<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Liquidity, Capital Structure, Investment Decisions and Investment Opportunity Set (IOS) on Company Value</article-title>
        <subtitle>Likuiditas, Struktur Modal, Keputusan Investasi dan Investment Opportunity Set (IOS) Terhadap Nilai Perusahaan</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-89ae0c24719ffaf100a98c0683d5d7f0" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Damayanti</surname>
            <given-names>Hariani Oktavia</given-names>
          </name>
          <email>mayadamayanti2510@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-b52d2107061ea93b22ca314f8eb9df3e" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Nurasik</surname>
            <given-names>Nurasik</given-names>
          </name>
          <email>nurasik@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-11-14">
          <day>14</day>
          <month>11</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Nilai perusahaan merupakan gambaran dari kesejahteraan pemilik dan pemegang sahamnya. Nilai perusahaan yang tinggi akan membuat pasar percaya pada kinerja perusahaan serta menggambarkan semakin sejahtera pula pemiliknya [1]. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dikatakan bahwa nilai perusahaan sangat mempengaruhi minat investor untuk berinvestasi. Nilai perusahaan yang baik akan membuat investor yakin untuk menanamkan modalnya di tengah berbagai masalah internal maupun eksternal perusahaan. Untuk mendapatkan kepercayaan ini, perusahaan harus mampu membangun nilai yang baik serta menunjukkan kinerja yang maksimal selama periode tahun berjalan.</p>
      <p id="_paragraph-13">Faktor yang mempengaruhi nilai suatu perusahaan salah satunya adalah likuiditas. Likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk menggambarkan seberapa likuidnya suatu perusahaan serta kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar. Dengan kata lain, rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban yang segera jatuh tempo [2]. Likuiditas sangat berguna bagi pemegang saham maupun pemilik perusahaan karena likuiditas mampu menggambarkan kinerja perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-14">Berdasarkan penelitian [3], [4], dan [1] menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan dalam penelitian [5] dan [6] mendapatkan hasil yang menyatakan bahwa likuiditas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-15">Faktor lain yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah struktur modal. Struktur modal menggambarkan struktur keuangan perusahaan dimana modal yang didapat dari utang jangka panjang maupun modal sendiri. Struktur modal merupakan salah satu faktor internal perusahaan yang dapat menggambarkan pengelolaan keuangan perusahaan tersebut, termasuk aktivitas pendanaan. Struktur modal menunjukkan pemakaian utang perusahaan dalam mendanai kegiatan operasional perusahaan. Pengelolaan struktur modal sangatlah penting, sebab keputusan dalam penggunaan utang yang tinggi dapat meningkatkan nilai perusahaan yang dikarenakan adanya pengurangan atas pajak penghasilan [7].</p>
      <p id="_paragraph-16">Hasil penelitian terdahulu oleh [8], [9], dan [5] tentang struktur modal dan pengaruhnya pada nilai perusahaan, didapatkan hasil bahwa struktur modal berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun hasil ini tidak sesuai dengan hasil penelitian [10] dan [6] dimana pada kedua penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa struktur modal tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-17">Faktor selanjutnya yang juga dianggap mampu menjelaskan nilai suatu perusahaan adalah keputusan investasi. Keputusan investasi berhubungan langsung dengan kegiatan investasi perusahaan. Keputusan investasi berkaitan dengan proses pemilihan satu atau lebih alternatif investasi yang dinilai menguntungkan dari sejumlah alternatif investasi yang tersedia bagi perusahaan [11]. Menurut [12] jika perusahaan mampu menciptakan keputusan investasi yang tepat maka asset perusahaan akan menghasilkan kinerja yang optimal sehingga memberikan sinyal positif bagi investor yang nantinya akan meningkatkan harga saham dan nilai perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-18">Dalam penelitian [12], [13] dan [9] didapatkan hasil yang menyatakan bahwa keputusan investasi berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, dalam penelitian [14] hasil penelitian menyatakan bahwa keputusan investasi sama sekali tidak memiliki pengaruh pada nilai suatu perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-19">Faktor selanjutnya yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah <italic id="_italic-25">Investment Opportunity Set</italic> (IOS). <italic id="_italic-26">Investment Opportunity Set</italic> (IOS) merupakan sebuah kebijakan untuk berinvestasi yang menyangkut keputusan alokasi dana perusahaan yang berasal dari pihak eksternal perusahaan dengan berbentuk investasi yang bervariasi [15]. <italic id="_italic-27">Investment Opportunity Set</italic> (IOS) merupakan pilihan investasi masa depan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan aktiva perusahaan atau proyek yang memiliki <italic id="_italic-28">net present value</italic> yang positif. Sehingga IOS memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan karena keputusan investasi dalam bentuk kombinasi dari aktiva yang dimiliki (<italic id="_italic-29">assets in place</italic>) dan opsi investasi di masa yang akan datang, dimana IOS tersebut akan mempengaruhi nilai perusahaan [16].</p>
      <p id="_paragraph-20">Berdasarkan penelitian [17] dan [18] tentang <italic id="_italic-30">Investment Opportunity Set </italic>didapatkan hasil yang menyatakan bahwa adalah <italic id="_italic-31">Investment Opportunity Set</italic> (IOS) berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Namun dalam penelitian [6] disebutkan bahwa <italic id="_italic-32">Investment Opportunity Set</italic> (IOS) tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-21">Berdasarkan hasil penelitian-penelitian terdahulu yang telah disebutkan, banyak ditemukan GAP yang berbeda serta adanya inkonsistensi antara penelitian satu dengan yang lain. Variabel likuiditas, struktur modal, keputusan investasi dan <italic id="_italic-33">Investment Opportunity Set</italic> (IOS) masih dianggap berpengaruh dan tidak berpengaruh oleh sebagian peneliti yang lain. Sehingga peneliti tertarik untuk mengembangkan penelitian dengan objek yang sama namun dengan tahun yang berbeda dan waktu penelitian yang lebih lama yaitu selama 5 tahun. Oleh karena itu, peneliti mengambil judul “PENGARUH LIKUIDITAS, STRUKTUR MODAL, KEPUTUSAN INVESTASI DAN <italic id="_italic-34">INVESTMENT OPPORTUNITY SET</italic> (IOS) TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (STUDI PADA PERUSAHAAN <italic id="_italic-35">PROPERTY</italic> DAN <italic id="_italic-36">REAL ESTATE</italic> YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2016 – 2020”.</p>
      <p id="_paragraph-22">Rumusan Masalah</p>
      <p id="_paragraph-23">Rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini dapat dijabarkan dalam beberapa pertanyaan sebagai berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-f39af9ac87a5922f912324023be4d169">
        <list-item>
          <p>Apakah likuiditas berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan <italic id="_italic-37">property</italic> dan <italic id="_italic-38">real estate</italic> yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 - 2020?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah struktur modal berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan <italic id="_italic-39">property</italic> dan <italic id="_italic-40">real estate</italic> yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 – 2020?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah keputusan investasi berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan <italic id="_italic-41">property</italic> dan <italic id="_italic-42">real estate</italic> yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 - 2020?</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apakah <italic id="_italic-43">Investment Opportunity Set</italic> (IOS) berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan <italic id="_italic-44">property</italic> dan <italic id="_italic-45">real estate</italic> yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 - 2020?</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-24">Jenis Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-25">Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode kausal komparatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berkaitan dengan data berupa angka maupun pengukuran secara objektif.</p>
      <p id="_paragraph-26">Lokasi Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-27">Penelitian ini dilakukan terhadap laporan keuangan perusahaan setor <italic id="_italic-46">property</italic> dan <italic id="_italic-47">real estate</italic> yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016 sampai tahun 2020. Data penelitian ini didapat dari situs resmi Bursa Efek Indonesia pada laman http://www.idx.co.id periode 2016 – 2020.</p>
      <p id="_paragraph-28">Definisi Konseptual</p>
      <p id="_paragraph-29">Definisi konseptual dalam penelitian ini adalah penjelasan tentang pengaruh variabel yang mempengaruhi nilai perusahaan, diantaranya adalah likuiditas, struktur modal, keputusan investasi, dan <italic id="_italic-48">Investment Opportunity Set </italic>(IOS) pada perusahaan <italic id="_italic-49">property</italic> dan <italic id="_italic-50">real estate</italic> yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 – 2020.</p>
      <p id="_paragraph-30">Definisi Operasional</p>
      <p id="_paragraph-31">Definisi operasional penelitian ini akan berfokus pada variabel bebas yang mempengaruhi variabel terikat penelitian dengan cara mengukur dan menganalisis rasio-rasio yang ada dalam variabel bebas sehingga berpengaruh terhadap variabel terikat. Analisis yang dilakukan akan menggunakan uji analisis rasio maupun uji deskriptif.</p>
      <p id="_paragraph-32">Identifikasi Variabel</p>
      <p id="paragraph-72f67998c62b99e76a023e738f8fe705">a. Variabel terikat / variabel dependen</p>
      <p id="_paragraph-33">Variabel terikat dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan. Nilai perusahaan juga dapat dimaksudkan sebagai nilai pasar. Dalam penelitian ini, nilai perusahaan diukur dengan menggunakan rasio <italic id="_italic-51">Price Book Value</italic> (PBV).</p>
      <p id="_paragraph-34">PBV = <italic id="_italic-52">market price per share</italic></p>
      <p id="_paragraph-35">
        <italic id="_italic-53">book value per share</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-ddbdea2305ec6e82d956c84231de0173">b. Variabel bebas / variabel independen</p>
      <p id="paragraph-cd245c1ac1b29146b3a36fa4de6c127b">a) Likuiditas</p>
      <p id="_paragraph-36">Likuiditas merupakan komponen yang digunakan untuk menilai suatu perusahaan dalam memenuhi kewajibannya. Pada penelitian ini, likuiditas diproksikan oleh <italic id="_italic-54">Current Ratio</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-37"><italic id="_italic-55">Current Ratio</italic> = aktiva lancar / hutang lancar</p>
      <p id="paragraph-7d50c7dfdadaa24d6820e9d80169cd79">b) Struktur Modal</p>
      <p id="_paragraph-39">Struktur modal merupakan komponen yang digunakan untuk menggambarkan komposisi modal suatu perusahaan. Modal ini dapat berupa hutang jangka panjang, modal sendiri, maupun saham. Dalam penelitian ini, struktur modal digambarkan menggunakan <italic id="_italic-56">Debt Equity Ratio</italic> (DER).</p>
      <p id="_paragraph-40">DER = total utang / ekuitas</p>
      <p id="paragraph-d1d6a42642cf5a0a866486f470a3e1fc">c) Keputusan Investasi</p>
      <p id="_paragraph-42">Keputusan investasi berkaitan erat dengan pengambilan keputusan bagi investor untuk menilai investasi yang memiliki keuntungan tinggi dengan risiko terendah. Rasio yang dapat digunakan untuk mengukur variabel ini adalah <italic id="_italic-57">Price Earning Ratio</italic> (PER).</p>
      <p id="_paragraph-43">PER = harga per lembar saham / laba bersih per saham</p>
      <p id="paragraph-3d51517e752d77b2e9b39c097895052c">d) <italic id="_italic-58">Investment Opportunity Set</italic> (IOS)</p>
      <p id="_paragraph-45">Terdapat dua proksi yang dapat digunakan sebagai rasio IOS yaitu <italic id="_italic-59">Capital Expenditure To Book Value Asset</italic> (CAPBVA) dan Market <italic id="_italic-60">To Book Value Of Equity</italic> (MVBVE). Julianto dalam [6] mengatakan bahwa, CAPBVA menunjukkan adanya aliran tambahan modal saham perusahaan untuk tambahan aktiva produktif sehingga berpotensi terhadap pertumbuhan perusahan. Sedangkan [18] mengungkapkan bahwa, MVBVE adalah proksi IOS yang dilihat berdasarkan harga pertumbuhan perusahaan dari kemampuan perusahaan dalam memperoleh dan mengelola modal. IOS memberikan informasi tentang prospek keuntungan di masa depan.</p>
      <p id="_paragraph-46">CAPBVA = Ni. Buku AT t – Ni. Buku AT t-1 / total aktiva</p>
      <p id="_paragraph-48">MVBVE = jumlah saham beredar x <italic id="_italic-61">closing price / </italic>total ekuitas</p>
      <p id="_paragraph-50">Populasi</p>
      <p id="_paragraph-51">Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor <italic id="_italic-62">property</italic> dan <italic id="_italic-63">real estate</italic> yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 – 2020 sebanyak 64 perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-52">Sampel</p>
      <p id="_paragraph-53">Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode <italic id="_italic-64">purposive sampling</italic>. Metode <italic id="_italic-65">purposive sampling</italic> adalah metode pengambilan sampel dengan menentukan kriteria atau syarat-syarat yang dijadikan landasan dalam sampel yang dipilih.</p>
      <p id="_paragraph-54">Dalam penelitian ini, kriteria sampel yang dipilih antara lain:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-c08d85a8acea1661f68ac74070c32648">
        <list-item>
          <p>Perusahaan sektor <italic id="_italic-66">property</italic> dan <italic id="_italic-67">real estate</italic> yang telah terdaftar dan masuk dalam Bursa Efek Indonesia periode 2016 – 2020</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan sektor <italic id="_italic-68">property</italic> dan <italic id="_italic-69">real estate </italic>yang mempublikasikan laporan keuangan lengkap pada periode 2016-2020</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan sektor <italic id="_italic-70">property</italic> dan <italic id="_italic-71">real estate </italic>yang mendapatkan keuntungan atau tidak mengalami kerugian selama periode 2016 – 2020</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-55">Jenis dan Sumber Data</p>
      <p id="_paragraph-56">Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yang menjadi acuan dalam penelitian ini adalah neraca dan laporan keuangan perusahaan. Sumber data diperoleh dari laman resmi Bursa Efek Indonesia yang dapat diakses melalui <italic id="_italic-72">http://www.idx.co.id.</italic></p>
      <p id="_paragraph-57">Teknik Pengumpulan Data</p>
      <p id="_paragraph-58">Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Dokumen adalah catatan tertulis tentang berbagai kegiatan atau peristiwa pada waktu yang lalu [19]. Teknik dokumentasi merupakan metode pengumpulan data dengan menganalisis dokumen yang telah ada. Dokumen yang dimaksud adalah neraca dan laporan keuangan.</p>
      <p id="paragraph-7369a60a8e0b241fb19e99a2fb5f44b2">a. Likuiditas</p>
      <p id="_paragraph-59">Data untuk menghitung <italic id="_italic-73">Current Ratio</italic> dikumpulkan dari neraca. Aset lancar diambil pada sisi debet. Sedangkan utang lancar diambil dari sisi kredit.</p>
      <p id="paragraph-fec119114373652ef582957df65ed051">b. Struktur Modal</p>
      <p id="_paragraph-60">Data yang dikumpulkan untuk mengukur variabel struktur modal menggunakan rasio DER adalah dari neraca. Total utang dan ekuitas diambil pada sisi kredit.</p>
      <p id="paragraph-ba2a12f304b7f831f9180aab6b163f00">c. Keputusan Investasi</p>
      <p id="_paragraph-61">Data harga per lembar saham didapatkan dari situs resmi BEI. Sedangkan data laba bersih per saham didapatkan dari laba (rugi) per saham dasar pada laporan laba rugi.</p>
      <p id="paragraph-f40598a6ec4a0c2de03372e09536b3c7">d. <italic id="italic-1">Investment Opportunity Set</italic> (IOS)</p>
      <p id="_paragraph-62">Pada rasio CAPBVA, aset tetap dan total aktiva didapatkan dari neraca sebelah debet. Pada rasio MBVE, jumlah saham beredar dan harga jual saham didapatkan dari situs resmi BEI. Sedangkan total ekuitas didapat dari neraca sebelah kredit.</p>
      <p id="paragraph-3496c2ab12c24510249012998cb920fc">e. Nilai Perusahaan</p>
      <p id="_paragraph-63">Data yang dikumpulkan untuk mengukur variabel nilai perusahaan menggunakan rasio PBV adalah dari neraca. Harga saham (<italic id="_italic-75">market price per share</italic>) dan <italic id="_italic-76">book value per share</italic> diambil pada sisi kredit.</p>
      <p id="_paragraph-64">Teknik Analisis Data</p>
      <p id="_paragraph-65">Statistik Deskriptif</p>
      <p id="_paragraph-66">Statistik deskriptif adalah bentuk analisis data penelitian untuk menguji generalisasi hasil penelitian berdasarkan satu sampel [20]. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan program aplikasi pengolah data yaitu SPSS 25. Data yang diolah merupakan rasio dari variabel likuiditas, struktur modal, keputusan investasi, <italic id="_italic-77">Investment Opportunity Set</italic> (IOS) serta nilai perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-67">Uji Asumsi Klasik</p>
      <p id="paragraph-3d4d679db211e8a4e8ff076bb36b8d93">1. Uji Normalitas</p>
      <p id="_paragraph-68">Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui variabel pengganggu atau residual yang memiliki distribusi normal atau tidak dalam sebuah model regresi,. Modal regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal [21]. Uji normalitas yang digunakan adalah uji <italic id="_italic-78">Kolmogorov-Smirnov</italic> (K-S), dimana dasar pengambilan keputusan adalah nilai signifikasi atau nilai probabilitas. Apabila nilai signifikasi &gt; 0,05 maka data terdistribusi secara normal. Namun jika nilai signifikasi &lt; 0,05 maka data tidak terdistribusi normal [21].</p>
      <p id="paragraph-5cc1b901a032ea0726ae920810b20b5b">2. Uji Multikolinieritas</p>
      <p id="_paragraph-69">Uji mulkolinieritas merupakan alat uji model regresi untuk menemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Uji multikolinieritas dapat dilakukan dengan uji regresi, dengan nilai patokan VIF (<italic id="_italic-79">Variance Inflation Factor</italic>) dan nilai <italic id="_italic-80">tolerance</italic> [22].</p>
      <p id="_paragraph-70">Kriteria yang digunakan dalam uji multikolinieritas adalah:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-fd99e962ce2ec64bb428c91e816593d2">
        <list-item>
          <p>Apabila nilai VIF berada pada nilai 1 – 10 dan nilai <italic id="_italic-81">tolerance</italic> ≥ 0,10 maka tidak terdapat masalah multikolinieritas</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Apabila nilai VIF tidak berada pada nilai 1 – 10 dan nilai <italic id="_italic-82">tolerance </italic>≤ 0,10 maka terdapat masalah multikolinieritas</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-d948eb9ed6b9913debe36f0fb33a8bc6">3. Uji Heteroskedastisitas</p>
      <p id="_paragraph-71">Menurut [22] uji heteroskedastisitas merupakan alat uji model regresi untuk mengetahui ketidaksamaan variasi dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lainnya. Jika variasi dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah heteroskedastisitas atau tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.</p>
      <p id="_paragraph-72">Pada penelitian ini, uji <italic id="_italic-83">glejser</italic> digunakan untuk menguji heteroskedastisitas. Uji <italic id="_italic-84">glejser</italic> dilakukan dengan meregresi nilai absolut residual pada variabel independen. Hasil pengujian ini terlihat dari probabilitas signifikasi &gt; 0,05 yang tidak mengandung adanya heteroskedastisitas [21].</p>
      <p id="paragraph-3b27e2806d1c19e612c3680e2f0d86e5">4. Uji Autokorelasi</p>
      <p id="_paragraph-73">Menurut Singgih Santoso dalam [23] uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah dalam suatu regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu (residual) pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (periode sebelumnya). Menurut [21] model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi autokorelasi. Autokorelasi dalam suatu linier dapat mengganggu suatu model karena akan menyebabkan kebiasan pada kesimpulan yang diambil. Pada kemunculannya, [22] menyebutkan bahwa, “autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya”.</p>
      <p id="_paragraph-74">[22] selanjutnya menyebutkan bahwa pendeteksian autokorelasi dapat dilakukan dengan uji statistik Durbin-Watson dimana penilaiannya adalah sebagai berikut:</p>
      <p id="paragraph-536c6fb571a4031d972aa7e6ce6f6e62">a. Deteksi autokorelasi positif</p>
      <p id="_paragraph-75">Jika d &lt; dL maka terdapat autokorelasi positif</p>
      <p id="_paragraph-76">Jika d &gt; dU maka tidak terdapat autokorelasi positif</p>
      <p id="_paragraph-77">Jika dL &lt; d &lt; dU maka pengujian tidak ada kesimpulan yang pasti</p>
      <p id="paragraph-0863abec44aea5cfd37f213a550a8091">b. Deteksi autokorelasi negatif</p>
      <p id="_paragraph-78">Jika (4-d) &lt; dL maka terdapat autokorelasi negatif</p>
      <p id="_paragraph-79">Jika (4-d) &gt; dU maka tidak terdapat autokorelasi negatif</p>
      <p id="_paragraph-80">Jika dL &lt; (4-d) &lt; dU maka pengujian tidak ada kesimpulan yang pasti</p>
      <p id="_paragraph-81">Keterangan:</p>
      <p id="_paragraph-82">d = Nilai Durbin-Watson</p>
      <p id="_paragraph-83">dL = Batas bawah Durbin-Watson</p>
      <p id="_paragraph-84">dU = Batas atas Durbin-Watson</p>
      <p id="_paragraph-85">Regresi Linier Berganda</p>
      <p id="_paragraph-86">Uji regresi linier berganda berfungsi menguji rasio variabel dependen penelitian. Menurut [24] regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen. Secara umum, rumus analisis regresi linier berganda adalah:</p>
      <p id="_paragraph-87">Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4.1X4.1 + b4.2X4.2</p>
      <p id="_paragraph-88">Keterangan:</p>
      <p id="_paragraph-89">Y = Nilai perusahaan</p>
      <p id="_paragraph-90">a = Konstanta</p>
      <p id="_paragraph-91">b1 = Koefisien variabel likuiditas</p>
      <p id="_paragraph-92">X1 = Rasio likuiditas</p>
      <p id="_paragraph-93">b2 = Koefisien variabel struktur modal</p>
      <p id="_paragraph-94">X2 = Rasio struktur modal</p>
      <p id="_paragraph-95">b3 = Koefisien variabel keputusan investasi</p>
      <p id="_paragraph-96">X3 = Rasio keputusan investasi</p>
      <p id="_paragraph-97">b4.1 = Koefisien variabel <italic id="_italic-85">Investment Opportunity Set</italic> (CAPBVA)</p>
      <p id="_paragraph-98">X4.1 = Rasio <italic id="_italic-86">Investment Opportunity Set</italic> (CAPBVA)</p>
      <p id="_paragraph-99">b4.2 = Koefisien variabel <italic id="_italic-87">Investment Opportunity Set</italic> (MBVE)</p>
      <p id="_paragraph-100">X4.2 = Rasio <italic id="_italic-88">Investment Opportunity Set</italic> (MBVE)</p>
      <p id="_paragraph-101">Uji Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-102">Pengujian hipotesis dilakukan untuk menguji apakah hipotesis yang diberikan dapat diterima atau tidak. Pada penelitian ini, uji hipotesis akan dilakukan menggunakan uji koefisien determinasi (Rᵌ) dan uji T (uji regresi parsial).</p>
      <p id="paragraph-ec1a08286793a5710a705c09296457bd">1. Uji Koefisien Determinasi (Rᶟ)</p>
      <p id="_paragraph-103">Koefisien determinasi R digunakan untuk mengukur kemampuan suatu model dalam menerangkan variasi variabel dependen [21]. Koefisien determinasi dapat menunjukkan hubungan antara variabel independen dan dependen. Menurut [25] nilai koefisien determinasi / Rᶟ berada rentang angka nol (0) dan satu (1).</p>
      <list list-type="bullet" id="list-817c1e5a84d56761d522ea2e9b5f969d">
        <list-item>
          <p>Jika nilai koefisien determinasi mendekati angka nol (0), maka kemampuan variabel independen dalam menerangkan variabel dependen sangat terbatas.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jika nilai koefisien determinasi mendekati angka satu (1), maka kemampuan variabel independen dalam menerangkan variabel dependen semakin kuat.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-9bdd5badddd104b90a870944e50462c5">2. Uji t (Uji Regresi Parsial)</p>
      <p id="_paragraph-104">Tujuan dilakukannya uji t adalah untuk menguji signifikasi konstanta dan menguji pengaruh setiap variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji t menunjukkan besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara individual.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-6c6b4762adf43c246e7b041fbcefa187">
        <list-item>
          <p>Jika probabilitas &lt; nilai signifikasi (Sig &lt; 0,05), maka Ha diterima dan H<sub id="_subscript-1">0</sub> ditolak. Hasil ini juga menyatakan bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jika probabilitas &gt; nilai signifikasi (Sig &gt; 0,05), maka Ha ditolak dan H<sub id="_subscript-2">0</sub> diterima. Hasil ini juga menyatakan bahwa variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-105">Gambaran Bursa Efek Indonesia</p>
      <p id="_paragraph-106"><italic id="_italic-89">Indonesian Stock Exchange</italic> (IDX) atau yang lebih dikenal dengan nama Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah sebuah penggabungan antara Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Tujuan dalam bursa ini adalah untuk meningkatkan peran pasar modal dalam perdagangan saham dan perekonomian di Indonesia. Bursa Efek Indonesia menyediakan peluang saham dan investasi sehingga dapat membangun perekonomian yang kuat. Para pemangku kepentingan dapat mengakses perdagangan efek yang telah difasilitasi dengan teratur, wajar dan efisien.</p>
      <p id="_paragraph-107">Gambaran Objek Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-108">Perusahaan <italic id="_italic-90">property</italic> dan <italic id="_italic-91">real estate</italic> adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia jasa pembangunan kawasan terpadu dan dinamis. Produk di sektor ini sangat beragam, mulai dari perumahan, rumah toko (ruko), apartemen, pusat perbelanjaan, bangunan perkantoran <italic id="_italic-92">(office buildings)</italic>, dll.</p>
      <p id="_paragraph-109">Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan populasi perusahaan <italic id="_italic-93">property</italic> dan <italic id="_italic-94">real estate </italic>yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jumlah populasi yang diambil adalah sebanyak 64 perusahaan. Pengambilan sampel menggunakan teknik <italic id="_italic-95">purposive sampling</italic>, yaitu penentuan sampel berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.</p>
      <sec id="heading-243ae5bc400c824f5c4f77e7618611b8">
        <title>Analisis Data &amp; Hasil Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-111">Uji Statistik Deskriptif</p>
        <p id="_paragraph-112">Uji statistik deskriptif digunakan untuk menguji variabel independen yang terdiri dari variabel Likuiditas, Struktur Modal, Keputusan Investasi dan <italic id="_italic-96">Investment Opportunity Set</italic> (IOS). Sedangkan untuk variabel dependen yang diuji adalah variabel Nilai Perusahaan.</p>
        <p id="_paragraph-113">Tujuan dari uji ini adalah untuk mengetahui kualitas data penelitian yang dilihat dari nilai <italic id="_italic-97">mean</italic> dan standar deviasi. Jika nilai <italic id="_italic-98">mean</italic> lebih besar dari standar deviasi, maka kualitas data adalah baik. Semakin rendah standar deviasi, maka semakin besar keragaman sampel.</p>
        <p id="_paragraph-114">Berikut merupakan hasil uji statistik deskriptif dari variabel-variabel dependen dan independen dalam penelitian ini:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Deskriptif Satatistik</title>
            <p id="_paragraph-117" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-c7bce17486d0a42df3c5fece12c9ccd7">
                <td id="table-cell-0deadd1ef9dbe847ad29114c4039e734">Keterangan</td>
                <td id="table-cell-129f034c2e5ecec3de480f83680493b4">Sampel</td>
                <td id="table-cell-e1158848786242a103fdbffed3df916d">Nilai Min</td>
                <td id="table-cell-8ee480f9493ce43d7e62196b7f30d84e">Nilai Max</td>
                <td id="table-cell-91b8e38d98ae82423bf03ea80d5507fa">Nilai Mean</td>
                <td id="table-cell-e391cb75c262b990a58fc4fa67a929fe">Std. Deviasi</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a0a115ca66e8023f27c3f178bdd440b0">
                <td id="table-cell-057597119ad9cdb9450786ea6e35ed89">CR</td>
                <td id="table-cell-2e7d20f3689ce44ae2d29d2eaa63e286">50</td>
                <td id="table-cell-172f49ad6abbbcb404f1f48647b70510">0,88</td>
                <td id="table-cell-d0f82d71ad8eb865633386ea4cbbade5">12,75</td>
                <td id="table-cell-8b1ed4791fa19ac78b58a0a82b67ec8b">2,9034</td>
                <td id="table-cell-eeb3c2a6214ee3b21066b46c8a36308d">2,21559</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-22910fbfa98c1c483fca5c401eb6eac0">
                <td id="table-cell-633cbb5be8f4ae0796951d1469dab786">DER</td>
                <td id="table-cell-7128f86c90d35522ee512f23826bf332">50</td>
                <td id="table-cell-92508419ff5eabf39dfa91e2f2f9a5fd">0,04</td>
                <td id="table-cell-84551a674821a51da379eb116a437038">1,68</td>
                <td id="table-cell-5b48f746dcd5fa5bf9c894a594272079">0,6730</td>
                <td id="table-cell-2b6e49f66f0684d0e7c5c77f0ac9b227">0,44834</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b24b2d8c0808147c88a39e78921232e8">
                <td id="table-cell-dabbf1850757dc322dafc88e15ce8f4f">PER</td>
                <td id="table-cell-ad64496fb1d9658e85bd010e814976bd">50</td>
                <td id="table-cell-317bad6fb5591de68427b889f0dfff40">0,41</td>
                <td id="table-cell-92089ba8af97cd051d6d49be23b80673">81,12</td>
                <td id="table-cell-985e89df2723318eca18e440de6d59af">20,7938</td>
                <td id="table-cell-abcc18dd9de3d3fb116f73c5af192068">18,28669</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-91ae680e4dc69f79d5109d8bc91f218f">
                <td id="table-cell-677b1b8f6d63c814234e859a37a1dc4c">CAPBVA</td>
                <td id="table-cell-fd423d88d0d1066a5baeba3a2e204f97">50</td>
                <td id="table-cell-0e9b96c5ed64be3d4c1ffa791fd286d3">-10,75</td>
                <td id="table-cell-632ccbf01df12466d4e72fa71af1af10">53,66</td>
                <td id="table-cell-e0d00094126f1dac1560da20e874edb7">15,3962</td>
                <td id="table-cell-bbc82e0e96829cc6cacbd4d8bf1b15c8">12,50533</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-58e28f463a0ff06f4084354fc4858d01">
                <td id="table-cell-3e38fc51926ced81a3408508d04e7031">MBVE</td>
                <td id="table-cell-77db9e9921b18c429754fde51a8acc4e">50</td>
                <td id="table-cell-b9d2c3a3b366082a375214e5013b2451">0,11</td>
                <td id="table-cell-2be8a61bfebf60599610308bb1b4623d">2194,95</td>
                <td id="table-cell-0a942eae932b3b8948f623bc32acf0fb">761,1826</td>
                <td id="table-cell-2a2c91b89b3706fbed0f287a17a35c79">545,02465</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-731e3e842b33427dec8fce6982a431da">
                <td id="table-cell-560ef17d5e129c89fb73f584b53573ce">PBV</td>
                <td id="table-cell-c156b1002ca7a861c3d47ced7f5373ca">50</td>
                <td id="table-cell-9e101647ff1801d820c09f4645c3feac">0,16</td>
                <td id="table-cell-3b3c50879d2d5c3eb51b6451db478ef5">871,61</td>
                <td id="table-cell-a4b64e1017796b1eb525deeb581c48f6">249,7866</td>
                <td id="table-cell-b6a33b4ad9fcbed333613e2705d3a07e">232,94851</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-118">Tabel 4.3 menunjukkan hasil uji statistik deskriptif masing-masing variabel penelitian. Variabel dependen Nilai Perusahaan (PBV) menunjukkan nilai minimum 0,16 oleh PT. Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) tahun 2019. Nilai maksimum 871,61 oleh PT. Puradelta Lestari Tbk (DMAS) tahun 2020. Nilai rata-rata (<italic id="_italic-99">mean) </italic>dari variabel PBV adalah sebesar 249,7866 dan nilai standart deviasinya sebesar 232,94851.</p>
        <p id="_paragraph-119">Hasil statistik deskriptif dari variabel independen Likuiditas (CR) menunjukan nilai minimal 0,88 dari PT. Intiland Development Tbk (DILD) pada tahun 2017 dan nilai maksimum 12,75 dari PT. Puradelta Lestari Tbk (DMAS) tahun 2018. Nilai rata-rata (<italic id="_italic-100">mean) </italic>sebesar 2,9034 dan nilai standart deviasinya 2,21559.</p>
        <p id="_paragraph-120">Variabel independen Struktur Modal (DER) menampilkan nilai minimal 0,04 dari PT. Puradelta Lestari Tbk (DMAS) pada tahun 2018 dan nilai maksimum 1,68 dari PT. Agung Podomoro Land Tbk (APLN) tahun 2020. Nilai rata-rata (<italic id="_italic-101">mean) </italic>sebesar 0,6730 dan nilai standar deviasinya 0,44834.</p>
        <p id="_paragraph-121">Hasil pengujian variabel independen Keputusan Investasi (PER) menunjukan nilai minimal 0,41 dari PT. Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) pada tahun 2017 dan nilai maksimum 81,12 dari perusahaan PT. Suryamas Dutamakmur (SMDM) tahun 2020. Perolehan nilai rata-rata (<italic id="_italic-102">mean) </italic>20,7938 dengan nilai standart deviasinya 18,28669.</p>
        <p id="_paragraph-122">Hasil uji statistik deskriptif dari variabel independen <italic id="_italic-103">Investment Opportunity Set</italic> (CAPBVA) menampilkan nilai minimal -10,75 dari PT. Perdana Gapur Prima Tbk (GPRA) pada tahun 2020 dan nilai maksimum sebesar 53,66 dari PT. Duta Prima Tbk (DUTI) tahun 2016. Hasil nilai rata-rata (<italic id="_italic-104">mean) </italic>15,3962 dengan nilai standart deviasinya 12,50533.</p>
        <p id="_paragraph-123">Sedangkan variabel independen <italic id="_italic-105">Investment Opportunity Set</italic> (MBVE) menunjukan nilai minimal 0,11 dari PT. Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) pada tahun 2019 dan nilai maksimum 2194,95 dari PT. Pura Deltalestari Tbk (DMAS) tahun 2019. Perolehan nilai rata-rata (<italic id="_italic-106">mean) </italic>sebesar 761,1826 dengan nilai standart deviasinya 545,02465.</p>
        <p id="_paragraph-124">Uji Asumsi Klasik</p>
        <p id="paragraph-7c4a890fe4c550cf42a958aca60e63bc">1. Uji Normalitas</p>
        <p id="_paragraph-125">Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui kenormalan pada pendistribusian data. Model regresi yang baik harus mempunyai data yang terdistribusi normal. Untuk menguji normalitas data, penelitian ini menggunakan uji <italic id="_italic-107">One Sample Kolmogorov-Smirnov</italic> (OKS). Pengambilan kesimpulan didasarkan pada nilai residual, dimana data yang dianggap telah terdistribusi normal memiliki nilai <italic id="_italic-108">Asymp</italic>. Sig &gt; 0,05.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji One Sample Kolmogorov-Smirnov</title>
            <p id="_paragraph-128" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-33fed7d85fae6aafc29acd2e4f5b0d28">
                <td id="table-cell-7db4bab02329ee37f37d8ddd2933196b" />
                <td id="table-cell-5d47d35a82f13d34c90439fc9f2a81cf" />
                <td id="table-cell-5613dac4c16669d43234c7fe673a07e4">Unstandarized Residual</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8c557fbbd72eeb71bf5938b56dc4f967">
                <td id="table-cell-3821bff1a154dfc31919f8ed095b6aa5">N</td>
                <td id="table-cell-dbd39816daadc5297f7b4e48eb3a7188" />
                <td id="table-cell-468ba60a70ac74cc0cb7daed09f925dd">50</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-402bfe9de4b5f4344165cb3852007223">
                <td id="table-cell-003605553f4193acc977019f212e7579">Normal Parameters</td>
                <td id="table-cell-fe92078c3b42edb9b1a232ad5c6ca6b2">Mean</td>
                <td id="table-cell-d9a367ac85b6511d9373ccbd5c0be670">,0000000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0add0fb94fe090d6ef6a436d603ab2fa">
                <td id="table-cell-0595c80d6ef488931a7b962f6544c36a" />
                <td id="table-cell-1be2f039cc84fbab87b64707bd50dbb6">Std. Deviation</td>
                <td id="table-cell-dc42cd561f19361ed6b357d68f7ae8b3">24,09409234</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-321e9682c6771a29fd41f36656f28bd9">
                <td id="table-cell-c08a652a8676038d5118d344d8af2a2d">Most Extreme Differences</td>
                <td id="table-cell-e0db22b8bb36053fe1b5a3d4ddff23dc">Absolute</td>
                <td id="table-cell-7623fd8cd6f1e9f520c2115007b013ed">,095</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3a571f079cb1aa557fd0c476da68fc65">
                <td id="table-cell-1bf6e984891588fa9efd9e5440adf694" />
                <td id="table-cell-f7cdcb29e264acce48d944fd29355666">Positive</td>
                <td id="table-cell-2e5d6514873fe78a745b3a3ad09a6c7f">,084</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e81d91eaad5d68f97bfe3ec47f79383b">
                <td id="table-cell-b000c26fd51be3ddfac1602e7b377e39" />
                <td id="table-cell-3ed660179eddad43a39151bed4febf4e">Negative</td>
                <td id="table-cell-c740587925464a8f863727b58c24ea00">-,095</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8c47ec54246ba99fb99f5426b88a7703">
                <td id="table-cell-d1bdc8fea7e2c02d7b213cc3b3c0b83b">Test Statistic</td>
                <td id="table-cell-18af0cc261e5cd9bef002f4a2e7314e6" />
                <td id="table-cell-a13467bce02c25081ee2e524d2c94f29">,095</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8937e5c7c80ce2d93e4ce9d2ff4b6ea3">
                <td id="table-cell-8eabf4485fcc4e40b0e323169f492282">Asymp. Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-e119e9096119797e1ce611c7d3728a74" />
                <td id="table-cell-993789288f9b9cd27c1eee74c3943e55">,200c,d</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-129">Berdasarkan hasil pengujian <italic id="_italic-110">Kolmogorov-Smirnov</italic> tersebut, dapat dilihat nilai <italic id="_italic-111">Asymp</italic>. Sig berada di atas nilai signifikasi yaitu sebesar 0,200. Hal ini membuktikan bahwa nilai <italic id="_italic-112">Asymp</italic>. Sig &gt; 0,05 yang artinya data pada penelitian ini telah terdistribusi secara normal. Hasil tersebut konsisten dengan hasil analisis grafik histogram dan grafik normal p-plot, yang digambarkan di bawah ini:</p>
        <fig id="figure-panel-c6cba90bcdb1532e44a86c921d9a8dc3">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title>Grafik Histogram Normality</title>
            <p id="paragraph-02b531f267e20c5a51603780701246f3" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-c6b4c873054c7bb8cdbaeca3b0955f86" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="764 Ijins G1.png" />
        </fig>
        <fig id="figure-panel-cbbd50ca08a92fb5f6f9ddfbe6fba78b">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Normalitas dengan Grafik Normality Probability Plot</title>
            <p id="paragraph-e50238fbc145fb3cbb3c1631ddbfa0aa" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-86b25e3ee82e756755966f915578a415" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="764 Ijins G2.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-134">Pada gambar 4.1, bentuk lengkungan yang simetris tidak condong ke kanan ataupun ke kiri. Sehingga hal ini menunjukkan jika data telah terdistribusi normal. Demikian pula dengan hasil yang ditunjukkan pada gambar 4.2, dimana penyebaran data mengikuti atau sejajar dengan arah garis diagonal. Data yang sejajar dengan garis diagonal dapat dikatakan sebagai normalitas dan telah memenuhi asumsi normalitas.</p>
        <p id="paragraph-821719355c9fc601f932cfe3e90885a4">2. Uji Multikolinieritas</p>
        <p id="_paragraph-135">Tujuan dari uji multikolinieritas adalah untuk mengetahui hubungan atau korelasi diantara variabel independen yang diujikan. Untuk mendeteksi apakah terdapat multikolinieritas dalam suatu pengujian, maka dasar pengambilan dipilih dengan melihat angka <italic id="_italic-113">tolerance value</italic> dan <italic id="_italic-114">Variance Inflation Factor</italic> (VIF). Multikolnieritas terjadi apabila nilai <italic id="_italic-115">tolerance value </italic>&lt; 0,10 dan nilai VIF &gt; 10. Jika nilai <italic id="_italic-116">tolerance value </italic>&gt; 0,10 dan nilai VIF &lt; 10, maka tidak terjadi multikolinieritas diantara variabel independen.</p>
        <p id="paragraph-5053d5524565d563e97555ce703ff44d">Coefficients<sup id="superscript-eb5a364a9125b1b824e85fd5bf3fd29a">a</sup></p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Multikolinieritas</title>
            <p id="_paragraph-138" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-73e1f9962402e6fea403ab43aee8e6bf">
                <td id="table-cell-ea33fe24093b331f1073f982886b56d5" rowspan="2" colspan="2">Model</td>
                <td id="table-cell-e63a9b34bb320f74eecf2549b063e733" colspan="2">Collienarity Statistics</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6293c286a72972f83efd55c958060d19">
                <td id="table-cell-fbffab5d90314fd29c82c7b6f35430c3">Tolerence</td>
                <td id="table-cell-49798b087a1eb5c219aaaf0064ff2f2c">VIF</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1e895a9e2af5632fdd1d14f9793f7a46">
                <td id="table-cell-eaf82a5ce7abe2057b66f11ba1ea9ca4" rowspan="6">1</td>
                <td id="table-cell-bac3424200d922af672eb1ffcbef5d4d">(Constant)</td>
                <td id="table-cell-c66ffacfdcb80fd7aff4f4f2da4f56b6" />
                <td id="table-cell-65f556c827e35dabcbe954bb8745c451" />
              </tr>
              <tr id="table-row-9f55ee4be0ec563c2a7444a5647b59ae">
                <td id="table-cell-b1beda5b921762b6e8b3730019324dba">CR</td>
                <td id="table-cell-fbc04d969cd3d535819a3a43dcbca77d">,628</td>
                <td id="table-cell-468c2344e0fa29ee4ce911f8792707a1">1,593</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cabb1e509df1afef93ccfa0bce0fc784">
                <td id="table-cell-140ce96f35c9f2725b1f8c74d328fad1">DER</td>
                <td id="table-cell-e17784e6cd254d63688ed20ffa96998f">,567</td>
                <td id="table-cell-8fdcc6d5c2ec925d8d311700dbbb90e1">1,764</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-10b39ed318e36168ea18993e35f2c3c5">
                <td id="table-cell-3e4ab88ef6b91e37fc8df6b3215fa4ae">PER</td>
                <td id="table-cell-9ad3238018018e28d36e9788ec4a1cb2">,841</td>
                <td id="table-cell-529be818659b35a5dec0627d6e48d419">1,189</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-16b644674cdf42594fab2602fd6b7d08">
                <td id="table-cell-1618f0347757a83efdc4a2027bce60ab">CAPBVA</td>
                <td id="table-cell-d1f472deb0d09a6a82285763f639ea9f">,832</td>
                <td id="table-cell-62aa0ba6aee6d302bbd1a03c2ef48ec8">1,202</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-74c20a6c3f4c6977f7b014a03627d2e6">
                <td id="table-cell-16d70a973525dadd40ffe0d7a9fa22c7">MBVE</td>
                <td id="table-cell-bd6fdc76c5a47e80ca40e5d74cde5361">,924</td>
                <td id="table-cell-12d8673041ced6fc67a8e14905a0d84f">1,082</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-139">Berdasarkan hasil tabel 4.5 di atas, hasil pengujian multikolinieritas menunjukkan nilai <italic id="_italic-117">tolerance</italic> <italic id="_italic-118">value</italic> &gt; 0,10. Dibuktikan dengan nilai <italic id="_italic-119">tolerance value</italic> CR sebesar 0,628; DER sebesar 0,567; PER sebesar 0,841; IOS (yang diproksikan dengan CAPBVA) sebesar 0,832 dan 0,924 (diproksikan oleh MBVE).</p>
        <p id="_paragraph-140">Hasil uji tersebut juga menunjukkan nilai VIF &lt; 10, dimana nilai VIF CR sebesar 1,593; DER sebesar 1,764; PER sebesar 1,189; IOS (yang diproksikan dengan CAPBVA) sebesar 1,202 dan 1,082 (diproksikan oleh MBVE).</p>
        <p id="_paragraph-141">Dengan hasil pengujian tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah multikolinieritas. Sehingga hubungan antar variabel dianggap tidak memiliki korelasi.</p>
        <p id="paragraph-d35ee31dc95a2bdde9d2bb546f2f966d">3. Uji Heteroskedastisitas</p>
        <p id="_paragraph-142">Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kesamaan variansi dari residual satu variabel ke variabel yang lain. Sebuah model regresi yang dianggap baik jika model regresi tersebut tidak terjadi heteroskedastisitas atau terjadi homoskedastisitas. Hal ini dapat dilihat dari pola yang terbentuk pada grafik <italic id="_italic-120">scatterplot</italic> ataupun melalui uji <italic id="_italic-121">glejser.</italic></p>
        <p id="_paragraph-143">Pada pengujian heteroskedastisitas menggunakan uji <italic id="_italic-122">glejser</italic>, kriteria pengujian didasarkan pada nilai probabilitas signifikasi. Jika nilai signifikasi &gt; 0,05 maka model regresi tersebut tidak mengandung adanya heteroskedastisitas. Berikut ini adalah hasil dari uji <italic id="_italic-123">glejser</italic> yang telah dilakukan:</p>
        <p id="paragraph-8f05dbaa2b200f875f9af61b2792b3e8">Coefficients<sup id="superscript-a4d761be58ea27536592bc5a5bd5197f">a</sup></p>
        <table-wrap id="table-figure-d0800c1750ca75131a3b1a5bb72b5edc">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Glejser</title>
            <p id="paragraph-8e7feffd9f5ca7919c9cd3e73dc5548b" />
          </caption>
          <table id="table-cae04fe8525629d0c555f2549e1fa43a">
            <tbody>
              <tr id="table-row-11da32237b8bd8ad3376cb43b373b5cc">
                <td id="table-cell-ba13c1e443ad7affa70a2631aa4864ab" colspan="2">Model</td>
                <td id="table-cell-7548a57c1de967c5e5d00dffe538d7f9">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-20c62b8b046c384f3095310b49b98a95">
                <td id="table-cell-7bdaa92b6f419b2d9684a13ae77faa63" rowspan="6">1</td>
                <td id="table-cell-b0b86b7383deb98273faf1c7f14815e9">(Constant)</td>
                <td id="table-cell-e5d57ef971d4742c812d0e6eaeea8929">,002</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9f6246739ec80ab75bc10cd57ca52c15">
                <td id="table-cell-86d1624e7be27d0dca7a97e683fa4a81">CR</td>
                <td id="table-cell-8110d096ad5c4e1e695a51e45b1cb05e">,481</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-778a5395aef6bab18be9f5de09773b87">
                <td id="table-cell-196f63e77c35a2a9c0f2c53ca7d981c5">DER</td>
                <td id="table-cell-dd4ceb02393dacda2445b0e4f96cb8b9">,276</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-71f8e50d3706db8e6ac600bb810d9c91">
                <td id="table-cell-48bf3fc963d66d6db2304fb644707594">PER</td>
                <td id="table-cell-d996f9af76dd0176bcc6bf26afbf9eac">,245</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-87056092088cfaedd3e7fb8bcecad03d">
                <td id="table-cell-78bda06ba8db18be793350a069debfe3">CAPBVA</td>
                <td id="table-cell-03eac0f4f33f6d07ec2b9b327cbbfe56">,149</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-184eb761f2354686b1c2f0f8984cc4e5">
                <td id="table-cell-49d665e7661bd49eb7663c2cb8adc154">MBVE</td>
                <td id="table-cell-67021f64f2b55315354ca2cd2195455e">,533</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-147">Berdasarkan tabel 4.6 di atas, pengujian heteroskedastisitas dengan uji <italic id="_italic-124">glejser</italic> mendapatkan hasil nilai signifikasi di atas 0,05. Nilai signifikasi untuk variabel likuiditas (CR) bernilai 0,481. Nilai signifikasi variabel struktur modal (DER) bernilai 0,276. Variabel keputusan investasi (PER) mendapatkan hasil nilai signifikasi sebesar 0,245. Sedangkan variabel <italic id="_italic-125">investment opportunity set</italic> yang diproksikan dengan CAPBVA dan MBVE bernilai masing-masing 0,149 dan 0,533. Hasil tersebut membuktikan bahwa model regresi tersebut tidak mengalami heteroskedastisitas. Pernyataan tersebut sejalan dengan grafik <italic id="_italic-126">scatterplot</italic> di bawah ini:</p>
        <fig id="figure-panel-b7510cc68cd0e8850891c0935095270a">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot</title>
            <p id="paragraph-41574be1c60e46789427e9275fb88171" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-2c3737ba501075fe038964bbfce000e1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="764 Ijins G3.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-150">Grafik <italic id="_italic-128">scatterplot</italic> yang terdapat pada gambar 4.3 menunjukkan pola atau titik-titik yang menyebar. Penyebaran ini terlihat berada di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa model regresi tersebut tidak terdapat adanya gejala heteroskedastisitas.</p>
        <p id="paragraph-4d44b7e23bf84018715365daed8554ac">4. Uji Autokorelasi</p>
        <p id="_paragraph-151">Tujuan dari uji autokorelasi adalah untuk mendeteksi ada atau tidaknya pengganggu pada periode t dengan periode t-1 (periode sebelumnya). Autokorelasi muncul jika data penelitian menggunakan waktu yang berurutan dan saling berkaitan satu dengan yang lain. Model regresi dikatakan baik apabila tidak terjadi autokorelasi. Hal ini dapat dilihat dengan menggunakan uji Durbin-Watson.</p>
        <p id="_paragraph-152">Uji Durbin-Watson digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi dari suatu data penelitian. Dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:</p>
        <list list-type="bullet" id="list-b37d19c67da10def5bc992fe63550c52">
          <list-item>
            <p>Jika d &lt; dL atau d &gt; 4-dL, maka terjadi autokorelasi</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Jika dU &lt; d &lt; 4-dU, maka tidak terjadi autokorelasi</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Jika dL &lt; d &lt; dU atau 4-dU &lt; d &lt;4-dL, maka tidak ada ada kesimpulan</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="_paragraph-153">Hasil uji Durbin-Watson dapat dilihat pada tabel berikut:</p>
        <p id="paragraph-01d4440fe27b5c703902d4ff5cb7a481">Model Summary<sup id="superscript-1">b</sup></p>
        <table-wrap id="table-figure-64bdad6a821492a0af43fd0a19724347">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Durbin-Watson</title>
            <p id="paragraph-17eaf9298831915d3b3de5fb940201a6" />
          </caption>
          <table id="table-b47caefd03f94365409c8bdf6bec0585">
            <tbody>
              <tr id="table-row-4a9c3e5653b8432704c346c8041bec0d">
                <td id="table-cell-f7cbf750f53fe36c79ffdbf63d889a2e">Model</td>
                <td id="table-cell-b32e5e1511209f736163000a3e1dfdd5">R</td>
                <td id="table-cell-e27fabbc79abe7bf21fb42bf956788e1">R Square</td>
                <td id="table-cell-580f031bd558ca4b971f003819169843">Adjusted R Square</td>
                <td id="table-cell-da1433a72f42e7ce37d8c037ef70f623">Std. Error of the Estimate</td>
                <td id="table-cell-843d7e3135020e27fa83bcb84a446338">Durbin-Watson</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-760ae40cdb17970911bc239ef5356b6d">
                <td id="table-cell-a98dcf491c7faf0ae05058abd76cde35">1</td>
                <td id="table-cell-6697d18f717652a6b82eb1ccbc00b4c3">,840<sup id="superscript-f5ac61f51a2c16aa43c91aa95c56fd0a">a</sup></td>
                <td id="table-cell-1c3357ca9c6f2fb63e80a654d51673fe">,705</td>
                <td id="table-cell-c7a0782a1c70c6abf16650f6de54b505">,672</td>
                <td id="table-cell-bd35bee60c2c9ea7eb185261ca8aeffb">133,41646</td>
                <td id="table-cell-d9180f7ee90423d5da3980d802c0c624">1,780</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1111f68d80814f76d0e2bfd83901fcbb">
                <td id="table-cell-fc82470f8d5b4c7ff6ab9c7105ed1e18" />
                <td id="table-cell-4b3d300c9329a7e8245ef6f15d77782f" />
                <td id="table-cell-4cd96b3a5dd0018e5a4a3d31322054d6" />
                <td id="table-cell-fed69727d285f5f76a0d928c71ef3f77" />
                <td id="table-cell-b936a29add14e9e00b1ab5605ac3e548" />
                <td id="table-cell-98abc093965d06154b1420957f05d1db" />
              </tr>
              <tr id="table-row-33855627a6b816f3e5ef698ca0c827ca">
                <td id="table-cell-f78080ea0814e9e75ffaf240d1ceea3a" />
                <td id="table-cell-35943519d0550d5c5fc50ac99d09e7c4" />
                <td id="table-cell-dff7526b99dd65ffff63fcdbe8f0910a" />
                <td id="table-cell-84a96ee58292f0e5a644fc4f463ce6f6" />
                <td id="table-cell-8f2ef1714236ada7d713a7b055a3db2a" />
                <td id="table-cell-dcc9e2becc3273dd61a76d4c2a0995e5" />
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-157">Berdasarkan tabel di atas, nilai Durbin-Watson adalah sebesar 1,780. Nilai dU adalah 1,7708 dan nilai 4-dU yang didapat adalah 2,2292. Hal ini membuktikan bahwa nilai dU &lt; d &lt; 4-dU, sehingga dapat dikatakan jika tidak terdapat adanya autokorelasi.</p>
        <p id="_paragraph-158">Regresi Linier Berganda</p>
        <p id="_paragraph-159">Analisis regresi linier berganda bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh dua atu lebih variabel dependen terhadap variabel independen.</p>
        <p id="paragraph-0c21deb8d3a72824f6c45dd580b21f7f">Coefficients<sup id="superscript-f97c212592c8c1e25d6aa9150aad4149">a</sup></p>
        <table-wrap id="table-figure-1192be7865849dc4d0001360d12467ec">
          <label>Table 6</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Regresi Linier Berganda</title>
            <p id="paragraph-c066cb8df87f1cfeebfb32d7a077c529" />
          </caption>
          <table id="table-ef298b6ccb59ec5dd4405868b2ea6d51">
            <tbody>
              <tr id="table-row-1244a547732c4b66416fd4f71a82a9f1">
                <td id="table-cell-1a220037174c7e3509a16044e1d3ef90">Model</td>
                <td id="table-cell-b99237c78ddeb6a59ac657e9c072d208" />
                <td id="table-cell-622abb924a23db0ff5f11711194308bb">Unstandardized B</td>
                <td id="table-cell-a76b6801fee058516e44b1c8515123a0">Coefficients Std. Error</td>
                <td id="table-cell-548f434c7fb16ab31d2e7d726e537c71">Standardized Coefficients Beta</td>
                <td id="table-cell-a19a930590fd9b3a9257c08ed02d160b">T</td>
                <td id="table-cell-d798453afcd3727812cc5339c9f6d155">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5e1ac2d5f493c2d87bf6cc406e160f26">
                <td id="table-cell-04156484b7a41a49c0ece1bbedc182f5">1</td>
                <td id="table-cell-205811ff3208b907a84fe79afe1ae7a4">(Constant)</td>
                <td id="table-cell-ce920d2fdc83145bf6fed6b0d2091426">79,448</td>
                <td id="table-cell-3ca18ebfbbacf35958712330587a2c27">75,244</td>
                <td id="table-cell-34fee196d60196141fc81603a7d3ac23" />
                <td id="table-cell-0c8412fcfa7d133c9cd09712d84cfa52">1,056</td>
                <td id="table-cell-93703c15aded1f7e07bd9e80a09d2a36">,297</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0dc690c63636704bb8f693d9778eb31c">
                <td id="table-cell-c052e089027fb6be96de6d65c3668168" />
                <td id="table-cell-b1444f745dcd11cf344d2ea2a2e41560">CR</td>
                <td id="table-cell-56532549748c1d3d1528681a2df1863a">-4,368</td>
                <td id="table-cell-4e51ff0165ba6e2af1cd6a1a9cc2ed78">10,856</td>
                <td id="table-cell-459fbe9d63ef4b38642a2e26d33f4434">-,042</td>
                <td id="table-cell-242c8b4af444432c93c9ccd45d69d10b">-,042</td>
                <td id="table-cell-f135eea6e2613e7167df2c6ec941408b">,689</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2535e3267d4fc61bc4058e98434c47ff">
                <td id="table-cell-5dae46735375905bde13e376beafaa7a" />
                <td id="table-cell-52e8cffe843f9d40ae8f967a13c94986">DER</td>
                <td id="table-cell-80586e4fa88f97db8c7c03a41e4a8528">1,187</td>
                <td id="table-cell-404de0cda4612836f021031c979d98e3">56,462</td>
                <td id="table-cell-b9326aad574abefa895894757ebef1e2">,002</td>
                <td id="table-cell-c3164a5932f64c568d28f4307a3488cd">,021</td>
                <td id="table-cell-eaa1dc8ffc85c5933588499e07ecd5bd">,983</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a3879b21ebcc010c41e88299d0f9c1f3">
                <td id="table-cell-8b6c86e66a1928a72cb84eded70f0601" />
                <td id="table-cell-e896b07344c36032c96edaa79421238e">PER</td>
                <td id="table-cell-58d8000bf98db3ed5e623da8c3b5f861">6,447</td>
                <td id="table-cell-ce7e1ae156268431e08a00c5ca5eea47">1,136</td>
                <td id="table-cell-40d308ec1be810030d1b5ed9eeab04c5">,506</td>
                <td id="table-cell-cd1149d128e464b738ee6761fecafb1e">5,673</td>
                <td id="table-cell-17c3dca9895e215eade048d8f8c6d45e">,000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-877bd355f57e6fdbfea65a1d5655b2a3">
                <td id="table-cell-98d1c2531e2953c6916451d842ee1544" />
                <td id="table-cell-a3b5eadd647eeb73eb8afe285fd5c25d">CAPBVA</td>
                <td id="table-cell-be153730b25cbc8aebc37d22eb653eb8">,136</td>
                <td id="table-cell-3a29dad0c54969a99998179fd0be0184">1,671</td>
                <td id="table-cell-f704d71bc6573001238b5fbcaacfcb56">,007</td>
                <td id="table-cell-b67b4baed9623595d08335cff1aed1d6">7,081</td>
                <td id="table-cell-9dbcf77ff0fa22b27e964da5d2238336">,000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f81c71ab2f28942edbe48cbf96ce59a6">
                <td id="table-cell-7b919cabd73ddbbef5999c1106195848" />
                <td id="table-cell-a06e10156d9dcb4f30c105742d157697">MBVE</td>
                <td id="table-cell-f12870a225e6128c68da1edc6275fb82">,310</td>
                <td id="table-cell-37766e75a637d86e2ba57c80744216ce">,036</td>
                <td id="table-cell-744d944cd177c05a43ffbc507510763a">,725</td>
                <td id="table-cell-87ffb55c0d604f1ae1ac02770e118532">8,516</td>
                <td id="table-cell-e87ec6e313c0b7d1ec6641d28b5d8b35">,000</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-163">Dari analisis regresi yang telah dilakukan, diperoleh koefisen setiap variabel untuk membentuk suatu persamaan regresi. Sehingga variabel X terhadap Y dapat diformulasikan dengan model persamaan sebagai berikut :</p>
        <p id="_paragraph-164">PBV = 79,448 – 4,368 X <sub id="_subscript-3">1</sub> + 1,187 X <sub id="_subscript-4">2</sub> + 6,447 X <sub id="_subscript-5">3</sub> + 0,136 X <sub id="_subscript-6">4.1 </sub>+ 0,310 X <sub id="_subscript-7">4.2 </sub>+ e</p>
        <p id="_paragraph-165">Ringkasan dari hasil regresi linier berganda di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:</p>
        <p id="paragraph-944b0ee3500f78adff78dd0fd503d996">a. Konstanta (a)</p>
        <p id="_paragraph-166">Nilai konstanta (a) menyatakan bahwa nilai perusahaan (PBV) mengalami kenaikan sebesar 79,448 dengan asumsi bahwa variabel independen dianggap konstan.</p>
        <p id="paragraph-6186d8dbffb6a6e3f824d7121eb0a55e">b. Koefisien Regresi</p>
        <list list-type="bullet" id="list-213f250797d6a133b6cbf2015217ab9a">
          <list-item>
            <p>Nilai koefisien regresi variabel Likuiditas (X<sub id="_subscript-8">1</sub>) sebesar -4,368 menunjukkan bahwa, apabila ada penurunan yang terjadi pada Likuiditas perusahaan sebesar satu satuan, maka akan mengakibatkan penurunan Nilai Perusahaan sebesar -4,368 satuan, dengan variabel independen lain dianggap konstan.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Nilai koefisien regresi variabel Struktur Modal (X<sub id="_subscript-9">2</sub>) sebesar 1,187 menunjukkan bahwa, apabila ada peningkatan yang terjadi pada Struktur Modal perusahaan sebesar satu satuan, maka akan mengakibatkan peningatan nilai perusahaan sebesar 1,187 satuan, dengan variabel independen lain dianggap konstan.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Nilai koefisien regresi variabel Keputusan Investasi (X<sub id="_subscript-10">3</sub>) sebesar 6,447 menunjukkan bahwa, apabila ada peningkatan yang terjadi pada Keputusan Investasi perusahaan sebesar satu satuan, maka akan mengakibatkan peningatan nilai perusahaan sebesar 6,447 satuan, dengan variabel independen lain dianggap konstan.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Nilai koefisien regresi variabel <italic id="_italic-129">Investement Property Set</italic> CAPBVA (X<sub id="_subscript-11">4.1</sub>) sebesar 0,136 menunjukkan bahwa, apabila ada peningkatan yang terjadi pada <italic id="_italic-130">Investement Property Set</italic> CAPBVA perusahaan sebesar satu satuan, maka akan mengakibatkan peningatan nilai perusahaan sebesar 0,136 satuan, dengan variabel independen lain dianggap konstan, sedangkan Nilai koefisien regresi variabel <italic id="_italic-131">Investement Property Set</italic> MBVE (X<sub id="_subscript-12">4.2</sub>) sebesar 0,310 menunjukkan bahwa, apabila ada peningkatan yang terjadi pada <italic id="_italic-132">Investement Property Set</italic> MBVE perusahaan sebesar satu satuan, maka akan mengakibatkan peningatan nilai perusahaan sebesar 0,310 satuan, dengan variabel independen lain dianggap konstan.</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="_paragraph-167">Uji Hipotesis</p>
        <p id="paragraph-236c3dd4a9adf2a77614c05b083212e3">1. Uji Koefisien Determinasi (R<sup id="superscript-02d7653e91e7f0ff1b768516e7abc09f">2</sup>)</p>
        <p id="_paragraph-168">Dalam menguji hipotesis, uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengetahui seberapa besar variabel independen (likuiditas, struktur modal, keputusan investasi dan <italic id="_italic-133">Investment Opportunity Set</italic>) dalam menjelaskan variabel dependen (nilai perusahaan). Uji koefisien determinasi didasarkan pada nilai adjusted R<sup id="_superscript-10">2</sup>, dimana semakin dekat nilai adjusted R<sup id="_superscript-11">2</sup> pada nilai 1, maka variabel independen tersebut semakin kuat dalam menjelaskan variabel dependen. Hasil pengujian koefisien determinasi (R<sup id="_superscript-12">2</sup>) dapat dilihat dalam tabel berikut:</p>
        <table-wrap id="table-figure-52432b312363b53295ee502e829994b1">
          <label>Table 7</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Koefisien Determinasi (Rᶟ)</title>
            <p id="paragraph-10dd6f3d94941767d7ff38f2cad271cb" />
          </caption>
          <table id="table-35dad5acb11906d06fcc75576772fa9d">
            <tbody>
              <tr id="table-row-a69d678745f305c9a9be663df3f7fa1f">
                <td id="table-cell-24ecefd3b3f4a6b41b0b4601a74a6199">Model</td>
                <td id="table-cell-f229effa576fcd1958f28aa5e322e7b6">R</td>
                <td id="table-cell-94a2be1d7624ef0db6fba421ec28cc0a">R Square</td>
                <td id="table-cell-cfe55f460d8414552e9e1e36949eda8e">Adjusted R Square</td>
                <td id="table-cell-9aa59d715dedfa6bccb997c62bfa2e0b">Std. Error of the Estimate</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3ca5a5540ea0d2c7b27c6378efa2ee3c">
                <td id="table-cell-4b1b10ce12e9611757817c8879d44120">1</td>
                <td id="table-cell-a3fddb32501e9202d31b409871cf97f9">,840a</td>
                <td id="table-cell-d294478d3543404c2253725cc8f65f1c">,705</td>
                <td id="table-cell-c722de328a3e773d63e57f80517b8bcb">,672</td>
                <td id="table-cell-3f8415f44a77495db24486f23a5f3c61">133,41646</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2e8fbc6c7e92a4100133c7e33dff766e">
                <td id="table-cell-6b513d4f84dc7e51351fee998cd5a4df" />
                <td id="table-cell-caf9b132f2c3667b28722ab3f323cfa7" />
                <td id="table-cell-2b7978d468db88059d0c8ba20683e46a" />
                <td id="table-cell-0083e440e2ed9f0e490d3cf91970ebf5" />
                <td id="table-cell-1259bb39262b4130bce8a76cb79bfb18" />
              </tr>
              <tr id="table-row-5c6a70e567bf538c8c18f257292f72a6">
                <td id="table-cell-120a64bffb58da5627144f9e38939a6d" />
                <td id="table-cell-2ecadcb8c4ad20c89b2dbd68a3351696" />
                <td id="table-cell-9ec4ee2870723f1fb2ee4336c59dfa78" />
                <td id="table-cell-8e5357ff00084683163ca0f820f7b9c6" />
                <td id="table-cell-d9b7a77361b8aea0e9e795218b67e945" />
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-172">Berdasarkan tabel 4.9 dapat diketahui bahwa nilai adjusted R<sup id="_superscript-14">2</sup> adalah sebesar 0,672. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai perusahaan dari sektor <italic id="_italic-134">property</italic> dan <italic id="_italic-135">real estate</italic> yang telah terdaftar di BEI selama periode 2016 – 2020, dapat dijelaskan dengan variabel independen likuiditas, struktur modal, keputusan investasi dan <italic id="_italic-136">Investment Opportunity Set</italic> yang diharapkan sebesar 67,2%. Sisanya sebesar 32,8% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini, seperti Probabilitas [4], Solvabilitas [3], <italic id="_italic-137">Return On Equity </italic>[8], <italic id="_italic-138">Leverage</italic> [4], dll.</p>
        <p id="paragraph-d144dc84a614c8c618e5949f3e969f8f">2. Uji Parsial / Uji t</p>
        <p id="_paragraph-173">Uji parsial atau uji t bertujuan untuk mengatahui pengaruuh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Dasar pengambilan keputusan pada uji t adalah nilai signifikasi dan perhitungan , dimana jika nilai signifikasi &lt; α = 5% maka H<sub id="_subscript-13">0</sub> ditolak dan H<sub id="_subscript-14">1</sub> diterima. Dalam Uji t, variabel independen memiliki pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen jika :</p>
        <p id="_paragraph-174">t<sub id="_subscript-15">hitung</sub> &gt; t<sub id="_subscript-16"> tabe</sub><sub id="subscript-78d2d4f68e12b205cddbd10229fcc24b">l</sub></p>
        <p id="_paragraph-175">(t<sub id="_subscript-17">tabel </sub>dapat diperoleh dari tabel t pada tingkat signifikan 5%, dengan derajat kebebasan. df = n – k – 1, dimana n = 50, k = 5). Berikut adalah hasil dari uji t yang telah dilakukan:</p>
        <table-wrap id="table-figure-3b2c0bd6a7e51d54abe4689f7ddbe71f">
          <label>Table 8</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Parsial / Uji t</title>
            <p id="paragraph-be03b44421acc0cb1f0102a6e49ccf35" />
          </caption>
          <table id="table-ca7ba3b3aaa025fd260398caed72f6be">
            <tbody>
              <tr id="table-row-e615cf1247b4991569f7e5f418a87adb">
                <td id="table-cell-b6d9e251cc26cd3851765d3c14decd0c" colspan="2">Model</td>
                <td id="table-cell-ca15c4dd3b044921378b4b693227e630">Unstandardized B</td>
                <td id="table-cell-cf64bcff8fc8aaf34c5fdabfe7b8d1d5">Coefficients Std. Error</td>
                <td id="table-cell-b39b93bf959edb6050e0cf443fc20bb7">Standardized Coefficients Beta </td>
                <td id="table-cell-38fc0cd011f3c68a97d50b59aa34c4bb">t</td>
                <td id="table-cell-cb784c42cb8affe5bef9bc0fd1b1d087">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2f62e4e676ed14664e9ef024020d7e68">
                <td id="table-cell-a027f628f685720105fc0e39ad6d7b27">1</td>
                <td id="table-cell-a7e815b56cca24c66e6e0f1c6cde5d0f"> (Constant) </td>
                <td id="table-cell-32479c859a15a2e464648ef90d0d35c1"> 79,448 </td>
                <td id="table-cell-ffd8335c4db84cac2b70e2617e03c428"> 75,244 </td>
                <td id="table-cell-17fe47b6b71341b2363c7473506c1495" />
                <td id="table-cell-4aec12264842d7a90777b7bc6d08d005"> 1,056 </td>
                <td id="table-cell-0c81bd1cb80db923cf206cf87fd6c8e4"> ,297 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-19320613d5d9461c439b347d7a15e461">
                <td id="table-cell-25714589ef87a65a52d015e1eea834fb" />
                <td id="table-cell-2f2447edf41fdb7e530d0fb71fefa2ef"> CR </td>
                <td id="table-cell-1569fd4fd484eb529a2e2e9fc59bbfab"> -4,368 </td>
                <td id="table-cell-2c5c676b10fb338a1d9279655cdeb29e"> 10,856 </td>
                <td id="table-cell-0ca9ea702513dc824e07af7016a685c2"> -,042 </td>
                <td id="table-cell-67263ea7e5735fa73bdb64b17c6bf542"> -,402 </td>
                <td id="table-cell-d0334d97753dfef62aca06860c737024"> ,689 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8208d39d38ebc052f509e6dee10b010c">
                <td id="table-cell-c0996df86a69d06e2bd25ba395268f3d" />
                <td id="table-cell-c57a82087a8e1f05f4090ab07c461abd"> DER </td>
                <td id="table-cell-9a8821c1ca60d9864ff83ff6fa38afa1"> 1,187 </td>
                <td id="table-cell-be29d1945074c63f29e6b57e7e58c2d4"> 56,462 </td>
                <td id="table-cell-2a902b772b502d8c8260f01b2797f16d"> ,002 </td>
                <td id="table-cell-666e6f1b738d8dcdfeace70612276af8"> ,021 </td>
                <td id="table-cell-e87856ceef0d680f12094c36495df850"> ,983 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4ac10fe1c2177788232bf3ace6fd979e">
                <td id="table-cell-52da976449baa8acf54ec8b7e3c6a635" />
                <td id="table-cell-1ac0bc685009ae00ecc1ec73b9cff54a"> PER </td>
                <td id="table-cell-24046cc0a226f590cc80b0ba673f7531"> 6,447 </td>
                <td id="table-cell-d1fb1305a76d33ccc715eb357f1602ca"> 1,136 </td>
                <td id="table-cell-9d0680fa8065e3751065a76899225a44"> ,506 </td>
                <td id="table-cell-48550cc3c853b971bbe1a0cdba082d89"> 5,673 </td>
                <td id="table-cell-e880e9e2d6089ab79b3cad680d79a490"> ,000 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d84ccfbc1e8e305c5bc4275e2967eb46">
                <td id="table-cell-7593f4a5ac6b0f8a4dd5d7d468df16ad" />
                <td id="table-cell-a922962b1688608eafa2233eed95006f"> CAPBVA </td>
                <td id="table-cell-41df608354163eb16ad40870b524ca39"> ,136 </td>
                <td id="table-cell-27b16c8a460328c5b1cbf7cc11d07df1"> 1,671 </td>
                <td id="table-cell-c4120aa6d7efa3677f7e6fa85517d3e8"> ,007 </td>
                <td id="table-cell-733c05debce881aa8bc00eaa33ff9572"> 7,081 </td>
                <td id="table-cell-f52d720f98e6711f5cd7402a2e8541d3"> ,000 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-34150c22c7ff4177f7bbeefed1a52388">
                <td id="table-cell-8382b701895b77da7760200b466772ab" />
                <td id="table-cell-f4f938f93142c81b5c1f2d9d73cdd9da"> MBVE </td>
                <td id="table-cell-94cb4fb05d4c18e0fe6b5fdfa5900a45"> ,310 </td>
                <td id="table-cell-f1a700be9cb6351eda646a41cef09f34"> ,036 </td>
                <td id="table-cell-80fcefbf527d09c1ad67c9c7b1f88b7d"> ,725 </td>
                <td id="table-cell-5054636b1d1298e9c96bc51e10c92b71"> 8,516 </td>
                <td id="table-cell-e4ba4675676b18f26c1a4258232e8792"> ,000 </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-179">Berdasarkan tabel 4.10 di atas, dapat disimpulkan bahwa :</p>
        <list list-type="bullet" id="list-dd9b9c6958c5579e957c84bb3f12ece8">
          <list-item>
            <p>Uji t antara Likuiditas dengan Nilai Perusahaan menunjukkan bahwa nilai t hitung = -0,402 lebih kecil dari t tabel 2,015 (df = 44, α = 5% / 2 = 0,025) dari tabel tersebut juga diperoleh signifikasi sebesar 0,689 yang berarti signifikasi lebih dari 0,05. hal ini menunjukkan bahwa Likuiditas tidak berpengaruh secara parsial terhadap Nilai Perusahaan atau diartikan dengan H<sub id="_subscript-18">0 </sub>diterima dan H<sub id="_subscript-19">1 </sub>ditolak.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Uji t antara Struktur Modal dengan Nilai Perusahaan menunjukkan bahwa nilai t hitung = 0,021 lebih kecil dari t tabel 2,015 (df = 44, α = 5% / 2 = 0,025) dari tabel tersebut juga diperoleh signifikasi sebesar 0,983 yang berarti signifikasi lebih dari 0,05. hal ini menunjukkan bahwa Struktur Modal tidak berpengaruh secara parsial terhadap Nilai Perusahaan atau diartikan dengan H<sub id="_subscript-20">0 </sub>diterima dan H<sub id="_subscript-21">1 </sub>ditolak.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Uji t antara Keputusan Investasi dengan Nilai Perusahaan menunjukkan bahwa nilai t hitung = 5,673 lebih besar dari t tabel 2,015 (df = 44, α = 5% / 2 = 0,025) dari tabel tersebut juga diperoleh signifikasi sebesar 0,000 yang berarti signifikasi kurang dari 0,05. hal ini menunjukkan bahwa Keputusan Investasi berpengaruh secara parsial terhadap Nilai Perusahaan atau diartikan dengan H<sub id="_subscript-22">0 </sub>ditolak dan H<sub id="_subscript-23">1 </sub>diterima.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Uji t antara <italic id="_italic-139">Investement Opportunity Set</italic> dengan Nilai Perusahaan yang menggunakan dua indikator variabel yaitu CAPBVA yang menunjukkan bahwa nilai t hitung = 7,081 lebih besar dari t tabel 2,015 (df = 44, α = 5% / 2 = 0,025) dari tabel tersebut juga diperoleh signifikasi sebesar 0,000 yang berarti signifikasi lebih kecil dari 0,05 dan MBVE yang menunjukkan bahwa nilai t hitung = 8,516 lebih besar dari t tabel 2,015 (df = 44, α = 5% / 2 = 0,025) dari tabel tersebut juga diperoleh signifikasi sebesar 0,000 yang berarti signifikasi lebih kecil dari 0,05 hal ini menunjukkan bahwa kedua indikator tersebut berpengaruh secara parsial terhadap Nilai Perusahaan atau diartikan dengan H<sub id="_subscript-24">0 </sub>ditolak dan H<sub id="_subscript-25">1</sub> diterima.</p>
          </list-item>
        </list>
      </sec>
      <sec id="heading-e2682dad829f15a54cc138a89f935efc">
        <title>Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-181">Berdasarkan hasil uji hipotesis uji t untuk masing-masing pengaruh variabel independen dan variabel dependen maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut ini:</p>
        <p id="paragraph-87f4c7eb6f611cd79a9f0f99c8f8c288">1. Pengaruh Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan</p>
        <p id="_paragraph-182">Berdasarkan uji t yang telah dijabarkan pada tabel 4.10, likuiditas (CR) memiliki t<sub id="_subscript-26">hitung</sub> sebesar -0,402 dan nilai signifikasi 0,689. Hal ini menunjukkan bahwa t<sub id="_subscript-27">hitung </sub>&lt; t<sub id="_subscript-28">tabel </sub>dan signifikasi t &gt; 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak, artinya likuiditas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.</p>
        <p id="_paragraph-183">Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian [6] dan [5] yang menyatakan bahwa likuiditas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Menurut [6], semakin tinggi likuiditas perusahaan yang di atas titik optimal justru akan menurunkan nilai perusahaan karena adanya aset yang menganggur yang tidak dimanfaatkan manajemen perusahaan secara optimal. Sedangkan menurut [5] investor terkadang tidak memperhatikan likuiditas perusahaan karena rasio tersebut hanya menunjukkan kemapuan perusahaan untuk menutupi hutang lancar dengan aktiva lancar perusahaan. Sehingga posisi likuiditas tidak diperhitungkan investor dalam berinvestasi.</p>
        <p id="paragraph-32f4d239d0388a76a3ee781222a28de5">2. Pengaruh Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan</p>
        <p id="_paragraph-184">Berdasarkan uji t yang telah dijabarkan pada tabel 4.10, struktur modal (DER) memiliki t<sub id="_subscript-29">hitung</sub> sebesar 0,021 dan nilai signifikasi 0,983. Hal ini menunjukkan bahwa t<sub id="_subscript-30">hitung </sub>&lt; t<sub id="_subscript-31">tabel </sub>dan signifikasi t &gt; 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak, artinya struktur modal tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.</p>
        <p id="_paragraph-185">Penelitian ini mendukung hasil penelitian dari [10] dan [6] yang menyatakan bahwa struktur modal tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan.</p>
        <p id="_paragraph-186">Penggunaan utang yang tinggi selain berdampak positif juga menimbulkan dampak negatif. Risiko yang dihadapi perusahaan yang menggunakan utang tinggi dalam mereka memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi. Utang yang besar dikhawatirkan tidak dapat dipenuhi sehingga dapat membuat perusahaan terancam pailit. Risiko tersebut dapat memberikan penilaian negatif terhadap perusahaan.</p>
        <p id="paragraph-f70208f4a3af66b1c3e188343cc90710">3. Pengaruh Keputusan Investasi Terhadap Nilai Perusahaan</p>
        <p id="_paragraph-187">Berdasarkan uji t yang telah dijabarkan pada tabel 4.10, keputusan investasi (PER) memiliki t<sub id="_subscript-32">hitung</sub> sebesar 5,673 dan nilai signifikasi 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa t<sub id="_subscript-33">hitung </sub>&gt; t<sub id="_subscript-34">tabel </sub>dan signifikasi t &lt; 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima, artinya keputusan investasi berpengaruh terhadap nilai perusahaan.</p>
        <p id="_paragraph-188">Keputusan Investasi yang diindikasikan dengan PER mengukur ekspresi investor dan penilaian pasar terhadap kinerja perusahaan. Bagi investor, nilai PER yang lebih besar dari rata-rata industri sejenis menunjukkan bahwa peluang pertumbuhan perusahaan bernilai baik. Pertumbuhan perusahaan yang baik akan memberi sinyal positif dalam peningkatan nilai pasar saham di masa depan sehingga dapat menarik minat banyak investor untuk menanamkan modal.</p>
        <p id="_paragraph-189">Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, penelitian ini mendukung hasil penelitian [9] dimana keputusan investasi berpengaruh terhadap nilai perusahaan.</p>
        <p id="paragraph-2ac5304396692ca0ab4929547f81bc23">4. Pengaruh <italic id="_italic-140">Investment Opportunity Set </italic>(IOS) Terhadap Nilai Perusahaan</p>
        <p id="_paragraph-190">Berdasarkan uji t yang telah dijabarkan pada tabel 4.10, <italic id="_italic-141">Investment Opportunity Set</italic> yang diindikasikan oleh CAPBVA memiliki t<sub id="_subscript-35">hitung</sub> sebesar 7,081 dan nilai signifikasi 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa t<sub id="_subscript-36">hitung </sub>&gt; t<sub id="_subscript-37">tabel </sub>dan signifikasi t &lt; 0,05. Sedangkan <italic id="_italic-142">Investment Opportunity Set</italic> yang diindikasikan oleh MBVE memiliki t<sub id="_subscript-38">hitung</sub> sebesar 8,516 dan nilai signifikasi 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa t<sub id="_subscript-39">hitung </sub>&gt; t<sub id="_subscript-40">tabel </sub>dan signifikasi t &lt; 0,05. Sehingga hal ini dapat disimpulkan bahwa H4 diterima, artinya <italic id="_italic-143">Investment Opportunity Set</italic> (IOS) berpengaruh terhadap nilai perusahaan.</p>
        <p id="_paragraph-191">Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian [18] dan [17] tentang pengaruh <italic id="_italic-144">Investment Opportunity Set</italic> (IOS) terhadap nilai perusahaan. Nilai CAPBVA dan MBVE menunjukkan perusahaan mampu mengelola tambahan modal saham perpusahaan untuk meningkatkan aktiva produktif sehingga berpotensi dalam meningkatkan pertumbuhan perusahaan. Perusahaan dengan nilai pasar yang tinggi dinilai baik oleh investor karena dapat memberikan return yang baik melalui harga saham yang tinggi.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-193">Penelitian ini meneliti tentang pengaruh likuiditas, struktur modal, keputusan investasi dan <italic id="_italic-145">Investment Opportunity Set</italic> (IOS) terhadap nilai perusahaan. Objek pada penelitian ini adalah perusahaan sektor <italic id="_italic-146">property</italic> dan <italic id="_italic-147">real estate</italic> yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2016 – 2020. Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-5c626bfe593d6a605a49137a10d55d3c">
        <list-item>
          <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan sektor <italic id="_italic-148">property</italic> dan <italic id="_italic-149">real estate</italic> yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 – 2020.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel struktur modal tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan sektor <italic id="_italic-150">property</italic> dan <italic id="_italic-151">real estate</italic> yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 – 2020.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keputusan investasi berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan sektor <italic id="_italic-152">property</italic> dan <italic id="_italic-153">real estate</italic> yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 – 2020.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel <italic id="_italic-154">Investment Opportunity Set</italic> (IOS) berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan sektor <italic id="_italic-155">property</italic> dan <italic id="_italic-156">real estate</italic> yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 – 2020.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>