<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Fixed Asset Intensity, Leverage, Company Size and Sales Growth Against Tax Avoidance in Food and Beverage Manufacturing Companies</article-title>
        <subtitle>Intensitas Aset Tetap, Leverage, Ukuran Perusahaan dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-b246b3a994be9bd6a9a9c7ec6a1c5783" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Mafridah</surname>
            <given-names>Septa Dina</given-names>
          </name>
          <email>septadinamafridah@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-d3a468f104d461cd0878189991b76a2e" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Ernandi</surname>
            <given-names>Herman</given-names>
          </name>
          <email>hermanernandi@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-11-14">
          <day>14</day>
          <month>11</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="paragraph-623994596da748d5a7a444af26852bc5">Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam sangat melimpah, tetapi pendapatan atas sumber daya alam tersebut dirasa masih tidak mencukupi pengeluaran negara. Pendapatan terbesar yang diperoleh negara adalah berasal dari penerimaan pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak. Bagi negara, penerimaan pajak sangatlah memiliki manfaat yang sangat besar seperti untuk kemajuan negara dan pengembangan fasilitas serta infrastruktur. Hal itu terlihat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang kurang lebih 70% adalah berasal dari sektor pajak, sedangkan sisanya berasal dari sumber lain, antara lain penerimaan bukan pajak dan hibah . Oleh karena itu, pajak menjadi fokus pemerintah karena merupakan tumpuan terbesar di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara .</p>
      <p id="paragraph-456a7b796b4a4af6ea3254fd64cccb70">Pajak menurut Undang-Undang No. 16 Tahun 2009 adalah kontribusi wajib pajak kepada negara yang terutang oleh pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Oleh karena itu, pelaksanaan dan pengelolaan pajak sangat diatur oleh pemerintah guna untuk mempertahankan penerimaan negara.</p>
      <p id="paragraph-8ad1f1d9cfd4e4e48c8d40cc1e1e3d13">Pemerintah yang dalam hal ini Direktorat jenderal pajak terus berusaha dalam mengoptimalkan penerimaan pajaknya demi mempercepat pembangunan nasional. Namun upaya pemerintah dalam mengoptimalkan penerimaanya masih terdapat kendala yaitu berupa ketidakpatuhan dalam membayar kewajiban perpajakan, karena terdapat perbedaan kepentingan antara pemerintah dengan wajib pajak. Bagi perusahaan, pajak menjadi sesuatu hambatan dalam mendapatkan laba secara maksimal, karena pajak dalam perusahaan merupakan suatu beban yang akan mengurangi laba bersih. Sehingga perusahaan selalu menginginkan pembayaran pajak seminimal mungkin.</p>
      <p id="paragraph-1929afbd205fef31389fefa14c033bbc">Fakta dilapangan menunjukkan masih tingginya angka penghindaran pajak yang dilakukan oleh perusahaan di Indonesia. Maraknya fenomena yang sering terjadi dalam hubungannya dengan praktik penghindaran pajak sehingga beberapa peneliti terdahulu berupaya untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi <italic id="_italic-20">tax avoidance</italic> perusahaan. Salah satu celah yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan dalam melakukan tax avoidance terhadap jumlah pajak perusahaan yaitu melalui pemanfaatan beban depresiasi yang melekat pada intensitas aset tetap perusahaan. K epemilikan aset tetap yang tinggi menghasilkan beban depresiasi atas aset tetap yang besar pula.</p>
      <p id="paragraph-c7f8c5d50a55a17f675d206f9385b7e3">Penelitian yang dilakukan oleh [ 1 ] menyatakan bahwa intensitas aset tetap berpengaruh positif terhadap <italic id="_italic-21">tax avoidance</italic>. Perusahaan yang memiliki proporsi yang besar dalam aset tetap akan membayar pajaknya lebih rendah, dikarenakan perusahaan mendapatkan keuntungan dari depresiasi yang melekat pada aset tetap yang dapat mengurangi beban pajak perusahaan.</p>
      <p id="paragraph-49028bffdfe423c2ffcb5defd2c61656">Adanya indikasi perusahaan dalam melakukan penghindaran pajak dapat dilihat dari kebijakan pendanaan yang diambil oleh perusahaan. Salah satu kebijakan pendanaan adalah kebijakan <italic id="_italic-22">leverage</italic> yaitu tingkat hutang yang digunakan perusahaan untuk membiayai seluruh aktivitas operasinya. Penambahan jumlah hutang akan menyebabkan adanya beban bunga yang harus dibayar oleh perusahaan. Terdapat beberapa penelitian yang meneliti pengaruh ukuran perusahaan terhadap tax avoidance, seperti yang dilakukan oleh [ 2] yang menyimpulkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap penghindaran pajak , sedangkan penelitian yang dilakukan oleh [ 3] menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak.</p>
      <p id="paragraph-617b7df995f684db5f21262333d2913c">Faktor lain yang diduga mendorong perusahaan untuk melakukan praktik tax avoidance yaitu pertumbuhan penjualan. Perusahaan yang mengalami pertumbuhan penjualanakan mengakibatkan profitabilitas suatu perusahaan juga meningkat. Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penjualan, maka aset perusahaan juga harus ditambah. Dalam upaya untuk menambah asetnya, perusahaan melakukan praktik <italic id="_italic-23">tax avoidance</italic> karena disisi lain laba yang meningkat akibat pertumbuhan penjualan menyebabkan beban pajak yang ditanggung perusa haan juga ikut bertambah.</p>
      <p id="paragraph-0b331204183d7b20f919b541038083fa">Perusahaan dapat mengoptimalkan dengan baik sumber daya yang ada dengan melihat penjualan dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan penjualan memiliki peranan yang sangat penting dalam manajemen modal kerja. Penelitian ini menggunakan pengukuran pertumbuhan penjualan karena dapat menggambarkan baik atau buruknya tingkat pertumbuhan penjualan suatu perusahaan. Perusahaan dapat memprediksi seberapa besar profit yang akan diperoleh dengan melihat besarnya pertumbuhan penjualan. Peningkatan pertumbuhan penjualan cenderung akan membuat perusahaan mendapatkan profit yang besar, dan oleh sebab itu perusahaan akan cenderung untuk melakukan praktik <italic id="_italic-24">tax avoidance</italic> . Penelitian dari [4 ] menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance.</p>
      <p id="paragraph-8ae9be169ef41ff081b570c4ff67bff3">Penelitian-penelitian yang telah dilakukan tersebut masih memiliki ketidak konsistenan dalam mempengaruhi tax avoidance sehingga mendorong peneliti kembali melakukan pengujian tentang pengaruh intensitas aset tetap, leverage, ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan terhadap tax avoidance.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-13">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="heading-729fa697f41f393202b44808637b4003">A. Pendekatan Penelitian</p>
      <p id="paragraph-c56ff7d89705d89fc995d2030b5e9ae1">Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif, karena untuk menyajikan gambaran mengenai variabel-variabel yang diteliti serta untuk menunjukkan hubungan antara variabel-variabel yang diteliti.Sedangkan Penelitian deskriptif menurut [5 ] adalah Metode penelitian yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan variable mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan variabel itu sendiri dan mencari hubungan dengan variabel lain. Sedangkan penelitian verifikatif adalah metode penelitian melalui pembuktian untuk menguji hipotesis hasil penelitian deskriptif dengan perhitungan statistika sehingga didapat hasil pembuktian yang menunjukan hipotesis ditolak atau diterima.</p>
      <p id="paragraph-796e4c469ef06e3dd0b0a90caa946b1b">B. Rancangan Penelitian</p>
      <p id="paragraph-c2322dd32c1454654f05d0ea0cb86df7">Sesuai dengan jenis data yang diuji penelitian ini yaitu dengan mengambil sampel dari populasi untuk dijadikan obyek penelitian. Berikut rancangan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti.</p>
      <fig id="figure-panel-d2263c21f2730cf9f5ba42d8f7ec1e23">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Rancangan Penelitian</title>
          <p id="paragraph-6dce1075d5e16b6d65531099b34c96a7" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-a1e6d17582b2d98f928e0d4272d663ef" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="757 Ijins G1.png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-c483c71a3bacab177a9cb0d3c1a4588a">C. Variabel Penelitian</p>
      <p id="paragraph-16c25b7bcc5f68e093fb751fb2c6128f">1. Variabel Dependen</p>
      <p id="_paragraph-14">Tax Avoidance adalah suatu usaha meringankan beban pajak dengan tidak melanggar undang-undang yang ada.</p>
      <p id="_paragraph-15">Pajak dibayar tunai</p>
      <p id="_paragraph-16">CETR= (Pajak dibayar tunai/Laba sebelum pajak) x 100%</p>
      <p id="paragraph-a7bf8c7f6f887fb222eb47fcd46256f2">2. Variabel Dependen</p>
      <p id="paragraph-a61fac64d4b752d8cafcd3cac4c625f2">1) Intensitas Aset Tetap</p>
      <p id="paragraph-67e50c34f5027defc3218883a64d67e4">Intensitas aset tetap menunjukkan proporsi aset tetap di dalam perusahaan yang diukur dengan cara membandingkan dengan total aset yang dimiliki.</p>
      <p id="_paragraph-18">Total Aset Tetap</p>
      <p id="_paragraph-19">Intensitas Aset Tetap = (Total Aset Tetap/ Total Aset) x 100%</p>
      <p id="paragraph-cd57dfa6da4e07c6ae393b1d648b4e2b">2) Leverage</p>
      <p id="_paragraph-21">Rasio yang mengukur kemampuan utang, baik utang jangka panjang ataupun utang jangka pendek yang digunakan untuk membiayai aktivitas perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-22">Leverage = Total Kewajiban / Total Ekuitas</p>
      <p id="paragraph-787bd67b48f623649f25004910bbbe32">3) Ukuran Perusahaan</p>
      <p id="_paragraph-24">Nilai yang menunjukkan besar kecilnya suatu perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-25">Size = Ln (total aset)</p>
      <p id="paragraph-043b8339d4f4e451978b433dd562b5a9">4) Pertumbuhan Penjualan</p>
      <p id="_paragraph-26">Pertumbuhan penjualan (sales growth) menunjukan sejauh mana perusahaan dapat meningkatkan penjualannya dibandingkan dengan total penjualan secara keseluruhan. </p>
      <p id="_paragraph-27">Pertumbuhan Penjualan = (Pt – (Pt – 1) / Pt – 1) X 100%</p>
      <p id="paragraph-dffb749e75974a5c6ba0f8372a04187b">Keterangan : </p>
      <p id="paragraph-e2e4052435a9c157d0888e127a509bc1">Pt : Penjualan tahun sekarang</p>
      <p id="paragraph-d505c44fa256c2914986e53f575bf89d">Pt- 1 : Penjualan tahun lalu</p>
      <p id="paragraph-579e1eb02e3ee722d7eea75b06f9ac8f">D. Populasi dan Sampel</p>
      <p id="paragraph-7befbbbf9fe6e445c62c628cac557be7">Populasi dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015 - 2019. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik <italic id="_italic-27">purposive sampling</italic> <italic id="_italic-28">. </italic>Metode ini menggunakan pengumpulan data berupa sampel yang menampilkan data mengenai informasi secara lengkap yang menggunakan kriteria tertentu. Adapun kategori dalam sampel ini antara lain :</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Kriteria Penentuan Sampel</title>
          <p id="_paragraph-29" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-6832f03e98780aa84f95ee2179139e8f">
              <td id="table-cell-eebdea9f7596ba6ccc0b31207106b8ff">No</td>
              <td id="table-cell-d5092937aa683f97d3376551779c5738">Kriteria</td>
              <td id="table-cell-424cb1b12c25b48d385fb7f742a442de">Jumlah</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4b6b8047e4b7558220a80dd934237791">
              <td id="table-cell-86895b2125d636c5092e9b1867840a96">1</td>
              <td id="table-cell-f3a0908beaaf74c938cd570ce6a99f81">Perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang listing di BEI selama tahun 2015 – 2019.</td>
              <td id="table-cell-44c774e0da4711cce375c8a95aff56ac">24</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-eb4d267a036b0d36aeedd10daef7037a">
              <td id="table-cell-e8d6644bd43debda37318e94d2c0a33b">2</td>
              <td id="table-cell-854ec1a383a5eb4748412db78ea20646">Perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang tidak terdaftar berturut-turut di BEI tahun 2015 – 2019.</td>
              <td id="table-cell-494fe41b14f130161593ef30697c9255">( 10 )</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f504039c7a665dd31e2501fd2e782676">
              <td id="table-cell-4d95983e93fa85d15c77b7f870ab8bf3">3</td>
              <td id="table-cell-8356779d7bca6c5d86981a1794ee24ff">Perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang mengalami kerugian dan saldo laba bernilai negatif selama tahun 2015 – 2019</td>
              <td id="table-cell-68442b819d7d6acf758450799676c739">( 3 )</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-80b874d62502f7fc55a34a2919459107">
              <td id="table-cell-804f43e42df4f72214533d41f953d85e">4</td>
              <td id="table-cell-cc44ee1d76026ee916816c5b8055f34e">Perusahaan manufaktur subsector makanan dan minuman yang mengalami penurunan penjualan selama tahun 2015 – 2019.</td>
              <td id="table-cell-77e7f985308c1327f0458d36e52476f1">( 4 )</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0aea867abb85e9daff58ec7634e8aaf2">
              <td id="table-cell-ea6ccc145553b531ebb3be7b6bb15394">5</td>
              <td id="table-cell-35053469d35d1a19b9da00e80d8b89e0">Perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang memiliki nilai Cash Effective Tax Rate (CETR) lebih dari 1 selama tahun 2015 - 2019</td>
              <td id="table-cell-c8b5f3f23d631711c5e416d38ecc7d65">( 1 )</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a760a02835c4aad9c47d7e06fc368338">
              <td id="table-cell-56362eed35932c8c016072190fb4ef88" />
              <td id="table-cell-bec67767c470d91694053cea8540c49d">Jumlah total perusahaan sampel (6 perusahaan x 5 tahun dari 2015-2019 )</td>
              <td id="table-cell-79889201732d923c7b022521019e0ab5">30</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b29be31eed8198deb4260fbfd2be94cb">
              <td id="table-cell-25344511d557180e839cd70bd82de67e" />
              <td id="table-cell-37fa04294cc29c6dd664a6446554f84b" />
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-bdd8777b91c986304bdcc44b9ab73e72">E. Jenis dan Sumber Data</p>
      <p id="_paragraph-30">Jenis data yangndigunakan dalam penelitiani ini yaitu data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh Secaran tidak langsung, melainkan diperoleh dari keterangan, catatan, dokumentasi dan laporan keuangan yang dikeluarkan atau dipublikasikan oleh suatu instansi. Penelitian ini dilakukanndengan cara mengakses situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu <ext-link id="_external-link-1" ext-link-type="uri" xlink:href="">www.idx.co.id</ext-link>.</p>
      <p id="paragraph-c75fa8f0e72f15a4c6475c71a1b3c876">F. Teknik Analisis Data</p>
      <p id="paragraph-c0fdd902658da6a67e97a543d93ad0b6">Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS versi 25 untuk alat pengolahan datanya.Berdasarkan uraian tersebut tahapan analisis data yaitu sebagai berikut :</p>
      <p id="paragraph-1f6c81a355fa8895a21d5731a5cd9220">1. Statistik Deskriptif</p>
      <p id="_paragraph-31">Statistik deskriptif merupakan bidang ilmu statistika yang mempelajari cara – cara pengumpulan, penyusunan, dan penyajian data suatu penelitian. Kegiatan – kegiatan yang termasuk pada kategori ini antara lain yaitu kegiatan pengumpulan data, pengelompokan data, penentuan nilai dan fungsi statistik, pembuatan grafik, diagram dan gambar. Parameter yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu nilai rata – rata (mean), standar deviasi, dan kisaran skor (maksimum dan minimum).</p>
      <p id="paragraph-e0675bd1ec65e22cd11ad826e3807057">2. Uji Asumsi Klasik</p>
      <p id="_paragraph-32">Uji asumsi klasik yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah :</p>
      <p id="paragraph-42c3071fcaefbd9822918b014c2a9df1">a. Uji Normalitas</p>
      <p id="_paragraph-33">Pengujian asumsi normalitas adalah untuk menguji data variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) pada persamaan regresi yang dihasilkan, apakah berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal. Jika berdistribusi normal, maka analisis data dan pengujian hipotesis digunakan statistik parametrik.Data dapat dikatakan telah terdistribusi secara normal jika memenuhi kriteria: Angka signifikan (SIG) &gt; 0,05 maka data berkontribusi normal dan Angka signifikan (SIG) &lt; 0,05 maka data tidak berkontribusi normal.</p>
      <p id="paragraph-6b6b61f234ed5987ab65e7b07f9aa329">b. Uji Multikolinieritas</p>
      <p id="_paragraph-34">Uji Multikolinieritas mempunyai tujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas [6]. Jika ada korelasi yang tinggi di antara variabel-variabel bebasnya maka hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikatnya menjadi terganggu. Metode yang digunakan untuk mendeteksi adanya multikoliniearitas yaitu dengan menggunakan nilai tolerance dan nilai VIF.</p>
      <p id="paragraph-757e6c7af46e9a77965b047c4b53fbfb">c. Uji Heterokedastisitas</p>
      <p id="_paragraph-35">Uji heterokedastisitas dilakukan untuk menguji apakah di dalam model regresi terdapat ketidaksamaan varians dari residual pengamatan satu ke pengamatan lain. Model regresi yang baik seharusnya homokedastisitas yaitu varians residual yang tetap. Dasar analisis dari Scatterplot adalah jika terdapat pola yang jelas dan titik-titik menyebar secara acak di atas dan di bawah sumbu Y di dalam grafik Scatterplot maka dapat disimpulkan bahwa model regresi terhindar dari heterokedastisitas.</p>
      <p id="paragraph-c9a8b8bebe9d692fd5e893f59f2c4ccc">d. Uji Autokorelasi</p>
      <p id="_paragraph-36">Uji autokorelasi adalah pengujian terhadap adanya korelasi atau hubungan antara anggota sampel yang diurutkan berdasarkan waktu. Pengujian terhadap adanya gejala autokorelasi dalam data yang dianalisis dapat dilakukan dengan cara menggunakan uji Durbin-Watson. Jika nilai Durbin-Watson berkisar antara nilai batas atas (du) maka diperkirakan tidak terjadi autokorelasi. Dasar pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi adalah sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-37">a.Jika DW &lt; DL atau DW &gt; 4DL, maka kesimpulannya pada data terdapat autokolerasi.</p>
      <p id="_paragraph-38">b.Jika DU &lt; DW &lt; 4-DU, maka kesimpulannya pada data tidak terdapat autokolerasi.</p>
      <p id="_paragraph-39">c.Jika DL &lt; DW &lt; DU atau 4-DL &lt; DW &lt; 4-DL, maka tidak ada kesimpulan yang pasti.</p>
      <p id="paragraph-2329f3c2260b68a359c9f65dee2a4eab">3. Analisis Regresi Berganda</p>
      <p id="_paragraph-40">Analisa yang digunakan untuk menguji hipotesa apakah variabel –variabel Karakter Eksekutif, Intensitas Aset Tetap, Leverage, Ukuran Perusahaan dan Pertumbuhan Penjualan mempengaruhi Tax Avoidance adalah analisis regresi linier berganda. Dalam regresi linier berganda terdapat satu variabel terikat dengan lebih dari satu variabel bebas yang mempengaruhinya. Model regresi linier berganda ini adalah model yang menggunakan lebih dari satu variabel independen. Uji T akan dilakukan dalam penelitian ini guna untuk mengetahui pengaruh variabel – variabel terhadap tax avoidance.</p>
      <p id="paragraph-036d7217c177b8edf91986795a786798">G. Pengujian Hipotesis</p>
      <p id="paragraph-b2d215bc0282187142fd1d813531be94">Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi dari keempat variabel, dalam hal ini adalah Intensitas Aset Tetap, Leverage, Ukuran Perusahaan dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Tax Avoidance menggunakan perhitungan statistik secara parsial (uji t).</p>
      <p id="paragraph-0038e85e2bef97a494d7f03312e4398b">1. Pengujian Secara Parsial (Uji t)</p>
      <p id="paragraph-8e13e6ff24d76905bb263cee8e665453">Uji statistik t disebut juga uji signifikan individual. Uji t ini menunjukkan seberapa jauh pengaruhvariabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Kriteria untuk penerimaan atau penolakan hipotesis nol (Ho) yang digunakan dengan tingkat kesalahan 0,05 atau 5% adalah :H0 diterima apabila : sig &gt; 0,05, H0 ditolak apabila : sig &lt; 0,05. Bila Ho diterima, maka hal ini diartikan bahwa pengaruh variabel independen secara parsial tidak ada pengaruh terhadap variabel dependen dinilai. Sedangkan penolakan Ho menunjukkanadanya pengaruh dari variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-94">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-46dd95cfe98b91248ba1855006a58e19">
        <title>Analisis Data</title>
        <p id="paragraph-f1ff1bdda82bb2fc21e75d2d42e7cb67">1. Statistik Deskriptif</p>
        <p id="paragraph-b895ff24996e96f459e077e679971d48">Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai minimum, maksimum, mean, dan standar deviasi.Statistik deskriptif dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai distribusi dan perilaku data sampel tersebut. Hasil analisis deskriptif adalah sebagai berikut:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-131"/>Hasil Uji Statistik Deskriptif</title>
            <p id="_paragraph-42">Data sekunder yang diolah</p>
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-6081a808dce122cf365626dc8637316d">
                <td id="table-cell-6c5ccfadc98d60908a3cb86e33fea355" colspan="6">Descriptive Statistics</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-76625ff24a5e143e74266f82b8b52dbb">
                <td id="table-cell-2222735659830275a5c81d7d2f1c89f0" />
                <td id="table-cell-9f0530247f41b1e0f5f85144ee6178b8">N</td>
                <td id="table-cell-a01ae9b67a8abdfcef071f77192020cc">Minimum</td>
                <td id="table-cell-78e2a6a5498c83088a0c1bd9a7ebbad4">Maximum</td>
                <td id="table-cell-f8c0d4587b8d7974d416cfdcfa93cdf4">Mean</td>
                <td id="table-cell-4d119dd3f8b7040bcb376f0f76ff97ab">Std. Deviation</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7767f4a8229896d63348a42f9f6a9ed2">
                <td id="table-cell-e9f48025b0d08134a26b9c37473f185d">INTENSITAS ASET TETAP (X1)</td>
                <td id="table-cell-3de34fc5d9ebec1ff291743cb776a90c">32</td>
                <td id="table-cell-ebdb1be23ecfc1ceb128a109e734059a">,24</td>
                <td id="table-cell-98c4e04e54a6e7514a24cf5422069c7a">,56</td>
                <td id="table-cell-cb69f28f9fcd3d46b695ffd40fbe08e1">,3738</td>
                <td id="table-cell-e9d30d2a08e62423341376a18b5efe76">,10817</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ab1af910c446d5c9ce41bac736e02030">
                <td id="table-cell-5df667aa98025ba5b689272cd570d054">LEVERAGE (X2)</td>
                <td id="table-cell-d10c4a1ba580c02f7e98549b87915981">32</td>
                <td id="table-cell-db9ebd749c340920df01972a615ce9a3">,16</td>
                <td id="table-cell-066154327040e600c5123a85ae4cc76a">1,77</td>
                <td id="table-cell-a0a5db2d489396637b29ef5d54d6af8f">,8506</td>
                <td id="table-cell-63232813eb76d9baed6601e3e64cc2ae">,43304</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-543fe997ab4248632bb28ab5c3fe196a">
                <td id="table-cell-45b0a58e4b38c181bc8cdc15985f8e3d">SIZE (X3)</td>
                <td id="table-cell-6e5f0b79393779e4c4dc8800b3843508">32</td>
                <td id="table-cell-726c5ab3a8d2256478f394c6bbc1e20a">27,07</td>
                <td id="table-cell-9b3fec8f38ad8c3e9bba112e18db3c15">32,20</td>
                <td id="table-cell-3b7336268ee4bc4bf2b8a4bb408edaac">29,4284</td>
                <td id="table-cell-aeec0f26dcd754142268780e53433c40">1,58521</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e72c104ea817767b0b61d44978fe0735">
                <td id="table-cell-253b5880bb691d9c028b778a06eb72ea">SALES GROWTH (X4)</td>
                <td id="table-cell-0f19e57f91f76200fc77fed6305366be">32</td>
                <td id="table-cell-090a9d6eda6b12f4ec5b90588f1c5d1d">,00</td>
                <td id="table-cell-8083ecea20a318631ffbf6832192222f">2,43</td>
                <td id="table-cell-77812be4a0b2859e0606c6535046bbc8">,1828</td>
                <td id="table-cell-1a705a946443a56a13368324019be31b">,41899</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ee99b82ee48e3cdc36dfe4b8819f89e6">
                <td id="table-cell-424f53a836d3b93279078f76bd079dee">CETR (Y)</td>
                <td id="table-cell-29ba895e5d1d92c62ec833b07d44185d">32</td>
                <td id="table-cell-6696d7bec92512ccc34acc511e8564ec">,16</td>
                <td id="table-cell-3d7bfea72964f794912718e6cb60dbe9">,81</td>
                <td id="table-cell-4b7d9a782a6cb09e282936a0ab42f86d">,2725</td>
                <td id="table-cell-063787723b7a1b7e588d33c5bc6a7829">,10842</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b0a5d37a38969c0648e7f85b1ea95ca4">
                <td id="table-cell-00f1366f2a7a4d02d645817a3103a786">Valid N (listwise)</td>
                <td id="table-cell-40ecca73235988a6f1e80c558c7b4297">32</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="paragraph-62e501f64964bd08825fc5d84d84da6f">Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata tertinggi berada pada variabel ukuran perusahaan (size )yaitu 29,4284 , sedangkan yang terendah adalah variabel pertumbuhan penjualan (sales growth) yakni 0,1828. Untuk standar deviasi tertinggi berada pada variabel ukuran perusahaan (size) yaitu 1 ,58521 dan yang terendah adalah variabel intensitas aset tetap yaitu 0,10817.</p>
        <p id="paragraph-79b68248cd6ccb719be425e4478d9e58">2. Uji Asumsi Klasik</p>
        <p id="paragraph-4cd50f49bbf5ce7881163ca607dc4717">a) Uji Normalitas</p>
        <fig id="figure-panel-1bcebc6e1acb1a3ab9371a880fa5a96b">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-140"/>Grafik P-P Plot</title>
            <p id="paragraph-8639f4448d970945492497feda04f390" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-5bee2ff1272a725e2e8d20534395c878" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="757 Ijins G2.png" />
        </fig>
        <p id="paragraph-3cb2793b66cac831a352ad3a60cb104c">Hasil uji normalitas dengan menggunakan normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik. Jika data (titik) menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka menunjukkan pola distribusi normal yang mengindikasikan bahwa regresi memenuhi asum si normal. Berdasarkan tab el diatas menunjukkan adanya titik-titk (data) yang tersebar di sekitar garis diagonal dan penyebaran titk-titik tersebut mengikuti garis diagonal. Hal ini berarti bahwa model-model regresi dalam penelitian ini telah memenuhi asumsi normalitas.</p>
        <p id="paragraph-56d7115c91105a78b28c5818bd5300e9">b) Uji Multikolinieritas</p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Multikolinieritas</title>
            <p id="_paragraph-46">Data sekunder yang diolah</p>
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-e9cdf108d97ff07fcbe49118ef2723a9">
                <td id="table-cell-cdb3a8405909b255bed6b282763ad234" colspan="9">Coefficients a </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9dd31ff30c3233f959b6584959d8be92">
                <td id="table-cell-344f4df68e6ceccad6828491613ffec9" rowspan="2" colspan="2">Model</td>
                <td id="table-cell-e0364543bf32a475664be65ed86f098b" colspan="2">Unstandardized Coefficients</td>
                <td id="table-cell-b363d7185a486aead0394bdf770f1198">Standardized Coefficients</td>
                <td id="table-cell-1094e2f57bdbcf45fe8970d5c2b4afe2" rowspan="2">t</td>
                <td id="table-cell-fae2b8a00be596abf442db786dc6a909" rowspan="2">Sig.</td>
                <td id="table-cell-1d7aeef463e94462df2e594d1d9555bd" colspan="2">Collinearity Statistics</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-45bbf49385bc2fc52643ccbd5fcef3d9">
                <td id="table-cell-89745d60c9cd721f0f4513c538ff6816">B</td>
                <td id="table-cell-c0947dcce6ed1d13bc03019cfa81c2b2">Std. Error</td>
                <td id="table-cell-661ec10153ee111c99e957a75bc56084">Beta</td>
                <td id="table-cell-d495aa7efc668cd1fef88ea6e9bcb5d7">Tolerance</td>
                <td id="table-cell-6923efee878262079aa96de6223643ea">VIF</td>
                <td id="table-cell-41242af95534585d6b173e4fa856abe5" />
              </tr>
              <tr id="table-row-afd4e9a928a985abd461d42a36f799f1">
                <td id="table-cell-a615818f1a4fd4568251edc18ea01a8f" rowspan="5">1</td>
                <td id="table-cell-e5627c5ac41a5d8b6d55fc588f5c5ba5">(Constant)</td>
                <td id="table-cell-b9fb8328fd2983b6542853cfa8329d7d">-,414</td>
                <td id="table-cell-d14c0e971ef3b5398a2134e35836b949">,129</td>
                <td id="table-cell-eeb7bbd4fad87adbf18e655432f4e814" />
                <td id="table-cell-91a0e73ced6bf8817dd099ec73b5689b">-3,204</td>
                <td id="table-cell-b8dbe23f2e279766caec7da82116114b">,004</td>
                <td id="table-cell-c931ed577433daa5035140d2799cc950" />
              </tr>
              <tr id="table-row-e4d3d05ef605693b17566b4fd213eba4">
                <td id="table-cell-235bcbaecf1515737e73694f823307ee">INTENSITAS ASET TETAP (X1)</td>
                <td id="table-cell-5253d7cbbb8ec627a7dd4f9fad40abd2">-,037</td>
                <td id="table-cell-d69cb43ebe214ae0d46bb1d48a0b3636">,073</td>
                <td id="table-cell-11c9c8bc97297c2c7a8f032112b962ae">-,071</td>
                <td id="table-cell-ed773beb514daa6e0504f1e3adb09930">-,511</td>
                <td id="table-cell-3e7e8a465e564d6c6cc0f5a3a9776b04">,002</td>
                <td id="table-cell-6b754ccfdf406167f37506eef5289a76">,611</td>
                <td id="table-cell-a210b96c992d3141aa937782ec4ca282">1,636</td>
                <td id="table-cell-106b8be3196b37940aa7201f48a8935f" />
                <td id="table-cell-02b3ecf71ab8a9f89296adb3cca7fc03" />
              </tr>
              <tr id="table-row-2bf6bbaa14d091746c1f4bb86b22cfc2">
                <td id="table-cell-dc649720f3ee704807eaf16c2121ed3e">LEVERAGE (X2)</td>
                <td id="table-cell-86bb0252196e59eb67452bb6de3ba638">,001</td>
                <td id="table-cell-a6a80d87d2bf9bda99e1cc53805ffeb7">,017</td>
                <td id="table-cell-18ab02d09916887ce99e67ce638b5a66">,004</td>
                <td id="table-cell-3476becbd1c36d6f25ff73ca38db544b">,029</td>
                <td id="table-cell-31b363c5fe9a94727794910b270f48f8">,977</td>
                <td id="table-cell-e2ae973552f11c9a173b1e9facf02e64">,787</td>
                <td id="table-cell-c214ca1d71de0a56c1e67ac825613b71">1,271</td>
                <td id="table-cell-fd95d40b1e6e3a2fded901764f768c64" />
                <td id="table-cell-0011c4605b909923da9b65d80a3e3196" />
              </tr>
              <tr id="table-row-feaa5b6cf7add11b0701e75dafcaff6b">
                <td id="table-cell-cae0898f39847c18c5f7653efb51a36c">SIZE (X3)</td>
                <td id="table-cell-ae897a525416ba5a3e58f86321052ba7">,023</td>
                <td id="table-cell-4d6ac1d769e4150e75fa39c62ab3182f">,004</td>
                <td id="table-cell-3f9976c7ff72f79b26fb552df79291ac">,777</td>
                <td id="table-cell-85f5f4de60875bcd2b877b8d144b40d8">5,972</td>
                <td id="table-cell-1c801598721813d5783f8fe6fc90a6c3">,000</td>
                <td id="table-cell-fc088fd50b7fa6f884c51072c723859d">,705</td>
                <td id="table-cell-8704109e397380f1937a634abee7f753">1,419</td>
                <td id="table-cell-cc228ee46b1f25f67513758f0ee001cd" />
                <td id="table-cell-ebf4bd773caeff5abd8201b48b74c5cd" />
              </tr>
              <tr id="table-row-90259144e64d6e145fb56356caab2a6c">
                <td id="table-cell-f6638f9669a5c6a16aca0117ae556c0e">SALES GROWTH (X4)</td>
                <td id="table-cell-7482e8c588c57a9263f34e1b933f2805">-,011</td>
                <td id="table-cell-1af560c0f01eab69776043a7b93b9580">,013</td>
                <td id="table-cell-96bafb5cbeda5f45bd0e25842cb4bb37">-,096</td>
                <td id="table-cell-464ebbb7f12ad3b1dd72ee67293a2181">-,836</td>
                <td id="table-cell-7e180ceb43ba031b2f2c0eb58d4e5c01">,411</td>
                <td id="table-cell-87525f48c527bb94ebac22cc6a27504f">,909</td>
                <td id="table-cell-8c48b8adaf3c3025dbcebe64f4af96aa">1,100</td>
                <td id="table-cell-b6310d4e40088055889e66d060200996" />
                <td id="table-cell-87669f6878802ba4286cebee7991511e" />
              </tr>
              <tr id="table-row-e629f9600d77a512c7ac33a0a9c33881">
                <td id="table-cell-61ea12a67f8a14620fdca0f3c2096165" colspan="9">a. Dependent Variable: CETR (Y)</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-48">Berdasarkan tabel 3 dari hasil analisis uji multikolinieritas di atas, maka dihasilkan nilai tolerance &gt; 0,1 dan nilai VIF &lt; 10, yaitu 1,636untuk variabel intensitas aset tetap, 1,271 untuk variabel <italic id="_italic-31">leverage</italic><italic id="_italic-32">,</italic> 1,419 untuk variabel ukuran perusahaan,1,100 untuk variabel pertumbuhan penjualan<italic id="_italic-33">. </italic>Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada gejala multikolonieritas antar variabel independen dalam model regresi.</p>
        <p id="paragraph-700d8e3f6d3d723de1932cd5909a9b32">c) Uji Heterokedastisitas</p>
        <fig id="figure-panel-1ed5deffcf15b9233e816372c38d27fb">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Heterokedastisitas</title>
            <p id="paragraph-9c1e690644c4246643295ed21eff83fb" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-26d400fa79866bf680b5c15894175d77" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="757 Ijins G3.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-50">Dari hasil analisis uji heteroskedastisitas di atas, pada grafik <italic id="_italic-34">scatterplot </italic>terlihat titik-titik menyebar secara acak dan tersebar di atas maupun dibawah angka 0 sumbu Y. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas dalam model regresi dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya.</p>
        <p id="paragraph-eb75c1b21e7177ad3c155c502b039210">d) Uji Autokorelasi</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Autokorelasi</title>
            <p id="_paragraph-52" />
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-f9fb0e055c2e01a36fff8ca520780b63">
                <td id="table-cell-a5152b4cd0cf33ba70101701652d1fed" colspan="6">Model Summary b </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-100ac923a0aed7621a64d4f74b5e95b5">
                <td id="table-cell-6fbc733c681aacace1cde32e55ac504e">Model</td>
                <td id="table-cell-4c51030a7616fecebd740922cad42dbb">R</td>
                <td id="table-cell-b0974bf42c15a1ca6ffb0707d610a1a6">R Square</td>
                <td id="table-cell-38c6d019704933829dd7bde98cce68c0">Adjusted R Square</td>
                <td id="table-cell-9eea79e56dc9ea97e04e0d1377940631">Std. Error of the Estimate</td>
                <td id="table-cell-680c02cd84539732aba6025b18a50a56">Durbin-Watson</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-20c5a5d673863475b2f1bf7e0f81c723">
                <td id="table-cell-94742872e3893610571ec212200f4a3c">1</td>
                <td id="table-cell-20e80345a01c08cd649ff88cdd4eac46">,838a</td>
                <td id="table-cell-f6c5f38cc3059a5bf47bac12c2a2e8bf">,702</td>
                <td id="table-cell-ec79a37d539ecb1c6d6bef84ce13859f">,654</td>
                <td id="table-cell-e79cd4e24686fcf73d324b99a040d852">,02965</td>
                <td id="table-cell-dba3ab040faeb3d97d2642219652df44">1,867</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a25f6b73b8399f8217e7cf5c8fc36719">
                <td id="table-cell-46b07101694d57f68293405a97b354d2" colspan="6">a. Predictors: (Constant), SALES GROWTH (X4), INTENSITAS ASET TETAP (X1), LEVERAGE (X2), SIZE (X3)</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e1d381591da8e89774bc8c82975582b7">
                <td id="table-cell-5cea8873a6d6715840a1ac99828eb0df" colspan="6">b. Dependent Variable: CETR (Y)</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-54">Berdasarkan tabel 5 di atas, dihasilkan durbin Watson sebesar 1,867. Nilai ini akan dibandingkan dengan DW tabel dengan jumlah sample 30, jumlah variabel bebas 4 dan tingkat kepercayaan 5% di dapat nilai batas bawah (dl) = 1,1426 dan batas atas (du) = 1,7386. Oleh karena nilai du(1,7386) &lt; DW(1,867) &lt; 4-du(2,2614), maka dapat disimpulkan tidak terjadi autokorelasi.</p>
        <p id="paragraph-5e8c77c91cbc893c2d182eccdf1df5e3">3. Uji Regresi Berganda</p>
        <p id="_paragraph-55">Berdasarkan tabel 6 di atas, persamaan regresi dapat ditulis sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-56">CETR = -0,414 - 0,037 X1 + 0,001 X2 + 0,023 X3 -0,011 X4</p>
        <p id="_paragraph-57">Dari persamaan di atas dapat dijelaskan bahwa :</p>
        <list list-type="bullet" id="list-999c2f8fe93f24fa77be68130330ddc1">
          <list-item>
            <p>Nilai konstanta sebesar -0,414 mengindikasikan bahwa jika variable independen (Intensitas Asset Tetap, <italic id="_italic-37">Leverage</italic>, <italic id="_italic-38">Size</italic> dan <italic id="_italic-39">Sales Growth</italic>) adalah nol maka penghindaran pajak terjadi sebesar -0,414.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Koefisien regresi variabel intensitas aset tetap (X1) sebesar -0,037 menunjukkan kearah negatif, mengindikasikan bahwa setiap kenaikan satu satuan variabel intensitas aset tetap menurunkan penghindaran pajak sebesar -0.037.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Koefisien regresi variabel <italic id="_italic-40">Leverage</italic> (X2) sebesar 0,001 menunjukkan kearah positif, mengindikasikan bahwa setiap kenaikan satu satuan variabel <italic id="_italic-41">Leverage</italic> meningkatkan penghindaran pajak sebesar 0,001.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Koefisien regresi variabel <italic id="_italic-42">Size</italic> (X3) sebesar 0,023menunjukkan kearah positif, mengindikasikan bahwa setiap kenaikan satu satuan variabel <italic id="_italic-43">Size</italic> meningkatkan penghindaran pajak sebesar 0,023.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Koefisien regresi variabel <italic id="_italic-44">Sales Growth</italic> (X4) sebesar -0,011 menunjukkan kearah negatif, mengindikasikan bahwa setiap kenaikan satu satuan variable <italic id="_italic-45">Sales Growth</italic> menurunkan penghindaran pajak sebesar -0,011.</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="_paragraph-58">4. Uji Hipotesis</p>
        <p id="paragraph-13c37f5d6fd68942efa2a136fbf8e1fa">a. Uji t (Uji Parsial)</p>
        <p id="_paragraph-59">Hasil pengujian parsial dapat dilihat pada tabel 4.7 diatas sehingga dapat disimpulkan bahwa :</p>
        <list list-type="bullet" id="list-ca4c302116be1fb051eddcfb209c8f73">
          <list-item>
            <p>Hipotesis 1 (H1) dalam penelitian ini adalah Intensitas Aset Tetap yang berpengaruh terhadap Tax Avoidance. Tabel 4.7menunjukkan variabel Intensitas Aset Tetap memiliki nilai t sebesar -0,511dengan tingkat sig.sebesar 0,002, Tingkat sig. ini lebihkecil dari 0,05 yang berarti H1 diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa secara individual variabel Intensitas Aset Tetap berpengaruh terhadap Tax Avoidance.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Hipotesis 2 (H2) dalam penelitian ini adalah <italic id="_italic-46">Leverage</italic> yang berpengaruh terhadap Tax Avoidance. Tabel 4.7 menunjukkan variabel <italic id="_italic-47">Leverage</italic>memiliki nilai t sebesar 0,029 dengan tingkat sig.sebesar 0,977, Tingkat sig. ini lebih besar dari 0,05 yang berarti H2 ditolak. Sehingga dapat dikatakan bahwa secara individual variabel <italic id="_italic-48">Leverage</italic> tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Hipotesis 3 (H3) dalam penelitian ini adalah Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Tax Avoidance. Tabel 4.7 menunjukkan variabel Ukuran Perusahaan memiliki hasil uji t dengan nilai t sebesar 5,972 dengan tingkat sig. sebesar 0,000 dimana lebih besar dari 0,05 yang berarti H3 diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa secara individual variabel Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Tax Avoidance.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Hipotesis 4 (H4) dalam penelitian ini adalah pertumbuhan penjualan yang berpengaruh terhadap Tax Avoidance. Tabel 4.7 menunjukkan variabel pertumbuhan penjualan memiliki nilai t sebesar -0,836 dengan tingkat sig. sebesar 0,411 , dimana lebih besar dibandingkan 0,05 yang berarti H4 ditolak. Sehingga dapat dikatakan bahwa secara individual variabel Pertumbuhan Penjualan tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance.</p>
          </list-item>
        </list>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-cb0f90f75d5363989ef0e0d5f460d808">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="paragraph-a72f00516b7141c3e7303e988824b0e8">Berdasarkan hasil analisis data yang telah digunakan dan juga pembahasan yang telah diuraikan mengenai Pengaruh Intesitas Aset Tetap, <italic id="_italic-49">Leverage</italic> , Ukuran Perusahaan dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Tax Avoidance, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: </p>
      <p id="paragraph-fe00aca61f44ceaed71f71f9bd662f99">1) Intensitas aset tetap berpengaruh terhadap <italic id="italic-1">tax avoidance</italic>. </p>
      <p id="paragraph-c7fdc215d2cd9c84218231af89ccb5a1">2) <italic id="italic-2">Leverage</italic> tidak berpengaruh terhadap <italic id="italic-3">tax avoidance</italic>.</p>
      <p id="paragraph-b28337f97c0042bcf5cc4fbb32520b53">3) Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap <italic id="italic-4">tax avoidance</italic>.</p>
      <p id="paragraph-e715b30e240bcbe5b55ac16745cf8ef9">4) Pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap <italic id="italic-5">tax avoidance</italic>. </p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>