<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Effect of Financial Literacy, Income and Risk Perception on Investment Decision Making With Financial Behavior as Moderating Variable</article-title>
        <subtitle>Pengaruh Literasi Keuangan, Pendapatan dan Persepsi Resiko Terhadap Pengambilan Keputusan Investasi dengan Perilaku Keuangan Sebagai Variabel Moderasi</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-26b0532895969746e7840abdcc882713" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Suriansyah</surname>
            <given-names>Noorgina Sahiya</given-names>
          </name>
          <email>nurghina.sahiya@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-6cb5c7f94d858d066b094c88abf350d1" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Harianto</surname>
            <given-names>Wiwit</given-names>
          </name>
          <email>wiwitbagaskara@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-10-03">
          <day>03</day>
          <month>10</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Berinvestasi adalah aktivitas menanamkan kekayaan yang dilakukan secara langsung atau tidak, atas peluang agar pemilik kekayaan memperoleh laba yang besar dari perolehan investasinya di masa yang akan datang. Hal utama yang diperlukan dalam berinvestasi adalah modal. Asa1 muasal pendanaan bisa berupa pinjaman atau modal pribadi. Selain pemahaman tentang keuangan, keputusan investasi juga dipengaruhi oleh pendapatan dan pengalaman investasi. Ketika seseorang merencanakan suatu investasi, orang tersebut harus mengantongi pemahaman tentang keuangan atau <italic id="_italic-1">financial knowledge </italic>yang efektif agar keputusannya jelas dan berjalan ke arah yang benar [1].</p>
      <p id="_paragraph-13">Keputusan investasi tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti literasi keuangan, pendapatan dan persepsi risiko dalam pengambilan keputusan itu sendiri. Perilaku seseorang ketika mengambil keputusan didasarkan pada faktor psikologis, sehingga membuat kesimpulan bahwa yang berisiko dapat dinilai sebagai pilihan atau pertaruhan. Keputusan investasi adalah kebijakan yang dibuat atas dua atau lebih alternatif investasi untuk menghasilkan kemenangan di waktu yang akan datang [2]. Pengambilan keputusan investasi merupakan faktor penting yang telah diakui dapat mempengaruhi peluang finansial dan kesejahteraan. Maka dari itu, mengidentifikasi aspek yang berkaitan dengan keputusan investasi yang tepat adalah isu penting bagi pengembangan pribadi dan nasional.</p>
      <p id="_paragraph-14">Fenomena dalam penelitian ini adalah rendahnya literasi keuangan, dan perilaku keuangan yang terjadi pada kalangan mahasiswa. Hal ini berdasarkan sudut pandang penulis bahwa masih kurang mampunya mahasiswa dalam mengatur pola dan gaya hidup sendiri karena tinggi nya tingkat konsumtif yang menyebabkan mereka tidak rasional dalam membeli kebutuhannya, disamping itu juga dalam mengelola uang yang mereka terima dari orangtua mereka dihadapkan dengan berbagai pilihan keuangan yang cukup rumit termasuk membuat anggaran, menabung, dan bahkan ada yang bekerja sehingga mereka harus menyeimbangkan kehidupan mereka baik di tempat kerja, kuliah, dan kehidupan sosial mereka.</p>
      <p id="_paragraph-15">Literasi keungan adalah pelatihan pola pikir dan kecerdasan finansial dalam memotivasi masyarakat untuk merencanakan dan mengelola keuangannya. Literasi keuangan sangat penting untuk kehidupan yang sejahtera. Pengelolaan keuangan yang baik, didukung dengan pemahaman tentang keuangan yang akurat, sehingga diharapkan bisa menaikkan taraf hidup dan ha1 ini berlangsung untuk semua penghasilan oleh sebab itu sebesar apapun nilai kekayaan individu, akan sulit untuk mencapai target keuangannya tanpa pengelolaan yang baik [3]. Tanpa pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan, kemungkinan besar akan berakibat fatal dalam mengelola sumber daya keuangan dan mempersulit pencapaian kemakmuranya. Dengan demikian, hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan keuangan, semakin baik individu dapat membuat keputusan investasi. Hal tersebut di dukung dari penelitian [4]. Hasil menunjukkan bahwa Literasi Keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan investasi pada Mahasiswa MM Fakultas Ekonomi Unand Padang. Sedangkan pada penelitian [5] literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan berinvestasi.</p>
      <p id="_paragraph-16">Menurut [6] Pendapatan merupakan indikator yang mengukur kesejahteraan individu atau warga negara, sehingga pendapatan warga tersebut menggambarkan peningkatan situasi ekonomi suatu masyarakat. Tingkat pendapatan yang rendah berhubungan dengan tingkat melek finansial yang rendah juga, Melek finansial atau biasa di sebut dengan Literasi keuangan. Dalam penelitian [7] menunjukan Pendapatan berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku keputusan investasi individu, tetapi penelitian lain yang dilakukan oleh [8] pendapatan tidak berpengaruh terhadap keputusan investasi.</p>
      <p id="_paragraph-17">Keputusan seseorang dalam berinvestasi juga dipengaruhi oleh persepsi terhadap suatu resiko. Persepsi risiko memainkan peran penting dalam perilaku pengambilan keputusan manusia dalam kondisi ketidakpastian. Persepsi risiko adalah penilaian investor terhadap kondisi yang tidak pasti atau berisiko yang mungkin dipengaruhi oleh faktor psikologis individu. [9] Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel persepsi risiko dan behavioral motivation berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi di peer to peer lending Syariah, sedangkan menurut [10] menunjukan hasil yang berbeda yaitu berpengaruh negatif.</p>
      <p id="_paragraph-18">Menurut [11] Perilaku keuangan adalah apa yang dilakukan oleh seorang pada pengelolaan keuangan pribadinya. Perilaku keuangan pun menandakan suatu tanggung jawab seseorang dalam proses pengelolaan keuangannya sendiri. Di sisi lain, perspektif perilaku keuangan mempertimbangkan bagaimana orang benar-benar berperilaku dalam situasi keuangan. Individu yang bertanggung jawab secara finansial cenderung menggunakan uangnya dengan tanggung jawab, misalnya dalam berinvestasi, mengelola pengeluaran, menabung, menganggarkan, dan melunasi kewajiban tepat waktu. Seseorang dapat membantu meningkatkan situasi keuangan masa depan mereka dengan mulai berinvestasi di berbagai bidang yang terkait dengan Pasar Modal.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="paragraph-8d806240607a3f729d58dc201448c9ca">Jenis Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-20">Metode kuantitatif adalah pendekatan ilmiah untuk manajemen dan pengambilan keputusan ekonomi. Pendekatan ini dimulai dari data. Memproses dan mengubah data mentah menjadi informasi yang berguna adalah inti dari analisis kuantitatif. Komputer adalah alat yang sangat membantu dalam menggunakan analisis kuantitatif [12].</p>
      <p id="paragraph-f5ba9c0c3e2b91a08cd358c3938ee9c7">Lokasi Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-22">Penelitian0ini dilakukan di Universitas0Muhammadiyah0Sidoarjo (UMSIDA) Fakultas Bisnis, Hukum dan Ilmu Sosial0yang0beralamat di Jl. Mohopahit 666 B0Sidoarjo.</p>
      <p id="paragraph-814c4d10a85232ac6bebc2ffcd8440a3">Definisi , Identifikasi dan Indikator Variabel</p>
      <p id="heading-52c7282e5a35f3ac757889f7e95030fd">A. Variabel Independen</p>
      <p id="heading-eb179ab95a439549c8b0ab12b296340e">Literasi Keuangan</p>
      <p id="_paragraph-24">Menurut [13] literasi keuangan adalah suatu pengetahuan akan fakta yang membahas tentang konsep, prinsip , dan teknologi agar setiap orang dapat bersikap cerdas dalam mengelola keuangan.</p>
      <p id="paragraph-a85ada008ec06caccb6d8c8be8a6d56a">Pendapatan</p>
      <p id="_paragraph-25">Menurut [14], Pendapatan adalah penyelesaian kewajiban atau arus masuk aset atau peningkatan lain atas aset entitas sebagai akibat dari penyediaan barang, penyediaan jasa, atau aktivitas lain yang merupakan aktivitas utama atau sentral entitas.</p>
      <p id="paragraph-42407d5d46e7b5ee71c94dbff9067c83">Persepsi Resiko</p>
      <p id="_paragraph-26">Menurut [10], Persepsi risiko berdasarkan prospect theory yaitu mengasumsikan bahwa investor melihat aset keuangan sesuai dengan tujuan, sasaran, dan pengalaman masing-masing.</p>
      <p id="paragraph-cda518729eec17a54398e80751c4ce1f">B. Variabel Dependen</p>
      <p id="paragraph-2f409106838ba18ce93592158c6417bc">Pengambilan Keputusan Investasi</p>
      <p id="_paragraph-27">Menurut [4], Pengambilan keputusan investasi adalah proses menarik atau memutuskan sejumlah isu atau permasalahan, memilih antara dua atau lebih alternatif investasi, atau mengubah input menjadi output.</p>
      <p id="paragraph-f59820ca7d0b41ccab2f39a97ed0dc1b">C. Variabel Moderasi</p>
      <p id="paragraph-2">Perilaku Keuangan</p>
      <p id="_paragraph-28">Menurut [15] Perilaku keuangan merupakan tindakan individu dalam mengelola keuangannya.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Indikator Variabel</title>
          <p id="_paragraph-30" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-eb59f0206552dc4bfc9679a3096e0b69">
              <td id="table-cell-42620b3fcb665d7bd41b74dbecc29e62">No</td>
              <td id="table-cell-134f4ce6f8aee2f8f20eca36788a290e">Variabel</td>
              <td id="table-cell-d85c2563a03c31fa4bcd036eeb32695e">Indikator</td>
              <td id="table-cell-4ad87d4e5587c09be120762ef97e7bf7">Skala</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-38457176e4554808278bc008c5547b3e">
              <td id="table-cell-64016716a2d3dc52bf675c836ce31021">1</td>
              <td id="table-cell-c268fd18ced913b2165eb2da80bac3e3">Literasi Keuangan</td>
              <td id="table-cell-e7f29cec94ceea6cbf486ee8aa1a158c">Pengetahuan umumSimpanan dan PinjamanAsuransiInvestasi</td>
              <td id="table-cell-863da3d905fc23d736f5d235e8e0b5a0">Skala Likert</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-36b182c410f6fcdc2c830b6b7a5982c3">
              <td id="table-cell-471635ac3e25985ea3fd40ba4cb2df3d">2.</td>
              <td id="table-cell-c1fdbe5142a1fd96f4db50de6f00b88b">Pendapatan</td>
              <td id="table-cell-51c5a45db777600074a9f71b83cace32">Unsur – unusr pendapatanSumber pendapatanBiaya</td>
              <td id="table-cell-439af27fa9208c01515e9cc6307345d9">Skala Likert</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9e7fdb9e13432f6c2807e872c8ac4370">
              <td id="table-cell-da591c75f01232d24ee8aea93195b34a">3.</td>
              <td id="table-cell-c686088519b15406085f0d16d46cb476">Persepsi Resiko</td>
              <td id="table-cell-a3fffaa209715afa25da480a8c66a23c">Adanya risiko tertentuMengalami kerugianPemikiran berisiko</td>
              <td id="table-cell-48eea10baf5ae1ba6d27030e5c539224">Skala Likert</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5e65dd86769390f2bba48915c4f848cc">
              <td id="table-cell-ec9c1300137f4e9d201d2f5acbe465f3">4.</td>
              <td id="table-cell-3265d189e70611cb18e05f5d53832549">Pengambilan Keputusan Investasi</td>
              <td id="table-cell-fd39bbd11fa0905ea570c6f06dfcbee4">Tingkat pengambilan (return)Mempertaruhkan (risk)Faktor waktu (the time factor)</td>
              <td id="table-cell-747dc74527fc81caf0d8400485b60ac4">Skala Likert</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-93b91b762cafdde8e8b13e3567230ac0">
              <td id="table-cell-15830c434255c0eb970208c20a335514">5.</td>
              <td id="table-cell-3df110047c0445182d16efa78236c74a">Perilaku Keuangan</td>
              <td id="table-cell-21d63258c2c8a45b708facea88991bcd">Membayar0tagihan0tepat0waktuMembuat perkiraan pengeluaran0dan0belanjaMencatat0pengeluaran0dan0belanja (harian, bulanan, dll)Mempersiapkan dana0untuk0pengeluaran tidak0terdugaMenabung0secara berkalaMembandingkan0harga0antar0swalayan dan super0market0sebelum0memutuskan untuk0melakukan0pembelian</td>
              <td id="table-cell-17338b366d25b164137542adf3ae9e60">Skala Likert</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-f2da8b575194df345f51049cafe5b73a">Populasi dan sampel</p>
      <p id="_paragraph-32">Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang diidentifikasi oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya [16].Populasi dalam penelitian ini sendiri adalah Mahasiswa jurusan Akuntansi FBHIS Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 970 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan metode <italic id="_italic-2">Probability Sampling </italic>yang berupa <italic id="_italic-3">Simple Random Sampling.</italic> <italic id="_italic-4">Probability Sampling</italic> adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel [16]. Sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 71 responden.</p>
      <p id="paragraph-75a183a906f99aa4a74c37bf63707e6b">Jenis dan Sumber Data</p>
      <p id="_paragraph-34">Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data kuantitatif. Data tersebut berupa nilai atau skor atas jawaban yang diberikan kepada responden terhadap pertanyaan – pertanyaan yang terdapat dalam kuisoner.</p>
      <p id="paragraph-af2fd86c3f79d8c6bea90ecc74d8fcdf">Teknik Analisis Data</p>
      <p id="_paragraph-36">Teknik analisi data dalam penelitian ini adalah <italic id="_italic-5">Partial Least Square</italic> atau yang biasa disebut PLS adalah factor ketidakpastian metode analisis yang powerful sebab data tidak diasumsikan harus menggunakan ukuran skala tertentu, jumlah dari sample kecil [17]. Analisis PLS biasanya terdiri dari dua sub model pengukuran (<italic id="_italic-6">measurement model</italic>) atau sering disebut dengan outer model dan model struktural (<italic id="_italic-7">structural model</italic>) seringkali disebut <italic id="_italic-8">inner model</italic>[18].</p>
      <p id="paragraph-ffde0d29923425924dd5164503a6b7de">
        <italic id="_italic-13">Outer model</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-37"><italic id="_italic-9">Outer model</italic> atau sering juga disebut <italic id="_italic-10">outer relation</italic> atau <italic id="_italic-11">mesuarement model,</italic> merupakan model pengukuran untuk menilai validitas dan reliabilitas model. <italic id="_italic-12">Outer model</italic> menggambarkan bagaimana setiap blok indikator berhubugan dengan variabel latennya [18]. Persamaan outer model untuk konstruk reflektif dapat disusun sebagi berikut [18]:</p>
      <p id="_paragraph-38">X =</p>
      <p id="_paragraph-39">Y =</p>
      <p id="paragraph-0dff2e18cbb9ea1053a845d699c81909">
        <italic id="_italic-14">Inner model</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-40">Inner model atau biasa yang disebut dengan <italic id="_italic-15">inner relation, structural model,</italic> dan <italic id="_italic-16">substantive theory</italic> dapat digunakan untuk menunjukkan hubungan antara variabel laten berdasarkan teori subtantif [17] <italic id="_italic-17">Inner model</italic> atau model struktural dapat dinilai menggunakan R-Square untuk konstruk dependen, <italic id="_italic-18">Stone Geisser Q-Square test</italic> untuk predictive relevance dan uji t serta signifikansi dari koefisien parameter jalur structural [17]. Persamaan dari inner model dapat ditulis sebagai[18]:</p>
      <p id="_paragraph-41">adalah vektor variabel bebas, yaitu vektor dari variabel terikat dan vektor residual (<italic id="_italic-19">unexplained variance</italic>). Dikarenakan pada dasarnya desain PLS merupakan model <italic id="_italic-20">recursive,</italic> sehingga korelasi antar variabel laten disebut juga <italic id="_italic-21">caausal chain system</italic>. Berikut ini merupakan bentuk persamaan dari <italic id="_italic-22">causal chain system</italic> [18]:</p>
    </sec>
    <sec id="sec-12">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-36091a0e242b54d3a0a9bd5625385725">
        <title>Hasil</title>
        <p id="paragraph-f97a8a506e00d1acc319f571566aa241">Hasil Uji Validitas</p>
        <fig id="figure-panel-e7728af6f890528ca270f7f3a15026ae">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title>Model <italic id="_italic-23">Outer Loading</italic>(Setelah dilakukan calculate)</title>
            <p id="paragraph-8afb54e06d88e342209dbb9d19c1bcb9" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-06b778342bdc72ce721e7009815463fc" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="715-Other-3330-1-2-20221003.jpeg" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-44">Pada gambar 4.3 dapat0dilihat bahwa ada beberapa0indikator yang0tidak dinyatakan mempunyai nilai valid karena mempunyai hasil sebesar &lt; 0,7. Oleh sebab itu dilakukan pengeluaran indikator, antara lain : X1.1, X1.2, X1.3, X1.5, X1.6, X2.1, X2.3, X2.4, X2.5, X3.1, X3.2, X3.3, X3.5, Y.1, Y.4, Y.5, Z.3,Z.5.</p>
        <p id="paragraph-bfa7ac3deb592f78abacd5008f6d33f0">Hasil Uji Reliabilitas</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Nilai <italic id="_italic-24">Composite Realiability</italic> dan <italic id="_italic-25">Cronbach’s Alpha</italic></title>
            <p id="_paragraph-46">
              <italic id="_italic-28">Output SmartPLS</italic>
            </p>
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-eabb6a6617fcfbe5ab0e26e0ab7de0b1">
                <td id="table-cell-90a56b2bd625c37e2653e15dcfe5a41a" />
                <td id="table-cell-f6b077feb234bbd5ee6d33f0b150d15b">Composite Reliability</td>
                <td id="table-cell-1d2353b660738313e060838c46384504">Cronbach’s Alpha</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-be844416b33203c251b39f8fbc2aabae">
                <td id="table-cell-91321942b8bd64f7bc5faa77f7724ffd">Moderasi 1</td>
                <td id="table-cell-34426952a3857b8823c4aaa55e4e07a7">1.000</td>
                <td id="table-cell-aa7c93ffa901e9785b30760e0810f11a">1.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5fc400aae05022cff461d06f51ce2082">
                <td id="table-cell-20b7adffbe563825ef38f9753e09f89d">Moderasi 2</td>
                <td id="table-cell-19bf9240c83cdff12b6f149cd7340ad9">1.000</td>
                <td id="table-cell-558e5fdba28bd8cad1a78d383b5e5dbc">1.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f0197fcd72a9b4640ad3951c1b4a236d">
                <td id="table-cell-695df41820e3be10b133f1a60fe6b8f0">Moderasi 3</td>
                <td id="table-cell-c15a02f116c8270d641fd61b217bccad">1.000</td>
                <td id="table-cell-073f2ca7bea9c1ae578f40fb4d8ac5ea">1.000</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-48">Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa semua konstruk memiliki nilai Composite Reliability &gt; 0,7 dan Cronbach’s Alpha &gt; 0,6 sehingga dapat dikatakan bahwa semua indikator konstruk reliabel atau memenuhi uji reliabilitas.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-d3308391425d293efe3a7cfd62efce14">
        <title>Pengujian Hipotesis<bold id="bold-3"/></title>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Nilai <italic id="_italic-29">R-square</italic> (R2)</title>
            <p id="_paragraph-50">
              <italic id="_italic-32">Ouput SmartPLS</italic>
            </p>
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-a823dfc155c936d459722fadc85cbaa7">
                <td id="table-cell-6cb2ce546eb5b7c32ffbdb6f6cb6065e" />
                <td id="table-cell-53dfc00480384c099526d943a3dbb568">R-square (R2)</td>
                <td id="table-cell-10ff229a00d4464e040589ff1b9fa258">Adjusted R-square</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-06991b535319c8235312a18cd93ad9d1">
                <td id="table-cell-dd1b711ecefe4209146ca8adf4e3703f">Y</td>
                <td id="table-cell-811a5b1a00ed33e2a0ecd59a79f41d7f">0.553</td>
                <td id="table-cell-8e8182faeb2e4657dd5a6b69c674367c">0.503</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-52">Dari tabel di atas terlihat bahwa hasil nilai R-squared adalah 0,553 atau 53,3% dipengaruhi oleh variabel independen model ini. Sedangkan, sisa dari nilai tersebut adalah sebesar 46,7% yang dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian yang dilakukan oleh penulis.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>Nilai <italic id="_italic-33">Path Coefficient</italic></title>
            <p id="_paragraph-54" />
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-ee3e45be619994d1487c53a0766ae922">
                <td id="table-cell-c62ffe4b67619815743b074fd27ee7bd" />
                <td id="table-cell-f77352ed6eeeabeae697c2f377ef2c8e">Sampel Akhir</td>
                <td id="table-cell-69842dbea29840e6a1008b1f3aa95968">Sampel Mean</td>
                <td id="table-cell-99e1340760e94dc4043eb8c009f1bb7a">Standar Deviasi</td>
                <td id="table-cell-bb21369d41428c6072ad35eba1e1ff31">T- statistic</td>
                <td id="table-cell-d10ef5b9d00998b399674ae52c9a8174">P Value</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2c82c216beed83ee59a911dff83d6625">
                <td id="table-cell-3b10ce5778b6517326a2797ff4f4a6b7">Efek Moderasi 1 → Pengambilan Keputusan Investasi</td>
                <td id="table-cell-17c66d12de6e1ffe7efb8c655db74243">0.145</td>
                <td id="table-cell-133ea82f79169020f0fa77b68518b403">0.131</td>
                <td id="table-cell-72f998484ee354413c1c8ece7e26b745">0.143</td>
                <td id="table-cell-dd866fd27cd80f00279a68f488d40c33">1.008</td>
                <td id="table-cell-b9284a3aa4a519686bf49b600463a8e1">0.314</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-daaea335c672bd59e17b4ddbaeeaa9f6">
                <td id="table-cell-b2d64110987acb38ee4f59d0e16cabf7">Efek Moderasi 2 → Pengambilan Keputusan Investasi</td>
                <td id="table-cell-3f7bd063c6f50e1deab051c29049ef42">0.042</td>
                <td id="table-cell-21b0d00f1e2d9dc6fbfee238703db12a">0.042</td>
                <td id="table-cell-9ab8477f95f3a38fa7348537e24a61f7">0.081</td>
                <td id="table-cell-c4320d1a13256f43f15681e58d2f9797">0.522</td>
                <td id="table-cell-42dc3f3889570138b54b3ada76dc3870">0.602</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1cc670a1b49627c866755a03d2c4c615">
                <td id="table-cell-825e534f9a62da66fb8e68f9687ed2d3">Efek Moderasi 3 → Pengambilan Keputusan Investasi</td>
                <td id="table-cell-ac0f0e8f22ee01fcbfc5d5d49e91952a">-0.421</td>
                <td id="table-cell-351602c013a31c18f471ba9de55079e8">-0.376</td>
                <td id="table-cell-a53838de6c37080677a90449ae97d774">0.161</td>
                <td id="table-cell-ca2ab160b091dda22ce638d8acc02141">2.614</td>
                <td id="table-cell-61127dff95aeaca9a1f0417511324c03">0.009</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-55">Dari tabel di atas terlihat bahwa hasil impresi moderasi dari literasi keuangan untuk pengambilan keputusan investasi mempunyai nilai0sampel0asli0sebesar 0.145 dengan nilai t-statistik berjumlah 1.008 &lt; nilai t tabel (1,96) dan dengan level signifikan 5%, oleh sebab itu perilaku keuangan tidak dapat melakukan moderasi terhadap keputusan investasi maupun literasi keuangan.</p>
        <p id="_paragraph-56">Sedangkan hasil impresi moderasi dari pendapatan terhadap pengambilan keputusan investasi dengan nilai0sampel asli0sebesar 0.042 dengan nilai t-statistik sebesar 0.522 &lt; nilai t tabel (1,96) dan dengan0tingkat0signifikan 5%, maka variabel perilaku keuangan dinyatakan tidak dapat melakukan moderasi pada pengambilan keputusan investasi dengan pendapatan.</p>
        <p id="_paragraph-57">Serta hasil impresi moderasi dari persepsi resiko terhadap pengambilan keputusan investasi dengan nilai0sampel asli0sebesar -0.421 dengan nilai t-statistik sebesar 2.614 &gt; nilai t tabel (1,96) dan dengan0tingkat0signifikan 5%, maka variabel perilaku keuangan mampu untuk melakukan moderasi dengan cara mengambil keputusan dengan persepsi resiko.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-e4bb3be2050e52e5a184074a9b76efed">
        <title>Pembahasan</title>
        <p id="paragraph-15d94917c1ab34e849967ad1955989c8">Perilaku Keuangan memoderasi pengaruh literasi keuangan terhadap keputusan investasi.</p>
        <p id="_paragraph-59">Pada penelitian ini, terlihat bahwa hasil impresi moderasi dari literasi keuangan untuk pengambilan keputusan investasi mempunyai nilai0sampel0asli0sebesar 0.145 dengan nilai t-statistik berjumlah 1.008 &lt; nilai t tabel (1,96) dan dengan level signifikan 5%, oleh sebab itu perilaku keuangan tidak dapat melakukan moderasi terhadap keputusan investasi maupun literasi keuangan.</p>
        <p id="_paragraph-60">Hal ini mampu dikarenakan pengetahuan mahasiswa mengenai forum penjamin investasi masih kurang familiar dan informasi yg dihasilkan masih sedikit sebagai akibatnya investasi kurang menarik lantaran takut akan resiko yangg besar. Hal ini bertolak belakang dengan penelitian [15] yang menjelaskan bahwa perilaku keuangan (Z) memperkuat pengaruh literasi keuangan (X1) terhadap pengambilan keputusan investasi (Y). Namun pada indikator literasi keuangan dalam Pengetahuan dasar keuangan pribadi dan pengetahuan investasi menunjukkan penolakan mahasiswa untuk melakukan investasi. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa dengan kurangnya pemahaman tentang literasi keuangan meskipun didukung oleh perilaku keuangan yang tinggi tidak memudahkan mahasiswa dalam pengambilan keputusan investasinya. Adapun, hipotesis pertama yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah ditolak.</p>
        <p id="paragraph-22f03b8e9836de33a95e1daefd0603eb">Perilaku Keuangan memoderasi pengaruh pendapatan terhadap keputusan investasi.</p>
        <p id="_paragraph-61">Pada penelitian ini menunjukan hasil impresi moderasi dari pendapatan terhadap pengambilan keputusan investasi dengan nilai0sampel0asli0sebesar 0.042 dengan nilai t-statistik sebesar 0.522 &lt; nilai t tabel (1,96) dan dengan0tingkat0signifikan 5%, maka variabel perilaku keuangan dinyatakan tidak dapat melakukan moderasi pada pengambilan keputusan investasi dengan pendapatan.</p>
        <p id="_paragraph-62">Pada penelitian [19] menunjukan hasil yang sama yaitu Perilaku keuangan (Z) memperkuat pengaruh pendapatan (X2) terhadap pengambilan keputusan investasi. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin tinggi pendapatannya dan makin baik tanggung jawabnya maka semakin baik perilaku keuangannya. Maka dari itu dikarenakan rendahnya pendapatan mahasiswa yang sebatas uang saku dari orang tua dan masih kurang mampunya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga hal ini lah yang mengakibatkan perilaku keuangan tidak dapat memoderasi pendapatan terhadap pengambilan keputusan investasi untuk saat ini di kalangan mahasiswa. Oleh sebab itu, hipotesis kedua dalam penelitian ini di tolak.</p>
        <p id="paragraph-043ce30aeed2558c3ae9213fc11fd2fb">Perilaku Keuangan memoderasi pengaruh persepsi resiko terhadap keputusan investasi.</p>
        <p id="_paragraph-63">Pada penelitian ini menunjukan hasil impresi moderasi dari persepsi resiko terhadap pengambilan keputusan investasi dengan nilai0sampel0asli0sebesar -0.421 dengan nilai t-statistik sebesar 2.614 &gt; nilai t tabel (1,96) dan dengan0tingkat0signifikan 5%, maka variabel perilaku keuangan mampu untuk melakukan moderasi dengan cara mengambil keputusan dengan persepsi resiko.</p>
        <p id="_paragraph-64">Hal ini karena persepsi resiko adalah suatu perilaku individu yang menimbulkan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan investasi, sehingga setiap individu memiliki perbedaan dalam pengambilan keputusannya investasinya. Pada indikator persepsi resiko dalam pengambilan keputusan investasi menunjukan individu yang memiliki persepsi resiko yang tinggi akan dapat menempatkan dananya pada instrumen pasar modal. Pada penelitian [20] membuktikan bahwa jika seseorang memiliki persepsi resiko yang tinggi, maka individu akan berani mengambil resiko pada instrument pasar modal. Maka hipotesis ketiga dalam penelitian ini diterima.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-13">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-65">Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian yang telah dibahas di atas, antara lain :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-a5dba09e9b90b3caca07b21d68bb9416">
        <list-item>
          <p>Perilaku keuangan tidak dapat memoderasi literasi keuangam terhadap0 pengambilan keputusan investasi pada mahasiswa akuntansi Universitas0 Muhammadiyah Sidoarjo. Hal ini terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan mahasiswa terhadap badan-badan yang menjamin jalannya investasi.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perilaku keuangan tidak dapat memoderasi pendapatan terhadap pengambilan keputusan investasi pada mahasiswa akuntansi Universitas0 Muhammadiyah Sidoarjo. Artinya minimnya pendapatan yang didapatkan oleh mahasiswa, sehingga membuat mahasiswa kurang berminat untuk melakukan investasi.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perilaku keuangan mampu memoderasi persepsi resiko terhadap0pengambilan keputusan investasi pada mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Hal ini dikarenakan adanya persepsi resiko yang tinggi pada mahasiswa dalam berinvestasi sehingga mendorong untuk berani mengambil resiko pada instrument pasar modal.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>