<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Sense of Community for Nature Lover Student Organization (MAPALA) Members</article-title>
        <subtitle>Rasa Kebersamaan pada Anggota Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA)</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-75d334b996cbceff393fa5081108270a" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Pratama</surname>
            <given-names>Andi</given-names>
          </name>
          <email>andi.pratama131994@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-e9bb7a95db7e96d0945e91e64fae13d8" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Maryam</surname>
            <given-names>Effy Wardati</given-names>
          </name>
          <email>effy.wardati@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-11-17">
          <day>17</day>
          <month>11</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-433d126e9660407dfaa0571124895c12">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Pecinta alam adalah individu yang mau berjuang untuk melestarikan alam walaupun harus turun ke sungai, naik gunung, atau melakukan perjalanan lainnya dan juga individu yang mencintai alam. Tujuan utama kegiatan pecinta alam adalah mengembangkan bakat dan minat mahasiswa dalam kegiatan alam bebas yang penuh tantangan, tetapi dibalik itu semua ada tujuan yang paling utama, yaitu menanamkan sikap peduli dan cinta terhadap lingkungan dan sikap cinta tanah air [1]. Menurut Kusmahartono Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) adalah salah satu wada untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa yang berfungsi untuk sarana sosialisasi, kesadaran akan lingkungan dan pengembangan pribadi [2].</p>
      <p id="_paragraph-14">Menurut Goodwin dengan masuknya individu ke sebuah organisasi, individu bisa mendapat manfaat dan juga mempunyai perasaan bahwa organisasi bisa mencukupi kebutuhannya yang bisa didapat ketika individu itu masuk ke dalam organisasi. Adanya manfaat positif dan juga pemenuhan kebutuhan, bisa menjadikan individu tersebut semakin merasa bahwa organisasi itu penting baginya. Perasaan bahwa organisasi itu penting baginya disebut dengan <italic id="_italic-41">sense of community </italic>[3]<italic id="_italic-42">. </italic>Menurut Luhman perilaku positif individu berkaitan dengan adanya <italic id="_italic-43">sense of community</italic> yang kuat dengan lingkungan huniannya atau kehidupan bertetangga [4].</p>
      <p id="_paragraph-15">Pada penilitian ini ditemukan beberapa permasalahan terkait sense of community pada mahasiswa pecinta alam di kabupaten Sidoarjo. Permasalahan tersebut seperti anggota yang malas malasan dalam berkegiatan, tidak mau membantu anggota lain, merasa organisasi tidak sesuai harapannya akhirnya memutuskan keluar organisasi, ada senioritas dan junioritas dalam organisasi.</p>
      <p id="_paragraph-16">Menurut McMillan &amp; Chavis, menyatakan <italic id="_italic-44">sense of community </italic>diartikan sebagai rasa memiliki para anggota organisasi terhadap suatu komunitas, perasaan saling mengkhawatirkan antar anggota dan peduli dengan kelompok mereka, dan berbagi keyakinan yang dibutuhkan anggota yang akan dipenuhi dengan komitmen bersama [5]. McMillan &amp; Chavis menyatakan <italic id="_italic-45">sense of community</italic> mempunyai 4 aspek atau dimensi yang membentuk komunitas. Aspek tersebut yang pertama <italic id="_italic-46">membership  in a community </italic>atau keanggotaan didasarkan perasaan saling memiliki dan berbagi rasa, <italic id="_italic-47">influence </italic>atau perasaan individu memiliki pengaruh bagi komunitas maupun sebaliknya, <italic id="_italic-48">integration &amp; fulfillment of needs </italic>atau perasaan bahwa keanggotaan sebuah kelompok penting menerima pemenuhan sumberdaya sebagai imbalan, <italic id="_italic-49">shared emotional connection </italic>atau pemahaman bersama tentang peristiwa penting [6]. Rovai menjelaskan Dalam bersosialisasi dengan 3 anggota lain dari organisasi, mahasiswa yang mempunyai <italic id="_italic-50">sense of community</italic> akan merasa nyaman hingga bisa membentuk hubungan yang baik agar mendapatkan dukungan dan informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas akademik [7].</p>
      <p id="_paragraph-17">Berdasarkan latar belakang diatas peneliti ingin melihat gambaran tingkat <italic id="_italic-51">sense of community</italic> pada anggota mahasiswa pecinta alam (mapala) di kabupaten Sidoarjo. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran tingkat <italic id="_italic-52">sense of communit</italic><italic id="_italic-53">y </italic>pada anggota mahasiswa pecinta alam (mapala) di kabupaten Sidoarjo.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-4e291ff297fdb13bdb368e1ca3782fe2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-18">Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian kuantitatif deskriptif adalah analisis yang sesuai dengan metode statistik dari perolehan data sampel populasi. Metode deskriptif pada penelitian ini digunakan untuk dapat menggambarkan tingkat <italic id="_italic-54">sense of community</italic> pada anggota organisasi mapala di Sidoarjo [8]. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel <italic id="_italic-55">sense of community. </italic>Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anggota mahasiswa pecinta alam (mapala) di kabupaten Sidoarjo dengan total 103 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan <italic id="_italic-56">sampling</italic> jenuh, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Skala <italic id="_italic-57">sense </italic><italic id="_italic-58">of community</italic> yang digunakan dalam penelitian ini disusn berdasarkan aspek <italic id="_italic-59">sense of community</italic>menurut McMillan &amp; Chavis yang terdiri dari empat aspek, yaitu: <italic id="_italic-60">membership</italic>, <italic id="_italic-61">influence</italic>,<italic id="_italic-62"> integration and fullfillment need</italic>, <italic id="_italic-63">shared emotional connection</italic>[9]<italic id="_italic-64">.</italic><italic id="_italic-65">Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik statistik</italic><italic id="_italic-66">deskriptif yaitu, statistik atau nilai-nilai yang digunakan dengan cara mengumpulan dan menganalisis data lalu mendeskripsikan data dengan sebenar-benarnya tanpa bermaksud membuat kesimpulan generalisasi yang berlaku untuk umum</italic><italic id="_italic-67">[10]</italic><italic id="_italic-68">. </italic><italic id="_italic-69">P</italic><italic id="_italic-70">eng</italic>olahan data penelitian ini menggunakan program SPSS <italic id="_italic-71">for windows</italic> dan <italic id="_italic-72">Microsoft Excel</italic><italic id="_italic-73">.</italic></p>
    </sec>
    <sec id="heading-7021be93195b512f58e6643ac0df9ee8">
      <title>Hasil Dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-db4b67719bee5e9bfc91e3af734f635f">
        <title>Hasil Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-19">Hasil tingkat sense of community</p>
        <fig id="figure-panel-a3b51bbf8225cf565193c703c777eec4">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title>Tingkat sense of community</title>
            <p id="paragraph-7a825c12860076a6bd3700e3011e73f9" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-d4de4ae13ef7798bc27d792bf145ce5f" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="786 Ijins G1.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-22">Berdasarkan diagram diatas dapat diketahui bahwa 57 dari 103 subjek berada pada kategori tinggi (55,3%), 20 subjek berada pada kategori sangat tinggi (19,4%), 16 subjek berada pada kategori rendah (15,5%), 9 subjek berada pada kategori sedang (8,7%), 1 subjek berada pada kategori sangat rendah (1%).</p>
        <p id="_paragraph-23">Berikutnya kategorisasi berdasarkan aspek aspek <italic id="_italic-75">sense of community</italic>. Untuk aspek yang pertama adalah aspek <italic id="_italic-76">membership</italic><italic id="_italic-77">.</italic></p>
        <fig id="figure-panel-b10d3d906ecb3a23ec02e9a826fe6b0b">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-78">Membership</italic>
            </title>
            <p id="paragraph-0c267270ecda7a7d4e491f906be2494a" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-0c8c4109e08a694e7080c42bd077ed2b" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="786 Ijins G2.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-26">Berdasarkan diagram <italic id="_italic-79">membership</italic> diatas dapat diketahui bahwa 45 dari 103 subjek berada pada kategori tinggi (43,7%), 30 subjek berada pada kategori sangat tinggi (29,1%), 15 subjek berada pada kategori rendah (14,6%), 11 subjek berada pada kategori sedang (10,7%), 2 subjek berada pada kategori sangat rendah (1,9%).</p>
        <p id="_paragraph-27">Berikutnya adalah kategorisasi berdasarkan aspek <italic id="_italic-80">influence</italic>berdasarkan hasil <italic id="_italic-81">output</italic> SPSS<italic id="_italic-82">.</italic></p>
        <fig id="figure-panel-747802c65dbb5b650e9157cbcb73c45f">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-83">Influence</italic>
            </title>
            <p id="paragraph-2d04988c4a6792e8736b4a22a74be05f" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-768cdcc8b2893e8eff556cad0d0db020" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="786 Ijins G3.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-30">Berdasarkan diagram <italic id="_italic-84">influence</italic> diatas dapat diketahui bahwa 49 dari 103 subjek berada pada kategori tinggi (47,6%), 22 subjek berada pada kategori sangat tinggi (21,4%), 19 subjek berada pada kategori rendah (18,4%), 8 subjek berada pada kategori sedang (7,8%), 5 subjek berada pada kategori sangat rendah (14,9%).</p>
        <p id="_paragraph-31">Berikutnya adalah kategorisasi berdasarkan aspek <italic id="_italic-85">integration and fullfillment need</italic>berdasarkan hasil <italic id="_italic-86">output</italic> SPSS.</p>
        <fig id="figure-panel-a0c646da012596ccc243a2f013d522d0">
          <label>Figure 4</label>
          <caption>
            <title>Integration and fulfillment need</title>
            <p id="paragraph-5cef02cb7fd1752036d7d0e10249962f" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-6e66213f5554a27da6e2cef1f6cbfb11" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="786 Ijins G4.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-34">Berdasarkan diagram <italic id="_italic-87">integrati</italic><italic id="_italic-88">on and fullfillment need</italic> diatas dapat diketahui bahwa 52 dari 103 subjek berada pada kategori tinggi (50,5%), 27 subjek berada pada kategori sangat tinggi (26,2%), 13 subjek berada pada kategori rendah (12,6%), 11 subjek berada pada kategori sedang (10,7%).</p>
        <p id="_paragraph-35">Berikutnya adalah kategorisasi berdasarkan aspek <italic id="_italic-89">shared em</italic><italic id="_italic-90">o</italic><italic id="_italic-91">ti</italic><italic id="_italic-92">o</italic><italic id="_italic-93">nal c</italic><italic id="_italic-94">o</italic><italic id="_italic-95">nnecti</italic><italic id="_italic-96">o</italic><italic id="_italic-97">n </italic>berdasarkan hasil <italic id="_italic-98">output</italic> SPSS.</p>
        <fig id="figure-panel-161e6ffe63c26eba78f57927c34e8336">
          <label>Figure 5</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-99">Shared emotional connection</italic>
            </title>
            <p id="paragraph-a6413070434f6e5719ecfe64c71ef0ec" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-397324b5f2e37f517d19b6ff49320506" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="786 Ijins G5.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-38">Berdasarkan diagram <italic id="_italic-100">shared em</italic><italic id="_italic-101">o</italic><italic id="_italic-102">ti</italic><italic id="_italic-103">o</italic><italic id="_italic-104">nal c</italic><italic id="_italic-105">o</italic><italic id="_italic-106">nnecti</italic><italic id="_italic-107">o</italic><italic id="_italic-108">n</italic> diatas dapat diketahui bahwa 40 dari 103 subjek berada pada kategori tinggi (38,8%), 34 subjek berada pada kategori sangat tinggi (33%), 17 subjek berada pada kategori rendah (16,5%), 11 subjek berada pada kategori sedang (10,7%), 1 subjek berada pada kategori sangat rendah (1%).</p>
        <p id="_paragraph-39">Kategorisasi berikutnya adalah <italic id="_italic-109">sense of community</italic> berdasarkan jenis kelamin.</p>
        <fig id="figure-panel-5661c7928d62f8e755c7e2a3469e0efb">
          <label>Figure 6</label>
          <caption>
            <title>Gambaran <italic id="_italic-110">sense of community </italic>berdasarkan jenis kelamin</title>
            <p id="paragraph-847fa1cde1a4650bc093ae0e493db40c" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-71cd4fd2b9960cf655717adfbcc41ca4" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="786 Ijins G6.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-42">Pada diagram diatas dapat terlihat untuk jenis kelamin perempuan memperoleh nilai lebih tinggi dari pada laki-laki. Pada kategori tinggi perempuan terdapat 33 dari 103 sedangkan laki-laki terdapat 24 orang. Untuk kategori sangat tinggi perempuan lebih rendah dari laki-laki. Perempuan terdapat 8 orang sedangkan laki-laki terdapat 12 orang. Pada kategori rendah perempuan dan laki-laki sama sama terdapat 8 orang yang berada dikategori rendah. Pada kategori sedang perempuan terdapat 7 orang dan laki-laki terdapat 2 orang. Dikategori sangat rendah hanya terdapat 1 orang yaitu perempuan.</p>
        <p id="_paragraph-43">Kategorisasi berikutnya adalah <italic id="_italic-111">sense of community</italic> berdasarkan asal organisasi.</p>
        <fig id="figure-panel-e4130e49a2be68cdda039913745f76d2">
          <label>Figure 7</label>
          <caption>
            <title>Gambaran <italic id="_italic-112">sense of community </italic>berdasarkan asal organisasi</title>
            <p id="paragraph-d9cfe0b9ef41034ecd0715743857b17e" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-ba0c490cbcd3e2a538ca2c8af4adc286" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="786 Ijins G7.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-46">Pada diagram diatas terlihat bahwa yang mendapat persentase tertinggi adalah kategori tinggi. Dimana HIMMPAS (54%), DASPA (52%) dan UMAHA (62%). Hal ini menunjukkan bahwa anggota organisasi mahasiswa pecinta alam (mapala) di kabupaten Sidoarjo mempunyai sense of community yang tinggi. Namun ada juga anggota organisasi yang mendapat sense of community rendah seperti pada organisasi HIMMPAS terdapat 4 anggota, DASPA terdapat 6 anggota, UMAHA terdapat 6 anggota.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-f5832cb98d546ddeebb84118dfbef0e4">
        <title>Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-47">Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sense of community pada anggota organisasi mahasiswa pecinta alam (mapala) di kabupaten Sidoarjo dalam kategori tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 57 anggota organisasi dari 103 anggota memiliki sense of community dalam kategori tinggi (55,3%), ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah anggtoa organisasi mahasiswa pecinta alam di kabupaten Sidoarjo memiliki tingkat <italic id="_italic-113">sense of community </italic>tinggi. Dari penilitian yang dilakukan oleh [11] menyatakan para anggota <italic id="_italic-114">guild/clan</italic> memiliki <italic id="_italic-115">s</italic><italic id="_italic-116">ense of community</italic>padakategori tinggi. Hal ini menunjukkan ada keterikatan di dalam para anggota komunitas, memiliki rasa berarti bagi komunitas dan anggota lainnya, serta yakin kebutuhannya akan terpenuhi jika mereka berkomitmen pada komunitas.</p>
        <p id="_paragraph-48">Berdasarkan hasil perhitungan terhadap data penelitian aspek-aspek sense of community, yang memperoleh nilai rata rata paling tinggi dengan nilai 3,07 adalah aspek <italic id="_italic-117">membership.</italic> Diketahui bahwa 45 responden memiliki <italic id="_italic-118">membership</italic> tinggi (43,7%), 30 responden memiliki <italic id="_italic-119">membership</italic> sangat tinggi (29,1%), 15 responden memiliki <italic id="_italic-120">membership</italic> rendah (14,6%), serta 11 responden memiliki <italic id="_italic-121">membership</italic> sedang (10,7%) dan 2 responden memiliki <italic id="_italic-122">membership </italic>sangat rendah (1,9%). Penilitian yang dilakukan oleh [11] yang memiliki nilai rata-rata paling tinggi adalah aspek <italic id="_italic-123">membership</italic>. Hal ini menunjukkan di dalam komunitas tersebut aspek <italic id="_italic-124">membership</italic> mempunyai peran penting dalam membentuk <italic id="_italic-125">sense of community</italic>. Menurut McMillan and Chavis aspek ini menggambarkan individu mempunyai rasa keterikatan pada komunitasnya dan merasa menjadi bagaian dari komunitas tersebut. Dalam hal ini anggota organisasi MAPALA di kabupaten Sidoarjo memiliki <italic id="_italic-126">sense of community </italic>yang tinggi menunjukkan bahwa anggota organisasi MAPALA di kabupaten Sidoarjo merasa aman berada di lingkungan organisasi yang membuat anggota organisasi akan memiliki kemauan dan komitmen untuk berkontribusi bagi organisai, anggota organisasi akan memiliki perasaan saling memiliki dan membuat anggota organisasi berfikir jika anggota organisasi adalah bagian dari organisasi.</p>
        <p id="_paragraph-49">McMillan dan Chavis [12], menyatakan bahwa <italic id="_italic-127">influence </italic>adalah individu dapat mempengaruhi anggota lain dan juga dapat mempengaruhi komunitasnya<italic id="_italic-128">.</italic> Pada aspek <italic id="_italic-129">influence</italic>, 49 anggota organisasi memiliki <italic id="_italic-130">influence</italic> tinggi (47,6%), 22 anggota organisasi memiliki <italic id="_italic-131">influence</italic> sangat tinggi (22,4%), 19 anggota organisasi memiliki <italic id="_italic-132">influence</italic> rendah (18,4%), 8 anggota organisasi memiliki <italic id="_italic-133">influence</italic> sedang (7,8%), dan 5 anggota organisasi memiliki <italic id="_italic-134">influence</italic> sangat rendah (4,9%). Hal ini menunjukkan bahwa anggota organisasi MAPALA di kabupaten Sidoarjo memiliki keyakinan terhadap dirinya bahwa anggota organisasi ini dapat mempengaruhi anggota lain untuk hal hal yang dapat mempertahankan dan mengembangkan nama dari organiasi ini, dan juga anggota organisasi memiliki keyakinan dapat mempengaruhi organisasi untuk kedepannya bisa berjalan sesuai aturan organisasi dan keinginan anggotanya.</p>
        <p id="_paragraph-50">Menurut McMillan dan Chavis [13] <italic id="_italic-135">integration and fullfillment need</italic> adalah perasaan bahwa kebutuhan anggota akan terpenuhi jika mereka berkmitmen terhadap komunitasnya. Pada aspek <italic id="_italic-136">integration and fullfillment need</italic>, setengah atau 52 dari 103 anggota organisasi memiliki <italic id="_italic-137">integration and fullfillment need</italic> dengan kategori tinggi (50,5%), 37 anggota organisasi memiliki <italic id="_italic-138">integration and fullfillment need</italic> sangat tinggi (26,2%), 13 anggota organisasi memiliki <italic id="_italic-139">integration and fullfillment need</italic> dengan kategori rendah (12,6%), serta 11 anggota organisasi memilki <italic id="_italic-140">integration and fullfillment need</italic> sedang (10,7%). Dalam hal ini, menunjukkan bahwa anggota organisasi MAPALA di kabupaten Sidoarjo memiliki <italic id="_italic-141">integration and fulfillment need</italic> dengan kategori tinggi. Bisa dilihat bahwa anggota organisasi merasa kebutuhannya dalam berorganisasi selama ini telah terpenuhi dari organisasi seperti kebutuhan ilmu, pengalaman, cerita, persaudaraan, wadah untuk menyalurkan hobi bagi para anggotanya.</p>
        <p id="_paragraph-51">Menurut McMillan dan Chavis [6] <italic id="_italic-142">shared emotional connection </italic>adalah adanya perasaan berbagi pengalaman atau kejadian penting dengan anggota lain pada waktu dan tempat secara bersama-sama. Pada aspek <italic id="_italic-143">shared emotional connection</italic>, 40 anggota organisasi memiliki <italic id="_italic-144">shared emotional connection</italic> tinggi (38,8%), 34 anggota organisasi memiliki<italic id="_italic-145"> shared emotional connection</italic> sangat tinggi (33,0%), 17 anggota organisasi memiliki <italic id="_italic-146">shared emotional connection</italic> rendah (16,5%), 11 anggota organisasi responden memiliki <italic id="_italic-147">shared emotional connection</italic> sedang (10,7%), dan 1 anggota organisasi responden memiliki <italic id="_italic-148">shared emotional connection</italic> sangat rendah (1,0%). Sejalan dengan penilitian yang dilakukan oleh [6] menyatakan bahwa <italic id="_italic-149">shared emotional connection </italic>yang tinggi subjek akan merasa mempunyai hubungan emosinal bersama yang dibentuk oleh pengalaman interaksi postif, berbagi pengalaman dan cerita bersama. Dalam hal ini, menunjukkan bahwa anggota organisasi MAPALA di kabupaten Sidoarjo memiliki <italic id="_italic-150">shared emotional connection</italic> dengan kategori tinggi. Anggota organsisai memiliki hubungan emosional bersama antar anggota yang mengarah pada pembentukan rasa kebersamaan. Hubungan emosional bersama seperti saling berbagi peristiwa peristiwa penting dalam organisasi akan membuat hubungan kebersamaan angota semakin erat.</p>
        <p id="_paragraph-52">Jika ditinjau dari jenis kelamin, ada persamaan kategori antara anggota organisasi yang berjenis kelamin laki-laki dengan anggota organisasi yang berjenis kelamin perempuan dimana pada hasil perhitungan tingkat sense of communityberada pada kategori tinggi 24 anggota organisasi laki-laki (52%) dan 33 anggota organisasi perempuan (58%). Sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh [9] hasil menunjukkan bahwa hanya kategori usia saja yang memiliki tingkat perbedaan sense of community warga. Sedangkan, jenis kelamin, lamanya tinggal warga, pekerjaan, tingkat pendidikan tidak menunjukkan perbedaan tingkat sense of community (tak ada pengaruhnya).</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-1697ad51f50661ce3e0ff771a37043d6">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-53">Berdasarkan hsail penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa <italic id="_italic-151">sense of community </italic>pada anggota organisasi MAPALA di kabupaten Sidoarjo 57 anggota organisasi dari 103 anggota dalam kategori tinggi, baik pada anggota organisasi berjenis kelamin laki-laki maupun anggota organisasi berjenis kelamin perempuan tidak ada perbedaan. Aspek <italic id="_italic-152">sense of community </italic>yang mendapat nilai paling tinggi adalah aspek <italic id="_italic-153">membership </italic>dengan rata rata nilai 3,07. Hal ini menunjukkan bahwa anggota organisasi MAPALA di kabupaten Sidoarjomerasa aman berada di lingkungan organisasi yang membuat anggota organisasi akan memiliki kemauan dan komitmen untuk berkontribusi bagi organisai, anggota organisasi akan memiliki perasaan saling memiliki dan membuat anggota organisasi berfikir jika anggota organisasi adalah bagian dari organisasi.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>