling peduli satu sama lain, sahabat yang selalu ada dalam keadaan suka dan duka.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>