<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Relationship Between Subjective Well Being and Grit in High School Athlete Students</article-title>
        <subtitle>Hubungan Antara Kesejahteraan Subjektif dengan Grit pada Siswa Atlet di Sekolah Menengah Atas</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-fcfe9f938a2cb7b79ccf63b3fbdeed92" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Maulana</surname>
            <given-names>Syukron Luthfi</given-names>
          </name>
          <email>syukronluthfi13444@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-ba8d08cbdb21cd205b9f0825a7f360ad" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Widyastuti</surname>
            <given-names>Widyastuti</given-names>
          </name>
          <email>wiwid@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-11-18">
          <day>18</day>
          <month>11</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="_heading-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-10">SMA Negeri Olah Raga Jawa Timur merupakan satu-satunya sekolah yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sesuai kurikulum SMA reguler dan mendidik serta melatih atlet siswa yang berlaga di tingkat nasional dan internasiona [1]. Siswa sekolah menengah atas (SMA) biasanya berusia antara 16 dan 19 tahun dan dalam fase perkembangan remaja. Periode ini merupakan tahap perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang melibatkan perubahan besar dalam kondisi fisik, kognitif dan psikososial. Piaget berpendapat bahwa siswa sekolah menengah berada dalam tahap perkembangan kognitif fungsional formal[2]. Akibat dari pandemi (Covid-19) ini, para atlet pelajar menghadapi berbagai tantangan atau masalah dengan tujuan menyelesaikan pendidikannya. tentu saja mereka menghadapi berbagai masalah tetapi mereka masih bisa bertahan dan berusaha untuk melanjutkan pendidikan mereka. Pendidikan merupakan faktor terpenting dalam membentuk kepribadian seseorang karena mengajarkan hal baik dan buruk yang dapat mempengaruhi perkembangan seseorang. Pendidikan merupakan upaya membimbing manusia menuju kedewasaan. Pendidikan merupakan upaya membantu anak menyelesaikan tugas-tugas hidupnya agar dapat mandiri dan bertanggung jawab, prestasi tersebut tidak lepas dari tingkat pendidikan yang telah ditempuh seseorang.</p>
      <p id="_paragraph-11">Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jumi Oktaviasar, Duckworth menemukan bahwa sebutir pasir adalah kecenderungan untuk mempertahankan keuletan dan keinginan yang kuat untuk mencapai tujuan jangka panjang. Grit didefinisikan sebagai keinginan dan ketekunan yang kuat untuk mencapai tujuan jangka panjang dalam jangka waktu yang lama [3]. menciptakan tenaga kerja yang kuat yang menghadapi tantangan dan mempertahankan usaha dan minat dari tahun ke tahun, terlepas dari kegagalan, kemunduran dan hambatan dalam prosesnya. Grit memungkinkan siswa-atlet untuk lebih fokus pada tujuan positif yang ingin mereka capai, sehingga mereka selektif</p>
      <p id="_paragraph-12">terhadap perilaku atau kegiatan yang tidak mendukung pencapaian tersebut, salah satunya adalah mengelola kesejahteraan subjektif. Grit memiliki dua aspek utama yaitu konsistensi minat dan ketekunan dalam mencoba. Kesulitan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: tingkat pendidikan, usia, pola pikir, perubahan karir dan prestasi.. [4] adalah kombinasi dari perasaan baik tentang diri sendiri dan rasa makna dalam hidup, prestasi dan hubungan baik dengan orang lain. Kesejahteraan subjektif bukan hanya sesuatu yang ada dalam pikiran individu, tetapi juga memanifestasikan dirinya dalam bentuk perilaku. Saligman juga mengungkapkan bahwa individu termotivasi untuk mencari kesejahteraan subjektif melalui keterlibatan, makna, atau kebahagiaan. Orang mencapai kesejahteraan subjektif yang tinggi ketika mereka mengendalikan lingkungan mereka.. [5] Penjelasan latar belakang di atas menunjukkan fenomena bahwa siswa atlet SMA Negeri Olah Raga Sidoarjo memiliki kesejahteraan subjektif yang tinggi dan salah satu pengaruhnya adalah ketangguhan. Hal ini terlihat dari aksi mereka saat tampil. Berbagai masalah dan aktivitas membuat mereka tinggal di asrama. Sehingga menarik untuk dipelajari karena rasa kesejahteraan subjektif mereka dalam belajar cukup baik. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah “Apakah ada hubungan antara kesejahteraan subjektif SMA olahraga di negara bagian Jawa Timur dengan atlet serius?”</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-13">Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional, yang mencari informasi mengenai permasalah yang ada terkait variabel yang akan diteliti [6]. <italic id="_italic-55">Grit </italic>yang merupakan variabel terikat, dan <italic id="_italic-56">subjective well</italic><italic id="_italic-57">being </italic>yang merupakan varabel bebas, adalah variabel yang digunakan dalam penelitian ini[7]. Pada penelitian ini populasi keseluruhan yang di analisis adalah 210 SISWA atlet Negeri Olahraga Jawa Timur, dikarenakan Teknik sampling jenuh yang digunakan maka seluruh populasi menjadi sampel dalam penelitian ini[8].</p>
      <p id="_paragraph-14">Peneliti menggunakan 2 skala psikologi yakni skala <italic id="_italic-58">Grit </italic>dan <italic id="_italic-59">subjective well being. </italic>Pendekatan skala <italic id="_italic-60">likert</italic>(<italic id="_italic-61">favorable dan unfavorable) </italic>dipilih untuk di gunakan mengumpulkan data. Peneliti mengadopsi alat ukur <italic id="_italic-62">grit </italic>dari penelitan yang disusun oleh Jumi Oktaviasri menurut komponen grit [9]. Menurut komponen <italic id="_italic-63">grit, </italic>yaitu aspek konsitensi minat dan kegigihan dalam berusaha. Kemudian skala <italic id="_italic-64">subjective well being </italic>diadopsi dari instrument penelitian Devvy, A.S [10]. Instrument ini berfokus pada aspek kognitif dan aspek afektif(positif) dan afektif (negative).</p>
      <p id="_paragraph-15">Selanjutnya JASP 16.1 <italic id="_italic-65">for windows </italic>digunakan oleh peneliti untuk mengelola data statistic hasil penelitian. Hubungan <italic id="_italic-66">subjective well- being </italic>sebagai variabel bebas dan <italic id="_italic-67">grit </italic>sebagai variabel terikat kemuduan ditunjukkan dengan menggunakan uji korelasi sperman rho. Pendekatan korelasi spearman rho adalah salah satu yang digunakan para peneliti untuk menguji hipotesis. Pendekatan ini dipilih karena salah satu data variabel penelitian tidak didistribusikan secara normal. Berikut adalah temuan uji hipotesis yang dilakukan dengan JASP 16.1 for Windows</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-16">Sebagaimana terlihat pada tabel 1 uji spearman terdapat korelasi yang signifikan dimana (p =&lt;.004 &gt; 0.05) antara skor <italic id="_italic-68">subjective well-being </italic>dengan <italic id="_italic-69">grit</italic>. Namun besaran efeknya sedang dengan nilai (r= 0.003). Menurut studi hipotesis, bahwa tidak terdapat hubungan antara <italic id="_italic-70">subjective well being </italic>dengan <italic id="_italic-71">grit </italic>pada SISWA atlet Sma Negeri Olahraga Jawa Timur. Hal ini didukung oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,003 dan nilai signifikansi sebesar 0.009 = 0.99.</p>
      <p id="_paragraph-18">Selanjutnya berdasarkan hasil kategorisasi subyek seperti pada tabel 2, terdapat 0 subjek yang memiliki subjective well-being sangat tinggi pada variabel subjective well-being, 75 subyek masuk dalam kategori tinggi, 78 subyek termasuk dalam golongan sedang, 40 subyek masuk golongan rendah, dan 17 subyek masuk dalam golongan sangat rendah.</p>
      <p id="_paragraph-19">Sedangkan pada variabel <italic id="_italic-72">grit</italic>14 subyek termasuk dalam golongan sangat tinggi, 43 subyek masuk dalam kategori tinggi, 89 subyek termasuk dalam golongan sedang, 57 subyek masuk golongan rendah, dan 7 subyek masuk dalam golongan sangat rendah. Pada tabel 2 juga ditunjukkan bahwa presentase terbanyak subjective well-being yaitu sebesar 37% pada kategori subjective sedang, sedangkan pada <italic id="_italic-73">Grit </italic>presentase terbanyak sebesar 43% pada katgori sedang.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-18"/>Hasil Uji Hipotesis [1]</title>
          <p id="_paragraph-21" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-6d97885d94bfd96adb8fbd7460031480">
              <td id="table-cell-68943aab5d136e7e1ee30a5db03fd72b" colspan="6">Correlation Table</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bbc5e4962cdcf84da6e428e5867e3bb5">
              <td id="table-cell-0e71beb4de929c856b12d2528b6b0a37" rowspan="2" colspan="2" />
              <td id="table-cell-15162201e729f51636e9b70a5d7df118" colspan="2">Spearman</td>
              <td id="table-cell-de02c2d3af0e8b6540dbe65e36d40160" colspan="2">Kendall</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4fa3138d2f0fd6cce66ed5b9843c400f">
              <td id="table-cell-bb881dffe68150a7ff62c132ab76ee1d">Rho</td>
              <td id="table-cell-fc6defe7245da408493c9fee829f7e23">P</td>
              <td id="table-cell-0bb427be666e92e91529e2f650376f91">tau B</td>
              <td id="table-cell-5edcd9ebb08d53d5b3248148bd36ddcc">P</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4c0f3d26256203e29a6830cbe2ce6021">
              <td id="table-cell-ba5080cf6b1803b2afaad6875ec3d1e4">SUBJECTI VE WELL BEING</td>
              <td id="table-cell-92d3948f8233297f09475ace1493721c">GR IT</td>
              <td id="table-cell-ff095e57a7ab9907c178b2ca7de96e5b">0.009</td>
              <td id="table-cell-2b1cf0ae110abe64a3cff123cab8efcc">0.901</td>
              <td id="table-cell-3baac472420565f42351557273e4bd25">0.006</td>
              <td id="table-cell-77ba7906a7f5e8c66d5548af3fd25408">0.905</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-92e219f83c0e913322ac6ee622083bfb">
              <td id="table-cell-c5a1939632fb6992c7723979b87ec480" colspan="3">* p &lt; .05, ** p &lt; .01, *** p &lt; .001</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-22" />
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-28"/>Kategori Subjek [2]</title>
          <p id="_paragraph-23" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-5ce5c620b2d732b711db85cc0c706fc6">
              <td id="table-cell-263b922505fcb0e518e349d22e98e9b1">Kategorisasi</td>
              <td id="table-cell-fbda30f91ac29a39b151ae8917d1ef49" colspan="4">jumlah subyek pada masing-masing skala</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e4c68c73b7a1b3faeca55c9d37dbaa29">
              <td id="table-cell-3bf58a85fdea70f5100980993ae4bdc2" />
              <td id="table-cell-93048e88248fcf1257b9c1e6e46419ae" colspan="2">Subjective well being</td>
              <td id="table-cell-e7dce5cc0176cbca024facca9b5045af" colspan="2">Grit</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1bc679416fc6f12264b9ec6b3a4288d4">
              <td id="table-cell-8addb6db13a0abd96e8269e81c839f93" />
              <td id="table-cell-d943cd2347d45062b03ee492b3a0a06e">∑Subyek</td>
              <td id="table-cell-164c81e1981587e0b523cb76f64b2086">%</td>
              <td id="table-cell-dfe99d7cbc7e3b9aa6d104d5d2821603">∑Subyek</td>
              <td id="table-cell-a64260568da7160e929de44d0c6af156">%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8c56669b42fd1889cc80a58ceb59002c">
              <td id="table-cell-8c96f3503094db348cdf94dd4670048c">Sangat Tinggi</td>
              <td id="table-cell-d57f98148a2db9c267177b813a696375">0</td>
              <td id="table-cell-2dd5c4162f830fac173de7d6d0fe3f8a">0</td>
              <td id="table-cell-cb4fe0624deb7c3755d34a60f0282ba7">14</td>
              <td id="table-cell-f71dbbabbd4dcfb2db014f72a102a454">6</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1445244113bf7229157c361ed6a02453">
              <td id="table-cell-ccd80d8f76bf6e14ee570acc87b0c574">Tinggi</td>
              <td id="table-cell-9bcca1c64cc8fccdb5960a79c101915b">75</td>
              <td id="table-cell-5870e8d3aa146c9813615447abf1e6fd">36</td>
              <td id="table-cell-f72cc6154460cd22e41b59d1ff395781">43</td>
              <td id="table-cell-ee719c5f4161c97e7f0c63729a104a37">21</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ed1c1f613c997497f9d06f4dc9566ca7">
              <td id="table-cell-b9ecd87503ccdd7fa024615ac7dc4a09">Sedang</td>
              <td id="table-cell-5f88651e5be5f683e134449b84425321">78</td>
              <td id="table-cell-1ff8e931c09add51069c5e7cb5bc79fe">37</td>
              <td id="table-cell-a839580bb8f0504653a10af344716626">89</td>
              <td id="table-cell-e0833d510147d14925c3ae0f518f9154">43</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d4c0b177b36cbd00787af5bb368d8ad2">
              <td id="table-cell-ec56db59a72d3a281f995f8db4c9c466">Rendah</td>
              <td id="table-cell-233e66bc96b54d0dbc56259c1f5bc058">40</td>
              <td id="table-cell-f72cded92d85caf0a8e83f03c8808660">19</td>
              <td id="table-cell-507f48e3e6ffcfadd1eca4d24c6d27c1">57</td>
              <td id="table-cell-9ea781e0dead7ae04e4898394e78130f">27</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-17cfac29710aecb7f1e123e0a05a8906">
              <td id="table-cell-a526d4058e9b72a0c2abdeeb2890a879">Sangat Rendah</td>
              <td id="table-cell-4d6bbf75376356c6c2284cf842eb1a57">17</td>
              <td id="table-cell-2e44feb8b6cc1aef4e1951fe5d4d5d07">8</td>
              <td id="table-cell-da699b36d8efecd40fa1212dec6d7593">7</td>
              <td id="table-cell-17b6205782adc6d93e146f825d260e1b">3</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-50e256e68831f6c6e2ce057c44ace6ba">
              <td id="table-cell-8ba1f61c2c0c579b4507f77b1af3fc99" />
              <td id="table-cell-b5d214bcd97b7695eb0e141aea62baea">210</td>
              <td id="table-cell-43902d6c9be6fc243d25ff27aaa293fd">100</td>
              <td id="table-cell-952f60a0897362c6636e951c891e71f9">210</td>
              <td id="table-cell-2c9f13498eb44277ef6e05900c45e326">100</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fdb05f7890d260cfef60ded5302f091c">
              <td id="table-cell-dd0a7140393343e4351f8d4bd5447fb6" />
              <td id="table-cell-b5dcb9966c4a4c5a3d0e79db4b2c232a" />
              <td id="table-cell-02fec5a0583b6f76b9d4cc1791936219" />
              <td id="table-cell-aaaa933f9a981bbea2f48aded9b7849f" />
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-24">Hal ini diperkuat oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nafi‟atul Badi‟ah dalam jurnal tersebut yang menunjukkan terdapat pengaruh positif antara <italic id="_italic-84">grit </italic>dengan <italic id="_italic-85">subjective well-being[11] </italic>sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara Subjective well being dengan Grit, dikarenakan ada penelitian terdahulu yang mengatakan bahwa variabel grit sebagai variabel yang mempengaruhi atau variabel independent.</p>
      <p id="_paragraph-25">Penelitian sebelumnya juga sudah pernah oleh Ivcevic &amp; Brackett dalam penelitian inimmenunjukan bahwasannya fokus penelitian seharusnya memfokuskan dengan satu mata pelajaran atau ekstrakurikuler karena tidak semua siswa memiliki gairah atau semangat dalam semua mata pelajaran atau ekstrakulikuler[12]. Jadi capaian penelitian akan lebih baik dalam pilihan tujuan yang lebih sempit. Beracuan dengan hasil penelitian sebelumnya, penelitian ini juga tidak terdapat hubungan antara variabel <italic id="_italic-86">subjective well being </italic>dengan <italic id="_italic-87">grit</italic>, dikarenakan peneliti tidak memfokuskan subjek pada satu cabang olahraga saja[13] <italic id="_italic-88">Grit</italic>dipengaruhi oleh bebrapa faktor yang pengaruhnya lebih baik dari pada <italic id="_italic-89">subjective </italic><italic id="_italic-90">well </italic><italic id="_italic-91">being</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-26">Hasil penelitian dari Chrisantiana dan Sembiring menunjukkan <italic id="_italic-92">grit </italic>dipengaruhi oleh <italic id="_italic-93">Growth </italic>dan <italic id="_italic-94">Fixed</italic><italic id="_italic-95">Mindset</italic>Duckworth dan Dweck melakukan studi kolaboratif untuk lebih memahami mengapa beberapa siswa mampu bertahan dari prestasi akademik sementara yang lain tidak. Sebuah studi oleh Duckworth dan Dweck menunjukkan bagaimana keyakinan seseorang bahwa kegagalan adalah permanen dapat menghambat keberhasilan akademis. Duckworth menyimpulkan bahwa mindset berkembang dapat mengembangkan ketajaman. Mamlu'atuzzakiyah juga melakukan penelitian lain yang menunjukkan bahwa pasir dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berdampak di luar kesejahteraan subjektif. Studi ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara harapan dan Gri.[1 ] Kesejahteraan subjektif adalah kombinasi dari perasaan baik tentang diri sendiri dan rasa makna dalam hidup, prestasi dan hubungan baik dengan orang lain [15] Pelajar-atlet dengan <italic id="_italic-96">subjective weel being</italic>. Tinggi Menjadi siswa SMA merasa nyaman berada di lingkungan sekolah, dan berbagai aktivitas tidak menimbulkan stres. Karena atlet mahasiswa dapat beradaptasi dengan lingkungannya</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-27">Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara variabel <italic id="_italic-97">subjective well being </italic>dengan variabel <italic id="_italic-98">grit </italic>pada siswa atlet SMA Negeri Olahraga Jawa Timur. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil analisis korelasi Spearman rho dengan nilai signifikan (p =0.901 &gt; 0.05). Dengan presentase 37% pada kategorisasi <italic id="_italic-99">subjective</italic><italic id="_italic-100">well</italic><italic id="_italic-101">being</italic>sedang, dan pada variabel <italic id="_italic-102">gri</italic>t presentase 43% pada kategorisasi sedang.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>